Definisi Air dan Pengertian Air Bersih

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini dibumi, tetapi tidak diplanet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satusatunya zat yang secara alami terdapat dipermukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Baik kualitas maupun kuantitas air harus dapat memenuhi kebutuhan kita, sebagian besar tanah air kita curah hujannya cukup tinggi. Oleh sebab itu dari segi kuantitas dibanyak tempat di negara kita air tidak menjadi masalah, apalagi jika kita dapat mengelolanya dengan baik. Akan tetapi dari segi kualitas, air bersih kita semakin memperihatinkan. Sebenarnya apa itu air bersih? Air bersih dapat diartikan air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Atau memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Secara Umum: Air yang aman dan sehat yang bisa dikonsumsi manusia. 2) Secara Fisik: Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. 3) Secara Kimia:
• • •

PH netral (bukan asam/basa) Tidak mengandung racun dan logam berat berbahaya. Parameter-parameter seperti BOD, COD, DO, TS, TSS dan konductiviti memenuhi aturan pemerintah setempat.

Adapun parameter air dapat dikatakan bersih antara lain: 1) Kesadahan (Hardness) Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa. Kesadahan sangat penting artinya bagi para akuaris karena kesadahan merupakan salah satu petunjuk kualitas air yang diperlukan bagi ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan prasarat nilai kesadahan pada selang tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH. 2) Alkalinitas Alkalinitas secara umum menunjukkan konsentrasi basa atau bahan yang mampu menetralisir kemasaman dalam air. Secara khusus, alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pem-bufffer-an dari ion bikarbonat, dan sampai tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Ketiga ion tersebut didalam air akan bereaksi dengan ion hidrogen sehingga menurunkan kemasaman dan menaikan pH. Alkalinitas biasanya dinyatakan dalam satuan ppm (mg/l) kalsium karbonat (CaCO3). Air dengan kandungan kalsium karbonat lebih dari 100 ppm disebut sebagai alkalin, sedangkan air dengan kandungan kurang dari 100 ppm disebut sebagai lunak atau tingkat alkalinitas sedang. Pada umumnya lingkungan yang baik bagi kehidupan ikan adalah dengan nilai alkalinitas diatas 20 ppm.

Apabila hal ini telah dikuasai maka penurunan pH akan lebih mudah dilakukan. Fluktuasi pH air sangat di tentukan oleh alkalinitas air tersebut. Sedangkan pH = 7 disebut sebagai netral. CO2 digunakan oleh tanaman atau terdifusi ke atmosfer. begitu juga dengan pH air. misalnya. tapi setelah beberapa waktu kemudian. dan karena itu pula kita masih bisa menemukan ikan di alam sampai saat sekarang. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu. terutama. Kadar karbon dioksida tinggi juga menunjukkan lingkungan air yang asam meskipun demikian karbon dioksida diperlukan dalam proses pem-buffer-an. dari setiap “gangguan” terhadap pengubahan pH. (CO2 ini akhirnya bisa lolos ke udara). Itulah hukum alam.3) Kapasitas pem-buffer-an Alam diberkahi dengan mekanisme pertahanan sedemikian rupa sehingga dapat bertahan terhadap berbagai perubahan.pH akan kembali bergerak ke angka semula. 4) PH Ph sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan didalam air. Dengan demikian penurunan pH tidak akan efektif kalau hanya dilakukan dengan penambahan asam saja. Kadar CO2 lebih tinggi dari 10 ppm diketahui menunjukkan bersifat racun bagi ikan. H+ tersebut akan segera diikat oleh CO3 dan reaksi bergerak kekiri menghasilkan CO2. Oleh karena itu. Nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang asam sedangkan nilai diatas 7 menunjukkan lingkungan yang basa (alkalin). oleh sistem pem-buffer-an karbonat. Mekanisme pertahanan pH terhadap berbagai perubahan dikenal dengan istilah Kapasitas pembuffer-an pH. salah satu dari parameter tersebut dapat diatur dengan mengatur parameter yang lain. pH akan terukur rendah. Apabila alkalinitasnya tinggi maka air tersebut akan mudah mengembalikan pH-nya ke nilai semula. Dengan demikian. Untuk itu. . dapat digunakan untuk mengatur pH dengan cara mengatur injeksi CO2 sedemikian rupa apabila nilai pH nya mencapai nilai tertentu. Mekanisme diatas merupakan reaksi bolak-balik. Pada saat asam baru ditambahkan. Dengan demikian kunci dari penurunan pH terletak pada penanganan alkalinitas dan tingkat kesadahan air. KH dan CO2 terlaut akan merupakan hubungan yang tetap. ketika reaksi mulai bergerak ke kiri. 5) Karbon Dioksida (CO2) Karbon dioksida dalam air pada umumnya merupakan hasil respirasi dari ikan dan phytoplankton. Sebagai contoh nilai pH dapat diatur dengan mangatur KH atau kadar CO2. seperti ditunjukkan pada reaksi diatas. sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka. Pertahanan pH air terhadap perubahan dilakukan melalui alkalinitas dengan proses sbb: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3. Sedangkan H(+) merupakan sumber kemasaman. apabila seseorang mencoba menurunkan pH dengan memberikan “asam-asaman” artinya menambahkan H+ saja maka (seperti ditunjukan mekanisme diatas). Dengan sistem otomatis seperti disebutkan sebelumnya maka sistem injeksi CO2 akan berjalan sedemikian rupa disekitar nilai pH tertentu. akibatnya pH naik. Dalam hal ini KH dibuat tetap.CO3– + 2H+ CO3 (karbonat) dalam mekanisme diatas melambangkan alkalinitas air. untuk menjaga kadar CO2 yang memadai. maka hubungan pH. Suatu sistem CO2 injektor. beberapa bukti menunjukkan bahwa karbon dioksida berfungsi sebagai anestesi bagi ikan. Kalaupun dipaksakan hanya dengan penambahan asam maka jumlahnya harus diberikan dalam jumlah lebih banyak yaitu untuk mengatasi alkalinitasnya terlebih dahulu. Apabila pH dalam suatu akuarium dikendalikan. artinya reaksi bisa berjalan ke arah kanan (menghasilkan H+) atau ke arah kiri (menghasilkan CO2). cobalah pula usahakan untuk menurunkan alkalinitasnya. Besaran pH berkisar dari 0 (sangat asam) sampai dengan 14 (sangat basa/alkalis).

4. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah.kelair. 2. sehingga disebut sebagai air tanah. sebagai berikut: 1. Air sumur (1) Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah. yaitu rasio antara berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama.KH dan GH sudah memadai. Pengukuran salinitas dalam kehidupan sehari-hari biasanya menggunakan hydrometer. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Sedangkan dalam akuarium air tawar mengetahui pH. Dalam pengukuran salinitas turut pula diperhitungkan komponen GH dan KH disamping bahan-bahan terlarut lainnya seperti natrium. 3.go. Sumber-sumber air ini. yang telah dikalibrasikan untuk digunakan pada suhu kamar. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.html Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. http://www.6) Salinitas Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. Kombinasi Karbon Aktif dan Ozonasi pada Proses Pengolahan Air Minum Proses penjernihan air untuk mendapatkan air yang berkualitas telah dilakukan oleh manusia beberapa abad yang lalu. telah menghasilkan bahwa . Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan.id/Sitpa/Artikel/Akua/akua. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity). sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan). Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum. Oleh karena itu. tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu. maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran. Pada tahun 1771. agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya. Informasi kadar salintas sangat penting artinya dalam akuairum laut. Air sungai dan danau Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau.shvoong. di dalam edisi pertama Encyclopedia Britanica telah dibicarakan fungsi filter (filtrasi) sebagai sistem penyaring untuk mendapatkan air yang lebih jernih. Sumber: http://id.com/medicine-and-health/nutrition/2252058-sumber-sumber-airminum/#ixzz1lBX5nJxJ Beberapa Teknologi Pengolahan Air Minum A. Perkembangan selanjutnya dari proses pengolahan air minum. Oleh karena itu. Air hujan Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum.bppt. (2) Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Rasio ini dihitung berdasarkan konidisi suhu 15°C. Mata air Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah.

sedimentasi dan filtrasi kemudian ditambahkan chlorinasi disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional. Masing-masing tanki pengontak mempunyai ruang penahan yang mempunyai waktu retensi ± 6 menit. pencemaran air baku terjadi karena urbanisasi yang cepat. Sebagaimana letaknya.5-2. Ozon (O3) adalah molekul yang tersusun dari 3 (tiga) buah atom oksigen. konsentrasi ozon dapat mencapai 35%. Pengolahan lengkap adalah pengolahan air minum secara fisik. logam. flokulasi. proses ini diteliti hampir 100 tahun. Dasar penerapannya diperoleh dari sumber artikel yang diterbitkan dan pengalaman operasional hingga proses desainnya. zat organik dan anorganik yang bersifat toxic (racun) sebesar 80%. Kedalaman air yang efektif yaitu 6 meter. FPA Kanamachi dibangun di antara fasilitas sedimentasi (pengendapan) dan filtrasi (penyaringan). Pada tahun-tahun belakangan ini. sistem ozonasi memberikan resiko bahaya lebih kecil dibandingkan sistem chlorinasi. FPA Kanamichi dekat dengan laut. telah mengakibatkan pencemaran pada sungai-sungai yang merupakan sumber air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. dengan banyaknya industri yang tumbuh di sepanjang sungai terutama industri dengan tingkat pencemaran berat seperti tekstil. Badan Pengairan Pemerintah Daerah Metropolitan Tokyo (BWT) memutuskan untuk memperkenalkan pengolahan air sistem maju (advanced system). yaitu kombinasi pengolahan secara ozonasi dan penyerapan menggunakan karbon yang diaktivasi secara biologis (Biological Activated Carbon = BAC) yang mulai beroperasi pada bulan juni 1992. ozonasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah filtrasi. Fasilitas pemurnian air tersebut terdiri dari 10 tanki kontak ozon yang bertipe aliran atas bawah dengan ruangan bersekat tiga. Sistem baru tersebut dapat menyisihkan bau apek. dapat berupa pengolahan lengkap atau pengolahan sebagian. Air buangan domestik mengandung pencemar organik seperti N-amonia dan surfaktan anionik (deterjen sintesis). menjadi air yang layak bagi konsumen. sehingga dapat digunakan sebagai oksidator dalam penguraian zat/pencemar organik dalam proses pengolahan air. waktu kontak ± 12 menit dan kecepatan umpan ozon maksimum 3 mg ozon/liter. sedangkan di FPA Kunihima Osaka. Ada kalanya filtrasi dilakukan pada tahap terakhir seperti di Fasilitas Pemurnian Air (FPA) Kanamachi. telah dikembangkan Teknologi Pengolahan Air Sistem Maju (advanced system). seperti yang dipergunakan oleh hampir seluruh PDAM di Indonesia. Untuk mengatasi hal ini. Ozon adalah gas yang bersifat racun. Sistem pengolahan air minum yang dibangun tergantung dari kualitas sumber air bakunya. Untuk mencapai penyisihan bau apek (musty odor) yang lebih stabil dan efektif. Fasilitas adsorbsi karbon aktif terdiri dari 24 tanki dan masing-masing mempunyai luas permukaan 100 m2.pembubuhan zat pengendap atau penggumpal (koagulan) dapat ditambahkan sebelum proses penyaringan (filtrasi). ozonasi Karbon Aktif Granular (GAC) Chlorinasi. kapasitas pemurnian per hari adalah 0.5% (berat/berat). karena sistemnya dapat segera dihentikan bila ozon bocor. Meskipun demikian. kualitas air baku dipengaruhi oleh proses di muara sungai. menggunakan sumber listrik bertegangan tinggi. . Selain itu proses ini mampu menyisihkan surfaktan anionik. Konsentrasi ozon yang dihasilkan dari udara berkisar antara 1. Namun. pada saat ini. mudah terbakar. Tokyo. Selanjutnya proses penggumpalan yang ditambahkan dengan proses pengendapan (sedimentasi) dan penyaringan (filtrasi) serta menggunakan zat-zat organik dan anorganik adalah merupakan awal dari cara pengolahan air. telah diciptakan/didesain sarana pengolahan air minum dengan berbagai sistem. serta tingginya tingkat pertumbuhan dan aktivitas manusia. kimia dan biologi. Secara umum tahapan proses keseluruhan pengolahan air sistem maju adalah sebagai berikut: koagulasi sampai dengan filtrasi. Ozon dibuat dari udara yang diperkaya dengan oksigen.52 juta meter kubik. senyawa ini merupakan oksidator yang kuat. kimia dan lain-lain. Kini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan cepatnya. tetapi hanya salah satu atau dua cara saja. di mana salah satu negara yang telah mengembangkannya adalah Jepang dengan mengkombinasikan sistem ozonasi dan penyerapan dengan karbon aktif. Jika diproses dari bahan dasar oksigen murni dengan menggunakan generator yang sama. Ozonasi merupakan proses pengolahan air yang relatif baru di Jepang. Pengolahan lengkap yang terdiri dari proses koagulasi. sedangkan pengolahan sebagian adalah pengolahan air minum yang tidak menggunakan semua cara tersebut. dan jika sistemnya menggunakan oksigen sebagai gas umpan akan menjadi lebih berbahaya.

Di Singapura teknologi ini telah diterapkan.Adapun tahapan proses secara keseluruhan adalah sebagai berikut: Koagulasi – Flokulasi – Sedimentasi – Ozonasi – Proses BAC – Chlorinasi – Filtrasi – Chlorinasi – Reservoar. Biaya ini tidak termasuk pengolahan ozonasi dan BAC. Ukuran alat ini 2/100 mikron atau 0. Masyarakat pun jarang terkena diare atau penyakit yang menyerang perut lainnya akibat dari air yang tidak higienis. B. Sama halnya dengan penyaring mikron. membran ini berfungsi membuang berbagai kotoran. Biasanya teknologi ini digunakan untuk daerah kepulauan yang airnya bersumber dari laut. Bila pengolahan air menggunakan ultrafiltrasi saat akan dipakai konsumen maka seluruh bakteri patogen bisa tersaring. perut. Menurut peneliti air Antoni Gunadi dan Nugro Raharjo dari BPPT.6 Skema Mekanisme Kerja Membran Reverse Osmosis Pemurnian (penyaringan air) dengan reverse osmosis melalui 4 tahap.02 mikron.0001 mikron (500. yakni: Penyaring air 1 Bahan fiber 5 mikron yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karat. virus dan sebagainya. FPA Kanamichi dibangun dalam 2 tahap: Tahap pertama fasilitas mulai beroperasi pada bulan Juni 1992 dan tahap kedua pada bulan April 1996. Teknologi ultrafiltrasi ini bermanfaat untuk mengurangi bahan polutan di dalam air. Pemurni Air Sistem Membran Reverse Osmosis Membran reverse osmosis menghasilkan air murni 99. diharapkan konsumen akan mengonsumsi air yang benar-benar bersih. Selain ultrafiltrasi. C.5 mikron. teknologi membran dapat menghilangkan rasa asin pada air maupun bakteri patogen. Gambar 3. Juga menyaring mikroba seperti yeast (ragi) bir. Biaya konstruksi fasilitas tersebut adalah sekitar 30 bilyun yen atau kurang lebih 2 trilyun rupiah. . bahan mikro. pompa.000 m3/hari. batu dan disfungsi pada organ tubuh. Kapasitas total sistem ini adalah 520.6. pipa transmisi antara fasilitas konvensional dan fasilitas pemurnian sistem maju. ada teknologi membran dalam pengelolaan air bersih. Diameternya lebih kecil dari 0. Ultrafiltrasi Saring Zat Berbahaya dalam Air Minum Penggunaan teknologi ultrafiltrasi dan membran untuk pengolahan air minum merupakan upaya terkini menghilangkan bahan berbahaya yang berukuran cukup kecil. Skema mekanisme kerja membran reverse osmosis dapat dilihat pada Gambar 3. pasir. Filtrasi atau cuci ulang ini akan jauh lebih bermanfaat meskipun harga air nantinya akan bertambah. sementara ukuran bakteri patogen adalah 0.99%.000 kali lebih kecil dibandingkan dengan sehelai rambut). makanya Singapura berani menjamin airnya bersih sesuai dengan standar WHO. Produk akhir adalah air bersih yang siap minum dan bebas bakteri patogen. fungi (jamur) yang menyebabkan penyakit membranmukus pada perut dan hati. bakteri. Dengan adanya teknologi ini. kapur yang menyebabkan penyakit hati.

pencernaan atas. muntah. kadmium. nausea dan kanker. garam penyebab darah tinggi. sakit perut. keracunan. Penyaring air 3 Membran reverse osmosis yang terbuat dari bahan Poly Amide TFC yang mempunyai daya saring membran 0. sodium perborat. ginjal. muntah. jantung.Penyaring air 2 Pre-karbon granular aktif berbentuk butiran yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: bahan organik. menjamin rasa dan kualitas air yang bermutu. muntah dan hepatitis. desinfektan penyebab iritasi pada rongga mulut. sakit perut. oxalate yang menyebabkan inflamasi rongga mulut. virus penyebab polio dan encephalitis. phosphorus organik bahan penyebab kanker. anemia. syaraf dan ginjal. bau. seng. logam berat (arsenik. perut.0001 mikron yang hebat dan berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: karbon. tembaga. bakteri. sakit kepala dan batu ginjal. zat pewarna penyebab gangguan liver. bau. sodium percarbonat. plumbum. pembunuh kuman. usus. sistem pencernaan dan darah. Juga menyaring acid amino. kelenjar. cyanide bromide penyebab gangguan ginjal. . klorin bahan penyebab kanker triklorometana. liver. warna. shock dan sesak napas. Penyaring air 4 Post-carbon aktif berkualitas tinggi yang berfungsi menyaring bahan dalam air seperti: menyerap sisa bahan organik. senyawa kimia beracun seperti: potassium chlorate. racun serangga. proteolipid (minyak busuk). merkuri. bahan pencuci. besi) penyebab gangguan syaraf. zat peluntur seperti: xenon perokside.

c. 45% dari air mineral di pasaran mengandung bahan 2 Air Penukaran Ion 3 Air Penyulingan 4 Air dari Penyaringan Karbon Teraktif 5 Pengendapa n 6 Air Mendidih 3 Sterilisasi Ozon 4 Air Hasil Cahaya Ultra Violet 5 Air Mineral . b. Hanya membuang logam berat tetapi masih mengandung banyak natrium yang dapat mengakibatkan hipertensi. kotoran dan kuman. b. Berfungsi untuk membunuh bakteri. Tempat pembiakan bakteri. Air murni dengan kandungan oksigen yang tinggi dapat menguatkan sel-sel dan organ-organ tubuh. Gagal untuk membuang bahan organik seperti triklorometana. hasilnya lebih buruk dibandingkan dengan metode pendidihan. a. c. Biaya tinggi. c. tapi sisanya tetap tertinggal dalam air. Bahan-bahan organik. a. ia tidak dapat menghapus kotoran lain. a. a. b.`Tabel 3. a. garam. Mengandung zat mineral tanpa ion. c. b. nitrat. Biaya tinggi. Mudah menjadi tempat pembiakan kuman dan bakteri. tetapi kurang efektif dibandingkan dengan air mendidih. c. Hanya dapat membunuh bakteri. Dapat diminum langsung. pengapuran pembuluh darah dan masalah jantung. a. dsb c. memerlukan penukaran tabung lampu setiap 3-6 bulan. nitrat dan bahan lain-lain. b. b. Tidak dapat membuang bakteri. penggunaan secara terus menerus akan memboroskan listrik dan harus selalu membersihkan endapan yang tertinggal secara rutin. Selain membunuh bakteri. Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). Biaya operasi tinggi dan memerlukan penyelengaraan yang profesional. Mutu berbeda dan terdapat perbedaan yang cukup besar dalam hasil. c. meningkatkan daya tahan dan daya penyembuhan tubuh.. a. Tidak dapat membuang virus. Hasilnya dianggap sebagai air mati karena kekurangan oksigen dan berbau.1 Perbandingan Beberapa Metoda Pemurnian Air Metoda Pemurnian Air 1 Air Murni Kelebihan dan Kekurangan Reverse Osmosis a. Bebas dari segala jenis logam berat. Tidak dapat menyaring keluar bahan pencemar. Hal ini menyebabkan bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium. Kualitas tidak stabil. a. harus menukar tabung lampu setiap 3-6 bulan. c. asbestos. asbestos. Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin yang membentuk triklorometana. bakteri dan virus tidak dapat disaring. b. logam berat. logam berat. Biaya tinggi. b. Dapat membunuh bakteri.

b.fosforus. 2005 . Mutu berubah dan kebersihan tidak terjamin. Mahal. c. Sumber: Meredith Holford.