P. 1
Kelayakan Usaha Mie Rumput Laut

Kelayakan Usaha Mie Rumput Laut

|Views: 226|Likes:
Published by Lufthia Sevriana

More info:

Published by: Lufthia Sevriana on Feb 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2015

pdf

text

original

Kelayakan Usaha Mie Rumput Laut

1. Gambaran Umum Indonesia yang dikenal sebagai negara multikultur dan negara dengan kekayaan alam yang berlimpah, memiliki keberagaman dalam hal makanan. Kebutuhan pangan dan selera makan masyarakat Indonesia yang beragam, berpotensi untuk mengoptimalkan kreatifitas dalam pengolahan dan penyajian makanan. Satu jenis makanan, bisa diolah dengan berbagai macam cara yang berbeda di setiap daerah sehingga setiap daerah mempunyai panganan khas dengan cita rasa tersendiri. Setelah program swasembada beras, makanan pokok orang Indonesia secara agregat menjadi sama, yaitu nasi. Akan tetapi, untuk kepraktisan dan untuk pengolahan yang lebih bervariasi, Mie menjadi komoditi substitusi sekaligus komplementer bagi beras. Mie menjadi makanan yang sering dijumpai masyarakat Indonesia mulai dari restoran hingga pedagang kaki lima bahkan industri mie instan memiliki nilai pasar yang cukup besar, pada 2008 lalu diperkirakan mampu menembus Rp 15 triliun. Namun seiring bertambahnya pengetahuan masyarakat akan nilai gizi yang terkandung dalam makanan, dan kekhawatiran efek samping makanan terhadap kesehatan, di tahun 2005 mulai sering diadakan penelitian dan investigasi mengenai bahan-bahan pembentuk makanan. Banyak makanan yang ternyata dibentuk dari bahan yang berbahaya untuk kesehatan. Berdasarkan hasil uji sample pangan Balai POM yang diduga mengandung formalin “Sampling” Bulan November-Desember 2005 di Pasar Tradisional dan Supermarket di Jabotabek, ditemukan bahwa sebanyak 15 dari 23 sample Mie Basah, positif mengandung Formalin. Formalin adalah bahan yang biasa digunakan untuk pengawet mayat. Jika formalin sudah bercampur dengan bahan pembuat mie, ia akan menyerang protein yang bayak terdapat dalam tubuh manusia, Dalam jangka panjang, formalin dapat mendorong tumbuhnya sel kanker. Walaupun begitu, tidak mudah menghilangkan kebiasaan dan selera makan masyarakat terhadap mie. Mie tetap bisa menjadi pilihan pangan akan tetapi harus dicari bahan lain yang kandungan gizinya lebih baik daripada mie yang berdar di pasaran saat ini . Sejak tahun 1996 di Jawa Timur sudah ada produsen pembuat mie berbahan dasar rumput laut. Dari segi rasa, mie ini dinilai tidak kalah enak dari mie yang sudah beredar di pasaran dan dari segi gizi mie ini selain mengandung protein juga mengandung kadar serat yang tinggi, sehingga baik untuk pencernaan. Mengenai bahan baku rumput laut, Indonesia memiliki potensi rumput laut yang tinggi. Indonesia memiliki potensi pengembangan rumput laut seluas 1.110.900 hektar, 1

yakni sampai 0. Jawa dan daerah lainnya. Gambar 1 menjelaskan nilai produksi rumput laut di tahun 1977-1983. rumput laut sebagai salah satu komoditas perdagangan dunia. Perikanan. Nusa Tenggara Timur. 2. Analisis Pasar Pada analisa pasar hal yang akan dikaji meliputi lingkungan industry dan persaingan. Oleh karena itu. Sebuah tantangan dalam budidaya rumput laut untuk meningkatkan kualitas rumput laut agar nilai tambah saat diolah menjadi panganan. dilakukan penilaian kelayakan usaha mie rumput laut. seperti Nusa Tenggara Barat. Nilai Produksi Rumput Laut di Indonesia 1977-1983 Sumber : Dit Jen. Pada tahun 1979 sampai 1983.hingga saat ini baru dimanfaatkan seluas 222. Sumatera.3 persen dari nilai produksi komoditas laut lainnya.180 hektar atau sekitar 20 % (Anggadiredja. maka dalam kajian ini. Gambar 1. serta analisa pemasok dan pasokan input. nilai rumput laut menunjukkan angka yang kecil. Sulawesi.1 Analisa Lingkungan Industri dan Persaingan 2 . semakin bertambah besar. 2007). analisa perilaku dan kepuasan konsumen. Departemen Pertanian (1985). 2. telah banyak dikembangkan di daerah oleh masyarakat petani. Berdasarkan uraian tersebut.

67 25.5 81.1 71 32.7 7550.27 16.56 90.3 5887.8 796.2 71 75.48 50.8 43.2 491.14 41.7 352.2 50 45.000 ton dengan tingkat 3 .3 41.3 233.4 42.4 69 9.25 * in thousand tonnes except ice cream in thousand litres ** in billion Rupiah *** ratio of product value per unit (billion rupiah per thousand tonnes) Sumber : Euromonitor International.5 32 4727.2 46.1 41.13 5. Untuk kelompok produk yang dianggap pesaingnya atapun subsitusinya.00 67. maka pasta memiliki tingkat produksi sebesar 3.9 96.4 12694.7 79.4 persen.1 37.4 0 271.5 81.8 0 141.4 4649.4 35.2 13390.7 0.9 0.7 110 119 99.9 1796.1 14777.1 46. dressings and condiments Baby food Spreads Packaged food Volume 158.00 30.9 Ratio*** 55. Tabel 1.7 460.40 10.55 0 140.2 Value 8777.46 11.2 10442.4 50.4 73520.02 20.10 24.7 232.6 157.24 49.2 3485.5 52.4 96. Data Penjualan Retail Produk Makanan Dalam Kemasan tahun 2005 Type Confectionery Bakery products Ice cream Dairy products Sweet and savoury snacks Snack bars Meal replacement products Ready meals Soup Pasta Noodles Canned/preserved food Frozen processed food Dried processed food Chilled processed food Oils and fats Sauces.9 86.7 81.3 68.2 631.39 47.042 juta ton dengan tingkat pertumbuhan secara kuantitas terhadap tahun sebelumnya sebesar 39.4 1604.2 0 98.7 Value Growth (%) 141. The market of packaged food in Indonesia 2006 Pada Tabel 1 terlihat bahwa makanan dalam kemasan berbentuk mie mencapai jumlah 1.6 54.6 8.3 1234.4 72. 76.4 84975.81 0.7 5437.8 0 0.4 Volume Growth (%) 43. Pertumbuhan industri tersebut ditampilkan pada Tabel 1.72 11.6 239.Mie rumput laut termasuk dalam kategori industri makanan pokok dalam kemasan dengan menggunakan input utama tepung.1 39.3 3 1042 40.7 30.4 272.7 36.06 15.8 407.

dan Bali1. (Winarno.1 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar produk mie dan pasta masih memiliki peluang pasar yang masih menjanjikan. NTT. Sedangkan untuk distribusi produk mie rumput laut yang selama ini menjadi sasaran adalah Serambi Botani.pertumbuhan mencapai 41. syaraf. plasma darah dan organ reproduksi. Sehingga peluang untuk memasuki pasar ini masih sangat besar. terutama sebagai pembentuk membran jaringan otak. Sulawesi Tenggara. yang mengandung 80-90% air dan kadar protein juga kadar lemak sangat kecil. retina mata. hal ini terlihat dari tingkat pertubuhan produksi yang mencapai 43. Kedua asalam lemak ini merupakan asam lemak yang penting bagi tubuh. Sulawaesi Selatan.2 persen dan secara nilai pertumbuhannya mencapai 11. Dan secara umum pertumbuhan industri makanan dalam kemasan pun masih sangat menjanjikan. pasar sasaran yang dituju adalah konsumen yang menyukai mie dan sangat perduli dengan kesehatan. Dengan banyaknya alternatif pemasok domestic. 1990 dalam Ristanti. Untuk mie rumput laut. karena mie rumput laut merupakan mie dengan bahan dasar rumput laut segar. 2. Susunan lemak yang terdapat dalam rumput laut segar mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang cukup tinggi. diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja dan memperkuat ketahanan pangan negeri. dan pesanan individu maupun institusi baik melalui telepon atau telepon genggam dan melalui blog di internet.2 Analisa Pemasok dan Pasokan Input Produk pangan fungsional yang dihasilkan berbentuk mie ini. berbahan baku rumput laut jenis Eucheuma cottonii dengan daerah penanaman di seluruh Indonesia meliputi Jawa Timur. mengingat pertumbuhannya yang semakin meningkat setiap tahunnya.3 Analisa Produk 1 Dari berbagai sumber 4 . 2003).25 persen. 2.

4 Analisa Konsumen Perilaku konsumen sangat menentukan proses pengambilan keputusan membeli. dan nilai-nilai perusahaan. sangat besar. pelayanan setelah penjualan.Produk yang dihasilkan merupakan mie rumput laut yang disajikan dalam kemasan plastic transparan sederhana dilengkapi dengan label. Secara umum. Dengan semakin majunya teknologi dan tingkat mobilisasi masyarakat. Kemudian konsumen akan mencari informasi mengenai produk yang akan dibelinya juga mencari alternatif dari merek lain misalnya kemudian menyeleksinya. Produk olahan Mie Rumput Laut 2. Masyarakat Indonesia yang hidup di Negara tropis. Untuk tetap sehat dan aktif. Setelah melalui proses tersebut. makanan yang dipilih pun harus yang bernilai gizi tinggi. memiliki selera makan yang beragam. baru pembeli akan mengambil keputusan pembelian dan diakhiri dengan perilaku membeli barang yang sama tanpa mempertimbangkan tingkat kebutuhan atas barang tersebut (loyal pada sebuah produk). faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah mutu produk dan pelayanannya. Konsumen dapat dikatakan puas atas produk yang dibelinya apabila nilai yang diberikan oleh produk tersebut kepadanya. 5 . Adapun tampilan produk yang telah diperjualbelikan selama ini adalah sebagai berikut . diawali dari desakan keinginan untuk memebli hingga kebutuhan untuk membeli. kegiatan penjualan. Gambar 2. makanan instan menjadi pilihan untuk mendapat asupan energi tanpa kehilangan banyak waktu.

2 – 2 mm. alur kerja.2 mm dengan roll pemotong mie. Setelah pembentukan mie dilakukan proses pengukusan.Dengan kelebihan produk mie rumput laut ini. adapun alur kerjanya adalah sebagai berikut : Tahap pembuatan mie rumput laut terdiri dari tahap pencampuran. maka tempat ini dapat dikatakan tidak layak menjadi tempat produksi. Analisis Aspek Teknis Aspek teknis yang dikaji meliputi lokasi. Pada proses ini terjadi gelatinisasi pati dan koagulasi gluten sehingga dengan terjadinya dehidrasi air dari gluten akan menyebabkan timbulnya kekenyalan mie. ikatan bersifat lunak dan fleksibel. sehingga rantai ikatan kompleks pati dan gluten lebih rapat. lembar adonan yang tipis dipotong memanjang selebar 1. tidak akan sulit untuk mendapatkan konsumen tetap dan peningkatan konsumen juga akan terjadi sejalan dengan inovasi produk secara berkala. Tebal akhir pasta sekitar 1. Pada waktu sebelum dikukus. 3. melihat dari kelayakan lokasi. Mutu lembaran pasta yang demikian akan menghasilkan mie yang mudah patah. Di akhir proses pembentukan lembaran. pengukusan. 6 . sehingga hal ini berpengaruh terhadap kebersihan dan higienitas produk. dan suhu adonan (24-40oC) Proses roll press (pembentukan lembaran) bertujuan untuk menghaluskan seratserat gluten dan membuat lembaran adonan. Tahap pencampuran bertujuan agar hidrasi tepung dengan air berlangsung secara merata dan menarik serat-serat gluten. pendinginan serta pengemasan. mengingat tempat ini merupakan laboratorium. karena pada suhu tersebut menyebabkan lembaran pasta pecah-pecah dan kasar. Untuk mendapatkan adonan yang baik harus diperhatikan jumlah penambahan air (28-38%). 3. tetapi setelah dikukus menjadi keras dan kuat. penggorengan.2 Alur Kerja Alur kerja pembutan mie jagung telah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. mengingat juga bahwa alat yang digunakan berbagi untuk produk lain yang tentu saja prosedur kebersihan dan keamanan menjadi terabaikan. yang tentu saja peruntukannya tidak hanya bagi produksi mie jagung tetapi juga bagi mahasiswa melakukan kegiatan pengujian produk lainnya. Pasta yang di press sebaiknya tidak bersuhu rendah yaitu kurang dari 25oC.1 Lokasi Produksi Lokasi produksi tempat pembuatan mie jagung terletak di gedung eks PAU IPB. roll press (pembentukan lembaran). waktu pengadukan (15-25 menit). pembentukan mie. sehingga dalam keadaan kering menghasilkan berat standar. dan layout pembuatan produk. Hal ini disebabkan oleh putusnya ikatan hydrogen. 3. dan selanjutnya dipotong melintang pada panjang tertentu.

Ekstrak rumput laut dibuat pada awal proses. Tabel 2. mie dioven suhu 140-150oC selama 20 sampai 30 menit. dan pengemasan serta gudang produk jadi. dikarenakan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Pertama-tama rumput laut kering jenis Eucheuma Cotonii harus direndam terlebih dahulu dengan NaOH (untuk menurunkan kadar sulfat agar rasa rumput laut tidak pahit serta H2O2 (untuk memutihkan rumput laut akibat diberikan NaOH sehingga menjadi bersih)selama satu malam. bahwa loaksi produksi merupakan laboratorium. sehingga banyak terdapat alat yang tidak dibutuhkan. pemasakan dan pencetakan. cukup hanya 42 m2. Lay out yang tidak beraturak tersebut membuat efisiensi kerja tidak tercapai. dapat dikatakan tidak beratutan dan tidak efektif.Pada proses selanjutnya. Dengan proses yang cukup sederhana.Sehingga lay out yang disarankan untuk lokasi produksi adalah sebagai berikut : 7 . tempat penimbangan dan pembutan adonan. pengeringan. Komposisi kimia rumput laut Euchema (dalam % berat kering) 3. Ruangan ini diperntukkan bagi gudang penyimpanan bahan baku.3 Layout Tempat Produksi Tempat produksi mie rumput laut saat ini yang dikelola oleh fateta. maka pembuatan mie rumput laut tidak membutuhkan tempat yang luas. Tujuannya agar terjadi dehidrasi lebih sempurna sehiingga kadar airnya menjadi 3-5%.

Layout Tempat Produksi Mie Jagung 8 .Gambar 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->