P. 1
makalah epistemologi

makalah epistemologi

|Views: 3,186|Likes:
Published by masyhudin

More info:

Published by: masyhudin on Feb 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

EPISTEMOLOGI: Cara Mendapatkan Pengetahuan yang Benar

1. Epistimologi Masalah epistemologi bersangkutan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang pengetahuan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan, perlu diperhatikan bagaimana dan sarana apakah kita dapat memperoleh pengetahuan. Jika kita mengetahui batas-batas pengetahuan, kita tidak akan mencoba untuk mengetahui hal-hal yang pada akhirnya tidak dapat diketahui. Sebenarnya kita baru dapat menganggap mempunyai suatu pengetahuan setelah kita meneliti pertanyaan-pertanyaan epistemologi. Epistemologi juga disebut teori pengetahuan (theory of knowledge). Secara etimologi, istilah epistemologi berasal dari kata Yunani episteme berarti pengetahuan, dan logos berarti teori. Dalam Epistemologi, pertanyaan pokoknya adalah ³apa yang dapat saya ketahui´? Persoalan-persoalan dalam epistemologi adalah: 1.Bagaimanakah manusia dapat mengetahui sesuatu?; 2). Dari mana pengetahuan itu dapat diperoleh?; 3). Bagaimanakah validitas pengetahuan a priori (pengetahuan pra pengalaman) dengan pengetahuan aposteriori (pengetahuan purna pengalaman) (Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM, 2003, hal.32). Menurut William S.Sahakian dan Mabel Lewis Sahakian, 1965, dalam Jujun S.Suriasumantri, 2005, epistemologi merupakan pembahasan mengenai bagaimana kita mendapatkan pengetahuan: apakah sumber-sumber pengetahuan ? apakah hakikat, jangkauan dan ruang lingkup pengetahuan? Sampai tahap mana pengetahuan yang mungkin untuk ditangkap manuasia Menurut Musa Asy¶arie, epistemologi adalah cabang filsafat yang membicarakan mengenai hakikat ilmu, dan ilmu sebagai proses adalah usaha yang sistematik dan metodik untuk menemukan prinsip kebenaran yang terdapat pada suatu obyek kajian ilmu. Sedangkan, P.Hardono Hadi menyatakan, bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari dan mencoba menentukan kodrat dan skope pengetahuan, pengandaian-pengandaian dan dasarnya, serta pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Sedangkan D.W Hamlyn mendefinisikan epistemologi sebagai cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan, dasar dan pengendaian-pengendaiannya serta secara umum hal itu dapat diandalkannya sebagai penegasan bahwa orang memiliki pengetahuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari asal mula atau sumber, struktur, metode dan sahnya (validitasnya) pengetahuan. Dengan bahasa sederhana, epistemologi merupakan cara mendapatkan pengetahuan dengan benar. Jenis-jenis Epistemologi Jenis-jenis epistemologi dapat bedakan berdasarkan : a. Metode pendekatan 1. Epistemologi metafisis, yaitu Merupakan epistemologi yang mendekati gejala pengetahuan dengan bertitik tolak dari pengandaian metafisika tertentu. Epistemologi macam ini berangkat dari suatu paham tertentu tentang kenyataan, lalu membahas tentang

Jarum Sejarah Pengetahuan Pada awalnya. Konsep ini baru mengalami perkembangan pada Abad Penalaran (The Age of Reason. merupakan pengetahuan yang kontroversial 2. Pengetahuan Kehidupan manusia tidak tidak terlepas dari apa yang diketahuinya. pertengahan abad17). lalu dicoba untuk ditanggapi secara kritis akan asumsi. b. Semuanya menyatu dalam kesatuan yang batas-batasnya kabur dan mengambang (Jujun S. Kelemahannya adalah (a) epistimolog secara tidak kritis begitu saja mengandaikan bahwa kita dapat mengetahui kenyataan yang ada . maupun pemerolehan pengetahuan 2. dialami dan dipikirkan. prosedur dan kesimpulan tersebut. Yang konsekuensinya mengubah pengetahuan dengan konsep dasar kesamaan menjadi pembedaan. berbagai pengetahuan tidak memiliki pembedaan yang jelas. Hubungan sosial. Seiring bertambahnya umur manusia semakin banyak hal yang diketahuinya (Tafsir. 2007:4). (b) hanya menyibukkan diri dengan uraian tentang seperti apa pengetahuan macam itu dan bagaimana diperoleh. 3.bagaimana manusia mengetahui kenyataan itu. prosedur dan kesimpulan pemikiran akal sehat atau kesimpulan pemikiran ilmiah sebagaimana kita temukan dalam kehidupan. dan kemudian melahirkan berbagai spesialisasi pekerjaan yang merubah struktur kemasyarakatan. Apapun yang diketahuinya (benar atau salah) pasti akan berpengaruh terhadap apa-apa yang dilakukannya. bersifat skeptis 3. (b) bagaimana cara mengetahui. Berdasarakan objek yang dikaji 1. Epistimologi Skeptis Jenis epistemologi yang mempunyai pendekatan dengan membuktikan terlebih dahulu apa yang kita ketahui sebagai sesuatu yang sungguh nyata atau benar-benar tidak dapat diragukan lagi dengan menganggap tidak nyata segala sesuatu yang kebenarannya masih dapat diragukan. bukan pembedaan atau diferensiasi antara pengetahuan yang satu dengan yang lainnya. kepentingan sosial dan lembaga sosial merupakan faktor yang menentukan dalam proses. cara. proses pemerolehan) manusia sebagai individu yang bekerja dalam proses mengetahui 2. 2007:101). Kelemahannhya. Epistemologi individual Epistemologi ini mengkaji struktur pemikiran (status kognitif. Epistemolgi Kritis Epistemologi ini berangkat dari asumsi. Pengetahuan hanya didasarkan pada kriteria kesamaan sebagai konsep dasarnya. dan (c) untuk apa pengetahuan itu digunakan. (c) metafisika atau pandangan dasar tentang kenyataan secara menyeluruh yang diandaikan oleh epistimolog metafisis sebagai titik tolak. Pengetahuan mulai dibedakan paling tidak berdasarkan: (a) apa yang diketahui. . Epistemologi sosial Merupakan kajian filosofis terhadap pengetahuan sebagai data sosiologis.

Pengetahuan Moral Dalam pengetahuan ini. 3. Penilaian dan putusan moral pada dasarnya berakar pada latar belakang budaya seseorang. 1. Ilmu dan Seni A. Terdapat dua penilaian kebenaran dalam pengetahuan moral. Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita. penilian dan putusan moral tidak termasuk wacana yang mau menegaskan benar-salah . landasan tentang kebermaknaan pengetahuan itu terhadap kehidupan. Landasan epistemology. Landasan pengetahuan a. Pengetahuan Religius Pengetahuan yang kebenarannya tidak dapat ditentukan benar-salahnya baik secara apriori (pengetahuan pra pengalaman) berdasarkan penalaran logis maupun secara aposteriori (pengetahuan purna pengalaman) berdasarakan pengalaman. landasan tentang bagaimana cara pengetahuan diperoleh c. ± Relativisme . Kebenaran pengetahuan ini di luar lingkup pengetahuan manusia. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan . Landasan ontologi. penerimaan kebenaran penilaian dan putusan moral yang bersifat relatif terhadap kebudayaan tempat penilaian dan putusan moral itu dibuat ± Nonkognitivisme. pengetahuan dibedakan menjadi : a. dengan kata lain untuk apa pengetahuan tersebut 2. Hal senada diungkapkan oleh Ahmad tafsir dalam Filsafat Ilmu (2007:5) bahwa pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui manusia. Jenis-jenis Pengetahuan Berdasarkan cara kerja yang dipakai dalam memperoleh dan mempertanggungjawabkan kebenarannya serta berdasarkan perbedaan objek yang yang menjadi bahan kajiannya. landasan tentang apa yang dikaji oleh pengetahuan b. Ilmu Ilmu merupakan pengetahuan ilmiah.Segala yang diketahui manusia tanpa harus dibuktikan benar atau salahnya itulah yang disebut dengan pengetahuan. Sementara Jujun S dalam Filsafat Ilmu:sebuah pengantar populer (2007:104) mengatakan bahwa pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tidak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Pengetahuan. tidak ada klaim kebenaran yang absah. b. Pengetahuan ilmiah / ilmu Merupakan pengetahuan yang diperoleh dan dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah atau dengan menerapkan cara kerja ilmiah atau metode ilmiah. Landasan aksiologi. tetapi bermaksud mengungkapkan perasaan atau sikap penilai maupun pendengar terhadap kebudayaan tempat orang lahir dan dibesarkan c.

yan mempunyai kegunaan langsung daam kehidupan badani manusia sehari-hari. 4. muncul pengetahuan yang disebut seni terapan. c. terbatas (tidak menunjang berkembangnya teori-teori umum). sedangkan seni bersifat individual dan personal dengan memusatkan perhatiannya pada pengalaman hidup manusia perseorangan Seiring perkembangan pengetahuan manusia yang mencoba menafsirkan dunia yang terlepas dari belenggu mitos. Ilmu mencoba mengembangkan sebuah model yang sederhana mengenai dunia empiris dengan mengabstraksikan realitas menjadi variabel yang terikat dalam sebuah hubungan yang bersifat rasional. Seni Seni merupakan pengetahuan yang mencoba mendeskripsikan sebuah gejala dengan sepenuh-penuhnya makna. Metode ilmiah menjadi syarat bagi suatu pengetahuan agar dapat disebut sebagai ilmu. yang didasari pada penafsiran terhadap alam. Ilmu merupakan pengetahuan ilmiah yang diperoleh dengan cara tertentu yang disebut metode ilmiah Cara mendapatkan ilmu: a. Metode Ilmiah Metode ilmiah merupakan prosedur yang digunakan dalam mendapatkan yang disebut ilmu yang berupa langkah-langkah tertentu. Dengan metode ilmiah. 2. Perbedaan Seni dengan Ilmu 1. Mencari tahu bagaimana sesuatu itu bisa terjadi (menguasai pengetahuan yang menjelaskan peristiwa itu terjadi).tujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan manusia dan untuk menawarkan kemudahan. diharapkan pengetahuan . emosi dan panca indera. Ilmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal (tidak mengenai orang tertentu). 1978) C. sedangkan seni mencoba mengungkapkan obyek penelahan itu sehingga menjadi bermakna bagi pencipta dan mereka yang meresapinya melalui berbagai kemampuan manusia untuk menangkapnya. Mengembangkan pengetahuan yang mempunyai kegunaan yang praktis. b. Menafsirkan gejala-gejala fisik dan mekanisme yang mengaturnya. Seni terapan ini bersifat deskriptif dan fenomenologis(proses pengkajian menitikberatkan pada penyelidikan gejala-gejala yang bersifat empiris tanpa kecenderungan untuk pengembangan postulat yang bersifat teoritis atomistis). seperti pikiran. Penelaahan diarahkan pada hubungan berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi yang menyebabkan timbulnya suatu gejala dan proses atau mekanisme terjadinya gejala itu. B. Seni adalah produk dari daya inspirasi dan daya cipta manusia yang bebas dari cengkraman dan belenggu berbagai ikatan (Mochtar Lubis.

sifat ini memungkinkan terjadinya komunikasi yang intensif dalam kalangan masyarakat keilmuan. sebab sesuai dengan hakikat rasionalisme yang bersifat pluralistic.mempunyai karakteristik tertentu yang diminta oleh pengetahuan ilmiah. Berpikir deduktif. Cara berpikir metode ilmiah Dalam menyusun pengetahuan. bila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian dengan obyek faktual yang dituju). metode ilmiah mengembangkan dua cara berpikir. tidak memberikan kesimpulan yang bersifat final. Cara berpikir yang berdasarkan kriteria kebenaran korespondensi (suatu pernyataan dianggap benar. Berpikir induktif. A. yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan pengetahuan yang disusun merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. dimungkinkan disusunnya berbagai penjelasan tentang suatu obyek . Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis Argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin ada antara berbagai faktor yang saling mengkait dan membentuk konstelasi permasalahan. Perumusan masalah Pertanyaan mengenai obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait didalamnya b. jika pernyataan tersebut obyektiv dan reliabel).Eksplisit. Langkah-langkah Metode Ilmiah Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah (logico-hypothetico-verifikasi) dapat dijabarkan dalam beberapa langkah yang mencerminkan tahap-tahap dalam kegiatan ilmiah. Disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan . berisi langkah-langkah/kegiatan yang tersusun dalam urutan yang teratur. a. . b. Sifat metode ilmiah . Penjelasan yang bersifat rasional dengan kriteria kebenaran koherensi ini (suatu pernyataan benar. langkah-langkah tersebut adalah: a. Cara berpikir yang memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang yang telah dikumpulkan sebelumnya. tidak terselubung.Sistematik. B. C.

Membuat rancangan penelitian. Sebagai contoh. Menyatakan asumsi-asumsi penelitian. Dalam pengujian hipotesis. Validitas eksternal mempertanyakan efek keluar dari kesimpulan yang akan diperoleh. .c. Menetapkan metode pengumpulan data Adalah metode tentang bagaimana cara untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Menetapkan populasi dan sampel Langkah ini merupakan strategi pengaturan latar penelitian agar peneliti memperoleh jumlah data yang memadai sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian sehingga mendapatkan validitas eksternal yang maksimal. karena telah memenuhi persyaratan keilmuan: (a) kerangka penjelasan yang konsisten dan (b) teruji kebenarannya(secara pragmatis). 4. materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan d. Rancangan penelitian merupakan suatu bentuk strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian sehingga mendapatkan validitas internal yang maksimal. Perumusan hipotesis Jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang diajukan. maka Asumsinya semua siswa SD dapat membaca 2. Apakah melalui eksperimen. Pemilihan cara analisa data Langkah ini merupakan salah satu langkah penting yang mengarahkan peneliti kepada penarikan kesimpulan yang benar. Mengembangkan instrumen penelitiankan Merupakan strategi untuk mendapatkan data yang benar sehingga mendapatkan hasil pengujian hipotesisi yang maksimal 5. Validitas internal adalah mempertanyakan apakah faktor-faktor penyebab (variabel bebas) benar-benar memberikan perubahan terhadap faktor akibat (variabel terikat) 3.dilakukan hal-hal berikut: 1. jika melakukan penelitian tentang kecepatan membaca siswa SD. regional atau universal. Penarikan kesimpulan Penilaian apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Asumsi merupakan landasan dasar yang memberikan petunjuk penafsiran kesimpulan yang akan didapat. e. apakah berlaku secara loka. Hipotesis yang diterima dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah. sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan dan berhubungan dengan hipotesis yang telah diajukan. Pengujian hipotesis Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan ada/tidaknya hubungan antara fakta-fakta yang mendukung hipotesis. angket dll 6. wawancara.

Anda melakukan tes adil dengan . Construct a Hypothesis. Test Your Hypothesis by Doing an Experiment. dan tentu saja. kemudian _____[ini ]_____ ini akan terjadi. Hal ini penting untuk percobaan Anda untuk menjadi ujian yang adil.org/science-fair mengungapkan bahwa langkahlangkah metode ilmiah sebagai berikut: a. atau mana?. hipotesis Anda harus dibangun dengan cara untuk membantu Anda menjawab pertanyaan asli Anda. Mengapa. Apa. Siapa. c. Hipotesis adalah dugaan yang dibuat tentang bagaimana sesuatu bekerja: "Jika _____[ saya melakukan] ini _____. Dan. Ask a question. pertanyaannya harus tentang sesuatu yang dapat diamati dan diukur b. Dari awal dalam menyusun rencana untuk menjawab pertanyaan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan Internet untuk membantu menemukan cara terbaik untuk melakukan hal-hal dan memastikan bahwa tidak mengulangi kesalahan dari masa lalu.Dalam http://www. Do Background Research. Kapan. agar metode ilmiah dapat menjawab pertanyaan itu.sciencebuddies. Metode ilmiah dimulai dengan mengajukan pertanyaan tentang sesuatu yang di amati: Bagaimana. d. Tes percobaan Anda apakah hipotesis Anda benar atau salah." Anda harus menyatakan hipotesis Anda dengan cara yang Anda dapat dengan mudah mengukur.

memastikan bahwa Anda mengubah hanya satu faktor pada waktu saat menjaga semua kondisi lain yang sama. Fungsional Penjelasan yang meletakan sebuah unsur dalam kaitannya dengan sistem secara keseluruhan yang mempunyai karakteristik /arah perkembangan tertentu d. f. Struktur Pengetahuan ilmiah Secara umum ilmu pengetahuan ilmiah berfungsi untuk: 1. Profesional ilmuwan melakukan hampir semua hal yang persis sama dengan menerbitkan laporan akhir mereka dalam jurnal ilmiah atau dengan menyajikan hasil mereka pada poster di pertemuan ilmiah. Deduktif Mempergunakan cara berpikir deduktif dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah ditetapkan sebelumnya b. Meramalkan Meramalkan probabilitas yang akan terjadi dengan memperhatikan faktor-faktor atau data yang telah ada yang berkaitan dengan gejala yang diamati 3. Communicate Your Results. mereka mungkin ingin menguji lagi dengan cara baru. Para ilmuwan sering menemukan bahwa hipotesis mereka adalah palsu. Menjelaskan a. pengetahuan ilmiah bisa melakukan pengontrolan terhadap gejala alam . Bahkan jika mereka menemukan bahwa hipotesis mereka benar. Genetik Mempergunakan faktor-faktor yang timbul sebelumnya dalam menjelaskan gejala yang muncul kemudian 2. e. Untuk menyelesaikan proyek ilmu pengetahuan adil Anda. Mengontrol Dengan memanfaatkan data dan fakta yang ada. Analyze Your Data and Draw a Conclusion. Setelah percobaan selesai. Probabilistik Penjelasan yang ditarik secara induktif dari sejumlah kasus yang dengan demikian tidak memberikan kepastian seperti penjelasan deduktif c. dan dalam kasus seperti itu mereka akan membangun hipotesis baru memulai seluruh proses metode ilmiah lagi. 5. Anda mengumpulkan pengukuran dan analisis mereka untuk melihat apakah hipotesis Anda benar atau salah. Anda juga harus mengulang percobaan beberapa kali untuk memastikan bahwa hasil pertama bukan hanya kecelakaan. Anda akan mengkomunikasikan hasil-hasil Anda kepada orang lain dalam laporan akhir dan / atau papan layar.

sedangkan teori menjelaskan mengapa kenyataan itu terjadi . dapat digunakan untuk meramalkan. berlaku pada kondisi terbatas (berlaku jika kondisi terpenuhi) 2. Postulat atau asumsi Adalah anggapan dasar yang sudah dianggap benar. sedangkan teori bertujuan untuk menjelaskan C.Menjelaskan .Untuk meramalkan gejala alam B. terdiri dari hukum-hukum 1. Sifat bersifat universal.Hukum merupakan suatu kenyataan.Struktur pengetahuan ilmiah terdiri dari : A. sehingga kebenaran tersebut tidak dipertanyakan lagi. . Pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitaan sebab akibat 1.Hukum bertolak dari suatu kenyataan.Memahamkan . Pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Fungsi: . Prinsip melandasi kebenaran suatu hukum. Teori Kerlinger (1973) dalam Hedi Sutomo (2009) mengatakan bahwa teori seperangkat konstruk (konsep). kebenarannya dapat dibuktikan D. Hukum Hukum merupakan suatu pernyataan yang menyatakan hubungan sebab-akibat dan bentuk hubungan yang bukan sebab-akibat yang telah teruji kebenarannya. Prinsip atau Azas Prinsip merupakan suatu pernyataan yang mengandung kebenaran yang bersifat mendasar dan berlaku umum. Perbedaan hukum dan teori .Hukum bukan suatu penjelasan dn tidak bertujuan untuk menjelaskan.Mengungkapkan suatu kenyataan tentang hubungan antara fakta dan gejala alam .Meramalkan 2. sedangkan teori dapat ³melayang´ di atas kenyataan dengan menggunakan logika deduksi. Teori dapat menambah keterangan yang diungkapkan hukum . Suatu pernyataan dapat diterima sekiranya bertumpu kepada postulat . definisi dan proposisi (usul) yang saling berkaitan yang menyajikan suatu pandangan yang sistematis dari fenomena dengan mengungkapkan adanya hubungan yang spesifik antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena tersebut. Fungsi (dalam ilmu alam) .

2006. M. Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Harapan 2. Filsafat Ilmu. 2006. mengurai Ontologi. Noor Syam. Malang : UM 5. Remaja Rosdakarya 6. Epistemologi Dasar. Filsafat Ilmu Kealaman dan Etika Lingkungan. 2. Menjelaskan pengertian efisiensi dan mengembangkan berbagai tekhnik untuk meningkatkan efisiensi Kesimpulan 1.sciencebuddies.2009. 2007. Zainudin. Yogyakarta : Kanisius 4.13 WIB) . Penarikan kesimpulan 3. Filsafat Ilmu. Ahmad. DAFTAR PUSTAKA 1. Pengantar Filsafat Dasar. Metode ilmiah adalah langkah-langkah/ prosedur yang digunakan dalam mendapatkan ilmu. Hedi.org/science-fair (diakses tgl 24 September 2010 jam. Malang : FIP UM 3. S. Struktur pengetahuan terdiri dari : a. Bandung : PT. Muhammad. Hukum b. yang berupa: a. perlu kiranya dilakukan kajian pustaka yang lebih banyak lagi sehingga kita mendapatkan pemahaman yang lebih dalam (deepunderstanding) tentang hal-hal yang dibahas dalam makalah ini. Prinsip Saran 1. Jujun. Jakarta: Lintas 7. sehingga melahirkan motivasi untuk bertanya. 2007. sebaiknya di awali dengan keraguan akan segala sesuatu. Filsafat Ilmu. 20. Pengujian hipotesis e. Sudarminta. Sutomo.Pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari cara mendapatkan ilmu pengetahuan yang benar 2. Perumusan kerangka berpikir dalam menyusun hipotesis c. Teori c. Dalam mencari pengetahuan ilmiah. Epistimologi dan aksiologi Pengetahuan. Pembahasan dalam makalah ini sangat terbatas. J. Pengajuan hipotesis d. Filsafat Ilmu. http://www. Tafsir. 2002. Perumusan masalah b. Postulat d.

com.30 WIB) .com/profile/03249547895308622683noreply@blogger.8. 19.blogger. http://www. (diakses tgl 26 September 2010 jam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->