P. 1
ptk

ptk

|Views: 108|Likes:
Published by Khairuddin Nst

More info:

Published by: Khairuddin Nst on Feb 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2015

pdf

text

original

Sections

  • A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
  • B. Deskripsi Temuan dan Refleksi
  • E. Kegiatan Pembelajaran: - 1. Kegiatan Awal : ( 5 Menit )
  • F. Sarana dan Sumber Belajar:
  • G. Evaluasi
  • Mengetahui K.A. SD. 11226Gunung Lonceng

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Pada dasarnya, semua siswa memiliki potensi untuk mencapai kompetensi yang maksimal dalam belajar. Kemampuan siswa menyerap informasi dalam konteks belajar memilik perbedaan jika dikaitkan dengan intensitas keterlibatannya dalam belajar secara individual. Semakin tinggi intensitas keterlibatan siswa dalam belajar, semakin tinggi pula peluang bagi siswa untuk mencapai dipelajarainya. Menurut Nurhadi (2005 : 97) kegiatan belajar mengajar berbasis kontekstual merupakan bentuk pembelajaran yang memadukan secara sistematis kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan di luar kelas dalam wujud penyediaan beragam pengalaman belajar untuk semua siswa. Bersesuaian dengan pendapat ini, Muhsetyo (2004 : 5.40) mengemukakan bahwa keberlangsungan siswa kegiatan aktif belajar dalam mengajar membangun ditandai dengan atau keterlibatan kelas. Bertolak dari pandangan para pakar di atas, berarti kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahamannya. Guru semestinya hanya lebih berperan sebagai mitivator, fasilitator, dan konselor bagi siswa dalam membangun pengetahuan atau pemahamannya terhadap materi pelajaran. Dengan ungkapan lain bahwa tanggung jawab belajar harus tetap berada pada diri siswa, dan guru hanya bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi yang mendorong perkasa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. secara gagasan kompetensi yang maksimal dari apa yang

pengetahuannya, dan pelaksanaannya dapat terjadi di dalam kelas atau di luar

Pada hakikatnya, siswa memiliki perbedaan satu sama lain. Siswa berbeda dalam minat, kemampuan, kesenangan, pengalaman, dan cara belajar. Misalnya ada siswa yang lebih mudah memahamai materi pelajaran melalui “dengar – baca – tulis”, dan ada pula siswa lain mungkin lebih mudah memahami melalui melihat (visual) dan mendemonstrasikan atau dengan cara kinestetika (gerak). Dengan demikian, kegiatan pembelajaran, organisasi kelas, bahan ajar, waktu belajar, sarana atau sumber belajar, dan cara mengajar serta penilaian perlu beragam sesuai karakteristik siswa. Wahyudin (2001 : 3.14) mengatakan dalam mengelola kegiatan belajar mengajar perlu menempatkan siswa sebagai subjek belajar, bukan sebagai objek.

Artinya dalam Kegiatan belajar mengajarguru memperhatikan bakat, minat, kemampuan, cara dan strategi belajar, motivasi belajar, dan latar belakang sosial sekolah. Pengelolaan kegiatan belajar mengajar di kelas VI SD Negeri 112268 Gunung Lonceng Labuhan Batu belum berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, terutama pada pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Ketuntasan belajar siswa baik secara individual maupun klasik belum tercapai. Dalam beberapa kali ulangan setelah pelaksanaan pembelajaran, rata-rata kemampuan siswa masih sangat rendah. Pada pembelajaran Matematika, hanya 7 orang dari 30 orang siswa kelas VI yang berhasil mencapai nilai 70 ke atas. Malah masih terdapat ada 10 orang siswa yang hanya mampu memperoleh nilai di bawah 60. Hasil ujian yang hampir sama, ditemukan pula pada ulangan mata pelajaran Bahasa Indonesia, yakni hanya 4 orang siswa yang berhasil memperoleh nila 70 ke atas dan masih terdapat 6 orang siswa yang hanya mampu memperoleh nilai di bawah 60. Hasil ulangan di atas mengisyaratkan bahwa siswa belum mampu secara optimal menguasai materi pembelajaran yang diujikan. Jika dikaitkan

dengan kriteria ketuntasan penguasaan materi pembelajaran, tentu perolehan nilai siswa tersebut belum mencerminkan tercapainya ketuntasan belajar baik secara klasik maupun individual. Rendahnya daya serap siswa terhadap materi pelajaran merupakan akibat dari rendahnya partisipasi siswa dalam belajar. Siswa lebih banyak pasif mendengarkan penjelasan guru. Interaksi belajar mengajar di dalam kelas tidak maksimal. Apabila guru mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, hanya sebagian kecil siswa yang mampu menjawab pertanyaan guru dengan tepat. Penyebab rendahnya partisipasi siswa dalam belajar yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa pada mata Matematika dan Bahasa Indonesia ialah, 1. Kegiatan belajar mengajar yang belum optimal 2. Pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang belum bervariasi. 3. Alat peraga belum dimanfaatkan. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kedua mata pelajaran tersebut, perlu dilakukan perbaikan pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Perbaikankegiatan belajar mengajar yang dimaksud dilakukan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan teknik yang bervariasi. Pendekatan kontekstual dengan teknik pembelajaran yang bervariasi diperkirakan dapat meningkatkan motivasi dan interaksi siswa dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga pada gilirannya dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa.

Implementasi pendekatan kontekstual dalam pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas VI SD dalam penelitian ini, diwujudkan melalui penerapan teknik pembelajaran inkuiri yang dipadukan dengan pemanfaatan alat peraga sebagai sarana komunikasi dalam pembelajaran. Teknik inkuiri merupakan salah satu aspek dalam pembelajaran yang berbasis kontekstual.

Teknik inkuiri merupakan salah satu aspek dalam pembelajaran yang berbasis kontekstual. Menurut Nurhadi (2005 : 112), teknik inkuiri dalam pembelajaran yang berbasis kontekstual dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, sistematis, kreatif, dan inovatif yang sangat dibutuhkan dalam peningkatan kompetensi belajar siswa. Dengan demikian, perbaikan pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas VI SD ini dilakukan dengan mengimplementasikan pendekatan kontekstual melalui penerapan teknik inkuiri untuk meningkatkan interaksi dan hasil belajar siswa. Perbaikan pembelajaran menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamat, (observasi), dan refleksi, masing-masing 3 siklus untuk setiap mata pelajaran. B. Tujuan Perbaikan Perbaikan pelajaran ini bertujuan untuk,
1. Meningkatkan

kualitas

pelaksanaan

kegiatan

belajar

mengajar

Matematika dan Bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi belajar inkuiri. 2. meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi belajar inkuiri. C. Proses Penulisan Laporan Laporan ini disusun berdasarkan catatan hasil pengamatan pada setiap siklus pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas VI Negeri 112268 Gunung lonceng. Laporan ini terdiri atas : Bab I Pendahuluan; Bab II Perencanaan Perbaikan Pembelajaran; Bab III Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran; Bab IV Hasil yang Diperoleh; dan Bab V Kesimpulan dan Saran Tindak Lanjut. Disamping itu, pada bagian akhir disertai dengan lampiran-lampiran..

Identifikasi Masalah Kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di kelas VI SD Negeri 112268 Gunung Lonceng Labuhan Batu.BAB II PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. yakni hanya 4 orang siswa yang berhasil memperoleh nila 70 ke atas dan masih terdapat 6 orang siswa yang hanya mampu memperoleh nilai di bawah 60. rata-rata rata-rata kemampuan siswa masih sangat rendah. Teknik pembelajaran yang dikembangkan justru terfokus pada dominasi guru. Kegiatan belajar mengajar yang dikembangkan belum menerapkan pendekatan kontekstual dengan berbagai teknik pembelajaran yang menyenangkan. Hasil ujian yang hampir sama. Ketuntasan belajar siswa baik secara individual maupun klasik belum tercapai. Belum terlihat upaya guru melakukan inovasi dalam pembelajaran dengan . Pada pembelajaran Matematika. Malah masih terdapat ada 10 orang siswa yang hanya mampu memperoleh nilai di bawah 60. Ada kesan bahwa kegiatan belajar mengajar yang dikembangkan guru hanya sekedar kegiatan rutin yang harus dilaksanakan karena tuntutan kewajiban. Guru lebih banyak ceramah dalam menjelaskan materi pelajaran sesuai dengan bahan ajar yang terdapat pada buku teks atau LKS. Dalam beberapa kali ulangan setelah pelaksanaaan pembelajaran. ditemukan pula pada ulangan mata pelajaran Bahasa Indonesia. hanya 7 orang dari 30 orang siswa kelas VI yang berhasil mencapai nilai 70 ke atas. belum berhasil meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Perolehan nilai yang kurang menggembirakan ini dapat dinilai sebagai bukti empiric bahwa kegiatan belajar siswa pada kedua mata pelajaran tersebut belum optimal.

masih terfokus pada dominasi guru. Interaksi siswa dalam kegiatan belajar mengajar 3. Analisi dan Rumusan Masalah Penyebab timbulnya permasalahan di atas. dapat diidentifikasi beberapa permasalahan. Rendahnya interaksi siswa dalam kegiatan belajar mengajar terjadi karena pendekatan dan teknik pembelajaran yang dikembangkan guru masih bersifat konvensional. Kondisi yang dikemukakan di atas. Guru lebih banyak mengandalkan ceramah dalam menjelaskan materi pelajaran sesuai dengan bahan ajar yang terdapat pada buku teks atau LKS. Berdasarkan pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang demikian. . menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar selama ini dikembangkan belum berbasis kompetensi dan belum menerapkan pendekatan kontekstual dengan berbagai teknik pembelajaran yang menyenangkan. Penjelasan materi terlalu abstrak 5. Contoh ilustrasi dalam menjelaskan materi kurang bervariasi 6. Frekwensi latihan mengerjakan soal rendah 4. 2.mengimplementasikan pendekatan kontekstual dabn menerapkan teknik pembelajaran yang mendorong siswa membangun pengetahuan dan pemahamannya sendiri melalui interaksi dalam pembelajaran. terkait dengan pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang belum optimal. B. Penguasaan siswa terhadap materi pelajaran rendah. yang mampu meningkatkan minat. yaitu : 1. Kegiatan belajar membosankan bagi siswa.

pengetahuan dan pemahamannya. 1. Dengan demikian. hasil belajar siswa yang rendah dalam mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. strategi Implementasi pendekatan kontekstual dalam perbaikan pelajaran Matematika Indonesia diwujudkan melalui penerapan pembelajaran inkuiri yang dipadukan dengan pemanfaatan alat peraga.motivasi. perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran yang menarik untuk mendorong dan Bahasa siswa membangun ini. Alat peraga belum dimanfaatkan. . kreativitas. Bertolak dari uraian di atas. rumusan masalah perbaikan pembelajaran ini adalah : 1. Penyajian materi pelajaran tidak berbasi pendekatan kontekstual. Rencana tindakan perbaikan pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia setiap siklus adalah sebagai berikut. Rencana Perbaikan Pembelajaran Perbaikan pembelajaran dilakukan sebanyak 6 siklus. Apakah hasil belajar siswa pada pembelajaran maematika an bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri? C. Dengan demikian. Rendahnya penguasaan siswa terhadap materi pelajaran merupakan akibat dari rendahnya partisipasi siswa dalam belajar. disebabkan.yang terdiri atas 3 siklus perbaikan pembelajaran matematika dan bahasa Indonesia. inisiatif. Apakah interaksi siswa dalam kegiatan belajar matematika dan bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuri? 2. 3. 1. Kegiatan belajar mengajar yang belum optimal 2. dan kerja sama siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Merancang scenario rencana perbaikan pembelajaran setiap siklus.

5.2. Menjelaskan materi sesuai dengan scenario yang ada pada RPP setiap siklus. Mempersiapkan alat evakuasi. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk motivasi dan menggali pengetahuan awal siswa. 9. Mempersiapkan sarana dan sumber belajar. Mencatat kesimpulan-kesimpulan hasil diskusi 11. Mengadakan simulasi dan diskusi dengan teman sejawat untuk mengukur kelayakan rencana tindakan. 10. 4. 6. Memberi rangsangan kepada siswa untuk bertanya dan memberi tanggapan 12. 8. 7. Menyiapkan LKS yang menarik. Menyiapkan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran setiap siklus. Member tugas atau latihan pengayaan Tindakan pelaksanaan perbaikan pembelajaran mengikuti alur di bawah ini. . Menata ruang belajar untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran inkuiri. 3.

Mempersiapkan bahan ajar. Mata Pelajaran Matematika Bahasa Indonesia Siklus 1 23 – 10 – 2011 24 – 10 2011 Siklus 2 26 – 10 – 2011 27 – 10 2011 Siklus 3 6 – 11 – 2011 7 – 11 . Kabupaten Labuhan Batu. Mempersiapkan lembar kerja siswa 4. Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia diuraikan sebagai berikut : • Mata Pelajaran Matematika Siklus pertama 1. dan lembar observasi. 1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran dilakukan di kelas VI SD Negeri 112268 Gunung Lonceng. 5. No. 3. Menentukan pendekatan dan teknik pembelajaran yang akan dipakai diterapkan.BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. 2. alat evaluasi. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk setiap sikus di bawah ini. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di dalam kelas . Membuat rencana perbaikan pembelajaran 2. Jadwal tindakan perbaikan dimulai tanggal 22 Oktober sampai dengan 7 November 2008.2011 B.

Mendiskusikan pendekatan dan teknik pembelajaran yang akan ditetapkan. Dan lembar observasi. Mempelajari hasil observasi teman sejawat.6. Menyusun RPP siklus 2 berdasarkan hasil pengamatan siklus 1 2. alat evaluasi. Mempersiapkan bahan ajar. suasana belajar merupakan fokus perbaikan pada siklus ini untk diperbaiki pada siklus berikutnya. alat peraga. Siklus kedua 1. dan lembar observasi. . mengamati (mengeobsrvasi) proses pembelajaran. suasana belajar merupakan fokus perbaikan pada siklus ini untk diperbaiki pada siklus berikutnya. Mempersiapkan bahan ajar. alat evaluasi. Observasi juga dilakukan oleh supervisor untuk memberikan saran-saran dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran. Menerima saran-saran dari supervisor untuk perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Memperbaiki RPP siklus ke 3 berdasarkan pengamatan pada siklus kedua 2. 7. mengamati (mengeobsrvasi) proses pembelajaran Tujuan observasi ini adalah untuk melihat kekurangan-kekurangan pada selama proses pembelajaran berlangsung. 7. 8. Mempelajari hasil observasi teman sejawat. 8. 3. 5. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di dalam kelas 6. Observasi juga dilakukan oleh supervisor untuk memberikan saran-saran dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran. tujuan observasi ini adalah untuk melihat kekurangankekurangan pada selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan bantuan teman sejawat. Dengan bantuan teman sejawat. Menerima saran-saran dari supervisor untuk perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. alat peraga. Mempersiapkan lembar kerja siswa 4. Siklus ketiga 1.

Dengan bantuan teman sejawat. 5. mengamati (mengeobsrvasi) proses pembelajaran . Dengan bantuan teman sejawat. Observasi juga dilakukan oleh supervisor untuk memberikan saran-saran dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran 7. mengamati (mengeobsrvasi) proses pembelajaran Tujuan observasi ini adalah untuk melihat kekurangan-kekurangan pada selama proses pembelajaran berlangsung. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di dalam kelas 6. 3. Mempersiapkan lembar kerja siswa 4. alat peraga. Membuat rencana perbaikan pembelajaran 2. Pada siklus ini di samping memperbaiki interaksi belajar. dan lembar observasi. Menentukan pendekatan dan teknik pembelajaran yang akan dipakai diterapkan 5. Memperbaiki hasil observasi teman sejawat. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di dalam kelas 6. Mempersiapkan bahan ajar. Menentukan pendekatan dan teknik pembelajaran yang akan dipakai diterapkan. • Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siklus pertama 1. alat evaluasi. Mempersiapkan lembar kerja siswa 4.3. pemahaman siswa juga merupakan fokus perhatian penulis dan sekaligus perbaikinya pada siklus berikutnya.

8. 7. Pada siklus ini di samping memperbaiki interaksi belajar. Siklus ketiga 1.Tujuan observasi ini adalah untuk melihat kekurangan-kekurangan pada selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi juga dilakukan oleh supervisor untuk memberikan saran-saran dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran. alat evaluasi. dan lembar observasi. 3. Siklus kedua 1. pemahaman siswa juga merupakan fokus perhatian penulis dan sekaligus perbaikinya pada siklus berikutnya. Mempersiapkan lembar kerja siswa 4. Dengan bantuan teman sejawat. 2. Menerima saran-saran dari supervaisor untuk pebaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di dalam kelas 6. Memperbaiki RPP siklus 2 berdasarkan pengamatan pada siklus 1. Pada siklus ini di samping memperbaiki interaksi belajar. 8. mengamati (mengeobsrvasi) proses pembelajaran Tujuan observasi ini adalah untuk melihat kekurangan-kekurangan pada selama proses pembelajaran berlangsung. Menerima saran-saran dari supervaisor untuk pebaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. Memperbaiki RPP siklus ke 3 berdasarkan pengamatan pada siklus kedua . Mempelajari hasil observasi teman sejawat. Mempersiapkan bahan ajar. alat peraga. Mempelajari hasil observasi teman sejawat. pemahaman siswa juga merupakan fokus perhatian penulis dan sekaligus perbaikinya pada siklus berikutnya. Menentukan pendekatan dan teknik pembelajaran yang akan dipakai diterapkan 5. Observasi juga dilakukan oleh supervisor untuk memberikan saran-saran dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran 7.

Pada siklus ini di samping memperbaiki interaksi belajar. 3. Mempersiapkan bahan ajar. supervisor dan teman sejawat terutama pada siklus pertama membuat siswa sedikit terheran-heran dan ada kesan suasana kelas yang tegang.2. Menentukan pendekatan dan teknik pembelajaran yang akan dipakai diterapkan. keheranan dan ketegangan siswa dapat berkurang. Melaksanakan perbaikan pembelajaran di dalam kelas 6. Menerima saran-saran dari supervaisor untuk pebaikan pembelajaran pada siklus berikutnya. dan lembar observasi. pemahaman siswa juga merupakan fokus perhatian penulis dan sekaligus perbaikinya pada siklus berikutnya. Dengan bantuan teman sejawat. Kehadiran kedua pengamat. alat evaluasi. Memperbaiki hasil observasi teman sejawat. Di samping itu. Hal-hal Yang Unik Pada awalnya banyak siswa terlihat berbisik-bisik karena kehadiran dua orang yang belum mereka kenal yang mengiringi guru mereka. mengamati (mengeobsrvasi) proses pembelajaran Tujuan observasi ini adalah untuk melihat kekurangan-kekurangan pada selama proses pembelajaran berlangsung. Mempersiapkan lembar kerja siswa 4. 5. membuat sebagian siswa masih bingung. Hal itu dapat terlihat pada wajah mereka dan dialog (pembicaraanZ) di antara mereka. 8. C. Tetapi setelah penulis memberitahukan keberadaan kedua pengamat. perubahan suasana belajar. Observasi juga dilakukan oleh supervisor untuk memberikan saran-saran dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran 7. BAB IV . alat peraga.

Nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah sebesar 60. Siklus 2 perolehan Nilai 70 ke atas 60 – 59 59 ke bawah Jumlah Jumlah Siswa 13 17 30 67. 1.16.69 59 ke bawah Jumlah Jumlah Siswa 7 12 11 30 60. Hasil Pengolahan Data Berdasarkan pengolahan data perbaikan pembelajarn Matematika dan Bahasa Indonesia diperoleh hasil pembelajaran yang meningkat mulai dari siklus pertama hingga siklus ketiga.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pembelajaran Matematika Siklus 1 Perolehan Nilai 70 ke atas 60 . 16 Nilai Rata-rata . 16 Nilai Rata-rata Pada tabel di atas tampak bahwa sebanyak 7 orang siswa memperoleh nilai 70 ke atas. Berikut ini ditampilkan rekapitulasi ratarata hasil belajar siswa pada perbaikan pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. 12 orang memperoleh nilai 60 dan masih terdapat11 orang hanya mampu memperoleh nilai di bawah 60.

diperoleh peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas yaitu sebanyak 13 orang dan yang memperoleh nilai 60 sebanyak 17 orang. 66. Terlihat pula bahwa tidak satu orang pun siswa yang memperoleh nilai di bawah 60. tampak bahwa nilai rata-rata hasil ulangan siswa telah mencapai 73.Pada tabel siklus 2 di atas. Peningkatan rata – rata hasil belajar Matematika setiap siklus perbaikan pembelajaran yang telah ditampilkan di atas dapat digambarkan pada diagram berikut. Perolehan nilai siswa pada siklus ketiga tampak jiga semakin meningkat. Nilai rata-rata hasil belajar siswa telah meningkat dari siklus pertama yaitu menjadi 67. 16. . Jumlah siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas semakin meningkat secara signifikan yakni sebanyak 24 orang terdiri atas 13 orang memperoleh nilai 70 – 75 dan 11 orang memperoleh nilai 80 ke atas. seperti yang dilihat di bawah ini. Hanya 6 orang dari 30 orang siswa yang memperoleh nilai 60 – 65 dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai di bawah 60. 66 Nilai Rata-rata Pada tabel siklus 3 di atas. Siklus 3 perolehan Nilai 70 ke atas 60 59 ke bawah Jumlah Jumlah Siswa 24 6 30 73.

16.80 75 70 65 60 55 50 - 73. Siklus 1 Perolehan Nilai 70 ke atas 60 .66 67. dan masih terdapat 6 orang siswa yang hanya mampu memperoleh nilai di bawah 60. 16 Nilai Rata-rata Pada tabel di atas tampak bahwa sebanyak 4 orang siswa memperoleh nilai 70 ke atas.69 59 ke bawah Jumlah Jumlah Siswa 4 20 6 30 61. Nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 61.16 60. Hasil Pembelajaran Bahasa Indonesia Hasil belajar siswa pada perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia ditampilkan secara berurut per siklus di bawah ini.16 Siklus 1 2 3 2. 20 orang mampu memperoleh nilai 60 – 69. .

seperti yang tampak pada tabel di bawah ini. tidak satu orang pun siswa yang memperoleh nilai di bawah 60.Siklus 2 Perolehan Nilai 70 ke atas 60 . Jumlah siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas bertambah menjadi 18 orang. 83. Siklus 3 . 83 Pada tabel siklus 2 di atas. yaitu menjadi 68.69 59 ke bawah Jumlah Jumlah Siswa 18 12 30 Nilai Rata-rata 68. Namun. yaitu sebanyak 16 orang memperoleh 70 – 75 dan 2 orang memperoleh nilai 80. Perolehan nilai perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia siklus ketiga tampaknya semakin baik (meningkat). Di samping itu. diperoleh peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa. siswa yang memperoleh nilai 60 – 69 berjumlah 12 orang.

Namun masih ada 3 orang yang memperoleh nilai 60 – 65. Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia per siklus yang telah ditampilkan di atas. 33. Demikian pula jumlah siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas sebanyak 27 orang.Perolehan Nilai 70 ke atas 60 . tampak bahwa nilai rata-rata yang diperoleh meningkat signifikan menjadi 75. 53 Pada tabel siklus 3 di atas.90 59 ke bawah Jumlah Jumlah Siswa 27 3 30 Nilai Rata-rata 75. 80 75 70 65 60 55 50 - 75.16 Siklus 1 2 3 B. dapat digambarkan pada diagram berikut. Deskripsi Temuan dan Refleksi .33 68. yang terdiri atas 15 orang memperoleh nilai 70 – 75 dan 12 orang memperoleh nilai 80 ke ataa.83 61.

16 dan pada siklus ketiga semakin meningkat lagi menjadi 73. Pada siklus pertama. karena ternyata interaksi antarsiswa dalam pembelajaran semakin tinggi intensitasnya. Dalam kegiatan belajar mengajar sudah diimplementasikan pendekatan kontekstual melalui penggunaan teknik pembelajaran inkuiri. hasil belajar yang dicapai siswa pada setiap siklus perbaikan pembelajaran kedua mata pelajaran telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. tetapi perbaikan pelajaran masih terus dilakukan pada siklus ketiga. Hal ini terjadi karena dalam menjelaskan materi pelajaran guru belum memanfaatkan alat peraga dan metode belajar mengajar yang digunakan pun masih sangat terbatas yakni metode ceramah dan penugasan. Pada siklus kedua alat peraga sudah dimanfaatkan. Kegiatan pembelajaran terfokus pada guru. nilai arata-rata hasil belajar siswa mencapai 60. nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus pertama hingga siklus ketiga. guru menjelaskan materi yang ditindaklanjuti dengan memberikan soal-soal latihan dengan menerapkan metode ceramah dan penugasan. dicoba diperbaiki pada pembelajaran siklus kedua. 16 tetapi pada siklus kedua sudah mencapai 67. Pada perbaikan pembelajaran siklus ketiga. Walaupun penguasaan siswa terhadap materi pelajaran pada siklus kedua sudah ada peningkatan dari siklus pertama. Interaksi antara siswa dengan guru serta siswa dengan siswa terlihat meningkat pula. Pada perbaikan pembelajaran Matematika siklus pertama. Siswa terlihat aktif mengikuti pembelajaran. Kelemahan yang ditemukan pada siklus pertama. Hal ini terjadi. 66. Pada perbaikan pembelajaran Matematika. Keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sangat rendah. ternyata peningkatan hasil belajar siswa semakin signifikan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa. . sehinga siswa hanya menjadi pendengar budiman.

Hanya saja. Berdasarkan hasil refleksi pada perbaikan pembelajaran siklus pertama. tetapi pada siklus kedua ini nilai rata-rata yang dicapai siswa meningkat menjadi 68. pada siklus kedua ini masih terdapat kelemahan yakni guru masih kurang banyak memberikan ilustrasi untuk memperjelas materi pembelajaran. Guru masih dominan menggunakan metode ceramah dalam menjelaskan materi pelajaran.Hasil pembelajaran yang tidak jauh berbeda dengan pembelajaran Matematika. alat peraga yang digunakan pun cukup . Kelemahan lain yang ditemukan ialah penggunaan alat peraga yang kurang menarik. Siswa masih lebih banyak pasif mendengarkan penjelasan guru. dan pada perbaikan pembelajaran siklus ketiga semakin meningkat menjadi 75. Perubahan pengelolaan pembelajaran yang demikian ternyata berdampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa. Guru telah berupaya memberikan ilustrasi-ilustrasi yang bervariasi dan menarik sehingga memudahkan siswa untuk memahami konsep yang dijelaskan. Peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada setiap siklus perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia juga disebabkan oleh pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang semakin baik dengan mengimplementasikan pendekatan kontekstual melalui teknik pembelajaran inkuiri. kelemahan yang ditemukan pada siklus kedua. 83. siswa belum terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran karena pengelolaan kegiatan belajar mengajar belum mengimplementasikan pendekatan kontekstual. Bahkan alat peraga belum sama sekali digunakan. juga ditemukan pada perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia. telah dapat diperbaiki pada siklus ketiga. Di samping itu. 16. mengimplementasikan pendekatan kontekstual melalui teknik pembelajaran inkuiri. 33. Namun. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus pertama baru mencapai 61.

guru harus selalu menempatkan pembangunan pemahaman itu sebagai tanggung jawab siswa itu sendiri.harus diingat bahwa belajar adalah kegiatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan dan pemahamannya.proses membangun makna tersebut semestinya dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau bersama orang lain. Pembahasan Temuan Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dipengaruhi oleh penerapan pendekatan kontekstual melalui teknik inkuiri. Keberhasilan siswa meningkatkan hasil belajarnya dipengaruhi oleh semakin terciptanya suasana yang kondusif bagi berkembangnya motivasi belajar siswa. belajar pada hakikatnya adalah suatu proses membangun makna atau pemahaman terhadap informasi dan pengalaman. Pengembangan pembelajaran melalaui teknik inkuiri dalam pembelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia telah berhasil menciptakan suasana belajar mengajar yang dinamis dan kompetetif. Menurut Nurhadi (2005 : 73). mengklasifikasi.pendapat ini mengisyaratkan bahwa mengajar merupakan kegiatan guru untuk membangun pengetahuan dan pemahaman siswa.Oleh karena itu. Siswa terdorong membangun pengetahuan dan pemahaman sendiri berdasarkan pengalaman langsung melakukan kegiatan mengobservasi.Belajar bukanlah proses menyerap pengetahuan yang sudah jadi bentukan guru.dan perasaan siswa. Pandangan yang demikian bersesuaian dengan pendapat Wahyudin(2002:4.proses itu disaring dengan persepsi.menarik perhatian siswa sehingga mereka lebih berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. C.bukan guru.pikiran(pengetahuan awal). dan mnginterprestasikan konsep-konsep materi pembelajaran.Artinya.Kegiatan tersebut semestinya harus diwujudkan melalui penciptaan iklim belajar yang kondusif bagi siswa untuk mampu secara aktif dan kreatif membangun pengetahuan pemahamannya.12) yang mengatakan bahwa prestasi belajar siswa dalam pembelajaran akan meningkat manakala tercipta . mengidentifikasi.

Dengan demikian.untuk menerapkan teknik pembelajaran inkuiri terutama dalam pembelajaran Matematika dan bahasa Indonesia dituntut kecermatan dan kreatifitas guru terutama dalam memilih bahan ajar yang tepat dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. .kreatif.dan kreatif.dan interaktif.kritis.sistematis.Dengan demikian.dan interaktif.sehingga penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang meningkat.dapat dirumuskan beberapa kesimpulan berikut.terjadi peningkatan penguasaan siswa terhadap materi yang dipelajari.kritis. Penerapan strategi pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran Matematika dan bahasa Indonesia telah berhasil meningatkan suasana belajar yang kreatif. Pengimplementasian pendekatan kontekstual melalui penerapan teknik inkuiri dalam pembelajaran Matematika dan bahasa Indonesia pada penelitian ini telah berhasil menciptakan suasana belajar mengajar ini yang ternyata sistematis.siswa dapat didorong untuk berpatisipasi secara aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri. 2.Disamping itu. 3. 1.sistematis.dan interaktif. Kegiatan belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan atau pemahamannya. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan Berdasarkan temuan dan pembahasan yang telah dikemukakan pada uraian terdahulu.Temuan bersesuaian dengan pendapat Samsudin(2003:45) yang mengatakan bahwa kelas belajar yang dikelola melalui teknik inkuiri dapat meningkatkan suasana belajar yang kreatif.suasana kondusif bagi berkembangnya motivasi belajar siswa.kritis. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dan bahasa Indonesia dengan menerapkan strategi pembelajaran inkuiri telah mreningkat secara signifikan dari satu siklus ke siklus perbaikan pembelajaran yang dilakukan.

2004. . Penelitian ini merupakan langkah awal untuk melakukan tindakan perbaikan pembelajaran. Jakarta :Universitas Terbuka.B. 2.disarankan agar pelatihan mngenai PTK ini hendaknya menjadi salah satu agenda kegiatan yang rutin dalam rangka peningkatan kualitas guru terutama guru SD. Saran Tindak Lanjut Dibawah ini dikemukakan beberapa saran tindak lanjut. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dapat digunakan sebagai wadah peningkatan wawasan guru tentang PTK dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran dikelas.Dengan demikian. 1.Gatot. DAFTAR PUSTAKA Muhsetyo.Pembelajaran Matematika SD.

Malang.Nurhadi.I.A.Pengantar pendidikan. 2002.Penelitian Program Tindakan Kelas(PTK). MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA MATEMATIKA DAN BAHASA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODE PEMBELAJARAN INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 112268 .2003.Pemantapan Kemampuan Profesional (panduan).Dina.Abid.2002.I. Samsudin. Materi pokok program S1 PGSD.Jakarta :Universitas Terbuka.K. Wahyudin.Materi Pokok S1 PGSD.A.UNM. Wardani. Wardani.Universitas Terbuka.Jakarta.Berbagai pendekatan pembelajaran. Jakarta :Universitas terbuka.G.G.Jakarta :Universitas Terbuka.2006.Materi pokok program S1 PGSD.Profesi Keguruan 2.2006.K.

.GUNUNG LONCENG LABUHAN BATU OLEH NAMA NIM PROGRAM POKJAR : ERNAWATI SIHOMBING : 820405929 : S1 PGSD : LABUHANBATU UTARA UNIVERSITAS TERBUKA UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH – MEDAN NOVEMBER 2011 KATA PENGANTAR Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah Pemanfaatan Kemampuan Fropesional (PKF) pada program SI PGSD Universitas Terbuka.

9 Oktober 2011 . Dra TATIK MARIANI SH. Ibu Sawiah. Bapak Zulkifli Nasution SPd. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. 4. 3.Penulis banyak mengalami kesulitan dalam pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran ini. 2. terutama karena pengalaman penulis dalam penyusunan karya ilmiah yang masih sedikit. Oleh karena kerja keras dan kesabaran penulis serta atas bimbingan dari berbagai pihak akhirnya laporan ini dapat diselesaikan tepat waktu. Yang bertindak sebagai pengamat penelitian ini. MM. LabuhanBatu Utara. Keluarga Tercinta. selaku supervisor yang membimbing penulis sejak pelaksanaan penelitian. dan Rekan Mahasiswa SI PGSD Universitas Terbuka Pokjar Labuhan Batu Utara. Penulis November 2011 ERNAWATI SIHOMBING NIM 820405929 ii RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Hari / Tanggal : Matematika : VI / I : 1 x 40 Menit : Kamis.Ma. Kepala SD Negeri 112268 Gunung Lonceng yang mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga nama yang tersebut di bawah ini : 1. Pd. yang mana telah memotivasi penulis selama melaksanakan penelitian ini. A.

Evaluasi 1. F. Kegiatan Awal pertanyaan yang berkaitan : Melakukan operasi bilangan bulat dan pemecahan masalah.A.LKS .Menyampaikan tujuan pembelajaran tentang penjumlahan berbagai bentuk pecahan. Awal :2. Kegiatan Inti .Memberikan pekerjaan rumah sarana dan sumber belajar. Kegiatan Akhir : (5 Menit ) . Sarana dan Sumber Belajar: .Menemukan hasil penjumlahan bentuk : . .Mengajukan apersepsi dengan mengajukan dengan bilangan pecahan.Siswa dapat menyelesaikan soal-soal di papan :: (5 Menit ) . . Akhir : Guru memberikan LKS dan menyuruh siswa mengerjakan soal berikut.Buku Paket Matematika kelas 6 B halaman 12 G. Kegiatan Pembelajaran 1. Proses : secara terus menerus mengamati perilaku belajar siswa dengan menggunakan lembar pengamatan. Tujuan Perbaikan diajukan guru tulis E.Siswa dapat menjawab pertanyaan yang . : ( 30 Menit ) . Kompetensi Dasar menggunakannya dalam B. Indikator pecahan D. 3. : Melakukan operasi hitung campuran yang : .Bertanya jawab tentang hasil pekerjaan siswa. Hasil Belajar melibatkan pecahan C.Siswa mengerjakan soal di papan tulis. 3. 2.Menyuruh siswa mendengar dan memperhatikan contoh penjelasan cara menyelesaikan penjumlahan bilangan pecahan.Guru mengecek kehadiran siswa . . .Menyimpulkan materi tentang penjumlahan bilangan pecahan.

9 Oktober 2011 : Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran .Ma. 3 + 1 = 5 2 = 2. A. 196102081982012002 ERNAWATI SIHOMBING NIM. 2 6 + 6 4 SAWIAH. 820405929 LEMBAR PENGAMATAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Matematika : VI / 1 : Kamis.1. Pd NIP.

Kompetensi Dasar pemecahan masalah B. 4.Siswa dapat memperoleh nilai yang baik . 16. Tujuan Perbaikan dalam mengerjakan latihan. Indikator pecahan D. 10. 9.No 1. 16 oktober 2011 : Menggunakan konsep dasar pecahan dalam : Melakukan operasi hitung campuran yang : . C. 7. 14. 2. 13. 6. 15.Menentukan hasil pengurangan bentuk : . 11.Siswa dapat menjawab pertanyaan guru . 197011301998031009 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 2 ) Mata pelajaran Kelas / Semester Waktu Hari / Tanggal A. 8. 5. 3. Hasil Belajar melibatkan pecahan. : Matematika : VI / 1 : 1 x 40 Menit : Kmais. Aspek yang Diobservasi Menggali pengetahuan awal siswa Melakukan Tanya jawab Menggunakan alat peraga Memberikan motivasi Memberikan penguatan Mengajukan pertanyaan secara klasik Memberikan kesempatan bertanya pada siswa Memberikan tugas kelompok Mengajukan pertanyaan secara individual Memberikan contoh penyelesaian soal dengan jelas Menggunakan LKS Menggunakan sumber belajar lainnya Merespon pertanyaan siswa dengan jelas Merangkum materi pelajaran Melakukan evaluasi Memberikan tugas pengayaan Kemunculan Ada Tidak Ada Komentar Pengamat ZULKIFLI NASUTION NIP. 12.

Memberi soal latihan pengurangan berbagai bentuk 3. Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Akhir rumah ) Pecahan. 9 . Evaluasi 1.Menyiapkan alat peraga diatas meja : ( 30 Menit ) .Guru mengecek kehadiran siswa .Menilai hasil pekerjaan siswa satu persatu .Melakukan Tanya jawab sesuai apersepsi . : ( 5 Menit ) . Kegiatan Awal 2. Awal 2.Memberikan tugas pengayaan ( pekerjaan menghitung F.Buku Paket Matematika kelas VI SD G. Kegiatan Inti pengurangan berbagai :: ( 5 Menit ) .Menuliskan di papan tulis contoh cara menyelesaikan soal pengurangan bilangan pecahan .Alat Peraga .4 1 . 3 7 . Proses 3. Akhir :: Membimbing siswa mengerjakan latihan.6 = 2 2 2. Sarana dan Sumber Belajar: .E. : Kerjakan soal dibawah ini 1.Menyampaikan tujuan pembelajaran tentang bentuk pecahan .

Ma. Pd SIHOMBING NIP. 196102081982012002 ERNAWATI NIM. 820405929 LEMBAR PENGAMATAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Matematika : VI / 1 : Kamis.Mengetahui : Kepala SDN 112268 G.Lonceng MAHASISWA SAWIAH. 16 Oktober 2011 : Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran . A.

2. Aspek yang Diobservasi Menggali pengetahuan awal siswa Melakukan Tanya jawab Menggunakan alat peraga Memberikan motivasi Memberikan penguatan Mengajukan pertanyaan secara klasik Memberikan kesempatan bertanya pada Kemunculan Ada Tidak Ada Komentar siswa Memberikan tugas kelompok Mengajukan pertanyaan secara individual Memberikan contoh penyelesaian soal dengan jelas Menggunakan LKS Menggunakan sumber belajar lainnya Merespon pertanyaan siswa dengan jelas Merangkum materi pelajaran Melakukan evaluasi Memberikan tugas pengayaan Pengamat ZULKIFLI NASUTION NIP. 8.No 1. 29 Oktober 2011 : Melakukan operasi bilangan yang melibatkan pemecahan masalah. 12. B. 5. Kompetensi Dasar pecahan dalam : Matematika : VI / I : 1 x 40 Menit : Rabu. Hasil Belajar : Melakukan operasi hitung campuran bilangan pecahan C. 11. 197011301998031009 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 3 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Hari / Tanggal A. 6. 3. 9. 10. 7. 4. 16. 14. Indikator : .Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan berbagai bentuk . 13. 15.

2 = 2. Tujuan Perbaikan pertanyaan guru benar. E.Menanyakan kepada siswa cara .Buku Paket Matematika kelas 5 SD G. Sarana dan Sumber Belajar: .Siswa aktif memberikan tanggapan terhadap . 2.Mengerjakan soal yang diberikan dalam diskusi kelompok .Memandu siswa mengerjakan soal .Membagi kelompok siswa .Guru mengecek kehadiran siswa .Memberuikan tugas pengayaan ( pekerjaan .Melakukan apersepsi menyampaikan tujuan penjumlahan dan pengurangan bentuk pecahan.D.Menyimpulkan materi pelajaran . 3 + 1 rumah ) F. Kegiatan Inti menyelesaikan soal : ( 30 Menit ) . Proses 3.Alat peraga .Siswa dapat menyelesaikan soal dengan :: ( 5 Menit ) .Memeriksa dan menilai hasil pekerjaan kelompok. : . 3. Awal 2. Kegiatan Awal pembelajaran tentang pecahan. Kegiatan Pembelajaran 1. 1 + 5 .1 = 2 4 6 3 5 2 .Menuliskan dipapan tulis . Evaluasi 1. Akhir : :: Membimbing siswa mengerjakan soal : Kerjakan soal-soal dibawah ini 1. Kegiatan Akhir : ( 5 Menit ) .Membimbing kelompok diskusi mengerjakan soal .

Ma.Lonceng MAHASISWA SAWIAH. A.Mengetahui : Kepala SDN 112268 G. 820405929 LEMBAR PENGAMATAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal : Matematika : VI / 1 : Rabu. 196102081982012002 ERNAWATI NIM. Pd SIHOMBING NIP. 29 Oktober 2011 .

Kompetensi Dasar : Menulis surat resmi (dinas) atau surat tidak resmi dengan pemakaian Bahasa Indonesia. 5. C. 2. Tujuan Perbaikan : . 12. 10. Aspek yang Diobservasi Menggali pengetahuan awal siswa Melakukan Tanya jawab Menggunakan alat peraga Memberikan motivasi Memberikan penguatan Mengajukan pertanyaan secara klasik Memberikan kesempatan bertanya pada siswa Memberikan tugas kelompok Mengajukan pertanyaan secara individual Memberikan contoh penyelesaian soal dengan jelas Menggunakan LKS Menggunakan sumber belajar lainnya Merespon pertanyaan siswa dengan jelas Merangkum materi pelajaran Melakukan evaluasi Memberikan tugas pengayaan Kemunculan Ada Tidak Ada Komentar Pengamat ZULKIFLI NASUTION NIP. 7. 4. 14.No 1. 3. 13 Oktober 2011 A. Indikator : . Hasil Belajar : Menulis surat dinas dengan memperhatikan pilihan kata sesuai dengan alamat surat. 6. 11.Siswa dapat membuat surat resmi . 8.Mampu membedakan surat resmi dan tidak resmi D. B. 16. 15. 9. 197011301998031009 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : VI / I Waktu : 1 x 40 Menit Hari / Tanggal : senin. 13.

Kegiatan Inti kepada siswa .Buku Paket Bahasa Indonesia kelas 6 SD G. 3. A.Memperlihatkan dua jenis contoh surat : : ( 5 Menit ) . Awal :2. Kegiatan Akhir : ( 5 Menit ) .Menyampaikan tujuan pembelajaran tentang menulis surat resmi dan 2.Menyimpulkan materi pelajaran F.Lonceng MAHASISWA SAWIAH. 196102081982012002 ERNAWATI NIM. Jelaskan perbedaan surat resmi dan tidak resmi 3. Kegiatan Awal sudah diajarkan sebagai apersepsi. : ( 30 Menit ) . Proses : Mengamati siswa berdiskusi 3. Sarana dan Sumber Belajar: .Menjelaskan pengertian surat resmi dan tidak resmi . 820405929 . Evaluasi : 1.Guru mengecek kehadiran siswa .. Pd SIHOMBING NIP. Kegitan Pembelajaran 1. Akhir : 1.Ma. Mengapa kita perlu berkomunikasi melalui surat tidak resmi. .Melakukan Tanya jawab dengan materi yang Mengetahui : Kepala SDN 112268 G.Siswa dapat membedakan surat resmi dan tidak resmi E.Contoh surat resmi dan tidak resmi .Secara berkelompok (diskusi) guru menyuruh siswa menemukan perbedaan kedua jenis surat. Jelaskan apa fungsi surat 2.

13 Oktober 2011 : Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran .LEMBAR PENGAMATAN ( Siklus 1 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia : VI / 1 : Senin.

Kompetensi Dasar dengan pemakaian bahasa : Bahasa Indonesia : VI / I : 1 x 40 Menit : Senin. 13. 10. 5. 4. 11. 3. 20 Oktober 2011 : Menulis surat resmi dan surat tidak resmi . 2. 19701130199803100 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN ( Siklus 2 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Waktu Hari / Tanggal A. 7. 6. 16. 8.No 1. 15. 14. 9. Aspek yang Diobservasi Menggali pengetahuan awal siswa Melakukan Tanya jawab Menggunakan alat peraga Memberikan motivasi Memberikan penguatan Mengajukan pertanyaan secara klasik Memberikan kesempatan bertanya pada siswa Memberikan tugas kelompok Mengajukan individual Memberikan contoh penyelesaian soal dengan jelas Menggunakan LKS Menggunakan sumber belajar lainnya Merespon pertanyaan siswa dengan jelas Merangkum materi pelajaran Melakukan evaluasi Memberikan tugas pengayaan pertanyaan secara Kemunculan Ada Tidak Ada Komentar Pengamat ZULKIFLI NASUTION NIP. 12.

Siswa aktif berdialog dengan guru . .Menyimpulkan materi pelajaran (hasil . Evaluasi : 1.Buku Paket Bahasa Indonesia kelas 6 SD G.Menyampaikan tujuan pembelajaran tentang perbedaan bahasa surat 2. Akhir : 1. : Menulis surat resmi dan tidak resmi dengan sesuai alamat yang dituju. . Awal :2. : (30 Menit ) . Proses : Mengamati siswa berdiskusi menemukan perbedaan bahasa surat resmi dan tidak resmi. Bagaimanakah pemakaian tidak resmi ? resmi dan tidak resmi. Tujuan Perbaikan E.Mengajak siswa mengamati contoh surat diskusi) F. Hasil Belajar memperhatikan pilihan kata C. Kegiatan Inti resmi dan tidak resmi yang diberikan guru.B. 3.Mengajukan pertanyaan tentang surat sebagai .Membimbing siswa membedakan bahasa surat resmi dan tidak resmi. Indikator tidak resmi.Siswa memperoleh nilai baik dalam menulis : ( 5 Menit ) . Sarana dan Sumber Belajar: .Guru mengecek kehadiran siswa .Setiap perwakilan kelompok disuruh membacakan hasil diskusinya di 3. : .Contoh surat resmi dan tidak resmi . : ( 5 Menit ) . Bagaimanakah pemakaian surat resmi ? 2.Mampu membedakan bahasa surat resmi dan : .Guru menugasi siswa melakukan siswa diskusi kelompok untuk mengomentari perbedaan pemakaian bahasa surat resmi dan tidak resmi. Kegiatan Akhir depan kelas. D. . Kegiatan Awal apersepsi Indonesia yang baik dan benar.

196102081982012002 ERNAWATI NIM.Ma. 20 Oktober 2011 : Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran . A.Mengetahui : Kepala SDN 112268 G. 820405929 LEMBAR PENGAMATAN ( Siklus 2 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia : VI / 1 : Senin. Pd SIHOMBING NIP.Lonceng MAHASISWA SAWIAH.

8. Aspek yang Diobservasi Menggali pengetahuan awal siswa Melakukan Tanya jawab Menggunakan alat peraga Memberikan motivasi Memberikan penguatan Mengajukan pertanyaan secara klasik Memberikan kesempatan bertanya pada siswa Memberikan tugas kelompok Mengajukan pertanyaan Kemunculan Ada Tidak Ada Komentar secara individual Memberikan contoh penyelesaian soal dengan jelas Menggunakan LKS Menggunakan sumber belajar lainnya Merespon pertanyaan siswa dengan jelas Merangkum materi pelajaran Melakukan evaluasi Memberikan tugas pengayaan Pengamat ZULKIFLI NASUTION NIP. 7. 10. 15. 14. 16. 11. Kompetensi dasar resmi dengan pemakaian B. 6. 2. 197011301998031009 RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN (Siklus 3) Mata pelajaran Kelas /Semester Waktu Hari /tanggal A. Hasil belajar pilihan kata sesuai dengan C. : − Mampu menulis contoh surat resmi dan tidak . 5.No 1. 9. 3. : Bahasa Indonesia : VI /I : 1x 40 menit : Senin 27 Oktober 2008 : Menulis surat resmi (Dinas) dan surat tidak Bahasa Indonesia . 13. 12. 4. Indikator resmi. : Menulis surat resmi dengan memperhatikan alamat yang dituju.

2. mengomentari dan menilai hasil pekerjaan siswa 3 . Buatlah sebuah surat resmi kepada Kepalasekolah dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ! 2. Kegiatan inti : (30 menit) − Menyuruh siswa membuat contoh surat resmi dan tidak resmi. :− : (5 menit) − Guru mengecek kehadiran siswa − Mengajukan pertanyaan tentang surat sebagai apersepsi − Menyampaikan tujuan pembelajaran tentang perbedaan bahasa surat resmi dan tidak resmi. − Membimbing siswa mengerjakan tugas − Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa − Memeriksa. Kegiatan awal : − Siswa mampu menulis surat resmi dan tidak − Siswa memperoleh nilai yang baik dalam tidak resmi. Kegiatan pembelajaran 1. Evaluas 1 .D. Akhir : 1. Awal : − 2 . Tujuan Perbaikan resmi menulis surat resmi dan E .Lonceng MAHASISWA . Proses : Mengamati siswa menulis surat resmi dan tidak resmi 3 . Buatlah sebuah surat tidak resmi (surat pribadi) kepada Sahabatmu ! Mengetahui : Kepala SDN 112268 G. Kegiatan akhir : (5 menit) − Menyimpulkan materi pelajaran F Sarana dan sumber belajar : − Contoh surat resmi dan tidak resmi − Buku paket Bahasa Indonesia kelas 6 SD G .

27 Oktober 2011 : Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran .SAWIAH. Pd SIHOMBING NIP. 820405929 LEMBAR PENGAMATAN ( Siklus 3 ) Mata Pelajaran Kelas / Semester Hari / Tanggal Fokus Observasi : Bahasa Indonesia : VI / 1 : Senin. A. 196102081982012002 ERNAWATI NIM.Ma.

8. 3. 14. 10. 16. 4. 12. Aspek yang Diobservasi Menggali pengetahuan awal siswa Melakukan Tanya jawab Menggunakan alat peraga Memberikan motivasi Memberikan penguatan Mengajukan pertanyaan secara klasik Memberikan kesempatan bertanya pada siswa Memberikan tugas kelompok Mengajukan pertanyaan secara individual Memberikan contoh penyelesaian soal dengan jelas Menggunakan LKS Menggunakan sumber belajar lainnya Merespon pertanyaan siswa dengan jelas Merangkum materi pelajaran Melakukan evaluasi Memberikan tugas pengayaan Kemunculan Ada Tidak Ada Komentar Pengamat ZULKIFLI NASUTION NIP. 15. 13. 9. 6. 11.No 1. 7. 5. 2. 197011301998031009 Lampiran Daftar nilai setiap siklus mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama siswa Lailan Khoiroh Putra Abi Masum Ganda Sinandongan Nurafni Faujiah Siti Khadijah Mei Aflah Anggi Syahputra Indra Alamsyah 1 55 60 50 50 75 55 70 60 Matematika Siklus 2 3 60 65 75 80 60 65 60 65 75 80 60 65 75 80 65 70 Bahasa indonesia Siklus 1 3 3 60 65 65 60 65 70 70 70 80 65 70 70 70 75 80 55 65 70 60 65 70 55 60 65 .

112268 Gunung Lonceng .66 65 70 70 70 65 65 70 70 75 60 70 65 75 70 70 70 80 80 75 60 65 70 68.16 80 75 75 70 65 70 80 80 80 80 65 75 80 70 75 85 80 70 70 70 70 75 73. Habibi Muhammad Yamin Alwi Sagala Bagus Herianda Dedi Syahputera Dosmanita Ayu Lestari Muhammad Arif Indah Permata Sari Toufik Hidayat Sri Astutik Yogi Afriansyah Alwi Sagala Jeni Maghdalena Abdul Karim Munte Amelia Mayang Sari Miya Ansari Zahara Ernawati Asnan Tanjung Herman Pelani Nilai rata-rata 65 65 60 50 55 55 60 70 To 60 55 50 70 60 60 75 70 60 50 50 60 65 60.9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Siti Kholijah Aji Kurniaku Lili Herawati M.66 60 60 65 60 55 60 60 65 60 55 60 55 65 60 60 65 70 70 60 55 60 60 61.8 3 60 65 75 80 75 80 80 85 85 70 75 70 80 75 75 80 85 85 80 75 70 75 75.33 SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama NIM UPBJJ-UT : ERNAWATI SIHOMBING : 820405929 : MEDAN Menyatakan bahwa : Nama Tempat mengajar : ZULKIFLI NASUTION : SD No.1 6 70 65 65 60 65 60 70 75 75 75 70 60 60 65 70 80 75 65 60 65 65 70 67.

A. 197011301998031009 ERNAWATI SIHOMBING NIM.A. Gunung lonceng.Pd Nip. SD. 7 November2011 Teman sejawat Yang membuat pernyataan Mahasiswa ZULKIFLI NASUTION NIP.Ma.Guru kelas : VI Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan. 196102081982012002 . 11226Gunung Lonceng SAWIAH. yang merupakan tugas mata kuliah PGSD4412 Pemantapan Kemampuan Propesional (PKP). Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. 820405929 Mengetahui K.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->