P. 1
SISTEM ENDOKRIN

SISTEM ENDOKRIN

|Views: 3,466|Likes:
Published by O'ol U'ul
Sistem Endokrin adalah kumpulan kelenjar yang memproduksi suatu zat kimia yang disebut hormon
Hormon → Darah → Target organ~reseptor
Misal: kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dll
Sistem Eksokrin, bukan bagian dari sistem endokrin, memproduksi zat yang dikeluarkan oleh tubuh
Misal: kelenjar keringat, kelenjar liur, dll

Sistem Endokrin adalah kumpulan kelenjar yang memproduksi suatu zat kimia yang disebut hormon
Hormon → Darah → Target organ~reseptor
Misal: kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dll
Sistem Eksokrin, bukan bagian dari sistem endokrin, memproduksi zat yang dikeluarkan oleh tubuh
Misal: kelenjar keringat, kelenjar liur, dll

More info:

Published by: O'ol U'ul on Feb 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original





Sistem Endokrin adalah kumpulan kelenjar yang memproduksi suatu zat kimia yang disebut hormon Hormon Darah Target organ~reseptor Misal: kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, dll Sistem Eksokrin, bukan bagian dari sistem Eksokrin, endokrin, memproduksi zat yang dikeluarkan oleh tubuh Misal: kelenjar keringat, kelenjar liur, dll

HORMON DAN KELENJAR ENDOKRIN 
Hormon

:

Zat kimia yang disekresikan kedalam cairan tubuh oleh satu atau kelompok sel menimbulkan efek fisiologis pada sel tubuh lain. 
Cara 
 

kerja hormon :

Parakrin : efek di sel sekitar Autokrin : efek di sel penghasil Endokrin : efek di sel yang jauh, hormon mencapai target melalui sirkulasi

The roles of hormones in selecting target cells and delivering the hormonal message. Images from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates and WH Freeman, used with permission.

Efek Endokrin, Panrenkim dan Otokrin
Sumber hormon mempengaruhi sel asalnya melalui difusi

Sumber Hormon

Sumber Hormon

Sel Target didapatkan / dicapai melalui sirkulasi darah

Sel tetangga Didapatkan/dicapai melalui difiusi lokal

Otokrin

Endokrin

Parankrin

bagian dari sistem pengatur tubuh Sistem pengatur utama tubuh terdiri atas: 1. Sistem Syaraf 2. Sistem Endokrin, pengaturan berbagai fungsi metabolisme tubuh, misal: - pengaturan reaksi kimia sel - metabolisme sel seperti pertumbuhan, sekresi

The endocrine system in females and males. Image from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates and WH Freeman, used with permission.

Hormon Hipotalamus
1. 2. 3. 4.

5.

TRH (Tiroid Releasing Hormon) CRF (Corticotropin Releasing Factor) GHRH (Growth Hormon Releasing Hormon) LRH (Luteinizing Releasing Hormon) dan GnRH (Gonadotropin Releasing Hormon) PIF (Prolaktin Inhibiting Factor)

1. Hormon Setempat  Hanya berpengaruh pada organ setempat  Misal: a. Sekretin (dinding duodenum) Pankreas (sekresi encer) b. Kolekistikinin (usus halus) Kandung empedu (kontraksi), pankreas (sekresi enzim)

2. Hormon Umum  Diangkut dalam darah menuju ke seluruh tubuh dan menimbulkan berbagai reaksi Misal: Misal: a. Epinefrin dan Norepinefrin (medula adrenal, simpatis) simpatis) darah (seluruh tubuh) tubuh) vasokonstriksi b. Renin (ginjal), respon hipotensi ginjal), c. Angiotensin II

2. Hormon Umum  Sebagian besar disekresi oleh kelenjar endokrin darah seluruh tubuh Misal: a. Growth hormon (hipofise anterior), pertumbuhan di hampir seluruh bagian tubuh b. Hormon tiroid (kelenjar tiroid), meningkatkan kecepatan sebagian besar reaksi kimia sel 

Sebagian

kecil hanya mempengaruhi jaringan target (reseptor) Misal: a. Adrenokortikotropin (hipofise anterior), merangsang kortek adrenal mensekresi hormon adrenokortikal b. Hormon ovarium, efek spesifik ovarium, terhadap organ kelamin wanita dan sifat sekunder wanita

STRUKTUR BIOKIMIA 1. Steroid 2. Amin 3. Protein atau peptida KELARUTAN 1. Larut Air: peptida, protein & katekolamin 2. Larut Lemak: steroid & tiroid 

Struktur

kimia mirip kolesterol  Sebagian besar berasal dari kolesterol  Disekresi oleh: 1. Korteks adrenal (kortisol & aldosteron) 2. Ovarium (estrogen & progesteron) 3. Testis (testosteron) 4. Plasenta (estrogen & progesteron) 

Amin

merupakan derivat dari asam amino

tirosin  Disekresi oleh: 1. Tiroid (tiroksin & triiodotironin) 2. Medula adrenal (epinefrin & norepinefrin) 

Hampir

semua hormon endokrin merupakan derivat protein, peptida atau keduanya  Hipofise anterior, molekul protein atau polipeptida besar  Hipofise posterior, peptida yang mengandung hanya 8 asam amino  Insulin, glukagon, parathormon merupakan polipeptida besar

1.

Hormon Steroid - Prekursor: Kolesterol - Sintesa melalui reaksi enzimatik - Disimpan dalam jumlah sedikit dalam sel kelenjar, langsung berdifusi dalam darah - Disekresi oleh korteks adrenal, ovarium / testis

2. Hormon Amin - Sintesa oleh kerja enzim dlm ruang sitoplasma sel kelenjar - H.Medula adrenal (epinefrin & norepinefrin) disimpan dalam vesikel sampai waktunya disekresikan - H. Tiroid (tiroksin & triiodotironin), disimpan dlm bentuk tiroglobulin, disimpan di folikel kelenjar Sekresi: enzim spesifik memecah tiroglobulin

3. Hormon Peptida - Dibentuk oleh retikulum endoplasma granular dari sel kelenjar Preprohormon prohormon hormon
(ribosom RE kasar) (ribosom RE) (Golgi)

- Disimpan di golgi, hingga ada rangsangan yang sesuai (syaraf, kimia, fisik) 

Sebagian

besar hewan dengan sistem syaraf & sirkulasi yg berkembang sempurna, mempunyai sistem endokrin  Sistem endokrin vertebra terdiri dari kelenjar (hipofise, tiroid, adrenal) dan kelompok sel yang tersebar di epitel  Lebih dari 50 hormon yang berbeda disekresi 

Kelenjar

endokrin berasal dari 3 lapisan jaringan embriologi (endoderm, mesoderm, ektoderm)  Jenis hormon endokrin ditentukan jenis lapisan jaringan embriologi  Kelenjar yang berasal dari ektoderm dan endoderm hormon peptida dan amin  Kelenjar yang berasal dari mesoderm steroid 

Sistem

endokrin menggunakan mekanisme umpan balik negatif untuk mengkontrol sekresi hormon  Mekanisme ini mulai dari bbrp jam sampai bulan  Mekanisme umpan balik: 1. Kelenjar endokrin mpy kecenderungan sekresi berlebihan

2. Hormon semakin meningkatkan efeknya pada organ target 3. Organ target akan melakukan fungsinya 4. Bila fungsi berlebihan umpan balik bagi kelenjar endokrin tsb efek negatif pada kelenjar kecepatan sekresi kelenjar berkurang 

Faktor

yang diatur bukan kecepatan sekresi hormon, tapi derajat aktivitas organ target  Bila aktivitas organ target , maka umpan balik negatif terhadap kelenjar, dan berlaku sebaliknya

Negative feedback in the thyroxine release reflex. Image from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates and WH Freeman, used with permission.

MEKANISME UMPAN BALIK 

Paradigma

utama: interaksi hipofise utama: dengan kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, tiroid, dan gonad.  Umpan balik positif dan negatif. negatif.  Tipe umpan balik: balik: 
 

Long loop Short loop Ultrashort loop

MEKANISME UMPAN BALIK 

Berikatan

dengan reseptor hormon  Setiap reseptor biasanya spesifik untuk 1 hormon saja jaringan target  Letak reseptor: 1. Dalam membran Untuk hormon golongan protein, peptida dan katekolamin (epinefrin dan norepinefrin)

2. Dalam sitoplasma Untuk hormon steroid 3. Dalam inti Untuk hormon tiroid (tiroksin dan triiodotironin  

 

Hormon perangsang berikatan dengan reseptor yang spesifik, yang terletak pada permukaan membran sel target Ikatan hormon reseptor ini mengaktifkan enzim adenil siklase Enzim adenil siklase aktif menyebabkan perubahan ATP menjadi cAMP cAMP yang terbentuk akan mengaktifkan enzim yang lain berfungsinya sel organ target

The action of nonsteroid hormones. Images from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates and WH Freeman, used with permission.  

 

Hormon steroid memasuki sitoplasma, dalam sitoplasma hormon berikatan dengan reseptor protein spesifik Ikatan hormon reseptor ini berdifusi ke dalam inti Ikatan ini selanjutnya mengaktifkan proses transkripsi dari gen-gen yang spesifik untuk genmembentuk RNA kurir RNA kurir berdifusi ke dalam sitoplasma untuk meningkatkan proses transkripsi dalam ribosom untuk membentuk protein baru

The action of steroid hormones. Images from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates and WH Freeman, used with permission

Riwayat Umum Untuk Kelainan Endokrinologi Anak
Keluhan utama Riwayat penyakit sekarang Riwayat kelahiran: Umur gestasi Komplikasi kehamilan Pajanan toksik Kecelakaan maternal Ambilan medikasi termasuk vitamin dan pengobatan tradisional Penggunaan substansi termasuk rokok USG dan pencitraan lain Gerakan Bayi Pertumbuhan intra uterin? Cara kelahiran Periode neonatus: Komplikasi persalinan APGAR bila ada Berat badan Tes perkembangan bila ada Penggunaan oksigen atau terapi penunjang lain Hipoglikemia? Perkembangan: Umur patokan (milestones): duduk, merangkak, jalan, berdiri. Riwayat keluarga: Pertanyaan langsung sering diperlukan karena mungkin tidak akan secara spesifik menjawab pertanyaan yang sifatnya umum Riwayat saudara kandung, usia, orang tua---buatlah pohon keluarga (Family tree) bila mungkin. Abortus? Umur dan TB-BB saudara kandung TB-BB orang tua Etnis orang tua Geografi/asal usul orang tua Menarke pada ibu atau saudara wanita Riwayat tingkat kematangan seks pada orang tua, saudara laki-laki maupun perempuan Riwayat penyakit serupa pada keluarga atau penyakit-penyakit lain yang mungkin diturunkan Hubungan keluarga pada orang tua kandung Sosial: Siapa yang tinggal serumah, apa hubungannya Bagaimana interaksinya, bermasalah atau tidak Diet: Adakah makanan yang sehat dan adekuat? Adakah gangguan makan atau diet yang tidak biasa? Dalam mengevaluasi obesitas, rincian komponen diet bahkan konsultasi dengan ahli diet diperlukan. Prosedur bedah. Alergi. Kecelakaan/trauma terutama kepala Obat-obatan yang digunakan ² pertanyaan langsung dan spesifik yang diperlukan. Riwayat sekolah dan performanya. Karakteristik tempat tinggal/geografis bila perlu. Pola aktivitas terutama untuk obesitas.

Pemeriksaan Fisis untuk Endokrinologi Anak
Semua tanda vital anak biasanya bervariasi sesuai umur. Denyut nadi Tekanan darah Respirasi Temperatur diukur bila ada kaitannya dengan penyakit penderita, panjang bayi-sebaiknya dilakukan oleh 2 orang. TB setelah • 2 tahun ² ukur dalam sentimeter dengan stadiometer tanpa sepatu; ulangi 2 atau 3 kali jika keluhan utamanya perawakan (pendek), yakinkan pengukurannya konsisten dan dapat diulang dalam rentang 0,3 cm. BB dalam Kg. Hitung IMT (kg/m2) Rasio segmen atas/bawah bila perlu (terutama anak laki-laki dengan gangguan pubertas). Rentang lengan bila perlu (terutama pada kondro distrofi atau kelainan pubertas). Kepala, mata, telinga, hidung, tenggorokan: Cari defek garis tengah (mid line) termasuk palato atau labioschizis. Tanda-tanda suatu sindrom-dismorfi ? Katarak atau koloboma? Perkembangan dan status gigi sesuai umur. Jerawat atau komedo? Janggut? Perubahan suara? Rambut ketiak dan bau; pembesaran kelenjar keringat ketiak? Payudara pada gadis? Rambut pubis, stadium? Acantosis nigricans di belakang leher? Goiter? Ukur lebar dan tinggi lobus tiroid dan taksir tebalnya (misalnya 25% atau 50% lebih dari normal), nodul? Baut? Paru seperti pemeriksaan pediatrik biasa. Jantung Perkembangan genital, stadium? Ekstremitas: seperti pemeriksaan pediatri yang biasa kecuali jika dengan kondrodistrofi, catat rasio bagian proksimal ke distal ekstremitas. Cari deformitas Madelung pada perawakan pendek. Catat pergerakan sendi dan pinggang. Evaluasi rasio segmen atas-bawah. Amati kontraktur atau tanda-tanda lain palsi serebral. Evaluasi skoliosis:

Kulit: Café-au-lait (jumlah, tipe, bentuk, ukuran);Kalsifikasi subkutan, acanthosis nigricans Neurologis: seperti pemeriksaan pediatri biasa dengan perhatian khusus pada SSP saraf kranial Tanda Chvostek atau Trosseau

Leher: Gerakan

Tremor Reflek tendo

HORMON PERTUMBUHAN (GH)
- Disintesis dalam somatotrop (kelompok sel asidofilik hipofise) hipofise) - Kadar dalam hipofise 5-15 mg/g - Merupakan polipeptida tunggal - GH manusia tersusun dari 191 AA * Reseptor GH : - merupakan superfamili reseptor Sitokin-hematopoitin Sitokin- berupa protein, dengan domain perentang membran yang tunggal - kompleks H-R mengaktifkan enzim Tirosin-kinase Tirosinsehingga mengaktifkan sejumlah lintasan pembentuk sinyal

Fungsi GH (1) 

- GH merupakan hormon yang esensial untuk pertumbuhan postnatal dan metabolisme normal karbohidrat, lipid, nitrogen serta mineral - Sintesis Protein : GH akan m o transportasi AA ke dalam sel otot & m o sintesa protein lewat mekanisme yang terpisah dari efek pengangkutan Hewan yang mendapatkan preparat GH memperlihatkan keseimbangan Nitrogen positif (po menyeluruh sintesa (po protein & pq kadar AA serta urea dalam plasma & urin). pq keadaan ini disertai dengan mo sintesa RNA & DNA dalam mo sebagian jaringan kerja GH mirip sebagian kerja Insulin.

Fungsi GH (2) 

- Metabolisme Karbohidrat : umumnya GH melawan efek insulin setelah pemberian GH terjadi . Hiperglikemia - merupakan kombinasi akibat pq pq pemakaian glukosa dalam jaringan perifer dengan po po produksi glukosa dalam hati melalui proses glukoneogenesis.

dalam Hati GH mo glikogen hati (akibat aktivasi mo proses glukoneogenesis AA) . Gangguan glikolisis dapat terjadi pada beberapa tahap . Mobilisasi asam lemak dari simpanan triasiltriasilgliserol dapat menghambat glikolisis dalam otot. Pemberian GH dalam waktu lama dapat mengakibatkan DM

Fungsi GH (3)  

- Metabolisme Lipid GH mendorong pelepasan asam lemak bebas & gliserol dari jaringan adiposa m o kan kadar asam lemak bebas yang beredar dalam darah m o kan oksidasi asam lemak bebas dalam hati - Metab Mineral
GH at IGF-1 (Somatomedin) : IGF. m¶ o kan keseimbangan positif Ca, Mg serta fosfat . Menimbulkan retensi Na+, K+ serta Cl-. ClGH ± mendorong pertumbuhan tulang panjang dalam lempeng epifise pada anak yang sedang tumbuh - merangsang pertumbuhan tambahan serta akral pada orang dewasa - pada anak ± m¶o kan perbanyakan tlg rawan m¶o - Efek mirip Prolaktin GH mengikat reseptor laktogenik sehingga memiliki banyak sifat prolaktin ± perangsang terhadap glandula mammae dan laktogenesis

Kelainan Sekresi GH
* Dwarfisme ± Defisiensi GH tipe Laro : GH-Normal dalam jumlah melimpah, tapi GHmelimpah, kekurangan Reseptor GH * Gigantisme ± Kelebihan GH karena tumor asidofilik (terjadi sebelum lempeng epifise menutup), adanya menutup), percepatan pertumbuhan tulang panjang * Akromegali ± pelepasan GH yang berlebihan setelah penutupan lempeng epifise & berhentinya pertumbuhan tulang panjang, pertumbuhan tulang akral shg: panjang, shg: . Perubahan fasial yang khas (rahang menonjol hidung membesar) membesar) . Pembesaran tangan , kaki serta tengkorak . Organ visera yang membesar . Penebalan kulit . Macam2 problem metabolik - DM

HORMON ANTIDIURETIK (ADH) atau VASOPRESIN 
  

ADH dibentuk di dalam inti supraoptik Menimbulkan efek antidiuresis, yaitu berkurangnya ekskresi air oleh ginjal Permeabilitas duktus koligentes dan tubulus sangat meningkat air diabsorbsi lebih banyak air disimpan dalam tubuh lebih banyak Bila ADH tidak ada, duktus koligentes dan tubulus ginjal tidak permeabel terhadap air mencegah reabsorbsi air keluar banyak air dalam urine 



Produksi ADH diatur oleh Osmoreseptor Bila cairan tubuh pekat maka akan merangsang inti supraoptik, sedangkan cairan tubuh encer supraoptik, akan menghambat inti supraoptik

Kelainan Sekresi ADH
Diabetes Insipidus - Terjadi kegagalan sekresi ADH oleh sistem supraoptikohipofisis neuron-neuron ADH neurondalam inti supraoptik dan paraventrikel rusak - Gejala: urin banyak keluar (12-15 L/hari), Gejala: (12- L/hari), haus yang menetap, dehidrasi menetap,  IADH syndrom (InApropriate Anti Diuretic Hormon) Hormon) - Terjadi sekresi ADH yang berlebihan 

OKSITOSIN 
Dibentuk

di dalam inti paraventrikel  Menimbulkan kontraksi pada uterus  Menimbulkan kontraksi sel-sel mioepitel seltimbul pengaliran air susu dari alveolus ke duktus laktiferus (milk ejection)

HORMON TIROID 
Untuk

membentuk tiroksin dalam jumlah normal dibutuhkan 1 mg Iodium/minggu 4/5 Iodium akan dikeluarkan ke urine  Proses organifikasi tiroglobulin & proses iodinisasi tirosin membentuk tiroksin Triiodotironin  Penyimpanan tiroglobulin di dalam folikel selama beberapa bulan

Fungsi Hormon Tiroid (1) 
       

Meningkatkan kecepatan seluruh metabolisme Pada anak-anak merangsang pertumbuhan dan anakperkembangan otak Menurunkan jumlah kolesterol, fosfolipid, trigliserid dalam darah, meningkatkan asam lemak bebas Meningkatkan kebutuhan vitamin Meningkatkan kecepatan metabolisme basal Menurunkan berat badan, meningkatkan nafsu makan Meningkatkan aliran darah curah jantung akan meningkat denyut jantung meningkat Meningkatkan kecepatan pernapasan Meningkatkan sekresi enzim pencernaan dan pergerakan saluran cerna

Fungsi Hormon Tiroid (2) 
   

Meningkatkan aktifitas otak, nervous, cenderung psikoneurotik (ansietas, paranoid) Meningkatkan kontraksi otot Timbul kesulitan tidur Meningkatkan kecepatan sekresi sebagian besar kelenjar endrokin lain Meningkatkan fungsi seksual Pengaturan sekresi hormon tiroid diatur oleh TSH (Tiroid Stimulating Hormon), yang disekresi oleh hipofise anterior dan TRH (Tirotropin Releasing Hormon) yang disekresi oleh hipotalamus Sekresi TSH dan TRH dirangsang oleh rangsangan dingin dan reaksi emosional

Kelainan Sekresi Hormon Tiroid
Graves Disease, Tirotoksikosis, Goiter Toksika - Gejala hipertiroid seperti eksoftalmus, tremor otot, peningkatan denyut jantung, diare, nervous, lapar yang menetap Etiologi: tumor atau adenoma, autoimun  Hipotiroid Autoimun Goiter endemik: kekurangan iodium pada makanan yang dikonsumsi, ditandai kelenjar tiroid yang sangat membesar (ingat mekanisme umpan balik) Gejala: Miksedema, rasa mengantuk yang kuat, kelemahan otot, denyut jantung lambat, berat badan naik, konstipasi, pertumbuhan rambut kurang, kulit bersisik  

Kretinisme - Akibat hipotiroid ekstrim saat masih janin, bayi dan anak - Ditandai dengan gagalnya pertumbuhan dan perkembangan mental anak - Pertumbuhan rangka lebih terganggu daripada jaringan lunaknya, tampak pendek dan gemuk, lidah besar - Jenis: Kretinisme kongenital dan Kretinisme endemik

ALDOSTERON   

Menimbulkan reabsorbsi Natrium dan ekskresi Kalium dalam tubulus ginjal penyimpanan Natrium dalam cairan ekstraseluler (meningkatkan volume cairan ekstraseluler) dan Kalium diekskresi ke urine Hilangnya ion kalium secara berlebihan dari cairan ekstraseluler ke dalam urine akan menurunkan konsentrasi kalium plasma 1-2 1mEq/L (N:4,5 mEq/L) disebut hipokalemia ditandai dengan kelemahan otot Sebaliknya hiperkalemia menimbulkan kelelahan otot jantung, aritmia jantung

Pengaturan Sekresi Aldosteron 
Faktor

1. 2. 3. 4.

yang berpengaruh adalah: Peningkatan konsentrasi ion kalium akan meningkatkan sekresi aldosteron Peningkatan renin dan angiotensin akan meningkatkan sekresi aldosteron Penurunan natrium dalam tubuh akan meningkatkan sekresi aldosteron Efek ACTH (Adrenokortikotropin) yang disekresi oleh hipofise anterior

KORTISOL     

Terhadap metabolisme karbohidrat Merangsang glukoneogenesis Penurunan pemakaian glukosa oleh sel Peningkatan konsentrasi glukosa darah (diabetes adrenal) Terhadap metabolisme protein Pengurangan protein sel Peningkatan protein hati dan plasma Terhadap metabolisme lemak Mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak konsentrasi asam lemak bebas dalam plasma meningkat Kegemukan (full moon face) Efek lain Peningkatan stress baik fisik maupun neurogenik akan meningkatkan ACTH kortisol Anti Inflamasi Pengaturan sekresi kortisol oleh ACTH (disekresi oleh hipofise anterior) dan CRF (disekresi oleh hipotalamus)

Kelainan Sekresi Adrenokortikal   

Addison disease Gagalnya kortek adrenal memproduksi hormon adrenokortikal, oleh karena auto imune, TBC, tumor Defisiensi mineralokortikoid (aldosteron), berkurangnya volume ekstraseluler curah jantung menurun renjatan Defisiensi Glukokortikoid (kortisol) Pigmentasi melanin Cushing Syndrome Hipersekresi kortisol oleh korteks adrenal Gejala khusus adalah mobilisasi lemak disertai dengan banyaknya penimbunan lemak di daerah toraks dan abdomen atas, wajah bengkak, berjerawat dan hirsutisme, striae keunguan dan osteoporosis Adrenogenital Syndrome Mensekresi banyak androgen sehingga menimbulkan gejala maskulinisasi pada wanita, pada laki-laki laki-

INSULIN 
Meningkatkan

ambilan, penyimpanan, dan penggunaan glukosa oleh hati  Meningkatkan pengubahan kelebihan glukosa di dalam hati menjadi asam lemak  Menghambat proses glukoneogenesis  Sintesa dan penyimpanan protein 

Pengaturan sekresi insulin tergantung oleh - Konsentrasi glukosa darah - Asam amino memperkuat rangsangan glukosa terhadap rangsangan insulin - Hormon pencernaan (gastrin, sekretin, kolesistokinin) meningkatkan sekresi insulin - Hormon glukagon, GH, kortisol, progesteron, estrogen meningkatkan sekresi insulin

GLUKAGON  

 

Terhadap metabolisme glukosa 1. Glikogenolisis, pemecahan glikogen hati 2. Glukoneogenensis (Kedua efek itu menambah persediaan glukosa di organ lain dalam tubuh) Meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung Meningkatkan sekresi empedu Menghambat sekresi asam lambung Pengaturan sekresi glukagon diatur oleh konsentrasi glukosa darah dan asam amino

DIABETES MELITUS 
Tipe

1 (IDDM:Insulin Dependent Diabetes Melitus) Juvenil, herediter, destruksi sel-sel beta sel Tipe 2 (NIDDM: Non Insulin Dependent Diabetes Melitus) Dewasa, faktor kegemukan, menekan jumlah reseptor insulin pada sel target diseluruh tubuh

Patofisiologi DM
Pengaruh kurangnya Insulin:  Berkurangnya pemakaian glukosa oleh sel-sel seltubuh naiknya konsentrasi glukosa darah  Meningkatnya mobilisasi lemak dari penyimpanan lemak metabolisme lemak abnormal disertai deposisi lemak pada dinding pembuluh darah  Pecahnya protein dalam jaringan tubuh  Hilangnya glukosa dalam urine penderita DM  Gejala poliuria, polidipsia, polifagia, berkurangnya BB, Astenia

HORMON PARATIROID 
 

Absorbsi kalsium dan fosfat dari tulang Ekskresi fosfat dan kalsium dalam ginjal Absorbsi kalsium dan fosfat dalam usus Pengaturan sekresi hormon paratiroid tergantung dari ion kalsium, berkurangnya ion kalsium dalam cairan ekstraseluler akan meningkatkan sekresi hormon paratiroid Vitamin D mempunyai efek sinergi dengan hormon paratiroid

KALSITONIN 
  

Disekresi oleh kelenjar tiroid Efek menurunkan konsentrasi kalsium plasma Pengaturan sekresi seluruhnya diatur oleh ion kalsium Kelainan: hipoparatiroid,hiperparatiroid dan penyakit Rickets Hipoparatiroid: reabsorbsi tulang tertekan, kadar kalsium dalam tubuh menurun (tetani otot laring), karena kalsium dan fosfat tidak diabsorbsi dari tulang maka tulang tetap kuat Hiperparatiroid: konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler meningkat penyakit tulang, pembentukan batu ginjal Rickets: terutama terjadi pada anak-anak akibat defisiensi anakVitamin D. 7 dehidrokolesterol yang ada pada kulit diaktifkan oleh sinar ultra violet membentuk Vitamin D3 yang dapat mencegah timbulnya penyakit Rickets dengan cara mengingkatkan absorbsi kalsium dan fosfat dari usus halus

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->