TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI .Adrin Syahbana . atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA .Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM . Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan.Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN .Rencana Uji Sistem National Single Window . bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak. perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3. fax atau e-mail. sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC. 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 .○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda. Demikian disampaikan.Dewi Diana .Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA .Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat. Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian. dapat disimak pada rubrik wawancara. 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku. Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah. Apabila rencana remunerasi telah terlaksana. mengingat : 1. penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai. diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai.Denny Malik . Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama .Reformasi Bea Cukai .13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007. Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) . 2.

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK.LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai. dengan prinsip. Kamil menegaskan. menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. Kedua. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. Drs. l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut. 3. antara lain. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . perubahan kebijakan di bidang pengawasan. lanjutnya. WBC Kedua. 2. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang). Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. antara lain. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. Ketiga. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC.01/2007. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC. dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. pertama. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi.01/2006. Sebagai contoh. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. menurut Kamil. Kamil Sjoeib MA. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Menurut Kamil. DOK. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC. bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai.01/2006. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC.

LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan. “Sepanjang saya ketahui. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi. efisiensi dan efektivitas belanja negara. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara. organisasi bukanlah tujuan. tepat. ris DOK. diperlukan organisasi yang efektif. Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja. yang meliputi wilayah pengawasan. efisien. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat.” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. mengalokasikan. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. Sudihardjo MA. Drs. tepat. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC. berdasarkan PMK 131/PMK. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik. Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi. menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu). sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan. enforcement. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. Oleh karena itu. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. Dalam melaksanakan tugas tersebut. WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. independen. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut. berhasil guna. Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. kesinambungan fiskal. post clearance audit. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. akuntabel. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO.01/2006.

dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif. dukungan industri (Industrial Assistance). diperlukan organisasi yang efektif. Disamping itu juga. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. Sudihardjo tasi. efisien. Keempat. masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). dan pelayanan informasi. independen. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku. Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. konsultasi. akuntabel. Ketiga. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . pelindung masyarakat (Community Protector). secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. Pertama. Kedua. dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan).DOK. untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. apakah sudah mendukung kinerja. mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). menurut Sudihardjo. bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi. memberikan argumenkal DJBC. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. tepat. penyuluhan. ZAP Menurut Sudihardjo. akuntabel dan transparansi. secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. efisien. dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. hal lingkungan Depkeu. si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. Selain itu juga.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. WBC PMK Nomor 68. pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. perlu diketahui. hal ini dilakukan untuk DJBC.

Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain. Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas. tidak right sizing. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. masukan saya. Selain itu menurutnya. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. Koordinasi. maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. beban kerja yang tidak seimbang. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”.q Biro Organta. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. Lembaga Administrasi Negagara. Fungsionalisasi. bagi Kementerian PAN. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. Sekretariat Kabinet. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. “Untuk itu. “Untuk saat ini. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu. Sebab. melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil. apabila susunan organisasi. Pendelegasian Wewenang. Karena itu. Keluwesan. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. organisasi DJBC sudah ideal. Dalam hal ini. KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean. dan lain-lain. Akordion. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK.” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati. menimbulkan friksi. menurut Sudihardjo. tugas dan fungsi tidak tepat. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. ris dapat berjalan dengan efektif. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan). “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. ujar Sudihardjo. Kesinambungan.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo.

WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan. sehingga tugas border control-nya juga berlaku. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan. artinya unsur an.” ujar Nofrial kembali. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC. Tanjung Emas. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. antara lain contohnya. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun. Batam. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. Namun. jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan. KPBC dengan KPPBC. dan kantor lainnya ? Di perbatasan. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia.” ujar Nofrial. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen.” ujar Nofrial. Pelayanan Utama. an yang ada sebelumnya. tidak pernah kita masukkan. Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. Makassar yang seKantor Pelayanan Utama. lanjut Nofrial. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua.” imbuh Nofrial. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. Drs Nofrial M. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 . Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. sebagainya. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen. dibandingkan dengan bidang pengawasan. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). Pontianak. Tanjung Perak. M. salah satu dari hasil anaDrs. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok.. Dengan demikian. Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok. Nofrial menegaskan. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. Soekarno-Hatta. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. lanjut Nofrial. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai.A. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC.Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. NOFRIAL. layah (Kanwil) DJBC. Makassar. 2. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. setelah melapor maka dan tata kerja.A. sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. Kudus. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan). Sebaliknya. lintas barang. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. dan Cukai sebagaimana telah mulai 1. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat . sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. tanggal 1 Juli 2007.

ris l l . 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU.LAPORAN UTAMA DOK. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok. Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan.” jelas Nofrial. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU. tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK. l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau. “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. Dan perlu dicatat. A2.II. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini.red) yang kurang wilayah kerjanya.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh. Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA. masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus. Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap. A3.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I. menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . lanjut Nofrial. Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun. KPBC Muka Kuning. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan. Kini. UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan. misalnya di Tanjung Priok. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU. KPU dan KPPBC. hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. KPBC Batam. Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah.III.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 . KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . itu sama sekali tidak benar. Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II. berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil. Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. sebelumnya ada Priok I. dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang. karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus. POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . Nah dengan adanya usulan itu. maka yang Batam. WBC DOK. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen.” jelas Nofrial. maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU. Khusus mengenai KPU. II dan III. Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). misalnya KPU Batam. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain. pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 . untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan.KPBC Kudus. Malang.

sesuai kepatuhan pegawai. membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal. P DJBC. Hal tersebut. dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu. atau melalui Kepala KPU. melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai. Secara umum. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK. Disamping itu. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut .01/2007. Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC.Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. dimana unit yang DOK. pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. Ssi. khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 . Nofrial menegaskan. demivertical DJBC. pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV). Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana. M.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. dari segi waktu. Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan.01/2006. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik. Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama. si. biaya. Nofrial MA. me. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu. Apt. Menurutnya. Oza Olavia. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. 131/PMK.KPU. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi.Si. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI. fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok.01/2007 tersebut. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. menurut Nofrial. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut.

atau melalui Kepala KPU. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. Oza mengungkapkan. Gate. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU.” lanjut Oza. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Menurut Oza. dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. integrity. Pemeriksa Barang. maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut. Fasilitas. dunia usaha dan pemerintah. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. lanjut Oza. mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja. 3. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. HICO. 4. semoga dengan adanya Bidang KI. Hanggar. Ekspor. Oza menyampaikan suatu masukan. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri. investor. Penerimaan dokumen. dijelaskan Oza. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. Rumahtangga dan SDM. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. menurut Oza. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi. Perbendaharaan. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU.” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. Perbendaharaan. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. hasil Kinerja Pegawai (performance). P2.LAPORAN UTAMA 2. melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya.” tambah Oza. “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU. menurutnya. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja. penilaian / pengukuran (performance measurement).” ujar Oza. 5. Manifest. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. Pabean. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU.” ungkap Oza. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. WBC di KPU. Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa. mampu menjamin terlaksananya good governance. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan. 6. kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU. Fasilitas. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU. Konsul. apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. Setiap informasi yang ada dianalisa.

KPPBC Tipe B Selat Panjang. Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Urung (PL). Rantau Prapat. Rantau Panjang. yaitu 1. Natal (PL). Pelabuhan Laut Teluk Bayur. Perigi Raja (PL). KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). Kijang (PL). Sigli (PL). Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. Kuala Tanjung (PL) III. Kualacinaku (PL). Pantai Labu (PL).. Teluk Bayur (PL). meliputi: Pelabuhan Laut. Pos Pengawasan. Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL). Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe.Kantor Bantu. Pelabuhan Udara Polonia. meliputi. Kuala Gadung (PL). Prapat Tunggal (PL). Bandara I. meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). Kuala Enok (PL). Pantai Cermin (PL). Bengkalis (PL) 6. Kuala Blaras (PL). KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL). Kabanjahe. II. Teluk Nibung (PL) 7. Siberut Mentawai. Pelabuhan Udara Kijang. Gunung Sitolo (PL). Kantor Bantu : Moro Sulit (PL). terdiri dari : Kantor Bantu. Pelabuhan Laut Pasir Panjang. pelabuhan udara Iskandar Muda. Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). Air Bangis (PL). Labuhan Bilik (PL). Sungai Apit (PL). 6. Sikakap (PL). KPPBC Tipe A4 Sabang 2. Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). Bagan Siapiapi (PL). meliputi. Buatan (PL) 2. meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. Pulau Halang (PL). Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). Muara Padang (PL). Pos Pengawasan. 2. KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. Pos Pengawasan. Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). meliputi. meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. Malahayati (PL). Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. Tanjung Medang (PL) 3. Tanjung Batu (PL). Kuala Langsa. Selat Panjang (PL). Tanah Putih (PL). Bantan Tengah (PL). Concong Luar (PL). Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. Painan (PL). pelabuhan laut Selat Panjang. Sibolga (PL). KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung.Kantor Bantu. 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan. Sungai Pakning (PL). KPPBC Tipe A4 Tembilahan. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. Rantau Panjang (PL) 2. Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. Porsea. Tabing (PU). KPPBC Tipe B Pematang Siantar. KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. Sinabang. Muara (PL). Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. sebagai berikut . Pos Pengawasan : Susoh 4. KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Cot Bau (PL) 3. Terdiri dari 5 KPPBC. Penyalai (PL). 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan: Bandara I. Kantor Bantu. Gabion (PL). KPPBC Tipe B Siak Indrapura. Terdiri dari : 5 KPPBC. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. Pelabuhan Laut Sibolga. Pulau Cawan (PL). Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. Pulau Tello (PL). Pos Pengawasan. IV. Bukit Batu (PL). Terus (PL). meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). Pelabuhan laut Bengkalis. Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II. Tanjung Pinang (PL). Rengat. Pulau Burung (PL) 4. Serapung (PL) 5. Panipahan. Cubadak (PL). Tanjung Kedabu (PL). KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. Sei Kembung (PL). Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . Dumai (PL). Pelabuhan Laut Kijang. Binjai. Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Tanjung Balai Karimun (PL). meliputi. Terdiri dari 8 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. Pelabuhan Laut Pekanbaru. KPBC Tipe A1 Belawan. Teluk Mengkudu (PL). Tanjung Motong (PL). KPBC Tipe A 3 Medan. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Pos Pengawasan. meliputi: pelabuhan laut Belawan. meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). KPPBC Tipe B Bengkalis. Tanjung Samak (PL). Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). Teluk Belitung (PL). Bandara II. Pangkalan Susu (PL) 4. Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . Bandul (PL). Bandara II. Lubuk Pakam. Pos Pengawasan: Barus (PL). Singkel. Japura (PU). Pos Pengawasan. Pelabuhan Bagan Siapiapi. Tanjung Beringin (PL). 7. Kantor Pos Lalu Bea Medan. Pos Pengawasan . Sinaboi (PL). KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. PL Krueng Geukeuh. Gudang Merah (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. Bandar Khalifah (PL). Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. Bungus (PL). Tapak Tuan. Teluk Paku (PL). meliputi. Bandara III 3. meliputi. KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. Pasir Panjang (PL). Terdiri dari 7 KPPBC. Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. KPPBC Tipe A 3 Dumai. Tanjung Medang. Pos Pengawasan: Sawang (PL).01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). Pangkalan Dodek (PL). Rumbai (PL). Tua Pejat (PL). KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). pelabuhan Laut Tanjung Pinang. meliputi. Kuala Enok. Sidikalang 5. Kuala Bayas (PL). 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Pariaman (PL).Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. Tanjung Leidong (PL). meliputi. Teluk Dalam (PL).Kantor Bantu. Pelabuhan udara Mingkabau. meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. Tanjung Buton (PL). meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. Pos Pengawasan. Ujung Baru (PL). Pos Pengawasan. I. Lumba-Lumba (PL).

meliputi. Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. Sungai Gerong (PL). serasan. meliputi. Wates. Demak. 7 Kantor Bantu. Bantul. 44 Pos Pengawasan : 1. Ujung Kerawang. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Pelabuhan Laut Panjang. Tanjung Emas I (PL). KPPBC Tipe A2 Tangerang. Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang. KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. KPPBC Tipe B Tegal. Pengandaran (PL). Pelabuhan Udara Sultan Thana. Penuba (PL). Simbur Nair (PL). meliputi. Bandara I. Terdiri dari : 6 KPPBC. Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II. Karimun Jawa (PL). Tempilang (PL). KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. 6. Pos Pengawasan. Temanggung.LAPORAN UTAMA 3. KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. Depok. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. Kawasan Industri EJIP. Pelabuhan Laut Tanjung Intan. Cepu. meliputi. Air Itam (PL). Cibinong. Pos Pengawasan. Arjuna (PL). KPPBC Tipe A4 Bengkulu. Marunda. Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan.Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). Pelabuhan Udara padang Kemiling. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. KPPBC Tipe A3 Palembang.As Hanandjoeddin. Halim Perdana Kusuma. Klaten. Wonosari. KPPBC Tipe A2 Bekasi. KPPBC Tipe A2 Bandung. Pangkal Balam (PL). tambelan. Kampung Laut (PL). Pelabuhan Laut Talang Duku. Pelabuhan Ratu (PL). Baturaja. Pos Pengawasan : LIK Semarang. Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. Kantor Pos Lalu Bea Magelang. KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. Dabo (PU). bunguran barat. yaitu : 1. meliputi. Pusri (PL). meliputi. Muara Baru (PL).Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat). matak. Dipasena. Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. Dharma Karya Perdana (PLK). 3. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Marina Ancol. 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. udang natuna. Lubuk Besar (PL). Kawasan Industri Kota Bukit Indah. jemaja. Blora. 6. Cinta Natomas. Kantor Pos Lalu Bea Jambi. Tanjung Intan (PL). KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. Widuri (PL). Dabo Singkep (PL) 5. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. Sukohardjo. Sunda Kelapa (PL). Sambu Belakang Padang (PL) 4. Seputih Mataran. Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Kuala Tungkal (PL) 3. Muara Sabak (PL). Kantor Pos Lalu Bea Semarang. SM Badarudin II (PU). Sragen. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. Pos Pengawasan: Sleman. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. Pulau Enggano (PL). . Linau (PL). Cigading (PL). Cilamaya (PL) 4. meliputi. meliputi. Nasasari 6. Pos Kantor Pos. Terdiri dari : 8 KPPBC. meliputi. Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL). 2. Cianjur. Kantor Pos Lalu Bea Palembang. Bandara III 2. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. Tanjung Emas II (PL). meliputi. KPPBC Tipe A2 Bogor. Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). KPPBC Tipe A3 Merak. Bogasari. Pos Pengawasan : Palimanan. KPPBC Tipe A2 Purwakarta. Purworejo X. Nipah Panjang (PL). Pelabuhan Laut Cirebon. Pos Pengawasan: Batang (PL). Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta. Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). Daerah Istimewa Yogyakarta. Kantor Bantu. Pos Pengawasan: Garut. Baai (PL). Pos Pengawasan : Bandara I. Pelabuhan Laut Merak. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. Belitung (PU). Karanganyar. KPPBC Tipe B Purwokerto. Tanjung Leneng (PL). Senayang (PL). meliputi : Dry Port Gede Bage. Tanjung Emas III (PL). Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. meliputi. Toboali (PL). Baai. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). VI. Pos Pengawasan : Tangerang VII. Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). Kantor Bantu : Juwono (PL). 1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. Bratesena. Wonogiri. Pelabuhan Udara Branti. meliputi. Pos Pengawasan : Kampit. Pelabuhan Tanjung Emas. Jambi. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. Terdiri dari . meliputi. Pos Pengawasan. Pelabuhan Udara Depati Amir. Wonosobo. Depati Amir Bangka (PU). Pekalongan (PL). Daik (PL). Pulau Layang (PL). midai. Lubuklinggau. Kuala Mendara (PL). Pelabuhan laut P. Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). Rembang. Kantor Bantu : Kota Agung. Kantor Pos Lalu Bea Solo. P. Boyolali. KPPBC Tipe A4 Cirebon. Bandar Lampung. Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). Bandara I. meliputi. Pos Pengawasan : Sumedang. Cirebon. Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2. Tegal (PL). Salatiga. KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. Sekayu. 5. Bandara II 4. Kantor Pos Lalu Bea Bandung. 4. Kayu Arang (PL).Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). KPPBC Tipe A3 Kudus. Pos Pengawasan : Sukabumi. Bandara I. Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. meliputi. Merak (PL). Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. Kaliwungu. Way Seputih (PL). Pelabuhan Tanjung Leneng. 2. KPPBC Tipe B Dabo Singkep. Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL). Pelabuhan Laut Sungai Gerong. Pelabuhan Laut Tegal. Tanjung Pandan (PL). Ciamis. Kantor Bantu : Balongan. Pos Pengawasan : Purbalingga. Pelabuhan Laut Plaju. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Ciwandan (PL). meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. Bandara II. Kantor Bantu : Manggar (PL). Raden Inten (PU). Jebus (PL). Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). Pos Pengawasan : Banyutowo. Kalibaru. Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL). Banjarnegara 7. Majenang. KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. Palembang (PL). Pos Pengawasan : Chandra Asri. Surodadi. meliputi. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. Jepara (PL). Pos Pengawasan : Purwakarta. Pelabuhan Tanjung Pandan. Subang. Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang. Pelabuhan Laut Cigading. Jebres. 3. meliputi. Muaraenim. Padang Kemiling (PU). Pelabuhan Laut Pusri. Bandara II. Sungai Buluh (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Terdiri dari : 6 KPPBC. Kantor Bantu Kebumen 5. meliputi. Kantor Bantu: Magelang. Muntok (PL). KPPBC Tipe A3 Surakarta. Pos Pengawasan : Brebes. Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. Sinta. KPPBC Tipe B Tarempa. Plaju (PL). Gede Bage. Pemalang. Purwodadi. Cilincing. Sungai Liat (PL). Muko-muko (PL). KPPBC Tipe A3 Jambi. 3. meliputi. Ranai. Kantor Bantu : Belinyu (PL). bunguran timur V. Pertamina. Slawi. Bandara I. KPPBC Tipe A2 Jakarta. H. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Bandara II. Pulau Pelambung (PL). Comal (PL). Sungai Selan (PL). Dry Port Jebres. Bandara II 5. 3. Tasikmalaya IX. KPPBC Tipe B Pekalongan. meliputi.

Sampang. Buleleng (PL). Selaparang. KPPBC Tipe A3 Malang. Teluk Air (PL). Ngawi. Jangkar (PL). meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung. Pos Pengawasan : Magetan. meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo.Penjajab (PL). Pelabuhan Udara El Tari. Celukan Bawang. Branta (PL). Pejarakan. Situbondo. Sidoarjo. Muncar (PL). KPPBC Tipe A3 Kediri. H. Kantor Pos Lalu Bea Maumere. Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). Pelabuhan Laut Kampung Baru. 6. Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4. Sidding. 2. KPPBC Tipe A2 Juanda. Maumere (PL). Ende Ipi (PL). Pegatan Mendawai (PL).Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). Kertosono. Jamrud I (PL). Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Baa/P. Karangasem. Kantor Pos Lalu Bea Mataram. Pelabuhan Udara Ngurah Rai. meliputi. Kantor Bantu. Cukir. Ende (PL dan Pos Lalu Bea). Ketapang (PL). Pelabuhan Laut Pulau Pisang. Bandara II. Pelabuhan Laut Penajam. Tabanan. KPPBC Tipe A4 Kupang. Pelabuhan Laut Sampit. Jawai. Pos Pengawasan . Teluk Air (PL). Kantor Bantu : Kumai (PL). Kantor Bantu: Sambas. Bondowoso. Nanga Bayan. Kempu. Padang Tikar (PL). Sedayu Lawas (PL). Mauhai (PU). Sangka Pura (PL). Asan (PU). Kantor Pos Lalu Bea Kediri. 6. KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. Jamrud II (PL). meliputi. Bantan. Brang Biji (PU). Paloh. meliputi. Pelabuhan Laut Sintete.Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak. Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). Kantor Pos Lalu Bea Jember. Pelabuhan Udara 4. Ponorogo. 5. Tebas (PL). 3. meliputi. XII. Rambipuji 7. 7. Pos Pengawasan : Marakai Panjang. Bandara III. Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. Kawasan Industri PIER. 2. Pos Pengawasan : Samudra (PL). meliputi. Sapudi (PL). Telaga Biru (PL). Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL). Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Jungkat (PL). KPPBC Tipe A4 Entikong. Mata Plampang Sumbawa. Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . Singkawang. Nilam II (PL). KPPBC Tipe B Tulung Agung. Terdiri dari : 8 KPPBC. Bandara I. Pacitan (PL). Satartacik (PU). Berlian I (PL). meliputi. Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). Jombang. Padha Maleda (PU). Pelabuhan Laut Pasuruan. Pangkalan Buun (PL). Poleng (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Terdiri dari. KPPBC Tipe B Benoa. meliputi. Larantuka (PL). meliputi. Pos Pengawasan : Pasean (PL). KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. Pos Pengawasan . Socorejo-Jenu (PL). Pulang Pisau (PL). Bangkalan (PL). Sepulu. 7. Pagerungan (PL). Gianyar. Dermaga Khusus PLTGU. Caruban. Tanjung Wangi (PL). Ketapang (PL). Kalianget (PL). Terdiri dari 8 KPPBC. KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak. Merbau. Haliwen (PU). Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL).. ICT II (PL). Kantor Bantu. Pelabuhan Laut Tanjung Batu. Dermaga Padang (PL). Selaparang (PU). Pos Pengawasan : Glondong. Negara. Dermaga Cargo II (PL). Tamboloka (PU). Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro. 8 KPPBC. KPPBC Tipe B Ketapang. Palibelo (PU). KPPBC Tipe B Blitar. Labuan Bajo (PU) XIII. Trunojoyo (PL). Grajagan (PL). Dermaga Khusus Smeiting Co. Calabai Dompu. Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Dermaga Khusus Semen Gresik. Kantor Bantu: Nanga Badau. Puger (PL). Rahadi Usman (PU). Berlian II (PL). Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). Pelabuhan Laut Ketapang. Kalbut (PL). Kantor Tukar Pos Udara Juanda. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. Pos Pengawasan : Tambak (PL). Wates 4. 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. Taliwang.Pos Pengawasan. meliputi. meliputi. Kantor Bantu : Kendawangan (PL). Aroeboesman (PU). KPPBC Tipe A3 Gresik.meliputi . KPPBC Tipe B Bojonegoro. Labuhan Alas (PL). Pelabuhan Laut Kalianget. Sungai Kakap (PL). Mirah II (PL). Singkawang (PL). Pelabuhan Laut Bima. Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Simpang Tiga Lubuk Sabuk. Lembar (PL). 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan. meliputi: Pelabuhan Laut Meneng.meliputi. Dermaga Cargo I (PL). Labuhan Haji (PL). Sebangkau. Pelabuhan Laut Lembar.meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. Klungkung. meliputi. Sajingan. meliputi. Pemangkat (PL). Pelabuhan Laut Balikpapan. Sungai Raya. KPPBC Tipe B Panarukan. Kubu (PL). Wini (LBD). Gewayangtama (PU). Napan (LBD). Pos Pengawasan . Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. Beringin (PU). Sampit (PL). Lamongan. Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). Pintu Utama Padang Bai (PL). Pos Pengawasan : Tenau. meliputi. Kanwil DJBC Bali. Pelabuhan Laut Pontianak. KPPBC Tipe A4 Mataram. Mali (PU). Dry Port Rambipuji. Jember. Sekura 4. KPPBC Tipe A3 Balikpapan. Gilimanuk 3. KPPBC Tipe A4 Sampit.Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). Dongkek (PL). Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). ICT IV (PL). Panarukan (PL). Ngimboh (PL). Bandara I. Saparan. 5. Kangean (PL). Kantor Pos Lalu Bea Madiun. meliputi . Pos Pengawasan: Aruk. 8. KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. Pos Pengawasan. Sungai Duri. 2. Mirah I (PL). NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). Teluk Suak (PL). Iskandar (PU). meliputi. meliputi. H. Labuan Burung. Meta Mauk (LBD). Segumon. Mangkahoi XIV. Pertamina Amuk (PL) 2. KPPBC Tipe A4 Sintete. Bandara II. Nilam I (PL). Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong.Kantor Bantu : Supadio (PU). Pelabuhan Tanjung Perak. meliputi. Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). meliputi. Bangli. Dermaga Khusus Petrokimia. Aruk. Probolinggo (PL). Kuala Pembuang (PL). Bandara III. Pelabuhan Laut Poleng. Cilik Riwut (PU). Benete (PL). Paiton (PL). Pelabuhan Udara Sepinggan. Temajuk (PL). Pelabuhan Laut Benoa. KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Pos Pengawasan: Sape (PL). Dermaga Kapal Ikan (PL). Rua (PL). Kalimas. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. Pontianak (PL). Dermaga Kapal Turis (PL). Waingapu (PL). 5. Teluk Melano (PL).Kuala Jelai (PL). Wajoti (PU). meliputi. meliputi. KPPBC Tipe B Banyuwangi. KPPBC Tipe B Probolinggo. Mojokerto. Pelabuhan Laut Gresik. 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. Kamal (PL). Bima (PL). Lumajang. Pototano (PL). 8. Pelabuhan laut Maumere. Kantor Pos Lalu Bea Surabaya. 8.meliputi. Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Besuki (PL). Tusikain . Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL). Abdulrachman Saleh (PU). KPPBC Tipe A3 Pontianak. Tg Batu. Pelabuhan Laut Tenau. Pos Pengawasan . Lekok (PL) 3. meliputi. KPPBC Tipe B Kalianget. Tuban (PL) XI. KPPBC Tipe A2 Pasuruan.1. ICT III (PL). Pelabuhan Udara Juanda. Kantor Pos Lalu Bea Malang. Labuhan Lombok (PL). 6. KPPBC Tipe B Madiun. 3. Pos Pengawasan : Nganjuk. Kantor Pos Lalu Bea Kupang. Dermaga Khusus Maspion. Gresik (PL). Pelabuhan Laut Panarukan.

Loli (PL). Mekar Putih (PL). Pos Pengawasan : Kolaka (PL). Likupang (PL). Sulawesi Tenggara 5. Kantor Pos Lalu Bea Sorong. meliputi. 2. KPPBC tipe B Manado. Maluku Utara 3. Long Bawan. KPPBC Tipe B Poso. 12. Sam Ratulangi(PU). 8. Tanjung Selor (PL). Kolonedale (PL). Pelabuhan Laut Bontang. Pos Pengawasan : Jefman (PU). Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). 4. Tanjung Santan. Moahino/Bohumbelu (PL). P. meliputi . Papayato (PL). Wakai. D. 11. Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). Uloe (PL). meliputi: Pelabuhan laut Ambon. Nunukan (PL). Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). meliputi. Tembagapura. 5. Pelabuhan Laut Hatta. Sabang (PL). Tanjung Redep. Gorontalo (PL). Pelabuhan Udara Hasanuddin. Pos Pengawasan : Sorta (LBD). Tahuna (PL). Kalimantan Selatan 7. Mindiptana (LBD). Pelabuhan Laut Sangata Lama. Bade (PL). meliputi: Pelabuhan Merauke. Balantang (PL). 6. Pad XI. Kantor Bantu : Waisarisa (PL). Samarinda (PL). KPPBC Tipe B Pantoloan. Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. KPPBC Tipe B Bintuni. Mutiara (PU). Dumatubun Langgur (PU). Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. 11. KPPBC tipe A4 Gorontalo. Pelabuhan Laut Biak. KPPBC Tipe B Bajo’e. Kei (PL). Soekarno II (PL). Manado (PL). Tanjung Barnabas (PL). Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Bulukumba (PL). Pos Pengawasan : Watansoppeng. Pos Pengawasan : Wawoni (P). Kantor Bantu : Timika (PU). Biringkassi (PL). Fak-fak (PU). Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Pelabuhan Laut Ternate. 8. Corgodock. Skouw (LBD). Muara Sanga-sanga (PL). Kantor Bantu : Palopo. Pelabuhan Laut Manado. Pelabuhan Laut Gorontalo. KPPBC Tipe A4 Jayapura. Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). Pelabuhan Laut Soekarno. Kantor Bantu: Batu Licin (PL). Pos Pengawasan : Pegatan (PL). Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. Miangas (PL). Leok. Pulau Gebe (PL). KPPBC Tipe B Malili. Pelabuhan Laut Pomalaa. Sinjai (PL). 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. Hulu Siau (PL). 2. Wamena. Pelabuhan Laut Samarinda. Molibagu (PL). Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). KPPBC Tipe B Pare-pare. KPPBC Tipe A4 Amamapare. Kantor Pos Lalu Bea Biak. KPPBC Tipe A4 Sorong.Kanwil DJBC Maluku. Wanci (PL). Serwaru. Kantor Bantu : Bunyu (PL). meliputi. meliputi: Pelabuhan Laut Bitung. Opini/Pasahari (PL). Sungai Pancang. Satui (PL). Pelabuhan Laut Amapare. Pos Pengawasan : Lamijung (PL). Buru (PL). Amurang (PL). Hitu (PL). Wimro. Agats (PL). Wolter Mongonsidi (PU). Pelabuhan Laut Jayapura. Pos Pengawasan : Labuha (PL).Mamuju (PL). KPPBC Tipe A4 Tarakan. Pos Pengawasan: Kuandang (PL). Merauke (PL). Jayapura (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. Toili (PL). Muara Badak (PL). KPPBC Tipe A4 Kota Baru. Malino. Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. Boepinang. Kantor Bantu : Toli-toli (PL). Banabuni (PL). Pelabuhan Laut Pantoloan. Pos Pengawasan : Handil II (PL). Pos Pengawasan : Rendani (PU). 2. Hatta I (PL). Pelabuhan Laut Banjarmasin. Papua dan Irian Jaya Barat. Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). Mopah (PU). Pos Pengawasan : Siwa (PL). Pelabuhan Laut Fakfak. KPPBC Tipe A4 Bitung. Dawai (PL). 4. meliputi . Kantor Bantu: Senipah (PL). Pos Pengawasan.LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). 10. Wanam (PL). Belang (PL). Mangole (PL). Pemancingan (PL). Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. 5. Sulawesi Utara 10. KPPBC Tipe A3 Samarinda. meliputi. Pelabuhan Laut Balantang. KPPBC Tipe A4 Ternate . Jorong (PL). Meliputi. Marore (PL). meliputi. Saurnlaki (PL). Bitung (PL). Elat. meliputi. Banjarmasin (PL). Pomako I. Areso’e (PL). Palele (PL). Tarjun (PL). Ngadi. Pattimura (PU). Wonreli/Kisar. Ilwaki/Wetar. Pulau Gak (PL). Waris (PL). Pos Pengawasan : Dabo (PL). Donggala (PL). Pos Pengawasan : Kema (PL). Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. meliputi. Benjina/ P. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. KPPBC Tipe A4 Kendari. Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). Nyerangkat Sekambing (PL). 7. meliputi : Pelbauhan Laut Poso. Pelabuhan Laut Sangata Baru. 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Warukin (PU). Tarakan (PU). Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). Ogotua (PL). Kotabunan (PL). 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Long Nawang. KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. Kantor Bantu. meliputi. KPPBC Tipe A3 Makassar. 3. Lirung (PL). meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. Kendari (PL). Soroako (PU). asam/Kintap (PL) 8. Galala (PL). Tenggarong (PL). KPPBC Tipe B Manokwari. Kampung Baru (PL). Kantor Pos Lalu Bea Manado. Sentani (PU). Raha (PL). KPPBC Tipe B Pomalaa. Ambon (PL). Aji Kuning (PL). Pos Pengawasan : Wani (PL). Kantor Pos Lalu Bea Makassar. KPPBC Tipe A4 Bontang. Tanjung Batu (PL). Stagen (PU). Bastiong (PL). Tg. Bubung (PU). Pelabuhan Laut Tual. KPPBC Tipe B Nabire 13. KPPBC Tipe A4 Nunukan. Amamapare (PL). Fak-fak (PL). Pos Pengawasan : Pagimana (PL). Tarakan (PL). Wembi (PL). meliputi. Tulehu (PL). Pattiro. Namlea (PL). XVI. Paguat (PL). Demta (PL). Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Pantoloan (PL). Kantor Bantu. Sukarno I (PL). KPPBC Tipe B Sangata. meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. Pos Pengawasan : Serui (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. Barru (PL). meliputi. Teluk Etna. Luwuk (PL). Kasiguncu (PU). Bontang (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Biak. Kiwirok (PL). Sulawesi Tengah 7. Paotere (PL). Kantor Pos Lalu Bea Ambon. Ternate (PL). Pos Pengawasan : Banda (PL). XV. Biak (PL) 12. Pelabuhan laut Manokwari. meliputi. Pare-pare. Terdiri dari : 13 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Merauke. KPPBC Tipe B Tual. Banggai (PL). KPPBC Tipe A4 Ambon. Penajam (PL). Geser (PL). Pos Pengawasan: Kokas (PL). 6. meliputi. KPPBC Tipe B Kaimana 9. Kotabaru (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. Sorong (PL). Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Kuala Kencana/ Kota Baru. Hatta II (PL). Ratatotok. 6. Arar (PL). Masohi (PL). Pelabuhan Laut Sorong. meliputi. Pelabuhan Laut Tanjung Santan. Galela/Tobelo (PL). 9. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). Bupul (LBD). Pos Pengawasan : Bunyu (PL). Bunta (PL). KPPBC Tipe B Luwuk. Lhok Tuan (PL). Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). Pulau Adi (PL). KPPBC Tipe B Merauke. Jalaluddin. Lasolo (PL). Poso (PL). Tanjung Redep (PU). Temindung (PU). meliputi. 3. Pelabuhan Laut Kotabaru. meliputi. Bullah (PU). Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). Terdiri dari : 12 KPPBC. Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. Sengai (PL). Manokwari (PL). Larat. Tagulandang (PL). Pelabuhan laut Luwuk. Ereke (PL). Pomalaa (PL). Kariangau(PL). Moutong. Pasang Kayu (PL). Parigi (PL). Wainibe/ P. Stagen (PL). KPPBC Tipe B Fak-Fak. Sikeli (PL). meliputi.

Tanjung Rempang. Tanjung Karepa. Batu Ampar II (PL). Dwipa II (PL). Lobam (PL). BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). Batu Besar Pantai (PL). Pos Lapangan 207 X. Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL). Pulau Galang (PL). Bandara II. Dwipa I (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Organisasi KPPBC Tipe A3. Lagoi (PL). Arsa. Bandara I. Tanjung Piay (PL). Sagulung (PL). Tanjung Sipatung. 009 X. Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok. Terminal Penumpang. Nusantara II (005) (PL). Pulau Ngenang (PL).2. Pos Bantu KD 301/302. Tanjung Kasem (PL). Jakarta Utara. Bitung Utama B (PL). Pos Pengawasan : KBN. Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Macobar (PL). Telaga Punggur (PL). Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Batu Ampar I (PL). Tanjung Riau (PL). Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. Organisasi KPPBC Tipe B. Lokasi : Tanjung Priok. Nongsa (PL).Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Pos Bea Cukai 305. Tanjung Sau (PL). Nusantara I (002) (PL). Bitung Utama A (PL). Organisasi KPPBC Tipe A1. Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). Utama E (PL). (DKI Jakarta). Pos UTPK II. Banda . Organisasi KPPBC Tipe A2. Agung Raya. menghasilkan 9 struktur organsiasi. UTPK I (eskpor) (PL). UTPK I (impor) (PL). UTPK Koja I (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Pokob Barat. Janda Berhias (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. Organisasi KPPBC Tipe A4. Sekupang (PL). Momoi (PL). Sei Jodoh (PL).Tanjung Cakang. Tanjung Uban (PL). Tanjung Uncang (PL). Pos KD 209/210. Kabil (PL).

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 . Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan. M.Si. ISMADI ANANDA..WAWANCARA Drs..

penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. Di sisi lain. Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Berdasarkan uraian di atas. M. kejelasan kewenangan. Maka. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). keberlangsungan tugas. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat. Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”. Ismadi Ananda.Si. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. Dalam melakukan suatu reorganisasi. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. dan volume/beban kerja. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja. proporsionalitas. Drs. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. Di tingkat daerah. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut. artinya. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). untuk mengakomodasikan hal tersebut. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan.Si M. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. ruang lingkup. Tugas. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. dan volume/beban kerja. koordinasi. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan. idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan. unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah. Di pusat. Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. rentang kendali. Selain Peraturan Presiden tersebut. dalam hal penataan kelembagaan. Fungsi. Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan.

“Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan. Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. PAN Nomor : PER/20/M. kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. Untuk itu. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan. Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik. Oleh karena itu. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. Kedua. Dengan demikian. Ketiga. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. dalam berbagai cara. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. antara lain: pendidikan. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas.red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok. yaitu biaya.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. unit penyelenggara pelayanan publik. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. baik pusat maupun daerah. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya. baik terhadap unit organisasi ini (KPU. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan. pengalaman.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya. Unit organisasi ini (KPU. diantaranya : Pertama. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik.

Adapun alasannya. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. 3. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. Melalui analisis SWOT (Strenghts. Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu selain anggota. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. 4. analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. 2. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. dan harapan-harapannya di masa mendatang. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. Menurut Hendar Kusnadi (2005). Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi. Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri. DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Menurut Pearce dan Robinson (1997). untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. kelemahan. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan. dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. b. sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. Weaknesses. Agar memiliki keunggulan.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. peluang. melainkan juga non profit motive. Secara prinsip. juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. antara lain sebagai berikut: 1. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi. antara lain: a. Secara umum. baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. sehingga selain bertujuan untuk profit motive. Opportunites. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. 5. Dalam hal ini. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia.

benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. koperasi yang tergolong masih baru. sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. Dari ide atau gagasan tersebut. akan menjadi beban bagi para anggotanya. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan. Secara garis besar. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. Dengan unit usaha yang banyak. 3. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. antara lain sebagai berikut: 1. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. Koperasi dalam hal ini melihat. Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara. Sedangkan maju mundurnya koperasi.6% Usaha Skala Menengah). berupa investasi saham. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business). Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. perbankan dan unit keuangan lainnya. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai.1. 2. Pada umumnya. Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. 2. selain untuk pengembangan usaha koperasi. ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. dapat dilakukan melalui : 1. tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. 3. Misalnya. Kecil. reksadana. maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost). Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). Misalnya kebutuhan perumahan. juga peran aktif dari para anggotanya. 3. strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan. Pada tahun 2003 saja. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan. kesehatan. sehingga mampu untuk hasilkan profit. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). Adapun peluang yang ada. Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. konstribusi Usaha Mikro. selain peran manajemen koperasi. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. Fokus terhadap usaha inti (core business). Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. 2. 4. 23 . Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. 2. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. pangan dan lain-lainnya. Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. sehingga berdasarkan gambar 1. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya.1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. Apabila banyak anggotanya. 5. walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam.7% (terdiri dari 41. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. sandang. Pada umumnya. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. dapat lebih diberdayakan.

namun konsumsi (C) dapat lebih hemat. Jakarta: LPFEUI.000. diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya. Manajemen Strategik (terjemahan). DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. 2007.000. Hendar.1997. Namun di sisi lain. c. 1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC). Jakarta: Binarupa Aksara.000 500. Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing.000 750. robinson. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar. maka pada kondisi pasar persaingan sempurna. keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC). 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda.000 1. Kadarisman. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana. Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap.2005 Pearce. telp (021) 47865608. Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya. b. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2.000 300. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat.C . Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007. Pada kondisi tersebut.500. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya. Ekonomi Koperasi (edisi kedua).000 GAMBAR 2 Secara umum. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII. di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a.000 1. Informasi hubungi : Wirda.Tax). Hoedhiono. Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota.000 500. Berdasarkan fungsi: S = (Yd .000 Berwarna 3.000.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya. karena harga yang bersaing. sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri. Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat.

INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No. 4.05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. 1. 1.010/2005 64/PMK. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai. 5. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol. Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK. 5. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. PERATURAN Nomor 1. Dan Kebudayaan. 2. Sosial. Mitra Utama 2.04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK. 3. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain. 103/PMK. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 .010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. 6. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Amal.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. WARTA BEA CUKAI 2. Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan.

pada 27 Juli 2007. Selain itu.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. 24 Juli 2007. 314/KMK. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu. selasa. “Pada prinsipnya. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah. sedang dan tinggi. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. mulai 1 April - 26 . Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok. Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan. sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC. “Tetapi pada minggu ketiga. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. 330/KMK. Anwar Suprijadi. tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. Departemen Keuangan.” tambah Agung. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. Menurutnya. Dengan demikian. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC.11/2007. Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. Dengan demikian. Agung Kuswandono.01/ UP. lanjut Menkeu.00 WIB tersebut. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV. Dalam sambutannya.11/2007 dan No. Ditemui WBC usai pelantikan. Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No.” tandas Sri Mulyani. Acara yang dimulai sekitar pukul 09. bertempat di gedung Graha Sawala. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah.” tambah Sri Mulyani. bertempat di aula gedung B. dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. dilantik dan diambil sumpahnya. kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat.01/UP.

15. Nama/NIP Drs. Diantaranya. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat. 18. 9. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai. 16.A / 060044379 Drs. 14. 9. S. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif. 12. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No. Faried Syibli Barchia. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj.M / 060034937 Drs. / 060079942 dr. M. 11. Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I. 17.. Ismartono / 060044469 Drs. Muhammad Chariri / 060044383 Drs.31 Juni 2007. Kushari Suprianto.A / 060034127 Drs. 4. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. 7. 13. Dalam menyiapkan KPU nanti. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan. Nasir Adenan. M. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan. 3. M. 16. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. 5. Surabaya Pj. 15. 6. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 .. Bachtiar. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. Iswan Ramdana. Ak. 5. 13. Jusuf Indarto / 060061439 Drs. 8.H. 1. Saat ditemui WBC usai pelantikan. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. 2. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs.P. 4. Sementara itu.Si / 060044391 Drs. R. Serang Pj. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. NTB. Kantor Wilayah DJBC Banten Pj. Nasar Salim.M. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II.” tandas Rahmat. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. M. Papua. dan NTT. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso. Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. Kepala Subdirektorat Penyidikan. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. 3.H. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU. 8. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. 10. S. Untuk internal. 12. Agung Kuswandono. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko.A / 060079971 Drs. dan Irian Jaya Barat. saat diwawancara WBC. Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. 1. 11. 2. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. M.M. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik. M. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. Sedangkan untuk eksternal. Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. 14.Si / 060034182 Drs. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan. 7. 6. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.M / 060062022 Ir. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. 10. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj.P. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi.

034. Dengan malah cenderung turun.417. karena mereka yang 15.4.000.000.300. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P.000. 56.75 triliun atau mencapai 53. 034. program Kantor Pelayanan Utama (KPU).452. sementara cukai mengalami importasinya.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp. Hanafi Usman. bea masuk. DJBC kembali meyang lebih kondusif. 42. Dengan penetapan beban tersebut. FRANS RUPANG.000. 2.92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar.000. Disisi lain dengan 000. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC.000. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an. Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp.71 persen dibandingkan dengan peneri.000. serta bankan kepada cukai. maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006.000. DJBC dituntut sebesar Rp. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali. 512. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen. total penerimaan bea masuk dan importasinya.300. sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit.000. lebih tinggi dari tahun 2006. menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai. 2.86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal. Disamping itu. 14. disebabkan oleh beberapa faktor. 42.583. yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC). adalah sebesar Rp. 834. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007. penerimaan justru menurun. Optimis.000.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat.000. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007. optimis target itu kita targetkan average-nya Rp.000.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50. namun pada minggu ketiga dan 7. menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi. (Lihat Tabel-I). sehingga hat Tabel-II). 14. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN.000. pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan.700. 522.600. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala.2007 dapat tercapai. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok. sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp.000. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU.28. pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007. cukai telah mencapai Rp.20. Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk. dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp. 13. 3. cukup signifikan.000.600.09 triliun atau mencapai 49.600.” jelas Hanafi.700. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan. antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007. Secara meningkat sebesar Rp. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp.” ujar Hanafi. tahun 2007. persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal.700 sammeningkat sebesar Rp. 100. tapi dua minggu pertama 20. sampai dengan semester yang lebih banyak.300.82 di KPU juga menjadi kendala internal. Hal ini Menurut Hanafi. 417.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).000. 38. pada dua Rp. Menurut Direktur bayar. menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS . bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36.000.

program peningkatan integritas. dan FTA Indonesia-India. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. Dan. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007.45 triliun. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya.650. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. Diantaranya.57 persen.32 triliun atau 50. FTA Indonesia-Korea Selatan. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk. (Lihat Tabel-III). sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan.804.15.07 triliun atau 104. 7. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti.” jelas Frans Rupang. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir. Pada faktor devisa bayar.88 milyar. untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007. sehingga angka tersebut tidak masuk. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp. “Untuk tahun 2007.75 persen dari target.”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional. harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier). juga mengalami peningkatan. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI). Sedangkan untuk faktor kurs. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp. dimasa transisi dari average-nya Rp.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp.225. personalisasi pita cukai. dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi.80 triliun.75 persen dari target. Frans Rupang. 1. devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp.52 persen dari target yang dibebankan.” kata Hanafi. diantaranya operasi intelijen. FTA ASEAN-China. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. targeting dan profiling. Untuk faktor tarif. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai. kekurangan 0. X-Ray machine.9.58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp. faktor tarif. Untuk bidang pabean. Demikian juga untuk Batam. 946 milyar.82 persen. peningkatan audit bidang cukai. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi. dan pemberian fasilitas lainnya. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1.33 triliun atau 50. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai. seperti AFTA. EPA Indonesia-Jepang. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit.03. dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006. 56. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 . Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan.9.60 persen. Dengan pencapaian ini. untuk periode semester II. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel. faktor devisa bayar. Menurut Direktur Cukai. dan faktor kurs. sosialisasi peraturan di bidang cukai. 34 triliun atau 101.721. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21.57. Langkah lainnya yaitu. peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita.498. 760. Selain peningkatan penerimaan dari KPU. nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp. antara lain. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai.4 milyar. perjanjian Free Trade Area. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). kapal patroli. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC. pelayanan jalur prioritas.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai. 42. pelayanan jalur hijau. dan pemberian reward and punishment.200 milyar. Hanafi Usman menjelaskan.87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp.hanya Rp.035. sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21.696. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo.27 triliun atau 100.

INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut.” ungkap Hanafi. Baik Hanafi maupun Frans Rupang. adi . turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007.

10 Agustus 2007.00 dinihari di RS. Suegino Wigno Sumarto (60). Telah meninggal dunia. Kasih Ibu Solo. Supiandi.00 WIB di Solo.M. Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta. 01 Agustus 2007 pukul 14.00 WIB. pukul 04. ANSJARI A. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 . Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat. SM. pada hari Jumat. pukul 14.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. pada hari Rabu.00 WIB. 10 Agustus 2007. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin. Dra. Ayahanda dari David Purwosusilo.DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T. 01 Agustus 2007 pukul 01.R. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M.

Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08.893 juta. Umum. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL). Menurut Tipe A3 Samarinda. KPBC Tipe A4 Kakanwil. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1. KPBC A3 Banjarmasin.000 juta.546 terlihat tidak seperti biasanya. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp. ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. KPBC Tipe A4 Tarakan. ”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp. Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kabid Kepabeanan dan Cukai.595 juta (88. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru. Kabid P2. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema.95%) dari target si & Korlak yang mewakili. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil. Kabid IKC.151. Ismartono dalam sambutannya. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut. Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 . Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang.301.250. Tepat pukul 08. Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007.282.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum.980. Kepala Bagian Cukai. Kabid Audit. telah mencapai sebesar 53 persen. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2.898. KPBC Tipe A4 Sangatta. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”.00 WITA. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No. bertempat di gedung Aula Kanwil.

Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. kandungan bahan. karet dll 9. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar. Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR.807. dibidang kepabeanan dan cukai.504. kepiting. PT Arutmin di Kotabaru. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog. Sementara itu untuk pelayanan di 6. pengawasan di wilayah perbatasan ned. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. bahan baku. PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama.44%). sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan. f. 5.027 juta (49. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b. Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. 99. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan). terkait dalam rangka pengawasan di bic. Hasil industri perkebunan seperti gara.502 juta (72. voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan. Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka. catatan bagian. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. Hasil laut (Ikan. Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini. KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. PT Ata Surya.28%). Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan . pengetahuan a. minyak kelapa sawit. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. 3. tipe dll). 1. RAKERWIL. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 . Untuk itu.Tawau yang berlaku.82%). spesifikasi teknis Banjarmasin. Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21. (merk. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4. tapan klasifikasi. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp. Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal. 8. catatan bab. Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. d. spesifikasi teknis. ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). tersebut antara lain : 1. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono. Plywood dan integritas pegawai.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai. ISMARTONO. Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation. tarif dan nilai pabean. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7.020 juta (61. udang.931. ukuran. KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor. cumi dang kepabeanan dan cukai. c. Melakukan koordinasi dengan instansi b. Meningkatkan sarana dan prasarana dae. (kayu lapis). Kayu Olahan (Moulding dll).848. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp.762 juta (133. PT Darma Kalimantan Jaya. namun pada umumnya antara lain : a. Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru. Barang Pelintas Batas. 21. Minyak Bumi maupun Batubara. termasuk dll).

Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC.DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi). Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang.1. Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya.195. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. e. Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit. c. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a. b. Untuk itu. dengan total tagihan sebesar Rp. terutama dikawasan perbatasan. an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya. Lebih lanjut. Bea Keluar dan PDRI lainnya). kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a. dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu. antara lain : a. d. d. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.528.628. c. Pengawasan pemeriksaan fisik barang. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur.

30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan. Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. muqsith hamidi. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007. baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait. pukul 9. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri. melakukan kunjungan kerja selama dua hari. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. pukul 5. e.b. Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara. c. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam). sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia. Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. Jumat 20 Juli 2007. dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota. d. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya. Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. f. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal.00 WIB. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus.30 WIB. rombongan berangkat pukul 17. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. tegasnya. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai.

menurut Amin. khutuk tulisan dengan warna spesifik. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram. apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. Pura Grup. menurut Hery. yaitu an.” ujar Hery. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. Eagle Medicated Oil. nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. penerapan holoDisamping itu juga. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. P2 DJBC. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu. Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. ris tembakau di Kudus. Setelah memaparkan don Inggris. salah satu divisi di Pura Grup. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut. demikian imbuh Hery. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. Penerapan hologram pada Pada sesi ini.sejak tahun 1996. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG. selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. Hery Agung menjelaskan. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. Keunggulan Shofwan. telah meKantor KPBC. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. Karena itu. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

“Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal. Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio.”ungkap Udin. Namun seiring dengan perjalanan waktu.red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama. disamping pembinaan terhadap masyarakat. Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara. sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM). Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 . Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama. Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal. maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. 2. oleh sebab itu. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami.” ujar Yanti. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. Pembenahan untuk ruang pelayanan. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. pencahayaan dan lain sebagainya. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. Untuk memperindah kantor. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar. Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan. Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. 4. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. Tugas saya di Merak tidaklah lama. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. patuhilah sistem dan prosedur yang ada. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. panggilan akrab Noviyanti. Menurut Agus. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. 9. Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. mereka punya semangat yang luar biasa. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami. 6. Sementara itu. saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak. Noviyanti. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya.”ujarnya. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja. kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit.” ujar Lily. Ini adalah prestasi kami bersama. ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja. 8. 3. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. hanya sekitar 2 bulan. kemauan dan prangka. 5.”Semua pihak terlibat. 7. . tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. disampaikan. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak.

Banten dan KPU sendiri.9. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta. pihaknya jugatelah menghimpun Rp. dimana 2 kasus sudah P21. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. Sedangkan dari penerimaan cukai. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri.TEI. Septia Atma. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang. dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006.”papar Agus. Keberhasilan yang cukup signifikan ini. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda. dengan berhasil menegah 14 kasus. sehingga kegiatan perekonomian berjalan. Untuk menyiasatinya lanjut Agus. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai. yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain. penerimaannya mencapai Rp89. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam.” ujar Nasir Adenan.97. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD. Nasir Adenan. Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp.978. kini mencapai jam 9 malam.280.198. yang secara garis besar. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda. cepat dan pasti. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan. Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan.536.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak. seperti Bandung. jumlah jam kerjanya bertambah. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini.543. Masih menurut Agus. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini. Sedangkan cukai. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen.175.500.45. Pada dokumen yang diajukan oleh PT. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak.554. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta.039 atau 193 persen. NASIR ADENAN. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat.440. pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur.750. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar . biasanya sampai jam 5 sore. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007.304. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik.”ujarnya Agus juga memaparkan. untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta.000 atau terjadi peningkatan 109 persen. .762.

Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu. nya. masih dalam proses penyidikan. dan atas kepalsuannya ini. masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. PITA CUKAI PALSU. Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta. akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA). karena MMEA yang kami tegah MMEA. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA. Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan.WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu. pada kesempatan ini pula. adi pengawasan pabean. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. dengan pihak PERURI.3 atas nama PT. IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut. nya sekitar 20 persen saja. expecting the best”. pembatasan. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya. Dalam kasus ini. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung. MoKepabeanan. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum. Melihat gelagat tidak benar cukai. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. kini terburuk. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Artinya. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. Sementara itu. Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. walaupun misi DJBC adalah tersebut. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri.” tandas Nasir Adenan. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan.” kata Septia Atma. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. saya ingin menyampaiJakarta. maka PT. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. Dalam melakukan pengawasan. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut.” kata Nasir Adenan. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut. dan kesantara (KBN) Cakung. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik. Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. dalam merencanakan suatu operasi. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu.

Namun.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. khususnya bandara. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur. Saat diwawancara WBC. Kemudian. Setelah berjalan empat tahun. setelah keluar Skep No. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid. istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta. tenang. tepatnya awal tahun 2005. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red). hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. umum dan urusan pegawai. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate.” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. Setelah diterima. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai. penampilan harus prima. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor. Kemudian. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang.” terangnya. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. Pekanbaru. Berasal dari Pacitan. Walaupun begitu. Selain itu. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). Kemudian. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. fresh dan penuh senyum. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. Saat ini.

150. 4890308 ex. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta. Rp. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan. kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga. Pria yang juga hoby sepeda ini. 154 Fax. 78.cbn. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air. A.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya. adi info buku BILA ANDA BERMINAT. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . saya harus siap memberikan surat tersebut. para pejabat di pemeritahan. di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang.500 5% 78. “Sebagai anak buah. ats Pinang.000 Rp. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah. 40. (021) 47860504. Verifikator dan Training KPU ini. Di akhir wawancara. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan.000 10% 150 50. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari . namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan. Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 84.Desember) Rp.500 84. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 120.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. jujur. Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja.000 Rp. (021) 4892353 / E-mail: wbc. 162. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik. Tak hanya itu. Rp. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. Baginya.” ujar Sukatno. DPI.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. pria kelahiran Sumatera Selatan.net.000 Rp. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet. 43. 25.000 Harga luar Jabotabek 43. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi.000 Rp. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya.000 162 62. “Seperti yang saya sebutkan tadi. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya. Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan.

sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006). 3. Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. Eskportir : + 120 perusahaan. masih aktifkah perusahaan tersebut. PAPUA. 2. ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan. BOP Gol II : + 5 perusahaan. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku.PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. terhadap komoditi apa atas . 5. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. 4. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara. Importir : + 75 perusahaan.

Threath). dan kondisi eksternal OT (Opportunity. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. Posisi organisasi 3. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. Standar yang disepakati 5. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor). tujuan organisasi 2. Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan. serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. terkesan kinerja bidang audit rendah. Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. atau tantangan. besarkah nilai impor perusahaan tersebut. Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi. Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. Arah. Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1.usaha tersebut. Weakness). yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama). EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. Kinerja masa lalu 4. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman.

jarak yang berjauhan. Daftar Pustaka Barry. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru. Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. h. Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1. komoditi. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT. keringanan/pembebasan yang dimiliki. Pindad (Persero). Hadir pada kesempatan itu. akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia. Sutejo. jenis perusahaan. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. 1998 Pearce. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. 1985 BONGKAR PASANG PISTOL. gelombang I dimulai tanggal 9 . Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah.10. 5. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada. peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. dengan mengambil lokasi di PT. Saat ini. waktu yang lama. 4. Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. Bagian Divisi Senjata PT. Sehubungan dengan hal tersebut. Pindad (Persero). Strategic Management. SE Ak. 6. 7. DJBC Suwito. pada 9 – 20 Juli 2007. Rencananya. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol. Jawa Barat. Concept of Strategic Management. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. Bandung. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. Dari uraian diatas. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian. Pindad. 3. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada.1986 David R. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan. Dalam hal pemakaian.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997. baik nilai. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. Papua. John A. Fred. 2. P2 KP. Bagian Depdiklat PT.H. Pindad (Persero) dan G. enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. Suprapto. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. Sehingga. Bandung. khususnya bidang P2. lokasi. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC.

Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan. Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5.65 mm. teori data teknis senjata.000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200.222.222. Setelah itu. DJBC FOTO BERSAMA.500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. Pindad (Persero). cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. dilakukan dengan posisi berdiri. praktek SBC-1 Kal. seperti mengetahui cara perawatan senjata. dengan jarak tembak 20 m. P2 KP. Pada hari terakhir pelatihan. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT. Bagian Diklat PT. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan. praktek pistol P-3A. cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat. peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m. masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya. Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. Kemudian.64mm) sebanyak 1. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja.65 mm) sejumlah 1. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 . Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7. ruangan penembakan (firing).000 butir. Pindad (Persero). Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat. senjata api berasal dari dari PT. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m. P2 KP. DJBC PRAKTEK MENEMBAK. Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging).222. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A. Dalam kegiatan ini.DOK.000 butir. Pertama. Bandung. Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy.222. praktek menembak dan evaluasi. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap. MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK. Dengan jarak sasaran 50 m. usai pelatihan tersebut. penggunaan senjata api (menembak). Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. Diharapkan. pelatihan ditutup oleh Triyono. Kedua. peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata. penggunaan sarana senjata api DJBC. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata.

penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. mengatakan. Sebelumnya. R abu. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. Maksudnya. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. Malaysia juga memiliki jalur merah. Usai mengunjungi Bandung. 13 Agustus 2007. KP DJBC. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau. diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. Sabah. rombongan bergerak menuju Jakarta. Sabah. 50 . setelah dilakukan penilaian. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan. Durahim Bin Tutin. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia. Menurut Durahim. Ia melanjutkan. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. Sabah. Sabah. Malaysia. dengan DJBC Indonesia. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. Hanya saja yang membedakan adalah. Durahim menjelaskan. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. Kastam Diraja Malaysia. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. rombongan Kastam Diraja Malaysia. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. Senior Assistant Director of Customs. Pagi itu. seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia. yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC.28 Agustus 2007. Selain itu. tepatnya Kantor Pusat DJBC. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Pada kesempatan itu. Sabah.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia. di Jakarta. Saat di wawancara WBC. Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. Usai pemaparan. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai.

mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. Selain itu. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan. Badan POM. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. dengan Customs Indonesia. Assistant Director of Customs. “Sedangkan dari aspek sistem. Tak hanya itu. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas. Departemen Perhubungan serta Port Operator.” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. Maksudnya. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor. Dari segi kemudahan. P BERTUKAR CENDERAMATA. dan MTI. Departemen Komunikasi dan Informasi. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. Ia menambahkan. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. Badan POM. Dari rapat pembahasan tersebut. Anwar Suprijadi. dari diskusi tadi. dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi. juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. Ia melanjutkan. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. Kemudian.” tandas Anwar. lanjut Anwar. BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. Sabah. ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007.” tambah Anwar. Sabah. Koja. khususnya antara Customs Malaysia. untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak. “Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan. Puskari. Puskari (Pusat Karantina Ikan). diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 . khususnya di Tarakan dan Tawau. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai. Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai. Kemudian. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. walaupun jauh tapi dekat di hati. implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support. sebahasa. ada 14 Agustus 2007. diwakili oleh Durahim Bin Tutin. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning.” kata Anwar. “Kemudian. Pihak Kastam Diraja Malaysia. Gedung B. bertempat di ruang Loka Muda. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada. Kita hidup serumpun. Usai pemaparan.

mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN. IKC. KP DJBC.KEPABEANAN 2007. . sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada. untuk kemudian Menteri Keuangan.Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses. . Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. Gedung B. Dit. “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008. akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. mengatakan. Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda.Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain. HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Sementara itu. mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem. Susiwijono.Sesuai jadwal rencana kegiatan. pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: . pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. dalam pemaparannya pada peserta rapat. Kemudian. . Ia melanjutkan.Sesuai jadwal rencana kegiatan. hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan. Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur.Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan.” tandas Susiwijono. .

Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange).STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). l Translation Indonesia – English v. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri. Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya. ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. pada Desember 2006. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC. National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. menggunakan SAD. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya. NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. dipimpin oleh Customs. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW. Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs. Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan.

barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. Utama Kantor Pusat DJBC. saat ini telah melakuThomas Sugijata. tinggi. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. jumlah. dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. yaitu jalur Merah. “Harapan DJBC. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. Dijelaskan oleh de facilitator. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. Hijau. dapat meningkatlebih baik. Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit. yanan yang ideal. Mitra Utama (MITA). dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. harapan masyarakat usaha. Intervensi dokumen. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha. Tanpa intervensi. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki. dan MITA Prioritas. Intervensi fisik barang. para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai. Mitra Utama (MITA). kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. Merah. dan MITA Prioritas. melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. Selain itu. jenis. yang melaksanakan atau melayani di KPU. yang dilakukan. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. Intervensi dokumen. Kuning. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. Kuning. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .” ujar Thomas Sugijata. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. Hijau.KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. serta memiliki pola bisnis yang jelas. KPU juga Sementara itu. barang impor dapat segera dikeluarkan. Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen.

(5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. Akan pertanyaan tersebut. untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. Dengan diberikan hak tersebut. Selain hal tersebut. (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. dan hijau kecuali terhadap. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. (f) Foto copy API/APIT. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi. WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. barang re-impor. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan. barang impor sementara. (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. spesifikasi. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. jumlah SOSIALISASI MITA. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan.

Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 . Darjono berpendapat. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu. Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor.id).”ujarnya kembali.”terangnya.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. jaminannya sama. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut. Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut. Rp. 250 juta pada KPPBC tipe A1. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK. No.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak. Teguh Indrayana. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya. Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT.”terang Teguh.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Rp. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan. baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit. Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut.17/2006.”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu. P Peraturan dibuat dan Tipe A3.adanya jaminan. Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh. jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi.”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi.red). Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC. ini yang menurut saya kurang adil. lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya. jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan. pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC.”kata Teguh.” tegasnya kembali. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM). “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www.” terang Agung. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK. maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya. Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter.”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK. Selain registrasi.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai.go.beacukai.

2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas.”terangnya. Selain itu.P-22/BC/2007. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean. dan auditable. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor. Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut. Sejauh ini lanjutnya. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK.DOK. Menurutkepabeanan. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono.”tegas Teguh. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence. Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan. Berarti kan importinya ada. itu tidak jelas.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan. kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat. dap para mantan pegawai Bea Cukai. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai. maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor. mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail. competence. SOSIALISASI.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK. WEBSITE BEA CUKAI. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi. kai Nomor. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility.

. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut.. M. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas.4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE . Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE. MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini. Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan. 47. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian.d.Hut. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2. Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s.4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE.04/2003 tanggal 31 Desember 2003. Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE. Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan. “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah.. Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta. untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik. fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan. Juga pada waktu ekspor.KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. dirakit. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. S. “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor.

tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. TPT. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004). produk dari logam.022 register (2005) dan 421 register (2006). sepatu. dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. PT Miwon Indonesia. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s. Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?.d. Sebagai contoh di Jawa Timur. Mei 2006. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004). PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan. Dalam ketentuan KITE. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan. produk kertas. laporan ekspor disebut laporan BCL. produk dari plastik. PT Phillip Indonesia. 1. Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara. Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi. Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia.KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah.

manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”. (Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. tidak boleh. Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal. Oleh : Togap M. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. Secara regional. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. setiap tahunnya PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja. hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. Dilihat dari sisi perusahaan. Secara ekonomi makro. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP.

Impornya telah dilarang melalui Kep. dll. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. Untuk memutuskan boleh. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. tidak boleh. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. 520/MPP/Kep/2003. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. tali-temali. minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik. Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. atau boleh dengan syarat. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. Dimana untuk menyimpan limbah ini. antara lain adanya fasilitas penampung. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. 1973. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. sampah-sampah dapur. adanya alat discharging. Jadi boleh. Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. 3. ” KESIMPULAN : 1. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. Recycling. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. Switzerland. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. the discharge of which is covered by another international instrument. II dan III. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. tidak boleh. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. Dalam Kep. Direct re-use. Inti pengawasannya adalah boleh. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. “Wastes which derive from the normal operation of a ship. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. Sludge dari rembesan oli atau solar. kain-kain lap mesin (rag). Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. Memperindag No. 4.penggunaannya. 2. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . Memperindag No. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. Dalam kaitannya dengan hal ini. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. are excluded from the scope of this convention”. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas. sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean.

Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan. terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). 17). Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. Pertanyaan yang timbul. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. Permana Agung. Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional. Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi. menciptakan aparatur yang bersih. Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih. mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi. bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No. R.OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. profesional dan bertanggung jawab (Kompas. tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. Senin 9 Juli 2007). Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas.B. Upaya membangun kepercayaan masyarakat. pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE).

Kantor Bantu dan Pos. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon.eselon II). para pejabat yang mengurus biro pemerintah. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . penegahan. Kantor Inspektorat (eselon II). agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. Kantor Inspeksi (eselon III). sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang. REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur. Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan). Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. Dan birokrasi adalah. Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. Kantor Inspeksi Tg. Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang. Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. 2. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut. Beritanya masih akan ada KPU. Beban kerja KPU Tg. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. B. 3. Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul. apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. Kantor Wilayah (ada Koordinator . Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 . sistem pemerintahan oleh sekelompok. Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V). harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah). Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II).eselon II). satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. 1. Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II). Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. 4.Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. pemeriksaan atau investigasi. masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala. pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. Pada era ’90-an karena beban kerja. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal. Senin 9 Juli 2007). Dari sistem ini (sesuai UU No 17). pejabatnya. C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. perbaikan sistem tata laksana (business process).

Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. kemudian menerbitkan SPPB. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). verifikator. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. auditor. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif. penyidik. PFPD. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan. Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. patroli. ternyata diselundupkan. Prosedur ini tidak sederhana. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. x-ray. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. .OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. audit. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. PFPB. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. harga dan lain-lain. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas. Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. auditor. DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. penyidikan. Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). pencegahan. begitu juga Soekarno-Hatta. Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. administrasi kantor dan lain-lain. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya. Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. barulah diberikan persetujuan impor. Ini juga harus direformasi. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. yaitu PFPD. Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee.

Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. Rabu 11 Juli 2007 halaman 21).PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). reposisi dan revitalisasi. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. struktur dan kultur. dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. yaitu instrumen. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya. untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama. tidak sulit untuk mereformasinya. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa. Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan. Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. sisdur dan terutama SDM. reorganisasi. sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas.

Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. compensation. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif.01/2006. pertama. bersikap skeptis. Pertama performance appraisal. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. 466/KMK. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. Kedua. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. tugas pokok. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. Kedua compensation. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. career. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat. tidak ada missing. dan hanya berpangku tangan. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. alur mutasi. dan amandemen UU No. mengalami proses akselerasi. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. prestasi dan kompetensi mereka. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. waktu pelayanan yang lama. training. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. Ketiga. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. risiko kerja dan beban kerja. Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. pola promosi. MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. Kempat training. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. kompetensi dan insiatif. an. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. yang menyangkut aspek prestasi kerja. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. fungsi. reorganisasi. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. Kedua. Ketiga career. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. Ketiga. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi. UU No. birokratis serta membiarkan ilegal trading. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban.

Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita. sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator. maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 .satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. Di sisi lain. SDM yang berintegritas. kebutuhan. Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. kita harus legawa. dunia. dikan KPU. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan. KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. by process. dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. mimpi kita. waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. Pelaksana Pemerikasa. PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap. ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai. Untuk tahap pertama ini. dan Cukai.

Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. pembahas. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. workshop maupun lokakarya. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya.1/2006 tanggal 7 November 2007.1/2006. apabila : 1. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. baik yang mengatasnamakan individu. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. Direktur PPKC. 2. yayasan. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. b. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. Dan sesuai permintaan. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan. koperasi. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr.1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut.KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos. fax ataupun e-mail. instansi. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. Demikian disampaikan. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan. Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Pertanyaannya : a. kami dapat merahasiakan identitas anda. atau lembaga lainnya. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara. sesuai amanat SE-551/MK.

Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi. Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak. IG. Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah. Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. Hal ini disebabkan oleh cacat email. Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya. tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge).Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh . sipilis. berbintik putih terang. bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet. karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. menyeluruh di semua gigi. d.Hipokal semia (kekurangan kalsium) . kekuningan. sering memiliki celah kecil. (misalnya oleh Rubella (cacar jerman).Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh .Lahir prematur (lahir dini) . Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah.Kelainan genetika . Gigi berwarna abu-abu. Heni Haryanti. veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi. kuning. c. Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan. Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). India. Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. . Gigi bentuknya normal. berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis.Chemoterapy . e. saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal.RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter.Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi. Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai. Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah.Down sindrom . Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai. coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. Afrika. Hal ini disebabkan oleh : .Kekurangan vitamin D . Ada yang berwarna abu-abu. A. kecoklatan. Drg. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 .Infeksi intra uterus. mengkilat tetapi bentuknya tidak normal. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap. Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. a. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching). bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih. b. Berwarna coklat. ibunya terkena penyakit sipilis. lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras.

Keluarga ini unik. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter. Menu kesukaannyapun berbeda-beda. Hidup adalah pilihan. merdeka berpikir. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera.RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. alau negaranya saja sudah merdeka. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. belajar berjalan. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. Suatu kemerdekaan individu matang. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. maka rakyat pun merdeka. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. Makan siang ditempat berkegiatan. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. maka demikianlah para individunya. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. disapih. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. berani menentukan pilihan. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. Shinta. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. lara. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. Jika rakyat merdeka. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas. dan satu menu bersama. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga. 28 tahun. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. sejak kecil gemar menggambar. keberanian dibangun sejak kita ada. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. Artinya manusia dewasa yang merdeka. sejak fase menyusui. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. merdeka bertindak. Ia menekuni keriangannya menggambar. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. Misalnya sop wortel untuk semua. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. Keberanian tidak datang segera. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya.

EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 . yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. Semua anggota membentuk lingkaran. yang satu senang main tenis. Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati. saling percaya 2. pernikahan anggota keluarga besar. Hobi masing-masing dijalani. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing.bangun diri. Nenek. untuk diskusi. Bila juru masak libur. termasuk anak. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan. kumpul bareng. membelanjakan. saling mendukung 4. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. Pada masa liburan atau kesempatan penting. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. kusi ditegakkan. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun.lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. tetap dengan menu pilihan masing-masing. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. Mereka tinggal di Jakarta. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. yang satu senang badminton. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. dan 1 cicit. saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. senantiasa ada acara bersama. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. di suatu tempat atau di kebun nenek. maka direncanakan tempat pertemuannya. bukan hanya bapak dan ibu. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan. misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”. Melalui kritik. Tak ada beban perasaan tak nyaman. saran dan pertimbangan. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri.

pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). kesabaran. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. Tetapi sebaliknya. Ditambah lagi. perselisihan. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. tidak suka yang baik. sihir. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. yaitu: percabulan. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. mereka akan menjadi pemfitnah. Alhasil. percideraan. damai sejahtera.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. tidak mau berdamai. tidak mempedulikan agama. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. korupsi. garang. tidak dapat mengekang diri. dan kasih yang murni dari Allah. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. kecemaran. Namun. hawa nafsu. Sudah barang tentu. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. sikap yang mengelontor iman. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. berlagak tahu. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. kesetiaan. Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. kolusi. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Dalam perspektif Rohani Kristiani. sakit penyakit. suka menjelekkan orang. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. tidak tahu mengasihi. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. kebaikan. kepentingan diri sendiri. kemurahan. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. sukacita. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. Sebagai contoh. kelemahlembutan. suka mengkhianat. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. tidak berpikir panjang. harap. Lebih jauh. kemabukan. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. seiring dengan waktu berjalan. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. penyembahan berhala. perseteruan. Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). amarah. ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. lebih lanjut. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. roh pemecah. iri hati. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. kedengkian. Selanjutnya. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih.

Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan. Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. mintalah apa saja yang kamu kehendaki. Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. Tuhan Yesus memberkati. Petrus Titus R. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 .dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. Disinilah awal dalam perjanjian baru. dan kamu akan menerimanya. Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. Lebih jauh. Amin. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. ia berbuah banyak. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah.

diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. Bandung. Walaupun medan yang dilalui cukup berat. Dengan dua agenda CCC tersebut. Sementara itu. pada 11 Agustus 2007.Denpasar. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak. Kupang. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. NTB dan NTT. menjelajahi Gunung Batur Kintamani. Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. Tarakan. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. Setelah istirahat di pos pertama. Lebih lanjut Siswa mengutarakan. para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM. Sekalipun dalam kondisi lelah. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani.” jelas Siswa. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. 74 . ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). Surabaya. Semarang. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I. Sugeng Apriyanto. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. Kasubdit Penindakan. Dari enam tim yang bertanding. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006. Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. II. WBC/ADI JAKARTA.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta. Azis Syamsu Arifin. DJBC pada 3 Agustus 2007. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan. Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. KP-DJBC.30 WIB. Drs. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. Ansyaad. KPPBC Soekarno-Hatta. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi. Tampak pada gambar. JAKARTA. Heru Santoso. pembacaan naskah Pancasila. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. Upacara yang dimulai pada pukul 08. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. Inspektorat Jenderal Depkeu. Upacara dihadiri pejabat eselon I. Kanwil DJBC Banten. dan Irjen Polri. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. Anwar Suprijadi. Untuk hibah kali ini.

Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba. Anwar Suprijadi. sepak bola dan pertandingan voli. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. Ibrahim A. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait. bulu tangkis. Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. disaksikan oleh Ny. 5 perawat dan 5 karyawan. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. 1 bidan. Anwar Suprijadi dan Ny. WBC/ATS JAKARTA. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA. SE. yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. JAKARTA. Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan.

Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder. Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Bambang Wicaksono. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004. Tampak dalam gambar. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Ismojo (KaKPBC Pasuruan). Surabaya BALIKPAPAN. tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007.FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 . Bambang Wicaksono. Wisnu Wibowo.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan). Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA. Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. Bambang Wicaksono.

.P. S. KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh. (yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda). . KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC. Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs. Ambang Priyonggo.. Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri). KPPBC Lhokseumawe.A. Kiriman Amir Hasan A. Ulee Lheue. Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD.. KPPBC Kuala Langsa. . Tampak pada gambar. foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. SH. S.M. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kiriman Amir Hasan A.M. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH. Tampak dalam gambar. serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang.IP.A. Ali Purnama.P.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s . Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya.IP. Kiriman Amir Hasan A.

. III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi. Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). . Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1. Kiriman Amir Hasan A. Pada 19 Agustus 2007. Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD. Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007. Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru.FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. dan duduk tim DPRD. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. . Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21. II. Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama. menata ruangan dan lain-lainnya. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. Tarakan. sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas. Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean. Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan. Selain peresmian. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. Kiriman Amir Hasan A. menggambar peta. berdiri tim DJBC dan KDRM. Drs.

”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya.”Kalau kita diperiksa. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara.”ujarnya.”terangnya kembali. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. Mengenai barang apa saja yang dibawa. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. harganya juga mahal.”Saya maklum aja kalau ada yang marah. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show. Mengenai petugas di lapangan. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya.” terangnya. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan. selain tidak perlu. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari. zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi. Petugas juga ramah-ramah. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. gak ada kesan galak. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi. Ia pun bingung. tapi yang penting ramah kepada penumpang.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik. Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar.”ujarnya lagi. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri. melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah. Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan.

04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. b. Menimbang : a. 2.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK.04/2003. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. c. b. 3. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613).04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean. sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. identitas pengurus dan penanggung jawab. c. bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. dan kompetensi ahli kepabeanan. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Mengingat : 1. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 . importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661).

Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri. kejelasan dan kebenaran alamat (existence). Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. 6. kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. b. kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). 5. 2. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir. Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. wajib memenuhi persyaratan: a. importir. dan d. 7. 8. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. atau eksportir. Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. c. mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. 4. 3. importir. (3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. atau b. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik. uang tunai. jaminan bank. Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. jaminan dari perusahaan asuransi. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. (2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. dan/atau c. ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. importir. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean. b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi.

Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. c. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. d. c. b. (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. e.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. d. cukai. dan perpajakan. (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. 4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. e. berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah. dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. atau eksportir tidak ditemukan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). dapat dicabut dalam hal: a. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai. dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya.

wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. dan/atau f. Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Agar setiap orang mengetahuinya. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. d. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. mengajukan permohonan pencabutan. tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. c. atau eksportir tidak ditemukan. e. tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. dinyatakan pailit. b. selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. 4. dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005.04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Pasal 11A ayat (7). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. 5. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493). perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 10A ayat (9). 3. 6. Pasal 32 ayat (4). Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128). Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481). Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53. Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). 7. 2. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127).

naik turun penumpang. 8. 9. 6. 2.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos. berlabuh. Bandar Udara. 3. BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. 4. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. 7. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. 5. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. 10. Bandar Udara. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. Pengelola Pelabuhan Laut. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu.

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab. (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. badan usaha. dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara. e. g. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. b. Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan. d. c. 8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan dilampiri dengan : a. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Ukuran luas kawasan. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. Gambar denah lokasi. kecuali untuk Tempat Lain. (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. dan h. f. dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. dimasukkan.

BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan. bangunan. Gudang Penimbunan. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. b. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. Tangki penimbunan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit. bangunan. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. b. Lapangan Penimbunan. dan/atau d. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. dan/atau d. c. pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. c.

Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Izin dari Pemerintah Daerah setempat. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya. & K E T E T A P A N g. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. h. b. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak.K E P U T U S A N a. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai. e. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. c. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. ekspor. i. k. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. j. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. d. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . f. dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai.

(4) Barang impor. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). (2) Barang-barang berbahaya. (2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain. merusak. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara. dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. bangunan. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya. atau c. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. tujuan ekspor. barang ekspor. dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean. (3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. ekspor. dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus. wajib diberi identitas secara jelas. (2) Tempat. tujuan reekspor. (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan. b. wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu.

tata letak lapangan atau bangunan. jaminan dari perusahaan asuransi. Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . jaminan bank. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. uang tunai.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. jenis. dan/atau c. b. jenis. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. pemeriksaan. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean. dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . b. Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara.05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara. BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.05/1997 tentang Kawasan Pabean. Agar setiap orang mengetahuinya. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. dan c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful