Makalah Tentang Narkoba Dan macam-macam narkoba

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu hal yang sejak dulu menjadi permasalahan dalam masyarakat dan membutuhkan perhatian khusus adalah penyalahgunaan obat-obatan. Pada awalnya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang terbatas pada dunia kedokteran namun belakangan terjadi penyimpangan fungsi dan penggunaannya tidak lagi terbatas pada dunia kedokteran (Budiarta 2000). Penggunaan berbagai macam jenis obat dan zat adiktif atau yang biasa disebut narkoba dewasa ini cukup meningkat terutama di kalangan generasi muda. Morfin dan obatobat sejenis yang semula dipergunakan sebagai obat penawar rasa sakit, sejak lama sudah mulai disalahgunakan. Orang-orang sehat pun tidak sedikit yang mengkonsumsi obat-obatan ini. Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang diakui banyak kalangan menjadi ancaman yang berbahaya bagi bangsa Indonesia. Sianipar (2004) mengatakan bahwa berdasarkan survey nasional penyalahgunaan narkoba yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap 13.710 responden yang terdiri dari pelajar SLTP, SLTA dan mahasiswa pada tahun 2003 diperoleh data bahwa dalam setahun terakhir terdapat 3,9% responden yang menyalahgunakan narkoba. Penelitian tersebut juga menunjukan semakin dininya usia penyalahgunaan narkoba, dengan usia termuda adalah 7 tahun. Ditambah pula oleh Sianipar bahwa jenis narkoba yang sering digunakan adalah inhalan, sementara itu pada usia 8 tahun ada yang sudah menggunakan ganja dan pada usia 10 tahun telah menggunakan narkoba dengan jenis yang bervariasi, yaitu pil penenang, ganja dan morphin. Motivasi dan penyebab mengapa orang mengkonsumsi obat-obatan tersebut dapat bermacammacam antara lain sebagai tindakan pemberontakan karena adanya penolakan oleh lingkungan seperti adanya perasaan minder, latar belakang dari keluarga yang berantakan, patah hati, atau hal-hal lain. Penyebab lain adalah sebagai tindakan untuk mengurangi stres dan depresi, sekedar mencoba untuk mendapatkan perasaan nyaman dan menyenangkan, sebagai tindakan agar diterima dalam lingkungan tertentu dan adanya rasa gengsi atau sebagai tindakan untuk lari dari realita kehidupan. Banyak kejadian dimana remaja menggunakan narkoba hanya untuk mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari orang lain, contohnya ketika seorang anak sedang mengalami konflik, anak membutuhkan kehadiran serta perlindungan dari orangtuanya namun ketika anak tidak pernah mendapatkan penyelesaian dari orangtua maka dirinya mencari penyelesaian dari lingkungan dan teman-temannya. Hal tersebut hanyalah manifestasi dari kebutuhan mereka akan penghargaan dan pengakuan dari orangtua mereka sendiri (Staf iqeq 1998).

Disamping itu, alasan utama seseorang mencoba obat-obatan adalah karena rasa ingin tahu mereka terhadap efek yang menyenangkan dari narkoba dan keinginan untuk mengikuti bujukan orang lain terutama dari lingkungan pergaulan mereka (McInthosh 2002). Narkotika di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat dibidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dan di sisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila dipergunakan tanpa pengendalian dan

pengawasan yang ketat dan seksama (Wartono. rehabilitasi merupakan usaha untuk menolong. motivasi dan tindakannya dalam berbagai cara (Zimbardo dan Gerrig 1999). Dikarenakan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan narkoba secara bebas dan tidak sesuai aturan. serta menimbulkan perilaku yang tidak diinginkan seperti pencurian atau penodongan. Menurut Wartono. Sedangkan upaya represif artinya usaha penanggulangan dan pemulihan pengguna narkoba yang mengalami ketergantungan. sedangkan dampak sosialnya dapat menimbulkan kerusuhan di lingkungan keluarga yang menyebabkan hubungan pemakai dengan orangtua menjadi renggang. disamping faktor-faktor dari luar seperti mengikuti programprogram pemulihan di panti rehabilitasi. Menurut Budiarta (2000). Pemakaian dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan yang tidak sesuai aturan. sehingga diharapkan para korban dapat kembali ke dalam lingkungan masyarakat atau dapat bekerja serta belajar dengan layak. ada faktor lain yang tampaknya juga penting. mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Budiarta 2000). dkk (1999). Schwarzer (dalam Zimbardo dan Gerrig 1999) mengatakan bahwa self-efficacy mempengaruhi seberapa banyak usaha yang digunakan dan berapa lama seseorang dapat bertahan Dalam mengatasi situasi kehidupan yang sulit. Narkotika itu sendiri merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman. Banyak orang yang mengalami masalah dengan obat-obatan tetap terperosok dalam tahap perenungan untuk merubah kebiasaan mereka. yaitu faktor dari dalam. Perenungan tersebut tetap tidak berkembang karena mereka merasa tidak mampu untuk lepas dari obat-obatan dan bahkan mereka tidak berusaha untuk berhenti (Broad & Hall dalam Bandura 1995). merawat dan merehabilitasi korban penyalahgunaan obat terlarang. Istilah keyakinan ini disebut dengan self-efficacy. baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. dapat menimbulkan beberapa dampak negatif baik bagi pemakai itu sendiri maupun bagi lingkungan di sekitar pemakai. Oleh karena itu. Menurut Wresniwiro (1999). dampak yang ditimbulkan antara lain dapat berupa gangguan konsentrasi dan penurunan daya ingat bagi pemakai. Banyak cara dilakukan untuk menanggulangi masalah ini baik secara preventif maupun represif. upaya preventif merupakan pencegahan yang dilakukan agar seseorang jangan sampai terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dengan narkoba. adanya keyakinan dari dalam diri individu bahwa dirinya mampu untuk melepaskan diri dari ketergantungan obat-obatan ini merupakan faktor yang dianggap penting dalam proses pemulihan. maka diperlukan perhatian khusus untuk menanggulangi masalah ini. Penggunaan narkotika secara berlebihan dapat mengakibatkan dampak yang berbahaya. Disamping itu. Kesadaran yang dimiliki seseorang bahwa mereka telah kecanduan dapat memakan banyak waktu dari beberapa minggu hingga beberapa bulan atau bahkan tahunan dan tergantung pada obat yang digunakan dan kemampuan para pecandu untuk mengatasi kebiasaannya tersebut (McIntosh 2002). dkk 1999). baik terhadap individu maupun terhadap masyarakat. penggunaan narkotika yang terlalu banyak atau overdosis akan dapat menyebabkan kematian karena dosis yang digunakan makin lama makin bertambah banyak sedangkan daya tahan tubuh makin lama makin berkurang. Budiarta menambahkan bahwa usaha-usaha represif dapat dilakukan dengan mendirikan panti-panti rehabilitasi maupun Rumah Sakit Ketergantungan Obat. Self-efficacy tersebut mempengaruhi persepsi. Self-Efficacy adalah keyakinan bahwa seseorang mampu menghadapi situasi tertentu. Disamping itu Kaplan. Salah satu faktor yang berasal dari dalam adalah adanya keinginan individu untuk berhenti menggunakan narkoba serta memiliki keyakinan bahwa dirinya akan mampu melepaskan diri dari pengaruh narkoba tersebut. Di dalam proses pemulihan. Di dalam RSKO atau panti Rehabilitasi itulah nantinya dilaksanakan program-program pemulihan bagi pengguna narkoba. dkk (1993) .

Perumusan masalah. Manfaat Penulisan. Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Kesimpulan.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. Metode. Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran. ³Apakah benar banyak remaja sekarang yang saat ini terpengaruh oleh narkoba?´ Karena sudah banyaknya bukti. Tujuan. Bab 2 Landasan Teori : Terdiri Atas. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No. Definisi Narkoba. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).jenis Narkoba.22 tahun 1997 tentang Narkotika. Saran. Bab 3 Pembahasan masalah : Terdiri Atas. Sistematika.3 Sistematika Bab 1 Pendahuluan : Terdiri atas.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang terdapat di atas. 1. BAB II ISI 2. Selain Narkoba.menyebutkan self-efficacy ini sebagai sebuah konsep yang bermanfaat untuk memahami dan memprediksi tingkah laku.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No. Bentuk Narkoba. Hipotesis. psikis/jiwa dan fungsi sosial. Ruang lingkup. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No. Sejarah Narkoba. Kerangka Berfikir. Pengaruh Dan Akibatnya. maka perumusan masalah yang dapat diangkat disini ialah. istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika. Jenis . Latar Belakang.Pendapat Para Ahli.22 tahun 1997 tentang Narkotika. . psikis/jiwa dan fungsi sosial. mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).1 Defenisi Narkoba Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik. 1. mereka (para pengadar narkoba) telah banyak mempengaruhi para remaja bahkan anak-anak dibawah umur sekalipun. Bab 4 Penutup : Terdiri Atas.

Sedangkan Henry Yosodiningrat. petidin. Mushroom. termasuk LSD. ahli dari pemerintah.3 Pendapat Para Ahli Menurut Prof Philips Alston. Hak untuk hidup tidak bersifat mutlak karena ada pengecualian bagi serious crime. hukuman mati sangat bertentangan dengan Pancasila. Sementara menurut Prof JE Sahetapy. kata Henry . pil koplo.Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin. . dumolid. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko kecanduan. termasuk ganja atau kanabis. Dewan HAM PBB menyatakan harus ada perlindungan bagi mereka yang menjalani hukuman mati. 2. ancaman hukuman mati hanya berlaku bagi orang-orang yang terlibat kejahatan narkotika secara terorganisasi. suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand. ³Yang berhak mendapatkan adalah pengedar. Pemakai narkoba tidak diancam hukuman mati karena hanya korban dari sindikat narkotika internasional. tembakau. ahli dari New York University School of Law yang diajukan pemohon. bukan pengguna. Karena itu hukuman seumur hidup tanpa remisi jauh lebih baik daripada hukuman mati.2 Sejarah Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan. Yang dimaksud serious crime itu. Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20 tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebut cenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya (Putauw).´ Sahetapy mengingatkan bahwa konstitusi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kultur Indonesia. ahli dari pemohon. menyatakan kejahatan narkotika termasuk dalam katagori serious crime. hashis dan kokain. ahli dari Badan Narkotika Nasional. ekstasi. gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven).´ Sedangkan Brigjen Pol (Purn) Jane Mandagi. Menurut Henry. Namun. Perlindungan itu harus memuat ketentuan di mana tidak ada perbuatan pidana yang menyebabkan kematian atau perbuatan kasar lainnya. tergantung kebutuhan dan interpetasi tiap-tiap negara. ³Saya tetap berkeyakinan hukuman mati tidak akan memberantas peredaran narkotika. ³Jika 40 orang meninggal setiap hari dan negara dirugikan Rp 262 triliun per tahun karena narkoba. apa itu tidak serius?´ kata Henry. 2. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium. lexotan. Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol. BK. rohypnol. obat penenang seperti mogadon. Selain istilah Narkoba juga dikenal istilah NAPZA yaitu Narkotika. mariyuana. Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan. menyatakan hukuman mati telah ditolak Dewan HAM PBB. termasuk bagi aparat hukum. Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin. heroin (putauw). shabu. Psikotropika dan Zat adiktif lainnya.

Methamphetamine 4. Cannabis 1. Crack 3. 2.1. Solvents & Inhalants 8.2.2.2. Lain-lain 2. Heroin 2. 3. Hashish (resin) 1. Powder 3. Benzodiazepine 6.3.3. serbuk. Opioid 2.2. Cocain 3.1. Barbiturate 5. yang menjadi kerangka berpikir yang diangkat pada Karya Tulis Ilmiah ini adalah banyaknya para remaja yang terlibat dalam kasus penyalah guakan narkoba. Amphetamine 4.2.4 Kerangka Berfikir Berdasarkan landasan teori yang telah dikemukakan sebelumnya. Lain-lain 4.3.2. Ketamine 7. pil.3.menyatakan hukuman mati diberlakukan untuk memberikan efek jera kepada sindikat narkotika dan untuk memutus indikasi pembalasan atau rasa tidak terima dari korban sindikat internasional.1. Ecstasy type 5. BAB III PEMBAHASAN MASALAH 3. Sedative & Transquilizer 5.1.2 Jenis-jenis Narkoba 1. atau dengan cara memasukan kedalam tubuhnya dengan cara menyuntikan di salah satu bagian tubuhnya. Kelompok Obat Lain . Amphetamine type 4.1 Bentuk Narkoba Bentuk narkoba yang sering digunakan oleh mereka (pecandu narkoba) antara lain ialah berbentuk cair.1. Lain-lain 3. Marijuana (herbal) 1. Hallucinogens 6. Opium 2. LSD 6.1.

Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual. jantung berdebar-debar. Mulut kering dan warna muka berubah. mencuri. Umumnya candu mengandung 10% morfin. Penyimpangan perilaku : berbohong. Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena) Menimbulkan euforia.1. Denyut nadi melambat. Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. timbul gangguan kebiasaan tidur. kriminal. HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. jantung berdebar-debar. Pemakaian Psikotropika dalam jangka panjang tanpa pengawasan dan pembatasan medis bisa menimbulkan dampak yang lebih buruk. 3. Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). kemerahan dan gatal di sekitar hidung. Otot-otot menjadi lemas/relaks. tidak saja menyebabkan ketergantungan namun juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai bahkan menimbulkan kematian 2. semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat 4. menipu. Jika sudah toleransi. MORFIN Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. sulit buang hajat besar (konstipasi). PSIKOTROPIKA Zat atau obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku. Berkeringat. disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal). OPIAT atau Opium (candu) . Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. Kebingungan (konfusi). Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). Gelisah dan perubahan suasana hati. Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. muntah. gangguan cara berpikir. perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. ilusi. Dapat menyebabkan pingsan. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. kesulitan membuang hajat besar. Tekanan darah menurun. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit. Mual.

Dikenal 3 golongan minuman berakohol yaitu golongan A. ‡ Merasa lebih tegar berhubungan secara sosial (tidak menemui masalah). Pada umumnya alkohol : ‡ Akan menghilangkan perasaan yang menghambat atau merintangi. ALKOHOL Merupakan suatu zat yang paling sering disalahgunakan manusia. kehilangan keseimbangan/mabuk. ‡ Keadaan lambung (kosong atau berisi). ‡ Merasa senang dan banyak tertawa. whisky. ‡ Berat dan ukuran badan. Warna dan rasanya bermacam-macam tergantung bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya. Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung. ‡ Berbicara tidak jelas. TKW. Kadar alkohol dalam darah maksimum dicapai 30-90 menit. ‡ Hilangnya pengendalian diri. ‡ Dikonsumsi dengan obat lain/tidak. ‡ Hilang kesadaran. Pengaruh langsung minum alkohol ‡ Relaksasi/rasa santai. Kamput). Setelah diserap. berem. ‡ Mabuk dan muntah-muntah. ‡ Pandangan kabur. gula. brandy. tuak dll. Vodca. ‡ Menimbulkan kebingungan. Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang). Alkohol diperoleh atas peragian/fermentasi madu. ‡ Tidak mampu berjalan. Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation) Menimbulkan semangat Merasa waktu berjalan lambat. Johny Walker. Dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah orang akan menjadi euforia. kadar etanol 5%-20% (minuman anggur/wine) dan golongan C. Dari peragian tersebut dapat diperoleh alkohol sampai 15% tetapi dengan proses penyulingan (destilasi) dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%. arak. kadar etanol 20%-45% (Whiskey. kadar etanol 1%-5% (bir). Pengaruh alkohol terhadap tiap orang berbeda-beda dan tergantung pada: ‡ Kecepatan dan jumlah alkohol diminum. sari buah atau umbi-umbian. alkohol/etanol disebarluaskan ke suluruh jaringan dan cairan tubuh. 5. ‡ Umur dan jenis kelamin -? remaja dan wanita biasanya lebih mudah dipengaruhi alkohol. namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi. Beragam jenis minuman beralkohol: bir. Manson House. anggur. Pusing. Minuman beralkohol mengandung zat ethanol. Obat adalah zat yang mengubah cara kerja tubuh dan pikiran. . ‡ Gerakan tubuh tidak terkoordinasi. ‡ Baik/buruknya fungsi hati. Alkohol adalah minuman yang mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang.Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi). Alkohol merupakan depresan yang memperlambat kegiatan bagian-bagian otak dan sistem syaraf. golongan B.

8. teman bercermin. MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna. Pada kurun waktu tahun 1950an. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Ada 2 jenis amfetamin yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ectacy. kita merasa membutuhkan teman mengobrol. industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) .6. Nama lain fantacy pils. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan. Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. SS. Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung. . Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. ‡ Tidak bisa tidur. Mungkin pula akan timbul rasa mual. kaki dan rahang terasa kaku. Demerol Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Berupa bubuk warna putih dan keabu-abuan. Kepala terasa kosong. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan. Kadang-kadang lengan. atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. ice. serta mulut rasanya kering. inex. dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. 9. Dalam keadaan seperti ini. Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Setelah periode itu. ‡ Jantung terasa sangat berdebar-debar (heart thumps). Morfin rasanya pahit. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. rileks dan "asyik". XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum. dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Seluruh tubuh akan terasa melayang. berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena). ‡ Menimbulkan hasutan (agitasi). Morfin Dan Codein Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. ‡ Suhu badan naik/demam. AMFETAMIN Nama generik/turunan amfetamin adalah D-pseudo epinefrin yang pertama kali disintesis pada tahun 1887 dan dipasarkan tahun 1932 sebagai pengurang sumbatan hidung (dekongestan). Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. ECSTASY Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Metamfetamin bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. ‡ Merasa sangat bergembira (euforia). 7. Efek codein lebih lemah daripada heroin. Nama lainnya shabu.

kerusakan hati dan ginjal dan gangguan pada darah dan sumsum tulang. dan melalui dubur. ‡ Bernafas menjadi lambat dan sulit. ‡ Bisa terjadi henti jantung (cardiac arrest). ‡ Tekanan darah meningkat. Umumnya dokter memberi obat ini untuk mengatasi kecemasan atau panik serta pengaruh tidur sebagai efek utamanya. tinner. isi korek api gas. pusing. 11. Contohnya aerosol. ‡ Menjadi sangat acuh atau tidak peduli dan bila disuntik akan menambah risiko terinfeksi HIV/AIDS dan hepatitis B & C akibat pemakaian jarum bersama. ‡ Pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan syaraf otak menetap. SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ) Sedatif (obat penenang) dan hipnotikum (obat tidur). disuntik intravena. ‡ Halusinasi. ‡ Kehilangan nafsu makan. ‡ Dapat menghilangkan pengendalian diri atau fungsi hambatan. keletihan otot. uap bensin. ‡ Berkeringat. ‡ Mulut kering dan merasa haus. ‡ Akan mengurangi pengendalian diri dan pengambilan keputusan. ‡ Kehilangan nafsu makan. gangguan irama jantung. ‡ Terlihat mabuk dan jalan sempoyongan. INHALANSIA atau SOLVEN Adalah uap bahan yang mudah menguap yang dihirup. ‡ Perilaku menjadi agresif/berani atau bahkan kekerasan. . ‡ Mual dan merasa sakit. batuk dan bersin-bersin. ‡ Menjadi lebih berani/agresif. 10. kebakar. Ada yang minum BDZ mencapai lebih dari 30 tablet sekaligus. Obat tidur/hipnotikum terutama golongan barbiturat dapat disalahgunakan misalnya seconal. tenggelam yang umumnya akibat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. ‡ Terjadi gangguan konsentrasi dan keterampilan yang berkepanjangan.Umumnya digunakan oleh anak di bawah umur atau golongan kurang mampu/anak jalanan. ‡ Menghilangkan kekhawatiran dan ketegangan (tension). putauw bisa berakibat fatal karena menekan sistem pusat pernafasan. ‡ Tidak mampu membuat keputusan. cairan untuk dry cleaning. ‡ Sakit kepala. bat intoksikasi/keracunan dan sering sendirian. Dum.‡ Banyak bicara (talkativeness). takut dan depresi dalam beberapa hari. radang selaput mata. Cara pemakaian BDZ dapat diminum. Terjadi kemerahan yang menetap di sekitar hidung dan tenggorokan. Nama jalanan BDZ antara lain BK. misalnya aprazolam/Xanax/Alviz. Penggunaan menahun toluen yang terdapat pada lem dapat menimbulkan kerusakan fungsi kecerdasan otak. aica aibon. Bila BDZ dicampur dengan zat lain seperti alkohol. tremor/gemetar. ‡ Gigi rapuh. Dapat terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian di antaranya karena jatuh. Dosis mematikan/letal tidak diketahui dengan pasti. Rohip. ‡ Timbul rasa letih. Lexo. gusi menyusut karena kekurangan kalsium. ‡ Pada mulanya merasa sedikit terangsang. MG. ‡ Mual.

Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. ‡ Efek samping timbul kesulitan dorongan seksual. coke. mual yang berkepanjangan. ‡ Gangguan kebiasaan tidur. ‡ Denyut nadi melambat. Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. timbul gangguan kebiasaan tidur.12. salju. ‡ Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan. ‡ Berkeringat. ‡ Sulit mengingat sesuatu kejadian. ‡ Mulut dan tenggorokan kering. reaksi yang cepat dan koordinasi. rasa letih/capek. Jika sudah toleransi. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. 14. rasa sedikit pahit dan lebih mudah larut dibanding bentuk basa bebas yang tidak berbau dan rasanya pahit. putih. HEROIN atau Putaw Merupakan golongan narkotika semisintetis yang dihasilkan atas pengolahan morfin secara kimiawi melalui 4 tahapan sehingga diperoleh heroin paling murni berkadar 80% hingga 99%. ‡ Membentuk dunia sendiri (dissosial) : tidak bersahabat. ‡ Sensitif dan gelisah. mencuri. kesulitan membuang hajat besar. srepet. kanabinol dan kanabidiol. Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). ‡ Otot-otot menjadi lemas/relaks. happy dust. charlie. ‡ Penyimpangan perilaku : berbohong. kemerahan dan gatal di sekitar hidung. Kokain asam berupa kristal putih. jantung berdebar-debar. snow. ‡ Diafragma mata (pupil) mengecil (pin point). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. ‡ Berfantasi. ‡ Ketergantungan dapat terjadi dalam beberapa hari. Nama jalanan kadang disebut koka. Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat. kriminal. GANJA atau kanabis Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. ‡ Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi. Pada tanaman ini terkandung 3 zat utama yaitu tetrahidrokanabinol. ‡ Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala. KOKAIN Mempunyai 2 bentuk yakni bentuk asam (kokain hidroklorida) dan bentuk basa (free base). ‡ Mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan diri. ‡ Denyut jantung atau nadi lebih cepat. ‡ Merasa lebih santai. Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca . menipu. banyak bicara dan bergembira. 13. ‡ Tekanan darah menurun.

penurunan libido. ‡ Paranoid. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. ‡ Denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia . ‡ Disorientasi.3 Pengaruh dan Akibat Pemakain Narkoba Efek yang ditimbulkan: Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. ‡ Memperlambat pencernaan dan menutupi selera makan. kerusakan penglihatan pada malam hari. LSD atau lysergic acid atau acid. gangguan atensi atau daya ingat. kegelisahan. atau segera setelah pemakaian opioid. warna dan waktu. Ada juga yang berbentuk pil atau kapsul.dan benda yang mempunyai permukaan datar. ‡ Merokok kokain merusak paru (emfisema). ‡ Kebingungan (konfusi). ‡ Hasutan (agitasi). ‡ Gangguan penglihatan (snow light). resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya makin meningkat. kematian karena overdosis. Gejala Intoksitasi (Keracunan): Konstraksi pupil (dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat) dan satu (atau lebih) tanda berikut. ‡ Kejang-kejang. ‡ Gangguan persepsi seperti merasa kurus atau kehilangan berat badan. tabs Termasuk sebagai golongan halusinogen (membuat khayalan) yang biasa diperoleh dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar ¼ perangko dalam banyak warna dan gambar. ‡ Biasanya halusinasi ini digabung menjadi satu hingga timbul obsesi terhadap yang dirasakan dan ingin hanyut di dalamnya. ‡ Diafragma mata melebar dan demam. ‡ Merasa seperti ada kutu yang merambat di atas kulit (cocaine bugs). bicara cadel. kesulitan bernafas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. 3. ‡ Flashback (mengingat masa lalu) selama beberapa minggu atau bulan kemudian. 15. Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam. ‡ Menjadi sangat indah atau bahkan menyeramkan dan lama kelamaan membuat perasaan khawatir yang berlebihan (paranoid). yang berkembang selama. ‡ Depresi. ‡ Menimbulkan keriangan. yaitu mengantuk atau koma. ‡ Timbul masalah kulit. ‡ Pusing ‡ Panik dan rasa takut berlebihan. ‡ Sering mengeluarkan dahak atau lendir. ‡ Penggunaan jangka panjang mengurangi berat badan. kegembiraan yang berlebihan (ecstasy). kewaspadaan dan dorongan seks. ‡ Timbul rasa yang disebut Tripping yaitu seperti halusinasi tempat. trips. kerusakan pada hati (liver) dan ginjal. kebingungan dalam identitas seksual.

Menghisap rokok meningkatkan mood. tremor. belajar. Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. Seseorang yang ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid. kelemahan. Gejala Putus Obat: Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. demam. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. rinorea lakrimasipiloereksi. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik. mual. termasuk pipotermia dan hipertermia. Gejala residual seperti insomnia. Gejala pengguna putus opioid adalah gelisah. efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian. suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. iritabilitas. dengan tingkat intelektual atau daya nalar yang beragam. dan kemampuan untuk memecahkan maslah. depresi. mengigat struktur masyarakat Indonesia yang demikian kompleks dan heterogen. hipertensi takikardia disregulasi temperatur. seperti penyakit jantung. disregulasi temperatur. biasanya akibat demam tinggi). atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama. dilatasi pupil. dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat.awal diikuti oleh apatis. memang dibutuhkan sebuah program preventif tentang ³drugs education´ yang . waktu reaksi. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral. gangguan pertimbangaan. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan.1 Kesimpulan Untuk lebih mesosialisasikan ³Bahaya Narkoba´. agitasi atau retardasi psikomotor. Efek yang ditimbulkan: Secara perilaku. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat. menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. disforia. diare berat. bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama. bradikardia (detak jantung melemah. Gejala Putus Obat ketergantungan: Kram otot parah dan nyeri tulang. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. menguap. kram perut. BAB IV PENUTUP 4. Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah. dan muntah. atau segera setelah pemakaian opioid. Selama sindroma abstinensi. karena paralisis (kegagalan) pernafasan.

terhadap diri atau kehadiran / keberadaanya. 5 2. 4 2. sopan. berarti serta bermanfaat.1 Definisi Narkoba««««««««««««««««««««««««««««. Karena bagaimana pun. 5 2.3 Pendapat Para Ahli««««««««««««««««««««««««««. DAFTAR ISI Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN«««««««««««««««««««««««««««« 1 1. terutama bagi seorang anak yang baru meningkat remaja.2 Perumusan Masalah««««««««««««««««««««««««««. masyarakat atau lebih tepatnya lingkungan sekitar. 4 2. 6 BAB III Pembatasan Masalah«««««««««««««««««««««««. 1 1. 6 . khususnya yang disebut ABG (Anak Baru Gede). selain edukasi (pendidikan) didalam keluarga dan sekolah. edukasi di dalam masyarakat pun menjadi hal yang sentral dan menentukan.. 3 1. Untuk itu. sebenarnya juga lebih banyak ditentukan oleh seberapa besar dan seberapa ³hangat´ penerimaan masyarakat di sekitar. 4.. sikap yang ramah.2 Saran Sikap mengucilkan para korban naroba adalah sebuah kesalahan besar. Maka. akan lebih baik. mempunyai dampak / peranan yang cukup signitifikan did lam mempengaruhi kebiasaan maupun karakter seseorang. 3 BAB II ISI«««««««««««««««««««««««««««««««««««.4 Kerangka Berfikir«««««««««««««««««««««««««««. terhadap korban narkoba. dan hangat.1 Latar Belakang«««««««««««««««««««««««««««««.lebih dan terarah.3 Sistematika«««««««««««««««««««««««««««««««. karena proses penyembuhan seorang pecandu narkoba.2 Sejarah Narkoba««««««««««««««««««««««««««««.

3.3 Pengaruh dan Akibat Pemakaian Narkoba««««««««««««« 13 BAB IV PENUTUP««««««««««««««««««««««««««««««. 15 . 15 Daftar Pustaka«««««««««««««««««««««««««««««««.2 Saran««««««««««««««««««««««««««««««««««.1 Bentuk Narkoba««««««««««««««««««««««««««««.. 15 4.1 Kesimpulan««««««««««««««««««««««««««««««« 15 4.2 Jenis-jenis Narkoba«««««««««««««««««««««««««« 6 3. 6 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful