EPISTEMOLOGI: Cara Mendapatkan Pengetahuan yang Benar

1. Epistimologi Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat diketahui. Sebenarnya kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemologi. Epistemologi juga disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Secara etimologi, istilah epistemologi berasal dari kata Yunani episteme berarti pengetahuan, dan logos berarti teori. Dalam Epistemologi, pertanyaan pokoknya adalah ³apa yang dapat saya ketahui´? Persoalan-persoalan dalam epistemologi adalah: 1.Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu?; 2). Dari mana pengetahuan itu dapat diperoleh?; 3). Bagaimanakah validitas pengetahuan a priori (pengetahuan pra pengalaman) dengan pengetahuan aposteriori (pengetahuan purna pengalaman) (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, 2003, hal.32). Menurut William S.Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian, 1965, dalam Jujun S.Suriasumantri, 2005, epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: apakah sumber-sumber pengetahuan ? apakah hakikat, jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk ditangkap manuasia Menurut Musa Asy¶arie, epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan mengenai hakikat ilmu, dan ilmu sebagai proses adalah usaha yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada suatu obyek kajian ilmu. Sedangkan, P.Hardono Hadi menyatakan, bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari dan mencoba menentukan kodrat dan skope pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasarnya, serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Sedangkan D.W Hamlyn mendefinisikan epistemologi sebagai cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, dasar dan pengendaian-pengendaiannya serta secara umum hal itu dapat diandalkannya sebagai penegasan bahwa orang memiliki pengetahuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan. Dengan bahasa sederhana, epistemologi merupakan cara mendapatkan pengetahuan dengan benar. Jenis-jenis Epistemologi Jenis-jenis epistemologi dapat bedakan berdasarkan : a. Metode pendekatan 1. Epistemologi metafisis, yaitu Merupakan epistemologi yang mendekati gejala pengetahuan dengan bertitik tolak dari pengandaian metafisika tertentu. Epistemologi macam ini berangkat dari suatu paham tertentu tentang kenyataan, lalu membahas tentang

(c) metafisika atau pandangan dasar tentang kenyataan secara menyeluruh yang diandaikan oleh epistimolog metafisis sebagai titik tolak. Epistemolgi Kritis Epistemologi ini berangkat dari asumsi. Pengetahuan Kehidupan manusia tidak tidak terlepas dari apa yang diketahuinya. b. prosedur dan kesimpulan pemikiran akal sehat atau kesimpulan pemikiran ilmiah sebagaimana kita temukan dalam kehidupan. dialami dan dipikirkan. Konsep ini baru mengalami perkembangan pada Abad Penalaran (The Age of Reason. Epistimologi Skeptis Jenis epistemologi yang mempunyai pendekatan dengan membuktikan terlebih dahulu apa yang kita ketahui sebagai sesuatu yang sungguh nyata atau benar-benar tidak dapat diragukan lagi dengan menganggap tidak nyata segala sesuatu yang kebenarannya masih dapat diragukan. bukan pembedaan atau diferensiasi antara pengetahuan yang satu dengan yang lainnya. 3. Apapun yang diketahuinya (benar atau salah) pasti akan berpengaruh terhadap apa-apa yang dilakukannya. Pengetahuan mulai dibedakan paling tidak berdasarkan: (a) apa yang diketahui.bagaimana manusia mengetahui kenyataan itu. Epistemologi sosial Merupakan kajian filosofis terhadap pengetahuan sebagai data sosiologis. Kelemahannya adalah (a) epistimolog secara tidak kritis begitu saja mengandaikan bahwa kita dapat mengetahui kenyataan yang ada . (b) hanya menyibukkan diri dengan uraian tentang seperti apa pengetahuan macam itu dan bagaimana diperoleh. Semuanya menyatu dalam kesatuan yang batas-batasnya kabur dan mengambang (Jujun S. Berdasarakan objek yang dikaji 1. Yang konsekuensinya mengubah pengetahuan dengan konsep dasar kesamaan menjadi pembedaan. kepentingan sosial dan lembaga sosial merupakan faktor yang menentukan dalam proses. lalu dicoba untuk ditanggapi secara kritis akan asumsi. prosedur dan kesimpulan tersebut. dan kemudian melahirkan berbagai spesialisasi pekerjaan yang merubah struktur kemasyarakatan. dan (c) untuk apa pengetahuan itu digunakan. maupun pemerolehan pengetahuan 2. (b) bagaimana cara mengetahui. 2007:4). Pengetahuan hanya didasarkan pada kriteria kesamaan sebagai konsep dasarnya. . berbagai pengetahuan tidak memiliki pembedaan yang jelas. Seiring bertambahnya umur manusia semakin banyak hal yang diketahuinya (Tafsir. Kelemahannhya. Jarum Sejarah Pengetahuan Pada awalnya. cara. merupakan pengetahuan yang kontroversial 2. pertengahan abad17). proses pemerolehan) manusia sebagai individu yang bekerja dalam proses mengetahui 2. 2007:101). Epistemologi individual Epistemologi ini mengkaji struktur pemikiran (status kognitif. Hubungan sosial. bersifat skeptis 3.

Jenis-jenis Pengetahuan Berdasarkan cara kerja yang dipakai dalam memperoleh dan mempertanggungjawabkan kebenarannya serta berdasarkan perbedaan objek yang yang menjadi bahan kajiannya. landasan tentang kebermaknaan pengetahuan itu terhadap kehidupan. Landasan epistemology. Pengetahuan Religius Pengetahuan yang kebenarannya tidak dapat ditentukan benar-salahnya baik secara apriori (pengetahuan pra pengalaman) berdasarkan penalaran logis maupun secara aposteriori (pengetahuan purna pengalaman) berdasarakan pengalaman. Pengetahuan Moral Dalam pengetahuan ini. Pengetahuan ilmiah / ilmu Merupakan pengetahuan yang diperoleh dan dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah atau dengan menerapkan cara kerja ilmiah atau metode ilmiah. Ilmu dan Seni A.Segala yang diketahui manusia tanpa harus dibuktikan benar atau salahnya itulah yang disebut dengan pengetahuan. Ilmu Ilmu merupakan pengetahuan ilmiah. tetapi bermaksud mengungkapkan perasaan atau sikap penilai maupun pendengar terhadap kebudayaan tempat orang lahir dan dibesarkan c. Landasan aksiologi. Hal senada diungkapkan oleh Ahmad tafsir dalam Filsafat Ilmu (2007:5) bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui manusia. penilian dan putusan moral tidak termasuk wacana yang mau menegaskan benar-salah . ± Relativisme . landasan tentang apa yang dikaji oleh pengetahuan b. tidak ada klaim kebenaran yang absah. Sementara Jujun S dalam Filsafat Ilmu:sebuah pengantar populer (2007:104) mengatakan bahwa pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Terdapat dua penilaian kebenaran dalam pengetahuan moral. 3. penerimaan kebenaran penilaian dan putusan moral yang bersifat relatif terhadap kebudayaan tempat penilaian dan putusan moral itu dibuat ± Nonkognitivisme. dengan kata lain untuk apa pengetahuan tersebut 2. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan . Kebenaran pengetahuan ini di luar lingkup pengetahuan manusia. Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita. Landasan pengetahuan a. b. landasan tentang bagaimana cara pengetahuan diperoleh c. Landasan ontologi. Pengetahuan. Penilaian dan putusan moral pada dasarnya berakar pada latar belakang budaya seseorang. pengetahuan dibedakan menjadi : a. 1.

muncul pengetahuan yang disebut seni terapan. Dengan metode ilmiah. 4. yang didasari pada penafsiran terhadap alam. Ilmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal (tidak mengenai orang tertentu). 2. diharapkan pengetahuan . Mencari tahu bagaimana sesuatu itu bisa terjadi (menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu terjadi). Seni Seni merupakan pengetahuan yang mencoba mendeskripsikan sebuah gejala dengan sepenuh-penuhnya makna. Seni terapan ini bersifat deskriptif dan fenomenologis(proses pengkajian menitikberatkan pada penyelidikan gejala-gejala yang bersifat empiris tanpa kecenderungan untuk pengembangan postulat yang bersifat teoritis atomistis). emosi dan panca indera. seperti pikiran. terbatas (tidak menunjang berkembangnya teori-teori umum). sedangkan seni bersifat individual dan personal dengan memusatkan perhatiannya pada pengalaman hidup manusia perseorangan Seiring perkembangan pengetahuan manusia yang mencoba menafsirkan dunia yang terlepas dari belenggu mitos. sedangkan seni mencoba mengungkapkan obyek penelahan itu sehingga menjadi bermakna bagi pencipta dan mereka yang meresapinya melalui berbagai kemampuan manusia untuk menangkapnya.tujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan manusia dan untuk menawarkan kemudahan. b. c. yan mempunyai kegunaan langsung daam kehidupan badani manusia sehari-hari. Mengembangkan pengetahuan yang mempunyai kegunaan yang praktis. Metode ilmiah menjadi syarat bagi suatu pengetahuan agar dapat disebut sebagai ilmu. Perbedaan Seni dengan Ilmu 1. Menafsirkan gejala-gejala fisik dan mekanisme yang mengaturnya. B. Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan prosedur yang digunakan dalam mendapatkan yang disebut ilmu yang berupa langkah-langkah tertentu. 1978) C. Penelaahan diarahkan pada hubungan berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi yang menyebabkan timbulnya suatu gejala dan proses atau mekanisme terjadinya gejala itu. Seni adalah produk dari daya inspirasi dan daya cipta manusia yang bebas dari cengkraman dan belenggu berbagai ikatan (Mochtar Lubis. Ilmu mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional. Ilmu merupakan pengetahuan ilmiah yang diperoleh dengan cara tertentu yang disebut metode ilmiah Cara mendapatkan ilmu: a.

Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis Argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin ada antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan.mempunyai karakteristik tertentu yang diminta oleh pengetahuan ilmiah. Disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan . sebab sesuai dengan hakikat rasionalisme yang bersifat pluralistic.Sistematik. yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan pengetahuan yang disusun merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Cara berpikir yang memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang yang telah dikumpulkan sebelumnya. berisi langkah-langkah/kegiatan yang tersusun dalam urutan yang teratur. b. Perumusan masalah Pertanyaan mengenai obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait didalamnya b. langkah-langkah tersebut adalah: a. tidak memberikan kesimpulan yang bersifat final. sifat ini memungkinkan terjadinya komunikasi yang intensif dalam kalangan masyarakat keilmuan. tidak terselubung. bila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian dengan obyek faktual yang dituju). Penjelasan yang bersifat rasional dengan kriteria kebenaran koherensi ini (suatu pernyataan benar. Sifat metode ilmiah .Eksplisit. dimungkinkan disusunnya berbagai penjelasan tentang suatu obyek . C. . a. Cara berpikir metode ilmiah Dalam menyusun pengetahuan. Cara berpikir yang berdasarkan kriteria kebenaran korespondensi (suatu pernyataan dianggap benar. Berpikir induktif. jika pernyataan tersebut obyektiv dan reliabel). Langkah-langkah Metode Ilmiah Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah (logico-hypothetico-verifikasi) dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. metode ilmiah mengembangkan dua cara berpikir. A. B. Berpikir deduktif.

Mengembangkan instrumen penelitiankan Merupakan strategi untuk mendapatkan data yang benar sehingga mendapatkan hasil pengujian hipotesisi yang maksimal 5. regional atau universal. Penarikan kesimpulan Penilaian apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Perumusan hipotesis Jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan.dilakukan hal-hal berikut: 1. apakah berlaku secara loka. Membuat rancangan penelitian. jika melakukan penelitian tentang kecepatan membaca siswa SD. Dalam pengujian hipotesis. Pemilihan cara analisa data Langkah ini merupakan salah satu langkah penting yang mengarahkan peneliti kepada penarikan kesimpulan yang benar.c. Sebagai contoh. Menetapkan populasi dan sampel Langkah ini merupakan strategi pengaturan latar penelitian agar peneliti memperoleh jumlah data yang memadai sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian sehingga mendapatkan validitas eksternal yang maksimal. wawancara. 4. Menetapkan metode pengumpulan data Adalah metode tentang bagaimana cara untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. karena telah memenuhi persyaratan keilmuan: (a) kerangka penjelasan yang konsisten dan (b) teruji kebenarannya(secara pragmatis). maka Asumsinya semua siswa SD dapat membaca 2. Apakah melalui eksperimen. sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan dan berhubungan dengan hipotesis yang telah diajukan. Validitas eksternal mempertanyakan efek keluar dari kesimpulan yang akan diperoleh. Rancangan penelitian merupakan suatu bentuk strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian sehingga mendapatkan validitas internal yang maksimal. Asumsi merupakan landasan dasar yang memberikan petunjuk penafsiran kesimpulan yang akan didapat. e. materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan d. . Validitas internal adalah mempertanyakan apakah faktor-faktor penyebab (variabel bebas) benar-benar memberikan perubahan terhadap faktor akibat (variabel terikat) 3. Menyatakan asumsi-asumsi penelitian. angket dll 6. Hipotesis yang diterima dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah. Pengujian hipotesis Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan ada/tidaknya hubungan antara fakta-fakta yang mendukung hipotesis.

Dalam http://www. Metode ilmiah dimulai dengan mengajukan pertanyaan tentang sesuatu yang di amati: Bagaimana. Kapan. kemudian _____[ini ]_____ ini akan terjadi.org/science-fair mengungapkan bahwa langkahlangkah metode ilmiah sebagai berikut: a. Anda melakukan tes adil dengan . pertanyaannya harus tentang sesuatu yang dapat diamati dan diukur b.sciencebuddies. d. dan tentu saja. agar metode ilmiah dapat menjawab pertanyaan itu. hipotesis Anda harus dibangun dengan cara untuk membantu Anda menjawab pertanyaan asli Anda. c. Dan. Siapa. Do Background Research. atau mana?. Construct a Hypothesis. Mengapa. Hipotesis adalah dugaan yang dibuat tentang bagaimana sesuatu bekerja: "Jika _____[ saya melakukan] ini _____. Tes percobaan Anda apakah hipotesis Anda benar atau salah. Dari awal dalam menyusun rencana untuk menjawab pertanyaan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan Internet untuk membantu menemukan cara terbaik untuk melakukan hal-hal dan memastikan bahwa tidak mengulangi kesalahan dari masa lalu. Apa. Ask a question. Hal ini penting untuk percobaan Anda untuk menjadi ujian yang adil. Test Your Hypothesis by Doing an Experiment." Anda harus menyatakan hipotesis Anda dengan cara yang Anda dapat dengan mudah mengukur.

Genetik Mempergunakan faktor-faktor yang timbul sebelumnya dalam menjelaskan gejala yang muncul kemudian 2. Struktur Pengetahuan ilmiah Secara umum ilmu pengetahuan ilmiah berfungsi untuk: 1. dan dalam kasus seperti itu mereka akan membangun hipotesis baru memulai seluruh proses metode ilmiah lagi. Deduktif Mempergunakan cara berpikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya b. mereka mungkin ingin menguji lagi dengan cara baru. Anda akan mengkomunikasikan hasil-hasil Anda kepada orang lain dalam laporan akhir dan / atau papan layar. pengetahuan ilmiah bisa melakukan pengontrolan terhadap gejala alam . e. 5. Communicate Your Results. f. Analyze Your Data and Draw a Conclusion. Para ilmuwan sering menemukan bahwa hipotesis mereka adalah palsu. Meramalkan Meramalkan probabilitas yang akan terjadi dengan memperhatikan faktor-faktor atau data yang telah ada yang berkaitan dengan gejala yang diamati 3.memastikan bahwa Anda mengubah hanya satu faktor pada waktu saat menjaga semua kondisi lain yang sama. Bahkan jika mereka menemukan bahwa hipotesis mereka benar. Mengontrol Dengan memanfaatkan data dan fakta yang ada. Profesional ilmuwan melakukan hampir semua hal yang persis sama dengan menerbitkan laporan akhir mereka dalam jurnal ilmiah atau dengan menyajikan hasil mereka pada poster di pertemuan ilmiah. Setelah percobaan selesai. Untuk menyelesaikan proyek ilmu pengetahuan adil Anda. Menjelaskan a. Fungsional Penjelasan yang meletakan sebuah unsur dalam kaitannya dengan sistem secara keseluruhan yang mempunyai karakteristik /arah perkembangan tertentu d. Anda juga harus mengulang percobaan beberapa kali untuk memastikan bahwa hasil pertama bukan hanya kecelakaan. Probabilistik Penjelasan yang ditarik secara induktif dari sejumlah kasus yang dengan demikian tidak memberikan kepastian seperti penjelasan deduktif c. Anda mengumpulkan pengukuran dan analisis mereka untuk melihat apakah hipotesis Anda benar atau salah.

Teori Kerlinger (1973) dalam Hedi Sutomo (2009) mengatakan bahwa teori seperangkat konstruk (konsep).Hukum bukan suatu penjelasan dn tidak bertujuan untuk menjelaskan. Prinsip atau Azas Prinsip merupakan suatu pernyataan yang mengandung kebenaran yang bersifat mendasar dan berlaku umum. Fungsi: . Hukum Hukum merupakan suatu pernyataan yang menyatakan hubungan sebab-akibat dan bentuk hubungan yang bukan sebab-akibat yang telah teruji kebenarannya.Untuk meramalkan gejala alam B. Suatu pernyataan dapat diterima sekiranya bertumpu kepada postulat . Pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitaan sebab akibat 1.Mengungkapkan suatu kenyataan tentang hubungan antara fakta dan gejala alam . . definisi dan proposisi (usul) yang saling berkaitan yang menyajikan suatu pandangan yang sistematis dari fenomena dengan mengungkapkan adanya hubungan yang spesifik antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena tersebut.Hukum merupakan suatu kenyataan. Fungsi (dalam ilmu alam) . Pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. sedangkan teori menjelaskan mengapa kenyataan itu terjadi .Memahamkan .Menjelaskan . Teori dapat menambah keterangan yang diungkapkan hukum . Prinsip melandasi kebenaran suatu hukum. Sifat bersifat universal. dapat digunakan untuk meramalkan. Perbedaan hukum dan teori . sedangkan teori bertujuan untuk menjelaskan C.Meramalkan 2. sehingga kebenaran tersebut tidak dipertanyakan lagi. terdiri dari hukum-hukum 1. Postulat atau asumsi Adalah anggapan dasar yang sudah dianggap benar. kebenarannya dapat dibuktikan D. berlaku pada kondisi terbatas (berlaku jika kondisi terpenuhi) 2.Struktur pengetahuan ilmiah terdiri dari : A. sedangkan teori dapat ³melayang´ di atas kenyataan dengan menggunakan logika deduksi.Hukum bertolak dari suatu kenyataan.

Teori c. Perumusan kerangka berpikir dalam menyusun hipotesis c. Bandung : PT. DAFTAR PUSTAKA 1. Remaja Rosdakarya 6. Epistemologi Dasar. Zainudin. mengurai Ontologi. Malang : UM 5. Metode ilmiah adalah langkah-langkah/ prosedur yang digunakan dalam mendapatkan ilmu. Hedi. 20. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari cara mendapatkan ilmu pengetahuan yang benar 2. sehingga melahirkan motivasi untuk bertanya. Noor Syam. Muhammad. Perumusan masalah b. Sebuah Pengantar Populer. 2002. sebaiknya di awali dengan keraguan akan segala sesuatu. Ahmad. 2007. Pengujian hipotesis e. Malang : FIP UM 3. Filsafat Ilmu.13 WIB) .sciencebuddies. yang berupa: a. Jujun. Menjelaskan pengertian efisiensi dan mengembangkan berbagai tekhnik untuk meningkatkan efisiensi Kesimpulan 1. M. Pengajuan hipotesis d. Filsafat Ilmu. Epistimologi dan aksiologi Pengetahuan.2009. 2006. Hukum b. Pembahasan dalam makalah ini sangat terbatas. Dalam mencari pengetahuan ilmiah. Filsafat Ilmu. 2006. Filsafat Ilmu.Pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi. perlu kiranya dilakukan kajian pustaka yang lebih banyak lagi sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih dalam (deepunderstanding) tentang hal-hal yang dibahas dalam makalah ini. 2007. Pengantar Filsafat Dasar. http://www. 2. Prinsip Saran 1. Sudarminta. Filsafat Ilmu Kealaman dan Etika Lingkungan. Sutomo. Jakarta : Pustaka Harapan 2. Tafsir. Penarikan kesimpulan 3. Struktur pengetahuan terdiri dari : a. J.org/science-fair (diakses tgl 24 September 2010 jam. Jakarta: Lintas 7. S. Postulat d. Yogyakarta : Kanisius 4.

19. http://www.com/profile/03249547895308622683noreply@blogger. (diakses tgl 26 September 2010 jam.8.com.30 WIB) .blogger.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful