P. 1
Studi Kasus Etika Profesional

Studi Kasus Etika Profesional

|Views: 932|Likes:
Published by Agus Kapi

More info:

Published by: Agus Kapi on Feb 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

Studi Kasus Etika Profesional & Risiko Audit dan Materialitas

Tugas Etika Profesi Akuntansi

Auditing

Studi Kasus Etika Profesional & Risiko Audit dan Materialitas

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kinerja suatu perusahaan merupakan salah satu dari faktor yang sangat mempengaruhi kesuksesan dari perusahaan itu sendiri. Pada umumnya pada setiap periode, suatu perusahaan atau organisasi melakukan pengukuran kinerja dari perusahaannya apakah semakin baik, tidak ada perubahan (stagnan) atau malah mengalami penurunan.

Dalam melakukan pengukuran terhadap kinerja perusahaan ada sebuah tindakan yang wajib dilakukan oleh setiap perusahaan atau organisasi. Salah satu dari tindakan tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan itu sendiri atau yang biasa kita kenal dengan istilah auditing.

Auditing merupakan salah satu faktor kunci bagi perusahaan atau organisasi dalam mengetahui kondisi yang dihadapi oleh perusahaan serta mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar permasalahan dapat terselesaikan. Selain itu, masih banyak lagi manfaat auditing bagi perusahaan maupun pihak-pihak yang berada di luar perusahaan seperti pemegang saham, kreditur, pemerintah, dan lain-lain.

Pemeriksaan yang dilakukan dapat dibedakan menjadi dua yakni, audit internal dan audit eksternal. Masing-masing memiliki tujuan serta manfaat yang dapat disesuaikan dengan keinginan klien maupun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan tersebut.

Di dalam makalah ini, akan saya uraikan secara lebih mendetail akan auditing sehingga diharapkan dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang lebih mendalam bagi pembaca khususnya bagi mahasiswa mengenai auditing serta hal-hal yang berkaitan dengan auditing.

BAB II

ISI

Auditing atau yang biasa kita kenal dengan pemeriksaan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh perusahaan. Auditing adalah pengumpulan serta pengevaluasian bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Dalam melakukan audit, seorang auditor haruslah independen dan menaati kode etik profesi yang berlaku. Begitu pula dengan pihak klien atau biasa disebut dengan istilah auditee, haruslah membantu auditor dalam memperoleh data maupun informasi yang dibutuhkan oleh auditor.

Auditor Kantor Pemerintah (General Accounting Office Auditors) di Indonesia disebut BPK yang bertanggung jawab kepada kongres. yaitu audit internal (internal audit) dan audit eksternal (external audit). 2. Pada umumnya kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan. mayoritas perusahaan besar lainnya serta banyak perusahaan berskala kecil dan organisasi non komersil.2 Jenis-jenis Auditor adalah : Kantor Akuntan Publik (KAP) yang bertanggung jawab pada audit atas laporan keuangan historis ( financial auditing) yang dipublikasikan dari semua perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham. 2. Sementara external audit dilakukan oleh pihak luar perusahaan yaitu Kantor Akuntan Publik (KAP). Mayoritas tanggung jawab auditor pemerintah sama dengan tanggung jawab dari akuntan publik. Internal audit dapat dilakukan oleh anggota dari pihak klien atau manajemen sendiri. Audit Kepatuhan adalah audit yang dilakukan untuk menentukan apakah klien (auditee) telah mengikuti prosedur.Auditing secara garis besar dibagi menjadi dua. tata cara. maupun dari pihak luar seperti kantor Akuntan Publik (KAP) atau yang berasal dari pemerintah. Audit atas Laporan Keuangan adalah audit yang dilakukan untuk menentukan apakah seluruh laporan keuangan (informasi yang diuji) telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu. . serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi.1 Jenis-jenis Audit antara lain yaitu : Audit Operasional adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan mengevaluasi efisiensi serta efektivitas prosedur serta metode tersebut.

dan Management review yang memberi penekanan pada efisiensi. standar auditing mewajibkan agar setiap laporan diberi judul dan dalam judul tersebut juga harus tercantum kata independen contoh Laporan Auditor Independen. ekonomisasi. Sehingga auditor intern dapat disebut juga sebagai auditor manajemen. Paragraf Pendahuluan (Pernyataan fakta) .Auditor Intern merupakan auditor yang dipekerjakan pada perusahaan untuk melakukan audit bagi manajemen.3 Laporan Audit Laporan merupakan hal yang sangat penting dalam penugasan audit karena laporan berfungsi mengkomunikasikan temuan-temuan auditor. Terdapat tujuh unsur laporan audit bentuk baku yaitu: 1. 2. Alamat Laporan Audit. Laporan audit adalah tahap akhir dari keseluruhan proses audit. program result auditing. dan performa pada suatu perusahaan. Judul Laporan. dalam laporan audit harus disertakan kemana laporan audit ini ditujukan. efektivitas. Tanggung jawab auditor intern (manajemen) amat beragam termasuk area lainnya di luar akuntansi. Agar para pengguna memahami laporan audit maka terdapat standar kalimat yang digunakan dalam laporan audit yang disebut juga dengan Laporan audit Bentuk Baku. pada umumnya laporan audit ditujukan kepada perusahaan atau pemegang klien. performance auditing. 3. 2. Mayoritas auditor intern terlibat dalam audit operasional (operational auditing).

Ketiga. Tanggal ini merupakan tanggal yang penting pula bagi para pengguna laporan karena tanggal tersebut menunjukkan kapan saat terakhir sang auditor masih bertanggungjawab atas peristiwa-peristiwa penting yang terjadi setelah laporan keuangan. yang merupakan identifikasi atau praktisi mana yang telah melaksanakan proses audit. Kedua. 5. tanggal yang tepat dicantumkan dalam laporan audit adalah tanggal pada saat auditor menyelesaikan prosedur audit terpenting di lokasi pemeriksaan. paragraf pendahuluan menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pelaksanaaan audit. 4. Paragraf Scope yang berisi pernyataan faktual tentang apa yang dilakukan auditor selama proses audit. 7. sehingga seringkali seluruh laporan audit dinyatakan secara sederhana sebagai pendapat auditor. Nama KAP. . Paragraf pendapat dinyatakan sebagai suatu pendapat/opini saja daripada sebagai suatu pernyataan yang mutlak atau sebagai suatu jaminan. 2. 6. Paragraf scope menyatakan bahwa audit dirancang untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Paragraf Pendapat. paragraf ini menyatakan laporan keuangan yang telah diaudit termasuk pencantuman tanggal neraca serta periode akuntansi dari laporan laba rugi dan laporan arus kas. Tanggal Laporan Audit.4 Etika Profesi Dalam melakukan audit diperlukan etika seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang auditor harus menaati kode etik profesi sehingga para auditor dapat menjunjung standar etika tertinggi.Paragraf pertama laporan menunjukkan tiga hal yaitu pertama membuat suatu pernyataan sederhana bahwa kantor akuntan publik telah melaksanakan audit. yang merupakan bagian terpenting dari keseluran laporan audit.

serta menunjuukkan komitmennya pada profesionalisme. para auditor haruslah dapat melayani kepentingan publik. Kepentingan Publik. Integritas. para auditor haruslah menunjukkan tanggung jawab profesionalnya dengan tingkat integritas tertinggi. serta pihak lainnya yang berkepentingan terhadap laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik. . menghargai kepercayaan publik. Jika profesional memiliki tanggung jawab utama untuk membela kliennya maka kantor akuntan publik walaupun dibayar oleh kliennya namun pertanggung jawabannya bukanlah terhadap klien yang telah membayarnya tersebut melainkan bertanggung jawab terhadap masyarakat. para pemegang saham. Terdapat perbedaan antara profesi akuntan publik dengan profesional lainnya. dimana prinsip-prinsip ini dalam kode etik AICPA dibagi menjadi enam prinsip yaitu: Tanggung Jawab. Kode etik ini terdiri dari empat bagian yaitu: Prinsip-prinsip Etika Profesi.Etika secara garis besar disebut dengan serangkaian prinsip atau nilai-nilai moral agar kehidupan masyarakat dapat berjalan secara teratur. Obyektivitas dan Independensi. dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional para auditor haruslah menjadi profesional yang peka dan memiliki pertimbangan moral atas seluruh aktivitas mereka. Alasan diperlukannya etika bagi kehidupan profesional adalah kebutuhan akan keyakinan publik atas kualitas layanan yang diberikan oleh profesi. Kode etik profesi AICPA merupakan standar umum perilaku yang ideal dan menjadi peraturan khusus tentang perilaku yang harus dilakukan. Begitu pula dengan seorang auditor yang harus memenuhi etika profesinya sehingga ia dapat memberikan keterpercayaan masyarakat terhadap sesuatu yang telah dilakukannya khususnya bagi para pengguna laporan keuangan. dalam melakukan audit seorang auditor haruslah mempertahankan obyektivitasnya dan independensinya baik dalam penampilan maupuun dalam kondisi sesungguhnya.

berisi peraturan-peraturan etika yang harus ditaati oleh para auditor dalam melakukan audit. berusaha meningkatkan kompetensi dan kualitas jasa yang diberikannya serta melaksanakan tanggung jawab profesinya sesuai dengan kemampuan terbaiknya. Lingkup dan sifat Jasa. auditor haruslah memperhatikan standar teknik dan etiika profesi. Independensi dapat diartikan sebagai suatu sikap dimana seseorang tidak berpihak kepada pihak manapun dalam melakukan tugas profesionalnya. kaidah adalah rangkaian penjelasan oleh komite eksekutif pada divisi etika profesional tentang situasi spesifik yang nyata. seorang auditor haruslah menyadari bahwa mempertahankan perilaku yang independen merupakan tanggung jawab mereka yang penting dan juga bagi para pemakai informasi tersebut agar memiliki kepercayaan terhadap independensi auditor tersebut. Interpretasi Peraturan Etika. Independensi dapat dibagi menjadi dua yaitu: . Kaidah Etika. Dalam praktek audit.Due Care. kebutuhan akan interpetasi peraturan Etika yang dipublikasikan timbul ketika terdapat beragam pertanyaan dari para praktisi tentang suatu peraturan spesifik. Peraturan Etika. Divisi etika AICPA menyiapkan setiap interpretasi berdasarkan pada consensus komite yang anggota utamanya tediri dari para praktisi akuntan publik. auditor haruslah memperhatikan prinsip-prinsip pada kode etik profesi dalam menentukan lingkup dan sifat-sifat jasa yang akan disediakannya.

yaitu pertama. Profesi merupakan jenis pekerjaan yang memenuhi beberapa kriteria. yaitu mempunyai keahlian untuk melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya. Gambaran seseorang yang profesional dalam profesi dicerminkan dalam lima dimensi profesionalisme. Selain independensi. Dalam pengertian umum. Seorang akuntan publik yang profesional harus memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat. Aturan atas hubungan keuangan mengambil hubungan perspektif penugasan dan mempersempit batasan atas kepemilikan dalam kllien untuk orang-orang yang bisa mempengaruhi audit.Independensi dalam Fakta Adalah sikap auditor yang benar-benar mempertahankan perilaku yang tidak bias dalam melaksanakan kegiatan audit. klien termasuk rekan seprofesi untuk berperilaku semestinya. pengabdian pada profesi dicerminkan dari dedikasi dengan . sedangkan profesionalisme merupakan suatu atribut individual yang penting tanpa melihat apakah suatu pekerjaan merupakan suatu profesi atau tidak. seseorang dikatakan profesional jika memenuhi tiga kriteria. aturan ini memandang independensi dari perspektif perusahaan. Hastuti dkk. (2003) menyatakan bahwa profesionalisme menjadi syarat utama bagi orang yang bekerja sebagai akuntan publik. melaksanakan suatu tugas atau profesi dengan menetapkan standar baku di bidang profesi yang bersangkutan dan menjalankan tugas profesinya dengan mematuhi etika profesi yang telah ditetapkan. seorang auditor juga harus menaati mengenai aturan kepentingan kepemilikan. Selanjutnya seorang auditor juga harus menunjukkan sikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Profesi dan profesionalisme dapat dibedakan secara konseptual seperti dikemukakan oleh Lekatompessy (2003). Independensi dalam Penampilan Merupakan hasil interpretasi lainnya dari sikap independensi ini.

auditor juga harus menggunakan pengetahuannya sebagai salah satu cara mewujudkan tingkat keprofesionalannya. berupa kegiatan seminar. Pengalaman membentuk seorang akuntan publik menjadi terbiasa dengan situasi dan keadaan dalam setiap penugasan. kemandirian dimaksudkan sebagai suatu pandangan bahwa seorang yang profesional harus mampu membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari pihak lain (pemerintah klien dan mereka yang bukan anggota profesi). Pengalaman juga membantu akuntan publik dalam mengambil keputusan terhadap pertimbangan tingkat materialitas dan menunjang setiap langkah yang diambil dalam setiap penugasan. hubungan dengan sesama profesi adalah dengan menggunakan ikatan profesi sebagai acuan dalam melaksanakan pekerjaan. Dalam melakukan audit. Ketiga. Kelima.menggunakan pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki serta keteguhan untuk tetap melaksanakan pekerjaan meskipun imbalan ekstrinsik kurang. lokakarya serta pengarahan dari auditor senior kepada auditor yuniornya. kewajiban sosial adalah suatu pandangan tentang pentingnya peranan profesi serta manfaat yang diperoleh baik masyarakat maupun kalangan profesional lainnya karena adanya pekerjaan tersebut. Seseorang yang melakukan pekerjaan sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya akan memberikan hasil yang lebih baik daripada mereka yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup memadai akan tugasnya. keyakinan terhadap profesi adalah suatu keyakinan bahwa yang paling berwenang menilai apakah suatu pekerjaan yang dilakukan profesional atau tidak adalah rekan sesama profesi. Semakin tinggi pengetahuan akuntan publik dalam mendeteksi kekeliruan maka semakin baik pula pertimbangan tingkat materialitas. Kedua. Pengetahuan juga bisa diperoleh dari frekuensi seorang akuntan publik melakukan pekerjaan dalam proses audit laporan keuangan (Boner dan Walker 1994). Pengetahuan akuntan publik tentang pendeteksian kekeliruan semakin berkembang karena pengalaman kerja. Menurut Noviyani (2002) pengalaman yang lebih akan menghasilkan pengetahuan yang lebih dalam pertimbangan tingkat materialitas. . Setiap ada campur tangan dari luar dianggap sebagai hambatan kemandirian secara profesional. Sikap ini adalah ekspresi dari pencurahan diri yang total terhadap pekerjaan. Pengetahuan akuntan publik bisa diperoleh dari berbagai pelatihan formal maupun dari pengalaman khusus. bukan pihak luar yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaan tersebut. pengetahuan tentang bermacam-macam pola yang berhubungan dengan kemungkinan kekeliruan dalam laporan keuangan penting untuk membuat perencanaan audit yang efektif (Noviyani 2002). Dalam audit. Pengetahuan akuntan publik digunakan sebagai salah satu kunci keefektifan kerja. Seorang akuntan publik yang memiliki banyak pengetahuan tentang kekeliruan akan lebih ahli dalam melaksanakan tugasnya terutama yang berhubungan dengan pengungkapan kekeliruan. Keempat.

Auditor diharapkan melaksanakan audit secara teliti. auditor memiliki tanggung jawab di bawah hukum untuk memenuhi apa yang telah dicantumkan di dalam kontrak klien mereka. pajak. Hubungan timbal balik sangat penting dalam menentukan kelancaran proses audit. Ketiga. 2. Tujuan audit terbagi menjadi beberapa bagian yaitu : . KAP mengklaim bahwa dalam pelaksanaan audit tidak ada kelalaian disebabkan karena audit dilaksanakan sesuai dengan standar GAAS/SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik). contohnya KAP mengklaim bahwa kekeliruan itu tidak dapt diungkapkan karena kantornya hanya melakukan jasa penelaahan bukan audit. jasa pendampingannya. Terdapat kesepakatan antara profesi akuntan dan lembaga hukum bahwa auditor bukanlah penanggung jawab atau penjamin laporan keuangan. jasa akuntansi. Audit memiliki tujuan umum yaitu untuk menyatakan pendapat atas kewajaran dalam semua hal yang material. Kedua. pembelaan-pembelaan tersebut adalah pertama tidak ada kewajiban untuk melaksanakan artinya KAP mengklaim bahwa tidak ada kontrak yang tersirat atau tersurat. posisi keuangan. Kantor Akuntan Publik menggunakan satu atau kombinasi dari keempat pembelaan hukum bila ada tuntutan hukum oleh klien. tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja. Standar kehati-hatian dimana auditor dapat menyelesaikan tugasnya biasa disebut dengan konsep kehati-hatian. Akuntan publik bertanggung jawab pada semua aspek pekerjaan akuntansi publiknya termasuk audit. kelalaian kontribusi.5 Kewajiban Hukum Sebagai seorang yang profesional. Pembelaan terhadap kelalaian kontribusi terjadi bila tindakan klien yang menyebabkan kerugian menjadi dasar bagi kerugian atau mempengaruhi auditor sehingga auditor tidak bisa menemukan sebab dari kerugian yang terjadi. adalah ketiadaan hubungan timbal balik. hasil usaha serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Keempat. dan jasa pembukuan.2. jika terjadi ketiadaan hubungan timbal balik maka proses audit pun akan menjadi kacau.6 Pertanggung Jawaban dan Tujuan Audit Auditor memilki tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh tingkat keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu terbebas dari kesalahan penyajian yang material baik disebabkan oleh kekeliruan maupun oleh kecurangan.

Audit Objectives (tujuan audit) merujuk pada tujuan audit yang terkait dengan transaksi maupun tujuan audit yang terkait dengan saldo. Dalam melaksanakan audit. fase keempat yang merupakan fase terakhir adalah fase dimana auditor melengkapi proses audit dan menerbitkan laporan audit. 3. 2.1. Transaction Related Audit Objectives (audit yang terkait dengan transaksi) merupakan sejumlah tujuan audit yang harus dipenuhi sebelum auditor dapat menyimpulkan bahwa transaksi-transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat. Balance Related Audit Objectives (tujuan audit yang terkait dengan saldo) merupakan sejumlah tujuan audit yang harus dipenuhi bagi setiap saldo akun. fase ketiga adalah melaksanakan prosedur analitis dan uji rincian saldo. FASB 2 mendefinisikan materialitas sebagai nilai penghapusan atau kesalahan penyajian informasi keuangan yang dalam hubungannya dengan sejumlah situasi yang melingkupinya membuat hal itu memiliki kemungkinan besar bahwa pertimbangan yang dibuat oleh seorang yang .7 Materialitas Materialitas merupakan salah satu pertimbangan utama dalam penentuan jenis laporan audit yang tepat untuk diterbitkan. fase kedua adalah melaksanakan uji pengendalian dan uji subtantif atas transaksi. terdapat empat fase audit yang dilakukan oleh auditor yaitu fase pertama adalah merencanakan dan mendesain pendekatan audit. 2.

Pengendalian internal memiliki lima kategori pengendalian yang direncanakan dan diimplementasikan oleh manajemen untuk memberikan jaminan bahwa sasaran hasil pengendalian manajemen akan terpenuhi. 2. Pemahaman akan pengendalian internal terutama pemahaman yang berkaitan dengan keandalan dari pelaporan keuangan. Jika suatu kesalahan bersifat material maka hal itu akan berdampak besar bagi hasil audit dalam perusahaan. Kelima kategori tersebut adalah: Lingkungan Kendali terdiri dari tindakan. kebijakan. para direktur. Jika klien menolak melakukan koreksi atas kesalahan tersebut maka auditor dapat menerbitkan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar tergantung dari tingkat materialitas atau kesalahan penyajian tersebut. Penilaian Resiko adalah identifikasi manajemen dan analisis resiko yang relevan dengan persiapan laporan keuangan yang sesuai dengan GAAP/PSAK Aktivitas Pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dapat membantu memastikan bahwa tindakan yang perlu telah diambil untuk mengatasi resiko dalam pencapaian sasaran hasil entitas itu. . Jika auditor menemukan kesalahan yang material maka auditor akan menunjukkan kesalahan tersebut kepada klien sehingga koreksi atau perbaikan dapat dilakukan.8 Sistem Pengendalian Internal Suatu paragraf pengendalian internal terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen jaminan yang wajar bahwa perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya. Tanggung jawab auditor adalah menentukan apakah laporan keuangan mengandung kesalahan penyajian yang material. dan pemilik dari suatu entitas mengenai pengendalian internal dan arti pentingnya bagi entitas itu. dan prosedur yang mencerminkan keseluruhan sikap dari manajemen puncak.mengandalkan informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh penghapusan kesalahan penyajian tersebut. Dari definisi FASB di atas dapat disimpulkan bahwa materialitas merupakan kesalahan dalam penyajian yang dapat mempengaruhi manajemen dalam mengambil keputusan.

Mengamati aktivitas dan operasional entitas. Pengawasan adalah aktivitas penilaian berkala atau berkelanjutan dari mutu penampilan/ prestasi pengendalian internal oleh manajemen untuk menentukan bahwa pengendalian itu beroperasi seperti yang diharapkan. . Dallam memperoleh pemahaman dari pengendalian internal terdapat lima prosedur audit yang berhubungan dengan pemahaman auditor akan pengendalian internal yakni sebagai berikut: Memperbaharui dan mengevaluasi pengalaman auditor yang sebelumnya auditor dengan entitas itu. Meminta keterangan dari personil klien. dan melaporkan transksi entitas dan untuk memelihara akuntabilitas asset yang terkait. Tugas auditor dalam memperoleh pemahaman dari pengendalian internal adalah untuk mengetahui tentang masing-masing dari kelima komponen pengendalian internal. memproses. Menguji dokumen dan arsip. auditor perlu mempertimbangkan dua aspek yakni aspek perancangan berbagai kendali di masing-masing komponen dan aspek apakah mereka telah ditempatkan dalam operasional. Dalam memperoleh pemahaman tersebut. mencatat.Informasi dan komunikasi bertujuan untuk memulai.

Suatu penggunaan utama dari pemahaman auditor akan pengendalian internal adalah untuk menilai risiko pengendalian untuk masing-masing sasaran audit yang terkait dengan transakasi. bagan alur adalah perwujudan simbolis berbentuk diagram dari dokumen klien dan aliran berurut mereka dalam organisasi. Naratif adalah suatu uraian tertulis tentang pengendalian internal klien. sedangkan daftar pertanyaan merupakan serangkaian pertanyaan tentang pengendalian pada setiap area audit sebagai sebuah cara untuk menunjukkan kepada auditor aspek-aspek dari pengendalian internal yang mungkin tidak memadai. . Saat auditor memperoleh pemahaman dari pengendalian internal yang cukup untuk perencanaan audit. Namun dalam membuat risiko penilaian ini. Prosedur yang digunakan untuk memperoleh bukti demikian disebut pengujian pengendalian. Menilai apakah mungkin bahwa risiko kendali yang dinilai lebih rendah bisa didukung. dan laporan. Dalam melakukan uji pengendalian terdapat beberapa prosedur yang dilakukan yaitu: Meminta keterangan dari personil klien yang sesuai. bagan alur.Tiga metode yang biasanya digunakan untuk mengdokumentasikan pemahaman pengendalian internal adalah naratif. arsip. dan daftar pertanyaan. Terdapat empat penilaian spesifik yang dibuat untuk tiba di penilaian awal yaitu : Menilai apakah laporan keuangan dapat diaudit. risiko pengendalian yang dinilai harus dibatasi pada tingkatan yang didukung oleh bukti. suatu penilaian awal dari risiko kendali harus dibuat. Menentukan risiko pengendalian yang sesuai telah dinilai. Menguji dokumen. Menentukan risiko kendali yang telah dinilai didukung oleh pemahaman yang diperoleh.

Contoh Kasus Etika Profesional Frank Dorrance. tetapi ia merasa cukup yakin untuk menyatakan bahwa ia merencanakan untuk mengikuti persyaratan SAS 22 (AU 311) dan menyertakan sebuah pernyataan dalam kertas kerja bahwa ia tidak setuju dengan keputusan . Selama audit. 2. Setelah banyak melakukan riset. Selain melakukan uji pengendalian. Frank menyadari tanggung jawab rekan itu untuk membuat keputusan akhir. Melaksanakan kembali prosedur klien. Kedua. dalam melakukan audit juga diperlukan uji subtantif. seorang manajer audit senior untuk Bright and Lorren.CPA baru saja diinformasikan bahwa perusahaan berencana untuk mempromosikannya menjadi rekanan pada 1 atau 2 tahun ke depan bila ia terus memperlihatkan tingkat mutu yang tinggi sama seperti masa sebelumnya. Ketiga. Salah saji demikian (sering juga disebut dengan salah saji moneter) adalah suatu indikasi jelas dari salah saji akun. Frank menyimpulkan bahwa metode pengenalan pendapatan tidaklah tepat untuk Machine International. Ia membahas hal ini dengan rekanan penugasan yang menyimpulkan bahwa metode akuntansi itu telah digunakan selama lebih dari 10 tahun oleh klien dan ternyata tepat. Baru saja Frank ditugaskan untuk mengaudit Machine International sebuah perusahaan grosir besar yang mengirimkan barang keseluruh dunia yang merupakan klien Bright and Lorren yang bergengsi.9 Contoh-contoh Kasus a. Frank berkeras bahwa metode tersebut tepat pada tahun sebelumnya tetapi peraturan SEC membuatnya tidak tepat tahun ini. Uji subtantif merupakan prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji uang yang secara langsung mempengaruhi ketepatan saldo laporan keuangan. prosedur analitis yang memiliki dua tujuan utama yaitu menunjukkan kehadiran kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan dan mengurangi ujian rincian saldo. ujian rincian saldo yang befokus pada saldo buku besar akhir baik untuk neraca saldo dan akun laporan penghasilan. Frank menentukan bahwa Machine International menggunakan metode pengenalan pendapatan yang disebut tagih dan tahan yang baru saja dipertanyakan oleh SEC.Mengamati aktivitas yang terkait dengan pegendalian. tetapi penekanan yang utama dalam kebanyakan ujian rincian saldo adalah pada neraca lajur. Terdapat tiga jenis pengujian subtantif yaitu pertama ujian subtantif transaksi yang bertujuan untuk menentukan apakah keenam sasaran hasil audit yang terkait dengan transaksi telah dipenuhi untuk masing-masing kelas transaksi.

kita dapat menggunakan pendekatan enam langkah untuk menyelesaikan dilema etis tersebut. Frank. Frank merencanakan untuk mengikuti persyaratan SAS 22 (AU 311) dan menyertakan sebuah pernyataan dalam kertas kerja bahwa ia tidak setuju dengan keputusan rekannya. Namun. Anda masih harus bertumbuh sebelum saya merasa nyaman dengan anda sebagai rekan. Bukan seperti meriam lepas yang berusaha untuk membuat hidup menjadi sulit bagi rekan mereka. . fakta-fakta tersebut adalah : Metode pengenalan pendapatan yang digunakan Machine International merupakan metode yang dipertanyakan oleh pihak SEC. rekan harus bertindak seperti rekan. Rekan itu memberitahukan Frank bahwa ia tidak akan mengizinkan pernyataan demikian karena potensi implikasi hukum. ia mau menulis sebuah surat kepada Frank yang menyatakan bahwa ia mengambil tanggung jawab penuh untuk keputusan akhir bila timbul suatu permasalahan hukum. Dalam kasus ini. Frank menemukan bahwa metode tersebut tidak sesuai bagi Machine Internatioal.rekannya. Setelah melakukan riset. Solusi : pada kasus di atas. Ia menutup dengan mengatakan. Frank mengetahui bahwa metode tersebut memang tepat pada tahun sebelumnya tetapi peraturan SEC membuatnya tidak tepat tahun ini. Rekannya meminta Frank agar sependapat dengan dirinya untuk menyetujui penggunaan metode tersebut karena metode tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun dan diyakini ketepatannya. maka ia mengambil tanggung jawab penuh akan hal tersebut. Rekannya menawarkan surat pernyataan bahwa bila terjadi suatu permasalahan hukum. antara lain : Terdapat fakta-fakta yang relevan.

diminta agar menerima surat penawaran dari rekannya bahwa rekannya yang bertanggung jawab penuh jika terjadi masalah hukum.Mengidentifikasi isu-isu etika berdasarkan fakta-fakta tersebut. Isu etika dari dilema tersebut adalah apakah merupakan hal yang etis bagi Frank untuk mengeluarkan pernyataan bahwa ia tidak setuju dengan keputusan rekannya mengingat rekan merupakan orang yang membuat keputusan akhir serta berada di atas kedudukannya saat ini sebagai manajer senior. Dari kasus tersebut. Menentukan siapa yang akan terkena pengaruh dari keluaran dilema tersebut dan bagaimana caracara masing-masing pribadi atau kelompok itu dipengaruhi. dapat kita ketahui bahwa : Siapa Bagaimana Cara Terpengaruhnya Frank Diminta agar sependapat dengan rekannya bahwa metode pengenalan pendapatan yang digunakan oleh Machine International adalah metode yang tepat. sikapnya terhadap rekannya/perusahaannya barangkali terpengaruh pula. evaluasi kinerja barangkali akan terpengaruh juga. Rekan Frank .

Kesuksesan penugasan dari perusahaan mungkin akan terpengaruhi. CPA Dapat mempengaruhi hasil laporan kewajaran karena adanya perbedaan pendapat tersebut serta kemungkinan pengaruh terhadap kontrak yang dijalani SEC Aturan dari SEC yang tidak dipatuhi oleh Machine International .Alternatif-alternatif yang tersedia bagi Frank : . Machine International Penggunaan metode pengenalan pendapatan yang digunakan selama ini juga mungkin terpengaruhi Bright and Lorren.

Jika timbul permasalahan hukum maka hal ini dapat membuat perusahaanya (Bright and Lorren.CPA). .Tindakan Yang tepat .Konsekuensi dari setiap alternatif : Jika ia menyetujui pendapat dan tawaran surat pertanggung jawaban dari rekannya kemungkinan hal ini dapat berpengaruh besar bagi hasil audit ini nantinya. dan ia sendiri dituntut oleh kliennya karena melakukan kesalahan selama pelaksanaan audit.Menolak untuk sependapat dengan rekannya Menolak surat penawaran yang ditawarkan rekannya Memberitahu Machine International bahwa metode yang digunakan tidak sesuai dengan SEC Menyetujui pendapat dan tawaran surat pertanggung jawaban dari rekannya Meminta agar rekannya mematuhi aturan yang terdapat pada SEC Menolak untuk melakukan kegiatan penugasan tersebut Mengundurkan diri dari perusahaan . rekannya.

b.d 1%. Sedangkan untuk aset berkisar antara 1% s. harus dibuat adjustment nya. Selanjutnya. Maka Planing Materiality untuk tahun 2008 adalah 0. jika ia tetap menjunjung akan SPAP dan PSAK maka ia akan tetap menuliskan ketidak setujuannya akan keputusan rekannya dalam menangani kasus tersebut mengingat metode akuntansi yang digunakan klien tidaklah sesuai dengan aturan yang diberikan SEC. maka jumlah minimum yang harus diadjust adalah 2% x 12jt = 240 rb.4 M. Biasanya Revenue lebih sering dipakai sebagai acuan dalam PM. Sementara di satu pilihan lainnya Frank dapat memilih untuk tidak melakukan kegiatan penugasan tersebut melihat adanya risiko yang cukup besar pada hasil auditnya nanti. maka tidak usah dilakukan adjustment. setelah menentukan PM. bila auditor menemukan salah saji dalam laporan keuangan dan harus disesuaikan. bila salah saji ditemukan dan adjustment yang perlu dilakukan berjumlah kurang dari 240rb. tentunya ia harus mempertimbangkan masak-masak akan dilema yang diadapinya saat ini. Artinya. Namun jika ia menyetujui pendapat rekannya maka kemungkinan ia akan memperoleh kedudukannya sebagai rekan yang akan ia peroleh 1 atau 2 tahun ke depan serta adanya pandangan bahwa ia telah menunjukkan sikap menghargai dan menghormati keputusan rekannya. Kalau kurang dari itu dianggap tidak material. tapi kalau jumlahnya diatas 240rb. maka biasanya total asset yang digunakan. Sebuah perusahaan yang akan diaudit memiliki Total Revenue komparatif tahun 2007 sebesar 2.5% s. ada yang namanya PAJE Scope.4 M = 12jt Artinya : Jumlah minimum akun dalam neraca yang harus divouching adalah 12jt keatas. Secara ekstrim. Antara Revenue dan Total Assets. cukup digunakan salah satunya saja. Bila revenue bersifat fluktuatif. BAB III .Keputusan sepenuhnya berada di tangan Frank. PM dapat ditentukan dari Total Revenue ataupun Total Assets. yaitu jumlah minimum dari salah saji yang akan di adjust. Selanjutnya.5% X 2. Biasanya suggested range untuk revenue adalah 0. Contoh kasus Risiko Audit dan Materialitas Planning Materiality (PM) ditentukan oleh auditor sebelum proses audit di lapangan berjalan. Biasanya sebesar 2% dari PM.d 5%. Dengan syarat bahwa revenue komparatif antara tahun berjalan dengan tahun sebelumnya tidak mengalami penurunan atau kenaikan yang signifikan.

terdapat empat fase audit yang dilakukan oleh auditor yaitu fase pertama adalah merencanakan dan mendesain pendekatan audit. dapat disimpulkan bahwa Audit merupakan salah satu proses yang wajib bagi perusahaan atau organisasi dalam memperoleh keterpercayaan dari masyrakat maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan tersebut. fase keempat yang merupakan fase terakhir adalah fase dimana auditor melengkapi proses audit dan menerbitkan laporan audit. fase kedua adalah melaksanakan uji pengendalian dan uji subtantif atas transaksi. Suatu perusahaan dapat dikatakan memilki keterpercayaan dan keandalan. DAFTAR PUSTAKA . wajar tanpa syarat dengan paragraf penjelasan atau wajar dengan pengecualian. Dalam melakukan proses audit. fase ketiga adalah melaksanakan prosedur analitis dan uji rincian saldo. auditor dituntut untuk dapat melaksanakan pekerjaannya sebaik mungkin dengan menjunjung tinggi pada kode etik profesi atau yang biasa disebut dengan istilah GAAS (General Accepted of Auditing Standard) atau jika di Indonesia disebut dengan SPAP (Standar Profesional Akuntan Pulik) serta pada GAAP (General Accepted Accounting Principal) atau di Indonesia disebut dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan). jika dalam laporan audit memberikan pernyataan wajar tanpa syarat.PENUTUP Kesimpulan Dari pembahasan yang telah dilakukan. Auditor memilki tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh tingkat keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu terbebas dari kesalahan penyajian yang material baik disebabkan oleh kekeliruan maupun oleh kecurangan. Dalam melaksanakan audit.

2003. The 2nd National Conference UKWMS.D. 1994. 2008. 2003.1206 1220.E. Susilawati.Alvin A. J. Elder dan Mark S.69 84.5. Pengetahuan Akuntan Publik dalam Mendeteksi Kekeliruan. hlm. Experience Effects in Auditing: The Role of Task-Specific Knowledge. Noviyani. P. Jurnal Akuntansi.E. S.Arens. Bonner.1.L. Pengaruh Pengalaman dan Penelitian terhadap Struktur . April. Profesionalisme. Auditing dan Pelayanan Verifikasi. Prosiding Simposium Nasional Akuntansi VI. Prestasi Kerja dan Keinginan Berpindah (Studi Empiris di Lingkungan Akuntan Publik). Indriarto dan C.. Kepuasan Kerja. 2003.. Arleen Herawaty dan Yulius Kurnia Susanto. Vol.2008. 2002. Etika Profesi dan Pertimbangan Tingkat Materialitas. Lekatompessy.1. January. No. Oktober. Randal J.65.72-92. Hubungan antara Profesionalisme dengan Pertimbangan Tingkat Materialitas dalam Proses Pengauditan Laporan Keuangan. No. Hubungan Profesionalisme dengan konsekuensinya: Komitmen Organisasional. S. T. Beasley. Hastuti. dan Bandi. The Accounting Review. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. hlm. Vol. Jakarta : PT Indeks Kelompok Gramedia. hlm.

Management Audit Suatu Pengantar.com/2008/05/06/resiko-audit.wordpress. 2000. Prosiding Simposium Nasional Akuntansi V.materialitas/ . Jakarta: Rineka Cipta.wordpress. September.Pengetahuan Auditor tentang Kekeliruan. hlm.com atau http://iramustika.Amin Widjaja.481 488. www. Tunggal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->