LEMPAR CAKRAM A.

Sejarah Lempar Cakram Berdasarkan cacatan sejarah bahwa lempar cakram adalah salah satu nomor atletik, hal ini dapat kita ketahui dari buku karangan Homerus yang berjudul “Odyssy” pada zaman purba. Dalam buku Odyssy tersebut menceritakan bahwa gerak gerakan dasar dari atletik adalah jalan, lari, lompat dan lempar yang telah dikenal oleh bangsa primitif pada zaman prasejarah. Bahkan dapat dikatakan sejak adanya manusia, gerak-gerakan itu dikenal. Mereka melakukan gerakan jalan, lari, lompat dan lempar semata-mata untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Didalam usaha ini mereka sangat tergantung dari efiiensi jasmaninya. Mereka yang kurang terampil, kurang tahan berjalan, kurang cepat lari, kurang tangkas melompat atau melempar akan mati karena kelaparan atau menjadi mangsa binatang buas bahkan mungkin menjadi korban bencana alam. Jadi sejak zaman prasejarah, ,manusia telah menyadari akan manfaat ketahanan berjalan jauh, kecepatan lari, ketangkasan melompat dan melempar. Sehingga ada sementara orang yang menganggap atletik adalah cabang olahraga yang tertua. B. Sejarah Lempar Cakram di Indonesia Berbicara masalah lempar cakram di Indonesia, kita tidaik bisa pisahkan dengan sejarah atletik. Karena lempar cakram adalah nomor atau bagian dari atletik. Jadi di Indonesia atletik termasuk lempar cakram dikenal lewat bangsa Belanda yang setengah abad lamanya menjajah Negeri Indonesia. Namun demikian atletik termasuk lempar cakram ini tidak dikenal secara luas. C. Panjang Lengan

Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa bentuk tubuh atau postur tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian prestasi yang maksimal (Soeharno H. peluru. dapat juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kekuatan. Ada beberapa hal mengenai lempar cakram yang akan diuraikan sebagai berikut : 1.(W. 1994 : 108). Standar yang digunakan untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran baja (Antropometer) yang diukur melalui pangkal persendian bahu yang paling atas sampai ujung jari tengah. karena panjang lengan akan memungkinkan dalam pencapaian prestasi yang maksimal.Panjang lengan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam olahraga khususnya lempar cakram. Lempar adalah olahraga dengan melempar (lembing. J. cakram). Disamping panjang lengan. Pengertian lempar cakram Untuk memahmi pengertian lempar cakram. P. terlebih dahulu kita memahami pemgertian lempar cakram. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa lengan adalah anggota gerak bagian atas mulai dari gelang bahu sampai ujung jari (Soedarminta. Poerwadarminta. 2. martil. Soeharno H. S. 1985 : 224). 1976 : 584). atau bahan lain yang bundar pipih yang dilemparkan. Jadi lempar cakram adalah salah satu nomor lomba dalam atletik yang menggunakan sebuah benda kayu yang berbentuk piring bersabuk besi. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa kekuatan lengan adalah kemampuan kelompok otot-otot lengan untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas (Drs. 1986 : 51). P. Sedangkan cakram sebuah benda kayu yang berbentuk piring berbingkai sabuk besi (Didi Sugandi. Tehnik-tehnik lempar cakram . 1985 : 8).

Peraturan dalam lempar cakram Lempar cakram harus dimulai dengan sikap berdiri seimbang dengan lingkaran lempar tanpa menginjak garis lingkaran. saat mulai berputar ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan kaki kiri itu pula badan meluncur ke arah lemparan. setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan segera diayun ke depan dan kaki kiri diayun ke belakang. b. setelah cakram lepas dari tangan kaki kanan melangkah ke depan berpijak dibekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang. sesaat kaki kanan mendarat kaki kiri dengan cepat pula diayum ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar. • Gaya belakang : Sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan sesaat akan berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang pandangan mulai melirik ke kiri. cakram diletakkan pada telapak tangan kiri (bagi pelempar yang tidak kidal) sedangkan telapak tangan kanan diletakkan diatas tengah cakram. Ada dua gaya dalam lempar cakram • Gaya samping : Sikap kearah permulaan sasaran. kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak.a. Cara memegang cakram Untuk memudahkan memegangnya. pada posisi melempar badan merendah lengan kanan di belakang pandangan ke arah sasaran. Pelempar tidak boleh meninggalkan lingkaran lempar . sesaat berdiri akan miring/menyamping memulai berputar lengan kanan diayun jauh ke belakang. sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung) selama berputar lengan kanan selalu di belakang. 3. keempat jari agak jarang (terbuka) menutupi pinggiran cakram (ruas jari yang terakhir menutupi cakram) sedangkan ibu jari bebas.

kemudian akan ditentukan 8 pelempar terbaik untuk mengikuti babak berikutnya (final).sebelum juri mengatakan sah posisi berdirinya melalui setengah lingkaran bagian dalam. kesempatan melempar sebanyak 6 kali langsung final. Faktor internal atau dari dalam atlet Kesehatan fisik dan mental yang baik Kita sebagai manusia terbentuk dari unsur jasmani dan rohani. Garis putih selebar 5 cm harus ditarik dari bagian atas lingkaran besi sepanjang 75 cm pada kedua sisi lingkaran. 4. Oleh karena itu kesehatan fisik harus selalu dijaga agar tetap dalam keadaan sehat. Lemparan akan diukur dengan lemparan yang ditarik dari bekas jatuhnya cakram yang terdekat ketepi dalam balok. tebal besi lingkaran lempar 6 mm dan harus dicat putih. keduanya memegang peranan penting dan tidak dapat dipisah satu dengan yang lainnya karena saling mempengaruhi. Ukuran garis tengah sebelah dalam lingkaran lempar adalah 2. Apabila fisik terganggu oleh suatu penyakit maka faktor fsikispun ikut terganggu. Lingkaran lemparan tersebut terbuat dari besi. aspal atau bahan lain yang kokoh tetapi tidak licin permukaannya bagian dalam harus datar lebih rendah 14 mm sampai 26 mm dari sisi atas tepi lingkaran. Bagian atasnya dipasang rata dengan tanah diluarnya. Bila peserta lomba 8 orang atau kurang. pemeliharaan dapat dilakukan dengan jalan pemeliharaan suasana lingkungan sehat sehingga pikiran cakram . Bagian dalam terbuat dari semen. baja atau bahan lain yang sesuai. maka peserta akan diberi hak melempar sebanyak 3 kali. Bila peserta lebih dari 8 orang.5 m. Dengan demikian faktor psikis.pelempar boleh menyentuh dinding bagian dalam dari balok batas lemparan tetapi tidak boleh menyentuh bagian atasnya. Faktor-fakor yang mempengaruhi prestasi dalam lempar a.

ditinjau dari fungsi lengan sebagai penahan. Latihan Latihan adalah suatu proses mempersiapkan organisme atlet secara sistematis untuk mencapai mutu. b. Sebab lengan yang panjang mempunyai jangkauan ayunan yang lebih jauh (Winarno surachman. Menunjukkan bahwa bukti akan kebenaran pendapat diatas. menentukan karena segala kegiatan dalm mencapai prestasi memerlukan pembiayaan yang cukup besar. pemegang dan sebagai alat lemparan terakhir dengan gaya lenting. Lingkungan keluarga Keluarga dapat dinyatakan sebagai suatu kelompok atau unit terkecil dari masyarakat yang didalamnya terdapat hubungan erat antara anggotaanggotanya. serta perasaaan tenteram dan sebagainya. 1992 : 20). Pelempar dengan lengan panjang akan lebih menguntungkan daripada berlengan pendek. Pengaruh panjang lengan terhadap prestasi lempar cakram Pengaruh lengan terhadap prestasi lempar pada umumnya sangat besar. Faktor-faktor eksternal (dari dalam atlet) 1.tetap jernih. meningkat dan berulangulang (Rusli Nursalam. 1990 : 19). 1985 Seorang yang mempunyai . Fungsi lengan dalam lemparan ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan otot lengan adalah kekuatan otot-otot atau kelompok otot untuk mengatasi suatu beban dalam menjalankan suatu aktivitas (Abdul Hamid Syeeh Nur. E. Oleh karena itu para Pembina olahraga khususnya pelempar cakram perlu kiranya memperhatikan postur atau bentuk tubuh merupakan salah satu faktor penentu dalam pencapaian preastasi yang maksimal (Soeharno HP. 1993 : 135). makin baik adanya. Makin tinggi dan besar pelempar cakram. terarah. 2. prestasi maksimal dengan diberi beban latihan fisik dan mental yang teratur. Orang tua dalam suatu keluarga mendidik anaknya secara kodrati dengan memberi dorongan.

tubuh yang lebih tinggi dan besar sudah jelas mempunyai jangkauan yang lebih jauh daripada yang mempunyai bentuk tubuh pendek yang pada gilirannya tidak akan mampu melempar yang lebih jauh. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful