P. 1
Definisi Air Dan Pengertian Air Bersih

Definisi Air Dan Pengertian Air Bersih

|Views: 5,641|Likes:
Published by Edi Sutrisno

More info:

Published by: Edi Sutrisno on Feb 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

Definisi Air dan Pengertian Air Bersih

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini dibumi, tetapi tidak diplanet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satusatunya zat yang secara alami terdapat dipermukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Baik kualitas maupun kuantitas air harus dapat memenuhi kebutuhan kita, sebagian besar tanah air kita curah hujannya cukup tinggi. Oleh sebab itu dari segi kuantitas dibanyak tempat di negara kita air tidak menjadi masalah, apalagi jika kita dapat mengelolanya dengan baik. Akan tetapi dari segi kualitas, air bersih kita semakin memperihatinkan. Sebenarnya apa itu air bersih? Air bersih dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Atau memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Secara Umum: Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia. 2) Secara Fisik: Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. 3) Secara Kimia:
• • •

PH netral (bukan asam/basa) Tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya. Parameter-parameter seperti BOD, COD, DO, TS, TSS dan konductiviti memenuhi aturan pemerintah setempat.

Adapun parameter air dapat dikatakan bersih antara lain: 1) Kesadahan (Hardness) Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Kesadahan sangat penting artinya bagi para akuaris karena kesadahan merupakan salah satu petunjuk kualitas air yang diperlukan bagi ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan prasarat nilai kesadahan pada selang tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH. 2) Alkalinitas Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasaman dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut didalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang. Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

cobalah pula usahakan untuk menurunkan alkalinitasnya. sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka. Sedangkan H(+) merupakan sumber kemasaman. KH dan CO2 terlaut akan merupakan hubungan yang tetap. oleh sistem pem-buffer-an karbonat. Sedangkan pH = 7 disebut sebagai netral. untuk menjaga kadar CO2 yang memadai. Mekanisme pertahanan pH terhadap berbagai perubahan dikenal dengan istilah Kapasitas pembuffer-an pH. Fluktuasi pH air sangat di tentukan oleh alkalinitas air tersebut. maka hubungan pH. Kadar karbon dioksida tinggi juga menunjukkan lingkungan air yang asam meskipun demikian karbon dioksida diperlukan dalam proses pem-buffer-an. Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang asam sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin). Itulah hukum alam. Dengan demikian. Sebagai contoh nilai pH dapat diatur dengan mangatur KH atau kadar CO2. dari setiap “gangguan” terhadap pengubahan pH. Pertahanan pH air terhadap perubahan dilakukan melalui alkalinitas dengan proses sbb: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3.3) Kapasitas pem-buffer-an Alam diberkahi dengan mekanisme pertahanan sedemikian rupa sehingga dapat bertahan terhadap berbagai perubahan. beberapa bukti menunjukkan bahwa karbon dioksida berfungsi sebagai anestesi bagi ikan. Apabila pH dalam suatu akuarium dikendalikan. pH akan terukur rendah. ketika reaksi mulai bergerak ke kiri. Untuk itu. Besaran pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis). . salah satu dari parameter tersebut dapat diatur dengan mengatur parameter yang lain. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu. dapat digunakan untuk mengatur pH dengan cara mengatur injeksi CO2 sedemikian rupa apabila nilai pH nya mencapai nilai tertentu. Kadar CO2 lebih tinggi dari 10 ppm diketahui menunjukkan bersifat racun bagi ikan. Apabila hal ini telah dikuasai maka penurunan pH akan lebih mudah dilakukan. CO2 digunakan oleh tanaman atau terdifusi ke atmosfer. artinya reaksi bisa berjalan ke arah kanan (menghasilkan H+) atau ke arah kiri (menghasilkan CO2). begitu juga dengan pH air. Pada saat asam baru ditambahkan. Dalam hal ini KH dibuat tetap. tapi setelah beberapa waktu kemudian. Suatu sistem CO2 injektor. Oleh karena itu.pH akan kembali bergerak ke angka semula. Kalaupun dipaksakan hanya dengan penambahan asam maka jumlahnya harus diberikan dalam jumlah lebih banyak yaitu untuk mengatasi alkalinitasnya terlebih dahulu. misalnya. Dengan demikian penurunan pH tidak akan efektif kalau hanya dilakukan dengan penambahan asam saja. Apabila alkalinitasnya tinggi maka air tersebut akan mudah mengembalikan pH-nya ke nilai semula. terutama. apabila seseorang mencoba menurunkan pH dengan memberikan “asam-asaman” artinya menambahkan H+ saja maka (seperti ditunjukan mekanisme diatas). seperti ditunjukkan pada reaksi diatas. (CO2 ini akhirnya bisa lolos ke udara). Mekanisme diatas merupakan reaksi bolak-balik. H+ tersebut akan segera diikat oleh CO3 dan reaksi bergerak kekiri menghasilkan CO2. akibatnya pH naik. Dengan demikian kunci dari penurunan pH terletak pada penanganan alkalinitas dan tingkat kesadahan air. 4) PH Ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan didalam air.CO3– + 2H+ CO3 (karbonat) dalam mekanisme diatas melambangkan alkalinitas air. Dengan sistem otomatis seperti disebutkan sebelumnya maka sistem injeksi CO2 akan berjalan sedemikian rupa disekitar nilai pH tertentu. 5) Karbon Dioksida (CO2) Karbon dioksida dalam air pada umumnya merupakan hasil respirasi dari ikan dan phytoplankton. dan karena itu pula kita masih bisa menemukan ikan di alam sampai saat sekarang.

Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium.go. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. yang telah dikalibrasikan untuk digunakan pada suhu kamar. Rasio ini dihitung berdasarkan konidisi suhu 15°C. sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).KH dan GH sudah memadai. Dalam pengukuran salinitas turut pula diperhitungkan komponen GH dan KH disamping bahan-bahan terlarut lainnya seperti natrium. sebagai berikut: 1. Oleh karena itu. Sumber: http://id. Pengukuran salinitas dalam kehidupan sehari-hari biasanya menggunakan hydrometer. Pada tahun 1771. Air hujan Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum.shvoong. maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu. air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Oleh karena itu. Sedangkan dalam akuarium air tawar mengetahui pH. Informasi kadar salintas sangat penting artinya dalam akuairum laut. Kombinasi Karbon Aktif dan Ozonasi pada Proses Pengolahan Air Minum Proses penjernihan air untuk mendapatkan air yang berkualitas telah dilakukan oleh manusia beberapa abad yang lalu. (2) Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter.com/medicine-and-health/nutrition/2252058-sumber-sumber-airminum/#ixzz1lBX5nJxJ Beberapa Teknologi Pengolahan Air Minum A. Mata air Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. yaitu rasio antara berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama.html Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. http://www. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan.bppt. sehingga disebut sebagai air tanah. telah menghasilkan bahwa . 3. Air sungai dan danau Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau. agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum. Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity). Sumber-sumber air ini. Air sumur (1) Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah. 2. Perkembangan selanjutnya dari proses pengolahan air minum. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran.kelair.6) Salinitas Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. di dalam edisi pertama Encyclopedia Britanica telah dibicarakan fungsi filter (filtrasi) sebagai sistem penyaring untuk mendapatkan air yang lebih jernih. Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. 4. Oleh karena itu.id/Sitpa/Artikel/Akua/akua.

proses ini diteliti hampir 100 tahun. kimia dan biologi. seperti yang dipergunakan oleh hampir seluruh PDAM di Indonesia. Sistem baru tersebut dapat menyisihkan bau apek. Pengolahan lengkap yang terdiri dari proses koagulasi.5% (berat/berat). Ozonasi merupakan proses pengolahan air yang relatif baru di Jepang. pencemaran air baku terjadi karena urbanisasi yang cepat. dengan banyaknya industri yang tumbuh di sepanjang sungai terutama industri dengan tingkat pencemaran berat seperti tekstil. Selain itu proses ini mampu menyisihkan surfaktan anionik. Ozon dibuat dari udara yang diperkaya dengan oksigen. Kedalaman air yang efektif yaitu 6 meter. Dasar penerapannya diperoleh dari sumber artikel yang diterbitkan dan pengalaman operasional hingga proses desainnya. sedangkan pengolahan sebagian adalah pengolahan air minum yang tidak menggunakan semua cara tersebut. Sistem pengolahan air minum yang dibangun tergantung dari kualitas sumber air bakunya. Fasilitas adsorbsi karbon aktif terdiri dari 24 tanki dan masing-masing mempunyai luas permukaan 100 m2. sehingga dapat digunakan sebagai oksidator dalam penguraian zat/pencemar organik dalam proses pengolahan air. Tokyo. konsentrasi ozon dapat mencapai 35%. flokulasi.pembubuhan zat pengendap atau penggumpal (koagulan) dapat ditambahkan sebelum proses penyaringan (filtrasi). ozonasi Karbon Aktif Granular (GAC) Chlorinasi.52 juta meter kubik. Meskipun demikian. karena sistemnya dapat segera dihentikan bila ozon bocor. Badan Pengairan Pemerintah Daerah Metropolitan Tokyo (BWT) memutuskan untuk memperkenalkan pengolahan air sistem maju (advanced system). Namun. menjadi air yang layak bagi konsumen. Ozon adalah gas yang bersifat racun. yaitu kombinasi pengolahan secara ozonasi dan penyerapan menggunakan karbon yang diaktivasi secara biologis (Biological Activated Carbon = BAC) yang mulai beroperasi pada bulan juni 1992. Untuk mengatasi hal ini. Sebagaimana letaknya. Air buangan domestik mengandung pencemar organik seperti N-amonia dan surfaktan anionik (deterjen sintesis). Selanjutnya proses penggumpalan yang ditambahkan dengan proses pengendapan (sedimentasi) dan penyaringan (filtrasi) serta menggunakan zat-zat organik dan anorganik adalah merupakan awal dari cara pengolahan air.5-2. sedimentasi dan filtrasi kemudian ditambahkan chlorinasi disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional. telah mengakibatkan pencemaran pada sungai-sungai yang merupakan sumber air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. Secara umum tahapan proses keseluruhan pengolahan air sistem maju adalah sebagai berikut: koagulasi sampai dengan filtrasi. mudah terbakar. senyawa ini merupakan oksidator yang kuat. sedangkan di FPA Kunihima Osaka. kimia dan lain-lain. FPA Kanamichi dekat dengan laut. waktu kontak ± 12 menit dan kecepatan umpan ozon maksimum 3 mg ozon/liter. tetapi hanya salah satu atau dua cara saja. serta tingginya tingkat pertumbuhan dan aktivitas manusia. menggunakan sumber listrik bertegangan tinggi. di mana salah satu negara yang telah mengembangkannya adalah Jepang dengan mengkombinasikan sistem ozonasi dan penyerapan dengan karbon aktif. FPA Kanamachi dibangun di antara fasilitas sedimentasi (pengendapan) dan filtrasi (penyaringan). telah diciptakan/didesain sarana pengolahan air minum dengan berbagai sistem. Masing-masing tanki pengontak mempunyai ruang penahan yang mempunyai waktu retensi ± 6 menit. kapasitas pemurnian per hari adalah 0. Konsentrasi ozon yang dihasilkan dari udara berkisar antara 1. ozonasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah filtrasi. Pengolahan lengkap adalah pengolahan air minum secara fisik. Pada tahun-tahun belakangan ini. Untuk mencapai penyisihan bau apek (musty odor) yang lebih stabil dan efektif. Ozon (O3) adalah molekul yang tersusun dari 3 (tiga) buah atom oksigen. pada saat ini. Ada kalanya filtrasi dilakukan pada tahap terakhir seperti di Fasilitas Pemurnian Air (FPA) Kanamachi. kualitas air baku dipengaruhi oleh proses di muara sungai. telah dikembangkan Teknologi Pengolahan Air Sistem Maju (advanced system). Fasilitas pemurnian air tersebut terdiri dari 10 tanki kontak ozon yang bertipe aliran atas bawah dengan ruangan bersekat tiga. Kini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan cepatnya. logam. dapat berupa pengolahan lengkap atau pengolahan sebagian. dan jika sistemnya menggunakan oksigen sebagai gas umpan akan menjadi lebih berbahaya. Jika diproses dari bahan dasar oksigen murni dengan menggunakan generator yang sama. sistem ozonasi memberikan resiko bahaya lebih kecil dibandingkan sistem chlorinasi. . zat organik dan anorganik yang bersifat toxic (racun) sebesar 80%.

000 m3/hari.99%. Teknologi ultrafiltrasi ini bermanfaat untuk mengurangi bahan polutan di dalam air. Masyarakat pun jarang terkena diare atau penyakit yang menyerang perut lainnya akibat dari air yang tidak higienis. yakni: Penyaring air 1 Bahan fiber 5 mikron yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karat. Bila pengolahan air menggunakan ultrafiltrasi saat akan dipakai konsumen maka seluruh bakteri patogen bisa tersaring. sementara ukuran bakteri patogen adalah 0. Skema mekanisme kerja membran reverse osmosis dapat dilihat pada Gambar 3. Sama halnya dengan penyaring mikron. bahan mikro. pasir. bakteri. Pemurni Air Sistem Membran Reverse Osmosis Membran reverse osmosis menghasilkan air murni 99.Adapun tahapan proses secara keseluruhan adalah sebagai berikut: Koagulasi – Flokulasi – Sedimentasi – Ozonasi – Proses BAC – Chlorinasi – Filtrasi – Chlorinasi – Reservoar. Biaya ini tidak termasuk pengolahan ozonasi dan BAC. makanya Singapura berani menjamin airnya bersih sesuai dengan standar WHO. Juga menyaring mikroba seperti yeast (ragi) bir. FPA Kanamichi dibangun dalam 2 tahap: Tahap pertama fasilitas mulai beroperasi pada bulan Juni 1992 dan tahap kedua pada bulan April 1996.5 mikron. virus dan sebagainya.02 mikron. Biasanya teknologi ini digunakan untuk daerah kepulauan yang airnya bersumber dari laut. pompa. Menurut peneliti air Antoni Gunadi dan Nugro Raharjo dari BPPT.000 kali lebih kecil dibandingkan dengan sehelai rambut). . Ultrafiltrasi Saring Zat Berbahaya dalam Air Minum Penggunaan teknologi ultrafiltrasi dan membran untuk pengolahan air minum merupakan upaya terkini menghilangkan bahan berbahaya yang berukuran cukup kecil. fungi (jamur) yang menyebabkan penyakit membranmukus pada perut dan hati.6 Skema Mekanisme Kerja Membran Reverse Osmosis Pemurnian (penyaringan air) dengan reverse osmosis melalui 4 tahap. Ukuran alat ini 2/100 mikron atau 0. ada teknologi membran dalam pengelolaan air bersih. Filtrasi atau cuci ulang ini akan jauh lebih bermanfaat meskipun harga air nantinya akan bertambah. kapur yang menyebabkan penyakit hati. C. pipa transmisi antara fasilitas konvensional dan fasilitas pemurnian sistem maju. Dengan adanya teknologi ini. Gambar 3. diharapkan konsumen akan mengonsumsi air yang benar-benar bersih. Kapasitas total sistem ini adalah 520. teknologi membran dapat menghilangkan rasa asin pada air maupun bakteri patogen. membran ini berfungsi membuang berbagai kotoran. B. perut. Selain ultrafiltrasi.0001 mikron (500. Produk akhir adalah air bersih yang siap minum dan bebas bakteri patogen. batu dan disfungsi pada organ tubuh.6. Di Singapura teknologi ini telah diterapkan. Diameternya lebih kecil dari 0. Biaya konstruksi fasilitas tersebut adalah sekitar 30 bilyun yen atau kurang lebih 2 trilyun rupiah.

plumbum. menjamin rasa dan kualitas air yang bermutu. bau. merkuri. sodium percarbonat. kelenjar. seng. phosphorus organik bahan penyebab kanker. bahan pencuci. muntah dan hepatitis. sakit kepala dan batu ginjal. syaraf dan ginjal. sistem pencernaan dan darah. sakit perut. racun serangga. jantung. senyawa kimia beracun seperti: potassium chlorate. klorin bahan penyebab kanker triklorometana. bau. perut. proteolipid (minyak busuk). warna. Penyaring air 4 Post-carbon aktif berkualitas tinggi yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: menyerap sisa bahan organik.Penyaring air 2 Pre-karbon granular aktif berbentuk butiran yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: bahan organik. muntah. shock dan sesak napas. usus. ginjal. muntah. cyanide bromide penyebab gangguan ginjal. Penyaring air 3 Membran reverse osmosis yang terbuat dari bahan Poly Amide TFC yang mempunyai daya saring membran 0. tembaga. besi) penyebab gangguan syaraf. keracunan. liver. zat pewarna penyebab gangguan liver. garam penyebab darah tinggi. oxalate yang menyebabkan inflamasi rongga mulut. desinfektan penyebab iritasi pada rongga mulut. nausea dan kanker. logam berat (arsenik. sakit perut. bakteri. sodium perborat. anemia. Juga menyaring acid amino. . pencernaan atas. virus penyebab polio dan encephalitis. zat peluntur seperti: xenon perokside. pembunuh kuman.0001 mikron yang hebat dan berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karbon. kadmium.

Mudah menjadi tempat pembiakan kuman dan bakteri. a. Berfungsi untuk membunuh bakteri. Hasilnya dianggap sebagai air mati karena kekurangan oksigen dan berbau. nitrat. Air murni dengan kandungan oksigen yang tinggi dapat menguatkan sel-sel dan organ-organ tubuh. b. c. Dapat membunuh bakteri. a. Tidak dapat menyaring keluar bahan pencemar. Dapat diminum langsung. dsb c. b. a. Mengandung zat mineral tanpa ion. Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana. c. Biaya tinggi. Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium. c. ia tidak dapat menghapus kotoran lain. c. asbestos. tetapi kurang efektif dibandingkan dengan air mendidih.1 Perbandingan Beberapa Metoda Pemurnian Air Metoda Pemurnian Air 1 Air Murni Kelebihan dan Kekurangan Reverse Osmosis a. kotoran dan kuman. hasilnya lebih buruk dibandingkan dengan metode pendidihan. b. asbestos. tapi sisanya tetap tertinggal dalam air.. a. Biaya tinggi. pengapuran pembuluh darah dan masalah jantung. meningkatkan daya tahan dan daya penyembuhan tubuh. Biaya operasi tinggi dan memerlukan penyelengaraan yang profesional. Biaya tinggi. Gagal untuk membuang bahan organik seperti triklorometana. b. c. garam. b. Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). 45% dari air mineral di pasaran mengandung bahan 2 Air Penukaran Ion 3 Air Penyulingan 4 Air dari Penyaringan Karbon Teraktif 5 Pengendapa n 6 Air Mendidih 3 Sterilisasi Ozon 4 Air Hasil Cahaya Ultra Violet 5 Air Mineral . b. a. Selain membunuh bakteri. a. Kualitas tidak stabil. a. a. harus menukar tabung lampu setiap 3-6 bulan. nitrat dan bahan lain-lain. b. Tidak dapat membuang virus.`Tabel 3. Tempat pembiakan bakteri. c. Hanya dapat membunuh bakteri. logam berat. Bahan-bahan organik. c. b. Bebas dari segala jenis logam berat. memerlukan penukaran tabung lampu setiap 3-6 bulan. Tidak dapat membuang bakteri. Mutu berbeda dan terdapat perbedaan yang cukup besar dalam hasil. Hanya membuang logam berat tetapi masih mengandung banyak natrium yang dapat mengakibatkan hipertensi. bakteri dan virus tidak dapat disaring. logam berat. penggunaan secara terus menerus akan memboroskan listrik dan harus selalu membersihkan endapan yang tertinggal secara rutin.

c. Sumber: Meredith Holford.fosforus. 2005 . Mutu berubah dan kebersihan tidak terjamin. b. Mahal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->