TATA CARA EKSEKUSI A.

Tata Cara Eksekusi Riil Dalam menjalankan eksekusi terhadap perkara-perkara yang menjadi wewenang Pengadilan Agama dapat ditempuh tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Permohonan pihak yang menang Jika pihak yang kalah tidak bersedia melaksanakan putusan Pengadilan secara sukarela, maka pihak yang menang dapat mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan yang memutuskan perkara tersebut untuk dijalankan secara paksa hal-hal yang telah disebutkan dalam amar putusan. Permohonan pengajuan eksekusi kepada Ketua Pengadilan merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh pihak yang menang agar putusan tersebut dijalankan secara paksa sebagaimana tersebut dalam pasal 207 ayat (1) R.Bg dan pasal 196 HIR. 2. Penaksiran biaya eksekusi Jika Ketua Pengadilan telah menerima permohonan eksekusi dari pihak yang berkepentingan, maka segera memerintahkan meja satu untuk menaksir biaya eksekusi yang diperlukan. Biaya-biaya yang diperlukan meliputi biaya pendaftaran eksekusi, biaya saksi-saksi dan biaya pengamanan serta lain0lain yang dianggap perlu. Setelah biaya eksekusi tersebut dibayar oleh pihak yang menghendaki eksekusi kepada Panitera atau petugas yang ditunjuk untuk mengurus biaya perkara, barulah permohonan eksekusi tersebut didaftarkan dalam register eksekusi. 3. Melaksanakan peringatan (Ann maning) Ann manign merupakan tindakan dan upaya yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan berupa teguran kepada pihak yang kalah agar ia melaksanakan isi putusan secara sukarela. Aan maning dilakukan dengan melakukan panggilan terhadap pihak yang kalah dengan menentukan hari tanggal dan jam persidangan dalam surat panggilan tersebut. Memberikan peringatan (Ann maning) dengan cara: a. Melakukan sidang insidentil yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan, Panitera, dan pihak yang kalah b. Memberikan peringatan waktu tegoran supaya ia menjalakn putusan Hakim dalam waktu delapan hari.

5. 4. Harus menyebut dengan jelas nomoe perkara yang hendak dieksekusi dan objek barang yang hendak dieksekusi d.1 Perintah eksekusi yang dibuat Ketua Pengadilan. 2000) 1 . Penerapan Hukum Acara di Lingkungan Peradilan. Perintah eksekusi dilakukan di tempat letak barang dan tidak boleh di belakang meja e. Mengeluarkan surat perintah eksekusi Apabila waktu telah ditentukan dalam peringatan (Ann maning) sudah lewat dan ternyata pihak yang kalah tidak menjalankan putusan.c. Panitera atau apabila ia berhalangan dapat diwakilkan kepada Jurusita dengan ketentuan harus menyebut denan jelas nama petugas dan jabatannya yang bertugas melaksanakan eksekusi sebagaimana diatur dalam pasal 197 ayat (1) HIR dan pasal 209 R. (Jakarta: Yayasan Al Hikmah. maka Ketua Pengadilan mengeluarkan perintah eksekusi dengan ketentuan: a. Membuat berita acara Ann maning dengan mencatat semua peristiwa yang terjadi di dalam sidang tersebut sebagai bukti. Dalam pelaksaan eksekusi Panitera atau Jurusita dibantu oleh dua orang saksi berumur minimal 21 tahun. Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Pelaksanaa eksekusi pembayaran sejumlah uang dapat ditempuh tahapan sebagai berikut: Abdul Manan. bahwa Ann manign telah dilakukan dan berita acara ini merupakan landasan bagi perintah eksekusi yang akan dilaksanakan selanjutnya. dan tidak mau enghadiri pannggilan sidang peringatan tanpa alasan yang sah.Bg. sebagaimana diatur dalam pasal 197 ayat (6) HIR dan pasal 210 R. jujur dan dapat dipercaya yang befungsi membantu Penitara atau Jurusita yang melaksanakan eksekusi. Pelaksanaan eksekusi riil. B. Isi perintah eksekusi supaya di laksanakan sesuai dengan amar putusan. Perintah ditujukan kepada Panitera dan Jurusita yang namanya harus disebut dengan jelas c.B g. Perintah eksekusi itu berupa penetapan b.

1908 Nomor 189.Bg. sebagaiamana ketentuan pasal 200 ayat (6) HIR dan pasal 217 ayat (1) R.1. 6. Penetapan hari lelang . sesuai pasal 5 Peraturan Lelang Stb. Permintaan lelang Setelah diumumkan. Ketua Pengadilan membuat penetapan perintah ekseskusi yang berisi tentang perintah penjualan lelang barang-barang yang telah diletakkan sita eksekusi dengan menyebut jelas objek yang akan dieksekusi dan putusan yang menjadi dasar eksekusi tersebut. Pengumuman lelang Pengumuman lelang barang-barang yang akan dieksekusi dilakkukan melalui surat kabar atau mass media. dan Bukt pengumuman lelang 8. Permohonan eksekusi 2. 9. dengan dilampiri: Salinan putusan Pengadilan Salinan penetapan sita eksekusi Salinan berita acara pemnitaan Salinan penetapan lelang Salinan surat pemberitahuan kepada pihak yang berkepentingan Rician besarnya jumlah tagihan Buklti pemilikan barang lelang. Pendaftaran permintaan lelang Kantor elang Negara menaftarkan permintaan lelang dalam buku yang khusus untuk itu dan sifat pendaftaran terbuka untuk umum. apabila sebelumnya belum diletakkan sita jaminan 5. Ann maning 4. Penetapan perintah eksekusi Setalah dilakukan sita eksekusi. pengumuman lelang barang bergerak dapat dilakukan dengan cara menempelkan pemberitahuan lelang pada papn pengumuman Pengadilan atau melalui surat kabar dan mass media lainnya. Membayar biaya eksekusi 3. Penetapan sita eksekusi. Ketua Pengadilan meminta bantuan Kantor Lelang Negara untuk menjula baranhg-barang yang telah diletakkan sita eksekusi. 7.

S. Sy...Kantor lelang negara berwenang untuk menetapkan hari lelang. dan ditandatanganinya oleh yang bersangkutan. Ukuran floor price atau patokan harga terendah menjadi kewenangan Kantor Lelang Negara disesuaikan dengan harga pasaran dan nilai ekonomis barang. 1908 Nomor 189. Kepaniteraan Peradilan Agama. Apabila dalam waktu yang ditetapkan pemenang lelang belum membayar harga lelang sebagaimana yang ditentukan. 12. M. 2 Musthofa. Tata cara penawaran Pihak-pihak yang berminat ikut dalam acara lelang harus mengajukan penawan secara tertulis dalam amlop tertutup dengan menyebutkan identitas yang jelas. 10..H. harga yang disanggupinya.H. Penentuan syarat lelang dan floor price Penentuan sayuart lelang menjadi kewenangan Ketua Pengadilan yang bertindak sebagai penjual untuk dan atas nama termohon eksekusi. Pembeli lelang dan menentukan pemenang Pembeli lelang adalah penawar tertinggi dan tawarn itu minimal sesuai dengan floor price. Pembayaran harga lelang2 Pengadilan berhak menentukan syarat-syarat pembayaran lelang. 11. 13. (Jakarta: Kencana. amak atas kelalaian itu dikenakan denda sebagaimana yang ditentukan Pasal 22 ayat (7) Peratuaran Lelang Stb. 2005) .

Dilakukan di depan umum yaitu dengan cara mengumumkannya untuk mengumpulkan peminta/peserta lelang. yaitu dengan cara penawaran harga secara lisan atau tertulis yang bersifat kmpetitif. Peserta yang mengajukan penawaran tertinggi akan dinyatakan sebagai pemenang. 3. Dengan kata lain. Wildan Suyuthi Musthofa. Kalau Pasal 200 Ayat 1 HIR/Pasal 215 Ayat 1 RBg dikaitkan dengan Pasal 1 Peraturan Lelang (LN 1908 No. yaitu: 1. .A. Praktek Kejurusitaan Pengadilan. Hal ini tidak mengurangi arti lelang secara umum. Hlm.189). Jakarta: Mahkamah Agung RI. akan ditemukan pengertian yang sebenarnya dari lelang tersebut. Dari definisi lelang tersebut ada 4 unsur lelang yang dipenuhi. hanya cara pendekatannya lebih diarahkan kepada kegiatan lelang yang ada kaitannya dengan fungsi peradilan. 3 . yaitu: . 2. .Cara penjualannya dengan jalan harga penawaran semakin meningkat. atau makin menurun melalui penawaran secara tertulis (penawaran dengan pendaftaran). Lelang adalah suatu cara penjualan yang dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.3 Selanjutnya pengertian lelang yang akan dibahas di sini lebih cenderung pada pengertian yang erat hubungannya dengan pelelangan yang dilakukan pengadilan. penjualan lelang dilakukan dengan perantaraan atau bantuan kantor lelang (juru lelang). 4. 2004. Dilaksanakan dengan cara penawaran harga yang khusus.Penjualan di muka umum harta kekayaan tergugat yang telah disita eksekusi.Penjualan di muka umum (pelelangan) hanya boleh dilakukan di depan juru lelang.391. Pengertian Lelang Secara umum Lelang adalah penjualan barang dimuka umum dengan cara penawaran harga secara lisan atau tertulis melalui usaha mengumpulkan para peminta/peserta lelang dan harus dipimpin pejabat lelang (VR SIB 1908 pasal 1).

4. 2. 4 .102-103. Dasar Hukum Lelang y Dasar hukum lelang secara umum Dikatakan umum karena peraturan perundang-undangannya tidak secara khusus mengatur tentang tata cara/prosedur lelang. Diantaranya adalah: 1. HIR (Herziene Inlandsch Reglement). Intruksi Lelang (LN 1908 No.01/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Yahya Harahap. dan dari hasil penjualan uangnya dibayarkan kepada pihak penggugat sebesar yang ditetapkan dalam putusan. M. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Lelang merupakan penjualan harta kekayaan tergugat yang disita secara umum (terbuka). 4.01/2002 jo Nomor 451//KMK. y Dasar hukum lelang secara khusus Dikatakan khusus yaitu karena peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang tata cara dan prosedur lelang. RBg (Reglement op de Burgelijk Rechtsvordering).190) atau Vendu Instructie. Diantaranya adalah: 1. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2003 tentang Pemungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fiducia. 7. 1991.4 B. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 304/KMK. Hlm. Peraturan Lelang tanggal 28 Februari 1908 (LN 1908 No. dll.01/2002 jo Nomor 450/KMK. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan.189) atau Vendu Reglement. 6.01/2002 tentang Pejabat Lelang. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 305/KMK. 3. 3. Merupakan ketentuanketentuan pelaksanaan Vendu Reglement.peraturan yang mengatur tentang Pokok-Pokok Penjualan di Muka Umum (lelang). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgelijk Wetboek). 2. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata. Merupakan peraturan.

5 . Fungsi Lelang Lelang sebagai salah satu cara penjualan memiliki fungsi privat dan fungsi publik. yang sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.Lelang eksekusi . 2004. dll.Ketiga. Hlm. mendukung badan-badan peradilan dalam mewujudkan fungsi peradilan dengan pelayanan penjualan barang yang mencerminkan keadilan. . C.Pertama. Dikatakan memiliki fungsi privat karena lelang merupakan institusi pasar yang mempertumukan penjual dan pembeli pada suatu saat dan tempat tertentu dengan cara pembentukan harga yang kompetitif. Lelang eksekusi Pajak. PUPN. Praktek Kejurusitaan Pengadilan. Lelang eksekusi pengadilan. mengumpulkan penerimaan Negara dalam bentuk bea lelang dan uang miskin. pengamanan asset yang dimiliki/dikuasai oleh negara untuk meningkatkan efesiensi dan tertib administrasi pengelolaannya. Jenis-Jenis Lelang Jenis Lelang dibedakan menjadi 2 yaitu: . 393. 3. 6. 2. Sedangkan yang dimaksud fungsi publik dalam lelang adalah: .5 D. keamanan dan kepastian hukum karena itu semua penjualan eksekusi eks sita pengadilan. Kejaksaan dan sebagainya harus dilakukan secara lelang. Wildan Suyuthi Musthofa.07/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Balai Lelang. dalam rangka membantu penegakan hukum yang diantaranya adalah: 1. Jakarta: Mahkamah Agung RI.Lelang non eksekusi Lelang eksekusi adalah lelang untuk melaksanakan putusan/penetapan pengadilan atau dokumen-dokumen lain. dipersamakan dengan itu. .5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.Kedua. Lelang eksekusi PUPN.

3. Karakteristik dan kelebihan lelang diantaranya: 1. Lelang barang milik Pemerintah Pusat/Daerah (Inventaris). Lelang barang milik BUMN/BUMD. 6. Lelang Kayu (Perhutani) dan hasil hutan lainnya. Lelang Eksekusi Harta Pailit. Lelang Non Eksekusi adalah lelang untuk melaksanakan penjualan barang milik negara/daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang±Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara atau barang milik Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) yang oleh peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk dijual secara lelang. Lelang Barang Sitaan berdasarkan pasal 45 KUHP. 7. 8. Lelang Barang Rampasan. Sehingga tidak akan melaksanakan lelang apabila ada dokumen maupun prosedur yang tidak terpenuhi. 7. E.Dalam kegiatan lelang mempunyai beberapa karakteristik dan kelebihan tersendiri. dipimpin dan dilaksanakan oleh pejabat lelang selaku pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. 9. Lelang Barang Temuan. Lelang sukarela/balai lelang.4. Lelang Piutang dan Saham. 2. Pejabat lelang akan meneliti terlebih dahulu tentang subyek dan obyek lelang. Karakteristik dan Kelebihan Lelang Lelang merupakan salah satu cara yang harus ditempuh untuk melaksanakan putusan pengadilan. Bahkan pelaksanaan lelang harus terlebih dahulu diumumkan sehingga memberikan kesempatan bagi yang berkepentingan untuk mengajukan keberatan atas penjualan tersebut. 5. Lelang barang tidak dikuasai/dikuasai/dimiliki Negara (bea dan cukai). 5. Aman Dari segi keamanan lebih terjamin karena lelang disaksikan. 2. 4. Lelang BPPN. 1. Lelang eksekusi Fiducia. 6. Adil . Lelang eksekusi berdasarkan pasal 6 UUHT (Undang-Undang Hak Tanggungan).

sebagai bukti otentik pembeliaan.Kegiatan Lelang dilaksanakan dengan mengundang khalayak ramai yaitu calon pembeli/peminat/investor sehingga pelaksanaannya bersifat terbuka dan obyektif. 2004. maka oleh pejabat lelang dibuatkan bukti akte otentik sebagai bukti pembelian yang disebut risalah lelang. .6 Wildan Suyuthi Musthofa. Harga optimal Dengan banyaknya peserta/calon pembeli yang hadir maka harga yang terbentuk dapat mencapai harga yang optimum karena sistem penawaran dalam lelang bersifat kompetitif. 3. sebagai perhitungan bea lelang yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan peraturan lelang. Fungsi Risalah Lelang .bagi administrasi lelang. 5.bagi penjual. Hlm. Terlebih lagi lelang tersebut dipimpin pejabat lelang yang independen yang menegakkan aturan lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga dapat menjamin keadilan bagi para pelaku lelang. Cepat dan Efisien Dikatakan cepat karena dalam porses kegiatan lelangterlebih dahulu diadakan pengumuman lelang sehingga peserta dapat terkumpul pada satu hari lelang dan pembayarannya secara tunai.392-393. dapat digunakan sebagai surat balik nama dan sebagainya.bagi pihak ketiga. 6 . . sehingga pembeli tidak perlu lagi akte notariil. Risalah ini dapat dijadikan bukti legalitas. Praktek Kejurusitaan Pengadilan. . Adanya kepastian hukum dan otentik Setelah terpilihnya pembeli barang lelang tersebut. Dalam pelaksanaan lelang agar kepentingan pemilik barang/penjual terlindungi. sebagai dasar hukum untuk membaliknamakan suatu hak (contoh: SAMSAT).bagi pembeli. yaitu sebagai bukti penjualan bahwa yang telah melaksanakan penjualan secara lelang. 4. maka yang menentukan harga limit adalah pemohon lelang atau pemilik barang. maka dengannya pembeli dapat mempertahankan haknya. Jakarta: Mahkamah Agung RI.

38. Risalah lelang dikatakan sebagai akta otentik karena telah memenuhi semua unsur dari pegertian akta otentik tersebut. Risalah Lelang dibuat menurut undang-undang (vide pasal 37. pemohon/penjual barang lelang. salinan/foto copy pemberitahuan lelang kepada termohon eksekusi. Akta otentik ialah suatu akta yang dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang dibuat oleh atau dihadapan Pejabat Umum yang berkuasa untuk itu dimana akta dibuat. Pengumuman lelang (lewat surat kabar harian setempat dan media lainnya). Proses berlangsungnya lelang tersebut dimulai dari penaaran sampai ditentukannya pembeli barang lelang. maka harus ada pernyataan tertulis dari penjual bahwa barang-barang tersebut tidak diserti bukti kepemilikan dengan disertai alasannya. 3. . (KUH Perdata pasal 1868). 3. c. khususnya lelang yang dilakukan oleh Pengadilan. Objek atau barang lelang b. salinan/foto copy Penetapan Sita oleh Ketua Pengadilan.Risalah Lelang harus memuat: a. d. Salinan/foto copy putusan dan atau penetapan pengadilan. Risalah Lelang dibuat oleh Pejabat Lelang (vide pasal 18 dan 35 VR). salinan/foto copy penetapan aanmaning/teguran dari Ketua Pengadilan. 39 VR). Alasan dilaksanakannya lelang. Prosedur lelang tersebut diantarannya permohonan lelang harus dilampiri dokumen persyaratan yang terdiri dari: 1. para penawar barang lelang dan pembeli barang lelang. Penetapan waktu lelang. Wilayah kerja Pejabat Lelang ditentukan oleh Menteri Keuangan. salinan/foto copy Perincian Hutang/jumlah yang harus dipenuhi. Risalah merupakan suatu akta otentik. Dalam melaksanakan kegiatan lelang harus mengikuti Prosedur Lelang yang telah diatur sebelumnya. Subjek lelang seperti pejabat lelang. yaitu: 1. 2. salinan/foto copy Berita Acara Sita. dan bukti kepemilikan atas barang yang akan dilelang. 2. Tempat dilaksanakannya lelang. e. Apabila bukti kepemilikan tidak dikuasai.

yaitu: . jika barang inventaris milik Negara). . apabila Ketua Pengadilan hendak meminta bantuan juru lelang pada suatu eksekusi. Penyerahan Petikan Risalah Lelang dan dokumen pendukung lainnya kepada Pemenang Lelang dan Salinan Risalah Lelang kepada Pemohon Lelang/instansi terkait.Salinan penetapan lelang. Pelaksanaan lelang dipimpin oleh Pejabat Lelang. maka terlebih dahulu harus meneliti kantor lelang mana yang mempunyai kawasan di daerah tempat dimana pelelangan barang akan dijalankan. . F. Sub Direktorat Lelang telah menentukan surat-surat atau dokumen yang harus dilampirkan oleh pemohon lelang. Tahapan Lelang 1.´ Sehingga dalam pengajuan lelang ini ada beberapa yang harus dilaksanakan. Member kesempatan kepada pihak yang berkepentingan melihat pendaftaran lelang yang bersangkutan. Oleh karena itu.Salinan penetapan sita. serta hasil bersih lelang kepada Pemohon Lelang (atau Kas Negara. Tata cara pengajuan lelang sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Peraturan Lelang Stbld.4. . dan dalam pemberitahuan disebutkan kapan hari penjualan ingin dilakukan. uang miskin dan pajak/BPHTB ke kantor kas Negara. 6. 5.Salinan Berita Acara Penyitaan. Pembayaran dan pemenang lelang. yaitu: a.Salinan putusan pengadilan. 1908 No. dan b. Mendaftarkan permintaan lelang. Pengajuan Lelang Pengajuan lelang disampaikan ke kantor lelang yang berwenang melakukan lelang pada kawasan yang bersangkutan. . .Surat permintaan lelang. 189 yang berbunyi: ³Seorang yang bermaksud mengadakan penjualan secara umum (lelang) memberitahukan hal itu kepada juru lelang. Dalam buku Manual dan Alamat Kantor Lelang Se-Indnesia 1984.

. Maka pedoman untuk menentukan tata cara pengumuman lelangnnya diatur dalam Pasal 200 Ayat 6 HIR/Pasal 217 Ayat 1 RBg. Pengajuan Penawaran Lelang Dalam masalah penawaran lelang ini.Perincian besarnya jumlah tagihan pokok ditambah biaya yang dibebankan kepada tergugat (tereksekusi). . . lebih cenderung bersifat administrative.Tertulis. . apabila penjual lelang tidak memerlukan formalitas sehingga dapat disampaikan langsung secara lisan pada saat pelelangan dilakukan. . c. Surat penawaran ditandatangani oleh penawar. antara lain: M.Bukti pemilikan (sertifikat) barang yang hendak dijual lelang atas barang yang tidak bergerak. Hlm. Surat penawaran memuat dengan jelas identitas penawar .110-111. dan .Salinan surat pemberitahuan lelang kepada pihak berkepentingan. yaitu menggunakan surat yang disampaikan ke kantor juru lelang.Tempat tinggal. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata.Lisan. guna memenuhi syarat sahnya seseorang menjadi peserta/penawar dalam lelang.Nama. Berdasarkan ketentuan tersebut ada beberapa yang harus dipenuhi oleh penjual lelang. Pelelangan yang tidak didahului dengan pengumuman maka dianggap batal demi hukum. a. Bentuk penawaran .7 2. dapat diganti dengan surat keterang dari Desa/Kelurahan setempat.. Pengumuman Lelang Pengumuman lelang merupakan syarat formal penjualan lelang atau executorial verkoop. Yahya Harahap. 3. Bagi yang belum bersitifikat. 7 . .Bukti pengumuman lelang yang dikeluarkan oleh pengadilan. . 1991.dll.Syarat-syarat lelang yang ditentukan penjual lelang. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. b.Pekerjaan.

. apabila dari sejak awal barang yang akan dilelang sudah berada di bawah Sita Jaminan. Apabila hasil penjualan barang bergerak belum mencukupi jumlah tagihan yang harus dibayar kepada .. Akan tetapi melihat dari sifat barang bergerak yang mudah busuk/rusak.Pengumuman lelang Sebelum penjual menyampaikan permintaan lelang ke kantor lelang. . Pengumuman lelang tersebut termasuk salah satu dokumen (surat) yang harus dilampirkan pada surat permintaan lelang ke kantor lelang.Penjualan dilakukan paling cepat 8 (delapan) hari dari tanggal aanmaning. . . Penjualan Lelang . terlebih dahulu mengeluarkan pemberitahuan/pengumuman lelang (bekendmaking). apabila sejak semula barang yang akan dilelang sudah berada di baah Sita Jaminan.Penjualan dapat dilakukan paling cepat 8 (delapan) hari dari tanggal Sita Eksekusi dilakukan. y Pengumuman dapat dilakukan sejak tenggang waktu peringatan (aanmaning) dilampaui. pengumuman penjualaannya dilakukan tersendir. yaitu pada waktu penjualan berlangsung. y Bagi barang yang bergerak.Penjualan barang bergerak dan tidak bergerak dapat dilakukan secara bersamaan pada waktu yang sama. 4.Cara Pengumuman Menurut ketentuan Pasal 200 Ayat 6 HIR/Pasal 217 Ayat 1 RBg dijelaskan bahwa pengumuman lelang terhadap barang bergerak dilakukan menurut ³kebiasaan setempat´ (volgens plaatselijk gebruik).Waktu pengumuman y Pengumuman dapat dilakukan pengadilan sesaat setelah Sita Eksekusi (executorial Beslag) dilaksanakan. maka dapat dilakukan penjualan terlebih dahulu sebelum penjualan barang tidak bergerak.

. baru boleh dilanjutkan penjualan lelang barang yang tidak bergerak sampai tercapai jumlah tagihan yang sesuai dengan yang tercantum dalam putusan pengadilan.penggugat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful