P. 1
Tolak peluru

Tolak peluru

5.0

|Views: 1,264|Likes:
Published by KzUt Luph'a Ing'tn

More info:

Published by: KzUt Luph'a Ing'tn on Feb 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik.

Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:     Untuk senior putra = 7.257 kg Untuk senior putri = 4 kg Untuk yunior putra = 5 kg Untuk yunior putri = 3 kg

Tolak Peluru (Shot Put) Teknik-teknik yang perlu dipelajari dalam tolak peluru antara lain: A. Teknik Memegang Peluru Cara memegang peluru, yaitu: 1. Peluru diletakkan pada telapak tangan bagian atas 2. Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka, jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk dipergunakan untuk menekan dan memegang peluru bagian belakang. Sedangkan jari kelingking dan ibu jari dipergunakan untuk memegang atau menahan peluru bagian samping agar tidak jatuh atau tergelincir. 3. Setelah peluru tersebut dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menmpel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping, sedikit serong ke depan. 4. Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar seluruh badan dan tangan dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dari lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan. Perhatikan gambar peragaan di bawah ini! B. Teknik Sikap Badan pada Waktu akan Menolak Terdapat 2 teknik sikap badan pada waktu akan menolak, yaitu: a. Gaya ortodok (menyamping) Berdiri tegak menyamping kea rah tolakan, kedua kaki dibuka lebar (kangkang), kaki kiri lurus ke depan,

secepatnya kaki belakang diturunkan atau mendarat menempati tempat kaki depan/kaki tumpu dengan lutut agak dibengkokkan. C. Pandangan diarahkan kea rah sasaran (tolakan). Gaya tersebut dipergunakan pada saat penyelenggaraan Olimpiade Helsinky pada tahun 1952. tangan kiri dibengkokkan. tangan atau lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan. sedikit serong ke samping kanan. berat badan berada pada kaki kanan. dagu diangkat. Gaya tolak peluru denagn membelakangi itu disebut juga gaya O¶Brien. Cara Mengambil Awalan (Ancang-Ancang) a. Perhatikan gambar peragaan di bawah ini! b.kaki kanan dibengkokkan ke depan. sikap badan menyamping arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru. Perhatikan gambar peragaan di bawah ini! E. Pada gaya ortodoks sikap badan menyamping. berada di depan sedikit agak serong ke atas lemas. Badan condong ke samping kiri depan. Cara menyamping (ortodoks) Bila menggunakan gaya ortodoks. c. b. Perhatikan gambar peragaan di bawah ini! D. Cara membelakangi lawan (O¶Brien) Bila menggunakan gaya O¶Brien. Setelah peluru lepas dari tangan. d. Tangan kanan dibengkokkan berada di depan sedikit agak ke bawah badan. dan badan agak condong ke samping kanan. yaitu: a. pandangan ke arah jatuhnya peluru. Tangan kanan memegang peluru pada bahu (pundak). sedangkan pada gaya O¶Brien membelakangi arah tolakan. Hal-Hal yang Harus Dihindari dalam Tolak Peluru Awalan Membelakangi Hal-hal yang harus dihindari sebagai berikut: . karena orang yang pertama kali mempergunakan dan sekaligus memperkenalkan gaya tersebut bernama Parry O¶Brien. sikap badan membelakangi arah tolakan mulai dari sikap permulaan sampai dengan bergerak ke depan untuk menolakkan peluru. Gaya O¶Brien (membelakangi) Hal yang membedakan antara gaya ortodoks dan gaya O¶Brien adalah sikap awal. Selanjutnya kaki tumpu diangkat ke belakang lururs dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan. Tangan kiri berfungsi untuk membantu dan menjaga keseimbangan. Teknik Setelah Gerakan Akhir Menolak Teknik setelah gerakan akhir menolak. Perhatikan gambar peragaan di bawah ini! b.

Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang. c.Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang . b. Usahakan pinggang kiri dan bahu menghadap ke belakang jauh. Putarlah kaki kanan ke dalam selama meluncur. Gerakan kaki terlalu ke samping kiri. Pelihara kaki selalu rendah dan bertahan kuat-kuat. Lakukan gerakan kaki kiri mendorong ke belakang c.Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai.Dipangil selama 3 menit belum menolak .Peluru di taruh di belakang kepala . d.a.Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah .Peluru jatuh di luar sektor lingkaran Menginjak garis lingkar lapangan . F. d. Tidak menarik kaki kanan cukup jauh ke bawah badan. Terlalu cepat menggerakkan badan. dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang . Gambar atau Bentuk Lapangan Tolak Peluru B. G. b. e. kaki kanan melakukan gerakan lompatan. Sikap posisi awal tidak seimbang.Keluar lewat depan garis lingkar . e.Menyentuh balok batas sebelah atas Menyentuh tanah di luar lingkaran . Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Tolak Peluru Awalan Membelakangi Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut: a. Usahakan lengan kiri dalam posisi tertutup. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru : .

panjangnya 1.135 m. o Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak. Untuk yunior putri = 3 kg .23 m di dalam. baja ata bahan lain yang cocok yang dilengkungkan.2-30 cm.2 cm.Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan C. bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. o Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2. Untuk yunior putra = 5 kg d. aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih.257 kg b. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari emen .Rol Meter .Kapur / Tali Rafia .21-1. Peralatan Alat yang di gunakan : . o Lebar balok 11. o Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.Ortodox : gaya menyamping D. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. . Untuk senior putra = 7.Peluru a. tebal 9.Bendera Kecil .Obrient : gaya membelakangi arah tolakan .8-10. Lapangan Tolak Peluru Konstruksi : o Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu. sehingga lebih kokoh. Untuk senior putri = 4 kg c.

Biasa dipakai oleh para juara.TOLAK PELURU Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga ATLETIK. Seperti cara diatas. jari kelingking berada di samping belakang peluru. letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Berat peluru: y y y y Untuk senior putra = 7. kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke . diantaranya : Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. ibu jari di samping. Teknik Dasar Tolak Peluru Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.257 kg Untuk senior putri = 4 kg Untuk yunior putra = 5 kg Untuk yunior putri = 3 kg A. sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas.cakram&lembing 1.makalah atletik tolak peluru. Jarijari agaka rapat. sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk. hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi.

Sewaktu kaki kaki kanan mendarat. Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai. Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan. Lengan kiri masih pada sikap semula.depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki. kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran. kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru : a. Keluar lewat depan garis lingkar i. j. membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Peluru di taruh di belakang kepala Peluru jatuh di luar sektor lingkaran g. Sudut lemparan kurang dari 40o. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah d. tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan. Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru. B. Menyentuh balok batas sebelah atas b. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan. Menginjak garis lingkar lapangan h. kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Cara menolakkan peluru Dari sikap penolakan peluru. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri. Dipangil selama 3 menit belum menolak e. f. dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan . Menyentuh tanah di luar lingkaran c.

Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0. bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. baja ata bahan lain yang cocok yang dilengkungkan. Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi. aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak licin.Bendera Kecil . Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.257 kg b.Ortodox : gaya menyamping D.Peluru a. Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari emen . Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan C. Untuk yunior putra = 5 kg d. Untuk yunior putri = 3 kg GAYA TOLAK 1.Obrient : gaya membelakangi arah tolakan 2. Lapangan Tolak Peluru Konstruksi : 1. Untuk senior putri = 4 kg c.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu.Rol Meter . 2. . Untuk senior putra = 7.Kapur / Tali Rafia .pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri. Peralatan Alat yang di gunakan : .

Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki. ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke depan. tebal 9. Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di Athena. lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan. Langkahkan salah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan 3. Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak. Diawali dengan sikap tegap 2. kaki kanan kendor dan tumit diangkat. 4. kaki kanan agak ditekuk. jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan berada di bawah ketinggian bahu 4. Langkahkan kaki lurus ke depan (berlawanan dengan arah tangan). cakram diayunkan ke kiri.3.8-10. sehingga lebih kokoh. 1 kg untuk perempuan. Lebar balok 11.21-1. 5. 2.23 m di dalam. Ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan. panjangnya 1. Yunani. Lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh.2-30 cm. .2 cm.135 m. berdiri membelakangi dengan awalan dua kali memegang cakram ada 3 arah lemparan. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan. ayunan cakram jangan mendahului putaran badan. lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan Latihan dasar menggunakan ring karet atau rotan 1. Kemudian lepaskan ring. Cara melempar cakram putaran badan caranya yaitu: cara. LEMPAR CAKRAM Lempar cakram adalah salah satu cabang olahraga atletik. Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2. berat badan sebagian besar ada dikanan.

kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam Mengayunkan cakram Ayunkan cakram dengan ring ke depan dan ke belakang di samping tubuh. putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas (membentuk sudut 40o ) y Lepaskan cakram pada saat berada di depan muka 3. kemudian ke kanan secara berulang-ulang. Pelaksanaan y y Ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang Pada saat cakram di belakang. tangan yang memegang cakram direntangkan sampai lurus. Saat cakram diayun ke kiri. bantu tangan kiri dengan cara menyangganya. sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan Gambar Lapangan cakram . Ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri.Cara memegang cakram: Pegang dgn buku ujung jari-jari tangan. ibu jari memegang samping cakram. 2. Jangan sampai lepas. Gerakan lempar cakram Ada 3 tahap dalam melempar cakram 1. Persiapan y y Berdiri dgn kedua kaki dibuka lebar Pegang cakram dengan tangan kanan. Penutup y Bantu lemparan dengan kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga badan melonjak ke depan-atas y Langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu. Pada saat mengayunkan cakram.

Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2. yang pertama. Cara Finlandia Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata lembing serong hamper menuju arah badan.30 m. dibantu dengan ibu jari ndiletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing. Cara Amerika Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan. lempar lembing tanpa awalan. Teknik dalam lempar lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu menahan badan lembing. jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk mendorong tali pegangan pada saat melempar (Syarifuddin. 1992). Dengan cara Finlandia ini.3. sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2. 2. LEMPAR LEMBING Lempar lembing termasuk salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga atletik. dan lempar lembing dengan awalan. dengan ujung atau mata lembing serong .70 m. yaitu: Cara Memegang 1. prestasi yang diukur adalah hasil lemparan sejauh mungkin. Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh atlet lempar lembing yaitu : cara memegang lembing. Kemudian jari tengah memegang tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan. cara membawa lembing.

Kemudian jari telunjuk memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing. dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan pada badan lembing serta dalam keadaan lurus.7 m sedangkan untuk putri : 2. badan lembing dan tali pegangan lembing Panjang lembing putra : 2.2 m ± 2. Lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh tanah di depan lengkung lemparan b) Cara membawa lembing Cara mengambil awalan pada lempar lembing sangat erat kaitannya dengan cara membawa lembing. cara menjepit a) caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk.hamper menuju kea rah badan. Sedangkan ketiga jari lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan menutupi lilitan tali lembing. Lembing harus dipegang pada tempat pegangan 3. Membawa lembing Di bawah Membawa lembing di bawah adalah dengan lengan kanan lurus ke bawah. Lembing terdiri atas 3 bagian yaitu mata lembing.3 m. 1992). Membawa lembing diatas pundak Lembing dipegang di atas pundak di samping kepala dengan mata lembing serong ke atas. Lemparan sah bila lembing menancap atau menggores ke tanah 4. Membawa lembing di depan dada Mata lembing menuju serong ke bawah sedangkan ekornya menuju serong ke atas melewati pundak sebelah kanan. berat lembing putra : 800 gram sedangkan untuk putrid : 600 gram 2. Peraturan lomba lempar lembing 1. 3. sedangkan jari jari lainnya memmegang biasa. siku tangan dilipat atau ditekuk menuju depan. Oleh karena itu perlu juga diketahui oleh para atlet lempar lembing 1. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan lembing pada saat melempar (Syarifuddin. mata lembing menuju serong ke atas dan ekornya menuju serong ke bawah hamper dekat dengan tanah. Cara ini digunakan oleh para pelempar yang menggunakan awalan gaya jangkit (hop-step) pada waktu akan melempar 2. 3.6 m ± 2. .

tangan yang melempar lembing turun dari hasil pecutan yang dilakukan. 3. seluruh badan ditinggikan dan dengan secepat-cepatnya melecutkan lembing. Hal ini disebabkan kekuatan yang yang dikeluarkan untuk melempar dimulai dari kaki sampai kepergelangan tangan yang diawali kecepatan lari .Awalan Dalam lempar lembing ada dua macam awalan yang sering digunakan. sedangkan lempar lembing yang mempergunakan awalan jingkat (hop-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya jingkat (Adisasmita. Persyaratan Suatu Lemparan Yang Syah 1.Lembing harus di pegang pada bagian pegangannya.Gaya non orthodox tidaklah di izinkan untuk dipakai. Gerakan Melempar Saat kaki kiri mendarat. 1986) Sikap Badan Setelah Melempar Dengan lepasnya lembing dari pergelangan tangan secara otomatis keseimbangan atau yang lebih dikenal dengan titik berat badan akan menjadi labil dan hilang. 2.Pelempar pada waktu membuat awalan lempar tidak boleh memotong salah satu garis atau jalur paralel. Saat inilah terjadi sikap melempar yang sebenarnya. kaki kanan ditekuk hingga badan benar-benar jauh condong ke belakang dan badan sebagian besar pada kaki kanan. . dan harus di lempar lewat atas bahu atau bagian teratas dari lengan si pelempar dan harus tidak dilempar secara membandul. maka pada saat tubuh condong kedepan. Setelah lembing ditarik melaui pundak/bahu mendekat telinga. 1986). sehingga secara ototomatis kaki yang menjadi tumpuan untuk titik berat badan tidak bias menahan badan yang terdorong ke depan untuk itu. Lempar lembing yang mempergunakan awalan silang (sross-step) lebih dikenal dengan lempar lembing gaya silang. Bersamaan dengan itu lepasnya lembing dengan hentakan pergelangan tangan sebagai sumber kekeuatan terakhir (Adisasmita. mata lembing dan pandangan terarah kesudut lemparan dan tangan kiri tetap rileks. agar keseimbangan dapat terjaga dan dikembalikan secara baik.Lemparan itu tidak syah apabila mata lembing tidak menggores tanah sebelum bagian lembing lainnya. Pada saat ini lengan yang membawa lembing sudah dalam sikap lurus serong ke bawah. yaitu : awalan silang (cross-step) dan awalan jangkit (hop-step).

lebar 7 cm dan panjangnya 0. Garis lempar ini terdiri dari garis batas lempar dicat putih selebar 7 cm.4. tidak sekali-kali pelempar memutar tubuhnya penuh sehingga punggungnya membelakangi sektor lemparan. . atau garis perpanjangan (garis lempar) yang siku-siku terhadap garis paralel.7 m dan putri adalah 2.Konstruksi : Lembing terdiri dari 3 bagian : (1) mata lembing (2) badan lembing dan (3) tali pegangan . .5 m dan tak kurang dari 30 m dan harus di batasi dengan dua garis paralel selebar 5 cm yang saling terpisah sejauh 4 m. 6.3 m. Garis perpanjangan inipun dicat putih.Lemparan tidak syah bila si pelempar menyentuh dengan bagian tubuhnya atau anggota badan garis lempar. atau menyentuh tanah didepan garis lempar dan garis-garis itu semua.Badan lembing di buat dari metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah mata lembing yang runcing .000.Panjang lembing untuk putra adalah 2. Peralatan lembing .6 ± 2. Berat untuk putra 800 gr dan putri 600 gr. tanpa sabuk atau benjolan. . Dari sikap berdiri meninggalkan jalur lari awalan dari belakang lengkung garis lempar dan garis perpanjangan.75 m. Garis Lengkung Lemparan .Sesudah membuat gerakan awalan lempar sampai lembingnya dilepaskan dan mengudara.2 ± 2.Tali pegangan (melilit pada badan lembing) berada dititik pusat gravitasi dan tidak melibihi garis tengah badan lembing dari 8 mm.Panjang jalur awalan lempar harus tidak lebih dari 36. atau terbuat dari kayu atau metal dan dipasang rata dengan tanah. Jalur Lari Awalan . 5.Kemiringan kesamping dari jalur lari awalan max 1 : 1.Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur lari awalan sebelum lembing yang dilemparkan jatuh ke tanah. Lilitan tali pegangan lembing harus sama tebal dan bergerigi. Garis lempar ini di perpanjang ke arah kanan dan kiri 75 cm di buat siku-siku atau tegak lurus dengan garis paralel 4 m.Lemparan harus dilakukan dari belakang garis lengkung lempar atau sebuah busur dengan jarijari 8 cm.

Semua lemparan (lembing) yang di anggap syah harus jatuh di dalam sektor lemparan. 50 cm.sektor Lemparan . dst. Garis 5 cm ini di buat di tanah dari titik A yaitu titik dari busur atau garis lempar. . Sektor lemparan ini boleh atau dapat di beri tanda jarak : 30 cm. garis itu ditarik melalui titik Bdan C pada titik mana busur atau garis lempar itu berpotongan dengan garis 5cm untuk membentuk sektor lemparan. suatu daerah yang dibatasi oleh garis 5 cm di sebelah kanan dan kiri garis lempar. 70 cm.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->