UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang : a. bahwa menjadi berbangsa dijamin; b. bahwa demokratis, hakiki, dalam kehidupan bermasyarakat, pikiran berbangsa, dan dan bernegara yang yang sangat kemerdekaan unsur dan yang bernegara pers sangat yang merupakan penting salah untuk Pasal satu wujud kedaulatan rakyat dan

menciptakan kehidupan bermasyarakat, 28 Undang-undang Dasar 1945 harus

demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran

dan pendapat sebagaimana tercantum dalam

kemerdekaan diperlukan

menyatakan

pendapat sesuai dengan hati

nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang kesejateraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa; c. bahwa dan peranannya sehingga pers nasional opini sebagai dapat wahana komunikasi massa,

untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan

penyebar informasi, dan yang profesional,

pembentuk

harus

melaksanakan

asas, fungsi, hak, kewajiban,

dengan

sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers

harus mendapat

jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur

tangan dan paksaan dari manapun; d. bahwa pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial; e. bahwa Pokok 1967 sesuai f. dan Undang-undang sebagaimana dengan diubah Nomor telah 11 diubah Tahun 1966 21 tentang Tahun Ketentuan- ketentuan Nomor 1982 sudah 4 Tahun tidak

Pers dengan

dengan

Undang-undang

Undang-undang Nomor

tuntutan perkembangan zaman;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, dan e,

perlu dibentuk Undang-undang tentang Pers; Mengingat :

UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers

Page 1

memperoleh. menyiarkan. Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing. dan kantor berita. Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERS. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 2 . memiliki. media elektronik. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan.undang Dasar 1945. serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak. 2. 8. atau menyalurkan informasi. Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak. Pasal 27. dan Pasal 28 Undang. Pasal 5 ayat (1). dan segala jenis saluran yang tersedia. suara dan gambar. Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. 2.1. media elektronik. 3. media elektronik. serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan. 5. 7. suara. 4. mengolah. Pasal 20 ayat (1). yang dimaksud dengan : 1. atau media lainnya serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi. Penyensoran informasi yang adalah akan penghapusan diterbitkan secara atau paksa sebagian atau seluruh materi teguran atau disiarkan. gambar. atau tindakan UU No. menyimpan. 6. Kantor berita adalah perusahaan pers yang melayani media cetak. Organisasi pers adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers.

atau gambar yang tidak benar yang telah diberitakan oleh pers yang bersangkutan. 10. pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. 11. Hak Koreksi adalah hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers. 12. UU No. 2. baik tentang dirinya maupun tentang orang lain. dan supremasi hukum. 14. Hak Jawab adalah seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. dan kontrol sosial. HAK.peringatan yang bersifat mengancam dari pihak manapun. Kewajiban Koreksi adalah keharusan melakukan koreksi atau ralat terhadap suatu informasi. Kode Etik Jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan. Disamping fungsi-fungsi tersebut ayat (1). fakta. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. KEWAJIBAN DAN PERANAN PERS Pasal 2 Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi. Pembredelan atau pelarangan penyiaran adalah penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa atau melawan hukum. Hak Tolak adalah hak wartawan karena profesinya. dalam pelaksanaan kegiatan jurnalistik. FUNGSI. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 3 . keadilan. Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi. opini. pembredelan atau pelarangan penyiaran. data. 13. Pasal 4 1. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran. BAB II ASAS. serta memperoleh izin dari pihak berwajib. pendidikan. 2. untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakannya. dan atau kewajiban melapor. hiburan. Pasal 3 1. 9.

BAB III WARTAWAN Pasal 7 1. memperoleh. nasional berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak Pasal 6 Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. dan Hak Asasi Manusia. Pasal 8 Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Pers wajib melayani Hak Jawab. UU No. Pasal 5 1. Wartawan bebas memilih organisasi wartawan. Pers bersalah. mendorong terwujudnya supremasi hukum. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat.3. kritik. e. koreksi. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 4 . d. Pers wajib melayani Hak Tolak. memperjuangkan keadilan dan kebenaran. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. Wartawan memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik. 4. 2. serta menghormat kebhinekaan. melakukan pengawasan. dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. 3. Untuk menjamin kemerdekaan pers. wartawan mempunyai Hak Tolak. b. Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. akurat dan benar. c. pers nasional mempunyai hak mencari. 2.

minuman keras. Pasal 14 Untuk mengembangkan pemberitaan ke dalam dan ke luar negeri. alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan. setiap warga negara Indonesia dan negara dapat mendirikan kantor berita. c. Pasal 11 Penambahan modal asing pada perusahaan pers dilakukan melalui pasar modal. pers memberikan saham kesejahteraan dan atau kepada wartawan dan karyawan serta pers dalam kepemilikan pembagian laba bersih bentuk kesejahteraan Pasal 12 Perusahaan pers wajib mengumumkan nama. Pasal 10 Perusahaan bentuk lainnya. dan zat aditif lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. narkotika. Setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia. serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat. b. khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan. BAB V UU No. peragaan wujud rokok dan atau penggunaan rokok. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 5 .BAB IV PERUSAHAAN PERS Pasal 9 1. Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. Pasal 13 Perusahaan iklan dilarang memuat iklan : a. psikotropika. yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama. 2.

dan pemerintah. 7. Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pers dipilih dari dan oleh anggota. pimpinan perusahaan pers yang dipilih oleh organisasi perusahaan pers. UU No. dibentuk Dewan Pers yang independen. b. memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers. b. 5. menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik. memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan. f. ahli di bidang pers dan atau komunikasi. Anggota Dewan Pers terdiri dari : a. 4. d. perusahaan pers. b. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 6 . organisasi pers.DEWAN PERS Pasal 15 1. c. bantuan dari negara dan bantuan lain yang tidak mengikat. mengembangkan komunikasi antara pers. 6. 3. mendata perusahaan pers. melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers. wartawan yang dipilih oleh organisasi wartawan. c. e. Sumber pembiayaan Dewan Pers berasal dari : a. masyarakat. Keanggotaan Dewan Pers sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) pasal ini ditetapkan dengan keputusan Presiden. tokoh masyarakat. Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional. Keanggotaan Dewan Pers berlaku untuk masa tiga tahun dan sesudah itu hanya dapat dipilih kembali untuk satu periode berikutnya. dan bidang lainnya yang dipilih oleh organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. 2. Dewan Pers melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut : a. c.

500. Kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat berupa : a. Memantau dan melaporkan analisis mengenai pelanggaran hukum. 2.000.BAB VI PERS ASING Pasal 16 Peredaran pers asing dan pendirian perwakilan perusahaan pers asing di Indonesia disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 7 . Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2). serta Pasal 13 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp.00 (Lima ratus juta rupiah).000. UU No.000. BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 18 1. b. menyampaikan usulan dan saran kepada Dewan Pers dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas pers nasional.000. 2. 500. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.00 (Lima ratus juta rupiah). dan kekeliruan teknis pemberitaan yang dilakukan oleh pers. Masyarakat dapat melakukan kegiatan untuk mengembangkan kemerdekaan pers dan menjamin hak memperoleh informasi yang diperlukan. BAB VII PERAN SERTA MASYARAKAT Pasal 17 1.

Perusahaan pers yang diri sudah ada sebelum diundangkannya undang-undang ini. Perusahaan pers yang melanggar ketentuan Pasal 9 ayat (2) dan Pasal 12 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. Undang-undang Barang-barang (Lembaran mengenai berkala. majalah-majalah. surat-surat kabar harian. 2.000. Tambahan Lembaran 1982 tentang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun Negara Republik Indonesia Tahun Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1967 (Lembaran Republik Indonesia).3. Dinyatakan tidak berlaku. dan penerbitan-penerbitan UU No. 100. dengan ketentuan undang-undang ini dalam waktu wajib menyesuaikan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun sejak diundangkannya undang-undang ini. menyangkut ketentuan buletin-buletin.00 (Seratus juta rupiah). Tambahan Negara Republik Indonesia 21 Tahun Indonesia Nomor 1966 1982 1966 2815) yang telah diubah terakhir dengan Perubahan atas Undang-undang Pokok Negara tentang Nomor Ketentuan-ketentuan 52. Nomor 4 yang PNPS Indonesia Pasal Tahun Nomor 2 ayat 1963 tentang Pengamanan Terhadap Umum Negara Lembaran Cetakan Isinya Dapat (3) Mengganggu Ketertiban 23. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Pada saat undang-undang ini mulai berlaku : 1. Tambahan sepanjang Negara Republik Republik Indonesia Nomor 2533). 2. pers Dengan berlakunya undang-undang ini segala peraturan perundang-undangan di bidang yang berlaku serta badan atau lembaga yang ada tetap berlaku atau tetap menjalankan fungsinya sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan undang-undang ini. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 8 .000. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 1. Undang-undang Pers (Lembaran Lembaran Negara Undang-undang Nomor Republik Nomor 11 Tahun 1966 tentang Tahun Ketentuan-ketentuan Pokok Nomor 40.

ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 9 . UMUM UU No. Disahkan di Jakarta Pada tanggal 23 September 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 23 September 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA. SEKRETARIAT KABINET RI Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II PR Edy Sudibyo PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS I. ttd MULADI Salinan sesuai dengan aslinya.Pasal 21 Undang-undang mengetahuinya.

sangat penting untuk mewujudkan Hak Asasi Manusia yang dijamin dengan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor: XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dan dengan tidak memandang batas-batas wilayah". Fungsi maksimal itu salah satu diperlukan perwujudan kedaulatan rakyat dan merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. antara lain yang menyatakan bahwa setiap orang berhak berkomunikasi atas kebebasan memiliki dan memperoleh informasi sejalan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hak Asasi Manusia Pasal 19 yang berbunyi : "Setiap orang mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Pers yang memiliki kemerdekaan untuk mencari dan menyampaikan informasi juga kehidupan yang demokratis negara yang itu pertanggungjawaban kepada rakyat terjamin. dan untuk mencari. Pers yang meliputi media cetak. kewajiban dan peranannya. Dalam melaksanakan fungsi. Dalam sistem terwujud.Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 menjamin kemerdekaan berserikat dan berkumpul. karena itu dituntut pers yang profesional dan terbuka dikontrol oleh masyarakat. pers menghormati hak asasi setiap orang. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 10 . berbangsa dan bernegara yang demokratis. menerima. UU No. kolusi. dalam pendapat hal berhak ini termasuk kebebasan tanpa gangguan. oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pemantau media ( media watch) dan oleh Dewan Pers dengan berbagai bentuk dan cara. Agar pers berfungsi secara maksimal sebagaimana karena kemerdekaan pers adalah elektronik dan media lainnya merupakan salah satu sarana untuk diamanatkan Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 maka perlu dibentuk Undang-undang tentang Pers. Pers yang juga melaksanakan kontrol sosial sangat penting pula untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi. mengeluarkan dengan lisan pikiran dan dengan lisan dan tulisan. Kontrol masyarakat dimaksud antara lain : oleh setiap orang dengan dijaminnya Hak Jawab dan Hak Koreksi. nepotisme. maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya. serta keadilan dan kebenaran penyelenggaraan transparan berfungsi. media mengeluarkan pikiran tulisan tersebut. hak.

Kemerdekaan pers adalah kemerdekaan yang disertai kesadaran akan pentingnya penegakan supremasi hukum yang dilaksanakan oleh pengadilan. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 11 cetak pembredelan. atau penekanan warga pelarangan. dan media kegiatan atau pelarangan Siaran penyiaran tidak berlaku pada bagian elektronik. meningkat dengan tidak PASAL DEMI PASAL hak masyarakat untuk memperoleh informasi pelaksanaan jurnalistik diatur dalam ketentuan undang-undang yang . media dari berlaku. Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Cukup jelas Pasal 3 Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Perusahaan pers dikelola sesuai dengan prinsip ekonomi. agar kualitas pers dan kesejahteraan para wartawan dan karyawannya semakin meninggalkan kewajiban sosialnya. UU No. yang bukan merupakan adalah bahwa pers agar bebas dari tindakan pencegahan. II. dan tanggung jawab profesi yang dijabarkan dalam Kode Etik Jurnalistik serta sesuai dengan hati nurani insan pers. Ayat 2 Penyensoran. undang-undang ini tidak peraturan perundang- diatur ketentuan undangan lainnya. Pasal 4 Ayat 1 Yang dimaksud dengan "kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi negara" dan terjamin.Untuk mengatur menghindari ketentuan pengaturan yang sudah yang tumpang dengan tindih.

Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Tujuan utama Hak Tolak adalah cara agar wartawan dapat melindungi sumber-sumber sumber informasi. peradilan. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 12 . dengan menyampaikan informasi yang tepat. informasi. informasi. Hal ini akan mendorong ditegakkannya keadilan dan kebenaran. Pasal 7 Ayat 1 Cukup jelas UU No. serta diwujudkannya supremasi hukum untuk menuju masyarakat yang tertib. terlebih tidak menghakimi atau membuat kasus-kasus yang kepentingan kesimpulan kesalahan lagi untuk dalam proses pihak serta dapat mengakomodasikan yang terkait dalam pemberitaan tersebut. Pasal 5 Ayat 1 Pers masih semua Ayat 2 Cukup jelas Ayat 3 Cukup jelas nasional dalam menyiarkan seseorang. dengan menolak menyebutkan identitas dapat dibatalkan demi kepentingan dan keselamatan negara atau ketertiban umum yang dinyatakan oleh pengadilan. Hal tersebut dapat digunakan jika wartawan dimintai keterangan oleh pejabat penyidik Hak tolak dan atau diminta menjadi saksi di pengadilan. Pasal 6 Pers nasional mempunyai peranan penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mengembangkan pendapat umum. akurat dan benar.

berbangsa.Ayat 2 Yang dimaksud dengan "Kode Etik Jurnalistik" adalah kode etik yang disepakati organisasi wartawan dan ditetapkan oleh Dewan Pers. Pasal 8 Yang dimaksud dengan “perlindungan hukum” adalah jaminan perlindungan Pemerintah dan atau masyarakat kepada wartawan dalam melaksanakan fungsi. bonus. pemberian asuransi dan lain-lain. dan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. termasuk mendirikan sesuai kewajiban. peranannya Pasal 9 Ayat 1 Setiap bekerja berlaku. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 13 warga sesuai negara Indonesia Hak berhak Asasi atas kesempatan yang sama untuk dengan Manusia. Pasal 11 Penambahan modal asing pada perusahaan pers dibatasi agar tidak mencapai saham mayoritas dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 12 UU No. Ayat 2 Cukup jelas Pasal 10 Yang dimaksud dengan "bentuk kesejahteraan lainnya" adalah peningkatan gaji. Pers nasional mempunyai fungsi dan peranan yang penting dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat. hak. Oleh karena itu negara atau badan usaha dapat mendirikan perusahaan pers dengan membentuk lembaga untuk menyelenggarakan usaha pers. dan bernegara. Pemberian kesejahteraan tersebut dilaksanakan berdasarkan kesepakatan antara manajemen perusahaan dengan wartawan dan karyawan pers. perusahaan pers sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang .

Pengumuman tersebut dimaksudkan sebagai wujud pertanggungjawaban atas karya jurnalistik yang diterbitkan atau disiarkan. alamat.Pengumuman secara terbuka dilakukan dengan cara : a. sifat dan karakter media yang bersangkutan. media elektronik menyiarkan nama. dan penanggungjawabnya pada awal atau akhir setiap siaran karya jurnalistik. b. c. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 14 huruf dugaan d atas adalah pengaduan dari masyarakat sebagaimana dimaksud Hak Koreksi ayat yang berkaitan dengan Hak Jawab. dan penanggung jawab penerbitan serta nama dan alamat percetakan. pelanggaran . Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Cukup jelas Pasal 15 Ayat 1 Tujuan dibentuknya Dewan Pers adalah untuk mengembangkan kemerdekaan pers Ayat 2 Pertimbangan (2) dan Ayat 3 Cukup jelas Ayat 4 Cukup jelas Ayat 5 Cukup jelas UU No. media lainnya menyesuaikan dengan bentuk. media cetak memuat kolom nama. terhadap Kode Etik Jurnalistik. Yang dimaksud dengan "penanggung jawab" adalah penanggung jawab perusahaan pers yang meliputi bidang usaha dan bidang redaksi. dan meningkatkan kualitas serta kuantitas pers nasional. Sepanjang menyangkut pertanggungjawaban pidana pengamat ketentuan perundangundangan yangberlaku. alamat.

Ayat 3 Cukup jelas melaksanakan peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat ini dapat dibentuk lembaga atau organisasi pemantau media (media Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21 Cukup jelas Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 3887 UU No.Ayat 6 Cukup jelas Ayat 7 Cukup jelas Pasal 16 Cukup jelas Pasal 17 Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Untuk watch). maka perusahaan tersebut diwakili oleh penanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Pasal 12. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Page 15 . Pasal 18 Ayat 1 Cukup jelas Ayat 2 Dalam hal pelanggaran pidana yang dilakukan oleh perusahaan pers.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful