P. 1
Nyeri Dada - Isi Laporan

Nyeri Dada - Isi Laporan

|Views: 259|Likes:

More info:

Published by: Merdy Prianda Aditya on Feb 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sistem kardiovaskuler merupakan salah satu sistem vital yang mengatur segala proses sirkulasi peredaran darah yang terjadi dalam tubuh manusia. Sistem kardiovaskuler dapat berjalan dengan baik karena ditunjang oleh organ yang menyusunnya yaitu jantung dan berbagai macam pembuluh darah. Jantung merupakan organ otot berongga yang terletak di bagian tengah dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium) yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah dari jantung. Ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar. Jantung berfungsi memompa darah untuk menyediakan oksigen, nutrien dan hormon ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa metabolisme dari seluruh tubuh seperti karbondioksida, asam laktat, dan ureum. Untuk menjalankan fungsinya sebagai pompa, jantung dapat berkontraksi dan berelaksasi. Proses kontraksi dan relaksasi jantung dikenal sebagai denyut jantung. Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (diastole) selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (sistole). Oleh karena pentingnya organ jantung bagi sistem sirkulasi di dalam tubuh manusia. Maka di dalam laporan ini kami akan membahas mengenai fisiologi jantung, proses kerja jantung sebagai pompa, siklus jantung, curah jantung serta membahas secara menyeluruh mengenai jantung seperti anatomi dan suara jantung.

1.2 Tujuan Penulisan 1. Mahasiswa mampu mengetahui anatomi dan fisiologi jantung sebagai pompa 2. Mahasiswa mampu mengetahui sirkulasi jantung dan sistem konduksi jantung HEMODINAMIK 1

3. Mahasiswa mampu mengetahui asal dan pemeriksaan suara jantung

1.3 Manfaat Penulisan Dengan mempelajari blok 3 modul 1 mengenai nyeri dada ini, kita bisa mengetahui dan mengerti tentang anatomi dan fisiologi jantung sebagai pompa, mengetahui sirkulasi jantung, sistem konduksi jantung serta asal dan pemeriksaan suara jantung.

HEMODINAMIK 2

1 Skenario SKENARIO : JALAN SEHAT ` Tn. Step 1 1. HEMODINAMIK 3 . Malam harinya Pak Amir pergi ke dokter spesialis jantung dan dilakukan pemeriksaan vital sign.BAB II ISI 2. berdebar-debar dan bersifat subjektif. Palpitasi : Perasaan atau sensasi denyut jantung yang kuat atau abnormal. tiba-tiba mengeluh nyeri dada sebelah kiri tembus ke belakang diikuti palitasi dan sesak. keluhan ini berkurang dengan istirahat. denyut jantung dan suara jantungnya. Yusuf (50 tahun) mengikuti lomba jalan sehat 10 Km yang diadakan Kaltim Pos.

Nyeri dada : Perasaan nyeri atau sakit pada daerah dada dan seringkali merupakan sebuah system pertahanan tubuh agar menjauhi atau menghilangkan sumber nyeri.dan frekuensi napas. Denyut jantung : Periode jantung saat sistol (otot berkontraksi) dan diastole (otot berelaksasi) yang menyebabkan perbedaan tekanan sehingga menghasilkan denyut. Mengapa terjadi palpitasi? 3. Bagaimana mekanisme sirkulasi dengan suara jantung ? HEMODINAMIK 4 . tekanan darah. 5. Suara 1 (loop) dihasilkan dari katup atrioventrikularis yang menutup dan Suara 2 (dup) dihasilkan dari penutupan katup aorta dan pulmonary. Mengapa pada saat istirahat keluhan yang dirasakan berkurang ? 4. Vital Sign : Tanda-tanda vital tubuh meliputi suhu tubuh. Denyut ini dapat diperiksa dengan teknik palpasi 4. tumpukan darah dapat menyebabkan fibrasi sehingga menimbulkan suara. Suara Jantung : Suara yang dihasilkan dari katup jantung yang menutup.3 Step 2 Identifikasi Masalah 1. denyut nadi.2. Mengapa rasa nyeri dada yang dirasakan Tn. 3. Selain itu. Mengapa Tn. 2.Yusuf mengalami nyeri dada setelah jalan sehat ? 2. Apa penyebab nyeri dada ? 7.Yusuf terasa dari sebelah kiri tembus ke belakang ? 6. Mengapa Pak Yusuf melakukan pemeriksaan vital sign ? Apa tujuan dan manfaatnya ? 5.

kebutuhan O₂ untuk metabolisme semakin meningkat sehingga terjadi peningkatan denyut jantung. Palpitasi dapat terjadi karena : • Peningkatan curah jantung Dalam keadaan normal curah jantung sekitar 5 L/menit. terjadi peningkatan hingga sekitar 25-35 L/menit • Peningkatan kebutuhan terhadap O₂ Saat berolahraga. Pada saat istirahat terjadi : • Kembalinya curah jantung pada keadaan normal. Saat berolahraga. Yusuf dipaksa untuk berkontraksi secara cepat sementara kemamouan otot jantung tersebut mulai melemah karena usia Tn. Yusuf yang sudah mencapai 50 tahun. Tujuan dan manfaat pemeriksaan Vital Sign : HEMODINAMIK 5 . • Perubahan tekanan darah Tekanan sistole : Tekanan saat otot jantung berkontraksi dan terjadi pengosongan jantung dari darah Tekanan diastole : Tekanan saat otot jantung berelaksasi dan terjadi pengisian jantung oleh darah 3. palpitasi berkurang • Otot jantung tidak perlu lagi berkontraksi dengan cepat. Denyut jantung dipercepat untuk mempercepat aliran darah yang mengantarkan O₂ ke jaringan dan sel serta untuk mempercepat pengeluaran CO hasil metabolisme sel. • Tekanan darah kembali normal.4 Step 3 Curah Pendapat 1. otot jantung Tn.2. namun saat berolahraga. Hal ini juga bisa disebabkan adanya gangguan pada pembuluh darah jantung 2. sehingga nyeri berkurang 4. sehingga papitasi dan sesak berkurang. palpitasi berkurang • Kebutuhan O untuk proses metabolism kembali normal.

Nyeri dada terasa pada dada kiri dan tembus ke belakang karena posisi anatomis jantung yang terletak di : • di sebelah kanan sternum.• Untuk mengetahui Tn. Penyebab nyeri adalah karena otot jantung yang mulai melemah dipaksa untuk berkontraksi. di sebelah kiri sternum • Antara sternum dan collumna vertebralis 6.Yusuf dalam keadaan hemodinamik atau tidak 5. 2.5 Step 4 Strukturisasi Konsep HEMODINAMIK NYERI DADA GANGGUAN KONDUKSI PALPITASI SESAK CURAH JANTUNG SIKLUS JANTUNG SUARA JANTUNG PERFUSI ANATOMI VITAL SIGN KARDIA OUTPUT MENURUN FISIOLOGI HEMODINAMIK 6 .

Anatomi jantung Jantung adalah organ berongga dan berotot seukuran kepalan. Proses belajar mandiri di wajibkan terhadap setiap individu kelmpok.7 Step 6 Belajar Mandiri Pada tahap belajar mandiri ini. Sistem konduksi jantung 3. Apex cordis adalah ujung dari ventriculus sinistra. Organ ini terletak di rongga thoraks (dada) sekitar garis tengah antara antara sternum (tulang dada) di sebelah anterior dan vertebra (belakang) di sebelah posterior. Menjelaskan a. pada bagian ini dapat dilihat atau diraba denyut jantung.2. 2. kami akan mencari dan menelaah referensi untuk mendapatkan penjelasan mengenai Learning Objective yang telah dicapai. Menjelaskan anatomi jantung 2. Letaknya normal pada ruang antar costa ke V kiri.8 Step 7 Sintesis 1. HEMODINAMIK 7 . Menjelaskan asal dan pemeriksaan suara jantung 2. Siklus jantung c. kira-kira 1 jari disebelah medial linea medio clavicularis sinistra. Bagian-bagian permukaan jantung: a. Fisiologi jantung sebagai pompa b.6 Step 5 Merumuskan Sasaran Pembelajaran 1.

adalah bagian posterior permukaan jantung. Myocardium. Sebagian besar dibentuk oleh ventriculus dexter dan sebagian kecil oleh atrium dextrum. terletak pada facies anterior tepat pada septum interventricularis. Endocardium. Otot-otot ini berorigo dan berinsertio pada kerangka jantung.b. cordis parva dan jaringan lemak. sinus coronaries. coronaria dextra dan V. Sulcus ini dilalui oleh: ramus circumflexus A. Pada lapisan ini terdapat pacemaker dan jaringan sistem konduksi jantung. e. adalah lapisan tipis endothelium yang membatasi ruangan jantung. A. d. HEMODINAMIK 8 . Cavae serta Vv. Facies posterior (mediastinalis) cordis. 2. Sulcus interventricularis posterior. coronaria sinistra dan V. merupakan kelanjutan sulcus interventricularis anterior dan terletak pada facies inferior cordis. Sulcus coronaries (atrioventricularis) adalah cekungan yang berjalan melingkari jantung dan memisahkan atrium dengan ventriculus. Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu: 1. g. Sebagian besar dibentuk oleh atrium sinistrum dan sebagian kecil oleh atrium dextrum serta ventriculus sinister. coronaria sinistra. Facies anterior (sternocostalis) cordis adalah bagian permukaan jantung yang terletak berhadapan dengan sternum dan costae. Basis cordis adalah tempat keluar aorta dan truncus pulmonalis dari jantung serta tempat masuknya Vv. ventriculus sinister dan auricular sinistra. adalah lapisan yang terletak ditengah dan terdiri dari otot-otot jantung. cordis magna. c. f. cordis media. Pulmonalis kedalam kejantung. Dilalui oleh ramus interventricularis posterior A. Sulcus interventricularis anterior. coronaria dextra. V. dilalui : ramus interventricularis (descenden) anterior A.

ostium sinus coronarius. merupakan lapisan terluar dari dinding jantung. Pada masing-masing ruangan ini terdapat struktur yang berbeda-beda dan memiliki fungsi masing-masing. Mm. Pectinati. Papillaris. Jantung terbagi menjadi beberapa ruangan yaitu atrium dextra dan atrium sinistra serta ventrikel dextra dan ventrikel sinistra. chorda tendinea. dan trabeculae carneae serta terdapat trabeculae septomarginalis atau biasa disebut moderator band.3. b) Atrium Sinistra Pada atrium sinistra terdapat muara Vv. c) Ventrikel dextra Pada ventrikel dextra terdapat Ventrikulus proprius yang terdiri dari Valvula trikuspidalis. Pulmonalis dan juga terdapat aurikula yang terdiri dari Mm. Epicardium atau lamina viscelaris pericardium serosum. Pada atrium dextra juga terdapat Aurikula yang terdiri dari Mm. a) Atrium dextra Pada atrium dextra terdapat ostium vena cava Superior. Pectinati. Kemudian HEMODINAMIK 9 . yaitu trabeculae carneae yang mengarah pada septum interventrikuler. fossa ovalis dan limbus serta terdapat valvula eustachii dan valvula thebessii. ostium vena cava inferior.

Mm. Fisiologi Jantung HEMODINAMIK 10 . trabeculae carneae.pada ventrikel dextra terdapat infundibulum yang terdiri dari Valvula truncus pulmonalis dan sinus valsava. d) Ventrikel sinistra Pada ventrikel sinistra terdapat ventrikulus propria yang terdiri dari valvula bikuspidalis. Pada vestibulum aorta terdapat valvula aorta dan sinus aortikus. Papillaris. chorda tendinea. 2.

Perlu diingat bahwa tekanan sistolik bukanlah tekanan rata-rata dalam tekanan di dalam jantung dan pembuluh darah. Kontarksi seperti inilah yang mengakibatkan perubahan sekuensial dalam tekanan dan aliran di rongga-rongga jantung dan pembuluh darah. Jantung sebagai pompa Sebagai pompa. Dimana terjadi proses sistolik yaitu kontraksi dari atrium dan ventrikel. dan (2) pengendalian frekuensi HEMODINAMIK 11 . Proses depolarisasi teratur memicu suatu gelombang kontraksi yang menyebar melalui miokardium. Di setiap otot. Selama bekerja berat. Dua alat dasar yang mengatur volume darah yang dipompa jantung adalah (1) pengaturan instrintik pemompaan jantung sebagai respons terhadap perubahan volume darah yang mengalir kedalam jantung. yang diketahui sebagai fase dimana kedua bagian ventrikel dan atrium dalam keadaan relaksasi. setiap menitnya jantung hanya akan memompa 4-6 liter darah.a. jantung berfungsi untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh bagian pada tubuh kita. kontraksi dimulai tepat setelah depolarisasi dan bertahan sampai setelah repolarisasi selesai. melainkan tekanan puncak selama sistolik. serta fase atau proses diastole. dipengaruhi adanya aksi potensial. Pengaturan pemompaan jantung. Adapun pada setiap proses. Bila seorang dalam keadaan istirahat. jantung mungkin perlum memompa darah sebanyak empat sampai tujuh kali lipat dari jumlah ini. disini terdiri dari proses depolarisasi dan repolarisasi. sedangkan tekanan diastolik mengacu pada tekanan terendah selama diastolik.

jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menit hamper seluruhnya ditentukan oleh kecepatan aliran darah kedalam jantung yang berasal dari vena-vena. kemudian secara otomatis akan memompa darah yang masuk mengalir kedalam arteri. jantung akan memompa semua darah yang kembali ke jantung melalui vena. Definisi curah jantung ialah jumlah darah yang dapat dipompa oleh ventrikel setiap menitnya. Ini berarti bahwa. Curah jatung dapat ditentukan dengan mengalihkan komponen denyut jantung dan isi sekuncup (stroke volume) dengan isi sekuncup didefinisikan sebagai sejumlah darah yang dapat dikeluarkan oleh ventrikel disetiap denyutnya. mekanisme Frank-Starling berarti semakin besar otot jantung diregangkan selama pengisian. HEMODINAMIK 12 . setiap jaringan perifer pada tubuh mengatur aliran darah ditempatnya sendiri. Jantung. sehingga darah tersebtu dapat mengalir kembali mengelilingi sirkulasi. olahraga. disebut sebagai mekanisme Frank-Starling. untuk memenuhi kebutuhan jaringan sel-sel. secara mendasar. serta obat-obatan seperti digitalis dan penyakit intrakardial dan ekstrakardial. yang disebut alir balik vena. dan seluruh aliran setempat jaringan tersebut akan berkumpul dan kembali melalui vena-vena kedalam atrium kanan. Fisiologi curah jantung Pada orang dengan fungsi kardiovaskuler yang normal maka curah jantung menentukan distribusi darah keseluruh tubuh.denyut jantung dan kekuatan pemompaan jantung oleh sistem saraf otonom. semakin besar kekuatan kontraksi dan semakin besar pula jumlah darah yang dipompa kedalam aorta atau dinyatakan dengan cara lain: Dalam batas-batas fisiologis. Kemampuan instrintik jantung untuk beradaptasi terhadap volume yang meningkatkan aliran masuk darah. Dalam berbagai kondisi. posisi tubuh. Curah jantung normal berkisar 5 liter/menit yang dapat dipengaruhi oleh usia.

Isi sekuncup selalu bervariasi ini disebabkan oleh perubahan-perubahan panjang serabut myokardium. HEMODINAMIK 13 . Saraf simpatis dan parasimpatis mempengaruhi slope potensial aksi depolarisasi diastolik sel-sel pacu (pacemaker) jantung yang terdapat pada simpul nodul sinus. Jika diketahui isi sekucup sebesar 70 ml dan denyut jantung rata-rata 70-80 kali/menitnya. yang dapat diperkirakan besarnya dengan mengurangi isi akhir diastolik dan isi akhir sistolik. Pengaruh denyut jantung terhadap curah jantung sangat tergantung atas rangsangan saraf simpatis dan parasimpatis. afreload dan kontraktilitas myocardium. maka faktor preload adalah manisfetasi dari tekanan akhir diastolik ventrikel (tekanan pengisian) yang dapat dengan mudah diketahui sebagai pulmonary capillary wedge pressure. Selain itu isi sekuncup dapat ditentukan oleh preload. Yang dimaksud dengna preload adalah faktor regangan (tension) dinding ventrikel selama diastole. Hubungan dengannya isi sekuncup dilukiskan pada kurva Frank-Starling.• Denyut jantung diketahui bahwa curah jantung merupakan hasil perkalian antara denyut jantung dan isi sekuncup. Maka dapat dihitung curah jantungnya yang berkisar antara 4900/menit-5600ml/menit pada wanita dan lima setengah liternya pada pria. Dengan rangsangan simpatis dapat meningkatkan denyut jantung sedangkan parasimpatis memberikan pengaruh sebaliknya. Dan jumlah darah yang dapat dikeluarkan oleh ventrikel ditiap denyutnya disebut isi sekuncup. Ia dipengaruhi oleh pengisian diastolik. Peningkatan atau penurunan frekuensi perubahan potensial aksi pacu jantung menyebabkan perubahan irama denyut jantung • Isi sekuncup (stroke volume) Setiap kali setelah ventrikel berkontraksi. Pada prakterk klinik. keadaan inotropik tekanan aorta dan arteri baru serta denyut jantung. terdapat sejumlah sisa darah didalam ventrikel.

Curah jantung dapat dihitung: CO = SV X HR CO = 70x70 = 4900 ml/ 5 liter Curah Jantung Faktor yang mempengaruhi denyut jantung dan isi sekuncup Denyut Jantung Isi Sekuncup Pengaruh Parasimpa tis ke jantung Pengaruh Simpatis ke HEMODINAMIK jantung Epinephrine 14 Akhir Diastolik Isi ventrikel Ejeksi sistolik .Curah jantung adalah jumlah volume darah yang dipompa oleh darah masing-masing ventrikel dalam tiap menitnya 70 kali/menit. Curah jantung dipengaruhi oleh kecepatan denyut jantung dan isi sekuncup.

38-040 detik pada irama sinus yang normal dengan frekuensi 80 denyut/menit. Satu siklus jantung memerlukan waktu 0. pemompaan darah. Di dalam fase-fase jantung ini terjadi pengisian ventrikel. Siklus jantung Siklus jantung (cardiac cycle) terdiri dari sistole dan diastole. kontraksi dan relaksasi ventrikel. Satu dnyutan jantung adalah satu kumpulan fase yang terdiri dari : (a) (b) Ventricel Filling Isovolumetric Ventricel Contraction HEMODINAMIK 15 . Periode sistole adalah manisfetasi kontraksi jantung dan diastole merupakan manisfetasi relaksasi jantung. dengan sistole memerlukan waktu sepertiga dari seluruh waktu. Fase jantung adalah tahapan perubahan bentuk jantung dalam siklus jantung itu sendiri. Pada fase-fase jantung ini juga terdapat suara denyut nadi yang diakibatkan oleh penutupan katup semilunaris dan katup Atrioventrikel. Fase-fase jantung ini akan berulang secara terus menerus sampai jantung berhenti berdenyut.b.

yaitu fase (c). Pada fase (c) ini terjadi ventricel ejection. Kemudian setelah fase (c) selanjutnya jantung akan masuk ke fase (d) dimana terjadi relaksasi daro otot ventrikel.(c) Ventricel ejection (d) Isovolumetric ventricel relaxtation Fase (a) dan (d) di atas termasuk dalam proses diastole sedangkan fase (b) dan (c) termasuk ke dalam fase sistole. yaitu proses pemompaan darah akibat perbedaan tekanan antara atrium dan ventrikel juga akibat ventrikel yang berkontraksi. Relaksasi dari otot ventrikel ini tidak akan menambah atau mengurangi volume dari ventrikel ini. Kemudian setelah ventrikel berisi penuh oleh darah. Proses perputaran/ siklus dari fase ini akan berulang terus menerus sampai jantung tidak mampu menjalankan fungsinya lagi atau karena ada kelainan pada jantung. Perubahan volume akan terjadi saat jantung kembali ke fase (a) dimana terjadi pengisiian ventrikel. maka jantung akan masuk ke dalam fase (b) yaitu dimana otot ventrikel berkontraksi tetapi tidak merubah volume darah yang ada pada ventrikel. Setelah fase (b) maka jantung akan masuk ke fase selanjutnya. HEMODINAMIK 16 . Pada saat fase (a) terjadi pengisian Ventrikel akibat perbedaan tekanan antara atrium dan ventrikel dan juga akibat otot otot ventrikel yang berelaksasi.

tidak berkontraksi tetapi mengkhususkan diri mencetuskan dan menghantarkan potensial aksi yang bertanggung jawab untuk kontraksi sel-sel pekerja. Sel-sel pekerja ini dalam keadaan normal tidak menghasilkan sendiri potensial aksi. sel otoritmik.Gambar. Fase jantung c. Sel – sel otoritmik terbagi menjadi : • Nodus sinoatrial (SA) HEMODINAMIK 17 . yaitu memompa. 2) Sebagian kecil sisanya. Sistem konduksi jantung Terdapat 2 jenis khusus sel otot jantung : 1) 99 % sel otot jantung adalah sel kontraktil yang melakukan kerja mekanis.

Salah satu dari pita ini. ada tiga pita kecil lain yang melalui dinding anterior. dengan lebar kira-kira 3 milimeter. potensial aksi menyebar keseluruh massa otot atrium dan akhirnya.3 m/detik. serabut-serabut nodus ini hampir tidak memiliki filament otot kontraktil dan masing-masing hanya berdiameter 3 sampai 5 mikrometer. berukuran kecil. yang sangat berbeda dengan diameter serabut-serabut otot yang terdapat di sekeliling atrium yang besarnya 10 sampai 15 mikrometer. ke nodus AV. tetapi konduksi lebih cepat sekitar 1 m/detik. berjalan di sepanjang dinding anterior atrium menuju ke atrium kiri. Nodus AV dan serabut-serabut konduksi yang berdekatan berfungsi untuk memperlambat penjalaran impuls ke ventrikel. serabut-serabut nodus sinus secara langsung berhubungan dengan serabut-serabut otot atrium. sehingga setiap potensial aksi yang di mulai di dalam nodus sinus akan segera menyebar ke dalam dinding otot atrium. Alur dalam penundaan tersebut adalah sebagai HEMODINAMIK 18 . tepat di belakang katup trikuspid. tipis. Kecepatan konduksi di sebagian besar otot atrium kira-kira 0. disebut pita antar atrium anterior (anterior interatrial band). Nodus SA terletak di dalam dinding posterior-lateral superior dari atrium kanan tepat di bawah dan sedikit lateral dari lubang vena kava superior. panjang 15 milimeter. sehingga impuls jantung tidak menjalar terlalu cepat dari atrium menuju ke ventrikel. Dengan demikian penundaan tersebut akan memberi waktu yang cukup bagi atrium untuk mengosongkan darah ke dalam ventrikel sebelum kontraksi ventrikel di mulai. Namun. lateral dan posterior atrium dan berakhir di dalam nodus AV. dibeberapa pita serabut otot atrium yang kecil. dan berbentuk elips. Dengan cara inilah.Nodus sinus disebut juga (Nodus sinoatrial) merupakan bagian otot jantung yang khusus. Selain itu. • Nodus Atrioventrikular (AV) Nodus AV merupakan sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus yang terletak pada dinding posterior atrium kanan.

serabut purkinje HEMODINAMIK 19 .03 detik dari nodus sinus ke nodus AV.16 detik.04 detik terjadi terutama dalam bagian penembusan di berkas AV ini.13 detik. Kecuali untuk bagian awal serabut ini yang menembus sawar fibrosa AV. Karena Berkas his berasal dari nodus AV maka Berkas his memiliki fungsi yang sama dengan nodus AV yaitu memperlambat perjalanan impuls ke ventrikel.09 detik di dalam nodus AV sendiri debelum impuls masuk ke bagian penembusandari berkas AV (penetrating portion). Kemudian. tempat berkas tersebut bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan kebawah melalui septum.03 detik sesudah keluar dari nodus AS. yang terdiri atas fasikulus kecil multiple yang melewati jaringan fibrosa yang memisahkan atrium dari ventrikel. Hal tersebut. impuls akan mencapai nodus AV kira-kira 0. menyebabkan jumlah penundaan seluruhnya adalah 0. melingari ujung bilik ventrikel. • Berkas His (berkas atrioventrikel) Berkas his merupakan suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum antarventrikel. Serabut purkinje khusus berjalan dari nodus AV melalui berkas AV dan masuk ke dalam ventrikel.berikut: nodus AV berjalan melalui jalur-jalur internodus. Penundaan terakhir selama 0. ditambah penundaan konduksi yang pertama selama 0. Jadi. dan kembali ke atrium di sepanjang dinding luar. total penundaan dalam nodus AV dan sistem berkas AV adalah sekitar 0. penundaan lain terjadi pada selama 0. • Serabut purkinje Serabut purkinje merupakan serabut-serabut terminal halus yang berjalan dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon. tempat impuls memasuki ventrikel. sebelum akhirnya sinyal eksitasi menyebabkan kontraksi otot ventrikel.

Penjalaran potensial aksi yang sangat cepat oleh serabut purkinje diyakini disebabkan oleh tingkat permeabilitas gap junctions yang sangat tinggi pada diskus interkalatus yang terdapat diantara sel-sel yang saling berderet menyusun serabut-serabut purkinje. yang kira-kira 6 kali kecepatan dalam otot ventrikel biasanya. Serabut purkinje merupakan serabut yang sangat besar. Keadaan ini memungkinkan penjalaran impuls jantung secara cepat ke seluruh otot ventrikel yang tersisa.memiliki karakteristik fungsional yang berlawanan dengan fungsi serabut nodus AV.5 sampai 4.0 m/detik.yang dapat meningkatkan kecepatan penjalaran. yang berarti serabut purkinje tidak sama sekali mengalami kontraksi selama perjalanan penjalaran impuls. dan serabut ini menjalarkan potensial aksi dengan kecepatan 1. dan 150 kali kecepatan dalam serabut nodus AV. bahkan lebih besar dari serabut otot ventrikel normal. Secara singkat mekanismenya seperti ini: HEMODINAMIK 20 . Serabut purkinje juga mempunyai miofibril yang sangat sedikit. Oleh Karena itu ion-ion yang dihantarkan dengan mudah dari sel satu ke sel yang lain.

daerah kecil khusus di dinding atrium kanan dekat lubang (muara) vena cava superior. b. Di bagian penembusan Berkas A-V atau Berkas His. Nodus sinoatrium (SA). sehingga potensial aksi akan sampai di bagian distal Berkas A-V dalam waktu 0. tempat berkas tersebut bercabang membentuk berkas kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui septum. Serat Purkinje. Di Nodus A-V potensial aksi mengalami penundaan selama 0. suatu jaras sel-sel khusus yang berasal dari nodus AV dan masuk ke septum interventrikel. Lalu dari Serabut Purkinje. c.03 detik f. serat-serat terminal halus yang berjalan dari berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikel seperti ranting-ranting pohon. bagian distal dan percabangannya. sebuah berkas kecil sel-sel otot jantung khusus di dasar atrium kanan dekat septum.16 detik h. Berkas A-V atau Berkas His terdiri dari bagian penembusan. potensial aksi menjalar ke sel otot jantung selama 0.03 detik untuk sampai ke Serabut Purkinje i. Potensial aksi nmemerlukan waktu selama 0. d. Penjalaran potensial aksi dari Nodus Sinus ke Nodus A-V melalui jalur internodus membutuhkan waktu 0. Berkas His (berkas atrioventrikel). Nodus atrioventrikel (AV). potensial juga mengalami penundaan selama 0.Sel-sel jantung yang mampu mengalami otoritmisitas ditemukan di lokasi: a.09 detik g. e.04 detik. Dari diterimanya potensial aksi oleh sel otot jantung sampai kontraksi ventrikel memerlukan waktu selama sekitar 0.03 detik j.3 detik HEMODINAMIK 21 .

Eksistasi atrium Potensial aksi yang berasal dari SA mula-mula menyebar ke kedua atrium. terutama dari sel ke sel melalui taut celah. potensial aksi tiba di nodus AV dalam 30 menit/det setelah nodus SA melepaskan muatan. • Jalur antarnodus Terbentang dari nodus SA ke nodus SA ke nodus AV. Eksitasi ventrikel HEMODINAMIK 22 . Karena jalur ini dengan cepat menghantarkan potensial aksi dari nodus SA ke ujung jalur di atrium kiri maka gelombang eksitasi dapat menyebar melintasi taut celah di seluruh atrium kiri pada saat yang sama dengan eksitasi menyebar ke seluruh atrium kanan. dengan kata lain. • Jalur antaratrium Terbentang dari nodus SA di dalam atrium kanan ke atrium kiri. Dengan sipercepat oleh jalur ini. beberapa jalur penghantar khususu yang batasnya kurang jelas mempercepat hantaran impuls ke seluruh atrium. Hal ini memastikan bahwa kedua atrium terdepolarisasi untuk berkontraksi secara bersamaan. Selain itu. Jalur penghantar antarnodus mengarahkan penyebaran potensial aksi yang berasal dari nodus SA ke nodus AV untuk menjamin kontraksi sekuensial ventrikel setelah kontraksi atrium. Nodus AV adalah satu – satunya titik kontak listrik antara atrium dan ventrikel. karena atrium dan ventrikel secara structural dihubungkan oleh jaringan fibrosa yang tidak menghantarkan arus listrik maka satu – satunya cara bagi potensial aksi di atrium untuk dapat menyebar ke ventrikel dengan malalui nodus AV.

3. yang biasanya di deskripsikan sebagai “lub. maka keberadaan system penghantar yang cepat sangat krusial bagi percepatan penyebaran eksitasi di ventrikel. Bunyi lub dikaitkan dengan penutupan katup atrioventrikel (A-V) pada permulaan sistol. Potensial aksi disalurkan melalui seluruh system serat Purkinje dalam 30 mdet. Asal dan suara jantung Bunyi jantung normal. dub. Meskipun membawa potensial aksi dengan cepat ke sejumlah besar sel otot jantung namun system ini tidak berakhir di setiap sel. lub. Keberadaan sistem ini mempercepat dan mengkoordinasikan penyebaran eksitasi ventrikel untuk memastikan bahwa kedua ventrikel berkontraksi sebagai satu kesatuan.Setelah tertunda di nodus AV. Karena massa ventrikel jauh lebih besar daripada massa atrium. dub”. Sistem hantaran ventrikel lebih teratur dan lebih penting daripada jalur penghant antar atrium dan antarnodus. Bunyi “lub” disebut bunyi jantung pertama. impuls lalu mengalir cepat menuruni septum melalui cabang kanan dan kiri berkas His dan menyebar ke seluruh miokardium ventrikal melalui serat Purkinje. Anyaman serat pada sistem penghantar ventrikel ini dikhususkan untuk mwnyalurkan potensial aksi dengan cepat. dan disebut bunyi HEMODINAMIK 23 . Impuls cepat menyebar dari sel – sel tereksitasi ke sel – sel otot ventrikel sisanya melalui taut celah. Serat Purkinje dapat menghantarkan suatu potensial aksi enam kali lebih cepat daripada yang dilakukan oleh sel – sel kontraktil sinistium ventrikel. dengan stetoskop kita dapat mendengar bunyi jantung normal. dan bunyi “dub” dikaitkan dengan penutupan katup semilunaris (aorta dan pulmonaris) pada akhir sistol. Jika proses depolarisasi ventrikel keseluruhan bergantung padaq penyebaran impuls sel ke sel melalui taut celah maka jaringan ventrikel yang berada tepat di samping nodus AV akan tereksitasi dan berkontraksi sebelum impuls mencapai apeks jantung.

Penyebab bunyi jantung pertama dan kedua. getaran ini hanya ternyata hanya menimbulkan suara yang kalaupun ada hanya sedikit karena darah yang terdapat diantara diantara daun katub meredam efek benturan dan mencega timbulnya suara yang nyata terdengar. di dinding dada sehingga dapat terdengar sebagai bunyi melalui stetoskop. penyebab bunyi ialah getaran pada katup yang tegang segera setelah penutupan bersama dengan getaran dinding jantung yang berdekatan. sehingga katub in mencembung kerarah atrium sampai corda tendinea secara tiba-tiba menghentikan pencembungan in. dan pembuluh-pembuluh utama sekitar jantung. Bunyi jantung pertama (0. Getaran kemudian merambat melalui jaringan di dekatanya. Peristiwa ini menyebabkan darah dan dinding ventrikel serta katub yang tegang bergetar dan menyebabkan turbulensi getaran dalam darah.11 detik) Ditimbulkan oleh penutupan katub semilunaris yang berlangsung tiba-tiba. yang menyebabkan pantulan yang membolak-balik darah antara dinding arteri dan katub semilunaris dan juga antara katub dan dinding ventrikel. 1. Ternyata. Ketika katub semilunaris menutup. katub ini menonjol kearah ventrikel dan regang elastis katub akan melentingan darah kembali ke arteri. Semula diduga bahwa penyebab bunyi jantung adalah bentun (slapping) dari daun-daun katup secara bersama-sama shingga menimbulkan getaran. Namun. Elastis dari katub yang tegang kemudian akan mendorong darah kembali ke ventrikelventrikel yang bersangkutan. Bila getaran dari pembulih / ventrikel HEMODINAMIK 24 .14 detik) Kontraksi ventrikel menyebabkan aliran balik darah secara tiba-tiba yang mengenai katub AV. 2. Kemudian getaran in dihantarkan sepanjang arteri. karena siklus pompa jantung normal dianggap dimulai saat penutupan katup A-V pada permulaan sistol ventrikel. Bunyi jantung ke 2 (0.jantung kedua.

sehingga tidak dapat mendengarnya.mengenai ”dinding dada: getaranya menimbulkan suara yang dapat didengar bunyi jantung 3. jantung belum cukup terisi sehingga belum tedapat tegangan elastis yang cukup dalam ventrikel untuk menimbulkan lentingan frekuensi dari bunyi ini sangat rendah.jumlah darah yang keluar dipompa oleh jantung sesuai dengan jumlah darah yang masuk kembali ke jantung 5 liter/menit. 3. dan tiap sel otot dip[isahkan satu dengan yang lain oleh intercalated disc yang memiliki kemampuan untuk HEMODINAMIK 25 .1 Kesimpulan 1. Letak anatomis jantung terletak dirongga toraks. 4. Jantung memiliki structural anatomis dan fisiologi. BAB III PENUTUP 3.jika exercise pada olahraga yang berat aliran dapat meningkat sampai 25-35 liter/menit.Terjadi ketika atrium berkontraksi dapat direkam oleh fonokardiogram. Pada orang normal. 2. Bunyi Jantung 4 (Bunyi Atrium) Tidak bisa didengar karena frekuensi 20 siklus / detik. Bunyi jantung 3 Kadang-kadang terdengar bunyi jantung 3 yang lemah dan bergemuruh pada awal 1/3 dari bagian tengah diastol karena pada permukaan diastol.sekitar garis tengah antara sternum disebelah anterior dan vertebra di sebelah posterior.

HEMODINAMIK 26 . yang menyebabkan pantulan yang membolakbalikan darah dan dinding katup semilunaris dan juga antara katup dinding ventrikel.mempercepat hantaran rangsangan listrik pontesial diantara serabut-serabut sel otot jantung. Dan bunyi pertama kira-kira 0. 5. Dan bunyi kedua timbul oleh penutup katub semilunaris. Ketika katup semilunaris. 3. dan membantu diagnosa kelainan pada jantung.10 detik. Ada juga Elektrokardiografi (EKG) yang difungsikan sebagai indentifikasi kelainan irama jantung. Adanya aksi pontensial pada kontraksi dan relaksasi pada otot jantung yang berupa aksi pontensial sel automatic yang memiliki fungsi mengatur konsentrasi serta mengawali dan mendistribusikan impluks melalui sel-sel miokardium dan potensial pace maker. katup ini menonjol kearah ventrikel dan regang elastis katup akan melentingkan darah kembali ke arteri.2 Saran Dengan mempelajari mekanisme fisiologi dan anatomi jantung ini kita bisa mengerti dan memahami.14 detik dan bunyi kedua kira-kira 0. dan struktural jantung serta fungsi jantung sebagai pemompa darah yang mengalirkan keseluruh tubuh. 4. Penyebab bunyi jantung adalah penutup bersama dengan darah berdekatan dinding jantung dan pembuluh-pembuluh sekitar jantung pada bunyi pertama terjadi kontraksi ventrikel menyebabkan aliran balik darah secara tiba-tiba. S-A node dan A-V node. menutup katub A-V (mitral dan trikuspidalis). Tinggi nada dan lama bunyi jantung pertama dan kedua lama setiap bunyi jantung sedikit kurang lebih 0. 3.11 detik.

HEMODINAMIK 27 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->