Konsep Hakikat Hidup Manusia

Terdiri dari 3 konsep hakikat dasar yaitu : Menerima, memberi dan berbagi 1. Menerima Manusia terlahir kemudian menggunakan seluruh potensi dirinya untuk menerima sesuatu (ikhlas), itulah hal pertama yang didapatkan manusia, "manusia pada hakikatnya menerima" (Anton, 2011) 2. Memberi Manusia berkembang dengan mengikuti waktu, dimasa itu manusia mulai mengumpulkan semua pengalaman yang diterima semasa perkembangannya, karena hakikat manusia yang selalu menerima, di waktu yang sama manusia sadar bahwa dirinya tidak sendiri, di saat aku memberikan senyuman karena kebaikan (ikhlas), di waktu yang sama aku akan berjumpa dengan banyak senyuman, "manusia pada hakikatnya memberi" (Anton, 2011) 3. Berbagi Terakhir, dengan kedua hakikat tersebut secara tidak langsung manusia selalu berbagi, kehidupan ada karena ada yang menerima dan ada yang memberi, secara sadar (ikhlas), setiap waktu manusia selalu menerima dan memberi, manusia menggunaka seluruh potensinya untuk menerima dan disaat yang sama manusia memberikan seluruh potensinya untuk kelangsungan hidup, "manusia pada hakikatnya berbagi" (Anton, 2011) Kesimpulan "Disaat aku menggabungkan ketiga hakikat dasar, aku akan berjumpa dengan satu kata yang selalu melekat pada tiap hakikat dasar, kata itu adalah "ikhlas", sederhana" (Anton, 2011). PENGERTIAN HAKIKAT MANUSIA Hakekat manusia adalah sebagai berikut : 1. Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhankebutuhannya. 2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. 3. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. 4. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. 5. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati 6. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas 7. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat. 8. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. Manusia Menurut Pandangan Ilmiah dan Filsafat Dalam pandangan klasik dan rasional tentang manusia faktanya manusia adalah makhluk yang berakal. Menurut Plato akal adalah alat untuk mengarahkan budi pekerti. Aristoteles juga berpendapat bahwa akal manusia adalah kekuatan yang tertinggi dari jiwa dan merupakan kebanggaan dan keagungan manusia. Manusia menurut pandangan ilmu Antropologi adalah homo sapien. Pandangan antropologi budaya manusia adalah organisme sosio budaya. Pandangan ilmu psikologi manusia adalah individu yang belajar. Pandangan ilmu sosiologi manusia adalah animal sociale (binatang yang bermasyarakat). Menurut Aristoteles ilmu politika manusia sebagai animal politicon (binatang yang hidup berpolitik). Pandangan ilmu ekonomi manusia adalah animal econominicus (binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran materiil). Manusia menurut pandangan filsafat manusia adalah: 1. Manusia seutuhnya (animal symbolicum). 2. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan pikiran sebagai milik manusia yang unik (animal rationale). 3. Hewan yang mempunyai kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol untuk mengkomunikasikan pikirannya (animal sociale). 4. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menalar dan menyadari sebagai pribadi yang menalar. 5. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk mengkombinasikan unsurunsur yang menghasilkan suatu yang kreatif. 6. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol maka dapat mengadakan perbedaan moral.

kesefahaman. Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. 1988). Dilain pihak dikatan bahwa pendidikan berhubungan untuk ”dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”. Pendidik hanya menunjukan jalan dan memberikan motivasi bagaimana cara memperoleh sesuatu dalam mengembangkan dirinya. yang juga memperhatikan kepribadian tiap peserta didik.1995).keserasian. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Manusia sebagai Makhluk Individu Setiap insan yang dilahirkan tentunya mempunyai pribadi yang berbeda atau menjadi dirinya sendiri. negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu. disini pendidikan berfungsi membantu peserta didik untuk membentuk kepribadianya atau keindividualannya. Mengenal perbedaan individual murid ini sangat penting bagi guru. Pendidikan adalah suatu hak fundamental. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial. Manusia tidak dapat menyadari individualitas. kecenderungan. Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial.7. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol dapat menyadari diri sendiri sebagai pribadi. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga. pemerintah dan masyarakat. justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. dan hal ini hanya bisa diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman belajar (Tim Dosen FIP-UM. kecuali melalui medium kehidupan sosial. berlangsung dalam suatu pergaulan timbal balik. suku. Dalam perkembangan ini. 3. 4. Guru tidak bisa memperlakukan siswa secara seragam. kebersamaan. Manusia sebagai Makhluk Sosial Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Perbedaan fisik: usia. kemampuan bertindak. penglihatan. semangat. yaitu guru dapat menyikapi siswa dengan cara tertentu dalam proses pembelajaran. baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi. minat dan sikap. 2. Kehidupan sosial. Karena dengan adanya individulitas itu setiap orang memiliki kehendak. Pendidikan harus mengembangkan peserta didik agar mampu menolong dirinya sendiri. cita-cita. pendengaran. motif. Sifat-sifat manusia yang demikian harus dipahami oleh para pelaku pendidikan sebagai dasar pengembangan proses pendidikan guna mencapai hasil sebagaimana diharapkan baik untuk masa depan peserta didik itu sendiri maupun untuk pembangunan secara luas. sekalipun sanak kembar. Menurut Oxendine dalam (Tim Dosen TEP. manusia memerlukan pola tingkah lak yang bukan merupakan tindakan instingtif. kebersamaan antara pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan ini merupakan dasar untuk menumbuhkan kewibawaan pendidik. Perbedaan kepribadian: watak. 2005) bahwa perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus pada aspek sebagai berikut 1. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama. maka masyarakat mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan pendidikan yang diimplikasikan oleh hak itu. Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum. jenis kelamin. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan. . serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan. Artinya bahwa dalam proses pendidikan itu yang aktif bukan hanya pendidik tetapi juga peserta didik. Keunikan siswa hendaknya dihadapi dengan cara-cara yang beragam guna mencapai efektifitas pembelajaran. Itulah uniknya manusia. mendirikan kaidah perilaku. Sebagai makhluk individu. spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. perasaan. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan. daya tahan yang berbeda. hubungan keluarga. tingkat dan berat badan. Perbedaan sosial: status ekonomi. (Arbi. Perbedaan kecakapan atau kepandaian Sifat-sifat keindividualitasan setiap insan perlu ditumbuhkembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan. serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar.agama. Proses pendidikan adalah tindakan bersama.

Manusia sebagai Makhluk Keberagamaan Manusia adalah makhluk beragama. Pentingnya mengetahui dan menerapkan secara nyata norma. antara lain: 1. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. proses alam. sosial. agar menjadi manusia yang bisa menjalani kehidupan bersama. Mereka cenderung untuk mengganti Tuhan yang bersifat pribadi seperti negara. 1978. Dengan pendidikan pula peserta didik dapat tumbuh kesadarannya terhadap nilai. sebab adanya nilai.nilai dan kaidah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai beberapa alasan. dengan mengusahakan peserta didik menjadi manusia pendukung norma. Oleh karena itu pendidikan harus mampu menciptakan manusia susila. keluhuran. Untuk kepentingan dirinya sendiri sebagai individu Setiap individu harus dapat menyesuaikan terhadap kehidupan dan bertingkah laku sesuai norma. Jasi kesusilaan selalu berhubungan dengan nilai-nilai. dan tiada hubungan susila tanpa hubungan sosial” (Noorsyam. Pandangan manusia sebagai makhluk susila atau bermoral. kaidah. Kesadaran susila (sense of morality) tidak dapat dipisahkan dengan realitas sosial. pengabdian total untuk mencari kebenaran atau ideal-ideal yang lain. Menurut bahasa ilmiah sering digunakan istilah etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan). berfungsinya nilai hanya ada di dalam kehidupan sosial. Manusia bertindak. diterima dalam kelompok masyarakat tersebut. efektifitas nilai. das Ich dan das uber ich). adalah persoalan tentang nilai. tidak sembarang bertindak. melakukan ritual (ibadah) atau upacara-upacara. nilai dan kaidah sosial yang mengatur tingkah laku individu yang bergabung didalamya. dan mengarahkan tindakannya. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. ras. dan nilai-nilai susila dan sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. dan kaidah yang berlaku pada masyarakat. 1995). Peran pendidikan disini membantu mengarahkan perbuatan anak dalam kehidupannya dimasa mendatang. 2. Pendirian ini sesuai dengan analisa ilmu jiwa dalam tentang struktur jiwa (das Es. maka intervensi pendidikan bukan hanya sekedar penanaman kebiasaan atau latihan namun juga memerlukan motivasi dan pembinaan kata hati atau hati nurani yang kelak akan membentuk suatu keputusan. sehingga dapat diyakini dan dijadikan pedoman dalam hidup. bersumber pada kepercayaan bahwa budi nurani manusia secara apriori adalah sadar nilai dan pengabdi norma-norma. Persoalan mengenai masalah apakah tindakannya baik dan tidak baik.36-39) nilai-nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna kebaikan. Perbuatan yang selaras dengan nilai itulah yang menjadi inti dari perbuatan yang bertanggung jawab. 1986). Tiap hubungan sosial mengandung hubungan moral. penanaman sikap dan kebiasaan dalam beragama dimulai sedini mungkin. menyesali diri dan minta ampun kepada sesuatu yang ghaib. Dengan adanya agama maka manusia mulai menganutnya. berdoa. sadar diri dan sadar lingkungan. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang. Tetapi sebagai pengembangan pengkajian lebih lanjut tentunya tidak dapat diserahkan hanya kepada satu pihak sekolah saja . Dirjarkara mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai tersebut dalam perbuatan. Hubungan dan kebersamaan dengan sesama manusialah manusia dapat hidup dan berkembang sebagai manusia. Manusia sebagai Makhluk Susila Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. kemuliaan dan sebagainya.Melalui pendidikan dapat dikembangkan suatu keadaan yang seimbang antara perkembangan aspek individual. nilai. dalam arti bahwa mereka percaya dan/atau menyembah Tuha. meskipun masih terbatas pada latihan kebiasaan (habit formation). serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah makhluk susila. Struktur jiwa yang disebut das Uber Ich (super ego) yang sadar nilai esensial manusia sebagai makhluk susila. Pada hakekatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila. nilai dan kaidah sosial tersebut merupakan hasil persetujuan bersama demi untuk dilaksanakan dalam kehidupan bersama. agar individu tersebut merasa aman. persoalan norma. karena hubungan ini lebih banyak melibatkan rohani pribadi manusia yang bersifat perseorangan. Kodrat manusia sebagai makhluk susila dapat hidup aktif-kreatif. “Tiada hubungan sosial tanpa hubungan susila. atau berbuat selaras dengan apa yang seharusnya diperbuat. demi untuk mencapai tujuan bersama (Tim Dosen FIP UM. walaupun kemudian ada yang menjadi agnostic (tidak mau tahu akan adanya Tuhan) atau atheis (mengingkari adanya Tuhan). Untuk kepentingan stabilitas kehidupan masyarakat itu sendiri Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya memiliki aturan yang berupa norma. moral dan religi. Norma. artinya kesusilaan atau moralitas adalah fungsi sosial. Hubungan pribadi manusia dengan Tuhan lebih bersifat trasendental. merancang. melainkan mereka dapat mempertimbangkan. Suatu fenomena bahwa manusia menyembah. (Dirjarkara. persoalan moral atau susila. dapat tumbuh suatu sikap untuk berbuat dan mau berbuat selaras dengan nilai.

Dengan VQ. Potensi pikir. (Rulam Ahmadi). maka menggali nilai-nilai yang melandasi pendidikan itu hendaknya memperhatikan nilai-nilai yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa dengan meyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akherat. Dengan IQ. selanjutnya dia menilai secara psikologis (rasa) bahwa model gambar wanita yang mau dilukis itu cocok. serta nilai-nilai keagamaan. termasuk pelukisnya juga mahluk etika. Dari semua kelebihan tersebut bisa dikembangkan kedalam potensi-potensi yang bersumber dari cipta. manusia mampu mengendalikan amarah. dan hati nurani. Setelah ide itu muncul dan pikiran mulai berproses. Kita mampu menghitung. kedua potensi AQ dan VQ merupakan manisfestasi dari berbagai potensi diri yang direalisasikan dalam tindakan. membuat konstruksi bangunan. yakni yang berupa lukisan wanita sebagaimana yang dibayangkannya. dan menarik. lemah lembut ataupun sebaliknya. baik dan buruk. Selanjutnya. memiliki daya juang dan kreatifitas. Kalau tidak. Dengan akal. memahami. Dengan SQ. memiliki rasa iba. Sedangkan potensi yang bersumber dari karsa adalah potensi ketahanmalangan atau adversity quontien (AQ) dan potensi vokasional quontien (VQ). awal dari proses pengembangan diri manusia. Potensi ini sangat terkait dengan etika atau nilai-nilai moral. manusia mampu menyatakan benar dan salah berdasarkan intelektual. Manusia juga diberikan kelebihan yaitu rasa. Selaras dengan pandangan manusia sebagai makhluk beragama. maka karya cipta manuisa itu harus mengandung nilai etika. kesenian. manusia membedakan mana yang baik dan yang buruk. Dengan EQ. Berikut akan dideskripsikan bagaimana potensi-potensi itu berproses pada diri manusia. Potensi dari rasa. Dengan adanya EQ maka muncul sikap sabar. ketika pada diri manusia sudah ada kehendak untuk mewujudkan lukisan wanita. dan mengamalkan aspek-aspek religi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. yaitu potensi intelektual atau intelectual quontien (IQ). itu sangat terbatas. manusia mampu dan cenderung pada bidang-bidang ketrampilan atau kejuruan. Potensi Manusia Manusia dikaruniai fasilitas istimewa dan tidak dimiliki makhluk lain yaitu berupa akal. Oleh karena itu dimasukkannya kurikulum pendidikan agama di sekolah-sekolah. tanggung jawab. Kehendak akan muncul dan ingin diwujudkan apabila hasil penilaian psikologis (rasa) cocok dengan selera sang pelukis. katakanlah gambar wanita. meyusun program. seorang pelukis ingin membuat sebuah gambar yang menarik menurut pendiriannya. yang berfungsi sebagai penyeleksi dan memberi penerangan pada setiap karya cipta manusia. Karena manusia adalah mahluk beretika.atau orang tua saja melainkan keduannya harus berperan. Berikutnya muncul kehendak (rasa) untuk mewujudkan keinginan membuat lukisan wanita itu. Inilah fungsi daripada potensi hati nurani dalam diri manusia. Tuhan memberi tugas untuk mengatur. karya. Dia punyai ide atau pikiran wujud benda yang mau dilukis. Misalnya bidang olahraga. daya cipta muncul bagaimana memulai dan menggambarkan model lukisan yang diinginkan. memberdayakan dan menjaga kelestarian alam. manusia mampu menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup. cipta. walaupun karya ciptanya bisa diterima orang lain. Tetapi jika etika sosial dan keagamaan menjadi dasar dari semua karya cipta manusia akan sangat memungkinkan untuk diterima oleh lebih banyak orang dan lebih abadi. Contoh. menghayati. Nama : Rezky Vidi Astia NIM : 2011186202B0013 Prodi : Pendidikan Luar Biasa . yakni potensi emosional atau emosional quontien (EQ) dan potensi spiritual atau spiritual quontien (SQ). Tugas pendidikan yaitu membina pribadi manusia untuk mengerti. mengelola. dan teknik. Tidak semaunya pelukis itu membuat lukisan apapun tanpa mempertimbangkan etika. tangguh. Dengan adanya ini muncul sikap tabah. Hasil dari daya cipta ditunjukkan dengan wujud nyata. indah. kasih sayang. Pada hakekatnya. Dengan AQ. kerjasama dn kesenia (estetika). karsa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful