Macam-Macam Demokrasi

Demokrasi sangat penting bagi negate kita, dan seperti yang kita ketahui demokrasi ada bermacam-macam. Jadi, tanpa demokrasi manusia tidak akan memilih dan memutuskan suatu pendapat dan penyelesaian suatu masalah secara bersamaan. Ada beberapa macam demokrasi yang perlu diketahui serta pengertian-pengertiannya, diantaranya : demokrasi langsung dan demokrasi tudak langsung. a) Demokrasi langsung ialah demokrasi yang mengikutsertakan setiap negaranya dan permusyawaratan untuk menentukan setiap kebijakan-kebijakan umum. b) Demokrasi tidak langsung ialah demokrasi secara tidak langsung diadakannya suatu system pemerintah atau demokrasi secara tidak dilaksanakannya melalui system melainkan melalui umum. Dari kedua macam demokrasi tersebut kita dapat mengetahui mengapa demokrasi dapat terjadi.

Macam-macam demokrasi:
1) Demokrasi ditinjau dari cara penyaluran kehendak rakyat: a) Demokrasi langsung Dipraktikkan di negara-negara kota (polis, city state) pada zaman Yunani Kuno. Pada masa itu, seluruh rakyat dapat menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara langsung. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui ± secara langsung pula ± aspirasi dan persoalanpersoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat. Tetapi dalam zaman modern, demokrasi langsung sulit dilaksanakan karena:
y y y

sulitnya mencari tempat yang dapat menampung seluruh rakyat sekaligus dalam membicarakan suatu urusan; tidak setiap orang memahami persoalan-persoalan negara yang semakin rumit dan kompleks; musyawarah tidak akan efektif, sehingga sulit menghasilkan keputusan yang baik.

b) Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan

Sedangkan pada pemilihan bertingkat. Kaum komunis bahkan menyebutnya demokrasi kapitalis karena dalam pelaksanaannya kaum kapitalis selalu dimenangkan oleh pengaruh uang (money politics) yang menguasai opini masyarakat (public opinion). c) Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum Dalam sistem demokrasi ini rakyat memilih para wakil mereka untuk duduk di parlemen. setiap warga negara yang berhak secara langsung memilih orang-orang yang akan duduk di parlemen. Pada pemilihan secara langsung. Namun karena kesamaan itu. Demokrasi ini sering disebut demokrasi Timur. seperti Rusia. Maka. yaitu: pemilihan secara langsung dan pemilihan bertingkat. yang dipilih rakyat adalah orang-orang di lingkungan mereka sendiri. Cekoslowakia.Sistem demokrasi (menggantikan demokrasi langsung) yang dalam menyalurkan kehendaknya. Hak milik pribadi tidak diakui. Polandia dan Hongaria dengan ciri-ciri: . partai penguasa (sebagai representasi kekuasaan negara) akan menjadikan segala sesuatu sebagai milik negara. Untuk mengurangi perbedaan dalam bidang ekonomi. b) Demokrasi Material (Demokrasi Rakyat) Demokrasi material menitikberatkan upaya-upaya menghilangkan perbedaan dalam bidang ekonomi sehingga persamaan dalam persamaan hak dalam bidang politik kurang diperhatikan. karena berkembang di negara-negara sosialis/ komunis di Timur. penerapan azas free fight competition (persaingan bebas) dalam bidang ekonomi menyebabkan kesenjangan antara golongan kaya dan golongan miskin kian lebar. 2) Demokrasi ditinjau dari titik berat perhatiannya: a) Demokrasi Formal (Demokrasi Liberal) Demokrasi formal menjunjung tinggi persamaan dalam bidang politik tanpa disertai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan kesenjangan rakyat dalam bidang ekonomi. semua orang dianggap memiliki derajat dan hak yang sama. bahkan mudah dihilangkan. Tipe demokrasi perwakilan berlainan menurut konstitusi negara masing-masing. Demokrasi formal/ liberal sering pula disebut demokrasi Barat karena pada umumnya dipraktikkan oleh negara-negara Barat. rakyat memilih wakil-wakil mereka untuk duduk dalam parlemen. Aspirasi rakyat disampaikan melalui wakil-wakil mereka dalam parlemen. Kepentingan umum pun diabaikan. Sistem ini digunakan di salah satu negara bagian Swiss yang disebut Kanton. Sistem pemilihan ada dua macam. kebebasan dan hak-hak azasi manusia di bidang politik diabaikan. Demokrasi material menimbulkan perkosaan rohani dan spiritual. demi persamaan dalam bidang ekonomi. tetapi parlemen tetap dikontrol oleh pengaruh rakyat dengan sistem referendum (pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung). Dalam sistem demokrasi yang demikian. kemudian orang-orang yang terpilih itu memilih anggota-anggota parlemen.

Selama penyelenggaraan negara oleh eksekutif disetujui dan didukung oleh parlemen. pengaruh rakyat terhadap politik yang dijalankan pemerintah sangat besar. terdapat pembagian kekuasaan (distribution of powers) antara badan eksekutif dengan badan legislatif dan kerja sama di antara keduanya. pengawasan rakyat terhadap kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik. 2. Para menteri yang menjalankan kekuasaan eksekutif diangkat atas usul suara terbanyak dalam sidang parlemen. 3) Demokrasi ditinjau dari hubungan antaralat perlengkapan negara: a) Demokrasi perwakilan dengan sistem parlementer Demokrasi sistem parlementer semula lahir di Inggris pada abad XVIII dan dipergunakan pula di negara-negara Belanda.1. sistem satu (mono) partai. yaitu partai komunis (di Rusia). tetapi diperlukan pembatasan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat. sistem pemusatan kekuasaan di tangan penguasa tertinggi dalam negara. sistem perangkapan pimpinan. Demokrasi parlementer lebih cocok diterapkan di negara-negara yang menganut sistem dwipartai: partai mayoritas akan menjadi partai pendukung pemerintah dan partai minoritas menjadi oposisi. maka kedudukan eksekutif akan stabil. Belgia. sesuai dengan konstitusi negara masing-masing. Dalam demokrasi parlementer. Kebaikan demokrasi perwakilan bersistem parlementer: 1. c) Demokrasi Gabungan Demokrasi ini mengambil kebaikan dan membuang keburukan demokrasi formal dan material. dan Indonesia (pada masa UUDS 1950) dengan pelaksanaan yang bervariasi. Penyimpangan oleh seorang menteri pun dapat menyebabkan parlemen mengajukan mosi tidak percaya yang menggoyahkan kedudukan eksekutif. Sedangkan badan yudikatif menjalankan kekuasaan peradilan secara bebas. yaitu pemimpin partai merangkap sebagai pemimpin negara/ pemerintahan. 3. sistem otoriter. 4. 2. Pelaksanaan demokrasi ini bergantung pada ideologi negara masing-masing sejauh tidak secara jelas kecenderungannya kepada demokrasi liberal atau demokrasi rakyat. Ciri khas demokrasi ini adalah adanya hubungan yang erat antara badan eksekutif dengan badan perwakilan rakyat atau legislatif. tanpa campur tangan dari badan eksekutif maupun legislatif. . Mereka wajib menjalankan tugas penyelenggaraan negara sesuai dengan pedoman atau program kerja yang telah disetujui oleh parlemen. Prancis. Persamaan derajat dan hak setiap orang tetap diakui. Negara-negara Barat banyak menggunakan demokrasi parlementer sesuai dengan masyarakatnya yang cenderung liberal. yaitu otoritas penguasa dapat dipaksakan kepada rakyat.

6. Menurut Montesquieu. . 4. 4. yaitu eksekutif. kekuasaan eksekutif oleh Presiden dan kekuasaan yudikatif oleh Mahkamah Agung. kekuasaan negara dibagi menjadi: legislatif (kekuasaan membuat undang-undang). Pelopornya adalah John Locke (1632-1704) dari Inggris. menteri-menteri yang diangkat merupakan kehendak dari suara terbanyak di parlemen sehingga secara tidak langsung merupakan kehendak rakyat pula. mudah mencapai kesesuaian pendapat antara badan eksekutif dan badan legislatif. Ketiga cabang kekuasaan itu harus dipisahkan ± baik organ/ lembaganya maupun fungsinya. pemerintah selama masa jabatannya tidak dapat dijatuhkan oleh parlemen. sehingga kebijakan politik negara pun labil. eksekutif (kekuasaan melaksanakan undang-undang) dan yudikatif (kekuasaan mengatasi pelanggaran dan menyelesaikan perselisihan antarlembaga yang berkaitan dengan pelaksanaan undang-undang). kedudukan badan eksekutif tidak stabil. pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan programnya tanpa terganggu oleh adanya krisis kabinet. yang membagi kekuasaan negara ke dalam tiga bidang. eksekutif tidak dapat menyelesaikan program kerja yang telah disusunnya. Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan kekuasaan. Kesederajatan itu menjadikan ketiganya dapat berperan saling mengawasi (check and balance). 2. ketiga bidang itu harus dipisahkan. karena dapat diberhentikan setiap saat oleh parlemen melalui mosi tidak percaya. Charles Secondat Baron de Labrede et de Montesquieu (1688-1755) asal Prancis. sering terjadi pergantian kabinet. kebijakan politik pemerintah yang dianggap salah oleh rakyat dapat sekaligus dimintakan pertanggungjawabannya oleh parlemen kepada kabinet. pemerintah yang dianggap tidak mampu mudah dijatuhkan dan diganti dengan pemerintah baru yang dianggap sanggup menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan keinginan rakyat. Di negara itu. 2. Teori Montesquieu disebut teori pemisahan kekuasaan (separation du puvoir) dan dijalankan hampir sepenuhnya di Amerika Serikat. menteri-menteri akan lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas karena setiap saat dapat dijatuhkan oleh parlemen. Kebaikan demokrasi perwakilan bersistem pemisahan kekuasaan: 1. Ketiga badan tersebut berdiri terpisah dari yang lainnya untuk menjaga keseimbangan dan mencegah jangan sampai kekuasaan salah satu badan menjadi terlampau besar. sehingga pemerintahan dapat berlangsung relatif stabil.3. Demokrasi perwakilan dengan sistem pemisahan kekuasaan Demokrasi ini berpangkal pada teori pemisahan kekuasaan yang dikemukakan oleh para filsuf bidang politik dan hukum. memodifikasi teori Locke itu dalam teori yang disebut Trias Politica pada bukunya yang berjudul L¶Esprit des Lois. legislatif dan federatif. Keburukan demokrasi perwakilan bersistem parlementer: 1. kekuasaan legislatif dipegang oleh Kongres. 7. karena pergantian eksekutif yang mendadak. 5. 3.

pembuatan undang-undang/ peraturan relatif lebih lambat dan sulit. Perubahan konstitusi tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan rakyat. Referendum ini bersifat wajib karena menyangkut masalah penting. tetapi kinerjanya dikontrol secara langsung oleh rakyat melalui referendum. ciri khas demokrasi perwakilan dengan sistem referendum adalah bahwa tugas-tugas legislatif selalu berada di bawah pengawasan seluruh rakyat karena dalam hal-hal tertentu. 3. maka persoalan itu dapat diserahkan keputusannya kepada rakyat tanpa melalui partai. mencegah terjadinya kekuasaan yang absolut (terpusat pada satu orang). Keburukan demokrasi perwakilan dengan sistem referendum: 1. proses pengambilan keputusan memakan waktu yang lama. pada umumnya keputusan yang diambil merupakan hasil negosiasi antara badan legislatif dan eksekutif sehingga keputusan tidak tegas. sistem check and balance dapat menghindari pertumbuhan kekuasaan yang terlampau besar pada setiap badan. sejumlah rakyat meminta diadakan referendum. 4. 2. pengawasan rakyat terhadap pemerintah kurang berpengaruh. adanya kebebasan anggota parlemen dalam menentukan pilihannya. misalnya tentang perubahan konstitusi. Kebaikan demokrasi perwakilan dengan sistem referendum: 1. apabila terjadi pertentangan antara badan organisasi negara. pada umumnya rakyat kebanyakan tidak berpengetahuan cukup untuk menilai atau menguji kualitas produk undang-undang. sehingga pendapatnya tidak harus sama dengan pendapat partai/ golongannya.3. Referendum obligator adalah pemungutan suara rakyat yang wajib dilaksanakan mengenai suatu rencana konstitusional. Referendum fakultatif baru perlu dilakukan apabila dalam waktu tertentu setelah undangundang diumumkan pemberlakuannya. 2. Dalam negara yang menganut demokrasi ini parlemen tetap ada. yaitu referendum obligator dan referendum fakultatif. Ada dua macam referendum. . 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem referendum Demokrasi ini merupakan gabungan antara demokrasi perwakilan dengan demokrasi langsung. 2. Sedangkan mengenai hal lain. keputusan parlemen tidak dapat diberlakukan tanpa persetujuan rakyat. Jadi. Keburukan demokrasi perwakilan bersistem pemisahan kekuasaan: 1. 4. Sedangkan referendum fakultatif merupakan pemungutan suara rakyat yang tidak bersifat wajib dilakukan mengenai suatu rencana konstitusional. pengaruh rakyat terhadap kebijakan politik negara kurang mendapat perhatian. keputusan parlemen dapat langsung diberlakukan sepanjang rakyat menerimanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful