BAB I PENDAHULUAN

A. KEDATANGAN ISLAM KE SULAWESI SELATAN Rakyat Sulawesi Selatan sudah lama berhubungan dengan Islam sebelum Islam menjadi agama di wilayah itu. Para pelaut dan pedagang Bugis dan Makassar berhubungan dengan masyarakat dagang yang kebanyakan Islam di daerah pantai utara dan barat jawa serta sepanjang Selat Malaka, dan dengan Ternate DI Maluku (yang mengadakan perjanjian persahabatan Kerajaan Gowa). Suatu masyarakat Melayu Islam telah bermukim di Kota Makassar sejak pertengahan abad keenam belas, dan Raja Goa menyambut kehadiran mereka dengan membangun sebuah masjid untuk mereka. Tetapi, daerah itu diislamkan hanya setelah Raja Gowa sendiri, beserta para penasihat terdekatnya memeluk agama Islam pada tahun 1605. Rakyat di daerah itu berhubungan tidak hanya dengan Islam, melainkan juga dengan agama Katolik Roma lewat para pedagang ini. Ada orang-orang Portugis yang tinggal di Makassar, dan perubahan ke agama Katolik Roma terjadi di sana, juga di sebelah utara di daerah Suppa. Orang-orang Melayu Islam di Makassar, banyak diantaranya telah melarikan diri dari Malaka ketika kota itu jatuh ke tangah Portugis pada tahun 1511, memperingatkan agar waspada terhadap intrik-intrik dan maksud-maksud tersembunyi orang Portugis, dan mungkin merekalah yang mengambil prakarsa untuk mengundang para ulama Islam dating ke Makassar guna mengimbangi kegiatan orang-orang Portugis dalam menarik masyarakat setempat memeluk agama Katolik Roma. Tiga orang ulama tiba di Makassar pada akhir abad keenambelas. Mereka adalah orang Minangkabau dari Kota Tengah, Sumatera Barat, tempat kelahiran sejumlah orang Islam Makassar, dan anggota dari Perhimpunan Chalawatijah di Indonesia yang beraliran sufi ortodoks. Para ulama ini berjasa dengan diislamkannya Raja Gowa beserta paman dan penasihatnya, raja dari Kerajaan Tallo yang berkaitan. Sejak saat itu perkembangan Islam berjalan sangat pesat. Raja Gowa mengeluarkan seruan kepada para penguasa kerajaan lain agar menerima agama Islam. Seruan itu dikatakan telah didasarkan atas persetujuan terdahulu, bahwa setiap penguasa yang menemukan suatu jalan baru, dan lebih baik, berkewajiban memberi tahu para penguasa lainnya mengenai penemuannya tersebut. Tetapi hanya kerajaan-kerajaan kecil yang memberi tanggapan positif. Dan Gowa, yang khawatir akan diperbaharuinya persekutuan Bone, Wajo, dan Soppeng terhadapnya, menyatakan perang suci terhadap lawan-lawan lamanya. Kerajaan-kerajaan yang keras kepala itu ditaklukkan, Soppeng pada tahun 1609, Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611 dan dinyatakan masuk Islam. Hanyalah daerah-daerah pegunungan yang terpencil khususnya daerah Toraja di daerah pedalaman tengah dan daerah Bawakaraeng dan Lompobattang tetap di luar lingkup Islam. Jadi, Sulawesi Selatan secara resmi masuk Islam, dengan kekerasan senjata kalau perlu. Ini merupakan perubahan kepercayaan masyarakat dari atas ke bawah, dan Islam masih tetap berkaitan dengan bangsawan setempat. Perlindungan kerajaan penting tidak hanya

tidak bisa dibayangkan. adat adalah kewenangan terakhir. Imam (pengurus masjid) ditunjuk untuk wanua (masyarakat adat). dan muridmurid mereka meneruskannya dengan mendirikan sekolah-sekolah baru. Dengan jalan ini kebiasaan dan kepercayaan Islam bercampur dengan apa yang sudah ada. sehingga belakangan digambarkan “fanatik”. dengan ketepatan apa orang-orang Makassar menjelaskan tugas-tugas yang diperintahkan oleh agama baru mereka. Kesesuaian aliran sufi yang bersifat mistik dengan kepercayaan-kepercayaan yang sudah ada sebelumnya di Indonesia sudah sering dikemukakan. melainkan juga dalam perluasan agama baru itu berikutnya. dan upacara-upacara yang mencerminkan kepercayaan ini dan pengaruh agama Hindi-Budha kemudian. Belakangan para pengulas Belanda mencatat penjajaran ketaatan yang teliti terhadap kewajiban ritual ini. dan guru (AnrongGuru atau Anre-Guru) merupakan baik guru yang menyiarkan agama baru itu ke desadesa maupun pejabat terendah dalam hierarki administrasi Islam. kadang-kadang peraturan baru dikesampingkan. Kadi ditunjuk untukhadat dan penguasa. Tetapi. yang menjadi pusat kohesi spiritual masyarakat. yang membuatnya lebih mudah bagi rakyat umum untuk mendekati mereka. tempat mereka bertindak sebagai hakim pengadilan agama (syariah). Kepercayaan-kepercayaan yang lebih lama dan bersifat animistik pada kekuatan pembawaan makhluk. di luar hierarki pemerintahan. Sanak kerabat kerajaan atau para bangsawan tinggi biasanya diangkat ke kedudukan kadi dan Imam. dan Sulawesi tidak merupakan perkecualian. dan mushalla di desa-desa. Tidak ada pemutusan yang tajam dengan kepercayaan dan kebiasaan lama karena orang memilih dari agama baru itu yang sama-sama yang tampak sesuai atau meyakinkan bagi mereka.pada awal perubahan kepercayaan. apapun kedalaman pengertian mereka mengenai ajaran-ajaran agama tersebut. dan bagian-bagian dari hukum Islam menjadi satu dengan praktek yang sudah lazim berlaku dalam masyarakat. sejak semula rakyat Sulawesi Selatan memenuhi kewajiban ritual Islam dengan taat. Perkembangan Islam yang cepat di Sulawesi Selatan dipermudah dengan kenyataan bahwa aliran Islam sufi yang bersifat mistiklah yang dibawa oleh ulama Minangkabau itu. Islam telah berjasa dalam membatasi kekuasaan tidak terbatas para raja. Islam memberikan alternatif terhadap cara-cara biasa untuk melakukan sesuatu. karena hadat-lah (yang pada hakikatnya adalah dewan adat) yang dapat memperkuat atau membatalkan keputusan pengadilan agama . sebagaimana di banyak tempat di Asia Tenggara) terus dipertahankan oleh banyak orang. seperti halnya kiai di Jawa. tidak ada ulama di sini. Guru menjadi anggota cabang pengadilan agama yang dikepalai Imam. Seorang pengunjung Prancis ke Makassar pada masa itu berkomentar: …. dan kekuatan bendabenda (terutama batu. Tiga orang ulama Minangkabau tadi itu mendirikan pesantren. Dengan demikian. Agaknya. dan kadang-kadang suatu sintesa barupun terciptalah. dengan pengetahuan yang dangkal mengenai agama itu sendiri. Tampaknya. kadang-kadang ajaran Islam menggantikan apa yang telah dilakukan sebelumnya. tidak ada perbedaan antara aristokrasi dan para pemimpin Islam. Di Sulawesi Selatan. Yang terutama mempunyai arti penting adalah diteruskannya pemujaan tanda-tanda kebesaran kerajaan. dan yang menerapkan sedikit keluwesan dalam peraturan-peraturan kelas untuk perkawinan. Para penguasa setempat bertindak sebagai pelindung bagi sekolah-sekolah tersebut. Masjid-masjid didirikan di kota-kota. yang hidup dan mati. masih terus dilaksanakan sampai jauh dalam abad kedua puluh.

hukum yang mereka gunakan merupakan campuran dari hukum Islam dan hukum adat. yaitu jalan mencari berkat Tuhan dan tingkat ketiga melambangkan hakekat. Pada puncak atap terdapat tempayan keramik yang berfungsi sebagai kepala. atau kawasan istana raja. memiliki jejak sejarah sebagai pusat penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan. namun sesungguhnya sarat dengan simbol-simbol penting yang menggambarkan eksistensi Kedatuan Islam Luwu' pada masanya. Sekilas. dan makam Raja-raja Luwu yang terletak dalam satu kawasan di pusat kota Palopo. Dan puncak masjid. yang disebut kawasan Ilala'bata. sekitar abad ke-17. Yaitu syari'ah atau amal perbuatan manusia.oleh Kadi. Istana Dato' Luwu'. bangunan religius ini tampak sederhana. Bangunan Masjid Jami'toa diperkirakan berdiri tahun 1604. B. Diperkirakan agama Islam berkembang di Kedatuan Luwu'. Ditopang oleh sebuah tiang utama. pada tingkat paling bawah. dengan yurisdiksi atas persengketaan yang mencakup perkawinan. atau oleh masyarakat setempat disebut Cina Gori. Kadi dan Imam lebih sering merupakan penasihat daripada anggota hadat. yaitu hakikat amal perbuatan seseorang. Tiga tingkap atap masjid ini melambangkan unsur-unsur keIslaman yang masuk ke Indonesia. dan pewarisan. tingkat kedua melambangkan thariqat. Setidaknya ada tiga situs utama yang menggambarkan Islam pernah berkembang pesat di daerah ini. Menjelang awal abad kedua puluh terdapat suatu sistem pengadilan Islam yang luas di Sulawesi Selatan. perceraian. yaitu bangunan Mesjid Jami'toa. diibaratkan ma'rifat yakni mengenal Tuhan Yang Maha Tinggi. Tetapi. . dan mungkin karena mereka pada umumnya adalah sanak keluarga penguasa seringkali mereka lebih memperhatikan keinginan-keinginannya daripada aturan-aturan hukum Islam. SAKSI BISU PERKEMBANGAN ISLAM DI SULAWESI SELATAN Kabupaten Palopo yang juga dikenal dengan sebutan Luwu' di Sulawesi Selatan. Simbol-simbol tersebut antara lain tersirat melalui atap tumpang bersusun tiga. yang terbuat dari kayu kamoni.

hingga bendabenda dan senjata yang dipergunakan pahlawan-pahlawan Palopo pada masa perang kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Kedatuan Islam Luwu' bisa dibilang saling terkait dengan 2 kerajaan besar lainnya di Sulawesi. Bangunan ini dipugar dari situs aslinya oleh Belanda pada tahun 1907. pengelola masjid membuat semacam selubung kaca untuk melindungi tiang tersebut dari tangan-tangan jahil. Kabarnya. terbuat dari balok-balok batu padas dengan ukuran bervariasi. merupakan bagian yang ditambahkan. terdapat museum yang menyimpan benda-benda peninggalan raja-raja atau Datu' Luwu'. Namun tidak seperti masjid di Jawa pada umumnya. masjid ini pun tidak memiliki langit-langit. yakni Gowa dan Bone. Di depan mihrab ditempatkan sebuah mimbar yang berfungsi sebagai tempat khatib berdiri. Masjid Jami'toa Palopo tidak memiliki serambi. Palopo. Hubungan yang terkait secara emosional ini pula yang memungkinkan Islam masuk ke wilayah Sulawesi. yaitu orang yang bergelar Opu Daeng Bau. dapat dibuat untuk ramuan obat-obatan yang menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bagaimanapun dalam kesederhanaannya. yang berfungsi untuk menentukan arah kiblat. Mihrab masjid. Hingga saat ini. Karena setiap digali.Tiang utama Masjid Jami' berdiameter 90 centimeter. bangsawan.(indah). Masjid Jami'toa Palopo dan situs Luwu' lainnya. Pada bentuk aslinya. tempat peristirahatan terakhir raja-raja Luwu'. masih digunakan dan terbuka untuk umum. tetap masih tampak susunan batunya. menjadi saksi betapa kerendahan hati para pemimpin dan segenap rakyat Luwu'. Namun bahan-bahan bangunan baru ini. Langit-langit Masjid Jami'toa yang ada saat ini. Orang pertama yang dikubur di dalam makam tua ini adalah Datu' Labaso' Langit. telah membawa kemuliaan bagi Kedatuan Islam Luwu'. Konstruksi dinding dirancang dengan teknik susun-timbun. Masjid Jami' yang terletak di Jalan Andi Jenna' Nomor 1. Renovasi-renovasi terus dilakukan untuk mempertahankan keberadaan masjid kuno Islam Palopo ini. dan dinamai juga Martin Roi Goa. atau orang-orang yang dituakan di Luwu'. Namun kedalaman pondasi masjid ke dalam tanah. serpihan kayu tiang utama Masjid Jami. Di dekat istana. dengan atap terbuat dari kulit kerang asli. Raja Luwu' ke-17. dan berbentuk segi dua belas yang masing-masing sisinya berukuran 19 senti meter. . terbuat dari bahan-bahan istana lama yang dipugar. Kesederhanaan hiasan dan arsitektur Masjid Jami' Palopo bertujuan untuk menimbulkan suasana yang kondusif untuk beribadah. Selain itu pula terdapat makam berbentuk kubah. Situs Islam Kerajaan Luwu' yang kedua adalah Istana Datu' Luwu'. Oleh karena itu. berbentuk agak melengkung menyerupai kubah. hingga kini masih menjadi misteri rakyat Palopo.

Salah satunya adalah kerajaan Gowa dan Tallo membentuk persekutuan pada tahun 1528. Secara geografis daerah Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis. Gambar 15. Tallo. Dengan posisi strategis tersebut maka kerajaan Makasar berkembang menjadi kerajaan besar dan berkuasa atas jalur perdagangan Nusantara. Maka untuk menambah pemahaman Anda tentang perkembangan kerajaan Makasar tersebut. KERAJAAN GOWA TALLO Gambar 15 merupakan peta Sulawesi Selatan. silahkan Anda amati gambar 15 tersebut. karena berada di jalur pelayaran (perdagangan Nusantara). Bone. Bahkan daerah Makasar menjadi pusat persinggahan para pedagang baik yang berasal dari Indonesia bagian Timur maupun yang berasal dari Indonesia bagian Barat.C. Sopeng. Peta lokasi kerajaan Gowa . Di Sulawesi Selatan pada abad 16 terdapat beberapa kerajaan di antaranya Gowa. Untuk mengetahui letak kerajaan-kerajaan tersebut. Wajo dan Sidenreng. sehingga melahirkan suatu kerajaan yang lebih dikenal dengan sebutan kerajaan Makasar. Masing-masing kerajaan tersebut membentuk persekutuan sesuai dengan pilihan masingmasing. . Nama Makasar sebenarnya adalah ibukota dari kerajaan Gowa dan sekarang masih digunakan sebagai nama ibukota propinsi Sulawesi Selatan.Tallo. silahkan simak uraian materi berikut ini.

Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke Nusa Tenggara Barat. seluruh jalur perdagangan di Indonesia Timur dapat dikuasainya. Daerah kekuasaan Makasar luas. Sejak pemerintahan Sultan Alaudin kerajaan Makasar berkembang sebagai kerajaan maritim dan berkembang pesat pada masa pemerintahan raja Malekul Said (1639 – 1653). Selanjutnya kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin (1653 – 1669). Sultan Hasannudin terkenal sebagai raja yang sangat anti kepada dominasi asing. Setelah Anda menyimak gambar 16 tersebut. bahkan raja Makasar pun memeluk agama Islam. Gambar 16. sehingga pada abad 17 agama Islam berkembang pesat di Sulawesi Selatan. silahkan Anda simak gambar 16 berikut ini.Kehidupan Politik Penyebaran Islam di Sulawesi Selatan dilakukan oleh Datuk Robandang dari Sumatera. Raja Makasar yang pertama memeluk agama Islam adalah Karaeng Matoaya (Raja Gowa) yang bergelar Sultan Alaudin yang memerintah Makasar tahun 1593 – 1639 dan dibantu oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) sebagai Mangkubumi bergelar Sultan Abdullah. Peta lokasi kerajaan Makasar. Oleh karena itu ia menentang kehadiran dan monopoli yang dipaksakan oleh VOC . Untuk menambah pemahaman Anda tentang daerah kekuasaan Makasar. Pada masa pemerintahannya Makasar berhasil memperluas wilayah kekuasaannya yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang subur serta daerah-daerah yang dapat menunjang keperluan perdagangan Makasar. maka simaklah uraian materi selanjutnya.

Sultan Hasannudin memimpin sendiri pasukannya untuk memporak-porandakan pasukan Belanda di Maluku. . memiliki pelabuhan yang baik serta didukung oleh jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 yang menyebabkan banyak pedagang-pedagang yang pindah ke Indonesia Timur. Untuk selanjutnya Anda dapat menyimak uraian materi kehidupan ekonomi berikut ini. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar. Sebagai akibatnya Aru Palaka bersekutu dengan VOC untuk menghancurkan Makasar. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar.yang telah berkuasa di Ambon. Isi dari perjanjian Bongaya antara lain: a. Raja Bone yaitu Aru Palaka yang merasa dijajah oleh Makasar meminta bantuan kepada VOC untuk melepaskan diri dari kekuasaan Makasar. Akibatnya kedudukan Belanda semakin terdesak. c. Peperangan tersebut terjadi di daerah Maluku. Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar. d. Dalam peperangan melawan VOC. bahkan menyebabkan terjadinya peperangan. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar. Walaupun perjanjian telah diadakan. Atas keberanian Sultan Hasannudin tersebut maka Belanda memberikan julukan padanya sebagai Ayam Jantan dari Timur. Kehidupan Ekonomi Seperti yang telah Anda ketahui bahwa kerajaan Makasar merupakan kerajaan Maritim dan berkembang sebagai pusat perdagangan di Indonesia bagian Timur. Demikianlah kehidupan politik tentang kerajaan Makasar. Upaya Belanda untuk mengakhiri peperangan dengan Makasar yaitu dengan melakukan politik adu-domba antara Makasar dengan kerajaan Bone (daerah kekuasaan Makasar). b. Dengan kondisi tersebut maka timbul pertentangan antara Sultan Hasannudin dengan VOC. Untuk itu hubungan antara Batavia (pusat kekuasaan VOC di Hindia Timur) dan Ambon terhalangi oleh adanya kerajaan Makasar. Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone. dan Makasar mengalami kehancurannya. Hal ini ditunjang oleh beberapa faktor seperti letak yang strategis. Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar. tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung.

Dari segi kebudayaan. maka masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. maka perdagangan di Makasar menjadi teratur dan mengalami perkembangan yang pesat. tetapi dalam kehidupannya mereka sangat terikat dengan norma adat yang mereka anggap sakral. Di samping norma tersebut. Pelayaran dan perdagangan di Makasar diatur berdasarkan hukum niaga yang disebut dengan ADE’ ALOPING LOPING BICARANNA PABBALUE (ket : artinya apa). sedangkan rakyat kebanyakan disebut “to Maradeka” dan masyarakat lapisan bawah yaitu para hamba-sahaya disebut dengan golongan “Ata”. masyarakat Makasar juga mengenal pelapisan sosial yang terdiri dari lapisan atas yang merupakan golongan bangsawan dan keluarganya disebut dengan “Anakarung/Karaeng”. maka sebagian besar masyarakat Makasar adalah nelayan dan pedagang. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo. . Selain perdagangan. Kehidupan Sosial Budaya Sebagai negara Maritim. bahkan tidak jarang dari mereka yang merantau untuk menambah kemakmuran hidupnya. Makasar juga mengembangkan kegiatan pertanian karena Makasar juga menguasai daerah-daerah yang subur di bagian Timur Sulawesi Selatan. Mereka giat berusaha untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Walaupun masyarakat Makasar memiliki kebebasan untuk berusaha dalam mencapai kesejahteraan hidupnya. Denmark dan sebagainya yang datang untuk berdagang di Makasar. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Kapal Pinisi dan Lombo merupakan kebanggaan rakyat Makasar dan terkenal sampai mancanegara. Inggris. Dan masyarakat Makasar sangat percaya terhadap norma-norma tersebut. sehingga dengan adanya hukum niaga tersebut.Sebagai pusat perdagangan Makasar berkembang sebagai pelabuhan internasional dan banyak disinggahi oleh pedagang-pedagang asing seperti Portugis. Norma kehidupan masyarakat Makasar diatur berdasarkan adat dan agama Islam yang disebut PANGADAKKANG.

Secara geografis daerah Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis. Islam diterima secara resmi di Kerajaan Tallo dan Gowa disusul dengan masuknya Islam Raja Tallo I Sultan Abdullah Awwalul Islam dengan Raja Gowa XIV. yang diajarkan kepada masyarakat yang berkaitan pada kepercayaan Dewa Seuwae. Menurut lontara. Wajo tahun 1610 dan Bone tahun 1611 dan dinyatakan masuk Islam. Soppeng pada tahun 1609. Bahkan daerah Makasar menjadi pusat persinggahan para pedagang baik yang berasal dari Indonesia bagian Timur maupun yang berasal dari Indonesia bagian Barat. Cina. Khatib Suleman meninggal di Luwu Utara dan dimakamkan di Desa Patimang sehingga juga disebut Dato Patimang. Sejak pemerintahan Sultan Alaudin kerajaan Makasar . 3. Khatib Sulaeman menyebarkan agama lebih menenkankan pada pengetahuan tauhid. Somba Opu. 6. I Mangarangi Dg Manrabbia Sultan Alauddin pada tanggal 22 September 1605 Masehi. dan Melayu ke Ibu Kota Kerajaan Gowa. 5. kemudian diberi gelar Sultan Muhammad. 1. pada tahun 1605 Masehi. Agama Islam dibawah oleh para pedagang Muslim dari Arab. 4. Raja Makasar yang pertama memeluk agama Islam adalah Karaeng Matoaya (Raja Gowa) yang bergelar Sultan Alaudin yang memerintah Makasar tahun 1593 – 1639 dan dibantu oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) sebagai Mangkubumi bergelar Sultan Abdullah. Sebagai ganti Dewa Seuwae masyarakat diajarkan untuk mempercayai adanya Allah SWT. 2. karena berada di jalur pelayaran (perdagangan Nusantara). India. Parsia. Khatib Sulaiman yang menyebarkan Islam di Tanah Luwu berhasil mengislamkan Datu Luwu La Patiware Dg Parrebung.BAB II PENUTUP A. KESIMPULAN Kehadiran budaya Islam pertama kali di Kerajaan Gowa jauh sebelum diterimanya agama Islam sebagai agama resmi kerajaan.

atau kawasan istana raja. ada tiga situs utama yang menggambarkan Islam pernah berkembang pesat di daerah ini.Selanjutnya kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin (1653 – 1669).berkembang sebagai kerajaan maritim dan berkembang pesat pada masa pemerintahan raja Malekul Said (1639 – 1653). Isi dari perjanjian Bongaya antara lain: a. yang disebut kawasan Ilala'bata. 7. dan makam Rajaraja Luwu yang terletak dalam satu kawasan di pusat kota Palopo. Istana Dato' Luwu'. Pada masa pemerintahannya Makasar berhasil memperluas wilayah kekuasaannya yaitu dengan menguasai daerah-daerah yang subur serta daerah-daerah yang dapat menunjang keperluan perdagangan Makasar. c. b. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulaupulau di luar Makasar. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone 8. d. . Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar. Perluasan daerah Makasar tersebut sampai ke Nusa Tenggara Barat. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar. yaitu bangunan Mesjid Jami'toa.

com .blogspot.html http://kampungbugis.ru/file/menu/kesultanan-islam.com http://dadank22.DAFTAR PUSTAKA www.com http://www.com http://berbagiilmu.indosiar.kabupatenbulukumba.wen.blogspot.

Saksi bisu perkembangan islam di sulawesi selatan C.DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Kedatangan islam ke Sulawesi Selatan B. Kerajaan Gowa Tallo BAB II PENUTUP A. Kesimpulan .

PERKEMBANGAN ISLAM DI SULAWESI SELATAN DISUSUN NAMA: SUGIONO NIM: 152111689 .

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG TAHUN 2011/2012 .