Makalah Tentang Narkoba Dan macam-macam narkoba

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu hal yang sejak dulu menjadi permasalahan dalam masyarakat dan membutuhkan perhatian khusus adalah penyalahgunaan obat-obatan. Pada awalnya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terbatas pada dunia kedokteran namun belakangan terjadi penyimpangan fungsi dan penggunaannya tidak lagi terbatas pada dunia kedokteran (Budiarta 2000). Penggunaan berbagai macam jenis obat dan zat adiktif atau yang biasa disebut narkoba dewasa ini cukup meningkat terutama di kalangan generasi muda. Morfin dan obatobat sejenis yang semula dipergunakan sebagai obat penawar rasa sakit, sejak lama sudah mulai disalahgunakan. Orang-orang sehat pun tidak sedikit yang mengkonsumsi obat-obatan ini. Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang diakui banyak kalangan menjadi ancaman yang berbahaya bagi bangsa Indonesia. Sianipar (2004) mengatakan bahwa berdasarkan survey nasional penyalahgunaan narkoba yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap 13.710 responden yang terdiri dari pelajar SLTP, SLTA dan mahasiswa pada tahun 2003 diperoleh data bahwa dalam setahun terakhir terdapat 3,9% responden yang menyalahgunakan narkoba. Penelitian tersebut juga menunjukan semakin dininya usia penyalahgunaan narkoba, dengan usia termuda adalah 7 tahun. Ditambah pula oleh Sianipar bahwa jenis narkoba yang sering digunakan adalah inhalan, sementara itu pada usia 8 tahun ada yang sudah menggunakan ganja dan pada usia 10 tahun telah menggunakan narkoba dengan jenis yang bervariasi, yaitu pil penenang, ganja dan morphin. Motivasi dan penyebab mengapa orang mengkonsumsi obat-obatan tersebut dapat bermacammacam antara lain sebagai tindakan pemberontakan karena adanya penolakan oleh lingkungan seperti adanya perasaan minder, latar belakang dari keluarga yang berantakan, patah hati, atau hal-hal lain. Penyebab lain adalah sebagai tindakan untuk mengurangi stres dan depresi, sekedar mencoba untuk mendapatkan perasaan nyaman dan menyenangkan, sebagai tindakan agar diterima dalam lingkungan tertentu dan adanya rasa gengsi atau sebagai tindakan untuk lari dari realita kehidupan. Banyak kejadian dimana remaja menggunakan narkoba hanya untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain, contohnya ketika seorang anak sedang mengalami konflik, anak membutuhkan kehadiran serta perlindungan dari orangtuanya namun ketika anak tidak pernah mendapatkan penyelesaian dari orangtua maka dirinya mencari penyelesaian dari lingkungan dan teman-temannya. Hal tersebut hanyalah manifestasi dari kebutuhan mereka akan penghargaan dan pengakuan dari orangtua mereka sendiri (Staf iqeq 1998).

Disamping itu, alasan utama seseorang mencoba obat-obatan adalah karena rasa ingin tahu mereka terhadap efek yang menyenangkan dari narkoba dan keinginan untuk mengikuti bujukan orang lain terutama dari lingkungan pergaulan mereka (McInthosh 2002). Narkotika di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat dibidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dan di sisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila dipergunakan tanpa pengendalian dan

Banyak orang yang mengalami masalah dengan obat-obatan tetap terperosok dalam tahap perenungan untuk merubah kebiasaan mereka. Menurut Wartono. merawat dan merehabilitasi korban penyalahgunaan obat terlarang. dkk (1993) . mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Budiarta 2000). penggunaan narkotika yang terlalu banyak atau overdosis akan dapat menyebabkan kematian karena dosis yang digunakan makin lama makin bertambah banyak sedangkan daya tahan tubuh makin lama makin berkurang. Self-Efficacy adalah keyakinan bahwa seseorang mampu menghadapi situasi tertentu. Menurut Wresniwiro (1999). dapat menimbulkan beberapa dampak negatif baik bagi pemakai itu sendiri maupun bagi lingkungan di sekitar pemakai. Di dalam proses pemulihan. sedangkan dampak sosialnya dapat menimbulkan kerusuhan di lingkungan keluarga yang menyebabkan hubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang. sehingga diharapkan para korban dapat kembali ke dalam lingkungan masyarakat atau dapat bekerja serta belajar dengan layak. upaya preventif merupakan pencegahan yang dilakukan agar seseorang jangan sampai terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan narkoba. dampak yang ditimbulkan antara lain dapat berupa gangguan konsentrasi dan penurunan daya ingat bagi pemakai. Kesadaran yang dimiliki seseorang bahwa mereka telah kecanduan dapat memakan banyak waktu dari beberapa minggu hingga beberapa bulan atau bahkan tahunan dan tergantung pada obat yang digunakan dan kemampuan para pecandu untuk mengatasi kebiasaannya tersebut (McIntosh 2002). Disamping itu. Sedangkan upaya represif artinya usaha penanggulangan dan pemulihan pengguna narkoba yang mengalami ketergantungan. dkk (1999). serta menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan seperti pencurian atau penodongan. Dikarenakan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba secara bebas dan tidak sesuai aturan. Istilah keyakinan ini disebut dengan self-efficacy. Perenungan tersebut tetap tidak berkembang karena mereka merasa tidak mampu untuk lepas dari obat-obatan dan bahkan mereka tidak berusaha untuk berhenti (Broad & Hall dalam Bandura 1995). Oleh karena itu. rehabilitasi merupakan usaha untuk menolong. Schwarzer (dalam Zimbardo dan Gerrig 1999) mengatakan bahwa self-efficacy mempengaruhi seberapa banyak usaha yang digunakan dan berapa lama seseorang dapat bertahan Dalam mengatasi situasi kehidupan yang sulit. motivasi dan tindakannya dalam berbagai cara (Zimbardo dan Gerrig 1999). ada faktor lain yang tampaknya juga penting. Disamping itu Kaplan. adanya keyakinan dari dalam diri individu bahwa dirinya mampu untuk melepaskan diri dari ketergantungan obat-obatan ini merupakan faktor yang dianggap penting dalam proses pemulihan. Pemakaian dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan yang tidak sesuai aturan. Penggunaan narkotika secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak yang berbahaya. Di dalam RSKO atau panti Rehabilitasi itulah nantinya dilaksanakan program-program pemulihan bagi pengguna narkoba. Self-efficacy tersebut mempengaruhi persepsi. baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. disamping faktor-faktor dari luar seperti mengikuti programprogram pemulihan di panti rehabilitasi. maka diperlukan perhatian khusus untuk menanggulangi masalah ini.pengawasan yang ketat dan seksama (Wartono. Narkotika itu sendiri merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman. Banyak cara dilakukan untuk menanggulangi masalah ini baik secara preventif maupun represif. yaitu faktor dari dalam. Menurut Budiarta (2000). Salah satu faktor yang berasal dari dalam adalah adanya keinginan individu untuk berhenti menggunakan narkoba serta memiliki keyakinan bahwa dirinya akan mampu melepaskan diri dari pengaruh narkoba tersebut. dkk 1999). baik terhadap individu maupun terhadap masyarakat. Budiarta menambahkan bahwa usaha-usaha represif dapat dilakukan dengan mendirikan panti-panti rehabilitasi maupun Rumah Sakit Ketergantungan Obat.

Bab 4 Penutup : Terdiri Atas. Kesimpulan. maka perumusan masalah yang dapat diangkat disini ialah.menyebutkan self-efficacy ini sebagai sebuah konsep yang bermanfaat untuk memahami dan memprediksi tingkah laku. istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika.1 Defenisi Narkoba Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik. Hipotesis. Sistematika. Perumusan masalah.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. Bentuk Narkoba. . 1.22 tahun 1997 tentang Narkotika. Ruang lingkup. Bab 3 Pembahasan masalah : Terdiri Atas.Pendapat Para Ahli.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang terdapat di atas. Bab 2 Landasan Teori : Terdiri Atas. Tujuan. psikis/jiwa dan fungsi sosial. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran. Saran.3 Sistematika Bab 1 Pendahuluan : Terdiri atas.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. Latar Belakang. Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Definisi Narkoba. mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi). Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).jenis Narkoba. ³Apakah benar banyak remaja sekarang yang saat ini terpengaruh oleh narkoba?´ Karena sudah banyaknya bukti. Selain Narkoba. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No. Jenis .22 tahun 1997 tentang Narkotika. mereka (para pengadar narkoba) telah banyak mempengaruhi para remaja bahkan anak-anak dibawah umur sekalipun. Metode. Pengaruh Dan Akibatnya. psikis/jiwa dan fungsi sosial. Kerangka Berfikir. Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku. 1. BAB II ISI 2. Sejarah Narkoba. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No. Manfaat Penulisan.

Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. pil koplo. obat penenang seperti mogadon. Dewan HAM PBB menyatakan harus ada perlindungan bagi mereka yang menjalani hukuman mati.2 Sejarah Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan. Sementara menurut Prof JE Sahetapy. heroin (putauw). ³Yang berhak mendapatkan adalah pengedar. tergantung kebutuhan dan interpetasi tiap-tiap negara. 2. bukan pengguna. petidin. tembakau. rohypnol. shabu. ekstasi. gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven). . dumolid. Perlindungan itu harus memuat ketentuan di mana tidak ada perbuatan pidana yang menyebabkan kematian atau perbuatan kasar lainnya. apa itu tidak serius?´ kata Henry. BK. ³Jika 40 orang meninggal setiap hari dan negara dirugikan Rp 262 triliun per tahun karena narkoba. ahli dari Badan Narkotika Nasional. Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan. Karena itu hukuman seumur hidup tanpa remisi jauh lebih baik daripada hukuman mati. ancaman hukuman mati hanya berlaku bagi orang-orang yang terlibat kejahatan narkotika secara terorganisasi. Hak untuk hidup tidak bersifat mutlak karena ada pengecualian bagi serious crime.Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin. Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya (Putauw). suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand. ³Saya tetap berkeyakinan hukuman mati tidak akan memberantas peredaran narkotika. Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol. kata Henry . Selain istilah Narkoba juga dikenal istilah NAPZA yaitu Narkotika. Mushroom. hukuman mati sangat bertentangan dengan Pancasila. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium. ahli dari pemohon. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan. hashis dan kokain. Menurut Henry.´ Sedangkan Brigjen Pol (Purn) Jane Mandagi.3 Pendapat Para Ahli Menurut Prof Philips Alston. Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin. mariyuana. ahli dari pemerintah. termasuk LSD. Pemakai narkoba tidak diancam hukuman mati karena hanya korban dari sindikat narkotika internasional. termasuk ganja atau kanabis. menyatakan kejahatan narkotika termasuk dalam katagori serious crime. Yang dimaksud serious crime itu. lexotan. termasuk bagi aparat hukum.´ Sahetapy mengingatkan bahwa konstitusi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kultur Indonesia. ahli dari New York University School of Law yang diajukan pemohon. menyatakan hukuman mati telah ditolak Dewan HAM PBB. Namun. Sedangkan Henry Yosodiningrat. 2.

Hashish (resin) 1. Ketamine 7. Lain-lain 4. Kelompok Obat Lain .1.1. Solvents & Inhalants 8.1. Heroin 2. BAB III PEMBAHASAN MASALAH 3. yang menjadi kerangka berpikir yang diangkat pada Karya Tulis Ilmiah ini adalah banyaknya para remaja yang terlibat dalam kasus penyalah guakan narkoba. Cannabis 1.menyatakan hukuman mati diberlakukan untuk memberikan efek jera kepada sindikat narkotika dan untuk memutus indikasi pembalasan atau rasa tidak terima dari korban sindikat internasional. Methamphetamine 4. Powder 3.3.2 Jenis-jenis Narkoba 1.1 Bentuk Narkoba Bentuk narkoba yang sering digunakan oleh mereka (pecandu narkoba) antara lain ialah berbentuk cair. Lain-lain 3.1.2.1. Ecstasy type 5.3. 2.2. Opioid 2.2. atau dengan cara memasukan kedalam tubuhnya dengan cara menyuntikan di salah satu bagian tubuhnya. serbuk.3. Amphetamine type 4.4 Kerangka Berfikir Berdasarkan landasan teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Amphetamine 4.2. pil. LSD 6. Barbiturate 5. Lain-lain 2.2. Sedative & Transquilizer 5. Benzodiazepine 6. Hallucinogens 6.1. Cocain 3. 3. Crack 3.2. Marijuana (herbal) 1. Opium 2.3.

Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. Otot-otot menjadi lemas/relaks. muntah. Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. tidak saja menyebabkan ketergantungan namun juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai bahkan menimbulkan kematian 2. OPIAT atau Opium (candu) . Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). kriminal. timbul gangguan kebiasaan tidur. Pemakaian Psikotropika dalam jangka panjang tanpa pengawasan dan pembatasan medis bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk. menipu. Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. Penyimpangan perilaku : berbohong. sulit buang hajat besar (konstipasi). Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. kemerahan dan gatal di sekitar hidung. gangguan cara berpikir. Denyut nadi melambat. mencuri. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). jantung berdebar-debar. Mual. Dapat menyebabkan pingsan.1. MORFIN Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena) Menimbulkan euforia. semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat 4. Kebingungan (konfusi). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. kesulitan membuang hajat besar. ilusi. perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. Tekanan darah menurun. 3. Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual. Berkeringat. jantung berdebar-debar. Jika sudah toleransi. Mulut kering dan warna muka berubah. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit. Gelisah dan perubahan suasana hati. disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal). PSIKOTROPIKA Zat atau obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku.

ALKOHOL Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi. kadar etanol 20%-45% (Whiskey. Manson House. ‡ Baik/buruknya fungsi hati. Alkohol adalah minuman yang mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang. ‡ Pandangan kabur. arak. Alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu. ‡ Mabuk dan muntah-muntah. brandy. ‡ Dikonsumsi dengan obat lain/tidak. 5. ‡ Tidak mampu berjalan. ‡ Gerakan tubuh tidak terkoordinasi. Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation) Menimbulkan semangat Merasa waktu berjalan lambat. ‡ Keadaan lambung (kosong atau berisi). ‡ Hilangnya pengendalian diri. kehilangan keseimbangan/mabuk. Pengaruh langsung minum alkohol ‡ Relaksasi/rasa santai. alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. berem. . kadar etanol 1%-5% (bir). sari buah atau umbi-umbian. anggur. Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung. Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang). Kamput). ‡ Merasa senang dan banyak tertawa. ‡ Menimbulkan kebingungan. ‡ Hilang kesadaran. Setelah diserap. Alkohol merupakan depresan yang memperlambat kegiatan bagian-bagian otak dan sistem syaraf. Obat adalah zat yang mengubah cara kerja tubuh dan pikiran. golongan B. Minuman beralkohol mengandung zat ethanol. ‡ Berbicara tidak jelas. TKW. Beragam jenis minuman beralkohol: bir. Pada umumnya alkohol : ‡ Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi. Dikenal 3 golongan minuman berakohol yaitu golongan A. gula. Vodca. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. whisky. tuak dll. Johny Walker. ‡ Berat dan ukuran badan. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia. ‡ Umur dan jenis kelamin -? remaja dan wanita biasanya lebih mudah dipengaruhi alkohol. Warna dan rasanya bermacam-macam tergantung bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya.Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi). kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. ‡ Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah). Pusing. Pengaruh alkohol terhadap tiap orang berbeda-beda dan tergantung pada: ‡ Kecepatan dan jumlah alkohol diminum.

Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Seluruh tubuh akan terasa melayang. teman bercermin. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Kadang-kadang lengan. 9. kita merasa membutuhkan teman mengobrol. ‡ Suhu badan naik/demam. Ada 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. Morfin rasanya pahit. ‡ Merasa sangat bergembira (euforia). ‡ Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps). Morfin Dan Codein Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. AMFETAMIN Nama generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). kaki dan rahang terasa kaku. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan. ‡ Tidak bisa tidur. SS. atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). 7.6. ‡ Menimbulkan hasutan (agitasi). dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Pada kurun waktu tahun 1950an. Nama lain fantacy pils. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. serta mulut rasanya kering. Nama lainnya shabu. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. inex. 8. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Dalam keadaan seperti ini. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan. industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan. ECSTASY Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Efek codein lebih lemah daripada heroin. . Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena). Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Setelah periode itu. Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. rileks dan "asyik". Demerol Nama lain dari Demerol adalah pethidina. ice. berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum.

pusing. Rohip. ‡ Menjadi lebih berani/agresif. ‡ Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension). 10. tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. Dum. dan melalui dubur. Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal. ‡ Bernafas menjadi lambat dan sulit. ‡ Sakit kepala. ‡ Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan. ‡ Berkeringat. ‡ Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan. gangguan irama jantung. INHALANSIA atau SOLVEN Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. tremor/gemetar. isi korek api gas. ‡ Timbul rasa letih. kebakar. ‡ Tidak mampu membuat keputusan. ‡ Mulut kering dan merasa haus. Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh. Lexo. ‡ Kehilangan nafsu makan. bat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan tenggorokan.‡ Banyak bicara (talkativeness). Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak. ‡ Pada mulanya merasa sedikit terangsang. kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. ‡ Tekanan darah meningkat. ‡ Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol.Umumnya digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. 11. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya. ‡ Mual. keletihan otot. batuk dan bersin-bersin. Cara pemakaian BDZ dapat diminum. MG. ‡ Gigi rapuh. takut dan depresi dalam beberapa hari. ‡ Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest). . gusi menyusut karena kekurangan kalsium. disuntik intravena. uap bensin. ‡ Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan. tinner. ‡ Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama. ‡ Halusinasi. cairan untuk dry cleaning. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Contohnya aerosol. ‡ Mual dan merasa sakit. ‡ Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap. Nama jalanan BDZ antara lain BK. ‡ Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. ‡ Kehilangan nafsu makan. aica aibon. misalnya aprazolam/Xanax/Alviz. radang selaput mata. SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ) Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur).

‡ Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala. semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat. rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. ‡ Tekanan darah menurun. ‡ Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual. happy dust. 14. ‡ Otot-otot menjadi lemas/relaks. Nama jalanan kadang disebut koka. Kokain asam berupa kristal putih. GANJA atau kanabis Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. mual yang berkepanjangan. kesulitan membuang hajat besar. ‡ Sulit mengingat sesuatu kejadian. mencuri. ‡ Merasa lebih santai. ‡ Penyimpangan perilaku : berbohong. ‡ Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan. Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. ‡ Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. kanabinol dan kanabidiol. banyak bicara dan bergembira. ‡ Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. rasa letih/capek. ‡ Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. KOKAIN Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). ‡ Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi. ‡ Denyut nadi melambat. ‡ Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). putih. Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca . ‡ Gangguan kebiasaan tidur. Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. kemerahan dan gatal di sekitar hidung. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. ‡ Berfantasi. reaksi yang cepat dan koordinasi. ‡ Mulut dan tenggorokan kering. srepet. menipu.12. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol. Jika sudah toleransi. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. snow. charlie. HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. ‡ Denyut jantung atau nadi lebih cepat. coke. salju. jantung berdebar-debar. ‡ Sensitif dan gelisah. ‡ Berkeringat. timbul gangguan kebiasaan tidur. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). 13. kriminal.

Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. ‡ Diafragma mata melebar dan demam. ‡ Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid). kesulitan bernafas. ‡ Kebingungan (konfusi). ‡ Depresi. ‡ Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. ‡ Hasutan (agitasi). kebingungan dalam identitas seksual. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. kerusakan pada hati (liver) dan ginjal. ‡ Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs). gangguan atensi atau daya ingat. ‡ Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya. bicara cadel. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam. tabs Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar. penurunan libido. 15. kerusakan penglihatan pada malam hari. kegembiraan yang berlebihan (ecstasy). yang berkembang selama. kematian karena overdosis.dan benda yang mempunyai permukaan datar. atau segera setelah pemakaian opioid. ‡ Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan. ‡ Kejang-kejang. resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya makin meningkat. ‡ Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan. Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia . ‡ Merokok kokain merusak paru (emfisema). kewaspadaan dan dorongan seks. kegelisahan. ‡ Timbul masalah kulit. warna dan waktu. ‡ Sering mengeluarkan dahak atau lendir. ‡ Paranoid. ‡ Menimbulkan keriangan. ‡ Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian. trips.3 Pengaruh dan Akibat Pemakain Narkoba Efek yang ditimbulkan: Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara. ‡ Pusing ‡ Panik dan rasa takut berlebihan. ‡ Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat. ‡ Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan. ‡ Disorientasi. yaitu mengantuk atau koma. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul. Gejala Intoksitasi (Keracunan): Konstraksi pupil (dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat) dan satu (atau lebih) tanda berikut. LSD atau lysergic acid atau acid. ‡ Gangguan penglihatan (snow light). Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. 3.

atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama. waktu reaksi. dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. disforia. biasanya akibat demam tinggi). hipertensi takikardia disregulasi temperatur. bradikardia (detak jantung melemah.1 Kesimpulan Untuk lebih mesosialisasikan ³Bahaya Narkoba´. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat. suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. termasuk pipotermia dan hipertermia. Efek yang ditimbulkan: Secara perilaku. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama. kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah. seperti penyakit jantung. atau segera setelah pemakaian opioid. belajar. depresi. iritabilitas. agitasi atau retardasi psikomotor. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral. Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. mual. tremor. rinorea lakrimasipiloereksi. Seseorang yang ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid. mengigat struktur masyarakat Indonesia yang demikian kompleks dan heterogen. dan muntah. menguap. gangguan pertimbangaan. Gejala Putus Obat ketergantungan: Kram otot parah dan nyeri tulang.awal diikuti oleh apatis. Gejala Putus Obat: Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. dilatasi pupil. dan kemampuan untuk memecahkan maslah. disregulasi temperatur. karena paralisis (kegagalan) pernafasan. Selama sindroma abstinensi. Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. Menghisap rokok meningkatkan mood. memang dibutuhkan sebuah program preventif tentang ³drugs education´ yang . demam. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. BAB IV PENUTUP 4. diare berat. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. kram perut. efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian. kelemahan. dengan tingkat intelektual atau daya nalar yang beragam. Gejala pengguna putus opioid adalah gelisah. bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan. Gejala residual seperti insomnia. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.

3 Pendapat Para Ahli««««««««««««««««««««««««««. Untuk itu. karena proses penyembuhan seorang pecandu narkoba. terhadap diri atau kehadiran / keberadaanya. terhadap korban narkoba. mempunyai dampak / peranan yang cukup signitifikan did lam mempengaruhi kebiasaan maupun karakter seseorang. 4. khususnya yang disebut ABG (Anak Baru Gede). terutama bagi seorang anak yang baru meningkat remaja. 5 2. dan hangat.2 Perumusan Masalah««««««««««««««««««««««««««.4 Kerangka Berfikir«««««««««««««««««««««««««««..3 Sistematika«««««««««««««««««««««««««««««««. 6 . 3 1. 5 2. sikap yang ramah. 4 2. akan lebih baik.1 Latar Belakang«««««««««««««««««««««««««««««. 3 BAB II ISI«««««««««««««««««««««««««««««««««««.2 Saran Sikap mengucilkan para korban naroba adalah sebuah kesalahan besar. 6 BAB III Pembatasan Masalah«««««««««««««««««««««««. 1 1.. sebenarnya juga lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar dan seberapa ³hangat´ penerimaan masyarakat di sekitar.lebih dan terarah. DAFTAR ISI Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN«««««««««««««««««««««««««««« 1 1.2 Sejarah Narkoba««««««««««««««««««««««««««««.1 Definisi Narkoba««««««««««««««««««««««««««««. berarti serta bermanfaat. Karena bagaimana pun. selain edukasi (pendidikan) didalam keluarga dan sekolah. Maka. sopan. 4 2. masyarakat atau lebih tepatnya lingkungan sekitar. edukasi di dalam masyarakat pun menjadi hal yang sentral dan menentukan.

3. 6 3.2 Saran««««««««««««««««««««««««««««««««««.1 Bentuk Narkoba««««««««««««««««««««««««««««..3 Pengaruh dan Akibat Pemakaian Narkoba««««««««««««« 13 BAB IV PENUTUP««««««««««««««««««««««««««««««. 15 4. 15 . 15 Daftar Pustaka«««««««««««««««««««««««««««««««.1 Kesimpulan««««««««««««««««««««««««««««««« 15 4.2 Jenis-jenis Narkoba«««««««««««««««««««««««««« 6 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful