TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM .Rencana Uji Sistem National Single Window . Apabila rencana remunerasi telah terlaksana.Adrin Syahbana . Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP. 2. Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan. penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA . Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian. 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 . fax atau e-mail. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3. Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah. dapat disimak pada rubrik wawancara. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC. diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai.Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) .Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI .Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN .Reformasi Bea Cukai . mengingat : 1.13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007.Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama . Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.Denny Malik .○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda. 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku. bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak. Demikian disampaikan.Dewi Diana .Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA . sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan.

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut.LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan. Menurut Kamil. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan. Kamil menegaskan. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. Ketiga. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. Kedua. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a. sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK. 2. pertama. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai.01/2007. Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut.01/2006. perubahan kebijakan di bidang pengawasan. menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang). dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. menurut Kamil. Sebagai contoh. 3. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC. lanjutnya. bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi. DOK. Drs. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi. pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . dengan prinsip.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. WBC Kedua.01/2006. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. antara lain. antara lain. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC. Kamil Sjoeib MA.

berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. post clearance audit. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi. tepat. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. diperlukan organisasi yang efektif. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC. yang meliputi wilayah pengawasan. penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Sudihardjo MA. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. Oleh karena itu. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO.LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat. organisasi bukanlah tujuan. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. mengalokasikan. menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu).01/2006. sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. akuntabel. Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi. efisien. berdasarkan PMK 131/PMK. efisiensi dan efektivitas belanja negara. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . kesinambungan fiskal. ris DOK. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. berhasil guna. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. tepat. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. independen. Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut.” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan. enforcement. Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja. Drs. sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan. “Sepanjang saya ketahui. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik.

menurut Sudihardjo. perlu diketahui. dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. dan pelayanan informasi. dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. konsultasi. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku. Selain itu juga. ZAP Menurut Sudihardjo. masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. memberikan argumenkal DJBC. Disamping itu juga. hal ini dilakukan untuk DJBC. akuntabel dan transparansi. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). apakah sudah mendukung kinerja. independen. efisien. mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. hal lingkungan Depkeu. Sudihardjo tasi. tepat. penyuluhan. dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan). dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi. pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. diperlukan organisasi yang efektif. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). pelindung masyarakat (Community Protector). si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. Keempat. transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. dukungan industri (Industrial Assistance). Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Ketiga. bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. Kedua. efisien. WBC PMK Nomor 68.DOK. Pertama. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. akuntabel.

Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo. Pendelegasian Wewenang. tidak right sizing. beban kerja yang tidak seimbang. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. ujar Sudihardjo. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. tugas dan fungsi tidak tepat. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. “Untuk itu. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. menurut Sudihardjo. Fungsionalisasi. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas. Kesinambungan. KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. dan lain-lain.q Biro Organta. ris dapat berjalan dengan efektif. Sebab. maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif. organisasi DJBC sudah ideal. apabila susunan organisasi. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu.” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. Akordion. menimbulkan friksi. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK. Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain. Dalam hal ini. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu. bagi Kementerian PAN. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati. “Untuk saat ini. penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. Koordinasi. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”. hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Sekretariat Kabinet. Lembaga Administrasi Negagara. Karena itu. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. masukan saya. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. Selain itu menurutnya. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan). Keluwesan.

sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas. tidak pernah kita masukkan. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai. lintas barang. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai.Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan). walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja.” imbuh Nofrial. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC. Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan.A. Nofrial menegaskan.” ujar Nofrial.A. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen. setelah melapor maka dan tata kerja. Makassar yang seKantor Pelayanan Utama. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. Dengan demikian. Tanjung Perak. Tanjung Emas. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun. Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. tanggal 1 Juli 2007. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC. dibandingkan dengan bidang pengawasan. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya.” ujar Nofrial kembali. tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. Kudus. lanjut Nofrial. Drs Nofrial M. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 .. Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. antara lain contohnya. Pelayanan Utama. dan kantor lainnya ? Di perbatasan. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. artinya unsur an. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik. Pontianak. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. layah (Kanwil) DJBC. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. lanjut Nofrial. dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. Sebaliknya. KPBC dengan KPPBC. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan. NOFRIAL. salah satu dari hasil anaDrs. 2. sebagainya. dan Cukai sebagaimana telah mulai 1. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. Soekarno-Hatta.” ujar Nofrial. sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat . sehingga tugas border control-nya juga berlaku. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. Batam. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen. M. Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan. Makassar. jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. an yang ada sebelumnya. Namun.

A3. KPU dan KPPBC. Malang.LAPORAN UTAMA DOK. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau. ris l l . karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya. KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU. Dan perlu dicatat. A2.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 . tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK. Khusus mengenai KPU. lanjut Nofrial. Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh. dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain.KPBC Kudus. 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan.III. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA. Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap. itu sama sekali tidak benar. secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai.red) yang kurang wilayah kerjanya. pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus.II. untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan. l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU.” jelas Nofrial. menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan. POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. II dan III. Nah dengan adanya usulan itu. UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU.” jelas Nofrial. Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU. misalnya di Tanjung Priok.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat. maka yang Batam. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan. masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus. KPBC Batam. Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. KPBC Muka Kuning.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 . Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah. Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun. Kini. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. misalnya KPU Batam. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun. sebelumnya ada Priok I. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini. WBC DOK. berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil.

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). sesuai kepatuhan pegawai. pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV).Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok. Nofrial MA. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. Nofrial menegaskan. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai.KPU. M. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. 131/PMK. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut. fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor.01/2007 tersebut. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut . si. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II. unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi. Hal tersebut. sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 . Disamping itu. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK.Si. WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai. membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. Apt. me. Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. Secara umum. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu. biaya. khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu. Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC. P DJBC.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC. demivertical DJBC. Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama. Ssi. Oza Olavia. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC.01/2006. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. atau melalui Kepala KPU. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. menurut Nofrial. Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI. pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. Menurutnya. dari segi waktu.01/2007.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi. dimana unit yang DOK. mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik.

Perbendaharaan. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. Rumahtangga dan SDM. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. 5. lanjut Oza. 4. menurutnya. 3. Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa. Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. Setiap informasi yang ada dianalisa. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. mampu menjamin terlaksananya good governance. 6. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. Pemeriksa Barang. HICO. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. Perbendaharaan. Penerimaan dokumen. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU.” ungkap Oza. pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. dijelaskan Oza. dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). hasil Kinerja Pegawai (performance). Gate. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri.” ujar Oza. Oza mengungkapkan. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU. 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. Konsul.” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. Menurut Oza. “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU.” lanjut Oza. P2.” tambah Oza. maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. Ekspor. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini.LAPORAN UTAMA 2. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. WBC di KPU. Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. Fasilitas. menurut Oza. Fasilitas. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja. Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. Oza menyampaikan suatu masukan. atau melalui Kepala KPU. semoga dengan adanya Bidang KI. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU. pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. Manifest. melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. dunia usaha dan pemerintah. investor. penilaian / pengukuran (performance measurement). Pabean. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan. maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. integrity. Hanggar. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan.

Concong Luar (PL). Kuala Langsa. PL Krueng Geukeuh. Sinabang. pelabuhan laut Selat Panjang. Tapak Tuan. Pelabuhan Udara Polonia. meliputi. Lumba-Lumba (PL).Kantor Bantu. Pos Pengawasan. Gunung Sitolo (PL). Sungai Pakning (PL). Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). KPPBC Tipe B Pematang Siantar. Pelabuhan laut Bengkalis. Sidikalang 5. Pangkalan Dodek (PL). Pos Pengawasan. Perigi Raja (PL). Pos Pengawasan. 7. Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. Pulau Cawan (PL). KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. Pelabuhan Udara Kijang. Kantor Pos Lalu Bea Medan. Teluk Paku (PL). meliputi. Gabion (PL). Bukit Batu (PL). KPPBC Tipe A4 Sabang 2. Rantau Panjang. Terdiri dari : 5 KPPBC. Kabanjahe. Kuala Bayas (PL). Bandara III 3. meliputi. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. Kuala Tanjung (PL) III. meliputi. Bandul (PL). Pelabuhan Laut Kijang. Pulau Tello (PL). Tanjung Motong (PL). Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL). Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). Tabing (PU). Teluk Dalam (PL). meliputi. Tanah Putih (PL). Kuala Enok (PL). Terdiri dari 5 KPPBC. Pantai Labu (PL). Pos Pengawasan: Bandara I.Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. KPPBC Tipe B Bengkalis. 2. Kuala Gadung (PL). Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. sebagai berikut . Sungai Apit (PL). meliputi. Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). Muara Padang (PL). Bandara I. Teluk Belitung (PL). Terus (PL). Bandara II. terdiri dari : Kantor Bantu. Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). Malahayati (PL). Rantau Panjang (PL) 2. Pelabuhan Laut Sibolga. meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Gudang Merah (PL). Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe. Sinaboi (PL). meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. Siberut Mentawai. Tanjung Beringin (PL). Pos Pengawasan. Pos Pengawasan: Barus (PL). meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. Kantor Bantu : Moro Sulit (PL).01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pulau Halang (PL). KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. Serapung (PL) 5. Tanjung Pinang (PL). KPPBC Tipe A4 Tembilahan. Painan (PL). Selat Panjang (PL). KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Buatan (PL) 2. Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A 3 Dumai. Rumbai (PL). Tanjung Samak (PL). Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. Bungus (PL).. KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. Pelabuhan udara Mingkabau. Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. Sibolga (PL). Tua Pejat (PL). Cot Bau (PL) 3. IV. meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. Bandar Khalifah (PL). Dumai (PL). KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). II. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Labuhan Bilik (PL). Pos Pengawasan : Susoh 4. Tanjung Leidong (PL). Pos Pengawasan . Binjai. Penyalai (PL). Urung (PL). Muara (PL). Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). Prapat Tunggal (PL). Pelabuhan Laut Pasir Panjang. Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. Sikakap (PL). KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung. KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. Pelabuhan Laut Teluk Bayur. Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL). Tanjung Kedabu (PL). Pantai Cermin (PL). Pos Pengawasan. meliputi. Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. Porsea. Lubuk Pakam. Japura (PU). KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. Kualacinaku (PL). Tanjung Balai Karimun (PL). pelabuhan udara Iskandar Muda. Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. Bagan Siapiapi (PL). Rengat. Teluk Nibung (PL) 7. Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). 6. Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). Kijang (PL). KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Kantor Bantu. Terdiri dari 8 KPPBC. Kuala Enok. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. Bengkalis (PL) 6. Pelabuhan Laut Pekanbaru. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. Pelabuhan Bagan Siapiapi.Kantor Bantu. Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II. Air Bangis (PL). Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). Pasir Panjang (PL). KPBC Tipe A1 Belawan. Pariaman (PL). Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). meliputi: Pelabuhan Laut. Bandara II. Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. Pangkalan Susu (PL) 4. meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. Kuala Blaras (PL). Pos Pengawasan: Sawang (PL). pelabuhan Laut Tanjung Pinang. Tanjung Medang (PL) 3. Natal (PL). meliputi. I. KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. KPPBC Tipe B Siak Indrapura. Tanjung Medang. Pos Pengawasan. Cubadak (PL). Tanjung Buton (PL). meliputi. meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). KPBC Tipe A 3 Medan. Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. Teluk Mengkudu (PL). Bantan Tengah (PL). Sigli (PL). KPPBC Tipe B Selat Panjang. 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Terdiri dari 7 KPPBC. Panipahan. Singkel. Ujung Baru (PL). Tanjung Batu (PL). Teluk Bayur (PL). meliputi: pelabuhan laut Belawan. Rantau Prapat. Pos Pengawasan. Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). yaitu 1. Pulau Burung (PL) 4. Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan.Kantor Bantu. Sei Kembung (PL).

1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Bandara II. Tegal (PL). Dharma Karya Perdana (PLK). Wates. Gede Bage. tambelan. Sungai Liat (PL). 2. Tanjung Pandan (PL). Pelabuhan Tanjung Leneng. Slawi. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Semarang. KPPBC Tipe A2 Tangerang. Terdiri dari . serasan. Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang. Kantor Bantu : Juwono (PL). Pelabuhan Laut Sungai Gerong. KPPBC Tipe B Tarempa. Pelabuhan Laut Pusri. Demak. Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. Bandara II. Majenang. midai. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. meliputi. Pos Pengawasan : Bandara I. Bandara I. Kantor Bantu Kebumen 5. Klaten. KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. Pos Pengawasan : Chandra Asri. Sinta. Daik (PL). Terdiri dari : 6 KPPBC. matak. 7 Kantor Bantu. Sekayu. Muaraenim. meliputi. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. Halim Perdana Kusuma. Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta. Tanjung Leneng (PL). Bandar Lampung. Seputih Mataran. Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Bandara I. Pos Pengawasan: Sleman. Cianjur. Purwodadi. bunguran timur V. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. Pos Pengawasan : Purbalingga. Bandara II. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. meliputi. yaitu : 1. Bantul. Nasasari 6. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. KPPBC Tipe B Pekalongan. 44 Pos Pengawasan : 1. Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL). meliputi. 3. Pos Pengawasan : Banyutowo. Sambu Belakang Padang (PL) 4. Tempilang (PL). KPPBC Tipe A3 Jambi. Pulau Pelambung (PL). Tanjung Intan (PL). Penuba (PL). meliputi. Pelabuhan Tanjung Emas. Pos Pengawasan : Sukabumi. Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). Baai. Plaju (PL). Arjuna (PL). KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. Muara Sabak (PL). Kalibaru. meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. KPPBC Tipe A3 Surakarta. meliputi. Pelabuhan Laut Merak. 3. Baturaja. KPPBC Tipe A2 Bekasi. Marunda. Ujung Kerawang. meliputi. Kantor Bantu : Manggar (PL). Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL). Palembang (PL). Pertamina. KPPBC Tipe A2 Purwakarta. Pulau Layang (PL). Pos Pengawasan : Tangerang VII. Bandara III 2. 4. Blora. Kawasan Industri Kota Bukit Indah. Ciwandan (PL). Jepara (PL). Pelabuhan Laut Tegal. Surodadi. Ranai. Pemalang. Sukohardjo. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. meliputi. Pelabuhan Tanjung Pandan. Sunda Kelapa (PL). Daerah Istimewa Yogyakarta. Dabo Singkep (PL) 5. Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. Kayu Arang (PL). udang natuna. Pos Pengawasan : Purwakarta. KPPBC Tipe A3 Kudus. Terdiri dari : 6 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Solo. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Cibinong. Kantor Bantu: Magelang. Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II. Pos Kantor Pos.Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan. Pelabuhan Ratu (PL). 5. KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. Merak (PL). Pangkal Balam (PL). Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). 6. Pelabuhan Udara Depati Amir. Toboali (PL). Pelabuhan Laut Cirebon. Pelabuhan Laut Cigading. Tanjung Emas I (PL). Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. Raden Inten (PU). Sungai Selan (PL). Kuala Mendara (PL). Cinta Natomas. KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. Pos Pengawasan : Kampit. Kawasan Industri EJIP. Bandara I. VI. Banjarnegara 7. meliputi. Bandara II 4. Karanganyar. Wonosobo. Kantor Bantu : Balongan. 6. KPPBC Tipe A3 Palembang. jemaja. Wonogiri. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Kuala Tungkal (PL) 3. Jebres. Tanjung Emas II (PL). Temanggung. KPPBC Tipe B Purwokerto. meliputi. KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. Depati Amir Bangka (PU). Cigading (PL). Padang Kemiling (PU). bunguran barat. Comal (PL). Sragen. Tanjung Emas III (PL). Pengandaran (PL). Purworejo X. Dabo (PU). Pos Pengawasan: Garut. meliputi. Cirebon. meliputi. Pos Pengawasan. KPPBC Tipe B Tegal. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Lubuklinggau. Pelabuhan Laut Tanjung Intan. Boyolali. Pelabuhan laut P. meliputi.Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat). Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. Karimun Jawa (PL). Nipah Panjang (PL). Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL). KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. Pos Pengawasan. Muara Baru (PL). 3. KPPBC Tipe A2 Jakarta. KPPBC Tipe A4 Cirebon. Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. meliputi. Baai (PL). Depok. Kantor Pos Lalu Bea Magelang. Dipasena. Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2. Kampung Laut (PL). Kantor Bantu : Belinyu (PL). Jebus (PL). meliputi. Bogasari. Muko-muko (PL). Ciamis. Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). Pelabuhan Udara padang Kemiling. Bandara I. Cilincing. Subang. Pusri (PL). Pelabuhan Udara Branti. 3. Sungai Gerong (PL). meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. Pelabuhan Laut Plaju. Kantor Bantu : Kota Agung. Lubuk Besar (PL). Kaliwungu. Marina Ancol. Pelabuhan Udara Sultan Thana. Pelabuhan Laut Talang Duku. Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang.Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. Pekalongan (PL). KPPBC Tipe B Dabo Singkep. Cilamaya (PL) 4. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. KPPBC Tipe A3 Merak. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. Jambi. Air Itam (PL). Rembang.As Hanandjoeddin. KPPBC Tipe A4 Bengkulu. Dry Port Jebres. SM Badarudin II (PU). Linau (PL). KPPBC Tipe A2 Bogor. Pos Pengawasan : Sumedang. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Pos Pengawasan : Brebes. P. Pelabuhan Laut Panjang. Muntok (PL). Bandara II 5. Wonosari. Salatiga. Simbur Nair (PL). Bratesena. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. meliputi : Dry Port Gede Bage. Widuri (PL). Pos Pengawasan : Palimanan. Cepu. Tasikmalaya IX. Senayang (PL).LAPORAN UTAMA 3. Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). Terdiri dari : 8 KPPBC. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. . Kantor Bantu. Pos Pengawasan: Batang (PL). 2. Pulau Enggano (PL). Sungai Buluh (PL). H. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). Kantor Pos Lalu Bea Palembang. Kantor Pos Lalu Bea Jambi. KPPBC Tipe A2 Bandung. Pos Pengawasan. Belitung (PU). Pos Pengawasan : LIK Semarang. Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. Way Seputih (PL). KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. meliputi.

Terdiri dari. Muncar (PL). KPPBC Tipe B Blitar. Tamboloka (PU). Simpang Tiga Lubuk Sabuk. Pejarakan. Haliwen (PU). KPPBC Tipe B Benoa. Socorejo-Jenu (PL). Saparan. Gilimanuk 3. Selaparang. meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo. Tanjung Wangi (PL). Dermaga Padang (PL). Mirah I (PL). meliputi. Pos Pengawasan: Sape (PL). 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. KPPBC Tipe A3 Kediri. Teluk Suak (PL). Pos Pengawasan : Pasean (PL). KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. Pos Pengawasan : Tambak (PL). Dermaga Kapal Ikan (PL). Mangkahoi XIV. Pelabuhan Laut Pasuruan. Pos Pengawasan: Aruk. Jamrud II (PL). Pos Pengawasan . Tg Batu. Cukir. Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. Brang Biji (PU). 5. Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. Sidoarjo. Paloh.meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. Waingapu (PL). Bondowoso. Pototano (PL). Kantor Pos Lalu Bea Malang. Pos Pengawasan . KPPBC Tipe B Banyuwangi. Rambipuji 7. Calabai Dompu. Sampang. Karangasem. meliputi. Satartacik (PU). Kalbut (PL). KPPBC Tipe B Tulung Agung. Nilam I (PL). Sajingan. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. Aroeboesman (PU). Lekok (PL) 3. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. meliputi. Pangkalan Buun (PL). Grajagan (PL). Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). Abdulrachman Saleh (PU). Singkawang. Pertamina Amuk (PL) 2. Sungai Raya. Lembar (PL). Jombang. H. Ketapang (PL). Larantuka (PL). Temajuk (PL). Cilik Riwut (PU). Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). XII. Labuhan Haji (PL). meliputi. Ngimboh (PL). KPPBC Tipe B Kalianget. Trunojoyo (PL). Bandara I. Dermaga Khusus PLTGU. Sepulu. Sidding. ICT III (PL). KPPBC Tipe A4 Sampit. Pos Pengawasan : Samudra (PL).Penjajab (PL). Dermaga Khusus Semen Gresik. Jamrud I (PL). KPPBC Tipe B Probolinggo. Puger (PL). Aruk. Kantor Pos Lalu Bea Kupang. 3. meliputi. Mirah II (PL).meliputi . Kantor Bantu : Kendawangan (PL). Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). Ketapang (PL). Pagerungan (PL). Mojokerto. Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Panarukan. Klungkung. Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . meliputi. Gewayangtama (PU). Sapudi (PL). Bangli. Bandara III. 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1. Pelabuhan Laut Benoa. Labuhan Lombok (PL). Kantor Bantu. Dermaga Khusus Smeiting Co. Dermaga Cargo II (PL). 5. meliputi. Segumon. KPPBC Tipe B Madiun. Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Bandara II. Besuki (PL). Kalianget (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Gianyar. Pos Pengawasan : Glondong. Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Padang Tikar (PL). 7. Sedayu Lawas (PL). Berlian I (PL). Pacitan (PL). KPPBC Tipe A2 Pasuruan.Kuala Jelai (PL). Ende (PL dan Pos Lalu Bea). Caruban. Pelabuhan Laut Lembar. Pelabuhan Laut Pulau Pisang. KPPBC Tipe A3 Gresik. meliputi. KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). Branta (PL). Sungai Kakap (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Batu. 6. Iskandar (PU). Kanwil DJBC Bali. Kantor Tukar Pos Udara Juanda. Pos Pengawasan. meliputi. Situbondo. Pintu Utama Padang Bai (PL). Kantor Pos Lalu Bea Madiun. Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). Palibelo (PU). Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Pelabuhan Tanjung Perak. KPPBC Tipe A4 Sintete. Ponorogo. Labuhan Alas (PL). Kantor Bantu.Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Meneng. Tusikain . Sungai Duri. Kamal (PL). Teluk Air (PL). meliputi.Kantor Bantu : Supadio (PU). Pegatan Mendawai (PL). Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A3 Balikpapan. Pelabuhan Laut Pontianak. Probolinggo (PL). Jember. Celukan Bawang. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Surabaya. Rahadi Usman (PU). Negara. KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak. Pelabuhan Laut Sampit. Beringin (PU). Napan (LBD). Pelabuhan Laut Kampung Baru. Kempu. meliputi. Pos Pengawasan . Mali (PU). Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL). Maumere (PL). Pos Pengawasan : Magetan. Bandara II. meliputi. Pelabuhan Laut Ketapang. Labuan Bajo (PU) XIII. Tebas (PL). Pos Pengawasan : Tenau. 2. Tuban (PL) XI. meliputi. Pelabuhan Laut Kalianget. Pelabuhan Laut Penajam. Pelabuhan Udara Juanda. Dermaga Khusus Petrokimia. KPPBC Tipe A2 Juanda. meliputi. Pelabuhan Laut Balikpapan. KPPBC Tipe A4 Kupang. KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Kuala Pembuang (PL). Pos Pengawasan . Mata Plampang Sumbawa.meliputi. Telaga Biru (PL).Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak. Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Dry Port Rambipuji. 6. Pelabuhan Udara El Tari. Berlian II (PL). Selaparang (PU). KPPBC Tipe A4 Mataram. Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro. Meta Mauk (LBD). meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung. Pelabuhan Laut Poleng. Pelabuhan Laut Panarukan. Sampit (PL). Nilam II (PL). Lamongan. Wates 4. 8 KPPBC. Pos Pengawasan : Marakai Panjang. 7. Rua (PL). Pelabuhan Udara Ngurah Rai. Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Dongkek (PL). Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL). Nanga Bayan. Lumajang. KPPBC Tipe A3 Pontianak. ICT II (PL). Pulang Pisau (PL).Pos Pengawasan. 8. Mauhai (PU). 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. Pelabuhan Laut Bima. Kantor Bantu: Sambas. Bantan. Kalimas. 8. Dermaga Kapal Turis (PL). KPPBC Tipe B Bojonegoro. Merbau. Pos Pengawasan : Nganjuk. Asan (PU). meliputi . Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). Dermaga Khusus Maspion. Wini (LBD). Ende Ipi (PL). 5. Pontianak (PL). Kantor Bantu : Kumai (PL). Pelabuhan Laut Tenau. Teluk Melano (PL). Singkawang (PL). Poleng (PL). 3. 2. Jungkat (PL). Sekura 4. Kangean (PL).1.Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). Kawasan Industri PIER. Jawai. ICT IV (PL). Kubu (PL). meliputi. Sangka Pura (PL). Tabanan. Bangkalan (PL). Gresik (PL). Taliwang. meliputi. Labuan Burung. Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL). 6. Baa/P. Kantor Pos Lalu Bea Maumere. Pelabuhan Udara Sepinggan. Wajoti (PU). KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. KPPBC Tipe A3 Malang. Sebangkau. Pelabuhan laut Maumere. Benete (PL). meliputi. Terdiri dari 8 KPPBC. Pelabuhan Laut Gresik. NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). Pelabuhan Udara 4.meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Mataram. Terdiri dari : 8 KPPBC. H. Kantor Pos Lalu Bea Kediri. Paiton (PL). Bima (PL). Teluk Air (PL). Bandara III. 8. Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4. Pemangkat (PL).. Ngawi. Kantor Pos Lalu Bea Jember. Kertosono. Pelabuhan Laut Sintete. Pos Pengawasan Bea dan Cukai. KPPBC Tipe A4 Entikong. Bandara I. Dermaga Cargo I (PL). Panarukan (PL). Padha Maleda (PU). KPPBC Tipe B Ketapang. 2. Kantor Bantu: Nanga Badau. Jangkar (PL). Buleleng (PL).

Stagen (PL). Demta (PL). KPPBC Tipe A4 Tarakan. Pelabuhan Laut Balantang. Banabuni (PL). Kantor Bantu. Tembagapura. Tarakan (PL). Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). Sinjai (PL). Bulukumba (PL). Kantor Pos Lalu Bea Manado. KPPBC Tipe B Pare-pare. Gorontalo (PL). Sungai Pancang. Pos Pengawasan : Siwa (PL). meliputi : Pelbauhan Laut Poso. 6. Mekar Putih (PL). Parigi (PL). Stagen (PU). Tanjung Barnabas (PL). Pos Pengawasan. Kiwirok (PL). KPPBC Tipe B Tual. Pos Pengawasan : Sorta (LBD). Mopah (PU). Long Nawang. Bunta (PL). Palele (PL). meliputi. Banjarmasin (PL). Pos Pengawasan : Rendani (PU). 7. Pelabuhan Laut Sangata Lama. 4. meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. Pelabuhan Laut Manado. Pomalaa (PL). Donggala (PL). Kantor Pos Lalu Bea Makassar. Toili (PL). Amamapare (PL). Pelabuhan Laut Tual. 11. Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). Bupul (LBD). Pattimura (PU). Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Sulawesi Tenggara 5. Raha (PL). KPPBC Tipe A4 Kendari. Pelabuhan Laut Pomalaa. 2. Sikeli (PL). Geser (PL). KPPBC tipe B Manado. Kei (PL). Kantor Bantu: Batu Licin (PL). Hitu (PL). Pulau Gak (PL). Muara Badak (PL). Pos Pengawasan : Banda (PL). Boepinang. Malino. Sulawesi Utara 10. Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). P. Tanjung Batu (PL). Kuala Kencana/ Kota Baru. KPPBC Tipe B Bintuni. Sentani (PU). Bullah (PU).Mamuju (PL). Pelabuhan Laut Ternate. Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. Lirung (PL). Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. Pelabuhan Laut Jayapura. Temindung (PU). Bitung (PL). Ereke (PL). 10. 8. Pelabuhan Laut Soekarno. Kantor Pos Lalu Bea Merauke. Kotabunan (PL). meliputi. Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). Wamena. meliputi. Pos Pengawasan : Pagimana (PL). Fak-fak (PL). KPPBC Tipe B Nabire 13. Mindiptana (LBD). Pelabuhan Laut Hatta. Pos Pengawasan : Wani (PL). Masohi (PL). Pulau Adi (PL). Serwaru. Biak (PL) 12. Tg. Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. meliputi. Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Pulau Gebe (PL). Ilwaki/Wetar. Bubung (PU). Tanjung Redep. 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. Pelabuhan Laut Banjarmasin. Warukin (PU). Pemancingan (PL). Papua dan Irian Jaya Barat. Molibagu (PL). Wimro. Muara Sanga-sanga (PL). Galala (PL). Pad XI. Kasiguncu (PU). Paguat (PL). KPPBC Tipe B Poso. Barru (PL). Pasang Kayu (PL). KPPBC tipe A4 Gorontalo. KPPBC Tipe A4 Sorong. Kantor Bantu : Toli-toli (PL). Corgodock. Moutong. Pantoloan (PL). Samarinda (PL). 3. Pos Pengawasan : Kema (PL). Tarakan (PU). Benjina/ P. Meliputi. Uloe (PL). Kariangau(PL). Pos Pengawasan: Kokas (PL). Balantang (PL). Pos Pengawasan : Pegatan (PL). Tanjung Redep (PU). Hatta II (PL). Mutiara (PU). Papayato (PL). Mangole (PL). 12. Hatta I (PL). D. Galela/Tobelo (PL). KPPBC Tipe B Bajo’e. Pos Pengawasan : Labuha (PL). Teluk Etna. Saurnlaki (PL). Tagulandang (PL). Buru (PL). Sukarno I (PL). Luwuk (PL). Pos Pengawasan : Lamijung (PL). KPPBC Tipe B Kaimana 9. Sam Ratulangi(PU). Pelabuhan Laut Sorong. Agats (PL). KPPBC Tipe B Pomalaa. Belang (PL). meliputi. Tahuna (PL). XV. Soroako (PU). Nunukan (PL). Ternate (PL). Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. Elat. Nyerangkat Sekambing (PL). KPPBC Tipe A4 Bontang.LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). meliputi . meliputi: Pelabuhan Merauke. Kotabaru (PL). KPPBC Tipe B Luwuk. Kantor Pos Lalu Bea Ambon. Ratatotok. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. Jorong (PL). meliputi. Jayapura (PL). Tulehu (PL). KPPBC Tipe B Merauke. KPPBC Tipe A4 Ternate . Ambon (PL). Kantor Bantu : Waisarisa (PL). Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. meliputi. 11. Moahino/Bohumbelu (PL). Wolter Mongonsidi (PU). meliputi. Paotere (PL). Wembi (PL). meliputi. Bastiong (PL).Kanwil DJBC Maluku. Pos Pengawasan : Wawoni (P). 5. Pelabuhan Laut Biak. 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pelabuhan Laut Amapare. Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). KPPBC Tipe A4 Kota Baru. 2. Terdiri dari : 12 KPPBC. KPPBC Tipe B Fak-Fak. Wainibe/ P. Marore (PL). Sabang (PL). Bade (PL). Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Pos Pengawasan : Watansoppeng. Lhok Tuan (PL). Pos Pengawasan : Bunyu (PL). Pelabuhan Laut Gorontalo. KPPBC Tipe A3 Samarinda. Pare-pare. Banggai (PL). 6. Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). Wanam (PL). Pos Pengawasan : Handil II (PL). 9. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). Arar (PL). Biringkassi (PL). Kantor Bantu: Senipah (PL). Pattiro. KPPBC Tipe B Biak. Leok. Ogotua (PL). Kantor Pos Lalu Bea Biak. Pos Pengawasan : Serui (PL). Pelabuhan Laut Samarinda. Pelabuhan Laut Pantoloan. Kantor Pos Lalu Bea Sorong. Waris (PL). Tanjung Santan. Pelabuhan Laut Tanjung Santan. Pos Pengawasan: Kuandang (PL). Tenggarong (PL). meliputi: Pelabuhan laut Ambon. Bontang (PL). meliputi. Manokwari (PL). Pomako I. Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). KPPBC Tipe B Malili. Maluku Utara 3. Dumatubun Langgur (PU). Pelabuhan laut Luwuk. Sorong (PL). Merauke (PL). Penajam (PL). Likupang (PL). Wonreli/Kisar. Tarjun (PL). Kantor Bantu. Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. meliputi. Pelabuhan Laut Kotabaru. 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Poso (PL). KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. Pelabuhan Laut Bontang. Skouw (LBD). Kendari (PL). Sulawesi Tengah 7. Tanjung Selor (PL). Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). Opini/Pasahari (PL). meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. Kantor Bantu : Timika (PU). Pelabuhan laut Manokwari. Fak-fak (PU). Kantor Bantu : Palopo. Pelabuhan Udara Hasanuddin. Terdiri dari : 13 KPPBC. meliputi. Kampung Baru (PL). Hulu Siau (PL). Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). KPPBC Tipe A4 Nunukan. Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). 4. Kolonedale (PL). Sengai (PL). Soekarno II (PL). Larat. Jalaluddin. Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Manado (PL). Pelabuhan Laut Fakfak. KPPBC Tipe A4 Ambon. 6. Pos Pengawasan : Kolaka (PL). Kantor Bantu : Bunyu (PL). 8. 2. meliputi. Ngadi. Pos Pengawasan : Dabo (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. Amurang (PL). Miangas (PL). Pos Pengawasan : Jefman (PU). Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. Lasolo (PL). KPPBC Tipe B Pantoloan. Areso’e (PL). Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. 3. Wakai. KPPBC Tipe A3 Makassar. Wanci (PL). Aji Kuning (PL). KPPBC Tipe A4 Amamapare. asam/Kintap (PL) 8. Loli (PL). Pelabuhan Laut Sangata Baru. Kalimantan Selatan 7. KPPBC Tipe B Manokwari. Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). KPPBC Tipe B Sangata. Namlea (PL). Long Bawan. XVI. meliputi. meliputi. meliputi . Dawai (PL). KPPBC Tipe A4 Bitung. 5. meliputi. meliputi: Pelabuhan Laut Bitung. KPPBC Tipe A4 Jayapura. meliputi. Satui (PL).

Lobam (PL). Momoi (PL). Arsa. Pulau Ngenang (PL).Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. 009 X. Pos Bantu KD 301/302. Tanjung Rempang. Bitung Utama A (PL). Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL). Nusantara I (002) (PL). Batu Ampar I (PL). Telaga Punggur (PL). Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Organisasi KPPBC Tipe A1. Dwipa II (PL). Sei Jodoh (PL). Jakarta Utara. Nongsa (PL). Utama E (PL). Bandara I. Macobar (PL). Tanjung Uban (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok. Pokob Barat. Organisasi KPPBC Tipe A2. Tanjung Karepa. Sekupang (PL). Batu Besar Pantai (PL). Tanjung Sipatung. Organisasi KPPBC Tipe A3. Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. Nusantara II (005) (PL). Tanjung Piay (PL). Pulau Galang (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). Tanjung Sau (PL). Tanjung Uncang (PL). Tanjung Kasem (PL). Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. UTPK I (eskpor) (PL). Pos KD 209/210. Organisasi KPPBC Tipe B. BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. Lokasi : Tanjung Priok. Pos UTPK II. UTPK I (impor) (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Batu Ampar II (PL). yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. Pos Pengawasan : KBN. Organisasi KPPBC Tipe A4. Kabil (PL). Terminal Penumpang.Tanjung Cakang. Agung Raya. Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Bitung Utama B (PL).2. menghasilkan 9 struktur organsiasi. Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Tanjung Riau (PL). Sagulung (PL). Lagoi (PL). Pos Bea Cukai 305. Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). Janda Berhias (PL). UTPK Koja I (PL). Dwipa I (PL). Bandara II. Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. (DKI Jakarta). Pos Lapangan 207 X. Banda .

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

. Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan.. ISMADI ANANDA.WAWANCARA Drs.” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 . M.Si.

struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. proporsionalitas.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. untuk mengakomodasikan hal tersebut. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. dan volume/beban kerja. Di tingkat daerah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan. ruang lingkup. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Ismadi Ananda. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Fungsi. Maka. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. Dalam melakukan suatu reorganisasi. Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah. koordinasi. kejelasan kewenangan. dan volume/beban kerja. Di sisi lain. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. Selain Peraturan Presiden tersebut. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja. Di pusat. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah. M. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. Tugas. apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002. dalam hal penataan kelembagaan. tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut. artinya. idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. keberlangsungan tugas. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. Drs. Berdasarkan uraian di atas. penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara.Si M. rentang kendali. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan.Si.

Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. antara lain: pendidikan. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. Dengan demikian. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik.red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. Ketiga.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik. baik pusat maupun daerah. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. PAN Nomor : PER/20/M. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. dalam berbagai cara. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya. baik terhadap unit organisasi ini (KPU.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Untuk itu. Kedua. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok. yaitu biaya. unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih. Oleh karena itu. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor. unit penyelenggara pelayanan publik. Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih. Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. Unit organisasi ini (KPU. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya. diantaranya : Pertama. pengalaman. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. “Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC.

sehingga selain bertujuan untuk profit motive. Dalam hal ini. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. Adapun alasannya. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). Secara prinsip. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. 5. Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. antara lain sebagai berikut: 1. Opportunites. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya. Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. 2. dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. antara lain: a. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. peluang. 4. Melalui analisis SWOT (Strenghts. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi. melainkan juga non profit motive. hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. 3. juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. kelemahan. Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. dan harapan-harapannya di masa mendatang. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. Menurut Hendar Kusnadi (2005). Agar memiliki keunggulan. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. Weaknesses. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. Menurut Pearce dan Robinson (1997). kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. Secara umum. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. b. Untuk itu selain anggota.

Adapun peluang yang ada. dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. pangan dan lain-lainnya. Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. akan menjadi beban bagi para anggotanya. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. Sedangkan maju mundurnya koperasi. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya. 4. Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost). Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. juga peran aktif dari para anggotanya. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. koperasi yang tergolong masih baru. maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. berupa investasi saham. Dengan unit usaha yang banyak. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. Koperasi dalam hal ini melihat. konstribusi Usaha Mikro. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan. dapat lebih diberdayakan. dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. Dari ide atau gagasan tersebut. Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. sandang. selain peran manajemen koperasi. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. selain untuk pengembangan usaha koperasi. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya. Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. dapat dilakukan melalui : 1. Secara garis besar. sehingga mampu untuk hasilkan profit. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. 2. 3. 23 . sehingga berdasarkan gambar 1. Misalnya kebutuhan perumahan. 3. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. 2. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam.1. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. Pada tahun 2003 saja. Pada umumnya. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. kesehatan. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya. Misalnya. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan.6% Usaha Skala Menengah). hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business).1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. Pada umumnya. Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. 2. walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. perbankan dan unit keuangan lainnya. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. 2. 3. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. antara lain sebagai berikut: 1. Fokus terhadap usaha inti (core business). reksadana. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. Kecil. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan.7% (terdiri dari 41. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas. Apabila banyak anggotanya. 5. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai. dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan.

1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi. diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya.000 300. maka pada kondisi pasar persaingan sempurna. Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar. Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. karena harga yang bersaing. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar.2005 Pearce.000 750. c.000 1. telp (021) 47865608. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2. Namun di sisi lain. Jakarta: Binarupa Aksara. 2007.000 500.000. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat.000 Berwarna 3.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya. Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007. Hendar. Ekonomi Koperasi (edisi kedua). b.000 500.Tax). Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya.000. Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota. 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .000 1.1997. Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII. keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC). Berdasarkan fungsi: S = (Yd . Informasi hubungi : Wirda. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana. DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC). Pada kondisi tersebut.500. Manajemen Strategik (terjemahan). Jakarta: LPFEUI. Hoedhiono. Kadarisman. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi.000.C .000 GAMBAR 2 Secara umum. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a. di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit. apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda. sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap. Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat. robinson. namun konsumsi (C) dapat lebih hemat. Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing.

Amal.010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Mitra Utama 2.04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4. Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk. 1. 103/PMK. 6. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol. 2. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dan Kebudayaan. Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. 1. WARTA BEA CUKAI 2.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 . PERATURAN Nomor 1. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK. Sosial.010/2005 64/PMK. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea. 3. 5. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan. 4. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain.INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No.05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. 5. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK.

” tambah Agung.11/2007. 314/KMK. sedang dan tinggi. Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat. Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. 330/KMK. tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. bertempat di gedung Graha Sawala.00 WIB tersebut. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan.” tandas Sri Mulyani.01/ UP.” tambah Sri Mulyani.11/2007 dan No. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC. Acara yang dimulai sekitar pukul 09. Dengan demikian. bertempat di aula gedung B. Dalam sambutannya. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. Anwar Suprijadi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). dilantik dan diambil sumpahnya. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan. 24 Juli 2007. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah. S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. pada 27 Juli 2007. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. Departemen Keuangan. Selain itu. Menurutnya. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan. dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. mulai 1 April - 26 . kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Ditemui WBC usai pelantikan. Agung Kuswandono. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok.01/UP. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa. “Tetapi pada minggu ketiga. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah. selasa. “Pada prinsipnya. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu. lanjut Menkeu. Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan. Dengan demikian.

Untuk internal. Kantor Wilayah DJBC Banten Pj.P. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi.H. Jusuf Indarto / 060061439 Drs.” tandas Rahmat. 15. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. 3.Si / 060044391 Drs. Saat ditemui WBC usai pelantikan. Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. 5. Surabaya Pj. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. Kushari Suprianto. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No. 12. 8.M. 6. R. Dalam menyiapkan KPU nanti. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko. Serang Pj.P. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs.. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Ak. 16. 10. Papua.M / 060062022 Ir. 13. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. Bachtiar.H. 5. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada. M. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya. 6. dan Irian Jaya Barat. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj.Si / 060034182 Drs. Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. 12. Nasir Adenan.A / 060044379 Drs. Agung Kuswandono. M. Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II. 2. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi.. Nasar Salim. 14. saat diwawancara WBC. 10. 8. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan. 1. 7. M. 16. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs. 17. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai.M / 060034937 Drs. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj.A / 060079971 Drs. 18. Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. Kepala Subdirektorat Penyidikan. Ismartono / 060044469 Drs. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. M. Sementara itu. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik. / 060079942 dr. Muhammad Chariri / 060044383 Drs. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso. 11. Faried Syibli Barchia. M. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I. Nama/NIP Drs. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat. 1. M.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. Sedangkan untuk eksternal.31 Juni 2007. 11. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. Iswan Ramdana.A / 060034127 Drs. S. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. 14. NTB. 4. 2. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. 9. 7. dan NTT. 4. 9. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj. Diantaranya. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 . Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. 3.M. S. 13. Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 15. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.

3. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala.300. disebabkan oleh beberapa faktor. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006.000. cukup signifikan. 56.600.300.000. antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007. namun pada minggu ketiga dan 7.300. pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007.82 di KPU juga menjadi kendala internal. 522.000.000. total penerimaan bea masuk dan importasinya.000. 42. dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp. 38. Secara meningkat sebesar Rp. adalah sebesar Rp.000. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp.000. Hal ini Menurut Hanafi. Optimis. sampai dengan semester yang lebih banyak. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006. 2. lebih tinggi dari tahun 2006. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp.600. 512.583.09 triliun atau mencapai 49. pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007. Hanafi Usman.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50. DJBC kembali meyang lebih kondusif.75 triliun atau mencapai 53. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan. program Kantor Pelayanan Utama (KPU). Menurut Direktur bayar. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok.600. 42.000. 14.71 persen dibandingkan dengan peneri. 834.034. Dengan malah cenderung turun. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36.28.” jelas Hanafi. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007.700. Disisi lain dengan 000. penerimaan justru menurun. 2. menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika. menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai.92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC. FRANS RUPANG. 417.700 sammeningkat sebesar Rp. 13.” ujar Hanafi. sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit.000.417. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp. sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp.000. sehingga hat Tabel-II).000. 100. Dengan penetapan beban tersebut.4. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan. bea masuk.452.000. tahun 2007. karena mereka yang 15. (Lihat Tabel-I). persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal. tapi dua minggu pertama 20.86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut. 034.000. 14. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007. pada dua Rp. cukai telah mencapai Rp.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp.20. Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk.000. Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp. yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC). maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006.700.000. DJBC dituntut sebesar Rp. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P. Disamping itu.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali.000. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS . bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp. serta bankan kepada cukai.2007 dapat tercapai.000. optimis target itu kita targetkan average-nya Rp.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi. sementara cukai mengalami importasinya. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen.

dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006.200 milyar. dan faktor kurs. sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April. EPA Indonesia-Jepang. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC.15. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit.32 triliun atau 50. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). (Lihat Tabel-III).88 milyar. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp.9.498. dan pemberian fasilitas lainnya. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti. faktor tarif. personalisasi pita cukai. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya.804. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21. FTA Indonesia-Korea Selatan. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata.57. perjanjian Free Trade Area.”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. untuk periode semester II. 760. 42.721. kapal patroli. 56. Dengan pencapaian ini. 7.” kata Hanafi. pelayanan jalur hijau. untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007. nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp.58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp.03. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan.hanya Rp. Langkah lainnya yaitu. diantaranya operasi intelijen. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007. Frans Rupang. dimasa transisi dari average-nya Rp. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. Selain peningkatan penerimaan dari KPU. Pada faktor devisa bayar.4 milyar. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49. Hanafi Usman menjelaskan. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk. juga mengalami peningkatan. Dan.45 triliun. antara lain. Diantaranya. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo. faktor devisa bayar. Untuk bidang pabean. 34 triliun atau 101.33 triliun atau 50. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. pelayanan jalur prioritas. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai. Sedangkan untuk faktor kurs. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp. 1. harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier).75 persen dari target.650. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp. X-Ray machine.52 persen dari target yang dibebankan. Demikian juga untuk Batam.07 triliun atau 104.9.225. 946 milyar. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp.” jelas Frans Rupang. devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33. Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan. dan pemberian reward and punishment.57 persen.696. Menurut Direktur Cukai. dan FTA Indonesia-India. “Untuk tahun 2007.75 persen dari target. targeting dan profiling. seperti AFTA.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi. peningkatan audit bidang cukai. dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi. sehingga angka tersebut tidak masuk.035. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif. program peningkatan integritas. FTA ASEAN-China. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5.82 persen. Untuk faktor tarif.80 triliun. sosialisasi peraturan di bidang cukai. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI).87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 . peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management. kekurangan 0. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit.60 persen.27 triliun atau 100.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir.

” ungkap Hanafi. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007. adi . turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi.INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut. Baik Hanafi maupun Frans Rupang.

Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat. Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta. Suegino Wigno Sumarto (60). EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 . Ayahanda dari David Purwosusilo. 10 Agustus 2007. SM. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Supiandi. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A. Kasih Ibu Solo. pada hari Jumat.00 WIB di Solo. 01 Agustus 2007 pukul 01. pukul 14. pada hari Rabu. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu.00 dinihari di RS.DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T. pukul 04.00 WIB.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA. 01 Agustus 2007 pukul 14. ANSJARI A. Dra. Amin. 10 Agustus 2007.M. Telah meninggal dunia.00 WIB. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M.R. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia.

Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007. Kabid Kepabeanan dan Cukai.250. Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Menurut Tipe A3 Samarinda. Kabid Audit. KPBC Tipe A4 Kakanwil. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp.980.000 juta. Ismartono dalam sambutannya. Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 . Kabid P2. Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3. bertempat di gedung Aula Kanwil. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No.30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum.95%) dari target si & Korlak yang mewakili. Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang. ”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp.00 WITA. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL).546 terlihat tidak seperti biasanya.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kepala Bagian Cukai. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”.282. Umum. KPBC A3 Banjarmasin.898. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08. KPBC Tipe A4 Tarakan. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. KPBC Tipe A4 Sangatta. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1.301. Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya. Tepat pukul 08. Kabid IKC.595 juta (88. ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah.151. telah mencapai sebesar 53 persen. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema.893 juta.

terkait dalam rangka pengawasan di bic. catatan bagian. Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini. Melakukan koordinasi dengan instansi b. menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal. 5. ukuran. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp. tipe dll). Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. tersebut antara lain : 1. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 . c. Sementara itu untuk pelayanan di 6. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor. 3.848. ISMARTONO.762 juta (133. (kayu lapis). ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll. PT Arutmin di Kotabaru. pengawasan di wilayah perbatasan ned. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp. tarif dan nilai pabean. sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan. kandungan bahan.807. cumi dang kepabeanan dan cukai. karet dll 9. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). spesifikasi teknis Banjarmasin. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. Hasil laut (Ikan. umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan . Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai. PT Ata Surya. yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. tapan klasifikasi. f. KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam.82%). PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama. RAKERWIL. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7.28%). Untuk itu.931. dibidang kepabeanan dan cukai.027 juta (49. Plywood dan integritas pegawai. Meningkatkan sarana dan prasarana dae. (merk.502 juta (72. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. Minyak Bumi maupun Batubara.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21.020 juta (61. Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise. Hasil industri perkebunan seperti gara. Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka. Barang Pelintas Batas. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan. pengetahuan a. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar. d. minyak kelapa sawit.Tawau yang berlaku. Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. PT Darma Kalimantan Jaya. Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan). KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. catatan bab. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. termasuk dll). spesifikasi teknis. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4. 21. bahan baku. kepiting. udang.44%). Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR. Kayu Olahan (Moulding dll). voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan. namun pada umumnya antara lain : a.504. 1. 99. 8.

an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal.628. d.195. e. Lebih lanjut. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini. b. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a. tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur.DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. c. Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi). Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b. Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin. Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit. dengan total tagihan sebesar Rp. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya.528. antara lain : a. kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Pengawasan pemeriksaan fisik barang. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC.1. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. terutama dikawasan perbatasan. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. d. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai. Bea Keluar dan PDRI lainnya). Untuk itu.

tegasnya. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007. pukul 5. dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai. Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam).30 WIB. Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan. B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional.30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal. d. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. c. Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. Jumat 20 Juli 2007. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal. baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait.00 WIB. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. muqsith hamidi. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut. melakukan kunjungan kerja selama dua hari. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus. e. sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri.b. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . pukul 9. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. rombongan berangkat pukul 17. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono. dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok. f. Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya.

tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). Penerapan hologram pada Pada sesi ini. l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu.” ujar Hery. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. khutuk tulisan dengan warna spesifik. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. demikian imbuh Hery. penerapan holoDisamping itu juga.sejak tahun 1996. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa. Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. Keunggulan Shofwan. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. telah meKantor KPBC. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri. Karena itu. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. menurut Hery. Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. Hery Agung menjelaskan. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus. “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. Eagle Medicated Oil. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. P2 DJBC. Setelah memaparkan don Inggris. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. Pura Grup. Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. yaitu an. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. menurut Amin. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram. ris tembakau di Kudus. salah satu divisi di Pura Grup. Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram.

Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat. Namun seiring dengan perjalanan waktu. Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 .red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara. Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio. Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama. “Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal. Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. disamping pembinaan terhadap masyarakat.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal. maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.”ungkap Udin. Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama. sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM).

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak.”ujarnya. 6. 4. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan. 3.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. 7. namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. . 5. Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. 8. Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak. 9. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. Untuk memperindah kantor. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan.” ujar Lily. ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang. walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan. hanya sekitar 2 bulan. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. 2. Pembenahan untuk ruang pelayanan. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok. tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. Tugas saya di Merak tidaklah lama. kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami. panggilan akrab Noviyanti. Ini adalah prestasi kami bersama. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. patuhilah sistem dan prosedur yang ada.” ujar Yanti. kemauan dan prangka. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. Menurut Agus. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. Noviyanti. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. pencahayaan dan lain sebagainya. disampaikan. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja. Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. oleh sebab itu. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma. juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. mereka punya semangat yang luar biasa. Sementara itu. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar.”Semua pihak terlibat. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan.

9. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp. Untuk menyiasatinya lanjut Agus. Masih menurut Agus. Septia Atma. pihaknya jugatelah menghimpun Rp.45. Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa.175. Nasir Adenan. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp. dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar . .762. NASIR ADENAN. pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur.97. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain. Sedangkan dari penerimaan cukai.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp.039 atau 193 persen. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. dengan berhasil menegah 14 kasus.304. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda. Sedangkan cukai. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak. Banten dan KPU sendiri. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. penerimaannya mencapai Rp89. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir.280. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta.DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan.” ujar Nasir Adenan. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan. Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. cepat dan pasti. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. sehingga kegiatan perekonomian berjalan. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD. yang secara garis besar. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai. kini mencapai jam 9 malam. seperti Bandung.543. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru.500.536. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda.000 atau terjadi peningkatan 109 persen.”ujarnya Agus juga memaparkan.554. dimana 2 kasus sudah P21. jumlah jam kerjanya bertambah. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu. Pada dokumen yang diajukan oleh PT. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Keberhasilan yang cukup signifikan ini.440. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan.978. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat.750. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan.TEI. biasanya sampai jam 5 sore. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak. untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta.”papar Agus.198. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang.

” kata Septia Atma.3 atas nama PT.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. Artinya. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. dan kesantara (KBN) Cakung. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. maka PT. kini terburuk. expecting the best”. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. walaupun misi DJBC adalah tersebut. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum. masih dalam proses penyidikan. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut.” tandas Nasir Adenan. akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA).WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2. MoKepabeanan. yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu. Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai. Melihat gelagat tidak benar cukai. nya. karena MMEA yang kami tegah MMEA. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. pembatasan. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. saya ingin menyampaiJakarta. nya sekitar 20 persen saja. adi pengawasan pabean. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. Dalam melakukan pengawasan. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung. PITA CUKAI PALSU. Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. Dalam kasus ini.” kata Nasir Adenan. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. dan atas kepalsuannya ini. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu. Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara. pada kesempatan ini pula. Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. dalam merencanakan suatu operasi. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru. IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. Sementara itu. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan. dengan pihak PERURI.

setelah keluar Skep No. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. Saat ini. Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka. fresh dan penuh senyum. Kemudian. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. Saat diwawancara WBC. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur.” terangnya. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. Kemudian. pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . khususnya bandara. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. Walaupun begitu. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini. umum dan urusan pegawai. Pekanbaru. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. Namun. Berasal dari Pacitan. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. Setelah berjalan empat tahun. tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. penampilan harus prima. yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta. Setelah diterima. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red). dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. Kemudian.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. Selain itu. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. tenang. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip. istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur.” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. tepatnya awal tahun 2005. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja.

kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga. 84.000 Harga luar Jabotabek 43. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya. Di akhir wawancara.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah. 120.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan.000 Rp. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan. 43.cbn. “Sebagai anak buah.000 162 62. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi. para pejabat di pemeritahan.” ujar Sukatno.net. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. A.000 Rp. namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari. Rp. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air. ats Pinang.Desember) Rp. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan. (021) 47860504. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta.500 84. 25. maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor. adi info buku BILA ANDA BERMINAT. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan. 150. Rp. Tak hanya itu. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari . dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain. 162.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. saya harus siap memberikan surat tersebut. (021) 4892353 / E-mail: wbc. Verifikator dan Training KPU ini. jujur. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya.000 Rp. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. Pria yang juga hoby sepeda ini. 78.000 Rp.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40. DPI. Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . Baginya. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya. “Seperti yang saya sebutkan tadi. 4890308 ex. pria kelahiran Sumatera Selatan. 154 Fax. 40.500 5% 78.000 10% 150 50.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi. tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja.

Importir : + 75 perusahaan. Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan. 5. Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. BOP Gol II : + 5 perusahaan. 4.PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006). terhadap komoditi apa atas . sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. PAPUA. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. Eskportir : + 120 perusahaan. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC. masih aktifkah perusahaan tersebut. 2. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. 3. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku. Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara.

besarkah nilai impor perusahaan tersebut. sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. Posisi organisasi 3. Weakness). kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. dan kondisi eksternal OT (Opportunity. Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. terkesan kinerja bidang audit rendah. apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor). atau tantangan.usaha tersebut. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama). PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. Standar yang disepakati 5. l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC. Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang. Kinerja masa lalu 4. Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. Threath). Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT. Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1. tujuan organisasi 2. Arah.

Pindad (Persero) dan G. Jawa Barat. h. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. pada 9 – 20 Juli 2007. Bandung. gelombang I dimulai tanggal 9 . Fred. Rencananya. Strategic Management. Saat ini. Bagian Depdiklat PT. enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Suprapto. Papua. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC. Bandung. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT. jarak yang berjauhan. waktu yang lama. Bagian Divisi Senjata PT. dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1. 5. Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997. Hadir pada kesempatan itu. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. 3.10. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian. dengan mengambil lokasi di PT. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC. komoditi. Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. Sutejo. 1998 Pearce. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. Concept of Strategic Management. senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. Dalam hal pemakaian. SE Ak.H. 2. akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. 1985 BONGKAR PASANG PISTOL. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. Dari uraian diatas. John A. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Pindad (Persero). 7. Pindad (Persero). Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol. Sehingga. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. Daftar Pustaka Barry. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada. P2 KP. 6. Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. 4.1986 David R. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. Sehubungan dengan hal tersebut. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data. khususnya bidang P2. Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan. DJBC Suwito. baik nilai. Pindad. senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia. lokasi. jenis perusahaan. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . keringanan/pembebasan yang dimiliki.

Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap.000 butir. penggunaan sarana senjata api DJBC. ruangan penembakan (firing).000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata. teori data teknis senjata. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m.222. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT. praktek SBC-1 Kal. seperti mengetahui cara perawatan senjata.500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. P2 KP. Dengan jarak sasaran 50 m.222. Setelah itu.222. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya. pelatihan ditutup oleh Triyono. senjata api berasal dari dari PT. Pindad (Persero). Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A. senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7. Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal. dengan jarak tembak 20 m. cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata. praktek pistol P-3A. Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. DJBC FOTO BERSAMA. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. penggunaan senjata api (menembak). Bagian Diklat PT. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 .64mm) sebanyak 1.65 mm) sejumlah 1. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan. peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata.DOK. P2 KP. cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. praktek menembak dan evaluasi. Kedua. Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy. dilakukan dengan posisi berdiri. usai pelatihan tersebut. Pertama. Pindad (Persero). Diharapkan. Kemudian. Dalam kegiatan ini. peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT. Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat. DJBC PRAKTEK MENEMBAK. Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging).000 butir. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5.65 mm. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m. Bandung. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal.222. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan. Pada hari terakhir pelatihan.

yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Malaysia. Sabah. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. Durahim menjelaskan. 50 . Pagi itu. Sebelumnya. Menurut Durahim. tepatnya Kantor Pusat DJBC. mengatakan.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. Maksudnya. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau. Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia. Pada kesempatan itu. di Jakarta. Sabah. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. Kastam Diraja Malaysia. KP DJBC. Senior Assistant Director of Customs. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. Sabah. Ia melanjutkan. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia. dengan DJBC Indonesia. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. Durahim Bin Tutin. rombongan bergerak menuju Jakarta. Malaysia juga memiliki jalur merah. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. R abu.28 Agustus 2007. Sabah. diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. Saat di wawancara WBC. Sabah. 13 Agustus 2007. Usai pemaparan. Selain itu. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan. Hanya saja yang membedakan adalah. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. Usai mengunjungi Bandung. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. rombongan Kastam Diraja Malaysia. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. setelah dilakukan penilaian.

” kata Anwar. Badan POM. “Sedangkan dari aspek sistem. Departemen Perhubungan serta Port Operator. dengan Customs Indonesia. Dari segi kemudahan. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada. ada 14 Agustus 2007. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. khususnya di Tarakan dan Tawau. dan MTI. Dari rapat pembahasan tersebut. Gedung B. untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. dari diskusi tadi. Anwar Suprijadi. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. Selain itu. Kemudian. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. Pihak Kastam Diraja Malaysia. Sabah. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Usai pemaparan. Sabah. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor. dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan. Puskari (Pusat Karantina Ikan). Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning. juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. Badan POM. Tak hanya itu. Koja. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 . yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. diwakili oleh Durahim Bin Tutin. Kemudian. BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. Maksudnya. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. “Kemudian. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Ia melanjutkan. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran.” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai. Ia menambahkan. ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support. Assistant Director of Customs. “Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan.” tandas Anwar. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. lanjut Anwar. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). Kita hidup serumpun. implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Puskari. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai. Departemen Komunikasi dan Informasi. bertempat di ruang Loka Muda. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. khususnya antara Customs Malaysia.” tambah Anwar. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. walaupun jauh tapi dekat di hati. rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. P BERTUKAR CENDERAMATA. sebahasa.

mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem.Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain. . Susiwijono. Gedung B. sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. . Sementara itu. KP DJBC. HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda. .Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. mengatakan. . Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur. dalam pemaparannya pada peserta rapat. Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud. akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain. Kemudian. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. untuk kemudian Menteri Keuangan. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan.Sesuai jadwal rencana kegiatan. Ia melanjutkan.Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: . mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN.Sesuai jadwal rencana kegiatan. hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. Dit.” tandas Susiwijono.KEPABEANAN 2007. pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut. IKC. akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008.

SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri. Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan.STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. dipimpin oleh Customs. NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya. Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya. THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs. pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange). l Translation Indonesia – English v. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. pada Desember 2006. termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. menggunakan SAD. Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC.

MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. Merah. Selain itu. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. Kuning. harapan masyarakat usaha.” ujar Thomas Sugijata. dan MITA Prioritas. yang melaksanakan atau melayani di KPU. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. dapat meningkatlebih baik. Dijelaskan oleh de facilitator. Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut.KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. jumlah. saat ini telah melakuThomas Sugijata. dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kuning. tinggi. melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. Utama Kantor Pusat DJBC. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. yanan yang ideal. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. Intervensi dokumen. yaitu jalur Merah. “Harapan DJBC. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. barang impor dapat segera dikeluarkan. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. yang dilakukan. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. Intervensi dokumen. maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha. Hijau. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. Tanpa intervensi. Mitra Utama (MITA). serta memiliki pola bisnis yang jelas. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. KPU juga Sementara itu. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. Mitra Utama (MITA). dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. Intervensi fisik barang. Hijau. melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen. dan MITA Prioritas. jenis. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU.

Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan. ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. (5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. barang re-impor. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. Dengan diberikan hak tersebut. jumlah SOSIALISASI MITA. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. Akan pertanyaan tersebut. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. dan hijau kecuali terhadap. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK. untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB. barang impor sementara. (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. Selain hal tersebut. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . (f) Foto copy API/APIT. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. spesifikasi.

lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2. Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor. Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban. Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp. maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya. 250 juta pada KPPBC tipe A1. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan. ini yang menurut saya kurang adil. No. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan. jaminannya sama. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak. Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 . jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi. baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan. P Peraturan dibuat dan Tipe A3.”kata Teguh.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai.adanya jaminan. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan.”ujarnya kembali. Rp. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC.” tegasnya kembali. Rp. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya. “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM). Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT. jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit.”terang Teguh.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK.beacukai.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.”terangnya. Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp. Selain registrasi.go. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya.”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi. pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK.id). Teguh Indrayana. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK.17/2006.red). Darjono berpendapat. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup.”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK.” terang Agung. Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1.

Menurutkepabeanan. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. itu tidak jelas. 2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan.DOK.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut. Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK. dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai.termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Sejauh ini lanjutnya. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK. kai Nomor. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK. competence.”tegas Teguh. Selain itu. WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan. dap para mantan pegawai Bea Cukai.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No. SOSIALISASI. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan. maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK. WEBSITE BEA CUKAI. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. dan auditable. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Berarti kan importinya ada. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan.P-22/BC/2007. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility.”terangnya. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi. mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi.

Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance.4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE. “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor. Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK. S. untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik..4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2. Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas. Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan.04/2003 tanggal 31 Desember 2003. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2. 47. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE . MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut. dirakit.KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono. Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?. Juga pada waktu ekspor.d. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian.Hut. M.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE.. Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah.. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s.

produk kertas. produk dari logam. Sebagai contoh di Jawa Timur. Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia. Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s.KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah. produk dari plastik. 1. Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004).tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004). sepatu.022 register (2005) dan 421 register (2006). Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia. Dalam ketentuan KITE. PT Phillip Indonesia. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture. perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur.d. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan. laporan ekspor disebut laporan BCL. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan. dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. PT Miwon Indonesia. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . TPT. Mei 2006. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?. Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi.

Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. Oleh : Togap M. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal. Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. (Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. Secara ekonomi makro. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”. Dilihat dari sisi perusahaan. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. setiap tahunnya PT. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. Secara regional. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. tidak boleh.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja.

Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. Jadi boleh. adanya alat discharging. are excluded from the scope of this convention”. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. Untuk memutuskan boleh. tali-temali. Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. Inti pengawasannya adalah boleh. Impornya telah dilarang melalui Kep. Recycling. tidak boleh. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. antara lain adanya fasilitas penampung. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. dll. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. kain-kain lap mesin (rag). 2. didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. sampah-sampah dapur. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. Dalam kaitannya dengan hal ini. Dimana untuk menyimpan limbah ini. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan. Memperindag No. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. tidak boleh. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. 4. 520/MPP/Kep/2003. “Wastes which derive from the normal operation of a ship. Direct re-use. ” KESIMPULAN : 1.penggunaannya. Switzerland. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. 3. II dan III. atau boleh dengan syarat. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. the discharge of which is covered by another international instrument. Dalam Kep. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. Memperindag No. Sludge dari rembesan oli atau solar. 1973. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik.

Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan. R. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No. bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990. kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi.B. tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. Pertanyaan yang timbul. Permana Agung. terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE). Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih. Upaya membangun kepercayaan masyarakat. mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. profesional dan bertanggung jawab (Kompas. pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. 17). Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional.OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. menciptakan aparatur yang bersih. karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. Senin 9 Juli 2007). Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi.

Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. perbaikan sistem tata laksana (business process). tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II). penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. Beritanya masih akan ada KPU. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Kantor Bantu dan Pos. Senin 9 Juli 2007). Kantor Wilayah (ada Koordinator . Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan). harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V). Dan birokrasi adalah. masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala. Kantor Inspeksi Tg. Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II). Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah). 3. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal. mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. pemeriksaan atau investigasi. Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur.eselon II). Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang. Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). para pejabat yang mengurus biro pemerintah. 1. penegahan. kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. Dari sistem ini (sesuai UU No 17). C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi. Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. Kantor Inspeksi (eselon III). yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut. sistem pemerintahan oleh sekelompok. Pada era ’90-an karena beban kerja. 2. B. pejabatnya. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU. Kantor Inspektorat (eselon II). REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 . Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang.eselon II). wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. Beban kerja KPU Tg. Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. 4.Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul.

OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur. yaitu PFPD. ternyata diselundupkan. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. harga dan lain-lain. penyidik. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. PFPD. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan. mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. verifikator. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. Ini juga harus direformasi. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. barulah diberikan persetujuan impor. penyidikan. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas. audit. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. begitu juga Soekarno-Hatta. DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. Prosedur ini tidak sederhana. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. . auditor. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. patroli. administrasi kantor dan lain-lain. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. x-ray. kemudian menerbitkan SPPB. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. auditor. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. pencegahan. PFPB.

Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa. reorganisasi. Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. yaitu instrumen. reposisi dan revitalisasi. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Rabu 11 Juli 2007 halaman 21). Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2. masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya.PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah. tidak sulit untuk mereformasinya. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . sisdur dan terutama SDM. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. struktur dan kultur. rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang.

Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. Kedua compensation. Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. prestasi dan kompetensi mereka. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. yang menyangkut aspek prestasi kerja. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. pertama. an. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. Kedua. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. Ketiga. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. reorganisasi. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. Kempat training. dan amandemen UU No. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. compensation. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . Ketiga. Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. UU No. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. dan hanya berpangku tangan. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. risiko kerja dan beban kerja. training. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. mengalami proses akselerasi. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. waktu pelayanan yang lama. bersikap skeptis. Pertama performance appraisal. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. pola promosi. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. career. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah. 466/KMK. Ketiga career. kompetensi dan insiatif. alur mutasi. Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. fungsi. Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif. Kedua. tugas pokok. birokratis serta membiarkan ilegal trading.01/2006. tidak ada missing.

kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih. waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator.satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. Untuk tahap pertama ini. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. dan Cukai. Pelaksana Pemerikasa. dunia. SDM yang berintegritas. kita harus legawa. Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. dikan KPU. kebutuhan. sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. mimpi kita. ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri. maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. Di sisi lain. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap. Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. by process. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 . jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan.

yayasan. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. Demikian disampaikan.1/2006 tanggal 7 November 2007. b.1/2006. 2. apabila : 1. Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. Pertanyaannya : a. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. instansi. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan. Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan.1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara. sesuai amanat SE-551/MK. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Direktur PPKC.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I. kami dapat merahasiakan identitas anda. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut. fax ataupun e-mail. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. atau lembaga lainnya. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan. baik yang mengatasnamakan individu. workshop maupun lokakarya. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr. koperasi. pembahas. Dan sesuai permintaan.

Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan. bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih. ibunya terkena penyakit sipilis.Kekurangan vitamin D . Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak. berbintik putih terang. menyeluruh di semua gigi. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. e.Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh . saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal.Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi.RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap. d. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 . maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. . Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil. Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi. Berwarna coklat.Infeksi intra uterus. a. kuning. sipilis. Drg. A. Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan. Heni Haryanti. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching).Chemoterapy .Hipokal semia (kekurangan kalsium) . Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. b. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai.Lahir prematur (lahir dini) . Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah. c. kecoklatan. coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis. Hal ini disebabkan oleh : . Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge). Gigi berwarna abu-abu. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah. lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras. Hal ini disebabkan oleh cacat email. India. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. sering memiliki celah kecil. bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet. Afrika. (misalnya oleh Rubella (cacar jerman). Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai. Ada yang berwarna abu-abu. IG. veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi. Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah.Down sindrom .Kelainan genetika . Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya.Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh . mengkilat tetapi bentuknya tidak normal. Gigi bentuknya normal. kekuningan.

Ia menekuni keriangannya menggambar. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. Misalnya sop wortel untuk semua. 28 tahun. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. maka rakyat pun merdeka. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. dan satu menu bersama. berani menentukan pilihan. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas. berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. alau negaranya saja sudah merdeka. Keberanian tidak datang segera. Artinya manusia dewasa yang merdeka. sejak fase menyusui. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter. merdeka bertindak. belajar berjalan. Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. disapih. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. Shinta. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. merdeka berpikir. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. Suatu kemerdekaan individu matang. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. Hidup adalah pilihan. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. lara. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. maka demikianlah para individunya. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . keberanian dibangun sejak kita ada. Makan siang ditempat berkegiatan. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. Menu kesukaannyapun berbeda-beda. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga.RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. sejak kecil gemar menggambar. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. Jika rakyat merdeka. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. Keluarga ini unik. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya.

Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. maka direncanakan tempat pertemuannya. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. Mereka tinggal di Jakarta. Pada masa liburan atau kesempatan penting. misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing. di suatu tempat atau di kebun nenek. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 . Bila juru masak libur. Melalui kritik. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. dan 1 cicit. saran dan pertimbangan. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. Nenek. tetap dengan menu pilihan masing-masing. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak. yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem. saling percaya 2. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun. bukan hanya bapak dan ibu.bangun diri. Hobi masing-masing dijalani. Semua anggota membentuk lingkaran. yang satu senang badminton. membelanjakan. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu.lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. saling mendukung 4. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. untuk diskusi. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. termasuk anak. Tak ada beban perasaan tak nyaman. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan. pernikahan anggota keluarga besar. kusi ditegakkan. kumpul bareng. senantiasa ada acara bersama. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. yang satu senang main tenis.

Sebagai contoh. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. Namun. Alhasil. amarah. kebaikan. tidak dapat mengekang diri. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. tidak mempedulikan agama. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. seiring dengan waktu berjalan. tidak tahu mengasihi. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. berlagak tahu. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. kepentingan diri sendiri. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. sukacita. Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). kecemaran. kemabukan. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. tidak berpikir panjang. garang. Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. lebih lanjut. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. hawa nafsu. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. kesetiaan. Ditambah lagi. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. perseteruan. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. harap. ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara. kemurahan. perselisihan.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. tidak mau berdamai. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. Tetapi sebaliknya. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. dan kasih yang murni dari Allah. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. suka mengkhianat. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. roh pemecah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. Sudah barang tentu. kedengkian. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). sakit penyakit. sikap yang mengelontor iman. Selanjutnya. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . korupsi. kesabaran. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. tidak suka yang baik. kelemahlembutan. damai sejahtera. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. penyembahan berhala. pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). sihir. kolusi. Lebih jauh. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. Dalam perspektif Rohani Kristiani. suka menjelekkan orang. mereka akan menjadi pemfitnah. yaitu: percabulan. iri hati. tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. percideraan.

Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. dan kamu akan menerimanya. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Disinilah awal dalam perjanjian baru. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. Lebih jauh. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah. Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. mintalah apa saja yang kamu kehendaki. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan. Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. ia berbuah banyak. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 . Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. Petrus Titus R. Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural.dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM. para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. Tarakan. Surabaya. Kupang. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. Setelah istirahat di pos pertama. Walaupun medan yang dilalui cukup berat. Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi. Lebih lanjut Siswa mengutarakan. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak.Denpasar. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. Sekalipun dalam kondisi lelah. NTB dan NTT. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam. Sementara itu. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani.” jelas Siswa.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali. pada 11 Agustus 2007. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road. Bandung. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. 74 . Dengan dua agenda CCC tersebut. menjelajahi Gunung Batur Kintamani. Semarang. sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya.

Kasubdit Penindakan. KP-DJBC. Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09. II. pembacaan naskah Pancasila. Upacara dihadiri pejabat eselon I. Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. Sugeng Apriyanto. menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. Heru Santoso. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . dan Irjen Polri. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. WBC/ADI JAKARTA. foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta. Tampak pada gambar. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. Ansyaad. Drs. Anwar Suprijadi. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. DJBC pada 3 Agustus 2007. Kanwil DJBC Banten. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. Inspektorat Jenderal Depkeu. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. Dari enam tim yang bertanding. Azis Syamsu Arifin. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006. KPPBC Soekarno-Hatta. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. JAKARTA. Untuk hibah kali ini. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun.30 WIB. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. Upacara yang dimulai pada pukul 08. Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA.

1 bidan. sepak bola dan pertandingan voli. MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama. 5 perawat dan 5 karyawan. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. SE. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR. Ibrahim A. yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. disaksikan oleh Ny. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. JAKARTA. Anwar Suprijadi dan Ny. bulu tangkis. Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. Anwar Suprijadi. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. WBC/ATS JAKARTA. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan. Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny. KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA.

Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir. Ismojo (KaKPBC Pasuruan).FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Wisnu Wibowo. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder. Tampak dalam gambar. dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA. Bambang Wicaksono. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Bambang Wicaksono.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara. Bambang Wicaksono. Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan). Surabaya BALIKPAPAN. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004. Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean. Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 .

Kiriman Amir Hasan A. Ali Purnama. . KPPBC Kuala Langsa. Tampak dalam gambar. KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.A. Ambang Priyonggo.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. . Kiriman Amir Hasan A. Tampak pada gambar. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri).. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD. serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang.P.IP. Ulee Lheue. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo.P. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD.IP. S. .. KPPBC Lhokseumawe.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s . Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru. S. Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang. Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs. (yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda).M. foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan.M. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH. Kiriman Amir Hasan A.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN. KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC.A. SH.

FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1. Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas. Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21. Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu. Kiriman Amir Hasan A. Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007. Tarakan. dan duduk tim DPRD. menata ruangan dan lain-lainnya.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan. berdiri tim DJBC dan KDRM. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). II. Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf. Drs. Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru. Pada 19 Agustus 2007. Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. . Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA. Kiriman Amir Hasan A. III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi. Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). Selain peresmian. Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. menggambar peta. . selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. .

”Kalau kita diperiksa.” terangnya. Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .”ujarnya.”terangnya kembali. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar. Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya.”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik. Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan. Petugas juga ramah-ramah. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri. tapi yang penting ramah kepada penumpang. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah. Mengenai petugas di lapangan. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri.”ujarnya lagi. Mengenai barang apa saja yang dibawa. Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. Ia pun bingung. harganya juga mahal. selain tidak perlu. melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi. zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi.”Saya maklum aja kalau ada yang marah. gak ada kesan galak.

Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK. 2. b. bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 . MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. Menimbang : a. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. 3. b. c. c. identitas pengurus dan penanggung jawab.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. 5. dan kompetensi ahli kepabeanan.04/2003. importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK.04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.

Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir. dan d. 5. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). b. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang. 3. atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . 2. Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. importir. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. 4. 8. importir. c. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. kejelasan dan kebenaran alamat (existence). 6.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi. kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). 7. atau eksportir. wajib memenuhi persyaratan: a.

Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. b. (2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. uang tunai. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. dan/atau c. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). jaminan bank. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean. dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. importir. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi. ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. atau b. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. jaminan dari perusahaan asuransi.

Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). 4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor. e. Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. d. c. d. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). e. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. dan/atau f. b. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. cukai. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. dan/atau f. dapat dicabut dalam hal: a. b. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. c. atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. atau eksportir tidak ditemukan. dan perpajakan.

(2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. mengajukan permohonan pencabutan. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. dan/atau f. d. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. dinyatakan pailit. Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. e. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. b. c. wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran. atau eksportir tidak ditemukan. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. Agar setiap orang mengetahuinya.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Pasal 32 ayat (4). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128). Pasal 10A ayat (9). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. 2. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. 4. 6. 3. perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. 5. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481). Pasal 11A ayat (7). Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127).04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. 7.

Bandar Udara. 3. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. 10. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. berlabuh.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Bandar Udara. Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. 9. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . 8. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos. Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. naik turun penumpang. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. 6. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pengelola Pelabuhan Laut. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. 2.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. 4. 7. 5. Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. Gambar denah lokasi. f. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan h. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Surat Izin Usaha dari instansi terkait. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. Ukuran luas kawasan. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. badan usaha. (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). d. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). dan dilampiri dengan : a. b. g. kecuali untuk Tempat Lain. 8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dimasukkan. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara. Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan. c. e.

bangunan. c. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. bangunan. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. b. dan/atau d. BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. Gudang Penimbunan. Lapangan Penimbunan. dan/atau d. b. Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. c. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. Tangki penimbunan. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit.

tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. ekspor. k. Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. Izin dari Pemerintah Daerah setempat. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. i. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. j. b. f. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . & K E T E T A P A N g. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai. h. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. d. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai. c. e. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan.K E P U T U S A N a. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi.

dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan. (2) Tempat. dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus. tujuan ekspor. (3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. (2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain. ekspor. tujuan reekspor. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan. wajib diberi identitas secara jelas. b. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. atau c. bangunan. (2) Barang-barang berbahaya. (4) Barang impor. Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean. wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. merusak. barang ekspor. dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai.

Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. b. jenis. Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean. jaminan dari perusahaan asuransi. jenis. tata letak lapangan atau bangunan. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. uang tunai. Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. dan/atau c.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang. sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara. pemeriksaan. jaminan bank. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). b. BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK.05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dan c. Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN.05/1997 tentang Kawasan Pabean. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.