ASMA BRONKIAL

LAPORAN KASUS
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Nama : Ny. Y Umur : 32 Tahun Alamat : Palangga mas E5/1 Masuk : 25 Rumah sakit : No Rekam Medik : 04-60-78 Anamnesis : Autoanamnesis

RIWAYAT PENYAKIT
Keluhan utama: sesak napas Anamnesis terpimpin: Dialami sejak 1 hari yang lalu disertai batuk berdahak bewarna bening kental, rasa tertekan di dada dan mengi. Mulai muncul setelah kedinginan akibat kehujanan. Pasien ada

riwayat asma sebelumnya dan mengaku sering mengkonsumsi salbutamol apabila sesak

muncul tetapi obat pasien sudah habis.

sesak napas dirasakan lebih 1 kali dalam seminggu tetapi tidak lebih 1 kali dalam sehari. debu dan asap rokok Sesak napas dirasakan mengganggu aktivitas dan tidur. . Dalam 6 bulan terakhir. Sesak terasa berkurang dalam posisi duduk. dan saat malam hari lebih 2 kali dalam sebulan.Riwayat Penyakit (2) Sesak napas timbul apabila terpapar dengan suasana dingin.

tidak ada riwayat demam. tidak ada jantung berdebar.Riwayat Penyakit (3) Pasien masih bisa tidur tanpa meninggikan bantal. . nyeri dada tidak ada. Batuk lama dan keringat malam disangkal.tidak mual . Tidak demam.tidak muntah. pasien berbicara dengan kalimat yang terputusputus. BAB dan BAK normal. Saat dianamnesis.

‡ Pasien memiliki riwayat alergi. seperti alergi udara dingin. dan makanan yang merangsang seperti cabai. . debu. kacang panjang. DM (-). makanan laut. Berobat OAT (-) Riwayat Keluarga ‡ Ibu dan anak perempuan pasien menderita asma. pucuk ubi. ‡ Riwayat Hipertensi (-).Riwayat Penyakit (4) Riwayat penyakit sebelumnya: ‡ Pasien memiliki riwayat asma dari kecil dan berobat dengan salbutamol untuk hilangkan sesaknya.

Sosial Ekonomi dan Kebiasaan ‡ 2 bulan yang lalu pasien bekerja sebagai cleaning service di sebuah universitas swasta. ‡ Riwayat merokok (-). karena sesak napas dirasakan semakin hari semakin memberat. pasien mengundurkan diri dari pekerjaannya dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. akan tetapi. konsumsi alkohol (-) .Riwayat Penyakit (5) Riwayat Pekerjaan.

kuat angkat dan reguler ‡ Pernafasan : 28x/menit ‡ Suhu : 37.1°C .PEMERIKSAAN FISIK Status presens SS/GC/CM BB : 51 kg .96 kg/m2 Tanda Vital ‡ Tensi : 120/80 mmhg ‡ Nadi : 124x/menit. cepat.IMT : 18.TB : 164 cm .

PEMERIKSAAN FISIK (2) Kepala: Mata: anemis(-).ikterus(-).DVS R-2cmH20 .sianosis(-) Leher : MT(-).NT(-).

rh -/-. pengunaan otototot bantu pernapasan (+) P: MT(-) dan NT(-).PEMERIKSAAN FISIK (3) Thoraks: I: Simetris kanan dan kiri. Vokal Fremitus ki=ka Batas paru-hepar : ICS VI anterior dextra Batas paru belakang kanan : V Th X Batas paru belakang kiri : V Th XI P: Sonor kanan dan kiri A: Bronkovesikuler. wh +/+ . tidak ada pelebaran sela iga. bentuk normochest .

Bunyi tambahan : (-). batas jantung dalam batas normal batas jantung kanan: Linea Sternalis Dextra batas jantung kiri:Linea Midclavicularis Sinistra A:Bunyi jantung I/II murni regular.PEMERIKSAAN FISIK (4) Jantung: I : ictus cordis tidak nampak P: ictus cordis tidak teraba P: pekak. .

NT(-) P: Timpani A: Bunyi peristaltik (+) kesan normal Ekstremitas: Edema -/- .ikut gerak napas P: MT(-).PEMERIKSAAN FISIK (5) Abdomen: I: Datar.

DIAGNOSA SEMENTARA -Asma bronkial serangan sedang pada asma persisten ringan. terkontrol sebagian .

‡ Dexamethason tab 3 x 1 .9% 20 tetes permenit ‡ Ambroksal 3x 30mg ‡ Nebulizer combivent setiap 60 menit dengan penilaian ulang setelah 1-2 jam.PENATALAKSANAAN AWAL ‡ O2 2 L / m via nasal canul ‡ IVFD NaCl 0.

PENATALAKSANAAN LANJUT: ‡ -Edukasi pasien ‡ -Salbutamol 3 x 2mg ‡ -Dexamethason tab 3 x 1 .

RENCANA PEMERIKSAAN -Foto thoraks -Spirometri -Analisa Gas Darah .

53x106/µm 13.3x10³/µL 21.20X 10³/µL 3.7g/dl 42.5x103/ µm 5.6x10³/µm 5.80X10³/µL 21.PEMERIKSAAN LABORATORIUM 6/12/2011 WBC RBC HGB HCT PLT NEUT LYMPH EOS 9.7% 324x10³/µL 9.8g/dl 42.9x10³/µL 2.55x106/µm 13.43x103/mm3 9.6% 324X10³/µL 9.95x103/mm3 8/12/2011 .

5.4.71x103/mm3 4.5 .38x103/mm3 0.6 (135-148) (3.24 x103/mm3 2.6 101 21 39 18 138 3.4x103/mm3 137 3.6 101 22 37 18 0.5) (98-107) KREATININE 0.BASOPHIL MON Elektrolit Na K Cl SGOT SGPT UREUM 0.

kedua sinis dan diafragma baik ‡ -tulang-tulang intak ‡ Kesan : Normal .RADIOLOGI ‡ Foto thorak ( 6/12/2011) ‡ -corakan bronchovaskuler pada kedua paru dalam batas normal ‡ -tidak tampak proses spesifik pada kedua paru ‡ -cor dalam batas normal.

9mmol/l 121.ANALISA GAS DARAH 6/12/2011 Baro tHb A Temp pH PC02 BE BEecf BB HCO3 PO2 02 sat 760.1mmol/l 49.0 c 7.81s.0g/dl 37.4mmHg 92.397 30.6mmol/l 19.6mmHg 15.81 22-26mmol/L 85-100mmHg 75-99% .45 35-45mmHg 0+2mmol/L -3.6 mmol/l 2.8 mmHg 1.d +1.35-7.1% Nilai normal 7.

‡ Pada hari ke-3 perawatan APE: 81%.SPIROMETRI ‡ Spirometri pada hari pertama perawatan: sebelum diberikan bronkodilator. . APE : 50% setelah diberikan 30 menit diberikan bronkodilator APE:71%.

‡ Spirometri harus dilakukan sebelum dan setelah pemberian bronkodilator(nebulizer) untuk menentukan dan membedakan diagnosis asma dan PPOK. Serta menentukan derajat obstruksi pada penderita asma serta efek pengobatan. .

O : SS/Gizi Cukup/CM Anemis(-).FOLLOW UP TANGGAL 6/12/2011 T: 120/90 N : 124x/i P : 28x/i S:37.regular Peristaltik(+) kesan normal Hepar dan lien tidak teraba Extremitas udem-/-. terkontrol sebagian INSTRUKSI DOKTER O2 2 lpm via nasal kanul Bed rest IVFD RL 28 tpm Nebulizer Combivent selama 1 jam (dinilai ulang setelah 1 jam) Dexamethason tab 3 x 1 Ambroxol 3 x 30mg Pemeriksaan: DR AGD Spirometri Foto thoraks .sianosis(-) BP.Rh-/-.10c PERJALANAN PENYAKIT PERAWATAN HARI-1 S: Sesak napas(+).ikterus(-). BAB dan BAK normal.Wh+/+ BJI/II murni. batuk(+).Bronkial .lendir(+) bening kental. A : Asma bronchial serangan sedang persisten ringan .

persisten ringan.70c PERAWATAN HARI-2 S: Sesak napas(+) berkurang. lendir mulai berkurang .7/12/2011 T: 110/80 N : 100x/i P : 204x/i S:36.regular Peristaltik(+) kesan normal Hepar dan lien tidak teraba Extremitas udem-/-./BJI/II murni. A : Asma bronkial serangan sedang. berkurang.ikterus(-). BAB dan BAK normal O:SR/Gizi cukup/CM Anemis(-).Wh . batuk(+).sianosis(-) BP.Bronkial Rh-/-. terkontrol sebagian O2 2 lpm via nasal kanul Bed rest Nebuliser Ventoline / 8 j Salbutamol 3 x 2 mg (jika perlu) Dexamethason tab 3 x 1 Ambroxol 3 x 30mg .

BAB dan BAK normal.Wh -/BJI/II murni. batuk(-). lendir(-) bening kental.Rh-/-.regular Peristaltik(+) kesan normal Hepar dan lien tidak teraba Extremitas udem-/-.Bronkial . O : SR/Gizi cukup/CM Anemis(-).sianosis(-) BP.8/12/2011 T:110/70 N:88x/i P:20x/i S:36. A: Asma Bronkial eksaserbasi akut + infeksi sekunder Suspek Bronkitis kronik AFF Infus Salbutamol 3 x 2 mg Dexamethason tab 3 x 1 Pemeriksaan: Darah kontrol Spirometri Pasien boleh pulang dan rawat jalan .ikterus(-).520c PERAWATAN HARI-3 S: Sesak napas(-).

rasa tertekan di dada dan mengi. ‡ Mulai muncul setelah kedinginan akibat kehujanan. Dialami sejak 1 hari yang lalu disertai batuk berdahak bewarna bening kental. ‡ Pasien ada riwayat asma sebelumnya dan mengaku sering mengkonsumsi salbutamol apabila sesak muncul tetapi obat pasien sudah habis .RESUME ‡ Seorang perempuan berusia 32 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan Dyspneu.

. debu dan asap rokok Sesak napas dirasakan mengganggu aktivitas dan tidur.RESUME (2) ‡ Sesak napas timbul apabila terpapar dengan suasana dingin. sesak napas dirasakan lebih 1 kali dalam seminggu tetapi tidak lebih 1 kali dalam sehari. dan saat malam hari lebih 2 kali dalam sebulan. ‡ Dalam 6 bulan terakhir.

‡ Batuk lama dan keringat malam disangkal.tidak muntah. ‡ Saat dianamnesis. pasien berbicara dengan kalimat yang terputus-putus. nyeri dada tidak ada. . Pasien masih bisa tidur tanpa meninggikan bantal. tidak ada jantung berdebar. ‡ Tidak demam. tidak ada riwayat demam.RESUME (3) ‡ Sesak terasa berkurang dalam posisi duduk. BAB dan BAK normal.tidak mual .

RESUME (4) ‡ Hasil dari pemeriksaan fisis pasien sakit sedang. . pernafasan 28x/menit (takipneu) . gizi cukup. nadi 124x/menit cepat.Tensi 120/80 mmhg .1°C. kuat angkat dan reguler(takikardi). ekspirasi memanjang dan mengi pada kedua lapangan paru. ‡ Pada pemeriksaan thorak adanya bunyi paru bronchial. suhu 37. composmentis dan tanda vital .

95x103/mm3 .43x103/mm3 (nilai normal 13x103/mm3). .RESUME (5) ‡ Hasil lab pada tanggal 6/12/11 adanya peningkatan pada eosinophil 3. Tes darah rutin control dilakukan 3 hari selepas itu mendapati ada penurunan eosinofil menjadi 2. ‡ Hasil pemeriksaan penunjang yaitu foto thorak kesan normal (6/12/2011) Hasil dari analisa gas darah tanggal 6/12/2011 didapatkan Alkalosis Respiratorik Terkompensasi sempurna.

‡ Pada hari ke-3 perawatan spirometri dilakukan lagi dan hasilnya APE:81%.30 menit setelah pemberian bronkodilator APE:71%. .RESUME (6) ‡ Berdasarkan hasil pemeriksaan spirometri (6/12/11) .Sebelum diberikan bronkodilator APE:50% .

Ibu dan anak perempuan menderita keluhan sama. alergi. Bisa tidur dengan satu bantal di malam hari. Hasil Pemeriksaan Fisis: Takipneu. Diagnosa Asma bronkial ditegakkan . riwayat sesak sejak usia kecil. otot bantu pernafasan turut ikut aktif.DISKUSI Dyspneu Cardiac Pasien tidak mengeluhkan dyspneu yang dipengaruhi posisi. Eksklusi Penyebab jantung Extracardiac Berhubungan dengan cuaca dingin. auskultasi fase inspirasi lebih pendek dibanding fase ekspirasi dan diikuti oleh mengi (wheezing). Foto thoraks tidak ada cardiomegaly.konsumsi salbutamol untuk hilangkan sesak . takikardi.

Hasil dari analisa gas darah: Alkalosis Respiratorik Terkompensasi sempurna. . Spirometri seharusnya dilakukan sebelum (APE:50%) dan setelah (APE:71%) pemberian bronkodilator (nebulizer) bagi menentukan dan membedakan diagnosis asma dan PPOK serta menentukan derajat obstruksi pada penderita asma serta efek pengobatan.95x103/mm3). pneumotoraks. neutrofil. Kadar eosinofil menurun 3 hari kemudian (2.43x103/mm3). Foto thorak -Corakan bronchovaskuler dalam batas normal Kesan : Normal *Dilakukan untuk mengeklusi komplikasi lain dari asma bronkial seperti atelektasis. serta limfosit. *asma bersifat reversibel Spirometri dilakukan lagi 3 hari kemudian untuk melihat kondisi pasien. Peningkatan faktor alergi meningkat waktu serangan dan turun kembali apabila serangan berhenti. Ada perbaikan kerana hasil APE:81%.Hasil laboratorium (6/12/11): adanya peningkatan jumlah eosinofil (3. menandakan terjadi reaksi imunologi yaitu pengaktifan selsel radang seperti eosinofil. Hipokapnia berlaku hasil dari hiperventilasi oleh pasien untuk atasi sesaknya.

karena dengan mengatasi sesak. Perawatan hari ke-3: Sesak (-) batuk (-) dan pasien bisa pulang ke rumah. Ambroxol untuk mengatasi keluhan batuk sekaligus mengurangi lendir hingga meringankan gejala sesak. maka gejala batuk pun akan berkurang atau hilang. Kortikosteroid digunakan untuk mengurangi inflamasi dan mencegah kekambuhan dari berlaku. salbutamol tab diberikan berulangkali untuk membebaskan obstruksi saluran napas dan melebarkannya.Terapi O2 2 lpm diberikan untuk memelihara saturasi oksigen agar (Sa 02 > 92%) dan mencegah hipoksemia Nebuliser combivent (beta 2 agonis & ipratropium bromida diberikan) & Nebuliser Ventolin (salbutamol). Sebenarnya pemberian Ambroxol pada pasien ini kurang tepat. ‡ Lanjutkan F2-agonis inhalasi ‡ Pertimbangkan steroid oral ‡ Pertimbangkan inhaler kombinasi ‡ Edukasi pasien: Cara pakai obat yang benar Buat rencana aksi Follow-up teratur .

(Tingkatan asma terkontrol berdasarkan GINA 2010) . GINA 2010) Persisten ringan :sesak napas dirasakan lebih 1 kali dalam seminggu tetapi tidak lebih 1 kali dalam sehari. sepanjang ekspirasi dan inspirasi. Serangan sedang kerana memenuhi kriteria:Sesak saat berbicara. persisten ringan.terkontrol sebagian.(Asma Pedoman & Penatalaksanaan di Indonesia 2004) Terkontrol sebagian: Ada keterbatasan aktivitas. dan saat malam hari lebih 2 kali dalam sebulan. takipneu. ada gejala di malam hari. (Berdasarkan klasifikasi keparahan eksaserbasi asma Ref.Pasien didiagnosis : Asma bronkial Serangan sedang. takikardi. bicara penggal kalimat Wheezing nyaring.lebih suka duduk.

m engindikas ikan klas ifikas i um um dari eks as erbas i. GINA Updated 2010 . m ungkin s ianos is > 45 m m Hg:m ungkin gagal napas < 90% Tidak ada m enges ankan kec apaian otot pernapas an Hiperc apnea (hipoventilas i) berkem bang lebih m udah pada anak-anak daripada dew as a dan rem aja * Note: K eberadaan dari beberapa param eter. konvers i telah dis es uaikan pada keadaan ini. bias a tdk diperlukan > 60 m m Hg < 45 m m Hg > 95% < 45 m m Hg 91-95% < 60 m m Hg. no rm al <bulan 2 < 60/m enit < 50/m enit 2-12 bulan 1-5 tahun < 40/m enit 6-8 tahun < 30/m enit O tot B an tu N ap as dan R e traksi S up raste rn al Whe e z ing N adi/me nit B ias anya tidak ada S edang. S ulit m akan D uduk lebih nyam an K alim at tdk lengkap B ias anya gelis ah Meningkat S eve re (b era t) B eris tirahat B ayi berhenti m enyus ui Mem bungkuk kedepan K ata-kata Us ually agitated S ering > 30/m in R es p irato ry arre st im m ite n t B e rbicara dalam K e waspadaan Fre k. s ering hanya pada akhir eks piras i < 100 B ias anya ada K eras 100-200 B ias anya ada B ias anya keras > 120 P ergerakan thorac oabdom inal paradoks al Tidak ada w heez ing B radikardia P ulsus paradoksus % AP E yg dipre d iksi se te lah b ron kodilator awal P aO 2 (on air)** dan / atau P aC O 2** S aO 2 % (o n air)** P enuntun batas dari denyut nadi norm al pada anak-anak: B ayi 2-12 bulan .Angka norm al < 160/m enit Anak belum s ekolah 1-2 tahun < 120/m enit Anak us ia s ekolah 2-8 tahun < 110/m enit Tidak ada Mungkin ada S ering ada < 10 m m Hg 10-25 m m Hg > 25 m m Hg (dew as a) 20-40 m m Hg (anak) > 80% ± 60-80% < 60% yg diprediks i (< 100 L/m enit dew as a) atau res pon < 2 jam terakhir Norm al. ** Note: K ilopas c als juga digunakan s ec ara internas ional. tetapi tidak s em uanya. Menangis pendek. P e rnap asan D apat berbaring K alim at lengkap Mungkin gelis ah Meningkat Ngantuk atau B ingung Frekuens i pernapas an norm al dari anak-anak pada s aat tidak tidur (bangun): U sia Frek. Ref.Keparahan dari Eksaserbasi Asma* M ild (rin g an ) S e sak napas B erjalan M o d era te (s ed a n g ) B erbic ara Infant-s ofter.

Klarifikasi Asma Pedoman & Penatalaksanaan di Indonesia 2004 .

eksaserbasi yang sering pada tahun yg lalu.Tingkatan Asma Terkontrol berdasarkan GINA 2010 updated Karakteristik Gejala siang hari Keterbatasan aktivitas Gejala / terbangun Malam hari Kebutuhan obat pelega Fungsi paru (APE or VEP1) Penilaian resiko masa depan Terkontrol (semua di bawah ini) Terkontrol sebagian (muncul salah satu pada minggu tertentu) Tidak terkontrol ” 2 kali / minggu Tidak ada Tidak ada ” 2 kali / minggu Normal > 2 kali / minggu Ada Ada > 2 kali / minggu < 80% prediksi atau nilai terbaik pasien tersebut 3 atau lebih fitur ³asma terkontrol sebagian´ muncul pada minggu tertentu (kejadian eksaserbasi pada minggu manapun akan dinilai sebagai minggu asma tidak terkontrol) (resiko eksaserbasi. harus sudah memakai obat dosis tinggi. VEP1 rendah. efek samping) Resiko adverse event di masa depan akan meningkat pada pasien dengan fitur berikut ini : Kontrol klinis yang jelek. perburukan fungsi paru yang cepat. ketidak-stabilan. pernah dirawat di ruang critical care di asma. paparan asap rokok. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful