i

PEMBUATAN PAKAN BUATAN IKAN BANDENG

Oleh : Erik Sutikno DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA AIR PAYAU JEPARA

Diperbanyak Oleh:

PUSAT PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 2011

ii
SAMBUTAN

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya sehingga Materi Pembuatan Pakan Buatan Ikan Bandeng ini dapat diselesaikan. Materi Pembuatan Pakan Buatan Ikan Bandeng ini disusun agar dapat menjadi bahan acuan atau petunjuk untuk masyarakat perikanan khususnya pembudidaya ikan yang mempunyai masalah dalam menangani pakan ikan terutama mengatasi dan mensiasati mahalnya harga pakan buatan. Materi ini menguraikan tentang cara dan teknik pembuatan pakan buatan khususnya untuk ikan bandeng. Kami berusaha untuk menampilkan yang terbaik dan berharap bahwa informasi dalam Materi ini dapat bermanfaat bagi petambak khususnya dan dunia perikanan pada umumnya. Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan Materi ini sehingga dapat diselesaikan. Kami menyadari bahwa Materi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan sumbangan kritik serta saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kemajuan dunia perikanan yang lebih baik.

Jakarta,

November 2011

Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan

iii

DAFTAR ISI
SAMBUTAN …………………………..………………………………………….. DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………………………… DAFTAR TABEL …………………….……………………………………………………… I. II. PENDAHULUAN 2.1. 2.2. III. IDENTIFIKASI DAN PEMILIHAN BAHAN Bahan Baku Nabati …………......................................................................... 3 Bahan Baku Hewani ................................................................................. 7 ii iii v vi

................................................................................................ 1

PENGHITUNGAN FORMULASI PAKAN 3.1. Pengetahuan Gizi ........................................................................................ 12 3.2. Metoda Menghitung Kebutuhan bahan baku ………………………………. 14 PEMBUATAN PAKAN ......................................................................................... 20 PENGUJIAN MUTU PAKAN SECARA FISIK, KIMIAWI DAN BIOLOGIS ……… 26 PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PAKAN ................................................... 30

IV. V. VI.

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 34

............ 31 ...... 4. 5.................................. Mesin penepung dan tepung bahan baku pakan ........ 21 Pencetakan pelet dengan mesin sederhana dan pengeringan pelet ...................... 2................................ 22 Pengemasan pakan dalam karung berlapis plastik .... 3.................................................................................... 30 Penyimpanan pakan diatas falet .......................................... 20 Mesin pencampur bahan (mixer) dan pencampuran ..iv DAFTAR GAMBAR 1.............

........................ Kandungan Nutrisi Bungkil kedelai .............. 2........................... Kandungan Nutrisi Bungkil Kacdang Tanah ................ 7............................................... 8..................... Kandungan Nutrisi jagung ......................................... Kandungan Nutrisi tepung Keong Mas ................... 4 5 6 6 8 8 9 9 ............. Kandungan As....................................................... amino pada tepung keong mas dengan tepung ikan ............. 4........................ Kandungan Nutrisi Tepung ikan ................................ 5.............................................................................................................. 3..............................................................v DAFTAR TABEL 1................ 6........... Kandungan Nutrisi Dedak ........... Kandungan Nutrisi tepung darah ...........

Kelekap dan lumut sebagai pakan alami. Pakan buatan yang dibutuhkan harus mempunyai formula yang lengkap. PENDAHULUAN Dalam kegiatan budidaya ikan/udang. . mengandung bahan-bahan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan mempertahankan sintasan kultivan yang pada ahirnya dapat meningkatkan produktifitas dan keuntungan. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengadaan pakan buatan sangat besar bila dibandingkan dengan biaya produksi lainnya yaitu mencapai 50 – 60% dari total biaya produksi. selanjutnya sulit tumbuh sepanjang pemeliharaan. Pada teknologi tersebut pemberian pakan buatan merupakan keharusan yakni dua kali sehari dengan jumlah ± 5 % total biomas. pakan buatan merupakan salah satu faktor produksi yang penting untuk menunjang keberhasilan kegiatan tersebut. tumbuh hanya pada awal pemeliharaan. sehingga mampu menekan biaya operasional dan pembudidaya memperoleh pendapatan yang layak dari usahanya . baik pada tahap kegiatan pembenihan maupun pembesaran. Hal ini dapat diperoleh dari pakan buatan yang dibuat dengan cermat penyusunnya. meramu dan membuat pakan secara mandiri. Penerapan teknologi semi intensif maupun intensif adalah cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengenalan cara pembuatan pakan buatan pada kegiatan pelatihan/magang bertujuan agar peserta magang mampu memilih bahan .1 I. juga budidaya perikanan lainnya. diperoleh pakan murah berbasis bahan baku lokal. Kendala teknis yang dihadapi petani tambak bandeng adalah kesuburan tambak yang menurun. Kondisi ini dan perhitungan kandungan nutrien yang teliti dari bahan-bahan menyebabkan pertumbuhan ikan bandeng menurun dan tidak tumbuh.

. ikan mabuk dan strtess bahkan dapat menyebabkan kematian ikan/udang yang diperihara secara masal. cacing sutera. maka bahan baku seperti ini tidak dapat digunakan. Bahan baku yang mengandung racun dapat menghambat pertumbuhan. dan tersedia cukup melimpah tetapi kandungan gizinya buruk. Sebenarnya murah atau mahalnya bahan baku harus dinilai dari manfaat bahan baku tersebut. Pakan untuk hewan air (ikan/udang).2 II. Bahan baku tidak mengandung racun. walaupun dapat digunakan tetapi harganya mahal. Bahan baku harus tersedia dalam waktu lama. merupakan kelompok pakan yang tersedia secara alami maupun dari hasil kultur yaqng dikumpulkan. menjadi persyaratan penting. hal pertama yang harus dipertimbangkan ádalah persyaratan bahan baku pakan yaitu : 1. plankton. Pakan alami. Pakan alami yang berasal dari tumbuhan lumut sutera. Kualitas gizi bahan baku. 4. 3. Sebagai contoh tepung ikan harganya memang mahal tetapi bila dibandingkan dengan nilai kegunaannya terutama kandungan proteinnya yang tinggi dan kelengkapan asam aminonya maka penggunaan tepung ikan menjadi murah. dapat dikategorikan menjadi : 1. Bahan baku pakan tidak boleh bersaing dengan bahan makanan manusia. atau tersedia secara kontinyu. 2. 5. dan daun talas untuk ikan gurami. Contoh artemia. walaupun harganya murah. IDENTIFIKASI DAN PEMILIHAN BAHAN Dalam membuat pakan buatan untuk ikan/udang. dapnia. Harga bahan baku.

Jagung ini merupakan bahan baku pakan ternak dan ikan/udang. Bahan Baku Nabati. Jenis pakan inilah yang akan dikupas lebih mendalam. bahan baku jenis ini digunakan sebagai bahan baku pakan sumber energi. yaitu berupa cincangan ikan rucah dan langsung diberikan pada ikan. 15 – 25% limbah industri makanan dan selebihnya berupa hijauan. pakan ini dalam kondisi kering sehingga daya tahannya antara > 4 bulan. kandungan gizinya lengkap karena dibuat sesuai dengan kebutuhan. 2.9%) bahkan desifisiensi terhadap asam amino penting terutama lysine dan triptofan. fleke dan crumble. Diantara ke tiga warna tersebut yang banyak teredia dan diproduksi di Indonesia hanyalah jagung kuning. Bahan Baku. ada jagung warna putih dan jagung merah. Selain jagung kuning. karena kadar proteinnya rendah ( 8. Jagung Kuning. Pakan segar.3 2. Pakan buatan. a. pakan segar ini ketahanannya sangat rendah oleh karena itu perlu disimpan dalam freezer. merupakan pakan berbentuk pelet.1. berdasarkan sifatnya maka bahan baku dibagi menjadi 2 kelopok.Pakan. . dan sumber vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan. yaitu bahan baku nabati dan bahan baku hewani. Sekitar 70-75 % bahan baku nabati merupakan bici-bijian dan hasil olahannya. Bahan pakan nabati sebagian merupakan sumber energi yang baik.

02 % 3000 IU/kg 3. Seperti pada table 1: jika nilainya sama atau tidak jauh beda maka jagung tersebut dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan. Bawa jagung ke laboratorium untuk dianalisis kandungan nutrisinya 3.6 mg/kg Jagung sebagai sumber energi dengan kandungan serat kasar yang rendah dan sumber Xantophyll.9 % 3.5 % 3918 Kkal/kg 6. . Ambil jagung 100 gram sebagai contoh 2.0 % 8. Untuk mengetahui kualitas Petunjuk : 1.9 mg/kg 1. Bandingkan hasil analisis dengan table kandungan nutrisi.3mg/kg 3.4 Tabel 1. dan asam lemak yang baik jagung harus dilakukan uji labhoratorium .3 mg/kg 0. Kandungan Nutrisi jagung Nutrisi Bahan kering Serat kasar Protein kasar Lemak kasar Energi gross Niacin Calsium Fosfor Vitamin A Asam Pentotenat Riboflavin Tiamin Kuantitas 75 – 90 % 2.

walaupun lengkap tapi kuantitasnya tidak mencukupi kebutuhan ikan.6%. Dedak merupakan limbah proses pengolahan gabah.0% 13.6% 13. Tabel 2. atau 6 kali lebih besar dari pada jagung kering.5 b..0 mg/kg 3.1% 17% .8 mg/kg Kuantitas 91. Dedak halus. demikian pula dengan vitamin dan mineralnya. Kandungan serat kasar dedak 13. Kandungan asam amino dedak. dan tidak dikonsumsi manusia sehingga tidak bersaing dalam penggunaannya. merupakan factor pembatas.5% 0.0% 1890 kal/kg 0.0 mg/kg 22. Kandungan Nutrisi Dedak Nutrisi Bahan kering Protein kasar Lemak kasar Serat kasar Energi metabolis Calsium Total Fosfor Vitamin A Asam Pantotenat Riboflavin Tiamin 22. sehingga dedak tidak dapat digunakan berlebihan.

Kandungan Nutrisi Bungkil Kacdang Tanah Nutrisi Bahan Kering Protein Kasar Lemak kasar Serat kasar Energi metabolis Kandungan 91.5% 47.6 c. juga menentukan koalitas bungkil ini. proses pemanasan selama pengolahan berlangsung. pengolahan dan varietas kacang Sangay berpengaruh terhadap kandungan nutrisi.0% 12. Kadar metionin.0% 13.1% 2200 kal/kg . Yang menjadi factor pembatas pada penggunaan kedelai hádala asam amino metionin Tabel 3. edangkan bungkil kacang kedelai merupakan limbah dari proses pembuatan minyak kedelai. Koalitas bungkil kacang tanah ini tergantung pada proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak. triptopan. Kandungan Nutrisi Bungkil kedelai Nutrisi Protein kasar Energi metabolis Serat kasar Kuantitas 42 – 50 % 2825 – 2890 Kkal/kg 6% d. Bungkil Kacang Tanah Merupakan limbah dari pengolahan minyak kacang tanah atau loan lanilla. dan dapat lepas melalui pemanasan atau metoda lain. Bungkil kedelai. selain dari kualitas kacang tanah. Disamping itu.treonin dan lysin bungkil kacang tanah juga mudah tercemar oleh Namur beracun (Aspergillus flavus ) Tabel 4. Kacang kedelai mentah mengandung penghambat typsin.

karena ternyata sampai tertentu hijauan dengan protein tinggi dapat mensubstitusi tepunbg ikan. . Pengunaan minyak diperlukan pada pembuatan pakan ikan. kacang. yang hanya dapat diperoleh dari minyak. karena beberapa keunggulan inilah maka tepung ikan menjadi mal. Hijauan. yang bila akan digunakan harus diolah terlebih dahulu. Selain ketiga jenis daun tersebut beberapa jenis hijauan yang lain seperti . sehingga kandungan nutrisinya Sangay beragam.2. Tepung ikan. daun singkong. Hijauan yang dimaksdu antara lain azola. atau buangan yang tidak dikonsumsi oleh manusia. Tepung ikan merupakan pemasok lysin dan metionin yang baik. turi dan daun talas. Tepung ikan. dimana hal ini tidak terdapat pada kebanyakan bahan baku nabati. 2. Mineral kalsium dan fosfornya Sangay tinggi. Sebagai bahan campuran pakan. tidak mudah tengik dan tidak mudah rusak.6 % f. Minyak Nabati. terutama yang membutuhkan energi tinggi. eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan. selanjutnya ditepungkan. tapi pada umumnya berkisar antara 60-70%. berasal dari ikan rucah. Bahan Baku Hewani. Penggunaan minyak nabati yang biasanya berasal dari kelapa atau sawit pada umumnya berkisar antara 2. yaitu dikeringkan tetapi tidak sampai merusak warna. kini hijauan mulai dilirik kembali. atau sisa pengolahan industri makanan ikan.7 e. Minyak nabatai yang dipergunakan hendaknya minyak nabati yang baik. a.

BAik buruknya koalitas tepung darah ini Sangat tergantung pada penanganan dalam penampungan jangan sampai tercampur dengan kotoran.8 Tabel . Merupakan limbah dari rumah potong hewan. karena protein kasarnya tinggi.Tepung Darah. merupakan bahan baku local yang digunakan sebagai bahan alternatif dalam mensubstitusi tepung ikan. Nutrisi Protein kasar Serat kasar Kalsium Fosfor Kandungan 60 – 70% 1. Nutrisi Protein kasar Serat kasar Lemak kasarKalsium Kandungan 80 % 1. Walaupun demikian ada pembatas religi. Tabel 6. rendah kalsium dan fosfor pemakaian maksimum 5%.0% 3.0% 5. Kandungan tepung ikan dan tepung keong mas seperti table berikut .6 % 1.5 : Kandungan Nutrisi Tepung ikan. yang yang banyak dipergunakan oleh pabrik pakan. Kandungan Nutrisi tepung darah. .0% b.Tepung Keong mas Keong mas.6 % Kelemahan dari tepung darah adalah miskin isoleusin . c.

62 2. Kadar ini setara atau hampir sebanding dengan kadar protein yang dimiliki tepung ikan yaitu sekitar 65.05 % Laboratorium Fisika Kimia BBPBAP Jepara Tabel.4 4.89 2.65 %.68 % 11.35 5.1 3.88 1.83 3. tepung keong mas memiliki .16 1. 8.0 3.3 % 0.3 2. Dari segi kandungan asam amino.57 2.35 0.62 4.64 4.8 2.9 %.91 Tepung ikan Kebutuhan udang 5. Asam amino Tepung.9 Tabel 7.50 3. Kandungan Nutrisi tepung Keong Mas. 9.62 % 15. Kandungan asam amino pada tepung keong mas dengan tepung ikan.5 5.07 : Abidin 2006.4 5.6 4.43 2.53 4.76 3.0 Daging keong mas mempunyai kandungan protein sekitar 60.76 % 14.93 1.51 3. Keong mas Arginin Histidin Isolleusin Leusin Lysin Methionin Fenilalanin Treonin Valin Sumber 4. Nutrisi Protein kasar Lemak Abu Karbohidrat Kadar air Sumber : Kandungan 57.

Alat : .Identifikasi nama bahan baku pakan dan kesegarannya berdasarkan bentuk fisik. bungkil kedelai. Kandungan proteinnya sangat beragam mulai dari 30 – 80% Lembar Kerja. d. Identifikasi dan Pemilihan Bahan baku Pakan Buatan ( Praktikum) 1. Langkah kerja. tepung ikan tepung darah dll.Sendok plastik . 2.Beri nama bahan baku pakan pada sticker .Kertas sticker . Protein sel tunggal (Algae) Sebagai sumber protein.Tabel kandungan nutrisi bahan baku pakan . protein sel tunggal. . 3. sel tunggal dapat dijadikan sebagai alternatif sumber protein pengganti tepung ikan dalam formula pakan ikan.Ambil beberapa sendok bahan baku pakan simpan dalam Waskom / ember .10 kandungan asam amino yang tinggi sehingga tepung keong mas dapat dijadikan makanan dengan kualitas yang baik dan mampu manggantikan tepung ikan. dedal halus. Mengidentifikasi bahan baku pakan.perabaan.Mangkok plastik . tepung keong mas.Kain lap. a. . penciuman aroma . Bahan : Berbagai jenis bahan baku pakan seperti : jagung kuning. minyak nabati.Alat tulis. bungkil kacang tanah.

. pada laboratorium.Buatlah forum diskusi dalam masing-masing kelompok mengenai perbedaan atau persamaan hasilnya. . Membandingkan hasil analisis laboratorium. .Bandingkan hasilnya dengan tabel kandungan nutrisi bahan baku pakan. .Contoh bahan pakan dianalisis kandungan nutrisinya.11 b. untuk menentukan kelayakan bahan-bahan tersebut sebagai bahan baku pakan ikan.

menggantikan sel-sel yang rusak dan untuk tumbuh. ekskresi insang dan panas. 3. lemak. mineral dan air. Seperti halnya hewan lain. Pengetahuan Gizi. 2).12 III. sedangkan ikan omnivora berada diantara keduanya. urine. Ikan carnívora membutuhkan protein lebih banyak daripada ikan herbivora.. jenis dan umur ikan juga berpengaruh pada kebutuhan protein. hal ini disebabkan karena protein nabati terbungkus dalam dinding selulosa yang memang sukar dicerna. lebih sulit dicernakan dari pada protein hewani (asal dari hewan).. vitamin. Metabolisme standar. yaitu enrgi yang digunakan ikan untuk mencari makan. Selain itu. 3). mempertahankan posisi dll. Protein Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan/udang. Pada umumnya ikan membutuhkan protein lebih banyak daripada hewan ternak di darat (unggas. Energi yang dikeluarkan berkenaan dengan aktifitas system pencernaan. dan mamalia). yaitu energi yang digunakan ikan pada kondisi tidak bergerak pada air yang tenang. Energi yang hilang dari tubuh ikan sebagai faeses. Energi yang hilang sebgai panas sulit untuk diukur. ikan pun membutuhkan zat gizi tertentu untuk hidupnya yaitu untuk menghasilkan tenaga. dan optimum 30 -36%. .yakni : 1). Pada umumnya ikan membutuhkan protein sekitar 20 – 60%.1. karbohidrat. a. baik untuk pertumbuhan maupun untuk menghasilkan tenaga. Zat gizi yang dibutuhkan adalah protein. PENGHITUNGAN FORMULASI PAKAN. Aktifitas fisik sukarela. Protein nabati (asal dari tumbuhan).

asam linoleat dan asam linolenat. proses metabolismo dan mempertahankan keseimbangan osmosis. umur. Apabila ikan kekurangan vitamin. Lemak. maka gejalanya hádala nafsu makan hilang. e. pertumbuhan sirip kurang sempurna. mudah terserang bakteri. Kemampuan ikan untuk memanfaatkan karbohidrat ini tergantung pada kemampuannya untuk menghasilkan enzim pemecah karbohidrat (amilose) ikan karnivora biasanya membutuhkan karbohidrat sekitar 12 % sedangkan untuk omnivore kadar karbohidratnya dapat mencapai 50%. Asam lemak esensiil ini banyak terdapat di tepung kepala udang. kecepatan tumbuh bekurang. kondisi lingkungan dan suhu air. Vitamin. Kadar karbohidrat dalam pakan ikan. warna abnormal. Nilai gizi lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak esensiilnya yaitu asam-asam lemak tak jenmuh atau PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid) antara lain asam oleat. c. Kebutuhan ikan akan lemak bervariasi antara 4 – 18%.13 b. Kandungan lemak angat dipengaruhi oleh factor usuran ikan. gelisah. d. Karbohidrat Karbohidrat atau hidrat arang atau zat pati. Mineral yang penting untuk pembentukan tulang gigi dan . Kebutuhan akan vitamin Sangay dipengaruhi usuran ikan. berasal dari bahan baku nabati. dapat berkisar antara 10 – 50%. Mineral Mineral hádala bahan an organik yang dibutuhkan oleh ikan untuk pertumbuhan jeringan tubuh. cumi-cumi dll. keseimbangan hilang. pembentukqn lendir terganggu dll. kondisi lingkungan dan adanya sumber tenaga lain.

3. pada umumnya diberi garam dapur sebanyak 2%. . bahan-bahan ini cukup sedikit saja. Sebagai pelezat. Namur pada umunya. Sebagai antioksidan atau zat anti tengik dapat ditambahkan fenol.14 sisik hádala kalsium. tepung terigu dan tepung sagu. kalium. Yang palin g mudah adalah menggunakan metoda Bujur Sangkar. fluorine. natrium. seng. mineral-mineral itu didapatkan dari makanan. Makanan alami biasanya telah cukup mengandung mineral. beberapa macam mineral yang penting perlu kita tambahkan pada proses pembuatan pakan. Sebelum mulai menghitung harap diingat bahwa suatu bahan baku disebut bahan sumber protein apabila kadar proteinnya > 20%. boron. bahkan beberapa dapat diserap langsung dari dalam air. vitamin E. Beberapa bahan dapat berfungsi sebagai perekat seperti agar-agar gelatin. misalnya dengan menambahkan sumber energi. Metoda Menghitung Kebutuhan bahan baku. kanji. kobalt. vitamin C. aluminium. Sebagai contoh. perekat dan pelezat. Sebab pakan udang harus mempunyai ketahanan yang tinggi. dengan pemakaian maksimal 10% bahan perekat ini menjadi penting pada pembuatan pakan udang. fosfor. etoksikuin. diantaranya : antioksidan. klor.. sedangkan yang lainnya menyesuaikan. Untuk pakan ikan bandeng bahan perekat diberikan sekitar 5%. BHA dan lain-lain dengan pemnggunaan 150 -200 ppm. ada beberapa bahan tambahan dalam meramu pakan buatan. magnesium. tembaga. BHT.2.. arsen dll. Selain kandungan gizi. akan disiapkan pakan ikan mas dengan 27% protein. besi. Karena harga protein cukup mahal. maka yang pertama dihitung adalah protein . agar tidak cepat hancur dalam air. dari bahan dedak dan bungkil kedelai. Oleh karena itu.

8 Untuk membuat pakan ikan mas 27% protein sebanyak 100 kg. kepala udang 48.20 % Bungkil kedelai + T. Bungkil kedelai + tepung kepala Udang /2 Protein dedak + protein Jagung/2 = ( 44 + 48.8/39.5% x 100 = 47.jagung : 27.15 Bungkil kedelai 44 % 27% 27 .35 % 27 .265 kg : 27.2 = 18.15 = 54.2)/2 = 9.27 = 17.35 39.8 Dedal halus 8.53 % = 45.15 Bahan baku protein 17.47 % Jadi untuk membuat 100 kg pakan ikan dapat mencampur: .5 kg. kita harus mencampur Dedak Bungkil kedelai : 17/35.9.8 27 % Dedal halus + Jagung 9.5 kg Bila akan menggunakan lebih dari 2 bahan baku.35-27 = 21.2% 44 .35)/2 = 48.8 = 47. kelompokkan dahulu bahan baku basal (kadar protein < 20%) dan bahan baku protein (> 20%) di rata-ratakan dahulu setiap kelompok setelah itu dimasukkan ke metoda bujur sangkar.15 Sehingga : Bahan baku basal 21.2 + 10.2 = 17.2% 48.35/39. : 18.8.8/35.5% x 100 = 52.265 kg .35 % = ( 8.Dedak halus .0 35.8 = 52.

sepidol dan penghapus.10 3.735 kg Metoda ini dapat juga digunakan berdasarkan kebutuhan kalori. Bahan : Daftar kandungan gizi bahan baku.02 3.Bengkil kedelai .90 2.1 38. Alat : . hal ini dilakukan bila kita akan membuat pakan dengan kalori tertentu.3 0.735 kg : 22.Tepung kep Udang : 22. peserta pelatihan akan menghitung formulasi pakan untuk budidaya air tawar dan air payau.57 1. Pada kegiatan ini.16 . Lembar Kerja a.99 0 Kalsium (%) 0.0 Tepung jagung Tepung ikan Bungkil kedelai Dedal halus kapur . 2.7 0.Papan tulis. Menghitung Pakan ikan Bandeng Akan disusun formula pakan ikan bandeng dari 5 bahan baku dengan kandungan gizi sebagai berikut : Bahan Protein (%) 9 65 44 12 0 Energi Digestible Mcal/kg 1. langkah ke 2 adalah menguji kadar asam amino yang dapat dilaklukan di laboratorium.Kalkulator .Alat tulis dan penghapus . Lembar Kerja. Langkah diatas merupakan langkah pertama pada formulasi pakan. 1.

jagung + dedak 2 9 + 12 2 10.5 2 19.16 0 100 % Ca 0. Ikan dan kedelai adalah 3) Jadi untuk membuat 100 kg pakan ikan dibutuhkan masing-masing bahan sebagai berikut : Bahan T.78 81.65 38.Batasan : . jagung dan dedak adalah ( 24.84 22.54 2.Berat total campuran .16 0 100 .16 % T.5/44 ) : 2 = 22.5/44 ) : 2 = 27.96 ∑ : bahan (kg) 27.5 – 1. T.16 22. ikan + Kedelai 2 65 + 44 54.5 44 2) Sehingga untuk masing-masing bahan :   T.84 22.Total kalsium : 100 kg : 30 % : 0.5 30 24.84 % ( 19.5 kg Langkah kerja : 1).16 22.99 6.17 .84 27. jagung Dedak T.Total protein . Ikan T.00 129.84 27. Kedelai Kapur Total Komposisi (%) 27.5 T.

20 3.0 44.0 2.0 65.90 2. Menghitung formula pakan pembesaran udang .57 0 0 0 0 udang dari 8 bahan bahan baku dengan ka Dedak Tapioka Tepung ikan Tepung kedelai Vitamin C Vitamin B1 Vitamin B6 Aqua mix.0 0 0 0 0 Vitamin dan mineral total 5% Langkah-langkah : 1). Urutan pekerjaan sama dengan diatas.99 1. Batasan : Berat total 100 kg Total protein 35 % 12. .Akan disusun formula pakan ndungan gizi sebagai berikut : Bahan Protein (%) Energi Degestible Mcal/kg 1.18 b.

19 Lembar Latihan : Pilihlah B untuk pernyataan benar dan S untuk pernyataan salah 1). 2). B-S Ezim amilase ikan herbivora lebih banyak dari pada ikan carnívora. 4). . B-S Mineral yang berperan pada struktur ikan (tulang. 3). B-S Energi panas dipergunakan ikan untuk mempertahankan suhu tubuh agar selalu tetap. B-S Energi yang dikonsumsi ikan seluruhnya akan diubah menjadi panas dan produksi. gigi dan sisik) ádalah kalsium dan fosfor. 5). B-S Pada metoda bujur sangkar kadar gizi yang paling umum untuk dijadikan stándar ádalah kandungan protein dan energi.

1 Mesin penepung dan tepung bahan baku pakan . Penyimpanan Penurunan ukuran partikel dilakukan menggunakan mesin penepung yang disebut hamer mill. Mesin penepung ini dilengkapi dengan saringan sesuai ukuran partikel yang dikehendaki. Enam puluh tahun yang lalu pencampuran bahan baku pakan dilakukan di lantai gudang dengan menggunakan sekop. Proses pembuatan pakan secara berturut-turut adalah sebagai berikut : Penurunan ukuran partikel (penepungan) Pencampuran awal (pre mixing) Pelleting Pengemasan. 5 dan 8 mm.20 IV.5 . PEMBUATAN PAKAN Teknologi pembuatan pakan mengalami perubahan yang substancial dalam beberapa tahun terakhir. Selanjutnya pencampuran bebarapa bahan pakan menggunakan tangan. Gambar. Tetapi konsep dasar pencampuran tidak lepas dari pertimbangan “nutrisi yang berimbang”. biasanya ukuran saringan 2. kemudian pencampuran mekanis pencampuran kontinyu dan Sekarang pencampuran mengguynakan mesin yang dikontrol oleh komputer.

21 Dalam proses pembuatan pakan ikan terdapat 2 proses pencampuran. Setelah bercampur menjadi adonan siap dicetak menjadi pelet. semua komponen pakan.5 . bahan diaduk sampai merata agar pelet yang dihasilkan memiliki kualitas yang sama pada setiap butirnya. vitamin dan mineral-mineral yang esencial tapi diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit. Mesin pencampur bahan (mixer) dan pencampuran dengan tangan Pencetakan pelet menggunakan peralatan sederhana . Bahan-bahan yang berjumlah kecil (mikro ingrident) antara lain. Besar kecilnya ukuran pelet sangat tergantung ukuran lubang cetakan. sebagai contoh mesin pelet buatan lokal. sehingga diperlukan bahan pengisi yang berat jenisnya mendekati bahan-bahan mikro tadi. Pencampuran bahan dengan mesin sederhana dapat digunakan mixer pembuat adonan roti. 2 dan 3 mm. Pada peralatan sederhana ini semua bahan yang telah dicampur secara merata. selanjutnya ditambahkan air antara 25 – 30% atau bila bahan campuran bila . yaitu pencampuran bahan-bahan yang berjumlah kecil (pre mixing) dan pencampuran. pada umumnya 1. mesin giling daging dapat juga menggunakan mesin briket batu bara. Gambar 2.

Sendok kayu . Disimpaan dalam karung yang diberi lapisan plastik pada bagian dalam karung (iner). selanjutnya bahan dicetak Gambar 3.Mesin pencampur . Setelah dikeringkan pakan harus segera disimpan agar tidak mengalami kerusakan/ penurunan mutu.mesin pengering . panci/ember .Mesin Penepung .Mesin pencetak pelet . pengemasan.Timbangan .22 dikepal membentuk gumpalan tidak menjadi pelet.Wadah plastik. lekas hancur. Alat : .Mesin Pengayak . Lembar Kerja Akan dibuat pakan buatan untuk ikan lele dengan bahan baku seperti pada contoh (lembar informasi) 1). Pencetakan pelet dengan mesin sederhana dan pengeringan pelet Proses pengemasan pakan meliputi penimbangan. perekatan.Timbangan . pengkodean dan penjahitan.

Jagung kuning .) Penimbangan bahan baku .Hitung berapa jumlah bahan yang akan digunakan. Bahan : .Setelah digiling.Tampah dan kertas sticker.) Pencampuran bahan baku . bahan baku yang tertahan dapat dihaluskan kembali menggunakan mesin penepung.Untuk pakan ikan lele seperti contoh.Simpan dalam wadah plastik dan diberi nama/label yang jelas. 2). tepung ikan. Langkah kerja a.berapa % bahan yang akan digunakan.Timbanglah sesuai dengan kebutuhan . dapat diketahui .Campurlah bahan yang sedikit dahulu.kanji atau CMC(cagbony Metytil celulose).Kompor .23 .Sesuai dengan perhitungan terdahulu dalam lembar informasi.kapur . urutan pencapuran adalah : kapur.Simpan dalam wadah plastik dan beri nama yang jelas. 3). .Tepung ikan . c. dedak dan tepung jagung.Dedak . bila dalam praktikum ini akan dibuat 10 kg pakan (berat kering) . .) Penghalusan bahan baku . . kedelai. b. setiap bahan baku diayak agar ukurannya seragam. baru kemudian yang banyak .Bungkil kedelai .Setiap bahan digiling menggunakan mesin penepung .

e. selanjutnya pelet diangkat dan dikemas. sedangkan pabrik pakan skala rumah tangga. pada umumnya mesin pengering sudah terintegrasi dengan mesin pencetak. kemudian sedikit-sedikit campuran bahan-bahan.Ketahanan dalam air untuk ikan berbeda-beda. . prinsipnya adalah sama.Pengeringan pelet dibawah sinar matahari. . adonannya digiling terlebih dahulu. Sedangkan untuk pakan udang. pengeringannya dilakukan dengan tenaga surya. baru dikeringkan menggunakan masin pengering.Siapkan binder yang di masak dengan air. .) Pencetakan pakan . dilakukan pembalikan setiap 2 jam sekali.) Pengeringan pakan .Masukkan kedalam mesin pencetak. Untuk ikan mas. maka ketahanannya cukup 1 jam. . d. lalu dicetak dengan ukuran yang diinginkan. . sehingga berbentuk sepeti lem. baik berupa pelet.Untuk mencetak pakan.Pada pabrik pakan skala besar. .Apabila kadar air pelet kurang lebih 10% yang ditandai dengan mudahnya pelet dipatahkan tapi tidak hancur. flake atau remahan. nila dan ikanikan yang aktif pada saat diberi makan. harus lebih lama yaitu antara 2 – 3 jam sesuai dengan kebiasaan makannya. yaitu penambahan bahan perekat (binder) agar teksturnya kompak dan memiliki ketahanan dalam air untuk beberapa lama. .Campurlah dengan mixer yang tertutup.24 .Untuk pakan yang berbentuik flake.

B– S Metoda pencampuran pada proses pre-mixing dan mixing berbeda 2. melibatkan penimbangan. 5. apabila benar. terkadang tidak diperlukan air. B– S Pada proses pencetakan pelet. peran matahari sebagai sumber panas dapat diganti dengan lampu . B– S Apabila tidak memungkinkan. Pilih : B. mineral dan binder. pengemasan. 3. B–S Proses pengeringan pada pabrik pakan. 4. S. 1. pengkodean dan penjahitan. apabila salah. B– S Bahan yang jumlahnya sedikit (mikro ingredent) contohnya adalah vitamin. tetapi dalam bentuk uap panas. perekatan.25 Lembar latihan.

berdasarkan besar kecilnya ukuran butiran. waktu yang diperlukan mulai saat pelet menyentuh permukaan air sampai tenggelam di dasar. Pengujian daya apung. Kehalusan bahan baku. Daya tahan dalam air 4. Kekerasannya 3. Pelet yang baik harus mempunyai kekerasan yang tinggi. Untuk mengetahui tingkatan mutu pakan yang kita buat. PENGUJIAN MUTU PAKAN SECARA FISIK. yaitu kadar protein. dapat diuji dengan jalan menggiling ulang.26 V. kita lakukan dengan jalan menjatuhkan pelet kedalam air. Daya apung . lemak. karbohidrat. Kekerasan dapat diuji dengan memberi baban pada pelet sampai batas beban tertentu pelet akan hancur. kita dapat membedakannya menjadi sangat halus. abu. KIMIAWI DAN BIOLOGIS. Pengujian . b). agak kasar. Pengujian Kimiawi Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kandungan gizi dari pakan tersebut. Pengujian pelet secara fisik yaitu : 1. dilakukan dengan cara mengambil pakan . harus dilakukan pengujian. selanjuntnya merendam pakan dalam air dingin. Pengujian kualitas pakan dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu : a. adalah merupakan ukuran daya apungnya. Kehalusan bahan baku 2. dan biasanya berasal dari bahan baku yang cukup halus. Pengujian Fisik. serat dan kadar air. sangat kasar dll. Waktu yang diperlukan sampai saat pelet hancur merupakan ukuran daya tahan pelet tersebut. Pengujian ketahanan dalam air (water stability).

kimiawi dan biologis. tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. seperti jenis. c).Wadah plastik . Lembar Kerja.Seperangkat alat pengujian kimiawi . 1) Alat : .27 ini dapat dilakukan di laboratorium. karena akan semakin ekonomis. . Bahan : . Akan dilakukan serangkaian kegiatan dalam rangka pengujian mutu pakan secara fisik.Timbangan analitik.Pemberat . protein kasar. lemak kasar dan kandungan serat. semakin baik kualitas pakan. Untk mengetahui nilai konversi pakan perlu dilakukan dilakukan pengujian lapangan pada berbagai tipe percobaan. karena tidak hanya ditentukan oleh kualitas. 2). ukuran ikan. .Beberapa pakan komersial .Pelet ( buatan sendiri) . Pengujian Biologis Pengujian biologis sangat penting terutama untuk milihat nilai Konversi Pakan (Feed Conversion Ratio). Parameter yang diuji antara lain energi gross. kepadatan. kualitas air dll.Pengayak .Akuarium /wadah uji pengujian biologis. Nilai ini sebenarnya tidak merupakan angka mutlak.Daftar kandungan gizi pakan buatan endiri dan pakan komersial. Semakin kecil nilai konversi pakan.

amati terjadi. Pengujian Daya Apung .28 Langkah Kerja : Pengujian pakan secara fisik Kehalusan bahan baku . isi air hingga ½ nya . semakin besar nilianya semakin baik mutunya. halus.Masukan pelet tersebut kedalam gelas secara bersama-sama Hitung waktu yang diperlukan masing-masing pelet mulai tenggelam. amati yang terjadi .Ambil contoh pelet buatan sendiri dan pelet komersial. amati dan catat kapan saat pelet mulai hancur dan kapan saat pelet hancur seluruhnya.Timbang contoh pakan sebanyak 400 gram . Pengujian Kekerasan .Ambil pemberat 1 kg.Timbanglah pakan 5 gram .Ujilah kandungan nutrisinya ke laboratorium . . merupakan daya apung. letakkan diatas contoh pakan yang sama. letakkan diatas contoh pakan yang sama. taruh diatas meja . partikel diayak dalam 3 tingkatan.Ambil pemberat ¼ kg.Haluskan .Ambil pemberat ½ kg. letakan diatas contoh pakan tersebut. dan kasar. agak kasar. .Timbanglah pakan buatan sendiri dan 2 jenis pakan komersial.Untuk pengujian daya apung dapat digunakan gelas . yang Pengujian Kimiawi .Hitunglah persentase partikel halus terhadap kasarnya. .

Beri pakan sesuai kebutuhan ( 5% /hari) bobot biomass . Pengujian Biologis .29 .Bandingkan hasil analisis dengan daftar kandungan gizi yang tertera pada label. . Apa yang kita lakukan untuk melakukan pengujian secara keramik. .Siapkan hewn uji. Pengujian apa saja yang harus di lakukan 3. 5.Sampling berat dilakukan tiap 10 hari sekali. Sebutkan beberapa langkah dalam pengujian pakan secara fisik 4.Diskusikan mengapa terdapat persaman dan perbedaan. selama minimal 1 bulan. Mengapa pengujian secara kimiawi dan biologis labih mahal dari pada pengujian fisk . . Jawablah pertanyaan berikut : 1.Buatlah grafik pertumbuhan dari semua perlakuan dan bandingkan Lembar Latihan . sesuai kebutuhan misal 5 ekor/ aquarium masing-masing dilakukan pengulangan 3 kali. Mengapa kita harus melakukan pengujian terhadap pakan yang kita buat 2.

kualitas. bakteri dan jamur tidak dapat hidup pada kelembaban < 29% Gambar 4. untuk kapasitas besar dan kapasitas kecil dapat digunakan aluminium. mulai dari karung plastik. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN PAKAN Pengemasan pakan dimaksudkan untuk mempertahankan kualitas pakan.30 VI. kertas emen dan plastik tebal. organisme mikroskopis dan perubahan menyebabkan kehilangan bobot. Tiga hal yang pelru diperhatikan dalam proses penyimpaman. Wadah untuk pengemasan pakan sangat bervariasi. Kelembaban > 70% meyebabkan perkembangan serangga dan jamur pada pakan. Kehadiran serangga dipengaruhi oleh dua faktor : yaitu suhu dan kelembaban. resiko kesehatan dan ekonomis. Pengemasan pakan dalam karung berlapis plastik . yang akan serangga. yakni deterioratif. karena dengan pengemasan yang baik proses penurunan mutu pakan dapat ditekan.

Perubahan deteriratif pada bahan baku dan pakan hampir selalu terjadi. √ X Gambar 5. faktor yang mempengaruhi oksidasi lipid yaitu enzim. peroksida. Timbulnya panas 3). Faktor lingkungan (temperatur. hal ini sangat berhubungan dengan kandungan lipid/lemak pada pakan. Penyimpanan pakan diatas falet (√) benar..31 Dampak yang ditimbulkan serangan jamur pada pakan antara lain : 1). cahaya. yaitu oksidasi. Kehadiran erangga dan mikrorganisme. . Faktor-faktor yang mempengaruhi proses deteriratif adalah : 1). dan tanpa alas falet. (x) salah Ketengikan merupakan gabungan dari 3 proses. kelembaban. temperatur dan katalis dari logam berat. hematin. Naiknya kelembaban 4). Munculnya jamur kelopok aspergilus sp. kebersihan lingkungan dan rancangan bangunan) 2). hidrolisis dan pembentukkan keton. Produksi racun mycotoxin oleh jamur 2).

kantong semen dan goni Pakan (pelet) ikan/udang Langkah Kerja: 1. untuk dismpan dalam Lembar latihan : Beri tanda x pada jawaban yang paling benar. Keluar masuk barang/pakan 3). Lembar Kerja : 1. Karung plastik c. kantong semen d. Ukuran bantalan kayu dan posisi penumpukkan bahan/pakan. Timbang pelet ikan masing-masing sbanyak 1 kg kantong 2.32 Hal terpenting dalam penyimpanan bahan pakan dan pakan adalah : 1). 1). Simpan ditempat yang lembab 3. Bahan : Kayu bantalan (falet) : Bahan pengemas terbuat dari kantung plastik. karung terigu . Amati perubahan yang terjadi setiap minggu sekali Penampilan. ada jamur apa tidak. Yang bukan wadah pengemasan pakan ikan komersial a. Kebersihan ruangan 2). Karung goni b. Alat 2. Ada perubahan aroma atau tidak Perubahan temperatur ( timbul panas atau tidak) Berat pakan berkurang atau bertambah.

Proses rancidity d.33 2). Kehilangan kualitas c. Ketengikan 3). Resiko kesehatan d. Hidrolisis c. Pembentukan aldehida . Penambahan oksigen b. kecuali : a. Perubahan deteriratif c. Timbulnya panas b Kadar air di urara naik (kelemababan) c. Feses 4). Kehilangan yang terjadi dalam proses penyimpanan. kecuali : a. Kehilangan bobot b. Organisme mikroskospis b. Kadar air pada pakan naik (kelembaban) 5). Pembentukan keton d. Yang bukan kerusakan pada pakan akibat jamur adalah : a. Adanya fungi d. Kontaminasi serangga pada bahan pakan. Rancidity atau ketengikan merupakan rangkaian dari proses. yaitu : a.

Nutrisi dan Bahan Pakan ikan Budidaya. 2007. 2010. 2005. Anonim. 2004. Study And Analysis Of Feed and Nutrients For Sustainable Aquaculture Development : A country revew for Indonesia. Central Java-Indonesia.. Petunjuk Praktis Memproduksi Pakan Murah untuk Budidaya Ikan Air Tawar. IBM Suastika Jaya. Centre For Brackiswater Aquacultur Development Jepara. 2009. Yoyo W. Upaya Meramu Pakan Ikan Tanpa Minyak dan Tepung Ikan.id. Abidin Nur. Rina H.go.34 DAFTAR PUSTAKA Abidin Nur. Manajemen Pakan. . Nutrisi dan Formulasi Pakan Ikan. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air payau Jepara. Zaenal Arifin. Irma MH dan Yukisaya N. Balai Budidaya Air Tawar Jambi.dkp. Informasi Teknologi-http :/www. Departemen Kelautan dan Perikanan . Jepan nternational Cooperation Agency. Freshwater Aquaculture Development Project.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful