POLA PENGALIRAN DAN PENYIMPANAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI

Pola pengaliran dan penyimpanan air dalam DAS sangat dipengaruhi oleh karakteristik tanah, bahan induk (geologi), morfometri DAS dan penggunaan lahan. Karakteristik ini menentukan banyaknya air hujan yang dialirkan atau tertahan, kecepatan aliran, dan waktu tempuh air dari tempat terjauh sampai dengan outlet (waktu konsentrasi) yang berpengaruh pada kejadian banjir,baik banjir yang berbentuk genangan (inundasi) maupun banjir bandang pada DAS tersebut. 1. Tanah Tanah merupakan bahan hasil pelapukan batuan. Karakteristik tanah dan sebaran jenisnya dalam DAS sangat menentukan besarnya infiltrasi limpasan permukaan ('overland flow') dan aliran bawah permukaan ('subsurfaceflow'). Karakteristik tanah yang penting untuk diketahui antara lain berat isi,tekstur, kedalaman, dan pelapisan tanah (horison). a. Berat isi tanah (BI)

Berat isi tanah dapat dikategorikan sebagai berikut: y y y Rendah: < 0. semakin tinggi kapasitas infiltrasinya. Pada jenis tanah tertentu terdapat hambatan perkembangan yang ditandai dengan adanyahorison kedap air. . Bahan induk tanah (geologi) Tipe bahan induk secara umum akan mempengaruhi bentuk hidrograf aliran. 2. liat berdebu Agak halus (ah): lempung berliat. dimana DAS dengan jenis batuan yang kedap air seperti batu lempung ('shale') atau granit.9 Sedang: 0. baik pada horison atas maupun horisonbawah. Ketebalan solum mempengaruhi kapasitas penyimpanan air. Tekstur tanah Tekstur merupakan perbandingan komposisi (%) butir-butir penyusun tanahyang terdiri dari fraksi pasir (50 m . Kelas tekstur tanah dikategorikan menjadi: y y y y y y Sangat halus (sh): liat Halus (h): liat berpasir.Berat isi tanah merupakan ukuran masa per volume tanah (gr/cm ).2mm). lempung berdebu. Berat isi tanah bersama dengan tekstur dan bahan organik tanah menentukan besarnya infiltrasi.1 b. bahan induk. akan menghasilkan hidrograf aliran dengan debit puncak yang tinggi dan waktu konsetrasi yang relatif singkat. topografi. termasukdi dalamnya volume pori-pori tanah. lempung liat berpasir. keberadaan lapisan kedap air. lempung liat berdebu Sedang (s): lempung berpasir sangat halus. Pada profil tanah solum tersebut mencakup horison A dan B. Semakin tinggi nilai BI.9-1.1 Tinggi: > 1. pasir berlempung c. liat. Horison ini dapat menyebabkan proses infiltrasiterhambat. Semakin halus tekstur tanah. tanah tersebut semakin padat yang berarti semakin sulit meneruskan air. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melihat penampangtanah adalah kedalaman horizon. debu (50 m . dan liat (< 2 m). dan permeabilitasnya. yang secara umum dapat dibedakan menjadi: Bentukan tanah ini merupakan cerminan perkembangan tanah yang dipengaruhi oleh kondisi iklim.2 m). lempung. debu Agak kasar (ak): lempung berpasir Kasar (k): pasir. organismedan waktu. vegetasi. Kedalaman tanah Kedalaman tanah atau solum (cm) merupakan ukuran ketebalan lapisan tanah dari permukaan sampai atas lapisan bahan induk tanah.

sehingga semakin tinggi fluktuasi banjir yang terjadi. Luas daerah aliran dapat diperkirakan dengan mengukur daerah tersebut padapeta topografi. Penutupan lahan Vegetasi penutup lahan memegang peranan penting dalam proses intersepsi hujan yang jatuh dan transpirasi air yang terabsorpsi oleh akar. Semakin bulat bentuk DAS berarti semakin singkat waktu konsentrasi yang diperlukan. Bentuk DAS secara kuantitatif dapat diperkirakan dengan menggunakan nilai nisbah memanjang ('elongation ratio'/Re) dan kebulatan ('circularity ratio'/Rc). Beberapa kelas penggunaan lahan yang perlu diidentifikasi dalam melakukan analisis masalah hidrologi adalah: y y y y y y y Persentase tanaman pertanian Persentase rumput dan padang penggembalaan Persentase hutan Persentase pemukiman dan jalan kedap air Persentase padang rumput dan pohon yang tersebar Persentase lahan kosong Persentase rawa dan waduk 4. a. bentuk DAS. b. Sebaliknya semakin lonjong bentuk DAS. polaaliran. Lahan denganpenutupan yang baik memiliki kemampuan meredam energi kinetis hujan. Parametertersebut adalah luas DAS. Karakteristik ini terkait denganproses pengatusan (drainase) air hujan yang jatuh di dalam DAS. kerapatan aliran. Morfometri DAS Morfometri DAS merupakan ukuran kuantitatif karakteristik DAS yang terkait dengan aspek geomorfologi suatu daerah. Jaringan sungai Jaringan sungai dapat mempengaruhi besarnya debit aliran sungai yang dialirkan oleh anak-anak sungainya.khususnya pada lahan dengan solum tebal ('sponge effect').Sebaliknya DAS denganjenis batuan porus seperti batu kapur atau gamping akan menghasilkanhidrograf aliran yang lebih landai dengan debit puncak yang rendah dan waktu konsentrasi yang relatif lebih lama. Bentuk DAS Bentuk DAS mempengaruhi waktu konsentrasi air hujan yang mengalir menuju outlet. jaringan sungai. dan gradien kecuraman sungai. waktu konsentrasi yangdiperlukan semakin lama sehingga fluktuasi banjir semakin rendah. Luas DAS DAS merupakan tempat pengumpulan presipitasi ke suatu sistem sungai. Parameter ini dapat diukur secara kuantitatif dari nisbah percabangan yaitu . 3. memperkecil koefisien aliran sehingga mempertinggi kemungkinan penyerapan air hujan. sehingga memperkecil terjadinya erosi percik ('splash erosion'). c.

Berdasarkan metode Strahler. Pola aliran Pola aliran sungai secara tidak langsung menunjukan karakteristik material bahan induk seperti permeabilitas. pertemuan antara orde pertama disebut orde kedua (orde 2). berarti semakin banyak air yang dapattertampung di badan-badan sungai. Orde sungai adalah posisi percabangan alur sungai di dalam urutannya terhadap induk sungai pada suatu DAS. demikian seterusnya sampai pada sungai utama ditandai dengan nomororde yang paling besar. Semakin tinggi tingkat kerapatan aliran sungai. Shreve. Kerapatan aliran sungai dapat dihitung dari rasio total panjang jaringan sungai terhadap luas DAS yang bersangkutan. Namun pada umumnya metode Strahler lebih mudah untuk diterapkan dibandingkan dengan metode yang lainnya. Orde sungai dapatditetapkan dengan metode Horton. Semakin banyak jumlah orde sungai. Kerapatan aliran sungai adalah suatu angka indeks yang menunjukkan banyaknya anak sungai di dalam suatu DAS. Pola aliran sungai sejajar (parallel) pada umumnya dijumpai pada DAS yang berada pada daerah dengan struktur patahan. rawa dan badan sungai yang mengalir di suatu DAS. d. alur sungai paling hulu yang tidak mempunyai cabang disebut dengan orde pertama (orde 1). Pola alirandalam DAS dapat digolongkan menjadi: y y y y Dendritrik Radial Rektangular Trellis . Nilai ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nisbah percabangan berarti sungaitersebut memiliki banyak anak-anak sungai dan fluktuasi debit yang terjadijuga semakin besar. dan Scheidegger. Kerapatan aliran sungai Kerapatan aliran sungai menggambarkan kapasitas penyimpanan air permukaan dalam cekungan-cekungan seperti danau. struktur geologi dan kemudahannya mengalami erosi.perbandingan antara jumlah alur sungai orde tertentu dengan orde sungai satu tingkat di atasnya. e. Strahler. semakin luas dan semakin panjang pula alur sungainya.

DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) BAGIAN HULU /UPPER WATERSHED Daerah Aliran Sungai (DAS) Bagian Hulu / Upper Watershed adalah bagian hulu dari suatu DAS yang mempunyai fungsi perlindungan terhadap DAS bagian hilir (lower watershed). bagian hilir didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi. 3. dan ketinggian muka air tanah. kualitas air. yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS. waduk. kualitas air. semakin tinggi kecepatan aliran airnya. 2. Gradien sungai Gradien sungai merupakan perbandingan antara beda elevasi dengan panjang sungai utama. Tengah dan Hilir yaitu: 1. yang antara lain dapat diindikasikan dari kuantitas air. serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai.y Kombinasi denditrik dan trellis f. bagian hulu didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi. dengan topografi yang lebih berat dan seluruh arah aliran sungainya menuju ke sungai utamanya. Gradien menunjukkan tingkat kecuraman sungai. bagian tengah didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi. semakin besar kecuraman. dan danau. dan curah hujan. kemampuan menyimpan air (debit). yang diindikasikan melalui . kemampuan menyalurkan air. Pembagian Daerah Aliran Sungai berdasarkan fungsi Hulu.

yang mana sesuatu itu dikatakan memamerkan pola. dan terkait untuk kebutuhan pertanian. Pola adalah bentuk atau model (atau.kuantitas dan kualitas air. . ketinggian curah hujan. kemampuan menyalurkan air. Deteksi pola dasar disebut pengenalan pola. suatu set peraturan) yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari sesuatu. Untuk pengelolaan sumber daya air perlu disusun Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai {lihat Ayat (2) Pasal 1 1 UU SD Air)}. lebih abstrak. serta pengelolaan air limbah. khususnya jika sesuatu yang ditimbulkan cukup mempunyai suatu yang sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukkan atau terlihat. Pola yang paling sederhana didasarkan pada repetisi: beberapa tiruan satu kerangka digabungkan tanpa modifikasi. air bersih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful