P. 1
Tata Cara Eksekusi

Tata Cara Eksekusi

|Views: 2,632|Likes:
Published by Bang Zen

More info:

Published by: Bang Zen on Feb 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

TATA CARA EKSEKUSI A.

Tata Cara Eksekusi Riil Dalam menjalankan eksekusi terhadap perkara-perkara yang menjadi wewenang Pengadilan Agama dapat ditempuh tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Permohonan pihak yang menang Jika pihak yang kalah tidak bersedia melaksanakan putusan Pengadilan secara sukarela, maka pihak yang menang dapat mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan yang memutuskan perkara tersebut untuk dijalankan secara paksa hal-hal yang telah disebutkan dalam amar putusan. Permohonan pengajuan eksekusi kepada Ketua Pengadilan merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh pihak yang menang agar putusan tersebut dijalankan secara paksa sebagaimana tersebut dalam pasal 207 ayat (1) R.Bg dan pasal 196 HIR. 2. Penaksiran biaya eksekusi Jika Ketua Pengadilan telah menerima permohonan eksekusi dari pihak yang berkepentingan, maka segera memerintahkan meja satu untuk menaksir biaya eksekusi yang diperlukan. Biaya-biaya yang diperlukan meliputi biaya pendaftaran eksekusi, biaya saksi-saksi dan biaya pengamanan serta lain0lain yang dianggap perlu. Setelah biaya eksekusi tersebut dibayar oleh pihak yang menghendaki eksekusi kepada Panitera atau petugas yang ditunjuk untuk mengurus biaya perkara, barulah permohonan eksekusi tersebut didaftarkan dalam register eksekusi. 3. Melaksanakan peringatan (Ann maning) Ann manign merupakan tindakan dan upaya yang dilakukan oleh Ketua Pengadilan berupa teguran kepada pihak yang kalah agar ia melaksanakan isi putusan secara sukarela. Aan maning dilakukan dengan melakukan panggilan terhadap pihak yang kalah dengan menentukan hari tanggal dan jam persidangan dalam surat panggilan tersebut. Memberikan peringatan (Ann maning) dengan cara: a. Melakukan sidang insidentil yang dihadiri oleh Ketua Pengadilan, Panitera, dan pihak yang kalah b. Memberikan peringatan waktu tegoran supaya ia menjalakn putusan Hakim dalam waktu delapan hari.

B. Perintah eksekusi dilakukan di tempat letak barang dan tidak boleh di belakang meja e. Membuat berita acara Ann maning dengan mencatat semua peristiwa yang terjadi di dalam sidang tersebut sebagai bukti.Bg. dan tidak mau enghadiri pannggilan sidang peringatan tanpa alasan yang sah. Pelaksanaan eksekusi riil. Mengeluarkan surat perintah eksekusi Apabila waktu telah ditentukan dalam peringatan (Ann maning) sudah lewat dan ternyata pihak yang kalah tidak menjalankan putusan. maka Ketua Pengadilan mengeluarkan perintah eksekusi dengan ketentuan: a. 4. Perintah ditujukan kepada Panitera dan Jurusita yang namanya harus disebut dengan jelas c. 5. Harus menyebut dengan jelas nomoe perkara yang hendak dieksekusi dan objek barang yang hendak dieksekusi d.B g. Isi perintah eksekusi supaya di laksanakan sesuai dengan amar putusan.c. Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Pelaksanaa eksekusi pembayaran sejumlah uang dapat ditempuh tahapan sebagai berikut: Abdul Manan. (Jakarta: Yayasan Al Hikmah. jujur dan dapat dipercaya yang befungsi membantu Penitara atau Jurusita yang melaksanakan eksekusi. 2000) 1 . Dalam pelaksaan eksekusi Panitera atau Jurusita dibantu oleh dua orang saksi berumur minimal 21 tahun. Penerapan Hukum Acara di Lingkungan Peradilan.1 Perintah eksekusi yang dibuat Ketua Pengadilan. sebagaimana diatur dalam pasal 197 ayat (6) HIR dan pasal 210 R. Perintah eksekusi itu berupa penetapan b. Panitera atau apabila ia berhalangan dapat diwakilkan kepada Jurusita dengan ketentuan harus menyebut denan jelas nama petugas dan jabatannya yang bertugas melaksanakan eksekusi sebagaimana diatur dalam pasal 197 ayat (1) HIR dan pasal 209 R. bahwa Ann manign telah dilakukan dan berita acara ini merupakan landasan bagi perintah eksekusi yang akan dilaksanakan selanjutnya.

1908 Nomor 189. dengan dilampiri: Salinan putusan Pengadilan Salinan penetapan sita eksekusi Salinan berita acara pemnitaan Salinan penetapan lelang Salinan surat pemberitahuan kepada pihak yang berkepentingan Rician besarnya jumlah tagihan Buklti pemilikan barang lelang. 6. Permintaan lelang Setelah diumumkan. 7. 9. Penetapan perintah eksekusi Setalah dilakukan sita eksekusi. apabila sebelumnya belum diletakkan sita jaminan 5.Bg. sebagaiamana ketentuan pasal 200 ayat (6) HIR dan pasal 217 ayat (1) R. Ann maning 4.1. Ketua Pengadilan membuat penetapan perintah ekseskusi yang berisi tentang perintah penjualan lelang barang-barang yang telah diletakkan sita eksekusi dengan menyebut jelas objek yang akan dieksekusi dan putusan yang menjadi dasar eksekusi tersebut. Permohonan eksekusi 2. dan Bukt pengumuman lelang 8. sesuai pasal 5 Peraturan Lelang Stb. Penetapan hari lelang . Ketua Pengadilan meminta bantuan Kantor Lelang Negara untuk menjula baranhg-barang yang telah diletakkan sita eksekusi. Penetapan sita eksekusi. Membayar biaya eksekusi 3. Pengumuman lelang Pengumuman lelang barang-barang yang akan dieksekusi dilakkukan melalui surat kabar atau mass media. Pendaftaran permintaan lelang Kantor elang Negara menaftarkan permintaan lelang dalam buku yang khusus untuk itu dan sifat pendaftaran terbuka untuk umum. pengumuman lelang barang bergerak dapat dilakukan dengan cara menempelkan pemberitahuan lelang pada papn pengumuman Pengadilan atau melalui surat kabar dan mass media lainnya.

11. amak atas kelalaian itu dikenakan denda sebagaimana yang ditentukan Pasal 22 ayat (7) Peratuaran Lelang Stb. Pembayaran harga lelang2 Pengadilan berhak menentukan syarat-syarat pembayaran lelang. Ukuran floor price atau patokan harga terendah menjadi kewenangan Kantor Lelang Negara disesuaikan dengan harga pasaran dan nilai ekonomis barang. Apabila dalam waktu yang ditetapkan pemenang lelang belum membayar harga lelang sebagaimana yang ditentukan..Kantor lelang negara berwenang untuk menetapkan hari lelang.H. Pembeli lelang dan menentukan pemenang Pembeli lelang adalah penawar tertinggi dan tawarn itu minimal sesuai dengan floor price. Tata cara penawaran Pihak-pihak yang berminat ikut dalam acara lelang harus mengajukan penawan secara tertulis dalam amlop tertutup dengan menyebutkan identitas yang jelas. Kepaniteraan Peradilan Agama. 12. 2 Musthofa. Penentuan syarat lelang dan floor price Penentuan sayuart lelang menjadi kewenangan Ketua Pengadilan yang bertindak sebagai penjual untuk dan atas nama termohon eksekusi. (Jakarta: Kencana. harga yang disanggupinya. Sy. 10. 13. M.H. 1908 Nomor 189.. 2005) .. dan ditandatanganinya oleh yang bersangkutan. S.

yaitu: 1.Penjualan di muka umum harta kekayaan tergugat yang telah disita eksekusi.Penjualan di muka umum (pelelangan) hanya boleh dilakukan di depan juru lelang. Dengan kata lain. Hlm. akan ditemukan pengertian yang sebenarnya dari lelang tersebut. Praktek Kejurusitaan Pengadilan. 3 . Jakarta: Mahkamah Agung RI. Hal ini tidak mengurangi arti lelang secara umum. 2004. Peserta yang mengajukan penawaran tertinggi akan dinyatakan sebagai pemenang. . yaitu: . 2.3 Selanjutnya pengertian lelang yang akan dibahas di sini lebih cenderung pada pengertian yang erat hubungannya dengan pelelangan yang dilakukan pengadilan. atau makin menurun melalui penawaran secara tertulis (penawaran dengan pendaftaran). Wildan Suyuthi Musthofa. yaitu dengan cara penawaran harga secara lisan atau tertulis yang bersifat kmpetitif. Dilaksanakan dengan cara penawaran harga yang khusus. Pengertian Lelang Secara umum Lelang adalah penjualan barang dimuka umum dengan cara penawaran harga secara lisan atau tertulis melalui usaha mengumpulkan para peminta/peserta lelang dan harus dipimpin pejabat lelang (VR SIB 1908 pasal 1). Dilakukan di depan umum yaitu dengan cara mengumumkannya untuk mengumpulkan peminta/peserta lelang. penjualan lelang dilakukan dengan perantaraan atau bantuan kantor lelang (juru lelang). .Cara penjualannya dengan jalan harga penawaran semakin meningkat. Dari definisi lelang tersebut ada 4 unsur lelang yang dipenuhi. 4. Kalau Pasal 200 Ayat 1 HIR/Pasal 215 Ayat 1 RBg dikaitkan dengan Pasal 1 Peraturan Lelang (LN 1908 No. 3.391. Lelang adalah suatu cara penjualan yang dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.189).A. hanya cara pendekatannya lebih diarahkan kepada kegiatan lelang yang ada kaitannya dengan fungsi peradilan.

dll. 3. 2. y Dasar hukum lelang secara khusus Dikatakan khusus yaitu karena peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang tata cara dan prosedur lelang. RBg (Reglement op de Burgelijk Rechtsvordering). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 5.4 B.Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Lelang merupakan penjualan harta kekayaan tergugat yang disita secara umum (terbuka). 3. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata. dan dari hasil penjualan uangnya dibayarkan kepada pihak penggugat sebesar yang ditetapkan dalam putusan.01/2002 jo Nomor 451//KMK.01/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 304/KMK.01/2002 tentang Pejabat Lelang.01/2002 jo Nomor 450/KMK. Hlm. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 305/KMK. Undang-Undang Nomor 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fiducia. 1991. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Merupakan ketentuanketentuan pelaksanaan Vendu Reglement. 4 . Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgelijk Wetboek). Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 2003 tentang Pemungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 4. HIR (Herziene Inlandsch Reglement).peraturan yang mengatur tentang Pokok-Pokok Penjualan di Muka Umum (lelang). Dasar Hukum Lelang y Dasar hukum lelang secara umum Dikatakan umum karena peraturan perundang-undangannya tidak secara khusus mengatur tentang tata cara/prosedur lelang. 7. 6.102-103.190) atau Vendu Instructie. Peraturan Lelang tanggal 28 Februari 1908 (LN 1908 No. Yahya Harahap. Diantaranya adalah: 1. M. Intruksi Lelang (LN 1908 No. 2. Merupakan peraturan.189) atau Vendu Reglement. Diantaranya adalah: 1. 4.

07/2005 tanggal 30 November 2005 tentang Balai Lelang.Ketiga. keamanan dan kepastian hukum karena itu semua penjualan eksekusi eks sita pengadilan.5. . Lelang eksekusi Pajak. 393.Lelang non eksekusi Lelang eksekusi adalah lelang untuk melaksanakan putusan/penetapan pengadilan atau dokumen-dokumen lain. yang sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. dalam rangka membantu penegakan hukum yang diantaranya adalah: 1.5 D. 5 .Kedua. dll. mengumpulkan penerimaan Negara dalam bentuk bea lelang dan uang miskin. dipersamakan dengan itu. PUPN. Lelang eksekusi pengadilan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK. Hlm. C. Jenis-Jenis Lelang Jenis Lelang dibedakan menjadi 2 yaitu: . Fungsi Lelang Lelang sebagai salah satu cara penjualan memiliki fungsi privat dan fungsi publik. . 2.Pertama. Praktek Kejurusitaan Pengadilan. 3. 6. Jakarta: Mahkamah Agung RI. pengamanan asset yang dimiliki/dikuasai oleh negara untuk meningkatkan efesiensi dan tertib administrasi pengelolaannya.Lelang eksekusi . 2004. mendukung badan-badan peradilan dalam mewujudkan fungsi peradilan dengan pelayanan penjualan barang yang mencerminkan keadilan. Lelang eksekusi PUPN. Sedangkan yang dimaksud fungsi publik dalam lelang adalah: . Wildan Suyuthi Musthofa. Dikatakan memiliki fungsi privat karena lelang merupakan institusi pasar yang mempertumukan penjual dan pembeli pada suatu saat dan tempat tertentu dengan cara pembentukan harga yang kompetitif. Kejaksaan dan sebagainya harus dilakukan secara lelang.

4. Lelang Piutang dan Saham. 8. 5. 2.Dalam kegiatan lelang mempunyai beberapa karakteristik dan kelebihan tersendiri. 5. dipimpin dan dilaksanakan oleh pejabat lelang selaku pejabat umum yang diangkat oleh pemerintah. Lelang Barang Sitaan berdasarkan pasal 45 KUHP. Lelang Eksekusi Harta Pailit. Karakteristik dan kelebihan lelang diantaranya: 1. Lelang Barang Temuan. 2. Lelang sukarela/balai lelang. 6. Karakteristik dan Kelebihan Lelang Lelang merupakan salah satu cara yang harus ditempuh untuk melaksanakan putusan pengadilan. E. Aman Dari segi keamanan lebih terjamin karena lelang disaksikan. Lelang barang milik Pemerintah Pusat/Daerah (Inventaris). Lelang Kayu (Perhutani) dan hasil hutan lainnya. 3. Lelang BPPN. Pejabat lelang akan meneliti terlebih dahulu tentang subyek dan obyek lelang. 9. Sehingga tidak akan melaksanakan lelang apabila ada dokumen maupun prosedur yang tidak terpenuhi. Adil . Lelang Barang Rampasan. 4. Lelang eksekusi Fiducia. 7. 6. Lelang eksekusi berdasarkan pasal 6 UUHT (Undang-Undang Hak Tanggungan). 7. 1. Lelang barang milik BUMN/BUMD. Lelang Non Eksekusi adalah lelang untuk melaksanakan penjualan barang milik negara/daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang±Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara atau barang milik Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) yang oleh peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk dijual secara lelang. Bahkan pelaksanaan lelang harus terlebih dahulu diumumkan sehingga memberikan kesempatan bagi yang berkepentingan untuk mengajukan keberatan atas penjualan tersebut. Lelang barang tidak dikuasai/dikuasai/dimiliki Negara (bea dan cukai).

dapat digunakan sebagai surat balik nama dan sebagainya. Dalam pelaksanaan lelang agar kepentingan pemilik barang/penjual terlindungi. . 4. Adanya kepastian hukum dan otentik Setelah terpilihnya pembeli barang lelang tersebut. Cepat dan Efisien Dikatakan cepat karena dalam porses kegiatan lelangterlebih dahulu diadakan pengumuman lelang sehingga peserta dapat terkumpul pada satu hari lelang dan pembayarannya secara tunai.bagi pihak ketiga.6 Wildan Suyuthi Musthofa. 2004. maka yang menentukan harga limit adalah pemohon lelang atau pemilik barang. . Jakarta: Mahkamah Agung RI. 5.Kegiatan Lelang dilaksanakan dengan mengundang khalayak ramai yaitu calon pembeli/peminat/investor sehingga pelaksanaannya bersifat terbuka dan obyektif. sebagai perhitungan bea lelang yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan peraturan lelang. Fungsi Risalah Lelang .bagi penjual. maka oleh pejabat lelang dibuatkan bukti akte otentik sebagai bukti pembelian yang disebut risalah lelang. maka dengannya pembeli dapat mempertahankan haknya.bagi administrasi lelang. Harga optimal Dengan banyaknya peserta/calon pembeli yang hadir maka harga yang terbentuk dapat mencapai harga yang optimum karena sistem penawaran dalam lelang bersifat kompetitif. 3. yaitu sebagai bukti penjualan bahwa yang telah melaksanakan penjualan secara lelang. Hlm. . Risalah ini dapat dijadikan bukti legalitas. sebagai bukti otentik pembeliaan. Terlebih lagi lelang tersebut dipimpin pejabat lelang yang independen yang menegakkan aturan lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga dapat menjamin keadilan bagi para pelaku lelang. sehingga pembeli tidak perlu lagi akte notariil. Praktek Kejurusitaan Pengadilan. sebagai dasar hukum untuk membaliknamakan suatu hak (contoh: SAMSAT).bagi pembeli. 6 .392-393.

39 VR). e. salinan/foto copy penetapan aanmaning/teguran dari Ketua Pengadilan. . Risalah lelang dikatakan sebagai akta otentik karena telah memenuhi semua unsur dari pegertian akta otentik tersebut. Salinan/foto copy putusan dan atau penetapan pengadilan. Objek atau barang lelang b. Penetapan waktu lelang. Tempat dilaksanakannya lelang. Dalam melaksanakan kegiatan lelang harus mengikuti Prosedur Lelang yang telah diatur sebelumnya. Proses berlangsungnya lelang tersebut dimulai dari penaaran sampai ditentukannya pembeli barang lelang. 2. Subjek lelang seperti pejabat lelang. dan bukti kepemilikan atas barang yang akan dilelang. salinan/foto copy Perincian Hutang/jumlah yang harus dipenuhi. salinan/foto copy Penetapan Sita oleh Ketua Pengadilan. Apabila bukti kepemilikan tidak dikuasai. 3. d. Alasan dilaksanakannya lelang. 3. maka harus ada pernyataan tertulis dari penjual bahwa barang-barang tersebut tidak diserti bukti kepemilikan dengan disertai alasannya. Risalah Lelang dibuat menurut undang-undang (vide pasal 37. salinan/foto copy pemberitahuan lelang kepada termohon eksekusi.Risalah Lelang harus memuat: a. pemohon/penjual barang lelang. 2. yaitu: 1. Akta otentik ialah suatu akta yang dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang dibuat oleh atau dihadapan Pejabat Umum yang berkuasa untuk itu dimana akta dibuat. salinan/foto copy Berita Acara Sita. Risalah merupakan suatu akta otentik. 38. Prosedur lelang tersebut diantarannya permohonan lelang harus dilampiri dokumen persyaratan yang terdiri dari: 1. para penawar barang lelang dan pembeli barang lelang. (KUH Perdata pasal 1868). c. Pengumuman lelang (lewat surat kabar harian setempat dan media lainnya). Risalah Lelang dibuat oleh Pejabat Lelang (vide pasal 18 dan 35 VR). khususnya lelang yang dilakukan oleh Pengadilan. Wilayah kerja Pejabat Lelang ditentukan oleh Menteri Keuangan.

Mendaftarkan permintaan lelang. . Dalam buku Manual dan Alamat Kantor Lelang Se-Indnesia 1984. yaitu: . Tahapan Lelang 1. apabila Ketua Pengadilan hendak meminta bantuan juru lelang pada suatu eksekusi. F. Pembayaran dan pemenang lelang. 6.Salinan putusan pengadilan. .Salinan penetapan sita. 189 yang berbunyi: ³Seorang yang bermaksud mengadakan penjualan secara umum (lelang) memberitahukan hal itu kepada juru lelang. . . dan dalam pemberitahuan disebutkan kapan hari penjualan ingin dilakukan. 1908 No. uang miskin dan pajak/BPHTB ke kantor kas Negara. maka terlebih dahulu harus meneliti kantor lelang mana yang mempunyai kawasan di daerah tempat dimana pelelangan barang akan dijalankan. Sub Direktorat Lelang telah menentukan surat-surat atau dokumen yang harus dilampirkan oleh pemohon lelang. serta hasil bersih lelang kepada Pemohon Lelang (atau Kas Negara. Penyerahan Petikan Risalah Lelang dan dokumen pendukung lainnya kepada Pemenang Lelang dan Salinan Risalah Lelang kepada Pemohon Lelang/instansi terkait. Member kesempatan kepada pihak yang berkepentingan melihat pendaftaran lelang yang bersangkutan. Pelaksanaan lelang dipimpin oleh Pejabat Lelang. yaitu: a.Salinan penetapan lelang.Salinan Berita Acara Penyitaan. Pengajuan Lelang Pengajuan lelang disampaikan ke kantor lelang yang berwenang melakukan lelang pada kawasan yang bersangkutan. Tata cara pengajuan lelang sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Peraturan Lelang Stbld. 5. .´ Sehingga dalam pengajuan lelang ini ada beberapa yang harus dilaksanakan. jika barang inventaris milik Negara). Oleh karena itu. dan b.Surat permintaan lelang.4.

Surat penawaran memuat dengan jelas identitas penawar . . Berdasarkan ketentuan tersebut ada beberapa yang harus dipenuhi oleh penjual lelang. dan . . .dll. . Hlm. b. Bentuk penawaran .Nama. . 1991. Maka pedoman untuk menentukan tata cara pengumuman lelangnnya diatur dalam Pasal 200 Ayat 6 HIR/Pasal 217 Ayat 1 RBg.Lisan..Bukti pengumuman lelang yang dikeluarkan oleh pengadilan. Surat penawaran ditandatangani oleh penawar.Tempat tinggal. a. 7 . Pelelangan yang tidak didahului dengan pengumuman maka dianggap batal demi hukum.Pekerjaan.Perincian besarnya jumlah tagihan pokok ditambah biaya yang dibebankan kepada tergugat (tereksekusi). . . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bagi yang belum bersitifikat. lebih cenderung bersifat administrative. Pengajuan Penawaran Lelang Dalam masalah penawaran lelang ini.Tertulis. antara lain: M. dapat diganti dengan surat keterang dari Desa/Kelurahan setempat. guna memenuhi syarat sahnya seseorang menjadi peserta/penawar dalam lelang.110-111.Salinan surat pemberitahuan lelang kepada pihak berkepentingan.Bukti pemilikan (sertifikat) barang yang hendak dijual lelang atas barang yang tidak bergerak.Syarat-syarat lelang yang ditentukan penjual lelang. apabila penjual lelang tidak memerlukan formalitas sehingga dapat disampaikan langsung secara lisan pada saat pelelangan dilakukan. c. 3. Yahya Harahap.7 2. yaitu menggunakan surat yang disampaikan ke kantor juru lelang. Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata. Pengumuman Lelang Pengumuman lelang merupakan syarat formal penjualan lelang atau executorial verkoop.

pengumuman penjualaannya dilakukan tersendir. y Pengumuman dapat dilakukan sejak tenggang waktu peringatan (aanmaning) dilampaui. apabila sejak semula barang yang akan dilelang sudah berada di baah Sita Jaminan.Cara Pengumuman Menurut ketentuan Pasal 200 Ayat 6 HIR/Pasal 217 Ayat 1 RBg dijelaskan bahwa pengumuman lelang terhadap barang bergerak dilakukan menurut ³kebiasaan setempat´ (volgens plaatselijk gebruik). 4. maka dapat dilakukan penjualan terlebih dahulu sebelum penjualan barang tidak bergerak.Penjualan dilakukan paling cepat 8 (delapan) hari dari tanggal aanmaning.. terlebih dahulu mengeluarkan pemberitahuan/pengumuman lelang (bekendmaking).Waktu pengumuman y Pengumuman dapat dilakukan pengadilan sesaat setelah Sita Eksekusi (executorial Beslag) dilaksanakan. . yaitu pada waktu penjualan berlangsung. . Penjualan Lelang . apabila dari sejak awal barang yang akan dilelang sudah berada di bawah Sita Jaminan. y Bagi barang yang bergerak. Pengumuman lelang tersebut termasuk salah satu dokumen (surat) yang harus dilampirkan pada surat permintaan lelang ke kantor lelang.Penjualan barang bergerak dan tidak bergerak dapat dilakukan secara bersamaan pada waktu yang sama. . Akan tetapi melihat dari sifat barang bergerak yang mudah busuk/rusak.Penjualan dapat dilakukan paling cepat 8 (delapan) hari dari tanggal Sita Eksekusi dilakukan. .Pengumuman lelang Sebelum penjual menyampaikan permintaan lelang ke kantor lelang. Apabila hasil penjualan barang bergerak belum mencukupi jumlah tagihan yang harus dibayar kepada .

penggugat. . baru boleh dilanjutkan penjualan lelang barang yang tidak bergerak sampai tercapai jumlah tagihan yang sesuai dengan yang tercantum dalam putusan pengadilan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->