TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

Denny Malik .Reformasi Bea Cukai . Apabila rencana remunerasi telah terlaksana. 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku.Adrin Syahbana .13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama . 2. dapat disimak pada rubrik wawancara. Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) .Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat. Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP. Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan.Dewi Diana .Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN . atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 . fax atau e-mail. Demikian disampaikan. diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai.Rencana Uji Sistem National Single Window . perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3.Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM .Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA . penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC. sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan. Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian. bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA .Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI . mengingat : 1. Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah.

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . pertama. Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai.01/2006. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC. sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. Ketiga. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . Kamil Sjoeib MA. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. antara lain. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang). dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. Kedua. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi. DOK. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC. l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut.LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. perubahan kebijakan di bidang pengawasan. antara lain. Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. lanjutnya. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC. menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. Drs. WBC Kedua. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai. 2. menurut Kamil. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a.01/2006. Menurut Kamil. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. 3. dengan prinsip. adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan.01/2007. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007. Kamil menegaskan. bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai. Sebagai contoh. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC.

WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. mengalokasikan. Oleh karena itu. berdasarkan PMK 131/PMK.” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. berhasil guna. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi. tepat. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. kesinambungan fiskal. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi. terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. efisiensi dan efektivitas belanja negara.01/2006. Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . efisien. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut. enforcement. berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik. post clearance audit. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara. ris DOK. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. “Sepanjang saya ketahui. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan. menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu). penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. tepat. sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. akuntabel. Dalam melaksanakan tugas tersebut. diperlukan organisasi yang efektif. Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja.LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. yang meliputi wilayah pengawasan. Drs. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. independen. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan. Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. organisasi bukanlah tujuan. sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. Sudihardjo MA.

bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan). pelindung masyarakat (Community Protector). dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. diperlukan organisasi yang efektif. Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. Pertama. hal lingkungan Depkeu. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. Kedua. pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif. dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. akuntabel dan transparansi. Disamping itu juga. penyuluhan.DOK. dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. dan pelayanan informasi. secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. Ketiga. pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi. sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. memberikan argumenkal DJBC. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). Sudihardjo tasi. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . efisien. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. tepat. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. Keempat. hal ini dilakukan untuk DJBC. akuntabel. ZAP Menurut Sudihardjo. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku. Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. Selain itu juga. mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. perlu diketahui. menurut Sudihardjo. efisien. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. WBC PMK Nomor 68. apakah sudah mendukung kinerja. independen. dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). dukungan industri (Industrial Assistance). konsultasi.

Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. dan lain-lain. beban kerja yang tidak seimbang. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. Pendelegasian Wewenang.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo. Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu. ujar Sudihardjo. serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”. tidak right sizing. tugas dan fungsi tidak tepat. apabila susunan organisasi. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil. Akordion. Sebab. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. Karena itu. Koordinasi. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan).” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan. Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain. Sekretariat Kabinet. KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. menimbulkan friksi. “Untuk saat ini. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. menurut Sudihardjo. Kesinambungan. “Untuk itu. Dalam hal ini. maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif. Keluwesan. Selain itu menurutnya. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati. hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. ris dapat berjalan dengan efektif. Lembaga Administrasi Negagara. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. masukan saya.q Biro Organta. Fungsionalisasi. bagi Kementerian PAN. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK. organisasi DJBC sudah ideal. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan.

Makassar yang seKantor Pelayanan Utama. layah (Kanwil) DJBC. dibandingkan dengan bidang pengawasan. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar. setelah melapor maka dan tata kerja. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan.A. Pelayanan Utama. NOFRIAL. artinya unsur an. Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. Tanjung Perak. Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok. Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat .A. 2. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan. tidak pernah kita masukkan. Namun. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan.” ujar Nofrial kembali. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar. Dengan demikian.” ujar Nofrial. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC)..Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. Pontianak. lanjut Nofrial. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 . dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. Drs Nofrial M. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC. sebagainya. Batam. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. dan Cukai sebagaimana telah mulai 1. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja. an yang ada sebelumnya. Soekarno-Hatta. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. salah satu dari hasil anaDrs. antara lain contohnya. walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). Makassar. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. lanjut Nofrial. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas. Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan.” imbuh Nofrial. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua. tanggal 1 Juli 2007. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok. jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan.” ujar Nofrial. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya. Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia. M. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. dan kantor lainnya ? Di perbatasan. sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan). Sebaliknya. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. Kudus. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. sehingga tugas border control-nya juga berlaku. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen. Tanjung Emas. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. KPBC dengan KPPBC. Nofrial menegaskan. lintas barang.

KPBC Muka Kuning. maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU. pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi. KPU dan KPPBC. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1.II. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan. 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus. masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus. Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU. A3. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini. UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU. berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil. misalnya KPU Batam. sebelumnya ada Priok I. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. WBC DOK. Malang. Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan. dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang. hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai.” jelas Nofrial. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat. KPBC Batam. Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II. maka yang Batam. Dan perlu dicatat. Kini.” jelas Nofrial. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan.red) yang kurang wilayah kerjanya. II dan III. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. itu sama sekali tidak benar. lanjut Nofrial. Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . ris l l . menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . A2.III. karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya. Nah dengan adanya usulan itu. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I. Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap. misalnya di Tanjung Priok. KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. Khusus mengenai KPU. untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 .KPBC Kudus. Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 .LAPORAN UTAMA DOK.

Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. menurut Nofrial. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. demivertical DJBC. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Hal tersebut. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu. 131/PMK. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu. WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai. si. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. P DJBC. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik. Apt.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. Nofrial MA. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1. dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC. sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC. unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan.01/2007. Oza Olavia. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. M. Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. Disamping itu. pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. Ssi.Si. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi. melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai.KPU. dari segi waktu. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 . pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). Menurutnya.01/2007 tersebut. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV). khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. Secara umum. Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama. me.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC. membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal. Nofrial menegaskan. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut . pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi. Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI.01/2006.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi. mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management. sesuai kepatuhan pegawai. dimana unit yang DOK. biaya.Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. atau melalui Kepala KPU.

dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. Fasilitas.” tambah Oza. Konsul. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. 6. Setiap informasi yang ada dianalisa. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU. Manifest. Perbendaharaan. Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. Ekspor. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. Oza mengungkapkan. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Gate. Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri. Pemeriksa Barang. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU. lanjut Oza. 5. Penerimaan dokumen. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini. Oza menyampaikan suatu masukan. dijelaskan Oza. Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. investor. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . mampu menjamin terlaksananya good governance. integrity. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. dunia usaha dan pemerintah. maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut. penilaian / pengukuran (performance measurement).” lanjut Oza. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. P2. hasil Kinerja Pegawai (performance). menurutnya. bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. Menurut Oza. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU. maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. Hanggar. semoga dengan adanya Bidang KI. Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa.” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. WBC di KPU. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar. Rumahtangga dan SDM. Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan. mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja. 3. atau melalui Kepala KPU. Perbendaharaan. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. 4. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi.” ungkap Oza. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . HICO. “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. Pabean. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan.LAPORAN UTAMA 2.” ujar Oza. menurut Oza. Fasilitas.

Gudang Merah (PL). Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. Pos Pengawasan: Sawang (PL). Panipahan. Tanjung Leidong (PL). Pos Pengawasan. Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). pelabuhan udara Iskandar Muda. Pelabuhan Udara Kijang. Pos Pengawasan: Barus (PL). Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. Tanjung Medang. Teluk Nibung (PL) 7. Kabanjahe. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. Pelabuhan Bagan Siapiapi. Muara Padang (PL). Pos Pengawasan. Sungai Pakning (PL). Cot Bau (PL) 3. meliputi. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. Gunung Sitolo (PL). Tua Pejat (PL). Bandara II. Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Kijang (PL). terdiri dari : Kantor Bantu. Tanjung Balai Karimun (PL). Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. Teluk Dalam (PL).Kantor Bantu. Pulau Tello (PL). meliputi. Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. Sidikalang 5. Rantau Panjang. KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). sebagai berikut . KPPBC Tipe A4 Sabang 2. Rantau Panjang (PL) 2. Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL). Pelabuhan laut Bengkalis. Tanah Putih (PL). Bandara II. Tanjung Kedabu (PL). Sei Kembung (PL). Sinabang. Penyalai (PL). KPBC Tipe A 3 Medan. KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung. Bukit Batu (PL). PL Krueng Geukeuh. Pelabuhan Laut Pekanbaru. meliputi. Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. IV. Pantai Labu (PL). Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. Terdiri dari 5 KPPBC.. Sigli (PL). Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). Pos Pengawasan. Pelabuhan Laut Sibolga. Terdiri dari : 5 KPPBC. Bandara I. Tanjung Beringin (PL). Pulau Halang (PL). 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan. Tanjung Buton (PL). KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. Binjai. 7. meliputi: Pelabuhan Laut. Terus (PL). Kuala Enok (PL).Kantor Bantu. pelabuhan Laut Tanjung Pinang. Pos Pengawasan. meliputi. Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. Painan (PL). Cubadak (PL). Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe. Kualacinaku (PL). Rengat. Muara (PL). Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). Kuala Langsa.Kantor Bantu. meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. KPPBC Tipe B Pematang Siantar. meliputi. KPPBC Tipe B Selat Panjang. Kantor Bantu : Moro Sulit (PL). Teluk Bayur (PL). Bandara III 3. Lumba-Lumba (PL). Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . Pulau Cawan (PL). Serapung (PL) 5. Singkel. Terdiri dari 8 KPPBC. Pasir Panjang (PL). Pelabuhan Laut Kijang. Pos Pengawasan: Bandara I. Pos Pengawasan : Susoh 4. 6. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. yaitu 1. Tanjung Batu (PL). Natal (PL). Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II. Pelabuhan Laut Pasir Panjang. Sungai Apit (PL). Pos Pengawasan . Malahayati (PL). Ujung Baru (PL). Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). Prapat Tunggal (PL).Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). Kuala Enok. Pos Pengawasan. meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). Gabion (PL). berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Pelabuhan udara Mingkabau. Air Bangis (PL). Pos Pengawasan. Buatan (PL) 2. meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. 2. Sinaboi (PL). KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. Sikakap (PL). meliputi. KPPBC Tipe A4 Tembilahan. Rantau Prapat. Pelabuhan Udara Polonia. KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. Kuala Bayas (PL). meliputi. Tapak Tuan. Teluk Mengkudu (PL). Pangkalan Susu (PL) 4. Bantan Tengah (PL). KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. Pangkalan Dodek (PL). KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. KPPBC Tipe B Bengkalis. II. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). Pulau Burung (PL) 4. Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). Tabing (PU). Kuala Tanjung (PL) III. I. Pelabuhan Laut Teluk Bayur. Terdiri dari 7 KPPBC. Japura (PU). Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . Teluk Paku (PL). meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. Kantor Bantu. KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. KPBC Tipe A1 Belawan. Bandar Khalifah (PL). meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). Pos Pengawasan. Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. Lubuk Pakam. 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. KPPBC Tipe A 3 Dumai. Teluk Belitung (PL). pelabuhan laut Selat Panjang. Bungus (PL). Tanjung Samak (PL). Pariaman (PL). Porsea. Urung (PL). Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). Pantai Cermin (PL). Tanjung Pinang (PL). KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. Dumai (PL). Kuala Blaras (PL). Pos Pengawasan. Perigi Raja (PL). Selat Panjang (PL). meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. Sibolga (PL). Siberut Mentawai. meliputi: pelabuhan laut Belawan. meliputi. Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL). Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. Rumbai (PL). Bagan Siapiapi (PL). KPPBC Tipe B Siak Indrapura.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tanjung Medang (PL) 3. 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Tanjung Motong (PL). KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. Bengkalis (PL) 6. Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. Kantor Pos Lalu Bea Medan. Kuala Gadung (PL). Bandul (PL). Labuhan Bilik (PL). Concong Luar (PL).

meliputi : Dry Port Gede Bage. Pos Pengawasan: Sleman. Rembang. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Pengandaran (PL). Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. 2. 2. Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. KPPBC Tipe A2 Jakarta. Tanjung Leneng (PL). Pelabuhan laut P. Bogasari. Cepu. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Ciwandan (PL). Cirebon. Cilamaya (PL) 4. KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. Pos Pengawasan : Kampit. Gede Bage. Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). tambelan. meliputi. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. bunguran timur V. Terdiri dari : 6 KPPBC. Daik (PL). Terdiri dari . meliputi. Pelabuhan Laut Panjang. Air Itam (PL). Dry Port Jebres. Pelabuhan Laut Pusri. Pulau Pelambung (PL). Kayu Arang (PL). Kalibaru. Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II.Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). Pelabuhan Laut Talang Duku. Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). KPPBC Tipe B Tarempa. Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang. meliputi. meliputi. Bandara I. Kantor Bantu : Juwono (PL). meliputi. Pos Pengawasan: Batang (PL). Cinta Natomas. 1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. Ciamis. Bratesena. Pos Pengawasan : Palimanan. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Sambu Belakang Padang (PL) 4. Kuala Tungkal (PL) 3. yaitu : 1. Dipasena. KPPBC Tipe A2 Bekasi. Comal (PL). Pos Pengawasan : Purwakarta. Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Kantor Bantu: Magelang. Banjarnegara 7. Wonosari. KPPBC Tipe B Pekalongan. 3. Kaliwungu. Kantor Pos Lalu Bea Solo. Salatiga. Muara Sabak (PL). Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. Pelabuhan Udara Branti. meliputi. Dabo Singkep (PL) 5. Padang Kemiling (PU). Sunda Kelapa (PL). Surodadi. meliputi. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Jebres. meliputi. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. 44 Pos Pengawasan : 1. KPPBC Tipe A3 Palembang. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Temanggung.Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat). Pos Pengawasan : Sukabumi. Pos Pengawasan: Garut. Marunda. Pos Kantor Pos. KPPBC Tipe A3 Kudus. Pulau Layang (PL). Ujung Kerawang. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. meliputi. Lubuklinggau. Pelabuhan Laut Plaju. Pelabuhan Udara Depati Amir. jemaja. Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2. Pangkal Balam (PL). Purwodadi. Pelabuhan Laut Cirebon. Demak. Pos Pengawasan. Bandara I. Terdiri dari : 8 KPPBC. Pos Pengawasan : Tangerang VII. KPPBC Tipe A2 Tangerang. Sukohardjo. Pelabuhan Ratu (PL). Pos Pengawasan : Purbalingga. Sungai Gerong (PL). KPPBC Tipe A2 Purwakarta. Pelabuhan Udara Sultan Thana. KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. Muntok (PL). Sekayu. Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. Bandara II 5. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. meliputi. Pemalang. SM Badarudin II (PU). 3. KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL). Widuri (PL). meliputi. Bantul. Bandara I. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Sragen. Karimun Jawa (PL). Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan. Palembang (PL). Pos Pengawasan. Nipah Panjang (PL). Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). Kampung Laut (PL). Jebus (PL). Tempilang (PL). Terdiri dari : 6 KPPBC. 6. 3. Kantor Pos Lalu Bea Palembang. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. matak. Nasasari 6. Pelabuhan Laut Merak. Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Intan.As Hanandjoeddin. Depok. meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. udang natuna. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. Pos Pengawasan : Banyutowo. Kantor Pos Lalu Bea Jambi. Toboali (PL). Wates. Depati Amir Bangka (PU). Dharma Karya Perdana (PLK). meliputi. Kuala Mendara (PL). Sungai Buluh (PL). Klaten. meliputi. KPPBC Tipe A3 Merak. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Kantor Bantu : Belinyu (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Purwokerto. Lubuk Besar (PL). Kantor Pos Lalu Bea Magelang. Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. Pelabuhan Laut Cigading. Bandara II. meliputi. Majenang. KPPBC Tipe A3 Jambi. Simbur Nair (PL). Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). meliputi. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). . Way Seputih (PL). Bandara II. Kantor Bantu : Kota Agung. Muara Baru (PL). Penuba (PL). Pos Pengawasan. Wonogiri. Bandara II 4. Pusri (PL). KPPBC Tipe A4 Cirebon. Sungai Liat (PL). Wonosobo. Slawi. Bandara II. Pelabuhan Tanjung Leneng. Subang. Pelabuhan Tanjung Pandan. Jambi. 7 Kantor Bantu. Plaju (PL). KPPBC Tipe A2 Bogor. Merak (PL). Pelabuhan Udara padang Kemiling. Pelabuhan Tanjung Emas. KPPBC Tipe B Dabo Singkep. Muaraenim. KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. Sungai Selan (PL). midai. Kantor Bantu : Balongan. Arjuna (PL). meliputi. Linau (PL). meliputi. Baai. Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. Baturaja. Daerah Istimewa Yogyakarta. Blora. Bandara III 2. Pelabuhan Laut Tegal. Raden Inten (PU). Baai (PL). Kantor Pos Lalu Bea Semarang. serasan. Marina Ancol. Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. Senayang (PL). Purworejo X. Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). Pekalongan (PL). Muko-muko (PL). Pos Pengawasan : Sumedang. 5. KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. Tanjung Emas II (PL). VI. Cilincing. 4. meliputi. Cianjur. Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. Cibinong. Karanganyar. Tasikmalaya IX. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. Kawasan Industri EJIP. Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). Tanjung Emas III (PL). Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta. Pos Pengawasan : LIK Semarang. Bandar Lampung. Tegal (PL). KPPBC Tipe A3 Surakarta. Belitung (PU). Tanjung Pandan (PL). Seputih Mataran. KPPBC Tipe A4 Bengkulu. Kawasan Industri Kota Bukit Indah. Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Ranai. Pelabuhan Laut Sungai Gerong. Pertamina. bunguran barat. KPPBC Tipe A2 Bandung. Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL).Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. Boyolali. Tanjung Intan (PL). Dabo (PU). Sinta. Tanjung Emas I (PL). 3. H. Cigading (PL). Kantor Bantu Kebumen 5. KPPBC Tipe B Tegal. 6. Pulau Enggano (PL).LAPORAN UTAMA 3. Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. P. Halim Perdana Kusuma. Jepara (PL). Pos Pengawasan : Bandara I. Kantor Bantu : Manggar (PL). Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. Bandara I. Pos Pengawasan : Brebes. Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Chandra Asri. Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang.

Poleng (PL). Kantor Pos Lalu Bea Kediri. Sungai Raya. Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Jawai. Lembar (PL).meliputi . 7. Kantor Pos Lalu Bea Malang. Tusikain . Merbau. Bangli. NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). Pototano (PL). Calabai Dompu. Terdiri dari. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. Ende Ipi (PL). Nanga Bayan. Jember. ICT IV (PL). Kubu (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Palibelo (PU). Abdulrachman Saleh (PU). Sungai Duri. 3. 5. meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo. Jamrud II (PL). Pelabuhan Laut Kalianget. KPPBC Tipe A4 Mataram. Pos Pengawasan . meliputi. Pelabuhan Udara El Tari. Pangkalan Buun (PL). Dermaga Cargo II (PL). Jombang. Kantor Pos Lalu Bea Mataram. meliputi. meliputi. Pos Pengawasan : Marakai Panjang. Celukan Bawang. KPPBC Tipe B Panarukan. Nilam I (PL). Kuala Pembuang (PL). Pelabuhan Udara Ngurah Rai. Pos Pengawasan: Aruk. Wates 4. Gianyar. Sungai Kakap (PL). Cukir. KPPBC Tipe B Madiun. meliputi . Sekura 4. Tg Batu. Sedayu Lawas (PL). KPPBC Tipe A4 Sampit. Taliwang. Gilimanuk 3. Bandara II. Pos Pengawasan . 2. Bandara I. Selaparang (PU). H. KPPBC Tipe B Tulung Agung. Terdiri dari 8 KPPBC. Mirah I (PL). 6. ICT III (PL). Situbondo. Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Satartacik (PU). Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. Wajoti (PU). Socorejo-Jenu (PL). Paloh. KPPBC Tipe A3 Kediri. Kalianget (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Singkawang. Dermaga Khusus Semen Gresik. Pelabuhan Laut Sampit. Dermaga Padang (PL). Kantor Bantu: Sambas. meliputi: Pelabuhan Laut Meneng. Labuhan Lombok (PL). Kantor Pos Lalu Bea Maumere. Bandara III. Grajagan (PL). Ponorogo. 6. Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Benete (PL). meliputi. Kangean (PL). Pelabuhan Laut Benoa. Kalbut (PL). 8. Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro.Kantor Bantu : Supadio (PU). Ketapang (PL). Pelabuhan Laut Penajam. Bangkalan (PL). Napan (LBD). Karangasem. Pertamina Amuk (PL) 2. Pelabuhan Laut Pasuruan. Pelabuhan Laut Poleng. Lamongan. KPPBC Tipe A3 Pontianak. Pos Pengawasan : Samudra (PL). 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. Waingapu (PL). Branta (PL). Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL). Selaparang. Labuhan Alas (PL). Pos Pengawasan . Kalimas. Cilik Riwut (PU). Panarukan (PL). Pos Pengawasan : Pasean (PL). KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak.Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). KPPBC Tipe B Blitar. KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. 6. Teluk Melano (PL). Tuban (PL) XI. meliputi.Pos Pengawasan. meliputi. Teluk Air (PL). Kempu. Pejarakan. Segumon. Sampang. Ketapang (PL). Dermaga Khusus PLTGU. Dermaga Kapal Ikan (PL). Saparan. Telaga Biru (PL). Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). 5. Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). Kantor Tukar Pos Udara Juanda. KPPBC Tipe B Banyuwangi. Kantor Bantu. Pelabuhan Laut Panarukan. 2. Dermaga Khusus Smeiting Co. Padang Tikar (PL). Probolinggo (PL). Kawasan Industri PIER. Kanwil DJBC Bali. KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. Pos Pengawasan. Baa/P. Labuhan Haji (PL). Pacitan (PL). XII. Pagerungan (PL). Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong.Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). meliputi. Rahadi Usman (PU). Tabanan. Meta Mauk (LBD). Buleleng (PL). Mauhai (PU). Haliwen (PU). Pelabuhan Laut Kampung Baru. KPPBC Tipe A4 Entikong. Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). Teluk Air (PL). Dongkek (PL). Labuan Burung. Pelabuhan Laut Pontianak.Kuala Jelai (PL). Bima (PL). Bandara III. Mojokerto. Mangkahoi XIV. Sampit (PL). Beringin (PU). Pelabuhan Laut Gresik. 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1. Iskandar (PU). Tamboloka (PU). meliputi. Dermaga Kapal Turis (PL). Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. KPPBC Tipe A3 Balikpapan. Pemangkat (PL). KPPBC Tipe B Bojonegoro. meliputi. Kantor Bantu : Kendawangan (PL). Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4. Sidoarjo. Kamal (PL). Puger (PL). Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). Teluk Suak (PL). Pelabuhan Laut Balikpapan. Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . Pos Pengawasan: Sape (PL). Aruk. Padha Maleda (PU). Trunojoyo (PL). Gresik (PL). Paiton (PL). Asan (PU). Jungkat (PL). meliputi. meliputi. Muncar (PL). Simpang Tiga Lubuk Sabuk. Wini (LBD). meliputi. 8 KPPBC. Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Besuki (PL). Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Pos Pengawasan. Gewayangtama (PU). Kertosono. Ngawi. 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. Jamrud I (PL). meliputi. Mali (PU). Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. Singkawang (PL). Pos Pengawasan : Tenau. 5. Bantan. Terdiri dari : 8 KPPBC. Pelabuhan Laut Bima. meliputi. KPPBC Tipe B Probolinggo. H. Pelabuhan Tanjung Perak. Nilam II (PL). KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. Pelabuhan Laut Sintete. Pegatan Mendawai (PL). ICT II (PL).meliputi. Rua (PL). 8.meliputi. Dry Port Rambipuji. Pos Pengawasan . Temajuk (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL). Pelabuhan Udara Juanda. Pelabuhan Laut Ketapang. Jangkar (PL). Dermaga Khusus Petrokimia. Ende (PL dan Pos Lalu Bea). Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). Lekok (PL) 3. 7. Tebas (PL). Pos Pengawasan : Magetan. Lumajang. Pelabuhan laut Maumere. KPPBC Tipe A4 Sintete. Sidding. Pos Pengawasan : Tambak (PL). Pontianak (PL). Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL).meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. meliputi. Rambipuji 7. Klungkung. KPPBC Tipe B Kalianget. Kantor Pos Lalu Bea Madiun. Tanjung Wangi (PL). Sebangkau. Sapudi (PL). Negara. Dermaga Khusus Maspion. Pulang Pisau (PL). Dermaga Cargo I (PL). Caruban. Kantor Pos Lalu Bea Jember. Ngimboh (PL). KPPBC Tipe A3 Malang. KPPBC Tipe B Ketapang. KPPBC Tipe A2 Pasuruan. 2. Pelabuhan Laut Tanjung Batu. Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). Kantor Bantu : Kumai (PL). Pelabuhan Laut Pulau Pisang.1. Sangka Pura (PL). Aroeboesman (PU). meliputi. Bandara II. Pos Pengawasan : Glondong. Pelabuhan Udara 4. Labuan Bajo (PU) XIII. Mata Plampang Sumbawa. Maumere (PL). Sajingan. Pos Pengawasan : Nganjuk. Bondowoso. Berlian II (PL). Pelabuhan Udara Sepinggan. Kantor Bantu: Nanga Badau. Mirah II (PL).. Pelabuhan Laut Lembar. Kantor Pos Lalu Bea Kupang. 8. Brang Biji (PU).Penjajab (PL). Berlian I (PL). meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung. KPPBC Tipe A4 Kupang. Sepulu. meliputi. Larantuka (PL). KPPBC Tipe B Benoa. Bandara I. KPPBC Tipe A3 Gresik. meliputi. meliputi. Pelabuhan Laut Tenau. 3. Pintu Utama Padang Bai (PL). KPPBC Tipe A2 Juanda. Kantor Pos Lalu Bea Surabaya.Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak.

Benjina/ P. KPPBC Tipe B Kaimana 9. Sulawesi Tengah 7. Pos Pengawasan : Kema (PL). Pelabuhan Laut Biak. Skouw (LBD). KPPBC Tipe B Luwuk. Sabang (PL). Luwuk (PL). Saurnlaki (PL). Tanjung Redep (PU). Molibagu (PL). Sulawesi Tenggara 5. 5. Wanam (PL). Pomako I. 8. Leok. KPPBC Tipe B Manokwari. KPPBC tipe A4 Gorontalo. Maluku Utara 3. meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. Biak (PL) 12. KPPBC Tipe B Bintuni. Pos Pengawasan : Dabo (PL). Pos Pengawasan : Kolaka (PL). Wakai. Hulu Siau (PL). 5. meliputi. 6. Pos Pengawasan : Handil II (PL). KPPBC Tipe B Biak. Pomalaa (PL). Demta (PL). 7. meliputi. Pelabuhan Laut Tual. Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). Mindiptana (LBD). Tarakan (PU). KPPBC Tipe A4 Kota Baru. Pos Pengawasan : Pegatan (PL). meliputi. Kasiguncu (PU). 10. KPPBC Tipe B Tual. Pattiro. Pos Pengawasan. Pasang Kayu (PL). Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. Geser (PL). Kei (PL). Pulau Gak (PL). 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. Pelabuhan Laut Pantoloan. Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. Pelabuhan Laut Gorontalo. Bupul (LBD). 12. Pelabuhan Laut Samarinda. Ambon (PL). Donggala (PL). KPPBC Tipe A4 Bitung. Wolter Mongonsidi (PU). Tarjun (PL). Tahuna (PL). Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). Pos Pengawasan: Kokas (PL). Tembagapura. Kantor Bantu : Bunyu (PL). Samarinda (PL).Kanwil DJBC Maluku. Lasolo (PL). Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). Mangole (PL). Aji Kuning (PL). Parigi (PL). Pelabuhan Laut Balantang. Moahino/Bohumbelu (PL). Tulehu (PL). Temindung (PU). KPPBC Tipe A4 Kendari. Likupang (PL). meliputi. Banabuni (PL). KPPBC Tipe A4 Tarakan. Serwaru. Tanjung Barnabas (PL). KPPBC Tipe A4 Jayapura. Hitu (PL). Kantor Bantu : Palopo. Kotabaru (PL). Tanjung Redep. meliputi. meliputi. 8. Soroako (PU). Dawai (PL). Pos Pengawasan: Kuandang (PL). KPPBC Tipe A3 Makassar. Pelabuhan laut Luwuk. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Biak. Terdiri dari : 13 KPPBC. meliputi. Kantor Bantu : Timika (PU). Galala (PL). Pantoloan (PL). Bontang (PL). Penajam (PL). Kantor Bantu : Toli-toli (PL). 9. Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. Sentani (PU). KPPBC Tipe B Malili. KPPBC Tipe B Nabire 13. Kantor Pos Lalu Bea Makassar. asam/Kintap (PL) 8. Muara Sanga-sanga (PL).LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). Tenggarong (PL). Bubung (PU). KPPBC Tipe B Pantoloan. Toili (PL). Ereke (PL). Pelabuhan Laut Banjarmasin. Pelabuhan Laut Sorong. Pos Pengawasan : Bunyu (PL). Wanci (PL). Kendari (PL). Jalaluddin. meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. 11. Pelabuhan Laut Soekarno. Pelabuhan Laut Bontang. Bastiong (PL). Kantor Pos Lalu Bea Manado. Sulawesi Utara 10. meliputi. Belang (PL). Pelabuhan Laut Ternate. Moutong. Wimro. Meliputi. Pos Pengawasan : Labuha (PL). Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Pelabuhan Laut Fakfak. Biringkassi (PL). Pelabuhan Udara Hasanuddin. Uloe (PL). Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). Pos Pengawasan : Watansoppeng. XVI. Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Mopah (PU). Pos Pengawasan : Pagimana (PL). 6. Arar (PL). KPPBC Tipe B Pomalaa. Pelabuhan Laut Jayapura. Buru (PL). Tarakan (PL). Kolonedale (PL). XV. Jorong (PL). Jayapura (PL). Pulau Adi (PL). Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). Sorong (PL). Ternate (PL). Satui (PL). Long Bawan. KPPBC Tipe A4 Nunukan. Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Wani (PL). Pelabuhan Laut Kotabaru. KPPBC Tipe B Pare-pare. Opini/Pasahari (PL). Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). 3. Ilwaki/Wetar. Stagen (PL). KPPBC Tipe B Fak-Fak. Kariangau(PL). Pos Pengawasan : Wawoni (P). Kantor Pos Lalu Bea Ambon. meliputi. meliputi. Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. Pelabuhan Laut Sangata Baru. Mekar Putih (PL). Banjarmasin (PL). 11. Papua dan Irian Jaya Barat. Pelabuhan laut Manokwari. KPPBC Tipe A4 Ambon. 2. Amamapare (PL). Warukin (PU). Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). Kiwirok (PL). Wembi (PL). Papayato (PL). 2. Pos Pengawasan : Rendani (PU). Tanjung Selor (PL). KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. Sinjai (PL). Palele (PL). Hatta II (PL). Merauke (PL). Pad XI. Kantor Bantu: Senipah (PL). Galela/Tobelo (PL). Gorontalo (PL). Pos Pengawasan : Lamijung (PL). Bade (PL). Dumatubun Langgur (PU). Wainibe/ P. Ngadi. Pattimura (PU). KPPBC Tipe B Bajo’e. Malino. KPPBC Tipe B Sangata. meliputi: Pelabuhan Laut Bitung. Raha (PL). Pelabuhan Laut Pomalaa. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). Balantang (PL). Kampung Baru (PL). KPPBC Tipe A4 Bontang. Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). Poso (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Santan. Masohi (PL). Areso’e (PL). Namlea (PL). Pelabuhan Laut Manado. KPPBC tipe B Manado. Kuala Kencana/ Kota Baru. Mutiara (PU). Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). meliputi . Kantor Pos Lalu Bea Merauke. Tagulandang (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. meliputi. Banggai (PL). Pare-pare. Wonreli/Kisar. Amurang (PL). Tanjung Santan. Pulau Gebe (PL). Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). meliputi. Lirung (PL). Sengai (PL). Manado (PL). KPPBC Tipe A4 Amamapare. Hatta I (PL). Soekarno II (PL). Kantor Pos Lalu Bea Sorong. Long Nawang. Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. meliputi . Loli (PL). Ogotua (PL). Miangas (PL). 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). Pelabuhan Laut Hatta. meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. Barru (PL). Nunukan (PL). Marore (PL). KPPBC Tipe B Merauke. Nyerangkat Sekambing (PL). Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Waris (PL). Fak-fak (PU). Wamena. Agats (PL). Corgodock. Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. Tanjung Batu (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. 3. 4. Pelabuhan Laut Sangata Lama. meliputi. KPPBC Tipe A4 Sorong. Pos Pengawasan : Jefman (PU). 4. meliputi: Pelabuhan laut Ambon.Mamuju (PL). P. Kotabunan (PL). Boepinang. Sungai Pancang. meliputi. Pos Pengawasan : Serui (PL). Bunta (PL). Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). 2. Fak-fak (PL). Kantor Bantu: Batu Licin (PL). Pos Pengawasan : Siwa (PL). Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). Bulukumba (PL). Bitung (PL). Kantor Bantu. Stagen (PU). Manokwari (PL). Muara Badak (PL). Larat. Pos Pengawasan : Banda (PL). Terdiri dari : 12 KPPBC. Lhok Tuan (PL). Sam Ratulangi(PU). Ratatotok. D. Sukarno I (PL). meliputi: Pelabuhan Merauke. Teluk Etna. 6. meliputi : Pelbauhan Laut Poso. Tg. Pemancingan (PL). KPPBC Tipe A4 Ternate . Paguat (PL). Sikeli (PL). Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. meliputi. Elat. 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Pos Pengawasan : Sorta (LBD). KPPBC Tipe A3 Samarinda. Kantor Bantu : Waisarisa (PL). Bullah (PU). KPPBC Tipe B Poso. Kalimantan Selatan 7. Paotere (PL). Pelabuhan Laut Amapare. meliputi.

UTPK I (eskpor) (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok. Arsa. Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Nusantara II (005) (PL). Bitung Utama B (PL). Bandara I.Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Janda Berhias (PL). Sei Jodoh (PL). Tanjung Uban (PL). BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. Organisasi KPPBC Tipe A4. Pos KD 209/210. Momoi (PL). Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. Nusantara I (002) (PL). Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. (DKI Jakarta). Telaga Punggur (PL). Dwipa I (PL). Organisasi KPPBC Tipe A3. Macobar (PL). yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Tanjung Piay (PL). Dwipa II (PL). Tanjung Riau (PL). Utama E (PL). Tanjung Uncang (PL). Organisasi KPPBC Tipe B. Lokasi : Tanjung Priok. Agung Raya. Terminal Penumpang. Tanjung Karepa. Bitung Utama A (PL). 009 X. Pos UTPK II. Nongsa (PL). Pokob Barat.Tanjung Cakang. Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. Lagoi (PL). Pos Lapangan 207 X. Batu Ampar II (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Pos Pengawasan : KBN. Tanjung Sau (PL). Bandara II. Pos Bantu KD 301/302. Banda . Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL).2. UTPK I (impor) (PL). Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Tanjung Sipatung. Pulau Ngenang (PL). Organisasi KPPBC Tipe A1. Sekupang (PL). Batu Ampar I (PL). Lobam (PL). Kabil (PL). Batu Besar Pantai (PL). Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. Tanjung Rempang. UTPK Koja I (PL). Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). Organisasi KPPBC Tipe A2. Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Sagulung (PL). Pos Bea Cukai 305. Jakarta Utara. Tanjung Kasem (PL). menghasilkan 9 struktur organsiasi. Pulau Galang (PL).

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

M..” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 .Si. Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan.WAWANCARA Drs. ISMADI ANANDA..

Di sisi lain. Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah.Si M. artinya. keberlangsungan tugas. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. proporsionalitas. Di pusat. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas. untuk mengakomodasikan hal tersebut. koordinasi. idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. dan volume/beban kerja. dalam hal penataan kelembagaan. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. Maka. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. Drs. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. Dalam melakukan suatu reorganisasi. M. Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. Berdasarkan uraian di atas. kejelasan kewenangan. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat.Si. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan. struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. Fungsi. Tugas. penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. Ismadi Ananda. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. dan volume/beban kerja. Di tingkat daerah. ruang lingkup. Selain Peraturan Presiden tersebut. Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”. apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. rentang kendali.

Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. yaitu biaya. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. baik pusat maupun daerah. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. PAN Nomor : PER/20/M. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. Kedua. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok. dalam berbagai cara. Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan. Untuk itu. pengalaman. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas.red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. baik terhadap unit organisasi ini (KPU. diantaranya : Pertama. Unit organisasi ini (KPU.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik. unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Oleh karena itu. unit penyelenggara pelayanan publik. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. Dengan demikian. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan. Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan. Ketiga. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan. antara lain: pendidikan.

Opportunites. dan harapan-harapannya di masa mendatang. juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. Menurut Pearce dan Robinson (1997). Adapun alasannya. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. b. Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. peluang. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. Dalam hal ini. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. Melalui analisis SWOT (Strenghts. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. antara lain sebagai berikut: 1. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. antara lain: a. koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri. sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya. Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. 3. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi. Weaknesses. Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi. untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. 2. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. 4. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. sehingga selain bertujuan untuk profit motive. Menurut Hendar Kusnadi (2005). kelemahan. melainkan juga non profit motive. Agar memiliki keunggulan. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. Secara prinsip. Untuk itu selain anggota. analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan. 5. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. Secara umum. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

sandang. Dari ide atau gagasan tersebut. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. akan menjadi beban bagi para anggotanya. 5. walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi.1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. 3. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya. Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. 3. Dengan unit usaha yang banyak. benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. konstribusi Usaha Mikro. antara lain sebagai berikut: 1. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan. 23 . eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan. sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. pangan dan lain-lainnya. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. dapat dilakukan melalui : 1. Misalnya. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai. Pada umumnya. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). kesehatan. maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. selain peran manajemen koperasi. koperasi yang tergolong masih baru.7% (terdiri dari 41. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. berupa investasi saham. dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya. Secara garis besar. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. reksadana. perbankan dan unit keuangan lainnya. Kecil. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. Apabila banyak anggotanya. 2. Pada tahun 2003 saja. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost).1. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan. dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. sehingga berdasarkan gambar 1. dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. dapat lebih diberdayakan. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. 2. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. Fokus terhadap usaha inti (core business). Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam.6% Usaha Skala Menengah). Sedangkan maju mundurnya koperasi. Pada umumnya. hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business). Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. 4. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. Adapun peluang yang ada. selain untuk pengembangan usaha koperasi. Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. 2. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. Koperasi dalam hal ini melihat. 2. 3. sehingga mampu untuk hasilkan profit. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. juga peran aktif dari para anggotanya. Misalnya kebutuhan perumahan. maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara.

Jakarta: LPFEUI. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar.1997. Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing.000 Berwarna 3. 1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi.000 GAMBAR 2 Secara umum. Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar. Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota. robinson. Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat.000 1. sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri.000. Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya.000 1. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana. Namun di sisi lain. Ekonomi Koperasi (edisi kedua). Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya.000 300. 2007. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi.000. Hendar. karena harga yang bersaing.000. diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya. Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII. Informasi hubungi : Wirda. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap. Kadarisman. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat. b.000 500. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya. Pada kondisi tersebut. Jakarta: Binarupa Aksara. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. c. namun konsumsi (C) dapat lebih hemat.2005 Pearce. Hoedhiono. 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .Tax).000 750. di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit. telp (021) 47865608. DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC).000 500. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda. Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007.500. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. Manajemen Strategik (terjemahan). maka pada kondisi pasar persaingan sempurna. Berdasarkan fungsi: S = (Yd .C . keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC).

05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4. 4. 5. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. PERATURAN Nomor 1. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK.INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK. Sosial. 103/PMK. Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan. 3. Mitra Utama 2. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. 1.04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK. WARTA BEA CUKAI 2. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 . Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK.010/2005 64/PMK. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor.010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. 1. 5. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain. 6. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. 2.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol. Amal. Dan Kebudayaan.

Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan. pada 27 Juli 2007. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat. 330/KMK. lanjut Menkeu.01/UP. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. mulai 1 April - 26 . Menurutnya. “Tetapi pada minggu ketiga. bertempat di aula gedung B. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. sedang dan tinggi. selasa.” tambah Sri Mulyani. Selain itu.11/2007 dan No. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah. Departemen Keuangan. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. bertempat di gedung Graha Sawala. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik.” tambah Agung. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. Acara yang dimulai sekitar pukul 09. Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok.00 WIB tersebut. sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC. Dalam sambutannya. Dengan demikian.01/ UP.” tandas Sri Mulyani. dilantik dan diambil sumpahnya. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV. S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan. “Pada prinsipnya. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. 24 Juli 2007. Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. 314/KMK. Ditemui WBC usai pelantikan. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah. Dengan demikian. Anwar Suprijadi. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan. dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu.11/2007. kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. Agung Kuswandono.

Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I.M / 060062022 Ir. Papua. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. 5. Agung Kuswandono. 2. 13. M. 8. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II. saat diwawancara WBC. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU.A / 060044379 Drs. 15. Jusuf Indarto / 060061439 Drs. 12. Kepala Subdirektorat Penyidikan. 5. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 . 15. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan. 12. M. Nasir Adenan. 3. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. Diantaranya. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai..A / 060079971 Drs. 16. 7. Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. / 060079942 dr. Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya.M / 060034937 Drs. Ismartono / 060044469 Drs. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada. Nasar Salim. 11. S.31 Juni 2007. Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. 2. 6. Untuk internal. 1. Faried Syibli Barchia. R. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. 1. 18. Saat ditemui WBC usai pelantikan. M. 4. M. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam. 16. NTB. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso. 13. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.H. 4. Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Serang Pj. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan. 10. Sementara itu. 8. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj. 17. 10.A / 060034127 Drs. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. 14. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi. Kushari Suprianto. Dalam menyiapkan KPU nanti.” tandas Rahmat. Sedangkan untuk eksternal. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat.M. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif.Si / 060044391 Drs. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. 9. 6. 11. S. dan NTT. Iswan Ramdana. 14. Bachtiar. Surabaya Pj. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik. dan Irian Jaya Barat. Ak. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. Kantor Wilayah DJBC Banten Pj.H. M. 3.Si / 060034182 Drs. M. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. 9.. 7. Muhammad Chariri / 060044383 Drs.P. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs.M.P. Nama/NIP Drs.

000.700.600. FRANS RUPANG.700. DJBC dituntut sebesar Rp. sehingga hat Tabel-II). 38. Optimis.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).28. 56. 834. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan. menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi.600. tapi dua minggu pertama 20. sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp. Menurut Direktur bayar. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali.000. 100. 522. dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp. Disamping itu. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan.000. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp. Dengan malah cenderung turun. namun pada minggu ketiga dan 7.600. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN. Hal ini Menurut Hanafi. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal. pada dua Rp. sementara cukai mengalami importasinya. Secara meningkat sebesar Rp.20. disebabkan oleh beberapa faktor. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS . Hanafi Usman. total penerimaan bea masuk dan importasinya.034.000.” ujar Hanafi.82 di KPU juga menjadi kendala internal. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU. tahun 2007. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp.000. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp. 512.000.000. sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit. sampai dengan semester yang lebih banyak. serta bankan kepada cukai.71 persen dibandingkan dengan peneri.452. DJBC kembali meyang lebih kondusif. Dengan penetapan beban tersebut.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp.300.300. program Kantor Pelayanan Utama (KPU).000. 3.86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut. antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007. 42. 13. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan. 2.000.4. penerimaan justru menurun. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen. 14. Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk.300. 417.2007 dapat tercapai. 14. 42.417.92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar. yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC). menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai.000.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50. optimis target itu kita targetkan average-nya Rp.700 sammeningkat sebesar Rp. lebih tinggi dari tahun 2006.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok.” jelas Hanafi. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC.583. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006.000. persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal.000. bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp.000. adalah sebesar Rp. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp. pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007.09 triliun atau mencapai 49. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an. bea masuk. 2.000. karena mereka yang 15. pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala. cukup signifikan. 034. Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp.75 triliun atau mencapai 53.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006.000. (Lihat Tabel-I). Disisi lain dengan 000. maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006. cukai telah mencapai Rp.000.000. menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika.

FTA Indonesia-Korea Selatan. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai. 946 milyar. pelayanan jalur hijau. sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21. dimasa transisi dari average-nya Rp. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. dan pemberian reward and punishment. untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007. 1. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 .32 triliun atau 50.07 triliun atau 104. 42. Menurut Direktur Cukai.82 persen. Pada faktor devisa bayar.696.87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007.200 milyar.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita.9. FTA ASEAN-China.15. antara lain. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. (Lihat Tabel-III). “Untuk tahun 2007.80 triliun.57 persen. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit. dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006. kekurangan 0. nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp. Frans Rupang. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit. faktor tarif.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp.9.” kata Hanafi. program peningkatan integritas. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II.4 milyar. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp. faktor devisa bayar.035.hanya Rp. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk.03. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional. peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management. Hanafi Usman menjelaskan. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp.721.52 persen dari target yang dibebankan.58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 34 triliun atau 101. targeting dan profiling. Diantaranya. perjanjian Free Trade Area. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir. sehingga angka tersebut tidak masuk.225. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21. Untuk bidang pabean.33 triliun atau 50. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai. dan faktor kurs. Dan.” jelas Frans Rupang. Langkah lainnya yaitu. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI).”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. 7. peningkatan audit bidang cukai. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1. seperti AFTA. Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp. Untuk faktor tarif. devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif.88 milyar. dan FTA Indonesia-India. dan pemberian fasilitas lainnya. EPA Indonesia-Jepang. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April.75 persen dari target.498. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti. juga mengalami peningkatan. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan. kapal patroli. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi. 760. pelayanan jalur prioritas. Demikian juga untuk Batam. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai. untuk periode semester II. personalisasi pita cukai. harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier). Dengan pencapaian ini.650. diantaranya operasi intelijen. sosialisasi peraturan di bidang cukai.60 persen. Selain peningkatan penerimaan dari KPU. X-Ray machine.45 triliun. Sedangkan untuk faktor kurs.27 triliun atau 100.804. dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC. 56.75 persen dari target.57.

Baik Hanafi maupun Frans Rupang.INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut.” ungkap Hanafi. turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007. adi .

Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs.00 dinihari di RS. Telah meninggal dunia. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa.00 WIB di Solo. pukul 14. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. pada hari Jumat. Dra. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo. Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta. 01 Agustus 2007 pukul 14.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia. 01 Agustus 2007 pukul 01. Ayahanda dari David Purwosusilo. pada hari Rabu. Kasih Ibu Solo. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 . SM.00 WIB. Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat. pukul 04. Suegino Wigno Sumarto (60). Amin. ANSJARI A. 10 Agustus 2007. Supiandi.R.00 WIB. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A. 10 Agustus 2007.DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T.M. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M.

ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil.250. KPBC A3 Banjarmasin. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp.898. Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2. Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut. Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kabid Audit. Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp. Tepat pukul 08. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang. telah mencapai sebesar 53 persen. KPBC Tipe A4 Tarakan. Kabid Kepabeanan dan Cukai. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007. KPBC Tipe A4 Kakanwil.595 juta (88. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru.151.30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum.282. Ismartono dalam sambutannya. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08. Umum. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. KPBC Tipe A4 Sangatta. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL). Kepala Bagian Cukai. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No. Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 . Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya.00 WITA. Kabid P2.980. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp.893 juta. Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.546 terlihat tidak seperti biasanya.95%) dari target si & Korlak yang mewakili.000 juta. ”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme. Kabid IKC. Menurut Tipe A3 Samarinda. bertempat di gedung Aula Kanwil. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”.301. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.

KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam. Plywood dan integritas pegawai. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation. tersebut antara lain : 1. 5. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR.848.027 juta (49. Hasil laut (Ikan. tipe dll). bahan baku. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog.020 juta (61.931. Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor. ISMARTONO. Barang Pelintas Batas. Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. 99. Untuk itu. f. pengawasan di wilayah perbatasan ned. ukuran. PT Ata Surya.502 juta (72. voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan. termasuk dll). spesifikasi teknis Banjarmasin.44%). Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21. pengetahuan a. tarif dan nilai pabean. RAKERWIL. Meningkatkan sarana dan prasarana dae. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar.Tawau yang berlaku. catatan bab. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan). terkait dalam rangka pengawasan di bic. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. PT Darma Kalimantan Jaya. catatan bagian. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. tapan klasifikasi. 8. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b. spesifikasi teknis. yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. udang. Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini.28%). Kayu Olahan (Moulding dll). kandungan bahan. PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama. umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan . 21. 1. Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp. Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan. Hasil industri perkebunan seperti gara. ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). d. Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise. kepiting. minyak kelapa sawit. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 . 3.504. c. dibidang kepabeanan dan cukai.82%). sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan. Sementara itu untuk pelayanan di 6. namun pada umumnya antara lain : a. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7.762 juta (133.807. menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. (merk. Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4. Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. cumi dang kepabeanan dan cukai. karet dll 9. KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll. Minyak Bumi maupun Batubara. Melakukan koordinasi dengan instansi b. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai. PT Arutmin di Kotabaru. (kayu lapis).

Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin. Lebih lanjut. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. c. d. kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a.528. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya. Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk. Bea Keluar dan PDRI lainnya).1.DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal. Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit. antara lain : a. Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. c. Pengawasan pemeriksaan fisik barang. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya.628. an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya. dengan total tagihan sebesar Rp. terutama dikawasan perbatasan. e. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC. d. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi). Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a.195. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. b. Untuk itu. Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai.

00 WIB. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. c. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait. sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota.30 WIB. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal.b. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok. e. Jumat 20 Juli 2007. d. f. Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan. Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pukul 5. muqsith hamidi. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam).30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. tegasnya. pukul 9. rombongan berangkat pukul 17. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional. melakukan kunjungan kerja selama dua hari. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus. B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara.

pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. Eagle Medicated Oil. Hery Agung menjelaskan. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu. apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary. menurut Amin. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. menurut Hery. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram. Penerapan hologram pada Pada sesi ini. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. Setelah memaparkan don Inggris. penerapan holoDisamping itu juga. Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. salah satu divisi di Pura Grup. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus.sejak tahun 1996. nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. Karena itu.” ujar Hery. Keunggulan Shofwan. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. demikian imbuh Hery. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. telah meKantor KPBC. Pura Grup. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan. yaitu an. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. khutuk tulisan dengan warna spesifik. ris tembakau di Kudus. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. P2 DJBC.

red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. disamping pembinaan terhadap masyarakat. “Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal.”ungkap Udin. Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama. maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara. Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 . Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah. Namun seiring dengan perjalanan waktu. Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM). Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal. Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat.

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. patuhilah sistem dan prosedur yang ada.”Semua pihak terlibat. pencahayaan dan lain sebagainya. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. 5. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan. 4. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. 9. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. hanya sekitar 2 bulan. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja.” ujar Lily.” ujar Yanti. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami. ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak. Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. 3. Ini adalah prestasi kami bersama. 7. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. Menurut Agus. disampaikan. Sementara itu. Pembenahan untuk ruang pelayanan. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit. oleh sebab itu. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. 8. . Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan. Untuk memperindah kantor. 2. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami. tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan. namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. mereka punya semangat yang luar biasa. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. Noviyanti. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. Tugas saya di Merak tidaklah lama. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga.”ujarnya. Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. kemauan dan prangka. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. 6. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang. panggilan akrab Noviyanti. walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan.

” ujar Nasir Adenan. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan.304. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain.280. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta.750. penerimaannya mencapai Rp89.198. cepat dan pasti. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp. untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. kini mencapai jam 9 malam. . dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan.440.DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai. biasanya sampai jam 5 sore. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar . yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT. Masih menurut Agus.762. dengan berhasil menegah 14 kasus. Sedangkan cukai. seperti Bandung. Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat. Septia Atma. Keberhasilan yang cukup signifikan ini. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik.9. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman.500.45.”papar Agus. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan.”ujarnya Agus juga memaparkan.TEI. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda. Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok.536. Untuk menyiasatinya lanjut Agus. dimana 2 kasus sudah P21. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta.978. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang. sehingga kegiatan perekonomian berjalan. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini.97. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan. NASIR ADENAN. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Sedangkan dari penerimaan cukai. yang secara garis besar.543. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan. pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur. Nasir Adenan.175. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda. pihaknya jugatelah menghimpun Rp. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta.554. jumlah jam kerjanya bertambah. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai. Banten dan KPU sendiri.000 atau terjadi peningkatan 109 persen. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen. Pada dokumen yang diajukan oleh PT.039 atau 193 persen.

Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai. masih dalam proses penyidikan. Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu.” kata Septia Atma. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. dengan pihak PERURI. nya sekitar 20 persen saja. expecting the best”. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta.3 atas nama PT. kini terburuk. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung.” tandas Nasir Adenan. Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. karena MMEA yang kami tegah MMEA. Dalam melakukan pengawasan. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. walaupun misi DJBC adalah tersebut. nya. Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. pada kesempatan ini pula. dan atas kepalsuannya ini.WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. Artinya.” kata Nasir Adenan. maka PT. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan. Sementara itu. IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. saya ingin menyampaiJakarta. Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. MoKepabeanan. Melihat gelagat tidak benar cukai. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. dan kesantara (KBN) Cakung. dalam merencanakan suatu operasi. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. PITA CUKAI PALSU. Dalam kasus ini. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA). Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. pembatasan. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. adi pengawasan pabean. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum.

fresh dan penuh senyum. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red). 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. tenang. Setelah berjalan empat tahun. Berasal dari Pacitan. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang. Pekanbaru. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai.” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. tepatnya awal tahun 2005. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. Walaupun begitu. khususnya bandara. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. Saat ini.” terangnya. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga. hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. Selain itu. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip. tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. penampilan harus prima. umum dan urusan pegawai. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). Saat diwawancara WBC. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. Kemudian.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka. dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja. Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. Setelah diterima. yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif. setelah keluar Skep No. pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur. Kemudian. Kemudian. Namun.

tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja. saya harus siap memberikan surat tersebut. maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. “Sebagai anak buah. Pria yang juga hoby sepeda ini.000 Harga luar Jabotabek 43. namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan. 154 Fax. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah. Rp. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah. Rp. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya. para pejabat di pemeritahan.500 5% 78. 120. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari. A. di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang. Tak hanya itu.000 Rp. Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp.500 84.000 10% 150 50.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. (021) 4892353 / E-mail: wbc. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta. 4890308 ex. 150. 162.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005. DPI. 43. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya.000 Rp. (021) 47860504.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . Baginya. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002.000 162 62. Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi. jujur. 84. ats Pinang.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan. 25.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. 40. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air.net. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya.000 Rp.” ujar Sukatno.000 Rp. 78. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya. Verifikator dan Training KPU ini. Di akhir wawancara. adi info buku BILA ANDA BERMINAT. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik.Desember) Rp. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari . Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara.cbn. pria kelahiran Sumatera Selatan. “Seperti yang saya sebutkan tadi.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor. dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan.

4. Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. Eskportir : + 120 perusahaan. terhadap komoditi apa atas .PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. 2. ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006). Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. PAPUA. sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. masih aktifkah perusahaan tersebut. T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku. BOP Gol II : + 5 perusahaan. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. Importir : + 75 perusahaan. 5. 3. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC.

Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman.usaha tersebut. Threath). l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi. tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. Weakness). Posisi organisasi 3. Arah. bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. terkesan kinerja bidang audit rendah. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT. WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. atau tantangan. serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. Kinerja masa lalu 4. l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. tujuan organisasi 2. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama). Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC. PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. Standar yang disepakati 5. besarkah nilai impor perusahaan tersebut. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan. kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor). Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. dan kondisi eksternal OT (Opportunity. Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang.

peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. pada 9 – 20 Juli 2007. Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas. SE Ak. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. 7. Sutejo. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada. 1985 BONGKAR PASANG PISTOL. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. John A. Fred. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1.10. 3. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC. senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data. Pindad. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. Dari uraian diatas. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. 4. P2 KP. Pindad (Persero) dan G.1986 David R. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. Strategic Management. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997. Saat ini. Pindad (Persero). Sehingga. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. Bagian Divisi Senjata PT. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. 6. 5. Jawa Barat. Bandung. Hadir pada kesempatan itu. waktu yang lama. Sehubungan dengan hal tersebut. Suprapto. Bagian Depdiklat PT. khususnya bidang P2. 1998 Pearce. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT. Concept of Strategic Management. Rencananya. Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat. gelombang I dimulai tanggal 9 . Dalam hal pemakaian. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. dengan mengambil lokasi di PT. baik nilai. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. Bandung. senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia. Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol.H. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. jenis perusahaan. 2. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. keringanan/pembebasan yang dimiliki. akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. lokasi. Papua. h. Daftar Pustaka Barry. Pindad (Persero). komoditi. jarak yang berjauhan. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. DJBC Suwito.

Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy. cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap. senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat.65 mm. seperti mengetahui cara perawatan senjata. Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat. Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal. pelatihan ditutup oleh Triyono. praktek SBC-1 Kal. Dengan jarak sasaran 50 m. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan. cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. DJBC PRAKTEK MENEMBAK.500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 . penggunaan sarana senjata api DJBC.000 butir. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m. peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5. Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan. Pindad (Persero). DJBC FOTO BERSAMA. praktek menembak dan evaluasi. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT.000 butir. MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata. dengan jarak tembak 20 m.222. Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging). Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata. Bagian Diklat PT. Dalam kegiatan ini. Pertama. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT. Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT.64mm) sebanyak 1.222. teori data teknis senjata. senjata api berasal dari dari PT. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m.222. Setelah itu. ruangan penembakan (firing). P2 KP. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. penggunaan senjata api (menembak).DOK. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. Pindad (Persero). usai pelatihan tersebut. Pada hari terakhir pelatihan. peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. Kedua. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal. Diharapkan.65 mm) sejumlah 1. praktek pistol P-3A. dilakukan dengan posisi berdiri. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya. Kemudian.000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. P2 KP.222. Bandung. masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten.

tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia. Maksudnya. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. Ia melanjutkan. Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. Durahim Bin Tutin. Malaysia. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia. Menurut Durahim. diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. Sebelumnya. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan. Pagi itu. Sabah. KP DJBC. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau. tepatnya Kantor Pusat DJBC. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. Saat di wawancara WBC. rombongan bergerak menuju Jakarta. dengan DJBC Indonesia.28 Agustus 2007. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . Malaysia juga memiliki jalur merah. Sabah. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. rombongan Kastam Diraja Malaysia. Usai pemaparan. Sabah. Usai mengunjungi Bandung. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Pada kesempatan itu. 13 Agustus 2007. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai. rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. di Jakarta. Kastam Diraja Malaysia. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia. Durahim menjelaskan. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. Senior Assistant Director of Customs. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. mengatakan. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. setelah dilakukan penilaian. Hanya saja yang membedakan adalah. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. Sabah. Sabah. R abu. seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia. penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. 50 . Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. Selain itu.

implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. khususnya di Tarakan dan Tawau. lanjut Anwar. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. sebahasa. juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC. untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. Badan POM. Kemudian. Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan. ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. “Kemudian. Tak hanya itu. P BERTUKAR CENDERAMATA. dan MTI. “Sedangkan dari aspek sistem. dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning. Selain itu. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. Pihak Kastam Diraja Malaysia.” tandas Anwar. dari diskusi tadi. yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. Kita hidup serumpun. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi. walaupun jauh tapi dekat di hati. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. Dari rapat pembahasan tersebut. Departemen Komunikasi dan Informasi. Assistant Director of Customs. Puskari. Sabah. Badan POM. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 .” tambah Anwar. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Sabah. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. Ia menambahkan. Kemudian. rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada. BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu. Puskari (Pusat Karantina Ikan).” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. Departemen Perhubungan serta Port Operator. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Koja. Ia melanjutkan.” kata Anwar. Usai pemaparan. Anwar Suprijadi. Dari segi kemudahan. diwakili oleh Durahim Bin Tutin. bertempat di ruang Loka Muda. dengan Customs Indonesia. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. Gedung B.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran. khususnya antara Customs Malaysia. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. “Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan. Maksudnya. ada 14 Agustus 2007. Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai.

. Kemudian. Sementara itu. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: . mengatakan. “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008. . KP DJBC.Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut. . untuk kemudian Menteri Keuangan. hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW.Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses. Ia melanjutkan. mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN. .” tandas Susiwijono. dalam pemaparannya pada peserta rapat. akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan. IKC. Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud. Gedung B.Sesuai jadwal rencana kegiatan.Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem. Dit. Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda. Susiwijono. pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada. Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur. akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain.Sesuai jadwal rencana kegiatan.KEPABEANAN 2007. HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan.

Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B. Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange).STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya. ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. menggunakan SAD. pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . pada Desember 2006. Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri. Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. l Translation Indonesia – English v. Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. dipimpin oleh Customs. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs. Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW.

dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai. Dijelaskan oleh de facilitator.” ujar Thomas Sugijata. “Harapan DJBC. Utama Kantor Pusat DJBC. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. dapat meningkatlebih baik. kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut. Selain itu. KPU juga Sementara itu. melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. Kuning. harapan masyarakat usaha. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU. saat ini telah melakuThomas Sugijata. dan MITA Prioritas. Hijau. jenis. Merah. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha. yang melaksanakan atau melayani di KPU. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. yaitu jalur Merah. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. Hijau.KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. Intervensi dokumen. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen. yang dilakukan. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. jumlah. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki. MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. Mitra Utama (MITA). Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit. Intervensi dokumen. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. Tanpa intervensi. serta memiliki pola bisnis yang jelas. Mitra Utama (MITA). oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. barang impor dapat segera dikeluarkan. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. Intervensi fisik barang. dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. dan MITA Prioritas. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kuning. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. tinggi. melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. yanan yang ideal.

barang re-impor. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. spesifikasi. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan. (5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. Dengan diberikan hak tersebut. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. Akan pertanyaan tersebut. Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. dan hijau kecuali terhadap. jumlah SOSIALISASI MITA. (f) Foto copy API/APIT. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. barang impor sementara. (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian. adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. Selain hal tersebut. (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB.

Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan.”terang Teguh.adanya jaminan. Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut. Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2. P Peraturan dibuat dan Tipe A3. Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh. jaminannya sama. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan.17/2006. Rp. “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM). 250 juta pada KPPBC tipe A1. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC.”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1. Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter.”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. ini yang menurut saya kurang adil. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK. Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 . Selain registrasi. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya. Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA. “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban.” terang Agung.” tegasnya kembali.”kata Teguh. No. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan.red). pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan.beacukai. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.”terangnya. Rp.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut. maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp. Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp. Darjono berpendapat.go. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK. jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan. lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU. Teguh Indrayana. jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut.id).”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi.”ujarnya kembali. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK. baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit.

2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut. dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan. kai Nomor. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.P-22/BC/2007. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan.”terangnya. Sejauh ini lanjutnya. seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean.”tegas Teguh. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK. WEBSITE BEA CUKAI. Berarti kan importinya ada. Menurutkepabeanan. dan auditable. dap para mantan pegawai Bea Cukai. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK. SOSIALISASI. maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK. itu tidak jelas. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan.DOK. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. Selain itu. Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence. competence.termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan. Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No.

Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK. “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah. dirakit. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan..d. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta. Juga pada waktu ekspor. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. 47. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?.. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas. “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor. Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance.4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE. Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2.KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono.04/2003 tanggal 31 Desember 2003. Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan. M. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor.Hut. Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan. Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik.. Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE. MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. S.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE .4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2. fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian.

PT Phillip Indonesia. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture.tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara.KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah. sepatu.d. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan. produk dari logam. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. PT Miwon Indonesia. Dalam ketentuan KITE. Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan. produk kertas. produk dari plastik. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004). Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. laporan ekspor disebut laporan BCL. Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. TPT. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004). Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor. Sebagai contoh di Jawa Timur. perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s.022 register (2005) dan 421 register (2006). PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. Mei 2006. 1. Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya.

Secara ekonomi makro. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. (Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Dilihat dari sisi perusahaan. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. tidak boleh. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Secara regional. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP. Oleh : Togap M.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. setiap tahunnya PT. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja.

didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal.penggunaannya. are excluded from the scope of this convention”. the discharge of which is covered by another international instrument. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. 520/MPP/Kep/2003. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. Impornya telah dilarang melalui Kep. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. kain-kain lap mesin (rag). “Wastes which derive from the normal operation of a ship. 3. dll. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean. Memperindag No. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. adanya alat discharging. Dimana untuk menyimpan limbah ini. Recycling. Jadi boleh. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . atau boleh dengan syarat. 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. ” KESIMPULAN : 1. tidak boleh. Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. Inti pengawasannya adalah boleh. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. Dalam kaitannya dengan hal ini. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. antara lain adanya fasilitas penampung. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. Untuk memutuskan boleh. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. Dalam Kep. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas. sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. 2. 1973. Switzerland. Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. II dan III. Sludge dari rembesan oli atau solar. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. tidak boleh. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. Memperindag No. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. 4. minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik. tali-temali. Direct re-use. sampah-sampah dapur. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan.

Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih. pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). R. Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan. menciptakan aparatur yang bersih.OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas. mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional. Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE).B. Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No. Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi. terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). Permana Agung. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. Upaya membangun kepercayaan masyarakat. tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. 17). Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi. Senin 9 Juli 2007). profesional dan bertanggung jawab (Kompas. apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. Pertanyaan yang timbul. Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan.

pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi.eselon II). Kantor Wilayah (ada Koordinator . Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas. pemeriksaan atau investigasi. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. 1. Kantor Inspeksi Tg. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II). Pada era ’90-an karena beban kerja. Kantor Bantu dan Pos. Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. Dan birokrasi adalah. sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU. Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur. Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 . kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang. Senin 9 Juli 2007). perbaikan sistem tata laksana (business process). 3. penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon. harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. para pejabat yang mengurus biro pemerintah. Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal. Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. Dari sistem ini (sesuai UU No 17). reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. Beritanya masih akan ada KPU. Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V). Kantor Inspektorat (eselon II).eselon II). Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan). B. Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II). penegahan. pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul. jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. Kantor Inspeksi (eselon III). Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang.Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. pejabatnya. akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah). Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. 4. Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. sistem pemerintahan oleh sekelompok. Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. 2. sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . Beban kerja KPU Tg.

Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. penyidikan. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. barulah diberikan persetujuan impor. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. verifikator. Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. x-ray. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. penyidik. yaitu PFPD. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. audit. harga dan lain-lain. Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee. Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. Prosedur ini tidak sederhana. kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. . DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. auditor. begitu juga Soekarno-Hatta. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). PFPB. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya. Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW. Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. kemudian menerbitkan SPPB. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean.OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. ternyata diselundupkan. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. auditor. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. pencegahan. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. administrasi kantor dan lain-lain. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. Ini juga harus direformasi. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. PFPD. patroli. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan.

eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . reorganisasi. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”. struktur dan kultur. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas. yaitu instrumen. Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah.PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. reposisi dan revitalisasi. sisdur dan terutama SDM. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya. masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. tidak sulit untuk mereformasinya. Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). Rabu 11 Juli 2007 halaman 21). Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2.

MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah. prestasi dan kompetensi mereka. Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. career. 466/KMK. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. an. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . waktu pelayanan yang lama. Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif. mengalami proses akselerasi. Pertama performance appraisal. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai. risiko kerja dan beban kerja. Kempat training. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. Ketiga career. Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. bersikap skeptis. Kedua compensation. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. compensation. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. reorganisasi. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. pertama. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. birokratis serta membiarkan ilegal trading.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. pola promosi. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. alur mutasi. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. fungsi. training. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. Kedua. UU No. tidak ada missing. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. Ketiga. Kedua. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. dan amandemen UU No. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. yang menyangkut aspek prestasi kerja. dan hanya berpangku tangan. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. Ketiga. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. tugas pokok. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat.01/2006. kompetensi dan insiatif.

PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap. KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan. kita harus legawa. dikan KPU. dunia. Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. dan Cukai. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita.satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan. Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. SDM yang berintegritas. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). mimpi kita. Untuk tahap pertama ini. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 . dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. by process. Pelaksana Pemerikasa. sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. kebutuhan. Di sisi lain. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri. Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC.

1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. instansi. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas.1/2006. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I. b. fax ataupun e-mail. peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut. pembahas. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya. Dan sesuai permintaan. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. kami dapat merahasiakan identitas anda. disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . yayasan. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. 2. apabila : 1.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK.1/2006 tanggal 7 November 2007. Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. Pertanyaannya : a. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK. koperasi. Direktur PPKC. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr. atau lembaga lainnya. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan. workshop maupun lokakarya.KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan. sesuai amanat SE-551/MK. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan. baik yang mengatasnamakan individu. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut. Demikian disampaikan.

Kekurangan vitamin D . Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya. b. IG. Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah. tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil. d. Hal ini disebabkan oleh cacat email. c. Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge). Ada yang berwarna abu-abu. (misalnya oleh Rubella (cacar jerman). kecoklatan.Down sindrom . Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan. Gigi berwarna abu-abu. karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. . bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet. berbintik putih terang. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai. Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). sipilis. sering memiliki celah kecil.Kelainan genetika . Gigi bentuknya normal. e. lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras. A. India. menyeluruh di semua gigi. berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. ibunya terkena penyakit sipilis. Hal ini disebabkan oleh : .Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh .RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter. Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 . Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching). Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai. kekuningan. maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). a. Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah. Berwarna coklat.Chemoterapy .Lahir prematur (lahir dini) .Infeksi intra uterus. Drg. Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi. bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih. coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. mengkilat tetapi bentuknya tidak normal. Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak. Afrika.Hipokal semia (kekurangan kalsium) .Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi.Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh . berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap. Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi. kuning. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal. Heni Haryanti.

dan satu menu bersama. Makan siang ditempat berkegiatan. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi. Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. belajar berjalan. Ia menekuni keriangannya menggambar. 28 tahun. Jika rakyat merdeka. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera. sejak kecil gemar menggambar. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas.RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. sejak fase menyusui. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya. sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. disapih. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. berani menentukan pilihan. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. maka rakyat pun merdeka. Artinya manusia dewasa yang merdeka. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. maka demikianlah para individunya. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. Shinta. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. Hidup adalah pilihan. merdeka berpikir. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . Keberanian tidak datang segera. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. Menu kesukaannyapun berbeda-beda. merdeka bertindak. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. Misalnya sop wortel untuk semua. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing. alau negaranya saja sudah merdeka. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya. Suatu kemerdekaan individu matang. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. keberanian dibangun sejak kita ada. Keluarga ini unik. lara. Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit.

saling mendukung 4. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. senantiasa ada acara bersama. saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem. yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. yang satu senang badminton. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. Tak ada beban perasaan tak nyaman. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 . misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”. Pada masa liburan atau kesempatan penting.lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. termasuk anak. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. Bila juru masak libur. tetap dengan menu pilihan masing-masing. Semua anggota membentuk lingkaran. di suatu tempat atau di kebun nenek. keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. pernikahan anggota keluarga besar. saling percaya 2. Nenek. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. maka direncanakan tempat pertemuannya. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu. membelanjakan. yang satu senang main tenis. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. Hobi masing-masing dijalani. kumpul bareng. dan 1 cicit. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun. bukan hanya bapak dan ibu. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan. Mereka tinggal di Jakarta. untuk diskusi. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati.bangun diri. saran dan pertimbangan. Melalui kritik. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. kusi ditegakkan.

Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. perselisihan. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. roh pemecah. sihir. tidak tahu mengasihi. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih. tidak mempedulikan agama. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. lebih lanjut. Sebagai contoh. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. kemurahan. kesabaran. Selanjutnya. hawa nafsu. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. Lebih jauh. korupsi. kepentingan diri sendiri. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. harap. suka mengkhianat. yaitu: percabulan. dan kasih yang murni dari Allah. tidak mau berdamai. kelemahlembutan. ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara. Dalam perspektif Rohani Kristiani. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Alhasil.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. percideraan. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. Sudah barang tentu. kebaikan. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. sukacita. iri hati. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). seiring dengan waktu berjalan. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. mereka akan menjadi pemfitnah. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. amarah. kecemaran. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. sakit penyakit. damai sejahtera. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. Namun. Ditambah lagi. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. kemabukan. sikap yang mengelontor iman. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. garang. tidak suka yang baik. tidak berpikir panjang. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. berlagak tahu. Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. kedengkian. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. tidak dapat mengekang diri. penyembahan berhala. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). suka menjelekkan orang. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. perseteruan. kesetiaan. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. kolusi. Tetapi sebaliknya.

Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. Amin. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. mintalah apa saja yang kamu kehendaki. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. dan kamu akan menerimanya. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus. Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 . Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Tuhan Yesus memberkati. Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku.dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural. Disinilah awal dalam perjanjian baru. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan. Petrus Titus R. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. ia berbuah banyak. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah. Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Lebih jauh. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan.

Sementara itu. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah.” jelas Siswa. diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. Walaupun medan yang dilalui cukup berat. Sekalipun dalam kondisi lelah. para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. menjelajahi Gunung Batur Kintamani. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. Semarang. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan. Kupang. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak. sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. 74 . Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Setelah istirahat di pos pertama. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. NTB dan NTT. Tarakan. Lebih lanjut Siswa mengutarakan. Dengan dua agenda CCC tersebut. Bandung.Denpasar. Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah. adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. pada 11 Agustus 2007. Surabaya. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi.

Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Drs. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan. Kanwil DJBC Banten. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA. DJBC pada 3 Agustus 2007. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. KPPBC Soekarno-Hatta.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. Kasubdit Penindakan. foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta. Heru Santoso. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. Anwar Suprijadi. menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. II. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok. pembacaan naskah Pancasila. Upacara dihadiri pejabat eselon I. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut. Untuk hibah kali ini. Sugeng Apriyanto. JAKARTA. KP-DJBC. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. Upacara yang dimulai pada pukul 08. dan Irjen Polri. WBC/ADI JAKARTA. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006. Dari enam tim yang bertanding. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. Ansyaad. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. Azis Syamsu Arifin. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. Inspektorat Jenderal Depkeu. Tampak pada gambar. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok.30 WIB.

Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Anwar Suprijadi. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. bulu tangkis. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama. sepak bola dan pertandingan voli. Ibrahim A. 1 bidan. WBC/ATS JAKARTA. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Anwar Suprijadi dan Ny. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait. KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC. Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. JAKARTA. Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62. SE. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. 5 perawat dan 5 karyawan. disaksikan oleh Ny. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR.

Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 . Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean.FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Surabaya BALIKPAPAN. Tampak dalam gambar. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007. Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan). Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004. Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA. dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. Bambang Wicaksono. Bambang Wicaksono. Ismojo (KaKPBC Pasuruan). tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder. Bambang Wicaksono. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Wisnu Wibowo.

A. Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang.A.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN.. . Kiriman Amir Hasan A. serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s . Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo. Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru. Kiriman Amir Hasan A.M.M. KPPBC Lhokseumawe.IP. Kiriman Amir Hasan A. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD. S. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD. Tampak pada gambar.. . Tampak dalam gambar. (yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda). KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC. Ambang Priyonggo. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri). foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe.IP.P. SH. S. KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. .P. Ulee Lheue. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan. Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang. KPPBC Kuala Langsa. Ali Purnama. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH.

Kiriman Amir Hasan A. menata ruangan dan lain-lainnya. dan duduk tim DPRD.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean. berdiri tim DJBC dan KDRM. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA. selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. Drs. Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21. Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu. . Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007. Pada 19 Agustus 2007. menggambar peta. Selain peresmian. Kiriman Amir Hasan A. sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim. . Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD. Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf. Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan. Tarakan. Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. . Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1. II. III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi.FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama.

melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. Petugas juga ramah-ramah. Mengenai barang apa saja yang dibawa. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya. Ia pun bingung. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan.” terangnya. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia.”ujarnya. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show. gak ada kesan galak. zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah.”terangnya kembali. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah. Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show.”Saya maklum aja kalau ada yang marah. Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya. selain tidak perlu. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar. harganya juga mahal. Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . tapi yang penting ramah kepada penumpang. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting. Mengenai petugas di lapangan.”ujarnya lagi. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja.”Kalau kita diperiksa.”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 . dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean. dan kompetensi ahli kepabeanan.04/2003. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a.04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). c. 4.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. b. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. identitas pengurus dan penanggung jawab. c. Menimbang : a. 5. Mengingat : 1. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. 3. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK. b. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76.

Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). 6. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. b. Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . kejelasan dan kebenaran alamat (existence). 2. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. 8. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. wajib memenuhi persyaratan: a. Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). 4. atau eksportir. (3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 7. c. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. dan d. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 3. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang. kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). 5. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. importir. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi. (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri. importir. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir.

jaminan dari perusahaan asuransi. dan/atau c. b. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. uang tunai. (2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik. importir.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. jaminan bank. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi. BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . atau b.

b. berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. 4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. c. dan perpajakan. e. c. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2).K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. dan/atau f. Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. b. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). d. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. cukai. atau eksportir tidak ditemukan. (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. dapat dicabut dalam hal: a. Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor. dan/atau f. e. d. atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai.

(2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. mengajukan permohonan pencabutan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. c. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. atau eksportir tidak ditemukan. Agar setiap orang mengetahuinya. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . e. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. d. dan/atau f. b. wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. dinyatakan pailit. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan.

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481). Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128).04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. 7. 3. 4. Pasal 32 ayat (4). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 10A ayat (9). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493). Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127). Pasal 11A ayat (7). 5. 6. 2. Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005.

Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. berlabuh. 3. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut. 4. 2. Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. 7. Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. 10. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . Bandar Udara. 6. BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. 9. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. 5.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Pengelola Pelabuhan Laut. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. 8. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. naik turun penumpang. Bandar Udara. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.

Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. dan dilampiri dengan : a. Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. b. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). Ukuran luas kawasan. Gambar denah lokasi. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. kecuali untuk Tempat Lain. d. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). c. badan usaha. g. dimasukkan. f. 8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan h. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). e. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab.

b. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. dan/atau d. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. dan/atau d. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. Tangki penimbunan. bangunan. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. Lapangan Penimbunan. Gudang Penimbunan. b. c. pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. bangunan. c. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan.

& K E T E T A P A N g. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . j. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya. d.K E P U T U S A N a. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. k. b. h. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak. Izin dari Pemerintah Daerah setempat. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. i. f. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. ekspor. e. Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. c.

(2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan. atau c. (4) Barang impor. tujuan ekspor. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya. dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean. dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. wajib diberi identitas secara jelas.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. (3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. (2) Barang-barang berbahaya. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). barang ekspor. dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean. merusak. (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai. tujuan reekspor. ekspor. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan. wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. (2) Tempat. b. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara. bangunan.

termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). jenis. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. pemeriksaan. sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. jenis. b. tata letak lapangan atau bangunan. uang tunai.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara. dan/atau c. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. jaminan dari perusahaan asuransi. Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. jaminan bank. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.05/1997 tentang Kawasan Pabean. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. dan c. b. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. Agar setiap orang mengetahuinya.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful