P. 1
TRANSPLANTASI

TRANSPLANTASI

|Views: 16|Likes:
Published by Dinny Apriyani

More info:

Published by: Dinny Apriyani on Feb 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

TRANSPLANTASI

06:08

Teknik transplantasi, dimungkinkan untuk memindahkan suatu organ atau jaringan tubuh manusia yang masih berfungsi baik, baik dari orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, ke tubuh manusia lain. Dalam penyembuhan suatu penyakit, adakalanya transpalntasi tidak dapat dihindari dalam menyelamatkan nyawa si penderita. Dengan keberhasilan teknik transplantasi dalam usaha penyembuhan suatu penyakit dan dengan meningkatnya keterampilan dokter ± dokter dalam melakukan transplantasi, upaya transplantasi mulai diminati oleh para penderita dalam upaya penyembuhan yang cepat dan tuntas. Untuk mengembangkan transplantasi sebagai salah satu cara penembuhan suatu penyakit tidak dapat bagitu saja diterima masyarakat luas. Pertimbangan etik, moral, agama, hokum, atau social budaya ikut mempengaruhinya.

Pengertian Transplantasi Transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu. Transplantasi ditinjau dari sudut si penerima, dapat dibedakan menjadi: 1. Autotransplantasi, yaitu pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri. 2. Homotransplantasi, yaitu pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. 3. Heterotransplantasi, yaitu pemindahan suatu jaringan atau organ dari suatu spesies ke tubuh spesies lainnya. Ada dua komponen penting yang mendasari tindakan transplantasi, yaitu : 1. Eksplantasi, yaitu usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang hidup atau yang sudah meninggal. 2. Implantasi, yaitu usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh tersebut kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain. Disamping itu, ada dua komponen penting yang menunjang keberhasilan tindakan transplantasi, yaitu:

donor itu sakit. dan (f) masyarakat. Jenazah dan donor mati Adalah orang yang semasa hidupnya telah mengizinkan atau berniat dengan sungguh ± sungguh untuk memberikan jaringan / organ tubuhnya kepada yang memerlukan apabila ia telah meninggal kapan seorang donor itu dapat dikatakan meninggal secara wajar. 2. Saat ini perkembangan ilmu kekebalan tubuh makin berperan dalam keberhasilan tindakan transplantasi. c. seorang ahli bedah dari Itali bernama Gaspare Tagliacozzi juga telah melakukan hal yang sama. untuk berfungsi baik. Susruta telah melakuakan transpalantasi kulit. Disamping itu. yaitu usaha dan kemampuan menyesuaikan diri orang hidup yang diambil jaringan atau organ tubuhnya. untuk hidup dengan kekurangan jaringan / organ. Adaptasi donasi. maupun resiko untuk kehidupannya lebih lanjut sebagai kekurangan jaringan / organ yang telah dipindahkan. sesorang tidak boleh mengalami tekanan psikologis. Masalah Etik dan Moral dalam Transplantasi Beberapa pihak yang ikut terlibat dalam usaha transplantasi adalah (a) donor hidup. termasuk bedah transplantasi. b. Pencangkokkan jantung. George E. sudah sejauh mana pertolongan dari dokter yang . Donor Hidup Adalah orang yang memberikan jaringan / organnya kepada orang lain ( resepien ). Hubungan psikis dan omosi harus sudah dipikirkan oleh donor hidup tersebut untuk mencegah timbulnya masalah. Semantara jaman Renaissance. Pencangkokkan arteria mammaria interna di dalam operasi lintas koroner olah Dr. Pencakokkan sel ± sel substansia nigra dari bayi yang meninggal ke penderita Parkinson oleh Dr. (e) dokter dan pelaksana lain. Cristian Bernhard. Adaptasi resepien. Green. dari jantung kera kepada manusia oleh Dr. Ilmu transplantasi modern makin berkembeng dengan ditemukannya metode ± metode pencangkokan. Wiener dan Landsteiner menyokong perkembangan transplantasi dengan menemukan golongan darah system ABO dan system Rhesus. mengganti yang sudah tidak dapat berfungsi lagi. seperti : a. baik resiko di bidang medis. Pada abad ke ± 20. (c) keluarga dan ahli waris. pembedahan. Sejarah dan Perkembangan Transplantasi Tahun 600 SM di India. secara biologis dan psikis. b. dan apabila sebelum meninggal.1. walaupun resepiennya kemudian meninggal dalam waktu 18 hari. Perkembangan teknologi kedokteran terus meningkat searah dengan perkembangan teknik transplantasi. Diduga John Hunter ( 1728 ± 1793 ) adalah pioneer bedah eksperimental. Sebelum memutuskan untuk menjadi donor. yaitu usaha dan kemampuan diri dari penerima jaringan / organ tubuh baru sehingga tubuhnya dapat menerima atau menolak jaringan / organ tersebut. Akan tetapi sistim golongan darah dan sistim histokompatibilitas yang erat hubungannya dengan reaksi terhadap transplantasi belum ditemukan. (b) jenazah dan donor mati. a. (d) resepien. Andreas Bjornklund. untuk menjadi donor. seseorang harus mengetahui dan mengerti resiko yang dihadapi. Dia mampu membuat criteria teknik bedah untuk menghasilkan suatu jaringan trnsplantasi yang tumbuh di tempat baru. Hubungan pihak ± pihak itu dengan masalah etik dan moral dalam transplantasi akan dibicarakan dalam uraian dibawah ini.

Dari keluarga resepien sebenarnya hanya dituntut suatu penghargaan kepada donor dan keluarganya dengan tulus. resepien. 18 tahun 1981. ia harus menyadari bahwa hasil transplantasi terbatas dan ada kemungkinan gagal. Seorang resepien harus benar ± benar mengerti semua hal yang dijelaskan oleh tim pelaksana transplantasi. Dengan demikian. d. e.merawatnya. . Pokok ± poko peraturan tersebut. Transplantasi Ditinjau dari Aspek Hukum Pada saat ini peraturan perundang ± undangan yang ada adalah Peraturan Pemerintah No. Alangkah baiknya apabila dibuat suatu ketentuan untuk mencegah tinmulnya rasa tidak puas kedua belah pihak. Tnaggung jawab tim pelaksana adalah menolong pasien dan mengembangkan ilmu pengetahuan untuk umat manusia. Masyarakat Secara tidak sengaja masyarakat turut menentukan perkembangan transplantasi. f. seorang penderita mempunyai hak untuk mendapatkan perawatan yang dapat memperpanjang hidup atau meringankan penderitaannya. Semua itu untuk mencegah adanya tuduhan dari keluarga donor atau pihak lain bahwa tim pelaksana transplantasi telah melakukan upaya mempercepat kematian seseorang hanya untuk mengejar organ yang akan ditransplantasikan c. akan dapat diperoleh. tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat atau Jaringan Tubuh Manusia. atau pemuka agama diperlukan unutk mendidik masyarakat agar lebih memahami maksud dan tujuan luhur usaha transplantasi. Dokter dan tenaga pelaksana lain Untuk melakukan suatu transplantasi. tim pelaksana hendaknya tidak dipengaruhi oleh pertimbangan ± pertimbangan kepentingan pribadi. Resipien Adalah orang yang menerima jaringan / organ orang lain. Melalui tindakan transplantasi diharapkan dapat memberikan nilai yang besar bagi kehidupan resepien. tim pelaksana harus mendapat parsetujuan dari donor. atas tujuan luhur. Dengan adanya pengertian ini kemungkinan penyediaan organ yang segera diperlikan. dalam melaksanakan tugas. Juga perlu didasari bahwa jika ia menerima untuk transplantasi berarti ia dalam percobaan yang sangat berguna bagi kepentingan orang banyak di masa yang akan datang. yaitu harus dengan persetujuan tertulis penderita dan / keluarganya yang trdekat setelah penderita meninggal dunia. Kerjasama tim pelaksana dengan cara cendekiawan. pemuka masyarakat. Pada dasarnya. maupun keluarga kedua belah pihak. Ia wajib menerangkan hal ± hal yang mungkin akan terjadi setelah dilakukan transplantasi sehingga gangguan psikologis dan emosi di kemudian hari dapat dihindarkan. adalah Pasal 10 Transplantasi alat unutk jaringna tubuh manusia dilakukan dengan memperhatikan ketentuan ± ketentuan sebagai dimaksud dalam Pasal 2 Huruf a dan Huruf b. Akan tetapi. Keluarga donor dan ahli waris Kesepakatan keluarga donor dan resipien sangat diperlukan untuk menciptakan saling pengertian dan menghindari konflik semaksimal mungkin atau pun tekanan psikis dan emosi di kemudian hari.

Pasal 16 Donor atau keluarga donor yang meninggal dunia tidak berhak atas suatu kompensasi material apapun sebagai imbalan transaplantasi. calon donor yang bersngkutan terlebih dahulu diberitahu oleh dokter yang merawatnya. Dokter yang merawatnya harus yakin benar bahwa calon donor yang bersangkutan telah menyadari sepenuhnya arti dari pemberitahuan tersebut. dilakukan dengan pernyataan tertulis keluarga terdekat. Pasal 17 Dilarang memperjual ± belikan alat atau jaringan tubuh manusia.Pasal 14 Pengambilan alat atau jaringan tubuh manusia untuk keperluan transplantasi atau bank mata dari korban kecelakaan yang meninggal dunia. Pasal 15 Sebelum persetujuan tentang transplantasi alat dan jaringan tubuh manusia diberikan oleh calon donor hidup. termasuk dokter konsultan mengenai sifat operasi. akibat ± akibat dan kemungkinan ± kemungkinan yang dapat terjadi. Pasal 18 Dilarang mengirim dan menerima alat dan jaringan tubuh manusia dalam semua bentuk ked an dari luar negri .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->