P. 1
SKL BIO

SKL BIO

|Views: 13,919|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dhita Rurin Adistyaningsih on Feb 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2015

pdf

text

original

Ekskresi adlah pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan

lagi oleh tubuh. Alat ekskresi pada manusia terdiri dari:

Alat-alat Ekskresi pada Manusia

Alat ekskresi

Fungsi

Hati

Membentuk ureum dari hasil perombakan amoniak yang sifatnya

sangat beracun, amoniak itu sendiri merupakan ampas dari

metabolisme protein selanjutnya ureum dikeluarkan dari tubuh

melalui ginjal

Paru paru

Ampas metabolisme yang dikeluarkan lewat paru paru adalah

karbon dioksida dan uap air

DHITA RURIN ADISTYANINGSIH/27043

139

Kulit

Yang diekskresiakan adalah air dan garam mineral dalm bentuk

keringat

Ginjal

Yang diekskresikan adalah seluruh sisi hasil metabolisme yang

berupa air, urea, toksin serta zat zat yang tidak lagi dibutuhkan oleh

tubuh.

1. Ginjal

Struktur ginjal seperti kacang dengan ukuran sebesar kepalan tangan anak

kecil. Terdapat beberapa lapisan dan tempat terjadinya proses penyaringan.

Lapisan pertama disebut koteks, medula tempat terdapatnya jutaan nefron yang

merupakan komponen penyaring darah, lapisan ketiga yaitu piala ginjal berturut-

turut pelvis dan ureter.

Nefron tersusun atas glomelurus dan kapsula bowman. Pada nefron terjadi

tiga proses yaitu filtrasi, reabsopsi, dan augmentasi. Bahan yang dikeluarkan lebih

banyak urea yang merupakan racun bagi tubuh, mengeluarkan air yang berlebih,

dan zat-zat yang berlebih seperti mineral dan vitamin.

DHITA RURIN ADISTYANINGSIH/27043

140

Proses Pembentukan Urin

1) Filtrasi

Penyaringan ampas metabolisme yang terjadi di glomerulus, hasilnya

di sebut urin primer yang masih mengandung asam amino dan glukosa.

2) Reabsorpsi

Penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan seperti asam

amino dan glukosa, peristiwa penyerapan ini terjadi di tubulus kontortus

proksimal sampai ke lengkung henle hasilnya disebut urin sekunder

3) Augmentasi

Pengeluaran zat yang tidak berguna dan tidak dapat di simpan di

dalam tubuh, terjadi di tubulus kontortus distal, zat yang dikeluarkan

diantaranya asam urat, sisa obat, hormon, dan hasilnya terbentuklah urin yang

sesungguhnya.

Urin ditampung dalam kantung kemih (vesica urinaria), selanjutnya

dikeluarkan melalui uretra.

2. Paru-paru

Paru-paru merupakan alat eksresi yang

berfungsi membuang sisa respirasi yaitu CO2.

Disamping karbondioksida juga dikeluarkan uap

air.

3. Hati

Hati berfungsi mengeluarkan zat sisa yang

merupakan perombakan eritrosit yang telah mati.

Disamping itu, juga mengeluarkan asam amino yang

berlebih sehingga akan mengalami deaminasi yang

menyebabkan menjadi ammonia. Ammonia ini akan

dikeluarkan dari tubuh bersama bilirubun dan biliverdin dalam bentuk urin.

DHITA RURIN ADISTYANINGSIH/27043

141

4. Kulit

Kulit berfungsi sebagai alat eksresi

dalam mengeluarkan keringat yang

sebagian besar berupa urea. Disamping itu,

kulit juga berfungsi dalam osmoregulasi

cairan tubuh dan pengatur suhu tubuh.

Kulit merupakan organ eksresi yang

berfungsi antagonis dengan ginjal. Jika hari panas, maka pengeluaran cairan lebih

banyak dilakukan oleh kulit dan ginjal sedikit. Namun jika cuaca dingin maka

ginjal lebih berperan besar dalam pengeluaran air dibandingkan kulit.

Gangguan pada Sistem Ekskresi

Jenis Gangguan

Penjelasan

Albuminuria

Ditemukannya albumin dan protein dalam urin, pada urin yang

normal tidak ditemukan bahan bahan tersebut

Nefritis

Peradangan pada nefron akibat infeksi kuman

Polyura

Ditandai jumlah urin yang meningkat serta encer terjadi karena

gaglnya reabsorpsi pada nefron

Diabetes incipidus Terjadi karena kekurangan hormon ADH sehingga jumlah urin
meningkat 20-30 kali lipat

Diabetes melitus

Ditandai dengan adanya glukosa dalam urin, terjadi karena

kekurangan hormon insulin

Batu ginjal

Akibat adanya endapan kalsium pospat sehingga menghambat

pengeluaran urin

Oligouria

Ditandai dengan jumlah urin yang dihasilkan sangat sedikit kerana

kerusakan ginjal yang sangat berat

Anuria

Ginjal sama sekali tidak menghasilkan urin

Contoh Soal dan Pembahasan

DHITA RURIN ADISTYANINGSIH/27043

142

1. Pada hasil penelitian, pada urin Yani ditemukan adanya kandungan glukosa,

padahal Yani tidak mengidap penyakit diabetes melitus, ginjal Yani yang

mengalami kerusakan adalah …

A. kapsul bowman

B. tubulus proksimal

C. tubulus distal

D. glomerulus

E. nefron

Jawaban E

Darah yang mengandung air, garam, glukosa, urea, asam amino, dan amonia

mengalir ke dalam glomerulus untuk menjalani proses filtrasi. Jika fungsi

glomerulus terganggu maka nefron tidak lagi mampu menyerap secara efektif

beberapa substrat yang seharusnya diserap, seperti albumin, protein, dan

glukosa. Hal inilah yang menyebabkan adanya kandungan glukosa dalam

urin.

2. Ginjal tersusun dari unit struktural dan fungsional penyaring terkecil disebut...

A. Glomerulus

B. Kapsula Bowman

C. Badan Malpighi

D. Nefron

E. Tubulus

Jawaban: D

Nefron adalah unit struktural dan fungsional penyaring terkecil pada ginjal.

3. Tempat perombakan sel darah merah yang rusak menjadi empedu adalah di…

A. Kulit

B. Ginjal

C. Hati

D. Paru-paru

E. Kolon

Jawaban: C

Sel darah merah yang telah tua dan rusak dirombak dalam hati oleh sel hati

yang disebut histiosit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->