BAB I PENDAHULUAN PTK IPA SD A.

Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar mengajar, pembelajaran mengandung arti suatu kegiatan yang dilaksanakan guru dan siswa secara bersama-sama. Inti dari pembelajaran tersebut adalah terjadi proses memberi dan menerima, diakhiri evaluasi yang sengaja dilakukan guru untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa. Berdasarkan hasil pengamatan guru dalam proses belajar mengajar, mata pelajaran IPA, kurang diminati siswa sebab dianggap sulit sehingga prestasi belajar siswa pada umumnya rendah. (Dyah H. 2002). Salah satu indikator rendahnya hasil belajar siswa pemanfaatan KIT IPA pada kegiatan belajar pada mata pelajaran tersebut belum maksimal. Pada umumnya metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar IPA masih didominasi oleh metode ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas. Sebaliknya strategi pembelajaran praktik dan demonstrasi oleh KIT IPA sering diabaikan, khususnya pada kegiatan pembelajaran konsep listrik. Untuk mengatasi hal tersebut, maka guru perlu memanfaatkan KIT IPA. Dengan menggunakan metode demonstrasi diharapkan siswa dapat berpartisipasi dan prestasi siswa dapat meningkat. B. Indentifikasi Masalah Mata pelajaran IPA di sekolah kurang diminati siswa karena dianggap menjenuhkan. Oleh karena itu perlu upaya perbaikan managemen proses pembelajaran dengan metode dan pendekatan yang tepat. Dalam rangka membangkitkan motivasi dan meningkatkan prestasi belajar, demonstrasi merupakan metode yang sesuai untuk meningkatkan prestasi siswa, khususnya pada pembelajaran konsep listrik. C. Rumusan Masalah Bertitik tolak dari latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : ³Apakah metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar tentang konsep listrik´ D. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar tentang konsep listrik. E. Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian ini adalah : Bagi Guru : meningkatkan proses dan hasil pembelajaran guru. Bagi Murid : Pelajaran IPA lebih menarik dan menyenangkan. BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK IPA SD 1. Pengertian Prestasi Belajar ³Prestasi belajar adalah suatu nilai yang menunjukkan hasil belajar yang tinggi yang dicapai menurut anak dalam mengejar sesuatu pada waktu tertentu.´ Sumartono (1992 : 18) dengan demikian hasil belajar IPA dapat diartikan sebagai sesuatu yang menunjukkan hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa setelah mempelajari IPA. 2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Menurut Wasty Sumanto, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu : Faktor stimulus. Faktor metode mengajar. Faktor individu. Berikut ini akan dijelaskan secara garis besar mengenai ketiga faktor tersebut : 1. Faktor Stimulus Yang dimaksud dengan faktor stimulus adalah segala hal di luar individu yang merangsang untuk mengadakan reaksi atau perubahan, penegasan serta suasana lingkungan eksternal yang diterima. 2. Faktor Metode Mengajar Metode mengajar guru sangat mempengaruhi terhadap belajar siswa, dengan kata lain metode yang dipakai guru sangat menentukan dalam mencapai prestasi belajar siswa. ³metode adalah cara, yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan´. (Winarno Surachmand, 1980 : 80) Jadi jelaslah bahwa metode menentukan pencapaian tujuan pengajaran. 3. Faktor Individual Selain kedua faktor di atas, faktor individual sangat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan belajar siswa, bahwa pertumbuhan dan usia seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Semakin dewasa individu semakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologisnya. 3. Tinjauan Tentang Metode Mengajar Banyak metode mengajar digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar. Semua metode mengajar itu dapat diterapkan. ³Metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud tertentu, cara menyelidiki (mengajar dan sebagainya)´. (W.J.S Poerwadarminta, 1986 : 646). Yang dimaksud dengan metode mengajar menurut T. Raka Joni dalam bukunya ³Strategi Belajar Belajar´ adalah sebagai berikut : Metode mengajar adalah cara, yang fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan cara-cara yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan pengajaran. (T. Raka Joni, 1980 : 783). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah cara yang paling tepat, bagaimana guru mengajar suatu materi pelajaran secara terarah, efisien dan sistematis untuk mencapai tujuan belajar. Salah satunya adalah metode demonstrasi. BAB III METODE PENELITIAN PTK IPA SD Kegiatan penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan harapan agar diperoleh data yang akurat dan diambil tindakan yang tepat. Identifikasi masalah pembelajaran kelas ditemukan bahwa siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 kurang berminat belajar IPA dan hasil belajar mereka masih rendah, berdasarkan masalah tersebut disusun perencanaan pembelajaran tentang konsep listrik dengan menggunakan metode Demonstrasi. Selama proses pembelajaran dilakukan observasi dan pengukuran hasil pembelajaran sebagai bahan refleksi. A. Subjek Penelitian Subjek PTK ini adalah siswa-siswa kelas VI SD Negeri Sukosari 01 Kecamatan Kasembon Tahun Pelajaran 2006 / 2007 sebanyak 19 anak. B. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama dan sesudah pembelajaran berlangsung. Data hasil observasi dicatat sebagai catatan bebas. Data mengenai hasil belajar siswa disaring melalui hasil tes, soal tersebut dibuat oleh guru sendiri. Data hasil tes ini diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa.

Jika sebelumnya tidak ada interaksi antar individu. maka dalam STAD siswa dapat bekerja sama dalam menyelesaikan masalah sampai semua anggota kelompok dapat menyelesaikan masalah. Usaha tersebut akan diwujudkan dalam suatu penelitian tindakan kelas yang akan menerapkan pembelajaran STAD dan bermain kuis. dan lebih suka bermain dan mengobrol. cakap. sehat. dan dunia bisnis lainnya. Sering jika diberi tugas tidak selesai tepat waktu. menjadi bukti nyata adanya peran matematika dalam revolusi teknologi. Kelompok dikatakan tidak selesai jika ada anggotanya . Hasil belajar siswa dianalisa berdasarkan ketuntasan belajar siswa yakni 80% dari jumlah siswa sudah mencapai 70% taraf penguasaan konsep yang diberikan. Menyikapi kondisi tersebut penulis sebagai guru kelas VIA yang harus menyiapkan peserta didik menuju ujian akhir sekolah dan mampu bersaing dalam mengikuti tes masuk SMP Negeri. dan menyenangkan bagi siswa. Era global yang ditandai dengan kemajuan teknologi informatika.html Copyright aadesanjaya. Pembelajaran sehari-hari menggunakan metode ceramah dan latihan-latihan soal secara individual. kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengetahuan guru. Sehingga matematika merupakan bidang ilmu yang strategis untuk membentuk generasi yang siap menghadapi era global yang penuh dengan kompetitif tersebut.C. selalu berusaha memperbaiki pembelajaran dengan mengkondisikan pembelajaran yang memudahkan. seperti tutor sebaya dan lain-lain. alasannya pelajaran matematika memusingkan dan lain-lain.8 dan hanya 50% siswa mencapai nilai 60 atau >60 . Tujuan ini dituangkan dalam tujuan pembelajaran matematika yaitu melatih cara berfikir dan bernalar.blogspot. Hal ini tidak lain merupakan salah satu upaya untuk memenuhi amanat salah satu kebijakan inovatif. berilmu. Apalagi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar matematika selalu berada di tingkat bawah dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. mandiri. Hal ini terbukti sebagian besar siswa mengeluh apabila diajak belajar matematika. bahkan masa depan suatu bangsa. perbankan. volum bangun. 20 Th. Read more at: http://aadesanjaya. sedang. yaitu mutu lulusan tidak cukup bila diukur dengan standar lokal atau nasional saja. berakhlak mulia. maka sebagai guru di Sekolah Dasar yang mengajarkan dasar-dasar matematika merasa terpanggil untuk senantiasa berusaha meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar matematika. 2004).blogspot. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UURI No. kreatif. Teknologi pembelajaran inovatif seyogyanya dikembangkan dengan cara mengadaptasi atau mengadopsi teknologi pembelajaran inovatif yang memenuhi standar internasional. (Depag RI. Sedangkan operasi hitung merupakan dasar bagi kompetensi dasar berikutnya seperti menghitung luas bangun. Padahal idealnya minimal harus mencapai 100% siswa mendapat 60 atau >60.com/2011/10/ptk-ipa-sd-kelas-vi-penelitian-tindakan. (Mohamad Nur. 2003) Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Silahkan teman download PTK IPA SD dibawah ini semoga dengan ptk ini teman teman terbantu dalam menyusun ptk yang dijadikan bahan serifikasi atau sebagai pedoman dalam membuat ptk. dan tidak ada interaksi antar siswa yang pandai. Melihat betapa besar peran matematika dalam kehidupan manusia.com BAB I PENDAHULUAN PTK Matematika SD A. dan sebagainya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenyataan sehari-hari yang menunjukkan bahwa siswa kelihatannya jenuh mengikuti pelajaran matematika. mengembangkan kemampuan menyampaikan infomasi atau mengkomunikasikan gagasan. STAD juga memiliki keunggulan bahwa siswa yang dikelompokkan secara heterogen berdasarkan kemampuan siswa terhadap matematika akan terjadi interaksi yang positif dalam menyelesaikan masalah. Model pembelajaran STAD (Student Team Achievement Devision) adalah salah satu pembelajaran kooperatif yang dikembangkan berdasarkan teori belajar Kognitif-Konstruktivis yang diyakini oleh pencetusnya Vygotsky memiliki keunggulan yaitu fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil ulangan harian matematika yang pertama pada kompetensi dasar operasi hitung hanya mencapai rerata 57. dan normal. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang penuh dengan kompetitif merupakan tantangan bagi dunia pendidikan. mengembangkan aktifitas kreatif. mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Metode Analisa Data Data hasil observasi pembelajaran dianalisa. mengasyikkan. industri otomotif. 2003). Matematika sebagai disiplin ilmu turut andil dalam pengembangan dunia teknologi yang kini telah mencapai puncak kecanggihan dalam mengisi berbagai dimensi kebutuhan hidup manusia.

termasuk memilih teknik dan alat penilaian yang digunakan adalah penilaian tertulis. tinggi). Pembelajaran Matematika 1. sedang. Proses adalah seluruh rangkaian suatu tindakan (Trisno Yuwono. Dalam setiap kesempatan. dan akhirnya semangat belajar siswa meningkat dan hasil belajar juga meningkat. atau prinsip dalam matematika. Penilaian Penilaian yang dilakukan lebih berfokus pada penilaian berbasis kelas. maket. Perumusan Masalah PTK Matematika SD Untuk memberi batasan permasalahan agar lebih jelas dan terarah. dan mengasyikkan. mencatat . setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. 2003). diagram. maka perlu dirumuskan permasalahan yang akan dibahas. Standar Kompetensi dirancang secara berdiversivikasi. mengembangkan aktivitas kreatif. sehingga guru dapat memberikan pelayanan dalam bentuk akselerasi (percepatan) belajar atau memberikan materi pengayaan (Mohamad Nur. 2005). Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan para siswa secara bersamasama dalam proses belajar mengajar (Ninik. Untuk itu pembelajaran dilanjutkan dengan bermain kuis antar kelompok agar matematika yang dianggap membosankan akan berubah menjadi menyenangkan. Kinerja atau unjuk kerja meliputi: menghitung. Pembelajaran Matematika bertujuan melatih cara berfikir dan bernalar. D. dan bangun ruang. tabel. Pembelajaran Pembelajaran Matematika akan bermakna bagi siswa apabila mereka aktif dengan berbagai cara untuk mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuannya. (Depag RI. F. agar dapat menambah wawasan dan informasi tentang pilihan berbagai bentuk. 2004) Kuis suatu kegiatan tanya jawab antar kelompok. Secara khusus. Bermain kuis adalah permainan yang mengasyikkan bagi anak-anak usia sekolah dasar. proses adalah seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam pembelajaran untuk mencapai hasil belajar secara maksimal. 2003) 3. Dengan demikian suatu rumus. agar mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik. mengukur jarak. eksplorasi. menyenangkan. Sedangkan kelompok tinggi adalah kelompok yang memiliki kecepatan belajar lebih cepat dari kelompok sedang. Lembaga pendidikan. sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model matematika. 2. Jika siswa belajar tentang luas bangun dengan bermain kuis. dalam menjelaskan gagasan (Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. khususnya pembelajaran matematika. Guru. B. dan eksperimen. Bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat. (Depag RI. menimbang. mengasyikkan. 2000) Luas bangun adalah salah satu kompetensi dasar pada mata pelajaran matematika kelas VI semester I (Kurikulum 2004) Model kooperatif STAD adalah merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. menafsir. pembelajaran matematika dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (cotextual problem). 2001) BAB II KAJIAN PUSTAKA PTK Matematika SD A. maka semangat belajar siswa akan meningkat. pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada : Siswa. rumus. Dalam menyelesaikan tugas kelompok. maka semangat belajar siswa akan meningkat. dan mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi dan mengkomunikasikan gagasan (Mohamad Nur. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan mengetahui : Pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat. diharapkan dapat memberikan informasi dalam peningkatan kualitas pendidikan. Beberapa aspek penilaian sebagai berikut: Karya meliputi: garis bilangan. yaitu sebagai berikut: Bagaimanakah pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat ? Bagaimanakah bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat ? C. Definisi Operasional Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti. sebagai bahan rujukan dalam penelitian selanjutnya. model. E.bentuk strategi pembelajaran. dan penilaian karya atau portofolio. Dalam penelitian ini. Penelitian lanjutan. Fungsi dan Tujuan Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan.belum selesai. maka dapat dikemukakan hipotesis tindakan sebagai berikut: Jika siswa belajar tentang luas bangun dengan model kooperatif STAD. penilaian kinerja. 1994). maka perlu dijelaskan definisi operasinal sebagai berikut: Peningkatan adalah suatu usaha untuk menjadikan lebih baik atau lebih bermutu. mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Pengertian Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki obyek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif. sehingga perlu diberikan pelayanan dalam bentuk menambah waktu belajar atau memberikan remediasi. untuk melayani semua kelompok siswa (normal. konsep. 4. peta. yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas (Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. lebih berdaya guna dan berhasil guna. Dalam merancang penilaian. serta sebagai alat komunikasi melalui simbol. Hipotesis Tindakan Berdasarkan alasanalasan di atas. Belajar belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pembelajaran. Kelompok normal adalah kelompok yang memerlukan waktu belajar relatif lebih lama dari kelompok sedang. 2005). grafik. seyogyanya ditemukan kembali oleh siswa di bawah bimbingan guru.

196005171981122005 DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN PAGAK SEKOLAH DASAR NEGERI PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK ) Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 A. Model pembelajaran kooperatif ini dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif-konstruktivis. Model Pembelajaran Kooperatif STAD Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Perilaku: menunjukkan sifat teliti. B. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan.com/2011/09/ptk-matematika-sd-kelas-6. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran.html Copyright aadesanjaya. tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi. Vygotsky yakin bahwa fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antar individu.blogspot. Belajar belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pembelajaran. Dalam menyelesaikan tugas kelompok. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia.blogspot. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. yaitu tentang learning community (Depag RI. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan . Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Untuk mendapatkan ptk lebih lengkap lagi teman harap download PTK Matematika SD dibawah ini mudah mudahan membantu teman teman Read more at: http://aadesanjaya. Penerapan model pembelajaran kooperatif ini juga sesuai dengan yang dikehendaki oleh prinsip-prinsip CTL (contextual teaching and learning).com PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG TAHUN PELAJARAN 2007/2008 OLEH : PEMBAYUN SEKARWIYATI. menunjukkan sikap kritis. yaitu tentang penekanan pada hakikat sosiokultural dari pembelajaran. dan kebiasaan berfikir logis (Nur Mohamad. tangguh. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa.data. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. berdisiplin. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. berbudi pekerti luhur. diagram. 2003). manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. bekerja keras. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut. berkepribadian. maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. dan membuat tabel. Depdikbud (1999). 2004). Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. NIP. setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. mandiri. Implikasi dari teori Vygotsky ini dapat berbentuk pembelajaran kooperatif. S. sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Salah satu teori Vygotsky. grafik. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja. Perubahan-perubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. bertanggung jawab.Pd. Sejalan dengan kemajuan tersebut.

Penulis memilih metode pembelaja.00. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. tanpa menggunakan alat peraga.00. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. 2. penelitian ini bertujuan untuk: Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V Penelitian . Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ". Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsepkonsep mata pelajaran yang akan disampaikan. (Siadari. E. mencari. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Contoh Proposal PTK Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. 2001: 4). guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK Sesuai dengan permasalahan di atas. 2001 : 3). Untuk itu. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. B. D. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah.guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3.

tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Suatu konsep misalnya: segi tiga. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. baik sementara maupun tetap. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. :Dalam proses belajar. membaca sendiri dan mencoba sendiri. demokrasi dan sebagainya. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. Agar anak dapat belajar sendiri. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Dr. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. suruhan. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Guru hanya sebagai teman belajar saja. memperbanyak kesiapan. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. Mampu mengarahkan cara siswa belajar. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. dengan diskusi. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar . pans. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. apakah karena adanya ajakan. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah: Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. mencerna. menjelaskan. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut: Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. seminar. 3. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. G. setelah siswa mengikuti pelajaran. H. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. membantu bila diperlukan. yaitu: 1. 2000: 28). Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. dengan diskusi. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Kajian Pustaka a. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. mengerti. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. manbuat dugaan. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. J. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. seminar. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. Dengan menggunakan discovery learning. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. menggolong-golongkan. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu.

motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. 2. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. 2001: 7). dan lain sebagainya. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Mengadakan penilaian atau tes. Makin jelas tujuan. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. misalnya adanya persaingan. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. untuk mencapai nilai yang tinggi. suruhan. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. 2000: 29). Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya.k. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. c. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. 2001: 3). barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Sejalan dengan prestasi belajar. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan . berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. tentu saja dengan bimbingan guru. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi. d. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. Menurut Winata (dalam Erriniati. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. apakah karena adanya ajakan. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. Dengan demikian. 2000: 29).(Usman. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. Jadi. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. dekerjakan). 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins.

Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. jenis kelamin. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Makin tepat motivasi yang diberikan. d. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. penerapan tindakan. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. kolaboratif. Setiap siklus tediri dari perencanaan. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). 2002: 19). I. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2. dan spiral. Selain itu. partisipatif. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. akan makin berhasil pula pelajaran itu. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sebagai obyek penelitian e. Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Metode Penelitian a. Data dan sumber Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 ± C 6. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. proses. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. 4. isi. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. Sumber data penelitian adalah siswa kelas««. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5.(discovery) akan bertahan lama. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di««. Analisis data 1. Secam Aswirara individu. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif««« Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. 2001) b. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model««Adapun langkah ± langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada .maupun etnis. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. tindakan. Siklus I 1. observasi. bertujuan untuk melakukan perbaikan ±perbaikan terhadap sistim. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. Kegiatan pada tahap ini adalah : Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat Melaporkan hasil penelitian c. Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. cara kerja. refleksi.

baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar. Oleh karena itu. menyatakan bahwa dalam dunia pendidikan. dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif (Depdiknas. mengingat bahasa ini bagi sebagian sekolah merupakan bahasa pengantar yang dipakai untuk menyampaikan materi pelajaran yang lain. sosial. antara lain : Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis. bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan. kejenuhan. Oleh karena itu pemerintah membuat kurikulum bahasa Indonesia yang wajib untuk diajarkan kepada siswa pada setiap jenjang pendidikan. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan suatu tantangan tersendiri bagi seorang guru. Untuk berbahasa dengan baik dan benar. Menurut Johana Pantow dkk (2002) yang tersedia dalam http://digilib. apa yang dihasilkan. PENDAHULUAN Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual. maka diperlukan pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi.tiap siklus. Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini. khususnya dalam aspek menulis.id pada tanggal 26 Januari 2008.blogspot. mata pelajaran bahasa Indonesia sering diremehkan oleh sebagian besar siswa.ac. Menurunnya prestasi belajar siswa dapat dibuktikan dengan hasil tes pada mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis pada tanggal 15 Januari 2008.com/2011/07/contoh-proposal-ptk-penelitian-tindakan. MATA PELAJARAN DAN BIDANG KAJIAN Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Bidang kajian : Pembelajaran inovatif C. sejak dini pengajaran bahasa selalu harus didasarkan pada keterampilan bahasa dimana salah satunya adalah writing.html Copyright aadesanjaya. Dari tes tersebut diperoleh hasil tulisan siswa belum sempurna.itb. serta kebingungan siswa dalam hal menulis yang mengakibatkan menurunnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran menulis dapat disebabkan oleh beberapa faktor. mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. Pendidikan dan pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek penting yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai angka di atas 70. Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar. dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi (BSNP. mendeskripsikan suatu benda ataupun ketika menulis puisi. JUDUL PENELITIAN PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDESKRIPSIKAN BINATANG DENGAN BAHASA TULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BINATANG PADA SISWA KELAS II SDN 02 PEDAWANG PEKALONGAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL B. dengan tujuan pembelajaran mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar yang dilaksanakan pada siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan. pada kenyatannya hanya mencapai angka 65. Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra.blogspot. 2006). Kesulitan siswa dalam menulis biasanya terlihat ketika siswa diminta untuk menulis sebuah karangan sederhana. 2006). 3. menulis merupakan suatu tuntutan keterampilan yang harus dikuasai oleh manusia sebagai bahasa tulis. berpartisipasi dalam masyarakat dengan menggunakan bahasa tersebut. Kurangnya motivasi siswa. Read more at: http://aadesanjaya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. 4. karena penggunaan katanya belum tepat dan kalimatnya cenderung diulang-ulang sehingga tidak mudah untuk dipahami. yakni dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Kebosanan. sehingga hanya 27% siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia dalam aspek menulis untuk . Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi membantu peserta didik untuk mengemukakan gagasan dan perasaan.com PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS A. Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya.

Setiap siklus terdiri dari perencaan. Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Dikdasmen Diknas. Manfaat Praktis a. serta untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam menyusun puzzle. Dengan demikian guru dapat merancang suatu bentuk pembelajaran yang aktif. puzzle (potongan gambar) beberapa binatang dalam satu lingkugan tempat hidupnya sebagai media untuk pembelajaran berbasis kelompok (siklus III). Bagi Guru Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru. sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia. Dengan kedua hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan bintang dengan bahasa tulis. observasi dan refleksi. 2. dengan media berupa gambar binatang sebagai media dalam pembelajaran individu (siklus I). Mengungkap suatu pendekatan atau model pembelajaran serta media yang dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam pembelajaran. dilakukan dengan suatu pembelajaran yang inovatif dan diyakini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SDN 02 Pedawang Pekalongan. D. Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut. penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki mutu pembelajaran menulis dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas II semester II dengan menggunakan media gambar binatang melalui pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). puzzle (potongan gambar) seekor binatang sebagai media dalam pembelajaran berbasis kelompok (siklus II). F. inovatif.kelas II semester II SDN 02 Pedawang Pekalongan. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk : Mengungkap suatu pendekatan atau model serta media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis. 2002:1). Ketiga media yang digunakan dalam PTK tersebut untuk merangsang keaktifan siswa dalam bertanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan gambar. Dengan penelitian tindakan tersebut. Manfaat Teoretis Secara teoretis. yakni dengan mencari dan menggunakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang efektif. dan berpotensi memperbaiki pembelajaran menulis. yakni 70. kreatif. Dalam hal ini. Media gambar digunakan dalam penelitian ini karena pola berpikir siswa kelas II yang masih memerlukan media pembelajaran yang konkrit. Rencana Pemecahan Masalah Masalah rendahnya prestasi belajar siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang di sekitar dengan bahasa tulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ditindaklanjuti oleh guru dengan mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK). Bagi Siswa Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran. Selain itu juga sebagai alat bantu dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam medeskripsikan binatang dalam bentuk tulisan. motivasi. maka rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah : Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan menggunakan media gambar binatang dapat meningkatkan keterampilan kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam mendeskripsikan binatang yang ada di sekitar dengan bahasa tulis? Apakah melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas II SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan dalam pembelajaran? Bagaimana keterampilan guru dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual? 2. maka guru harus mengambil tindakan. yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia pada aspek . gagasan. efektif. khususnya dalam aspek menulis. RUMUSAN MASALAH DAN RENCANA PEMECAHAN MASALAH 1. diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan nilai rata-rata kelas dalam pencapaian tujuan tersebut di atas 70 dan dalam pembelajaran menulis setiap siswa diharapkan dapat memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia aspek menulis kelas II semester II yang telah dibuat dan ditentukan oleh SDN 02 Pedawang kabupaten Pekalongan. b. sehingga meningkatkan minat. Dengan demikian. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. E. MANFAAT PENELITIAN 1. siswa dapat menyukai kegiatan menulis dan dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam menuangkan berbagai ide. pelaksanaan. Dengan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya. Mengetahui peningkatan keterampilan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). dan menyenangkan melalui pendekatan kontekstual dengan media gambar sebagai media alternatif dalam pemecahan masalah tersebut. Pembelajaran inovatif dalam penelitian ini menggunkan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning). dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis yang berakibat pada meningkatnya prestasi belajar siswa. siswa diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dalam mendeskripsikan binatang dengan bahasa tulis menggunakan media gambar binatang. Penelitian tindakan kelas (PTK) tersebut dilakukan dalam tiga siklus. serta pengalamannya dalam sebuah tulisan imajinatif yang dapat dinikmati oleh orang lain. Media gambar dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam mendeskripsikan seekor binatang dengan bahasa tulis.

TIM PENELITIAN DAFTAR PUSTAKA PTK Bahasa Indonesia SD Kelas 2 ini di susun oleh Rima Melyana yang selengkapnya akan anda dapat kan setelah mendownload PTK ini.html Copyright aadesanjaya.blogspot.com/2011/09/ptk-bahasa-indonesia-kelas-2-sd. mudah mudahan teman teman yang lain juga bisa share PTK.menulis. METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Perencanaan Tahap Penelitian Tempat Penelitian Subjek Penelitian Data dan Sumber data Teknik Pengumpulan data Teknik Analisis data Indikator Keberhasilan I. KAJIAN PUSTAKA Kajian Teori Hipotesis Tindakan H.com . khususnya bagi siswa kelas rendah yang membutuhkan suatu pendekatan dalam pembelajaran sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa pada saat pembelajaran.blogspot. c. JADWAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS J. sekali lagi terimakasih bu Rima Melyana atas PTK nya. Download lengkap diawah ini Read more at: http://aadesanjaya. Bagi Sekolah Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolok ukur dalam peningkatan dan perbaikan mutu pembelajaran menulis di sekolah. Dengan demikian siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan. mudah mudahan bermanfaat ya untuk semuanya. atau artikel yang lain di blog ini. G.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful