HUKUM TATA NEGARA BY ROSE 132003138

1.

DEFINISI HUKUM TATA NEGARA

Di antara para ahli hukum dapat dikatakan tidak terdapat rumusan yang sama tentang definisi hukum tata negara. negara.  Hal ini disebabkan adanya faktor-faktor faktorperbedaan pandangan diantara ahli hukum itu sendiri ataupun adanya wilayah penelitian yang berbeda-beda pada suatu berbedanegara. negara. 



Dalam perkembangan praktek selama bera berabad-abad, diantara negaraberabadnegaranegara yang menganut tradisi hukum yang samapun dapat timbul perbedaanperbedaanperbedaan karena latar belakang sejarah satu negara dengan negara lainnya juga berbeda-beda. berbeda-beda.



A. Paul scholten Paul scholten menyatakan bahwa hukum tata negara adalah hukum yang mengatur mengenai organisasi negara (het recht dat regelt de staatorganisatie). staatorganisatie).

karena kenyataannya bahwa kedua jenis hukum itu tidak memancarkan otoritas dr negara. negara. lain-lain. Scholten sengaja membedakan antara HTN dalam arti sempit sebagai hukum organisasi negara di satu pihak dengan hukum gereja dan hukum perkumpulan perdata di pihak lain.Paul scholten hanya menekankan perbedaan antara organisasi negara dari organisasi non negara seperti gereja dan lain-lain. .

Christian van Vollenhoven. Vollenhoven.B. HTN adalah mengatur semua masyarakat hukum atasan dan masyarakat hukum bawahan menurut tingkatan-tingkatannya tingkatanyang menentukan lingkungan rakyatnya masingmasing-masing dan menentukan badanbadanbadan dalam lingkungan masyarakat hukum yang bersangkutan itu beserta fungsinya masing-masing masingserta menentukan susunan dan kewenangan badan tsb .

karena tidak mempunyai kewenangan sehingga keadaaanya tidak menentu. . sedangkan organ negara tanpa menentu.Dengan kata lain van vollenhoven menyatakan bahwa HTN merupakan pemberian wewenang sedangkan HAN merupakan pembatasan wewenang. van vollenhoven mengibaratkan bahwa organ negara tanpa ketentuan-ketentuan HTN adalah ketentuanseperti burung yang lumpuh sayap. wewenang. hatinya. ketentuan dalam HAN adalah laksana burung yang bebas dengan sayapnya. karena dapat mempergunakan kewenangannya sekehendak hatinya.

. hubungannya satu sama lain serta hubungannya dengan individu warga negara dalam kegiatannya. bergerak. Van der pot HTN adalah peraturan-peraturan yang peraturanmenentukan badan-badan badanyang dibutuhkan beserta kewenangannya masingmasing-masing. sedangkan HAN adalah negara dalam keadaan bergerak.C. D. kegiatannya. Oppenheim HTN adalah negara dalam keadaan diam.

Paton George whitecross HTN itu berhubungan dengan persoalan distribusi kekuasaan hukum dan fungsi organ-organorgan-organ-organ negara.E. .

Kusumadi Pudjosewojo HTN adalah hukum yang mengatur bentuk negara dan bentuk pemerintahan yang menunjukkan masyarakat hukum yang atasan maupun yang bawahan beserta tingkatannya yang selanjutnya menegaskan wilayah dan lingkungan rakyat dari masyarakat-masyarakat masyarakathukum itu.wewenang. itu.F.tingkatan imbangan dari dan antara alat perlengkapan itu. dan akhirnya menunjukkan alat-alat alatperlengkapan yang memegang kekuasaan penguasa dari masyarakat hukum itu beserta susunan. .

. Muh.G.Kusnardi dan Harmaily Ibrahim HTN adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur organisasi dari pada negara. azasinya. hubungan antar alat perlengkapan negara dalam garis vertikal dan horizontal serta kedudukan warga negara dan hak azasinya.

publik. . HTN adalah ilmu yang termasuk salah satu cabang ilmu hukum yaitu hukum kenegaraan yang berada di ranah hukum publik.dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa : 1.Dari semua pendapat yang beragam .

tetapi juga terkait dengan mekanisme hubungan antara organorganorgan negara itu dengan warga negara. fungsi dan mekanisme hubungan antar organ-organ negara organtersebut.2. negara. Definisi HTN telah dikembangkan oleh para ahli sehingga tidak hanya mencakup kajian mengenai organ-organ organnegara. .

3. beweging). .HTN itu sendiri dalam arti luas mencakup baik hukum yang mempelajari negara dalam keadaan diam (staat in rust) maupun yang mempelajari negara dalam keadaan bergerak (staat in beweging).

Sumber Hukum Tata Negara Sumber hukum dapat dibedakan menjadi dua yakni:  A. faktor filosofis. hukum.2. lain-lain. faktor historis dan lain-lain.  . sumber hukum materil yaitu sumber hukum yang menentukan isi hukum. Isi hukum ditentukan oleh faktor sosiologis.

. sumber hukum formil yaitu sumber hukum yang telah dirumuskan peraturannya dalam sesuatu bentuk yang menyebabkan aturan tersebut berlaku umum. mengikat dan ditaati. B. ditaati.

Convention . Peraturan Daerah . Peraturan Presiden 5.Traktat . Peraturan Pemerintah 4. UU/Perpu 3. UUD 2.       Sumber hukum formal dalam Hukum Tata Negara Indonesia terdiri dari: dari: 1.

. Dasar. Grond atau Gerundgesetz. Gerund diartikan sebagai dasar dan wet atau gesetz diartikan sebagai undangundangundang. 1. istilah Dalam bahasa Belanda UUD disebut dengan Grondwet dan bahasa Jerman disebut dengan Gerundgesetz. Undang Undang Dasar  A. undang. Oleh karena itu dalam bahasa indonesia Grondwet diartikan Undang Undang Dasar.Ad.

 Demikian pula di jerman bahwa verfassung dalam arti konstitusi dianggap lebih luas pengertiannya daripada gerundgesetz dalam arti undang undang dasar. . dasar.

Konstitusi. menyamakan pengertian atas kedua istilah tersebut. Selain istilah UUD dikenal juga istilah Konstitusi. Terhadap kedua istilah ini terdapat dua pandangan yang berbeda atas keluasan pengertian dari masingmasingmasing istilah tersebut.dan adapula yang tersebut. tersebut. .

J. . L. van Apeldoorn menyatakan bahwa konstitusi itu lebih luas daripada Undang Undang Dasar. Menurutnya bahwa Dasar. grondwet itu hanya memuat bagian tertulis saja dari konstitusi yang cakupannya meliputi juga prinsip-prinsip dan normaprinsipnormanorma dasar yang tidak tertulis. tertulis.

. Herman Heller menyatakan bahwa konstitusi mempunyai arti yang lebih luas dari UUD. Konstitusi sesungguhnya tidak UUD. politis. hanya bersifat yuridis. melainkan juga sosiologis dan politis.

memerintah. konstitusi dengan UUD oliver cromwell pada tahun menyebut UUD sebagai of government´ yaitu atau pedoman untuk . Penyamaan dimulai sejak 1649 yang ³instrument pegangan memerintah.

baru. 1788. tanggal 17 septemper 1787 yang mulai berlaku 21 juni Pada tahun 1776 lahir virginia bill of rights yang merupakan tahun penting dalam sejarah ketatanegaraan di dunia. . Selanjutnya lahir konstitusi amerika 1788. karena merupakan pangkal lahirnya pengertian konstitusi menurut bentuk dan jiwa yang baru.

Sedemikian besarnya hukum. dan kepastian hukum. . kesederhanaan hukum. pengaruh paham kodifikasi tersebut sehingga tiap peraturan hukum yang penting harus ditulis dan konstitusi yang ditulis adalah UUD. Pandangan yang menyamakan arti konstitusi dengan UUD disebabkan pengaruh dari paham kodifikasi yang menghendaki agar semua peraturan hukum ditulis untuk memperoleh kesatuan hukum. UUD.

badantersebut.  . pengertian konstitusi/UUD  1.wade  UUD adalah sebuah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas tugaspokok dari badan-badan pemerintahan badansuatu negara dan menentukan dasardasardasar cara kerja badan-badan tersebut.B.

kekuasaan. sehingga UUD dianggapnya sebagai kumpulan asasasas-asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan. kenegaraan.  .2.  Herman finer memandang bahwa negara sebagai organisasi kekuasaan. Herman Finer  UUD adalah riwayat hubungan kekuasaan.

Pengertian sosiologis atau politis yakni konstitusi adalah synthese faktorfaktor.  . Ferdinand Lassalle  Lassalle membagi konstitusi menjadi dua bagian yaitu :  1.3. masyarakat.faktor kekuatan yang nyata dalam masyarakat.

pemerintahan. . 2. Pengertian yuridis yakni konstitusi adalah suatu naskah yang memuat semua bangunan negara dan sendisendisendi pemerintahan.

negara. Bentuknya harus naskah Bentuk. . tertulis yang merupakan undangundangundang yang tertinggi yang berlaku dalam suatu negara. Bentuk. Suatu konstitusi dalam arti memerlukan dua syarat. yaitu : yuridis  1.

Isinya merupakan suatu peraturan Isi. melainkan hanya bersifat pokok-pokok saja. yang bersifat fundamental yaitu tidak semua masalah yang penting harus dimuat dalam UUD. Isi. pokok- . 2.

haknya hakjika terancam dan untuk membatasi tindakantindakan-tindakan penguasa. keinginan dari rakyat untuk menjamin hak.  . motif timbulnya UUD Lord bryce mengemukakan adanya empat alasan yang menyebabkan timbulnya UUD.  C. yaitu : 1. penguasa.

keinginan dari baik yang di perintah ataupun dari yang memerintah. 2. menjadi suatu bentuk yang tertentu menurut aturanaturanaturan yang positif. penguasa. yang hendak menyenangkan rakyatnya dengan jalan menentukan suatu sistem ketatanegaraan tertentu.yang semula tidak jelas.agar supaya di kemudian hari tidak dimungkinkan terjadinya tindakan yang sewenangsewenangwenang dari para penguasa.  .

keinginan dari para pembentuk negara yang baru untuk menjamin adanya cara penyelenggaraan ketatanegaraan yang pasti dan dapat membahagiakan rakyatnya. . rakyatnya. 3.

disamping sendiriadanya kehendak untuk tetap memiliki hak-hak dan kepentinganhakkepentingankepentingan tertentu yang akan di urusnya sendiri. 4.sendiri. sendiri. .negara yang pada mulanya berdiri sendiri. keinginan untuk menjamin adanya kerjasama yang efektif di antara negaranegara.

Dari negaranya. . segi pemerintahan UUD berfungsi sebagai landasan struktural penyelenggaraan pemerintahan menurut suatu sistim ketatanegaraan yang pasti dan tertentu. Dari berbagai alasan-alasan atau motif alasanyang menyebabkan timbulnya UUD dapat disimpulkan bahwa fungsi UUD terutama ditujukan untuk menjamin perlindungan hukum atas hak-hak para anggota hakmasyarakat atau warga negaranya. tertentu.

 . menentukan pembatasan terhadap kekuasaan sebagai satu fungsi konstitusionalisme.William G. Andrews menyatakan bahwa fungsi konstitusi adalah :  1. konstitusionalisme. memberikan legitimasi terhadap kekuasaan pemerintahan. pemerintahan.  2.

instrumen untuk mengalihkan kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat dalam sistem demokrasi atau raja dalam sistem monarkhi). . 3. monarkhi).

UUD yang fleksibel  .D. pandangan sarjana  Untuk mengetahui apakah suatu UUD itu sulit dirubah atau mudah diubah maka ada dua katagori UUD yakni: yakni:  1.d.1. Perubahan Undang Undang Dasar  Ad. UUD yang rigid  2.

 Rigid atau fleksibel suatu UUD tidak ditentukan oleh berapa jumlah pasal dalam suatu UUD. melainkan apakah UUD tersebut mengikuti perkembangan zaman atau tidak. . tidak.

verfasungsandrung yakni perubahan UUD yang dilakukan dengan sengaja dan dengan cara yang disebut dalam UUD itu sendiri.  . (revolusi.George Jellinek membedakan dua perubahan UUD yaitu: yaitu:  1. dll) itu. verfasungswandlung yakni perubahan UUD dengan cara yang tdk terdapat dalam UUD itu. cop d¶etat.  2. sendiri.

Cara ini dilaksanakan dalam tiga macam jalan :  a.F. Strong mengemukakan empat cara perubahan UUD yaitu: yaitu:  1. by the ordinary legislatur.C. restriction. untuk melakukan perubahan konstitusi the ordinary legislature dalam sidangsidangsidangnya harus dihadiri oleh paling sedikit fixed quorum of members(psl37) members(psl37)  . but under certain restriction.

. the ordinary legislature dibubarkan. kemudian diadakan pemilu yang baru. Noerwegia dan swedia). swedia). Lembaga perwakilan baru inilah yang kemudian akan bertindak sebagai konstituante untuk mengubah konstitusi. konstitusi. b. (belgia. baru. sebelum perubahan dilakukan.

badan. c. . Keputusan sidang gabungan mengenai perubahan konstitusi adalah sah apabila disetujui oleh suara terbanyak dari anggota-anggotanya. anggota-anggotanya. untuk mengubah konstitusi dua lembaga perwakilan rakyat yg ada ( system bicameral) harus melakukan sidang gabungan sebagai suatu badan.

2. by the people through a referendum. state. referendum. saja. by a majority of all unit of a federal state.  . Cara ini terjadi apabila perubahan konstitusi memerlukan adanya pendapat langsung dari rakyat. Cara ini hanya berlaku dalam negara federal saja.  3. rakyat.

by a special convention. 4. Cara ini terjadi convention. apabila untuk mengubah konstitusi mengharuskan dibentuknya suatu badan khusus yang diberi wewenang untuk mengubah konstitusi itu adalah badan yang secara khusus dibentuk untuk itu. itu. .

MPR.Ad. diubah. perubahan UUD 45.  .2.d. Ketentuan perubahan UUD45 UUD45 diatur dalam pasal 37 yang berbunyi :  (1) usul perubahan pasal-pasal UUD pasaldapat diagendakan dalam sidang MPR apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya sekurang1/3 dari jumlah anggota MPR.  Negara Indonesia secara limitatif telah menentukan bagaimana UUD 45 dapat diubah.

Setiap usul perubahan pasal-pasal pasalUUD diajukan secara tertulis dan ditunjukan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya.  (3). alasannya. pasalsidang MPR dihadiri oleh sekurangsekurangkurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR  . Untuk mengubah pasal-pasal UUD.(2).

perubahan.(4).  . Putusan untuk mengubah pasal-pasal pasalUUD dilakukan dengan persetujuan sekurangsekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota MPR  (5). Khusus mengenai bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.

d.Ad. dll. teknik perubahan UUD  Ada tiga tradisi berbeda yang dianut antara satu negara dengan negara lainnya. Misal. yaitu: yaitu:  1. kelompok negara yang mempunyai kebiasaan mengubah materi UUD dengan langsung memasukkan materi perubahan itu kedalam naskah UUD. Jerman. UUD. Misal. perancis. belanda dll.  .3.

Di lingkungan negara-negara ini.  . berkembang. kelompok negara-negara negarayang mempunyai kebiasaan mengadakan penggantian naskah UUD. naskah negarakonstitusi sama sekali diganti dengan naskah yang baru. UUD. baru.  Pada umumnya dianut oleh negara yang demokrasinya jatuh bangun karena negara miskin dan sedang berkembang.2.

tetapi kebutuhan akan perubahan hukum dapat dipenuhi melalui naskah  .  Dengan demikian. naskah asli UUD tetap utuh. yang disebut sebagai amandemen pertama. ketiga. kedua.3. seterusnya. keempat dan seterusnya. perubahan konstitusi melalui naskah yang terpisah dari teks aslinya.

tradisi perubahan demikian dipelopori oleh Amerika serikat.Tersendiri yang dijadikan adendum tambahan terhadap naskah asli tersebut.  Dapat dikatakan. serikat. tersebut.  .

Hasil penyelidikannya menyimpulkan terdapat tiga nilai dalam suatu konstitusi.  Karl loewenstein mengadakan penyelidikan mengenai arti konstitusi tertulis dalam suatu lingkungan nasional.4.Ad. nasional. yaitu: yaitu:  . nilai konstitusi.d.

Nilai Normatif yaitu nilai normatif diperoleh apabila penerimaan segenap rakyat suatu negara terhadap konstitusi benarbenar-benar secara murni dan konsekuen. 1. pemerintah. Dengan kata penyelewenangan. lain. konstitusi ditaati dan dijunjung tinggi tanpa adanya penyelewenangan. . konstitusi telah dapat dilaksanakan sesuai dengan isi dan jiwanya baik dalam produk hukum dan kebijakan pemerintah.

2.  Contoh. PPKI.  . tertentu. sebelum amandemen tentang tugas PPKI. Nilai Nominal yakni nilai nominal diperoleh apabila ada kenyataan pasal di dalam konstitusi hanya berlaku pada satu waktu dan dalam keadaan tertentu. pasal 1 aturan peralihan UUD 45 Contoh.

 3. negatif). Nilai Semantik yakni nilai semantik diperoleh jika secara hukum berlaku tetapi keberlakuannya hanya untuk kepentingan para penguasa saja (dalam arti negatif). .

j.  Arti materil yaitu setiap keputusan pemerintah yang menurut isinya mengikat langsung setiap penduduk.2. yaitu: yaitu:  Arti formil yaitu setiap keputusan pemerintah yang merupakan uu karena cara pembuatannya. Undang-Undang.Ad.  T.(mis. Undang Undang/Perpu Undang-Undang. penduduk.(mis. pembuatannya. DPR+Pem). DPR+Pem).  .Buys mengatakan bahwa UU mempunyai dua arti.

. DPR. 45 menyebutkan bahwa di dalam membuat perjanjian atau perdamaian atau menyatakan perang dengan negara lain harus mendapat persetujuan dari DPR. Meskipun pembentukan UU dilakukan oleh DPR + Pemerintah bukan berarti setiap peraturan yang dibuat oleh selalu berbentuk UU. Konstruksi di dalam UUD UU. UU. Artinya persetujuan tidak dalam bentuk UU.

24C 45. UU 32/2004 organik. 32/ ttg Pemda perintah langsung dari pasal 18 UUD 45. UU 24/2003 ttg MK perintah 45. Contoh. 24/ langsung dari pasal 24C UUD 45. Semua UU pada hakikatnya merupakan pelaksana dari UUD. Contoh. . perintah langsung dari UUD disebut dengan UU organik. namun ada pasalpasalpasal tertentu di dalam UUD yang memerintahkan secara langsung harus di atur dengan UU. UU yang dibuat atas UU.

UU. presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti UU.  .Peraturan Pemerintah Pengganti UU  Perpu diatur dalam pasal 22 UUD 45 yang berbunyi ³  (1) dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa.

 . berikut.  (3) Jika tidak mendapat persetujuan.  Perlu digarisbawahi bahwa pasal 22 UUD45 UUD45 merupakan pengaturan tentang negara dalam keadaan memaksa bukan dalam keadaan darurat.(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan DPR dalam persidangan yang berikut. darurat. maka peraturan pemerintah itu harus dicabut. dicabut.

staatsnoodrecht.Keadaan memaksa dan keadaaan darurat adalah dua keadaan yang berbeda. sedangkan keadaan darurat disebut dengan staatsnoodrecht.  Noodverordeningrecht adalah karena keadaan yang memaksa yang menyebabkan penguasa menyimpang dari  . Dalam berbeda. teori HTN keadaan memaksa disebut dengan noodverordeningrecht.

Cara cara biasa pembuatan peraturan perundangan yang berderajat UU.  Staatnoodrecht adalah karena negara dalam keadaan bahaya/darurat yang menyebabkan penguasa bertindak menyimpang dari peraturan sehari-hari.  . sehari-hari. UU.

UU52prp/1960. telah dapat dibayangkan terlebih dahulu.  .Contoh.Staatnoodrecht dibagi menjadi dua klasifikasi. Dalam hal ini kemungkinan timbulnya bahaya yang mengancam negara.Contoh. yaitu: yaitu:  a. bahaya.UU52prp/1960. (objektif). Staatnoodrecht yang konstitusional (objektif). sehingga telah disediakan peraturan apabila benar-benar terjadi benarkeadaan bahaya.

 .Dikatakan konstitusional sebab tindakan penguasa didasarkan pada peraturan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. tersebut.  Dikatakan objektif sebab karena syaratsyaratsyarat dan akibat dari tindakan penguasa telah diperhitungkan atau ditentukan dalam UU tersebut. dahulu.

 Disebut subjektif karena berdasarkan pada pertimbangan subjektif penguasa. konstitusional. penguasa.  . Staatnoodrecht ekstra konstitusional (subjektif) yaitu keadaan bahaya yang timbul belum dapat dibayangkan kemungkinan sebelumnya. sehingga tidak ada peraturan yang dapat mengantisipasi keadaan bahaya tersebut. Inilah yang tersebut. disebut dengan ekstra konstitusional.b.

contoh. Pada umumnya tindakan negara.contoh. Meskipun tindakan pemerintah bersifat subjektif. 1959. tetapi harus didasarkan pertimbangan objektif diluar pemerintah yakni bahwa tindakan yang akan diambil benarbenar-benar untuk kepentingan bangsa dan negara. . Dekrit presiden 5 juli 1959. lex. penguasa dalam keadaan seperti ini didasarkan azas salus populi supreme lex.

mestinya.3. pemerintah.  Di dalam pasal 5 ayat (2) UUD 45 disebutkan Presiden menetapkan PP utk menjalan UU sebagaimana mestinya.  . namun apabila pemerintah/penguasa menghendakinya maka dapat dilakukan melalui peraturan pemerintah. Peraturan Pemerintah Logeman menyatakan tidak keharusan bahwa UU harus dilaksanakan dengan Peraturan pemerintah.

 . undangan. PERATURAN PRESIDEN Istilah Peraturan presiden baru dikenal sejak dikeluarkannnya UU No 10 tahun 2004 tentang tata cara pembentukan peraturan perundang undangan.4.  Peraturan presiden adalah suatu peraturan yang dibuat oleh presiden untuk mengatur hal ±hal yang bersifat umum dan berlaku bagi umum. umum.

 . konkrit.Istilah peraturan presiden dipergunakan untuk membedakan dengan keputusan presiden.  Jika suatu keputusan (pejabat tata usaha negara) menimbulkan ketidakadilan. maka upa hukumnya adalah menggugat di PTUN. keputusan presiden ditujukan untuk hal hal yang bersifat individual dan konkrit. PTUN.

 Karena peraturan presiden tingkatannya berada di bawah UU. Agung. maka permohonan judicial review diajukan kepada Mahkamah Agung. review´. jika aturan itu bersifat mengatur maka upaya hukumya adalah ³judicial review´.  .Namun sebaliknya.

 Peraturan daerah baik pada pemerintah propinsi atau kabuten/kota dibuat dalam rangka mengatur rumah tangganya sendiri. daerah. Daerah.  Inisiatif pembuatan Rancangan Perda bisa datang dari DPRD maupun dari Pemerintah daerah.5.  . Peraturan Daerah Peraturan daerah dibentuk atau dibuat oleh DPRD bersama Pemerintah Daerah. sendiri.

UU. tinggi.  Akibat hukum jika perda tersebut bertentangan dengan peraturan yang lebih  . Dengan kata lain jangan sampai Perda bertentangan dengan UU. negeri.Setiap peraturan daerah harus dievaluasi oleh pemerintah pusat dalam hal ini menteri dalam negeri.  Hal ini dilakukan agar terdapat sinkronisasi dengan peraturan yang lebih tinggi.

 -melalui pemerintah pusat (mendagri)  -melalui judicial review oleh MA  .Tinggi. maka perda tersebut akan dibatalkan. dibatalkan.  Pembatalan perda dapat ditempuh melalui dua mekanisme yaitu .

A. KONVENSI .

 NEGARA HUKUM PADA WAKTU ITU DIISTILAHKAN DENGAN NOMOKRASI YANG BERARTI NOMOS = NORMA DAN CRATOS=KEKUASAAN  . KUNO.KONSEP NEGARA HUKUM IDE NEGARA HUKUM SEBENARNYA SUDAH ADA SEJAK JAMAN YUNANI KUNO.

 . IMANUEL KANT DLL.PADA ZAMAN MODREN KONSEP NEGARA HUKUM DI EROPAH KONTINENTAL DIPERGUNAKAN ISTILAH RECHTSTAAT. DLL.J. RECHTSTAAT.  DIKEMBANGKAN OLEH PAUL LABAN.STHAL . F.

STHAL MENYATAKAN BAHWA SUATU NEGARA HUKUM HARUS MENCAKUP EMPAT ELEMEN PENTING YAITU :  1. PERLINDUNGAN HAM  2.J. ADANYA PTUN  . PEMERINTAHAN BERDASARKAN PERUU  4. PEMBAGIAN KEKUASAAN  3.F.

PADA NEGARA YANG MENGGUNAKAN TRADISI ANGLO AMERIKA ISTILAH NEGARA HUKUM DIPERGUNAKAN DENGAN ISTILAH THE RULE OF LAW.  THE RULE OF LAW DIPELOPORI DAN DIKEMBANGKAN OLEH A.V. DICEY  . LAW.

SUPREMACY OF LAW  2.V. EQUALITY BEFORE THE LAW  3.A. DICEY MENYEBUTKAN BAHWA SUATU NEGARA HUKUM ATAU THE RULE OF LAW MEMPUNYAI CIRI: CIRI:  1. DUE PROCES OF LAW  .

MENURUT JURIST ASIA TENGGARA DAN PASIFIK MENYATAKAN BAHWA SYARAT RULE OF LAW ADALAH; ADALAH;  1. PERLINDUNGAN KONSTITUSIONIL TERHADAP HAK-HAK INDIVIDU HAK 2. KEHAKIMAN BEBAS DAN TIDAK MEMIHAK  3. BEBAS MENYATAKAN PENDAPAT 

4. PEMILAHAN UMUM YANG BEBAS  5. KEBEBASAN BERSERIKAT DAN BEROPOSISI  6. PENDIDIKAN CIVIC 

MENURUT JIMLY ASSHIDDIQIE ADA DUA BELAS PRINSIP POKOK NEGARA HUKUM :  1. SUPREMASI HUKUM  2. PERSAMAAN DALAM HUKUM  3. ASAS LEGALITAS  4. PEMBATASAN KEKUASAAN  5.ORGAN EKSEKUTIF INDEPENDEN 

PERADILAN BEBAS DAN TIDAK MEMIHAK. MEMIHAK.  7. PERADILAN TATA USAHA NEGARA  8. PERADILAN TATA NEGARA. NEGARA.  9. PERLINDUNGAN HAM  10. BERSIFAT DEMOKRATIS 10.  11. SARANA MEWUJUDKAN TUJUAN 11. BERNEGARA 

6.

TRANSPARANSI DAN KONTROL SOSIAL. . SOSIAL. 12. 12.

negara hukum formil (negara penjaga malam)  2.Negara hukum ada 2´  1. negara hukum materil (welfare state)  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful