Sesuai dengan struktur makalah ilmiah, batang tubuh yang dimaksud adalah terdiri dari: Pendahuluan 1.

Di dalam tambahan ditulis latar belakang singkt dari judul, yaitu kondisi-kondisi atau gejala-gejala yang muncul secara kronologis, alasan pemilihan judul, tujuan, manfaat, dan sebagainya. 2. Di dalam kegiatan tambahan dengan topik tersendiri dikemukakanhal-hal atau masalah-masalah yang ada. Isi Makalah 1. Di dalam makalah ditulis tindakan yang telah dilakukan, hal ini ditulis bila penulis melakukan tindakan-tindakan khusus dalam rangka berusaha memecahkan masalah, misalnya pengamatan lapangan atau melalui penelahaan keputusan atau hasil penelitian yang ada. 2. Evaluasi dan / atau pembahasan ditulis pula dalam isi makalah yaitu uraian buah pikiran penulis tentang apa saja yang telah diuraikan sebelumnya dengan cara berpikir deduktif dan induktif. Simpulan dan Saran 1. Simpulan pada bab yang terakhir ini biasanya hanya merupakan resume atau singkatan dari hasil-hasil evaluasi dan / atau pembahasan yang ada. 2. Saran-saran yang diajukan adalah tentang yang berhubungan dengan tindakantindakan dalam pemecahan masalah yang diuraikan secara singkat. Karena itu, saran-saran harus bersifat operasional. Daftar Pustaka. Daftar pustaka adalah bagian akhir dari struktur karya tulis ilmiah termasuk makalah.Tujuan utama daftar pustaka adalah memberi informasi tentang dari mana orang menemukan sumber.Daftar pustaka ditulis menurut abjad nama penulis tanpa mencantumkan gelar dan nomor urut. Hal-hal yang disebutka dalam daftar pustaka dan cara penulisannya sebagai berikut: 1. Untuk Buku, ditulis secara berurut sebagai berikut: o Nama penulis o Tahun penerbit o Judul buku o Tempat penerbitan o Nama penerbit Contoh: Beeby CER 1982. Pendidika Di Indonesia Penilaian Dan Perencanaan. Jakarta: LP3ES. George, Terry R. 1977. Principle of Management. Illions: Ichard D Irwin. Inc. 2. Untuk Jurnal, Bulletin, Majalah o Nama penulis o Tahun o Judul tulisan o Nama jurnal

sedangkan penulis buku tersebut juga mengutip dari sumber lain. berpendapat bahwa belajar adalah proses tingkah laku yang ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. 2. dan pendidikan yang tepat adalah cara yang paling baik dalam proses pembentukan idividu dalam masyarakat (Mudi Yusuf. Kutipan langsung yang panjangnya lebih dari empat baris. diberi identitas sumber yang dikutip dengan menuliskan nama keluarga penulis. Kutipan tidak langsung ditulis biasa sebagai bagian teks. Jika tidak perlu benar. Tahun II No. tahun terbitan. 1982: 12). penulis dianjurkan untuk merumuskan kutipan tidak langsung dan bukan kutipan langsung. diketik dengan jarak satu spasi. Kutipan Tidak Langsung Kutipan yang telah dirumuskan kembali oleh peneliti (penulis) disebut kutipan tidak langsung. kutipan langsung dengan kata / kalimat yang dihilangkan. Kutipan dari kutipan Jika penulis skripsi (makalah) akan mengutip pendapat seseorang dari suatu buku sumber. 4.Jilid (dan nomor bila ada) Contoh: Siregar KS 1982. Sedangkan format danpenulisan kutipan langsung. 20. Dalam hal yang seperti ini. dan kutipan dari kutipan seperti yang diuraikan pada Buku Pedoman Penulisan Skripsi UNIVERSITAS NEGERI Surabaya (1993: 18 -19) dapat dipakai. tidak langsung. tahun terbit tanpa nomor halaman. Cara menyebutkan sumber tersebut adalah dengan menuliskan di dalam tanda kurung yaitu nama penulis. penulis skripsi o . Jika kata atau kalimat yang dihilangkan terletak pada akhir kalimat. Referensi dan Kutipan. dan tahun publikasi. bilamana perlu dicantumkan pula situs yang dikutip. sedang yang ada didalam tanda kurung adalah tahun penerbitan. di dalam tanda kurung. Kutipan Langsung Kutipan langsung adalah kutipan yang diambil dari sumber tertentu tanpa mengubah kata dan susunan kalimatnya. maka jumlah titiknya bukan tiga melainkan empat. dan nomor halaman pustaka yang dikutip. o Contoh 2: Whittaker (1970). kutipan langsung yang panjangnya empat baris atau kurang. berjarak dua spasi. kata atau kalimat yang dihilangkan diganti dengan tiga titik yang ditulis dalam jarak satu ketukan. Kadang-kadang nama penulis di sebutkan di luar tanda kurung. ditulis biasa sebagai bagian Adari teks dan diletakkan diantara dua tanda petik. ditulisakan nama keluarga penulis. peepaduan bakat yang dibawa dari lahir. tanpa tanda petik dan diikuti oleh identitas sumber yang dikutip seperti yang disebutkan diatas. Lihat contoh satu diatas pada situs ini. dan diberi takuk lima ketukan dari tepi kiri dan tepi teks. 3. 4 Hal. yaitu sebagai berikut: 1. 3. Di belakang kutipan. o Contoh 1 : Menurut teori konversi. Pendidikan tanaga Kerja Kejuruan Industri: Analisis Pendidikan. Semua sumber pustaka yang dikutip dan dijadikan referensinya harus disebutkan. Kutipan Langsung Dengan Kata atau kalimat yang Dihilangkan Terkadang penulis merasa perlu menghilangkan kata atau kalimat pada kutipan langsung.

(makalah) dianjurkan untuk mencari buku sumber utamanya. . cara menilis kutipan dari kutipan tersebut adalah sebagai berikut: Menurut Gagne. aktif. seperti yang dikutip oleh Kardi (1990:10) belajar adalah "proses internal. hasilnya berupa kemampuan". individual. Jika buku tersebut ditemukan.

. siswa. maka penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh tingkat pendidikan dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri (SDN) Desa Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun 2011. guru dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah menempati kedudukan yang sangat penting dan tanpa mengabaikan faktor penunjang yang lain. antara lain: guru. Guru sebagai ujung tombak dalam meningkatkan mutu pendidikan perlu meningkatkan diri mereka Berkaitan dengan peningkatan kemampuan guru lahirlah Surat Keputusan Mendikbud Nomor 0854/U/1989 tanggal 30 Desember 1989 yang merupakan upaya peningkatan kualitas kemampuan sumber daya manusia (SDM) pada dunia pendidikan. Dewasa ini guru SD menyadari pentingnya meningkatkan SDM dalam pendidikan. kontribusi guru adalah 36%. 1999: 178). Dengan meningkatnya kualitas guru yakni peningkatan pendidikan mereka dan meningkatnya kinerja guru dalam mengajar akan berpengaruh terhadap motivasi siswa SD dalam belajar di kelas. Dari beberapa faktor tersebut. Adakah pengaruh positif dan signifikan dari tingkat pendidikan guru terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri (SDN) Desa Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun 2011. Di 13 negara industri. waktu belajar 18% dan sarana fisik 26%. Latar Belakang Pada dasarnya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan.38% dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8. C. penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32.43%. Studi yang dilakukan Heyneman & Loxley pada tahun 1983 di 29 negara menemukan bahwa di antara berbagai masukan (input) yang menentukan mutupendidikan (yang ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa) sepertiganya ditentukan oleh guru. maka dalam penelitian dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas.PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN KINERJA GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SD NEGERI (SDN) DESA ROWOSARI KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2011 y y Posted by: amirul bahri el-pemalang on: 25/07/2011 In: Karya Ilmiyah Comment! Oleh: Amirul Bakhri (105112007) A. manajemen 23%.6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru. sedangkan manajemen 22%. guru memberi kontribusi terhadap prestasi belajar sebesar 34%.60%. waktu belajar 22% dan sarana fisik 19% (Dedi Supriadi. lingkungan pendidikan. Lengkapnya hasil studi itu adalah : di 16 negara sedang berkembang. Pembatasan Masalah Mengingat adanya berbagai macam keterbatasan yang ada pada peneliti. B. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut tersurat bahwa prasyarat bagi guru Sekolah Dasar (SD) di masa mendatang diharapkan memiliki ijazah Diploma 2 (D2) atau yang disetarakan dengan D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Bahkan mereka sanggup untuk mengeluarkan biaya sendiri yang tidak sedikit jumlahnya. kurikulum. guru sebagi subyek pendidikan sangat menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat dari semangat mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nana Sudjana (2002: 42) menunjukkan bahwa 76. dengan rincian: kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32. sarana dan prasarana. Peranan guru makin penting lagi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sebagaimana dialami oleh negara-negara sedang berkembang. Fenomena tersebut bisa kita lihat dari semangat dan banyaknya guru yang sedang menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

begitu juga sebaliknya. Sarjana Muda dan Sarjana (S1). Sementara itu. penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32. 2.60%. karena gurulah yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran di kelas. atau Geografi. Adakah pengaruh positif dan signifikan dari tingkat pendidikan guru dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri (SDN) Desa Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun 2011. Pendidikan Moral Pancasila (PMP).43%. Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Guru mempunyai pengaruh yang cukup dominan terhadap kualitas pembelajaran. Pendidikan S1 (bukan S1 PGSD) kurikulumnya tidak mengacu pada pendidikan dasar. Dengan demikian. Pelaksanaan proses belajar mengandalkan pada proses belajar mandiri dengan didukung oleh kegiatan tutorial. beberapa jenis tingkat pendidikan kurang sesuai dengan bidang tugas sebagai guru kelas di SD. D. Kinerja guru yang berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa adalah kinerja guru dalam kelas. Kinerja Guru Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran adalah variabel guru. tetapi mengacu pada pendidikan menengah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nana Sudjana (2002: 42) menunjukkan bahwa 76. oleh karena itu program ini menggunakan pendekatan pendidikan belajar jarak jauh (Depdikbud. Mereka diharapkan mengikuti program ini tanpa mengganggu dan meninggalkan tugas pokok sehari-hari. bahkan sebagai penyelenggara pendidikan di sekolah. Sejarah. Tingkat Pendidikan Guru SD Latar belakang pendidikan para guru SD terdiri dari beberapa jenjang pendidikan. atau dengan kata lain tidak meninggalkan tugas sebagai guru.38% dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8. Menurut Cruickshank. Program penyetaraan D2 adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualifikasi guru SD bagi mereka yang masih berpendidikan setingkat SLTA menjadi setingkat D2 lewat Program Penyetaraan D2 PGSD. misalnya sosial politik.6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru. kinerja guru yang mempunyai pengaruh secara langsung terhadap proses pembelajaran adalah kinerja guru dalam kelas atau teacher classrroom performance (Cruickshank. Kajian Teori 1. Faktor guru yang paling dominan mempengaruhi kualitas pembelajaran adalah kinerja guru. . Matematika. walaupun mereka ditugaskan untuk belajar tetapi masih tetap diwajibkan untuk melaksanakan tugas. latar belakang pendidikan S1 di SD pada saat ini masih banyak yang belum relevan dengan bidang pengajaran di SD. Mereka hanya mempunyai satu keahlian bidang studi. Bahasa Indonesia. akan mampu meningkatkan sikap dan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan kurikulum SD. Ekonomi. 3. di antara berbagai masukan (input) yang menentukan mutu pendidikan (yang ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa) sepertiganya ditentukan oleh guru. Melalui program ini diharapkan para guru SD dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan profesi guru melalui peningkatan akademis dari setingkat SLTA menjadi setara D2 tanpa meninggalkan tugas sehari-hari sebagai seorang guru. Di antaranya adalah D2. dengan rincian: kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32. 1994: 45). 1992). 1993 :44). Berdasarkan pendapat tersebut di atas diketahui bahwa kinerja guru merupakan faktor yang dominan dalam menentukan kualitas pembelajaran. Sasaran dari program penyetaraan adalah meningkatkan kualitas dan kemampuan guru SD agar dapat melaksanakan tugas sesuai dengan pola hidup dan pola pikir manusia yang selaras dengan perkembangan ilmu dan teknologi (Depdikbud. Menurut Dedi Supriadi (1999: 178). Pendidikan ini memang tidak mempersiapkan sebagai guru kelas melainkan sebagai guru bidang studi pada pendidikan menengah. Artinya kalau guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran mempunyai kinerja yang bagus. Adakah pengaruh positif dan signifikan dari kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa SD Negeri (SDN) Desa Rowosari Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun 2011. Administrasi Pendidikan.2. 1990: 5). Kurikulum jenjang pendidikan ini sebenarnya untuk mendidik guru profesional jenjang sekolah menengah (Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) & Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) dengan spesialis pada bidang studi tertentu (Gaffar.

Suryadi Prawirosentono (1999: 2) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam rangka upaya mencapai tujuan secara legal. Dunia kerja guru yang sebenarnya adalah membelajarkan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Pendapat tersebut menunjukkan bahwa kinerja merupakan perwujudan dar kemampuan dalam bentuk karya nyata. Esensi dari kinerja guru tidak lain merupakan kemampuan guru dalam menunjukkan kecakapan atau kompetensi yang dimilikinya dalam dunia kerja yang sebenarnya. Rumusan tersebut difokuskan pada kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. seorang guru yang memiliki kompetensi yang baik belum tentu memiliki kinerja yang baik. Menurut Muhammad Arifin (2004: 9). Kinerja dalam kaitannya dengan jabatan diartikan sebagai hasil yang dicapai yang berkaitan dengan fungsi jabatan dalam periode waktu tertentu (Kane. artinya untuk memiliki kinerja yang baik guru harus didukung dengan kompetensi yang baik. Berdasarkan ungkapan tersebut di atas berarti kinerja guru (teacher performance) berkaitan dengan kompetensi guru. kompetensi guru terdiri dari: a) kompetensi pedagogik. tenaga kependidikan. kinerja guru merupakan perwujudan kompetensi guru yang mencakup kemampuan dan motivasi untuk menyelesaikan tugas dan motivasi untuk berkembang. senang dengan kegiatan pembelajaran yang diikuti. stabil. dan merasa mudah memahami materi yang disajikan oleh guru. Keempat kompetensi tersebut yang mempengaruhi kinerja guru dalam kelas secara langsung adalah kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Adapun rumusan kompetensi guru SD yang mempengaruhi kinerja guru dalam kelas adalah: a. Oleh karena itu. kinerja dipandang sebagai hasil perkalian antara kemampuan dan motivasi. Tanpa memiliki kompetensi yang baik seorang guru tidak akan mungkin dapat memiliki kinerja yang baik. orangtua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. mampu membimbing dan mengarahkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa akan memiliki semangat dalam belajar. dewasa. Sementara itu. Kinerja guru sama dengan kompetensi plus motivasi untuk menunaikan tugas dan motivasi untuk berkembang. Menurut pasal 28 ayat 3 PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan pasal 10 ayat 1 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan. Orang akan mengerjakan tugas yang terbaik jika memiliki kemauan dan keinginan untuk melaksanakan tugas itu dengan baik. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. c) kompetensi profesional. mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik. menguasai bidang studi atau bahan ajar. mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan baik. Kemampuan menunjuk pada kecakapan seseorang dalam mengerjakan tugas-tugas tertentu. d) kompetensi sosial. sementara motivasi menunjuk pada keingingan (desire) individu untuk menunjukkan perilaku dan kesediaan berusaha. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kinerja guru adalah kemampuan guru untuk mendemontrasikan berbagai kecakapan dan kompetensi yang dimilikinya (Depdiknas. akan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. tetapi merupakan perwujudan dari bakat atau kemampuan itu sendiri.Meningkatnya kualitas pembelajaran. arif dan berwibawa. kinerja bukan merupakan karakteristik seseorang. b) kompetensi kepribadian. Menurut Kane (1986:237). perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. 2004 : 11). seperti bakat atau kemampuan. 1986:237). sesama pendidik. . Istilah kinerja dimaksudkan sebagai terjemahan dari istilah ³performance´. Sebaliknya. Hal ini dapat dipahami karena guru yang mempunyai kinerja bagus dalam kelas akan mampu menjelaskan pelajaran dengan baik. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disusun rumusan kompetensi guru SD yang mempengaruhi kinerja guru dalam kelas. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman peserta didik.

and persistence in activities. yaitu motivasi mendorong meningkatnya semangat dan ketekunan dalam belajar. Ormrod menguraikan bagaimana pengaruh motivasi terhadap kegiatan belajar sebagai berikut. mengarahkan dan menentukan atau memilih perilaku. Kebutuhan seperti itu akan dapat mendorong individu aktif berbuat untuk memenuhinya. McClelland (1977: 28) menjelaskan bahwa perilaku manusia sangat berkaitan dengan . Teori ini mengatakan bahwa motif atau dorongan untuk berbuat timbul karena adanya rangsangan yang kuat. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberi gairah. kemauan dan keinginan yang menyebabkan timbulnya suatu perasaan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan. seperti makan dan minum. Itincreases initiation of. Pengertian tersebut memandang motif dan motivasi dalam pengertian yang sama karena definisinya mengandung pengertian sebagai konsep. The survival motive model atau motif yang dipakai untuk mempertahankan kelangsungan hidup. sebagai pendorong serta menggambarkan tujuan dan perilaku. 3. McClelland berasumsi bahwa setiap orang memiliki situasi-situasi afeksi yang menjadi dasar dari semua motif. Motif muncul karena adanya perubahan situasi afeksi individu. Woolfolk & Nicolich (1984: 270). The stimulus pattern model merupakan motif yang didasarkan pada pola rangsangan di dalam suatu situasi. c. Salah satu indikator kualitas pembelajaran adalah adanya semangat maupun motivasi belajar dari para siswa. yaitu: 1) the survival motive model. Motivation has several effect on students¶ learning and behavior:It directs behavior toward particular goal. 2) the stimulus intensity model. Teori ini menyatakan bahwa motif timbul bila rangsangan situasi selaras dengan harapan dan tantangan organisme. McClelland (1977: 13 ± 30) mengemukakan empat model motif. Manullang (1991: 34) menyatakan bahwa motif adalah suatu faktor internal yang menggugah. menguasai metode dan strategi pembelajaran. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan biologis. menguasai pengelolaan pembelajaran. mengarahkan dan mengintegrasikan tingkah laku seseorang yang didorong oleh kebutuhan. Dalam pengertian umum. rangsangan atau situasi yang dihadapi individu dipasangkan dengan keadaan afeksi individu. It lead to improved performance (Ormrod. McClelland dalam Teevan dan Birney (1964: 98) mengartikan motif sebagai suatu dorongan yang menggerakan. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar siswa memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap keberhasilan proses maupun hasil belajar siswa. Motivasi memiliki pengaruh terhadap perilaku belajar siswa. menguasai penilaian hasil belajar siswa. The stimulus intensity model merupakan motif yang bersumber pada tingkat rangsangan yang dihadapi individu. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar yang pada akhirnya akan mampu memperoleh prestasi yang lebih baik. sedangkan motivasi adalah kondisi yang muncul dalam diri individu yang disebabkan oleh interaksi antara motif dengan kejadian-kejadian yang diamati oleh individu. Ini berarti agar timbul dorongan untuk berbuat harus ada rangsangan yang kuat. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motif merupakan suatu potensi yang ada pada individu yang sifatnya laten atau potensi yang terbentuk dari pengalaman. e. 2003: 368 -369). d. menyatakan bahwa motivasi pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan.b.It enhances cognitive processing. Lebih lanjut. dan 4) the affective arousal model. sehingga mendorong mengaktifkan perilaku menjadi tindakan nyata.It leads to increased effort and energy. memahami karakteristik peserta didik. maka akan menimbulkan pertentangan respon yang mengarah pada kekecewaan. 3) the stimulus pattern model. Motif ini bersumber pada kebutuhan-kebutuhan individu untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. The affective arousal model adalah teori motif yang mendasarkan diri pada pembangkitan afeksi. dan bilamana rangsangan situasi berlawanan dengan harapan individu. motivasi merupakan daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas guna mencapai tujuan tertentu.

McClelland (1987: 4) mengembangkan teori motivasinya sampai pada bentuk-bentuk pengembangan motivasi berprestasi (N-Ach) yang sangat populer. Harapan seseorang terbentuk melalui belajar. Mereka yang memiliki motivasi tinggi memiliki ciriciri sebagai berikut: 1) memperlihatkan berbagai tanda aktivitas fisiologis yang tinggi. yang terdiri dari kelas1. Konsumen dalam jasa pendidikan salah satunya adalah siswa. yang dikirim ke masing-masing responden. Angket yang digunakan adalah model angket tertutup. baik untuk tingkat pendidikan guru. Responden diminta untuk menyatakan kesetujuan atau tidak kesetujuannya terhadap isi pertanyaan dalam lima macam kategori . Responden pengumpulan data adalah siswa. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling.harapan (expectation). guru SD yang berpendidikan tinggi atau setara. Untuk memperoleh data tersebut. Metode Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) seluruh desa Rowosari kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang. Standar tersebut bisa berasal dari tuntutan orang lain atau lingkungan tempat seseorang dibesarkan. 4) memiliki tanggung jawab secara pribadi atas kinerjanya. khususnya di kalangan enterpreneur. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kepemimpinan guru terhadap kualitas mengajar. dan merasa mudah memahami materi yang disajikan oleh guru. digunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert. 6) inovatif mencari hal-hal yang baru dan efisien untuk peningkatan kinerjanya. mampu membimbing dan mengarahkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa akan memiliki semangat dan motivasi dalam belajar. G. Kerangka Pikir Tingkat pendidikan dan kinerja guru dalam kelas merupakan faktor yang dominan dalam menentukan motivasi belajar siswa serta kualitas pembelajaran. Skala ini berisi seperangkat pernyataan yang merupakan merupakan pendapat mengenai objek. Hipotesis Dari data-data di atas. Dari sejumlah kelas yang ada kemudian diundi untuk menentukan kelas sampel. akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Siswa dianggap sebagai pihak yang paling banyak mengetahui tentang kinerja guru dalam kelas. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara tingkat pendidikan guru dengan motivasi belajar siswa. 5) menyukai umpan balik berupa penghargaan dan bukan insentif untuk peningkatan kinerjanya. memecahkan masalah maupun mempelajari suatu kecakapan. 3 dan. 3) berorientasi pada keberhasilan dan sensitif terhadap tanda-tanda yang berkaitan dengan peningkatan prestasi kerja. begitu juga sebaliknya. Suatu harapan akan selalu mengandung standar keunggulan (standard of exellence). Artinya kalau guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi dan kinerja yang bagus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket. Angket digunakan untuk mengungkap data tentang kinerja guru dan motivasi belajar siswa. F. mengerjakan suatu tugas. E. mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik. maka akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. kelas 5. dengan adanya kinerja guru yang meningkat akan mempengaruhi kualitas guru dalam mengajar. kinerja guru maupun motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil undian diperoleh hasil kelas 8 sebagai kelas sampel. Penggunaan siswa sebagai responden untuk pengumpulan data tingkat pendidikan dan kinerja guru didasarkan pada asumsi bahwa proses pembelajaran dianggap sebagai sebagai sebuah produk jasa pendidikan yang harus berorientasi pada kepuasan konsumen (customer satisfaction). standar keunggulan dapat merupakan kerangka acuan bagi seseorang pada saat ia belajar. McClelland berhasil merumuskan ciri±ciri operasional perilaku individu yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan individu dengan motivasi berprestasi rendah. 2) menunjukkan kewaspadaan yang tinggi. Oleh karena itu. Pertanyaanpertanyaan ini sebagian besar mengandung pendapat positif dan negatif. artinya responden tinggal memilih alternatif yang telah disediakan. Begitu juga dengan kinerja guru. Adapun dari ketiga kelas tersebut diperoleh 130 siswa sebagai sampel penelitian. senang dengan kegiatan pembelajaran yang diikuti. Hal ini dapat dipahami karena guru yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi dan kinerja bagus dalam kelas akan mampu menjelaskan pelajaran dengan baik. mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan baik.

744 0.833 3.043 Signifikan . Berdasarkan hasil analisis menunjukkan instrumen dinyatakan valid karena memiliki Koefisien Alpha lebih besar dari 0. Rangkuman Analisis Varian Sum-ber Jumlah Kua-drat (JK) Derajat Kebeba-san (DK) Rerata Kua-drat (RK) F F-Kritis Pada Taraf Signifik-ansi 50% Kesimpu-lan Regresi 34.7 (Kaplan. bila nilai X2 naik satu tingkat) 4.917 47 0.484 X1 0.X2 = -3.580 49 Variable Dependen (Y) : Kualitas Mengajar 5.805 X1 + 0. tinggi (T).240 0.266 47 2. akan mendapatkan nilai sesuai dengan arah pernyataan sebagaimana dalam tabel berikut: Arah Pernyataan ST T TT R SR Positif 5 4 3 2 1 Negatif 1 2 3 4 5 Validitas instrumen dalam penelitian ini digunakan validitas konstruk (construct validity) atau ada juga yang menyebut dengan istilah logical validity.jawaban yaitu sangat tinggi (ST).012 Signifikan 3. bila nilai X1 naik satu tingkat) b2 = slop / regresi (nilai kenaikan / penurunan Y.282 0.000 4. Persamaan Regresi Y¶= a + b1.740 3.567 0. Statistik Deskriptif Variable N Ter-tinggi Teren-dah Re-rata Va-rian Sim-pang Baku Ga-lat Baku Motivasi Belajar (Y) 50 5. sekurangkurangnya 0.833 X2 Y¶ = nilai Y yang diprediksikan dari nilai X1 dan X2 a = intersep (nilai Y bila nilai X = 0) b1 = slop / regresi (nilai kenaikan / penurunan Y.644 1.000 3. Uji reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan pengujian internal consistency dengan teknik Alpha Cronbach.000 3. apabila nilai ´r´ >0. Koefisien Regresi Model b t d. 1984:28).376 4. dapat dilihat dalam tabel-tabel di bawah ini yaitu sebagai berikut: 1. Hasil Penelitian Hasil penelitian tentang pengaruh antara tingkat pendidikan guru dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) seluruh desa Rowosari kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang. rendah (R). tidak tahu (TT).043 Signifikan Kinerja 0. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa dari 47 butir instrumen 3 butir dinyatakan tidak valid.663 2 17. Instrumen kinerja guru memiliki Koefisien Alpha = 0. t-Kritis pada taraf signf.000 1.805 4. H.105 Kinerja (X2) 50 5.9299.181 Tingkat Pendidikan (X1) 50 5.653 4.000 3.780 1.139 47 2.977 Total 80.k.8965.195 Signifikan Residu 45. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai koefisien Alpha Cronbach.012 Signifikan X2 0. 1982: 106).7. Sumbangan Pada Varian ³Motivasi Belajar´ Sumbangan Variable R Kua-drat F F-Kritis Pada Taraf Signifi-kansi 50% Kesimpulan Tingkat Pendidikan 0.X1 + b2.331 17.080 2.322 0. Pengujian validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor dengan cara menghitung koefisien korelasi (r) antara skor butir dengan skor total.484 + 0.000 4.222 13.301 20. Setiap jawaban yang diberikan. sangat rendah (SR).620 0. instrument motivasi belajar siswa memiliki Koefisien Alpha = 0. 50% Kesimpu-lan Konstan (a) -3. Kriteria yang dijadikan dasar untuk melihat valid tidaknya sebuah butir instrumen adalah dengan melihat besarnya nilai ´r´ antara skor butir dengan skor total dengan ketentuan.3 berarti nomor butir tersebut dinyatakan valid (Fernandes.553 0.

Gaffar. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.. Nana Sudjana. Adanya pengaruh yang sanagt tinggi antara tingkat pendidikan guru terhadap motivasi belajar siswa SDN seluruh desa Rowosari kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang yaitu sebesar 20%. Performance assessment (pp. Bandung: University Press. Muhammad Arifin Ahmad. Jakarta: Prentice Hall Inc.129 10. (1990). Inc. Adanya pengaruh yang tinggi antara kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa SDN seluruh desa Rowosari kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang sebesar 13%. tidak diterbitkan.).R.047 Signifikan Tingkat Pendidikan Setelah Kinerja 0. Research That Informs Teachers and Teacher Educators. Jakarta: Universitas Terbuka. J. Terj. (2003). J. Baltimore: The Johns Hopkins University Press Manullang. (1985). Yulk. 2. W. Adanya pengaruh yang cukup tinggi antara tingkat pendidikan guru dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa SDN seluruh desa Rowosari kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang sebesar 17%. Menjadi Guru Profesional. Disertasi doktoral. Leadership in Organization (Kepemimpinan Dalam Organisasi). Educational Psychology.047 Signifikan I. Depdikbud. (1987). McClelland. Sahertian. Panduan Pemantapan Pengalaman Lapangan. Developing Learners. Pengembangan Motivasi Berprestasi. & Nicolich. Inc. (2002). Bandung: Remaja Rosda Karya. The Human Side of Interprises.A.430 17. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. F. Kesimpulan Dari penelitian tentang pengaruh tingkat pendidikan guru dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa SDN seluruh desa Rowosari kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Departemen Pendidikan Nasional. (1977).Mc. (1999). Program Penyetaraan D-II Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Jakarta. Timpe A. (Eds). Bagian Proyek P2TK. Gregor. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Udaya. R. (1990). Dalam Berk. New York: McMillan Publishing Co. D. Bandung: Sinar Baru.740 3.A. (2004). Bennis. Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia. Semarang: IKIP Semarang Pers. Bloomington: Phi Delta Kappa Educational Foundation. G. M. Cune L. (1999). (1994). Jakarta: Pusat Produktivitas Nasional. Merrill: Pearson Education. 237-273). Soelaiman. Educational Psychology For Teachers. Englewood Cliffs : Prentice Hill Inc. San Fransisco: Jossey Bass Publisher. Visionary Lead. & Sahertian. (1993). (1960). Dale. (1979). Pengantar Teori dan Praktek Pengajaran. New York: Kend Publishing Inv. The Art and Science of Bussiness Management Leadership. Ormrod. (4d ed. (1992). Pengembangan Perangkat Penilaian Kinerja Guru. dan Nanus B. J. (1991). Usman.195 Signifikan Kinerja Setelah Tingkat Pendidikan 0. Kinerja Guru Pembimbing Sekolah Menengah Umum.A. Jakarta: Ditjen Dikti. Performance Distribution Assessment. Menyongsong Hari Esok. Wolfolk A.S.208 10. Kane. (1984). Edisi 4.668 4. (2004). .A.C.E. Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Program Inservice Education. D. (1986).U.E. P. 3. Daftar Rujukan Cruickshank. Jakarta: Rineka Cipta.Tingkat Pendidikan dan Kinerja 0. D. Dedi Supriadi. The Achieving Society. I.668 4. New York: Mc Graw Hill Book Company.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful