Definisi Air dan Pengertian Air Bersih

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini dibumi, tetapi tidak diplanet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satusatunya zat yang secara alami terdapat dipermukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Baik kualitas maupun kuantitas air harus dapat memenuhi kebutuhan kita, sebagian besar tanah air kita curah hujannya cukup tinggi. Oleh sebab itu dari segi kuantitas dibanyak tempat di negara kita air tidak menjadi masalah, apalagi jika kita dapat mengelolanya dengan baik. Akan tetapi dari segi kualitas, air bersih kita semakin memperihatinkan. Sebenarnya apa itu air bersih? Air bersih dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Atau memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Secara Umum: Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia. 2) Secara Fisik: Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. 3) Secara Kimia:
• • •

PH netral (bukan asam/basa) Tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya. Parameter-parameter seperti BOD, COD, DO, TS, TSS dan konductiviti memenuhi aturan pemerintah setempat.

Adapun parameter air dapat dikatakan bersih antara lain: 1) Kesadahan (Hardness) Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Kesadahan sangat penting artinya bagi para akuaris karena kesadahan merupakan salah satu petunjuk kualitas air yang diperlukan bagi ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan prasarat nilai kesadahan pada selang tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH. 2) Alkalinitas Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasaman dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut didalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang. Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

H+ tersebut akan segera diikat oleh CO3 dan reaksi bergerak kekiri menghasilkan CO2.CO3– + 2H+ CO3 (karbonat) dalam mekanisme diatas melambangkan alkalinitas air.pH akan kembali bergerak ke angka semula. salah satu dari parameter tersebut dapat diatur dengan mengatur parameter yang lain. Mekanisme diatas merupakan reaksi bolak-balik. Sebagai contoh nilai pH dapat diatur dengan mangatur KH atau kadar CO2. Dengan demikian penurunan pH tidak akan efektif kalau hanya dilakukan dengan penambahan asam saja. Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang asam sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin). Besaran pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis). dapat digunakan untuk mengatur pH dengan cara mengatur injeksi CO2 sedemikian rupa apabila nilai pH nya mencapai nilai tertentu. CO2 digunakan oleh tanaman atau terdifusi ke atmosfer. tapi setelah beberapa waktu kemudian. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu. (CO2 ini akhirnya bisa lolos ke udara). Fluktuasi pH air sangat di tentukan oleh alkalinitas air tersebut. Dengan demikian. Kadar karbon dioksida tinggi juga menunjukkan lingkungan air yang asam meskipun demikian karbon dioksida diperlukan dalam proses pem-buffer-an. dan karena itu pula kita masih bisa menemukan ikan di alam sampai saat sekarang. Sedangkan H(+) merupakan sumber kemasaman. Pada saat asam baru ditambahkan. Untuk itu. Apabila hal ini telah dikuasai maka penurunan pH akan lebih mudah dilakukan.3) Kapasitas pem-buffer-an Alam diberkahi dengan mekanisme pertahanan sedemikian rupa sehingga dapat bertahan terhadap berbagai perubahan. . Itulah hukum alam. Oleh karena itu. pH akan terukur rendah. apabila seseorang mencoba menurunkan pH dengan memberikan “asam-asaman” artinya menambahkan H+ saja maka (seperti ditunjukan mekanisme diatas). beberapa bukti menunjukkan bahwa karbon dioksida berfungsi sebagai anestesi bagi ikan. Apabila alkalinitasnya tinggi maka air tersebut akan mudah mengembalikan pH-nya ke nilai semula. 5) Karbon Dioksida (CO2) Karbon dioksida dalam air pada umumnya merupakan hasil respirasi dari ikan dan phytoplankton. cobalah pula usahakan untuk menurunkan alkalinitasnya. terutama. 4) PH Ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan didalam air. begitu juga dengan pH air. Mekanisme pertahanan pH terhadap berbagai perubahan dikenal dengan istilah Kapasitas pembuffer-an pH. Dengan sistem otomatis seperti disebutkan sebelumnya maka sistem injeksi CO2 akan berjalan sedemikian rupa disekitar nilai pH tertentu. Apabila pH dalam suatu akuarium dikendalikan. oleh sistem pem-buffer-an karbonat. maka hubungan pH. Dengan demikian kunci dari penurunan pH terletak pada penanganan alkalinitas dan tingkat kesadahan air. akibatnya pH naik. dari setiap “gangguan” terhadap pengubahan pH. artinya reaksi bisa berjalan ke arah kanan (menghasilkan H+) atau ke arah kiri (menghasilkan CO2). ketika reaksi mulai bergerak ke kiri. KH dan CO2 terlaut akan merupakan hubungan yang tetap. seperti ditunjukkan pada reaksi diatas. Dalam hal ini KH dibuat tetap. Sedangkan pH = 7 disebut sebagai netral. Kadar CO2 lebih tinggi dari 10 ppm diketahui menunjukkan bersifat racun bagi ikan. sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka. misalnya. Pertahanan pH air terhadap perubahan dilakukan melalui alkalinitas dengan proses sbb: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3. Suatu sistem CO2 injektor. untuk menjaga kadar CO2 yang memadai. Kalaupun dipaksakan hanya dengan penambahan asam maka jumlahnya harus diberikan dalam jumlah lebih banyak yaitu untuk mengatasi alkalinitasnya terlebih dahulu.

Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya. yang telah dikalibrasikan untuk digunakan pada suhu kamar. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum. Oleh karena itu. Kombinasi Karbon Aktif dan Ozonasi pada Proses Pengolahan Air Minum Proses penjernihan air untuk mendapatkan air yang berkualitas telah dilakukan oleh manusia beberapa abad yang lalu.html Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumber: http://id. Perkembangan selanjutnya dari proses pengolahan air minum.com/medicine-and-health/nutrition/2252058-sumber-sumber-airminum/#ixzz1lBX5nJxJ Beberapa Teknologi Pengolahan Air Minum A. maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada.KH dan GH sudah memadai. Pada tahun 1771. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum. 3. Oleh karena itu.shvoong. tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity). Air sumur (1) Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah.kelair. 2. yaitu rasio antara berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama.id/Sitpa/Artikel/Akua/akua. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. (2) Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. sehingga disebut sebagai air tanah. Oleh karena itu.6) Salinitas Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. Sumber-sumber air ini. Sedangkan dalam akuarium air tawar mengetahui pH. Air hujan Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Air sungai dan danau Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau.bppt. sebagai berikut: 1. air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Pengukuran salinitas dalam kehidupan sehari-hari biasanya menggunakan hydrometer. telah menghasilkan bahwa . Dalam pengukuran salinitas turut pula diperhitungkan komponen GH dan KH disamping bahan-bahan terlarut lainnya seperti natrium. http://www. di dalam edisi pertama Encyclopedia Britanica telah dibicarakan fungsi filter (filtrasi) sebagai sistem penyaring untuk mendapatkan air yang lebih jernih. Mata air Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. 4. Rasio ini dihitung berdasarkan konidisi suhu 15°C.go. sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan). Informasi kadar salintas sangat penting artinya dalam akuairum laut. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda.

Masing-masing tanki pengontak mempunyai ruang penahan yang mempunyai waktu retensi ± 6 menit. kimia dan lain-lain. mudah terbakar. dengan banyaknya industri yang tumbuh di sepanjang sungai terutama industri dengan tingkat pencemaran berat seperti tekstil. Ozonasi merupakan proses pengolahan air yang relatif baru di Jepang. Selanjutnya proses penggumpalan yang ditambahkan dengan proses pengendapan (sedimentasi) dan penyaringan (filtrasi) serta menggunakan zat-zat organik dan anorganik adalah merupakan awal dari cara pengolahan air. Tokyo. Pengolahan lengkap adalah pengolahan air minum secara fisik. telah mengakibatkan pencemaran pada sungai-sungai yang merupakan sumber air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. Dasar penerapannya diperoleh dari sumber artikel yang diterbitkan dan pengalaman operasional hingga proses desainnya. Pengolahan lengkap yang terdiri dari proses koagulasi. Fasilitas pemurnian air tersebut terdiri dari 10 tanki kontak ozon yang bertipe aliran atas bawah dengan ruangan bersekat tiga. Sistem pengolahan air minum yang dibangun tergantung dari kualitas sumber air bakunya. Sebagaimana letaknya. senyawa ini merupakan oksidator yang kuat. pada saat ini. seperti yang dipergunakan oleh hampir seluruh PDAM di Indonesia. telah diciptakan/didesain sarana pengolahan air minum dengan berbagai sistem. sistem ozonasi memberikan resiko bahaya lebih kecil dibandingkan sistem chlorinasi. waktu kontak ± 12 menit dan kecepatan umpan ozon maksimum 3 mg ozon/liter. logam. Kini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan cepatnya. flokulasi. proses ini diteliti hampir 100 tahun. menjadi air yang layak bagi konsumen. sedimentasi dan filtrasi kemudian ditambahkan chlorinasi disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional. Konsentrasi ozon yang dihasilkan dari udara berkisar antara 1.52 juta meter kubik. serta tingginya tingkat pertumbuhan dan aktivitas manusia. FPA Kanamachi dibangun di antara fasilitas sedimentasi (pengendapan) dan filtrasi (penyaringan). dapat berupa pengolahan lengkap atau pengolahan sebagian. Pada tahun-tahun belakangan ini. telah dikembangkan Teknologi Pengolahan Air Sistem Maju (advanced system). ozonasi Karbon Aktif Granular (GAC) Chlorinasi. yaitu kombinasi pengolahan secara ozonasi dan penyerapan menggunakan karbon yang diaktivasi secara biologis (Biological Activated Carbon = BAC) yang mulai beroperasi pada bulan juni 1992. sedangkan pengolahan sebagian adalah pengolahan air minum yang tidak menggunakan semua cara tersebut. Air buangan domestik mengandung pencemar organik seperti N-amonia dan surfaktan anionik (deterjen sintesis). zat organik dan anorganik yang bersifat toxic (racun) sebesar 80%. di mana salah satu negara yang telah mengembangkannya adalah Jepang dengan mengkombinasikan sistem ozonasi dan penyerapan dengan karbon aktif. menggunakan sumber listrik bertegangan tinggi. Ozon (O3) adalah molekul yang tersusun dari 3 (tiga) buah atom oksigen.pembubuhan zat pengendap atau penggumpal (koagulan) dapat ditambahkan sebelum proses penyaringan (filtrasi). kimia dan biologi. Ozon dibuat dari udara yang diperkaya dengan oksigen.5% (berat/berat). sehingga dapat digunakan sebagai oksidator dalam penguraian zat/pencemar organik dalam proses pengolahan air. Kedalaman air yang efektif yaitu 6 meter. Ada kalanya filtrasi dilakukan pada tahap terakhir seperti di Fasilitas Pemurnian Air (FPA) Kanamachi. Namun. sedangkan di FPA Kunihima Osaka. ozonasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah filtrasi. FPA Kanamichi dekat dengan laut. Fasilitas adsorbsi karbon aktif terdiri dari 24 tanki dan masing-masing mempunyai luas permukaan 100 m2. Ozon adalah gas yang bersifat racun. Untuk mencapai penyisihan bau apek (musty odor) yang lebih stabil dan efektif. kualitas air baku dipengaruhi oleh proses di muara sungai. . pencemaran air baku terjadi karena urbanisasi yang cepat. Secara umum tahapan proses keseluruhan pengolahan air sistem maju adalah sebagai berikut: koagulasi sampai dengan filtrasi. kapasitas pemurnian per hari adalah 0. konsentrasi ozon dapat mencapai 35%. Badan Pengairan Pemerintah Daerah Metropolitan Tokyo (BWT) memutuskan untuk memperkenalkan pengolahan air sistem maju (advanced system). Untuk mengatasi hal ini. Jika diproses dari bahan dasar oksigen murni dengan menggunakan generator yang sama.5-2. karena sistemnya dapat segera dihentikan bila ozon bocor. Meskipun demikian. Selain itu proses ini mampu menyisihkan surfaktan anionik. tetapi hanya salah satu atau dua cara saja. dan jika sistemnya menggunakan oksigen sebagai gas umpan akan menjadi lebih berbahaya. Sistem baru tersebut dapat menyisihkan bau apek.

99%.6 Skema Mekanisme Kerja Membran Reverse Osmosis Pemurnian (penyaringan air) dengan reverse osmosis melalui 4 tahap. Teknologi ultrafiltrasi ini bermanfaat untuk mengurangi bahan polutan di dalam air. Kapasitas total sistem ini adalah 520. . Diameternya lebih kecil dari 0. FPA Kanamichi dibangun dalam 2 tahap: Tahap pertama fasilitas mulai beroperasi pada bulan Juni 1992 dan tahap kedua pada bulan April 1996. Pemurni Air Sistem Membran Reverse Osmosis Membran reverse osmosis menghasilkan air murni 99. makanya Singapura berani menjamin airnya bersih sesuai dengan standar WHO. Ultrafiltrasi Saring Zat Berbahaya dalam Air Minum Penggunaan teknologi ultrafiltrasi dan membran untuk pengolahan air minum merupakan upaya terkini menghilangkan bahan berbahaya yang berukuran cukup kecil. virus dan sebagainya. Dengan adanya teknologi ini. Biaya ini tidak termasuk pengolahan ozonasi dan BAC. bahan mikro. Skema mekanisme kerja membran reverse osmosis dapat dilihat pada Gambar 3.Adapun tahapan proses secara keseluruhan adalah sebagai berikut: Koagulasi – Flokulasi – Sedimentasi – Ozonasi – Proses BAC – Chlorinasi – Filtrasi – Chlorinasi – Reservoar. membran ini berfungsi membuang berbagai kotoran. teknologi membran dapat menghilangkan rasa asin pada air maupun bakteri patogen.000 m3/hari. perut. Produk akhir adalah air bersih yang siap minum dan bebas bakteri patogen. Biaya konstruksi fasilitas tersebut adalah sekitar 30 bilyun yen atau kurang lebih 2 trilyun rupiah. yakni: Penyaring air 1 Bahan fiber 5 mikron yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karat.0001 mikron (500. pompa. B.02 mikron. Masyarakat pun jarang terkena diare atau penyakit yang menyerang perut lainnya akibat dari air yang tidak higienis.000 kali lebih kecil dibandingkan dengan sehelai rambut). kapur yang menyebabkan penyakit hati. pipa transmisi antara fasilitas konvensional dan fasilitas pemurnian sistem maju. Di Singapura teknologi ini telah diterapkan. Juga menyaring mikroba seperti yeast (ragi) bir. Biasanya teknologi ini digunakan untuk daerah kepulauan yang airnya bersumber dari laut. Sama halnya dengan penyaring mikron. sementara ukuran bakteri patogen adalah 0.5 mikron. pasir. Selain ultrafiltrasi. C. Bila pengolahan air menggunakan ultrafiltrasi saat akan dipakai konsumen maka seluruh bakteri patogen bisa tersaring. Ukuran alat ini 2/100 mikron atau 0. fungi (jamur) yang menyebabkan penyakit membranmukus pada perut dan hati. ada teknologi membran dalam pengelolaan air bersih. Menurut peneliti air Antoni Gunadi dan Nugro Raharjo dari BPPT. Gambar 3. batu dan disfungsi pada organ tubuh. bakteri. diharapkan konsumen akan mengonsumsi air yang benar-benar bersih.6. Filtrasi atau cuci ulang ini akan jauh lebih bermanfaat meskipun harga air nantinya akan bertambah.

sakit kepala dan batu ginjal. bau. tembaga. perut. ginjal. muntah. shock dan sesak napas. klorin bahan penyebab kanker triklorometana. warna. Penyaring air 4 Post-carbon aktif berkualitas tinggi yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: menyerap sisa bahan organik. kadmium. kelenjar. Penyaring air 3 Membran reverse osmosis yang terbuat dari bahan Poly Amide TFC yang mempunyai daya saring membran 0.Penyaring air 2 Pre-karbon granular aktif berbentuk butiran yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: bahan organik. anemia. syaraf dan ginjal. menjamin rasa dan kualitas air yang bermutu. bakteri. . racun serangga. bahan pencuci. sodium perborat. cyanide bromide penyebab gangguan ginjal. nausea dan kanker. logam berat (arsenik. garam penyebab darah tinggi. muntah. zat peluntur seperti: xenon perokside. plumbum. sakit perut. sakit perut. senyawa kimia beracun seperti: potassium chlorate. merkuri. sistem pencernaan dan darah. desinfektan penyebab iritasi pada rongga mulut.0001 mikron yang hebat dan berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karbon. pencernaan atas. bau. phosphorus organik bahan penyebab kanker. Juga menyaring acid amino. virus penyebab polio dan encephalitis. proteolipid (minyak busuk). keracunan. sodium percarbonat. usus. muntah dan hepatitis. oxalate yang menyebabkan inflamasi rongga mulut. pembunuh kuman. zat pewarna penyebab gangguan liver. seng. jantung. liver. besi) penyebab gangguan syaraf.

c. Tidak dapat membuang bakteri. 45% dari air mineral di pasaran mengandung bahan 2 Air Penukaran Ion 3 Air Penyulingan 4 Air dari Penyaringan Karbon Teraktif 5 Pengendapa n 6 Air Mendidih 3 Sterilisasi Ozon 4 Air Hasil Cahaya Ultra Violet 5 Air Mineral . asbestos. Dapat membunuh bakteri. Mutu berbeda dan terdapat perbedaan yang cukup besar dalam hasil. Berfungsi untuk membunuh bakteri. Bahan-bahan organik. Mudah menjadi tempat pembiakan kuman dan bakteri. b. Biaya tinggi. hasilnya lebih buruk dibandingkan dengan metode pendidihan. memerlukan penukaran tabung lampu setiap 3-6 bulan. c. Air murni dengan kandungan oksigen yang tinggi dapat menguatkan sel-sel dan organ-organ tubuh. Biaya tinggi. Tidak dapat menyaring keluar bahan pencemar. tapi sisanya tetap tertinggal dalam air. c. Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). Tempat pembiakan bakteri. ia tidak dapat menghapus kotoran lain. kotoran dan kuman. c. Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana. Kualitas tidak stabil. logam berat. b. Tidak dapat membuang virus. c. a.`Tabel 3. nitrat dan bahan lain-lain. logam berat. b. Mengandung zat mineral tanpa ion. Gagal untuk membuang bahan organik seperti triklorometana. a. Biaya operasi tinggi dan memerlukan penyelengaraan yang profesional. dsb c. a. penggunaan secara terus menerus akan memboroskan listrik dan harus selalu membersihkan endapan yang tertinggal secara rutin. meningkatkan daya tahan dan daya penyembuhan tubuh. Hasilnya dianggap sebagai air mati karena kekurangan oksigen dan berbau. b. Bebas dari segala jenis logam berat. a. Hanya dapat membunuh bakteri.1 Perbandingan Beberapa Metoda Pemurnian Air Metoda Pemurnian Air 1 Air Murni Kelebihan dan Kekurangan Reverse Osmosis a.. Dapat diminum langsung. harus menukar tabung lampu setiap 3-6 bulan. b. bakteri dan virus tidak dapat disaring. Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium. a. garam. asbestos. nitrat. c. c. Hanya membuang logam berat tetapi masih mengandung banyak natrium yang dapat mengakibatkan hipertensi. tetapi kurang efektif dibandingkan dengan air mendidih. b. pengapuran pembuluh darah dan masalah jantung. a. a. Biaya tinggi. b. a. b. Selain membunuh bakteri.

fosforus. c. 2005 . Mahal. Mutu berubah dan kebersihan tidak terjamin. Sumber: Meredith Holford. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful