MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara pembuatan produk baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 2. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. 3. Wirausahawan disebut juga wiraswasta, ³wira = perwira tangguh kuat, kuat tauladan,. Swasta = mandiri, berdiri sendiri . Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. 4. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. b. c. d. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia

Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. Pelaksana Pembangunan 3. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. Menghormati tertib hokum 6. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Jujur 8. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. Membayar pajak yang teratur 10. SDM yang ideal 11. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi, imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat,sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada

Fungsi seorang Wirausaha: 1. 2. 3. 4. 5. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru

Sumber Wirausaha: 1. 2. 3. 4. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah

Syarat-syarat wirausaha : 1. Tujuh K (Kemauan, Kemampua, Kesempatan, Keteraturan, Keberanian, Kesadaran dan Keuangan ) 2. Tujuh P (Pendidikan, Pengajaran, Penerangan, Pengelolaan, Pendekatan, Penghayatan dan Perbankan A. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. Unsur sikap (mandiri, indenpenden, percaya diri,dipercayai, jujur, kreatif dan inovatif, ingin tahu,disiplin, bekerja keras, tekun) b. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif, memimpin membaca dan menciptakan peluang baru , manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi, teknis) c. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat, tingkat social dan pendidikan, mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) · Kelompok wirausaha ada 3 : 1. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. b. c. d. e. f. g. h. Percaya diri Mencari dan menangkap peluang f. Trampil negosiasi Bekerja keras g. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang Mencintai profesi Trampil negosiasi Aktualisasi diri Mampu memasarkan hasil

2. Wirausaha Tangguh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. b. c. d. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) e. Kreatif dan inovatif

3. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas, perubahan antisipatif, berani. Ciri-ciri wirausaha unggul ; 1. 2. 3. 4. 5. Selalu berkreasi dan berinovatif Mampu menciptakan peluang besar Berani mengambil resiko Mampu mencermati perubahan Meningkatkan keunggulan

Ikrar wirausaha : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. wirausaha sebagai tugas tertinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Dream yaitu memiliki visi 2. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain · Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. 2. 3. 4.
y

Sikap kerja keras 5.Kreatif Prilaku disiplin 6. Inovatif Komitmen tinggi 7. mandiri Jujur 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan ;

1. Sifat dan watak kepribadian 4. Ketahan fisik dan mental 2. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Berkemauan keras 3. Ketahanan fisik dan mental 6. Kesabaran dan Ketahanan
y

Menurut H. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah :

1. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar
y

Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah; 8. Ingin memperoleh balikan segera 9. Sangat energik

1. Komitmen tinggi terhadap tugas 2. Mau bertanggung jawab

3. 4. 5. 6. 7.
y

Ada minat Ada peluang Toleransi menghadapi risiko Yakin pada dirinya Kreatif dan fleksibel

10. Motivasi 11. Berorientasi kemasa depan 12. Belajar dari kegagalan 13. Berkemauan tinggi dalam memimpin

Seorang wirausaha adalah pemimpin ; yang harus dilakukannya: a. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Prilaku pemimpin : 1. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. Orientasi Orang (People Oriented)

MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut; a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Yakin pada diri sendiri e. Pandai membuat keputusan f. Mau menambah ilmu pengetahuan g. Berambisi untuk maju h. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah

MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. Kepribadian yang bersifat negative 2. perasaan takut disaingi orang lain 3. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. b. c. d. e. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran

Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. 5. Berkaitan dengan masalah keuangan c. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15.Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Kurang ulet dan lekas putus asa 2. melihat peluang yang ada 4. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga. 3. Kurang kreatif dan kurang inisiatif 4. Pelayanan kurang baik 11. 1. Kerja Tuntas C. Kurang tekun dan kurang teliti 3. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat B. banyaknya piutang ragu-ragu 12. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal . sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. 2. Ada 5 cara meningkatkan soft skill. Pemborosan 13. Kerja keras 5. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya ³first thing first ³ ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. tidak Jujur 5. 4. Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. 2. 1. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. Berkaitan dengan produkdan pasar b. Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan 6. 3. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. 4. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko .

Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas. jumlah tekanan. pembayaranpembayaran dalam usaha. dan para penjual sendiri) b. 3. neraca labadan rugi. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat B. dari pedagang perantara. Manfaat Sumber informasi usaha a. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan. 2. termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. Biro statistic Perkumpulan dagang. panas dan lain-lian c. temperature dan lain-lain. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. MASALAH USAHA Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah. kecepatan. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. 3. Memilih dan membuat produk yang bermutu. Macam-macam informasi a. 7. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi. laku dijual dan harga bersaing c. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk. d. Informasi atas orang. langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi . seperti berat. 6. KADIN dan Media massa) 4.MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. harta kelompok dan sebagainya c. 5. pemerintah. 4. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. b.

Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan faktafakta c. Faktor waktu . Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah C. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Faktor Membuat Keputusan : 1. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Faktor sasaran 5.e. Keberania dan antusiasme d. Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3.

Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. saluransaluran pemasaran. jenis dan luasnya reklame. pembayaran gaji. dapat diutamakan yang plaling penting. metode produksi. pengalaman berupa pengetahuan. Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya. rencana mengenai pension. analisis pekerjaan dan evaluasi. syarat-syarat kredit. lay out perusahaan. rencana permodalan kembali. Orangorangnya) 2. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan. c. memilih data-dta. dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya. jenis latihan dan pendidikan. Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. Keterampilan . Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. pengepakan produk. diselidiki dengan teliti.. jumlah inventaris) b. Pelaksanaannya. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. riset pemasaran dan teknik. absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. perundingan dengan karyawan. konsekuensi pilihan. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat. teknik seleksi dan wawancara. Usaha modal baru. Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . prosedur kantor dan perluasan usaha) d. praktek pembelian dan penjualan. penggunaan merk dagang. likuidasi. lokasi. Keputusan permodalan ( Struktur modal. riset pemasaran. promosi dan distribusi) c. tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. penetapan biaya eksploitasi. keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan. jumlah tenaga kerja dan jam kerja . Melatih disiplin . dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. Melatih kemauan 3. hubungan perusahaan dengan ekstrnal. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaikbaiknya. metode bidang penjualan. Faktor Pelaksanaan b. sugesti dan saransaran. Tindakan-tindakan ( Menilai data-data. pembayaran deviden. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja. inspeksi supervis. b. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan.6. dan keterampilan d. Mengenali diri sendiri 2. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai. penetapan harga produk.

Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. a. dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA A. Hak Milik. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. d. ada lima mitos : a. Membuat produk dengan penuh inovatif c. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif 2. d. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. b. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. Peraturan. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif . Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. Kejadian yang tidak diharapkan . Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan . Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. b. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual . c. c. b. Sumber penerapan inovatif a. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d.4.

Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS . 4. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan. adalah akuisisi atau implementasi inovati. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . c. Dimensi Inovatif . B. Adopsi Inovatif. serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. g. a. e. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar Perubahan demografi Perubahan persepsi Konsep pengetahuan dasar 3. 6. c. Inovatif produk. Tahap-tahap inovatif a. tahapan-tahapan inovatif . f.b. ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. d. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. b. d. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. merupakan hasil organisasi perusahaan b.

Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Roe . Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Pemikiran lain 4. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a.1. Mengenali Lingkungan d. Menggunakan akal b. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. a. Dapat menerima perbedaan f. Tekun 2. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Percaya pada diri sendiri i. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Keingintahuan d. Cara Menerapkan Kreativitas a. Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan . Membutuhkan dan menerima otonomi h. Pengertian Kreativitas Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Keterbukaan pada pengalaman b. Hapus perasaan ragu-ragu c.

Tepat waktu adalah ukuran. tegas. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Menentukan keinginan 4. Tepat waktu adalah nilai uang. Kosentrasi pada manusia 1. mendengarkan aluanan music. Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacammacam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. 1.Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: 1. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. Tepat waktu adalah Kekuasaan. artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Melatih Otak 3. rekreasi. Rileks dengan cara menditasi. yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Kelancaran (fluency). artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian . artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif . Konsisten. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. Tepat waktu adalah organisasi. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. dan lain-lain 2. Cara mengatasi masalah 5. dan fair b. humor. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4.

Rasa keadilan harus diterapkan 4. seb agai berikut : a. 6. 5. bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. 4. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah 2. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang 2. Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya 5.sinergi. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. 2. bukan untuk mengawasi orang b. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. d. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen. c. kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama B. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. Kolaborasi. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur 3. 7. Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. b. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri 4. 3. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a.Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : 1. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. Busra Elgeri di 19:29 . Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh.

 TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW.MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA... o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK. BUSRA ELGERI Senin.. Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal.... Didukung oleh Blogger... 28 Maret 2011 .Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y o 2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN . KWU_DRS.MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII .  KLS XI . Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X .PROPOSAL USAHA Mengenai Saya Drs..PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X . y 2010 (9) September (1) o  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 ..

kuat tauladan. memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 4. Swasta = mandiri. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. SDM yang ideal 11.MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. 3. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1. 5. imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat. 3. c. berdiri sendiri . Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. Menghormati tertib hokum 6.. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. Wirausahawan disebut juga wiraswasta. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7.sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada Fungsi seorang Wirausaha: 1. 2. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru Sumber Wirausaha: . Membayar pajak yang teratur 10. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. b. 5. ³wira = perwira tangguh kuat. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. 2. Pelaksana Pembangunan 3. 4. menentukan cara pembuatan produk baru. 2. Jujur 8. Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. d. 7. 6. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru. 4. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. 3. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi.

manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi. Pengajaran. Keberanian. 4. teknis) c. kelemahan. perubahan antisipatif. Selalu berkreasi dan berinovatif 2.1. c. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang h. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. Kreatif dan inovatif 3. Ciri-ciri wirausaha unggul . Pengelolaan. d. Mencintai profesi Mencari dan menangkap peluang f. Berani mengambil resiko . Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif. bekerja keras. Tujuh K (Kemauan. Penerangan. c. Keteraturan. Penghayatan dan Perbankan A. 3. peluang dan ancaman) e. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas. ingin tahu. memimpin membaca dan menciptakan peluang baru . indenpenden. Kesadaran dan Keuangan ) 2. kreatif dan inovatif. Pendekatan. berani. Percaya diri e. b. b. tekun) b. Wirausaha Tanggunh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan. Tujuh P (Pendidikan. Unsur sikap (mandiri. tingkat social dan pendidikan. 2. Kemampua. mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) y Kelompok wirausaha ada 3 : 1. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. percaya diri. d. Mampu menciptakan peluang besar 3.dipercayai. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah Syarat-syarat wirausaha : 1. 1. Kesempatan. Trampil negosiasi Bekerja keras g.disiplin. Mampu memasarkan hasil 2. jujur.

5. 3. wirausaha sebagai tugas tetinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir kummel negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Meningkatkan keunggulan Ikrar wirausaha : 1. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah : 1. 2. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Ingin memperoleh balikan segera Mau bertanggung jawab 9. Belajar dari kegagalan Yakin pada dirinya 13. Sifat dan watak kepribadian 4. yang harus dilakukannya: 1. Motivasi Ada peluang 11. 2. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Sangat energik Ada minat 10. Mampu mencermati perubahan 5. 1. y Sikap kerja keras 5. Berkemauan keras 3. 6. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain y Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. Kesabaran dan Ketahanan y Menurut H. Berorientasi kemasa depan Toleransi menghadapi risiko 12. 6. 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan . 3. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. 4. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Dream yaitu memiliki visi 2.Kreatif Prilaku disiplin 6. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. 4. 5. Komitmen tinggi terhadap tugas 8. 7. Ketahan fisik dan mental 2. 7. 3. mandiri Jujur 8. Inovatif Komitmen tinggi 7. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar y Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah.4. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Berkemauan tinggi dalam memimpin Kreatif dan fleksibel Seorang wirausaha adalah pemimpin . 9. 2. Ketahanan fisik dan mental 6. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. y . 4. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4.

Kurang ulet dan lekas putus asa Kurang tekun dan kurang teliti Kurang kreatif dan kurang inisiatif tidak Jujur Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan . b. Berambisi untuk maju h. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. perasaan takut disaingi orang lain 3. Orientasi Orang (People Oriented) MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut. 6.a. Mau menambah ilmu pengetahuan g. 3. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 5. Prilaku pemimpin : 1. Kepribadian yang bersifat negative 2. e. 2. Yakin pada diri sendiri e. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. c. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. 8. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. d. Pandai membuat keputusan f. 5. 4. 2. 7. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. a. 4. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. 3.

1. melihat peluang yang ada 4. Pemborosan 13. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko . 3. Ada 5 cara meningkatkan soft skill. Pelayanan kurang baik 11. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya ³first thing first ³ ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. Kerja Tuntas C.6. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. 2. Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. Berkaitan dengan masalah keuangan c. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Kerja keras 5. 4. MASALAH USAHA . Kekeliruan manghitung harga pokok 14. 4. banyaknya piutang ragu-ragu 12. 5. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju. 3. 2. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. Berkaitan dengan produkdan pasar b. 1. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat B. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9.

Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. KADIN dan Media massa) 4. Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas. Memilih dan membuat produk yang bermutu. 6. 3. jumlah tekanan. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. kecepatan. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen.Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat B. 4. Informasi atas orang. 7. termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. d. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. neraca labadan rugi. harta kelompok dan sebagainya c. langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah . Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. pembayaran-pembayaran dalam usaha. Macam-macam informasi a. seperti berat. laku dijual dan harga bersaing c. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. Biro statistic Perkumpulan dagang. Manfaat Sumber informasi usaha a. 3. panas dan lain-lian c. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan. temperature dan lain-lain. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi e. dan para penual sendiri) b. pemerintah. 5. dari pedagang perantara. b. 2. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan .

C. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. Faktor Membuat Keputusan : 1. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta c. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3. Faktor waktu 6. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Faktor sasaran 5. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Faktor Pelaksanaan . Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Keberania dan antusiasme d.

b. dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya. saluran-saluran pemasaran. dan keterampilan d. jumlah inventaris) b. Keputusan permodalan ( Struktur modal. jenis dan luasnya reklame. Keterampilan . pembayaran gaji. syarat-syarat kredit. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat. rencana mengenai pension. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan. Peraturan. metode produksi. perundingan dengan karyawan. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan. pengalaman berupa pengetahuan.. praktek pembelian dan penjualan. lokasi. keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan. Hak Milik. c. Orang-orangnya) 2. penggunaan merk dagang. Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. metode bidang penjualan. diselidiki dengan teliti. penetapan harga produk. pembayaran deviden. jumlah tenaga kerja dan jam kerja . Usaha modal baru. sugesti dan saran-saran. riset pemasaran. promosi dan distribusi) c. Mengenali diri sendiri 2. prosedur kantor dan perluasan usaha) d. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja. memilih data-dta. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya. riset pemasaran dan teknik. Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . Tindakan-tindakan ( Menilai data-data. inspeksi supervis. konsekuensi pilihan. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. pengepakan produk. absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. Melatih kemauan 3. hubungan perusahaan dengan ekstrnal. teknik seleksi dan wawancara.b. lay out perusahaan. dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA . penetapan biaya eksploitasi. Melatih disiplin 4. tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. dapat diutamakan yang plaling penting. likuidasi. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaik-baiknya. rencana permodalan kembali. Pelaksanaannya. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai. jenis latihan dan pendidikan. analisis pekerjaan dan evaluasi.

A. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. Sumber penerapan inovatif a. ada lima mitos : a. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ideide yang dapat dijual . Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. b. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif . c. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya. Membuat produk dengan penuh inovatif c. b. Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif 2. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. c. Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. b. Kejadian yang tidak diharapkan Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar . d. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan . Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. c. d. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. d. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. a. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. b.

6. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Perubahan demografi f. merupakan hasil organisasi perusahaan b. d. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. c. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. 4. Konsep pengetahuan dasar 3. Perubahan persepsi g. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. a. Tahap-tahap inovatif a. ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan. Dimensi Inovatif . Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan. tahapan-tahapan inovatif . Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada. b. Inovatif produk. serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. Adopsi Inovatif. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . B. Pengertian Kreativitas . adalah akuisisi atau implementasi inovati. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS 1. Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b.e. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2.

Menggunakan akal b. a. Dapat menerima perbedaan f. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Cara Menerapkan Kreativitas a.Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Membutuhkan dan menerima otonomi h. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c. Hapus perasaan ragu-ragu c. Roe . Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Mengenali Lingkungan d. Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Percaya pada diri sendiri i. Keterbukaan pada pengalaman b. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Pemikiran lain 4. Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: . Keingintahuan d. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Tekun 2.

Menentukan keinginan 4. Konsisten. Kelancaran (fluency). 1. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. rekreasi. artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. tegas. artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : .1. dan fair b. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. humor. Rileks dengan cara menditasi. Cara mengatasi masalah 5. Tepat waktu adalah Kekuasaan. Tepat waktu adalah ukuran. yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif . Kosentrasi pada manusia 1. Tepat waktu adalah nilai uang. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. mendengarkan aluanan music. artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. dan lainlain 2. Melatih Otak 3. Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. Tepat waktu adalah organisasi.

Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3. bukan untuk mengawasi orang b. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan. 3. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d. 5. 5. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang 2. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. seb agai berikut : a. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen. 3. 2. 2. b. Busra Elgeri di 19:29 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: . Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. 6. bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. 7. 4. d.sinergi. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. 4.1. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. Kolaborasi. c. kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama B. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e.

.. o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK. Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X .PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X .. Didukung oleh Blogger. Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal... y 2010 (9) September (1)  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 .Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y o 2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN ..PROPOSAL USAHA o Mengenai Saya Drs.  KLS XI ..MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA...MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII . ..  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW.

Memahami karakteristik wirausahawan 3. Memahami pengertian kewirausahaan 2. tanpa memperhatikan sumberdaya yang mereka kendalikan (ROBEN. Ia bebas merancang. Dalam lampirannya tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) kewirausahaan adalah :semangat. Tujuan Kewirausahaan Kewirausahaan memiliki tujuan sebagai berukut : . mengelola. Mengingat perannya sangat penting. Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan 4. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. Berikut ini diuraikan pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha :  Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (ZIMMERER. Potensi penunjang pembangunan bangsa masih terbuka lebar asalkan para wirausahawan mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja baru menjadi pelopor pembangunan. dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja.Standar Kompetensi: Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausahawan Tujuan Kegiatan Pembelajaran : Setelah mempelajari Modul ini diharapkan siswa mampu : 1. pemerintah telah mengeluarkan itruksi presiden No. 1996)  Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan  Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi. 1996)  Kewirausahaan adalah suatu sikap. sikap. menentukan. 4 tahun 1995 untuk menumbuhkan semangat kepeloporan dikalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan. 1. mengendalikan semua usahanya. perilaku. jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain Sedangkan Wirausaha adalah : Seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Mengidentifikasi perilaku wirausahawan A. Pengertian Kewirausahaan Telah kita ketahui bersama bahwa pemerintah sampai saat ini masih sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru.

Dengan kata lain efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat. anak-anak putus sekolah dan calon wirausahawan 3. Jika kesempatan untuk menjadi wirausaha itu datang maka ada beberapa keuntungan yang dapat diraih antara lain : 1) Menjadi Bos didalam perusahaan 2) Mencapai tujuan yang dikehendaki 3) Memperoleh manfaat dan keuntungan 4) Membantu masyarakat dengan usaha konkrit 5) Mendemonstrasikan potensi secara penuh Agar bisa mengelola aktivitas usahanya dengan baik maka para wirausahawan harus membuat perencanaan yang tepat dan matang. . termasuk keberanian mengambil resiko b. sehingga dapat mengurangi pengangguran. Membudayakan semangat. Meningkatkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat c. Menumbuh kembangkan jumlah wirausahawan yang berkualitas b. Mereka juga harus mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien. perilaku dan kemampuan kewirausahaan dikalangan masyarakat 2. Kemampuan berkarya dalam kebersamaan dengan etika bisnis yang sehat Kesempatan merupakan sesuatu yang ideal bagi para wirausaha.a. a. hemat dan selamat. antara daya usaha dengan hasil usaha. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat d. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis. Sasaran Kewirausahaan a. teliti dan produktif c. Generasi muda. Pelaku ekonomi yang terdiri dari pengusaha kecil dan koperasi c. Sedangkan efisien adalah perbandinagn yang terbaik antara input dan output. cepat. Asas Kewirausahaan a. atau antara pengeluaran dan pendapatan. 4. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian d. sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Efektif berarti suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu. sikap. Menambah daya tampung tenaga kerja. Kemampuan bekerja secara tekun. Instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN) organisasi profesi dan kelompok masyarakat b. Manfaat Kewirausahaan Berikut adalah manfaat kewirausahaan .

d. Mampu berkarya dengan semangat kemandirian 5). tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan. Perilaku wirausahawan 1) Memiliki rasa percaya diri a) Teguh pendiriannya b) Tidak tergantung pada orang lain c) Berkepribadian yang baik d) Optimis terhadap pekerjaannya 2) Berorientasi pada tugas dan hasil a) Haus akan prestasi b) Berorientasi pada laba / hasil c) Ketekunan dan ketabahan d) Mempunyai dorongan kuat.Sikap dan perilaku wirausahawan a. e.b. tekun dan memiliki pribadi unggul yang patut diteladani. Mampu bekerja tekun. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat 4). distribusi. c. tidak berfoya-foya dan tidak boros. Sebagai generator pembangunan lingkungan. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sisitematis dan berani mengambil resiko b. 5. Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras. teliti dan produktif 3). pemeliharaan lingkungan dan kesejahtraan. Berusaha mendidik para karyawannya menjadi orang yang mandiri. pribadi. Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien. motivasi tinggi dan kerja keras 3) Pengambil resiko a) Enerjik dan berinisiatif b) Kemampuan mengambil resiko c) Suka pada tantangan 4) Kepemimpinan a) Bertingkah laku sebagai pemimpin b) Dapat menanggapi saran-saran dan kritik . Sikap wirausahawan 1). disiplin. Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif 2).

Ketrampilan dasar a.Lapangan agraris 1) Pertanian a) Tanaman berumur pendek b) Tanaman berumur panjang 2) Perkebunan dan kehutanan b. Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya b. Adapun ketrampilan tersebut adalah sebagai berikut : 1.c) Dapat bergaul dengan orang lain 5) Keorisinilan a) Inovatif. seorang wirausahawan juga dituntut memiliki ketrampilan-ketrampilan yang dapat menunjang keberhasilan.Ruang lingkup kewirausahaan a. Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi b. dan sesame wirausahawan 6. Human skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain. Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha 2.Ketrampilan khusus a. kreatif dan fleksibel b) Serba bisa dan mengetahui berbagai hal c) Mempunyai banyak sumber kemampuan 6) Berorientasi ke masa depan a) Memiliki pandangan ke masa depan b) Optimis memandang masa depan Disamping harus memiliki sikap dan perilaku tersebut diatas.Lapangan perikanan 1) Pemeliharaan ikan 2) Penetasan ikan 3) Makanan ikan . bawahannya. Ketrampilan teknis ( technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha c. Memiliki kepribadian yang unggul c. Pandai berinisiatif d.

pergudangan. tata busana dan sebagainya Dari keterangan diatas kita ketahui bahwa lapangan kerja wirausahawan itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama untuk diisi. penting sekali kita belajar dari falsafah dan kebiasaan wirausaha untuk mendapat gambaran bahwa menciptakan lapangan kerja .Falsafah dan kebiasaan wirausaha Dalam rangka memasyarakatkan kewirausahaan.Lapangan pemberi jasa 1) Sebagai pedagang perantara 2) Sebagai pemberi kredit / perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restaurant 5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata 6) Sebagai pengusaha asuransi. Karena dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat. Lapangan peternakan 1) Bangsa burung atau unggas 2) Bangsa binatang menyusui d.4) Pengangkutan ikan c. bangsa dan negara akan meningkat. Lapangan perdagangan 1) Sebagai pedagang besar 2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil g. koperasi. Lapangan perindustrian dan kerajinan 1) Industri besar 2) Industri menengah 3) Industri kecil 4) Pengrajin a) Pengelolaan hasil pertanian b) Pengelolaan hasil perkebunan c) Pengelolaan hsil perikanan d) Pengelolaan hasil peternakan e) Pengelolaan hasil kehutanan e. Lapangan pertambangan dan energi f. 7. perbengkelan.

Karakteristik Wirausahawan Karakteristik adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seseorang. By Grave Karakteristik wirausahawan menurut BY Grave dikenal dengan istilah 10D. Adapun hal-hal penting yang merupakan falsafah wirausaha adalah sebagai berikut : a. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin.Kekuatan mengambil resiko sebagai tanggung jawab atas tindakan sendiri. sebagai berikut: a. Kegagalan diterima sebagai pengalaman belajar dan keberhasilan sebagai buah dari usaha-usaha yang tidak kenal lelah. Doers Seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjutinya.Buat rencana kegiatan untuk hari esok c. b. Sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk menekuni lapangan kerja baru dalam ruang lingkup kewirausahaan. Kejarlah tujuan-tujuan yang relevan dengan kemampuan dan ketrampilan e.bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan. Untuk itu harus belajar tentang diri sendiri baik menyangkut keunggulan maupun kelemahan yang dimiliki. a. Seorang wirausahawan tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya . Terimalah diri sendiri seperti adanya. Bangun lebih awal (menggunakan waktu lebih dini ) sebagai cara menjadi produktif b.Keberhasilan seorang wirausaha tergantung pada kesediaannya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri. Agar lebih jelas di bawah ini dikemukakan beberapa karakteristik wirausahawan menurut pendapat beberapa ahli. f. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah factor kunci dalam kesuksesan bisnisnya c. d. c. Sedangkan kebiasaan wirausaha adalah sebagai berikut . Hasil yang diterima lebih penting daripada hasil-hasil yang sempurna karena dorongan untuk mengejar kesempurnaan justru dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan pribadi ( akan menimbulkan perasaan selalu gagal ). Jadi karaketristik wirausahawan adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seorang wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain. 1. Evaluasi kebiasaan. Dream Seorang wirausahawan mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya b. berusahalah menekankan kekuatan diri sendiri dan kurangi kelemahan yang ada dan lakukanlah hal-hal yang penting dan terbaik. Decisiveness Seorang wirausahawan adalah orang yang tidak bekerja lambat. hubungan dengan tujuan-tujuan masa depan B. Kekuatan dan kelemahan itu dapat digunakan sebagai modal dasar untuk mencapai tujuan hidup.

Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya h. Wasty Soemanto. Sikap tanggung jawab terhadap perubahan e. yaitu : a. Cara pengambilan keputusan d. Dollars Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba. Inovasi c. kadang-kadang mengorbankan kepentingan kerluarga f. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain i. Destiny Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Details Seorang wirausaha sangat memperhatikan factor-faktor kritis secara rinci. walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi e. Motivasinya bukan karena uang. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. Distribute Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya.d. M. Determination Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Dedication Dedikasi seeorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi. ada tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausahawan. yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnis 2. Devotion Wirausahawan di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Fadel Muhammad Menurut fadel Muhammad. Drs. bonus atau hadiah j. Sikap terhadap risiko 3.Pd . Bekerja ekonomis dan efisien f. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya g. kepemimpinan b. Visi masa depan g.

Mc. wirausahawan memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Ketrampilan dalam pengorganisasian i. Berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi. Kepekaan terhadap arti lingkungan d. memiliki moral yang tinggi b. Berkemauan keras b. Keinginan untuk bertanggung jawab c.Menurut Drs. Persepsi kepada kemungkinan hasil e. Pembentukan sikap mandiri memiliki 6 kekuatan mental yang dapat membangun kepribadian yang kuat. Disiplin Menurut S. karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan dikembangkan adalah : 1. Sikap tentang uang Dari penjelasan diatas. dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai. antara lain : a. 2. Keinginan untuk berprestasi b. disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan. Preferensi kepada resiko-resiko menengah d. Mandiri Sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri-sendiri sekaligus berani mengambil risiko dalam bisnis merupakan bentuk kemandirian dari seorang wirausahawan. Celland. Rangsangan oleh umpan balik f. Sikap mental wiraswasta c. Disiplin yang baik harus tumbuh sendiri dalam diri seseorang dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan berbagai macam peraturan dan tindakan. Ketrampilan wirausaha 4. Wasty Soemanto. untuk itu diperlukan : d Kemauan keras . Nasution. M. dilarang.Pd tanda manusia wiraswasta adalah kepribadian kuat dengan ciri-ciri sebagai berikut : a. Aktivitas energik g. atau diharuskan. Celland Menurut Mc. Orientasi ke masa depan h. Disiplin merupakan modal dasar keberhasilan seseorang.

tekun dan ulet serta selalu berjuang untuk berprestasi akan cenderung mempengaruhi produktivitas dan kinerja seorang wirausaha. Jujur Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Pemikiran yang konstruktif 3. Ralistis Realistis berarti kenyataan. 5. berusaha untuk lebih baik. sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik itu konsumen maupun mitra bisnisnya. introspeksi diri untuk menutupi kekurangan sehingga menimbulkan sikap optimis dan kemandirian. baik untuk memecahkan seuatu masalah. Konsisten. Ketahanan fisik dan mental yang berupa : d Kesehatan jasmani dan rohani e Kesabaran f Ketabahan e.e Kepercayaan pada diri sendiri f Pemahaman tujuan dan kebutuhan c. Faktor-faktor yang terkait dengan komitmen tinggi adalah : a. Dengan melihat kenyataan yang ada. Berpikir secara realistis merupakan cara berpikir yang sesuai dengan akal sehat. tegas dan adil b. Konsentrasi pada manusia Komitmen tinggi yang diharapkan seorang wirausahawan harus dipercaya dan didukung oleh seluruh pihak terkait. peduli terhadap kualitas. memiliki motivasi. disiplin. Seorang wirausahawan yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang entaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya. Amanah adalah bila diberi . tabah. Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras f. seseorang akan berpikir lebih maju. kelemahan dan kekalahan sehingga dapat menyelaraskan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Kejujuran dan tanggung jawab untuk itu diperlukan : d Moral yang tinggi e Disiplin diri d. Komitmen tinggi Komitmen tinggi berarti fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. sabar. Komitmen tinggi dibarengi perilaku tepat waktu. Kejujuran dapat disamakan dengan amanah. Suri tauladan c. Dengan pola pikir realistis seseorang dapat menerima kekurangan. tepat janji. 4. Seorang yang realistis dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan sehingga menimbulkan inisiatif dan kreativitas.

baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. sedangkan inovasi adalah penerapan praktis dari gagasan-gagasan tersebut. mplementation (pelaksanaan) d. kalau berkata selalu benar dan bila berjanji selalu ditepati Kita harus yakin bahwa kebenaran dan kejujuran adalah suatu jaminan yang paling tepat untuk mencapai kemajuan di dalam berwirausaha. Innovation (inovasi) b. Proses pemicu (triggering event) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya triggering event (pemicu) untuk terjun ke dunia wirausaha adalah : 1) Adanya komitmen atau minat yang tinggi di dalam berwirausaha . Kreativitas merupakan bahan bakunya sedangkan gagasan-gagasan merupakan hasil yang komersial. Sementara itu By Grave menggambarkan proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan sebagai berikut : a. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Triggering Event (pemicu) c. Proses inovasi (innovation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya inovasi adalah : 1) Adanya keinginan untuk berprestasi 2) Adanya factor pengalaman dalam berwirausaha 3) Adanya keinginan dalam menanggung resiko 4) Adanya sifat penasaran pribadi 5) Adanya factor pendidikan b. 6. Kreatif merupakan proses pemikiran yang membantu dalam mencetuskan gagasangagasan.kepercayaan tidak khianat. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru. memodifikasi sesuatu dan mengkombinasikan. Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Kreatif dan inovatif Secara umum kreativitas dapat diartikan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Apabila seorang wirausaha jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya. Growth (pertumbuhan) Keterangan : a. Berdasarkan penelitian kreativitas dapat diidentifikasikan menjadi tiga tipe-tipe kreativitas yang berbeda yaitu menciptakan. Inovatif merupakan suatu terobosan baru. Dengan kata lain berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran karena sifat ini dapat mendatangkan kepercayaan dari masyarakat konsumen. Sesuatu yang baru belum tentu inovatif apabila yang dihasilkan tidak merupakan sesuatu yang lebih baik.

4) Adanya produk yang dibanggakan. Disiplin dan berani a. Proses pelaksanaan (implementation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya pelaksanaan berwirausaha adalah: 1) Adanya komitmen yang tinggi di dalam berwirausaha 2) Adanya visi dan misi. lokasi usaha. tidak mudah putus asa dalam mengahdapi hambatan meski terkadang mengalami kegagalan. berani dan disiplin berbuat karena bakat. Jujur a. Produktif dalam hal ini adalah kegiatan yang menimbulkan atau meningkatkan kegunaan (utility) di dalam usaha. pengalaman dan pengetahuannya . C. 2) Adanya struktur organisasi dan berbudaya yang mantap di dalam berwirausaha 3) Adanya strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak di dalam berwirausaha. Gilmore menyatakan bahwa seorang wirausaha yang produktif adalah wirausaha yang menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan. Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai 2. Kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki kepribadian yang produktif. antara lain menampung tenaga kerja. manfaat produk. Jujur terhadap orang lain c.2) Adanya keberanian menanggung resiko 3) Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan sekarang 4) Adanya pemutusan hubungan kerja dan tidak ada pekerjaan lain] 5) Adanya dorongan berwirausaha karena faktor usia c. sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasionalnya berjalan produktif. dan bergaul dengan sesamanya. Seorang wirausahawan akan selalu meningkatkan produktivitas dengan berbagai cara. Jujur terhadap diri sendiri b. Keberhasilan seorang wirausahawan erat kaitannya dengan hal-hal sebagai berikut: 1. seperti kualitas produk. Proses pertumbuhan (growth) Proses pertumbuhan di dalam kewirausahaan didorong oleh faktor adanya organisasi diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Adanya tim yang kompak di dalam menjalankan usaha. yang pandangannya jauh kedepan guna mencapai keberhasilan di dalam berwirausaha 3) Adanya seorang wirausahawan yang berpengalaman dan siap mental secara total 4) Adanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama di dalam berwirausaha d. model produk. manajemen usaha dan sebagainya. memberi sumbangan social. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang wirausahawan berhasil maupun gagal.

2. artis. Tidak mempunyai semangat berwirausaha 5. Dia selalu aktif bergaul. Dengan kata lain segala sesuatu yang ada dilingkungannya dipandang sebagai ´instrumentµ (alat) pencapaian tujuan pribadi. Tidak adanya perencanaan yang matang 2. akomodatif terhadap berbagai ajakan untuk berdialog. diantaranya : 1. Kurang pengalaman 4. Kurangnya modal 6. Imam Santoso Sukardi (1991) secara umum menetapkan sembilan perilaku wirausaha sebagaimana tertera di bawah ini. Pengendalian emosinya baik terutama bila situasi pergaulan tidak mengena dengan situasi hatinya. 3. Perilaku keluwesan bergaul Wirausaha akan selalu berusaha untuk cepat menyesuaikan diri dalam berbagai situasi hubungan antar manusia. Perilaku Prestatif Perilaku prestatif menunjukkan bahwa wirausaha dalam berbagai situasi selalu tampil lebih baik. sedangkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian prestasi dianggap sebagai balikan (feedback). Lemahnya pemasaran 7. lebih efektif dibandingkan dengan hasil yang dicapai sebelumnya. Perilaku Wirausahawaan Dari berbagai sumber yang membicarakan tentang perilaku wirausaha yang berhasil. 4. tetapi juga oleh profesi lainnya seperti atlit. Dapat melaksanakan prinsip manajemen dengan baik Disamping keberhasilan dalam wirausaha. D. Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi Keberhasilan dan kegagalan dalam usaha atau menjalankan pekerjaannya tidak hanya dialami oleh para wirausahawan. Bagian yang penting adalah tahapan dan proses pencapaian prestasi itu sendiri. Perilaku kerja keras . guru. Tidak puas dengan hasil yang dicapai sekarang dan selalu membuat sasaran yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya. Dia selalu mencari segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kerjanya. ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan. dan lain-lain. Kegagalan akan terjadi kalau mereka tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya. selain menampilkan wajah ramah. Bakat yang tidak cocok 3. pejabat. Perilaku Instrumental Wirausaha selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dilingkungannya untuk membantu dirinya mencapai tujuannya dalam berusaha. Berani dan disiplin berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas 3. 1.b. petani.

kapan dia harus meminta bantuan pada orang lain. ini berarti dia lebih senang memegang kendali kelompok kerja. Ducan Symne. 7. Apabila masyarakat dengan sikap mental kewirausahaan telah terbentuk. pengambilan keputusan dan pemilihan berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan. Termasuk dalam perilaku inovatif ini adalah kecenderungan untuk selalu meniru tetapi melalui penyempurnaan-penyempurnaan tertentu (imitative innovative) 9. maka setiap orang minimal akan dapat menghidupi dirinya dan keluarganya. Edison . Perilaku Inovatif Seorang wirausaha selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara-cara baru untuk memperbaiki cara-cara yang biasa dilakukan orang lain untuk peningkatan kerja. Dia mementingkan otonomi dalam bertindak. menentukan tujuan kelompok serta memilih alternative perilaku. Dia lebih senang bekerja sendiri. Pada awalnya mereka adalah wirausahawan kecil yang kemudian berhasil dalam usahanya berkat kemampuannya memilih dan mengelola bidang usaha yang digelutinya. Perilaku swa kendali (personal control) Personal control merujuk pada pribadi wirausaha yang memutuskan kapan dia harus bekerja lebih keras. Perilaku pengambilan resiko Dengan keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan wairausaha tidak takut menghadapi situasi yang tidak menentu dimana tidak ada jaminan untuk keberhasilan. 1. Keberhasilan itu dapat diraih karena karakteristik wirausaha yang melekat pada dirinya. selalu mencoba membuat antisipasi adanya hambatan-hambatan yang dapat menggagalkan usahanya. Ketergantungan pada orang lain merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya. Agar menjadi wirausahawan yang berhasil diperlukan suatu tekad yang kuat dan mampu membaca peluang pasar. Thomas A. tidak ragu-ragu dalam bertindak bahkan kecenderungannya dia akan melibatkan diri secara langsung dalam berbagai situasi dan ada semacam optimisme dalam kegiatannya. Henry Ford. 6. Segala tindakannya diperhitungkan dengan cermat. dalam menghadapi hambatan. tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Kita bisa belajar dari tokoh wirausahawan yang sukses dibidangnya seperti Bill Gates. Untuk itulah sikap mental wirausaha diperlukan untuk dapat menghadapi tantangan dunia yang semakin penuh persaingan. Dia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak pengambilan keputusan. Tirto Utomo dan lain-lain. kemudian msayarakat sekitarnya dan pada akhirnya menolong bangsa dan umat manusia. Personal control mencakup pengertian swa-daya dan swa-kendali. Optimisme berarti ada keyakinan bahwa tindakannya akan membawa keberhasilan. Perilaku keyakinan diri Wirausaha selalu percaya pada kemampuan diri. menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. 5. unik dari hasil pemikirannya. 8. Untuk lebih jelasnya di bawah ini diberikan contoh orang-orang yang sukses dalam berwirausaha.Wirausaha selalu terlibat dalam situasi kerja. Cenderung untuk melakukan sesuatu dengan cara yang khas. Perilaku Kemandirian Perilaku kemandirian menunjukkan bahwa wirauasaha selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Sosro. Dia mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada dengan perbuatan nyata untuk mencapai tujuan. dan kapan dia harus merubah strategi dalam bekerja.

Microsoft Windows dan MS Office. 4. 3. serta mempunyai tujuan dan dedikasi yang tinggi. Dari penjelasan diatas kita bisa menarik kesimpulan. 3. Andrew Carnegie Meskipun Andrew Carnegie tidak banyak mendapat atau memperoleh pendidikan di sekolah. 2. diantaranya : 1. Ia bukan seorang insinyur atau ahli teknik computer tetapi ia adalah orang yang menghargai kreditivitas. Ia adalah seorang ahli strategis bisnis yang tidak tanggung-tanggung. ketekunan. Wilson adalah seorang pekerja rendah pada suatu perusahaan. Bill Gates Bill Gates.Thomas A. Karena tekun dan percaya kepada dirinya serta kemampuan dalam menentukan tujuan maka ia diangkat menjadi presiden perusahaan General Motor Corporation (GMC). ia penemu Apple Computer. Charles E.Tipe orang-orang yang ulet dan pekerja keras. Stave Jobs Stave Jobs adalah wirausahawan Amerika kecil-kecilan yang ulet dan nekad dari awal mulanya. Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan wirausahawan tersebut. Wilson Charles E. Gates adalah seorang wirausahawan yang mengawali usaha dari kecil dengan tekad mantap serta mampu membaca peluang. tapi berkat kemudahan.Adanya dukungan faktor eksternal berupa permintaan akan barang dan jasa.Tipe orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi untuk mencapai tujuan dan berprestasi bagi perkembangan usahanya. tetapi dengan keberanian dan perhitungan dagangnya berhasil meyakinkan pemilik modal. pendiri dan bos Microsoft Corporation yang melahirkan system operasi computer terbesar. elektro. Ia memandang produk kreativitas itu sebagai komoditi yang dapat dijual. matematika. Stave Jobs bukan orang kaya pada awalnya. Ia merupalkan wirausahawan yang berhasil pada zamannya. keuletan yang tinggi ia dapat mengantarkan bangsa dan Negara Amerika menjadi negara industri baja yang terkenal diseluruh dunia. bola lampu dan sebagainya. 5. Edison adalah orang yang memiliki mental dan ketekunan tinggi yang berhasil dalam ilmu fisika. Bercermin dari pengalaman tokoh-tokoh wirausahawan di atas kita bisa memetik pengetahuan yang sangat berharga guna memotivasi diri dan meningkatkan kesuksesan di dalam berwirausaha. . 2. kimia.

Self awareness atau sikap mawas diri 2. Persaingan bebas 2. Conscience atau mempertajam suara hati 3.BAHAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI: 1. Perubahan yang semakin cepat disegala bidang terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin derasnya arus informasi menuntut sikap dan perilaku kerja prestatif. bertahan atau tergilas. Pengertian Perilaku Kerja Prestatif Berbuat dan bekerja prestatif adalah merupakan modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausahawan. Orang yang mempunyai daya juang tinggi akan berpeluang dalam persaingan dan merupakan modal utama untuk dapat menang dalam persaingan atau setidaktidaknya bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. 4. MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF Tujuan Pembelajaran 1. 2.2. Independent Will atau pandangan independent untuk bekal bertindak. Perubahan yang semakin cepat 3. 4. Derasnya arus infomasi yang makin mengglobal yanpa mengenal batas Negara. Hakekat persaingan bebas adalah persaingan disegala bidang. Menurut Stephen Covey dalam bukunya First Thing·s First ada empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju yaitu: 1. Creative Imagination atau berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat . Prestatif dalam hal ini berarti seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju di segala bidang. Memahami pengertian kerja prestatif Ciri dan sifat kerja prestatif Pembinaan perilaku kerja prestatif melalui latihan Menerapkan sikap bekerja prestaif 1. Memasuki millenium ketiga yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. MENGAKTUALISASIKAN SIKAP DAN PERILAKU WIRA USAHA KOMPETENSI DASAR : 1. ada tiga kemungkinan ialah menang. Bila bangsa kita tidak siap menghadapinya maka akan menjadi budak di Negara kita sendiri. 3.

Yakin pada dirinya. 9. Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil harus memiliki cirriciri karakteristik prestatif sebagai berikut. karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif adalah sebagai berikut: 1. Berorientasi ke masa depan. 10. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya. Mempunyai kemampuan memimpin. 3. Mau bertanggung jawab. Kreatif dan fleksibel.Menurut Zimmerer. Ingin memperoleh balikan dengan segera. 6. 5. Enerjik seorang wirausahawan lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain. 11. wirausahawan akan berhasil di dalam usahanya. 2. Ciri-ciri Prestatif Percaya diri Sifat-sifat Profil Wirausahawan y Keyakinan y Ketidaktergantungan y Individualistik y Optimisme  Kebutuhan akan prestasi  Berorientasi pada laba  Ketekunan dan ketabahan  Kerja keras  Mempunyai dorongan kuat  Energi dan inisiatif  Kemampuan mengambil resiko  Suka pada tantangan Berorientasi pada hasil Pengambilan resiko . Dia mempunyai keinginan yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna memperbaiki penampilannya. 7. Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi tinggi dan bisa diciptakannya. Motivasi untuk lebih unggul. Ciri dan Sifat Kerja Prestatif Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya. 2. 12. 8. 4. Mau belajar dari kegagalan. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian.

Kerja tuntas A. B. C. Kerja Ikhlas Arti kerja iklas adalah bekerja dengan sungguh-sungguh. di dalam melaksanakan pekerjaan dengan tulus. Kerja keras 5. mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan. Kerja Cerdas Arti kerja cerdas ialah bahwa dalam bekerja pandai memeprhitungkan resiko. maka pimpinan perusahaan tersebut harus dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan perusahaan. Penerapan kerja dengan mawas terhadap emosional adalah sebagai berikut: Seorang pemimpin perusahaan di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarganya yang mengakibatkan hatinya resah sering marahdengan tidak terkendali. Kerja cerdas 4. Kerja ikhlas 2. semata-mata merupakan pengabdian terhadap pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarganyadengan harapan semoga rezeki yang diterimanya selalu mendapatkan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa. buruh tersebut tetap bekerja dengan baik. dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. kemudian ditempat kerja anak buahnya juga membuat masalah yang merugikan perusahaan. jangan sampai kemarahan yang dibawa dari rumah mempengaruhi kinerja di perusahaan. Kerja Mawas Terhadap Emosional Arti kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan / kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Kerja mawas diri dari rasa emosional 3. . Penerapan kerja ikhlas adalah sebagai berikut: Seorang buruh pabrik yang bekerja dengangaji yang pas-pasan meskipun sudah diatas sedikit dari UMR.Kepemimpinan  Betingkah laku sebagai pemimpin  Dapat bergaul dengan orang lain  Menanggapi saran-saran dan kritik  Inovatif  Punya banyak sumber  Mengetahui banyak y Pandangan kemasa depan y Perseptif Keorisinilan Berorientasi ke masa depan Perilaku kerja yang prestaif dapat di lihat dalam sikap sebagai berikut: 1.

misalnya penggunaan teknologi yang tepat. Kerja Keras Arti kerja keras ialah bahwa di dalam bekerja mempunyai sifat mabuk kerja untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dicapai. Penerapan perilaku/sikap kerja keras: Seorang penjual kayu baker yang rumahnya dipegunungan setiap hari mereka berangkat petang (malam). Yoder a. kadangkala sampai siang dagangannya baru laku. Pembinaan Perilaku Kerja Prestatif Melalui Latihan Membekali karyawan dengan latihan akan sangat bermanfaat bagi perusahaan karena karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih prestatif. D. proses pembuatan/menu makanan. sampai mendapatkan hasil akhir ialah laba atau untung.Penerapan kerja cerdas adalah sebagai berikut: Perilaku/sikap pekerja cerdas biasanya dalam bekerja menggunakan konsep keilmuan. Latenier Pegawai lebih berkembang. alat yang dibutuhkan. Dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu. menggunakan konsep hitung menghitung (matematika). 3. E. pandai bernegosiasi. Untuk stabilitas pegawai b. berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi. Meskipun malam hari cuaca gelap mereka membawa obor penerang jalan. Cara bekeja lebih baik . D. efektif dan efisien. kemungkinan kerugian. memakai/menggunakan bahasa global. Kerja Tuntas Arti kerja tuntas yaitu bahwa di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilakn usahanya secara maksimal. sampai di kota/pasar dengan sabar menawarkan dagangannya sampai laku. jarak dan kesulitan yang dihadapi. J. Karyawan akan ahli dan trampil dalam melaksanakan tugasnya serta dapat mempergunakan pikirannya secara perstatif. Penerapan kerja tuntas adalah sebagai berikut: Seorang pengusaha warung apung yang dapat mengorganisasikan usahanya dengan baik mulai dari membuat sarana warung. lebih cekatan dan lebih baik. Pegawai akan melaksanakan tugas dengan baik b. Beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat latihan yaitu: 1. Untuk memperbaiki cara bekerja 2. Tiffen a. D. 3.

pembangunan prasarana. sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan baik. Ketrampilan dan keahlian para wirausahawan perlu ditingkatkan. Melaksanakan pekerjaan lebih baik Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut: 1. 8. Apprentice Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan mengerjakan semua tugas dengan sebaikbaiknya.W. Memilih karyawan terbaik b. 4. Taylor a. F. Oleh karenanya diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh seperti pendidikan ketrampilan. 4. efektif dan efisien serta mengembangkan daya cipta yang positif. pemilihan teknologi dsb. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan Untuk mengembangkan rasa kesetiakawanan Untuk mengembangkan sikap para pegawai positif Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa Untuk mengembangkan segala daya kreativitas Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1. efektif dan efisien para wirausahawan diharapkan: a. pembangunan industri. sehingga pengalihan usaha atau bisnis swasta asing dapat beralih ke tangan para wirausahawan swasta Indonesia. Disini harus menciptakan sikap bekerja prestatif. pengetahuan dan kemampuan. Aktif dan kreatif daripada berfikir keras. 2. Dengan adanya latihan dalam berwirausha. Agar dpat mencapai tujuan sikap bekerja prestatif. 3. On The Job Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan Latihan kewirausahaan merupakan salah satu aspek yang perlu ditangani secara berencana dan berkelanjutan. perlu dituangkan dalam programprogram kerja khusus secara efektif dan efisien. 5. pendidikan kegiatan kerja. Disamping itu usaha-usaha untuk memperluas kesempatan bekerja. 6. 7. 2. efektif dan efisien. diharapkandapat meningkatkan kepribadian. Untuk meningkatkan kemampuan bekreja secara prestatif. efektif dan efisien. .4. Menerapkan Sikap Bekerja Prestatif A. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan semangat kerja yang tinggi prestatif. Penerapan Kesempatan Bekerja Penerapan kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang tetap mendesak.

Percaya dan yakin akan bisa bekerja secara kreatif. Pembinaan dan pengembangan bekerja. kesempatan. Percaya dan yakin pada kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik. perlu dikembangkan dalam berbagai bidang atau vak tertentu yang mengurus pada efektifitas usaha atau bisnis. kerja keras ) 2. B. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil pendidikan. Eageerness to learn besides skill fullness ( hasrat besar untuk belajar dan kemahiran ) . diantaranya: a. Kebiasaan mencari kerja harus diubah dengan menciptakan pekerjaan yang selalu sibuk dan menerapkan perilaku bekerja prestatif. efektif dan efisien dalam setiap kesempatan yang ada. c. b. Responsiblenness ( rasa tanggungjawab ) 5. Kepercayaan dan Keberanian Bekerja Menerapkan perilaku bekerja prestatif. Bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja. kreatif dan inovatif. aktif dan inovatif. Carefullness ( kehati-hatian ) 6. b. Bekerja harus luwes dan menyenangkan dalam pergaulan. latihan dan pengalaman dalam bekerja.b. d. keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri. Untuk menerapkan pekerjaan tersebut. Dilligence ( kerajinan. Menerapkan sikap bekerja prestatif harus dijalankan dengan terarah dan baik yaitu: a. Cooperativeness ( semangat kerjasama ) 9. Versatility ( keserbabisaan ) 7. Dedication ( pengabdian) 3. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif. c. Bekerja merupakan kebiasaan dan pengalaman dari vak bakat sendiri. Integrity ( keutuhan. Ciri-ciri sikap bekerja baik adalah sebagai berikut: 1. para wirausahawan harus memiliki kepercayaan. b. kursus. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri. watak ) 4. Menanamkan perilaku bekerja prestatif perlu diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Innovativeness ( daya pembaharuan ) 8.

efektif.b. bebas dan ancaman fisik dan psikis c. Ada larangan menjual produk dari negara satu ke negara lain. Dengan adanya motivasi akan mendorong orang untuk lebih prestatif. 2004. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (mengembangkan potensi-potensinya semaksimal mungkin) Menurut Herberg.M. Dra. d. d. Jakarta: Yudistira. dsb. orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Kusmini Adiputro. atau d pada jawaban yang paling benar! 1. Yang bukan merupakan ciri milenium ketiga adalah « a. prestatif . hendaknya seorang wirausahawan memahami hal-hal yang berkait dengan masalah kebutuhan hidup. 2001. Kewirausahaan SMK Tingkat I Semua Bidang Keahlian. c. Persaingan bebas. Abraham H Maslow (1954) dalam teori herarki kebutuhannya mengatakan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari: a. Selalu berambisi ingin aju adalah pengertian dari « a. b. Kewirausahaan Untuk Tingkat I SMK. b. Suyamti. Kebutuhan akan penghargaan kompetensi dan percaya diri) (penghargaan akan kemampuan. Yogyakarta: LP2IP. 2. DAFTAR PUSTAKA Dr. Kebutuhan rasa aman. efisien dan produktif. Derasnya arus informasi yang semakin mengglobal tanpa mengenal batas negara. LKS Mentari Kewirausahaan XI SMK. Kewirausahaan Untuk SMK. Sebab motivasi merupakan kunci untuk menerapkan bekerja prestatif kepada karyawannya. 2005. Motivasi dalam Bekerja Menumbuhkan dan menerapkan motivasi adalah suatu tindakan yang penting. Jakarta: Graha Pustaka. 2004.C. Perubahan yang semakin cepat. M. Untuk memperdalam tentang motivasi di dalam bekerja. Kebutuhan fisiologis Misalnya makan. istirahat. Ating Tedjasutisna. MBA. Bandung: Armico. Tim LP2IP. Berilah tanda silang (x) huruf a. Sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan.c. EVALUASI !. minum.

Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. b. Komitmen tinggi. Taylor c. c. d.W. d. efisien d. Sikap mawas diri. efektif c. Berikut ini karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif . Yang dimaksud dengan independent will adalah « a. 7. 6. b. Mempertajam suara hati. Bygrave d. Pandangan independen untuk bakal bertindak. Bertanggung jawab. energik dan inisiatif c.b. c. Stephen Covey b. Yang dimaksud dengan Self awareness adalah « a. Pengarang buku First Think First yang di dalamnya mengupas mengenai empat (4) sisi potensial manusia untuk maju adalah « a. Mempertajam suara hati. Pandangan independen untuk bakal bertindak. Yakin pada diri sendiri. suka pada tantangan . Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. 5. kerja keras b. d. Posesif. Percaya diri adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa « a. Savary 4. Sikap mawas diri. F. c. b. kecuali « a. komitmen tinggi 3.

d. Hal itu merupakan perwujudan perilaku kerja prestatif. suka pada tantangan 9. Bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/ kemarahan yang sedang melanda jiwa adalah pengertian dari « . kerja cerdas d. kerja tuntas 12. mengetahui banyak b. Kepemimpinan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa « a. kerja iklas b. kebutuhan akan prestatif 11. berorientasi pada laba b. suka pada tantangan d. kerja cerdas d. kerja mawas terhadap emosional c. energik dan inisiatif d. prestatif c. ketidaktergantungan 8. kerja mawas dari rasa emosional c. yaitu kerja « a. Thomas Alfa Edison telah berhasil menemukan bola lampu. keyakinan 10. kerja keras c. Bekerja sungguh-sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus adalah pengertian dari « a. kerja keras 13. menanggapi saran dan kritik c. Keorisinilan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa « a. kerja iklas b. Berorientasi pada hasil adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa « a. pandangan ke masa depan d. kerja keras b.

a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 14. penjual soto, mempersiapkan dagangannya mulai dari meracik bumbu, memasak dan menghidangkan dagangan, melayani pelanggan dilakukan dari petang hingga warungnya tutup pada malam hari. Dan ia memulai aktivitasnya lagi pada petang berikutnya, begitu terus-menerus tanpa pantang meyerah. Ilustrasi di atas Ilustrasi di atas adalah gambaran seorang wirausahawan yang prestatif, tercermin dalam perilaku kerja « a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 15. Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan dan lebih baik adalah manfaat latihan menurut « a. D. Yoder b. D. Latenier c. J. Tiffen d. F.W. Taylor 16. Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut, kecuali « a. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja b. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan c. Untuk mengembangkan segala daya kreativitas d. Untuk memberi kesempatan plagiator bekerja 17. Mengerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, adalah cara melatih karyawan, yaitu « a. Apprentice training b. On the job training c. Learning by doing d. Latihan induksi

18. Siwi seorang siswi SMK jurusan Tata Busana, mengerjakan tugas yang diberikan gurunya dengan tekun dan rapi, membuat pola, menggunting kain, menjahit sampai dengan tahap penyelesaian. Hal ini merupakan cerminan kerja prestatif yaitu kerja « a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 19. Para relawan bersama penduduk Jetis Bantul bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat gempa bumi tektonik 27 Mei 2006 lalu dengan sepenuh tenaga dan setulus hati. Merupakan cerminan kerja « a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 20. Teori herarki kebutuhan dikemukakan oleh « a. F.W. Taylor b. Abraham H. Maslow c. Savary d. J. Tiffen II. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1. Sebutkan tiga (3) hal yang harus dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan prilaku kerja prestatif! 2. Sebutkan tiga (3) ciri bekerja yang baik! 3. Sebutkan isi dari teori herarki kebutuhan Maslow! 4. Orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri, sebaiknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi kepuasan. Pernyataan diatas merupakan pendapat dari « 5. Mengapa memberi motivasi kepada karyawan perlu dilakukan oleh wirausahawan? KUNCI JAWABAN I. 1.d 6.d 11.a 16.d 2.a 7.d 12.c 17. a 3.a 8.a 13.b 18.d 4.b 9.b 14.a 19.a

5.c 10.a 15.b 20.b II. 1. Penanaman perilaku kerja prestatif diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Pembinaan dan pengembangan bekerja. b. Bimbingan, penyuluhan dan pengawasan. c. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif. 2. Ciri-ciri bekerja yang baik: a. b. c. d. e. f. g. h. i. diligence (kerajinan,kerja keras) dedication (pengabdian) Integriti (keutuhan, watak) Responsibleness (rasa tanggungjawab) Carefullness (kehati-hatian) Versatility (keserbabisaan) Innovativeness (daya pembaruan) Cooperativeness (semangat kerjasama) Eageerness to learn besides skill fullness (hasrat besar untuk belajar dan kemahiran)

3. Teori hirarki kebutuhan Maslow: a. b. c. d. Kebutuhan fisiologis Kebutuhan akan rasa aman, bebas dari ancaman fisik dan psikis Kebutuhan akan penghargaan Kebutuhan untuk aktualisasi diri

4. Herzberg 5. Wirausahawan perlu memberikan motivasi kepada karyawan/pegawai karena dengan diberi motivasi pekerja/karyawanakan merasa terdorong dan tertantang untuk bekerja dengan kreatif, inovatif, bersemangat, bergairah untuk mencapai prestasi.

Pengertian Motivasi Keberhasilan belajar peserta didik ditentukan oleh motivasi belajar yang dimiliki, demikian pula keberhasilan berwirausaha juga ditentukan oleh motivasi berwirausaha. Hal ini disebabkan oleh pengaruh motivasi yang merupakan penggerak atau pendorong untuk melakukan tindakan tertentu. Dalam proses pembelajaran di sekolah, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Istilah motivasi berasal kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu. Dalam bahasa latin motivation berasal dari kata movere, yang berarti ´to moveµ(Richard,1991:5). Hamzah B Uno (2009:3) mengemukakan bahwa motif dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu (1) motif biogenetis, yaitu motifmotif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, (2) motif sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan (3) motif teologis, dalam motif ini

manusia adalah makluk yang berkeTuhan-an, sehingga ada interaksi antara manusia dan Tuhan-Nya. Woodwort (WinaSanjaya,2009:250) mendefinisikan motif sebagai ´ a motive is a set predisposes the individual of certain activities and for seeking certain goalsµ yang berarti suatu motive adalah set yang dapat membuat individu-individu melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Houston (1985:5) menyebutkan ´Motives usually involve statements such as something that causes a person to act ´ yang intinya Dari beberapa pengertian motif tersebut, motif dapat didefinisikan sebagai daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Perilaku seseorang melakukan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu dapat disebabkan oleh suatu dorongan yang bersumber dalam dirinya, dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, motif demikian ini disebut sebagian motif instrinsik. Sedangkan perilaku individu yang hanya muncul karena dipengaruhi oleh lingkungan atau faktor luar dalam dirinya, motif semacam itu disebut sebagai motif ekstrinsik. Dari kedua macam motif tersebut yang paling kuat mendorong keberhasilan seseorang melakukan kegiatannya adalah motif instrinsik. (Hamzah Uno,2009:33). Sedangkan pengertian Motivasi menurut Fred luthans (2005:230) adalah ´motivation is a process that starts with physiological or psychological deficiency or need that activates a behavior or a drive that is aimed at a goal or incentiveµ. Motivasi menurut Sondang Siagian (2004:138) adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan, tenaga, dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi menurut Mc.Donald (Sardiman,2010:73) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya ´feelingµ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Husaini Usman (2010:250) mengartikan motivasi sebagai keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Memberikan motivasi kepada seseorang peserta didik, berarti menggerakkan peserta didik untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Hal ini karena motivasi memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu:

1) Mendorong manusia untuk berbuat, berarti sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi untuk mencapai tujuan, dengan mengabaikan perbuatan yang tidak bermanfaat baginya. (Sardiman,2010:85).
Dari pembahasan di atas dapat diambil pengertian motivasi yakni dorongan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan secara sukarela untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dari pengertian ini didapatkan 3 (tiga) hal yang amat penting yaitu : (1) pemberian motivasi berkaitan dengan pencapaian tujuan, (2) adanya keterkaitan antara usaha dan pemuas kebutuhan, dan (3) kebutuhan yaitu keadaan internal seseorang yang membuat hasil usaha tertentu menjadi menarik.

Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerjasama. Peranan organisasi penting dalam kegiatan perekonomian karena ikut memberikan sumbangan berupa upaya memproduksi atau mendekatkan barang dan jasa kepada masyarakat. Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha. Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan lain c. Pemerataan pendapatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Peningkatan ekspor. dilakukan oleh masyarakat dengan modal relatif kecil dan dikelola dengan manajemen yang sederhana. kemampuan. Menjamin adanya fokus dari berbagai personal yang ada dalam perusahaan. Tujuan dan Sasaran Usaha Tujuan perusahaan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh perusahaan. Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pendapatan target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan.2. Untuk melakukan merger dengan perusahaan lain d. Pembentukan dan peningkatan produk nasional. Adapun penetapan tujuan perusahaan adalah : a. bergerak dalam lapangan bisnis baik perdagangan barang dan jasa maupun industri. Oleh karena itu wirausahawan harus dapat memudahkan tujuan utama perusahaannya menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Kesempatan menghasilkan laba b. kesempatan atau secara konvensional didahului adanya analisis SWOT. Produk barang dan jasa daerah. e. d. e. sebaiknya perusahaan memiliki hal-hal sebagai berikut : a. Pengembangan usaha e. Menganalisis Aspek Aspek Perencanaan Usaha Alokasi Waktu : 12 Jam pelajaran @ 45 menit URAIAN MATERI A. b. Untuk mencapai keberhasilan usaha b. Penentuan sasaran anda strategi yang dilakukan wirausahawan selalu memperhatikan kebutuhan fungsional. c. Kedudukan pasar c. ORGANISASI USAHA 1. Pengertian Organisasi Usaha Organisasi usaha sederhana adalah organisasi usaha yang kegiatan usahanya berskala kecil. 2. Perluasan kesempatan kerja dan berusaha. Sumber daya keuangan . Sumber daya manusia d.Mata Pelajaran : KewiraUsahaan Kelas / Semester : XI /Genap Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil/ Mikro Kompetensi Dasar : 3. Oleh karena itu pemerintahan merasa perlu untuk meningkatkan peranan usaha kecil meliputi : a.

dan keuntungan atau kerugiannya ditanggung sendiri pula.f. Badan usaha berdasarkan bentuk hukumnya. Badan usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan mencari keuntungan. Badan usaha menurut kepemilikan modalnya : 1) Badan usaha milik negara. Orang lain boleh saja mengikut sertakan hartanya dengan mendapatkan imbalan tetap atau laba tertentu sesuai dengan perjanjian. Sarana kerja g. Badan usaha mempunyai fungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan. 1) Perusahaan Perorangan Bentuk usaha ini paling sederhana dan paling mudah mengorganisasikannya. dibedakan a) Swasta asing b) Swasta nasional 3) Badan usaha milik campuran (swasta dan negara) c. sedangkan perusahaan adalah satuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dengan demikian perusahaan akan mendapat hak-hak keringanan pajak yang berbeda dengan pajak pendapatan atau pajak kekayaan pribadi. pemiliknya juga bebas untuk mendirikan atau menutup usahanya. sementara perusahaan merupakan alat bagi badan usaha dalam mencari keuntungan a. Unsur kebaikan perusahaan perorangan adalah sebagai berikut: . yaitu a) Perusahaan jawabatan (Perjan) b) Perusahaan umum (perum) c) Perusahaan perseroan (Persero) 2) Badan usaha swasta. tetapi pengelolaannya tetap di tangan pemilik. Biasanya usaha semacam ini akan berhenti segera. Perusahaan perorangan dapat dimintakan izin secara resmi dengan membayar biaya perizinan. setelah pemilik meninggal dunia. Badan usaha berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga kerja dan mesin : 1) Badan usaha padat modal 2) Badan usaha padat karya d. Di samping itu. Pengelolaannya dipegang pemilik sendiri. 3. dan pemiliknya hanya satu orang. bagaimana rencana pertambahan modal. Tanggung jawab sosial. bagaimana cara pembagian laba. bagaimana penentuan tanggung jawab perusahaan dan berapa jangka waktu berdirinya perusahaan. Bentuk-bentuk badan usaha Dalam memilih bentuk badan usaha harus mempertimbangkan antara lain : Jenis usaha apa yang akan dipilih. berapa modal yang tersedia. Badan usaha menurut lapangan usahanya : 1) Badan usaha agraris 2) Badan usaha ekstraktif 3) Badan usaha industri 4) Badan udaha perdagangan 5) Badan usaha jasa b.

b) Anggota pasif Adalah anggota yang hanya menyerahkan modal saja tetapi tidak melibatkan harta pribadinya hingga tidak berhak mencampuri mengelolaan perusahaan. Atas nama firma dan semua keuntungan maupun kerugian menjadi tanggungan semua anggota firma. Dalam akta pendiriannya yang juga merupakan Anggaran Dasar (AD)nya biasanya dicantumkan cara pembagian laba. Untuk mendirikan CV. b) Anggota-anggotanya biasanya lebih saling mengenal dan mempercayai. keahlian. Unsur kebaikan CV adalah sebagai berikut : a) Tambahan modal agak mudah diperoleh karena semua kekayaan pribadi anggota aktif dapat dijadikan tanggungan. Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Sulit mendapatkan pinjaman untuk menambah modal dan perluasan usaha. Dalam akta ini dicantumkan nama-nama anggota aktif dan nama-nama anggota pasifnya. .a) Cara mendirikan mudah dan mudah. Untuk mendirikan firma biasanya harus membuat buku akta autentik. b) Putusan-putusan dapat segera diambil sesuai keadaan. maka mereka dapat membentuk firma. Setiap anggota firma dapat melakukan sendiri usahanya. rahasia perusahaan terjamin. tenaga. terutama jika jumlahnya besar. Kemudian akta itu didaftarkan ke Panitera Pengadilan negeri dan dimuat dalam Berita Negara. Jika tidak. 3) Perusahaan Komanditer (CV) Comandditaire Vennootschap (CV) adalah perusahaan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. dll) dan ingin melakukan usaha yang disepakati. 2) Perusahaan Firma Bila dua orang atau lebih bersedia mengumpulkan kekayaannya (uang. diharuskan membuat suatu akta resmi di muka pejabat negara (akta notaris). c) Seluruh keuntungan dapat dimiliki sendiri oleh pemilik. Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Tidak ada batas antara harta pribadi dengan harta firma. Dalam CV ada dua anggota yaitu : a) Anggota aktif Adalah anggota yang mengurus perusahaan dan melibatkan seluruh harta pribadinya. dan pajaknya ringan. d) Jika terjadi perselisihan akan menyulitkan dan sering berakhir dengan pembubaran firma. sarana. kekayaan perusahaan ikut menjadi tanggungan utang-utang pribadi. Sebaliknya. maka pembagian laba dilakukan menurut perbandingan besarnya modal. b) Tidak ada batas antar amilik pribadi dengan milik perusahaan sehingga jika utang perusahaan tidak dapat dipenuhi. organisasinya sangat sederhana dan luwes. maka kekayaan pribadi ikut menjadi tanggungan. Unsur kebaikan bentuk usaha firma adalah sebagai berikut : a) Lebih mudah mendapatkan pinjaman modal tanaman karena semua kekayaan pribadi seluruh anggota dijadikan tanggungan. yaitu surat yang dibuat dimuka pejabat umum yang berwenang atau oleh pejabat umum yang berwenang misalnya notaris. b) Kesalahan salah seorang anggota menjadi tanggungjawab seluruh anggota firma.

pertanggung jawaban dari bawahan secara langsung ditujukan kepada atasan yang memberi perintah. Kerugiannya hanya terbatas pada apa yang telah ditanam dalam perusahaan. d) Tambahan modal dapat juga diperoleh dengan menjual saham yang masih berada di tangan perusahaan kepada umum. Untuk pajaknya ada perhitungan tersendiri yang akan dibicarakan dalam bab berakhir. 4) Perseroan Terbatas (PT) Merupakan bentuk usaha yang anggotanya terdiri atas dua orang atau lebih dan secara formal diatur undang-undang. jumlah karyawannya sedikit. Untuk mendirikan koperasi. Untuk mendirikannya dibutuhkan akta notaris dan izin dari Mentri Kehakiman setelah diterima. dan tanggal pendaftaran adalah tanggal resmi berdirinya. jika perusahaan jatuh. d) Jika operasi usaha (PT) akan pindah atau diperluas ke bidang operasi yang tidak tercantum dalam akta. 4. wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. kemudian disahkan pejabat koperasi atas kuasa Menteri Koperasi. maka harus dimintakan izin pejabat hukum negara. Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Prosedur pendiriannya cukup rumit dan memerlukan biaya cukup tinggi. bahkan harus membayar pajak lebih dulu. dan koperasi produktif. c) Peluang untuk mendapatkan pinjaman tambahan modal lebih besar dan kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. b) Pemegang saham kurang memperhatikan perusahaan. yaitu menjadi anggota pasif. Anggran Dasar (AD). diumumkan dalam berita negara. Selanjutnya akta didaftarkan di kantor pejabat koperasi.b) Kemungkinan bagi seseorang untuk menjadi anggota CV tanpa melibatkan seluruh kekayaan pribadinya. wewenang serta tanggungjawab maka bentukbentuk organisasi dibedakan sebagai berikut : 1) Organisasi garis/lini Organisasi ini diciptakan oleh HENRY FAYOL. garis-garis kebijaksanaan dan lain-lain. 5) Perkumpulan Koperasi Koperasi bukanlah perkumpulan modal tetapi perkumpulan orang-orang yang bertujuan untuk memajukan kepentingan material anggotanya. b) Saham dapat diperjualbelikan. Organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang kecil. Ada tiga bentuk koperasi. c) Harus diadakan pertemuan-pertemuan untuk menyusun Anggaran Rumah Tangga (ART). harus dibuat akta yang berisi AD koperasi. Unsur kebaikan PT adalah sebagai berikut : a) Para pemegang saham tidak ikut menanggung utang-utang dagang dan pajak. ruang lingkup dan kegiatannya telah ditentukan dalam piagam yang diresmikan dalam Lembaran Negara. yaitu koperasi konsumsi. Sedangkan kelemahannya yaitu jalannya koperasi lebih bergantung pada kejujuran dan kreatifitas pengurusnya. Salah satu keuntungan penting dalam koperasi adalah adanya fasilitas-fasilitas tertentu dari pemerintah. koperasi kredit. Struktur Organisasi Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas. Unsur kelemahan bentuk usaha ini adalah sebagai berikut : a) Bagi anggita pasif tidak diperbolehkan mencampuri kebijaksanaan perusahaan dan pengelolaannya. spedialisasi kerja masih sederhana. e) Ada kemungkinan terjadinya ketidak jujuran anggota aktif terhadap anggota pasif. Pada struktur organisasi ini. dan keanggotaan-anggotanya tidak dapat diperjual belikan. seperti misalnya bebas dari beberapa macam pajak dan sebagainya. Berdasarkan koperasi ini oleh pejabat koperasi diumumkan dalam berita negara. b) Bagi anggota aktif harta pribadinya ikut menjadi tanggungan atas utang-utang perusahaan. .

B. sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Produktifitas adalah suatu perbandingan dari kegiatan yang seharusnya. hak dan. 4) Struktur organisasi fungsional dan staf Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi. (3) Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama. digunakan oleh organisasi yang besar. PRODUKSI 1. Taylor. daerah kerja luas. Dalam melakukan proses produksi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Struktur organisasi dibuat dengan maksud : (1) Memperlihatkan pola hubungan antar anggota organisasi dan sarana yang dimiliki. (2) pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan.W. 3) Struktur organisasi garis dan staf Struktur organisasi ini merugikan struktur organisasi gabungan yang dikembangkan oleh Harrington Emerson. Yang menguntungkan dipakai yang merugikan ditinggalkan. c. Proses ini diawali dengan penyediaan bahan baku. Pengertian a. Kegiatan ini berlanjut sampai akhirnya terbentuk barang jadi yang siap dipasarkan. Dengan memakai sistem gabungan ini dimungkinkan memilih. antara lain sebagai berikut : a. Struktur ini umumnya. tanggung jawab. Staf adalah orang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut. Seluk Beluk Proses Produksi Proses produksi adalah rangkaian kegiatan pembentukan. d. bidang usaha yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri. b. Proses produksi merupakan kegiatan yang dominan dilakukan oleh perusahaan industri. Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru (faedah bentuk. badan atau lembaga-lembaga yang menghasilkan produk. Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berupa barang dan jasa. Struktur ini berawal dari konsep adanya beberapa pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan. Sifat proses produksi . mengubah dan menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu barang. faedah tempat). Produsen adalah orang. Bahan baku yang telah dipersiapkan. Ciri-ciri struktur organisasi fungsional : (1) Tidak menjamin adanya kesatuan perintah. kewajiban. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berbeda-beda. (3) organisasi tergantung pada satu pimpinan Strukturorganisasi fungsional 2) Struktur Organisasi Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F. melainkan memerlukan bantuan staf.Ciri-ciri : (1) kesatuan perintah terjamin. (2) Agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas. (2) Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spedialisasi. 2. kemudian diolah dengan menggunakan tenaga manusia serta mesin dan ditambah bahan-bahan pembantu. faedah waktu.

sehingga jumlah produk yang dibuat pada umumnya banyak. apakah perusahaan perlu berdekatan dengan sumber bahan baku atau dekat dengan pasar. Dari schedulling akan diketahui penggunaan waktu pada setiap pemrosesan produksi. biasanya sedikit tergantung pada pesanan yang masuk ke perusahaan. dikoordinir dan dikendalikan dengan baik oleh wirausahawan. yaitu : 1) Produk termasuk produk tahan lama atau tidak. Adapun tahapan-tahapan yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut : 1) Routing Menetapkan dan menentukan urutan-urutan proses produksi. termasuk di dalamnya mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan. 2) Schedulling Menetapkan dan menentukan jadwal kegiatan proses produksi yang disinergikan sebagai suatu kesatuan. Jenis dan mutu produk yang akan diproduksi : Untuk menentukan jenis dan mutu produk. b. ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Pengendalian proses produksi Pengendalian proses produksi menyangkut beberapa masalah tentang perencanaan dan pengawasan proses produksi di dalam perusahaan. Jenis produk (baru atau lama) Seorang wirausahawan perlu mempertimbangkan dan memperhatikan jenis produk. 3. apakah musiman atau sepanjang masa. kapan proses produksi akan dimulai dan kapan akan selesai. 4) Produk yang akan diproduksi termasuk consumers goods atau produciens goods. Proses produksi yang terus-menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar. 2) Bagaimana mutu produk. hendaknya semua itu direncanakan. Untuk kelancaran proses produksi. Wirausahawan harus menetapkan produk apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi pada suatu periode yang akan datang. bagaimana penyelesaian proses produksi. 2) Berapa jumlah produk yang akan diproduksi. 3) Dispatching Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk melaksanakan operasi proses produksi yang sudah direncanakan dalam routing dan sehedulling.1) Proses produksi yang terputus-putus : Proses produksi yang dilakukan atas dasar jumlah pesanan yang diterima oleh perusahaan. 3) Bagaimana sifat permintaan terhadap produk. 4) Follow up Menetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorong terkoordinasinya seluruh perencanaan proses produksi. 3) Bagaimana sifat permintaan konsumen terhadap produk yang akan dibuat. Di sini proses produksi tidak dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan jumlah produk yang dibuat perusahaan. 2) Proses produksi yang terus-menerus Proses produksi yang dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan bukan berdasarkan jumlah pesanan yang masuk. yang disertai pencertian tentang: 1) lokasi. Jenis dan Kualitas Produk/Jasa a. d. c. dari bahan mentah sampai menjadi akhir. Jenis produk/Jasa .

dan sebagainya. dan sebagainya. d) Unsought goods Barang yang tidak dicari dan pemasarannya dengan mendatangi konsumen. 3) Perencanaan proses produksi harus mempersiapkan tenaga kerja. syarat-syarat dan faktor perencanaan operasi produksi. Tanpa melihat itu. contohnya mobil mewah. contohnya es krim. c) Specialitygoods Barang kebutuhan konsumen. Manfaat suatu produk umumnya diukur dengan kegunaan optimal dan keputusan konsumen. Ciri-ciri perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus mengarah pada kegiatan pada masa-masa mendatang. perusahaan penghasil produk jasa harus selalu berusaha melakukan inovasi terhadap jenis jasa yang benar-benar dibutuhkan konsumen. kulkas. Demikian juga bagi perusahaan yang menghasilkan produk berupa jasa. bahan baku. serta permintaan konsumen terhadap jasa yang kita tawarkan. modal. dan keinginan konsumen terhadap jenis produk. setiap perusahaan menghasilkan dan memasarkan bermacam-macam jenis produk. harga. Seorang wirausahawan di dalam melaksanakan proses produksi sebelumnya harus menentukan dengan jelas ciri-ciri. contohnya TV. dan jenis. gaya kemasan. dan atribut lainnya. 2) Jenis produk berdasarkan tujuan pemakainya terdiri atas berikut ini : a) Shopping goods Barang yang memerlukan pertimbangan kualitas. 1) Jenis produk. Merancang Proses Produksi Proses produksi merupakan suatu cara. sabun. Suatu jenis produk tertentu biasanya mempunyai ciri-ciri spesifik ukuran. dan sebagainya. rokok. gula. 3) Kualitas produk/jasa Setiap produk yang dihasilkan tentu tidak bisa dipisahkan dengan manfaatnya sebagai pemenuh kebutuhan konsumen. 4. Perusahaan harus mempertimbangkan keuntungan yang didapat dari jasa yang diberikan. yang merupakan refleksi kualitas dari produk tersebut. Penentuan macam dan jenis produk yang akan diproduksi didasarkan atas pertimbangan pengaruh adanya kombinasi produk terhadap keuntungan. bisa dipastikan produk kita menjadi produk yang tersisih di pasar. sehingga setiap perusahaan sebelum memulai usahanya sudah mengambil keputusan berkaitan dengan penentuan macam dan jenis produk apa saja yang akan diproduksi. posisi pasar. 2) Perencanaan proses produksi harus mempunyai jangka waktu tertentu. harga. metode pengerjaan. permata. Pertimbangan perusahaan sebelum menentukan produk yang dihasilkan itu dikarenakan meningkatnya perkembangan teknologi dan pengetahuan konsumen. tetapi memerlukan pelayanan khusus dan terdapat di toko/tempat tertentu. mesin-mesin. misalnya ensilopedia. 4) Perencanaan proses produksi harus dapat mengkoordinir kegiatan produksi dengan kegiatan bagian lain. jam tangan. permata. dan sebagainya. metode maupun teknik penciptaan faedah baru dari suatu produk. selera. berupa barang dapat dibedakan sebagai berikut : a) Jenis produk barang yang diperdagangkan b) Barang-barang consumers goods. Hal ini sangat penting agar proses produksi bisa berjalan dengan lancar dan tujuan perusahaan untuk mendapatkan laba pun berhasil. penguasaan pasar. c) Barang-barang industri goods.Pada umumnya. jam tangan mewah. Untuk itu. selera dan keinginan. b) Conviniencegoods Barang konsumsi yang sifatnya mudah dicari bila diperlukan setiap saat dan tersedia di toko/warung terdekat. a. permen. .

terlebih dahulu wirausahawan perlu menimba gagasan dari para konsumen dan mengajak karyawan untuk berpartisipasi memikirkan produk yang akan diproduksi. wirausahawan berusaha agar produknya benar-benar bisa diterima oleh konsumen. bentuk produk. Untuk menjaga tingkat persediaan barang. Di dalam tahap ini. 5) Uji coba produk Produk yang telah dibuat. 4) Percobaan produk Tahap selanjutnya adalah. kemudian diteliti dan diuji mengenai kelemahan produk. kualitas produk. 6) Komersialisasi Merupakan tahap memperkenalkan produk yang telah diproduksi kepada para konsumen. b) jumlah omset penjualan. Produk itu harus bisa dipertanggung jawabkan. c. maka wirausahawan harus menyaring dan memilih gagasan yang baik. yaitu menciptakan produk sesuai gagasan. membuat kemasan produk semenarik mungkin. 2) Penyaringan gagasan Setelah banyak menemukan gagasan yang bagus dari konsumen ditambah sumbangan pikiran dari para karyawan. Jadi. diharapkan produk benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kepada konsurnen. diantaranya dengan cara melaksanakan pemberian merek produk. kesalahan dalam pembuatan (bila ada). menentukan harga sebijaksana mungkin. Setelah diuji. dan sebagainya. c) kemampuan produk yang mendatangkan laba. ukuran produk. mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan. 2) Perencanaan proses produksi harus sederhana. wirausahawan mengadakan analisis terhadap gagasan proses produksi dari berbagai macam usaha. . 5. b. untuk menjaga jangan sampai persediaan habis. dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan sesuai dengan jumlah yang direncanakan. 3) Perencanaan proses produksi harus memberikan analisis dan klasifikasi kegiatan. Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah : a. wirausahawan mewujudkan gagasan ke dalam tindakan kongkret. b. Analisis gagasan itu dilakukan untuk mengetahui a) potensi permintaan terhadap produk.5) Perencanaan proses produksi harus dapat menentukan jumlah produk. warna produk. maka dalam proeses produksi perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian. Syarat-syarat perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. jenis produk. Persiapan perencanaan proses produksi Adapun persiapan perencanaan operasi produksi meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) Prosedur persiapan Sebelum wirausahawan menentukan produk apa yang akan dibuat. melakukan promosi dan pendistribusian. untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen. PengelolaanPersediaan Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan. cacat tidaknya dan bermanfaat tidaknya produk yang dibuat. Agar kegiatan proses produksi dapat dilaksanakan dengan baik. pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana. 3) Analisis gagasan Selanjutnya. baik secara teknis maupun komersial.

Setelah penyusunan laporan persediaan selesai. buku penjualan (tunai/kredit). kartu retur penjualan. d. yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyusun laporan keuangan. yaitu : a. e. Mengenai metode pencatatan persediaan barang dapat digunakan cara berikut : a. b. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas. Sedangkan kartu persediaan barang digudang dan di toko digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik. Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan. faktir penjualan. kartu persediaan di toko. akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengatur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan. dan sebagainya. selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan. buku penjualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang. barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan. Average Cost (AC) Barang-barang yang dikeluarkan dicatat berdasarkan harga rata-ratanya. First-out (LIFO) Barang yang paling akhir. d. Laporan persediaan harus akurat. c. First-out (FIFO) Barang yang pertama masuk. selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke bagian keuangan. Pencatatan secara terus-menerus (perpectual system) Cara pencatatan yang dilakukan secara terus menerus. untuk menjaga agar jangan sampai jumlah persediaan barang dagangan berlebihan. b. a. Buku pembelian. c.c. kartu persediaan gudang. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan ini diperoleh dari : a. First-in. b. misalnya mingguan. b. Penyusunan laporan persediaan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. Last-in. Pencatatan secara periodik (periodiec system) Cara pencatatan yang dilakukan pada waktu atau periode tertentu. Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang. ada dua sistem yang bisa dikemukakan di sini. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. c. Mengenai sistem pencatatan. menyusun laporan persediaan. yaitu laporan rugi laba dan neraca. kartu retur pembelian. surat penerimaan. dan f. Laporan persediaan barang dagangan dibuat secara periodik. metode pencatatan yang tepat untuk menentukan persediaan. sistem pencatatan yang paling tepat. bulanan atau semester. karena penetapan nilai persediaan dagangan sangat mempengaruhi keseimbangan antara biaya-biaya yang dikeluarka dengan pendapatan di dalam . yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger). menghitung persediaan barang dagangan. barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. buku pembelian (tunai/kredit).

1. bukan berarti akan menguntungkan bagi perusahaan.400.000 kg @ Rp. sehingga setiap saat perusahaan mengetahui berapa persediaan bahan baku yang ada. akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan.400.000 kg @ Rp. Sinar Surya selama dua minggu pertama bulan Mei 2004 adalah : 01 Mei. Ketidakakuratan dari suatu laporan persediaan memungkinkan timbulnya kesalahan penetapan nilai persediaan akhir.200.000.000.000 kg @ Rp.00 09 Mei. Penentuan kuantitas bahan baku bergantung pada sistem pencatatannya.00   . 16. Penghitungan biaya bahan baku Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada dasarnya adalah basil kuantitas dengan harga satuan bahan baku. Ada beberapa metode penilaian persediaan yang digunakan dalam penghitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi. Pengertian bahan Baku Bahan baku adalah bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dari produk jadi dan merupakan biaya utama dalam proses pembuatan produk.00 17 Mei.400. MenghitungKebutuhan dan Persediaan Bahan Baku a. 6.000. 1. masuk proses produksi 15. Bisa dibayangkan.000 kg @ Rp.000. 14. 1. berapa harus membeli bahan baku. pembelian 12.000. 1.000 kg : Rp. maka jika persediaan akhir ditetapkan salah. 1. 1) Metode FIFO ( irst-in First-out) Bahan baku yang masuk pertama dianggap bahan baku yang lebih dulu dipakai dalam proses produksi.400.000 kg @ Rp. perusahaan perlu melakukan pengendalian bahan baku. 3. persediaan 8.000. Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikunya. sebab akan semakin menambah biaya-biaya persediaan yang harus ditanggung perusahaan.200. sehingga akhirnya akan mengakihatkan terjadinya kesalahan dalam pelaporan aktiva/harta dan modal di dalam neraca.00 : Rp.000 kg.000.000.00 15. b.000.satu periode.00 Berdasarkan perhitungan di atas.400.00 :Rp.000 kg : Rp. yaitu seperti berikut ini.00 3.000. Bahan baku merupakan dasar yang sangat penting bagi perusahaan.00 2) Metode LIFO (Last-in First-out) Bahan baku yang terakhir masuk dianggap yang lebih dahulu dipakai dalam proses produksi. 8.00 : Rp. Sebaliknya. 17. dan berapa bahan baku yang siap untuk diproses. Dihitung sebagai berikut : 8. 8. 16. 1. jika dalam perusahaan tidak tersedia bahan baku.00 7.000.00 : Rp. Contoh : data mengenai bahan baku PT.200. yang kemudian mengakibatkan kesalahan dalam penetapan laba kotor maupun laba bersih. bahan baku yang dipakai dalam proses produksi yang harus dicatat sebesar Rp.00 15. jika persediaan bahan baku terlalu banyak. sedangkan penentuan harga satuannya bergantung pada metode penilaian persediaan yang digunakan.000. bisa dipastikan kegiatan proses produksi akan terhenti. Untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan baku.000 kg @ Rp.000 kg Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada tanggal 17 Mei sebanyak 15. Contoh : 12.

00 c. .00 : 20.000. Dengan demikian.000.000. Contoh : 8.00 Harga pokok rata-rata tiap kg : Rp 22. harga pokok bahan baku yang dibeli dan harga pokok bahan baku yang diproses dalam produksi dicatat dalam perkiraan persediaan bahan baku. 1) Pencatatan sistem fisik (periodik) Dalam sistem ini.000 kg @ Rp.000. menurut metode LIFO.400.00 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi (15. 2) Pencatatan sistem perpectual Dalam sistem ini.200. 120. Dengan demikian. 1.00 = Rp 16.400. Sistem pencatatan bahan baku menggunakan cara-cara berikut ini.000. bahan baku yang harus dicatat sebesar Rp.000 x Rp 1.00 12. Pencatatan bahan baku Pencatatan bahan baku pada dasarnya meliputi pencatatan pembelian dan pemakaian bahan baku dalam proses produksi.120.000 kg) = 15.00 Dengan demikian.800.400.000.000 kg @ Rp. 8. metode penilaian persediaan diterapkan untuk menghitung harga pokok bahan baku yang keluar (diproses). Harga pokok bahan baku yang diproses. 17.000.00 : Rp.00 20. 14. dicatat debet perkiraan barangdalam proses dan kredit pada perkiraan persediaan bahan baku.00 3) Metode Rata-rata Tertimbang (Average Cost Method) Biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi adalah hasil kuantitas bahan baku yang dipakai dan harga pokok rata-rata per satuan. selama periode berjalan.400.000 kg : Rp. bahan baku yang harus dicatat adalah Rp 16.00 = Rp.800.00 : Rp. tidak ada pencatatan mengenai harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi.Dengan demikian. harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung dan dicatat pada setiap akhir periode.000. 22. 1. setelah lebih dahulu dihitung harga pokok persediaan bahan baku pada akhir periode.000. 1.000.

Tips Berwirausaha bagi Pemula Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. menjahit. Hal ini bisa menjadi modal ketika memutuskan berwirausaha. membuka butik. Adviser Personal Financial Services dari FirstPrincipal Fiancial. MM. menerima jahitan. dan nilai." Di samping itu. Atau. 3. sehingga ia punya banyak klien. faktor anak pun biasanya menjadi alasan para perempuan memutuskan berwirausaha. bisa liburan ke luar negeri dan tempattempat eksoktis. seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran. Berikut tips dari Zizi. keinginan berwirausaha ini tak hanya dilatarbelakangi faktor ekonomi saja. yang Anda lakukan memiliki jiwa. tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. dan membuat kue. Yang penting pede. Jika dilakukan dengan benar. perlahan. nyawa. SE. Mulailah dari yang Anda punya." Faktor lain yang juga kerap dijadikan alasan berwirausaha. Zizi mengingatkan. Anda berbakat membuka katering. Semua yang dilakukan dengan hati. spa. tahu cara berpromosi. tetap harus fokus dengan usahanya agar semua dapat berjalan lancar. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat. Misalnya. Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat. hobi Anda? Memasak. pintar mengatur uang. "Dengan bekerja kantoran. Jadi. mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing. pijat dan aromaterapi.Ia jadi lebih berkembang dari sebelumnya. atau mengajar anak-anak? Nah. atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang." DARI HOBI JADI BISNIS Akan tetapi. dan teruslah bermimpi! Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya. Apakah akan jadi pengusaha restoran. selalu melihat ke depan. Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. seiring kenaikan harga di segala bidang. bahkan membuat website atau blog. Jadi. sabar melatih anak. Lakukan bertahap. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak. Kepala boleh di langit. usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah? Menurut Zizi." ujar perempuan yang kerap disapa Zizi ini. bisa saja seseorang berkarier bagus. apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Lalu. Misalnya. dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda. dengan berwirausaha. dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. "Banyak orang merasa menemukan kepuasan batin dengan berwirausaha yang didasari hobinya. Obesi dan Hobi Apa. yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula: 1. sesuai kemampuan. Buat Rencana Bertahap Mulailah membuat rencana bertahap. merasa kariernya tak berkembang. Miliki Mimpi! Bermimpilah jadi pengusaha sukses. atau lainnya? Bayangkan secara jelas. kantin. Dip IFP. berbagai usaha dapat dilakukan. lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda. atau dari usaha apa agar bisa sukses. bahkan membuat produknya sendiri. meski anak dapat diasuh sendiri. pasti akan lebih lancar dijalankan. Nah. bisa mencari target pasar. katering. Zizi menambahkan. 4. ia memiliki net working yang baik. kembalilah ke realita. 2. jangan takut berkhayal atau bermimpi. menurut Fauziah Arsiyanti. garmen. "Ia jadi makin terbuka. namun ia membutuhkan tantangan lain di luar rutinitasnya. Kendati demikian. "Mereka yang hidup berkecukupan pun mau berwirausaha karena ingin mengaktualisasikan diri. tak punya uang tapi punya modal kemampuan. tanpa perlu meninggalkan keluarga dengan bekerja di luar rumah. dan sedetail mungkin. sih. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. lalu memutuskan berwirausaha. Namun. salon. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah. Lihat Kenyataan Setelah berkhayal. Lalu bayangkan. Membuka les privat. yaitu hobi. dan ia pun bosan jika tinggal di rumah hanya mengurus anak saja. punya uang banyak. .

Buat Anggaran Jika usaha sudah berjalan. Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam. Jangan menunggu orang datang. dan dapat segera diperbaiki. Sumber :Noverita K. Waldan . Buat juga rencana B. setelah membuka warung tapi sepi pengunjung.5. mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. uang dipecah ke dalam dua rekening bank. dan seterusnya. dengan hasil usaha. Misalnya. atau D. kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya. Susun Berbagai Rencana Ketika usaha mulai berjalan. 6. dan jangan masuk ke dompet. Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. jangan hanya memiliki satu rencana saja. Sebaiknya. Yang ada. Jika rencana B ternyata belum berhasil. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari. C. Misalnya. tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. Dengan membuat anggaran yang tepat. buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. memberi pelayanan delivery service. jalankan rencana C. agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat.

saya jadi sangat suka menulis dan secara bertahap. kami merasa santai dan hidup (bersemangat). daripada pusing menyusun berbagai macam kriteria. Tidak seberapa lama kemudian. dia tidak pernah memihak. Sebagai murid. tetapi pada anak! Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar. cara memperlakukan anak didik. sabar. Simaklah beberapa komentar anak-anak di China. dia selalu memanggil mereka µaap¶. dia akan mendudukan anak itu disebelahnya dan menjelaskan lagi pelajaran itu. tegas. Anak-anak di Pakistan berpendapat tentang guru yang baik: Guru kami tahu nama tiap anak. . tetapi agaknya berlaku pula universal. Tapi. Jika kami mengatakan sesuatu yang salah. Dia bahkan akan berkata sambil tersenyum: ³Kesalahan Bagus! Kesalahan membantu kami menemukan masalah-masalah´. ini adalah hal yang paling berharga tentang guru« Dalam kelas guru Chen. Paragraf terakhir pada tulisan tersebut agaknya mengena dan menggambarkan secara jelas bagaimana seharusnya seorang guru ideal: Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Guru Shan selalu melucu dalam kelas menulis kami dan membuat kami sangat tertarik dalam pelajaran itu. luwes dalam perilaku. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum. Mereka memiliki kepribadian penyayang. tingkah laku. hangat. Dia menjelaskan pelajaran di papan tulis. tidak menyalahkan kami. Dia mendengar semua masalah dan keluh kesah kami serta membantu kami menyelesaikan masalah. baik. serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. mengapa tidak kita tanya saja anakanak tentang guru yang baik menurut mereka? EENET Asia menurunkan sebuah laporan tentang guru ideal dalam pandangan anak-anak di China dan Pakistan. perbedaan antar anakanak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. (aap adalah bentuk sopan µkamu¶ di Pakistan) Guru kami selalu memperhatikan tiap anak ketika mengajar.Bagaimana Menjadi Guru Ideal ? Seperti apakah guru ideal itu? Setiap orang bisa menyodorkan daftar panjang berisi kriteriakriteria untuk menjawab pertanyaan ini. Dalam kebaikan hatinya. Daftar tadi bisa jadi merujuk pada berbagai referensi² kesiapan materi. saya mempelajari beberapa trik untuk menulis dengan baik. Ibu guru Gao seperti ibu bagiku. Tanpa saya sadari. dan lain-lain²yang bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah. Dia menghormati anak-anak. Dia selalu ³tanpa sengaja´ mengajukan pertanyaan atau membuat kesalahan agar kami dapat membetulkannya. bahkan siswa yang paling pemalu mau mengangkat tangan dan menjawab pertanyaannya. Dia memperlakukan tiap siswa dengan setara. Jika seseorang tidak paham. bekerja keras.

dengan melihat kembali kurikulum. kepedulian. Kedua. dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua "Anak-anak menyerap semua hal pada saat berusia empat tahun.Pendidikan karakter yang baik adalah pendidikan yang dimulai sedini mungkin dalam keluarga. Jawa Barat. Semua mata pelajaran adalah pintu masuk pada pendidikan karakter. monitoring. tanggung jawab. dan kerja sama. kejujuran. menyempurnakan melalui kebijakan nasional. hormat dan santun. ada sembilan pilar karakter. kedisiplinan dan kemandirian. pengayaan yang bisa ditambahkan. "Nilai ini tidak bisa diajarkan. kreatif. Kemudian. baik dan rendah hati." kata Ratna Megawangi. dan itu adalah periode emas otaknya. di Sawangan Depok. kerja keras dan pantang menyerah. Pilar tersebut adalah cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya. Pertama. kerapian dan keamanan). Kemdiknas siap merevitalisasi pendidikan karakter tahun ini yang ditandai dengan akan diluncurkannya gerakan nasional PAUDNI-sasi. percaya diri. toleransi.17 Maret 2011 | Laporan oleh aline Depok . Ratna menyebutkan. kasih sayang. ada tiga pendekatan yang digunakan dalam pendidikan karakter. Rabu (16/03/2011). (aline) . pembicara tamu pada Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011." katanya. Peningkatan 30% berikutnya terj adi pada usia 8 tahun. amanah dan diplomatis. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam kesempatan yang sama mengatakan. Dan ketiga. cinta damai dan persatuan. ada pula K4 (kesehatan. kebersihan. Lalu. tapi dikembangkan melalui pembelajaran. keadilan dan kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun.

Perumusan Masalah 1. mandiri. Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran Kontekstual (CTL) ? 2.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Ketika kita membicarakan tentang pendidikan. otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. berilmu. Bagaimana aplikasi pembelajaran CTL pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS ) di Sekolah Dasar. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan guru untuk memperbaiki mutu dan kualitas proses pembelajaran adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning ( CTL ). manajemen pendidikan. Akibatnya banyak peserta didik yang ketika lulus dari sekolah. kita merasa bahwa kita sedang membicarakan permasalahan yang kompleks dan sangat luas. Mulai dari masalah peserta didik. kreatif. Salah satu masalah yang banyak dihadapi dalam dunia pendidikan kita adalah lemahnya kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di sekolah. Bagaimana pola dan tahapan pembelajaran CTL di sekolah ? 4. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dijelaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. pendidik/guru . ( UU Sisdiknas . cakap. berakhlak mulia. sehat. Apa perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional ? 3. proses belajar mengajar. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas hanya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi. Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) pada pelajaran IPS . bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2003). kuriku-lum. Sesuai fungsi pendidikan nasional tersebut terletak juga tanggung jawab guru untuk mampu mewujudkannya melalui pelaksanaan proses pembelajaran yang mampu bermutu dan berkualitas. dan lain sebagainya. fasilitas. mereka pintar secara teoritis. akan tetapi mereka miskin aplikasi.

self-regulated learning. that is. nurturing the individual. pengajaran berbasis problem. tempat . Problem seperti ini membawa makna personal dan sosial bagi peserta didik. dan curriculum (sistem sosial yang berujung pada rencana untuk pengajaran ) maka dalam CTL guru berperan sebagai fasilitator tanpa henti (reinforcing). To achieve this aims. collaborating. Kutipan pengertian di atas menegaskan hakikat CTL yang dapat diringkas dalam 3 (tiga) kata yaitu makna. peserta didik ditantang untuk berfikir kritis untuk memecahkannya. Pengertian Pembelajaran Kontekstual (CTL) Pada beberapa tahun terakhir ini pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang banyak dibicarakan orang.. masyarakat. Dengan memuculkan problem yang dihadapi bersama. yaitu teaching (refleksi sistem kepribadian sang guru yang bertindak secara profesional). critical and creative thinking.. Kedua. social. Guru membermaknakan pusparagam konteks (sekolah. bermakna.an educational process that aims to help students see meaning in academic material they are studying by connecting academic subjects with the context of their daily lives.. reaching high standards. learning (refleksi sistem kepribadian peserta didik yang menunjukkan perilaku yang terkait dengan tugas yang diberikan.. Menurut Elaine B Johnson (2002) Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah : . Dengan merujuk pada 4 (empat) konsep kunci yang saling terkait. doing significant work. Berbeda dengan strategi pembelajaran lainnya Contextual Teaching and Learning (CTL) yang selanjutnya oleh penulis dalam makalah ini disingkat CTL merupakan strategi yang melibatkan peserta didik secara penuh dalam proses pembelajaran. Dalam penerapan CTL ada sejumlah strategi yang mesti ditempuh yaitu: Pertama. Teoritis : memberikan tambahan pengetahuan kepada pembaca tentang strategi pembelajaran kontekstual ( CTL ) 2.Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1.. BAB II PEMBAHASAN A. yakni membantu peserta didik menemukan makna (pengetahuan). dan dibermaknakan. menggunakan konteks yang beragam. the system encompasses the following eight component: making meaningful connections. with context of their personal. instruction (sistem sosial tempat berlangsungnya mengajar dan belajar ). using authentic assesment. Peserta didik didorong untuk beraktivitas mempelajari materi pembelajaran sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya. and cultural circumstance. Praktis : pembaca dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) pada mata pelajaran IPS. Makna itu ada di mana-mana dalam konteks fisikal dan sosial.

dan sebagainya). Keempat. jaminan kepercayaan diri. sehingga makna (pengetahuan) yang diperoleh peserta didik menjadi semakin berkualitas. Hal ini menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secara terpadu dan kontekstual. Kedua. memberdayakan peserta didik untuk belajar sendiri. Wina Sanjaya (2006) mengemukakan bahwa Contextual Teaching and Learning adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. menggunakan penilaian autentik. Standar unggul sering dipersepsikan sebagai jaminan. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Dari konsep tersebut ada 3 (tiga) hal yang harus difahami. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Hal ini perlu didengungkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang kompetitif pada abad persaingan dewas ini (Elaine B Johnson : 2002) Hampir serupa dengan pengertian CTL di atas. dan memberi kesempatan kepada siswa untuk maju terus sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Kelima. .kerja. jaminan menentukan masa depan. Ketiga. Hal ini sangat penting agar materi yang dipelajari peserta didik tertanam erat dalam memori peserta didik. Pertama. CTL akan menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi. Ketiga. Peserta didik dibiasakan saling belajar dari dan dalam kelompok untuk berbagi pengetahuan dan menentukan fokus belajar. jaminan kerja. Peserta didik dilatih untuk kritis dan kreatif dalam mencari dan menganalisis informasi dengan sedikit bantuan atau malah secara mandiri. artinya CTL bukan hanya mengharapkan peserta didik memahami materi yang dipelajarinya. artinya peserta didik dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar peserta didik hanya menerima pelajaran. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. CTL mendorong agar peserta didik dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. CTL mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. sehingga tidak akan mudah dilupakan. belajar melalui kolaborasi. mempertimbangkan keberagaman peserta didik baik perbedaan individual dan sosial. mengejar standar tinggi. Guru mengayomi peserta didik dan meyakini bahwa keberagaman dibermaknakan sebagai mesin penggerak untuk belajar saling menghormati dan membangun toleransi. baik jaminan lulus. Ketujuh. Keenam.

adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. Perbedaan tersebut antara lain : 1.CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. Inkuiri. 2. 2. artinya siswa berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik lebih banyak belajar secara individual dengan menerima. 4. peserta didik belajar melalui kegiatan kelompok seperti kerja kelompok. Masyarakat Belajar ( Learning Community) adalah proses kerjasama saling memberi dan menerima. Bertanya (Questioning). 5. 6. saling menerima dan memberi. apakah pengalaman belajar peserta didik memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. . Bertanya dipandang sebagai refleksi keingintahuan setiap individu. adalah proses membangun atau menyusun penge-tahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. Penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah peserta didik benar-benar belajar atau tidak. Refleksi (reflection). Adapun 7 (tujuh) asas tersebut adalah : 1. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik ditempatkan sebagai obyek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. Konstruktivisme. B. berdiskusi. sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. 3. Dalam hal tertentu guru bisa mendatangkan orang-orang yang dianggap memiliki keahlian khusus untuk memberikan atau membahas masalah tertentu sesuai dengan materi pembelajaran. Dalam pembelajaran CTL. dan menghafal materi pelajaran. adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Penilaian nyata ( authentic assessment ) adalah proses yang dilakukan dengan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Misalnya guru memberikan contoh kepada siswa. adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa. adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. atau siswa yang telah menguasai kemampuan tertentu memberikan contoh kepada temannya di depan kelas. Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional Terdapat beberapa perbedaan pokok antara CTL dengan pembelajaran konvensional yang berlaku selama ini. mencatat. CTL menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar. Permodelan ( Modelling ). Penerapannya dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. 7.

misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena menyadari perilaku itu merugikan atau tidak bermanfaat. sedangkan dalam pembelajaran konvensional. Dalam CTL. Dalam CTL. C. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman atau sekedar memperoleh nilai dari guru. Dalam pembelajaran CTL. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara. oleh karena pengetahuan di konstruksi oleh orang lain. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. Pendahuluan a. siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. Untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan guru dapat melakukan langkah pembelajaran sebagai berikut : 1. Dalam CTL. misalnya dengan evaluasi proses. dan lain sebagainya. penampilan. Dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak terjadi. 10. wawancara. 7. Dalam CTL. Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : . maka terlebih dahulu penyusun menyam-paikan Pola pembelajaran CTL di sekolah. observasi. 8.3. sedangkan dalam pembelajaran konvensional. 6. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. Tujuan akhir proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. Dalam pembelajaran CTL. tindakan atau perilaku individu di dasarkan oleh faktor dari luar dirinya. sehingga setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. 4. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan hanya diukur dari tes. Pola dan Tahapan Pembelajaran CTL di Sekolah Untuk lebih memahami bagaimana mengaplikasikan CTL dalam proses pembelajaran di sekolah. tujuan akhir adalah nilai atau angka. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa. 9. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. rekaman. karena kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. b. pembelajaran bisa terjadi dimana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. kemampuan didasarkan atas pengalaman. 5. hasil karya siswa.

Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas a. Mengenal perkembangan teknologi produksi. 2.1. 2) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi. kegiatan ekonomi. Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi di daerahnya. Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek B. Mengenal sumber daya alam. D. b. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar 2. Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing. 2. b. komunikasi. b. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) a.3. Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 2. Kelas IV .1) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik. Peserta didik melaporkan hasil diskusi c. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek A.2. 3) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. c. dan transportasi serta pengalaman . Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 3. semester 1 Standar Kompetensi 2. Aplikasi CTL Pada Mata Pelajaran IPS Pada makalah ini penyusun mencoba menjelaskan juga tentang contoh aplikasi CTL pada mata pelajaran IPS untuk tingkat pendidikan SD kelas IV semester 2 dan tingkat pendidikan SMP/MTs kelas VII semester 1 sebagai berikut : 1. Penutup a. dan seterusnya.

Inti Kegiatan di Lokasi (Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas dan kegiatan observasi yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik di lingkungan obyek pengamatan tersebut. Kegiatan di dalam Kelas ( setelah pengamatan selesai dilakukan ) 1) Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing (dikusi kelompok). 2) Guru memimpin pembukaan diskusi kelas dan menyampaikan peraturan dan tata tertib diskusi agar kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. dan kemajuan teknologi di lingkungan kab/kota dam prov. Koperasi Pegawai. 2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Guru mengamati kinerja masing-masing kelompok dan membimbing apabila ada kelompok yang mengalami kesulitan. . Mengenal permasalahan sosial di daerahnya Contoh langkah pembelajarannya adalah : a. b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi. 2. dan manfaat mempelajari dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. kelompok 5 dan 6 melakukan observasi ke obyek koperasi di sekitar sekolah ( KUD. kegiatan ekonomi. 3) Guru menyediakan /memberikan format panduan pengamatan sesuai dengan materi pengamatan kelompok siswa. atau Koperasi Sekolah ) c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi yang telah ditentukan dengan mengisikannya pada format panduan yang telah disediakan guru. misalnya siswa 36 dibagi dalam 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 orang.4. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek sumber daya alam dan potensi ekonomi di sekitar sekolah. 4) Guru membimbing siswa kembali ke kelas dengan tertib sesuai waktu yang ditentukan. b. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan standar kompetensi yang harus dicapai yaitu Mengenal sumber daya alam. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek aktivitas ekonomi di sekitar sekolah.menggunakannya. 2) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik.

kelompok 5 dan 6 mengobservai tentang motif ekonomi manusia. 3.2.3) Guru mengatur jadwal waktu dan pembagian kelompok yang melaksanakan tugas presentasi hasil pengamatan. Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan Kompetensi Dasar 3. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhluk sosial. 2. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan. b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi di lingkungan sekitar sekolah. Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari a. b.1. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. semester 1 Standar Kompetensi 3. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok tersebut. 2) Guru menjelaskan pengertian manusia sebagai makhlug sosial (homo socius) dan makhlug ekonomi ( berusaha mencukupi kebutuhannya) 3) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik. Kelas VII . 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. . 5) Guru mengamati kinerja siswa dalam kegiatan observasi untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran dengan baik. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan kompetensi ³Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan´ yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhlug ekonomi. 4) Peserta didik melaporkan hasil diskusi di depan kelas 5) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain c.

Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas 1) Peserta didik berkumpul dalam kelompok kecil dan mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan tugas masing-masing. 5) Guru menilai interaksi tanya jawab dan kerjasama antar kelompok untuk menilai secara kognisi maupun afeksi siswa dalam pembelajaran. Kesimpulan Dari penjabaran mengenai Contextual Teaching and Learning (CTL) di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. c. Karena CTL menekankan pembelajaran dengan anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. . CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal. akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi nyata sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru.2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Peserta dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas observasi. 2. 2) Peserta didik melaporkan hasil diskusi (kelompok besar) dalam kelas 3) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 4) Apabila mengalami kesulitan guru dapat menjembatani dan membantu agar terjadi interaksi antar peserta didik secara baik dan diskusi berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Dengan 2 (dua) contoh tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa CTL adalah pembelajaran tepat dan dapat diterapkan pada pelajaran IPS baik di SD maupun SMP/MTs dengan didukung kreatifitas dan kemauan guru dalam meningkatkan mutu pembelajarannya. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat laporan hasil pengamatan dengan sistematika laporan yang baku. akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata.

6.3. Ada beberapa perbedaan antara strategi pembelajaran CTL dan konvensional yang membuktikan bahwa CTL lebih efektif dan mampu menjadi alternatif pilihan strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. Saran Dengan pemahaman tentang Contextual Teaching and Learning (CTL) ini diharapkan guru mata pelajaran IPS dapat menerapkan strategi ini dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dan dapat lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas penguasaan materi pelajaran IPS siswa di sekolah yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagaimana tujuan dan fungsi pendidikan nasional. Diperlukan pola dan langkah pembelajaran CTL di kelas agar strategi CTL dapat diterapkan secara efektif dan sesuai materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diaplikasikan pada mata pelajaran IPS baik di tingkat pendidikan SD maupun SMP/MTs. B. 4. . 5. Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan peserta didik di lapangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful