MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara pembuatan produk baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. 2. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. 3. Wirausahawan disebut juga wiraswasta, ³wira = perwira tangguh kuat, kuat tauladan,. Swasta = mandiri, berdiri sendiri . Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. 4. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. b. c. d. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia

Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2. Pelaksana Pembangunan 3. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. Menghormati tertib hokum 6. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Jujur 8. Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. Membayar pajak yang teratur 10. SDM yang ideal 11. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi, imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat,sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada

Fungsi seorang Wirausaha: 1. 2. 3. 4. 5. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru

Sumber Wirausaha: 1. 2. 3. 4. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah

Syarat-syarat wirausaha : 1. Tujuh K (Kemauan, Kemampua, Kesempatan, Keteraturan, Keberanian, Kesadaran dan Keuangan ) 2. Tujuh P (Pendidikan, Pengajaran, Penerangan, Pengelolaan, Pendekatan, Penghayatan dan Perbankan A. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. Unsur sikap (mandiri, indenpenden, percaya diri,dipercayai, jujur, kreatif dan inovatif, ingin tahu,disiplin, bekerja keras, tekun) b. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif, memimpin membaca dan menciptakan peluang baru , manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi, teknis) c. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat, tingkat social dan pendidikan, mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) · Kelompok wirausaha ada 3 : 1. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. b. c. d. e. f. g. h. Percaya diri Mencari dan menangkap peluang f. Trampil negosiasi Bekerja keras g. Aktualisasi diri Perencanaan yang matang Mencintai profesi Trampil negosiasi Aktualisasi diri Mampu memasarkan hasil

2. Wirausaha Tangguh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. b. c. d. Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) e. Kreatif dan inovatif

3. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas, perubahan antisipatif, berani. Ciri-ciri wirausaha unggul ; 1. 2. 3. 4. 5. Selalu berkreasi dan berinovatif Mampu menciptakan peluang besar Berani mengambil resiko Mampu mencermati perubahan Meningkatkan keunggulan

Ikrar wirausaha : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. wirausaha sebagai tugas tertinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Dream yaitu memiliki visi 2. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain · Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. 2. 3. 4.
y

Sikap kerja keras 5.Kreatif Prilaku disiplin 6. Inovatif Komitmen tinggi 7. mandiri Jujur 8. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan ;

1. Sifat dan watak kepribadian 4. Ketahan fisik dan mental 2. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Berkemauan keras 3. Ketahanan fisik dan mental 6. Kesabaran dan Ketahanan
y

Menurut H. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah :

1. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar
y

Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah; 8. Ingin memperoleh balikan segera 9. Sangat energik

1. Komitmen tinggi terhadap tugas 2. Mau bertanggung jawab

3. 4. 5. 6. 7.
y

Ada minat Ada peluang Toleransi menghadapi risiko Yakin pada dirinya Kreatif dan fleksibel

10. Motivasi 11. Berorientasi kemasa depan 12. Belajar dari kegagalan 13. Berkemauan tinggi dalam memimpin

Seorang wirausaha adalah pemimpin ; yang harus dilakukannya: a. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Prilaku pemimpin : 1. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. Orientasi Orang (People Oriented)

MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut; a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Yakin pada diri sendiri e. Pandai membuat keputusan f. Mau menambah ilmu pengetahuan g. Berambisi untuk maju h. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah

MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1. Kepribadian yang bersifat negative 2. perasaan takut disaingi orang lain 3. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. b. c. d. e. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran

Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya ³first thing first ³ ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). banyaknya piutang ragu-ragu 12. 3. 4. 3. 2. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal . 1. 5. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju. Kurang kreatif dan kurang inisiatif 4. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. Berkaitan dengan produkdan pasar b. melihat peluang yang ada 4. 4. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Kurang ulet dan lekas putus asa 2. Pemborosan 13. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko . Berkaitan dengan masalah keuangan c.Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. Ada 5 cara meningkatkan soft skill. Kerja keras 5. Kurang tekun dan kurang teliti 3. Pelayanan kurang baik 11. Kerja Tuntas C. Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga. Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. tidak Jujur 5. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. 1. 2. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan 6. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat B. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a.

seperti berat. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk. 3. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. 5. dan para penjual sendiri) b. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi . Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas. laku dijual dan harga bersaing c. Macam-macam informasi a. Memilih dan membuat produk yang bermutu. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2. langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. Manfaat Sumber informasi usaha a. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. MASALAH USAHA Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . Biro statistic Perkumpulan dagang. 6. KADIN dan Media massa) 4. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. dari pedagang perantara. 7. termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. d. pembayaranpembayaran dalam usaha.MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. harta kelompok dan sebagainya c. pemerintah. neraca labadan rugi. kecepatan. 3. panas dan lain-lian c. Informasi atas orang. b. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. temperature dan lain-lain. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat B. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan. 4. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. jumlah tekanan. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung. 2.

Faktor Membuat Keputusan : 1. Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3. Faktor sasaran 5. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c.e. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan faktafakta c. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah C. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Keberania dan antusiasme d. Faktor waktu . PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Jumlah transaksi yang harus diproses f. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2.

Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. penggunaan merk dagang. penetapan harga produk. riset pemasaran dan teknik. memilih data-dta. Keputusan permodalan ( Struktur modal.6. b. riset pemasaran. c. jumlah inventaris) b. Usaha modal baru. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan. jenis latihan dan pendidikan. Faktor Pelaksanaan b. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan. dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya. absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja. tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. metode bidang penjualan. pengalaman berupa pengetahuan. sugesti dan saransaran. praktek pembelian dan penjualan. promosi dan distribusi) c. rencana permodalan kembali. pembayaran deviden. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. inspeksi supervis. Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya. penetapan biaya eksploitasi. saluransaluran pemasaran. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat. Tindakan-tindakan ( Menilai data-data. prosedur kantor dan perluasan usaha) d. Mengenali diri sendiri 2. Melatih kemauan 3. pengepakan produk. perundingan dengan karyawan. konsekuensi pilihan. Pelaksanaannya. lay out perusahaan. Melatih disiplin . hubungan perusahaan dengan ekstrnal. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. Orangorangnya) 2. jumlah tenaga kerja dan jam kerja . diselidiki dengan teliti. pembayaran gaji. lokasi. rencana mengenai pension. jenis dan luasnya reklame. Keterampilan . dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. likuidasi. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaikbaiknya. teknik seleksi dan wawancara. dan keterampilan d. analisis pekerjaan dan evaluasi.. dapat diutamakan yang plaling penting. keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai. metode produksi. syarat-syarat kredit.

Kejadian yang tidak diharapkan . Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. d. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. Sumber penerapan inovatif a. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif 2. PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide-ide yang dapat dijual . Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya. b. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. b. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. d.4. a. Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. Membuat produk dengan penuh inovatif c. penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. Hak Milik. dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA A. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i. Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan . Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. c. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU. c. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif . ada lima mitos : a. Peraturan. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. Menentukan tujuan dalam berinovatif e. b.

adalah akuisisi atau implementasi inovati. merupakan hasil organisasi perusahaan b. a. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c. e. c. f. d. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan. serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS . Dimensi Inovatif . c. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar Perubahan demografi Perubahan persepsi Konsep pengetahuan dasar 3. B. b. tahapan-tahapan inovatif . baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. 6. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. Adopsi Inovatif. g. Inovatif produk. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen. ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan. Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. 4. Tahap-tahap inovatif a. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. d.b. Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1.

Pengertian Kreativitas Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Roe . Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan . Cara Menerapkan Kreativitas a. Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Percaya pada diri sendiri i. Keterbukaan pada pengalaman b. Pemikiran lain 4. Membutuhkan dan menerima otonomi h. Menggunakan akal b. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g. Dapat menerima perbedaan f. Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Tekun 2. Mengenali Lingkungan d. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. a.1. Hapus perasaan ragu-ragu c. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Keingintahuan d. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c.

Menentukan keinginan 4. Tepat waktu adalah ukuran. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. 1. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacammacam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. tegas.Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: 1. artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b. Kelancaran (fluency). Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. humor. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif . dan fair b. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. Melatih Otak 3. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. Konsisten. Tepat waktu adalah nilai uang. Kosentrasi pada manusia 1. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. rekreasi. artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Tepat waktu adalah Kekuasaan. artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. Rileks dengan cara menditasi. Cara mengatasi masalah 5. yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. dan lain-lain 2. mendengarkan aluanan music. artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian . Tepat waktu adalah organisasi.

b. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah 2. 6. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. c. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh. d. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. seb agai berikut : a. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Busra Elgeri di 19:29 . kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama B. 3. 7. Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya 5. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur 3. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. bukan untuk mengawasi orang b. 5.sinergi.Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : 1. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d. Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri 4. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan. Kolaborasi. bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. 2. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang 2. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. 4. Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e.

o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK.......PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X . 28 Maret 2011 . KWU_DRS..  KLS XI ..Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y o 2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN .MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII . Didukung oleh Blogger. y 2010 (9) September (1) o  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 .PROPOSAL USAHA Mengenai Saya Drs...MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA. BUSRA ELGERI Senin.  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW. Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal. Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X .

d. menyusun operasi untuk pengadaan produk baru. berdiri sendiri . imajinasi yang tinggi Mengutamakan efisiensi Mampu menarik bawahan dan patne yangruntuk berkemampuan tinggi Mempunyai tingkat analisa yang tepat. ³wira = perwira tangguh kuat. b. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN 1. Swasta = mandiri. 5. Memotivasi orang lain untuk lebih maju 7. Menghormati tertib hokum 6. Untuk memiliki kepribadian sebagai Wirausaha Meningkatkan daya saing dan daya juang untuk mencapai kemajuan Pendidikan latihan dan pengembangn untk memberikan bekal pada wirausaha Kewirausahaan sebagai sumber peningkatan mutu kepribadian dan kemampuan manusia Manfaat Tenaga Wirausaha: 1. 7. Pelaksana Pembangunan 3. 4. 2.sistematis dan metodelogis Tidak Komsumtif Dapat menilai kesempatan yang ada Fungsi seorang Wirausaha: 1. 2. Memasuki usaha-usaha baru yang belum dicoba orang lain Memulai produksi jenis barang /jasa baru yang sudah ada dengan cara baru melaksanakan reorganisasi usahanya Membuka pasaran baru Mengembangkan sumber-sumber logistic baru Sumber Wirausaha: . Bekerja minimal 12 jam/hari dan 7 hari seminggu 9. memasarkan serta mengatur permodalan operasinya. Menjalankan persaingan yan g sehat 5. 3. 3. Kepribadian unggul dan martabat harga diri 4. Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan : a. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kewiarausahaan adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru. Wirausahawan adalah seorang pencipta kreasi yang tinggi serta motivasi dalam dirinya untuk menemukan perubahan setiap saat yang berpijak pada sikap kemandirian. Hidup Sederhana Ciri-ciri Seorang Wirausaha 1.. 3. kuat tauladan. Membayar pajak yang teratur 10. 4. 5. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan. Sebagai generator dan sumber penciptaan perluasan kesempatan kerja 2.MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK KEWIRAUSAHAAN A. c. 2. Wirausahawan disebut juga wiraswasta. menentukan cara pembuatan produk baru. Berani mengambil risiko Mempunyai daya kreasi. 6. SDM yang ideal 11. Jujur 8. Wirausaha/Wiraswasta berarti melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri. 4.

Percaya diri e. percaya diri. Wirausaha Unggul yaitu wirausaha disamping mampu memobilisasai sumber daya juga memiliki kreatifitas. Kreatif dan inovatif 3. Kesempatan. 4. Uunsur kemampuan dan keterampilan ( berpikir kreatif. d. Penghayatan dan Perbankan A.1. kreatif dan inovatif.disiplin. c. memimpin membaca dan menciptakan peluang baru . Mampu menciptakan peluang besar 3. Pendekatan. Penerangan. berani. peluang dan ancaman) e.dipercayai. jujur. Berani mengambil resiko . Berkompetitif/memenangkan persaingan Memiliki orientasi pada pelanggan Berpikir dan bertindak strategic Memiliki kemampuan menemukan SWOT ( kekuatan. Mampu memasarkan hasil 2. ingin tahu. inovasi serta mengantisipasi dalam menghadapi resiko Ciri-ciri wirausaha yang tangguh: a. 3. Keteraturan. kelemahan. Lulusan Perguruan Tinggi dan Perguruan Menengah Tenaga professional Oengusaha besar Pejabat pemerintah Syarat-syarat wirausaha : 1. Pengajaran. Selalu berkreasi dan berinovatif 2. Tujuh P (Pendidikan. d. Unsur sikap (mandiri. b. Kesadaran dan Keuangan ) 2. Unsur kemasyarakatan dan Budaya ( adapt-istiadat. 2. Tujuh K (Kemauan. Mencintai profesi Mencari dan menangkap peluang f. Trampil negosiasi Bekerja keras g. tingkat social dan pendidikan. RUANG LINGKUP WIRAUSAHA Unsur-aspek aspek yang harus dimiliki wirausaha a. b. Ciri-ciri wirausaha unggul . Aktualisasi diri Perencanaan yang matang h. Wirausaha Tanggunh (innovative Entrepeneur) yaitu wirausaha yang berprilaku dan kemampuannyamenonjol dalam kreativitas. teknis) c. mata pencaharian masyarakat dan norma-norma social) y Kelompok wirausaha ada 3 : 1. perubahan antisipatif. Pengelolaan. bekerja keras. Kemampua. indenpenden. 1. Wirausaha Andal ( Administrative Entrepreneur) yaaitu wirausaha yang berprilaku dan berkemampuan lebih menonjolkan dalam memobilisasi sumber daya dan dana serta mentransformasikannya menjadi out put dan memasarkannya Ciri-ciri wirausaha andal : a. tekun) b. c. manajemen beradaptasi dan bersosialisasi berkomunikasi. Keberanian.

y . Ketahanan fisik dan mental 6. y Sikap kerja keras 5. 4. Berorientasi kemasa depan Toleransi menghadapi risiko 12. 5. 6. Mampu memperbaiki kelemahan-keleman pasar y Menurut Zimmerer Nuansa karakteristik wirausahawan yang sukses adalah. Detail yaitu Memeperhatikan factor-faktor kritis secara rinci 8. mandiri Jujur 8. 2. 7. Komitmen tinggi terhadap tugas 8. Distribute yaitu bersedia mendistribusikan kepemilikannya kepada orang lain y Memahami Karakteristik wirausahawan Selain karakteristik diatas wirausahawan harus memahami karakteristik lain: 1. Dream yaitu memiliki visi 2. 7. Inovatif Komitmen tinggi 7. Berkemauan tinggi dalam memimpin Kreatif dan fleksibel Seorang wirausaha adalah pemimpin . Berkemauan keras 3. Sifat dan watak kepribadian 4. 9. Ingin memperoleh balikan segera Mau bertanggung jawab 9. Meningkatkan keunggulan Ikrar wirausaha : 1.4. Mampu mencermati perubahan 5. 3. Kejujuran dan tanggung jawab 5. Ketahan fisik dan mental 2. 5. 4. Kesabaran dan Ketahanan y Menurut H. Motivasi Ada peluang 11. 8. Devotion yaitu Mencintai pekerjaan bisnis 7. Leibestein wirausahawan yang memiliki karakteristik adalah : 1. 1. 3. Mampu menggandeng peluang-peluang besar 2. Destiny yaitubertanggung jawab 9. Sangat energik Ada minat 10. 3. Decisiveness yaitu Orang yang tidak bekerja lambat 3. Dedication yaitu tidak kenal lelah/serius dalam bekerja 6. Realistis Nuansa Karaktetistik wirausahawan yang perlu dikembangkan . Doers yaitu membuat keputusan dan menindak lanjuti 4. Belajar dari kegagalan Yakin pada dirinya 13. 4. 6.Kreatif Prilaku disiplin 6. 2. wirausaha sebagai tugas tetinggi selama hidup Kebiasaan pangkal pembentukan watak Membersihkan hambatan buatan sendiri Menempa pikiran maju Membersihkan diri dari kebiasaan berpikir kummel negative Tau apa maunya dan rencana daya upayanya kebiasaan berprakarsa Percaya pada diri sendiri Pelihara keimanan kepada tuhan Yang Maha Esa KARAKTERISTIK WIRAUSAHAWAN Karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut Bygrave : 1. Determination yaitu Bekerja dengan penuh perhatian 5. yang harus dilakukannya: 1. 2. Dollars yaitu tidak mengutamakan pencapaian kekayaan 10.

5. Kepribadian yang bersifat negative 2. a. Prilaku pemimpin : 1. 7. Pandai membuat keputusan f. anggapan diri sendiri lebih super dan merasa berhasil dari pada orang lain Kegagalan dalam dalam masyarakat dapat diidentifikasikan : a. Mau bekerja Keras ( capacity for hard work) b. Kurang ulet dan lekas putus asa Kurang tekun dan kurang teliti Kurang kreatif dan kurang inisiatif tidak Jujur Kekeliruan dalam memilih lapangan pekerjaan . Mau menambah ilmu pengetahuan g. Faktor manusia Faktor Keunangan Faktor Permodalan Faktor Organisasi Faktor Perencanaan Faktor mengatur bisnis Faktor pajak dan asuransi Faktor fasilitas pemerintah MENGIDENTIFIKASI KEGAGALAN USAHA Faktor yang dapat menyebabkan kemungkinan kegagalan dalam pencapaian tujuan: 1.a. 2. Orientasi tugas(Task Oriented) 2. 2. 6. tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang kurang dana untuk modal Tidak cocok minat dan bakat terhadapjenis usaha yang sedang dijalankannya Kurang pengalaman dalam bidang usaha Lemah dalam bidang pemasaran Menurut Alex S Nitisemito sebab kegagalan usaha dalam perusahaan : 1. d. Berambisi untuk maju h. perasaan takut disaingi orang lain 3. 8. 4. Yakin pada diri sendiri e. Orientasi Orang (People Oriented) MENGIDENTIFIKASI KEBERHASILAN USAHA Menurut Murphy dan Peck seorang wirausahawan dapat mencpai puncak karier hanya dengan melalui delapan anak tangga (kunci Keberhasilan) sebagai berikut. 3. Penampilan yang baik seperti prilaku jujur dan disiplin d. Mengembangkan sikap kepemimpinan b. Bekerjasama dengan orang lain ( getting things done with through people) c. 5. c. 4. b. e. Pandai untuk berkomunikasi Faktor-faktor keberhasilan usaha dapat diidentifikasikan sebgai berikut : 1. 3.

Kerja Prestatif dalam Kehidupan Kesehatan dilingkungan keluarga. banyaknya piutang ragu-ragu 12. Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman 7. 5. Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen 10. Tidak ada pemisah antara dana pribadi dan harta perusahaan 16. Mendengarkan secara aktif Selalu melakukan komunikasi Mengambil posisi sebagai pemimpin Selalu meningkatkan keterampilan menulis melalui latihan Selalu bersosialisasi baik secara fisik maupun menatal MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH A. Berkaitan dengan manajemen SIKAP DAN PRILAKU KERJA PRESTATIF A. Kerja Mawas diri terhadap emosional 3. Memulai usaha langsung secara besar-besaran 8. Kerja Tuntas C. Kurangnya pengawasan atau kurang penegendalian Menurut Karakya 3 penyebab kegagalan usaha : a. 3. Berkaitan dengan masalah keuangan c. 4. Mengambil kredit tanpa perhitungan 9. Life skill pada dasarnya mencangkup soft skill dan hand skill. Pemborosan 13.6. MASALAH USAHA . Berkaitan dengan produkdan pasar b. 2. Kerja cerdas adalah dalam bekerja pandai memperhitungkan resiko . 3. Kekeliruan manghitung harga pokok 14. 4. 2. 1. melihat peluang yang ada 4. Self awareness atau sikap mawas diri Conscience atau mempertajam suara hati Independen will atau pandangan indenpenden untuk bakat bertindak Creative Imagination atau berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi dan adaptasi yang tepat B. Kemacetan keuangan yang sering terjadi 17. sekolah dan masyarakat Dalam rangka peningkatan kualitas npendidikan telah dilakukan upaya pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya melalui kecakapan hidup(Life skill). Pelayanan kurang baik 11. Sikap dan Prilaku Kerja Prestatif Menurut Stephen Covey dalambukunya ³first thing first ³ ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju: 1. Kerja Iklas adalh bekerja bersungguh-sungguh 2. Menyamakan perusahaan sebagai badan social 15. Ada 5 cara meningkatkan soft skill. 1. Kerja keras 5. Unsur-unsur yang mendukung sikap dan prilaku kerja prestatif selalu ingin maju.

Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan wirausahawan a. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan d. 6. Informasi kuantitatif adalah berisi masukan nilai-nilai yang dapat dihitung. Informasi control seperti informasi pemberian petunjuk d. termasuk informasi pokok yang dituntut gaji dan upah b. langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut: 1. Informasi yang dibutuhkan para wirausahawan : a. 4. seperti berat. Kenalilah persoalan secara umum Identifikasikan proble-problem utama yang terkaait Menentukan fakt-fakta dan data-data penting Mencari sebab-sebab problem tersebut Mempertimbangkan kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut Memilih jalan keluar yang dapat dilaksankan dengan baik Periksalah apakah penyelesaian masalah tersebut telah tepat B. b. Memilih dan membuat produk yang bermutu. 3. Sumber informasi data primer ( Langsung dari konsumen. pembayaran-pembayaran dalam usaha. 3. Memiliki dan membuat produk yang labih baik dengan harga relative murah . 7. Informasi kualitatif adalah berisimasukan nilai yang dapat dirasa seperti perubahan produk. SUMBER-SUMBER INFORMASI 1. kecepatan. Informasi dalam operasi sehari-hari penerimaan kas. Fakta dan angka dalam bisnis strategis yang memungkinkan wirausaha dalam mengambil keputusan . temperature dan lain-lain. harta kelompok dan sebagainya c. jumlah tekanan. KADIN dan Media massa) 4. Sumber Informasi data sekunder (Catatan intrndan ekstern perusahaan. dari pedagang perantara. Biro statistic Perkumpulan dagang.Kemampuan Pemecahan masalah (solusi) Usaha Adapun prosedur dalam pemecahan masalah. Memilih dan membuat produk dengan lebih cepat dan murah b. Manfaat Sumber informasi usaha a. panas dan lain-lian c. 2. d. dan para penual sendiri) b. laku dijual dan harga bersaing c. Macam-macam informasi a. 5. Memilih dan membuat desain baru atau kombinasi e. Informasi atas orang. pemerintah. neraca labadan rugi. Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi. Informasi symbol seperti petunjuk dalam rambu-rambu bisnis 2.

Jumlah transaksi yang harus diproses f. Dalam keadaan tertentu mungkin lebih baik untuk meneruskan sesuatu yang telah berhasil pada masa lampau g.C. Identifikasi bidang -bidang manakah persoalan yang tidak berdasarkan fakta-fakta c. Kuran dan kompleksitas bisnis b. Faktor Pelaksanaan . Faktor Membuat Keputusan : 1. Faktor sasaran 5. Keputusan harus diuji coba terlebih dahulu 2. Membuat Keputusan (Decisin Making) Membuat keputusan adalah proses memilih alternative tertentu dari beberapa alternative yang ada . Faktor psychologis (mempertimbankan dan memperhatikan factor psikologis baik yang terasa maupun yang tidak 3. Faktor waktu 6. Jauhilah keputusan-keputusan yang akan mengubah secara dratis susunan organisasi yang sekarang h. Faktor dan Pertimbangan Membuat Keputusan Usaha a. Faktor orang ( orang-orang yang akan merasakan masalah sebagai akibat dari adanya keputusan) 2. Menentukan faktsa-fakta dari persoalan yang dikenali b. Faktor-faktor keuangan Berikut ini mengenai factor dan pertimbangan dalam membuat keputusan adalah : a. Keberania dan antusiasme d. Faktor fisik ( Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental dan perlu ditransfer kea rah tindakan fisik) 4. Fasilitas jasa yang tersedia di daerah untuk berbagai instalasi d. PENGAMBILAN KEPUTUSAN USAHA 1. Bersedia untuk mengambil tindakan agresif dalam menerapkan sebuah keputusan e. Ambilah risiko yang sedang-sedang saja f. Harapan mengenai pertumbuhan dan perkembangan bisnis c. Kualitas dan kuantitas dari staf yang tersedia untuk pelbagai jenis siste dan fasilitas latihan yang tersedia e. Adapaun pedoman untuk membuat keputusan : a.

Melatih disiplin 4. rencana mengenai pension. jenis dan luasnya reklame. perundingan dengan karyawan. sugesti dan saran-saran. pengalaman berupa pengetahuan. likuidasi. promosi dan distribusi) c. konsekuensi pilihan. dan keterampilan d. Intuisi Pembuatan keputusan berdasarkan intuisi adalah pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan itu. Hak Milik. dan dipergunakan kemampuan cara membuatnya. Keterampilan . Tindakan-tindakan ( Menilai data-data. lokasi. pembayaran gaji. Orang-orangnya) 2. Pertimbangan membuat keputusan Usaha 1. penetapan harga produk. Fakta-fakta tersebut pelu diusahakan sebaik-baiknya. diselidiki dengan teliti. metode produksi. absensi para karyawan) 4 Dasar dan Teknik Membuat Keputusan Usaha a. lay out perusahaan. Mengenali diri sendiri 2. keselamatan kerja dan kesejahteraan karyawan. c. metode bidang penjualan. memilih data-dta. dan Status PENGEMBANGAN SEMANGAT BERWIRAUSAHA . analisis pekerjaan dan evaluasi. b.. jumlah inventaris) b. Peraturan. Pengalaman yaitu pengalaman berupa sikap atau nilai. prosedur kantor dan perluasan usaha) d. jumlah tenaga kerja dan jam kerja . Melatih kemauan 3. tindakan pelaksanaan) 3 Macam-macam Keputusan Menurut bidangnya ada dalam usaha bisnis ada beberapa tipe keputusan : a. rencana permodalan kembali. syarat-syarat kredit. pembayaran deviden. Keputusan Penjualan ( lokasi kantor-kantor penjualan. Keputusan produksi (Luasnya perusahaan. Usaha modal baru. jenis latihan dan pendidikan. penggunaan merk dagang. dikalsifikasikan dengan tepat dan perlu ditafsirkan dengan hati-hati. Untuk dapat membuat keputusan dengan cara : 1. Keputusan permodalan ( Struktur modal. pengepakan produk. Keputusan Kepegawaian ( (sumber tenaga kerja.b. inspeksi supervis. hubungan perusahaan dengan ekstrnal. penetapan biaya eksploitasi. Seorang wirausaha yang terampil akan mampu mengendalikan keinginan dan kemauannya kearah pencapaian tujuan . Keputusan yang akan diambil ( Manfaatnya. riset pemasaran. Authority (Kekuasaan) Keputusan yang dibuat atas dasar otoritas dipedomani dan dipengaruhi oleh UU. saluran-saluran pemasaran. teknik seleksi dan wawancara. dapat diutamakan yang plaling penting. Fakta Pembuatan keputusan berdasarkan fakta yaitu keputusan yang paling baik dan dapat meyakinkan orang lain. riset pemasaran dan teknik. Pelaksanaannya. Ini memiliki keuntungan karena dapat dibuat cepat. praktek pembelian dan penjualan.

c. c. penerapan kemampuan berinovatif menurut Kuratkoada 4 jenis inovatif : a.A. d. ada lima mitos : a. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman g. b. Sumber penerapan inovatif a. Berorientasi kepada tindakan untuk berinovatif b. Iklim inovasi dan visi Orientasi Pasar Organisasi yang tetap datar dan kecil Proses belajar interkatif 2. b. Membuat produk dengan penuh inovatif c. b. Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovatif daripada proyek kecil 1. Mempunyai keyakinan dan kerja-kerja dengan penuh inovatif dan risiko Mitos Kemampuan Inovatif . PEMBINAAN KEMAMPUAN BERINOVATIF Pengertian inovatif adalah merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ideide yang dapat dijual . d. Ada beberapa hal yang dapat sebagai dasar untuk menignkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanan . Invensi (Penemuan) Ekstensi (pengembangan ) Duplikasi (Penggandaan) Sintesis Faktor pencapaian keberhasilan inovasi menurut James Brian Quinn : a. Menerapkan Kemampuan Berinovatif Dalam prosesnya. Kejadian yang tidak diharapkan Ketidak harmonisan Proses sesuai dengan kebutuhan Perubahan pada industry dan pasar . Menentukan tujuan dalam berinovatif e. Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap d. d. Inovatif itu harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan. a. Adanya kreatifitas yang tergantung kepada mimpi-mimpi dan gagasan-gagasan yang mengawang-mengawang e. Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovatif dan kesuksesan c. c. Menjalankan uji coba dan merevisinya f. Mengikuti jadwal yang telah ditentukan didalam berinovatif h. b. Mulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil d. Menghargai karyawan yang memiliki gagasan berinovatif i.

Perubahan demografi f.e. a. Penciptaan Inovatif adalah kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi produk atau solusi produk b. Tahap-tahap inovatif a. Pengetahuan baru apakah itu pengetahuan ilmiah teknis atau social merupakan sumber peluang yang paling produktif dalam inovatif 7 Level Analisis Ada 4 fase pembuatan inovatif proses yaitu: a. Inovatif kontinum aadalah sebagai incremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk pelaksanaan inovatif d. Inovatif produk. Sumber inovatif Gagasan inovatif muncul lewat analisis metodelogi peluang-peluang yang ada. Adanya kegagalan dan kegagalan biasanya tidak diharapkan wirausahawan 3. tahapan-tahapan inovatif . Dimensi Inovatif . Inovatif teknik adalah inovatif terkait langsung dengan produk e. Pengamatan dan pendidikan terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovatif Adanya opsi sumber daya penciptaan melalui riset Penerapan inovatif lahir gagasan-gagasan. ide-ide melalui berbagai tahap pengembangan. Adopsi Inovatif. Prinsip Inovatif Inovatif adalah merupakan hasil kerja keras yang memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha . Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapakan dapat menjadi sumber peluang inovatif yang mudah dan sederhana 2. baik yang terdapat didalam maupun diluar perusahaan 5. PEMBINAAN KEMAMPUAN KREATIVITAS 1. 4. Inovatif administrasi adalah inovatif yang terkait dengan manejemen. adalah akuisisi atau implementasi inovati. merupakan hasil organisasi perusahaan b. c. serta berorientasi dengan proses struktur manajemen sumber daya manusia dan system akuntansi. Adanya sumber peluang inovatif berbagai rupa keganjilan dapat menjadi sumber peluang inovatif 4. b. Konsep pengetahuan dasar 3. d. B. Sumber-sumber inovatif adalah sebagai berikut: 1. Pengertian Kreativitas . Perubahan persepsi g. 6. Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovatif yang paling handal diluar perusahaan 5. Inovatif proses adalah upaya untuk menghasilakna pelayanan produk yang baik c.

Hapus perasaan ragu-ragu c. Keterbukaan pada pengalaman b. Mau mengambil risiko yang telah diperhitungkan k. Dapat menerima perbedaan f. Meliahat sesuatu dengan cara yang tidak biasa c. Ciri-ciri manusia kreatif menurut A. a. Pemikiran lain 4. Menggunakan akal b. Keingintahuan d. Tekun 2. Mengenali Lingkungan d. Indenpenden dalam pertimbangan pemikiran dan tindakan g.Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya . Mengkombinasikan ( menggabungkan dua atau lebih yang tadinya tidak memiliki hubungan Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang dilakukan sebagai berikut: . Cara Menerapkan Kreativitas a. Roe . Mencari selamat Ada 3 tipe kreativitas : a. Stereotype ( Telah ada ketentuan karakteristik tertentu) 3. Tidak hanya tunduk pada standard an pengawasan kelompok j. Menciptakan (proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada) b. Percaya pada diri sendiri i. Membutuhkan dan menerima otonomi h. Mengembangkan perspektifdan fungsional Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya : 1. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan e. Pemikiran kemungkinan (Probabilitas) 2. Memodifikasi sesuatu (mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain c.

artinya waktu yang diberikan seseorang untuk dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dinilai dengan uang d. Konsisten. Penguraian (elaboration) kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci 5. Faktor-faktor yang menunjukkan komitmen tinggi Faktor-faktor pendukung komitmen tinggi : a. Cara melakukan sesuatu dengan baik Menurut Guilford menyebutkan 5 faktor menjadi cirri kemampuan berpikir kreatif . Mercusuar akan memberikan penerangan wirausahawan c. dan lainlain 2. Keluwesan ( flkesibility) yaitu kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau kedekatan terhadap masalah 3. Keaslian (originality) kemampuan mencetuskan gagasan dengan cara asli dan tidak klise 4. 1. Rileks dengan cara menditasi. artinya waktu yang dihadapi sekarang akan menentukan kejadian-kejadian pada masa akan datang c. yaitu kemampuan menghasilkan banyak gagasan 2. Menentukan keinginan 4. mendengarkan aluanan music. Tepat waktu adalah nilai uang. Tepat waktu adalah Kekuasaan. artinya keseluruhan dari aktivitas kegiatan untuk mencapai suatu tujuan b.1. humor. Cara mengatasi masalah 5. Menerapkan prilaku tepat waktu Seorang siswa yang ingin menjadi wirausahawan berhasil harus memandang waktu sebagai : a. Melatih Otak 3. artinya menentukan berapa lama harus bekerja untuk menghasilkan sesuatu dan berapa lama waktu yang diabaikan sehingga menimbulkan kerugian Untuk menerapkan tepat waktu bagi para siswa dilingkungan sekolah sebagai berikut : . rekreasi. tegas. Perumusan kembali (redefinition) Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang telah diketahui orang lain MEMBANGUN KOMITMEN TINGGI BAGI DIRINYA DAN BAGI ORANG LAIN A. Kelancaran (fluency). Tepat waktu adalah organisasi. Kosentrasi pada manusia 1. Tepat waktu adalah ukuran. dan fair b.

Meningkatkan rasa kepercayaan di dalam berwirausaha Diposkan oleh Drs. Kewenangannya harus sebatas tanggung jawab e. Warga perusahaan harus memiliki perusahaan d. 6. Dapat menggunakan sumber daya secara lebih efisien c. Kolaborasi. 4. 5.sinergi. bukan kompetensi harus merupakan basis kerjasama f. 4. Menerapkan Kepedulian terhadap mutu hasil kerja Kepedulian terhadap mutu (kualitas) memiliki elemen-elemen. 2. Membiasakan dan mendayagunakan tepat janji waktu bersekolah Membiasakan mendidik diri sendiri belajar dan jujur Merenungkan kelengahan-kelengahan dan kelemahan-kelemahan dalam diri sendiri Merenungkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan dalam berkarya Menyadari bahwa budaya tepat janji sangat berharga 3. Ketabahan dalam menghadapi cobaan Keuletan artinya tangguh. Menerapkan komitmen tinggi terhadap pengendalian diri a. Rasa keadilan harus diterapkan 4. Bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan sumber daya minimal b. Informasi mutu (kualitas) harap digunakan untuk perbaikan. Pentingnya komkitmen tinggi Bagi Seorang Wirausahawan a. Warga perusahaan merasa aman dan senang terhadap pekerjaan g. Meningkatkan kesuksesan dalam berwirausaha e. 2. 5. Menerapkan dan meningkatkan serta memajukan perusahaaan d.1. seb agai berikut : a. 3. d. c. 3. Busra Elgeri di 19:29 Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz 0 komentar: . kuat dan tidak berputus asa Disiplin artinya ketaatan terhadap peraturan Kerjasama B. Imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerja c. Meningkatkan etos semangat kerj bagi pribadinya dan karyawannya f. 7. Membiasakan untuk membagi dan tepat waktu dalam kehadiran di sekolah Membiasakan diri belajar dan bekerja dengan kosentrasi penuh Pemborosan waktu akan menghambat kemampuan belajar untuk berprestasi Renungkanlah hal yang menjadi tujuan di dalam hidup Latihan disiplin dalam setiap menjalankan tugas Buatlah perencanaan Pergunakanlah waktu senggang 2. bukan untuk mengawasi orang b. Menerapkan perilaku tepat janji Penerapan perilaku tepat janji bagi pra siswa disekolah sebagai berikut : 1. b.

. Didukung oleh Blogger....  TRY OUT KEWIRAUSAHAAN SMKN 1 DEPOK 2011 DAN SMK DW. y 2010 (9) September (1)  PEMBERITAHUAN UNTUK KLS XI RPL 1 & 2 SMK NEGERI 1 .Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Pengikut Arsip Blog y o 2011 (6) Maret (4)  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS XI (SEBELAS) SMK  MATERI KEWIRAUSAHAAN KELAS X (SEPULUH) SMK  TRY OUT KE 2 KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 1 DEPOK DAN .PROPOSAL USAHA o Mengenai Saya Drs...MENGANALISIS PELUANG USAHA  KLS XII . Busra Elgeri Lihat profil lengkapku Template Ethereal..PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN  KLS X . ... Agustus (4) o  CONTOH LEMBAR JAWABANULANGAN HARIAN  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XII ( duabelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI ( sebelas )  ULANGAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X ( sepuluh ) o Juli (4)  KLS X .. o Februari (2)  SENI MENJUAL DAN TEKNIK PROMOSI KLS XI RPL  ULANGA HARIAN KE 1 KLS XI RPL SMK NEGERI 1 DAN SMK.  KLS XI .MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PRILAKU WIRAUSA.

Dalam lampirannya tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK) kewirausahaan adalah :semangat. Memahami pengertian kewirausahaan 2. Tujuan Kewirausahaan Kewirausahaan memiliki tujuan sebagai berukut : . Berikut ini diuraikan pengertian Kewirausahaan dan Wirausaha :  Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (ZIMMERER. pemerintah telah mengeluarkan itruksi presiden No. Memahami karakteristik wirausahawan 3.Standar Kompetensi: Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausahawan Tujuan Kegiatan Pembelajaran : Setelah mempelajari Modul ini diharapkan siswa mampu : 1. 1996)  Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan  Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi. tanpa memperhatikan sumberdaya yang mereka kendalikan (ROBEN. Mengidentifikasi kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan 4. 4 tahun 1995 untuk menumbuhkan semangat kepeloporan dikalangan generasi muda agar mampu menjadi wirausahawan. Mengidentifikasi perilaku wirausahawan A. jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain Sedangkan Wirausaha adalah : Seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Potensi penunjang pembangunan bangsa masih terbuka lebar asalkan para wirausahawan mampu menciptakan dan membuka lapangan kerja baru menjadi pelopor pembangunan. teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. Pengertian Kewirausahaan Telah kita ketahui bersama bahwa pemerintah sampai saat ini masih sangat terbatas dalam penyediaan lapangan kerja baru. mengendalikan semua usahanya. perilaku. 1. menentukan. Mengingat perannya sangat penting. 1996)  Kewirausahaan adalah suatu sikap. dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja. Ia bebas merancang. sikap. mengelola.

Mereka juga harus mampu mengelola waktu dengan efektif dan efisien. Generasi muda. Kemampuan berkarya dalam kebersamaan dengan etika bisnis yang sehat Kesempatan merupakan sesuatu yang ideal bagi para wirausaha. Jika kesempatan untuk menjadi wirausaha itu datang maka ada beberapa keuntungan yang dapat diraih antara lain : 1) Menjadi Bos didalam perusahaan 2) Mencapai tujuan yang dikehendaki 3) Memperoleh manfaat dan keuntungan 4) Membantu masyarakat dengan usaha konkrit 5) Mendemonstrasikan potensi secara penuh Agar bisa mengelola aktivitas usahanya dengan baik maka para wirausahawan harus membuat perencanaan yang tepat dan matang. sikap. termasuk keberanian mengambil resiko b. Membudayakan semangat. a. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis. Asas Kewirausahaan a. sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Menumbuh kembangkan jumlah wirausahawan yang berkualitas b. perilaku dan kemampuan kewirausahaan dikalangan masyarakat 2. Pelaku ekonomi yang terdiri dari pengusaha kecil dan koperasi c. Efektif berarti suatu pekerjaan yang dapat diselesaikan tepat waktu. Kemampuan bekerja secara tekun. cepat. Dengan kata lain efisien adalah segala sesuatu yang dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat. hemat dan selamat. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat d. Menambah daya tampung tenaga kerja. Sasaran Kewirausahaan a. anak-anak putus sekolah dan calon wirausahawan 3. . antara daya usaha dengan hasil usaha. sehingga dapat mengurangi pengangguran. Manfaat Kewirausahaan Berikut adalah manfaat kewirausahaan . atau antara pengeluaran dan pendapatan.a. Sedangkan efisien adalah perbandinagn yang terbaik antara input dan output. teliti dan produktif c. 4. Meningkatkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat c. Instansi pemerintah dengan kegiatan usaha (BUMN) organisasi profesi dan kelompok masyarakat b. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian d.

Berusaha mendidik para karyawannya menjadi orang yang mandiri. tekun dan jujur dalam menghadapi pekerjaan. tidak berfoya-foya dan tidak boros. d. Mampu bekerja tekun. Mampu berkarya dengan semangat kemandirian 5). e.Sikap dan perilaku wirausahawan a. Sebagai generator pembangunan lingkungan. Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sisitematis dan berani mengambil resiko b. motivasi tinggi dan kerja keras 3) Pengambil resiko a) Enerjik dan berinisiatif b) Kemampuan mengambil resiko c) Suka pada tantangan 4) Kepemimpinan a) Bertingkah laku sebagai pemimpin b) Dapat menanggapi saran-saran dan kritik . Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien. Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat 4). pribadi. tekun dan memiliki pribadi unggul yang patut diteladani. c. 5. pemeliharaan lingkungan dan kesejahtraan. Sikap wirausahawan 1). Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif 2). distribusi. Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras.b. disiplin. teliti dan produktif 3). Perilaku wirausahawan 1) Memiliki rasa percaya diri a) Teguh pendiriannya b) Tidak tergantung pada orang lain c) Berkepribadian yang baik d) Optimis terhadap pekerjaannya 2) Berorientasi pada tugas dan hasil a) Haus akan prestasi b) Berorientasi pada laba / hasil c) Ketekunan dan ketabahan d) Mempunyai dorongan kuat.

Ruang lingkup kewirausahaan a.Lapangan agraris 1) Pertanian a) Tanaman berumur pendek b) Tanaman berumur panjang 2) Perkebunan dan kehutanan b. Memiliki kepribadian yang unggul c. seorang wirausahawan juga dituntut memiliki ketrampilan-ketrampilan yang dapat menunjang keberhasilan. Pandai berinisiatif d.c) Dapat bergaul dengan orang lain 5) Keorisinilan a) Inovatif.Lapangan perikanan 1) Pemeliharaan ikan 2) Penetasan ikan 3) Makanan ikan . Ketrampilan teknis ( technical skill) : ketrampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usaha c. Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha 2. Ketrampilan konsep (conceptual skill) : ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya b.Ketrampilan khusus a. bawahannya. kreatif dan fleksibel b) Serba bisa dan mengetahui berbagai hal c) Mempunyai banyak sumber kemampuan 6) Berorientasi ke masa depan a) Memiliki pandangan ke masa depan b) Optimis memandang masa depan Disamping harus memiliki sikap dan perilaku tersebut diatas. Human skill : ketrampilan bekerja sama dengan orang lain. Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi b. Adapun ketrampilan tersebut adalah sebagai berikut : 1.Ketrampilan dasar a. dan sesame wirausahawan 6.

Lapangan pertambangan dan energi f.4) Pengangkutan ikan c. 7. Lapangan peternakan 1) Bangsa burung atau unggas 2) Bangsa binatang menyusui d. perbengkelan. Lapangan perindustrian dan kerajinan 1) Industri besar 2) Industri menengah 3) Industri kecil 4) Pengrajin a) Pengelolaan hasil pertanian b) Pengelolaan hasil perkebunan c) Pengelolaan hsil perikanan d) Pengelolaan hasil peternakan e) Pengelolaan hasil kehutanan e. pergudangan. Karena dengan terisinya lapangan kerja tersebut maka tingkat sosial ekonomi masyarakat. Lapangan perdagangan 1) Sebagai pedagang besar 2) Sebagai pedagang menengah 3) Sebagai pedagang kecil g.Falsafah dan kebiasaan wirausaha Dalam rangka memasyarakatkan kewirausahaan. penting sekali kita belajar dari falsafah dan kebiasaan wirausaha untuk mendapat gambaran bahwa menciptakan lapangan kerja . koperasi. tata busana dan sebagainya Dari keterangan diatas kita ketahui bahwa lapangan kerja wirausahawan itu begitu luas ruang lingkupnya dan perlu mendapat perhatian kita bersama untuk diisi. bangsa dan negara akan meningkat.Lapangan pemberi jasa 1) Sebagai pedagang perantara 2) Sebagai pemberi kredit / perbankan 3) Sebagai pengusaha angkutan 4) Sebagai pengusaha hotel dan restaurant 5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisata 6) Sebagai pengusaha asuransi.

b. Hasil yang diterima lebih penting daripada hasil-hasil yang sempurna karena dorongan untuk mengejar kesempurnaan justru dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan pribadi ( akan menimbulkan perasaan selalu gagal ). Bangun lebih awal (menggunakan waktu lebih dini ) sebagai cara menjadi produktif b. Evaluasi kebiasaan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah factor kunci dalam kesuksesan bisnisnya c. Untuk itu harus belajar tentang diri sendiri baik menyangkut keunggulan maupun kelemahan yang dimiliki. Decisiveness Seorang wirausahawan adalah orang yang tidak bekerja lambat. f. sebagai berikut: a. Kejarlah tujuan-tujuan yang relevan dengan kemampuan dan ketrampilan e. c. 1. Dream Seorang wirausahawan mempunyai visi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya b. Doers Seorang wirausahawan dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjutinya. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Sedangkan kebiasaan wirausaha adalah sebagai berikut . Adapun hal-hal penting yang merupakan falsafah wirausaha adalah sebagai berikut : a. berusahalah menekankan kekuatan diri sendiri dan kurangi kelemahan yang ada dan lakukanlah hal-hal yang penting dan terbaik. Karakteristik Wirausahawan Karakteristik adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seseorang. Seorang wirausahawan tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya .Keberhasilan seorang wirausaha tergantung pada kesediaannya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Sehingga dapat memotivasi masyarakat untuk menekuni lapangan kerja baru dalam ruang lingkup kewirausahaan. Kekuatan dan kelemahan itu dapat digunakan sebagai modal dasar untuk mencapai tujuan hidup. Terimalah diri sendiri seperti adanya.Buat rencana kegiatan untuk hari esok c. a. Jadi karaketristik wirausahawan adalah cirri-ciri khusus yang dimiliki seorang wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain.bukan hal yang mustahil untuk dilaksanakan.Kekuatan mengambil resiko sebagai tanggung jawab atas tindakan sendiri. By Grave Karakteristik wirausahawan menurut BY Grave dikenal dengan istilah 10D. d. hubungan dengan tujuan-tujuan masa depan B. Agar lebih jelas di bawah ini dikemukakan beberapa karakteristik wirausahawan menurut pendapat beberapa ahli. Kegagalan diterima sebagai pengalaman belajar dan keberhasilan sebagai buah dari usaha-usaha yang tidak kenal lelah.

d. Sikap tanggung jawab terhadap perubahan e. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya g. Wasty Soemanto. bonus atau hadiah j. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba. M. walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi e. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain i. Details Seorang wirausaha sangat memperhatikan factor-faktor kritis secara rinci. ada tujuh ciri yang merupakan identitas seorang wirausahawan. Visi masa depan g. kepemimpinan b. Motivasinya bukan karena uang. Sikap terhadap risiko 3. Determination Seorang wirausahawan melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Dedication Dedikasi seeorang wirausaha terhadap bisnisnya sangat tinggi. Fadel Muhammad Menurut fadel Muhammad.Pd . yaitu : a. Drs. Devotion Wirausahawan di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Destiny Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Cara pengambilan keputusan d. Dia tidak mau mengabaikan factor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya h. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah. yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnis 2. Distribute Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya. Bekerja ekonomis dan efisien f. kadang-kadang mengorbankan kepentingan kerluarga f. Dollars Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan. Inovasi c. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya.

Ketrampilan dalam pengorganisasian i. Sikap tentang uang Dari penjelasan diatas. wirausahawan memiliki karakteristik sebagai berikut : a. karakteristik wirausahawan yang perlu dimiliki dan dikembangkan adalah : 1. Mandiri Sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain dan mengerjakan sesuatu dengan kemampuan sendiri-sendiri sekaligus berani mengambil risiko dalam bisnis merupakan bentuk kemandirian dari seorang wirausahawan. dengan adanya bentuk kelakuan yang harus dicapai. Celland Menurut Mc. Berkemauan keras b. Rangsangan oleh umpan balik f. dilarang. Disiplin merupakan modal dasar keberhasilan seseorang. Disiplin yang baik harus tumbuh sendiri dalam diri seseorang dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan berbagai macam peraturan dan tindakan. untuk itu diperlukan : d Kemauan keras . Kepekaan terhadap arti lingkungan d. Ketrampilan wirausaha 4. Celland. Aktivitas energik g. antara lain : a. disiplin adalah usaha untuk mengatur atau mengontrol kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan. Keinginan untuk bertanggung jawab c. 2. M. Nasution. atau diharuskan. Wasty Soemanto. Pembentukan sikap mandiri memiliki 6 kekuatan mental yang dapat membangun kepribadian yang kuat. Persepsi kepada kemungkinan hasil e. Disiplin Menurut S. memiliki moral yang tinggi b. Keinginan untuk berprestasi b.Pd tanda manusia wiraswasta adalah kepribadian kuat dengan ciri-ciri sebagai berikut : a. Mc. Preferensi kepada resiko-resiko menengah d. Orientasi ke masa depan h. Berkeyakinan kuat atas kekuatan pribadi. Sikap mental wiraswasta c.Menurut Drs.

tabah. Komitmen tinggi dibarengi perilaku tepat waktu. Dengan pola pikir realistis seseorang dapat menerima kekurangan. Dengan melihat kenyataan yang ada. Berpikir secara realistis merupakan cara berpikir yang sesuai dengan akal sehat. 5. sabar. Faktor-faktor yang terkait dengan komitmen tinggi adalah : a. Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras f. berusaha untuk lebih baik. peduli terhadap kualitas. baik untuk memecahkan seuatu masalah. Kejujuran dapat disamakan dengan amanah. tekun dan ulet serta selalu berjuang untuk berprestasi akan cenderung mempengaruhi produktivitas dan kinerja seorang wirausaha. seseorang akan berpikir lebih maju.e Kepercayaan pada diri sendiri f Pemahaman tujuan dan kebutuhan c. kelemahan dan kekalahan sehingga dapat menyelaraskan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Kejujuran dan tanggung jawab untuk itu diperlukan : d Moral yang tinggi e Disiplin diri d. Ketahanan fisik dan mental yang berupa : d Kesehatan jasmani dan rohani e Kesabaran f Ketabahan e. tegas dan adil b. disiplin. 4. Seorang wirausahawan yang mempunyai komitmen tinggi adalah orang yang entaati atau memenuhi janjinya untuk memajukan usaha bisnisnya. Ralistis Realistis berarti kenyataan. introspeksi diri untuk menutupi kekurangan sehingga menimbulkan sikap optimis dan kemandirian. tepat janji. memiliki motivasi. Konsisten. sampai berhasil sekaligus mempertahankan dan menciptakan kepercayaan dari orang lain baik itu konsumen maupun mitra bisnisnya. Pemikiran yang konstruktif 3. Suri tauladan c. Jujur Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu sebagaimana adanya. Amanah adalah bila diberi . Konsentrasi pada manusia Komitmen tinggi yang diharapkan seorang wirausahawan harus dipercaya dan didukung oleh seluruh pihak terkait. Komitmen tinggi Komitmen tinggi berarti fokus pikiran diarahkan kepada tugas dan usahanya dengan selalu berupaya untuk memperoleh hasil yang maksimal. Seorang yang realistis dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan sehingga menimbulkan inisiatif dan kreativitas.

mplementation (pelaksanaan) d. Sesuatu yang baru belum tentu inovatif apabila yang dihasilkan tidak merupakan sesuatu yang lebih baik. Dengan kata lain berbisnis harus dilandasi oleh kejujuran karena sifat ini dapat mendatangkan kepercayaan dari masyarakat konsumen. Kreatif dan inovatif Secara umum kreativitas dapat diartikan untuk membuat kombinasi baru atau produk baru. Dapat juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru. Berdasarkan penelitian kreativitas dapat diidentifikasikan menjadi tiga tipe-tipe kreativitas yang berbeda yaitu menciptakan. Kreativitas merupakan bahan bakunya sedangkan gagasan-gagasan merupakan hasil yang komersial. Inovatif merupakan suatu terobosan baru. Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi. Apabila seorang wirausaha jujur maka ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya. 6. Sementara itu By Grave menggambarkan proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan sebagai berikut : a. Proses pemicu (triggering event) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya triggering event (pemicu) untuk terjun ke dunia wirausaha adalah : 1) Adanya komitmen atau minat yang tinggi di dalam berwirausaha . sedangkan inovasi adalah penerapan praktis dari gagasan-gagasan tersebut. Inovatif dalam berwirausaha berarti suatu proses untuk mengubah peluang usaha menjadi gagasan baru yang dapat menghasilkan uang. Innovation (inovasi) b. kalau berkata selalu benar dan bila berjanji selalu ditepati Kita harus yakin bahwa kebenaran dan kejujuran adalah suatu jaminan yang paling tepat untuk mencapai kemajuan di dalam berwirausaha. Triggering Event (pemicu) c. memodifikasi sesuatu dan mengkombinasikan. baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya. Kreatif merupakan proses pemikiran yang membantu dalam mencetuskan gagasangagasan. Growth (pertumbuhan) Keterangan : a.kepercayaan tidak khianat. Proses inovasi (innovation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya inovasi adalah : 1) Adanya keinginan untuk berprestasi 2) Adanya factor pengalaman dalam berwirausaha 3) Adanya keinginan dalam menanggung resiko 4) Adanya sifat penasaran pribadi 5) Adanya factor pendidikan b.

C. Jujur terhadap diri sendiri b. tidak mudah putus asa dalam mengahdapi hambatan meski terkadang mengalami kegagalan. seperti kualitas produk. berani dan disiplin berbuat karena bakat. Kegagalan dan keberhasilan seorang wirausahawan Seorang wirausaha adalah seorang yang memiliki kepribadian yang produktif. manajemen usaha dan sebagainya. Ada beberapa hal yang menyebabkan seorang wirausahawan berhasil maupun gagal. Produktif dalam hal ini adalah kegiatan yang menimbulkan atau meningkatkan kegunaan (utility) di dalam usaha. 2) Adanya struktur organisasi dan berbudaya yang mantap di dalam berwirausaha 3) Adanya strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak di dalam berwirausaha. Gilmore menyatakan bahwa seorang wirausaha yang produktif adalah wirausaha yang menghasilkan kontribusi bermanfaat bagi lingkungan. Keberhasilan seorang wirausahawan erat kaitannya dengan hal-hal sebagai berikut: 1.2) Adanya keberanian menanggung resiko 3) Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan sekarang 4) Adanya pemutusan hubungan kerja dan tidak ada pekerjaan lain] 5) Adanya dorongan berwirausaha karena faktor usia c. sehingga semua perencanaan dan pelaksanaan operasionalnya berjalan produktif. Jujur terhadap orang lain c. lokasi usaha. Jujur a. dan bergaul dengan sesamanya. model produk. antara lain menampung tenaga kerja. Proses pertumbuhan (growth) Proses pertumbuhan di dalam kewirausahaan didorong oleh faktor adanya organisasi diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Adanya tim yang kompak di dalam menjalankan usaha. Disiplin dan berani a. memberi sumbangan social. Seorang wirausahawan akan selalu meningkatkan produktivitas dengan berbagai cara. manfaat produk. 4) Adanya produk yang dibanggakan. yang pandangannya jauh kedepan guna mencapai keberhasilan di dalam berwirausaha 3) Adanya seorang wirausahawan yang berpengalaman dan siap mental secara total 4) Adanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan dan pembantu utama di dalam berwirausaha d. Proses pelaksanaan (implementation) Faktor-faktor personal yang mendorong adanya pelaksanaan berwirausaha adalah: 1) Adanya komitmen yang tinggi di dalam berwirausaha 2) Adanya visi dan misi. pengalaman dan pengetahuannya . Jujur terhadap tujuan yang akan dicapai 2.

diantaranya : 1.b. Tidak adanya perencanaan yang matang 2. tetapi juga oleh profesi lainnya seperti atlit. Pengendalian emosinya baik terutama bila situasi pergaulan tidak mengena dengan situasi hatinya. Perilaku kerja keras . 4. 2. Kegagalan akan terjadi kalau mereka tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya. Berani dan disiplin berbuat karena adanya keyakinan dan fasilitas 3. Bakat yang tidak cocok 3. Bagian yang penting adalah tahapan dan proses pencapaian prestasi itu sendiri. artis. Dia selalu aktif bergaul. dan lain-lain. guru. Perilaku keluwesan bergaul Wirausaha akan selalu berusaha untuk cepat menyesuaikan diri dalam berbagai situasi hubungan antar manusia. pejabat. sedangkan keberhasilan atau kegagalan pencapaian prestasi dianggap sebagai balikan (feedback). lebih efektif dibandingkan dengan hasil yang dicapai sebelumnya. Lemahnya pemasaran 7. akomodatif terhadap berbagai ajakan untuk berdialog. Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi Keberhasilan dan kegagalan dalam usaha atau menjalankan pekerjaannya tidak hanya dialami oleh para wirausahawan. petani. Tidak puas dengan hasil yang dicapai sekarang dan selalu membuat sasaran yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya. selain menampilkan wajah ramah. D. Dapat melaksanakan prinsip manajemen dengan baik Disamping keberhasilan dalam wirausaha. Kurang pengalaman 4. Kurangnya modal 6. Perilaku Wirausahawaan Dari berbagai sumber yang membicarakan tentang perilaku wirausaha yang berhasil. Perilaku Prestatif Perilaku prestatif menunjukkan bahwa wirausaha dalam berbagai situasi selalu tampil lebih baik. Dengan kata lain segala sesuatu yang ada dilingkungannya dipandang sebagai ´instrumentµ (alat) pencapaian tujuan pribadi. 1. Dia selalu mencari segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kerjanya. Perilaku Instrumental Wirausaha selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dilingkungannya untuk membantu dirinya mencapai tujuannya dalam berusaha. ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kegagalan. Imam Santoso Sukardi (1991) secara umum menetapkan sembilan perilaku wirausaha sebagaimana tertera di bawah ini. 3. Tidak mempunyai semangat berwirausaha 5.

dalam menghadapi hambatan. 8. dan kapan dia harus merubah strategi dalam bekerja. pengambilan keputusan dan pemilihan berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan. Optimisme berarti ada keyakinan bahwa tindakannya akan membawa keberhasilan. selalu mencoba membuat antisipasi adanya hambatan-hambatan yang dapat menggagalkan usahanya. Sosro. tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Perilaku Inovatif Seorang wirausaha selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara-cara baru untuk memperbaiki cara-cara yang biasa dilakukan orang lain untuk peningkatan kerja. Perilaku keyakinan diri Wirausaha selalu percaya pada kemampuan diri. Personal control mencakup pengertian swa-daya dan swa-kendali. menentukan tujuan kelompok serta memilih alternative perilaku. Dia mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada dengan perbuatan nyata untuk mencapai tujuan. Agar menjadi wirausahawan yang berhasil diperlukan suatu tekad yang kuat dan mampu membaca peluang pasar. tidak ragu-ragu dalam bertindak bahkan kecenderungannya dia akan melibatkan diri secara langsung dalam berbagai situasi dan ada semacam optimisme dalam kegiatannya. Untuk itulah sikap mental wirausaha diperlukan untuk dapat menghadapi tantangan dunia yang semakin penuh persaingan. Apabila masyarakat dengan sikap mental kewirausahaan telah terbentuk. Tirto Utomo dan lain-lain. Perilaku swa kendali (personal control) Personal control merujuk pada pribadi wirausaha yang memutuskan kapan dia harus bekerja lebih keras. Henry Ford. ini berarti dia lebih senang memegang kendali kelompok kerja. Dia mementingkan otonomi dalam bertindak. Perilaku pengambilan resiko Dengan keberanian mengambil risiko yang diperhitungkan wairausaha tidak takut menghadapi situasi yang tidak menentu dimana tidak ada jaminan untuk keberhasilan. Termasuk dalam perilaku inovatif ini adalah kecenderungan untuk selalu meniru tetapi melalui penyempurnaan-penyempurnaan tertentu (imitative innovative) 9.Wirausaha selalu terlibat dalam situasi kerja. 1. Edison . 5. Pada awalnya mereka adalah wirausahawan kecil yang kemudian berhasil dalam usahanya berkat kemampuannya memilih dan mengelola bidang usaha yang digelutinya. Keberhasilan itu dapat diraih karena karakteristik wirausaha yang melekat pada dirinya. Dia lebih senang bekerja sendiri. kapan dia harus meminta bantuan pada orang lain. 6. Dia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak pengambilan keputusan. menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. Segala tindakannya diperhitungkan dengan cermat. Ducan Symne. kemudian msayarakat sekitarnya dan pada akhirnya menolong bangsa dan umat manusia. Kita bisa belajar dari tokoh wirausahawan yang sukses dibidangnya seperti Bill Gates. 7. Perilaku Kemandirian Perilaku kemandirian menunjukkan bahwa wirauasaha selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Thomas A. unik dari hasil pemikirannya. maka setiap orang minimal akan dapat menghidupi dirinya dan keluarganya. Ketergantungan pada orang lain merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kata hatinya. Untuk lebih jelasnya di bawah ini diberikan contoh orang-orang yang sukses dalam berwirausaha. Cenderung untuk melakukan sesuatu dengan cara yang khas.

serta mempunyai tujuan dan dedikasi yang tinggi. ia penemu Apple Computer. 5. elektro. Karena tekun dan percaya kepada dirinya serta kemampuan dalam menentukan tujuan maka ia diangkat menjadi presiden perusahaan General Motor Corporation (GMC). Wilson Charles E. Dari penjelasan diatas kita bisa menarik kesimpulan. tapi berkat kemudahan. Charles E. Stave Jobs bukan orang kaya pada awalnya. Andrew Carnegie Meskipun Andrew Carnegie tidak banyak mendapat atau memperoleh pendidikan di sekolah. 4.Tipe orang-orang yang ulet dan pekerja keras.Tipe orang-orang yang mempunyai komitmen tinggi untuk mencapai tujuan dan berprestasi bagi perkembangan usahanya. 3. Ia adalah seorang ahli strategis bisnis yang tidak tanggung-tanggung. matematika. Ia bukan seorang insinyur atau ahli teknik computer tetapi ia adalah orang yang menghargai kreditivitas. Ia merupalkan wirausahawan yang berhasil pada zamannya. Microsoft Windows dan MS Office. Bill Gates Bill Gates. 3. Edison adalah orang yang memiliki mental dan ketekunan tinggi yang berhasil dalam ilmu fisika.Adanya dukungan faktor eksternal berupa permintaan akan barang dan jasa. kimia. tetapi dengan keberanian dan perhitungan dagangnya berhasil meyakinkan pemilik modal. diantaranya : 1. 2. keuletan yang tinggi ia dapat mengantarkan bangsa dan Negara Amerika menjadi negara industri baja yang terkenal diseluruh dunia. . 2. Wilson adalah seorang pekerja rendah pada suatu perusahaan. Ada beberapa faktor yang mendukung keberhasilan wirausahawan tersebut. ketekunan. bola lampu dan sebagainya. Ia memandang produk kreativitas itu sebagai komoditi yang dapat dijual.Thomas A. Stave Jobs Stave Jobs adalah wirausahawan Amerika kecil-kecilan yang ulet dan nekad dari awal mulanya. Bercermin dari pengalaman tokoh-tokoh wirausahawan di atas kita bisa memetik pengetahuan yang sangat berharga guna memotivasi diri dan meningkatkan kesuksesan di dalam berwirausaha. pendiri dan bos Microsoft Corporation yang melahirkan system operasi computer terbesar. Gates adalah seorang wirausahawan yang mengawali usaha dari kecil dengan tekad mantap serta mampu membaca peluang.

Hakekat persaingan bebas adalah persaingan disegala bidang. bertahan atau tergilas. Bila bangsa kita tidak siap menghadapinya maka akan menjadi budak di Negara kita sendiri.2. Perubahan yang semakin cepat 3. Conscience atau mempertajam suara hati 3. Independent Will atau pandangan independent untuk bekal bertindak. Creative Imagination atau berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat . ada tiga kemungkinan ialah menang. 4. MENGAKTUALISASIKAN SIKAP DAN PERILAKU WIRA USAHA KOMPETENSI DASAR : 1.BAHAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI: 1. Self awareness atau sikap mawas diri 2. Perubahan yang semakin cepat disegala bidang terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan semakin derasnya arus informasi menuntut sikap dan perilaku kerja prestatif. Prestatif dalam hal ini berarti seorang wirausaha selalu berambisi ingin maju di segala bidang. Memahami pengertian kerja prestatif Ciri dan sifat kerja prestatif Pembinaan perilaku kerja prestatif melalui latihan Menerapkan sikap bekerja prestaif 1. Derasnya arus infomasi yang makin mengglobal yanpa mengenal batas Negara. Orang yang mempunyai daya juang tinggi akan berpeluang dalam persaingan dan merupakan modal utama untuk dapat menang dalam persaingan atau setidaktidaknya bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Persaingan bebas 2. Menurut Stephen Covey dalam bukunya First Thing·s First ada empat sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju yaitu: 1. 2. Memasuki millenium ketiga yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF Tujuan Pembelajaran 1. 4. 3. Pengertian Perilaku Kerja Prestatif Berbuat dan bekerja prestatif adalah merupakan modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausahawan.

karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif adalah sebagai berikut: 1. Dia mempunyai keinginan yang kuat untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman guna memperbaiki penampilannya. Ciri-ciri Prestatif Percaya diri Sifat-sifat Profil Wirausahawan y Keyakinan y Ketidaktergantungan y Individualistik y Optimisme  Kebutuhan akan prestasi  Berorientasi pada laba  Ketekunan dan ketabahan  Kerja keras  Mempunyai dorongan kuat  Energi dan inisiatif  Kemampuan mengambil resiko  Suka pada tantangan Berorientasi pada hasil Pengambilan resiko . 8. 3. Mau bertanggung jawab. Ciri dan Sifat Kerja Prestatif Dengan berbuat dan bekerja prestatif terhadap bisnisnya. 11. Mempunyai kemampuan memimpin. 7. Ingin memperoleh balikan dengan segera. 2. 9. Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi tinggi dan bisa diciptakannya. Enerjik seorang wirausahawan lebih baik dibandingkan rata-rata orang lain.Menurut Zimmerer. 5. Motivasi untuk lebih unggul. Mau belajar dari kegagalan. Yakin pada dirinya. Berorientasi ke masa depan. Kreatif dan fleksibel. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya atau pekerjaannya. 4. Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil harus memiliki cirriciri karakteristik prestatif sebagai berikut. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian. 12. 10. wirausahawan akan berhasil di dalam usahanya. 6. 2.

Kerja tuntas A. Kerja Ikhlas Arti kerja iklas adalah bekerja dengan sungguh-sungguh. Kerja Mawas Terhadap Emosional Arti kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan / kemarahan yang sedang melanda jiwanya. B. Penerapan kerja ikhlas adalah sebagai berikut: Seorang buruh pabrik yang bekerja dengangaji yang pas-pasan meskipun sudah diatas sedikit dari UMR. Kerja ikhlas 2. maka pimpinan perusahaan tersebut harus dapat membedakan urusan pribadi dengan urusan perusahaan. kemudian ditempat kerja anak buahnya juga membuat masalah yang merugikan perusahaan. . jangan sampai kemarahan yang dibawa dari rumah mempengaruhi kinerja di perusahaan. C. Kerja keras 5. mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan.Kepemimpinan  Betingkah laku sebagai pemimpin  Dapat bergaul dengan orang lain  Menanggapi saran-saran dan kritik  Inovatif  Punya banyak sumber  Mengetahui banyak y Pandangan kemasa depan y Perseptif Keorisinilan Berorientasi ke masa depan Perilaku kerja yang prestaif dapat di lihat dalam sikap sebagai berikut: 1. di dalam melaksanakan pekerjaan dengan tulus. buruh tersebut tetap bekerja dengan baik. Kerja mawas diri dari rasa emosional 3. Kerja cerdas 4. Kerja Cerdas Arti kerja cerdas ialah bahwa dalam bekerja pandai memeprhitungkan resiko. dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. semata-mata merupakan pengabdian terhadap pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarganyadengan harapan semoga rezeki yang diterimanya selalu mendapatkan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa. Penerapan kerja dengan mawas terhadap emosional adalah sebagai berikut: Seorang pemimpin perusahaan di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarganya yang mengakibatkan hatinya resah sering marahdengan tidak terkendali.

sampai di kota/pasar dengan sabar menawarkan dagangannya sampai laku. 3. D. efektif dan efisien. Beberapa pendapat para ahli tentang kepentingan dan manfaat latihan yaitu: 1. Penerapan kerja tuntas adalah sebagai berikut: Seorang pengusaha warung apung yang dapat mengorganisasikan usahanya dengan baik mulai dari membuat sarana warung. Pegawai akan melaksanakan tugas dengan baik b. Meskipun malam hari cuaca gelap mereka membawa obor penerang jalan. proses pembuatan/menu makanan. Yoder a. J. D. berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi. 3. Latenier Pegawai lebih berkembang. lebih cekatan dan lebih baik. sampai mendapatkan hasil akhir ialah laba atau untung. menggunakan konsep hitung menghitung (matematika).Penerapan kerja cerdas adalah sebagai berikut: Perilaku/sikap pekerja cerdas biasanya dalam bekerja menggunakan konsep keilmuan. alat yang dibutuhkan. misalnya penggunaan teknologi yang tepat. jarak dan kesulitan yang dihadapi. kemungkinan kerugian. Dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu. kadangkala sampai siang dagangannya baru laku. Untuk stabilitas pegawai b. Kerja Tuntas Arti kerja tuntas yaitu bahwa di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usahanya secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilakn usahanya secara maksimal. Kerja Keras Arti kerja keras ialah bahwa di dalam bekerja mempunyai sifat mabuk kerja untuk dapat mencapai sasaran yang ingin dicapai. Pembinaan Perilaku Kerja Prestatif Melalui Latihan Membekali karyawan dengan latihan akan sangat bermanfaat bagi perusahaan karena karyawan akan berkembang lebih cepat dan bekerja lebih prestatif. Karyawan akan ahli dan trampil dalam melaksanakan tugasnya serta dapat mempergunakan pikirannya secara perstatif. E. Penerapan perilaku/sikap kerja keras: Seorang penjual kayu baker yang rumahnya dipegunungan setiap hari mereka berangkat petang (malam). memakai/menggunakan bahasa global. D. Untuk memperbaiki cara bekerja 2. Tiffen a. pandai bernegosiasi. Cara bekeja lebih baik .

Oleh karenanya diperlukan berbagai kebijaksanaan yang menyeluruh seperti pendidikan ketrampilan. . 2. efektif dan efisien para wirausahawan diharapkan: a. F. Apprentice Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan mengerjakan semua tugas dengan sebaikbaiknya. pembangunan industri. 4. pengetahuan dan kemampuan. perlu dituangkan dalam programprogram kerja khusus secara efektif dan efisien. 8. 5. Menerapkan Sikap Bekerja Prestatif A. Taylor a. diharapkandapat meningkatkan kepribadian. Disini harus menciptakan sikap bekerja prestatif. Penerapan Kesempatan Bekerja Penerapan kesempatan bekerja merupakan kebutuhan yang tetap mendesak. Melaksanakan pekerjaan lebih baik Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut: 1. 4. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan semangat kerja yang tinggi prestatif.W. Dengan adanya latihan dalam berwirausha. 3. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan Untuk mengembangkan rasa kesetiakawanan Untuk mengembangkan sikap para pegawai positif Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa Untuk mengembangkan segala daya kreativitas Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi Latihan dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: 1. Memilih karyawan terbaik b. efektif dan efisien serta mengembangkan daya cipta yang positif. pembangunan prasarana. pendidikan kegiatan kerja. efektif dan efisien. pemilihan teknologi dsb. efektif dan efisien. 2. Ketrampilan dan keahlian para wirausahawan perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan kemampuan bekreja secara prestatif. Agar dpat mencapai tujuan sikap bekerja prestatif.4. 6. Disamping itu usaha-usaha untuk memperluas kesempatan bekerja. sehingga pengalihan usaha atau bisnis swasta asing dapat beralih ke tangan para wirausahawan swasta Indonesia. sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan baik. On The Job Training Cara ini dapat dilaksanakan dengan menetapkan pegawai baru untuk memangku suatu jabatan Latihan kewirausahaan merupakan salah satu aspek yang perlu ditangani secara berencana dan berkelanjutan. 7. Aktif dan kreatif daripada berfikir keras.

b. Dilligence ( kerajinan. para wirausahawan harus memiliki kepercayaan. Dedication ( pengabdian) 3. keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri. b. Bimbingan penyuluhan dan pengawasan bekerja. efektif dan efisien dalam setiap kesempatan yang ada. kesempatan. kreatif dan inovatif. diantaranya: a. Cooperativeness ( semangat kerjasama ) 9. Carefullness ( kehati-hatian ) 6. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif. B. latihan dan pengalaman dalam bekerja. Percaya dan yakin pada kecakapan yang diperoleh dari hasil pendidikan.b. watak ) 4. Percaya dan yakin pada kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik. d. c. Responsiblenness ( rasa tanggungjawab ) 5. Bekerja harus luwes dan menyenangkan dalam pergaulan. perlu dikembangkan dalam berbagai bidang atau vak tertentu yang mengurus pada efektifitas usaha atau bisnis. c. kerja keras ) 2. Eageerness to learn besides skill fullness ( hasrat besar untuk belajar dan kemahiran ) . Ciri-ciri sikap bekerja baik adalah sebagai berikut: 1. Integrity ( keutuhan. aktif dan inovatif. Innovativeness ( daya pembaharuan ) 8. Menanamkan perilaku bekerja prestatif perlu diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. kursus. Menerapkan sikap bekerja prestatif harus dijalankan dengan terarah dan baik yaitu: a. Kebiasaan mencari kerja harus diubah dengan menciptakan pekerjaan yang selalu sibuk dan menerapkan perilaku bekerja prestatif. Bekerja merupakan kebiasaan dan pengalaman dari vak bakat sendiri. Untuk menerapkan pekerjaan tersebut. Kepercayaan dan Keberanian Bekerja Menerapkan perilaku bekerja prestatif. Versatility ( keserbabisaan ) 7. Percaya dan yakin pada kecerdasan sendiri. Percaya dan yakin akan bisa bekerja secara kreatif. Pembinaan dan pengembangan bekerja. b.

2004. Persaingan bebas. Bandung: Armico. d. 2005. Motivasi dalam Bekerja Menumbuhkan dan menerapkan motivasi adalah suatu tindakan yang penting. Kewirausahaan SMK Tingkat I Semua Bidang Keahlian. Jakarta: Graha Pustaka.c. Ada larangan menjual produk dari negara satu ke negara lain. Dengan adanya motivasi akan mendorong orang untuk lebih prestatif. Selalu berambisi ingin aju adalah pengertian dari « a. Derasnya arus informasi yang semakin mengglobal tanpa mengenal batas negara. b. orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri. Kewirausahaan Untuk SMK. Perubahan yang semakin cepat. d.M. 2. MBA. Kebutuhan fisiologis Misalnya makan. bebas dan ancaman fisik dan psikis c. c. Abraham H Maslow (1954) dalam teori herarki kebutuhannya mengatakan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari: a. Sebab motivasi merupakan kunci untuk menerapkan bekerja prestatif kepada karyawannya. Ating Tedjasutisna. Sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan. EVALUASI !. Jakarta: Yudistira. 2001. dsb. Kewirausahaan Untuk Tingkat I SMK.C. istirahat. Suyamti. efisien dan produktif. Dra. prestatif . minum. b. Yogyakarta: LP2IP. efektif. Kusmini Adiputro. atau d pada jawaban yang paling benar! 1. Berilah tanda silang (x) huruf a. 2004. Kebutuhan rasa aman. Kebutuhan akan penghargaan kompetensi dan percaya diri) (penghargaan akan kemampuan.b. hendaknya seorang wirausahawan memahami hal-hal yang berkait dengan masalah kebutuhan hidup. DAFTAR PUSTAKA Dr. M. LKS Mentari Kewirausahaan XI SMK. Yang bukan merupakan ciri milenium ketiga adalah « a. Kebutuhan untuk aktualisasi diri (mengembangkan potensi-potensinya semaksimal mungkin) Menurut Herberg. Tim LP2IP. Untuk memperdalam tentang motivasi di dalam bekerja.

Sikap mawas diri.W. 7. c. Bertanggung jawab. c. kecuali « a. Berikut ini karakteristik wirausahawan yang berhasil karena bekerja secara prestatif . Yang dimaksud dengan Self awareness adalah « a.b. Mempertajam suara hati. 5. d. b. Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. suka pada tantangan . c. komitmen tinggi 3. Mempertajam suara hati. b. Stephen Covey b. efektif c. Yang dimaksud dengan independent will adalah « a. kerja keras b. F. Pandangan independen untuk bakal bertindak. Pandangan independen untuk bakal bertindak. efisien d. Savary 4. 6. Sikap mawas diri. Berfikir mengarah ke depan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat. Komitmen tinggi. Bygrave d. energik dan inisiatif c. b. Pengarang buku First Think First yang di dalamnya mengupas mengenai empat (4) sisi potensial manusia untuk maju adalah « a. d. Yakin pada diri sendiri. d. Posesif. Percaya diri adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa « a. Taylor c.

Keorisinilan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa « a. keyakinan 10. pandangan ke masa depan d. berorientasi pada laba b. Bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/ kemarahan yang sedang melanda jiwa adalah pengertian dari « . Thomas Alfa Edison telah berhasil menemukan bola lampu. Berorientasi pada hasil adalah salah satu dari ciri prestatif yang akan tampak pada sifat profil wirausahawan yang berupa « a. Bekerja sungguh-sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus adalah pengertian dari « a. yaitu kerja « a. prestatif c. kerja mawas terhadap emosional c. kerja iklas b. kerja cerdas d. kebutuhan akan prestatif 11. Hal itu merupakan perwujudan perilaku kerja prestatif. mengetahui banyak b. kerja tuntas 12. suka pada tantangan d. kerja iklas b. kerja keras c. menanggapi saran dan kritik c. ketidaktergantungan 8. kerja keras b. kerja mawas dari rasa emosional c.d. kerja cerdas d. energik dan inisiatif d. Kepemimpinan adalah salah satu dari cirri prestatif yang akan tampak pada sikap profil wirausahawan yang berupa « a. kerja keras 13. suka pada tantangan 9.

a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 14. penjual soto, mempersiapkan dagangannya mulai dari meracik bumbu, memasak dan menghidangkan dagangan, melayani pelanggan dilakukan dari petang hingga warungnya tutup pada malam hari. Dan ia memulai aktivitasnya lagi pada petang berikutnya, begitu terus-menerus tanpa pantang meyerah. Ilustrasi di atas Ilustrasi di atas adalah gambaran seorang wirausahawan yang prestatif, tercermin dalam perilaku kerja « a. kerja keras b. kerja mawas terhadap emosional c. kerja cerdas d. kerja iklas 15. Pegawai lebih berkembang, lebih cekatan dan lebih baik adalah manfaat latihan menurut « a. D. Yoder b. D. Latenier c. J. Tiffen d. F.W. Taylor 16. Pentingnya menanamkan bekerja prestatif melalui latihan adalah sebagai berikut, kecuali « a. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja b. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan c. Untuk mengembangkan segala daya kreativitas d. Untuk memberi kesempatan plagiator bekerja 17. Mengerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, adalah cara melatih karyawan, yaitu « a. Apprentice training b. On the job training c. Learning by doing d. Latihan induksi

18. Siwi seorang siswi SMK jurusan Tata Busana, mengerjakan tugas yang diberikan gurunya dengan tekun dan rapi, membuat pola, menggunting kain, menjahit sampai dengan tahap penyelesaian. Hal ini merupakan cerminan kerja prestatif yaitu kerja « a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 19. Para relawan bersama penduduk Jetis Bantul bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan akibat gempa bumi tektonik 27 Mei 2006 lalu dengan sepenuh tenaga dan setulus hati. Merupakan cerminan kerja « a. Kerja ikhlas b. Kerja cerdas c. Kerja mawas d. Kerja tuntas 20. Teori herarki kebutuhan dikemukakan oleh « a. F.W. Taylor b. Abraham H. Maslow c. Savary d. J. Tiffen II. Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1. Sebutkan tiga (3) hal yang harus dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan prilaku kerja prestatif! 2. Sebutkan tiga (3) ciri bekerja yang baik! 3. Sebutkan isi dari teori herarki kebutuhan Maslow! 4. Orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri, sebaiknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi kepuasan. Pernyataan diatas merupakan pendapat dari « 5. Mengapa memberi motivasi kepada karyawan perlu dilakukan oleh wirausahawan? KUNCI JAWABAN I. 1.d 6.d 11.a 16.d 2.a 7.d 12.c 17. a 3.a 8.a 13.b 18.d 4.b 9.b 14.a 19.a

5.c 10.a 15.b 20.b II. 1. Penanaman perilaku kerja prestatif diterapkan dan ditingkatkan dengan jalan: a. Pembinaan dan pengembangan bekerja. b. Bimbingan, penyuluhan dan pengawasan. c. Memotivasi pekerja agar mau bekerja lebih aktif, kreatif dan inovatif. 2. Ciri-ciri bekerja yang baik: a. b. c. d. e. f. g. h. i. diligence (kerajinan,kerja keras) dedication (pengabdian) Integriti (keutuhan, watak) Responsibleness (rasa tanggungjawab) Carefullness (kehati-hatian) Versatility (keserbabisaan) Innovativeness (daya pembaruan) Cooperativeness (semangat kerjasama) Eageerness to learn besides skill fullness (hasrat besar untuk belajar dan kemahiran)

3. Teori hirarki kebutuhan Maslow: a. b. c. d. Kebutuhan fisiologis Kebutuhan akan rasa aman, bebas dari ancaman fisik dan psikis Kebutuhan akan penghargaan Kebutuhan untuk aktualisasi diri

4. Herzberg 5. Wirausahawan perlu memberikan motivasi kepada karyawan/pegawai karena dengan diberi motivasi pekerja/karyawanakan merasa terdorong dan tertantang untuk bekerja dengan kreatif, inovatif, bersemangat, bergairah untuk mencapai prestasi.

Pengertian Motivasi Keberhasilan belajar peserta didik ditentukan oleh motivasi belajar yang dimiliki, demikian pula keberhasilan berwirausaha juga ditentukan oleh motivasi berwirausaha. Hal ini disebabkan oleh pengaruh motivasi yang merupakan penggerak atau pendorong untuk melakukan tindakan tertentu. Dalam proses pembelajaran di sekolah, motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Istilah motivasi berasal kata motif yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri individu. Dalam bahasa latin motivation berasal dari kata movere, yang berarti ´to moveµ(Richard,1991:5). Hamzah B Uno (2009:3) mengemukakan bahwa motif dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) macam yaitu (1) motif biogenetis, yaitu motifmotif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme demi kelanjutan hidupnya, (2) motif sosiogenetis, yaitu motif-motif yang berkembang berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang tersebut berada, dan (3) motif teologis, dalam motif ini

manusia adalah makluk yang berkeTuhan-an, sehingga ada interaksi antara manusia dan Tuhan-Nya. Woodwort (WinaSanjaya,2009:250) mendefinisikan motif sebagai ´ a motive is a set predisposes the individual of certain activities and for seeking certain goalsµ yang berarti suatu motive adalah set yang dapat membuat individu-individu melakukan kegiatankegiatan tertentu untuk mencapai tujuan. Houston (1985:5) menyebutkan ´Motives usually involve statements such as something that causes a person to act ´ yang intinya Dari beberapa pengertian motif tersebut, motif dapat didefinisikan sebagai daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu, demi mencapai tujuan tertentu. Perilaku seseorang melakukan suatu aktivitas atau kegiatan tertentu dapat disebabkan oleh suatu dorongan yang bersumber dalam dirinya, dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, motif demikian ini disebut sebagian motif instrinsik. Sedangkan perilaku individu yang hanya muncul karena dipengaruhi oleh lingkungan atau faktor luar dalam dirinya, motif semacam itu disebut sebagai motif ekstrinsik. Dari kedua macam motif tersebut yang paling kuat mendorong keberhasilan seseorang melakukan kegiatannya adalah motif instrinsik. (Hamzah Uno,2009:33). Sedangkan pengertian Motivasi menurut Fred luthans (2005:230) adalah ´motivation is a process that starts with physiological or psychological deficiency or need that activates a behavior or a drive that is aimed at a goal or incentiveµ. Motivasi menurut Sondang Siagian (2004:138) adalah daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan, tenaga, dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi menurut Mc.Donald (Sardiman,2010:73) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya ´feelingµ dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Husaini Usman (2010:250) mengartikan motivasi sebagai keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Memberikan motivasi kepada seseorang peserta didik, berarti menggerakkan peserta didik untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Hal ini karena motivasi memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu:

1) Mendorong manusia untuk berbuat, berarti sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 2) Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. 3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi untuk mencapai tujuan, dengan mengabaikan perbuatan yang tidak bermanfaat baginya. (Sardiman,2010:85).
Dari pembahasan di atas dapat diambil pengertian motivasi yakni dorongan baik yang berasal dari dalam diri maupun dari luar seseorang yang mendorong untuk melakukan kegiatan secara sukarela untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Dari pengertian ini didapatkan 3 (tiga) hal yang amat penting yaitu : (1) pemberian motivasi berkaitan dengan pencapaian tujuan, (2) adanya keterkaitan antara usaha dan pemuas kebutuhan, dan (3) kebutuhan yaitu keadaan internal seseorang yang membuat hasil usaha tertentu menjadi menarik.

ORGANISASI USAHA 1.Mata Pelajaran : KewiraUsahaan Kelas / Semester : XI /Genap Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil/ Mikro Kompetensi Dasar : 3. kemampuan. Pengembangan usaha e. Menganalisis Aspek Aspek Perencanaan Usaha Alokasi Waktu : 12 Jam pelajaran @ 45 menit URAIAN MATERI A. Sumber daya manusia d. Adapun penetapan tujuan perusahaan adalah : a. Kedudukan pasar c. Peningkatan ekspor. 2. Kesempatan menghasilkan laba b. Penentuan sasaran anda strategi yang dilakukan wirausahawan selalu memperhatikan kebutuhan fungsional. kesempatan atau secara konvensional didahului adanya analisis SWOT.2. Pemerataan pendapatan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. d. Produk barang dan jasa daerah. Tujuan dan Sasaran Usaha Tujuan perusahaan merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan oleh perusahaan. sebaiknya perusahaan memiliki hal-hal sebagai berikut : a. e. Pembentukan dan peningkatan produk nasional. Mengundang orang-orang yang mempunyai keahlian untuk bekerjasama. bergerak dalam lapangan bisnis baik perdagangan barang dan jasa maupun industri. Sumber daya keuangan . Perluasan kesempatan kerja dan berusaha. dilakukan oleh masyarakat dengan modal relatif kecil dan dikelola dengan manajemen yang sederhana. Mengatur dan membentuk kerjasama dengan perusahaan lain c. Untuk mencapai keberhasilan usaha b. Oleh karena itu pemerintahan merasa perlu untuk meningkatkan peranan usaha kecil meliputi : a. b. e. Untuk melakukan merger dengan perusahaan lain d. Menjamin adanya fokus dari berbagai personal yang ada dalam perusahaan. Peranan organisasi penting dalam kegiatan perekonomian karena ikut memberikan sumbangan berupa upaya memproduksi atau mendekatkan barang dan jasa kepada masyarakat. Oleh karena itu wirausahawan harus dapat memudahkan tujuan utama perusahaannya menjadi tujuan-tujuan yang lebih kecil yang disebut sasaran. Pengertian Organisasi Usaha Organisasi usaha sederhana adalah organisasi usaha yang kegiatan usahanya berskala kecil. Untuk memudahkan dalam menentukan sasaran usaha. c. Tujuan perusahaan adalah target yang bersifat kuantitatif dan pendapatan target tersebut merupakan ukuran keberhasilan kinerja perusahaan.

Sarana kerja g. Bentuk-bentuk badan usaha Dalam memilih bentuk badan usaha harus mempertimbangkan antara lain : Jenis usaha apa yang akan dipilih. Badan usaha adalah kesatuan yuridis ekonomis yang bertujuan mencari keuntungan. Dengan demikian perusahaan akan mendapat hak-hak keringanan pajak yang berbeda dengan pajak pendapatan atau pajak kekayaan pribadi. sedangkan perusahaan adalah satuan teknis yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa. yaitu a) Perusahaan jawabatan (Perjan) b) Perusahaan umum (perum) c) Perusahaan perseroan (Persero) 2) Badan usaha swasta. Badan usaha berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga kerja dan mesin : 1) Badan usaha padat modal 2) Badan usaha padat karya d. 1) Perusahaan Perorangan Bentuk usaha ini paling sederhana dan paling mudah mengorganisasikannya. Biasanya usaha semacam ini akan berhenti segera. Di samping itu. berapa modal yang tersedia. bagaimana penentuan tanggung jawab perusahaan dan berapa jangka waktu berdirinya perusahaan. Unsur kebaikan perusahaan perorangan adalah sebagai berikut: . dan keuntungan atau kerugiannya ditanggung sendiri pula. Badan usaha mempunyai fungsi sebagai badan tertinggi yang mengurusi perusahaan. Badan usaha menurut lapangan usahanya : 1) Badan usaha agraris 2) Badan usaha ekstraktif 3) Badan usaha industri 4) Badan udaha perdagangan 5) Badan usaha jasa b. setelah pemilik meninggal dunia. Tanggung jawab sosial. Perusahaan perorangan dapat dimintakan izin secara resmi dengan membayar biaya perizinan.f. bagaimana rencana pertambahan modal. Orang lain boleh saja mengikut sertakan hartanya dengan mendapatkan imbalan tetap atau laba tertentu sesuai dengan perjanjian. Pengelolaannya dipegang pemilik sendiri. bagaimana cara pembagian laba. Badan usaha berdasarkan bentuk hukumnya. pemiliknya juga bebas untuk mendirikan atau menutup usahanya. dan pemiliknya hanya satu orang. tetapi pengelolaannya tetap di tangan pemilik. sementara perusahaan merupakan alat bagi badan usaha dalam mencari keuntungan a. Badan usaha menurut kepemilikan modalnya : 1) Badan usaha milik negara. 3. dibedakan a) Swasta asing b) Swasta nasional 3) Badan usaha milik campuran (swasta dan negara) c.

Untuk mendirikan CV. rahasia perusahaan terjamin. 2) Perusahaan Firma Bila dua orang atau lebih bersedia mengumpulkan kekayaannya (uang. maka kekayaan pribadi ikut menjadi tanggungan. Untuk mendirikan firma biasanya harus membuat buku akta autentik. dan pajaknya ringan. kekayaan perusahaan ikut menjadi tanggungan utang-utang pribadi. sarana. Setiap anggota firma dapat melakukan sendiri usahanya. b) Putusan-putusan dapat segera diambil sesuai keadaan. organisasinya sangat sederhana dan luwes. Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Sulit mendapatkan pinjaman untuk menambah modal dan perluasan usaha. b) Anggota pasif Adalah anggota yang hanya menyerahkan modal saja tetapi tidak melibatkan harta pribadinya hingga tidak berhak mencampuri mengelolaan perusahaan. diharuskan membuat suatu akta resmi di muka pejabat negara (akta notaris). d) Jika terjadi perselisihan akan menyulitkan dan sering berakhir dengan pembubaran firma. Sebaliknya. keahlian. c) Seluruh keuntungan dapat dimiliki sendiri oleh pemilik. Atas nama firma dan semua keuntungan maupun kerugian menjadi tanggungan semua anggota firma. yaitu surat yang dibuat dimuka pejabat umum yang berwenang atau oleh pejabat umum yang berwenang misalnya notaris. maka pembagian laba dilakukan menurut perbandingan besarnya modal. Kemudian akta itu didaftarkan ke Panitera Pengadilan negeri dan dimuat dalam Berita Negara. Dalam CV ada dua anggota yaitu : a) Anggota aktif Adalah anggota yang mengurus perusahaan dan melibatkan seluruh harta pribadinya. dll) dan ingin melakukan usaha yang disepakati. . tenaga.a) Cara mendirikan mudah dan mudah. b) Anggota-anggotanya biasanya lebih saling mengenal dan mempercayai. maka mereka dapat membentuk firma. Jika tidak. b) Tidak ada batas antar amilik pribadi dengan milik perusahaan sehingga jika utang perusahaan tidak dapat dipenuhi. Dalam akta ini dicantumkan nama-nama anggota aktif dan nama-nama anggota pasifnya. Unsur kebaikan bentuk usaha firma adalah sebagai berikut : a) Lebih mudah mendapatkan pinjaman modal tanaman karena semua kekayaan pribadi seluruh anggota dijadikan tanggungan. b) Kesalahan salah seorang anggota menjadi tanggungjawab seluruh anggota firma. 3) Perusahaan Komanditer (CV) Comandditaire Vennootschap (CV) adalah perusahaan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih. Dalam akta pendiriannya yang juga merupakan Anggaran Dasar (AD)nya biasanya dicantumkan cara pembagian laba. Adapun kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Tidak ada batas antara harta pribadi dengan harta firma. Unsur kebaikan CV adalah sebagai berikut : a) Tambahan modal agak mudah diperoleh karena semua kekayaan pribadi anggota aktif dapat dijadikan tanggungan. terutama jika jumlahnya besar.

koperasi kredit. Anggran Dasar (AD). Unsur kelemahannya adalah sebagai berikut : a) Prosedur pendiriannya cukup rumit dan memerlukan biaya cukup tinggi. Pada struktur organisasi ini. harus dibuat akta yang berisi AD koperasi. b) Pemegang saham kurang memperhatikan perusahaan. c) Peluang untuk mendapatkan pinjaman tambahan modal lebih besar dan kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. 4. spedialisasi kerja masih sederhana. 5) Perkumpulan Koperasi Koperasi bukanlah perkumpulan modal tetapi perkumpulan orang-orang yang bertujuan untuk memajukan kepentingan material anggotanya. dan koperasi produktif. . b) Bagi anggota aktif harta pribadinya ikut menjadi tanggungan atas utang-utang perusahaan. bahkan harus membayar pajak lebih dulu. Untuk mendirikannya dibutuhkan akta notaris dan izin dari Mentri Kehakiman setelah diterima. dan keanggotaan-anggotanya tidak dapat diperjual belikan. Unsur kebaikan PT adalah sebagai berikut : a) Para pemegang saham tidak ikut menanggung utang-utang dagang dan pajak. diumumkan dalam berita negara. d) Jika operasi usaha (PT) akan pindah atau diperluas ke bidang operasi yang tidak tercantum dalam akta. e) Ada kemungkinan terjadinya ketidak jujuran anggota aktif terhadap anggota pasif. jumlah karyawannya sedikit. dan tanggal pendaftaran adalah tanggal resmi berdirinya. 4) Perseroan Terbatas (PT) Merupakan bentuk usaha yang anggotanya terdiri atas dua orang atau lebih dan secara formal diatur undang-undang. garis-garis kebijaksanaan dan lain-lain. Organisasi yang memakai struktur ini adalah organisasi yang kecil. wewenang serta tanggungjawab maka bentukbentuk organisasi dibedakan sebagai berikut : 1) Organisasi garis/lini Organisasi ini diciptakan oleh HENRY FAYOL. Kerugiannya hanya terbatas pada apa yang telah ditanam dalam perusahaan. pertanggung jawaban dari bawahan secara langsung ditujukan kepada atasan yang memberi perintah. jika perusahaan jatuh. Ada tiga bentuk koperasi. wewenang dari atasan disalurkan secara vertikal kepada bawahan. b) Saham dapat diperjualbelikan. ruang lingkup dan kegiatannya telah ditentukan dalam piagam yang diresmikan dalam Lembaran Negara. maka harus dimintakan izin pejabat hukum negara. d) Tambahan modal dapat juga diperoleh dengan menjual saham yang masih berada di tangan perusahaan kepada umum. Selanjutnya akta didaftarkan di kantor pejabat koperasi. yaitu koperasi konsumsi.b) Kemungkinan bagi seseorang untuk menjadi anggota CV tanpa melibatkan seluruh kekayaan pribadinya. Sedangkan kelemahannya yaitu jalannya koperasi lebih bergantung pada kejujuran dan kreatifitas pengurusnya. Salah satu keuntungan penting dalam koperasi adalah adanya fasilitas-fasilitas tertentu dari pemerintah. Berdasarkan koperasi ini oleh pejabat koperasi diumumkan dalam berita negara. yaitu menjadi anggota pasif. c) Harus diadakan pertemuan-pertemuan untuk menyusun Anggaran Rumah Tangga (ART). kemudian disahkan pejabat koperasi atas kuasa Menteri Koperasi. Untuk pajaknya ada perhitungan tersendiri yang akan dibicarakan dalam bab berakhir. seperti misalnya bebas dari beberapa macam pajak dan sebagainya. Struktur Organisasi Berdasarkan pola hubungan kerja dan aktivitas. Unsur kelemahan bentuk usaha ini adalah sebagai berikut : a) Bagi anggita pasif tidak diperbolehkan mencampuri kebijaksanaan perusahaan dan pengelolaannya. Untuk mendirikan koperasi.

(3) Penghematan waktu dapat dilakukan karena mengerjakan pekerjaan yang sama.W. Yang menguntungkan dipakai yang merugikan ditinggalkan. faedah waktu. Bahan baku yang telah dipersiapkan. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berbeda-beda. faedah tempat). (2) Keahlian para pengawas dan pegawai berkembang menuju spedialisasi. Proses ini diawali dengan penyediaan bahan baku. d. (3) organisasi tergantung pada satu pimpinan Strukturorganisasi fungsional 2) Struktur Organisasi Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F. kemudian diolah dengan menggunakan tenaga manusia serta mesin dan ditambah bahan-bahan pembantu. antara lain sebagai berikut : a. Produktifitas adalah suatu perbandingan dari kegiatan yang seharusnya. Pengertian a. Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berupa barang dan jasa. Dalam melakukan proses produksi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. mengubah dan menciptakan untuk meningkatkan nilai suatu barang. Taylor. kewajiban. digunakan oleh organisasi yang besar. 4) Struktur organisasi fungsional dan staf Struktur organisasi ini merupakan gabungan dari bermacam-macam struktur organisasi. Sifat proses produksi . Kegiatan ini berlanjut sampai akhirnya terbentuk barang jadi yang siap dipasarkan. c. Proses produksi merupakan kegiatan yang dominan dilakukan oleh perusahaan industri. hak dan. Struktur ini berawal dari konsep adanya beberapa pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan. melainkan memerlukan bantuan staf. (2) Agar setiap anggota organisasi mengerti dengan jelas tugas. (2) pembagian kerja jelas dan mudah dilaksanakan.Ciri-ciri : (1) kesatuan perintah terjamin. Ciri-ciri struktur organisasi fungsional : (1) Tidak menjamin adanya kesatuan perintah. Dengan memakai sistem gabungan ini dimungkinkan memilih. B. badan atau lembaga-lembaga yang menghasilkan produk. 3) Struktur organisasi garis dan staf Struktur organisasi ini merugikan struktur organisasi gabungan yang dikembangkan oleh Harrington Emerson. b. Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru (faedah bentuk. daerah kerja luas. bidang usaha yang beraneka ragam dan jumlah bawahan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri. Seluk Beluk Proses Produksi Proses produksi adalah rangkaian kegiatan pembentukan. sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. Produsen adalah orang. Staf adalah orang ahli dalam bidang tertentu yang bertugas memberi nasihat dan saran kepada pimpinan dalam organisasi tersebut. 2. Struktur organisasi dibuat dengan maksud : (1) Memperlihatkan pola hubungan antar anggota organisasi dan sarana yang dimiliki. tanggung jawab. PRODUKSI 1. Struktur ini umumnya.

2) Bagaimana mutu produk. 2) Proses produksi yang terus-menerus Proses produksi yang dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan bukan berdasarkan jumlah pesanan yang masuk. c.1) Proses produksi yang terputus-putus : Proses produksi yang dilakukan atas dasar jumlah pesanan yang diterima oleh perusahaan. b. 4) Produk yang akan diproduksi termasuk consumers goods atau produciens goods. 3) Bagaimana sifat permintaan terhadap produk. Wirausahawan harus menetapkan produk apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi pada suatu periode yang akan datang. Jenis produk/Jasa . Jenis dan mutu produk yang akan diproduksi : Untuk menentukan jenis dan mutu produk. dikoordinir dan dikendalikan dengan baik oleh wirausahawan. apakah perusahaan perlu berdekatan dengan sumber bahan baku atau dekat dengan pasar. d. Untuk kelancaran proses produksi. hendaknya semua itu direncanakan. apakah musiman atau sepanjang masa. 2) Schedulling Menetapkan dan menentukan jadwal kegiatan proses produksi yang disinergikan sebagai suatu kesatuan. dari bahan mentah sampai menjadi akhir. Dari schedulling akan diketahui penggunaan waktu pada setiap pemrosesan produksi. Di sini proses produksi tidak dilakukan berdasarkan pada ramalan penjualan dan jumlah produk yang dibuat perusahaan. yaitu : 1) Produk termasuk produk tahan lama atau tidak. ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. 4) Follow up Menetapkan dan menentukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorong terkoordinasinya seluruh perencanaan proses produksi. bagaimana penyelesaian proses produksi. 3) Bagaimana sifat permintaan konsumen terhadap produk yang akan dibuat. 3) Dispatching Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah untuk melaksanakan operasi proses produksi yang sudah direncanakan dalam routing dan sehedulling. 2) Berapa jumlah produk yang akan diproduksi. Jenis produk (baru atau lama) Seorang wirausahawan perlu mempertimbangkan dan memperhatikan jenis produk. biasanya sedikit tergantung pada pesanan yang masuk ke perusahaan. Adapun tahapan-tahapan yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut : 1) Routing Menetapkan dan menentukan urutan-urutan proses produksi. Pengendalian proses produksi Pengendalian proses produksi menyangkut beberapa masalah tentang perencanaan dan pengawasan proses produksi di dalam perusahaan. yang disertai pencertian tentang: 1) lokasi. 3. kapan proses produksi akan dimulai dan kapan akan selesai. Jenis dan Kualitas Produk/Jasa a. sehingga jumlah produk yang dibuat pada umumnya banyak. termasuk di dalamnya mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan. Proses produksi yang terus-menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

selera dan keinginan. c) Barang-barang industri goods. permata. mesin-mesin. syarat-syarat dan faktor perencanaan operasi produksi. Pertimbangan perusahaan sebelum menentukan produk yang dihasilkan itu dikarenakan meningkatnya perkembangan teknologi dan pengetahuan konsumen. bisa dipastikan produk kita menjadi produk yang tersisih di pasar. dan atribut lainnya. harga. yang merupakan refleksi kualitas dari produk tersebut. contohnya TV. Perusahaan harus mempertimbangkan keuntungan yang didapat dari jasa yang diberikan. Penentuan macam dan jenis produk yang akan diproduksi didasarkan atas pertimbangan pengaruh adanya kombinasi produk terhadap keuntungan. metode maupun teknik penciptaan faedah baru dari suatu produk. kulkas. Ciri-ciri perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus mengarah pada kegiatan pada masa-masa mendatang. berupa barang dapat dibedakan sebagai berikut : a) Jenis produk barang yang diperdagangkan b) Barang-barang consumers goods. Merancang Proses Produksi Proses produksi merupakan suatu cara. metode pengerjaan. 1) Jenis produk. rokok. dan sebagainya. Untuk itu. 4) Perencanaan proses produksi harus dapat mengkoordinir kegiatan produksi dengan kegiatan bagian lain. jam tangan. bahan baku. Hal ini sangat penting agar proses produksi bisa berjalan dengan lancar dan tujuan perusahaan untuk mendapatkan laba pun berhasil. a. c) Specialitygoods Barang kebutuhan konsumen. b) Conviniencegoods Barang konsumsi yang sifatnya mudah dicari bila diperlukan setiap saat dan tersedia di toko/warung terdekat. Seorang wirausahawan di dalam melaksanakan proses produksi sebelumnya harus menentukan dengan jelas ciri-ciri. dan sebagainya. Suatu jenis produk tertentu biasanya mempunyai ciri-ciri spesifik ukuran. setiap perusahaan menghasilkan dan memasarkan bermacam-macam jenis produk.Pada umumnya. gula. modal. 2) Jenis produk berdasarkan tujuan pemakainya terdiri atas berikut ini : a) Shopping goods Barang yang memerlukan pertimbangan kualitas. 3) Perencanaan proses produksi harus mempersiapkan tenaga kerja. 3) Kualitas produk/jasa Setiap produk yang dihasilkan tentu tidak bisa dipisahkan dengan manfaatnya sebagai pemenuh kebutuhan konsumen. harga. . tetapi memerlukan pelayanan khusus dan terdapat di toko/tempat tertentu. dan sebagainya. gaya kemasan. posisi pasar. Demikian juga bagi perusahaan yang menghasilkan produk berupa jasa. Manfaat suatu produk umumnya diukur dengan kegunaan optimal dan keputusan konsumen. misalnya ensilopedia. d) Unsought goods Barang yang tidak dicari dan pemasarannya dengan mendatangi konsumen. 4. contohnya mobil mewah. permen. Tanpa melihat itu. permata. dan keinginan konsumen terhadap jenis produk. serta permintaan konsumen terhadap jasa yang kita tawarkan. sehingga setiap perusahaan sebelum memulai usahanya sudah mengambil keputusan berkaitan dengan penentuan macam dan jenis produk apa saja yang akan diproduksi. selera. dan jenis. contohnya es krim. jam tangan mewah. dan sebagainya. 2) Perencanaan proses produksi harus mempunyai jangka waktu tertentu. penguasaan pasar. perusahaan penghasil produk jasa harus selalu berusaha melakukan inovasi terhadap jenis jasa yang benar-benar dibutuhkan konsumen. sabun.

baik secara teknis maupun komersial. ukuran produk. b. Analisis gagasan itu dilakukan untuk mengetahui a) potensi permintaan terhadap produk. untuk menjaga jangan sampai persediaan habis. untuk menjaga jangan sampai mengecewakan konsumen. c) kemampuan produk yang mendatangkan laba. Jadi. Persiapan perencanaan proses produksi Adapun persiapan perencanaan operasi produksi meliputi hal-hal sebagai berikut : 1) Prosedur persiapan Sebelum wirausahawan menentukan produk apa yang akan dibuat. Setelah diuji. . Agar kegiatan proses produksi dapat dilaksanakan dengan baik. membuat kemasan produk semenarik mungkin. wirausahawan mewujudkan gagasan ke dalam tindakan kongkret. b) jumlah omset penjualan. terlebih dahulu wirausahawan perlu menimba gagasan dari para konsumen dan mengajak karyawan untuk berpartisipasi memikirkan produk yang akan diproduksi. Untuk menjaga tingkat persediaan barang. pengelolaan persediaan adalah suatu tindakan seorang pengusaha untuk menjaga agar persediaan tetap stabil sesuai rencana. maka wirausahawan harus menyaring dan memilih gagasan yang baik. melakukan promosi dan pendistribusian. wirausahawan mengadakan analisis terhadap gagasan proses produksi dari berbagai macam usaha. dan sebagainya. maka dalam proeses produksi perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian. kesalahan dalam pembuatan (bila ada). bentuk produk. 5) Uji coba produk Produk yang telah dibuat. Adapun tujuan dikelolanya persediaan barang adalah : a. kualitas produk. 3) Analisis gagasan Selanjutnya. warna produk. Di dalam tahap ini. diantaranya dengan cara melaksanakan pemberian merek produk. jenis produk. menentukan harga sebijaksana mungkin. yaitu menciptakan produk sesuai gagasan. dapat ditempuh oleh setiap perusahaan dengan cara pengelolaan dan pengendalian persediaan sesuai dengan jumlah yang direncanakan. kemudian diteliti dan diuji mengenai kelemahan produk. 6) Komersialisasi Merupakan tahap memperkenalkan produk yang telah diproduksi kepada para konsumen. Syarat-syarat perencanaan proses produksi 1) Perencanaan proses produksi harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan. diharapkan produk benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kepada konsurnen. PengelolaanPersediaan Kelancaran bisnis perlu ditunjang dengan adanya persediaan barang dagangan. c.5) Perencanaan proses produksi harus dapat menentukan jumlah produk. 3) Perencanaan proses produksi harus memberikan analisis dan klasifikasi kegiatan. 2) Penyaringan gagasan Setelah banyak menemukan gagasan yang bagus dari konsumen ditambah sumbangan pikiran dari para karyawan. Produk itu harus bisa dipertanggung jawabkan. wirausahawan berusaha agar produknya benar-benar bisa diterima oleh konsumen. cacat tidaknya dan bermanfaat tidaknya produk yang dibuat. 5. 4) Percobaan produk Tahap selanjutnya adalah. 2) Perencanaan proses produksi harus sederhana. b.

b. selanjutnya perlu disusun laporan persediaan barang dagangan. menyusun laporan persediaan. surat penerimaan. d. ada dua sistem yang bisa dikemukakan di sini.c. buku pembelian (tunai/kredit). First-out (LIFO) Barang yang paling akhir. selanjutnya laporan tersebut disampaikan ke bagian keuangan. menghitung persediaan barang dagangan. Buku pembelian. kartu retur pembelian. Sedangkan kartu persediaan barang digudang dan di toko digunakan untuk melihat kenyataan barang yang tersedia dan meneliti antara catatan di kartu persediaan dengan jumlah barang sebenarnya secara fisik. kartu retur penjualan. untuk menjaga agar jangan sampai jumlah persediaan barang dagangan berlebihan. sistem pencatatan yang paling tepat. kartu persediaan di toko. dan sebagainya. faktir penjualan. yaitu : a. Pencatatan secara periodik (periodiec system) Cara pencatatan yang dilakukan pada waktu atau periode tertentu. Dasar dari sistem ini adalah mencatat semua penambahan dan pengurangan dengan cara yang sama seperti pencatatan kas. d. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. yaitu masing-masing jenis barang dibuat perkiraan sendiri-sendiri dan untuk transaksi yang berkaitan dengan pengembalian dan pengurangan harga dibukukan dalam buku pembantu (subsidiary ledger). Laporan persediaan harus akurat. First-in. Penyusunan laporan persediaan perlu dibuat dalam rangka pelaksanaan administrasi. b. misalnya mingguan. b. kartu persediaan gudang. barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. b. yaitu laporan rugi laba dan neraca. Last-in. a. Dalam melakukan pengelolaan persediaan barang dagangan. e. karena penetapan nilai persediaan dagangan sangat mempengaruhi keseimbangan antara biaya-biaya yang dikeluarka dengan pendapatan di dalam . dan f. Mengenai metode pencatatan persediaan barang dapat digunakan cara berikut : a. First-out (FIFO) Barang yang pertama masuk. yang kemudian akan dijadikan sebagai data untuk menyusun laporan keuangan. Data yang diperlukan untuk menyusun laporan ini diperoleh dari : a. bulanan atau semester. c. buku penjualan serta kartu retur pembelian dan penjualan digunakan sebagai alat penguji kebenaran keluar masuk barang di gudang sesuai dengan salinan surat kiriman barang. Setelah menghitung dan mencatat persediaan barang. Mengenai sistem pencatatan. Dengan mengetahui dan memahami sistem pencatatan dan metode pencatatan. barang itulah yang lebih dahulu dikeluarkan. metode pencatatan yang tepat untuk menentukan persediaan. c. buku penjualan (tunai/kredit). Laporan persediaan barang dagangan dibuat secara periodik. akan dapat dihitung persediaan barang dagangan dengan tepat sehingga dapat mengatur pengadaan persediaan barang dagangan dengan tingkat persediaan yang menguntungkan. Setelah penyusunan laporan persediaan selesai. Average Cost (AC) Barang-barang yang dikeluarkan dicatat berdasarkan harga rata-ratanya. c. Pencatatan secara terus-menerus (perpectual system) Cara pencatatan yang dilakukan secara terus menerus.

Bisa dibayangkan. sebab akan semakin menambah biaya-biaya persediaan yang harus ditanggung perusahaan. 14.00 09 Mei. pembelian 12. Contoh : 12. 17. sehingga akhirnya akan mengakihatkan terjadinya kesalahan dalam pelaporan aktiva/harta dan modal di dalam neraca.000. berapa harus membeli bahan baku.00 :Rp. maka jika persediaan akhir ditetapkan salah.00 : Rp.000. 16. 8.000.000.400. masuk proses produksi 15.000.000 kg @ Rp. yaitu seperti berikut ini.000 kg Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada tanggal 17 Mei sebanyak 15. 1) Metode FIFO ( irst-in First-out) Bahan baku yang masuk pertama dianggap bahan baku yang lebih dulu dipakai dalam proses produksi. Contoh : data mengenai bahan baku PT. sehingga setiap saat perusahaan mengetahui berapa persediaan bahan baku yang ada.000 kg @ Rp. Penghitungan biaya bahan baku Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi pada dasarnya adalah basil kuantitas dengan harga satuan bahan baku. akan mengakibatkan berlanjutnya kesalahan yang tidak dapat dihindarkan. Sebaliknya.satu periode.000 kg : Rp. b. Ketidakakuratan dari suatu laporan persediaan memungkinkan timbulnya kesalahan penetapan nilai persediaan akhir.000. Penentuan kuantitas bahan baku bergantung pada sistem pencatatannya.00 Berdasarkan perhitungan di atas.400.000 kg : Rp.000.000. 1. bahan baku yang dipakai dalam proses produksi yang harus dicatat sebesar Rp. persediaan 8.400.000. 16.00 : Rp.200.200.00 2) Metode LIFO (Last-in First-out) Bahan baku yang terakhir masuk dianggap yang lebih dahulu dipakai dalam proses produksi.400. 3.200. jika persediaan bahan baku terlalu banyak.000.000. Oleh karena akhir suatu periode merupakan persediaan awal untuk periode berikunya. Bahan baku merupakan dasar yang sangat penting bagi perusahaan. Dihitung sebagai berikut : 8. bukan berarti akan menguntungkan bagi perusahaan.400. 1.00 17 Mei. Pengertian bahan Baku Bahan baku adalah bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dari produk jadi dan merupakan biaya utama dalam proses pembuatan produk. 1.00 : Rp. Sinar Surya selama dua minggu pertama bulan Mei 2004 adalah : 01 Mei.000 kg @ Rp. yang kemudian mengakibatkan kesalahan dalam penetapan laba kotor maupun laba bersih. dan berapa bahan baku yang siap untuk diproses.00 7.000 kg @ Rp. sedangkan penentuan harga satuannya bergantung pada metode penilaian persediaan yang digunakan. Ada beberapa metode penilaian persediaan yang digunakan dalam penghitungan harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi. Untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan baku.00 3.000 kg @ Rp. jika dalam perusahaan tidak tersedia bahan baku. perusahaan perlu melakukan pengendalian bahan baku. 8.000. 1. bisa dipastikan kegiatan proses produksi akan terhenti.00 15. 1. MenghitungKebutuhan dan Persediaan Bahan Baku a.000 kg @ Rp. 1. 6.00   .000 kg.00 15.

800.00 : Rp. menurut metode LIFO.00 20.400.00 12. 2) Pencatatan sistem perpectual Dalam sistem ini. metode penilaian persediaan diterapkan untuk menghitung harga pokok bahan baku yang keluar (diproses). 1.000 kg @ Rp.00 = Rp.000.00 Harga pokok rata-rata tiap kg : Rp 22.800.000 kg @ Rp. tidak ada pencatatan mengenai harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi.000 kg : Rp. Sistem pencatatan bahan baku menggunakan cara-cara berikut ini. harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi dihitung dan dicatat pada setiap akhir periode.000.400.000 x Rp 1.Dengan demikian.000. 14.000. 1.200. Harga pokok bahan baku yang diproses. harga pokok bahan baku yang dibeli dan harga pokok bahan baku yang diproses dalam produksi dicatat dalam perkiraan persediaan bahan baku.00 : 20. bahan baku yang harus dicatat sebesar Rp.00 : Rp. 17.400. Dengan demikian. selama periode berjalan.120. 120. 8. 1.000. Contoh : 8. Dengan demikian. 1) Pencatatan sistem fisik (periodik) Dalam sistem ini.000. 22.00 c.400.00 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam proses produksi (15.000 kg) = 15.000. setelah lebih dahulu dihitung harga pokok persediaan bahan baku pada akhir periode.000.000. . dicatat debet perkiraan barangdalam proses dan kredit pada perkiraan persediaan bahan baku.00 = Rp 16.00 3) Metode Rata-rata Tertimbang (Average Cost Method) Biaya bahan baku yang dipakai dalam proses produksi adalah hasil kuantitas bahan baku yang dipakai dan harga pokok rata-rata per satuan.000. bahan baku yang harus dicatat adalah Rp 16.00 Dengan demikian. Pencatatan bahan baku Pencatatan bahan baku pada dasarnya meliputi pencatatan pembelian dan pemakaian bahan baku dalam proses produksi.

dari mana uang itu bisa mengalir ke rekening Anda. Kepala boleh di langit. . tak punya uang tapi punya modal kemampuan. "Dengan bekerja kantoran. Jika mampu memasak dan hasilnya disenangi orang rumah. Dip IFP. MM. faktor anak pun biasanya menjadi alasan para perempuan memutuskan berwirausaha. Zizi mengingatkan. Misalnya. "Ia jadi makin terbuka. "Banyak orang merasa menemukan kepuasan batin dengan berwirausaha yang didasari hobinya. kantin. 2." DARI HOBI JADI BISNIS Akan tetapi. tetapi kaki harus tetap menjejak bumi. yaitu hobi. yang harus diperhatikan ketika akan memulai usaha bagi para pemula: 1. Anda berbakat membuka katering. bahkan membuat website atau blog. Lalu. sesuai kemampuan. Yang penting pede. Jika dilakukan dengan benar." Faktor lain yang juga kerap dijadikan alasan berwirausaha. atau lainnya? Bayangkan secara jelas. dan sedetail mungkin. namun ia membutuhkan tantangan lain di luar rutinitasnya. bahkan membuat produknya sendiri. merasa kariernya tak berkembang. 3. menerima jahitan. selalu melihat ke depan. atau dari usaha apa agar bisa sukses. yang Anda lakukan memiliki jiwa. perlahan. sih. katering. usaha apa saja yang dapat dilakukan di rumah? Menurut Zizi. dan ia pun bosan jika tinggal di rumah hanya mengurus anak saja. sabar melatih anak. Misalnya. Jadi. hobi Anda? Memasak. Semua kesuksesan berdasar dari mimpi. Salah satunya faktor kebutuhan yang makin meningkat. pintar mengatur uang." ujar perempuan yang kerap disapa Zizi ini." Di samping itu. kembalilah ke realita. Jadi. Buat Rencana Bertahap Mulailah membuat rencana bertahap. Lakukan bertahap. Namun. sehingga ia punya banyak klien. "Mereka yang hidup berkecukupan pun mau berwirausaha karena ingin mengaktualisasikan diri. meski anak dapat diasuh sendiri. atau mengajar anak-anak? Nah. berbagai usaha dapat dilakukan. Anda harus bisa menjalankannya dengan hati. dan teruslah bermimpi! Mengapa kini banyak orang mulai memilih membuka usaha sendiri? Tentu banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya. Miliki Mimpi! Bermimpilah jadi pengusaha sukses. punya uang banyak. bisa mencari target pasar. nyawa. pijat dan aromaterapi. tetap harus fokus dengan usahanya agar semua dapat berjalan lancar. SE. lalu memutuskan berwirausaha.Ia jadi lebih berkembang dari sebelumnya. tahu cara berpromosi. Berikut tips dari Zizi. mampu dan terlatih mencarikan solusi bagi anak-anak yang kurang fokus belajar? Jadilah guru les dan pembimbing. membuka butik. seorang perempuan yang sudah lama bekerja kantoran. Adviser Personal Financial Services dari FirstPrincipal Fiancial. atau tak perlu memikirkan pekerjaan lagi karena sudah punya banyak uang.Tips Berwirausaha bagi Pemula Jangan takut gagal ketika baru saja memulai usaha. Apakah akan jadi pengusaha restoran. Lalu bayangkan. keinginan berwirausaha ini tak hanya dilatarbelakangi faktor ekonomi saja. Semua yang dilakukan dengan hati. Hal ini bisa menjadi modal ketika memutuskan berwirausaha. Zizi menambahkan. ia memiliki net working yang baik. salon. Jika punya uang Rp 500 ribu dan pintar masak. menurut Fauziah Arsiyanti. bisa liburan ke luar negeri dan tempattempat eksoktis. pasti akan lebih lancar dijalankan. dengan berwirausaha. Lihat Kenyataan Setelah berkhayal. menjahit. Buatlah kondisi dari nol dengan satu syarat. tanpa perlu meninggalkan keluarga dengan bekerja di luar rumah. lambat laun keuntungan akan mengikuti Anda. Membuka les privat. dan membuat kue. Obesi dan Hobi Apa. Mulailah dari yang Anda punya. dan jangan membandingkan dengan milik orang lain. bisa saja seseorang berkarier bagus. seiring kenaikan harga di segala bidang. jangan takut berkhayal atau bermimpi. Nah. dan nilai. 4. Atau. spa. apa yang akan dilakukan agar bisa menghasilkan lebih. Kendati demikian. garmen.

dan seterusnya. Dengan membuat anggaran yang tepat. Susun Berbagai Rencana Ketika usaha mulai berjalan. Anda justru tidak tahu apakah usahanya sukses atau gagal. Yang ada. Misalnya.5. mulailah berpikir kreatif dan jalankan rencana B. Misalnya. jalankan rencana C. Jika rencana B ternyata belum berhasil. Buat juga rencana B. dan jangan masuk ke dompet. setelah membuka warung tapi sepi pengunjung. agar tidak boros dan mudah melihat laba yang didapat. Buat Anggaran Jika usaha sudah berjalan. dan dapat segera diperbaiki. Sebaiknya. atau D. tapi harus menjemput bola dan tawarkan kemudahan lain. C. Pisahkan antara pemasukan dan pengeluaran dari gaji suami atau istri untuk biaya sehari-hari. jangan hanya memiliki satu rencana saja. buat anggaran pengeluaran dan pemasukan dengan rapi. Sumber :Noverita K. dengan hasil usaha. Waldan . kesalahan yang muncul akan bisa dicari penyebabnya. uang dipecah ke dalam dua rekening bank. Anda tak akan bisa melihat laba yang diraih. memberi pelayanan delivery service. Jangan menunggu orang datang. 6. Jika tak membuat anggaran dan hanya tambal sulam.

Dia menghormati anak-anak. Paragraf terakhir pada tulisan tersebut agaknya mengena dan menggambarkan secara jelas bagaimana seharusnya seorang guru ideal: Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. bekerja keras. dia tidak pernah memihak. Dia menjelaskan pelajaran di papan tulis. Ibu guru Gao seperti ibu bagiku. hangat. sabar. mengapa tidak kita tanya saja anakanak tentang guru yang baik menurut mereka? EENET Asia menurunkan sebuah laporan tentang guru ideal dalam pandangan anak-anak di China dan Pakistan. . Dia memperlakukan tiap siswa dengan setara. tegas. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah. Dia selalu ³tanpa sengaja´ mengajukan pertanyaan atau membuat kesalahan agar kami dapat membetulkannya. Mereka memiliki kepribadian penyayang. Guru Shan selalu melucu dalam kelas menulis kami dan membuat kami sangat tertarik dalam pelajaran itu. Jika kami mengatakan sesuatu yang salah. Simaklah beberapa komentar anak-anak di China. luwes dalam perilaku. dia selalu memanggil mereka µaap¶. perbedaan antar anakanak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Jika seseorang tidak paham. Anak-anak di Pakistan berpendapat tentang guru yang baik: Guru kami tahu nama tiap anak. cara memperlakukan anak didik. tetapi pada anak! Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar. Dia mendengar semua masalah dan keluh kesah kami serta membantu kami menyelesaikan masalah. Tidak seberapa lama kemudian. ini adalah hal yang paling berharga tentang guru« Dalam kelas guru Chen. baik. tingkah laku. Sebagai murid. Dalam kebaikan hatinya. kami merasa santai dan hidup (bersemangat). saya mempelajari beberapa trik untuk menulis dengan baik. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum. Daftar tadi bisa jadi merujuk pada berbagai referensi² kesiapan materi. Tapi. Tanpa saya sadari. Dia bahkan akan berkata sambil tersenyum: ³Kesalahan Bagus! Kesalahan membantu kami menemukan masalah-masalah´. (aap adalah bentuk sopan µkamu¶ di Pakistan) Guru kami selalu memperhatikan tiap anak ketika mengajar. dan lain-lain²yang bisa jadi berbeda-beda bagi setiap orang. tidak menyalahkan kami. dia akan mendudukan anak itu disebelahnya dan menjelaskan lagi pelajaran itu. tetapi agaknya berlaku pula universal. daripada pusing menyusun berbagai macam kriteria.Bagaimana Menjadi Guru Ideal ? Seperti apakah guru ideal itu? Setiap orang bisa menyodorkan daftar panjang berisi kriteriakriteria untuk menjawab pertanyaan ini. serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. bahkan siswa yang paling pemalu mau mengangkat tangan dan menjawab pertanyaannya. saya jadi sangat suka menulis dan secara bertahap.

toleransi. kepedulian. Kemdiknas siap merevitalisasi pendidikan karakter tahun ini yang ditandai dengan akan diluncurkannya gerakan nasional PAUDNI-sasi. kasih sayang. pengayaan yang bisa ditambahkan. Kedua. Peningkatan 30% berikutnya terj adi pada usia 8 tahun. tanggung jawab. ada sembilan pilar karakter. tapi dikembangkan melalui pembelajaran.17 Maret 2011 | Laporan oleh aline Depok . Kemudian. ada pula K4 (kesehatan. amanah dan diplomatis. dengan melihat kembali kurikulum. Lalu. "Nilai ini tidak bisa diajarkan. menyempurnakan melalui kebijakan nasional.Pendidikan karakter yang baik adalah pendidikan yang dimulai sedini mungkin dalam keluarga. dan kerja sama. di Sawangan Depok. Ratna menyebutkan. kerapian dan keamanan). kejujuran. hormat dan santun. Dan ketiga." kata Ratna Megawangi. ada tiga pendekatan yang digunakan dalam pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. kreatif. monitoring. kerja keras dan pantang menyerah. Rabu (16/03/2011). (aline) . keadilan dan kepemimpinan. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam kesempatan yang sama mengatakan. percaya diri. Semua mata pelajaran adalah pintu masuk pada pendidikan karakter. kebersihan. dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua "Anak-anak menyerap semua hal pada saat berusia empat tahun. Pilar tersebut adalah cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya. baik dan rendah hati. cinta damai dan persatuan. dan itu adalah periode emas otaknya. pembicara tamu pada Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2011." katanya. Pertama. kedisiplinan dan kemandirian. Jawa Barat.

kreatif. sehat. akan tetapi mereka miskin aplikasi. 2003). kita merasa bahwa kita sedang membicarakan permasalahan yang kompleks dan sangat luas. pendidik/guru . ( UU Sisdiknas . Bagaimana pola dan tahapan pembelajaran CTL di sekolah ? 4. Tujuan Penulisan Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) pada pelajaran IPS . mereka pintar secara teoritis. fasilitas. dan lain sebagainya. Sesuai fungsi pendidikan nasional tersebut terletak juga tanggung jawab guru untuk mampu mewujudkannya melalui pelaksanaan proses pembelajaran yang mampu bermutu dan berkualitas. Apa perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional ? 3. Bagaimana aplikasi pembelajaran CTL pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS ) di Sekolah Dasar. berakhlak mulia. cakap. otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. manajemen pendidikan. Dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dijelaskan bahwa Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Salah satu masalah yang banyak dihadapi dalam dunia pendidikan kita adalah lemahnya kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan guru di sekolah. kuriku-lum. Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran Kontekstual (CTL) ? 2. Perumusan Masalah 1. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Ketika kita membicarakan tentang pendidikan. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas hanya diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi. Akibatnya banyak peserta didik yang ketika lulus dari sekolah. proses belajar mengajar. berilmu. Salah satu strategi yang dapat dipergunakan guru untuk memperbaiki mutu dan kualitas proses pembelajaran adalah dengan menerapkan strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning ( CTL ). Mulai dari masalah peserta didik.

Problem seperti ini membawa makna personal dan sosial bagi peserta didik. collaborating. instruction (sistem sosial tempat berlangsungnya mengajar dan belajar ). yaitu teaching (refleksi sistem kepribadian sang guru yang bertindak secara profesional).Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah : 1. BAB II PEMBAHASAN A. that is. Dalam penerapan CTL ada sejumlah strategi yang mesti ditempuh yaitu: Pertama. the system encompasses the following eight component: making meaningful connections. using authentic assesment. Teoritis : memberikan tambahan pengetahuan kepada pembaca tentang strategi pembelajaran kontekstual ( CTL ) 2. yakni membantu peserta didik menemukan makna (pengetahuan). social.. Dengan merujuk pada 4 (empat) konsep kunci yang saling terkait. To achieve this aims. Menurut Elaine B Johnson (2002) Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah : . reaching high standards. menggunakan konteks yang beragam. dan curriculum (sistem sosial yang berujung pada rencana untuk pengajaran ) maka dalam CTL guru berperan sebagai fasilitator tanpa henti (reinforcing). Peserta didik didorong untuk beraktivitas mempelajari materi pembelajaran sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya. and cultural circumstance. tempat . self-regulated learning. Pengertian Pembelajaran Kontekstual (CTL) Pada beberapa tahun terakhir ini pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pembelajaran yang banyak dibicarakan orang. peserta didik ditantang untuk berfikir kritis untuk memecahkannya. Berbeda dengan strategi pembelajaran lainnya Contextual Teaching and Learning (CTL) yang selanjutnya oleh penulis dalam makalah ini disingkat CTL merupakan strategi yang melibatkan peserta didik secara penuh dalam proses pembelajaran.. nurturing the individual. bermakna. Praktis : pembaca dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) pada mata pelajaran IPS. Makna itu ada di mana-mana dalam konteks fisikal dan sosial. Kedua. critical and creative thinking. learning (refleksi sistem kepribadian peserta didik yang menunjukkan perilaku yang terkait dengan tugas yang diberikan... Kutipan pengertian di atas menegaskan hakikat CTL yang dapat diringkas dalam 3 (tiga) kata yaitu makna. Dengan memuculkan problem yang dihadapi bersama. Guru membermaknakan pusparagam konteks (sekolah.an educational process that aims to help students see meaning in academic material they are studying by connecting academic subjects with the context of their daily lives. dan dibermaknakan. doing significant work.. masyarakat. pengajaran berbasis problem. with context of their personal.

Kedua. Peserta didik dilatih untuk kritis dan kreatif dalam mencari dan menganalisis informasi dengan sedikit bantuan atau malah secara mandiri. akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. dan memberi kesempatan kepada siswa untuk maju terus sesuai dengan potensi yang dimilikinya. dan sebagainya). Peserta didik dibiasakan saling belajar dari dan dalam kelompok untuk berbagi pengetahuan dan menentukan fokus belajar. Ketiga. mengejar standar tinggi. jaminan kerja. Kelima. . artinya CTL bukan hanya mengharapkan peserta didik memahami materi yang dipelajarinya. belajar melalui kolaborasi. Hal ini menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secara terpadu dan kontekstual. CTL mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan. mempertimbangkan keberagaman peserta didik baik perbedaan individual dan sosial. menggunakan penilaian autentik. akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Wina Sanjaya (2006) mengemukakan bahwa Contextual Teaching and Learning adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Keempat. sehingga tidak akan mudah dilupakan. Standar unggul sering dipersepsikan sebagai jaminan. sehingga makna (pengetahuan) yang diperoleh peserta didik menjadi semakin berkualitas. Pertama.kerja. Hal ini sangat penting agar materi yang dipelajari peserta didik tertanam erat dalam memori peserta didik. jaminan kepercayaan diri. Ketiga. memberdayakan peserta didik untuk belajar sendiri. CTL akan menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi. Ketujuh. Hal ini perlu didengungkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang kompetitif pada abad persaingan dewas ini (Elaine B Johnson : 2002) Hampir serupa dengan pengertian CTL di atas. jaminan menentukan masa depan. Keenam. CTL mendorong agar peserta didik dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Dari konsep tersebut ada 3 (tiga) hal yang harus difahami. artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Guru mengayomi peserta didik dan meyakini bahwa keberagaman dibermaknakan sebagai mesin penggerak untuk belajar saling menghormati dan membangun toleransi. artinya peserta didik dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar peserta didik hanya menerima pelajaran. baik jaminan lulus.

Adapun 7 (tujuh) asas tersebut adalah : 1. peserta didik belajar melalui kegiatan kelompok seperti kerja kelompok. 5. mencatat. Bertanya (Questioning). sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir. . Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik ditempatkan sebagai obyek belajar yang berperan sebagai penerima informasi secara pasif. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional peserta didik lebih banyak belajar secara individual dengan menerima. adalah proses membangun atau menyusun penge-tahuan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman. 7. Konstruktivisme.CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 (tujuh) asas. berdiskusi. Dalam hal tertentu guru bisa mendatangkan orang-orang yang dianggap memiliki keahlian khusus untuk memberikan atau membahas masalah tertentu sesuai dengan materi pembelajaran. Misalnya guru memberikan contoh kepada siswa. dan menghafal materi pelajaran. 2. artinya siswa berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. saling menerima dan memberi. 2. B. 3. Perbedaan tersebut antara lain : 1. Penerapannya dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. Penilaian nyata ( authentic assessment ) adalah proses yang dilakukan dengan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa. Masyarakat Belajar ( Learning Community) adalah proses kerjasama saling memberi dan menerima. 6. adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. apakah pengalaman belajar peserta didik memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan baik intelektual maupun mental siswa. Bertanya dipandang sebagai refleksi keingintahuan setiap individu. Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensional Terdapat beberapa perbedaan pokok antara CTL dengan pembelajaran konvensional yang berlaku selama ini. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL. 4. Permodelan ( Modelling ). Refleksi (reflection). Penilaian diperlukan untuk mengetahui apakah peserta didik benar-benar belajar atau tidak. adalah proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilaluinya. Inkuiri. CTL menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar. adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Dalam pembelajaran CTL. atau siswa yang telah menguasai kemampuan tertentu memberikan contoh kepada temannya di depan kelas. adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa.

siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. Pola dan Tahapan Pembelajaran CTL di Sekolah Untuk lebih memahami bagaimana mengaplikasikan CTL dalam proses pembelajaran di sekolah. Dalam CTL. dan lain sebagainya. penampilan. Dalam CTL. sedangkan dalam pembelajaran konvensional. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. maka terlebih dahulu penyusun menyam-paikan Pola pembelajaran CTL di sekolah. sedangkan dalam pembelajaran konvensional. Dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak terjadi. Tujuan akhir proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri. tindakan atau perilaku individu di dasarkan oleh faktor dari luar dirinya. 6. 7. oleh karena pengetahuan di konstruksi oleh orang lain. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata secara riil. sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman atau sekedar memperoleh nilai dari guru. sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak. sedangkan dalam pembelajaran konvensional kemampuan diperoleh melalui latihan-latihan. C. Dalam pembelajaran CTL.3. observasi. Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : . b. Untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan guru dapat melakukan langkah pembelajaran sebagai berikut : 1. pembelajaran bisa terjadi dimana saja dalam konteks dan setting yang berbeda sesuai dengan kebutuhan. sehingga setiap peserta didik bisa terjadi perbedaan dalam memaknai hakikat pengetahuan yang dimilikinya. 8. Pendahuluan a. 4. rekaman. pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. kemampuan didasarkan atas pengalaman. maka dalam CTL keberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara. tujuan akhir adalah nilai atau angka. wawancara. sedangkan dalam pembelajaran konvensional keberhasilan hanya diukur dari tes. tindakan atau perilaku dibangun atas kesadaran diri sendiri. misalnya individu tidak melakukan perilaku tertentu karena menyadari perilaku itu merugikan atau tidak bermanfaat. 5. Dalam pembelajaran CTL. Dalam CTL. Dalam CTL. misalnya dengan evaluasi proses. karena kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final. hasil karya siswa. 10. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. 9. Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa.

Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. Aplikasi CTL Pada Mata Pelajaran IPS Pada makalah ini penyusun mencoba menjelaskan juga tentang contoh aplikasi CTL pada mata pelajaran IPS untuk tingkat pendidikan SD kelas IV semester 2 dan tingkat pendidikan SMP/MTs kelas VII semester 1 sebagai berikut : 1. dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi Kompetensi Dasar 2. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek A. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) a. Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. Penutup a. 2. Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas a.3. 2. 2) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi. 3) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. b. D. b. Mengenal sumber daya alam. Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi di daerahnya. Peserta didik melaporkan hasil diskusi c. Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. b. Mengenal perkembangan teknologi produksi. Kelas IV . kegiatan ekonomi. c. Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat 2. dan transportasi serta pengalaman . semester 1 Standar Kompetensi 2. komunikasi. Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 3.2. Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek B.1) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik.1. dan seterusnya.

3) Guru menyediakan /memberikan format panduan pengamatan sesuai dengan materi pengamatan kelompok siswa. misalnya siswa 36 dibagi dalam 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6 orang. 2.4. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas dan kegiatan observasi yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik di lingkungan obyek pengamatan tersebut. 2) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan standar kompetensi yang harus dicapai yaitu Mengenal sumber daya alam. atau Koperasi Sekolah ) c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi yang telah ditentukan dengan mengisikannya pada format panduan yang telah disediakan guru. kelompok 5 dan 6 melakukan observasi ke obyek koperasi di sekitar sekolah ( KUD. . Inti Kegiatan di Lokasi (Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok. dan kemajuan teknologi di lingkungan kab/kota dam prov. Mengenal permasalahan sosial di daerahnya Contoh langkah pembelajarannya adalah : a. 2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Guru mengamati kinerja masing-masing kelompok dan membimbing apabila ada kelompok yang mengalami kesulitan. b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi. dan manfaat mempelajari dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi ke obyek aktivitas ekonomi di sekitar sekolah. Kegiatan di dalam Kelas ( setelah pengamatan selesai dilakukan ) 1) Peserta didik mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan kelompoknya masing-masing (dikusi kelompok). b. kegiatan ekonomi.menggunakannya. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi ke obyek sumber daya alam dan potensi ekonomi di sekitar sekolah. Koperasi Pegawai. 2) Guru memimpin pembukaan diskusi kelas dan menyampaikan peraturan dan tata tertib diskusi agar kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. 4) Guru membimbing siswa kembali ke kelas dengan tertib sesuai waktu yang ditentukan.

3) Guru mengatur jadwal waktu dan pembagian kelompok yang melaksanakan tugas presentasi hasil pengamatan. Pendahuluan 1) Guru menjelaskan kompetensi ³Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan´ yang harus dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran dan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari. Inti Lokasi pembelajaran : Di lapangan (Lokasi Obyek Pengamatan ) 1) Peserta didik melakukan observasi ke lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan pembagian kelompok tersebut. 2. 2) Guru menjelaskan pengertian manusia sebagai makhlug sosial (homo socius) dan makhlug ekonomi ( berusaha mencukupi kebutuhannya) 3) Guru menjelaskan prosedur pembelajaran CTL misalnya : a) Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah peserta didik. 3. 4) Guru melakukan tanya jawab sekitar tugas yang harus dikerjakan oleh setiap peserta didik. b. . 4) Peserta didik melaporkan hasil diskusi di depan kelas 5) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain c. Kelas VII . Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari a. Memahami usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan Kompetensi Dasar 3. b) Tiap kelompok ditugaskan untuk melakukan observasi di lingkungan sekitar sekolah.1. c) Melalui observasi peserta didik ditugaskan untuk mencatat berbagai hal yang ditemukan dalam kegiatan observasi tersebut. semester 1 Standar Kompetensi 3. misalnya kelompok 1 dan 2 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhluk sosial. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan. 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat tulisan atau rangkuman mengenai hasil observasi mereka. sedangkan 3 dan 4 melakukan observasi tentang manusia sebagai makhlug ekonomi. kelompok 5 dan 6 mengobservai tentang motif ekonomi manusia.2. 5) Guru mengamati kinerja siswa dalam kegiatan observasi untuk memastikan keberlangsungan proses pembelajaran dengan baik.

Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi nyata sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka.2) Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan di lokasi atau obyek pengamatan sesuai dengan alat observasi yang telah mereka tentukan sebelumnya ( untuk peserta didik pada tingkatan bawah dapat dibantu dalam menyiapkan alat observasi ) 3) Peserta dapat berkonsultasi dengan guru apabila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas observasi. 2. CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal. Kesimpulan Dari penjabaran mengenai Contextual Teaching and Learning (CTL) di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penutup 1) Dengan bantuan guru peserta didik menyimpulkan hasil observasi. . 2) Guru menugaskan peserta didik untuk membuat laporan hasil pengamatan dengan sistematika laporan yang baku. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. c. Lokasi pembelajaran : Di dalam Kelas 1) Peserta didik berkumpul dalam kelompok kecil dan mendiskusikan hasil temuan mereka sesuai dengan tugas masing-masing. akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan. 2) Peserta didik melaporkan hasil diskusi (kelompok besar) dalam kelas 3) Setiap kelompok menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh kelompok yang lain 4) Apabila mengalami kesulitan guru dapat menjembatani dan membantu agar terjadi interaksi antar peserta didik secara baik dan diskusi berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Dengan 2 (dua) contoh tersebut kita mendapatkan pemahaman bahwa CTL adalah pembelajaran tepat dan dapat diterapkan pada pelajaran IPS baik di SD maupun SMP/MTs dengan didukung kreatifitas dan kemauan guru dalam meningkatkan mutu pembelajarannya. 5) Guru menilai interaksi tanya jawab dan kerjasama antar kelompok untuk menilai secara kognisi maupun afeksi siswa dalam pembelajaran. Karena CTL menekankan pembelajaran dengan anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata.

Ada beberapa perbedaan antara strategi pembelajaran CTL dan konvensional yang membuktikan bahwa CTL lebih efektif dan mampu menjadi alternatif pilihan strategi pembelajaran yang diterapkan guru di sekolah. . 4. Saran Dengan pemahaman tentang Contextual Teaching and Learning (CTL) ini diharapkan guru mata pelajaran IPS dapat menerapkan strategi ini dalam melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah dan dapat lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas penguasaan materi pelajaran IPS siswa di sekolah yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagaimana tujuan dan fungsi pendidikan nasional. Diperlukan pola dan langkah pembelajaran CTL di kelas agar strategi CTL dapat diterapkan secara efektif dan sesuai materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diaplikasikan pada mata pelajaran IPS baik di tingkat pendidikan SD maupun SMP/MTs.3. B. 6. 5. Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan peserta didik di lapangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful