Definisi Air dan Pengertian Air Bersih

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini dibumi, tetapi tidak diplanet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satusatunya zat yang secara alami terdapat dipermukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Baik kualitas maupun kuantitas air harus dapat memenuhi kebutuhan kita, sebagian besar tanah air kita curah hujannya cukup tinggi. Oleh sebab itu dari segi kuantitas dibanyak tempat di negara kita air tidak menjadi masalah, apalagi jika kita dapat mengelolanya dengan baik. Akan tetapi dari segi kualitas, air bersih kita semakin memperihatinkan. Sebenarnya apa itu air bersih? Air bersih dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Atau memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Secara Umum: Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia. 2) Secara Fisik: Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. 3) Secara Kimia:
• • •

PH netral (bukan asam/basa) Tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya. Parameter-parameter seperti BOD, COD, DO, TS, TSS dan konductiviti memenuhi aturan pemerintah setempat.

Adapun parameter air dapat dikatakan bersih antara lain: 1) Kesadahan (Hardness) Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Kesadahan sangat penting artinya bagi para akuaris karena kesadahan merupakan salah satu petunjuk kualitas air yang diperlukan bagi ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan prasarat nilai kesadahan pada selang tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH. 2) Alkalinitas Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasaman dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut didalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang. Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

salah satu dari parameter tersebut dapat diatur dengan mengatur parameter yang lain. Sedangkan H(+) merupakan sumber kemasaman. Besaran pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis). Kalaupun dipaksakan hanya dengan penambahan asam maka jumlahnya harus diberikan dalam jumlah lebih banyak yaitu untuk mengatasi alkalinitasnya terlebih dahulu. Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang asam sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin). 4) PH Ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan didalam air. Dengan demikian penurunan pH tidak akan efektif kalau hanya dilakukan dengan penambahan asam saja. H+ tersebut akan segera diikat oleh CO3 dan reaksi bergerak kekiri menghasilkan CO2. begitu juga dengan pH air. maka hubungan pH. misalnya. Kadar CO2 lebih tinggi dari 10 ppm diketahui menunjukkan bersifat racun bagi ikan.pH akan kembali bergerak ke angka semula. terutama. akibatnya pH naik.3) Kapasitas pem-buffer-an Alam diberkahi dengan mekanisme pertahanan sedemikian rupa sehingga dapat bertahan terhadap berbagai perubahan. . Pada saat asam baru ditambahkan. Apabila alkalinitasnya tinggi maka air tersebut akan mudah mengembalikan pH-nya ke nilai semula. artinya reaksi bisa berjalan ke arah kanan (menghasilkan H+) atau ke arah kiri (menghasilkan CO2). Mekanisme diatas merupakan reaksi bolak-balik. dan karena itu pula kita masih bisa menemukan ikan di alam sampai saat sekarang. untuk menjaga kadar CO2 yang memadai. KH dan CO2 terlaut akan merupakan hubungan yang tetap. Untuk itu. dari setiap “gangguan” terhadap pengubahan pH. (CO2 ini akhirnya bisa lolos ke udara). Apabila pH dalam suatu akuarium dikendalikan. Suatu sistem CO2 injektor. Fluktuasi pH air sangat di tentukan oleh alkalinitas air tersebut. dapat digunakan untuk mengatur pH dengan cara mengatur injeksi CO2 sedemikian rupa apabila nilai pH nya mencapai nilai tertentu. beberapa bukti menunjukkan bahwa karbon dioksida berfungsi sebagai anestesi bagi ikan. Apabila hal ini telah dikuasai maka penurunan pH akan lebih mudah dilakukan. Dengan sistem otomatis seperti disebutkan sebelumnya maka sistem injeksi CO2 akan berjalan sedemikian rupa disekitar nilai pH tertentu. 5) Karbon Dioksida (CO2) Karbon dioksida dalam air pada umumnya merupakan hasil respirasi dari ikan dan phytoplankton. Oleh karena itu. CO2 digunakan oleh tanaman atau terdifusi ke atmosfer. oleh sistem pem-buffer-an karbonat. cobalah pula usahakan untuk menurunkan alkalinitasnya. ketika reaksi mulai bergerak ke kiri. Pertahanan pH air terhadap perubahan dilakukan melalui alkalinitas dengan proses sbb: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3. Mekanisme pertahanan pH terhadap berbagai perubahan dikenal dengan istilah Kapasitas pembuffer-an pH. Sebagai contoh nilai pH dapat diatur dengan mangatur KH atau kadar CO2. apabila seseorang mencoba menurunkan pH dengan memberikan “asam-asaman” artinya menambahkan H+ saja maka (seperti ditunjukan mekanisme diatas). Sedangkan pH = 7 disebut sebagai netral. Itulah hukum alam. Dengan demikian kunci dari penurunan pH terletak pada penanganan alkalinitas dan tingkat kesadahan air. tapi setelah beberapa waktu kemudian. Kadar karbon dioksida tinggi juga menunjukkan lingkungan air yang asam meskipun demikian karbon dioksida diperlukan dalam proses pem-buffer-an. pH akan terukur rendah.CO3– + 2H+ CO3 (karbonat) dalam mekanisme diatas melambangkan alkalinitas air. sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka. Dengan demikian. Dalam hal ini KH dibuat tetap. seperti ditunjukkan pada reaksi diatas. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu.

Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Air sumur (1) Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).KH dan GH sudah memadai. di dalam edisi pertama Encyclopedia Britanica telah dibicarakan fungsi filter (filtrasi) sebagai sistem penyaring untuk mendapatkan air yang lebih jernih. 2. Mata air Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Pengukuran salinitas dalam kehidupan sehari-hari biasanya menggunakan hydrometer. Air sungai dan danau Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau.shvoong. tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. http://www.go. telah menghasilkan bahwa . Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. Pada tahun 1771. air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Air hujan Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Kombinasi Karbon Aktif dan Ozonasi pada Proses Pengolahan Air Minum Proses penjernihan air untuk mendapatkan air yang berkualitas telah dilakukan oleh manusia beberapa abad yang lalu.6) Salinitas Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. Rasio ini dihitung berdasarkan konidisi suhu 15°C. Oleh karena itu.bppt. Informasi kadar salintas sangat penting artinya dalam akuairum laut.html Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum.com/medicine-and-health/nutrition/2252058-sumber-sumber-airminum/#ixzz1lBX5nJxJ Beberapa Teknologi Pengolahan Air Minum A. 4. (2) Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. sebagai berikut: 1. Sedangkan dalam akuarium air tawar mengetahui pH. Perkembangan selanjutnya dari proses pengolahan air minum. Oleh karena itu. Sumber: http://id. 3. agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya. Dalam pengukuran salinitas turut pula diperhitungkan komponen GH dan KH disamping bahan-bahan terlarut lainnya seperti natrium. sehingga disebut sebagai air tanah. maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu. Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity). yang telah dikalibrasikan untuk digunakan pada suhu kamar. Sumber-sumber air ini. yaitu rasio antara berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama.kelair. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.id/Sitpa/Artikel/Akua/akua. Oleh karena itu. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran.

Untuk mencapai penyisihan bau apek (musty odor) yang lebih stabil dan efektif. Selain itu proses ini mampu menyisihkan surfaktan anionik.5-2. telah mengakibatkan pencemaran pada sungai-sungai yang merupakan sumber air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. pada saat ini. Ozonasi merupakan proses pengolahan air yang relatif baru di Jepang. dapat berupa pengolahan lengkap atau pengolahan sebagian. Untuk mengatasi hal ini. di mana salah satu negara yang telah mengembangkannya adalah Jepang dengan mengkombinasikan sistem ozonasi dan penyerapan dengan karbon aktif. tetapi hanya salah satu atau dua cara saja. Ozon dibuat dari udara yang diperkaya dengan oksigen. Ada kalanya filtrasi dilakukan pada tahap terakhir seperti di Fasilitas Pemurnian Air (FPA) Kanamachi. Sistem pengolahan air minum yang dibangun tergantung dari kualitas sumber air bakunya. Kini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan cepatnya. sistem ozonasi memberikan resiko bahaya lebih kecil dibandingkan sistem chlorinasi.pembubuhan zat pengendap atau penggumpal (koagulan) dapat ditambahkan sebelum proses penyaringan (filtrasi). serta tingginya tingkat pertumbuhan dan aktivitas manusia. sedangkan di FPA Kunihima Osaka. FPA Kanamichi dekat dengan laut. Fasilitas pemurnian air tersebut terdiri dari 10 tanki kontak ozon yang bertipe aliran atas bawah dengan ruangan bersekat tiga. Ozon (O3) adalah molekul yang tersusun dari 3 (tiga) buah atom oksigen. Pengolahan lengkap adalah pengolahan air minum secara fisik. Sebagaimana letaknya. sedangkan pengolahan sebagian adalah pengolahan air minum yang tidak menggunakan semua cara tersebut. yaitu kombinasi pengolahan secara ozonasi dan penyerapan menggunakan karbon yang diaktivasi secara biologis (Biological Activated Carbon = BAC) yang mulai beroperasi pada bulan juni 1992. Konsentrasi ozon yang dihasilkan dari udara berkisar antara 1. logam. pencemaran air baku terjadi karena urbanisasi yang cepat. Pada tahun-tahun belakangan ini. Selanjutnya proses penggumpalan yang ditambahkan dengan proses pengendapan (sedimentasi) dan penyaringan (filtrasi) serta menggunakan zat-zat organik dan anorganik adalah merupakan awal dari cara pengolahan air. Namun. konsentrasi ozon dapat mencapai 35%. Air buangan domestik mengandung pencemar organik seperti N-amonia dan surfaktan anionik (deterjen sintesis). zat organik dan anorganik yang bersifat toxic (racun) sebesar 80%. kualitas air baku dipengaruhi oleh proses di muara sungai. sedimentasi dan filtrasi kemudian ditambahkan chlorinasi disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional. menjadi air yang layak bagi konsumen. Masing-masing tanki pengontak mempunyai ruang penahan yang mempunyai waktu retensi ± 6 menit. dengan banyaknya industri yang tumbuh di sepanjang sungai terutama industri dengan tingkat pencemaran berat seperti tekstil. sehingga dapat digunakan sebagai oksidator dalam penguraian zat/pencemar organik dalam proses pengolahan air. menggunakan sumber listrik bertegangan tinggi. Jika diproses dari bahan dasar oksigen murni dengan menggunakan generator yang sama. seperti yang dipergunakan oleh hampir seluruh PDAM di Indonesia. Dasar penerapannya diperoleh dari sumber artikel yang diterbitkan dan pengalaman operasional hingga proses desainnya. Kedalaman air yang efektif yaitu 6 meter. kapasitas pemurnian per hari adalah 0. . Badan Pengairan Pemerintah Daerah Metropolitan Tokyo (BWT) memutuskan untuk memperkenalkan pengolahan air sistem maju (advanced system). telah dikembangkan Teknologi Pengolahan Air Sistem Maju (advanced system). ozonasi Karbon Aktif Granular (GAC) Chlorinasi. waktu kontak ± 12 menit dan kecepatan umpan ozon maksimum 3 mg ozon/liter.5% (berat/berat). ozonasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah filtrasi. kimia dan biologi. senyawa ini merupakan oksidator yang kuat. karena sistemnya dapat segera dihentikan bila ozon bocor. Secara umum tahapan proses keseluruhan pengolahan air sistem maju adalah sebagai berikut: koagulasi sampai dengan filtrasi. dan jika sistemnya menggunakan oksigen sebagai gas umpan akan menjadi lebih berbahaya. kimia dan lain-lain.52 juta meter kubik. Tokyo. telah diciptakan/didesain sarana pengolahan air minum dengan berbagai sistem. flokulasi. Pengolahan lengkap yang terdiri dari proses koagulasi. FPA Kanamachi dibangun di antara fasilitas sedimentasi (pengendapan) dan filtrasi (penyaringan). Meskipun demikian. Ozon adalah gas yang bersifat racun. Fasilitas adsorbsi karbon aktif terdiri dari 24 tanki dan masing-masing mempunyai luas permukaan 100 m2. mudah terbakar. proses ini diteliti hampir 100 tahun. Sistem baru tersebut dapat menyisihkan bau apek.

pipa transmisi antara fasilitas konvensional dan fasilitas pemurnian sistem maju. FPA Kanamichi dibangun dalam 2 tahap: Tahap pertama fasilitas mulai beroperasi pada bulan Juni 1992 dan tahap kedua pada bulan April 1996. perut. Produk akhir adalah air bersih yang siap minum dan bebas bakteri patogen. sementara ukuran bakteri patogen adalah 0. Biasanya teknologi ini digunakan untuk daerah kepulauan yang airnya bersumber dari laut.02 mikron.6 Skema Mekanisme Kerja Membran Reverse Osmosis Pemurnian (penyaringan air) dengan reverse osmosis melalui 4 tahap.6. diharapkan konsumen akan mengonsumsi air yang benar-benar bersih. Filtrasi atau cuci ulang ini akan jauh lebih bermanfaat meskipun harga air nantinya akan bertambah. C. batu dan disfungsi pada organ tubuh. Juga menyaring mikroba seperti yeast (ragi) bir. Biaya konstruksi fasilitas tersebut adalah sekitar 30 bilyun yen atau kurang lebih 2 trilyun rupiah. Skema mekanisme kerja membran reverse osmosis dapat dilihat pada Gambar 3. B.99%. Pemurni Air Sistem Membran Reverse Osmosis Membran reverse osmosis menghasilkan air murni 99.Adapun tahapan proses secara keseluruhan adalah sebagai berikut: Koagulasi – Flokulasi – Sedimentasi – Ozonasi – Proses BAC – Chlorinasi – Filtrasi – Chlorinasi – Reservoar. Bila pengolahan air menggunakan ultrafiltrasi saat akan dipakai konsumen maka seluruh bakteri patogen bisa tersaring. Ultrafiltrasi Saring Zat Berbahaya dalam Air Minum Penggunaan teknologi ultrafiltrasi dan membran untuk pengolahan air minum merupakan upaya terkini menghilangkan bahan berbahaya yang berukuran cukup kecil. makanya Singapura berani menjamin airnya bersih sesuai dengan standar WHO.000 kali lebih kecil dibandingkan dengan sehelai rambut). Menurut peneliti air Antoni Gunadi dan Nugro Raharjo dari BPPT.0001 mikron (500. virus dan sebagainya. Teknologi ultrafiltrasi ini bermanfaat untuk mengurangi bahan polutan di dalam air. Masyarakat pun jarang terkena diare atau penyakit yang menyerang perut lainnya akibat dari air yang tidak higienis. Ukuran alat ini 2/100 mikron atau 0. yakni: Penyaring air 1 Bahan fiber 5 mikron yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karat. bakteri. pasir. teknologi membran dapat menghilangkan rasa asin pada air maupun bakteri patogen. kapur yang menyebabkan penyakit hati. Sama halnya dengan penyaring mikron. Diameternya lebih kecil dari 0. bahan mikro.000 m3/hari. . fungi (jamur) yang menyebabkan penyakit membranmukus pada perut dan hati. Biaya ini tidak termasuk pengolahan ozonasi dan BAC. Kapasitas total sistem ini adalah 520.5 mikron. Selain ultrafiltrasi. Gambar 3. Di Singapura teknologi ini telah diterapkan. pompa. Dengan adanya teknologi ini. membran ini berfungsi membuang berbagai kotoran. ada teknologi membran dalam pengelolaan air bersih.

kelenjar. sistem pencernaan dan darah. klorin bahan penyebab kanker triklorometana. menjamin rasa dan kualitas air yang bermutu. warna. bahan pencuci. Penyaring air 3 Membran reverse osmosis yang terbuat dari bahan Poly Amide TFC yang mempunyai daya saring membran 0. usus. pencernaan atas. kadmium. zat peluntur seperti: xenon perokside. pembunuh kuman. oxalate yang menyebabkan inflamasi rongga mulut. bau. merkuri. besi) penyebab gangguan syaraf. tembaga. liver. anemia. muntah dan hepatitis. sakit perut. . sakit perut. senyawa kimia beracun seperti: potassium chlorate. plumbum. nausea dan kanker. muntah. perut. bakteri. bau. phosphorus organik bahan penyebab kanker. garam penyebab darah tinggi.Penyaring air 2 Pre-karbon granular aktif berbentuk butiran yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: bahan organik. virus penyebab polio dan encephalitis. Penyaring air 4 Post-carbon aktif berkualitas tinggi yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: menyerap sisa bahan organik. sakit kepala dan batu ginjal. syaraf dan ginjal. cyanide bromide penyebab gangguan ginjal. racun serangga. sodium percarbonat. shock dan sesak napas. logam berat (arsenik. zat pewarna penyebab gangguan liver. muntah. ginjal.0001 mikron yang hebat dan berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karbon. proteolipid (minyak busuk). seng. sodium perborat. desinfektan penyebab iritasi pada rongga mulut. Juga menyaring acid amino. jantung. keracunan.

a.`Tabel 3. a. Kualitas tidak stabil. Dapat membunuh bakteri. b. tetapi kurang efektif dibandingkan dengan air mendidih. a. memerlukan penukaran tabung lampu setiap 3-6 bulan. ia tidak dapat menghapus kotoran lain. Tidak dapat menyaring keluar bahan pencemar. Bebas dari segala jenis logam berat. b. harus menukar tabung lampu setiap 3-6 bulan. Gagal untuk membuang bahan organik seperti triklorometana. a. c. c. Mengandung zat mineral tanpa ion.1 Perbandingan Beberapa Metoda Pemurnian Air Metoda Pemurnian Air 1 Air Murni Kelebihan dan Kekurangan Reverse Osmosis a. logam berat.. dsb c. Hanya membuang logam berat tetapi masih mengandung banyak natrium yang dapat mengakibatkan hipertensi. penggunaan secara terus menerus akan memboroskan listrik dan harus selalu membersihkan endapan yang tertinggal secara rutin. b. meningkatkan daya tahan dan daya penyembuhan tubuh. 45% dari air mineral di pasaran mengandung bahan 2 Air Penukaran Ion 3 Air Penyulingan 4 Air dari Penyaringan Karbon Teraktif 5 Pengendapa n 6 Air Mendidih 3 Sterilisasi Ozon 4 Air Hasil Cahaya Ultra Violet 5 Air Mineral . Mudah menjadi tempat pembiakan kuman dan bakteri. Tempat pembiakan bakteri. Tidak dapat membuang virus. c. b. a. Dapat diminum langsung. asbestos. Biaya tinggi. Tidak dapat membuang bakteri. Selain membunuh bakteri. Biaya operasi tinggi dan memerlukan penyelengaraan yang profesional. nitrat. asbestos. hasilnya lebih buruk dibandingkan dengan metode pendidihan. tapi sisanya tetap tertinggal dalam air. a. Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium. c. Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). Mutu berbeda dan terdapat perbedaan yang cukup besar dalam hasil. c. c. Bahan-bahan organik. c. a. garam. pengapuran pembuluh darah dan masalah jantung. Berfungsi untuk membunuh bakteri. Biaya tinggi. b. Hasilnya dianggap sebagai air mati karena kekurangan oksigen dan berbau. b. Hanya dapat membunuh bakteri. b. nitrat dan bahan lain-lain. kotoran dan kuman. a. Biaya tinggi. logam berat. bakteri dan virus tidak dapat disaring. b. Air murni dengan kandungan oksigen yang tinggi dapat menguatkan sel-sel dan organ-organ tubuh. Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana.

Mahal. b. c. 2005 . Sumber: Meredith Holford.fosforus. Mutu berubah dan kebersihan tidak terjamin.