1

MAKALAH REVISI

DINASTI ABBASIYAH

Makalah Disajikan Dalam Forum Seminar Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam

Oleh:

ABDUL RAHMAN
NIM :

80100209002

Dosen Pembina

Prof. Drs. H. Saleh Putuhena Dr. H. Mustari Bosrah, M. A.

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2010
BAB I

2

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam adalah agama yang dibawa oleh Rasulullah SAW. dan disebarkan dijazirah Arab yang diawali dengan sembunyi-sembunyi. Setelah pengikut agama Islam telah banyak dari keluarga terdekat Nabi dan sahabat maka turun perintah Allah untuk menyebarkan Islam secara terang-terangan. Namun dalam penyebarannya tidak berjalan mulus, Rasulullah dalam menyebarkan Islam mendapatkan tantangan dari suku Quraisy . Islam disebarkan dan dipertahankan dengan harta dan jiwa oleh para penganutnya yang setia membela Islam meski harus dengan pertumpahan darah dalam peperangan. Setelah Rasullah wafat, kepemimpinan Islam dipegang oleh khulafaur Rasyidin. Pada perkembangannya Islam mengalami banyak kemajuan maju. Islam telah disebarkan secara meluas keseluruh wilayah Arab. Pada masa khulafaur Rasyidin Al-Quran telah dibukukan dalam bentuk mushaf yang dikenal dengan mushaf utsmani. Meskipun Islam telah berkembang’ namun juga banyak mendapat tantangan dari luar dan dalam Islam sendiri. Seperti pada masa khalifah Ali bin Abi Thalib banyak terjadi pemberontakan didaerah hingga peperangan. Salahsatu perang dimasa Ali bin Abi Thalib ialah peperangan Muawiyah dengan khalifah Ali bin Abi Thalib yang menghasilkan abitrase, sehingga Muawiyah menggantikan posisi Ali bin Abi Thalib. Dampak yang ditimbulkan dari abitrase ini adalah pengikut dari Ali bin Abi Thalib ingin membunuh Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah karena dianggap telah kafir

hanya Ali bin Abi Thalib yang berhasil dibunuh.3 dan halal dibunuh. maka penulis menetapkan rumusan masalah sebagai berikut . Pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah. Setelah kematian Ali bin Abi Thalib. Abbasiyah dinisbatkan kepada al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Bagaimana kemajuan-kemajuan Dinasti Abbasiyah ? 3. Rumusan Masalah Untuk menghindari meluasnya permasalahan. Dinasti Abbasiyah merupakan dinasti kedua dalam sejarah pemerintahan umat Islam. 1. Berdasar dari keterangan diatas. digantikan oleh pemerintahan dinasti Abbasiyah. Islam semakin berkembang dalam segala aspek hingga perluasan daerah kekuasaan. Dalam rencana pembunuhan ini. Apa sebab-sebab kemunduran Dinasti Abbasiyah ? . maka penulis tertarik untuk membahas sejarah terbentuknya pemerintahan Dinati Abbasiyah hingga mundurnya pemerintahan ini dalam bentuk makalah. maka berakhirlah masa Khulafaur Rasyidin dan berganti dengan pemerintahan Dinasti Umayyah dibawah pimpinan Muawiyah bin Abi Sofwan. Bagaimana proses terbentuknya Dinasti Abbasiyah ? 2. yaitu menyandarrkan khilafah kepada keluarga Rasul dan kerabatnya. Setelah pemerintahan Dinasti Umayyah. Berdirinya dinasti ini sebagai bentuk dukungan terhadap pandangan yang diserukan oleh Bani Hasyim setelh wafatnya Rasulullah SAW. B.

Dibubarkan Bagdad. Turkik Islam Monarki 750 1258 .4 ‫الخلفة العباسية‬ Kekhalifahan Abbasiyah ← 750–1258 Wilayah kekuasan terluas Bani Abbasiyah Ibu kota Bahasa Agama Pemerintahan Sejarah .Didirikan . Arab(resmi). Armenia Georgia Yahudi.

setelah menjalani hukuman kurungan karena melakukan gerakan makar. 2. 2003). Proses Terbentuknya Dinasti Abbasiyah Ketika dinasti Umayyah berkuasa Bani Abbas telah melakukan usaha perebutan kekuasaan. yang semuanya mengalami kegagalan. seperti Ali bin Abdullah bin Abbas.5 BAB II PEMBAHASAN A. cet. Sementara itu Ibrahim meninggal dalam penjara karena tertangkap.232 H/847 M).334 H/945 M). . setelah melakukan pembantaian terhadap seluruh Bani Umayyah. Muhammad serta Ibrahim al-Imam. 1 Abu Su’ud. para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Daulah Abbas menjadi lima periode: 1. 72. Barulah usaha perlawanan itu berhasil ditangan Abu abbas. disebut periode pengaruh Turki pertama. I. Khalifah itu dikenal liberal dan memberikan toleransi kepada kegiatan keluarga Syi’ah. Bani Abbas telah mulai melakukan upaya perebutan kekuasaan sejak masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) berkuasa. Islamologi.Periode Kedua (232 H/847 M . disebut periode pengaruh Arab danPersiapertama. h.1 Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik. meskipun belum melakukan gerakan yang bersifat politik. termasuk khalifah Marwan II yang sedang berkuasa. Gerakan itu didahului oleh saudara-saudara dari Bani abbas. (Jakarta: PT Rineka Cipta.Periode Pertama (132 H/750 M .

Abul Abbas Assafah dibai’at menjadi Khalifah yang pertama dari keluarga Abbasiyah di kota Kufah. Baru pada 750 M. dengan nama Hasyimiyyatul Anbar. pusat kekuasaan mereka. Semula keluarga Abbasiyah ini akan mengambil Damaskus menjadi ibukota Khilafahnya. Periode ini disebut juga masa pengaruhPersiakedua. apalagi jauh dari Persia. masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. (27 Dzulhijjah 132 H. yang sekaligus menjadi peringatan bagi Kakek Bani Abbas. dan dekat dari batas Imperium Romawi Timur yang mungkin membahayakan daulatnya yang masih . (30 Oktober 749 M.Periode Keempat (447 H/1055 M . masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. yaitu Hasyim. tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Baghdad dandiakhiriolehinvasidaribangsamongol Pada tanggal 13 Rabi’ul Awwal 132 H. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljukagung). namun karena disana masih banyak pengikut keluarga Bani Umayyah. Tidak lama kemudian Abul Abbas Assafah pindah ke Hirah.590 H/l194 M). kemudian ke Anbar dan kota ini kemudian dijadikan sebagai ibukota Khilafahnya. 5.Periode Ketiga (334 H/945 M . masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah.Periode Kelima (590 H/1194 M .6 3. Ketika itu Marwan bin Muhammad masih hidup.447 H/1055 M).).656 H/1258 M).( Khalifah Umayyah yang terakhir itu menemui ajalnya dalam pertempuran dengan tentara Abbasiyah di Alfayaum (Mesir). 4.

sebut Abbasiyah merasa lebih berhak daripada Bani Umayyah atas kekhalifahan Islam. Orang Abbasiyah. Pidato itu diakhiri dengan ucapan: “Sayalah Assafah yang tidak gentar menumpahkan darah apabila perlu” Maksudnya berkata demikian ialah akan menegaskan kepada musuh-mushnya. Siasatnya itu dapat diketahui dari pidatonya yang pertama di Kufah. 144.7 sangat muda itu. . h. untuk mendirikan Dinasti Abbasiyah mereka mengadakan gerakan yang luar biasa melakukan pemberontakan terhadap Umayah. 2007). Maka dari itu lekat sekali gelar yang disandangnyayaitu‘Assafah’sangpenumpahdarah. khususnya keluarga Bani Umayyah. maka ia menjadikan kota baru itu sebagai ibukotanya. orang Umayah secara paksa menguasai khalifah melalui tragedi perang siffin. memuji penduduk Kufah karena kejujuran mereka membantu keluarga Bani Abbas menegakkan Daulatnya.I. karena perbuatan mereka merampas pangkatKhalifah. Dia mencela tentara Syam. SiasatAbulAbbasAssafah Selama masa pemerintahannya. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam cet.2 2 M. Oleh karena itu. Abdul Karim. sebab mereka adalah dari cabang Bani Hasyim yang secara nasab keturunan lebih dekat dengan Nabi. (Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. Dalam pidatonya itu ia menyatakan keutamaan keluarga Muhammad dan kejelekan Bani Umayyah. Assafah berusaha mengkokohkan sendi-sendi khilafahnya. Menurut mereka. bahwa barangsiapa yang berani menentang dia dan menghalangi Daulatnya. saat ia dibai’at. akan berhadapan dengan ujung pedang Assafah”.

Meskipun kedua dinasti ini berlatar belakang beragama Islam. 2003). 47. Merendahkan kaum muslimin yang bukan bangsa Arab sehingga mereka tidak diberi kesempatan dalam pemerintahan. Kinnisiri. 2.3 3 Musyrifah Sunanto. . dan daerah lainnya memberontak. terjadi bermacam-macam kekacauan yang antara lain disebabkan: 1.3 Dalam sejarah berdirinya daulah Abbasiyah. menjelang akhir Daulah Amawiyah I. Pelanggaran terhadap ajaran Islam dan hak-hak asasi manusia dengan cara terang-terangan. Jeruzalem. I (Bogor: Prenada Media. h. Sejarah Islam Klasik. akan tetapi dalam pergantian posisi pemerintahan melalui perlawanan yang panjang dalam sejarah Islam. 3. Penindasan yang terus menerus terhadap pengikut Ali dan Bani Hasyim pada umumnya. bukan Cuma itu saja Dia menggali kuburan para khalifah umayyah – kecuali Umar II – dan tulangtulangnya pun dibakar oleh karna itu.8 Pergantian kekuasaan dinasti Umayyah oleh Dinasti Bani Abbasiyah diwarnai dengan pertumpahan darah yaitu abu al abbas yang bergelar al saffah (penumpah darah/peminum darah)dan mengeluarkan dekrit kepada gubernurnya bahwa semua tokoh-tokoh Umayyah yang berdarah biru dibunuh bahkan dia sendiri yaang banyak membunuh banyak rivalnya. Harran. cet. rakyat Damaskus.

h. c) Keurunan bangsa Persia pemimpinnya Abu Muslim al-khurasany. Sehingga dapatlah dikelompokkan masa daulah Abbasiyah menjadi lima periode sehubungan dengan corak pemerintahan. Sedangkan menurut asal. 48.5 Pada awalnya kekhalifahan Abbasiyah menggunakan Kuffah sebagai pusat pemerintahan. Bani Buwaihi. 5 Ibid. . Yaitu Bani Abbas. Dengan terbunuhnya Marwan mulailah berdiri Daulah Abbasiyah dengan diangkatnya Khalifah pertama.usul penguasa selama masa 508 tahun daulah Abbasiyah mengalami tiga kali pergantian penguasa. Abdullah ibn Muhammad.9 Oleh karena itu. dan 4 Ibid. Mereka memusatkan kegiatannya di Khurasan. b) Keturunan Abbas (Abbasiyah) pemimpinnya Ibrahim al-Iman. Abu ja’far al-Mansur (754-775) memindahkan pusat pemerintahan kebaghdad. pada tahun 132 H/ 750 M tumbanglah Daulah Amawiyah dengan terbunuhnya Marwan ibn Muhammad. Khalifah penggantinya. dengan gelar Abu al-Abbas al-Saffah. Khalifah terakhir. Gerakan ini menghimpun4. a) Keturunan Ali (Alawiyin) pemimpinnya Abu Salamah. dengan Abu as-Saffah (750-754 M) sebagai Khalifah pertama. Dengan usaha ini. logis kalau Bani Hasyim mencari jalan keluar dengan mendirikan gerakan rahasia untuk menumbangkan Daulah Amawiyah. pada tahun 132-136 H/ 750754 M. Daulah Abbasiyah mengalami pergeseran dalam mengembangkan pemerintahan.

10 Bani Seljuk. a. Adapun rincian susunan penguasa pemerintahan Bani Abbasiyah ialah sebagai berikut. Bani Seljuk . Bani Abas (750-932 M 1) Khalifah Abu AbasAs-Safak (750-754 M) 2) Khalifah Abu Jakfar Al-Mansur (754-775 M) 3) Khalifah Al-Mahdi (775-785 M) 4) Khalifah Al Hadi (775-776 M) 5) Khalifah Harun Al-Rasyid (776-809 M) 6) Khalifah Al-Amin (809-813 M) 7) Khalifah Al-Makmun (813-633 M) 8) Khalifdah Al-Mu’tasim (833-842 M) 9) Khalifah Al-Wasiq ( 842-847 M) 10) Khalifah Al-Mutawakkil (847-861 M) 11) …. a. Bani Buwaihi (932-107 5M) 1) Khalifah Al-Kahir (932-934 M) 2) Khalifah Ar-Radi (934-940 M 3) Khalifah Al-Mustaqi (943-944 M) 4) Khalifah Al-Muktakfi (944-946 M) 5) Khalifal Al-Mufi (946-974 M) 6) Dst … a.

yaitu Abu Jakfar al-Mansur (754-775 M). 73-74. hanya empat tahun. Dia memerintah dengan kejam. I. Pengembangan dalam arti sesungguhnya dilakukan oleh penggantinya. 7 Ibid.11 1) Khalifah Al-Muktadi (1075-1048 M) 2) Khalifah Al-Mustazhir (1074-1118 M) 3) Khalifah Al-Mustasid (1118-1135 M) 4) Dst …6 Adapun periodisasi dalam Daulah Abbasiyah adalah sebagai berikut : a. Periode Pertama (750-847 M) Sebagaimana diketahui Daulah Abbasiyah didirikan oleh Abu Abbas. h. h 74. Engan cara membersihkan semua teman rivalnya yang menjadi ancaman bagi kerajaan yang dibentuknya sehingga banyak terjadi pembunuhan dan pemerintahan di tegakkan dengan tangan besi. yang merupakan modal bagi tercapainya masa kejayaan Daulah Abasiyah. Ternyata dia tidak lama berkuasa. Abasiyah Kalau masih dasar-dasar pemerintahan Daulah Abasiyah ini telah diletakkan dan dibangun oleh Abu Abbas as-Safak dan Abu Jakfar al-Mansur. Islamologi. . Dikatakan demikian.7 Pada menekankan periode pada awal kebijakan pemerintahan perluasan Dinasti daerah. (Jakarta: PT Asdi Mahasatya. karena dalam Daulah Abbasiyah berkuasa dua dinasti lain disamping Dinasti Abasiyah. 2003 ). maka puncak keemasan dinasti 6 Abu Su’ud. cet.

sejak masa khalifah al-Mahdi (775-785 M) hinga Khalifah al-Wasiq (842-847 M).9 Pemberontakan masih bermunculan dalam periode ini. 79. kesulitan keuangan karena beban pembiayaan 8 Ibid . Ketiga. h. 78. seperti pemberontakan Zanj didataran rendah Irak selatan dan Karamitah yang berkuasa di Bahrain. Yang kedua. zaman keemasan telah dimulai pada pemerintahan pengganti Khalifah Al-Jakfar. Pertama. luasnya wilayah kekuasaan yang harus dikendalikan.12 ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya. terutama kesusasteraan pada khususnya dan kebudayaan pada umumnya…. Faktor-faktor penting yng menyebabkan kemunduran Bani Abas pada periode I adalah. dan mencapai puncaknya dimasa pemerintahan Harun Al-Rasyid. sementara komunikasi lambat. 9 Ibid. profesionalisasi tentara menyebabkan ketergantungan kepada mereka menjadi sangat tinggi. . h.8 b.khalifah Al-Mutawakkil (842-861 M) merupakan awal dari periode ini adalah khalifah yang lemah. Dimasa-masa itu para Khalifah mengembangkan berbagai jenis kesenian. Periode Kedua (232 H/ 847 M – 334H/ 945M) Kebijakan Khalifah Al-Mukasim (833-842 M untuk memilih anasir Turki dalam ketentaraan kekhalifahan Abasiyah dilatarbelakangi oleh adanya persaingan antara golongan Arab dan Persia pada masa Al-Makmun dan sebelumnya.

Periode Ketiga (334 H/945-447 H/1055 M) Posisi Daulah Abasiyah yang berada dibawaah kekuasaan Bani Buwaihi merupakan ciri utama periode ketiga ini. 11 Ibid . 80. Wasit. Setelah kekuatan militer merosot. h.10 d. Sementara itu bani Buwaihi telah membagi kekuasaanya kepada tiga bersaudara. Periode Keempat (447 H/1055M-590 H/1199 M) Periode keempat ini ditandai oleh kekuasaan Bani Seljuk dalam Daulah Abasiyah. Baghdad dalam periode ini tidak sebagai pusat pemerintahan Islam. 11 e. Akibatnya kedudukan Khalifah tidak lebih sebagai pegawai yang diperintah dan diberi gaji.13 tentara sangat besar. dan Ahmad menguasai wilayah al-ahwaz. lebih-lebih karena Bani Buwaihi menganut aliran Syi’ah. Periode Kelima (590 H/ 1199M-656 H / 1258 M) 10 Abu su’ud. Hasan menguasi wilayah bagian utara. paling tidak karena kewibawannya dalam bidang agama sudah kembali setelah beberapa lama dikuasai orang-orang Syiah. karena telah pindah ke Syiraz dimana berkuasaAli bin Buwaihi. Ali menguasai wilayah bagian selatan Persia. Kehadirannya atas undangan Khalifah untuk melumpuhkan kekuatan Bani Buwaihi di Baghdad. dan \Baghdad. khalifah tidak sanggup lagi memaksa pengiriman pajak kebaghdad. Keadaan Khalifah memang sudah membaik. Keadaan Khalifah lebih buruk ketimbang di masa sebelumnya. c.

Ma’mun. 13 M. Baik segi politik. sehingga masa dinasti Abbasiyah ini dikenal dengan “The Golden Age of Islam. ilmuwan. sebagaimana halnya dalam pemerintahan yang dipegang oleh dinasti Abbasiyah. op. Pada periode ini. ekonomi.14 Telah terjadi perubahaan besar-besaran dalam periode ini. Abdul Karim. Sempitnya wilayah kekuasaan khalifah menunjukkan kelemahan politiknya. Dinasti ini mempunyai kemajuan bagi kelangsungan agama islam. pada masa inilah tentara Mongol dan Tartar menghancurkan Baghdad tanpa perlawanan pada tahun 656 H/ 1256 M. 167 . dan budaya. Mereka merdeka dan berkuasa. cit. periodenya tercatat sebagai The Golden Age of Islam. 81. Khalifah Abbasiyah tidak lagi berada dibawah kekuasaan suatu dinasti tertentu. Khilafah di Baghdad yang didirikan oleh Saffah dan Mansur mencapai masa keemasannya mulai dari Mansur sampai Wathiq dan yang paling jaya adalah periode Harun dan puteranya. h. Dengan Harun tercatat buku legendaries cerita 1001 malam.13 12 Abu Su’ud. dan tokoh-tokoh penting dunia. tetapi hanya di Baghdad dan sekitarnya. Istana khalifah Harun yang identik dengan megah dan penuh dengan kehadiran para pujangga. Kemajuan-Kemajuan Dinasti Abbasiyah Dalam setiap pemerintahan pada khususnya tentu memiliki perkembangan dan kemajuan. h.12 A.

yaitu sejak masa alAmin. Pada masa ini.penguasa tertinggi sekaligus menguasai jabatan keagamaan. Yang pertama disebut juga wazir utama atau sekarang sama dengan perdana menteri yang dapat bertindak tanpa harus direstui khalifah. Ada dua macam wazir. kekuasaan dan . Disebut juga bahwa para khalifah tidak peduli dan mentaati suatu aturan atau cara yang tetapuntuk mengangkat putera mahkota. Pada saat para khalifah lemah. termasuk mengangkat dan memecat para gubernur dan hakim. jabatan penting diisi oleh seorang wazir yang menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang digariskan oleh hukum Islam untuk mengangkat dan menurunkan para pegawai. pemimpin sacral. Administrasi Sebelum Abbasiyah. Wazir adalah pelaksana non-militer yang diserahkan sang khalifah kepadanya.15 Adapun kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh dinasti Bani Abbasiyah ialah sebagai berikut : 1. namun pada masa abbasiyah orang non-arab mendapat fasilitas dan menduduki jabatan strategis. Khalifah sebagai kepala pemerintahan. yaitu wazir yang memiliki kekuasaan yang sangat tinggi(tafwid)dan wazir (tanfiz) yang kekuasaannya terbatas. dalam pemerintahan pos-pos terpenting diisi oleh Bani Umayyah notabene bangsa arab.

h.16 kedudukan wazir meningkat tajam. maka dimasa Abbasiyah kelima tersebut ditambah jumlahnya. mereka terbagi tugasnya sesuai dengan kondisi wilyahnya. (13) Diwan al-Tawqi’ (the Board Request). (5) Diwan al-Barid (Postal Department). yang disebut diwan. Kelima diwan ini pada era Abbasiyah ada penambahan diwan diantaranya. hanya mentaaati perintah khlifah saja. Sementara wazir tidak berkuasa penuh. harta. cit. Diwan al-Syurtha (Police Department). (9) Diwan al-Sawafi (the Board of Crown Land). 168-169. h. 168 15. Kelima kementrian tersebut ialah (1) Diwan al-jund (war of office).. (4) Diwan al_khatam (Board og Signet). (3) Diwan alRasal (Board of Correspondence).14 Kalau pada masa Umayyah terdapat lima kementrian pokok. . (10) Diwan al-Diya (the Board of States).15 Diwan-diwan aru yang dibentuk pada periode Abbasiyah. op. Kepala polisi disebut Sahib al-Surtha yang beda dengan zaman Umayyah. (8) Diwan al-Nafaqat (the Board of Expenditure). Tugas mereka paling utama adalah menjamin dan memelihara keamanan. antara lain. (7) Diwan al-Nazri fi almazalim (Appeals and Investigation Boars). (11) Diwan al-Sirr (the Board of Military Infection). Abdul Karim. (2) diwan al-Kharaj (Department of Finance).Ibid. (6)Diwan alAzimah(the Audit and Account Board). Dan. dan 14 M.

Pada umumnya. Untuk memperlancar proses 16 Ibid. yang menyebabkan mereka tidak begitu memberikan gambaran memadai tentang kehidupan sosial-ekonomi. pendapatan provinsi digunakan untuk provinsi dan sisanya di kirim ke pemerintah pusat.17 1. Aab-Mawali membawa dinasti ini kehilangan jati diri sebagai bangsa Arab menjadi bangsa majemuk.16 Dari diwan-diwan yang dibentuk memiliki tugas masingmasing dalam pemerintahan daulah Abbasiyah yang mempunyai peranan yang sangat penting. polisi biasa ada dibawah kendali muhtasib. lebih mengutamakan persoalan politik dibandingkan dengan persoalan lain. 170 . Demi kelancaran administrasi wilayah kekuasaan Abbasiyah dibagi dalam beberapawilayah administrasi yang dapat disebut provinsi dan masing-masing provinsi yang dikepalai seorang Amir yang melaksanakan tugas khalifah dan bertanggung jawab kepadanya. h. h. bahwa para sejarawan Arab lebih berkonsentrasi pada persoalan Khalifah Abbasiyah.17 nyawa masyarakat. Sosial Philip Khore Hitti. 169. 17 Ibid. Dengan adanya asimilasi. Khalifah yang mengangkat dan memecat atau memindahkan ke Provinsi lain. Sementara itu.

cit. yang semula didominasi oleh Persia dan kemudian oleh Turki. Maktabah Al- .20 18 M. pusat kegiatan Dunia Islam selalu bermuara pada masjid. 172 20 Hassan Ibrahim Hassan. orang Mawali dan anak-anak perempuan yang dimerdekakan. Dari segi pendidikan. 171 19 Ibid. hlm. Aristokrasi Arab mulai digantikan oleh hierarki pejabat yang mewakili berbagai bangsa. h. selir. Semasa dinasti Umayyah kegiatan dan aktivitas nalar ilmu yang ditanam itu berkembang pesat yang mencapai puncakya pada era Abbasiah. Tarikh Al-Islam (Kairo: Nahdhoh Al-Misyriyah..19 Sebelum Dinasti Abbasiyah. mulai menggantikan posisi mereka.18 2.18 pembaruan antara Arab dengan rakyat taklukan. akan tetapi era ini mengukur dengan gemilang dalam kemajuan peradaban dunia. dan kultur pada zaman ini bukan hanya identik sebagai masa keemasan Islam. ilmu pengetahuan termasuk science. 129. Saat unsur Arab murni surut. Pada Dinasti Abbasiyah inilah mulai adanya pengembangan keilmuan dan teknologi diarahkan kedalam ma’had. op. Kegiatan ilmiah Pada periode Abbasiyah adalah era baru dan identik dengan kemajuan ilmu pengetahuan. kemajuan peradaban. Masjid dijadikan centre of education. dan perdagangan budak terbukti efektif. abdul karim. lembaga poligami. h.

pada waktu itu dalam keadaan maju. mengalami kebangunan di segala bidang. . alMadaain. Mereka disamping sebagai wazir. Yang terbesar dan banyak berpengaruh pada mulanya ialah keluarga Barmak dan kemudian. Aliran ini telah berkembang dalam masyarakat terutama pada masa 21 Musyrifah Sunanto. Diakuinya Mu’tazilah sebagai mazhab resmi Negara pada masa Khalifah Ma’mun (827 M). kemudian ke anak dan cucu-cucunya. dikenal sebagai keluarga yang gemar pada ilmu pengetahuan dan filsafat. Mereka ini berasal dari Bactra. Fustat. terutama dalam bidang berbagai macam ilmu pengetahuan. yang condong kepada paham Mu’tazilah. Qayrawan. dan lain-lain. 54. Banyaknya cendekiawan yang diangkat menjadi pegawai pemerintahan dan istana para kahlifah Abbasiyah.19 Abad X Masehi disebut abad pembangunan daulah Islam. h. Alexandria. jaya dan makmur. Kairo.iyah dimana dunia Islam. teknologi dan seni..op. Duni Islam. cit. misalnya Mansur yng banyak mengangkat pegawai pemerintahan dan istana dari cendekiawan-cendekiawan Persia.21 Diantara pusat-pusat ilmu pengetahuan dan filsafat yang terkenal ialah Damaskus. juga menjadi pendidik anak-anak Khalifah. Jundeshahpur. Mu’tazilah adalah aliran yang menganjurkan kemerdekaan dan kebebasan berfikir kepada manusia. seperti jabatan wazir yang diberikn Mansur kepada Khalid ibn Barmak. mulai dari Cordon di Spanyol sampai ke Multan di Pakistan.

Selain itu semua. Adapun ilmu aqli seperti kedokteran. h. 174-175. cit. karena permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam semakin kompleks dan berkembang. . Karim.. Harun. yang banyak memajukan kegiatan intelektual dengan lebih menggunakan rasio baik dalam penerjemahan ilmu-ilmu luar maupun memadukan dengan ajaran Islam. olahraga. Manthiq. al-Hamra.20 awal Dinasti Abbasiyah. Cordova. Abdul. op. semasa Abbasiyah yang menandakan Islam memperoleh kemajuan disegala bidang. Inilah faktor utama jasa mereka memelihara Yunani dan selanjutnya dikembangkan melalui Kairo. 173 23 Ibid . h. dan Ma’mun adalah kutu buku dan sangat mencintai ilmu pengetahuan sehingga terpengaruh dalam kbijaksanaannya yang banyak ditujukan kepada peningkatan ilmu pengetahuan.23 Adapun ilmu yang berkembang pada masa Dinasti Abbasiyah terdiri dari perkembangan ilmu naqli (sumber dari Al-Qur’an dan 22 M. oleh karena itu perlu dibuka ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang. dan adab. ilmu angkasa luar dan ilmuilmu yang lain telah dimulai oleh umat Islam dengan metode yang teratur. khususnya ilmu-ilmu naqli eperti ilmu agama.22 Pribadi beberapa Khalifah terutama pada masa awal Abbasiyah seperti Mansur. bahasa. dan selanjutnya di transfer melalui pusat-pusat kegiatan ilmiah di Eropa Barat Daya seperti Seville. Kegiatan ilmiah dikalangan umat Islam.

25 Pada 832 M.24 3.21 Hadis) yaitu seperti ilmu tafsir. seorang penguasa. op. Abdul Karim. . seperti bahasa Sansekerta. dan lain lain. Suryani. pecinta ilmu yang memerintahkan kepada para cendekiawan Mesir atau yang tinggal di Mesir agar mereka menerjemahkan buku-buku tentang kedokteran. h. Sedangkan perkembangan ilmu aqli diantaranya ilmu kedokteran dan ilmu filsafat. ilmu fiqih. 24 Musyrifah Sunanto. Ma’mun mendirikan Bait al-HIkmah di Baghdadsebagai akademi pertama.serta pembukuan kitab-kitab hukum. bintang. Peran Pemerintah Pada masa kejayaan Islam banyak Khalifah mencintai dan mendukung penuh atas aktivitas mereka paling menonjol dan besar melalui penerjemahan yang merupakan kegiatan yang paling besar melalui penerjemahan yang merupakan kegiatan yang paling besar peranannya dalam mentransfer ilmu pengetahuan. ilmu hadis.. ilmu kalam. ilmu bahasa. Khalid ibn Yazid.. Demikian juga Khalifah Umar II menyuruh menerjemahkan buku-buku kedokteran kedalam bahsa arab. lengkap dengan teropong bintang. cit. Misalnya.ilmu tasawuf. 25 M. h. Mereka menerjemahkan dari buku-buku asing. cit. op. 175. dan kimia yang berbahasa Ynani ke dalam bahasa arab. atau Yunani kedalam bahasa arab yang telah dimulai sejak zaman Umayyah. 58-86.

mereka menulis hadis.. h. kemudian diangkat Hunain ibn Ishaq. dan melkukan tahqiq (pengeditan). 27 Ibid. Kemudian barulah abad ke-7 M.26 Sekitar akhir abad ke-10 m. Pada mulanya muncul dalam bentuk karya tulis yang ringkas. Pada masa inilah lahir karya-karya ulama yang telah tersusun rapi. dan 26 Ibid. h. Semasa Abbasiyah muncul ulama-ulama besar …27 Pada mulanya. Kepala akademi ini yang pertama adalah Yahya ibn Musawaih (777-857 M) murid Gibril ibn Bakhtisyu. Misalnya apa yang yang telah dilakukan oleh Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi dengan memisahkan aljabar dari ilmu hisab yang pada akhirnya menjadi ilmu tersendiri secara sistematis. . kegiatan kaum muslibukan hanya menerjemahkan. hasil kritik dan analisis itu memancing lahirnya teori-teori baru sebagai hasil renungan mereka sendiri. para lama memelihara dan mentransfer ilmu mereka melalui hafalan atau lembaran-lembaran yang tidak teratur. Dengan kepekaan mereka. analisis dan kritik yang disusun dalam bentuk bab-bab dan pasal-pasal. 176. bahkan mulai memberikan syarahan (penjelasan). dan lembaga penerjemahan. fikih. lalu dalam wujud yang lebih luas dan dipadukan dalam berbagai pemikiran dan petikan. tafsir. murid Yahya sebagai ketua kedua.22 perpustakaan.. 177.

178. 29 Ibid. Khalifah Abbasiyah tidak lagi berkuasa . Khilafah baru mengusir dan menyita semua harta kekayaannya. Berakhirnya kekuasaan Dinasti Seljuk atas Baghdad atau ditandai dengan meninggalnya mas’ud. Mereka merupakan para Ulama fikih yang paling agung dan tiada bandingannya di dunia Islam. Syafi’i. 159 . Abdul Karim. dan Eropa Barat Daya. h. disebelah timur sampai India dan perbatasan China. dan Ahmad ibn Hanbal. mazhab fikih yang ulung ketika itu. Setelah mengalami masa kejayaan. Internal Semasa Abbasiyah wilayah kekuasaannnya meliputi barat sampai samudera Atlantik. h.. Malik. 1. sebagai berikut. Afrika. cit.28 A.23 banyak buku dari berbagai bahasa arab dan menjadi buku-buku yang disusun secara sistematis. Sebab-Sebab Kemunduran Dinasti Abbasiyah Sejak abad ke-7 M bangsa Arab dengan cepat sekali menguasai satu persatu wilayah kemajuan dunia saat itu sampai mereka pernah menjadi penguasa yang sangat kuat dimana peta kekuatan Islam melebar sampai Asia. op. Dinasti Abbasiyah akhirnya mengalami kemunduran dan kehancuran. Diantara kebanggaan zaman pemerintahan Abbasiyah adalah terdapatnya 4 imam yaitu Abuu Hanifah..29 Adapun faktor penyebab kehancuran Abbasiyah. 28 M. Pada periode ini. diantaranya.

. 162. teluk Persia.. menyebabkan tidak cepat dapat informasi akurat apabila suatu daerah ada masalah. h. …30 Karena tidak adanya suatu sistem dan aturan yang baku menyebabkan sering gonta-gantinya putera mahkota dikalangan istana dan terbelahnya suara istana yang tidak menjadi keatuan bulat terhadap pengangkatan para pengganti Khalifah. h. Disamping itu. 31 Ibid. dan kemudian hari didorong oleh para Khalifah yang makin lemah dan malas yang dipengaruhi oleh kelompok-kelompok yang tidak terkendali bagi Khalifah. terjadinya banyak wilayah lepas dan berdiri sendiri. Wilayah kekuasaan Abbasiyah yang hampir sama luasnya dengan wilayah kekuasaan dinasti Mongol. istana.31 30 M.cit. tidak adanya kerukunan antara tentara. Seperti perang saudara antara Amin-Ma’mun adalah bukti nyata. 163. Ementara itu jauhnya wilayah-wilayah yang terletak di ketiga benua tersebut. . atau terjadi pemberontakan. Sebenarnya pasca Khalifah Ma’mun dinasti ini mulai mengalami kemunduran.24 dan diutara dari laut Kashpia sampai keselatan. Oleh karena itu. dan elit politik lain yang juga memacu kemunduran dan kehancuran dinasti ini. op. tidak mudah dikendalikan oleh para Khalifah yang lemah. Di samping itu. sistem komunikasi masih sangat lemah dan tidak maju saat itu. konflik. Abdul Karim.

32 Dalm buku yang ditulis Abu Su’ud33. Beban pajak yang berlebihan dn pengaturan wilayah-wilayah (Provinsi) demi keuntungan kelas penguasa telah menghancurkan bidang pertaniandan industri. terutama Arab. (2) terjadinya perselisihan pendapat diantara kelompok pemikiran agama yang ada. Saat para Wali. yaitu jihad. Disamping itu. 165 33 Abu Su’ud. . serta melalaikan salahsatu sendi Islam. 81. cit. dan Turki. dan lain-lain termasuk kalangan istana makin kaya. 32 Ibid. yang berkembang menjadi pertumpahan darah.. Dengan adanya independensi dinasti-dinasti tersebut perekonomian pusat menurun karena mereka tidak lagi membayar upeti kepada pemerintahan pusat. (3) munculnya dinastidinasti kecil sebagai akibat perpecahan social yang berkepanjangan. Amir. Persia. faktor yang penting yaitu merosotnya moral para Khalifah Abbasiyah pada zaman kemunduran. disisi lain meningkatnya ketergantungan pada tentara bayaran.. op. h. Sementara itu. dijsebutkan faktor-faktor intern yang membuat Daulah Abasiyah lemah kekudian hancur antara lain : (1) adanya persaingan tidak sehat diantara beberapa bangsa yang terhimpun dalam Daulah Abasiyah.25 Selain agama juga faktor ekonomi cukup dominan atas lemahnya sendi-sendi kekhalifahan Abbasiyah. (4) akhirnya terjadi kemerosotan tingkat perekonimian sebagai akibat dari bentrokan politik. rakyat justru makin lemah dan miskin. h.

setelah perundingan damai gagal. h.26 2. 166-167 35 Ibid. akhirnya Khalifah menyerah. Baik di wilayah Islam maupun di wilayah Mongol tersebut. Yaitu serangan Bangsa Mongol. Pembantaian massal itu menelan korban sebanyak 800. op. Iraq. h. Sekte.. 166. salahsatu faktor utama adalah gangguan kelompok Asasin yang didirikan oleh Hasan ibn Sabbah (1256 M) dipegunungan Alamut. Eksternal Disamping faktor-faktor internal. Abdul Karim. ada seorang pangeran keturunan Abbasiyah yang lolos dari pembunuhan dan meneruskan Khilafah dengan gelar Khalifah yang berkuasa dibidang keagamaan saja dibawah kekuasaan kaum Mamluk di 34 M. 000 orang. namun tetap dibunuh oleh Hulagu..34 Setelah beberapakali penyerangan terhadap Assasin akhirnya Hullagu. tentara Mongol mengepung kota Baghdad selam dua bulan. cucu Chengis Khan dapat berhasil melumpuhkan pusat kekuatan mereka di Alamut. Latar belakang penghancuran dan penghapusan pusat Islam di Baghdad. cit. .35 Ketika bangsa Mongol dapat menaklukkan Baghdad tahun 656/ 1258. Kemudian menuju ke Baghdad. anak cabang Syi’ah Isma’iliyah ini sangat mengganggu di wilayah Persia dan sekitarnya. ada juga faktor ekstern yang membawa nasib dinasti ini terjun kejurang kehancuran total. Setelah membasmi mereka di Alamut.

h. yaitu perpustakaan di Baghdad. maka hilanglah Khalifah Abbasiyah untuk selamnya. 81-82. Islam Di Kawasan Kebudayaan Arab. dengan demikian. cet.. dan yang paling menentukan adalah (2) sebuah pasukan Mongol dan Tartar yang dipimpin oleh Hulagu Khan. . op. 36 Ali Mutrodi.27 Kairo.36 Sedangkan faktor ekstern37 yang terjadi adalah (1) berlangsungnya Perang Salib yang berkepanjangan. yang berhasil menjarah semua pusat-pusat kekuasaan maupun pusat ilmu. 37 Abu Su’ud. (Ciputat: Wacana Ilmu: 1997 . 99. I.h. cit. Jabatan yang disandang oleh keturunan Abbasiyah dimesir itu akhirnya diambil oleh Sultan salami dan Turki Usmani ketika meguasai Mesir tahun 1517. Mesir tanpa kekuasaan duniawi yang bergelar sultan.

. dan pemerintah. Dinasti Bani Abbas atau khilafah Abbasiyah melanjutkan kekuasaan Bani Umayyah. dan budaya serta Khalifah yang berkuasa. Pada masa kuasa Dinasti Abbasiyah banyak kemajuan yang telah dicapai yaitu dalam bidang administrasi. sosial. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. Kesimpulan Setelah kita menguraikan masalah mengenai Dinasti Abbasiyah maka dapatlah kita mengambil suatu kesimpulan yaitu : 1. 2007). d 656 H (1258). dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah Al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn Al-Abbas. 3. Abdul Karim. sosial. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam cet.28 BAB III PENUTUP A. Selama dinasti ini berkuasa. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad SAW. h. ilmu pengetahuan.38 2.(Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. agama.dari tahun 132 H (750 M) s. DAFTAR PUSTAKA 38M. Kemunduran Dinasti Abbasiyah tidak terlepas dari banyak faktor yaitu faktor internal dan eksternal. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. 143.I.

Hassan Ibrahim. Hitti.29 Hassan. K. I (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.(Yogyakarta: Pustaka Book Publisher. M abdul. Sejarah islam pemikiran dan peradaban islam. bogor :prenada media. 2003 . islamologi ( jakarta:PT Asdi Maha Satya). Terj. cet.2005) Karim. cet. Philip.2007) Musrifah sunanto. Tarikh Al-Islam (Kairo: Maktabah Al-Nahdhoh AlMisyriyah. sejarah islam klasik. islam di kawasan arab (Ciputat wahana ilmu ) 2003 Abu suud. I. History Of The Arabs. 2003 Ali mutrodi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful