Penerapan Tqm Dalam Sistem Informasi

PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM SISTEM INFORMASI Darwis, Datu Rizal AsraI

Pusat Standarisasi - LIPI

INTISARI
Sistem informasi di samping sebagai alat dan [asilitator juga dapat mempermudah pengembangan proses di dalam suatu organisasi. Untuk itu perlu dilakukan suatu perencanaan sistem irformasi yang baik dan tidak bisa dilepaskan dari perencanaan secara menyeluruh dari suatu sistem organisasi. Total Quality Management (TQM) meruoakan seperangkat praktik yang bersifat strategis dan jangka panjang yang memungkinkan manajemen untuk menyampaikan usulan-usulan perbaikan berkesinambungan. Pengembangan Sistem informasi secara teknis sangat relevan dengan prinsip penerapan TQM pada suatu organisasi. Penerapan TQM pada sitem informasi dapat memberikan keuntungan dan manfaat yang sangat berarti bagifungsi manajemen secara terpadu di dalam organisasi maupun unit sistem informasi flu sendiri. Pada tulisan ini ditunjukan beberapa strategi yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan prinsip-prinsip TQM pada unit sistem informasi

ABSTRACT
Information system besided as tools and catalisator also can easly to develope processes in an organization. However, It need to make a good planning for information system that connect with the whole of information system planning of an organization. Total Quality Management as a set of strategic practices and have a long priode that give possibility for management to give continuouse improvement proposales. Information System development tecnically very relevance with the principt of TQM implementation in aT!organization. TQM implementation in information system csn gibe significancce oportuAities for integreted management funtions in sn orgsnozation. This paper shows some strategcs to imply the principt ofTQM in information system unit.

1

PENDAHULUAN

Total Quality Management (TQM) masih menjadi sesuatu yang kontroversial, karena kesulitan dalam hal mempraktekkannya Ada yang mengatakan TQM sebagai alternatif bam manaiernen, tapi ada pula yang meIihatnya sebagai lompatan manajemen menuju kesuksesan. Faktor-faktor penyebab keberhasilan atau kegagalan penerapan TQM sangat sulit diidentifikasikan, karena penerapan TQM sangat spesifik dengan kondisi perusahaan yang menerapkannya. Sehingga masing-masing perusahaan yang menerapkan TQM berbeda daIam mendefinisikan TQM. Sistem Informasi merupakan satu unit organisasi dalam perusahaan yang memegang peranan penting sebagai alat komunikasi yang konsisten bagi unit-unit organisasi lainnya pada perusahaan. Pada dekade terakhir ini aplikasi Teknologi Informasi sangat membantu praktek-praktek penerapan TQM pada perusahaan memberikan tantangan bagi unit pengelola sistem
384

ISSN 0852 - 002 X, PPI - KIM 2000

KIM 2000 385 . Mereka terpaku pada keyakinan bahwa pesaing Jepang lebih bersaing pada harga. dan lebih jauh kepada teknik perbaikan semua aspek operasional perusahaan menjadi Pengendalian Mutu Terpadu (TQC) yang pada akhimya sekarang ini dikenal sebagai Manajemen Mutu Terpadu (TQM). Menurut Juran perbedaan mutu antara keduanya dapat dilihat pada gambar berikut Barat M U T U Jepang 1950 1960 1970 1980 2000 Gambar 1 : Mutu Jepang dan Barat : suatu 3 PENGERTIAN TQM TQM adalah pendekatan manajemen dari suatu organisasi yang berpusat pada mutu berdasarkan partisipasi dari semua anggota dan bertujuan untuk keberhasilan dalam jangka waktu yang lama melalui kepuasan pelanggan dan memberi keuntungan kepada . sehingga pengendalian mutu dikembangkan dari teknik pengendalian mutu produk: ke teknik perbaikan mutu produk yang jauh meninggalkan sistem pengendalian mutu Amerika dan Eropah. Setelah kalah perang Jepang mulai lagi membangun negaranya dengan mempelajari konsep pengendalian mutu di negara-negara barat terutama Amerika. pengertian TQM dan penerapannya pada sistem informasi 2 SEJARAH TQM Konsep mutu dan pengendalian mutu dimulai dari industri yang memproduksi senjata dan peralatan militer pada perang dunia kedua dan secara konsisten ditangani oleh miIiter yang telah distandarkan dalam MIL-Q-5923 dan kemudian rvrrL-Q. Pada tahun 1950 Dr. Masyarakat industri dan ilmuan Jepang sangat antusias untuk membangun kembali negaranya dari kekalahan perang dunia kedua. Edwards Deming dari Amerika datang ke Jepang untuk memperkenalkan teknikteknik pengendalian mutu produk.semua anggota organisasi. Perusahaan Amerika dan Barat umumnya tidak menyadari kecendrungan pengaruh sistem mutu. bukan persaingan mutu.informasi itu sendiri untuk menerapkan praktek-praktek TQM Tulisan ini akan mencoba menjelaskan sejarah TQM.9858. Pengendalian mutu adalah sebuah sistem yang secara ekonomi memproduksi barang atau jasa sesuai dengan mutu yang disyaratkan oleh pelanggan.002 X PPI . ISSN 0852 .

Penerapan statistik untuk Quality Assurance diungkapkannya secara praktis tanpa formula matematis yang rumit sehingga amat disukai. kualitas dikelola dengan menggunakan tiga proses manajerial yaitu planning.KIM 2000 386 . TQM adalah pendekatan manjemen yang bertujuan untuk keberhasilan dalam membantu membangun pertumbuhan yang stabil dari sebuah organisasi dengan mengikutsertakan anggotanya yang secara ekonomi menghasilkan mutu yang diinginkan pelanggan. yaitu quality of design. Dalam trilogi Juran dikemukakan bahwa. mulai dari desain sampai pemasok. Do. Setiap orang melakukan yangterbaik belumlah jawabannya namun setiap orang perIu mengatakan apa yang hams dilakukan. availability.Perubahan yang drastis perIu dilakukan dan tanggung jawab perubahan terletak pada manajer.002 X. Alasan kedua adalah bahwa perusahaan tersebut mempertimbangkan TQM sebagai sebuah alat manjemen yang efektif untuk menanggulangi persoalan mutu produk atau kesulitan yang dihadapi. safety and field use. Action). bam kem_udianmembuat barang" ': 4) Profesor Kume. quality of conformance. Pakar TQM dan Pemikirannya 1) Edwards Deming.M Juran. Untuk mencapainya Juran mengembangkan suatu pendekatan menyeluruh. "utamakan membangun manusianya. 2) J. 4 PENERAPAN TQM Umumnya ada dua alasan mengapa perusahaan menerapkan TQM. sebagai penggagas Gugus Kendali Mutu (GKM) dengan mengembangkan "Ishikawa Cause and Effect Diagram" atau dikenal sebagai "fishbone diagram" Istilah yang digunakannya Company-Wide Quality Control menjadi dasar pendekatan Total Quality Management (TQM). yang kemudian di Jepang dikenal sebagai PDCA (plan. rnendefinisikan mutu sebagai "fitness for use" yang dirinci dalam lima pilar utama. keberhasilannya dalam memimpin revolusi mutu di Jepang membuat namanya diabadikan dalam Deming Prize. sebagai penghargaan tertinggi prestasi manajemen mutu perusahaan di Jepang. alasan pertama adalah bahwa perusahaan tersebut berhasrat untuk mempelajari teori manajemen atau manajemen bersifat sain untuk meningkatkan daya saingnya. Pengendalian mutu yang melaksanakan cara ini disebut Company Wide Quality Control (CWQC) atau Total Quality Management (TQM).Untuk menjalankan pengendalian mutu (QC) secara efektif seluruh stafperusahaan dari eksekutif ke manajer dan supervisor ke pekerja lapangan hams berpartisipasi dan bekerja sarna di dalamnya. Dalam banyakhal alasan untuk menerapkan TQM di sebuah perusahaan adalah untuk ISSN 0852 . Menurut Deming. usaha yang baik belumlah cukup diperlukan program yang hams dijalank:an sepenuh hati. Sebagai tokoh TQM di Jepang ia memiliki falsafah. Check. 3) Kaoru Ishikawa. control dan improvement. PPI .

bagaimana kualifikasi pelaksana. kapan pelaksanaan selesai.1 Bekerja dengan rotasi siklus PDCA Di dalam TQM selalu ditekankan bahwa kerja dalam perusahaan hams dilakukan dengan rotasi siklus PDCA Untuk perbaikan. dimana diperoleh bahan baku. kapan diadakan perencanaan kembali. ' 3) Kapan (When) Berapa lama rencana dapat diselesaikan. bagaimana basil bisa diperiksa. kebutuhan apa yang diperlukan dalam perencanaan. siapa yang memeriksa hasilnya. Kemudian menilai kondisi tersebut dengan kesadaran mutu dan kesadaran permasalahan. 6) Bagaimana (How) Bagaimana perencanaan bisa dibuat. 4) Dimana (Where) Dimana pereneanaan dibuat. dimana pemeriksaan hasil dilakukan. 2) Siapa (Who) Siapa yang hams membuat rencana.002 X PP/ . alasan-alasan tentang pemilihan rencana. Dalam perencaan digunakan pedoman yang sangat efektip yaitu 5W IH yang meliputi: 1) Apa (What) Rencana apa yang akan dibuat. kapan pelaksanaan dimulai. menggunakan mesin apa. 5) Mengapa (Why) Mengapa pereneanaan ini hams dibuat. untuk siapa rencana tersebut. bagaimana spesifikasinya. siapa yang bertangung jawab dalam pelaksanaan. siapa yang melaksanakan. siapa yang bertanggung jawab perencanaan. alasan-alasan tentang pemilihan caradalam pelaksanaan. kemudian mencari bagian-bagian yang harus diperbaiki. berapa lama pelaksanaan akan berlangsung. dsb. kapan rene ana selesai. bagaimana diadakan koreksi bisa dilakukan. dimana lokasi mesin-mesin. Peineriksaan (Check) ISSN 0852 . produk apa. siapa yang memesan. bagaimana eara pelaksanaan dari reneana. dsb. dsb.KIM 2000 387 . Prinsip penerapan TQM di perusahaan adalah sbb: 1) Bekerja dengan rotasi siklus PDCA 2) Penilaian berdasarkan fakta 3) Menggunakan alat statistik 4.meningkatkan daya saing perusahaan melalui peningkatan mutu produk atau perbaikan tingkat manajemen. dsb. apa bahannnya. siapa yang memeriksa rencana. kapan diadakan pemeriksaan hasil. Perencanaan (plan) Membuat rencana kerja yang akan dilakukan sebelum memelai bekerja. dimana pelaksanaan dibuat.. dsb. Pelaksaan (Do) Bekerja dengan pelaksanaan yang telah dibuat. apa pertama sekali yang hams dikerjakan adalah untuk menguasai kondisi yang ada. dsb. dimana pasar yang dituju.

Siklus PDCA dari tiap-tiap kegiatan berlangsung bersama-sama dan harrnonis dalam menuju suatu peningkatan siklus PDCA keseluruhan perusahaan. dan cara kedua . Dalam TQM. PPI. 4. Pencatatan sisa problem lain yang belum terpeeahkan. dan dasar TQM adalah konsep dispersi. untuk mencapai hasil yang lebih baik. Laporan keuntungan dan kerugian dan lembaran keseimbangan menunjukkan hasil akhir operasional.3 Menggunakan alat-alat statistik Menggunakan data untuk mengenal kondisi yang ada atau menilai tingkat operasi. 4. Yang pertama adalah tingkat absolut dari sebuah item.Pemeriksaan hasil kerja dengan cara membandingkan dengan pereneaan yang telah dibuat sebelumnya. Perbaikan (Action) Mengadakan perbaikan dan peningkatan untuk perencanaan yang akan datang. ISSN 0852 . Dalam melaksanakan langkah-langkah tersebut digunakan 7 tools statsitik. dengan kata lain fakta dan penilaian tingkat perusahaan dibandingkan dengan keperluan pelanggan atau tingkat produksi atau jasa perusahaan pesaing dan penilaian tingkat perbaikan dari kecendrungan tiap-tiap faktor. Ada banyak alat statistik dalam TQM.adalah kecendrungan dari tingkat item tersebut. Pelaksanaan (Do) 5. Penyebaran pasar juga menunjukkan penerirnaan akhir pelanggan. Proses siklus PDCA berlangsung dengan didasari oleh kesadaran akan mutu. Hams mengenal situasi nyata dari faktor-faktor tersebut. faktor-faktor yang diperhatikan adalah QCDSM (Quality. Costs. Pemecahan masalah B. Menentukan jadwal pelaksanaan C. Perencanaan (plan) 1.KIM 2000 388 . diperlukan pengetahuan statistik sederhana.002 X. Safety. Penentuan mengenai persoalan yang ada 2. Pemeriksaan (Check) 6. Perbaikan (Action) 7. Jika ada suatu masalah dalam beberapa proses seharusnya dikumpulkan data aktual dan dapatkan kondisi yang ada dengan cara yang tepat dari penggunaan metoda statistik. and Mora!). Meneari sebab dari persoalan yang timbul 3. Hasil dari pelaksanaan diperiksa D. 8 Langkah pemecahan masalah dengan PDCA A. Hasil nyata dari operasi pasti mempunyai dispersi. Proses siklus PDCA merupakan proses peningkatan yang kontinyu dan terus menerus dan berlangsung diseluruh bagian dan mekanisme perusahaan. Delivery.. Standardisasi 8. Digunakan banyak gambar untuk menilai kondisi perusahaan.2 Penilaian berdasarkan fakta Ada dua cara untuk mengenal kondisi yang ada dalam perusahaan. Meneliti sebab yang paling mungkin 4.

5 STRUKTUR PENERAPAN TQM Dikatakan bahwa TQM mempunyai 3 pilar yang besar. sistem informasi distribusi dll. Siklus hiidup pengembangan sistern terdiri dari survey. 6 SISTEM INFORMASI Sistem informasi merupakan kumpulan dari komponen-komponen (perangkat keras. TQM adalah sebuah praktek perbaikan. Perbaikan proses secara terus menerus merupakan perinsip penerapan TQM. yaitu: Manajemen kebijakan. Kadang-kadang kenyataan ini selalu dilupakan. sistem informasi pemasaran. Orang yang bertanggung jawab untuk perbaikan adalah semua orang di dalam perusahaan dari manajer puncak hingga pekerja lapangan. komunikasi. sistem infonnasi personalia. pertama adalah untuk memperbaiki bagian yang keluar dari toleransi dan kedua adalah memperbaiki proses untuk menghilangkan penyebab. Operasional selalu mempunyai dispersi. manajemen produksi oleh seksi yang terkait. implementasi. sistem informasi persediaan. pemeliharaan ). analisis. pengantaran. keselamatan. dan menyampaikan informasi. dataiinformasi. memproses. manajemen fungsional seperti mutu. manajemen harlan. prosedur. dengan pasti diketahui perbaikan apa yang perlu. Siklus pengenbangan sistem informasi terdiri dari : pereneanaan. dan kegiatan gugus kendali mutu. Seluruh operasional perusahaan dimulai dengan visi atau kumpulan target manajemen puncak yang akan menjadi pokok persoalan seperti sebuah bentuk kebijakan dan kebijakan tersebut berkembang menjadi rencana kegiatan dari unit-unit operasi oleh manajemen menengah. Salah ISSN 0852 . desain. menyimpan. pembuatan.002 X. akan merupakan sebuah siklus yang keeil dalam sebuah bidang kerja.KIM 2000 389 . Banyak siklus PDCA akan berotasi dalam sebuah perusahaan. Kemudian semua staf dan pekerja lapangan akan melaksanakan reneana tsb. Sistem informasi dapat merupakan suatu organisasi sendiri disamping juga umumnya sebagai bagian dari suatu organisasi. memelihara. Walaupun hasil-hasil berbeda dari hasil sebelumnya. jika ia dalam dispersi normal. Pembagian manajemen akan diiluti masing-masing bagian atau seksi. dan siklus QCC. biaya. perangkat lunak. Manajemen kebijakan adalah siklus yang paling besar termasuk seluruh perusahaan. pengembangan sistem. dan user) yang saling berhubungan untuk menangkap. PDCA. 6 PENERAPAN TQM PADA SISTEM INFORMASI Media penyarnpaian barang dan jasa berkualitas adalah melalui perbaikan proses. Sistem informasi manajemen terdiri dari beberapa subsistem antara lain: sistem informasi akuntansi.Dibandingkan dengan standar. sistem informasi pembelian. moral dan standardisasi akan diikuti dalam banyak hal. Seperti diutarakan di atas selalu diambil dua tindakan. PPI. Selama operasi banyak bagian-bagian manajemen terlibat. dan evalusi. maka kita tidak dapat menyalahkan orang yang mengerjakannya.

Paket-paket disampaikan dengan disertai bar code yang berfungsi sebagai mekanisme pelacakan. 8. 3 Komputer dapat mengumpulkan data transaksi dan data mengenai bagaimana proses dikeIjakan kemudian melakukan analisis statistik dasar untuk kepentingan user.satu faktor yang penting dalam penerapan TQM adalah peranan Teknologi Infonnasi. semakin banyak oleh semua tipe organisasi dalam dunia industri. 1 Kornputer memperpendek jalur komunikasi. KESIl. Pelayanan perbaikan dewasa ini sering diawasi dan dikelola melalui kornputer. Aplikasi pertama dan yang sampai sekarang masih berkembang berfungsi melakukan analisis kuantitatif dan memasuki database yang dimiliki perusahaan-perusahaan lain guna belajar lebih banyak tentang pesaing dan pelanggan. 7 MANFAAT YANG DIPEROLEH PERUSAHAAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DARI Pada umumnya seseorang meraih manfaat ini dengan cara menjamin bahwa semua usaha perbaikan proses yang signifikan mencakup suatu penilaian tentang bagairnana memanfaatkan teknologi informasi dan kemudian dengan cara merancang aplikasi agar roenghasilkan manfaat-rnanfaat tersebut. Oleh karena itu efektifitas kinerja penerapan TQM semakin tergantung pada penerapan Teknologi Infonnasi untuk mendukung secara efisien kerja sarna seroua fungsi manajernen untuk memberikan barang atau jasa yang memuaskan pelanggannya. diamana jarak atau letak georafis sudah tidak rnenjadi masalah lagi dalam kornunikasi antar unit organisasi. 6 Kornputer dapat rnernberikan pandangan yang lebih luas tentang pelanggan dan client. contoh adalah surat elektronik dan pembuatan laporan. 2 Aplikasi berbasis kornputer dapat dirancang untuk memastikan bahwa informasi yang benar tersedia pada tempat dan waktu yang tepat. 4 Kornputer membantu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. 5 Komputer memungkinkan pemberian jasa barn untuk mencapai keunggulan kompetitif atas para pesaing. Oleh karena itu sistem informasi diharapkan sebagai pendukung dan juga diharapkan untuk menerapkan strategi TQM daIam departemennya sendiri oleh 390 ISSN 0852 ~ 002 X. manfaatnya memberikan pengurangan waktu siklus dan pelayanan yang lebih cepat. Komputer dapar dihubungkan dengan bank sehingga para pelanggan dapat mernbayar barang-barang dan jasa yang mereka bell. PPI ~ KIM 2000 . Ketika rnengembangkan jumlah dan komleksitas sistern kornputer melalui penambahan database dan pemrosesan bertingkat (misalnya pada tingkat mikro kemudian mainframe) semakin besar pula kemungkinan untuk menggabungkan sitem-sistem kornputer tersebut guna menyediakan hubungan yang menghasilkan pandangan yang lebih lengkap tentang pelanggan dan proses. khususnya dalam pengurangan waktu siklus.\1PULAN Q Penerapan TQM. 7 Kornputer meningkatkan pelayanan dan operasi. Sistem informasi merupakan kunci keberhasilan penerapan TQM pada organisasi apapun.

Survei terakhir ini menunjukkan bahwa 59% responden sistem informasi sedang melaksanakan strategi perbaiakn proses. Teknik manajemen proses yang teratur yang terlihat disekeliling kita tidak lain merupakan pergeseran fundamental dalam praktek manajemen. .[J [J karena alasan-alasan yang sarna. enggan menerapkan kebiasaan-kebiasaan barn dan cara-cara bam serta tidak terpadunya sistem informasi suatu perusahaan. Sistem informasi harus dan telah menjadi pusat transformasi mutu yang sedang berlangsung adalah bukanlah suatu pemikiran yang sia-sia. Pada sisi lain banyak penolakan terhadap penerapan TQM dalarn sistem informasi yang disebabkan oleh karena kurangnya pengetahuan tentang TQM. Hal ini menunjukkan sarna signifikannya dengan penerapan Teknologi Informasi itu sendiri dalam era infonnasi sekarang ini.002 X PPI. Masalah lain adalah tidak adanya software pengendalian mutu secara statistik yang benar-benar baik agar dapat berfungsi sebagai alat bagi sistem informasi dalam menerapkan TQM ISSN 0852 . Sebagian besar eksekutif sistem informasi juga melaporkan nahwa mereka mengharapkan manfaat yang signifiakan dari pendekatan tersebut dalam organisasi sistem informasi.KIM 2000 391 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful