P. 1
Perjanjian internasional

Perjanjian internasional

|Views: 89|Likes:

More info:

Published by: Dheyviethaa Patintingan on Feb 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2012

pdf

text

original

Perjanjian internasional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Perjanjian Internasional adalah sebuah perjanjian yang dibuat di bawah hukum internasional oleh beberapa pihak yang berupa negara atau organisasi internasional. Sebuah perjanjian multilateral dibuat oleh beberapa pihak yang mengatur hak dan kewajiban masingmasing pihak. Perjanjian bilateral dibuat antara dua negara. Sedangkan, perjanjian multilateral adalah perjanjian yang dibuat oleh lebih dari dua negara.

[sunting] Tahap
Perundingan adalah tahap pertama yang dilakukan sebelum diadakannya perjanjian. Perundingan bisa dilakukan oleh perwakilan diplomat yang memiliki surat kuasa penuh dari pemerintah, bisa juga kepala pemerintah langsung. Setelah diadakan perundingan, selanjutnya penandatanganan yang mana yang akan dijadikan perjanjian. Penandatanganan bisa dilakukan oleh duta besar, anggota legislatif maupun eksekutif. Selanjutnya pengesahan yang akan dilakukan oleh kepala pemerintahan dan anggota DPR dengan diadakannya rapat terlebih dahaulu. biasanya hal ini dilakukan untuk masalah yang sangat penting dan mencakup masalah orang banyak.

[sunting] Pembatalan
Hal-hal yang menyebabkan dibatalkannya suatu perjanjian antara lain:
y y y y

Terjadinya pelanggaran. Adanya kecurangan Ada pihak yang dirugikan. Adanya ancaman dari sebelah pihak

[sunting] Berakhirnya perjanjian
y y y y

Punahnya salah satu pihak. Habisnya masa perjanjian. Salah satu pihak ingin mengakhiri dan disetujui oleh pihak kedua. Adanya ancaman dan dirugikan oleh sebelah pihak.

Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XI
Semester Genap Sekolah Menengah Atas

Perjanjian internasional adalah kesepakatan antara dua atau lebih subyek hukum internasional (misalnya negara. perjanjian internasional ada yang bersifat law making artinya mengandung kaidah hukum yang dapat berlaku bagi semua negara di dunia. ada pula yang lisan.1. charter. agreement. perjanjian internasional dapat dibagi menjadi perjanjian yang berisi soal-soal politik dan perjanjian yang berisi masalah-masalah ekonomi. modus vivendi dan covenant (Mochtar Kusumaatmaja. maka perjanjian internasional (PI) ada yang berbentuk tertulis. untuk mengatur hal-hal yang tidak terlalu rumit. accord. (iii). charter). pakta (pact). . (v) instrumen pembentuk perjanjiannya. budaya. 1. PI tertulis dituangkan dalam bentuk formal secara tertulis. bila sebuah perjanjian internasional langsung berlaku setelah diratifikasi oleh negara tertentu. Menurut jumlah pesertanya. arrangement. (iv). bersifat tekhnis namun merupakan materi umum. Berdasarkan instrumennya. Ada berbagai macam PI tidak tertulis. (ii). Perjanjian Internasional 1. protokol. Macam-Macam Perjanjian Internasional (PI)Ada beberapa kriteria untuk mengelompokkan perjanjian internasional.2. misalnya: 1. Dari segi cara berlakunya. misalnya Konvensi Hukum Laut tahun 1958. Pengertian Perjanjian Internasional Ada berbagai istilah yang dipergunakan untuk menyebut perjanjian internasional yaitu traktat (treaty). Bila harus dilakukan perubahan UU terlebih dahulu sebelum berlaku. piagam (statute. declaration. 1989).1. atau multilateral (bila melibatkan lebih dari dua negara) misalnya Konvensi Jenewa 1949 tentang Perlindungan Korban Perang. dan lain-lain. antara lain berupa treaty. Misalnya: The London Agreement 1946 yang mengatur distribusi keanggotaan Dewan Keamanan (DK) PBB. antara lain berdasarkan: (i) jumlah pesertanya.2. deklarasi. arrangement. perjanjian internasional dapat berupa perjanjian bilateral (bila melibatkan dua negara saja) misalnya perjanjian RI dengan RRC mengenai Dwikenegaraan pada tahun 1954. ada yang bersifat self executing (berlaku dengan sendirinya). (iv) cara berlakunya. (iii) obyeknya. convention. ada pula yang bersifat non self-executing. yaitu hanya menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak yang membuat perjanjian saja. biasanya disepakati secara bilateral.2. lembaga internasional) yang menurut hukum internasional menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak yang membuat kesepakatan. Konvensi Wina tahun 1961 mengenai Hubungan Diplomatik. covenant. Menurut strukturnya. dan lain-lain.2. Disebut self executing. Misalnya: Perjanjian Ekstradisi 1974 antara Indonesia dan Malaysia. Perjanjian Internasional Lisan (international oral agreement) PI lisan disebut juga gentlement agreement. protocol. konvensi (convention). maka perjanjian internasional itu disebut non self-executing. (v). (ii) strukturnya. (i). Sedangkan PI lisan diekspresikan melalui instrumen-instrumen tidak tertulis. ada pula yang bersifat contract. Dari segi obyeknya. constitution. statute.

Menurut hukum positif Indonesia: Dalam Pasal 11 UUD 1945 dikatakan bahwa Presiden dengan persetujuan DPR membuat perjanjian dengan negara lain. Tahap-Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional (PI) 1. 1. Menurut para ahli: Menurut Mochtar Kusumaatmaja (1982). yaitu yang menghendaki persetujuan parlemen.1. perdana menteri. baik aktif maupun pasif dari suatu negara atau subyek hukum internasional lainnya. yaitu: 1. Prosedur Normal atau Klasik. Persetujuan Diam-Diam (Tacit Agreement atau Tacit Consent) atau Persetujuan Tersimpul (Implied Agreement) Perjanjian ini dibuat secara tidak tegas artinya adanya PI tersebut dapat diketahui hanya melalui penyimpulan suatu tingkah laku. Dalam Pasal 4 dikatakan bahwa pembuatan PI antara pemerintah RI dengan negara lain dilaksanakan berdasarkan kesepakatan dan itikad baik. . Hal ini lebih lanjut diatur dalam UURI No. yang tidak mensyaratkan persetujuan parlemen ataupun ratifikasi karena memerlukan penyelesaian yang cepat. 2. Misalnya: pernyataan kemerdekaan oleh rakyat Palestina. saling menguntungkan. Deklarasi itu dapat menjadi perjanjian apabila memang mengandung maksud untuk berjanji sehingga menimbulkan kewajiban pada negara yang berjanji dan hak yang dapat dituntut oleh negara yang menjadi tujuan deklarasi tsb. 1. Prosedur yang disederhanakan atau simplified procedure. 1. Deklarasi Sepihak (Unilateral Declaration) Deklarasi Unilateral adalah pernyataan suatu negara yang disampaikan wakil negara tersebut yang berkompeten (presiden. Hal yang hampir sama disampaikan oleh Pierre Fraymond (1984) yaitu ada dua prosedur pembuatan PI: 1. menteri-menteri lain) dan ditujukan kepada negara lain. persetujuan parlemen (the approval of parliament) dan ratifikasi (ratification). PI yang dibentuk melalui tiga tahap. melalui tahap-tahap perundingan (negotiation).1.3. misalnya perjanjian perdagangan jangka pendek. dan di samping memperhatikan kepentingan nasional juga hukum internasional yang berlaku. dilihat dari praktik yang dilakukan beberapa negara. 2. Ini dilakukan untuk hal-hal yang sangat penting sehingga perlu persetujuan DPR. berpedoman kepada kepentingan nasional dan prinsip-prinsip persamaan kedudukan. Ada juga yang hanya melalui dua tahap yaitu perundingan dan penandatanganan. yaitu: perundingan. menteri luar negeri. 24 Tahun 2000. ada dua cara pembentukan perjanjian internasional (PI). penandatanganan dan ratifikasi. Ini dibuat untuk mengatur hal-hal yang mendesak namun tidak begitu penting. penandatanganan (signature).

perumusan naskah. . pembuatan PI dilakukan melalui tahap-tahap: penjajakan.Menurut UU tersebut. Pengesahan PI oleh Pemerintah RI dapat dilakukan melalui UU yaitu apabila isinya sangat penting ataupun melalui Keputusan Presiden. penerimaan dan penandatanganan. kemudian diikuti pengesahan apabila memang disyaratkan oleh PI tersebut. Aksesi adalah istilah yang digunakan apabila negara yang akan mengesahkan suatu PI tidak turut menandatangani naskah perjanjian. perundingan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->