MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara pembuatan produk baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 2. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. 3. Wirausahawan disebut juga wiraswasta, ³wira = perwira tangguh kuat, kuat tauladan,. Swasta = mandiri, berdiri sendiri . Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. 4. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. b. c. d. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia

Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. Pelaksana Pembangunan 3. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. Menghormati tertib hokum 6. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Jujur 8. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. Membayar pajak yang teratur 10. SDM yang ideal 11. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi, imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat,sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada

Fungsi seorang Wirausaha: 1. 2. 3. 4. 5. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru

Sumber Wirausaha: 1. 2. 3. 4. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah

Syarat-syarat wirausaha : 1. Tujuh K (Kemauan, Kemampua, Kesempatan, Keteraturan, Keberanian, Kesadaran dan Keuangan ) 2. Tujuh P (Pendidikan, Pengajaran, Penerangan, Pengelolaan, Pendekatan, Penghayatan dan Perbankan A. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. Unsur sikap (mandiri, indenpenden, percaya diri,dipercayai, jujur, kreatif dan inovatif, ingin tahu,disiplin, bekerja keras, tekun) b. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif, memimpin membaca dan menciptakan peluang baru , manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi, teknis) c. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat, tingkat social dan pendidikan, mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) · Kelompok wirausaha ada 3 : 1. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. b. c. d. e. f. g. h. Percaya diri Mencari dan menangkap peluang f. Trampil negosiasi Bekerja keras g. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang Mencintai profesi Trampil negosiasi Aktualisasi diri Mampu memasarkan hasil

2. Wirausaha Tangguh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. b. c. d. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) e. Kreatif dan inovatif

3. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas, perubahan antisipatif, berani. Ciri-ciri wirausaha unggul ; 1. 2. 3. 4. 5. Selalu berkreasi dan berinovatif Mampu menciptakan peluang besar Berani mengambil resiko Mampu mencermati perubahan Meningkatkan keunggulan

Ikrar wirausaha : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. wirausaha sebagai tugas tertinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Dream yaitu memiliki visi 2. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain · Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. 2. 3. 4.
y

Sikap kerja keras 5.Kreatif Prilaku disiplin 6. Inovatif Komitmen tinggi 7. mandiri Jujur 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan ;

1. Sifat dan watak kepribadian 4. Ketahan fisik dan mental 2. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Berkemauan keras 3. Ketahanan fisik dan mental 6. Kesabaran dan Ketahanan
y

Menurut H. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah :

1. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar
y

Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah; 8. Ingin memperoleh balikan segera 9. Sangat energik

1. Komitmen tinggi terhadap tugas 2. Mau bertanggung jawab

3. 4. 5. 6. 7.
y

Ada minat Ada peluang Toleransi menghadapi risiko Yakin pada dirinya Kreatif dan fleksibel

10. Motivasi 11. Berorientasi kemasa depan 12. Belajar dari kegagalan 13. Berkemauan tinggi dalam memimpin

Seorang wirausaha adalah pemimpin ; yang harus dilakukannya: a. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Prilaku pemimpin : 1. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. Orientasi Orang (People Oriented)

MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut; a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Yakin pada diri sendiri e. Pandai membuat keputusan f. Mau menambah ilmu pengetahuan g. Berambisi untuk maju h. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah

MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. Kepribadian yang bersifat negative 2. perasaan takut disaingi orang lain 3. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. b. c. d. e. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran

Kurang tekun dan kurang teliti 3. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga. 2. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. 1. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya ³first thing first ³ ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko . Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. Kurang kreatif dan kurang inisiatif 4. 3. Ada 5 cara meningkatkan soft skill. banyaknya piutang ragu-ragu 12. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7.Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. tidak Jujur 5. melihat peluang yang ada 4. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. 3. 4. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. 2. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju. Kerja keras 5. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Pemborosan 13. 4. Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat B. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Berkaitan dengan masalah keuangan c. Kerja Tuntas C. Pelayanan kurang baik 11. Kurang ulet dan lekas putus asa 2. Berkaitan dengan produkdan pasar b. 1. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal . Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan 6. 5.

Informasi atas orang. Macam-macam informasi a. pembayaranpembayaran dalam usaha. Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas. dari pedagang perantara. termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. 2.MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. harta kelompok dan sebagainya c. Memilih dan membuat produk yang bermutu. jumlah tekanan. d. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen. langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi . Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. dan para penjual sendiri) b. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. 6. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. panas dan lain-lian c. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk. 3. seperti berat. temperature dan lain-lain. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan. laku dijual dan harga bersaing c. neraca labadan rugi. KADIN dan Media massa) 4. pemerintah. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat B. b. Biro statistic Perkumpulan dagang. MASALAH USAHA Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah. Manfaat Sumber informasi usaha a. 3. kecepatan. 4. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. 5. 7.

Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah C. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3.e. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Faktor Membuat Keputusan : 1. Faktor sasaran 5. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Faktor waktu . Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Jumlah transaksi yang harus diproses f. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan faktafakta c. Keberania dan antusiasme d. Kuran dan kompleksitas bisnis b.

prosedur kantor dan perluasan usaha) d. likuidasi. Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya. Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. dapat diutamakan yang plaling penting. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. pengalaman berupa pengetahuan. inspeksi supervis. Keterampilan . promosi dan distribusi) c. jenis dan luasnya reklame. hubungan perusahaan dengan ekstrnal. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan. teknik seleksi dan wawancara. pembayaran gaji. praktek pembelian dan penjualan. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. diselidiki dengan teliti. rencana mengenai pension. dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat. dan keterampilan d. absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. penggunaan merk dagang. Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . c. Faktor Pelaksanaan b. tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. rencana permodalan kembali. metode produksi.6. riset pemasaran. metode bidang penjualan. penetapan biaya eksploitasi. Pelaksanaannya. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja. syarat-syarat kredit. Keputusan permodalan ( Struktur modal. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. sugesti dan saransaran. Usaha modal baru. Tindakan-tindakan ( Menilai data-data. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan. Mengenali diri sendiri 2. b. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai. jumlah tenaga kerja dan jam kerja . Melatih disiplin .. penetapan harga produk. memilih data-dta. riset pemasaran dan teknik. perundingan dengan karyawan. pengepakan produk. jenis latihan dan pendidikan. keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan. konsekuensi pilihan. analisis pekerjaan dan evaluasi. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaikbaiknya. Orangorangnya) 2. dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. lokasi. jumlah inventaris) b. Melatih kemauan 3. saluransaluran pemasaran. pembayaran deviden. lay out perusahaan.

Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. b. Membuat produk dengan penuh inovatif c. d. Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan . Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. b. d. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif . c. Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. a. Kejadian yang tidak diharapkan . Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. c. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. b. ada lima mitos : a. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. Hak Milik. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya. Sumber penerapan inovatif a. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual .4. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif 2. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. Peraturan. dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA A. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c.

Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. Adopsi Inovatif. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. adalah akuisisi atau implementasi inovati. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. c. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . merupakan hasil organisasi perusahaan b. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar Perubahan demografi Perubahan persepsi Konsep pengetahuan dasar 3. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS . Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada.b. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. b. serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan. a. Inovatif produk. e. tahapan-tahapan inovatif . g. c. 6. baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. B. d. f. Tahap-tahap inovatif a. 4. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen. Dimensi Inovatif . Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan. d.

1. Pengertian Kreativitas Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. Menggunakan akal b. Membutuhkan dan menerima otonomi h. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. a. Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Percaya pada diri sendiri i. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Dapat menerima perbedaan f. Keingintahuan d. Pemikiran lain 4. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Cara Menerapkan Kreativitas a. Keterbukaan pada pengalaman b. Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Roe . Mengenali Lingkungan d. Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan . Hapus perasaan ragu-ragu c. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Tekun 2. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c.

Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. Tepat waktu adalah organisasi. artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Cara mengatasi masalah 5. yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacammacam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. Rileks dengan cara menditasi. rekreasi.Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: 1. artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian . dan lain-lain 2. Melatih Otak 3. Tepat waktu adalah nilai uang. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. dan fair b. Kosentrasi pada manusia 1. Menentukan keinginan 4. Kelancaran (fluency). Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif . 1. Tepat waktu adalah Kekuasaan. tegas. Konsisten. mendengarkan aluanan music. humor. Tepat waktu adalah ukuran.

2. Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya 5. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah 2. bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. 3. seb agai berikut : a. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan. 5. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. 7. b. Busra Elgeri di 19:29 . 6. c. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri 4. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama B. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang 2. bukan untuk mengawasi orang b. Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur 3. Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3.Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : 1. d. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b.sinergi. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen. Kolaborasi. 4. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d.

28 Maret 2011 .  KLS XI . KWU_DRS. BUSRA ELGERI Senin..... Didukung oleh Blogger....PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X .PROPOSAL USAHA Mengenai Saya Drs.MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA.MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII ..  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW.. y 2010 (9) September (1) o  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 .. o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK.Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y o 2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN . Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X . Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal.

Membayar pajak yang teratur 10. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi. 7. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian.MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. d. Menghormati tertib hokum 6. Swasta = mandiri. 4. b. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 4.. Pelaksana Pembangunan 3. Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. kuat tauladan. 3. Jujur 8. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru Sumber Wirausaha: . Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru. 6. imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat. ³wira = perwira tangguh kuat.sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada Fungsi seorang Wirausaha: 1. Wirausahawan disebut juga wiraswasta. berdiri sendiri . Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. SDM yang ideal 11. 2. 5. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. 2. c. 2. menentukan cara pembuatan produk baru. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1. 3. 4. 3. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. 5. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9.

c. berani.1. Mampu memasarkan hasil 2. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat. Penerangan. d. Penghayatan dan Perbankan A.disiplin. Pendekatan. mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) y Kelompok wirausaha ada 3 : 1. bekerja keras. b. 4. teknis) c. Mampu menciptakan peluang besar 3. kreatif dan inovatif. Unsur sikap (mandiri. c. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. Kemampua. inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. d. 1. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang h. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan. Mencintai profesi Mencari dan menangkap peluang f. Tujuh P (Pendidikan. tekun) b. peluang dan ancaman) e. Keteraturan. ingin tahu.dipercayai. Tujuh K (Kemauan. Kreatif dan inovatif 3. Kesempatan. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah Syarat-syarat wirausaha : 1. perubahan antisipatif. Kesadaran dan Keuangan ) 2. Ciri-ciri wirausaha unggul . Selalu berkreasi dan berinovatif 2. Pengelolaan. Wirausaha Tanggunh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. jujur. Percaya diri e. Berani mengambil resiko . 2. kelemahan. b. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas. Pengajaran. percaya diri. memimpin membaca dan menciptakan peluang baru . indenpenden. Trampil negosiasi Bekerja keras g. manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi. Keberanian. 3. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif. tingkat social dan pendidikan.

5. 7. Ketahan fisik dan mental 2. Motivasi Ada peluang 11. 4. 1. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah : 1. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar y Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Berkemauan keras 3. 7. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. 9. 3. 4.Kreatif Prilaku disiplin 6. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Sangat energik Ada minat 10.4. 3. Ingin memperoleh balikan segera Mau bertanggung jawab 9. 3. Belajar dari kegagalan Yakin pada dirinya 13. 5. yang harus dilakukannya: 1. mandiri Jujur 8. 4. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Inovatif Komitmen tinggi 7. Berorientasi kemasa depan Toleransi menghadapi risiko 12. Sifat dan watak kepribadian 4. 2. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Ketahanan fisik dan mental 6. 6. Komitmen tinggi terhadap tugas 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan . Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain y Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. Dream yaitu memiliki visi 2. Berkemauan tinggi dalam memimpin Kreatif dan fleksibel Seorang wirausaha adalah pemimpin . 6. y . 8. Mampu mencermati perubahan 5. Meningkatkan keunggulan Ikrar wirausaha : 1. Kesabaran dan Ketahanan y Menurut H. 2. wirausaha sebagai tugas tetinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir kummel negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. y Sikap kerja keras 5. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. 2.

4. 5. c. 5. 7. 2. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. e. 3. Mau menambah ilmu pengetahuan g. a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Kepribadian yang bersifat negative 2. 2. Kurang ulet dan lekas putus asa Kurang tekun dan kurang teliti Kurang kreatif dan kurang inisiatif tidak Jujur Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan . Pandai membuat keputusan f. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. perasaan takut disaingi orang lain 3. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. d. Yakin pada diri sendiri e. 6. 4. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. Prilaku pemimpin : 1. Orientasi Orang (People Oriented) MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut. 8. b.a. 3. Berambisi untuk maju h.

Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko . Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat B. 2. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. Pelayanan kurang baik 11. Ada 5 cara meningkatkan soft skill. 1. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. Berkaitan dengan masalah keuangan c. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. Pemborosan 13. 3. Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8.6. banyaknya piutang ragu-ragu 12. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Kerja Tuntas C. 4. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. Berkaitan dengan produkdan pasar b. 2. 5. melihat peluang yang ada 4. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju. MASALAH USAHA . Kerja keras 5. 3. Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. 4. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya ³first thing first ³ ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. 1. sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill).

Biro statistic Perkumpulan dagang. Manfaat Sumber informasi usaha a. 2. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat B. pembayaran-pembayaran dalam usaha. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . 4. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan. Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah . panas dan lain-lian c. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas. dan para penual sendiri) b. termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. 5. 6. seperti berat. Informasi atas orang. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. Memilih dan membuat produk yang bermutu. d. 3. harta kelompok dan sebagainya c. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. dari pedagang perantara. KADIN dan Media massa) 4. jumlah tekanan. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi. 7.Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah. laku dijual dan harga bersaing c. Macam-macam informasi a. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. kecepatan. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. 3. langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. temperature dan lain-lain. b. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi e. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung. pemerintah. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. neraca labadan rugi. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Faktor Membuat Keputusan : 1. Faktor waktu 6. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Faktor sasaran 5. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Keberania dan antusiasme d. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2.C. Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Faktor Pelaksanaan . Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta c.

dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan. pembayaran deviden. Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya. jenis dan luasnya reklame. rencana permodalan kembali. Tindakan-tindakan ( Menilai data-data. memilih data-dta. pengalaman berupa pengetahuan. likuidasi. Mengenali diri sendiri 2. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaik-baiknya. dapat diutamakan yang plaling penting. penetapan harga produk. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai. metode produksi. Melatih kemauan 3. penggunaan merk dagang. dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA . keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan.b. lokasi. prosedur kantor dan perluasan usaha) d. Pelaksanaannya. sugesti dan saran-saran. diselidiki dengan teliti. Peraturan. dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja. Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. dan keterampilan d. Keterampilan . Hak Milik. riset pemasaran. Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . inspeksi supervis. jenis latihan dan pendidikan.. penetapan biaya eksploitasi. syarat-syarat kredit. tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. rencana mengenai pension. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. praktek pembelian dan penjualan. analisis pekerjaan dan evaluasi. jumlah inventaris) b. saluran-saluran pemasaran. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan. teknik seleksi dan wawancara. Melatih disiplin 4. c. promosi dan distribusi) c. metode bidang penjualan. absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. riset pemasaran dan teknik. pembayaran gaji. hubungan perusahaan dengan ekstrnal. b. lay out perusahaan. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. pengepakan produk. Usaha modal baru. jumlah tenaga kerja dan jam kerja . perundingan dengan karyawan. konsekuensi pilihan. Orang-orangnya) 2. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. Keputusan permodalan ( Struktur modal.

Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. c. Sumber penerapan inovatif a. b. Kejadian yang tidak diharapkan Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar . Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. c. Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. b. d. d. b.A. ada lima mitos : a. c. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif . Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya. Membuat produk dengan penuh inovatif c. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif 2. penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. a. Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. b. Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan . d. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ideide yang dapat dijual . Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1.

Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. B. b. Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. d. adalah akuisisi atau implementasi inovati. Pengertian Kreativitas . Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . a. 6. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen. Tahap-tahap inovatif a. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. Konsep pengetahuan dasar 3. Perubahan persepsi g. 4. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. c. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS 1. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. merupakan hasil organisasi perusahaan b. Dimensi Inovatif .e. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada. Adopsi Inovatif. Inovatif produk. Perubahan demografi f. tahapan-tahapan inovatif .

Menggunakan akal b. Cara Menerapkan Kreativitas a. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. a. Keterbukaan pada pengalaman b. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Mengenali Lingkungan d. Percaya pada diri sendiri i. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2.Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Dapat menerima perbedaan f. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Membutuhkan dan menerima otonomi h. Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Pemikiran lain 4. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c. Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: . Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Tekun 2. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Roe . Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Keingintahuan d. Hapus perasaan ragu-ragu c.

mendengarkan aluanan music. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : . Melatih Otak 3. Menentukan keinginan 4. humor. Konsisten. Tepat waktu adalah ukuran. dan fair b. dan lainlain 2. rekreasi. artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. Kosentrasi pada manusia 1. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5.1. Tepat waktu adalah Kekuasaan. Kelancaran (fluency). artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. Rileks dengan cara menditasi. Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif . Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. Tepat waktu adalah nilai uang. 1. Tepat waktu adalah organisasi. tegas. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Cara mengatasi masalah 5.

Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d.sinergi. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Busra Elgeri di 19:29 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: . bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3. Kolaborasi. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. 2. 4. d. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. 3. bukan untuk mengawasi orang b. 7. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. 5. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. seb agai berikut : a. 6. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang 2. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. 2. 5. 4. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs.1. kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama B. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. b. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. 3. c.

MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII . ..  KLS XI .MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA...  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW.. o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK. y 2010 (9) September (1)  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 . Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X ..PROPOSAL USAHA o Mengenai Saya Drs..Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y o 2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN . Didukung oleh Blogger...PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X ... Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal.

Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan 4. Memahami karakteristik wirausahawan 3.Standar Kompetensi: Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausahawan Tujuan Kegiatan Pembelajaran : Setelah mempelajari Modul ini diharapkan siswa mampu : 1. 1. Dalam lampirannya tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) kewirausahaan adalah :semangat. 1996)  Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan  Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi. perilaku. tanpa memperhatikan sumberdaya yang mereka kendalikan (ROBEN. sikap. jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain Sedangkan Wirausaha adalah : Seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. 4 tahun 1995 untuk menumbuhkan semangat kepeloporan dikalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan. Tujuan Kewirausahaan Kewirausahaan memiliki tujuan sebagai berukut : . Memahami pengertian kewirausahaan 2. Berikut ini diuraikan pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha :  Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (ZIMMERER. Mengidentifikasi perilaku wirausahawan A. Pengertian Kewirausahaan Telah kita ketahui bersama bahwa pemerintah sampai saat ini masih sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru. pemerintah telah mengeluarkan itruksi presiden No. 1996)  Kewirausahaan adalah suatu sikap. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. Mengingat perannya sangat penting. mengelola. Potensi penunjang pembangunan bangsa masih terbuka lebar asalkan para wirausahawan mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja baru menjadi pelopor pembangunan. mengendalikan semua usahanya. dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja. Ia bebas merancang. menentukan.

perilaku dan kemampuan kewirausahaan dikalangan masyarakat 2. teliti dan produktif c. Meningkatkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat c. sikap. Efektif berarti suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu. sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian d. atau antara pengeluaran dan pendapatan. Jika kesempatan untuk menjadi wirausaha itu datang maka ada beberapa keuntungan yang dapat diraih antara lain : 1) Menjadi Bos didalam perusahaan 2) Mencapai tujuan yang dikehendaki 3) Memperoleh manfaat dan keuntungan 4) Membantu masyarakat dengan usaha konkrit 5) Mendemonstrasikan potensi secara penuh Agar bisa mengelola aktivitas usahanya dengan baik maka para wirausahawan harus membuat perencanaan yang tepat dan matang. Menambah daya tampung tenaga kerja. Generasi muda. hemat dan selamat. termasuk keberanian mengambil resiko b. antara daya usaha dengan hasil usaha. Menumbuh kembangkan jumlah wirausahawan yang berkualitas b. Pelaku ekonomi yang terdiri dari pengusaha kecil dan koperasi c. Dengan kata lain efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat. 4. Manfaat Kewirausahaan Berikut adalah manfaat kewirausahaan . Kemampuan bekerja secara tekun. Kemampuan berkarya dalam kebersamaan dengan etika bisnis yang sehat Kesempatan merupakan sesuatu yang ideal bagi para wirausaha. Membudayakan semangat. Sedangkan efisien adalah perbandinagn yang terbaik antara input dan output. Asas Kewirausahaan a. Mereka juga harus mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien. Instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN) organisasi profesi dan kelompok masyarakat b. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat d. . a. cepat. Sasaran Kewirausahaan a. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis. anak-anak putus sekolah dan calon wirausahawan 3.a. sehingga dapat mengurangi pengangguran.

motivasi tinggi dan kerja keras 3) Pengambil resiko a) Enerjik dan berinisiatif b) Kemampuan mengambil resiko c) Suka pada tantangan 4) Kepemimpinan a) Bertingkah laku sebagai pemimpin b) Dapat menanggapi saran-saran dan kritik . Mampu bekerja tekun. 5. pribadi. pemeliharaan lingkungan dan kesejahtraan.b. Sikap wirausahawan 1). tidak berfoya-foya dan tidak boros.Sikap dan perilaku wirausahawan a. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sisitematis dan berani mengambil resiko b. Mampu berkarya dengan semangat kemandirian 5). disiplin. Sebagai generator pembangunan lingkungan. tekun dan memiliki pribadi unggul yang patut diteladani. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat 4). Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien. distribusi. Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif 2). Perilaku wirausahawan 1) Memiliki rasa percaya diri a) Teguh pendiriannya b) Tidak tergantung pada orang lain c) Berkepribadian yang baik d) Optimis terhadap pekerjaannya 2) Berorientasi pada tugas dan hasil a) Haus akan prestasi b) Berorientasi pada laba / hasil c) Ketekunan dan ketabahan d) Mempunyai dorongan kuat. teliti dan produktif 3). Berusaha mendidik para karyawannya menjadi orang yang mandiri. tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan. d. Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras. e. c.

Memiliki kepribadian yang unggul c. kreatif dan fleksibel b) Serba bisa dan mengetahui berbagai hal c) Mempunyai banyak sumber kemampuan 6) Berorientasi ke masa depan a) Memiliki pandangan ke masa depan b) Optimis memandang masa depan Disamping harus memiliki sikap dan perilaku tersebut diatas.Lapangan agraris 1) Pertanian a) Tanaman berumur pendek b) Tanaman berumur panjang 2) Perkebunan dan kehutanan b. Pandai berinisiatif d.Ketrampilan dasar a. seorang wirausahawan juga dituntut memiliki ketrampilan-ketrampilan yang dapat menunjang keberhasilan. Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha 2. dan sesame wirausahawan 6.Ruang lingkup kewirausahaan a. Human skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain. Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi b. Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya b.Lapangan perikanan 1) Pemeliharaan ikan 2) Penetasan ikan 3) Makanan ikan . bawahannya.Ketrampilan khusus a.c) Dapat bergaul dengan orang lain 5) Keorisinilan a) Inovatif. Adapun ketrampilan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Ketrampilan teknis ( technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha c.

Falsafah dan kebiasaan wirausaha Dalam rangka memasyarakatkan kewirausahaan.Lapangan pemberi jasa 1) Sebagai pedagang perantara 2) Sebagai pemberi kredit / perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restaurant 5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata 6) Sebagai pengusaha asuransi. penting sekali kita belajar dari falsafah dan kebiasaan wirausaha untuk mendapat gambaran bahwa menciptakan lapangan kerja . 7. perbengkelan. bangsa dan negara akan meningkat. Lapangan peternakan 1) Bangsa burung atau unggas 2) Bangsa binatang menyusui d.4) Pengangkutan ikan c. Karena dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat. Lapangan perdagangan 1) Sebagai pedagang besar 2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil g. Lapangan perindustrian dan kerajinan 1) Industri besar 2) Industri menengah 3) Industri kecil 4) Pengrajin a) Pengelolaan hasil pertanian b) Pengelolaan hasil perkebunan c) Pengelolaan hsil perikanan d) Pengelolaan hasil peternakan e) Pengelolaan hasil kehutanan e. pergudangan. tata busana dan sebagainya Dari keterangan diatas kita ketahui bahwa lapangan kerja wirausahawan itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama untuk diisi. Lapangan pertambangan dan energi f. koperasi.

d. f. Terimalah diri sendiri seperti adanya. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Evaluasi kebiasaan. Doers Seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjutinya. c. Hasil yang diterima lebih penting daripada hasil-hasil yang sempurna karena dorongan untuk mengejar kesempurnaan justru dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan pribadi ( akan menimbulkan perasaan selalu gagal ). 1.Buat rencana kegiatan untuk hari esok c. Seorang wirausahawan tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya . Kejarlah tujuan-tujuan yang relevan dengan kemampuan dan ketrampilan e. Bangun lebih awal (menggunakan waktu lebih dini ) sebagai cara menjadi produktif b.Keberhasilan seorang wirausaha tergantung pada kesediaannya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri.Kekuatan mengambil resiko sebagai tanggung jawab atas tindakan sendiri.bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan. Agar lebih jelas di bawah ini dikemukakan beberapa karakteristik wirausahawan menurut pendapat beberapa ahli. Decisiveness Seorang wirausahawan adalah orang yang tidak bekerja lambat. b. Adapun hal-hal penting yang merupakan falsafah wirausaha adalah sebagai berikut : a. Untuk itu harus belajar tentang diri sendiri baik menyangkut keunggulan maupun kelemahan yang dimiliki. Karakteristik Wirausahawan Karakteristik adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seseorang. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. By Grave Karakteristik wirausahawan menurut BY Grave dikenal dengan istilah 10D. Kegagalan diterima sebagai pengalaman belajar dan keberhasilan sebagai buah dari usaha-usaha yang tidak kenal lelah. Sedangkan kebiasaan wirausaha adalah sebagai berikut . Sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk menekuni lapangan kerja baru dalam ruang lingkup kewirausahaan. Kekuatan dan kelemahan itu dapat digunakan sebagai modal dasar untuk mencapai tujuan hidup. berusahalah menekankan kekuatan diri sendiri dan kurangi kelemahan yang ada dan lakukanlah hal-hal yang penting dan terbaik. hubungan dengan tujuan-tujuan masa depan B. sebagai berikut: a. Jadi karaketristik wirausahawan adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seorang wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah factor kunci dalam kesuksesan bisnisnya c. Dream Seorang wirausahawan mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya b. a.

bonus atau hadiah j. Sikap tanggung jawab terhadap perubahan e.d. M. Destiny Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya.Pd . yaitu : a. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. Drs. Distribute Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya. Details Seorang wirausaha sangat memperhatikan factor-faktor kritis secara rinci. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Visi masa depan g. ada tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausahawan. Wasty Soemanto. Dollars Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan. Devotion Wirausahawan di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Inovasi c. kepemimpinan b. Cara pengambilan keputusan d. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain i. kadang-kadang mengorbankan kepentingan kerluarga f. Sikap terhadap risiko 3. Fadel Muhammad Menurut fadel Muhammad. Dedication Dedikasi seeorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi. Determination Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Motivasinya bukan karena uang. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya h. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya g. Bekerja ekonomis dan efisien f. yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnis 2. walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi e.

M. Nasution. Rangsangan oleh umpan balik f. disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan. Kepekaan terhadap arti lingkungan d. Sikap mental wiraswasta c. Aktivitas energik g. Disiplin yang baik harus tumbuh sendiri dalam diri seseorang dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan berbagai macam peraturan dan tindakan. Berkemauan keras b. dilarang. Ketrampilan wirausaha 4. Disiplin merupakan modal dasar keberhasilan seseorang. Preferensi kepada resiko-resiko menengah d. Disiplin Menurut S.Pd tanda manusia wiraswasta adalah kepribadian kuat dengan ciri-ciri sebagai berikut : a. Celland. dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai. Keinginan untuk bertanggung jawab c. memiliki moral yang tinggi b. Mc.Menurut Drs. Berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi. untuk itu diperlukan : d Kemauan keras . Persepsi kepada kemungkinan hasil e. karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan dikembangkan adalah : 1. Keinginan untuk berprestasi b. Wasty Soemanto. antara lain : a. 2. atau diharuskan. wirausahawan memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Ketrampilan dalam pengorganisasian i. Sikap tentang uang Dari penjelasan diatas. Mandiri Sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri-sendiri sekaligus berani mengambil risiko dalam bisnis merupakan bentuk kemandirian dari seorang wirausahawan. Pembentukan sikap mandiri memiliki 6 kekuatan mental yang dapat membangun kepribadian yang kuat. Orientasi ke masa depan h. Celland Menurut Mc.

Kejujuran dan tanggung jawab untuk itu diperlukan : d Moral yang tinggi e Disiplin diri d. tegas dan adil b. sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik itu konsumen maupun mitra bisnisnya. Suri tauladan c. Komitmen tinggi dibarengi perilaku tepat waktu. Konsisten. kelemahan dan kekalahan sehingga dapat menyelaraskan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Berpikir secara realistis merupakan cara berpikir yang sesuai dengan akal sehat. Komitmen tinggi Komitmen tinggi berarti fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seorang wirausahawan yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang entaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya. disiplin. Seorang yang realistis dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan sehingga menimbulkan inisiatif dan kreativitas. 5. tabah. seseorang akan berpikir lebih maju. Konsentrasi pada manusia Komitmen tinggi yang diharapkan seorang wirausahawan harus dipercaya dan didukung oleh seluruh pihak terkait. Pemikiran yang konstruktif 3. baik untuk memecahkan seuatu masalah. peduli terhadap kualitas. Ketahanan fisik dan mental yang berupa : d Kesehatan jasmani dan rohani e Kesabaran f Ketabahan e. memiliki motivasi. Jujur Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Ralistis Realistis berarti kenyataan. Amanah adalah bila diberi . tepat janji. berusaha untuk lebih baik. Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras f. Kejujuran dapat disamakan dengan amanah. sabar. introspeksi diri untuk menutupi kekurangan sehingga menimbulkan sikap optimis dan kemandirian.e Kepercayaan pada diri sendiri f Pemahaman tujuan dan kebutuhan c. Faktor-faktor yang terkait dengan komitmen tinggi adalah : a. 4. tekun dan ulet serta selalu berjuang untuk berprestasi akan cenderung mempengaruhi produktivitas dan kinerja seorang wirausaha. Dengan melihat kenyataan yang ada. Dengan pola pikir realistis seseorang dapat menerima kekurangan.

Kreativitas merupakan bahan bakunya sedangkan gagasan-gagasan merupakan hasil yang komersial. Sesuatu yang baru belum tentu inovatif apabila yang dihasilkan tidak merupakan sesuatu yang lebih baik. Proses pemicu (triggering event) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya triggering event (pemicu) untuk terjun ke dunia wirausaha adalah : 1) Adanya komitmen atau minat yang tinggi di dalam berwirausaha . Growth (pertumbuhan) Keterangan : a. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru. Innovation (inovasi) b. Kreatif dan inovatif Secara umum kreativitas dapat diartikan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. mplementation (pelaksanaan) d. Triggering Event (pemicu) c. sedangkan inovasi adalah penerapan praktis dari gagasan-gagasan tersebut. kalau berkata selalu benar dan bila berjanji selalu ditepati Kita harus yakin bahwa kebenaran dan kejujuran adalah suatu jaminan yang paling tepat untuk mencapai kemajuan di dalam berwirausaha. Kreatif merupakan proses pemikiran yang membantu dalam mencetuskan gagasangagasan. Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.kepercayaan tidak khianat. Dengan kata lain berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran karena sifat ini dapat mendatangkan kepercayaan dari masyarakat konsumen. memodifikasi sesuatu dan mengkombinasikan. Proses inovasi (innovation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya inovasi adalah : 1) Adanya keinginan untuk berprestasi 2) Adanya factor pengalaman dalam berwirausaha 3) Adanya keinginan dalam menanggung resiko 4) Adanya sifat penasaran pribadi 5) Adanya factor pendidikan b. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Berdasarkan penelitian kreativitas dapat diidentifikasikan menjadi tiga tipe-tipe kreativitas yang berbeda yaitu menciptakan. Apabila seorang wirausaha jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya. Sementara itu By Grave menggambarkan proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan sebagai berikut : a. 6. Inovatif merupakan suatu terobosan baru.

2) Adanya keberanian menanggung resiko 3) Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan sekarang 4) Adanya pemutusan hubungan kerja dan tidak ada pekerjaan lain] 5) Adanya dorongan berwirausaha karena faktor usia c. manajemen usaha dan sebagainya. Proses pertumbuhan (growth) Proses pertumbuhan di dalam kewirausahaan didorong oleh faktor adanya organisasi diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Adanya tim yang kompak di dalam menjalankan usaha. Seorang wirausahawan akan selalu meningkatkan produktivitas dengan berbagai cara. tidak mudah putus asa dalam mengahdapi hambatan meski terkadang mengalami kegagalan. Gilmore menyatakan bahwa seorang wirausaha yang produktif adalah wirausaha yang menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan. lokasi usaha. Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai 2. Produktif dalam hal ini adalah kegiatan yang menimbulkan atau meningkatkan kegunaan (utility) di dalam usaha. Keberhasilan seorang wirausahawan erat kaitannya dengan hal-hal sebagai berikut: 1. Proses pelaksanaan (implementation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya pelaksanaan berwirausaha adalah: 1) Adanya komitmen yang tinggi di dalam berwirausaha 2) Adanya visi dan misi. Jujur a. yang pandangannya jauh kedepan guna mencapai keberhasilan di dalam berwirausaha 3) Adanya seorang wirausahawan yang berpengalaman dan siap mental secara total 4) Adanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama di dalam berwirausaha d. 4) Adanya produk yang dibanggakan. berani dan disiplin berbuat karena bakat. Kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki kepribadian yang produktif. seperti kualitas produk. antara lain menampung tenaga kerja. 2) Adanya struktur organisasi dan berbudaya yang mantap di dalam berwirausaha 3) Adanya strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak di dalam berwirausaha. model produk. Jujur terhadap orang lain c. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang wirausahawan berhasil maupun gagal. C. Disiplin dan berani a. memberi sumbangan social. pengalaman dan pengetahuannya . dan bergaul dengan sesamanya. manfaat produk. sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasionalnya berjalan produktif. Jujur terhadap diri sendiri b.

akomodatif terhadap berbagai ajakan untuk berdialog. Kurangnya modal 6. Bagian yang penting adalah tahapan dan proses pencapaian prestasi itu sendiri. Bakat yang tidak cocok 3. ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan. dan lain-lain. Berani dan disiplin berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas 3. sedangkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian prestasi dianggap sebagai balikan (feedback). pejabat. Kegagalan akan terjadi kalau mereka tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya. Dapat melaksanakan prinsip manajemen dengan baik Disamping keberhasilan dalam wirausaha. Imam Santoso Sukardi (1991) secara umum menetapkan sembilan perilaku wirausaha sebagaimana tertera di bawah ini. artis. Lemahnya pemasaran 7. Perilaku keluwesan bergaul Wirausaha akan selalu berusaha untuk cepat menyesuaikan diri dalam berbagai situasi hubungan antar manusia. 3. selain menampilkan wajah ramah. Kurang pengalaman 4. 1.b. D. lebih efektif dibandingkan dengan hasil yang dicapai sebelumnya. Tidak adanya perencanaan yang matang 2. Dengan kata lain segala sesuatu yang ada dilingkungannya dipandang sebagai ´instrumentµ (alat) pencapaian tujuan pribadi. Perilaku Prestatif Perilaku prestatif menunjukkan bahwa wirausaha dalam berbagai situasi selalu tampil lebih baik. Tidak puas dengan hasil yang dicapai sekarang dan selalu membuat sasaran yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya. 4. Dia selalu mencari segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kerjanya. Tidak mempunyai semangat berwirausaha 5. tetapi juga oleh profesi lainnya seperti atlit. Dia selalu aktif bergaul. diantaranya : 1. 2. Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi Keberhasilan dan kegagalan dalam usaha atau menjalankan pekerjaannya tidak hanya dialami oleh para wirausahawan. petani. Perilaku Wirausahawaan Dari berbagai sumber yang membicarakan tentang perilaku wirausaha yang berhasil. Perilaku Instrumental Wirausaha selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dilingkungannya untuk membantu dirinya mencapai tujuannya dalam berusaha. Pengendalian emosinya baik terutama bila situasi pergaulan tidak mengena dengan situasi hatinya. Perilaku kerja keras . guru.

Tirto Utomo dan lain-lain.Wirausaha selalu terlibat dalam situasi kerja. tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Apabila masyarakat dengan sikap mental kewirausahaan telah terbentuk. menentukan tujuan kelompok serta memilih alternative perilaku. Personal control mencakup pengertian swa-daya dan swa-kendali. Perilaku keyakinan diri Wirausaha selalu percaya pada kemampuan diri. Dia mementingkan otonomi dalam bertindak. maka setiap orang minimal akan dapat menghidupi dirinya dan keluarganya. 6. Henry Ford. 5. Keberhasilan itu dapat diraih karena karakteristik wirausaha yang melekat pada dirinya. Agar menjadi wirausahawan yang berhasil diperlukan suatu tekad yang kuat dan mampu membaca peluang pasar. Kita bisa belajar dari tokoh wirausahawan yang sukses dibidangnya seperti Bill Gates. Optimisme berarti ada keyakinan bahwa tindakannya akan membawa keberhasilan. pengambilan keputusan dan pemilihan berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan. Pada awalnya mereka adalah wirausahawan kecil yang kemudian berhasil dalam usahanya berkat kemampuannya memilih dan mengelola bidang usaha yang digelutinya. tidak ragu-ragu dalam bertindak bahkan kecenderungannya dia akan melibatkan diri secara langsung dalam berbagai situasi dan ada semacam optimisme dalam kegiatannya. Untuk lebih jelasnya di bawah ini diberikan contoh orang-orang yang sukses dalam berwirausaha. Dia lebih senang bekerja sendiri. Perilaku pengambilan resiko Dengan keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan wairausaha tidak takut menghadapi situasi yang tidak menentu dimana tidak ada jaminan untuk keberhasilan. Thomas A. ini berarti dia lebih senang memegang kendali kelompok kerja. Segala tindakannya diperhitungkan dengan cermat. Dia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak pengambilan keputusan. unik dari hasil pemikirannya. 8. Edison . kemudian msayarakat sekitarnya dan pada akhirnya menolong bangsa dan umat manusia. 7. Termasuk dalam perilaku inovatif ini adalah kecenderungan untuk selalu meniru tetapi melalui penyempurnaan-penyempurnaan tertentu (imitative innovative) 9. Untuk itulah sikap mental wirausaha diperlukan untuk dapat menghadapi tantangan dunia yang semakin penuh persaingan. dan kapan dia harus merubah strategi dalam bekerja. Cenderung untuk melakukan sesuatu dengan cara yang khas. Ducan Symne. Perilaku Inovatif Seorang wirausaha selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara-cara baru untuk memperbaiki cara-cara yang biasa dilakukan orang lain untuk peningkatan kerja. 1. Ketergantungan pada orang lain merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya. selalu mencoba membuat antisipasi adanya hambatan-hambatan yang dapat menggagalkan usahanya. Dia mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada dengan perbuatan nyata untuk mencapai tujuan. kapan dia harus meminta bantuan pada orang lain. Perilaku Kemandirian Perilaku kemandirian menunjukkan bahwa wirauasaha selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Perilaku swa kendali (personal control) Personal control merujuk pada pribadi wirausaha yang memutuskan kapan dia harus bekerja lebih keras. Sosro. menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. dalam menghadapi hambatan.

ia penemu Apple Computer.Adanya dukungan faktor eksternal berupa permintaan akan barang dan jasa. Wilson Charles E. Andrew Carnegie Meskipun Andrew Carnegie tidak banyak mendapat atau memperoleh pendidikan di sekolah. matematika. Stave Jobs bukan orang kaya pada awalnya. 5.Tipe orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi untuk mencapai tujuan dan berprestasi bagi perkembangan usahanya. Stave Jobs Stave Jobs adalah wirausahawan Amerika kecil-kecilan yang ulet dan nekad dari awal mulanya. tetapi dengan keberanian dan perhitungan dagangnya berhasil meyakinkan pemilik modal. tapi berkat kemudahan. pendiri dan bos Microsoft Corporation yang melahirkan system operasi computer terbesar. Ia merupalkan wirausahawan yang berhasil pada zamannya. Bill Gates Bill Gates. Bercermin dari pengalaman tokoh-tokoh wirausahawan di atas kita bisa memetik pengetahuan yang sangat berharga guna memotivasi diri dan meningkatkan kesuksesan di dalam berwirausaha. Wilson adalah seorang pekerja rendah pada suatu perusahaan. Edison adalah orang yang memiliki mental dan ketekunan tinggi yang berhasil dalam ilmu fisika. diantaranya : 1. kimia. . Dari penjelasan diatas kita bisa menarik kesimpulan.Tipe orang-orang yang ulet dan pekerja keras.Thomas A. keuletan yang tinggi ia dapat mengantarkan bangsa dan Negara Amerika menjadi negara industri baja yang terkenal diseluruh dunia. Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan wirausahawan tersebut. Gates adalah seorang wirausahawan yang mengawali usaha dari kecil dengan tekad mantap serta mampu membaca peluang. ketekunan. 3. 3. Ia adalah seorang ahli strategis bisnis yang tidak tanggung-tanggung. 2. Charles E. elektro. serta mempunyai tujuan dan dedikasi yang tinggi. Karena tekun dan percaya kepada dirinya serta kemampuan dalam menentukan tujuan maka ia diangkat menjadi presiden perusahaan General Motor Corporation (GMC). Ia bukan seorang insinyur atau ahli teknik computer tetapi ia adalah orang yang menghargai kreditivitas. bola lampu dan sebagainya. Ia memandang produk kreativitas itu sebagai komoditi yang dapat dijual. 4. 2. Microsoft Windows dan MS Office.

Persaingan bebas 2. Bila bangsa kita tidak siap menghadapinya maka akan menjadi budak di Negara kita sendiri.BAHAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI: 1. Creative Imagination atau berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat . Hakekat persaingan bebas adalah persaingan disegala bidang. Perubahan yang semakin cepat disegala bidang terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin derasnya arus informasi menuntut sikap dan perilaku kerja prestatif. 4. MENGAKTUALISASIKAN SIKAP DAN PERILAKU WIRA USAHA KOMPETENSI DASAR : 1. ada tiga kemungkinan ialah menang. 2. Orang yang mempunyai daya juang tinggi akan berpeluang dalam persaingan dan merupakan modal utama untuk dapat menang dalam persaingan atau setidaktidaknya bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Self awareness atau sikap mawas diri 2. Derasnya arus infomasi yang makin mengglobal yanpa mengenal batas Negara. MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF Tujuan Pembelajaran 1. Memahami pengertian kerja prestatif Ciri dan sifat kerja prestatif Pembinaan perilaku kerja prestatif melalui latihan Menerapkan sikap bekerja prestaif 1. Perubahan yang semakin cepat 3. 4. Conscience atau mempertajam suara hati 3. bertahan atau tergilas.2. Menurut Stephen Covey dalam bukunya First Thing·s First ada empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju yaitu: 1. Independent Will atau pandangan independent untuk bekal bertindak. 3. Prestatif dalam hal ini berarti seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju di segala bidang. Memasuki millenium ketiga yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Pengertian Perilaku Kerja Prestatif Berbuat dan bekerja prestatif adalah merupakan modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausahawan.

8. Mempunyai kemampuan memimpin. Dia mempunyai keinginan yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna memperbaiki penampilannya. Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi tinggi dan bisa diciptakannya. Ingin memperoleh balikan dengan segera. wirausahawan akan berhasil di dalam usahanya. 2. 2. Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil harus memiliki cirriciri karakteristik prestatif sebagai berikut. 10.Menurut Zimmerer. Enerjik seorang wirausahawan lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain. Kreatif dan fleksibel. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya. karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif adalah sebagai berikut: 1. Ciri-ciri Prestatif Percaya diri Sifat-sifat Profil Wirausahawan y Keyakinan y Ketidaktergantungan y Individualistik y Optimisme  Kebutuhan akan prestasi  Berorientasi pada laba  Ketekunan dan ketabahan  Kerja keras  Mempunyai dorongan kuat  Energi dan inisiatif  Kemampuan mengambil resiko  Suka pada tantangan Berorientasi pada hasil Pengambilan resiko . Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian. Mau bertanggung jawab. 9. 5. 3. Yakin pada dirinya. 11. 12. Ciri dan Sifat Kerja Prestatif Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya. Berorientasi ke masa depan. 7. 6. Motivasi untuk lebih unggul. 4. Mau belajar dari kegagalan.

Penerapan kerja ikhlas adalah sebagai berikut: Seorang buruh pabrik yang bekerja dengangaji yang pas-pasan meskipun sudah diatas sedikit dari UMR. Kerja Mawas Terhadap Emosional Arti kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan / kemarahan yang sedang melanda jiwanya. . maka pimpinan perusahaan tersebut harus dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan perusahaan. Kerja cerdas 4. B. semata-mata merupakan pengabdian terhadap pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarganyadengan harapan semoga rezeki yang diterimanya selalu mendapatkan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa. jangan sampai kemarahan yang dibawa dari rumah mempengaruhi kinerja di perusahaan. Kerja keras 5. Kerja Ikhlas Arti kerja iklas adalah bekerja dengan sungguh-sungguh. dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. kemudian ditempat kerja anak buahnya juga membuat masalah yang merugikan perusahaan. Penerapan kerja dengan mawas terhadap emosional adalah sebagai berikut: Seorang pemimpin perusahaan di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarganya yang mengakibatkan hatinya resah sering marahdengan tidak terkendali. Kerja mawas diri dari rasa emosional 3. di dalam melaksanakan pekerjaan dengan tulus. Kerja tuntas A. Kerja ikhlas 2. Kerja Cerdas Arti kerja cerdas ialah bahwa dalam bekerja pandai memeprhitungkan resiko. C.Kepemimpinan  Betingkah laku sebagai pemimpin  Dapat bergaul dengan orang lain  Menanggapi saran-saran dan kritik  Inovatif  Punya banyak sumber  Mengetahui banyak y Pandangan kemasa depan y Perseptif Keorisinilan Berorientasi ke masa depan Perilaku kerja yang prestaif dapat di lihat dalam sikap sebagai berikut: 1. buruh tersebut tetap bekerja dengan baik. mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan.

Beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat latihan yaitu: 1. Tiffen a. Latenier Pegawai lebih berkembang. proses pembuatan/menu makanan. D. misalnya penggunaan teknologi yang tepat. lebih cekatan dan lebih baik. Untuk stabilitas pegawai b. D. jarak dan kesulitan yang dihadapi. kadangkala sampai siang dagangannya baru laku. sampai mendapatkan hasil akhir ialah laba atau untung. Pegawai akan melaksanakan tugas dengan baik b. Karyawan akan ahli dan trampil dalam melaksanakan tugasnya serta dapat mempergunakan pikirannya secara perstatif. 3. E. Cara bekeja lebih baik . kemungkinan kerugian. Penerapan kerja tuntas adalah sebagai berikut: Seorang pengusaha warung apung yang dapat mengorganisasikan usahanya dengan baik mulai dari membuat sarana warung. efektif dan efisien. Dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu. Pembinaan Perilaku Kerja Prestatif Melalui Latihan Membekali karyawan dengan latihan akan sangat bermanfaat bagi perusahaan karena karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih prestatif. 3. alat yang dibutuhkan. Kerja Keras Arti kerja keras ialah bahwa di dalam bekerja mempunyai sifat mabuk kerja untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dicapai. memakai/menggunakan bahasa global. Kerja Tuntas Arti kerja tuntas yaitu bahwa di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilakn usahanya secara maksimal. sampai di kota/pasar dengan sabar menawarkan dagangannya sampai laku. Untuk memperbaiki cara bekerja 2. berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi. D. pandai bernegosiasi. Yoder a. J. Penerapan perilaku/sikap kerja keras: Seorang penjual kayu baker yang rumahnya dipegunungan setiap hari mereka berangkat petang (malam). Meskipun malam hari cuaca gelap mereka membawa obor penerang jalan.Penerapan kerja cerdas adalah sebagai berikut: Perilaku/sikap pekerja cerdas biasanya dalam bekerja menggunakan konsep keilmuan. menggunakan konsep hitung menghitung (matematika).

sehingga pengalihan usaha atau bisnis swasta asing dapat beralih ke tangan para wirausahawan swasta Indonesia. 5. Disini harus menciptakan sikap bekerja prestatif. 8. Penerapan Kesempatan Bekerja Penerapan kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang tetap mendesak. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan semangat kerja yang tinggi prestatif. Dengan adanya latihan dalam berwirausha. Untuk meningkatkan kemampuan bekreja secara prestatif. Oleh karenanya diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh seperti pendidikan ketrampilan. efektif dan efisien para wirausahawan diharapkan: a. pembangunan industri.W. efektif dan efisien. pengetahuan dan kemampuan. Aktif dan kreatif daripada berfikir keras. 4. Taylor a. pembangunan prasarana. efektif dan efisien. . Melaksanakan pekerjaan lebih baik Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut: 1. 4. perlu dituangkan dalam programprogram kerja khusus secara efektif dan efisien. Apprentice Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan mengerjakan semua tugas dengan sebaikbaiknya. efektif dan efisien serta mengembangkan daya cipta yang positif. Menerapkan Sikap Bekerja Prestatif A. pendidikan kegiatan kerja. pemilihan teknologi dsb. F. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan Untuk mengembangkan rasa kesetiakawanan Untuk mengembangkan sikap para pegawai positif Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa Untuk mengembangkan segala daya kreativitas Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1. 3. Disamping itu usaha-usaha untuk memperluas kesempatan bekerja. 2. On The Job Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan Latihan kewirausahaan merupakan salah satu aspek yang perlu ditangani secara berencana dan berkelanjutan. Ketrampilan dan keahlian para wirausahawan perlu ditingkatkan. 2. 6. Agar dpat mencapai tujuan sikap bekerja prestatif. 7. Memilih karyawan terbaik b.4. diharapkandapat meningkatkan kepribadian. sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan baik.

kursus. Versatility ( keserbabisaan ) 7. Innovativeness ( daya pembaharuan ) 8. kerja keras ) 2. B. Responsiblenness ( rasa tanggungjawab ) 5. Integrity ( keutuhan. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri. c. para wirausahawan harus memiliki kepercayaan. aktif dan inovatif. keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil pendidikan. Pembinaan dan pengembangan bekerja. efektif dan efisien dalam setiap kesempatan yang ada. Menanamkan perilaku bekerja prestatif perlu diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Menerapkan sikap bekerja prestatif harus dijalankan dengan terarah dan baik yaitu: a. kesempatan. b. diantaranya: a. Bekerja harus luwes dan menyenangkan dalam pergaulan. Kebiasaan mencari kerja harus diubah dengan menciptakan pekerjaan yang selalu sibuk dan menerapkan perilaku bekerja prestatif. d. kreatif dan inovatif. Percaya dan yakin pada kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dilligence ( kerajinan. Cooperativeness ( semangat kerjasama ) 9. Bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja. c. Dedication ( pengabdian) 3. Kepercayaan dan Keberanian Bekerja Menerapkan perilaku bekerja prestatif. Carefullness ( kehati-hatian ) 6. Untuk menerapkan pekerjaan tersebut. latihan dan pengalaman dalam bekerja. b. b. watak ) 4. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif. Bekerja merupakan kebiasaan dan pengalaman dari vak bakat sendiri. Ciri-ciri sikap bekerja baik adalah sebagai berikut: 1. Eageerness to learn besides skill fullness ( hasrat besar untuk belajar dan kemahiran ) . Percaya dan yakin akan bisa bekerja secara kreatif.b. perlu dikembangkan dalam berbagai bidang atau vak tertentu yang mengurus pada efektifitas usaha atau bisnis.

b. EVALUASI !. d. orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (mengembangkan potensi-potensinya semaksimal mungkin) Menurut Herberg. Kebutuhan fisiologis Misalnya makan. efisien dan produktif. atau d pada jawaban yang paling benar! 1. DAFTAR PUSTAKA Dr. d. Berilah tanda silang (x) huruf a.C. Kewirausahaan Untuk SMK. Dra. LKS Mentari Kewirausahaan XI SMK. Derasnya arus informasi yang semakin mengglobal tanpa mengenal batas negara. Kewirausahaan SMK Tingkat I Semua Bidang Keahlian. Dengan adanya motivasi akan mendorong orang untuk lebih prestatif. hendaknya seorang wirausahawan memahami hal-hal yang berkait dengan masalah kebutuhan hidup. 2. Yogyakarta: LP2IP. Abraham H Maslow (1954) dalam teori herarki kebutuhannya mengatakan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari: a. Sebab motivasi merupakan kunci untuk menerapkan bekerja prestatif kepada karyawannya. Suyamti. Sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan. 2004. 2004.b. Ada larangan menjual produk dari negara satu ke negara lain. Persaingan bebas. Untuk memperdalam tentang motivasi di dalam bekerja. Jakarta: Graha Pustaka. 2005. 2001. Motivasi dalam Bekerja Menumbuhkan dan menerapkan motivasi adalah suatu tindakan yang penting.c. Jakarta: Yudistira. MBA. minum. Yang bukan merupakan ciri milenium ketiga adalah « a. Selalu berambisi ingin aju adalah pengertian dari « a. b. Kewirausahaan Untuk Tingkat I SMK. Tim LP2IP. Perubahan yang semakin cepat. Kebutuhan rasa aman. bebas dan ancaman fisik dan psikis c. c. Ating Tedjasutisna. Kebutuhan akan penghargaan kompetensi dan percaya diri) (penghargaan akan kemampuan.M. M. prestatif . dsb. istirahat. efektif. Bandung: Armico. Kusmini Adiputro.

b. Taylor c. b. Posesif. d. Yakin pada diri sendiri. efektif c. suka pada tantangan . Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. Pandangan independen untuk bakal bertindak. F. Yang dimaksud dengan independent will adalah « a. d. Sikap mawas diri.W. b. 6. energik dan inisiatif c. Yang dimaksud dengan Self awareness adalah « a. efisien d. Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. Stephen Covey b. kerja keras b. Mempertajam suara hati. c. 5. c. Pandangan independen untuk bakal bertindak. c. komitmen tinggi 3. Percaya diri adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa « a. Komitmen tinggi. Savary 4. kecuali « a. 7.b. Sikap mawas diri. Bygrave d. Mempertajam suara hati. Pengarang buku First Think First yang di dalamnya mengupas mengenai empat (4) sisi potensial manusia untuk maju adalah « a. Bertanggung jawab. d. Berikut ini karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif .

kerja keras c. prestatif c. yaitu kerja « a. menanggapi saran dan kritik c. Bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/ kemarahan yang sedang melanda jiwa adalah pengertian dari « . Kepemimpinan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa « a. Keorisinilan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa « a. keyakinan 10. kerja iklas b. energik dan inisiatif d. berorientasi pada laba b. suka pada tantangan 9. Bekerja sungguh-sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus adalah pengertian dari « a. kerja keras 13. kerja cerdas d. Thomas Alfa Edison telah berhasil menemukan bola lampu.d. mengetahui banyak b. kerja mawas dari rasa emosional c. pandangan ke masa depan d. Berorientasi pada hasil adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa « a. kerja keras b. kebutuhan akan prestatif 11. kerja mawas terhadap emosional c. suka pada tantangan d. Hal itu merupakan perwujudan perilaku kerja prestatif. kerja cerdas d. kerja iklas b. ketidaktergantungan 8. kerja tuntas 12.

a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 14. penjual soto, mempersiapkan dagangannya mulai dari meracik bumbu, memasak dan menghidangkan dagangan, melayani pelanggan dilakukan dari petang hingga warungnya tutup pada malam hari. Dan ia memulai aktivitasnya lagi pada petang berikutnya, begitu terus-menerus tanpa pantang meyerah. Ilustrasi di atas Ilustrasi di atas adalah gambaran seorang wirausahawan yang prestatif, tercermin dalam perilaku kerja « a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 15. Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan dan lebih baik adalah manfaat latihan menurut « a. D. Yoder b. D. Latenier c. J. Tiffen d. F.W. Taylor 16. Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut, kecuali « a. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja b. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan c. Untuk mengembangkan segala daya kreativitas d. Untuk memberi kesempatan plagiator bekerja 17. Mengerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, adalah cara melatih karyawan, yaitu « a. Apprentice training b. On the job training c. Learning by doing d. Latihan induksi

18. Siwi seorang siswi SMK jurusan Tata Busana, mengerjakan tugas yang diberikan gurunya dengan tekun dan rapi, membuat pola, menggunting kain, menjahit sampai dengan tahap penyelesaian. Hal ini merupakan cerminan kerja prestatif yaitu kerja « a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 19. Para relawan bersama penduduk Jetis Bantul bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat gempa bumi tektonik 27 Mei 2006 lalu dengan sepenuh tenaga dan setulus hati. Merupakan cerminan kerja « a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 20. Teori herarki kebutuhan dikemukakan oleh « a. F.W. Taylor b. Abraham H. Maslow c. Savary d. J. Tiffen II. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1. Sebutkan tiga (3) hal yang harus dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan prilaku kerja prestatif! 2. Sebutkan tiga (3) ciri bekerja yang baik! 3. Sebutkan isi dari teori herarki kebutuhan Maslow! 4. Orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri, sebaiknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi kepuasan. Pernyataan diatas merupakan pendapat dari « 5. Mengapa memberi motivasi kepada karyawan perlu dilakukan oleh wirausahawan? KUNCI JAWABAN I. 1.d 6.d 11.a 16.d 2.a 7.d 12.c 17. a 3.a 8.a 13.b 18.d 4.b 9.b 14.a 19.a

5.c 10.a 15.b 20.b II. 1. Penanaman perilaku kerja prestatif diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Pembinaan dan pengembangan bekerja. b. Bimbingan, penyuluhan dan pengawasan. c. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif. 2. Ciri-ciri bekerja yang baik: a. b. c. d. e. f. g. h. i. diligence (kerajinan,kerja keras) dedication (pengabdian) Integriti (keutuhan, watak) Responsibleness (rasa tanggungjawab) Carefullness (kehati-hatian) Versatility (keserbabisaan) Innovativeness (daya pembaruan) Cooperativeness (semangat kerjasama) Eageerness to learn besides skill fullness (hasrat besar untuk belajar dan kemahiran)

3. Teori hirarki kebutuhan Maslow: a. b. c. d. Kebutuhan fisiologis Kebutuhan akan rasa aman, bebas dari ancaman fisik dan psikis Kebutuhan akan penghargaan Kebutuhan untuk aktualisasi diri

4. Herzberg 5. Wirausahawan perlu memberikan motivasi kepada karyawan/pegawai karena dengan diberi motivasi pekerja/karyawanakan merasa terdorong dan tertantang untuk bekerja dengan kreatif, inovatif, bersemangat, bergairah untuk mencapai prestasi.

Pengertian Motivasi Keberhasilan belajar peserta didik ditentukan oleh motivasi belajar yang dimiliki, demikian pula keberhasilan berwirausaha juga ditentukan oleh motivasi berwirausaha. Hal ini disebabkan oleh pengaruh motivasi yang merupakan penggerak atau pendorong untuk melakukan tindakan tertentu. Dalam proses pembelajaran di sekolah, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Istilah motivasi berasal kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu. Dalam bahasa latin motivation berasal dari kata movere, yang berarti ´to moveµ(Richard,1991:5). Hamzah B Uno (2009:3) mengemukakan bahwa motif dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu (1) motif biogenetis, yaitu motifmotif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, (2) motif sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan (3) motif teologis, dalam motif ini

manusia adalah makluk yang berkeTuhan-an, sehingga ada interaksi antara manusia dan Tuhan-Nya. Woodwort (WinaSanjaya,2009:250) mendefinisikan motif sebagai ´ a motive is a set predisposes the individual of certain activities and for seeking certain goalsµ yang berarti suatu motive adalah set yang dapat membuat individu-individu melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Houston (1985:5) menyebutkan ´Motives usually involve statements such as something that causes a person to act ´ yang intinya Dari beberapa pengertian motif tersebut, motif dapat didefinisikan sebagai daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Perilaku seseorang melakukan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu dapat disebabkan oleh suatu dorongan yang bersumber dalam dirinya, dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, motif demikian ini disebut sebagian motif instrinsik. Sedangkan perilaku individu yang hanya muncul karena dipengaruhi oleh lingkungan atau faktor luar dalam dirinya, motif semacam itu disebut sebagai motif ekstrinsik. Dari kedua macam motif tersebut yang paling kuat mendorong keberhasilan seseorang melakukan kegiatannya adalah motif instrinsik. (Hamzah Uno,2009:33). Sedangkan pengertian Motivasi menurut Fred luthans (2005:230) adalah ´motivation is a process that starts with physiological or psychological deficiency or need that activates a behavior or a drive that is aimed at a goal or incentiveµ. Motivasi menurut Sondang Siagian (2004:138) adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan, tenaga, dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi menurut Mc.Donald (Sardiman,2010:73) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya ´feelingµ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Husaini Usman (2010:250) mengartikan motivasi sebagai keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Memberikan motivasi kepada seseorang peserta didik, berarti menggerakkan peserta didik untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Hal ini karena motivasi memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu:

1) Mendorong manusia untuk berbuat, berarti sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi untuk mencapai tujuan, dengan mengabaikan perbuatan yang tidak bermanfaat baginya. (Sardiman,2010:85).
Dari pembahasan di atas dapat diambil pengertian motivasi yakni dorongan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan secara sukarela untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dari pengertian ini didapatkan 3 (tiga) hal yang amat penting yaitu : (1) pemberian motivasi berkaitan dengan pencapaian tujuan, (2) adanya keterkaitan antara usaha dan pemuas kebutuhan, dan (3) kebutuhan yaitu keadaan internal seseorang yang membuat hasil usaha tertentu menjadi menarik.

Pengembangan usaha e. Sumber daya manusia d. sebaiknya perusahaan memiliki hal-hal sebagai berikut : a.Mata Pelajaran : KewiraUsahaan Kelas / Semester : XI /Genap Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil/ Mikro Kompetensi Dasar : 3. Kesempatan menghasilkan laba b. e. Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan lain c. Peranan organisasi penting dalam kegiatan perekonomian karena ikut memberikan sumbangan berupa upaya memproduksi atau mendekatkan barang dan jasa kepada masyarakat. Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha. Menganalisis Aspek Aspek Perencanaan Usaha Alokasi Waktu : 12 Jam pelajaran @ 45 menit URAIAN MATERI A. Kedudukan pasar c.2. Peningkatan ekspor. Perluasan kesempatan kerja dan berusaha. e. Adapun penetapan tujuan perusahaan adalah : a. kemampuan. Untuk melakukan merger dengan perusahaan lain d. Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pendapatan target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan. Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerjasama. c. ORGANISASI USAHA 1. Oleh karena itu wirausahawan harus dapat memudahkan tujuan utama perusahaannya menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Pengertian Organisasi Usaha Organisasi usaha sederhana adalah organisasi usaha yang kegiatan usahanya berskala kecil. bergerak dalam lapangan bisnis baik perdagangan barang dan jasa maupun industri. Sumber daya keuangan . Pembentukan dan peningkatan produk nasional. b. Untuk mencapai keberhasilan usaha b. Produk barang dan jasa daerah. kesempatan atau secara konvensional didahului adanya analisis SWOT. d. Penentuan sasaran anda strategi yang dilakukan wirausahawan selalu memperhatikan kebutuhan fungsional. Oleh karena itu pemerintahan merasa perlu untuk meningkatkan peranan usaha kecil meliputi : a. Pemerataan pendapatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Tujuan dan Sasaran Usaha Tujuan perusahaan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh perusahaan. 2. dilakukan oleh masyarakat dengan modal relatif kecil dan dikelola dengan manajemen yang sederhana. Menjamin adanya fokus dari berbagai personal yang ada dalam perusahaan.

yaitu a) Perusahaan jawabatan (Perjan) b) Perusahaan umum (perum) c) Perusahaan perseroan (Persero) 2) Badan usaha swasta. bagaimana rencana pertambahan modal. bagaimana penentuan tanggung jawab perusahaan dan berapa jangka waktu berdirinya perusahaan. Dengan demikian perusahaan akan mendapat hak-hak keringanan pajak yang berbeda dengan pajak pendapatan atau pajak kekayaan pribadi. 3. Badan usaha mempunyai fungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan. berapa modal yang tersedia.f. Biasanya usaha semacam ini akan berhenti segera. dan keuntungan atau kerugiannya ditanggung sendiri pula. Tanggung jawab sosial. Pengelolaannya dipegang pemilik sendiri. Unsur kebaikan perusahaan perorangan adalah sebagai berikut: . Badan usaha berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga kerja dan mesin : 1) Badan usaha padat modal 2) Badan usaha padat karya d. Sarana kerja g. Bentuk-bentuk badan usaha Dalam memilih bentuk badan usaha harus mempertimbangkan antara lain : Jenis usaha apa yang akan dipilih. Badan usaha menurut kepemilikan modalnya : 1) Badan usaha milik negara. pemiliknya juga bebas untuk mendirikan atau menutup usahanya. sedangkan perusahaan adalah satuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. tetapi pengelolaannya tetap di tangan pemilik. dibedakan a) Swasta asing b) Swasta nasional 3) Badan usaha milik campuran (swasta dan negara) c. Di samping itu. sementara perusahaan merupakan alat bagi badan usaha dalam mencari keuntungan a. Badan usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan mencari keuntungan. dan pemiliknya hanya satu orang. Badan usaha menurut lapangan usahanya : 1) Badan usaha agraris 2) Badan usaha ekstraktif 3) Badan usaha industri 4) Badan udaha perdagangan 5) Badan usaha jasa b. 1) Perusahaan Perorangan Bentuk usaha ini paling sederhana dan paling mudah mengorganisasikannya. bagaimana cara pembagian laba. Orang lain boleh saja mengikut sertakan hartanya dengan mendapatkan imbalan tetap atau laba tertentu sesuai dengan perjanjian. Perusahaan perorangan dapat dimintakan izin secara resmi dengan membayar biaya perizinan. setelah pemilik meninggal dunia. Badan usaha berdasarkan bentuk hukumnya.

b) Tidak ada batas antar amilik pribadi dengan milik perusahaan sehingga jika utang perusahaan tidak dapat dipenuhi. Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Tidak ada batas antara harta pribadi dengan harta firma. b) Putusan-putusan dapat segera diambil sesuai keadaan. Untuk mendirikan CV. kekayaan perusahaan ikut menjadi tanggungan utang-utang pribadi. maka pembagian laba dilakukan menurut perbandingan besarnya modal. keahlian. diharuskan membuat suatu akta resmi di muka pejabat negara (akta notaris). Untuk mendirikan firma biasanya harus membuat buku akta autentik. b) Anggota pasif Adalah anggota yang hanya menyerahkan modal saja tetapi tidak melibatkan harta pribadinya hingga tidak berhak mencampuri mengelolaan perusahaan. b) Anggota-anggotanya biasanya lebih saling mengenal dan mempercayai. c) Seluruh keuntungan dapat dimiliki sendiri oleh pemilik. 2) Perusahaan Firma Bila dua orang atau lebih bersedia mengumpulkan kekayaannya (uang. yaitu surat yang dibuat dimuka pejabat umum yang berwenang atau oleh pejabat umum yang berwenang misalnya notaris.a) Cara mendirikan mudah dan mudah. . Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Sulit mendapatkan pinjaman untuk menambah modal dan perluasan usaha. sarana. Setiap anggota firma dapat melakukan sendiri usahanya. Atas nama firma dan semua keuntungan maupun kerugian menjadi tanggungan semua anggota firma. dan pajaknya ringan. Dalam akta pendiriannya yang juga merupakan Anggaran Dasar (AD)nya biasanya dicantumkan cara pembagian laba. rahasia perusahaan terjamin. 3) Perusahaan Komanditer (CV) Comandditaire Vennootschap (CV) adalah perusahaan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. Unsur kebaikan bentuk usaha firma adalah sebagai berikut : a) Lebih mudah mendapatkan pinjaman modal tanaman karena semua kekayaan pribadi seluruh anggota dijadikan tanggungan. maka kekayaan pribadi ikut menjadi tanggungan. Dalam CV ada dua anggota yaitu : a) Anggota aktif Adalah anggota yang mengurus perusahaan dan melibatkan seluruh harta pribadinya. Sebaliknya. dll) dan ingin melakukan usaha yang disepakati. tenaga. d) Jika terjadi perselisihan akan menyulitkan dan sering berakhir dengan pembubaran firma. Kemudian akta itu didaftarkan ke Panitera Pengadilan negeri dan dimuat dalam Berita Negara. terutama jika jumlahnya besar. maka mereka dapat membentuk firma. b) Kesalahan salah seorang anggota menjadi tanggungjawab seluruh anggota firma. Dalam akta ini dicantumkan nama-nama anggota aktif dan nama-nama anggota pasifnya. organisasinya sangat sederhana dan luwes. Unsur kebaikan CV adalah sebagai berikut : a) Tambahan modal agak mudah diperoleh karena semua kekayaan pribadi anggota aktif dapat dijadikan tanggungan. Jika tidak.

Berdasarkan koperasi ini oleh pejabat koperasi diumumkan dalam berita negara. Sedangkan kelemahannya yaitu jalannya koperasi lebih bergantung pada kejujuran dan kreatifitas pengurusnya.b) Kemungkinan bagi seseorang untuk menjadi anggota CV tanpa melibatkan seluruh kekayaan pribadinya. maka harus dimintakan izin pejabat hukum negara. b) Saham dapat diperjualbelikan. Salah satu keuntungan penting dalam koperasi adalah adanya fasilitas-fasilitas tertentu dari pemerintah. Untuk mendirikan koperasi. yaitu menjadi anggota pasif. wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. Anggran Dasar (AD). d) Jika operasi usaha (PT) akan pindah atau diperluas ke bidang operasi yang tidak tercantum dalam akta. Untuk mendirikannya dibutuhkan akta notaris dan izin dari Mentri Kehakiman setelah diterima. e) Ada kemungkinan terjadinya ketidak jujuran anggota aktif terhadap anggota pasif. Pada struktur organisasi ini. jika perusahaan jatuh. dan koperasi produktif. diumumkan dalam berita negara. Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Prosedur pendiriannya cukup rumit dan memerlukan biaya cukup tinggi. Unsur kelemahan bentuk usaha ini adalah sebagai berikut : a) Bagi anggita pasif tidak diperbolehkan mencampuri kebijaksanaan perusahaan dan pengelolaannya. kemudian disahkan pejabat koperasi atas kuasa Menteri Koperasi. garis-garis kebijaksanaan dan lain-lain. b) Pemegang saham kurang memperhatikan perusahaan. dan tanggal pendaftaran adalah tanggal resmi berdirinya. spedialisasi kerja masih sederhana. . Organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang kecil. pertanggung jawaban dari bawahan secara langsung ditujukan kepada atasan yang memberi perintah. b) Bagi anggota aktif harta pribadinya ikut menjadi tanggungan atas utang-utang perusahaan. bahkan harus membayar pajak lebih dulu. Ada tiga bentuk koperasi. dan keanggotaan-anggotanya tidak dapat diperjual belikan. 4. 5) Perkumpulan Koperasi Koperasi bukanlah perkumpulan modal tetapi perkumpulan orang-orang yang bertujuan untuk memajukan kepentingan material anggotanya. ruang lingkup dan kegiatannya telah ditentukan dalam piagam yang diresmikan dalam Lembaran Negara. d) Tambahan modal dapat juga diperoleh dengan menjual saham yang masih berada di tangan perusahaan kepada umum. jumlah karyawannya sedikit. c) Peluang untuk mendapatkan pinjaman tambahan modal lebih besar dan kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. seperti misalnya bebas dari beberapa macam pajak dan sebagainya. Unsur kebaikan PT adalah sebagai berikut : a) Para pemegang saham tidak ikut menanggung utang-utang dagang dan pajak. wewenang serta tanggungjawab maka bentukbentuk organisasi dibedakan sebagai berikut : 1) Organisasi garis/lini Organisasi ini diciptakan oleh HENRY FAYOL. harus dibuat akta yang berisi AD koperasi. Selanjutnya akta didaftarkan di kantor pejabat koperasi. Kerugiannya hanya terbatas pada apa yang telah ditanam dalam perusahaan. c) Harus diadakan pertemuan-pertemuan untuk menyusun Anggaran Rumah Tangga (ART). 4) Perseroan Terbatas (PT) Merupakan bentuk usaha yang anggotanya terdiri atas dua orang atau lebih dan secara formal diatur undang-undang. yaitu koperasi konsumsi. koperasi kredit. Untuk pajaknya ada perhitungan tersendiri yang akan dibicarakan dalam bab berakhir. Struktur Organisasi Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas.

faedah waktu. B. Staf adalah orang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut. Struktur ini berawal dari konsep adanya beberapa pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan. Dalam melakukan proses produksi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. hak dan. Sifat proses produksi . c. digunakan oleh organisasi yang besar. Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berupa barang dan jasa. Kegiatan ini berlanjut sampai akhirnya terbentuk barang jadi yang siap dipasarkan. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berbeda-beda. melainkan memerlukan bantuan staf. kewajiban. badan atau lembaga-lembaga yang menghasilkan produk. Struktur organisasi dibuat dengan maksud : (1) Memperlihatkan pola hubungan antar anggota organisasi dan sarana yang dimiliki. b. Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru (faedah bentuk. (2) pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan. (2) Agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas. daerah kerja luas. Bahan baku yang telah dipersiapkan. 4) Struktur organisasi fungsional dan staf Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi. 3) Struktur organisasi garis dan staf Struktur organisasi ini merugikan struktur organisasi gabungan yang dikembangkan oleh Harrington Emerson. sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. (3) Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama. (3) organisasi tergantung pada satu pimpinan Strukturorganisasi fungsional 2) Struktur Organisasi Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F. tanggung jawab. bidang usaha yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri. Proses ini diawali dengan penyediaan bahan baku. Proses produksi merupakan kegiatan yang dominan dilakukan oleh perusahaan industri. Yang menguntungkan dipakai yang merugikan ditinggalkan. Seluk Beluk Proses Produksi Proses produksi adalah rangkaian kegiatan pembentukan. PRODUKSI 1. mengubah dan menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu barang.Ciri-ciri : (1) kesatuan perintah terjamin. Produsen adalah orang. Struktur ini umumnya. Ciri-ciri struktur organisasi fungsional : (1) Tidak menjamin adanya kesatuan perintah. kemudian diolah dengan menggunakan tenaga manusia serta mesin dan ditambah bahan-bahan pembantu. d. faedah tempat). antara lain sebagai berikut : a. Pengertian a. 2. (2) Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spedialisasi. Dengan memakai sistem gabungan ini dimungkinkan memilih. Produktifitas adalah suatu perbandingan dari kegiatan yang seharusnya.W. Taylor.

3) Bagaimana sifat permintaan terhadap produk.1) Proses produksi yang terputus-putus : Proses produksi yang dilakukan atas dasar jumlah pesanan yang diterima oleh perusahaan. yaitu : 1) Produk termasuk produk tahan lama atau tidak. Proses produksi yang terus-menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. d. c. 2) Proses produksi yang terus-menerus Proses produksi yang dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan bukan berdasarkan jumlah pesanan yang masuk. 4) Follow up Menetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorong terkoordinasinya seluruh perencanaan proses produksi. biasanya sedikit tergantung pada pesanan yang masuk ke perusahaan. 4) Produk yang akan diproduksi termasuk consumers goods atau produciens goods. b. bagaimana penyelesaian proses produksi. apakah perusahaan perlu berdekatan dengan sumber bahan baku atau dekat dengan pasar. Wirausahawan harus menetapkan produk apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi pada suatu periode yang akan datang. 3. Di sini proses produksi tidak dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan jumlah produk yang dibuat perusahaan. 2) Berapa jumlah produk yang akan diproduksi. 2) Bagaimana mutu produk. 2) Schedulling Menetapkan dan menentukan jadwal kegiatan proses produksi yang disinergikan sebagai suatu kesatuan. 3) Bagaimana sifat permintaan konsumen terhadap produk yang akan dibuat. apakah musiman atau sepanjang masa. Jenis produk (baru atau lama) Seorang wirausahawan perlu mempertimbangkan dan memperhatikan jenis produk. Jenis dan Kualitas Produk/Jasa a. kapan proses produksi akan dimulai dan kapan akan selesai. Pengendalian proses produksi Pengendalian proses produksi menyangkut beberapa masalah tentang perencanaan dan pengawasan proses produksi di dalam perusahaan. termasuk di dalamnya mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan. sehingga jumlah produk yang dibuat pada umumnya banyak. Adapun tahapan-tahapan yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut : 1) Routing Menetapkan dan menentukan urutan-urutan proses produksi. dikoordinir dan dikendalikan dengan baik oleh wirausahawan. Jenis produk/Jasa . hendaknya semua itu direncanakan. ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. 3) Dispatching Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk melaksanakan operasi proses produksi yang sudah direncanakan dalam routing dan sehedulling. Jenis dan mutu produk yang akan diproduksi : Untuk menentukan jenis dan mutu produk. Untuk kelancaran proses produksi. dari bahan mentah sampai menjadi akhir. Dari schedulling akan diketahui penggunaan waktu pada setiap pemrosesan produksi. yang disertai pencertian tentang: 1) lokasi.

Suatu jenis produk tertentu biasanya mempunyai ciri-ciri spesifik ukuran. jam tangan mewah. Seorang wirausahawan di dalam melaksanakan proses produksi sebelumnya harus menentukan dengan jelas ciri-ciri. contohnya mobil mewah. jam tangan. d) Unsought goods Barang yang tidak dicari dan pemasarannya dengan mendatangi konsumen. 2) Perencanaan proses produksi harus mempunyai jangka waktu tertentu. dan keinginan konsumen terhadap jenis produk. b) Conviniencegoods Barang konsumsi yang sifatnya mudah dicari bila diperlukan setiap saat dan tersedia di toko/warung terdekat. yang merupakan refleksi kualitas dari produk tersebut. c) Barang-barang industri goods. a. 2) Jenis produk berdasarkan tujuan pemakainya terdiri atas berikut ini : a) Shopping goods Barang yang memerlukan pertimbangan kualitas. modal. dan sebagainya. penguasaan pasar. sabun. Demikian juga bagi perusahaan yang menghasilkan produk berupa jasa. harga. Ciri-ciri perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus mengarah pada kegiatan pada masa-masa mendatang. 3) Perencanaan proses produksi harus mempersiapkan tenaga kerja. rokok. Tanpa melihat itu. tetapi memerlukan pelayanan khusus dan terdapat di toko/tempat tertentu. serta permintaan konsumen terhadap jasa yang kita tawarkan. sehingga setiap perusahaan sebelum memulai usahanya sudah mengambil keputusan berkaitan dengan penentuan macam dan jenis produk apa saja yang akan diproduksi. bahan baku. 4. bisa dipastikan produk kita menjadi produk yang tersisih di pasar. Manfaat suatu produk umumnya diukur dengan kegunaan optimal dan keputusan konsumen. contohnya TV. Penentuan macam dan jenis produk yang akan diproduksi didasarkan atas pertimbangan pengaruh adanya kombinasi produk terhadap keuntungan. berupa barang dapat dibedakan sebagai berikut : a) Jenis produk barang yang diperdagangkan b) Barang-barang consumers goods. gaya kemasan. permen. dan sebagainya. permata. dan atribut lainnya.Pada umumnya. Pertimbangan perusahaan sebelum menentukan produk yang dihasilkan itu dikarenakan meningkatnya perkembangan teknologi dan pengetahuan konsumen. dan sebagainya. contohnya es krim. selera dan keinginan. 4) Perencanaan proses produksi harus dapat mengkoordinir kegiatan produksi dengan kegiatan bagian lain. posisi pasar. 3) Kualitas produk/jasa Setiap produk yang dihasilkan tentu tidak bisa dipisahkan dengan manfaatnya sebagai pemenuh kebutuhan konsumen. Hal ini sangat penting agar proses produksi bisa berjalan dengan lancar dan tujuan perusahaan untuk mendapatkan laba pun berhasil. dan sebagainya. selera. metode maupun teknik penciptaan faedah baru dari suatu produk. Untuk itu. setiap perusahaan menghasilkan dan memasarkan bermacam-macam jenis produk. gula. 1) Jenis produk. metode pengerjaan. dan jenis. harga. Perusahaan harus mempertimbangkan keuntungan yang didapat dari jasa yang diberikan. . misalnya ensilopedia. permata. Merancang Proses Produksi Proses produksi merupakan suatu cara. mesin-mesin. syarat-syarat dan faktor perencanaan operasi produksi. kulkas. c) Specialitygoods Barang kebutuhan konsumen. perusahaan penghasil produk jasa harus selalu berusaha melakukan inovasi terhadap jenis jasa yang benar-benar dibutuhkan konsumen.

Produk itu harus bisa dipertanggung jawabkan. 6) Komersialisasi Merupakan tahap memperkenalkan produk yang telah diproduksi kepada para konsumen. kemudian diteliti dan diuji mengenai kelemahan produk. PengelolaanPersediaan Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan. melakukan promosi dan pendistribusian. 5. kesalahan dalam pembuatan (bila ada). b. Agar kegiatan proses produksi dapat dilaksanakan dengan baik. cacat tidaknya dan bermanfaat tidaknya produk yang dibuat. Analisis gagasan itu dilakukan untuk mengetahui a) potensi permintaan terhadap produk. maka dalam proeses produksi perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian. 3) Analisis gagasan Selanjutnya. Setelah diuji. terlebih dahulu wirausahawan perlu menimba gagasan dari para konsumen dan mengajak karyawan untuk berpartisipasi memikirkan produk yang akan diproduksi. 2) Perencanaan proses produksi harus sederhana. diantaranya dengan cara melaksanakan pemberian merek produk. untuk menjaga jangan sampai persediaan habis. kualitas produk. menentukan harga sebijaksana mungkin. Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah : a. dan sebagainya. 3) Perencanaan proses produksi harus memberikan analisis dan klasifikasi kegiatan.5) Perencanaan proses produksi harus dapat menentukan jumlah produk. Di dalam tahap ini. maka wirausahawan harus menyaring dan memilih gagasan yang baik. 4) Percobaan produk Tahap selanjutnya adalah. pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana. diharapkan produk benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kepada konsurnen. 5) Uji coba produk Produk yang telah dibuat. warna produk. baik secara teknis maupun komersial. ukuran produk. Syarat-syarat perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. wirausahawan mengadakan analisis terhadap gagasan proses produksi dari berbagai macam usaha. dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan sesuai dengan jumlah yang direncanakan. 2) Penyaringan gagasan Setelah banyak menemukan gagasan yang bagus dari konsumen ditambah sumbangan pikiran dari para karyawan. b. yaitu menciptakan produk sesuai gagasan. Persiapan perencanaan proses produksi Adapun persiapan perencanaan operasi produksi meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) Prosedur persiapan Sebelum wirausahawan menentukan produk apa yang akan dibuat. wirausahawan berusaha agar produknya benar-benar bisa diterima oleh konsumen. wirausahawan mewujudkan gagasan ke dalam tindakan kongkret. c. Untuk menjaga tingkat persediaan barang. b) jumlah omset penjualan. c) kemampuan produk yang mendatangkan laba. . Jadi. untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen. membuat kemasan produk semenarik mungkin. jenis produk. bentuk produk. mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan.

First-out (FIFO) Barang yang pertama masuk. yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger). Sedangkan kartu persediaan barang digudang dan di toko digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik. Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang. dan sebagainya. untuk menjaga agar jangan sampai jumlah persediaan barang dagangan berlebihan. dan f. yaitu laporan rugi laba dan neraca. kartu retur penjualan. Pencatatan secara terus-menerus (perpectual system) Cara pencatatan yang dilakukan secara terus menerus. c. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas. Laporan persediaan harus akurat. Setelah penyusunan laporan persediaan selesai. e. kartu retur pembelian. Buku pembelian. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. First-out (LIFO) Barang yang paling akhir. ada dua sistem yang bisa dikemukakan di sini. b. Mengenai metode pencatatan persediaan barang dapat digunakan cara berikut : a. d. bulanan atau semester. yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyusun laporan keuangan. barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. buku penjualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang. b. sistem pencatatan yang paling tepat. metode pencatatan yang tepat untuk menentukan persediaan. Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan. Average Cost (AC) Barang-barang yang dikeluarkan dicatat berdasarkan harga rata-ratanya.c. yaitu : a. c. kartu persediaan gudang. Last-in. b. Penyusunan laporan persediaan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. menghitung persediaan barang dagangan. surat penerimaan. d. kartu persediaan di toko. karena penetapan nilai persediaan dagangan sangat mempengaruhi keseimbangan antara biaya-biaya yang dikeluarka dengan pendapatan di dalam . Mengenai sistem pencatatan. menyusun laporan persediaan. Pencatatan secara periodik (periodiec system) Cara pencatatan yang dilakukan pada waktu atau periode tertentu. barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke bagian keuangan. c. faktir penjualan. buku penjualan (tunai/kredit). First-in. misalnya mingguan. buku pembelian (tunai/kredit). Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan. akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengatur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan. b. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan ini diperoleh dari : a. Laporan persediaan barang dagangan dibuat secara periodik. a. selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan.

000.000.000 kg : Rp.00 15.00 : Rp.200.000 kg @ Rp.000. 1) Metode FIFO ( irst-in First-out) Bahan baku yang masuk pertama dianggap bahan baku yang lebih dulu dipakai dalam proses produksi.000.000.000.000 kg @ Rp.000. Bisa dibayangkan.00 17 Mei. Contoh : 12.000 kg @ Rp. sehingga akhirnya akan mengakihatkan terjadinya kesalahan dalam pelaporan aktiva/harta dan modal di dalam neraca. Sinar Surya selama dua minggu pertama bulan Mei 2004 adalah : 01 Mei. yaitu seperti berikut ini. Ketidakakuratan dari suatu laporan persediaan memungkinkan timbulnya kesalahan penetapan nilai persediaan akhir.000. Sebaliknya. 8.000. Penentuan kuantitas bahan baku bergantung pada sistem pencatatannya. akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan. bisa dipastikan kegiatan proses produksi akan terhenti. 3.00 15. 1. jika persediaan bahan baku terlalu banyak. bahan baku yang dipakai dalam proses produksi yang harus dicatat sebesar Rp.00 :Rp. 1. Pengertian bahan Baku Bahan baku adalah bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dari produk jadi dan merupakan biaya utama dalam proses pembuatan produk.00 3.00   .00 Berdasarkan perhitungan di atas. 1.400. 14. persediaan 8. masuk proses produksi 15. 17. b.000 kg Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada tanggal 17 Mei sebanyak 15.400. MenghitungKebutuhan dan Persediaan Bahan Baku a. perusahaan perlu melakukan pengendalian bahan baku. yang kemudian mengakibatkan kesalahan dalam penetapan laba kotor maupun laba bersih.000 kg @ Rp. 6. sehingga setiap saat perusahaan mengetahui berapa persediaan bahan baku yang ada. maka jika persediaan akhir ditetapkan salah. pembelian 12.000 kg @ Rp.000. 1. sebab akan semakin menambah biaya-biaya persediaan yang harus ditanggung perusahaan.000 kg : Rp.00 2) Metode LIFO (Last-in First-out) Bahan baku yang terakhir masuk dianggap yang lebih dahulu dipakai dalam proses produksi. Bahan baku merupakan dasar yang sangat penting bagi perusahaan. dan berapa bahan baku yang siap untuk diproses. 8. bukan berarti akan menguntungkan bagi perusahaan.00 : Rp.400.000 kg @ Rp. Ada beberapa metode penilaian persediaan yang digunakan dalam penghitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi. sedangkan penentuan harga satuannya bergantung pada metode penilaian persediaan yang digunakan.000.000 kg.satu periode. 1.00 7. Penghitungan biaya bahan baku Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada dasarnya adalah basil kuantitas dengan harga satuan bahan baku. 16. Contoh : data mengenai bahan baku PT. 1. Untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan baku.400.400.00 09 Mei. Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikunya. 16. Dihitung sebagai berikut : 8.00 : Rp. berapa harus membeli bahan baku. jika dalam perusahaan tidak tersedia bahan baku.200.200.000.

metode penilaian persediaan diterapkan untuk menghitung harga pokok bahan baku yang keluar (diproses). Harga pokok bahan baku yang diproses.000. bahan baku yang harus dicatat adalah Rp 16.000.000.000 kg : Rp. 1) Pencatatan sistem fisik (periodik) Dalam sistem ini. 1. 14. tidak ada pencatatan mengenai harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi.400. 2) Pencatatan sistem perpectual Dalam sistem ini. harga pokok bahan baku yang dibeli dan harga pokok bahan baku yang diproses dalam produksi dicatat dalam perkiraan persediaan bahan baku.800.00 Harga pokok rata-rata tiap kg : Rp 22.00 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi (15. Pencatatan bahan baku Pencatatan bahan baku pada dasarnya meliputi pencatatan pembelian dan pemakaian bahan baku dalam proses produksi. setelah lebih dahulu dihitung harga pokok persediaan bahan baku pada akhir periode. Dengan demikian.00 : 20. 8. .00 3) Metode Rata-rata Tertimbang (Average Cost Method) Biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi adalah hasil kuantitas bahan baku yang dipakai dan harga pokok rata-rata per satuan. 1.400.00 = Rp 16.00 = Rp.200.000 kg @ Rp.00 : Rp.00 20. dicatat debet perkiraan barangdalam proses dan kredit pada perkiraan persediaan bahan baku. menurut metode LIFO. 17.000.000.000 x Rp 1. 120.400.400. 22.000. selama periode berjalan.000.000 kg @ Rp.000.120. 1. harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung dan dicatat pada setiap akhir periode. Contoh : 8. bahan baku yang harus dicatat sebesar Rp.000.00 Dengan demikian.Dengan demikian.000.00 : Rp. Sistem pencatatan bahan baku menggunakan cara-cara berikut ini.00 12. Dengan demikian.000 kg) = 15.800.00 c.

tahu cara berpromosi. Namun. Semua yang dilakukan dengan hati. bahkan membuat produknya sendiri. dengan berwirausaha. sesuai kemampuan. ia memiliki net working yang baik. dan ia pun bosan jika tinggal di rumah hanya mengurus anak saja. "Banyak orang merasa menemukan kepuasan batin dengan berwirausaha yang didasari hobinya.Ia jadi lebih berkembang dari sebelumnya. lalu memutuskan berwirausaha. sabar melatih anak. punya uang banyak. hobi Anda? Memasak. dan sedetail mungkin. bahkan membuat website atau blog. Adviser Personal Financial Services dari FirstPrincipal Fiancial. yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula: 1. merasa kariernya tak berkembang. "Mereka yang hidup berkecukupan pun mau berwirausaha karena ingin mengaktualisasikan diri. meski anak dapat diasuh sendiri. faktor anak pun biasanya menjadi alasan para perempuan memutuskan berwirausaha. Kepala boleh di langit. namun ia membutuhkan tantangan lain di luar rutinitasnya. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat. Jadi. garmen.Tips Berwirausaha bagi Pemula Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. tetap harus fokus dengan usahanya agar semua dapat berjalan lancar. spa. atau lainnya? Bayangkan secara jelas. dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda. 3. keinginan berwirausaha ini tak hanya dilatarbelakangi faktor ekonomi saja. seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran. jangan takut berkhayal atau bermimpi. kembalilah ke realita." ujar perempuan yang kerap disapa Zizi ini. perlahan. Atau. Membuka les privat. Misalnya. atau dari usaha apa agar bisa sukses. sehingga ia punya banyak klien. Nah. Miliki Mimpi! Bermimpilah jadi pengusaha sukses. SE. 4. "Ia jadi makin terbuka. tanpa perlu meninggalkan keluarga dengan bekerja di luar rumah. menurut Fauziah Arsiyanti. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah. menjahit. tak punya uang tapi punya modal kemampuan. Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat. pintar mengatur uang. bisa mencari target pasar. Mulailah dari yang Anda punya. Apakah akan jadi pengusaha restoran. dan membuat kue. dan nilai. Lalu. dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. seiring kenaikan harga di segala bidang. Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. Obesi dan Hobi Apa. yaitu hobi." Faktor lain yang juga kerap dijadikan alasan berwirausaha. Lalu bayangkan. Dip IFP. Kendati demikian." DARI HOBI JADI BISNIS Akan tetapi. 2. Zizi mengingatkan. Jadi. pijat dan aromaterapi. . berbagai usaha dapat dilakukan. mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing. Buat Rencana Bertahap Mulailah membuat rencana bertahap. Lakukan bertahap. selalu melihat ke depan." Di samping itu. katering. usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah? Menurut Zizi. lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda. sih. apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. salon. kantin. atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang. bisa saja seseorang berkarier bagus. bisa liburan ke luar negeri dan tempattempat eksoktis. "Dengan bekerja kantoran. atau mengajar anak-anak? Nah. Zizi menambahkan. MM. dan teruslah bermimpi! Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya. Hal ini bisa menjadi modal ketika memutuskan berwirausaha. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak. Jika dilakukan dengan benar. Anda berbakat membuka katering. Misalnya. yang Anda lakukan memiliki jiwa. Yang penting pede. membuka butik. Berikut tips dari Zizi. Lihat Kenyataan Setelah berkhayal. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. menerima jahitan. nyawa. tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. pasti akan lebih lancar dijalankan.

buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat. Sumber :Noverita K. Buat Anggaran Jika usaha sudah berjalan. Dengan membuat anggaran yang tepat. dan jangan masuk ke dompet. memberi pelayanan delivery service. Jika rencana B ternyata belum berhasil. Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam. Jangan menunggu orang datang. kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya. uang dipecah ke dalam dua rekening bank. atau D. Susun Berbagai Rencana Ketika usaha mulai berjalan.5. Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. dengan hasil usaha. jangan hanya memiliki satu rencana saja. Yang ada. Waldan . Sebaiknya. Misalnya. 6. dan dapat segera diperbaiki. setelah membuka warung tapi sepi pengunjung. Buat juga rencana B. jalankan rencana C. mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. C. dan seterusnya. Misalnya. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari.

tingkah laku. Simaklah beberapa komentar anak-anak di China. saya mempelajari beberapa trik untuk menulis dengan baik. baik. luwes dalam perilaku. saya jadi sangat suka menulis dan secara bertahap. mengapa tidak kita tanya saja anakanak tentang guru yang baik menurut mereka? EENET Asia menurunkan sebuah laporan tentang guru ideal dalam pandangan anak-anak di China dan Pakistan. Dia memperlakukan tiap siswa dengan setara. cara memperlakukan anak didik. tegas. tetapi agaknya berlaku pula universal. Dia menghormati anak-anak. dan lain-lain²yang bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang. dia tidak pernah memihak. tidak menyalahkan kami. Daftar tadi bisa jadi merujuk pada berbagai referensi² kesiapan materi. Tanpa saya sadari. Mereka memiliki kepribadian penyayang. dia akan mendudukan anak itu disebelahnya dan menjelaskan lagi pelajaran itu. Sebagai murid. kami merasa santai dan hidup (bersemangat).Bagaimana Menjadi Guru Ideal ? Seperti apakah guru ideal itu? Setiap orang bisa menyodorkan daftar panjang berisi kriteriakriteria untuk menjawab pertanyaan ini. ini adalah hal yang paling berharga tentang guru« Dalam kelas guru Chen. Tapi. bekerja keras. Anak-anak di Pakistan berpendapat tentang guru yang baik: Guru kami tahu nama tiap anak. Dia selalu ³tanpa sengaja´ mengajukan pertanyaan atau membuat kesalahan agar kami dapat membetulkannya. Guru Shan selalu melucu dalam kelas menulis kami dan membuat kami sangat tertarik dalam pelajaran itu. hangat. . Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum. tetapi pada anak! Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar. bahkan siswa yang paling pemalu mau mengangkat tangan dan menjawab pertanyaannya. Dalam kebaikan hatinya. sabar. dia selalu memanggil mereka µaap¶. Paragraf terakhir pada tulisan tersebut agaknya mengena dan menggambarkan secara jelas bagaimana seharusnya seorang guru ideal: Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Jika kami mengatakan sesuatu yang salah. daripada pusing menyusun berbagai macam kriteria. Ibu guru Gao seperti ibu bagiku. Dia bahkan akan berkata sambil tersenyum: ³Kesalahan Bagus! Kesalahan membantu kami menemukan masalah-masalah´. Dia mendengar semua masalah dan keluh kesah kami serta membantu kami menyelesaikan masalah. Jika seseorang tidak paham. (aap adalah bentuk sopan µkamu¶ di Pakistan) Guru kami selalu memperhatikan tiap anak ketika mengajar. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah. serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Dia menjelaskan pelajaran di papan tulis. Tidak seberapa lama kemudian. perbedaan antar anakanak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar.

Kedua. toleransi. di Sawangan Depok. cinta damai dan persatuan. Semua mata pelajaran adalah pintu masuk pada pendidikan karakter. tapi dikembangkan melalui pembelajaran. Dan ketiga. percaya diri. Pertama.17 Maret 2011 | Laporan oleh aline Depok . Jawa Barat." kata Ratna Megawangi. amanah dan diplomatis. kerja keras dan pantang menyerah. Rabu (16/03/2011). Pilar tersebut adalah cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya. dan kerja sama. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam kesempatan yang sama mengatakan. dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua "Anak-anak menyerap semua hal pada saat berusia empat tahun. (aline) . keadilan dan kepemimpinan. tanggung jawab. Peningkatan 30% berikutnya terj adi pada usia 8 tahun. "Nilai ini tidak bisa diajarkan. kepedulian. ada tiga pendekatan yang digunakan dalam pendidikan karakter. kreatif. Lalu. kedisiplinan dan kemandirian. pembicara tamu pada Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011. Ratna menyebutkan. Kemdiknas siap merevitalisasi pendidikan karakter tahun ini yang ditandai dengan akan diluncurkannya gerakan nasional PAUDNI-sasi." katanya. pengayaan yang bisa ditambahkan. kerapian dan keamanan). kebersihan. ada sembilan pilar karakter. dengan melihat kembali kurikulum. monitoring.Pendidikan karakter yang baik adalah pendidikan yang dimulai sedini mungkin dalam keluarga. dan itu adalah periode emas otaknya. ada pula K4 (kesehatan. kasih sayang. Kemudian. kejujuran. menyempurnakan melalui kebijakan nasional. baik dan rendah hati. hormat dan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun.

kuriku-lum. manajemen pendidikan. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan guru untuk memperbaiki mutu dan kualitas proses pembelajaran adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning ( CTL ). fasilitas. kita merasa bahwa kita sedang membicarakan permasalahan yang kompleks dan sangat luas. Sesuai fungsi pendidikan nasional tersebut terletak juga tanggung jawab guru untuk mampu mewujudkannya melalui pelaksanaan proses pembelajaran yang mampu bermutu dan berkualitas. Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) pada pelajaran IPS . Perumusan Masalah 1. Akibatnya banyak peserta didik yang ketika lulus dari sekolah. Mulai dari masalah peserta didik. mandiri. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas hanya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi. berilmu. Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dijelaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran Kontekstual (CTL) ? 2. Bagaimana aplikasi pembelajaran CTL pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS ) di Sekolah Dasar. dan lain sebagainya. cakap. berakhlak mulia. pendidik/guru . Apa perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional ? 3. otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. sehat. Salah satu masalah yang banyak dihadapi dalam dunia pendidikan kita adalah lemahnya kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di sekolah. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana pola dan tahapan pembelajaran CTL di sekolah ? 4. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Ketika kita membicarakan tentang pendidikan. 2003). proses belajar mengajar. mereka pintar secara teoritis. ( UU Sisdiknas . akan tetapi mereka miskin aplikasi. kreatif.

Peserta didik didorong untuk beraktivitas mempelajari materi pembelajaran sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya.. that is. social. and cultural circumstance. bermakna. Guru membermaknakan pusparagam konteks (sekolah. To achieve this aims.. the system encompasses the following eight component: making meaningful connections. menggunakan konteks yang beragam. learning (refleksi sistem kepribadian peserta didik yang menunjukkan perilaku yang terkait dengan tugas yang diberikan.Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1.. Pengertian Pembelajaran Kontekstual (CTL) Pada beberapa tahun terakhir ini pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang banyak dibicarakan orang. Makna itu ada di mana-mana dalam konteks fisikal dan sosial. instruction (sistem sosial tempat berlangsungnya mengajar dan belajar ). self-regulated learning. using authentic assesment. BAB II PEMBAHASAN A. Dalam penerapan CTL ada sejumlah strategi yang mesti ditempuh yaitu: Pertama. Kedua. peserta didik ditantang untuk berfikir kritis untuk memecahkannya. tempat . Dengan memuculkan problem yang dihadapi bersama. Menurut Elaine B Johnson (2002) Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah : . reaching high standards. dan dibermaknakan. critical and creative thinking. nurturing the individual. dan curriculum (sistem sosial yang berujung pada rencana untuk pengajaran ) maka dalam CTL guru berperan sebagai fasilitator tanpa henti (reinforcing). masyarakat. Teoritis : memberikan tambahan pengetahuan kepada pembaca tentang strategi pembelajaran kontekstual ( CTL ) 2. with context of their personal.an educational process that aims to help students see meaning in academic material they are studying by connecting academic subjects with the context of their daily lives. Problem seperti ini membawa makna personal dan sosial bagi peserta didik.. Dengan merujuk pada 4 (empat) konsep kunci yang saling terkait. Berbeda dengan strategi pembelajaran lainnya Contextual Teaching and Learning (CTL) yang selanjutnya oleh penulis dalam makalah ini disingkat CTL merupakan strategi yang melibatkan peserta didik secara penuh dalam proses pembelajaran. yaitu teaching (refleksi sistem kepribadian sang guru yang bertindak secara profesional). yakni membantu peserta didik menemukan makna (pengetahuan). pengajaran berbasis problem.. Kutipan pengertian di atas menegaskan hakikat CTL yang dapat diringkas dalam 3 (tiga) kata yaitu makna. collaborating. doing significant work. Praktis : pembaca dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) pada mata pelajaran IPS.

Hal ini perlu didengungkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang kompetitif pada abad persaingan dewas ini (Elaine B Johnson : 2002) Hampir serupa dengan pengertian CTL di atas. artinya peserta didik dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. jaminan menentukan masa depan. Standar unggul sering dipersepsikan sebagai jaminan. dan sebagainya). sehingga makna (pengetahuan) yang diperoleh peserta didik menjadi semakin berkualitas. jaminan kepercayaan diri. dan memberi kesempatan kepada siswa untuk maju terus sesuai dengan potensi yang dimilikinya. baik jaminan lulus. Peserta didik dilatih untuk kritis dan kreatif dalam mencari dan menganalisis informasi dengan sedikit bantuan atau malah secara mandiri. Wina Sanjaya (2006) mengemukakan bahwa Contextual Teaching and Learning adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. menggunakan penilaian autentik. Dari konsep tersebut ada 3 (tiga) hal yang harus difahami. Guru mengayomi peserta didik dan meyakini bahwa keberagaman dibermaknakan sebagai mesin penggerak untuk belajar saling menghormati dan membangun toleransi. jaminan kerja. Ketiga. mengejar standar tinggi. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Hal ini sangat penting agar materi yang dipelajari peserta didik tertanam erat dalam memori peserta didik. CTL akan menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi. CTL mendorong agar peserta didik dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. belajar melalui kolaborasi. Kedua. Pertama.kerja. Keenam. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar peserta didik hanya menerima pelajaran. Peserta didik dibiasakan saling belajar dari dan dalam kelompok untuk berbagi pengetahuan dan menentukan fokus belajar. Hal ini menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secara terpadu dan kontekstual. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Kelima. Ketujuh. memberdayakan peserta didik untuk belajar sendiri. Keempat. CTL mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. Ketiga. . artinya CTL bukan hanya mengharapkan peserta didik memahami materi yang dipelajarinya. mempertimbangkan keberagaman peserta didik baik perbedaan individual dan sosial. sehingga tidak akan mudah dilupakan.

Dalam hal tertentu guru bisa mendatangkan orang-orang yang dianggap memiliki keahlian khusus untuk memberikan atau membahas masalah tertentu sesuai dengan materi pembelajaran.CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. Masyarakat Belajar ( Learning Community) adalah proses kerjasama saling memberi dan menerima. . CTL menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar. Penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah peserta didik benar-benar belajar atau tidak. atau siswa yang telah menguasai kemampuan tertentu memberikan contoh kepada temannya di depan kelas. peserta didik belajar melalui kegiatan kelompok seperti kerja kelompok. Bertanya (Questioning). 4. adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. berdiskusi. Penilaian nyata ( authentic assessment ) adalah proses yang dilakukan dengan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. apakah pengalaman belajar peserta didik memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. saling menerima dan memberi. Bertanya dipandang sebagai refleksi keingintahuan setiap individu. Konstruktivisme. Perbedaan tersebut antara lain : 1. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik lebih banyak belajar secara individual dengan menerima. adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. Dalam pembelajaran CTL. adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. 7. Refleksi (reflection). Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional Terdapat beberapa perbedaan pokok antara CTL dengan pembelajaran konvensional yang berlaku selama ini. Misalnya guru memberikan contoh kepada siswa. 5. B. Adapun 7 (tujuh) asas tersebut adalah : 1. Penerapannya dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. adalah proses membangun atau menyusun penge-tahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Inkuiri. 2. mencatat. 3. Permodelan ( Modelling ). artinya siswa berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. dan menghafal materi pelajaran. 2. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik ditempatkan sebagai obyek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. 6.

6. tujuan akhir adalah nilai atau angka. Untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan guru dapat melakukan langkah pembelajaran sebagai berikut : 1. 5. misalnya dengan evaluasi proses. Dalam CTL. tindakan atau perilaku individu di dasarkan oleh faktor dari luar dirinya.3. 7. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan hanya diukur dari tes. 4. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. dan lain sebagainya. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. penampilan. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. Dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak terjadi. Dalam CTL. C. Dalam CTL. Dalam pembelajaran CTL. Tujuan akhir proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. hasil karya siswa. Dalam pembelajaran CTL. 9. oleh karena pengetahuan di konstruksi oleh orang lain. 10. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara. Dalam CTL. sehingga setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena menyadari perilaku itu merugikan atau tidak bermanfaat. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : . sedangkan dalam pembelajaran konvensional. Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa. wawancara. siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. sedangkan dalam pembelajaran konvensional. maka terlebih dahulu penyusun menyam-paikan Pola pembelajaran CTL di sekolah. b. observasi. Pola dan Tahapan Pembelajaran CTL di Sekolah Untuk lebih memahami bagaimana mengaplikasikan CTL dalam proses pembelajaran di sekolah. pembelajaran bisa terjadi dimana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman atau sekedar memperoleh nilai dari guru. kemampuan didasarkan atas pengalaman. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. 8. rekaman. karena kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. Pendahuluan a. sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran.

semester 1 Standar Kompetensi 2. Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. 2) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi. 3) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. Mengenal sumber daya alam. Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 2. komunikasi. Peserta didik melaporkan hasil diskusi c. Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi di daerahnya. Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. 2.1) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik. b. Kelas IV . dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar 2. dan seterusnya. dan transportasi serta pengalaman .2. Mengenal perkembangan teknologi produksi. D. Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing. c. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek B. Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 3. b. 2. Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas a.3. b. Aplikasi CTL Pada Mata Pelajaran IPS Pada makalah ini penyusun mencoba menjelaskan juga tentang contoh aplikasi CTL pada mata pelajaran IPS untuk tingkat pendidikan SD kelas IV semester 2 dan tingkat pendidikan SMP/MTs kelas VII semester 1 sebagai berikut : 1. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) a. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek A. Penutup a. kegiatan ekonomi.1.

2) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik. 3) Guru menyediakan /memberikan format panduan pengamatan sesuai dengan materi pengamatan kelompok siswa. kegiatan ekonomi. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas dan kegiatan observasi yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik di lingkungan obyek pengamatan tersebut. Inti Kegiatan di Lokasi (Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. atau Koperasi Sekolah ) c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi yang telah ditentukan dengan mengisikannya pada format panduan yang telah disediakan guru. misalnya siswa 36 dibagi dalam 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 orang. Koperasi Pegawai. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek sumber daya alam dan potensi ekonomi di sekitar sekolah. Mengenal permasalahan sosial di daerahnya Contoh langkah pembelajarannya adalah : a.4. 2) Guru memimpin pembukaan diskusi kelas dan menyampaikan peraturan dan tata tertib diskusi agar kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib.menggunakannya. Kegiatan di dalam Kelas ( setelah pengamatan selesai dilakukan ) 1) Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing (dikusi kelompok). 2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Guru mengamati kinerja masing-masing kelompok dan membimbing apabila ada kelompok yang mengalami kesulitan. 4) Guru membimbing siswa kembali ke kelas dengan tertib sesuai waktu yang ditentukan. kelompok 5 dan 6 melakukan observasi ke obyek koperasi di sekitar sekolah ( KUD. b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi. . b. dan kemajuan teknologi di lingkungan kab/kota dam prov. dan manfaat mempelajari dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek aktivitas ekonomi di sekitar sekolah. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan standar kompetensi yang harus dicapai yaitu Mengenal sumber daya alam. 2.

semester 1 Standar Kompetensi 3. Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan Kompetensi Dasar 3. b. 5) Guru mengamati kinerja siswa dalam kegiatan observasi untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran dengan baik. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. 3.2. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari a. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhluk sosial. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan kompetensi ³Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan´ yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. . b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi di lingkungan sekitar sekolah. Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan. Kelas VII . c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut.3) Guru mengatur jadwal waktu dan pembagian kelompok yang melaksanakan tugas presentasi hasil pengamatan. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhlug ekonomi. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok tersebut. 4) Peserta didik melaporkan hasil diskusi di depan kelas 5) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain c. 2. 2) Guru menjelaskan pengertian manusia sebagai makhlug sosial (homo socius) dan makhlug ekonomi ( berusaha mencukupi kebutuhannya) 3) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik.1. kelompok 5 dan 6 mengobservai tentang motif ekonomi manusia.

. Kesimpulan Dari penjabaran mengenai Contextual Teaching and Learning (CTL) di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat laporan hasil pengamatan dengan sistematika laporan yang baku. akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan. akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru. Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi nyata sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka. c. 2. 5) Guru menilai interaksi tanya jawab dan kerjasama antar kelompok untuk menilai secara kognisi maupun afeksi siswa dalam pembelajaran. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal.2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Peserta dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas observasi. 2) Peserta didik melaporkan hasil diskusi (kelompok besar) dalam kelas 3) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 4) Apabila mengalami kesulitan guru dapat menjembatani dan membantu agar terjadi interaksi antar peserta didik secara baik dan diskusi berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Karena CTL menekankan pembelajaran dengan anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas 1) Peserta didik berkumpul dalam kelompok kecil dan mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan tugas masing-masing. Dengan 2 (dua) contoh tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa CTL adalah pembelajaran tepat dan dapat diterapkan pada pelajaran IPS baik di SD maupun SMP/MTs dengan didukung kreatifitas dan kemauan guru dalam meningkatkan mutu pembelajarannya.

Strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diaplikasikan pada mata pelajaran IPS baik di tingkat pendidikan SD maupun SMP/MTs. Saran Dengan pemahaman tentang Contextual Teaching and Learning (CTL) ini diharapkan guru mata pelajaran IPS dapat menerapkan strategi ini dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dan dapat lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas penguasaan materi pelajaran IPS siswa di sekolah yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagaimana tujuan dan fungsi pendidikan nasional. B.3. 5. Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan peserta didik di lapangan. Ada beberapa perbedaan antara strategi pembelajaran CTL dan konvensional yang membuktikan bahwa CTL lebih efektif dan mampu menjadi alternatif pilihan strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. 4. 6. . Diperlukan pola dan langkah pembelajaran CTL di kelas agar strategi CTL dapat diterapkan secara efektif dan sesuai materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).