SAHABAT

Mirza dan Zacki merupakan sahabat baik. Mereka telah bersahabat sejak kecil, tapi suata hari ketika keluarga Zacki jatuh miskin, Mirza pun tak ingin lagi bersahabat dengan Zacki. Suatu siang ketika Zacki, Mirza, Hafiz, Gunawan dan Deni sedang berada di kelas untuk bersih-bersih sebelum pulang sekolah, Zacki dengan berat hati mengatakan kepada Mirza untuk membantunya. Karena menurutnya Mirza lah yang bisa menolongnya dan Mirza merupakan sahabatnya, malah yang terjadi adalah Mirza balik menghina Zacki. Zacki Mirza Zacki : Mirza, bisakah kau menolongku sedikit saja? : Apa? Menolongmu? Kau pikir kau itu siapa yang harus aku tolong? : Kenapa dengan mu Mirza? Bukankah kita sahabat? Masa kau sudah lupa dengan itu? Mirza : Sahabat? Maaf ya aku tidak punya sahabat seperti mu yang miskin. Aku hanya mau bersahabat dengan orang yang kaya. Hafiz Zacki Mirza : kenapa dengan kalian berdua? Sepertinya sedang bermasalah gitu. : Tidak ada apa-apa kok. Kita berdua baik-baik saja. Ya kan Mirza? : Baik-baik saja? Gini ya Hafiz, tadi si miskin ini meminta bantuan ke aku. Tapi sayangnya aku tak ingin membantu orang seperti dia. Mana dia ngaku-ngaku sahabat aku lagi? Ogah deh. «................( Zacki pun pergi karena mendengar perkataan Mirza seperti itu )«««..««««. Hafiz : Jangan begitu Mirza. Bukannya kau dan Zacki memang bersahabat dari kecil? Masa karna sekarang Zacki dan keluarganya jatuh miskin, kau tidak mau lagi bersahabat dengannya. Bukannya saat-saat seperti ini kau bisa tunjukan ke dia, kalau kau memang sahabatnya. Bukan malah meninggalkannya. Deni : Betul itu kata Hafiz. Seharusnya kau sekarang menyuport dia, bukan menghina dia seperti itu. Kasian kan dia. Gunawan Mirza : Betul itu. Sahabat seperti apa kau ini? : Kalian pikir siapa kalian yang berani-berani menasehatiku? Sok baik! Terserah aku dong mau berbuat apa. Urus saja diri kalian masing-masing. Deni : Kita bukannya bermaksud menasehati kamu atau sok baik. Tapi kita tidak mau persahabatan kamu dan Zacki berakhir seperti ini. Mirza : Halah itu bukan urusan ku dan juga kalian. ( Mirza pun langsung pulang )

keesokan harinya Mereka kembali masuk kesekolah seperti biasa. dengan tidak sengaja mereka bertemu dengan Zacki di pinggir jalan yang sedang mencari barang bekas. apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau tidak masuk 2 minggu ini? : (dengan Kaget) aku? Ya seperti yang kalian liat. Mirza hanya mau berteman dengan orang yang Kaya. Sedang ngapain dia? Bukannya masuk sekolah malah keliaran seperti itu. : Zacki. jadi aku mengalah saja untuk adikku. : Apa-apaan sih. . begitu-begitu Zacki itu sahabatmu. Hafiz : ia benar. : Apaan sih. Pada akhirnya ketika mereka berempat sedang dalam perjalanan kesekolah. orang tua ku tidak punya uang untuk membiayai aku dan adikku untuk sekolah. Deni Hafiz Zacki : sudahlah Mirza. Tapi satu hal yang akhirnya kita tahu. : Pantas apanya? : sudahlah jangan dibahas lagi. Pasti dia sedang mengais-ngais sampah. Bukankah selama ini dia yang selalu saja membela-bela Zacki ketika ada masalah? Hafiz : ya itu hanya dia yang tahu. Seperti tidak tahu saja kalian kerjaan orang miskin. mending kita pulang saja. : betul itu. Namanya juga orang miskin. Hafiz Deni : Hey bukannya itu Zacki? : ia benar itu Zacki. Hal ini pun terjadi selama 2 minggu berturut-turut. Sedangkan adikku masih mau sekolah.Gunawan : Setan apa yang merasuki anak itu? Bisa-bisanya dia berbuat begitu kepada Zacki. Ayo kita samperin saja dia. (Hafiz pun langsung menarik Mirza yang jalan di belakangnya dan sedang asyik dengan Iphone-nya) Liat itu? Apa yang sahabatmu lakukan? Mirza Gunawan Hafiz Zacki Mirza : haha« Pasti sedang mengais-ngais sampah. : aku bilang juga apa. tetapi tidak dengan Zacki. Deni Gunawan Deni Hafiz : Pantas saja. Kenapa kau tidak masuk sekolah lagi Zacki? : Begini. Biar adikku yang sekolah dan aku membantu orang tua ku untuk menyambung hidup.

Zacki : Tega sekali kau berkata begitu pada ku. Toh keluargaku memiliki banyak usaha yang menghasilkan banyak uang. Gunawan dan Deni : Betul itu.( mereka bertiga akhrinya melanjutkan perjalan ke sekolah )«««. Tapi sayangnya Mirza tidak terima dengan hidupnya yang miskin. Tapi itu merupakan pembelajaran bagi ku. : ya semoga saja. namun tidak dalam kehidupan . Hari itu merupakan hari terakhir mereka bertemu Zacki. (Zacki pun lari secepat mungkin meninggalkan mereka berempat dengan perasaan yang bercampur aduk) Hafiz : sudah puas kau menyakiti dia? ingat Mirza. Kalau kamu tidak mau bersahabat lagi dengan ku ya sudah itu tidak jadi masalah buat ku. dan ia beranggapan bahwa semua ini salah Zacki. Mulia apanya? Dia cuma mau cari muka tahu? kalian ini gampang sekali dibodohi sama dia. Keluarga ku tidak mungkin jatuh miskin seperti dia. tapi aku masih punya perasaan.kita Deni : ya betul itu. Keluarganya bangkrut karena ditipu oleh orang lain. Semoga hidupnya baik-baik saja. tapi jangan kau hina aku dengan katakatamu itu. Dan semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi dengan Zacki. Dan ketika semuanya telah terjadi. Terima kasih Mirza. «««.Gunawan Mirza : Mulia betul hati mu sobat. Dan tidak akan habis untuk 5 generasi. Aku memang sekarang sudah miskin. . suatu hari nanti kau juga akan merasa apa yang Zacki rasakan sekarang. Itu tidak mungkin. Mirza : haha. Memang terkadang kita harus menyadari bahwa ada orang tertentu yang bisa tinggal dihati kita. : haha. Haha ( sambil tertawa Mirza pun jalan meninggalkan mereka bertiga) Gunawan Hafiz : Sombong sekali itu anak. Mirza pun merasakan apa yang dulu Zacki rasakan. Satu lagi. aku tidak pernah menyesal pernah berkenalan dengan mu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful