Makalah Tentang Narkoba Dan macam-macam narkoba

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu hal yang sejak dulu menjadi permasalahan dalam masyarakat dan membutuhkan perhatian khusus adalah penyalahgunaan obat-obatan. Pada awalnya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terbatas pada dunia kedokteran namun belakangan terjadi penyimpangan fungsi dan penggunaannya tidak lagi terbatas pada dunia kedokteran (Budiarta 2000). Penggunaan berbagai macam jenis obat dan zat adiktif atau yang biasa disebut narkoba dewasa ini cukup meningkat terutama di kalangan generasi muda. Morfin dan obatobat sejenis yang semula dipergunakan sebagai obat penawar rasa sakit, sejak lama sudah mulai disalahgunakan. Orang-orang sehat pun tidak sedikit yang mengkonsumsi obat-obatan ini. Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang diakui banyak kalangan menjadi ancaman yang berbahaya bagi bangsa Indonesia. Sianipar (2004) mengatakan bahwa berdasarkan survey nasional penyalahgunaan narkoba yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap 13.710 responden yang terdiri dari pelajar SLTP, SLTA dan mahasiswa pada tahun 2003 diperoleh data bahwa dalam setahun terakhir terdapat 3,9% responden yang menyalahgunakan narkoba. Penelitian tersebut juga menunjukan semakin dininya usia penyalahgunaan narkoba, dengan usia termuda adalah 7 tahun. Ditambah pula oleh Sianipar bahwa jenis narkoba yang sering digunakan adalah inhalan, sementara itu pada usia 8 tahun ada yang sudah menggunakan ganja dan pada usia 10 tahun telah menggunakan narkoba dengan jenis yang bervariasi, yaitu pil penenang, ganja dan morphin. Motivasi dan penyebab mengapa orang mengkonsumsi obat-obatan tersebut dapat bermacammacam antara lain sebagai tindakan pemberontakan karena adanya penolakan oleh lingkungan seperti adanya perasaan minder, latar belakang dari keluarga yang berantakan, patah hati, atau hal-hal lain. Penyebab lain adalah sebagai tindakan untuk mengurangi stres dan depresi, sekedar mencoba untuk mendapatkan perasaan nyaman dan menyenangkan, sebagai tindakan agar diterima dalam lingkungan tertentu dan adanya rasa gengsi atau sebagai tindakan untuk lari dari realita kehidupan. Banyak kejadian dimana remaja menggunakan narkoba hanya untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain, contohnya ketika seorang anak sedang mengalami konflik, anak membutuhkan kehadiran serta perlindungan dari orangtuanya namun ketika anak tidak pernah mendapatkan penyelesaian dari orangtua maka dirinya mencari penyelesaian dari lingkungan dan teman-temannya. Hal tersebut hanyalah manifestasi dari kebutuhan mereka akan penghargaan dan pengakuan dari orangtua mereka sendiri (Staf iqeq 1998).

Disamping itu, alasan utama seseorang mencoba obat-obatan adalah karena rasa ingin tahu mereka terhadap efek yang menyenangkan dari narkoba dan keinginan untuk mengikuti bujukan orang lain terutama dari lingkungan pergaulan mereka (McInthosh 2002). Narkotika di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat dibidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dan di sisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila dipergunakan tanpa pengendalian dan

baik terhadap individu maupun terhadap masyarakat. dkk 1999). dkk (1993) . Dikarenakan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba secara bebas dan tidak sesuai aturan. dampak yang ditimbulkan antara lain dapat berupa gangguan konsentrasi dan penurunan daya ingat bagi pemakai. Oleh karena itu. dapat menimbulkan beberapa dampak negatif baik bagi pemakai itu sendiri maupun bagi lingkungan di sekitar pemakai. motivasi dan tindakannya dalam berbagai cara (Zimbardo dan Gerrig 1999). adanya keyakinan dari dalam diri individu bahwa dirinya mampu untuk melepaskan diri dari ketergantungan obat-obatan ini merupakan faktor yang dianggap penting dalam proses pemulihan. Menurut Budiarta (2000). Pemakaian dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan yang tidak sesuai aturan. maka diperlukan perhatian khusus untuk menanggulangi masalah ini. Disamping itu Kaplan. dkk (1999). baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Menurut Wresniwiro (1999). Menurut Wartono. Perenungan tersebut tetap tidak berkembang karena mereka merasa tidak mampu untuk lepas dari obat-obatan dan bahkan mereka tidak berusaha untuk berhenti (Broad & Hall dalam Bandura 1995). Disamping itu. merawat dan merehabilitasi korban penyalahgunaan obat terlarang. serta menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan seperti pencurian atau penodongan. rehabilitasi merupakan usaha untuk menolong. Schwarzer (dalam Zimbardo dan Gerrig 1999) mengatakan bahwa self-efficacy mempengaruhi seberapa banyak usaha yang digunakan dan berapa lama seseorang dapat bertahan Dalam mengatasi situasi kehidupan yang sulit. Penggunaan narkotika secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak yang berbahaya. yaitu faktor dari dalam. mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Budiarta 2000). Self-efficacy tersebut mempengaruhi persepsi. Banyak orang yang mengalami masalah dengan obat-obatan tetap terperosok dalam tahap perenungan untuk merubah kebiasaan mereka.pengawasan yang ketat dan seksama (Wartono. upaya preventif merupakan pencegahan yang dilakukan agar seseorang jangan sampai terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan narkoba. Kesadaran yang dimiliki seseorang bahwa mereka telah kecanduan dapat memakan banyak waktu dari beberapa minggu hingga beberapa bulan atau bahkan tahunan dan tergantung pada obat yang digunakan dan kemampuan para pecandu untuk mengatasi kebiasaannya tersebut (McIntosh 2002). penggunaan narkotika yang terlalu banyak atau overdosis akan dapat menyebabkan kematian karena dosis yang digunakan makin lama makin bertambah banyak sedangkan daya tahan tubuh makin lama makin berkurang. Narkotika itu sendiri merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman. Banyak cara dilakukan untuk menanggulangi masalah ini baik secara preventif maupun represif. Istilah keyakinan ini disebut dengan self-efficacy. Budiarta menambahkan bahwa usaha-usaha represif dapat dilakukan dengan mendirikan panti-panti rehabilitasi maupun Rumah Sakit Ketergantungan Obat. ada faktor lain yang tampaknya juga penting. Salah satu faktor yang berasal dari dalam adalah adanya keinginan individu untuk berhenti menggunakan narkoba serta memiliki keyakinan bahwa dirinya akan mampu melepaskan diri dari pengaruh narkoba tersebut. Sedangkan upaya represif artinya usaha penanggulangan dan pemulihan pengguna narkoba yang mengalami ketergantungan. Self-Efficacy adalah keyakinan bahwa seseorang mampu menghadapi situasi tertentu. disamping faktor-faktor dari luar seperti mengikuti programprogram pemulihan di panti rehabilitasi. sedangkan dampak sosialnya dapat menimbulkan kerusuhan di lingkungan keluarga yang menyebabkan hubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang. Di dalam proses pemulihan. Di dalam RSKO atau panti Rehabilitasi itulah nantinya dilaksanakan program-program pemulihan bagi pengguna narkoba. sehingga diharapkan para korban dapat kembali ke dalam lingkungan masyarakat atau dapat bekerja serta belajar dengan layak.

Bab 4 Penutup : Terdiri Atas.menyebutkan self-efficacy ini sebagai sebuah konsep yang bermanfaat untuk memahami dan memprediksi tingkah laku. Pengaruh Dan Akibatnya. istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika.1 Defenisi Narkoba Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik. mereka (para pengadar narkoba) telah banyak mempengaruhi para remaja bahkan anak-anak dibawah umur sekalipun. Kesimpulan. Definisi Narkoba. Kerangka Berfikir.3 Sistematika Bab 1 Pendahuluan : Terdiri atas.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. psikis/jiwa dan fungsi sosial. Manfaat Penulisan.Pendapat Para Ahli. Selain Narkoba. Saran. . Latar Belakang. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran. Bab 3 Pembahasan masalah : Terdiri Atas. Bab 2 Landasan Teori : Terdiri Atas. Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya.22 tahun 1997 tentang Narkotika. maka perumusan masalah yang dapat diangkat disini ialah. Metode. psikis/jiwa dan fungsi sosial. Tujuan.jenis Narkoba. BAB II ISI 2. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).22 tahun 1997 tentang Narkotika. Bentuk Narkoba.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. 1. Ruang lingkup. Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku. Jenis .2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang terdapat di atas. Perumusan masalah. mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi). Hipotesis. Sistematika. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No. 1. ³Apakah benar banyak remaja sekarang yang saat ini terpengaruh oleh narkoba?´ Karena sudah banyaknya bukti. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik. Sejarah Narkoba. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.

Sedangkan Henry Yosodiningrat. ancaman hukuman mati hanya berlaku bagi orang-orang yang terlibat kejahatan narkotika secara terorganisasi. tembakau. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan. . apa itu tidak serius?´ kata Henry. bukan pengguna. gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven). Namun.Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin. ³Saya tetap berkeyakinan hukuman mati tidak akan memberantas peredaran narkotika. rohypnol. Mushroom. dumolid. ³Yang berhak mendapatkan adalah pengedar. Selain istilah Narkoba juga dikenal istilah NAPZA yaitu Narkotika. Sementara menurut Prof JE Sahetapy. kata Henry . lexotan. Perlindungan itu harus memuat ketentuan di mana tidak ada perbuatan pidana yang menyebabkan kematian atau perbuatan kasar lainnya. ekstasi. termasuk LSD. Hak untuk hidup tidak bersifat mutlak karena ada pengecualian bagi serious crime. ³Jika 40 orang meninggal setiap hari dan negara dirugikan Rp 262 triliun per tahun karena narkoba. suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand.3 Pendapat Para Ahli Menurut Prof Philips Alston. hashis dan kokain. termasuk ganja atau kanabis.´ Sedangkan Brigjen Pol (Purn) Jane Mandagi. BK. 2. ahli dari pemohon. Pemakai narkoba tidak diancam hukuman mati karena hanya korban dari sindikat narkotika internasional.´ Sahetapy mengingatkan bahwa konstitusi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kultur Indonesia. pil koplo. ahli dari New York University School of Law yang diajukan pemohon.2 Sejarah Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan. menyatakan hukuman mati telah ditolak Dewan HAM PBB. Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol. obat penenang seperti mogadon. termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium. Menurut Henry. Karena itu hukuman seumur hidup tanpa remisi jauh lebih baik daripada hukuman mati. Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin. Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Dewan HAM PBB menyatakan harus ada perlindungan bagi mereka yang menjalani hukuman mati. 2. Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan. Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya (Putauw). petidin. shabu. Yang dimaksud serious crime itu. mariyuana. tergantung kebutuhan dan interpetasi tiap-tiap negara. ahli dari Badan Narkotika Nasional. ahli dari pemerintah. menyatakan kejahatan narkotika termasuk dalam katagori serious crime. heroin (putauw). hukuman mati sangat bertentangan dengan Pancasila.

Amphetamine 4. Heroin 2.menyatakan hukuman mati diberlakukan untuk memberikan efek jera kepada sindikat narkotika dan untuk memutus indikasi pembalasan atau rasa tidak terima dari korban sindikat internasional. Methamphetamine 4. pil.2. Lain-lain 4. Cannabis 1. Lain-lain 3.4 Kerangka Berfikir Berdasarkan landasan teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Hallucinogens 6.2. Ecstasy type 5.2. Powder 3.3. 3. atau dengan cara memasukan kedalam tubuhnya dengan cara menyuntikan di salah satu bagian tubuhnya.1. Ketamine 7.1. Opioid 2.2. Marijuana (herbal) 1.2.1. Cocain 3.2 Jenis-jenis Narkoba 1. 2. serbuk.3. Sedative & Transquilizer 5. Amphetamine type 4. Crack 3. Lain-lain 2. Opium 2. BAB III PEMBAHASAN MASALAH 3.1.2. LSD 6. Solvents & Inhalants 8. yang menjadi kerangka berpikir yang diangkat pada Karya Tulis Ilmiah ini adalah banyaknya para remaja yang terlibat dalam kasus penyalah guakan narkoba.1. Hashish (resin) 1. Kelompok Obat Lain .3.1 Bentuk Narkoba Bentuk narkoba yang sering digunakan oleh mereka (pecandu narkoba) antara lain ialah berbentuk cair.3. Barbiturate 5. Benzodiazepine 6.1.

HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. kriminal. PSIKOTROPIKA Zat atau obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku. OPIAT atau Opium (candu) .1. Gelisah dan perubahan suasana hati. Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). kemerahan dan gatal di sekitar hidung. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit. mencuri. tidak saja menyebabkan ketergantungan namun juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai bahkan menimbulkan kematian 2. Kebingungan (konfusi). Pemakaian Psikotropika dalam jangka panjang tanpa pengawasan dan pembatasan medis bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk. Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Dapat menyebabkan pingsan. jantung berdebar-debar. disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal). menipu. Mual. Penyimpangan perilaku : berbohong. Berkeringat. Otot-otot menjadi lemas/relaks. muntah. Umumnya candu mengandung 10% morfin. gangguan cara berpikir. Denyut nadi melambat. Jika sudah toleransi. Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Mulut kering dan warna muka berubah. Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. Tekanan darah menurun. MORFIN Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. jantung berdebar-debar. Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). timbul gangguan kebiasaan tidur. ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena) Menimbulkan euforia. Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. sulit buang hajat besar (konstipasi). 3. Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. ilusi. Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual. semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat 4. kesulitan membuang hajat besar.

Alkohol merupakan depresan yang memperlambat kegiatan bagian-bagian otak dan sistem syaraf. ‡ Merasa senang dan banyak tertawa. Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation) Menimbulkan semangat Merasa waktu berjalan lambat. kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C.Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi). Pada umumnya alkohol : ‡ Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi. Pusing. ALKOHOL Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. Alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu. Kamput). TKW. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. golongan B. Dikenal 3 golongan minuman berakohol yaitu golongan A. Obat adalah zat yang mengubah cara kerja tubuh dan pikiran. . kadar etanol 20%-45% (Whiskey. arak. Johny Walker. Alkohol adalah minuman yang mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. anggur. ‡ Hilang kesadaran. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. whisky. berem. ‡ Mabuk dan muntah-muntah. ‡ Pandangan kabur. namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi. ‡ Tidak mampu berjalan. ‡ Keadaan lambung (kosong atau berisi). ‡ Menimbulkan kebingungan. Warna dan rasanya bermacam-macam tergantung bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya. ‡ Dikonsumsi dengan obat lain/tidak. alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. kadar etanol 1%-5% (bir). brandy. Minuman beralkohol mengandung zat ethanol. Manson House. ‡ Gerakan tubuh tidak terkoordinasi. ‡ Umur dan jenis kelamin -? remaja dan wanita biasanya lebih mudah dipengaruhi alkohol. Setelah diserap. gula. ‡ Berbicara tidak jelas. kehilangan keseimbangan/mabuk. ‡ Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah). Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia. sari buah atau umbi-umbian. Pengaruh alkohol terhadap tiap orang berbeda-beda dan tergantung pada: ‡ Kecepatan dan jumlah alkohol diminum. Beragam jenis minuman beralkohol: bir. Vodca. Pengaruh langsung minum alkohol ‡ Relaksasi/rasa santai. Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung. ‡ Hilangnya pengendalian diri. Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang). 5. tuak dll. ‡ Berat dan ukuran badan. ‡ Baik/buruknya fungsi hati.

teman bercermin. 7. dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Pada kurun waktu tahun 1950an. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. SS. XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum. Demerol Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. inex. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung. AMFETAMIN Nama generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna. Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. ‡ Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps). Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). ‡ Menimbulkan hasutan (agitasi). Ada 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Kadang-kadang lengan. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena). Kepala terasa kosong. kaki dan rahang terasa kaku. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam keadaan seperti ini. Setelah periode itu. serta mulut rasanya kering. Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu.6. Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Nama lain fantacy pils. Nama lainnya shabu. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. 9. Seluruh tubuh akan terasa melayang. ice. . 8. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan. ‡ Suhu badan naik/demam. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan. Efek codein lebih lemah daripada heroin. dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. ‡ Tidak bisa tidur. Morfin Dan Codein Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. kita merasa membutuhkan teman mengobrol. rileks dan "asyik". Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. ‡ Merasa sangat bergembira (euforia). Mungkin pula akan timbul rasa mual. ECSTASY Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. Morfin rasanya pahit.

isi korek api gas. . SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ) Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). INHALANSIA atau SOLVEN Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan tenggorokan. ‡ Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama. takut dan depresi dalam beberapa hari. gusi menyusut karena kekurangan kalsium. 11. ‡ Timbul rasa letih. Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh. Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal. kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. Lexo. ‡ Pada mulanya merasa sedikit terangsang. ‡ Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan. ‡ Mulut kering dan merasa haus. pusing. keletihan otot. batuk dan bersin-bersin. bat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. ‡ Mual dan merasa sakit. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya. uap bensin. ‡ Sakit kepala. misalnya aprazolam/Xanax/Alviz. ‡ Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan. ‡ Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan. Dum. ‡ Mual. ‡ Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan. ‡ Menjadi lebih berani/agresif. gangguan irama jantung. Nama jalanan BDZ antara lain BK.‡ Banyak bicara (talkativeness). kebakar. disuntik intravena. ‡ Kehilangan nafsu makan. 10. Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol. ‡ Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan. ‡ Berkeringat. Rohip. tremor/gemetar. ‡ Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension). tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. ‡ Tekanan darah meningkat. dan melalui dubur. ‡ Bernafas menjadi lambat dan sulit.Umumnya digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. tinner. radang selaput mata. ‡ Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap. ‡ Tidak mampu membuat keputusan. MG. ‡ Halusinasi. Cara pemakaian BDZ dapat diminum. ‡ Kehilangan nafsu makan. Contohnya aerosol. putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. ‡ Gigi rapuh. aica aibon. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. cairan untuk dry cleaning. ‡ Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest).

GANJA atau kanabis Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. kesulitan membuang hajat besar.12. ‡ Tekanan darah menurun. ‡ Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. ‡ Denyut jantung atau nadi lebih cepat. ‡ Berfantasi. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. mual yang berkepanjangan. timbul gangguan kebiasaan tidur. ‡ Penyimpangan perilaku : berbohong. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. 14. ‡ Sulit mengingat sesuatu kejadian. ‡ Mulut dan tenggorokan kering. salju. banyak bicara dan bergembira. semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat. jantung berdebar-debar. mencuri. ‡ Merasa lebih santai. Jika sudah toleransi. menipu. Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). ‡ Denyut nadi melambat. Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. ‡ Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan. ‡ Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca . putih. snow. ‡ Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi. KOKAIN Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). ‡ Sensitif dan gelisah. rasa letih/capek. kanabinol dan kanabidiol. ‡ Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual. ‡ Otot-otot menjadi lemas/relaks. ‡ Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. Nama jalanan kadang disebut koka. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol. happy dust. 13. srepet. charlie. kemerahan dan gatal di sekitar hidung. ‡ Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala. rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. ‡ Berkeringat. ‡ Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. coke. ‡ Gangguan kebiasaan tidur. kriminal. Kokain asam berupa kristal putih. reaksi yang cepat dan koordinasi.

‡ Pusing ‡ Panik dan rasa takut berlebihan. ‡ Menimbulkan keriangan. ‡ Sering mengeluarkan dahak atau lendir. ‡ Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan. kerusakan penglihatan pada malam hari. kegembiraan yang berlebihan (ecstasy). ‡ Kebingungan (konfusi). Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. ‡ Kejang-kejang. ‡ Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. atau segera setelah pemakaian opioid. yang berkembang selama. 3. ‡ Merokok kokain merusak paru (emfisema). ‡ Disorientasi. yaitu mengantuk atau koma. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia . resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya makin meningkat.3 Pengaruh dan Akibat Pemakain Narkoba Efek yang ditimbulkan: Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara. ‡ Depresi. ‡ Gangguan penglihatan (snow light). kesulitan bernafas. ‡ Paranoid. kebingungan dalam identitas seksual. ‡ Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya. bicara cadel. ‡ Timbul masalah kulit. 15. penurunan libido. ‡ Diafragma mata melebar dan demam. trips. ‡ Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid). kewaspadaan dan dorongan seks. kegelisahan. Gejala Intoksitasi (Keracunan): Konstraksi pupil (dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat) dan satu (atau lebih) tanda berikut. LSD atau lysergic acid atau acid. warna dan waktu. ‡ Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs). ‡ Hasutan (agitasi). kerusakan pada hati (liver) dan ginjal. gangguan atensi atau daya ingat. kematian karena overdosis.dan benda yang mempunyai permukaan datar. tabs Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam. ‡ Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian. ‡ Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan. ‡ Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat. ‡ Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas.

Menghisap rokok meningkatkan mood. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. hipertensi takikardia disregulasi temperatur. karena paralisis (kegagalan) pernafasan. disregulasi temperatur. depresi. dengan tingkat intelektual atau daya nalar yang beragam. diare berat. Seseorang yang ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid. seperti penyakit jantung. rinorea lakrimasipiloereksi. suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan. Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. Gejala Putus Obat ketergantungan: Kram otot parah dan nyeri tulang. biasanya akibat demam tinggi). atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama. menguap.1 Kesimpulan Untuk lebih mesosialisasikan ³Bahaya Narkoba´. gangguan pertimbangaan. demam. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat. disforia. belajar. Efek yang ditimbulkan: Secara perilaku. Selama sindroma abstinensi. Gejala pengguna putus opioid adalah gelisah. bradikardia (detak jantung melemah. mual. menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. termasuk pipotermia dan hipertermia. dan muntah. kram perut. efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian. dilatasi pupil. Gejala Putus Obat: Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik. Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. iritabilitas. atau segera setelah pemakaian opioid. bertindak sebagai relaksan otot skeletal. mengigat struktur masyarakat Indonesia yang demikian kompleks dan heterogen. waktu reaksi. dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Gejala residual seperti insomnia. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral. memang dibutuhkan sebuah program preventif tentang ³drugs education´ yang . Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama. kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah. dan kemampuan untuk memecahkan maslah. agitasi atau retardasi psikomotor.awal diikuti oleh apatis. tremor. BAB IV PENUTUP 4. kelemahan.

sikap yang ramah. 5 2. akan lebih baik. terhadap diri atau kehadiran / keberadaanya. Untuk itu.1 Latar Belakang«««««««««««««««««««««««««««««.. 6 .. sopan.2 Sejarah Narkoba««««««««««««««««««««««««««««. terhadap korban narkoba. 4 2. Maka. 3 1.lebih dan terarah. Karena bagaimana pun. 6 BAB III Pembatasan Masalah«««««««««««««««««««««««. sebenarnya juga lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar dan seberapa ³hangat´ penerimaan masyarakat di sekitar. 4. 1 1.3 Sistematika«««««««««««««««««««««««««««««««. dan hangat. 5 2.2 Saran Sikap mengucilkan para korban naroba adalah sebuah kesalahan besar.3 Pendapat Para Ahli««««««««««««««««««««««««««. terutama bagi seorang anak yang baru meningkat remaja. khususnya yang disebut ABG (Anak Baru Gede). 4 2. mempunyai dampak / peranan yang cukup signitifikan did lam mempengaruhi kebiasaan maupun karakter seseorang.2 Perumusan Masalah««««««««««««««««««««««««««. masyarakat atau lebih tepatnya lingkungan sekitar. berarti serta bermanfaat.1 Definisi Narkoba««««««««««««««««««««««««««««. DAFTAR ISI Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN«««««««««««««««««««««««««««« 1 1. 3 BAB II ISI«««««««««««««««««««««««««««««««««««.4 Kerangka Berfikir«««««««««««««««««««««««««««. karena proses penyembuhan seorang pecandu narkoba. edukasi di dalam masyarakat pun menjadi hal yang sentral dan menentukan. selain edukasi (pendidikan) didalam keluarga dan sekolah.

2 Jenis-jenis Narkoba«««««««««««««««««««««««««« 6 3.1 Kesimpulan««««««««««««««««««««««««««««««« 15 4. 15 Daftar Pustaka«««««««««««««««««««««««««««««««.3 Pengaruh dan Akibat Pemakaian Narkoba««««««««««««« 13 BAB IV PENUTUP««««««««««««««««««««««««««««««..3. 15 .2 Saran««««««««««««««««««««««««««««««««««. 15 4. 6 3.1 Bentuk Narkoba««««««««««««««««««««««««««««.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful