P. 1
Materi Dokter Kecil SD

Materi Dokter Kecil SD

|Views: 9,700|Likes:
Published by Mukh Tarom

More info:

Published by: Mukh Tarom on Feb 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2015

pdf

text

original

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah Tangga PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan

anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu : 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi ASI ekslusif 3. Menimbang balita setiap bulan 4. Menggunakan air bersih 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik dd rumah sekali seminggu 8. Makan buah dan sayur setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. Tidak merokok di dalam rumah 10 INDIKATOR PHBS TATANAN RUMAH TANGGA Tanggal : 15 November 2009 | Oleh : Putu Sudayasa | Skip ke Komentar |

Untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2010, Pusat Promosi Kesehatan, Departemen Kesehatan, telah melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya PHBS pada tingkatan rumah tangga. Apa dan bagaimana upaya PHBS tersebut, berikut rangkuman sumber pustaka dari Pusat Promosi Kesehatan (Promkes), Depkes RI. Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) ? • PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat • PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, member bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang samapah pada tempatnya, membersihkan lingkungan. • Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan. Apa itu PHBS di Rumah Tangga?

mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. • PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. 2007. sarana pembuangan air limbah. Pusat Promosi Kesehatan. . Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10. kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Menimbang bayi dan balita 4.2) Bagaimana upaya penerapan 10 (sepuluh) indikator PHBS di tingkat rumah tangga. Memberantas jentik di rumah 8. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 6. Sebab upaya mewujudkan lingkungan yang sehat akan menunjang pola perilaku kehidupan rakyat yang sehat secara berkelanjutan. Tidak merokok di dalam rumah • (Sumber referensi : Buku Saku Rumah Tangga Sehat dengan PHBS. Bagaimana menurut pendapat para sejawat dan sahabat? Rumah Sehat Rumah Sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan. ventilasi rumah yang baik. sarana air bersih.PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu. Menggunakan jamban sehat 7. Makan buah dan sayur setiap hari 9. • Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) PHBS di Rumah Tangga yaitu : 1. tempat pembuangan sampah. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Depkes RI. Memberi ASI ekslusif 3. Menggunakan air bersih 5. yaitu rumah yang memiliki jamban yang sehat. hal. Jakarta. tentu sangat tergantung lagi dengan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Membentuk kader-kader yang mencintai kebersihan dan kesehatan 4. kreatif. Dapat menjadi tauladan dalam hal kebersihan dan kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tetapi riil action dalam kehidupan sehari-hari baik didalam keluarga. Meningkatkan kegiatan yang berpandangan pada pola hidup bersih dan sehat. Program kegiatan lomba-lomba pelajar tahun 2010 Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga C. Menjadi agen pembaharuan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat 3. Meningkatkan pengetahuan siswa tentang pola hidup bersih dan sehat 2. dan menjadi warga negara demokratis dan bertanggung jawab. berakhlak mulia. baik didalam lingkungan keluarga dan masyarakat. memahami. E. dan masyarakat. Guna membangkitkan. Maksud Dan Tujuan Maksud dan tujuan diselenggarakannya Lomba Dokter Kecil di Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga adalah : 1. PENDAHULUAN A. dan mengamalkan prinsipprinsip hidup bersih dan sehat. Hasil Yang Diharapkan Selesai mengikuti Lomba Dokter Kecil. Landasan Hukum 1. cakap. karena anak usia sekolah dasar merupakan masa-masa yang paling baik dan menentukan dalam pembangunan watak (karacter building) sehingga kedepan kita mempunyai generasigenerasi muda yang mau mengerti. Menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat 3. D. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 ditegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya yang berkualitas. Latar Belakang Salah satu program pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah meningkatkan pendidikan kesehatan (health education) yang dilaksanakan secara terpadu. menghayati. Tema Lomba “Melalui lomba dokter kecil kita wujudkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari” . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 21992 tentang Kesehatan 3. maka Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Lomba Dokter Kecil yang diikuti oleh Juara I Lomba yang sama di tingkat UPT Dinas Pendidikan se-Kabupaten Purbalingga. sekolah. Pendidikan kesehatan (health education) menjadi sangat urgen karena dapat meningkatkan taraf kehidupan “mensana incorp poresano” didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. siswa diharapkan dapat : 1. B. tumbuh. Oleh karena itu pola hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak anak usia sekolah dasar. Lebih memahami dan menghayati pentingnya hidup bersih dan sehat 2. sehat. dan meningkatkan kemampuan hidup bersih dan sehat peserta didik sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan Pasal 45 yang menjelaskan bahwa kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar. Yang diperlukan dalam hidup bersih dan sehat (healt and clint live) bukanlah retorika belaka. mendorong. berilmu. dan berkesinambungan. menyeluruh. mandiri.PEDOMAN PELAKSANAAN LOMBA DOKTER KECIL TINGKAT KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2010 I.

dan Cepat Tepat (CT) digabung menjadi satu. test perbuatan (praktik). b. . Tata Tertib Lomba I. 5. Semua regu wajib mengikuti seleksi lomba dokter kecil babak penyisihan. dan c. Perolehan nilai test tertulis. dan D) yang merupakan 4 (empat) besar pada babak penyisihan. Selama Cerdas Cermat (CC) berlangsung. 7. Semua peserta wajib mematuhi Tata Tertib Cerdas Cermat (CC). Test perbuatan (praktik) . II. Semua peserta wajib menyerahkan biodata kepada panitia pada saat daftar ulang (contoh biodata terlampir). Semua peserta wajib menandatangani daftar hadir. 6. Pelaksanaan Lomba Lomba dokter kecil akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut . 5. Sebelum Cerdas Cermat (CC) dimulai. Satu regu terdiri dari 3 (tiga) orang. Nilai pada babak penyisihan tidak diperhitungkan dalam babak final 4. Penentuan nama regu dilakukan dengan cara diundi yang dilakukan sebelum Cerdas Cermat (CC) dimulai. 5. B. dan c. b. II. 2. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat C.F. tanggal : 19 April 2010 J Waktu : Pukul 08. Semua peserta wajib mengenakan tanda peserta. 4. Test tertulis . 7. 4.00 WIB s/d selesai J Tempat : Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga II. C. TEKNIS LOMBA Seleksi lomba dokter kecil dibagi menjadi 2 babak yaitu babak penyisihan dan babak final yang diatur sebagai berrikut : A. 4. 3. 4 (empat) besar babak penyisihan wajib mengikuti babak final. J Hari. 1 (satu) orang ketua yang duduknya paling tengah dan 2 (dua) orang anggota. ketertiban. Materi seleksi babak penyisihan terdiri dari : a. 2. 3. Tata Tertib Peserta 1. peserta wajib menjaga keamanan. Soal rebutan. Pembagian paket soal dilakukan dengan cara diundi yang dilakukan sebelum Cerdas Cermat (CC) dimulai. 2. dan kedisiplinan. Soal wajib . test perbuatan (praktik). 3. dan kedisiplinan selama pelaksanaan lomba. 6. 2. Materi seleksi pada babak final adalah Cerdas Cermat (CC). Juara I lomba dokter kecil tingkat Kabupaten Purbalingga berhak mewakili lomba dokter kecil di tingkat Provinsi Jawa Tengah. dan Cepat Tepat (CT) dilaksanakan secara beregu. 6. Cepat Tepat (CT). Semua peserta wajib menjaga keamanan. Babak Penyisihan 1. Cerdas Cermat (CC) diikuti oleh 4 (empat) regu (Regu A. Cerdas Cermat (CC) dibagi menjadi 3 (tiga) sesi yaitu : a. dan III. Setiap regu terdiri dari 3 orang yang merupakan perwakilan dari UPT Dinas Pendidikan se-Kabupaten Purbalingga. Setiap regu mendapat 1 (satu) paket soal yang terdiri dari 10 (sepuluh) soal wajib dan 10 (sepuluh) soal lemparan. peserta wajib memperkenalkan diri. 3. Perolehan nilai akhir Cerdas Cermat (CC) menjadi dasar menentukan Juara I. Babak Final 1. ketertiban. B. Tata Tertib Cerdas Cermat (CC) 1. Soal lemparan . Test tertulis.

b. SE Penanggung jawab : Sarjono. Menjawab soal dilakukan setelah Timer (petugas pengatur waktu) memberi kode dengan cara mengetuk meja 1 (satu) kali.6. II. a.6. b. Cara menjawab soal : a. Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini. b. PENGHARGAAN Kepada Juara I.8. pembacaan dihentikan dan kepada peserta tersebut dipersilakan untuk menjawab. atau atas kebijaksanaan Dewan Juri. a.1. c. Jawaban benar diberi nilai (skor) 100. 2. Yang menjawab soal adalah ketua regu.8. a. 4.2.5. c. peserta dipersilakan untuk mencoba bel listrik terlebih dahulu. Anggota : 1.3.3. kecuali atas ijin Dewan Juri pembacaan dapat diulang. Waktu berakhir setelah Timer (petugas pencatat waktu) memberi kode dengan cara mengetuk meja 2 (dua) kali. dan apabila jawaban salah pembacaan soal diteruskan. c.4.Pd. akan ditunggu sampai waktu habis. Slamet Suripto Adi. 3. dan jawaban salah diberi nilai (skor) 0. akan dilanjutkan kepada soal berikutnya.8. Jawaban benar diberi nilai (skor) 100. Ketua : Drs. Waktu berakhir setelah Timer (petugas pencatat waktu) memberi kode dengan cara mengetuk meja 2 (dua) kali.90. Jawaban benar diberi nilai (skor) 100. dan jawaban salah diberi nilai (skor) 0.Pd. Menjawab soal dilakukan setelah Timer (petugas pengatur waktu) memberi kode dengan cara mengetuk meja 1 (satu) kali. b.Pd. a. Apabila peserta menjawab benar sebelum waktu habis. b. Yang menjawab soal boleh ketua regu. a.3. Apabila peserta menjawab salah atau belum sempurna akan ditunggu sampai waktu habis. Pembacaan soal hanya dilakukan 1 (satu) kali. jawaban ada unsur benar diberi nilai (skor) 10 . a. atau atas kebijakan Dewan Juri. Apabila peserta menjawab benar sebelum waktu habis. Sutiyatno. IX.90. a. Soal Lemparan : b. S. akan dilanjutkan kepada soal berikutnya. kecuali atas ijin Dewan Juri pembacaan dapat diulang. b. Soal Wajib : a. VIII. c.Pd.Pd. dan III akan diberi piala (tropy) dan piagam penghargaan.4.7. atau anggotanya. M.4. Apabila soal belum selesai dibacakan kemudian ada peserta yang memencet bel. b.1. maka soal tersebut akan dilempar kepada peserta berikutnya. S.5. Yang menjawab soal adalah ketua regu. Pembacaan soal hanya dilakukan 1 (satu) kali. . Pembacaan soal hanya dilakukan 1 (satu) kali. Setiap soal diberi waktu 10 (sepuluh) detik. akan disampaiakan kemudian sepanjang diperlukan. Soal Rebutan : c.2. Apabila peserta menjawab salah atau belum sempurna.1. dan apabila ternyata sampai habis waktu peserta tersebut masih salah atau belum sempurna. S. S. kecuali atas ijin Dewan Juri pembacaan dapat diulang.2. S.Si. Bombong Giri Harjono Sekretaris : Medi. S. b. Mahmud Fauzi. Setiap soal diberi waktu 10 (sepuluh) detik. c.5. Sebelum dibacakan soal rebutan.Pd. dan jawaban salah dikurangi 100. Pujiarto. KEPANITIAAN Susunan kepanitiaan Lomba Dokter Kecil tahun 2010 adalah sebagai berikut : Penasihat : Heny Ruslanto. jawaban ada unsur benar diberi nilai (skor) 10 .7. 9.

Namun sangat diharapkan bahwa kegiatan ini mempunyai dampak positif terhadap perilaku hidup bersih dan sehat bagi seluruh bangsa Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia Sehat 2020.X. XI. ANGGARAN Anggaran belanja kegiatan lomba dokter kecil tahun 2010 dibebankan kepada APBD Kabupaten Purbalingga Tahun 2010. maka pola hidup bersih dan sehat harus ditanamkan mulai dari pribadi setiap insan. PENUTUP Yang terpenting dari moment kegiatan lomba dokter kecil ini bukanlah kegiatan temporer yang menguras banyak waktu. tenaga. dan juga pembiayaan. . Untuk sampai kepada citi-cita mulia itu.

TUJUAN 1. Mitella adalah pembalut berbentuk segitiga a. bahu. lalu ditarik secukupnya dan kedua ujung sisi itu diikatkanϖ Salah satu ujung yang bebas lainnya ditarik dan dapat diikatkan pada ikatan b. paha. Pembalut ini biasa dipergunakan untuk membalut mata. Cara membalut dengan mitela : ϖ Salah satu sisi mitella dilipat 3 – 4 cm sebanyak 1 – 3 kali Pertengahan sisi yang telah terlipat diletakkan diluar bagian yang akan dibalut. betis dan kaki terkilir c. Panjang kaki antara 50 – 100 cm. Mitella adalah pembalut berbentuk segitiga 2. Menghindari bagian tubuh agar tidak bergeser dari tempatnya 2. Pembalut ini dipergunakan pada bagian kaki yang terbentuk bulat atau untuk menggantung bagian anggota badan yang cedera c. Pita adalah pembalut gulung 4. debu dan kotoran ALAT DAN BAHAN 1. Menutup agar tidak kena cahaya. rahang. Plester adalah pembalut berperekat 5. b. Dasi adalah mitella yang berlipat – lipat sehingga berbentuk seperti dasi 3. atau diikatkan pada tempat lain maupun dapat dibiarkan bebas. pinggul. telapak tangan. siku. mitela. Pembalut yang spesifik 6. Menyokong bagian badan yang cidera dan mencegah agar bagian itu tidak bergeser 4. lutut. telapak kaki dan untuk menggantung tangan d. Pembalut ini adalah mitella yang dilipat – lipat dari salah satu sisi segitiga agar beberapa lapis dan berbentuk seperti pita dengan kedua ujung – ujungnya lancip dan lebarnya antara 5 – 10 cm b. Kassa steril 1. Bahan pembalut terbuat dari kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan berbagai ukuran. 30SEP Just wanna share yah PEMBALUTAN. lengan. dahi (atau bagian kepala yang lain). pembidaian. pembalutan. Pembalut ini bisa dipakai pada cedera di kepala. Mencegah terjadinya pembengkakan 3.bidai. ketiak. dada. Gambar cara membalut dengan mitela : ϖ Luka pada atap tengkorak ϖ Luka pada dada ϖ Lengan yang cedera ϖ Telapak kaki 2. Dasi adalah mitella yang berlipat – lipat sehingga berbentuk seperti dasi a. Gambar cara membalut dengan dasi : ϖ Luka pada mata ϖ Luka pada dagu . Cara membalut dengan dasi : ϖ Pembalut mitella dilipat – lipat dari salah satu sisi sehingga berbentuk pita dengan masing – masing ujung lancip ϖ Bebatkan pada tempat yang akan dibalut sampai kedua ujungnya dapat diikatkan ϖ Diusahakan agar balutan tidak mudah kendor dengan cara sebelum diikat arahnya saling menarik ϖ Kedua ujungnya diikatkan secukupnya d. PEMBIDAIAN DAN EVAKUASI PEMBALUTAN PENGERTIAN Membalut adalah tindakan untuk menyangga atau menahan bagian tubuh agar tidak bergeser atau berubah dari posisi yang dikehendaki. siku. hal ini tergantung pada tempat dan kepentingannyaϖ e.

darah dan tidak mudah bergeser (kendor) b. biasa dilengkapi dengan obat anti septik c. Bagaimana luas luka tersebut ? d. antiplagestik) b. Biasa dipergunakan pada luka – luka kecil 6. dimulai dari salah satu ujung yang diletakkan dari proksimal ke distal menutup sepanjang bagian tubuh yang akan dibalut kemudian dari distal ke proksimal dibebatkan dengan arah bebatan saling menyilang dan tumpang tindih antara bebatan yang satu dengan bebatan berikutnyaϖ ϖ Kemudian ujung yang dalam tadi (b) diikat dengan ujung yang lain secukupnya d. Pembalut ini dapat dibuat dari kain katun. untuk fiksasi pada sendi yang terkilir. lengan bawah. flanel atau bahan elastis. Apakah perlu membatasi gerak bagian tubuh tertentu atau tidak ? 2. Gambar cara membalut dengan pita : ϖ Pada kepala ϖ Pada lengan ϖ Pada tumit ϖ Pada telapak tangan 4. lengan atas. Sufratulle adalah kassa steril yang telah direndam dengan obat pembunuh kuman. hal ini karena kassa mudah menyerap air. betis dan kakiϖ Lebar 7. Kassa steril a. Adalah kassa yang dipotong dengan berbagai ukuran untuk menutup luka kecil yang sudah diberi obat – obatan (antibiotik. Plester adalah pembalut berperekat a. Yang paling sering adalah dari kassa. baru lekatkan pembalut plester Jika untuk fiksasi (misalnya pada patah tulang atau terkilir) : balutan plester dibuat ”strapping” dengan membebat berlapis – lapis dari distal ke proksimal dan untuk membatasi gerakkan tertentu perlu kita yang masing – masing ujungnya difiksasi dengan plesterϖ 5. Bagian dari tubuh yang mana ? b. perut dan punggung c. tutup luka dengan kassa. untuk merekatkan pada kelainan patah tulang b. sering dipakai pada luka – luka lebar yang terdapat pada badan b. Pembalut ini untuk merekatkan penutup luka. Perhatikan tempat atau letak yang akan dibalut dengan menjawab pertanyaan ini : a. Pita adalah pembalut gulung a. Cara membalut luka dengan plester ϖ Jika ada luka terbuka : luka diberi obat antiseptik. Sebelum dibalut jika luka terbuka perlu diberi desinfektan atau dibalut dengan .ϖ Luka pada ketiak ϖ Luka pada siku 3. Pembalut yang spesifik a. Snelverband adalah pembalut pita yang sudah ditambah dengan kassa penutup luka dan steril. Apakah ada luka terbuka atau tidak ? c. kain kassa. Cara membalut dengan pita : ϖ Berdasar besar bagian tubuh yang akan dibalut. maka dipilih pembalutan pita ukuran lebar yang sesuai Balutan pita biasanya beberapa lapis.5 cm : biasa untuk leher dan pergelangan tanganϖ Lebar 5 cm :biasa untuk kepala. Pilih jenis pembalut yang akan dipergunakan ! dapat salah satu atau kombinasi 3. Khusus untuk penutup luka. baru dibuka pada saat akan dipergunakan.5 cm : biasa untuk paha dan sendi panggulϖ Lebar 10 cm ϖ Lebar > 10 – 15 cm : biasa untuk dada. Setelah ditutup kassa itu kemudian baru dibalut PROSEDUR PEMBALUTAN 1. Macam – macam pembalut dan penggunaanya : : biasa untuk jari – jariϖ Lebar 2.

Kalau memungkinkan anggota gerak tersebut ditinggikan setelah dibidai 7. umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. lapis yang paling bawah letaknya disebelah distal e. Sebelum dipasang diukur dulu pada anggota badan korban yang tidak sakit 3. bidai vakum. jam tangan dan alat pengikat perlu dilepas . Dapat membatasi pergeseran atau gerak bagian tubuh yang memang perlu difiksasi b. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan. alumunium. koran. Usahakan posisi balutan yang paling nyaman untuk kegiatan pokok penderita d. bidai udara. Bidai keras Umumnya terbuat dari kayu. Mengurangi rasa nyeri 5. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong. Tidak mengganggu peredaran darah. Siapkan alat – alat selengkapnya 2. hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus. plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. misalnya pada balutan berlapis. Sesedikit mungkin membatasi gerak bagian tubuh yang lain c. jadi tidak perlu harus dipastikan dulu ada tidaknya patah tulang 3. dimulai dari sebelah atas dan bawah tempat yang patah 6. Bidai improvisasi Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Contoh : gendongan lengan PRINSIP PEMBIDAIAN 1. Ikatan harus cukup jumlahnya. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah 4. Lakukan juga pembidaian pada persangkaan patah tulang.pembalut yang mengandung desinfektan atau dislokasi perlu direposisi 4. Ikatan jangan terlalu keras dan terlalu kendor 4. umumnya dipakai pada patah tulang paha. karton dan lain-lain. Sepatu. Mempercepat penyembuhan MACAM – MACAM BIDAI 1. Lakukan pembidaian pada tempat dimana anggota badan mengalami cidera ( korban yang dipindahkan) 2. Mencegah pergerakan / pergeseran dari ujung tulang yang patah 2. 4. Contoh : bidai traksi tulang paha 3. Gendongan/Belat dan bebat Pembidaian dengan menggunakan pembalut. Tidak mudah kendor atau lepas PEMBIDAIAN PENGERTIAN Bidai atau spalk adalah alat dari kayu. gelang. Bidai dibalut dengan pembalut sebelum digunakan 5. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah 3. Bidai traksi Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya. Melewati minimal dua sendi yang berbatasan SYARAT – SYARAT PEMBIDAIAN 1. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Contoh : majalah. karton. 2. Tentukan posisi balutan dengan mempertimbangkan : a. anyaman kawat atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi) TUJUAN PEMBIDAIAN 1. Contoh : bidai kayu.

Secara umum. Upayakan kerja berkelompok. terus berkomunikasi dan lakukan koordinasi. Mekanika tubuh yang baik tidak akan membantu mereka yang tidak siap secara fisik. Saat mengangkat ada beberapa hal yang harus diperhatikan : • Rencanakan pergerakan sebelum mengangkat • Gunakan tungkai jangan punggung • Upayakan untuk memindahkan beban serapat mungkin dengan tubuh • Lakukan gerakan secara menyeluruh dan upayakan agar bagian tubuh saling menopang • Bila dapat kurangi jarak atau ketinggian yang harus dilalui korban • Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap Hal-hal tersebut di atas harus selalu dilakukan bila akan memindahkan atau mengangkat korban. Cara yang salah dapat menimbulkan cedera. Lebih baik tangani di tempat. bila tidak ada bahaya maka jangan memindahkan korban.GAMBAR PEMBIDAIAN PADA PATAH TULANG TUNGKAI BAWAH GAMBAR PEMBIDAIAN PADA PATAH TULANG LENGAN ATAS EVAKUASI Saat tiba di lokasi kita mungkin menemukan bahwa seorang korban mungkin harus dipindahkan. Kunci yang paling utama adalah menjaga kelurusan tulang belakang. MEMINDAHKAN KORBAN Kapan penolong harus memindahkan korban sangat tergantung dari keadaan. Penanganan korban yang salah akan menimbulkan cedera lanjutan atau cedera baru. Pemindahan Darurat Pemindahan ini hanya dilakukan bila ada bahaya langsung terhadap korban Contoh situasi yang membutuhkan pemindahan segera: • Kebakaran atau bahaya kebakaran • Ledakan atau bahaya ledakan • Sukar untuk mengamankan korban dari bahaya di lingkungannya : – Bangunan yang tidak stabil – Mobil terbalik – Kerumunan masa yang resah – Material berbahaya – Tumpahan minyak – Cuaca ekstrim • Memperoleh akses menuju korban lainnya • Bila tindakan penyelamatan nyawa tidak dapat dilakukan karena posisi korban. misalnya melakukan RJP Bahaya terbesar pada pemindahan darurat adalah memicu terjadinya cedera spinal. Contohnya : . Pemindahan Biasa Bila tidak ada bahaya langsung terhadap korban. Beberapa macam pemindahan darurat • Tarikan baju • Tarikan selimut atau kain • Tarikan bahu/lengan • Menggendong • Memapah • Membopong • Angkatan pemadam 2. maka korban hanya dipindahkan bila semuanya telah siap dan korban selesai ditangani. Pada situasi yang berbahaya tindakan cepat dan waspada sangat penting. MEKANIKA TUBUH Penggunaan tubuh dengan baik untuk memfasilitasi pengangkatan dan pemindahan korban untuk mencegah cedera pada penolong. Pemindahan korban ada 2 macam yaitu darurat dan tidak darurat 1. Ini dapat dikurangi dengan melakukan gerakan searah dengan sumbu panjang badan dan menjaga kepala dan leher semaksimal mungkin.

• Angkatan langsung • Angkatan ekstremitas (alat gerak) POSISI KORBAN Bagaimana meletakkan penderita tergantung dari keadaannya. Situasi di lapangan dan keadaan korban akan memberikan petunjuk bagaimana posisi yang terbaik. PERALATAN EVAKUASI • Tandu beroda • Tandu lipat • Tandu skop / tandu ortopedi/ tandu trauma • Vest type extrication device (KED) • Tandu kursi • Tandu basket • Tandu fleksibel • Kain evakuasi • Papan spinal . • Korban dengan syok • Tungkai ditinggikan • Korban dengan gangguan pernapasan • Biasanya posisi setengah duduk • Korban dengan nyeri perut • Biasanya posisi meringkuk seperti bayi • Posisi pemulihan • Untuk korban yang tidak sadar atau muntah Tidak mungkin untuk membahas semua keadaan.

Tujuan UPGK a. pembimbing dan pembina. Sasaran Langsung: Sasaran langsung adalah perorangan atau keluarga yang bersedia melakukan sesuatu terhadap dirinya sendiri dalam rangka mewujudkan keluarga sadar gizi. kegiatan meluas ke semua RW c) Pada setiap RW. Sasaran tidak langsung: Yang dimaksud dengan sasaran tidak langsung adalah perorangan atau institusi yang diharapkan dapat membantu secara aktif baik sebagai pengajar (motivator). Tujuan Khusus 1) Partisipasi dan pemerataan kegiatan: a) Semua anggota masyarakat ikut serta aktif dalam penyelenggaraan kegiatan. BKKBN. b. Merupakan usaha keluarga sendiri untuk memperbaiki keadaan gizi seluruh anggota keluarga. 1993: 2) Pengertian lain mengenai UPGK adalah: a. Penanggungjawab kegiatan adalah anggota masyarakat setempat yang telah mendapat latihan. melalui peningkatan peran serta masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas sektoral. a) Semua balita ditimbang setiap bulan. b) Pada daerah UPGK. Sasaran ini pada garis besarnya dapat disegmentasikan menjadi: a) Keluarga Balita (Ibu. Dilaksanakan oleh berbagai sektor terkait (kesehatan. b. dan hasil timbangannya dicatat di KMS b) Semua bayi disusui ibunya sampai usia 2 tahun atau lebih dan mendapat makanan lain yang sesuai dengan kebutuhannya c) Semua anak yang berumur 1-4 tahun mendapat 1 kapsul vitamin A dosis tinggi setiap 6 bulan d) Semua anak yang mencret segera diberi minum larutan gula garam atau larutan oralit 4. anggota keluarga yng ditugasi mengasuh anak) b) Ibu muda c) Ibu Hamil d) Ibu menyusui e) Masyarakat umum b. 2) Perubahan tingkah laku yang mendukung tercapainya perbaikan gizi. dan lain-lain. Secara operasional adalah rangkaian kegiatan yang saling mendukung untuk melaksanakan alih teknologi sederhana kepada keluarga dan masyarakat.Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) adalah usaha perbaikan gizi masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi. c. maupun sebagai penyedia jasa kelompok UPGK dalam rangka melembagakan dan memberdayakan keluarga sadar gizi. ( Depkes RI. ibu hamil dan ibu menyusui tercakup dalam kegiatan. Dilaksanakan oleh keluarga dan masyarakat dengan kader sebagai penggerak masyarakat dan petugas berbagai sektor sebagai motivator. semua balita (anak dibawah 5 tahun). d. Sasaran UPGK Secara garis besar sasaran UPGK dapat dikelompokkan menjadi : a. Sasaran ini antara lain terdiri dari: a) Kelompok yang mempunyai pengaruh dan menentukan dalam proses pengambilan . bapak. 3. partisipasi dan pemerataan hasil kegiatan untuk mencapai keluarga sadar gizi menuju terjadinya manusia berkualitas. Pertanian Dalam Negeri). Merupakan bagian dari kehidupan keluarga sehari-hari dan juga merupakan bagian integral dari pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tujuan Umum: Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung perbaikan gizi anak balita dan keluarga melalui peningkatan pengertian. PKK. Dikbud.

meliputi: (1) Sektor kesehatan (Petugas Rumah Sakit. PKK. LKMD. Lembaga Agama. guru agama) (3) Sektor Pertanian (4) Sektor BKKBN (5) Sektor Pendidikan . Kader dan lain sebagainya. KPD. penyuluh agama.keputusan misalnya : pemuka masyarakat baik formal maupun informal (pemuka agama. dan lain-lain ) b) Kelompok / institusi masyarakat di tingkat desa. c) Kelompok Petugas KIE dari sektor-sektor yang terkait dalam berbagai tingkat daerah. motifator UPGK jalur agama. Pramuka. LSM. KWT. Petugas Puskesmas dan lain-lain) (2) Sektor Keagamaan (Petugas KUA. Karang Taruna. kepala adat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->