P. 1
WBC394

WBC394

|Views: 244|Likes:
Published by nuni_auliya

More info:

Published by: nuni_auliya on Feb 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2014

pdf

text

original

TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

Apabila rencana remunerasi telah terlaksana.Adrin Syahbana . diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai. sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan.Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA . Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP.Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM .Reformasi Bea Cukai .Rencana Uji Sistem National Single Window . dapat disimak pada rubrik wawancara. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC.13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007. 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku.Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI . penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai.Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) . Demikian disampaikan. bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama . perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3.Dewi Diana .Denny Malik . mengingat : 1.Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA . 2. Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku. 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 . fax atau e-mail. Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah. Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan. Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN .

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

3. serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia. WBC Kedua. Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. Kedua. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. lanjutnya. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. menurut Kamil.LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC. l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut. Sebagai contoh. adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK.01/2007. Menurut Kamil. dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. antara lain. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. perubahan kebijakan di bidang pengawasan. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC. Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. Kamil Sjoeib MA. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan. dengan prinsip. reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . antara lain. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC. sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK. 2. Kamil menegaskan.01/2006. Drs. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . DOK. bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi.01/2006. pertama. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. Ketiga. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang).

LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. organisasi bukanlah tujuan. akuntabel. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi. Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui. berdasarkan PMK 131/PMK.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu). efisiensi dan efektivitas belanja negara. mengalokasikan. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. enforcement. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya. efisien. WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. Dalam melaksanakan tugas tersebut. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi. “Sepanjang saya ketahui. Sudihardjo MA. independen. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. tepat. yang meliputi wilayah pengawasan. diperlukan organisasi yang efektif. berhasil guna. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. tepat. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara.01/2006. sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. post clearance audit. sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC. ris DOK.” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. Drs. terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. kesinambungan fiskal. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. Oleh karena itu. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO. penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan.

yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. perlu diketahui. menurut Sudihardjo. efisien. Selain itu juga. dukungan industri (Industrial Assistance). pelindung masyarakat (Community Protector). Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. Disamping itu juga. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). Sudihardjo tasi. dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). penyuluhan.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. akuntabel. Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. WBC PMK Nomor 68. Pertama. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. ZAP Menurut Sudihardjo. independen. konsultasi. transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. Keempat. efisien. memberikan argumenkal DJBC. Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. hal lingkungan Depkeu. hal ini dilakukan untuk DJBC. Ketiga. masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. apakah sudah mendukung kinerja. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan). Kedua. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. tepat.DOK. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. diperlukan organisasi yang efektif. dan pelayanan informasi. akuntabel dan transparansi. pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku.

q Biro Organta. ris dapat berjalan dengan efektif. hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. ujar Sudihardjo. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil. Kesinambungan. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. masukan saya. Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. “Untuk saat ini. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK. tugas dan fungsi tidak tepat. “Untuk itu. dan lain-lain. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan. organisasi DJBC sudah ideal. apabila susunan organisasi. serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. Keluwesan. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. Sebab. penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. Fungsionalisasi. Akordion. KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu. Lembaga Administrasi Negagara. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo. menurut Sudihardjo. maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif. Sekretariat Kabinet.” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. Dalam hal ini. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. menimbulkan friksi. Pendelegasian Wewenang. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain. Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. tidak right sizing. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan). Koordinasi. Karena itu. Selain itu menurutnya. bagi Kementerian PAN. beban kerja yang tidak seimbang. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan.

setelah melapor maka dan tata kerja. Soekarno-Hatta. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. layah (Kanwil) DJBC. Nofrial menegaskan. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 . Pontianak. salah satu dari hasil anaDrs. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan). lintas barang. Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. Namun. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan. Drs Nofrial M. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. tidak pernah kita masukkan.. Dengan demikian. Batam. Sebaliknya. Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan. an yang ada sebelumnya. Tanjung Perak. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja. Kudus. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. artinya unsur an. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya. dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar. NOFRIAL. 2. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok.” ujar Nofrial kembali. Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok. lanjut Nofrial. walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). lanjut Nofrial.” ujar Nofrial. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC. dan Cukai sebagaimana telah mulai 1. dibandingkan dengan bidang pengawasan. sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen.” ujar Nofrial. sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. dan kantor lainnya ? Di perbatasan.” imbuh Nofrial. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. sehingga tugas border control-nya juga berlaku. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai.Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan. antara lain contohnya. sebagainya. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. Tanjung Emas. WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan. Pelayanan Utama. Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Makassar.A. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. tanggal 1 Juli 2007. KPBC dengan KPPBC. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat . wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC. Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik. M. Makassar yang seKantor Pelayanan Utama.A. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar.

tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK. Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU. Dan perlu dicatat. Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat. POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi. Khusus mengenai KPU. Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang. hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya. maka yang Batam. Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan. sebelumnya ada Priok I. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA. KPBC Muka Kuning. KPBC Batam. Nah dengan adanya usulan itu.” jelas Nofrial. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok. Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun.LAPORAN UTAMA DOK. “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah. KPU dan KPPBC. Malang. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 . untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun. II dan III.III. WBC DOK. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen. A3. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan. lanjut Nofrial. l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1. berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil. UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 . Kini. KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II.” jelas Nofrial.KPBC Kudus. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini.red) yang kurang wilayah kerjanya. 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain.II. itu sama sekali tidak benar. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. misalnya di Tanjung Priok. Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap. A2. secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. misalnya KPU Batam. Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus. ris l l .

khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV). Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI. si. Disamping itu. dari segi waktu. mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management. fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC. Nofrial MA. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. Nofrial menegaskan. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II. Apt. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal. 131/PMK. sesuai kepatuhan pegawai. M. Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor. Oza Olavia. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. Secara umum. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut. Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai. atau melalui Kepala KPU. dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC.Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. me. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu. menurut Nofrial. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 . unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC. Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana.Si. WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan. pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. Menurutnya.01/2006. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. dimana unit yang DOK. Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC.01/2007. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK. pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. Ssi. biaya. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut . Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok. melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. P DJBC.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1.01/2007 tersebut. demivertical DJBC.KPU.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. Hal tersebut.

Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. Oza menyampaikan suatu masukan. 3. Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja.” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional.” ungkap Oza. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU. Ekspor. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. WBC di KPU. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. hasil Kinerja Pegawai (performance). bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. integrity.” lanjut Oza. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. mampu menjamin terlaksananya good governance. semoga dengan adanya Bidang KI. Gate. Penerimaan dokumen. pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan. Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. dunia usaha dan pemerintah. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja. “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini.” tambah Oza. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya. apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. P2. menurutnya.” ujar Oza. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . Perbendaharaan. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi. dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. investor. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU. maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut. kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. Fasilitas. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. menurut Oza. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. atau melalui Kepala KPU. Manifest. “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . Perbendaharaan. HICO. Menurut Oza. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. dijelaskan Oza. Rumahtangga dan SDM. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. Setiap informasi yang ada dianalisa. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Hanggar. Pabean. 5. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU. Fasilitas. 6. Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. lanjut Oza. penilaian / pengukuran (performance measurement).LAPORAN UTAMA 2. Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. Oza mengungkapkan. Pemeriksa Barang. Konsul. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. 4. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar.

Pulau Halang (PL). Pulau Tello (PL). Pos Pengawasan: Bandara I. Tapak Tuan. Teluk Nibung (PL) 7. KPPBC Tipe A4 Tembilahan. Pasir Panjang (PL). Sungai Pakning (PL). 7. Sei Kembung (PL). Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). Pos Pengawasan. yaitu 1. Rumbai (PL). Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. Porsea. Pelabuhan Laut Kijang. Lubuk Pakam. KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. Teluk Belitung (PL). Terdiri dari 8 KPPBC. Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). Pantai Cermin (PL).01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. PL Krueng Geukeuh.. KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). Tanjung Medang. Serapung (PL) 5. Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). Sigli (PL). Tabing (PU). meliputi: pelabuhan laut Belawan.Kantor Bantu. Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. Tanjung Samak (PL). meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. Pos Pengawasan. meliputi. Bandara II. Rantau Prapat. 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan. meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. Kuala Langsa. KPBC Tipe A1 Belawan. pelabuhan Laut Tanjung Pinang. Gudang Merah (PL). Ujung Baru (PL). Bengkalis (PL) 6. Muara Padang (PL). Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). meliputi. Tua Pejat (PL). Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Dumai (PL). Cot Bau (PL) 3. Pos Pengawasan. meliputi. Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Kabanjahe. meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. Pelabuhan Laut Pekanbaru. meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). Rantau Panjang (PL) 2. Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). Bandar Khalifah (PL). Singkel. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. Air Bangis (PL). 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. Terdiri dari 7 KPPBC. Kuala Tanjung (PL) III. Rantau Panjang. Pelabuhan Laut Sibolga. KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. KPPBC Tipe B Siak Indrapura. meliputi: Pelabuhan Laut. Pelabuhan Bagan Siapiapi. Pelabuhan Udara Polonia. Prapat Tunggal (PL). Pos Pengawasan. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Teluk Dalam (PL). Bungus (PL).Kantor Bantu. KPBC Tipe A 3 Medan. KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL).Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. Pangkalan Dodek (PL). meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. Sikakap (PL). Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II. Sidikalang 5. Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). Pos Pengawasan. Kantor Bantu : Moro Sulit (PL). Terus (PL). KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. Cubadak (PL). Pulau Cawan (PL). Selat Panjang (PL). Bandara I. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. Urung (PL). Tanjung Buton (PL). Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. I. KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). Tanjung Beringin (PL). terdiri dari : Kantor Bantu. Pangkalan Susu (PL) 4. Penyalai (PL). Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. Teluk Mengkudu (PL). meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Bandara II. Pos Pengawasan . Pos Pengawasan : Susoh 4. Pos Pengawasan. Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. Gabion (PL). 6. Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). Tanjung Batu (PL). Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). KPPBC Tipe B Selat Panjang. Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . Japura (PU). meliputi. Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). Kantor Bantu. Tanjung Motong (PL). Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Medan. Pelabuhan udara Mingkabau. Sinabang. Tanjung Balai Karimun (PL). Muara (PL). Terdiri dari 5 KPPBC. Kijang (PL). Malahayati (PL). Tanjung Pinang (PL). Pos Pengawasan: Barus (PL). II. pelabuhan laut Selat Panjang. Binjai. meliputi. Pelabuhan Laut Pasir Panjang. Panipahan. pelabuhan udara Iskandar Muda. Kuala Blaras (PL). Perigi Raja (PL). Bukit Batu (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. Kuala Enok (PL). Pantai Labu (PL). Lumba-Lumba (PL). KPPBC Tipe B Pematang Siantar. Sinaboi (PL). Tanjung Kedabu (PL). IV. Bandul (PL). Teluk Paku (PL). Bagan Siapiapi (PL). Kuala Gadung (PL). Sungai Apit (PL). Tanah Putih (PL). Pos Pengawasan. Sibolga (PL). KPPBC Tipe A 3 Dumai. 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. Pariaman (PL). Pelabuhan Udara Kijang. meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. Rengat. Pos Pengawasan: Sawang (PL). Bandara III 3. meliputi. Kuala Enok. KPPBC Tipe A4 Sabang 2. Buatan (PL) 2. Pelabuhan laut Bengkalis. Teluk Bayur (PL). Tanjung Medang (PL) 3. Kuala Bayas (PL). Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . Labuhan Bilik (PL). 2. Concong Luar (PL). meliputi. berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Pelabuhan Laut Teluk Bayur. Siberut Mentawai. Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL). Bantan Tengah (PL).Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. Tanjung Leidong (PL). KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung. Gunung Sitolo (PL). Painan (PL). sebagai berikut . Natal (PL). Terdiri dari : 5 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. KPPBC Tipe B Bengkalis. Pulau Burung (PL) 4. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. meliputi. Kualacinaku (PL). Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe.

Pos Kantor Pos. Tanjung Emas III (PL). KPPBC Tipe A3 Surakarta. Pos Pengawasan: Batang (PL). KPPBC Tipe A2 Bandung. Tanjung Leneng (PL). Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL). Palembang (PL). 6. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). Bandara I. Pelabuhan Ratu (PL). Kawasan Industri EJIP. Kawasan Industri Kota Bukit Indah. meliputi. Pos Pengawasan : Tangerang VII. Kuala Tungkal (PL) 3. Depati Amir Bangka (PU). Kantor Bantu: Magelang. meliputi. P. KPPBC Tipe B Tegal. Baturaja. meliputi. Dabo (PU). Pulau Layang (PL). meliputi : Dry Port Gede Bage. 4. meliputi. Pos Pengawasan : Purwakarta. Cibinong. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. 6. Raden Inten (PU). Jepara (PL). KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. Senayang (PL). meliputi. Pos Pengawasan : Chandra Asri. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Pusri (PL). 5. Belitung (PU). Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2. KPPBC Tipe A3 Kudus. Pelabuhan Laut Panjang. Pelabuhan Laut Talang Duku. Nipah Panjang (PL). Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta. Pelabuhan Laut Plaju. Wates. Pelabuhan Udara Branti. Bandara II. Ciamis. Kantor Pos Lalu Bea Palembang. Cilincing. Plaju (PL). Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II. Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan. Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. Karanganyar. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. Kantor Bantu : Balongan. Widuri (PL). Baai. Kantor Bantu : Manggar (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Intan. Pelabuhan Laut Cirebon. Kantor Bantu : Kota Agung. tambelan. Pelabuhan Udara Sultan Thana. Terdiri dari : 6 KPPBC. Kantor Bantu : Belinyu (PL). H. meliputi. KPPBC Tipe A2 Jakarta. Bandara II 5. Pos Pengawasan. Kantor Pos Lalu Bea Solo. Salatiga. Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. 3. Pos Pengawasan: Garut. KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. 7 Kantor Bantu. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Bratesena. Cinta Natomas. meliputi. 3. midai. 44 Pos Pengawasan : 1. Sekayu. VI. Muara Baru (PL). Sinta. KPPBC Tipe A2 Purwakarta. 2. Pemalang. udang natuna. Pangkal Balam (PL). Pulau Enggano (PL). Muara Sabak (PL). 2. KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Banjarnegara 7. meliputi. Kaliwungu. Pos Pengawasan : Kampit. KPPBC Tipe A2 Tangerang. Bandara II. Sungai Selan (PL). Simbur Nair (PL). Dipasena. Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). Air Itam (PL). KPPBC Tipe A3 Jambi. Sambu Belakang Padang (PL) 4. Bantul. Kantor Bantu Kebumen 5. Pelabuhan Laut Tegal. meliputi. Jebus (PL). Pelabuhan Tanjung Pandan. Pos Pengawasan : Bandara I. Pos Pengawasan : Sukabumi. Majenang. Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. Cepu. Muaraenim. KPPBC Tipe A4 Bengkulu. Pos Pengawasan. Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). Terdiri dari : 6 KPPBC. Merak (PL). Tanjung Pandan (PL). KPPBC Tipe A3 Merak. Terdiri dari . Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang. Bandara I.LAPORAN UTAMA 3.As Hanandjoeddin.Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). Baai (PL). meliputi. Bandara III 2. meliputi. Muntok (PL). Lubuk Besar (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. Pertamina. Wonosari. Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL). Pulau Pelambung (PL). Pelabuhan Tanjung Leneng. Gede Bage. Sungai Buluh (PL). Boyolali. Rembang. Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. Sungai Gerong (PL). yaitu : 1. meliputi. Cilamaya (PL) 4. bunguran barat. Dry Port Jebres. Slawi. 1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). KPPBC Tipe B Purwokerto. KPPBC Tipe A2 Bogor. Marunda. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. Pos Pengawasan : Sumedang. SM Badarudin II (PU). Depok. meliputi. Pelabuhan Tanjung Emas. Tempilang (PL). Wonogiri. Kayu Arang (PL). Bogasari. Pos Pengawasan : Brebes. Lubuklinggau. . Toboali (PL). KPPBC Tipe A4 Cirebon. meliputi. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalibaru. Arjuna (PL). Sungai Liat (PL). Nasasari 6.Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). KPPBC Tipe B Pekalongan. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. Blora. Purwodadi. Pos Pengawasan : LIK Semarang. KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. Temanggung. Subang. Jambi. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. Surodadi. Wonosobo. Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. Tanjung Emas II (PL). Jebres. Pelabuhan Laut Cigading. meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. Ciwandan (PL). Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. Kuala Mendara (PL). Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). Ujung Kerawang. Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Tegal (PL). Bandar Lampung. KPPBC Tipe A2 Bekasi. meliputi. Demak. Padang Kemiling (PU). Muko-muko (PL). Terdiri dari : 8 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Bandara II. Penuba (PL). bunguran timur V. Cigading (PL). 3. Tasikmalaya IX. Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL). Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). 3. Pos Pengawasan. Purworejo X. Pos Pengawasan : Purbalingga. KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. Halim Perdana Kusuma. meliputi. Bandara I. meliputi. Sukohardjo. Cirebon. Seputih Mataran. meliputi. Tanjung Emas I (PL). Kampung Laut (PL). Tanjung Intan (PL). Pos Pengawasan : Banyutowo. Daik (PL). Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. Way Seputih (PL). 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. Bandara I. Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). Pelabuhan Laut Sungai Gerong. KPPBC Tipe B Dabo Singkep. Pengandaran (PL). jemaja. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Pelabuhan laut P. Karimun Jawa (PL). KPPBC Tipe A3 Palembang. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Comal (PL). Kantor Bantu : Juwono (PL). Ranai. Pos Pengawasan: Sleman. Sragen. Linau (PL). Kantor Pos Lalu Bea Semarang. Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang. Kantor Pos Lalu Bea Magelang. Pos Pengawasan : Palimanan. Marina Ancol. Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. Bandara II 4. Pelabuhan Udara Depati Amir. Cianjur. Dabo Singkep (PL) 5. Dharma Karya Perdana (PLK). KPPBC Tipe B Tarempa. Pelabuhan Laut Merak. meliputi. Pelabuhan Udara padang Kemiling. Klaten. Pelabuhan Laut Pusri. Sunda Kelapa (PL). matak.Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat). serasan. meliputi. Pekalongan (PL). Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. Kantor Pos Lalu Bea Jambi.

Kantor Pos Lalu Bea Kupang. Pos Pengawasan: Aruk. Lumajang. Besuki (PL). KPPBC Tipe B Benoa. Kubu (PL). meliputi. Terdiri dari 8 KPPBC. KPPBC Tipe A3 Gresik. Bandara I. Mirah I (PL).meliputi. Klungkung. Jombang. Bangli. Gilimanuk 3. Tebas (PL). Mali (PU).meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. Kangean (PL). Pelabuhan Laut Poleng. Bandara III. Kantor Bantu. Dermaga Khusus Maspion. Tamboloka (PU). Kantor Bantu : Kendawangan (PL). Aroeboesman (PU).Penjajab (PL). Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Negara. Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Kantor Pos Lalu Bea Jember. 2. Benete (PL). Pelabuhan Laut Sintete. Pos Pengawasan . Abdulrachman Saleh (PU). Mauhai (PU). Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). Lamongan. Sapudi (PL). 5. 8 KPPBC. Pelabuhan Udara Ngurah Rai. meliputi: Pelabuhan Laut Meneng. Selaparang. Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4. Tg Batu. Jember. Larantuka (PL). Pelabuhan Laut Pontianak. 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. Pelabuhan laut Maumere. Ende Ipi (PL). Pelabuhan Laut Kalianget. Dry Port Rambipuji. Kantor Pos Lalu Bea Mataram. Pos Pengawasan : Marakai Panjang.Kuala Jelai (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . Dermaga Khusus Smeiting Co. 5. meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo. Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Dermaga Kapal Ikan (PL). ICT IV (PL). Jawai. meliputi. meliputi. Pelabuhan Laut Kampung Baru. 7. KPPBC Tipe A4 Entikong. Padha Maleda (PU). Pos Pengawasan : Magetan. Nilam II (PL). Jamrud I (PL). Terdiri dari. Bandara II. Buleleng (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Labuan Burung. Bantan. Pelabuhan Laut Gresik. Pos Pengawasan . Bima (PL). Kantor Pos Lalu Bea Surabaya. Sajingan. Pacitan (PL). Pototano (PL). Mata Plampang Sumbawa. KPPBC Tipe A3 Kediri. Taliwang. Poleng (PL). meliputi. KPPBC Tipe A4 Sintete. meliputi. KPPBC Tipe A2 Juanda. Rahadi Usman (PU). Haliwen (PU). Pos Pengawasan : Samudra (PL). meliputi. Lekok (PL) 3. 8. Dermaga Kapal Turis (PL). Jangkar (PL). 6. Berlian II (PL). Pos Pengawasan : Tambak (PL). KPPBC Tipe A4 Kupang. Rua (PL).1. 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1. 2. meliputi. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Malang. Bandara II. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. Ponorogo. Bandara III. Dermaga Khusus Semen Gresik. Kalbut (PL). Bandara I. Gewayangtama (PU). Pelabuhan Udara 4. Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL). Temajuk (PL). Labuhan Alas (PL). Pelabuhan Laut Penajam. KPPBC Tipe B Madiun. Mangkahoi XIV. Pos Pengawasan : Tenau. Pelabuhan Laut Lembar. meliputi. Socorejo-Jenu (PL). Merbau. Sungai Duri. Kalimas. Kalianget (PL). Muncar (PL). Puger (PL). meliputi. Tuban (PL) XI. meliputi. Kuala Pembuang (PL).Pos Pengawasan. Kantor Bantu: Sambas. meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung. Cukir. Kantor Tukar Pos Udara Juanda. Rambipuji 7. Saparan. Paloh. Sidoarjo. Waingapu (PL). KPPBC Tipe A3 Pontianak. 7. Pangkalan Buun (PL). Ende (PL dan Pos Lalu Bea). 8. Aruk. Brang Biji (PU). ICT II (PL). 2. Tanjung Wangi (PL). Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro. Pemangkat (PL). KPPBC Tipe B Probolinggo. Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). Pos Pengawasan : Pasean (PL). KPPBC Tipe B Banyuwangi. KPPBC Tipe B Bojonegoro. Palibelo (PU). H. Pelabuhan Laut Bima. Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). KPPBC Tipe B Panarukan. Singkawang (PL). Sidding. Tabanan. Sekura 4. meliputi. Pintu Utama Padang Bai (PL). Wates 4. Iskandar (PU). Pelabuhan Laut Tanjung Batu.meliputi . Pelabuhan Laut Pulau Pisang. Sepulu. Telaga Biru (PL). Pegatan Mendawai (PL). meliputi. Nilam I (PL). Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak. Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL).Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). Ketapang (PL). Pulang Pisau (PL). Ngawi. Kantor Pos Lalu Bea Madiun. Grajagan (PL). Wini (LBD). Ketapang (PL). Jungkat (PL).Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak. Kantor Bantu : Kumai (PL). Pelabuhan Udara Sepinggan. Pertamina Amuk (PL) 2. 3. 5. KPPBC Tipe A3 Malang. Kamal (PL). Segumon. Sungai Kakap (PL). Maumere (PL). Teluk Air (PL). Kanwil DJBC Bali. Pejarakan. Kantor Pos Lalu Bea Kediri. Teluk Air (PL). Baa/P. Sampang. KPPBC Tipe A3 Balikpapan. Branta (PL). Pelabuhan Laut Panarukan. Dermaga Khusus PLTGU. KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. XII. Sungai Raya. Kempu. Napan (LBD). meliputi. Mojokerto. meliputi. Pos Pengawasan. Pelabuhan Laut Pasuruan. Kawasan Industri PIER.meliputi. Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). Labuhan Haji (PL). Labuhan Lombok (PL). KPPBC Tipe B Blitar. Pelabuhan Laut Benoa. Mirah II (PL). Jamrud II (PL). Situbondo. Beringin (PU). Terdiri dari : 8 KPPBC. KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Pelabuhan Laut Tenau. 6. Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). Kantor Pos Lalu Bea Maumere. Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). meliputi. Nanga Bayan. KPPBC Tipe A4 Mataram. Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL). Trunojoyo (PL). Dongkek (PL). Cilik Riwut (PU). Teluk Suak (PL). 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. Teluk Melano (PL). KPPBC Tipe B Ketapang. KPPBC Tipe A4 Sampit.. Pos Pengawasan : Nganjuk. meliputi . Selaparang (PU). Panarukan (PL). Pos Pengawasan : Glondong. 3. Sedayu Lawas (PL). KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. Dermaga Cargo II (PL). Tusikain . Kantor Bantu: Nanga Badau. Probolinggo (PL). Gresik (PL). Pontianak (PL). Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Bangkalan (PL).Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). ICT III (PL). Singkawang. NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). 8. meliputi. Pos Pengawasan. Pos Pengawasan . Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Asan (PU). Meta Mauk (LBD). Satartacik (PU). Ngimboh (PL). meliputi. Pagerungan (PL). Padang Tikar (PL). Dermaga Cargo I (PL). Pelabuhan Tanjung Perak. Wajoti (PU). Pos Pengawasan . Sampit (PL). Pelabuhan Laut Balikpapan. Paiton (PL). Pelabuhan Laut Sampit. Kertosono. meliputi. Sebangkau. Dermaga Khusus Petrokimia. Celukan Bawang. Labuan Bajo (PU) XIII. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. H. Calabai Dompu. Pelabuhan Laut Ketapang.Kantor Bantu : Supadio (PU). Karangasem. Pos Pengawasan: Sape (PL). Bondowoso. KPPBC Tipe A2 Pasuruan. 6. Kantor Bantu. Berlian I (PL). Sangka Pura (PL). Pelabuhan Udara El Tari. Lembar (PL). KPPBC Tipe B Tulung Agung. KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. KPPBC Tipe B Kalianget. Simpang Tiga Lubuk Sabuk. Caruban. Gianyar. Pelabuhan Udara Juanda. Dermaga Padang (PL).

Pelabuhan Laut Sangata Lama. Pelabuhan Laut Tual. Mopah (PU). Donggala (PL). Palele (PL). Sam Ratulangi(PU). Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. Geser (PL). Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). Bullah (PU). Kantor Bantu : Timika (PU). Wolter Mongonsidi (PU). XV. Buru (PL). meliputi. Benjina/ P. Pos Pengawasan : Serui (PL). Boepinang. Pattiro. Pulau Gebe (PL). Pos Pengawasan: Kokas (PL). Tanjung Redep. KPPBC Tipe A4 Kendari. Pelabuhan Laut Banjarmasin. Pelabuhan laut Luwuk. Stagen (PL). KPPBC Tipe B Bajo’e. KPPBC Tipe B Pare-pare. meliputi : Pelbauhan Laut Poso. meliputi: Pelabuhan Laut Bitung. Pos Pengawasan : Lamijung (PL). Wimro. Kantor Pos Lalu Bea Merauke. 4. 8. XVI. 4. Banggai (PL). Aji Kuning (PL). Pelabuhan Laut Sangata Baru. Bulukumba (PL). KPPBC Tipe A4 Sorong. KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. Bitung (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. Bunta (PL). KPPBC Tipe A3 Samarinda. Pelabuhan Udara Hasanuddin. Hatta I (PL). Long Nawang. Ilwaki/Wetar. KPPBC Tipe A4 Bitung. Opini/Pasahari (PL). meliputi. Tanjung Santan. Pos Pengawasan : Rendani (PU). KPPBC tipe B Manado. Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). KPPBC Tipe B Malili. KPPBC Tipe A4 Tarakan. Hatta II (PL). Pos Pengawasan : Bunyu (PL). Pos Pengawasan : Jefman (PU). Tg. Pantoloan (PL). 6. Sulawesi Tenggara 5. Miangas (PL). Pos Pengawasan : Watansoppeng. meliputi. Areso’e (PL). Pos Pengawasan : Kema (PL). Waris (PL). 6. Pulau Gak (PL). 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . meliputi: Pelabuhan laut Ambon. Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). Penajam (PL). Belang (PL). Tarakan (PU). Corgodock. KPPBC Tipe B Nabire 13. Pelabuhan Laut Pomalaa. Temindung (PU). meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. Bubung (PU). 3. Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Banabuni (PL). Lhok Tuan (PL). Demta (PL). Parigi (PL). Ambon (PL). Arar (PL). KPPBC Tipe B Merauke. Poso (PL). Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). KPPBC Tipe A4 Nunukan. KPPBC Tipe B Pantoloan. KPPBC Tipe B Kaimana 9. Hulu Siau (PL). Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). 2. Soekarno II (PL). meliputi. Dumatubun Langgur (PU). Ereke (PL). Pelabuhan Laut Balantang. Pos Pengawasan : Pegatan (PL). Saurnlaki (PL). Sabang (PL). meliputi. Toili (PL). Pos Pengawasan : Pagimana (PL). 3. 10. Moahino/Bohumbelu (PL). Kantor Pos Lalu Bea Ambon. Long Bawan. Pos Pengawasan : Wani (PL). 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Pelabuhan Laut Tanjung Santan. Muara Badak (PL). Tanjung Selor (PL). Lirung (PL). Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). KPPBC Tipe A4 Kota Baru. KPPBC Tipe A4 Amamapare. Likupang (PL). Pelabuhan Laut Pantoloan. Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. Ratatotok. Sukarno I (PL). Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). meliputi. Kantor Bantu : Toli-toli (PL). Pos Pengawasan : Handil II (PL). 6. KPPBC Tipe B Fak-Fak. Pos Pengawasan : Labuha (PL). 11. meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. Wanam (PL). Galela/Tobelo (PL). Mekar Putih (PL). Meliputi. 2. Pos Pengawasan: Kuandang (PL). Kasiguncu (PU). Ngadi. Pomalaa (PL). Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). Pos Pengawasan : Sorta (LBD). meliputi. Pelabuhan Laut Manado.Kanwil DJBC Maluku. Tarjun (PL). 12. Leok. Raha (PL). asam/Kintap (PL) 8. meliputi. Tanjung Barnabas (PL). Kampung Baru (PL). Skouw (LBD). Pelabuhan Laut Sorong. Pelabuhan Laut Gorontalo. Amamapare (PL). Lasolo (PL). Wainibe/ P. meliputi. meliputi. Kantor Bantu. Nyerangkat Sekambing (PL). KPPBC Tipe B Manokwari. Pos Pengawasan : Wawoni (P). Kantor Pos Lalu Bea Makassar. Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. Pos Pengawasan. 11. KPPBC Tipe A4 Bontang. Tanjung Redep (PU). Pad XI. Sulawesi Utara 10. Pelabuhan Laut Jayapura. meliputi. meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. Kuala Kencana/ Kota Baru. Malino. Dawai (PL). Kalimantan Selatan 7. Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. Kantor Bantu: Senipah (PL). meliputi: Pelabuhan Merauke. Tenggarong (PL). meliputi . Pos Pengawasan : Banda (PL). Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). KPPBC Tipe A4 Ambon. 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. Biringkassi (PL). Larat. Barru (PL). 2. Kantor Bantu. Soroako (PU). KPPBC Tipe B Poso. 8.LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). Biak (PL) 12. Hitu (PL). Papayato (PL). Pare-pare. Gorontalo (PL). Galala (PL). Sentani (PU). Mindiptana (LBD). Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Kantor Bantu: Batu Licin (PL). Pelabuhan laut Manokwari. Sungai Pancang. Sinjai (PL). Mutiara (PU). Bastiong (PL). D. Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. Kantor Pos Lalu Bea Manado. Papua dan Irian Jaya Barat. Muara Sanga-sanga (PL). 5. Wakai. Bade (PL). Pelabuhan Laut Bontang. Warukin (PU). Elat. Molibagu (PL). Paguat (PL). Pos Pengawasan : Kolaka (PL). Pasang Kayu (PL). Samarinda (PL). Merauke (PL). Uloe (PL). Kolonedale (PL). P. Pelabuhan Laut Biak. KPPBC Tipe B Bintuni. Amurang (PL). Serwaru. Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). KPPBC Tipe B Tual. Fak-fak (PL). Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. Kariangau(PL). Terdiri dari : 12 KPPBC. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). Pomako I. meliputi . Loli (PL). meliputi. Pattimura (PU). 5. Pemancingan (PL). Sikeli (PL). Jalaluddin. Kantor Bantu : Bunyu (PL). KPPBC Tipe B Sangata. Ternate (PL). Paotere (PL). Moutong. Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). Nunukan (PL). 7. Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). Sengai (PL). KPPBC Tipe A3 Makassar. Pelabuhan Laut Fakfak. Kantor Pos Lalu Bea Sorong. Maluku Utara 3. Sorong (PL). Kantor Bantu : Palopo. Agats (PL). KPPBC Tipe A4 Jayapura. Sulawesi Tengah 7. Masohi (PL). meliputi. Jorong (PL). Kei (PL). Manokwari (PL). Pos Pengawasan : Siwa (PL). Kotabunan (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Luwuk. Bontang (PL). Tagulandang (PL). Banjarmasin (PL). Pelabuhan Laut Soekarno. Ogotua (PL). Pelabuhan Laut Hatta. Satui (PL). Kotabaru (PL). Namlea (PL). KPPBC Tipe A4 Ternate . meliputi. Pelabuhan Laut Amapare. Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. Stagen (PU). Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. KPPBC Tipe B Pomalaa. Manado (PL). Balantang (PL). Fak-fak (PU). Teluk Etna.Mamuju (PL). Tarakan (PL). Pulau Adi (PL). Kantor Bantu : Waisarisa (PL). Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Wonreli/Kisar. Tulehu (PL). Kantor Pos Lalu Bea Biak. Marore (PL). Kendari (PL). Pelabuhan Laut Samarinda. Pos Pengawasan : Dabo (PL). Wembi (PL). Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). Terdiri dari : 13 KPPBC. Tahuna (PL). Pelabuhan Laut Kotabaru. Tanjung Batu (PL). KPPBC Tipe B Biak. meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. Wanci (PL). Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Bupul (LBD). meliputi. Tembagapura. Kiwirok (PL). Jayapura (PL). Mangole (PL). meliputi. Luwuk (PL). Wamena. Pelabuhan Laut Ternate. 9. KPPBC tipe A4 Gorontalo.

Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. Telaga Punggur (PL). Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). Batu Besar Pantai (PL). Organisasi KPPBC Tipe A3. Utama E (PL). Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL). Tanjung Sau (PL). Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. Tanjung Rempang. Nusantara I (002) (PL). yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Terminal Penumpang. Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Tanjung Sipatung. Organisasi KPPBC Tipe B. Tanjung Kasem (PL). Arsa. Lobam (PL). Pulau Galang (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok.2. Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Batu Ampar II (PL). Batu Ampar I (PL). Pos Bea Cukai 305. Agung Raya. Kabil (PL). Dwipa I (PL). Nongsa (PL). Organisasi KPPBC Tipe A1. Bitung Utama B (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Bandara I. (DKI Jakarta). Tanjung Piay (PL).Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Tanjung Riau (PL). Sagulung (PL). UTPK I (impor) (PL). Lokasi : Tanjung Priok. Banda . Sei Jodoh (PL). Macobar (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Jakarta Utara. Dwipa II (PL). Tanjung Karepa. Pos UTPK II. UTPK I (eskpor) (PL). Bitung Utama A (PL). menghasilkan 9 struktur organsiasi. Janda Berhias (PL). Pos KD 209/210. Bandara II. Organisasi KPPBC Tipe A4. Organisasi KPPBC Tipe A2. Lagoi (PL). Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. Pos Bantu KD 301/302.Tanjung Cakang. Tanjung Uban (PL). Sekupang (PL). Nusantara II (005) (PL). Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. 009 X. Pos Pengawasan : KBN. Tanjung Uncang (PL). Pos Lapangan 207 X. UTPK Koja I (PL). Momoi (PL). Pokob Barat. Pulau Ngenang (PL).

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

M.Si. Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan. ISMADI ANANDA..” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 ..WAWANCARA Drs.

Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. Ismadi Ananda. apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002. proporsionalitas. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Di pusat. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. Drs. Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. koordinasi. Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. artinya. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun. dalam hal penataan kelembagaan. tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut. struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan. Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan. dan volume/beban kerja.Si M. M. ruang lingkup. Fungsi. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. dan volume/beban kerja. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. rentang kendali. Selain Peraturan Presiden tersebut. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”. Di sisi lain. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Dalam melakukan suatu reorganisasi.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. keberlangsungan tugas. Maka. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . Di tingkat daerah.Si. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. Berdasarkan uraian di atas. kejelasan kewenangan. unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat. untuk mengakomodasikan hal tersebut. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara.

red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan. Oleh karena itu. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih. antara lain: pendidikan. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC. unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas. dalam berbagai cara. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. baik pusat maupun daerah. Dengan demikian. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan. unit penyelenggara pelayanan publik. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah. Untuk itu. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. PAN Nomor : PER/20/M. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan. Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik. Unit organisasi ini (KPU. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. yaitu biaya. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. Ketiga. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. Kedua. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”. setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. pengalaman. diantaranya : Pertama. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. “Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi. baik terhadap unit organisasi ini (KPU. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. b. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. Melalui analisis SWOT (Strenghts. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. Dalam hal ini. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan. Secara umum. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. 2. sehingga selain bertujuan untuk profit motive. peluang. DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. Weaknesses. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi. Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri. kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. Agar memiliki keunggulan. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. antara lain sebagai berikut: 1. Adapun alasannya. sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. 4. Untuk itu selain anggota. sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. 5. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. melainkan juga non profit motive. Menurut Pearce dan Robinson (1997). dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. antara lain: a. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. 3. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. Opportunites. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. dan harapan-harapannya di masa mendatang. Secara prinsip. kelemahan. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. Menurut Hendar Kusnadi (2005). Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi.

Misalnya. Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. pangan dan lain-lainnya. tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. 23 . strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. 2. dapat dilakukan melalui : 1. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost). sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. dapat lebih diberdayakan. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan. 5. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. sehingga mampu untuk hasilkan profit. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. sehingga berdasarkan gambar 1. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya.7% (terdiri dari 41. Adapun peluang yang ada. 3. Pada umumnya. Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). Misalnya kebutuhan perumahan. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. koperasi yang tergolong masih baru. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. 2. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. 3. hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business). Koperasi dalam hal ini melihat. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. Dengan unit usaha yang banyak. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. Apabila banyak anggotanya. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. reksadana. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. Dari ide atau gagasan tersebut. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai. 2. akan menjadi beban bagi para anggotanya. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. kesehatan. perbankan dan unit keuangan lainnya. benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas. Sedangkan maju mundurnya koperasi. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. juga peran aktif dari para anggotanya. Secara garis besar.1. selain untuk pengembangan usaha koperasi. Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi. 2. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya. antara lain sebagai berikut: 1. maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. selain peran manajemen koperasi. baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam. Pada umumnya.6% Usaha Skala Menengah). Pada tahun 2003 saja. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara. eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. berupa investasi saham. ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. sandang. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya.1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. 4. Fokus terhadap usaha inti (core business). sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. Kecil. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. konstribusi Usaha Mikro. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. 3. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan.

000 GAMBAR 2 Secara umum.000 1. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. 1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi.000.000.000.000 750. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2. 2007. Informasi hubungi : Wirda.C . sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri. Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota. diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya. telp (021) 47865608. Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya. di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a.Tax). b.000 500.000 500. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi. Kadarisman. 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar. karena harga yang bersaing. Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat.2005 Pearce. robinson. maka pada kondisi pasar persaingan sempurna. Pada kondisi tersebut. Manajemen Strategik (terjemahan). Ekonomi Koperasi (edisi kedua). Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap. Namun di sisi lain. Jakarta: LPFEUI.000 300. Hoedhiono. apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya. Hendar. DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. namun konsumsi (C) dapat lebih hemat. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC).000 1.1997. keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC). Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya. Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007. c.000 Berwarna 3. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. Jakarta: Binarupa Aksara. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain.500. Berdasarkan fungsi: S = (Yd . Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana.

INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No. 2.010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai. 3. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan.04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK. Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk. Amal. 1. 4.05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 . Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan.010/2005 64/PMK. 6. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4. WARTA BEA CUKAI 2. Dan Kebudayaan. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. 5. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. Mitra Utama 2. 5. 1. Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK. PERATURAN Nomor 1. Sosial. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. 103/PMK.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. 330/KMK.11/2007. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan. Menurutnya. dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC.11/2007 dan No. selasa. S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. “Tetapi pada minggu ketiga. Selain itu.00 WIB tersebut. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV. Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa.01/UP. Dengan demikian. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Dengan demikian.” tambah Sri Mulyani. Ditemui WBC usai pelantikan. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah. mulai 1 April - 26 . sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. 24 Juli 2007.” tambah Agung. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat. Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. “Pada prinsipnya. Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. sedang dan tinggi. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. Dalam sambutannya. lanjut Menkeu.” tandas Sri Mulyani. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah. Agung Kuswandono.01/ UP. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu. Acara yang dimulai sekitar pukul 09. Anwar Suprijadi. kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Departemen Keuangan. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. bertempat di aula gedung B. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. bertempat di gedung Graha Sawala. dilantik dan diambil sumpahnya. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar. Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan. 314/KMK.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). pada 27 Juli 2007. tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan.

Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.H. 3. Sedangkan untuk eksternal. 6. Muhammad Chariri / 060044383 Drs. Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. Jusuf Indarto / 060061439 Drs. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. 12.A / 060079971 Drs. M. M. Sementara itu.M. dan NTT.H. Iswan Ramdana. 15. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. 1. 18. Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik.M / 060034937 Drs. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. R. 1. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi. Saat ditemui WBC usai pelantikan. 2.P. 15. Diantaranya. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam.M / 060062022 Ir. Bachtiar. Agung Kuswandono. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. 4.Si / 060044391 Drs.A / 060044379 Drs. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. Kepala Subdirektorat Penyidikan. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs. Dalam menyiapkan KPU nanti. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj. Kushari Suprianto.Si / 060034182 Drs. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. 11. 8. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. M.” tandas Rahmat. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 . Kantor Wilayah DJBC Banten Pj. Faried Syibli Barchia. 16. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU. 12. Nasir Adenan. NTB. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat.. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. 7. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan.31 Juni 2007. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai. Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. S. 10. 6. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. M. 4. Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. dan Irian Jaya Barat. M. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj. 14. Surabaya Pj. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No. 2. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs. Nama/NIP Drs. / 060079942 dr. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko. 17. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I. 9. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan. 3. saat diwawancara WBC. 14. 13. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif. 16. 5. 7. 9. 5.M. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. 13. M. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Ismartono / 060044469 Drs. Serang Pj. 10. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj. 8. Untuk internal. Nasar Salim. Papua.A / 060034127 Drs. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. S. 11. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada. Ak..P.

28.600.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit. Optimis. lebih tinggi dari tahun 2006. 3.20.000. Disamping itu.” jelas Hanafi. 2. 512.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006. Menurut Direktur bayar. tahun 2007.82 di KPU juga menjadi kendala internal. sementara cukai mengalami importasinya.000. 14. 56.700.000.000.000.000. Secara meningkat sebesar Rp. sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp. 834.000.583.417. DJBC kembali meyang lebih kondusif.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat. cukup signifikan.000. karena mereka yang 15.300. namun pada minggu ketiga dan 7.034. Disisi lain dengan 000. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal.000. total penerimaan bea masuk dan importasinya. menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp.000. menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan. Hal ini Menurut Hanafi. menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai. 100. persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal. Dengan malah cenderung turun. 13.000. Hanafi Usman. 42. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006. serta bankan kepada cukai. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC.452. cukai telah mencapai Rp. bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp. 034.75 triliun atau mencapai 53.000.000. Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk. 417.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp. Dengan penetapan beban tersebut. antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007.600. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok.700 sammeningkat sebesar Rp. program Kantor Pelayanan Utama (KPU). pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007.700. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS .71 persen dibandingkan dengan peneri. adalah sebesar Rp. disebabkan oleh beberapa faktor.000. sampai dengan semester yang lebih banyak. 38.000.300.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali. maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006.4. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an.000. 42. bea masuk. 522. sehingga hat Tabel-II). optimis target itu kita targetkan average-nya Rp. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp. dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp.” ujar Hanafi. penerimaan justru menurun. tapi dua minggu pertama 20.600. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN.09 triliun atau mencapai 49. pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007. 2. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan. FRANS RUPANG. Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp. DJBC dituntut sebesar Rp. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan.2007 dapat tercapai. pada dua Rp. (Lihat Tabel-I).86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007.300.92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar.000. 14. yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC).

58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp.27 triliun atau 100. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita. seperti AFTA.” kata Hanafi. targeting dan profiling. Dan. dimasa transisi dari average-nya Rp. antara lain. X-Ray machine. peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management.45 triliun.696. Sedangkan untuk faktor kurs. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata.035.4 milyar.75 persen dari target.hanya Rp. FTA Indonesia-Korea Selatan. EPA Indonesia-Jepang. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI).” jelas Frans Rupang. Frans Rupang. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. dan pemberian fasilitas lainnya. perjanjian Free Trade Area. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai.498. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir. pelayanan jalur hijau. Untuk faktor tarif. Demikian juga untuk Batam. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit.52 persen dari target yang dibebankan.9. faktor devisa bayar. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai. “Untuk tahun 2007. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21.75 persen dari target. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk.57. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007. dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai.15. 760. 7. peningkatan audit bidang cukai. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 . sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21.60 persen. Langkah lainnya yaitu. Dengan pencapaian ini. (Lihat Tabel-III). devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. faktor tarif. kapal patroli. dan pemberian reward and punishment.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp. harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier). Untuk bidang pabean. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April. sehingga angka tersebut tidak masuk. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. FTA ASEAN-China.87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5.200 milyar. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif.650. sosialisasi peraturan di bidang cukai. untuk periode semester II. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp.”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit. 946 milyar. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC. dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi.80 triliun. personalisasi pita cukai.88 milyar. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp.804. 1. Selain peningkatan penerimaan dari KPU. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel.32 triliun atau 50.225. dan FTA Indonesia-India. juga mengalami peningkatan.33 triliun atau 50.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II. Menurut Direktur Cukai. 42. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). kekurangan 0. pelayanan jalur prioritas. dan faktor kurs. Hanafi Usman menjelaskan. program peningkatan integritas. 34 triliun atau 101. Pada faktor devisa bayar.721. Diantaranya. dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp.07 triliun atau 104. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo. Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan. nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp.03.57 persen. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti. diantaranya operasi intelijen. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi. 56. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan. untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai.82 persen. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp.9.

Baik Hanafi maupun Frans Rupang. turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007. adi .INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut.” ungkap Hanafi.

pada hari Jumat. Amin.00 WIB. pukul 04. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya.00 WIB. Supiandi. 10 Agustus 2007. Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta. Dra. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A.00 dinihari di RS. Ayahanda dari David Purwosusilo.00 WIB di Solo. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 .DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T. Suegino Wigno Sumarto (60). ANSJARI A.M. Kasih Ibu Solo. Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat.R. 10 Agustus 2007. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M. 01 Agustus 2007 pukul 14. pada hari Rabu. SM.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA. 01 Agustus 2007 pukul 01. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu. Telah meninggal dunia. pukul 14.

”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme.893 juta.00 WITA. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. KPBC A3 Banjarmasin. Ismartono dalam sambutannya. Kepala Bagian Cukai. Kabid Kepabeanan dan Cukai. Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang.898. Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3.595 juta (88. Kabid Audit. Umum. ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah. Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut.250. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru. bertempat di gedung Aula Kanwil. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil. Tepat pukul 08. Menurut Tipe A3 Samarinda. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”. KPBC Tipe A4 Sangatta. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. Kabid P2. KPBC Tipe A4 Kakanwil. Kabid IKC. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema.301. Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut.000 juta. KPBC Tipe A4 Tarakan.980. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL). Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 . Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1. telah mencapai sebesar 53 persen. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.546 terlihat tidak seperti biasanya. Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp.282.151. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2.95%) dari target si & Korlak yang mewakili.30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum.

Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka. Melakukan koordinasi dengan instansi b. (merk.807. voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan. Hasil laut (Ikan. KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 . RAKERWIL. menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. Minyak Bumi maupun Batubara. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor. c. Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. d. Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal.848. (kayu lapis). Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini. f.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai.502 juta (72. 99.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. pengawasan di wilayah perbatasan ned. Plywood dan integritas pegawai. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan. yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. pengetahuan a. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4. 21.28%). namun pada umumnya antara lain : a. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR. Untuk itu. Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru. spesifikasi teknis Banjarmasin. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation.027 juta (49. Kayu Olahan (Moulding dll). 5. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7. kepiting. PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama. ukuran.Tawau yang berlaku. ISMARTONO.762 juta (133. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar. tarif dan nilai pabean. kandungan bahan. Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog. terkait dalam rangka pengawasan di bic.931. spesifikasi teknis.020 juta (61. Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. catatan bab. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp. sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan.44%). 1. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan). tersebut antara lain : 1. ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). bahan baku. termasuk dll).82%). dibidang kepabeanan dan cukai. Barang Pelintas Batas. PT Ata Surya. karet dll 9.504. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. Meningkatkan sarana dan prasarana dae. PT Darma Kalimantan Jaya. umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan . Hasil industri perkebunan seperti gara. PT Arutmin di Kotabaru. cumi dang kepabeanan dan cukai. 8. tapan klasifikasi. 3. Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. Sementara itu untuk pelayanan di 6. catatan bagian. KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam. Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan. tipe dll). udang. Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise. minyak kelapa sawit. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp.

Pengawasan pemeriksaan fisik barang. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. d.195. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a. Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin. b. terutama dikawasan perbatasan. kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a.1. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . Bea Keluar dan PDRI lainnya). Untuk itu. Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. c. Lebih lanjut. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC. c. dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. dengan total tagihan sebesar Rp. misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi). tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. e. Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu.628. Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur.528. antara lain : a. d. Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya.DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b. Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk.

Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal.00 WIB. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono. f. Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. Jumat 20 Juli 2007. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam). tegasnya. B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. pukul 5.b. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. muqsith hamidi. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri. baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait. Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . c. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007. e. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai. Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan.30 WIB. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. pukul 9. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut. Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. melakukan kunjungan kerja selama dua hari. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. d. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota.30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus. rombongan berangkat pukul 17. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal. Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional.

Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. Setelah memaparkan don Inggris. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai. l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. Pura Grup. yaitu an.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. salah satu divisi di Pura Grup. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). menurut Hery. apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. Eagle Medicated Oil. penerapan holoDisamping itu juga. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa.” ujar Hery. Keunggulan Shofwan. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. telah meKantor KPBC. tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu. ris tembakau di Kudus. khutuk tulisan dengan warna spesifik. Hery Agung menjelaskan. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram. Karena itu. “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram. Penerapan hologram pada Pada sesi ini. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. demikian imbuh Hery. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary.sejak tahun 1996. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini. selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. menurut Amin. P2 DJBC.

Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal. Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio. Namun seiring dengan perjalanan waktu. maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM). Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama.red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 . Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. “Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal. Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama. Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat.”ungkap Udin. disamping pembinaan terhadap masyarakat. Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma. Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. 2. walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan.”Semua pihak terlibat. 9. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. hanya sekitar 2 bulan.” ujar Yanti. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar. mereka punya semangat yang luar biasa.” ujar Lily. 7. Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja. oleh sebab itu.”ujarnya. Tugas saya di Merak tidaklah lama. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan. patuhilah sistem dan prosedur yang ada. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. Pembenahan untuk ruang pelayanan. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. kemauan dan prangka. 3. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok. Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. Untuk memperindah kantor. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya. disampaikan. tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami. 5. 8. . Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. Ini adalah prestasi kami bersama. 6. Sementara itu. 4. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak. pencahayaan dan lain sebagainya. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. panggilan akrab Noviyanti. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. Menurut Agus. Noviyanti. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja.

Pada dokumen yang diajukan oleh PT. kini mencapai jam 9 malam. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan.97. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai. seperti Bandung. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda.”ujarnya Agus juga memaparkan.175.198. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar.536. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta.280. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta.554. Sedangkan dari penerimaan cukai. Nasir Adenan. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD.978. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak. yang secara garis besar.45. Septia Atma. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan. dimana 2 kasus sudah P21.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp.039 atau 193 persen. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman. pihaknya jugatelah menghimpun Rp.543. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar . untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta. yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT.” ujar Nasir Adenan.750. dengan berhasil menegah 14 kasus. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu.TEI.DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak. NASIR ADENAN. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan. Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. penerimaannya mencapai Rp89. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain. Banten dan KPU sendiri. Untuk menyiasatinya lanjut Agus. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat.762. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak. cepat dan pasti. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik.000 atau terjadi peningkatan 109 persen. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007.9.”papar Agus. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang. sehingga kegiatan perekonomian berjalan. jumlah jam kerjanya bertambah. Sedangkan cukai. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak.440. Masih menurut Agus. . pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur.304. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan. Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa. biasanya sampai jam 5 sore. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini.500. Keberhasilan yang cukup signifikan ini.

KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru.” kata Nasir Adenan. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. pada kesempatan ini pula. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst. MoKepabeanan. adi pengawasan pabean. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA). yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut.WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. Dalam kasus ini. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. dan atas kepalsuannya ini. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung. Artinya. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. walaupun misi DJBC adalah tersebut. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum.” kata Septia Atma.3 atas nama PT. masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. dengan pihak PERURI.” tandas Nasir Adenan. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut. pembatasan. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. Sementara itu. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2. PITA CUKAI PALSU. Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik. karena MMEA yang kami tegah MMEA. nya sekitar 20 persen saja. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu. kini terburuk. Dalam melakukan pengawasan. Melihat gelagat tidak benar cukai. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. masih dalam proses penyidikan. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. dalam merencanakan suatu operasi. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut. expecting the best”. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. dan kesantara (KBN) Cakung. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu. saya ingin menyampaiJakarta. maka PT. Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai. nya. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu.

Kemudian. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. penampilan harus prima. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini. Berasal dari Pacitan. 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. tenang. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur. Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga. setelah keluar Skep No. pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. Setelah berjalan empat tahun. Saat ini. Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. umum dan urusan pegawai. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red). Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. Setelah diterima. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. Walaupun begitu. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. fresh dan penuh senyum. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka. Selain itu. dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta.” terangnya. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. Namun. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate. khususnya bandara. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. Pekanbaru. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). Saat diwawancara WBC. tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. Kemudian. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja. Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang.” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur. Kemudian. yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif. tepatnya awal tahun 2005. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau.

Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 120. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari. 154 Fax. Tak hanya itu.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga. tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. 78. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air.500 84. adi info buku BILA ANDA BERMINAT.000 10% 150 50. para pejabat di pemeritahan. pria kelahiran Sumatera Selatan. Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik. 40. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp.000 Rp. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. DPI. Rp.000 Rp.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah. “Sebagai anak buah.net.500 5% 78.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40.000 Rp. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya.Desember) Rp. (021) 4892353 / E-mail: wbc. “Seperti yang saya sebutkan tadi. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. 84. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi. di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. jujur. Pria yang juga hoby sepeda ini. Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. Verifikator dan Training KPU ini. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya.cbn. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005. dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain. 162. saya harus siap memberikan surat tersebut. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi. A. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari .000 162 62. Baginya. 4890308 ex. (021) 47860504. Di akhir wawancara. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta.” ujar Sukatno. 25.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya.000 Harga luar Jabotabek 43. ats Pinang. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan.000 Rp. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet. 43.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan. namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya. 150. Rp.

terhadap komoditi apa atas . sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. BOP Gol II : + 5 perusahaan. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. 5. * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006).PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. 3. 4. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku. T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. masih aktifkah perusahaan tersebut. Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. Eskportir : + 120 perusahaan. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. 2. ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara. Importir : + 75 perusahaan. PAPUA.

Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. dan kondisi eksternal OT (Opportunity. Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . tujuan organisasi 2. Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1. sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. atau tantangan. l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. Weakness). Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang. Kinerja masa lalu 4. l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. Standar yang disepakati 5. l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama). Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. Posisi organisasi 3. terkesan kinerja bidang audit rendah. Arah. Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor). sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan. Threath). tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. besarkah nilai impor perusahaan tersebut.usaha tersebut. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi. serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC. WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT.

P2 KP. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. 7. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. Dalam hal pemakaian. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian. gelombang I dimulai tanggal 9 . akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. Bagian Depdiklat PT. DJBC Suwito.10. baik nilai. Bandung.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. 2. Rencananya. khususnya bidang P2. Pindad (Persero). 1985 BONGKAR PASANG PISTOL.H. komoditi. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. 6. enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. Sehubungan dengan hal tersebut. Strategic Management. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data. peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. Pindad. SE Ak. Daftar Pustaka Barry. lokasi. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. Fred. Concept of Strategic Management. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol. Jawa Barat. Sutejo. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. Suprapto. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. Dari uraian diatas. pada 9 – 20 Juli 2007. h. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. dengan mengambil lokasi di PT. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan. jenis perusahaan. waktu yang lama. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru. Pindad (Persero). dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1.1986 David R. keringanan/pembebasan yang dimiliki. 5. Papua. 1998 Pearce. Sehingga. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. jarak yang berjauhan. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. Bandung. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. Hadir pada kesempatan itu. Bagian Divisi Senjata PT. Pindad (Persero) dan G. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. John A. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC. 3. 4. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC. Saat ini. senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada. senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia.

dengan jarak tembak 20 m. Diharapkan. Dengan jarak sasaran 50 m. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata. penggunaan sarana senjata api DJBC. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m. Bagian Diklat PT. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m.222. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat. Kedua.000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan. DJBC PRAKTEK MENEMBAK. senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7. Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy.000 butir. pelatihan ditutup oleh Triyono. praktek SBC-1 Kal. DJBC FOTO BERSAMA. MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK. Dalam kegiatan ini. seperti mengetahui cara perawatan senjata. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT. Pertama.64mm) sebanyak 1. P2 KP. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal. Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja.DOK. P2 KP. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya.222. praktek menembak dan evaluasi. Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7. Pindad (Persero). peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata. penggunaan senjata api (menembak).000 butir. Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal. teori data teknis senjata. masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten. Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging). praktek pistol P-3A. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan.222. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A. ruangan penembakan (firing). Bandung. Pindad (Persero). peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber. dilakukan dengan posisi berdiri. Pada hari terakhir pelatihan.65 mm) sejumlah 1.65 mm. cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. Kemudian. senjata api berasal dari dari PT. cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan.500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 . usai pelatihan tersebut. Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata.222. Setelah itu.

penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. setelah dilakukan penilaian. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. R abu. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. tepatnya Kantor Pusat DJBC. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. mengatakan. Sebelumnya. Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. Pagi itu. Pada kesempatan itu. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . Sabah. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia. yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC. Sabah. rombongan Kastam Diraja Malaysia. 13 Agustus 2007. Sabah. Usai pemaparan. Menurut Durahim. Maksudnya. Selain itu. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Usai mengunjungi Bandung. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. Durahim menjelaskan. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Kastam Diraja Malaysia. di Jakarta. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. Hanya saja yang membedakan adalah. Ia melanjutkan. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau. tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. rombongan bergerak menuju Jakarta. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. KP DJBC.28 Agustus 2007. Saat di wawancara WBC. Malaysia juga memiliki jalur merah. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. Malaysia. 50 . Durahim Bin Tutin. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. Sabah. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. Sabah. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. Senior Assistant Director of Customs. seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. dengan DJBC Indonesia. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan.

dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu.” tandas Anwar. rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. Departemen Perhubungan serta Port Operator.” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. Pihak Kastam Diraja Malaysia. Badan POM. ada 14 Agustus 2007. implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Dari segi kemudahan. Dari rapat pembahasan tersebut. Koja. khususnya antara Customs Malaysia. dan MTI. “Sedangkan dari aspek sistem.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran. “Kemudian. Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan.” tambah Anwar. Anwar Suprijadi. bertempat di ruang Loka Muda. Kemudian. lanjut Anwar. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. khususnya di Tarakan dan Tawau. Tak hanya itu. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 . untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak. dari diskusi tadi. Usai pemaparan. Maksudnya. Departemen Komunikasi dan Informasi. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. Sabah. juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. Puskari (Pusat Karantina Ikan). ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok. Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. walaupun jauh tapi dekat di hati. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC. Assistant Director of Customs. Sabah. sebahasa. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. Puskari.” kata Anwar. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. diwakili oleh Durahim Bin Tutin. “Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan. Badan POM. dengan Customs Indonesia. Ia menambahkan. P BERTUKAR CENDERAMATA. Gedung B. Kita hidup serumpun. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. Selain itu. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). Kemudian. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada. Ia melanjutkan. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas.

Sesuai jadwal rencana kegiatan.” tandas Susiwijono. mengatakan. “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. Gedung B. Dit. KP DJBC. hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. . . akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan. Kemudian. sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada. mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem. dalam pemaparannya pada peserta rapat. Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .KEPABEANAN 2007. . pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut.Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain.Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses.Sesuai jadwal rencana kegiatan. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW.Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: . HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur. . Ia melanjutkan. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan. pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. Sementara itu. akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain. IKC. Susiwijono. untuk kemudian Menteri Keuangan. Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud.

NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC. Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW. National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW. Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange). termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya.STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. l Translation Indonesia – English v. Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. pada Desember 2006. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. dipimpin oleh Customs. Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. menggunakan SAD. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri.

Intervensi dokumen. yang dilakukan. oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. Kuning. Intervensi fisik barang. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. Dijelaskan oleh de facilitator. Kuning.KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. barang impor dapat segera dikeluarkan. maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha. yanan yang ideal. dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. tinggi. dan MITA Prioritas. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. Tanpa intervensi. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU. Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut. ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. Hijau. Selain itu. dapat meningkatlebih baik. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . saat ini telah melakuThomas Sugijata. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki. yaitu jalur Merah. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. KPU juga Sementara itu. serta memiliki pola bisnis yang jelas. kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. Utama Kantor Pusat DJBC. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. Hijau. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko. “Harapan DJBC. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. Mitra Utama (MITA). jumlah.” ujar Thomas Sugijata. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. yang melaksanakan atau melayani di KPU. dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. Intervensi dokumen. Mitra Utama (MITA). Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. Merah. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen. harapan masyarakat usaha. jenis. dan MITA Prioritas. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai.

Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Dengan diberikan hak tersebut. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. barang re-impor. ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. Selain hal tersebut. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. (5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. Akan pertanyaan tersebut. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi. Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . dan hijau kecuali terhadap. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. barang impor sementara. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. (f) Foto copy API/APIT. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. jumlah SOSIALISASI MITA. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. spesifikasi.

baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan.adanya jaminan.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.”terang Teguh.”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit. Rp. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak.” terang Agung.go.”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya. 250 juta pada KPPBC tipe A1.”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu. jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi.”kata Teguh. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan. “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www. Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor. Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC. Selain registrasi. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. ini yang menurut saya kurang adil.”terangnya. Darjono berpendapat.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT. Rp. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan. Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter. lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU. Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut. Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 . P Peraturan dibuat dan Tipe A3. pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK. Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh.17/2006. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup.”ujarnya kembali. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi.” tegasnya kembali. Teguh Indrayana. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut. maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK.beacukai.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai. “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM). Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp.id). jaminannya sama. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA. No.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK.red).

Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana. Berarti kan importinya ada. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat. 2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK.”terangnya. dap para mantan pegawai Bea Cukai. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK.P-22/BC/2007. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai. mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail.DOK. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan. WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan. Menurutkepabeanan. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan. dan auditable. WEBSITE BEA CUKAI. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean. kai Nomor. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. Sejauh ini lanjutnya. Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK. competence. SOSIALISASI. maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor. Selain itu.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi. dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan.termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia. itu tidak jelas. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.”tegas Teguh. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility.

M. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?. Juga pada waktu ekspor. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2.04/2003 tanggal 31 Desember 2003. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian.KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono. Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional.Hut.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor. Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan.. untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE. 47. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE . dirakit. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor. Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan. Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE. Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan. fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta. MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini.4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2..4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE. S. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance.d. “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah.

laporan ekspor disebut laporan BCL. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004). Sebagai contoh di Jawa Timur. Dalam ketentuan KITE. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. 1. perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur. TPT. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. produk kertas. Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. produk dari logam. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?. Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia. PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia.022 register (2005) dan 421 register (2006). Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya. Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara. produk dari plastik.d. sepatu. Mei 2006.tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan. PT Miwon Indonesia. PT Phillip Indonesia. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan.KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004).

Oleh : Togap M. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”. Secara regional. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . tidak boleh. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP. Secara ekonomi makro. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. setiap tahunnya PT. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana. Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. Dilihat dari sisi perusahaan. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. (Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I.

antara lain adanya fasilitas penampung. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. Jadi boleh. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. sampah-sampah dapur. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. tidak boleh. Inti pengawasannya adalah boleh. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. 2. Switzerland.penggunaannya. kain-kain lap mesin (rag). boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean. Untuk memutuskan boleh. 4. “Wastes which derive from the normal operation of a ship. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. Memperindag No. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. Dalam kaitannya dengan hal ini. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. Impornya telah dilarang melalui Kep. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. are excluded from the scope of this convention”. didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. 1973. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. Dalam Kep. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. Recycling. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. ” KESIMPULAN : 1. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik. Sludge dari rembesan oli atau solar. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. 520/MPP/Kep/2003. dll. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. Direct re-use. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. the discharge of which is covered by another international instrument. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. tali-temali. Memperindag No. Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. atau boleh dengan syarat. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery. II dan III. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. tidak boleh. 3. adanya alat discharging. Dimana untuk menyimpan limbah ini.

apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No. Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. Permana Agung. tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan.OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih. Pertanyaan yang timbul. 17). Upaya membangun kepercayaan masyarakat.B. Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. Senin 9 Juli 2007). karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas. Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE). Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi. profesional dan bertanggung jawab (Kompas. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990. Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. R. Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). menciptakan aparatur yang bersih. terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi.

agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang. para pejabat yang mengurus biro pemerintah. 4. Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. B. REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas. yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU. Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon. 1. Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. perbaikan sistem tata laksana (business process). apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. 3. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). 2.eselon II).eselon II). Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. Kantor Wilayah (ada Koordinator . Kantor Inspeksi (eselon III). Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V). C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut. wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. Kantor Inspektorat (eselon II). penegahan. Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 . pejabatnya. Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan). sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. Dan birokrasi adalah. pemeriksaan atau investigasi. Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II).Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. sistem pemerintahan oleh sekelompok. Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. Beban kerja KPU Tg. Beritanya masih akan ada KPU. penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. Kantor Inspeksi Tg. satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II). Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). Pada era ’90-an karena beban kerja. Kantor Bantu dan Pos. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur. Senin 9 Juli 2007). pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul. Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang. Dari sistem ini (sesuai UU No 17). akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah).

DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. yaitu PFPD. Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif. Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). audit. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. PFPD. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. verifikator. begitu juga Soekarno-Hatta. Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. . Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya. auditor. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. PFPB. penyidikan. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean. penyidik. Prosedur ini tidak sederhana. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. auditor. Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW.OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. pencegahan. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas. ternyata diselundupkan. Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. x-ray. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. barulah diberikan persetujuan impor. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. harga dan lain-lain. Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur. Ini juga harus direformasi. administrasi kantor dan lain-lain. kemudian menerbitkan SPPB. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. patroli.

dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. reposisi dan revitalisasi. sisdur dan terutama SDM. rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. Rabu 11 Juli 2007 halaman 21). tidak sulit untuk mereformasinya. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. struktur dan kultur. Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama. berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. yaitu instrumen. reorganisasi. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang.PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan. untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. tugas pokok. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban. pola promosi. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. UU No. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. Ketiga. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. tidak ada missing. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. prestasi dan kompetensi mereka. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. Ketiga. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . reorganisasi. kompetensi dan insiatif. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. Ketiga career. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif. Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. Kedua compensation. Pertama performance appraisal. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. yang menyangkut aspek prestasi kerja. Kedua. mengalami proses akselerasi. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. compensation. risiko kerja dan beban kerja. waktu pelayanan yang lama.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. pertama. an. Kempat training. Kedua. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai.01/2006. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. fungsi. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. career. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat. bersikap skeptis. Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. birokratis serta membiarkan ilegal trading. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah. training. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. 466/KMK. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. dan amandemen UU No. dan hanya berpangku tangan. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. alur mutasi. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No.

sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. kita harus legawa. PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 . waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. Pelaksana Pemerikasa. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. mimpi kita. Untuk tahap pertama ini. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC. kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita. dikan KPU. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. by process. dan Cukai.satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih. Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. SDM yang berintegritas. dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. Di sisi lain. dunia. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan. kebutuhan. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan. ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai.

sesuai amanat SE-551/MK. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. kami dapat merahasiakan identitas anda. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. yayasan. Dan sesuai permintaan. 2. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . instansi. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. pembahas. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. fax ataupun e-mail. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan.KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos. b. peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan. Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan. apabila : 1. Direktur PPKC. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr. workshop maupun lokakarya. koperasi. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. Demikian disampaikan.1/2006 tanggal 7 November 2007. atau lembaga lainnya.1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. baik yang mengatasnamakan individu. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas.1/2006.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya. Pertanyaannya : a.

Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh . a. ibunya terkena penyakit sipilis. sering memiliki celah kecil. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 . Afrika. lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras. Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. Ada yang berwarna abu-abu. Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah. Heni Haryanti.Lahir prematur (lahir dini) . kecoklatan. menyeluruh di semua gigi.Kelainan genetika . bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet.Kekurangan vitamin D . Berwarna coklat. sipilis. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. b. Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai.Chemoterapy . Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak. Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi. Hal ini disebabkan oleh cacat email. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih.Hipokal semia (kekurangan kalsium) . Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah.Infeksi intra uterus. IG. berbintik putih terang. Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan. (misalnya oleh Rubella (cacar jerman). Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge).Down sindrom . veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi. Drg. e. berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis. Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal.Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi. A.RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter. . karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Gigi berwarna abu-abu. Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah.Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh . coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching). Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). kuning. Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil. c. Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan. India. kekuningan. Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. Hal ini disebabkan oleh : . d. maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). Gigi bentuknya normal. mengkilat tetapi bentuknya tidak normal.

sejak kecil gemar menggambar. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. Shinta. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. 28 tahun. Misalnya sop wortel untuk semua. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. maka demikianlah para individunya.RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. belajar berjalan. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. alau negaranya saja sudah merdeka. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. dan satu menu bersama. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. Suatu kemerdekaan individu matang. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit. Ia menekuni keriangannya menggambar. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. Keluarga ini unik. disapih. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. sejak fase menyusui. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. Keberanian tidak datang segera. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. Artinya manusia dewasa yang merdeka. Jika rakyat merdeka. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. Menu kesukaannyapun berbeda-beda. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. merdeka bertindak. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. keberanian dibangun sejak kita ada. Makan siang ditempat berkegiatan. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. merdeka berpikir. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. lara. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. maka rakyat pun merdeka. sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Hidup adalah pilihan. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. berani menentukan pilihan. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing.

Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. bukan hanya bapak dan ibu. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan.lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. di suatu tempat atau di kebun nenek. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. kusi ditegakkan. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. Semua anggota membentuk lingkaran. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. Pada masa liburan atau kesempatan penting. yang satu senang badminton. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. Bila juru masak libur. yang satu senang main tenis. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 . yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu. saling percaya 2. yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem.bangun diri. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. dan 1 cicit. keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan. saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. kumpul bareng. saran dan pertimbangan. senantiasa ada acara bersama. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. Tak ada beban perasaan tak nyaman. maka direncanakan tempat pertemuannya. saling mendukung 4. membelanjakan. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. untuk diskusi. pernikahan anggota keluarga besar. termasuk anak. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. tetap dengan menu pilihan masing-masing. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. Nenek. Hobi masing-masing dijalani. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. Melalui kritik. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri. Mereka tinggal di Jakarta. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun.

iri hati. tidak berpikir panjang. Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. garang. Sebagai contoh. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. dan kasih yang murni dari Allah. kedengkian. Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. sukacita. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. seiring dengan waktu berjalan. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. sakit penyakit. perseteruan. Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). kepentingan diri sendiri.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. tidak mempedulikan agama. kebaikan. tidak suka yang baik. suka mengkhianat. Sudah barang tentu. Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. tidak tahu mengasihi. tidak dapat mengekang diri. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. percideraan. roh pemecah. secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. Ditambah lagi. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. Alhasil. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. kemurahan. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. kesetiaan. hawa nafsu. amarah. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. sikap yang mengelontor iman. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. kecemaran. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. kemabukan. mereka akan menjadi pemfitnah. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. lebih lanjut. Namun. Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. suka menjelekkan orang. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. Lebih jauh. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. sihir. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. kesabaran. ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara. perselisihan. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. yaitu: percabulan. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Tetapi sebaliknya. damai sejahtera. Selanjutnya. penyembahan berhala. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. berlagak tahu. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . harap. kelemahlembutan. kolusi. korupsi. Dalam perspektif Rohani Kristiani. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. tidak mau berdamai.

Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Lebih jauh. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 . Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Tuhan Yesus memberkati. Petrus Titus R. Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. ia berbuah banyak. Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. dan kamu akan menerimanya. Amin. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. Disinilah awal dalam perjanjian baru. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya.dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. mintalah apa saja yang kamu kehendaki. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus.

para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam. 74 . Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. Tarakan. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. menjelajahi Gunung Batur Kintamani. Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). Setelah istirahat di pos pertama. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah. Surabaya. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. Semarang. Kupang. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani. Walaupun medan yang dilalui cukup berat. Sementara itu. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. Sekalipun dalam kondisi lelah.Denpasar. Lebih lanjut Siswa mengutarakan. NTB dan NTT. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. Bandung. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. pada 11 Agustus 2007. Dengan dua agenda CCC tersebut. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan.” jelas Siswa. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM.

foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta.30 WIB. Ansyaad. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. pembacaan naskah Pancasila. Sugeng Apriyanto. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. DJBC pada 3 Agustus 2007. Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok. WBC/ADI JAKARTA. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut. KPPBC Soekarno-Hatta. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. Untuk hibah kali ini. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan. Anwar Suprijadi. Upacara yang dimulai pada pukul 08. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . II. Inspektorat Jenderal Depkeu. Kasubdit Penindakan. dan Irjen Polri. KP-DJBC. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. Azis Syamsu Arifin. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. Tampak pada gambar. Kanwil DJBC Banten. Heru Santoso. JAKARTA. Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA. Dari enam tim yang bertanding.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Drs. Upacara dihadiri pejabat eselon I. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi.

SE. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. Anwar Suprijadi. KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC. Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. JAKARTA. sepak bola dan pertandingan voli. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA. Ibrahim A. disaksikan oleh Ny. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. 5 perawat dan 5 karyawan. MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. 1 bidan. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR. yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. bulu tangkis. WBC/ATS JAKARTA. Anwar Suprijadi dan Ny.

Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Tampak dalam gambar.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. Bambang Wicaksono. Ismojo (KaKPBC Pasuruan). Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 .04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Bambang Wicaksono. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder. Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004. dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA.FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA. tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara. Bambang Wicaksono. Wisnu Wibowo. Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan). Surabaya BALIKPAPAN.

Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs. . Kiriman Amir Hasan A. Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru.A. Tampak pada gambar.P. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. KPPBC Lhokseumawe.IP. Ali Purnama.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN. Kiriman Amir Hasan A. Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang. serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang.. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang. (yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda). Ambang Priyonggo. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri).. KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh. foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe.IP. S. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan. Ulee Lheue. S. .Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s . SH.M. .Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. KPPBC Kuala Langsa. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Tampak dalam gambar. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya.P. Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo. Kiriman Amir Hasan A. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH.M.A. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD. KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH.

dan duduk tim DPRD. Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru. Kiriman Amir Hasan A. Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean. Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf. Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi. II. Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). Kiriman Amir Hasan A.FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1. menggambar peta. menata ruangan dan lain-lainnya. . . Tarakan. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. .Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim. Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas. Drs. Selain peresmian. berdiri tim DJBC dan KDRM. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu. Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21. Pada 19 Agustus 2007.

zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya. Mengenai petugas di lapangan. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal. Ia pun bingung. harganya juga mahal.”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show.”Saya maklum aja kalau ada yang marah. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah.” terangnya. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting. Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. Petugas juga ramah-ramah. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri. tapi yang penting ramah kepada penumpang. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri. Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan. gak ada kesan galak.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan.”terangnya kembali.”ujarnya. selain tidak perlu. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara.”Kalau kita diperiksa. Mengenai barang apa saja yang dibawa.”ujarnya lagi.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik.

Menimbang : a.04/2003. Mengingat : 1. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK. 3.04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. identitas pengurus dan penanggung jawab. c. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. 4. 2. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 . b. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. dan kompetensi ahli kepabeanan. importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean.

Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . 2. 4. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi. atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. wajib memenuhi persyaratan: a. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. c. kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). 3. b. Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang. 5. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. 8. importir. 7. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. importir. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. (3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 6. kejelasan dan kebenaran alamat (existence). dan d. kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir. atau eksportir. Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang. (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri.

(2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . atau b. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. (2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. b. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. uang tunai. jaminan dari perusahaan asuransi. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). jaminan bank. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi. (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. importir. dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. dan/atau c. Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya.

Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. atau eksportir tidak ditemukan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. 4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. cukai. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. d. Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). b. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. e. dan perpajakan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). b. c. (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. d. Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai. c. e. (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. dapat dicabut dalam hal: a. dan/atau f.

wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. e. b. selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran. tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. dinyatakan pailit. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. Agar setiap orang mengetahuinya. tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. atau eksportir tidak ditemukan. mengajukan permohonan pencabutan. dan/atau f. d. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . c. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.

6. Pasal 11A ayat (7). 7.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127). perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). 3. Pasal 32 ayat (4). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). 4.04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. 2. Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. Pasal 10A ayat (9). 5. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481). Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128). Mengingat : 1.

5. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. 6. 3. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut. 7. 4. Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. 10. naik turun penumpang.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. 9. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. berlabuh. Bandar Udara. 8. Bandar Udara. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. 2. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Pengelola Pelabuhan Laut.

8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . c. Ukuran luas kawasan. Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. f. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Gambar denah lokasi. badan usaha. e. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara. g. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. b. dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan dilampiri dengan : a. dimasukkan. d. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. kecuali untuk Tempat Lain. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. dan h. Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan.

dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. bangunan. c. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. dan/atau d. Gudang Penimbunan. bangunan. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. Lapangan Penimbunan. b. dan/atau d. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . b. Tangki penimbunan. pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. c. Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan.

Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. k. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. i. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya.K E P U T U S A N a. f. e. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. j. (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak. Izin dari Pemerintah Daerah setempat. b. & K E T E T A P A N g. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. d. ekspor. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. c. h. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai.

(3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. barang ekspor. tujuan ekspor. (2) Tempat. (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai. Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). wajib diberi identitas secara jelas. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan. ekspor. (2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain. atau c. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. bangunan. (4) Barang impor. dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. tujuan reekspor. dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara. b. (2) Barang-barang berbahaya. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan. dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . merusak.

dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. jenis. b. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. jaminan dari perusahaan asuransi. sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean. tata letak lapangan atau bangunan. dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. dan/atau c. jenis. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. pemeriksaan. termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). uang tunai. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. jaminan bank.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Agar setiap orang mengetahuinya.05/1997 tentang Kawasan Pabean. dan c. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a. Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. b. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->