Public Relations Pada dasarnya tujuan umum dari program kerja dan berbagai aktivitas Public Relation adalah

cara menciptakan hubungan harmonis antara organisasi/perusahaan yang diwakilinya dengan publiknya atau stakeholder sasaran khalayak yang terkait. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya citra positif (good image), kemauan baik (good will), saling menghargai (mutual appreciation), saling timbul pengertian (mutual understanding), toleransi (tolerance) antara kedua belah pihak. Tujuan dari proses perencanaan program kerja untuk mengelola berbagai aktivitas PR tersebut dapat diwujudkan jika teorganiasi dengan baik melalui manajemen yang dikelola secara professional dan dapat dipertangungjawabkan hasil atau sasarannya. Hal tesebut juga dapat diwujudkan jika adanya pertukaran pendapat, pesan dan informasi yang jelas serta mudah dimengerti oleh kedua belah pihak yang terlibat komunikator dan komunikan di mana pertukaran informasi dilakukan melalui system saluran (channel), media massa atau bentuk media non massa lainnya. Semua itu dapat dimanfaatkan sebagai alat (tool) untuk kegiatan atau aktivitas komunikasi dua arah timbal balik (reciprocal two ways traffic communication) sehingga diperoleh pencapaian umpan balik (feed back) yang positif. Perencanaan, pengorganisasian, pengkomunikasikan hingga pengevaluasian suatu program kerja PR melalui berbagai aktivitas yang dilaksanakan oleh public relations. Aktivitas praktisi PR di lapangan mencakup sebagai konseptor (Conceptor), penasihat (counselor), komunikator (communicator) dan penilai (evaluator) yang handal. Oleh karena itu menjdi memiliki kemampuan memecahkan berbagai macam masaah yang dihadapinya dalam organisasi. Scott M. Cutlip & Allen H. Center (Prentice Hall), Inc. 1982 : 139), menyatakan bahwa proses perencanaan program kerja melalui proses empat tahapan atau langkah-langkah pokok yang menjadi landasan acuan untuk pelaksanaan program keja kehumasan adalah : 1. Penelitian dan Mendengarkan (Research Listening) Dalam tahap ini, penelitian yang dilakukan berkaitan dengan opini, sikap dan reaksi dari mereka yang berkepentingan dengan aksi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu organisasi. Setelah itu baru dilakukan pengevaluasian fakta-fakta, dan informasi yang masuk untuk menentukan keputusan berikutnya. Pada tahap ini akan ditetapkan suatu fakta dan informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan organisasi, yaitu What s our problem? (Apa yang menjadi problem kita). 2. Perencanaan dan mengambil Keputusan (Planning Decision) ,Dalam tahap ini sikap, opini, ide-ide dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan serta penetapan program kerja organisasi yang sejalan dengan kepentingan atau keinginan-keinginan pihak yang berkepentingan mulai diberikan : Here what we can do?(apa yang dapat kita kerjakan). 3. Mengkomunikasikan dan pelaksanaan (Communication Action) ,Dalam tahap ini informasi yang berkenaan dengna langkah-langkah yang akan dilakukan dijelaskan sehingga mampu menimbulkan kesan-kesan yang secara efektif dapat mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dapat mempengaruhi pihak-pihak yang dianggap penting dan berpotensi untuk memberikan dukungan sepenuhnya : Here s what we did and why? (Apa yang telah kita lakukan dan mengapa begitu).

Sebaliknya.4. 3. Menjalankan dan melaksanakan aktivita-aktivitas sesuai dengan program yang telah direncanakan. Artinya tahapan satu dengan tahapan yang lainnya saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisah-pisahkan. apabila pimpnn ingin mengetahui secara pasti mengena reaksi public terhadap salah satu kebijaksanaan organisasinya dan PR harus bisa mengemukakan fakta-fakta yang diperlukan. yang sebenarnya akan secara otomatis muncul apabila program PR dirancang berdasarkan penelitian. kemudian mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan. perencanaan dan evaluasi yang serius. 2. 8. Mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan. perencanaan dan evaluasi. Merencanakan alat atau cara yang sesuai unu meningkatkan atau mengubah perilaku kelompok masyarakat sasaran. Proses kerja PR merupakan satu kesatuan perencanaan yang secara sirkuler teru menerus berlangsung. 7. yaitu jaringan antar perputaran gelondongan benang dengan gelondongan lainnya harus seirama baik dalam hal kecepatan dan maupun ketika menggulung seutas benang. Mengevaluasi (Evaluation) . maka lingkaran dan langkah-langkah kegiatan PR adalah sebagai berikut : 1. Menganalisis perilaku umum dan hubungan organisasi terhadap lingkungan . berantakan atau kusut. Konsekuensi dari proses perencanaan kerja PR seperti di atas adalah tuntutan terhadap kemampuan tinggi dari para praktisi PR dapat berpan ganda dalam menjalankan tugasya. Kalau diuraikan dan digambarkan. masalah-masalah yang potensial. merupakan proses yang berkesinambungan dalam bentuk spiral dan seringkali tumpang tindih antara satu dengan yang lainnya. diketahui bahwa proses analisis-analisis komunikasi interpretasi dari kerja PR. Menentkan formulasi dan merumuskan kebijakan-kebijakan. Menerima umpan balik untuk dievaluasi. Menganalisis tingkat opini public. pihak public relations/Humas mengadakan penilaian terhadap hasil-hasil dari program-program kerja atau aktivitas Humas yang telah dilaksanakan. kalau tidak maka benangnya akan putus. 5. baik yang intern maupun yang ekstern. sama pentingnya bagi terlaksanannya suatu program PR yang efektif. Suatu saat. Lain waktu jika menghadiri pertemuan dengan staf bagian pemasaran dan periklananan yang membahas rencana perkenalan . Sayangnya banyak di antara praktisi PR yang kurang menyadari akan hal tersebut sehingga dalam menentukan dan melaksanakan program mereka seringkali mengabaikan tahap-tahap di atas. Menentukan dan memaami secara benar perilaku tiap-tiap kelompok terhadap organisasi. Seumpama suatu proses pemintalan benang (wheel spinning) di pabrik mesin tekstil. Termasuk mengevaluasi keefektivitasan dari teknik-teknik manajemen dan komunikasi yang telah dipergunakan : How did we do? (Bagaimana yang telah kita lakukan) Tiap tahapan dari keempat tahapan yang disebutkan di atas saling berkaitan erat satu dengan yang lainnya. Setiap tahap dari proses kerja PR di atas. Tahap yang paling sering dibaiakan adalah penelitian. 6. kebutuhankebuthan dan kesempatan-kesempatan.Pada tahapan ini. 4. banyak di antara mereka yang terlalu banyka memfokuskan pekerjaanya pada publisitas. Melalui observasi yang pernah dilakukan.

Secara umum pengertian dari perencanaan program kerja public relations yaitu terdiri dari semua bentuk kegiatan perencanaan komunkasi baik kegiatan ke dalam maupun ke luar antara organisasi dan publiknya yang tujuannya untuk mencapai saling pengertian.produk baru. . apabila pada saat itu berhadapan dengan para wartawan yang ingin mendapatkan keterangan tentang program dan kebijaksnaan yang dijalankan oleh organisasi. Perencanaan kerja public relations (public relation work planning program) tersebut berkaitan dengan pengertian. wujud rencana kerja dan alas an dilakukannya perencanaan kerja PR. dinamis serta proaktif. Frank Jefkins (1988 : 13). Perencana kerja. perencanaan. Maka penjelasannya sebagai berikut : 1. . Hasil yang akan diperoleh relevan dengan hal-hal yang berkaitan dengan peran dan fungsi kegiatan kehumasan dalam suatu organisasi. menurut pakar public relations. Perencanaan. diseleksi dan diproses sebagai bahan perencanaan kerja yang akan datang.2. . Perencanan kerja PR Perencanaan kerja public relations berkaitan dengan : . yaitu terdiri dari : a. perlu ditekankan bahwa penelitian (research) merupakan hal yang sangat vital dalam membuat suatu perencanaan program PR.1.3.Fungsi dan teknis Manajemen Humas yang professional. materi dan data yang tersedia baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk dianalisis. termasuk manfaat dan klasifikasi perencanaan kerja tersebut.Merupakan metode terbaik untuk mempersiapkan pihak organisasi dalam menghadapi perubahan yang sering terjadi. Tujuan Public Relations Rumusan perencanaan yang matang. . Oleh karena itu. sekarang dan masa yang akan datang.3. II.Penilaian (evaluasi) atau me-review hasil perkembangan kegiatan masa lalu. 2. b. akan menghasilkan suatu program PR yang efektif. Definisi perencanaan kerja. Karateristik Public Relations II.2. Pada hari yang sama dia mungkin bertindak sebagai komunikator ataupun penerjemah.Mengantisipasi dan menghadapi tantangan atau resiko yang akan terjadi melalui suatu proses untuk menentukan tujuan dan sasarna jangka pendek dan jangka panjang secara periodic dan strategis. perencana. Public Relations consists of all form of planned communications outwards and inwards between an organization and its public for the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding . maka pihak PR harus siap untuk menunjang usaha tersebut. seseorang yang memanfaatkan atau menginterpretasikan segala informasi. Perencanaan program PR didasaran kepada fakta dan landasan berpikir yang sehat serta memiliki kejelasan arah dan tujuan yang ingin dicapainya.

Alasan mengapa (why) : . dan how to get there? (strategi) 4.Rencana perancangan konsep dasar dari perencanaan kerja PR yang diranang. hukum dan teknologi. system komunikasi. yaitu : . . media massa. reaktif. merancang rencana kerja yang akan datang (action planning). . Mampu mendefenisikan suatu permasalahan eksternal dan internal organisasi. SWOT nalusis (penentuan faktor (facts findling). politik. rencana tetap (regular yang dapat dilakukan beruang-uang. . pelaksanaan. sasaran dan target yang ingin dicapai secara jelas dan rinci. b.3.Mengefektifkan dan mengefesienkan koordinasi atau kerja sama antar departen dan pihak terkait lainnya . perubahan selera pelanggan. Perencanaan kerja PR dan alasan-alasan untuk dilakukan kegiatan PR: a. peluang dan ancaman). seperti menghadapi persaingan. yaitu rencana strategis (sesuai dengan kebijakan tujuan jangka panjang).Mampu meiat seara keseluruhan kemampuan operasional organisasi.Rencana untuk membuat pernyataan berdasarkan dari target yang ingin dicapai. . dan rencana tertentu (rencana jangka pendek. yaitu dapat bersifat proaktif. kelemahan. . pelaksanana komunikasi (communication activies) dan hingga penilaian kerja (PR work evaluation). komunikasi.Rencana yang berkaitan dengan hasil atau produk (result) dari perencanaan yang telah dilaksanakan.Menghindar resiko kegagalan dengan tidak melakukan erkiraan atau perencanaan tanpa arah yang jelas dan konret. defensive. target dan sasaran yang hendak dicapai di masa mendatang. seorang PR bertindak sedia payung sebelum hujan (proaktif) atau mencari payung ketika hujan (reaktif). SWOT analysis (penentuan actor kekuatan. Misalnya.Menciptakan tujuan yang objektif.Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan lebih luas. life cycle product.Membantu pihak manajemen organisasi untuk mampu beradaptasi trhadap lingkungan yang sering berubah-ubah. tenaga kerja dan relasi bisnis. menemukan fakta (facts findling). Manfaat perencanaan kerja PR Manfaat yang diperoleh dari pembentukan perencanaan kerja PR.Menghadapi perubahan lebih sempit (operasional). . Wujud rencana kerja PR Bentuk rencana kerja PR tersebut dapat diimplementasikan : . protektif dan hingga profitabel.Menetapkan klasifikasi rencana kerja PR/Humas. where do we want to go? (tujuan).baik jangka pendek maupun panjang. seperti perubahan teknologi. . 5. Alasan dalam kegiatan perencanan (action plan. khusus dan terbatas). . ekonomi. preventif.

Akibatnya timbul hambatan-hambatan berikut : 1. 2. 3. yaitu penelaahan terhadap fakta-fakta dan pendapat yang dipertimbangkan. serta situasi dan kondisi saat ini untuk rencana mendatang. (b) mempunyai arti bagi lingkungan. (jauh memandang ke depan). (c) mendapatkan dukungan. Rencana program harus dibuat dengan teliti dan harus didukung oleh pihak manajemen. Rencana program tersebut harus mempunyai tujuan. sedang program remedial sehubungan dengan perbaikan situasi dan kondisi yang terjadi pasca krisis. (d) dihormati oleh masyarakat. . tujuan dari suatu organisasi adalah . Pada umumnya. yang ada pada berbagai aspek (politik. tujuan dan pelaksanaan program organisasi ditentukan berdasarkan misi organisasi yang cukup realistis dan kemudahan dalam mencapai tujuan kesesuaian perencanaan dan Program Public Relations. Sehubungan dengan ini.Sebelum membentuk perencanaan program PR. 3. Center & Broom (2000) perencanaan program PR harus didasarkan kepada analisis lingkungan situasi dan kondisi : 1. Kegagalan manajemen menyertakan para pelaksana untuk turut serta mempertimbangkan perumusan kebijaksanaan dan program keja organisasi. dipandang dari sudut tujuan organisasi dan kemampuan internal organisasi. Perencanaan kerja PR. seorang praktisi khusus harus terlebih dahulu mengetahu dan memahami tujuan yang ingin dicapai oleh organisasinya. Kelambatan dan frustrasi yang dialami oleh para pelaksana karena kurangnya koordinasi dengan departement terkait. yaitu penelusuran masa lampau atau sejarah organisasi untuk menetapkan faktor-faktor yang memegang peranan penting dalam situasi yang sedang terjadi. Perencanaan program kerja PR mau tidakmau haru dikaitkan dengan cita-cita dan tujuan organisasi tersebut di atas. Organisasi sebagaimana halnya individu. A wide around. 1989 diketahui bahwa hanya 53% dari para praktisi yang tidak mengetahui dengan pasti tujuan organisasi sebelum melakukan perencanaan program PR. yaitu : a. (c) menyediakan produk yang diperlukan dan diinginkan oleh masyarakaat. Menurut Cutlip. terdaat dua program PR yang bersifat mendasr yaitu program PR yang bersiat preventif dan program suatu program yang direncanakan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh organisasi. A deep look inside. Kurangnya waktu karena tersita oleh pembahasan-pembahasan mengenai masaah sehari-hari. Dilakukannya pengarahan mengenai Rencana Program tersebut. long looks ahead. (a) mendapatkan keuntungan/penghargaan. 4. 4. berkaitan dengan : 1. Kurang tercapainya kesepakatan mengenai tujuan-tujuan dari pelaksanaan program PR. yaitu melihat kecenderungan-kecenderungan. A long. A searching look backward. social dan ekonomi) di sekeliling kita. (f) bebas dari keterbatasan dan kebutuhan yang mendesak (g) berpengaruh pada pendapat public. memiliki cita-cita dan tujuan. Dari hasil penelitian yang pernah dilakukan di Ohio. b. AS. 2. Tiga Dasar Ada tiga dasar yang hakiki agar Rencana Program PR dapat berhasil dengan baik. c. serta prospek organsiasi di masa mendatang.

termasuk pengeluaran tidak terduga. Misalnya. dan kampanye. Tim PPPK. MC. Meeting atau Rapat/Pertemuan periodic. Sebaliknya. rencana program PR harus disusun telebih dahulu dan disesuaikan dengan rung lingkup tempat (dalam arti non harafiah) di mana PRO bekerja di perusahaan besar atau kecil. (seperti penyediaan cadangan property). property. tak satu bisnis pun dapat beroperasi tanpa rencana program yang matang dan jelas. Budget seharusnya dimasukkan ke dalam rencana program PR yang diajukan setahun di muka. Ekspo dan Seniman. iklan. d. Ketentuan Rencana Program PR a. toilet. soun system. f. penandatanganan kerja sama. yang perencanaanya 3 bulan sebelumnya.PRO (praktisi PR) tidak boleh berurusan dengan PR rabun atau rencana program yang direncanakan secara tidak jelas. yang merupakan faktor yang penting. dalam kegiatan pameran. . dokumentasi. Dapat dibayangkan. band. Strategi pelaksanaan suatu kegiatan.Dalam praktek. atau kegiatan lainnya seperti : pameran. Bila ruang lingkupnya cukup besar maka dibuat rencana program untuk 3 tahun di mana diperlukan rencana program yang matang. publikasi. Maka rencana progam harus dibuat sebaik mungkin. kerja PR tanpa didahului oleh rencana pendanaan program tidak akan mencapai hasil yang memuaskan. tanpa dilengkapi dengan perencanaan arsitektur dan budget yang matang. sponsor ship. Tidak ada kegiatan tanpa pengeluaran dan pemasukan uang. Perencanaan anggaran. 6. Kegiatan yang akan dituangkan dalam bentuk proposal perencanaan kerja PR. entertaining. dan lain-lain pada waktu pelaksanan rencana program adalah sesuatu yang mutlak ada agar apa yang direncanakan dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan yaitu melalui : 1. kafetaria. Penanganan hal-hal yang hadir di luar dugaan tersebut akan jauh lebih sulit dikarenakan tidak ada guideline (patokan) dalam rencana program itu sendiri. Faktor Utama Rencana Program a. 3. dengan ruang lingkup yang kecil dan disesuaikan dengan keadaan finansialnya ketika dibuat rencana program PR selama satu tahun. Perizinan dari yang berwenang. Perekrutan karyawan yang akan dilibatkan dalam pekerjaan termasuk job-descriptionnnya. bisa diharapkan akan menghasilkan sesuati yang diinginkan sesuai dengan perencanaan. dan lain-lain sebagai kegiatan penunjang. Pentingnya Rencana Program PR . termasuk special events seperti : Product launching. promosi. Unexpected Case . administrai perhitungan untung/rugi dai tiket yang akan dijual. b. e. tenaga. konsumsi. property. Agar berhasil. apabila rencana progaam sudah disusun dan dipastikan.Rencana program PR sama pentingnya dengan menciptakan suatu fondasi yang kuat untuk sebuah bangunan. Anggaran ini bisa meliputi : honorarium. artis. facility visit. Dukungan dana. sewa tempat. Penyediaan poroperty/sarana untuk hal-hal yang akan muncul secara tidak terduga/emergency. material dan uang saja. akomodasi. Contoh. bila perlu penyediaan dokter. lighting. c. biaya-biaya transportasi. seorang PRO sering dihadapkan dengan sesuatu yang berada diluar perkiraan atau tujuan rencana program. 2. Karena itulah. promosi. g. Seseorang tidak akan dapat membangun gedung bertingkat bila hanya memiliki kuli-kuli.

Derajat PR akan naik apabila mempunyai inisiatif untuk membuat suatu proposal rencana program dan budget walaupun manajemen tidak mengharapkan PRO untuk membuatnya. Komunikasi hubungan masyarakat internal itu dapat menjadi komunikasi yang efektif. dan tulisan (nota dinas. Misalnya informasi mengenai pekerjaan atau menyangkut kegiatan pendidikan dan pelatihan lainnya. Komunikasi internal timbal balik yang dilaksanakan oleh PR tersebut dapat dilakukan melalui beberapa jalur.b. keagamaan. tetapi juga harus didukung dengan sumber- . . Komunikasi sejajar (sideways communication) yang berlangsung antar karyawan. Komunikasi arus ke bawah (downward communication). Disamping itu pihak Humas mampu mempertemukan atau menyampaikan tujuan dan keinginan-keinginan dari pihak karyawan kepada perusahaan atau sebaliknya dari pihak perusahaan terhadap para karyawannya (bertindak sebagai komunikator dan mediator).Keberadaan seorang PR. yang tidak hanya memiliki ketrampilan (skill) dan berpengalaman sebagai seorang komunikator. Media yang dipergunakan dalam bentuk komunikasi lisan (perintah dan instruksi). Sehingga client dapat mengetahui untuk apa uang yang akan dikeluarkan. b. fungsi dan tugas seorang Public Relations Officer untuk membina hubungan komunikasi masyarakat internal. atau sebaliknya mampu bertindak sebagai mediator dan bidang dan tanggung jawabnya masing-masing. Internal Public Relations Untuk itulah peranan. mediator dan hingga persuader. kesejahteraan dan aktivitas social kepegawaian lain sebagainya. c. peraturan. yaitu dari pihak karyawan kepada perusahaan. Timbal balik ini harus merupakan dasar dari kontrak kerja yang telah disepakati kedua belah pihak. majalah internal dan news letter. . c. Biasanya yang dipakai sebagai media komunikasi adalah berupa pemberitahuan. II. kekeluargaan. dan sebaliknya konsultan PR akan tahu untuk apa dia dibayar. serta sumbang saran dari pihak pekerja kepada pimpinan perusahaan.Saling menghormati atau menghargai (mutual appreciation) antara satu sama lain. Media komunikasi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan (laporan dan informasi) mengenai pelaksanaan tugas. sampai kepada penggunaan media Humas (Media of Public Relations). a. Komunikasi arus ke atas (upward communication). baik ia bertindak sebagai pimpinan maupun sebagai bawahan demi tercapainya tujuan utama perusahaan.Adanya keterbukaan manajemen perusahaan (open management system). dapat juga mengenai kegiatan di luar pekerjaan (kedinasan) dalam bentuk olahraga. dan informasi spesifikasi teknis suatu pekerjaan yang akan diberikan kepada bawahannya. apabila : . terhadap para karyawannya. Konsultan PR harus membuat proposal rencana kerja termasuk rincian budget. . atau laporan hail dari pekerjaan. Peranan tersebut menuntut seseoang praktisi PR untuk dapat menjadi corong informasi dari para karyawan kepada pihak perusahaan. Misalnya berupa perintah pimpinan. surat edaran dan lain-lain).Adanya kesadaran atau pengakuan dari pihak perusahan akan nilai-nilai dari arti pentingnya suatu komunikasi timbal balik dengan para karyawannya. yaitu seperti bulletin.4. Misalnya berbentuk pelaksanaan perintah berbentuk tulisn dan lisan. pengumuman. instruksi. yakni dari pihak perusahaan kepada para karyawannya.

antara lain sebagai berikut : a. . baik yang berprestasi kerja maupun cukup lama masa pengabdian pekerjaan. Program penghargaan . misalnya dalam rangka luar bidang pekerjaan sehari-hari. diadakan berpiknik bersama agamaan. lomba dan hingga berpiknik bersama yang dihadiri oleh pimpnan dan semua para karyawannya. dalam upaya meningkatkan kinerja an ketrampilan (skill) karyawan. Internal Magazine. Sebagai sarana saluran atau alat komunikasai dalam upaya menjelaskan tentang kebijaksanaan. b.Yakni merupakan program khusus yang sengaja dirancang di luar bidang pekerjaan sehari-hari. penghargaan yang diberikan itu akan menimbulkan loyalitas dan rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap perusahaan. misalnya dalam rangka event ulang tahun perusahaan. lomba dan hingga berpiknik bersama agamaan. d. 9. Program motivasi kerja berprestasi. Program Media Komunikasi Internal . Kegiatan Employee Relations .Program penghargaan yang dimaksudkan di sini adalah upaya pihak perusahaan (pimpinan) memberikan suatu penghargaan kepada para karyawan. di mana dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat mempertemukan antara motivasi dan prestasi (etos) kerja serta disiplin karyawan dengan harapan-harapan atau keinginan dari pihak perusahaan dalam mencapai produktivitasyang tinggi. Sebagai sarana komunikasi internal secara timbal balik yang dipergunakan dalam suatu organisasi/perusahaan. 10. olahraga. c. seperti kemampuan mengelola dan membuat media komunikasi seperti : House PR Journal. Dalam hal ini.Program pendidikan dan pelatihan dilaksankaan oleh perusahaan. 8.Program tersebut dikenal dengan istilah Achievement Motivation Training (AMT). .Membentuk media komunikasi internal melalui bulletin. peraturan dan ketatakerjaan dalam sebuah organisasi/perusahaan. Slide film presentation special Events Programmes.sumber daya teknis yang canggih dan sekaligus sebaga sebagai media komunikasinya. informasi dan berita yang berkaitan dengan kegiatan antar karyawan atau perusahaan dan pimpinan. olahraga. antara lain : 6. Program pendidian dan pelatihan . Program acara khusus (Special Events) . news release (majalah dinding) dan majalah perusahaan/PR yang berisikan pesan. Sebagai media komunikasi internal bagi pihak karyawan untuk menyampaikan keinginan-keinginan atau sumbang saran dan informasi serta laporan kepada pihak manajemen perusahaan (pimpinan). an kualitas maupun kuantitas pemberian jasa pelayanan dan lain sebagainya 7. 2. Kegiatan dan program tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa keakraban bersama di antara sesame karyawan dan pimpinan. Untuk menghilangkan kesalahpahaman atau hambatan komunikasi antara manajemen perusahaan dengan para karyawannya. Video and Cassetes Recording.Maksud dan tuuan kegiatan komunikasi hubungan masyarakat internal yang dilaksanakan oleh PR melalui program kerja Employee Relations. dan media pertemuan sebagai media komunikasi internal. Selanjutnya kegiatan Employee Relations dalam suatu organisasi atau perusahaan dapat dilaksanakan dalam bentuk berbagai macam aktivitas dan program.

meraih simpati. prasangka buruk. Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian. meyakinkan. penerimaan dan ketertarikan. dan apatis. Konsep ini lalu dikenal sebagai Declaration of Principle (Deklarasi AzasAzas Dasar) yaitu prinsip yang terbuka dan tidak menyembunyikan data dan fakta. dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya. atau sering disingkat humas adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/ organisasi Menurut IPRA (International Public Relations Association) Humas adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik (public) untuk memperoleh pengertian. Sejarah Humas Di dunia Konsep dasar Humas diperkenalkan pada tahun 1906 oleh Ivy Lee saat ia berhasil menjembatani konflik buruh batubara dan pengusaha. dimana secara operasional humas bertugas membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya dan mencegah timbulnya rintangan psikologis yang mungkin terjadi di antara keduanya. Sasaran humas adalah publik internal dan eksternal.Hubungan masyarakat. menyelenggarakan acara. Seorang humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara sengaja dan terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan. Dalam pekerjaannya. berbicara di depan publik. pegawai. Bagian penting dari pekerjaan petugas Humas dalam suatu organisasi adalah * Membuat kesan (image) * Pengetahuan dan pengertian * Menciptakan ketertarikan * Penerimaan * Simpati Humas adalah sebuah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh kemauan baik dan pengertian dari pelanggan. simpati. dan lain sebagainya.Pekerjaan seorang humas adalah tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang humas dalam mempromosikan pengertian dan pengetahuan akan seluruh fakta-fakta tentang runtutan situasi atau sebuah situasi dengan sedemikian rupa sehingga mendapatkan simpati akan kejadian tersebut[4]. dan membuat pernyataan tertulis.Humas di Indonesia dikenal pada tahun 1950an dimana humas bertugas untuk menjelaskan peran dan fungsi-fungsi setiap kementrian. Posisi humas merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh suatu manajemen organisasi. Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi. mendidik. Pekerjaan seorang humas. sikap melawan. dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi . badan. dan publik yang lebih luas. dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini public di antara mereka. Seorang petugas humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian. seorang humas membuat analisis ke dalam dan perbaikan diri. menciptakan. Contoh dari kegiatan-kegiatan Humas adalah: melobi. Di Indonesia. lembaga. jawatan. serta membuat pernyataan-pernyataan .

penerimaan dan ketertarikan.Kesalahan umum yang terjadi adalah program humas dianggap sebagai program jangka pendek. yang bisa jadi berpengaruh besar dalam suatu organisasi atau sekelompok orang. Contoh: Bank Niaga saat menggelar tema "Cinta". Fungsi humas.keluar.Kesan disini berarti "gambaran yang diperoleh seseorang tentang suatu fakta sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengertian mereka (terhadap suatu produk. sikap melawan. Pengetahuan dan pengertian. dan apatis. Simpati. Penerimaan Masyarakat mungkin bersikap melawan pada sebuah situasi karena mereka tidak mengerti apa yang sedang terjadi.Humas juga harus dapat menciptakan ketertarikan publik dalam suatu situasi atau serial situasi.Dengan mengemukakan informasi secara jelas dan tidak bias. umumnya merupakan cara yang berhasil untuk meraih simpati. Diantaranya adalah: 1. atau sebaliknya. memberikan penerangan kepada publik. dan bahkan sikap menentang. yang menjadi atmosfer disekelilingnya dapat diputar menjadi pengertian dan penerimaan. Kesalahan umum. Kesan (image). Menggunakan strategi kehumasan dalam hal ini bisa menjadi sangat efektif. melakukan persuasi kepada publik untuk mengubah sikap dan tingkah laku publik 3. Kegiatan humas Tujuh puluh persen dari kegiatan seorang humas berhubungan dengan tulis menulis selain tugas-tugas lainnya. prasangka buruk. Upaya untuk menyatukan sikap dan perilaku suatu lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat. orang. atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian Menciptakan ketertarikan.Humas memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi. atau mengapa hal tersebut terjadi. dan program penanggulangan reaktif saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kala hubungan dengan masyarakat menjadi buruk. . 2. atau situasi)".Bernays humas memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Seorang humas harus mampu untuk mengubah hal-hal ini menjadi pengetahuan dan pengertian. Merancang pesan tematik agar pesan yang disampaikan oleh organisasi memiliki keseragaman/ keterkaitan pesan. Profesi humas mempunyai peran kunci untuk menjelaskan sebuah situasi atau kejadian dengan sejelas-jelasnya sehingga ketidak-pedulian. produk. Pada umumnya kesan yang jelek datang dari ketidak-pedulian.Menurut Edward L.

dimana seorang humas harus mampu memformulasikan keseimbangan saling dukung antara media cetak dan elektronik. 5. Contohnya beberapa organisasi dalam merancang logonya melakukan pelibatan konsumen dimana dilakukan kompetisi merancang logo. News (Menciptakan berita).Pemberdayaan Masyarakat (bahasa Inggris:Community Development) secara umum merupakan kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan. dan hal lain yang mengacu pada teknis penulisan 5W + 1H (Who. Contoh: Taksi Bluebird dalam memasarkan reputasi yang baik jarang menggunakan iklan media massa. Ajang pemasaran khusus dimana aktivitas dirancang untuk melibatkan khalayak. 7. peranan humas menjadi Pencils yang hampir mirip dengan promotion mix yaitu formula PASP (Publications.Macnamara (1996: 154) menyatakan bahwa special event adalah sebuah event yang biasanya dilaksanakan untuk mendapatkan perhatian media yang bermuara pada perhatian publik tentang perusahaan (atau organisasi) atau produk perusahaan . Komunikasi interaktif. Merancang acara tertentu atau lebih dikenal dengan peristiwa khusus (special event) yang dipilih dalam jangka waktu. yang paling penting menjadi lead dan intro yang kurang penting diletakkan di tengah batang berita. Contoh: kegiatan sponsor: Dari Mayora. Bauran humas. dsb. Where. Memanfaatkan komunikasi yang akrab untuk pelanggan. dan objek tertentu yang khusus sifatnya untuk memengaruhi opini publik. news letter. contoh lain adalah rubrik konsultasi atau jasa layanan konsumen melalui telpon. Contoh: bukan basa-basi.Menurut Rosady Ruslan menciptakan berita dilakukan melalui press release. Advertising. Contoh: Layanan purna jual. Harris dalam bukunya Marketer s Guide to Public Relations yang melahirkan Marketing Public Relations (MPR). Contoh: Aqua menyisihkan hasil penjualan untuk pipa mengalirkan air di kawasan timur Indonesia. Pemberdayaan Masyarakat.Thomas L. tempat. .2. dan bulletin. Event (Penyusunan program acara). What. Menjaga reputasi perusahaan dan citra produk melalui pemanfaatan kekuatan pesan dan atau kombinasinya. Iklan multiguna (memanfaatkan momentum psikologis). dan How) dengan sistematika penulisan "piramida terbalik".Berita adalah informasi yang belum diketahui oleh pihak penerimanya. Pemasaran dari mulut kemulut. When. Pencils jika dijabarkan secara rinci dalam korelasi komponen utama peranan humas adalah sebagai berikut : Publikasi. Contoh: Ajang Jakarta Fair 10.Setiap fungsi dan tugas humas adalah menyelenggarakan publikasi atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai media tentang aktivitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas untuk diketahui oleh publik. Sales Promotions. 4. dan Personal Selling). 3. Penjualan simpatik. Why. Melakukan segmentasi media. 8. 9. Melakukan iklan layanan masyarakat. 6.

Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik Program Community Development memiliki tiga karakter utama yaitu berbasis masyarakat (community based). keamanan (security). Laporan tahunan 5. Proses manajemen humas biasa dilakukan oleh seorang praktisi dalam kegiatan humas. Menurut Frank Jeffkins. Lembaran berita (Newsletter) 8. Media internal 4. untuk mencapai tujuan khusus. dan pengevaluasian suatu kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. baik ke dalam maupun ke luar. keberlanjutan (sustainability) dan kerjasama (cooperation). Iklan layanan masyarakat Manajemen humas adalah proses penelitian. perencanaan. humas merupakan segala sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana. kesemuanya berjalan secara simultan Produk-produk tertulis humas Diantaranya adalah: 1. 2. Daftar isi * 1 Sejarah . Latar belakang (Backgrounder) 3. Siaran pers yaitu informasi yang mengandung nilai berita dan disampaikan oleh publik melalui media massa. Profil perusahaan 7. Penulisan komentar pembaca 10. Advetorial 6. yaitu pengertian bersama. Prospektus 9. berbasis sumber daya setempat (local resource based) dan berkelanjutan (sustainable Dua sasaran yang ingin dicapai yaitu: sasaran kapasitas masyarakat dan sasaran kesejahteraanSasaran pertama yaitu kapasitas masyarakat dapat dicapai melalui upaya pemberdayaan (empowerment) agar anggota masyarakat dapat ikut dalam proses produksi atau institusi penunjang dalam proses produksi. pelaksanaan. Penulisah naskah pidato 11. kesetaraan (equity) dengan tidak membedakan status dan keahlian.

Pihak yang terlibat dalam proses manajemen mamainkan peranan penting terhadap keberhasilan kinerja manajemen. pekerja. * Sarana yang digunakan (machines) meliputi semua yang mendukung penggunaan dari barang atau alat yang dimiliki dalam proses manajemen. Penyelenggaraan penerimaan tamu di rumah (open house) hingga kampanye politik dari pengumuman pelayanan publik hingga menangani kasus manajemen krisis. hingga berkaitan dengan konferensi pers internasional via satelit 2. * Dana (money) merupakan seberapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan program.[3] Saat itu.Dalam melaksanakan manajemen humas. maupun pihak pers Unsur-unsur. Pembuatan brosur hingga kampanye nasional melalui multimedia.* 2 Unsur-unsur * 3 Contoh kegiatan * 4 Tahapan * 5 Faktor-faktor penunjang keberhasilan * 6 Referensi Sejarah Kemunculan manajemen humas ditandai dengan kegagalan profesi kehumasan dalam menghadapi krisis pada tahun 1906. 1. * Pasar atau khalayak yang akan dituju (market) merupakan target sasaran perusahaan dalam menjalankan proses manajemen.[3] Muncul seorang tokoh Humas pertama. Contoh kegiatan Kegiatan manajemen humas diantaranya bisa jadi aktifitas skala kecil hingga skala besar seperti:[3]. * Metode yang dipakai (methods) meliputi teknik atau cara yang digunakan dalam menjalankan proses manajemen. yakni * Manusia baik laki-laki. * Alat-alat yang diperlukan (materials) mencakup barang-barang yang harus dibeli atau dipersiapkan demi keberhasilan proses manajemen. maupun perempuan (men and women). Aktifitas pertemanan kelompok kecil. menurut George R. terjadi pemogokan buruh industri penambangan batu bara di AS yang mengancam kelanjutan dari industri batu bara tersebut.Terry seorang praktisi humas perlu mempersiapkan unsur-unsur yang diperlukan demi tercapainya tujuanyang maksimal.[3] Salah satu teknik manajemen humas yang dikemukakan adalah dengan memberikan informasi terbuka. . Ivy LedBetter Lee yang memperkenalkan manajeman humas sebagai salah satu solusi yang tepat untuk menangani masalah tersebut. baik kepada khalayak/publik. 3.

Analisa Jabatan Analisa jabatan adalah proses untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan berbagai operasi dan kewajiban suatu jabatan. a. seperti perencanaan yang matang. Beberapa metode yang sering digunakan adalah pengisian formulir. Pemilihan Tenaga Baru Pemilihan tenaga baru adalah proses untuk menentukan kandidat yang mana yang paling layak untuk mengisi jabatan tertentu yang tersedia di sekolah. pemberian informasi secara jelas kepada publik internal dan eksternal. Faktor-faktor penunjang keberhasilan Untuk mencapai keberhasilan dalam manajemen humas diperlukan beberapa hal yang mendukung.Langkah Rekrutmen Dan Seleksi Secara garis besar pelaksanaan rekrutmen dan seleksi dapat dipolarisasi menjadi dua bagian pertama.Tahapan. dan mengapa harus dilakukan. dan penyusunan alokasi anggaran untuk masing-masing bagian. Bagaimana melakukan pekerjaan tersebut. Pelaksanaan (actuating) merupakan tindakan menjalankan program sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Definisi jabatan. 5. b. Pengevaluasian (evaluating) merupakan penilaian terhadap hasil kinerja program. 2). 2. Pemodifikasian (modificating) merupakan kegiatan pembaharuan atau revisi program berdasarkan hasil evaluasi. apakah perlu dihentikan atau dilanjutkan dengan modifikasi tertentu. 4).Tahapan-tahapan dalam manajemen humas merupakan proses yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. analisa jabatan. wawancara dan orientasi orientasi. Tanpa adanya kontrol atas program. Pengorganisasian (organizing) mencakup pengaturan anggota dan sumber daya yang dibutuhkan dan pemantauan kinerja karyawan. Perencanaan (planning) mencakup penerapan tujuan dan standar. Apa saja yang harus dilakukan dari jabatan tersebut. 3. tes psikologi. penentuan aturan dan prosedur. 7.kedua. Pengawasan (controlling) merupakan kontrol atas jalannya pelaksanaan program. Pengkomunikasian (communicating) mencakup penyampaian rencana program kepada publik internal dan eksternal. Hal perlu perlu diperhatikan dalam analisa jabatan adalah 1). kesinambungan antar tahapan tidak dapat berlangsung dengan baik. serta pemantauan dan pengevaluasian hasil sebagai bentuk pemberian feedback. 3). 8. . pemilihan tenaga kerja. serta pembuatan rencana dan prediksi akan apa yang akan terjadi. pendelegasian kerja masing-masing bagian. Pengkoordinasian (coordinating) mencakup pengaturan struktur kepanitiaan. pelaksanaan yang terarah sesuai rencana. 4. 6. Langkah.

pengalaman. sehingga tidak jarang hal ini membuat individu dan organisasi menjadi frustrasi. guru/karyawan dipindahkan atau dipromosikan ke posisi lain. Spesifikasi Jabatan adalah suatu pernyataan tentang kemampuan. 2. Satu konsep yang penting dalam analisis jabatan adalah bahwa analisis dilakukan terhadap jabatan (the job). Uraian tersebut berisi tentang hubungan antara suatu posisi tertentu dan posisi lainnya di dalam dan di luar organisasi dan ruang lingkup pekerjaan dimana si pemegang jabatan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh divisi/ unit kerja atau tujuan organisasi secara keseluruhan. seleksi dan penempatan adalah mencocokkan (to match) antara karakteristik individu (pengetahuan. wawancara atau pun kuestioner/angket. lengkap dengan kualifikasi khusus. bagaimana suatu pekerjaan dilakukan dan alasan-alasan mengapa pekerjaan tersebut dilakukan. Dengan melihat dinamika dari beberapa hal tersebut dan mencocokkannya dengan perencanaan sumber daya manusia yang sudah tersusun (jika ada) maka akan diketahui jabatan apa saja yang sedang lowong dan berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan tersebut. produk yang menjadi hasil analisis jabatan adalah berupa uraian jabatan (job description) atau spesifikasi jabatan (specifications of the job). pengalaman . Proses rekrutmen dimulai saat adanya bidang pekerjaan baru di sekolah. Mengidentifikasi jabatan yang lowong dan berapa jumlah tenaga yang diperlukan. pengetahuan dan sikapsikap yang dibutuhkan agar dapat bekerja secara efektif. Persyaratan jabatan harus dibuat secara hati-hati dan sejelas mungkin agar dalam penerapannya nanti tidak ditemui kekaburan-kekaburan yang mengganggu proses selanjutnya. mengajukan permintaan pengunduran diri. ketrampilan. adanya PHK. Di bawah ini adalah langkah-langkah yang biasanya dilakukan dalam pelaksanaan rekrutmen dan seleksi dalam pandangan Johanes Papu: 1. Uraian Jabatan adalah suatu pernyataan tertulis yang berisi uraian atau gambaran tentang apa saja yang harus dilakukan oleh si pemegang jabatan ( job holder / incumbent). bukan suatu uraian tentang orang (description of the person). Kegagalan dalam mencocokkan kedua hal tersebut dapat menyebabkan kinerja karyawan tidak optimal dan kepuasan kerja sangat rendah. Tujuan dari rekrutmen. atau karena pensiun yang direncanakan. Dalam usaha mencari individu yang tepat dan sesuai untuk jabatan tertentu maka pihak manajemen harus melakukan pengukuran (assessment) terhadap tuntutan-tuntutan (demands) dan persyaratanpersyaratan (requirements) dari jabatan tersebut. proses pelaksanaan rekrutmen dan seleksi biasanya terdiri dari beberapa langkah atau tahapan. Proses inilah yang disebut dengan Analisis Jabatan. Mencari informasi jabatan melalui analisa jabatan Untuk memperoleh uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job spessification) sebagai landasan dalam membuat persyaratan jabatan.Lebih konkritnya. dan lain-lain) dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki individu tersebut dalam memegang suatu jabatan. ketrampilan. Analisis jabatan merupakan suatu proses pengumpulan dan pencatatan informasi terpercaya dan sahih dengan suatu prosedur tertentu terhadap suatu jabatan tertentu dan persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki oleh si pemegang jabatan. bukan terhadap orang (person). Meskipun data diperoleh dari si pemegang jabatan (incumbent) melalui pengamatan.

maka perlu juga diketahui siapa kira-kira karyawan yang ada saat ini yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. sehingga akan memberi informasi yang berbeda-beda mengenai kandidat. lembaga pendidikan. test kemampuan dan kepribadian. Pemilihan suatu teknik/metode sebagai predictor dalam prosedur seleksi sangat tergantung pada: ciri-ciri pekerjaan. data biografi. Jika persyaratan jabatan telah tersusun. Ada banyak teknik atau metode seleksi yang dapat digunakan oleh sekolah. Beberapa teknik seleksi yang sering digunakan adalah formulir lamaran. 4. Proses seleksi dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya: . employee referrals. bagaimana suatu proses rekrutmen dan seleksi memiliki hubungan yang krusial dengan 3. Prosedur seleksi perlu dilakukan jika: 1) pelaksanaan tugas pada jabatan yang akan diisi memerlukan ciriciri fisik dan psikis tertentu yang tidak dimiliki oleh setiap orang. organisasi buruh. apabila kebutuhan staf untuk masa yang akan datang telah direncanakan. test fisik/fisiologis. Mengapa analisis jabatan diperlukan? Sampai saat ini masih terdapat pendapat pro dan kontra. Dua alternative untuk mencari kandidat yakni dari dalam sekolah atau dari luar sekolah. Jika diambil dari dalam. Depnakertrans. dan meminta mereka mengisi formulir lamaran pekerjaan yang telah disediakan untuk selanjutnya diproses dalam tahap seleksi 6. Jika kandidat harus dicari dari luar sekolah maka perlu dipertimbangan dengan cermat metode rekrutmen yang tepat untuk mendaptkan kandidat tersebut. wawancara. tidak mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan terkotakkotak dalam suatu pekerjaan tertentu. persentase calon yang terseleksi. dan biaya penggunaan teknik tertentu. Pendapat yang pro analisis jabatan memandang bahwa uraian jabatan (produk dari analisis jabatan) merupakan panduan yang mutlak dalam menjalankan pekerjaan dan memudahkan bagi pekerja dan sekolah. 5. Dalam tulisan ini saya tidak ingin memperdebatkan mana di antara kedua pendapat tersebut yang paling benar. sekolah pencari tenaga kerja. Spesifikasi jabatan sangat berguna dalam mencocokkan seseorang dengan posisi atau jabatan tertentu. walk-ins & write-ins. 2) ada lebih banyak kandidat yang tersedia dibandingkan jumlah jabatan yang akan diisi. referensi dan rekomendasi.atau hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang harus dimiliki oleh seseorang sebelum menduduki jabatan tertentu. Menyaring / menyeleksi kandidat. tergantung situasi dan kondisi yang terjadi saat itu. dan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan. Ada banyak metode rekrutmen yang dapat dipilih oleh sekolah dalam melakukan rekrutmen seperti iklan. maka langkah berikutnya adalah menentukan dimana kandidat yang tepat harus dicari. Pada tulisan ini saya hanya ingin memberikan suatu gambaran. dan lain sebagainya. test simulasi pekerjaan dan assessment center. Sebaliknya. Memanggil kandidat-kandidat yang dianggap memenuhi persyaratan jabatan Mengumpulkan berkas-berkas lamaran mereka. Memilih metode-metode rekrutmen yang paling tepat untuk jabatan. Sekolah juga dapat memilih lebih dari satu metode. pendapat yang kontra menganggap uraian jabatan hanya akan membuat seseorang menjadi tidak fleksibel. Hal terpenting untuk diperhatikan adalah bahwa masing-masing teknik seleksi mengukur karaktristik tertentu. validitas dan reliabilitas metode. Saya percaya bahwa kedua pendapat tersebut pasti memiliki sudut pandang masing-masing.

Hal terpenting dalam tahap ini adalah petugas rekrutmen harus menyiapkan kandidat cadangan untuk berjaga-jaga kalau kandidat pertama menolak tawaran kerja atau terjadi hal-hal tak terduga. rekrutmen dan seleksi yang efektif akan berpengaruh langsung pada produktivitas dan kinerja finansial sekolah. Mulai bekerja. Termasuk disini adalah mempersiapkan perjanjian kerja (KKB). 8. Penelitian latar belakang pelamar 5. Membuat penawaran kerja. . Pengambilan keputusan apakah lamaran diterima atau ditolak 7. pengetahuan dan keterampilan pelamar 7. semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan pegawai yang tepat bagi sekolah. Selain itu. dan memastikan kapan kandidat akan mulai bekerja. Evaluasi medis 6. Penelitian pendahuluan tentang kecakapan. Dengan demikian maka pengembangan dan perencanaan system rekrutmen dan seleksi merupakan hal penting untuk dilaksanakan setiap sekolah supaya proses yang berlangsung cukup lama dan memakan biaya tersebut tidak sia-sia. memperkenalkan secara lebih mendalam tentang peraturan dan kondisi kerja di sekolah. Semakin efektif proses rekrutmen dan seleksi. Pada saat sudah menjadi pegawai maka yang bersangkutan masih perlu dibantu agar ia dapat bekerja secara optimal dan bertahan untuk waktu yang lama.1. serta diberikan pelatihan dan pengembangan. Pada akhirnya. Pada tahap ini petugas rekrutmen perlu mengkaji ulang cara-cara yang dipakai dalam merekrut dan menyeleksi pegawai. Wawancara 4. hal ini sangat penting demi mencegah masalah-masalah yang mungkin timbul setelah pegawai diterima bekerja. Persiapan penerimaan para pelamar yang akan mengikuti seleksi 2. Proses rekrutmen tidak berhenti begitu saja setelah kandidat menerima penawaran kerja. strategi rekrutmen dan seleksi yang baik akan memberikan hasil yang positif bagi sekolah. Menyelengarakan berbagai macam tes 3. Setelah proses seleksi dianggap cukup dan petugas rekrutmen sudah dapat menentukan kandidat terbaik untuk jabatan tertentu. maka selanjutnya perlu dipersiapkan penawaran kerja. Pegawai yang bersangkutan harus dimonitor dan dinilai kinerjanya secara teratur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful