TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai. sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan. Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian. Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM . fax atau e-mail.Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA . 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 . 2.Adrin Syahbana . Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC. bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak. 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku.Reformasi Bea Cukai . perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3.13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007.Dewi Diana . dapat disimak pada rubrik wawancara. Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama .Rencana Uji Sistem National Single Window .Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA .Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI . diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai.Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN .Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) .○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda. mengingat : 1. Demikian disampaikan. Apabila rencana remunerasi telah terlaksana. Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah.Denny Malik .

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC.01/2006. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai. menurut Kamil. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC.01/2006. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. Kamil menegaskan. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. antara lain. Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . dengan prinsip. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC. WBC Kedua. dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan.01/2007. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. 2. lanjutnya. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. Ketiga. serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia. Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut. l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang). adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Menurut Kamil. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007. 3. antara lain. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC. perubahan kebijakan di bidang pengawasan. pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. DOK. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai. Sebagai contoh. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. Kamil Sjoeib MA. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC. pertama. Kedua. sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. Drs.

” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut. WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan.01/2006. mengalokasikan. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. ris DOK. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO. independen. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara. diperlukan organisasi yang efektif. sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja. sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. tepat. Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . yang meliputi wilayah pengawasan. Oleh karena itu.LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. efisiensi dan efektivitas belanja negara. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. tepat. penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan. organisasi bukanlah tujuan. enforcement. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. berdasarkan PMK 131/PMK. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya. akuntabel. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. Drs. Dalam melaksanakan tugas tersebut. post clearance audit. kesinambungan fiskal. berhasil guna. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. “Sepanjang saya ketahui. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu). terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . efisien. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. Sudihardjo MA. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi.

Keempat. apakah sudah mendukung kinerja. yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. Kedua. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. Sudihardjo tasi. mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. efisien. dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. Selain itu juga. untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. hal lingkungan Depkeu. ZAP Menurut Sudihardjo. hal ini dilakukan untuk DJBC. dan pelayanan informasi. penyuluhan. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). akuntabel. si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. menurut Sudihardjo. dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. pelindung masyarakat (Community Protector). dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. Disamping itu juga. sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. memberikan argumenkal DJBC. akuntabel dan transparansi. independen. transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. tepat. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. diperlukan organisasi yang efektif. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. dukungan industri (Industrial Assistance). kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan). perlu diketahui. Ketiga. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pertama. bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. WBC PMK Nomor 68. konsultasi. dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif. efisien.DOK. pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi.

serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”. KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. masukan saya. Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain.” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi. ris dapat berjalan dengan efektif. Karena itu. tidak right sizing. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. “Untuk itu. Dalam hal ini. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. Keluwesan. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu. Sebab.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK. “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. bagi Kementerian PAN. Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. “Untuk saat ini. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. Akordion. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. dan lain-lain. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. Koordinasi. organisasi DJBC sudah ideal. Lembaga Administrasi Negagara. tugas dan fungsi tidak tepat. Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan. Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Fungsionalisasi. Kesinambungan. Sekretariat Kabinet. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan). Pendelegasian Wewenang. Selain itu menurutnya. menurut Sudihardjo. ujar Sudihardjo. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan. melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. apabila susunan organisasi. beban kerja yang tidak seimbang.q Biro Organta. menimbulkan friksi. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati.

Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. 2. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen. tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. Sebaliknya. jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. KPBC dengan KPPBC. Dengan demikian. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). salah satu dari hasil anaDrs. layah (Kanwil) DJBC.” ujar Nofrial. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC. sebagainya. an yang ada sebelumnya. Pelayanan Utama. Soekarno-Hatta.” ujar Nofrial. lanjut Nofrial. antara lain contohnya. dan kantor lainnya ? Di perbatasan. lanjut Nofrial. Makassar. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua. tanggal 1 Juli 2007. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun. Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan. M. Nofrial menegaskan.A. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan. sehingga tugas border control-nya juga berlaku. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. Drs Nofrial M. Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 . Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar.” imbuh Nofrial. Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai. lintas barang. NOFRIAL. Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat . Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. dan Cukai sebagaimana telah mulai 1. Kudus. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan). sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai.” ujar Nofrial kembali.. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok. Tanjung Perak. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik.A. Batam. dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. Pontianak. artinya unsur an. Namun. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC.Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. dibandingkan dengan bidang pengawasan. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar. sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. setelah melapor maka dan tata kerja. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. tidak pernah kita masukkan. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. Tanjung Emas. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. Makassar yang seKantor Pelayanan Utama. WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan.

II dan III.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh.KPBC Kudus. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan. masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus. Nah dengan adanya usulan itu. UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. KPBC Batam. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap.III. Dan perlu dicatat.” jelas Nofrial. secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. maka yang Batam. untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau. Kini. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok. misalnya KPU Batam. Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 . Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini. Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II. lanjut Nofrial. 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. KPBC Muka Kuning. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 . Malang. itu sama sekali tidak benar. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen. dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus. sebelumnya ada Priok I. POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil. tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK.” jelas Nofrial. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan. maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun. misalnya di Tanjung Priok. hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. ris l l . KPU dan KPPBC. Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan.II. A3. A2. KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I. Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). WBC DOK. Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU.red) yang kurang wilayah kerjanya. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU. Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU. Khusus mengenai KPU.LAPORAN UTAMA DOK. pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi.

Nofrial menegaskan. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV).01/2007 tersebut. Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana. Menurutnya. P DJBC. me. Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI. khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II. pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik. sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut . Secara umum. atau melalui Kepala KPU. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. Disamping itu. melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC. dari segi waktu. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. Ssi. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1. Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor. Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok. fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 . WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan.01/2006. membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal.Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. dimana unit yang DOK.Si. biaya. M. si. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. menurut Nofrial. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu.01/2007. merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC. sesuai kepatuhan pegawai. demivertical DJBC. Oza Olavia. Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai. Nofrial MA. pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. 131/PMK. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC. Apt. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management. Hal tersebut. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya. Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi.KPU. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi.

Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan.” tambah Oza. maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. menurutnya. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja. Fasilitas. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. Oza menyampaikan suatu masukan. investor. bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. Gate. Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri. Manifest.” ujar Oza. 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. 6. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. Setiap informasi yang ada dianalisa. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional.” lanjut Oza. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. dijelaskan Oza. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. lanjut Oza. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. hasil Kinerja Pegawai (performance). Pabean. Fasilitas. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini. Menurut Oza. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. Hanggar. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. atau melalui Kepala KPU. 5. Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan. “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. menurut Oza. Perbendaharaan. pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. Pemeriksa Barang.” ungkap Oza. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja. Rumahtangga dan SDM. 4. WBC di KPU. “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU. mampu menjamin terlaksananya good governance. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. semoga dengan adanya Bidang KI. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. penilaian / pengukuran (performance measurement). Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. dunia usaha dan pemerintah. Ekspor. HICO. Konsul. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar. Oza mengungkapkan.” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. Penerimaan dokumen. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. P2. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi.LAPORAN UTAMA 2. apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. 3. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa. Perbendaharaan. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. integrity. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU.

KPPBC Tipe B Bengkalis. Kuala Blaras (PL). Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). KPPBC Tipe B Pematang Siantar. 6. KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). Cot Bau (PL) 3. Kantor Bantu. 2. KPPBC Tipe A4 Sabang 2. Terdiri dari 8 KPPBC. Rengat. Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). Pulau Cawan (PL). Pulau Burung (PL) 4. Kantor Bantu : Moro Sulit (PL). meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. Tua Pejat (PL). Concong Luar (PL). meliputi. Selat Panjang (PL). Pelabuhan Udara Polonia. KPPBC Tipe B Selat Panjang. Rumbai (PL). pelabuhan laut Selat Panjang. meliputi. Tanjung Leidong (PL). Pos Pengawasan: Bandara I. Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. Kuala Langsa. Kuala Enok. Pulau Tello (PL). Air Bangis (PL). meliputi. Lumba-Lumba (PL). Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). Bandara III 3. Bandar Khalifah (PL). 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. Tanjung Buton (PL). Teluk Belitung (PL). Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL). II. Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. Kabanjahe. Pelabuhan udara Mingkabau.. Pelabuhan Laut Sibolga. Binjai. Muara (PL). Dumai (PL). terdiri dari : Kantor Bantu. KPPBC Tipe B Siak Indrapura. meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. Sei Kembung (PL). meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). Pelabuhan Laut Kijang. yaitu 1. Kuala Enok (PL). sebagai berikut . Penyalai (PL). PL Krueng Geukeuh. KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). Pos Pengawasan. 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. meliputi: Pelabuhan Laut. Sibolga (PL). Painan (PL). 7. Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. Tabing (PU). Pantai Labu (PL). KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. KPPBC Tipe A 3 Dumai. Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Sungai Apit (PL). Bungus (PL). Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe. Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Pos Pengawasan : Susoh 4. meliputi. Tanjung Beringin (PL). Panipahan. Tanjung Pinang (PL). Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. Pos Pengawasan . meliputi: pelabuhan laut Belawan. Porsea. Pantai Cermin (PL). Siberut Mentawai. Terdiri dari : 5 KPPBC.Kantor Bantu.Kantor Bantu. Bandara II. Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung. Pelabuhan Laut Pekanbaru. Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. Sungai Pakning (PL). KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Serapung (PL) 5. Tanjung Samak (PL). Tanjung Medang (PL) 3. Sikakap (PL). Bengkalis (PL) 6. Bantan Tengah (PL). Bandara I. Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Lubuk Pakam. KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). Pelabuhan Laut Teluk Bayur. meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. Pelabuhan laut Bengkalis. Bandara II. meliputi. Terdiri dari 5 KPPBC. Gunung Sitolo (PL). Natal (PL). Kuala Gadung (PL). Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL). meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Urung (PL). Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II. KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. Kijang (PL). KPPBC Tipe A4 Tembilahan. Pos Pengawasan. Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . Pos Pengawasan. Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). Pasir Panjang (PL). Sinabang. Pos Pengawasan. Pelabuhan Laut Pasir Panjang. Cubadak (PL). IV. Malahayati (PL). Gabion (PL). Kantor Pos Lalu Bea Medan. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. Perigi Raja (PL). Tanjung Motong (PL). Kualacinaku (PL). Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . Ujung Baru (PL). KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. Teluk Dalam (PL). Tanjung Kedabu (PL). Sidikalang 5. Pos Pengawasan: Barus (PL). Pulau Halang (PL). meliputi. Labuhan Bilik (PL). meliputi. Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). KPBC Tipe A 3 Medan.Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. Rantau Prapat. Bagan Siapiapi (PL). Sinaboi (PL). pelabuhan udara Iskandar Muda. Pos Pengawasan. Tapak Tuan. Teluk Bayur (PL). KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. KPBC Tipe A1 Belawan. pelabuhan Laut Tanjung Pinang. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. Teluk Mengkudu (PL). Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). Japura (PU). meliputi. Pangkalan Susu (PL) 4. Tanjung Batu (PL). Buatan (PL) 2. Pos Pengawasan. Prapat Tunggal (PL). Tanjung Balai Karimun (PL). Pelabuhan Udara Kijang.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Teluk Nibung (PL) 7. Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). I.Kantor Bantu. Muara Padang (PL). Pos Pengawasan. 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Singkel. Bandul (PL). Pangkalan Dodek (PL). Teluk Paku (PL). Rantau Panjang (PL) 2. Pelabuhan Bagan Siapiapi. Tanah Putih (PL). Sigli (PL). Tanjung Medang. Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). Pos Pengawasan: Sawang (PL). Gudang Merah (PL). Terus (PL). Pos Pengawasan. Pariaman (PL). Bukit Batu (PL). Terdiri dari 7 KPPBC. Kuala Bayas (PL). meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. Rantau Panjang. Kuala Tanjung (PL) III. meliputi.

7 Kantor Bantu. Tegal (PL). Pelabuhan Laut Pusri. Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL). Muaraenim. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Banjarnegara 7. Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). Sukohardjo. Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang. Kantor Pos Lalu Bea Palembang. KPPBC Tipe A2 Tangerang. Belitung (PU). Cigading (PL). 2. Ranai. Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. 5. Muntok (PL). KPPBC Tipe A3 Jambi. Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). Cinta Natomas. Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. Kantor Bantu Kebumen 5. Salatiga. Pelabuhan Udara Sultan Thana. Baai (PL). Bandara II. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. Pusri (PL). Cianjur. meliputi. Pekalongan (PL). Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). meliputi. Wonogiri. Surodadi. Sekayu. KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. Klaten. Kawasan Industri Kota Bukit Indah. serasan. meliputi : Dry Port Gede Bage. 1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan: Sleman. KPPBC Tipe A2 Purwakarta. Kantor Bantu: Magelang. KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. Purworejo X. meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. KPPBC Tipe A3 Merak. Pelabuhan Tanjung Leneng. Pelabuhan Laut Sungai Gerong. KPPBC Tipe A3 Palembang. KPPBC Tipe B Dabo Singkep. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. . Padang Kemiling (PU). Pelabuhan Tanjung Emas. Kawasan Industri EJIP. 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. SM Badarudin II (PU). Comal (PL). Cepu. Sungai Liat (PL). meliputi. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. Raden Inten (PU). Tanjung Emas II (PL). Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan. Bandara I. Cilamaya (PL) 4. Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2. Bogasari. midai. Pangkal Balam (PL).As Hanandjoeddin. Pelabuhan laut P. meliputi. Bandara I. Bandara II 4. Wates. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL). Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. Nipah Panjang (PL). P. Pos Pengawasan : Tangerang VII. Pos Pengawasan : Chandra Asri. Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A2 Bogor. Palembang (PL). Pos Pengawasan: Garut. meliputi. Pos Pengawasan : LIK Semarang. Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A4 Bengkulu. Pelabuhan Udara Depati Amir. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Gede Bage. Depati Amir Bangka (PU). Simbur Nair (PL). Ciwandan (PL). Pos Kantor Pos. Karimun Jawa (PL). KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. Marina Ancol. meliputi. 4. Muara Sabak (PL). Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. Pos Pengawasan : Sukabumi. 44 Pos Pengawasan : 1. Dipasena. Pelabuhan Laut Panjang. Cilincing. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. VI. meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. Arjuna (PL). meliputi. Daik (PL). meliputi. Kuala Mendara (PL). Tanjung Emas III (PL). Pelabuhan Tanjung Pandan. KPPBC Tipe A2 Jakarta. Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Pos Pengawasan : Brebes. meliputi. Terdiri dari : 6 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Magelang. meliputi. Blora. Temanggung. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). Pos Pengawasan : Banyutowo. Senayang (PL). Kantor Bantu : Balongan. Pertamina. Seputih Mataran. Demak. Ciamis. Pemalang. Pos Pengawasan. 3. Penuba (PL). Bandara II. Kantor Bantu : Belinyu (PL). Sambu Belakang Padang (PL) 4. meliputi. Terdiri dari . Dabo Singkep (PL) 5. Dabo (PU). Wonosari. Kaliwungu. Subang. Tempilang (PL). Muara Baru (PL). Tasikmalaya IX. 3. Karanganyar. Nasasari 6. meliputi. Sungai Gerong (PL). Widuri (PL). udang natuna. Sragen. Kantor Bantu : Juwono (PL). Boyolali. Linau (PL). Pulau Pelambung (PL). Kuala Tungkal (PL) 3. Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. Pelabuhan Udara padang Kemiling. Kampung Laut (PL). meliputi. Dharma Karya Perdana (PLK). Marunda. Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. Air Itam (PL). Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). Baturaja. meliputi. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Cirebon. Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta.Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). meliputi. matak. H. Jambi. Kantor Bantu. Baai. 2. Kantor Pos Lalu Bea Jambi. Lubuklinggau. Pelabuhan Laut Merak. Pos Pengawasan : Palimanan. jemaja. Pos Pengawasan : Bandara I. Kantor Pos Lalu Bea Solo. Merak (PL). Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). meliputi.LAPORAN UTAMA 3. KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. Pelabuhan Laut Tanjung Intan. Depok. Toboali (PL). bunguran timur V. Muko-muko (PL). Pelabuhan Laut Plaju. meliputi. Pelabuhan Laut Tegal. KPPBC Tipe B Tarempa. Terdiri dari : 6 KPPBC. Bantul. Sungai Buluh (PL). Bandara I. Pos Pengawasan : Purbalingga. Pelabuhan Laut Cirebon. 6. Pos Pengawasan : Sumedang. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Cibinong. KPPBC Tipe B Tegal. Kantor Bantu : Manggar (PL). Tanjung Leneng (PL). Lubuk Besar (PL). Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. Tanjung Pandan (PL). Way Seputih (PL). Pos Pengawasan: Batang (PL). KPPBC Tipe A2 Bandung. Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). Slawi. Pelabuhan Laut Talang Duku. Bandara II 5. Dry Port Jebres. meliputi. Pulau Layang (PL). Pelabuhan Udara Branti. Bratesena. Pengandaran (PL). Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL). Majenang.Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). Kantor Pos Lalu Bea Semarang. Bandara I. Kalibaru. Jebus (PL). KPPBC Tipe A2 Bekasi. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. Bandara III 2. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pos Pengawasan. Pos Pengawasan : Purwakarta. KPPBC Tipe B Purwokerto. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. 3. Sungai Selan (PL). Tanjung Emas I (PL). Rembang. Terdiri dari : 8 KPPBC. Sinta. KPPBC Tipe A4 Cirebon. meliputi. tambelan. Pelabuhan Ratu (PL). Ujung Kerawang. 3. Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. meliputi. Pos Pengawasan : Kampit. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. Sunda Kelapa (PL). yaitu : 1. Bandara II. Kayu Arang (PL). Jepara (PL). Pelabuhan Laut Cigading. 6. bunguran barat. Jebres. Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang. Halim Perdana Kusuma. KPPBC Tipe A3 Surakarta. Tanjung Intan (PL). Kantor Bantu : Kota Agung. Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Wonosobo. KPPBC Tipe A3 Kudus. Pulau Enggano (PL). Pos Pengawasan. Bandar Lampung. Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. Purwodadi. Plaju (PL). KPPBC Tipe B Pekalongan.Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat).

Puger (PL). Bandara I. KPPBC Tipe A3 Gresik. Jangkar (PL). Pelabuhan Laut Balikpapan. Mirah I (PL). Terdiri dari : 8 KPPBC. Bangli. Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo. Pemangkat (PL). XII. KPPBC Tipe A3 Pontianak. Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Labuhan Haji (PL). Labuhan Alas (PL). Kawasan Industri PIER. 3. Pulang Pisau (PL). meliputi. Kamal (PL). 2. Padang Tikar (PL). Socorejo-Jenu (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Meneng. Maumere (PL). Pejarakan. Bandara III. Nilam I (PL). Pelabuhan Laut Benoa. Pelabuhan Tanjung Perak. Kempu. Tuban (PL) XI. Asan (PU). Kantor Bantu: Sambas. Bandara II. KPPBC Tipe A4 Kupang. Ende Ipi (PL). Teluk Suak (PL). Gilimanuk 3. Kantor Pos Lalu Bea Kediri. Tebas (PL). Pintu Utama Padang Bai (PL). Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Negara. 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). Pegatan Mendawai (PL). Teluk Air (PL). Brang Biji (PU). Sedayu Lawas (PL). Sidoarjo. Pelabuhan Laut Pulau Pisang. 2. Mojokerto. KPPBC Tipe A2 Juanda. Pototano (PL). Cukir. KPPBC Tipe B Panarukan. Poleng (PL). Tabanan. Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). 8. 6. Caruban. Sekura 4. Terdiri dari. Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). Dry Port Rambipuji. Mirah II (PL). meliputi. Dermaga Khusus Semen Gresik. KPPBC Tipe A3 Malang. Pelabuhan laut Maumere. Merbau. Grajagan (PL). Kubu (PL). Pontianak (PL). KPPBC Tipe A4 Sintete. Trunojoyo (PL). Mangkahoi XIV. Sapudi (PL). Beringin (PU). Aroeboesman (PU). 7. Pos Pengawasan Bea dan Cukai. KPPBC Tipe A4 Entikong.Kantor Bantu : Supadio (PU). Iskandar (PU). Pos Pengawasan : Marakai Panjang. Ketapang (PL). Buleleng (PL). Lamongan. Wini (LBD). Ketapang (PL). Lumajang. meliputi. Gianyar. Satartacik (PU). Ngawi. Besuki (PL). Kantor Pos Lalu Bea Kupang. meliputi. Taliwang. Kantor Pos Lalu Bea Surabaya. meliputi. Pos Pengawasan : Nganjuk. Pelabuhan Laut Pasuruan. KPPBC Tipe B Probolinggo. Sangka Pura (PL). meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung. Baa/P. meliputi. Sungai Kakap (PL). Pos Pengawasan : Glondong. 6.. H. Singkawang (PL). Gewayangtama (PU). meliputi. Pos Pengawasan . Pos Pengawasan . Pos Pengawasan. Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL). Lekok (PL) 3. Lembar (PL). Pos Pengawasan . meliputi. meliputi. KPPBC Tipe B Ketapang. Pos Pengawasan: Aruk. Sampit (PL). Kalianget (PL). 8. Haliwen (PU). Jungkat (PL). Tg Batu. Tamboloka (PU). Singkawang. Selaparang. Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). Karangasem. Gresik (PL). Teluk Air (PL). Sajingan. Jember. 7. Mata Plampang Sumbawa. Klungkung. 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan : Samudra (PL). Pelabuhan Udara Sepinggan.Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak. KPPBC Tipe B Benoa. Pelabuhan Laut Lembar. Celukan Bawang. Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. Sidding. Dermaga Cargo I (PL). meliputi . Ende (PL dan Pos Lalu Bea).Kuala Jelai (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL). 5. Abdulrachman Saleh (PU). Kantor Bantu : Kumai (PL). meliputi. Labuhan Lombok (PL). Jawai. KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. Kantor Bantu: Nanga Badau. Pelabuhan Laut Sampit. Mali (PU). Bondowoso. meliputi. Wates 4. Jamrud I (PL). Pelabuhan Laut Kalianget. Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL).Penjajab (PL). meliputi. KPPBC Tipe A2 Pasuruan. Nilam II (PL). Sepulu. Pelabuhan Laut Sintete. Jombang. Rahadi Usman (PU). Kantor Pos Lalu Bea Madiun. Simpang Tiga Lubuk Sabuk. Larantuka (PL). KPPBC Tipe B Banyuwangi. KPPBC Tipe B Tulung Agung. 8 KPPBC. Kertosono. Kanwil DJBC Bali. Pelabuhan Laut Ketapang. meliputi.meliputi. Pelabuhan Laut Panarukan. Ponorogo. meliputi.meliputi. Palibelo (PU). 2. Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . Pelabuhan Laut Gresik. Dongkek (PL). 3. Bima (PL). ICT III (PL). Dermaga Padang (PL). Labuan Bajo (PU) XIII. Panarukan (PL). Pos Pengawasan . 5. Pelabuhan Udara Ngurah Rai. Telaga Biru (PL). Teluk Melano (PL). Ngimboh (PL).Pos Pengawasan. Pertamina Amuk (PL) 2. Sebangkau. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. Meta Mauk (LBD). Sampang. Cilik Riwut (PU). Dermaga Khusus PLTGU. Probolinggo (PL). Muncar (PL). Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro. Pelabuhan Laut Kampung Baru. Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). Aruk. Calabai Dompu. KPPBC Tipe A4 Sampit. 6. Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). Nanga Bayan. meliputi. Temajuk (PL). Bandara I. Kalimas. KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Dermaga Khusus Maspion. Kantor Bantu : Kendawangan (PL). Situbondo. meliputi. KPPBC Tipe A3 Balikpapan. KPPBC Tipe B Bojonegoro. Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). Pelabuhan Laut Penajam. Pos Pengawasan. Kantor Pos Lalu Bea Mataram. Dermaga Cargo II (PL). Pacitan (PL). KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak. Berlian I (PL). Pos Pengawasan : Magetan. Branta (PL). Selaparang (PU). Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Napan (LBD). 8. Pelabuhan Udara 4. Pagerungan (PL).Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). Kantor Bantu. Kantor Pos Lalu Bea Jember. meliputi. Berlian II (PL). Labuan Burung. KPPBC Tipe A4 Mataram. Kuala Pembuang (PL). 5. Pelabuhan Udara Juanda. Bantan. Saparan. Pelabuhan Laut Bima. Rambipuji 7. ICT IV (PL).Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). Pelabuhan Laut Poleng. Pos Pengawasan : Tenau. Wajoti (PU). Paiton (PL). Kantor Pos Lalu Bea Maumere. KPPBC Tipe B Kalianget. Bangkalan (PL). Pelabuhan Laut Tenau. Paloh. H. meliputi. Bandara III. Kangean (PL). KPPBC Tipe B Madiun.1. Jamrud II (PL). Tanjung Wangi (PL). KPPBC Tipe A3 Kediri. KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. Kantor Pos Lalu Bea Malang. meliputi. Tusikain . Kantor Tukar Pos Udara Juanda.meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. Waingapu (PL). Bandara II. Dermaga Khusus Petrokimia. Pangkalan Buun (PL). Terdiri dari 8 KPPBC. Benete (PL). ICT II (PL). Rua (PL). meliputi. Kalbut (PL). Segumon. Pelabuhan Laut Pontianak. Sungai Duri. Pos Pengawasan: Sape (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Batu. Mauhai (PU). Kantor Bantu. Pelabuhan Udara El Tari. Dermaga Kapal Turis (PL). Padha Maleda (PU). Dermaga Kapal Ikan (PL). KPPBC Tipe B Blitar. Sungai Raya. Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Pos Pengawasan : Pasean (PL). Dermaga Khusus Smeiting Co. Pos Pengawasan : Tambak (PL). Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4.meliputi .

KPPBC tipe B Manado. Pelabuhan Laut Amapare. Soekarno II (PL). Bade (PL). Pos Pengawasan : Sorta (LBD). Pos Pengawasan : Handil II (PL). Kampung Baru (PL). Uloe (PL). 11. Tanjung Selor (PL).Mamuju (PL). Benjina/ P. Tanjung Batu (PL). Manokwari (PL). Stagen (PL). Nyerangkat Sekambing (PL). KPPBC Tipe A4 Amamapare. Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. Pos Pengawasan : Siwa (PL). XVI. asam/Kintap (PL) 8. P. Likupang (PL). meliputi. Palele (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. KPPBC Tipe B Bintuni. Pos Pengawasan. Saurnlaki (PL). Pos Pengawasan : Wawoni (P). Pelabuhan Laut Kotabaru. Pomako I. Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). Aji Kuning (PL). KPPBC Tipe A4 Kendari. meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. Pelabuhan Laut Sorong. Ambon (PL). meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. Bulukumba (PL). Donggala (PL). Pomalaa (PL). Papayato (PL). Merauke (PL). Maluku Utara 3. Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. Sengai (PL). Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. Dumatubun Langgur (PU). 3. Biak (PL) 12. Pos Pengawasan : Watansoppeng. meliputi. Parigi (PL). Areso’e (PL). Sentani (PU). Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Tarjun (PL). meliputi. Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). Pulau Gebe (PL). Hitu (PL). Wakai. meliputi. Kantor Bantu : Waisarisa (PL). Leok. Pulau Adi (PL). KPPBC Tipe A4 Sorong. 2. Kendari (PL). Kantor Pos Lalu Bea Ambon. Ngadi. Bunta (PL). Pelabuhan Laut Balantang. meliputi: Pelabuhan laut Ambon. Geser (PL). Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). Jayapura (PL). Kantor Bantu. Kantor Bantu: Batu Licin (PL). KPPBC Tipe B Pare-pare. Jorong (PL). Pelabuhan Laut Hatta. Pantoloan (PL). Amamapare (PL). Kantor Pos Lalu Bea Manado. Pos Pengawasan : Lamijung (PL). Tanjung Santan. meliputi. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). Pelabuhan Laut Bontang. Wanci (PL). Banjarmasin (PL). KPPBC Tipe A3 Samarinda. Pelabuhan Udara Hasanuddin. Waris (PL). Manado (PL). Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. Kantor Bantu. Galala (PL). Pos Pengawasan : Jefman (PU). Pelabuhan Laut Samarinda. Pelabuhan laut Luwuk. Bullah (PU). meliputi. Demta (PL). meliputi. Bupul (LBD). Kantor Bantu : Bunyu (PL). Elat. Warukin (PU). KPPBC tipe A4 Gorontalo. 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Papua dan Irian Jaya Barat. KPPBC Tipe B Pantoloan. Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. KPPBC Tipe B Tual. KPPBC Tipe B Bajo’e. Ilwaki/Wetar. Skouw (LBD). Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. Kantor Pos Lalu Bea Sorong. Miangas (PL). Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). Tagulandang (PL). KPPBC Tipe B Fak-Fak. Sikeli (PL). Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). Muara Sanga-sanga (PL). Mindiptana (LBD). 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. Lirung (PL). Mopah (PU). Sulawesi Tengah 7. Poso (PL). Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. Sinjai (PL). Kiwirok (PL). Pemancingan (PL). KPPBC Tipe A4 Jayapura. meliputi. Pos Pengawasan : Labuha (PL). Ogotua (PL). Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. Larat. Kantor Pos Lalu Bea Biak. Pad XI. Bubung (PU). Belang (PL). 4. Sorong (PL). Hulu Siau (PL). Corgodock. Buru (PL). Wamena. Pelabuhan Laut Sangata Lama. meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. Pelabuhan Laut Banjarmasin. Gorontalo (PL). meliputi. KPPBC Tipe A4 Nunukan. Teluk Etna. Sukarno I (PL). Tg. Meliputi. Pos Pengawasan : Kolaka (PL). Opini/Pasahari (PL). Banggai (PL). Terdiri dari : 13 KPPBC. Wanam (PL). Wainibe/ P. Long Bawan. Wembi (PL). Bitung (PL). 11. Balantang (PL). meliputi . KPPBC Tipe A4 Tarakan. Pelabuhan Laut Soekarno. Kuala Kencana/ Kota Baru. Kariangau(PL). KPPBC Tipe B Malili. 8. 12. Kotabaru (PL). Ratatotok. Sulawesi Utara 10. Pos Pengawasan: Kokas (PL). Pelabuhan Laut Gorontalo. Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Pelabuhan Laut Sangata Baru. Tenggarong (PL). Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). 8. Pos Pengawasan : Wani (PL). Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). Terdiri dari : 12 KPPBC. Galela/Tobelo (PL). 6. Mekar Putih (PL). KPPBC Tipe A4 Kota Baru. Kasiguncu (PU). Pelabuhan laut Manokwari. meliputi. Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). Ereke (PL). Wonreli/Kisar. KPPBC Tipe B Merauke. Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. KPPBC Tipe B Biak. Kantor Bantu: Senipah (PL). Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). Hatta II (PL). Lasolo (PL). meliputi. Luwuk (PL). meliputi . XV. meliputi. Pos Pengawasan : Bunyu (PL). KPPBC Tipe B Kaimana 9. Satui (PL). Pos Pengawasan: Kuandang (PL). Marore (PL). Serwaru. Arar (PL). Kantor Pos Lalu Bea Merauke. KPPBC Tipe B Manokwari. Banabuni (PL). 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Hatta I (PL). Amurang (PL). meliputi. Moutong. Kantor Bantu : Timika (PU). Samarinda (PL). meliputi. Biringkassi (PL). KPPBC Tipe A4 Bontang. Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). Tarakan (PL). Temindung (PU). Toili (PL). Tanjung Redep. Pattiro. Kolonedale (PL). Boepinang. Pelabuhan Laut Biak. Mutiara (PU). Mangole (PL). Muara Badak (PL). Barru (PL). Pelabuhan Laut Tual. Kantor Bantu : Palopo. Stagen (PU). KPPBC Tipe B Pomalaa. Tahuna (PL). Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Pelabuhan Laut Fakfak. KPPBC Tipe A3 Makassar. Pelabuhan Laut Pantoloan. Pasang Kayu (PL). Jalaluddin. KPPBC Tipe B Nabire 13. Tanjung Barnabas (PL). Pos Pengawasan : Rendani (PU). Dawai (PL). Tulehu (PL). Kei (PL). Fak-fak (PU). Pelabuhan Laut Ternate. Wolter Mongonsidi (PU). Lhok Tuan (PL). Pos Pengawasan : Dabo (PL). Sabang (PL). KPPBC Tipe B Poso. Kotabunan (PL). meliputi. Tembagapura. Pare-pare. Kantor Bantu : Toli-toli (PL).Kanwil DJBC Maluku. 2. meliputi. Kalimantan Selatan 7. 6. KPPBC Tipe B Sangata. 3. Pos Pengawasan : Pagimana (PL). 7. meliputi: Pelabuhan Laut Bitung.LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). Loli (PL). Paotere (PL). Sam Ratulangi(PU). Molibagu (PL). KPPBC Tipe A4 Bitung. Pattimura (PU). Namlea (PL). Bontang (PL). Pos Pengawasan : Serui (PL). Pelabuhan Laut Pomalaa. Malino. Ternate (PL). 4. Kantor Pos Lalu Bea Makassar. Pos Pengawasan : Banda (PL). Moahino/Bohumbelu (PL). 5. Nunukan (PL). Paguat (PL). Bastiong (PL). D. Pos Pengawasan : Pegatan (PL). KPPBC Tipe A4 Ternate . Tanjung Redep (PU). 2. meliputi: Pelabuhan Merauke. Pulau Gak (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Santan. Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Pelabuhan Laut Jayapura. Raha (PL). Wimro. Pelabuhan Laut Manado. Fak-fak (PL). KPPBC Tipe B Luwuk. 5. meliputi : Pelbauhan Laut Poso. meliputi. 10. KPPBC Tipe A4 Ambon. Pos Pengawasan : Kema (PL). Masohi (PL). Long Nawang. Sulawesi Tenggara 5. 6. Tarakan (PU). Penajam (PL). Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. Agats (PL). 9. Sungai Pancang. meliputi. Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). Soroako (PU).

Tanjung Riau (PL). Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Pos UTPK II. Tanjung Kasem (PL).2. Jakarta Utara. Pos KD 209/210. Terminal Penumpang. Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). Momoi (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL). Nongsa (PL). Bandara II. Tanjung Uncang (PL). Arsa. Bitung Utama A (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Pos Bantu KD 301/302. Pokob Barat. Pos Bea Cukai 305. Pulau Galang (PL). Nusantara I (002) (PL). Dwipa I (PL). 009 X. Pos Lapangan 207 X. Batu Ampar I (PL). Tanjung Uban (PL). yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. Janda Berhias (PL).Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. menghasilkan 9 struktur organsiasi. Utama E (PL). Organisasi KPPBC Tipe B. Macobar (PL). UTPK Koja I (PL). Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Sei Jodoh (PL). Telaga Punggur (PL). Bandara I. Tanjung Sau (PL). Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. UTPK I (impor) (PL).Tanjung Cakang. Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok. Lobam (PL). Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. Bitung Utama B (PL). Lokasi : Tanjung Priok. Organisasi KPPBC Tipe A1. Organisasi KPPBC Tipe A2. Lagoi (PL). Batu Besar Pantai (PL). Batu Ampar II (PL). Organisasi KPPBC Tipe A4. Kabil (PL). Banda . Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Tanjung Rempang. (DKI Jakarta). Tanjung Sipatung. Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). Tanjung Karepa. BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. Nusantara II (005) (PL). Sekupang (PL). Pos Pengawasan : KBN. Sagulung (PL). Dwipa II (PL). UTPK I (eskpor) (PL). Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Pulau Ngenang (PL). Agung Raya. Tanjung Piay (PL). Organisasi KPPBC Tipe A3.

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

.Si. Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan. M.” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 . ISMADI ANANDA.WAWANCARA Drs..

Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. rentang kendali. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas. Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai.Si. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. dan volume/beban kerja. koordinasi. apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. Fungsi. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. Ismadi Ananda. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara.Si M. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Di tingkat daerah. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat. Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah. dalam hal penataan kelembagaan. Drs. Maka. proporsionalitas. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. untuk mengakomodasikan hal tersebut. Berdasarkan uraian di atas. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. M. penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. Tugas. Selain Peraturan Presiden tersebut. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. keberlangsungan tugas. artinya. idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. dan volume/beban kerja. maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. kejelasan kewenangan. Di sisi lain. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. ruang lingkup. Dalam melakukan suatu reorganisasi. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun. Di pusat. Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah.

unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik. baik terhadap unit organisasi ini (KPU. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. baik pusat maupun daerah. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. diantaranya : Pertama. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih. Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat. pengalaman. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok. yaitu biaya. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. antara lain: pendidikan. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan. Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Dengan demikian. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. unit penyelenggara pelayanan publik. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. Oleh karena itu. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. PAN Nomor : PER/20/M. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan.red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. Untuk itu. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. dalam berbagai cara. Unit organisasi ini (KPU. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. Ketiga. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. Kedua. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan. “Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Menurut Hendar Kusnadi (2005). Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri. 5. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. Secara umum. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. Agar memiliki keunggulan. Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi. koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. Adapun alasannya. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi. baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. Untuk itu selain anggota. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. Opportunites. analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. Secara prinsip. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. melainkan juga non profit motive. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. dan harapan-harapannya di masa mendatang. Dalam hal ini. kelemahan. peluang. b. dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). 4. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. antara lain sebagai berikut: 1. hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. 3. antara lain: a. Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . sehingga selain bertujuan untuk profit motive. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. 2. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. Melalui analisis SWOT (Strenghts. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. Menurut Pearce dan Robinson (1997). sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya. Weaknesses. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman.

benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas. konstribusi Usaha Mikro. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost). Dengan unit usaha yang banyak. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. Pada umumnya. walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. dapat dilakukan melalui : 1. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business). juga peran aktif dari para anggotanya. sehingga mampu untuk hasilkan profit. dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. 2. Fokus terhadap usaha inti (core business). baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya. Pada umumnya. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. 3. eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan.1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. Adapun peluang yang ada. Sedangkan maju mundurnya koperasi. Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. akan menjadi beban bagi para anggotanya. 4. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara. Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. 3. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. koperasi yang tergolong masih baru. 5. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi. selain peran manajemen koperasi. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan. Kecil. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. selain untuk pengembangan usaha koperasi. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. antara lain sebagai berikut: 1. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. sandang. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. 2. Apabila banyak anggotanya. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. 3. reksadana. strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. kesehatan. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. berupa investasi saham. 23 .7% (terdiri dari 41. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. dapat lebih diberdayakan. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. 2.1. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. Misalnya. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. 2. tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. sehingga berdasarkan gambar 1.6% Usaha Skala Menengah). Misalnya kebutuhan perumahan. Dari ide atau gagasan tersebut. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. Secara garis besar. Koperasi dalam hal ini melihat. perbankan dan unit keuangan lainnya. Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. Pada tahun 2003 saja. pangan dan lain-lainnya. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya.

Namun di sisi lain. karena harga yang bersaing. namun konsumsi (C) dapat lebih hemat. DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar.000 1. c. 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .000 Berwarna 3. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2.000. Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana. 2007. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a. Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya. Jakarta: Binarupa Aksara. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap. sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya.500. keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC).1997. maka pada kondisi pasar persaingan sempurna. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi. robinson. Berdasarkan fungsi: S = (Yd .2005 Pearce. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota. Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. Ekonomi Koperasi (edisi kedua). 1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit. Manajemen Strategik (terjemahan).000 GAMBAR 2 Secara umum. apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda.000 500. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC). Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII. Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat. Jakarta: LPFEUI. Kadarisman. Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar. Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing.000.000 1. telp (021) 47865608.000.000 300. diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya.000 750. Informasi hubungi : Wirda. Hendar.C . Pada kondisi tersebut. Hoedhiono.000 500. b.Tax).

Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk. PERATURAN Nomor 1.010/2005 64/PMK. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. 3. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea. Mitra Utama 2. Sosial.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol. Amal. 103/PMK. 4. 1. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4. Dan Kebudayaan.INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor.05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 .04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK. 2. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan. 1. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. 6.010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 5. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. WARTA BEA CUKAI 2. Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai. 5. Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK.

tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan.01/UP. Selain itu.01/ UP. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. Acara yang dimulai sekitar pukul 09. “Tetapi pada minggu ketiga. bertempat di gedung Graha Sawala. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan.11/2007. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV. S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. 314/KMK.” tambah Agung. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu.” tandas Sri Mulyani. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah. “Pada prinsipnya. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC.” tambah Sri Mulyani. sedang dan tinggi. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. Agung Kuswandono. Dengan demikian. Departemen Keuangan. bertempat di aula gedung B. Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan.00 WIB tersebut. Ditemui WBC usai pelantikan. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. 330/KMK. Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. pada 27 Juli 2007. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan. selasa. Dalam sambutannya. Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu. mulai 1 April - 26 . kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah. Dengan demikian. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 24 Juli 2007. Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa.11/2007 dan No. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. lanjut Menkeu. dilantik dan diambil sumpahnya. Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Menurutnya. Anwar Suprijadi. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC.

Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. 5. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. 11. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. 8. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. 3. Kepala Subdirektorat Penyidikan. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan.H. 14. 10. Ismartono / 060044469 Drs. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi. 1. 13. 7. M. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya. Agung Kuswandono. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. saat diwawancara WBC. Nama/NIP Drs. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs. M. 9. Bachtiar. Ak. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada.A / 060044379 Drs. 7. 16. 6. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. Kushari Suprianto.. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan. Nasar Salim. 5. 6. 14.P. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat.M / 060034937 Drs.31 Juni 2007.” tandas Rahmat. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. Jusuf Indarto / 060061439 Drs. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara.M. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. Iswan Ramdana.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam. 17. Papua. 4. Diantaranya. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. Saat ditemui WBC usai pelantikan. M. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU. Surabaya Pj. 2. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. Untuk internal. 1. Muhammad Chariri / 060044383 Drs. Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj. 12. S. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko. 18. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso.M / 060062022 Ir. M. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. 2. 15. 8. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif. Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 . 15. Serang Pj. NTB.Si / 060034182 Drs. M. 10.M.A / 060034127 Drs. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj. 3. dan NTT. dan Irian Jaya Barat. 4. Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. M. Dalam menyiapkan KPU nanti. R. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. Nasir Adenan. Sedangkan untuk eksternal. 13. Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I.Si / 060044391 Drs.A / 060079971 Drs. 12. 11. / 060079942 dr. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. S. Sementara itu. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I. Kantor Wilayah DJBC Banten Pj. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik..P. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj. 16. 9. Faried Syibli Barchia.H.

dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp.2007 dapat tercapai.700. Disisi lain dengan 000. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen.000. 13. 034. optimis target itu kita targetkan average-nya Rp.452. DJBC dituntut sebesar Rp. Menurut Direktur bayar. 417. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp.000.000. bea masuk. pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007.000. Hanafi Usman. cukup signifikan.583. penerimaan justru menurun. 834. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan. serta bankan kepada cukai.700 sammeningkat sebesar Rp.000. 14. pada dua Rp.86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut. FRANS RUPANG.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an.600.000.417.75 triliun atau mencapai 53. maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006.” ujar Hanafi. persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal. Dengan malah cenderung turun. Disamping itu. sampai dengan semester yang lebih banyak. bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp.000.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp. menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika.000. cukai telah mencapai Rp. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU.600. 512. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS . Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan.000. sehingga hat Tabel-II). karena mereka yang 15. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp. Secara meningkat sebesar Rp. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006. adalah sebesar Rp. sementara cukai mengalami importasinya. tahun 2007. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN.034. pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007.71 persen dibandingkan dengan peneri.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36.000.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali. DJBC kembali meyang lebih kondusif. Hal ini Menurut Hanafi. 522. namun pada minggu ketiga dan 7. menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi. 56. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok.600. program Kantor Pelayanan Utama (KPU).4.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007. 2. total penerimaan bea masuk dan importasinya.700. 42. menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai.000. yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC).300. 42.20. Dengan penetapan beban tersebut.000. (Lihat Tabel-I). sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp. tapi dua minggu pertama 20. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007.300. sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit.000.28.000.09 triliun atau mencapai 49. disebabkan oleh beberapa faktor. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC. 38. lebih tinggi dari tahun 2006. Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk.” jelas Hanafi.82 di KPU juga menjadi kendala internal. Optimis.000.92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar. 2. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp. 14. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P. 3.000.300.000. 100.

(Lihat Tabel-III). untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007.75 persen dari target. 1.”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. Menurut Direktur Cukai. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp.75 persen dari target. dimasa transisi dari average-nya Rp. dan pemberian fasilitas lainnya. Pada faktor devisa bayar. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp. Diantaranya.32 triliun atau 50. dan faktor kurs. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel.4 milyar. EPA Indonesia-Jepang. dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti.58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21. dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi. 760.57.804. Sedangkan untuk faktor kurs.60 persen.” jelas Frans Rupang. Dengan pencapaian ini.15. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi.57 persen. antara lain. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata. seperti AFTA. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. pelayanan jalur prioritas. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya. “Untuk tahun 2007. juga mengalami peningkatan.52 persen dari target yang dibebankan. nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp.650. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21. peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management. kapal patroli.80 triliun. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp. 56. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp. faktor tarif.07 triliun atau 104. devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33. Selain peningkatan penerimaan dari KPU.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II. dan FTA Indonesia-India. 34 triliun atau 101. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI).” kata Hanafi.721. personalisasi pita cukai. perjanjian Free Trade Area. untuk periode semester II. Untuk bidang pabean. FTA Indonesia-Korea Selatan. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49.696. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai.03.82 persen. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 . 946 milyar. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi. Dan. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. kekurangan 0. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April.88 milyar. pelayanan jalur hijau.035.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp.33 triliun atau 50. Langkah lainnya yaitu. 7.27 triliun atau 100. harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier). targeting dan profiling. faktor devisa bayar. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). X-Ray machine. sehingga angka tersebut tidak masuk.9. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti.9.225. Hanafi Usman menjelaskan. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007. 42. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk. peningkatan audit bidang cukai.87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp.45 triliun.498. Frans Rupang. Demikian juga untuk Batam. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan. diantaranya operasi intelijen. Untuk faktor tarif. dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir. sosialisasi peraturan di bidang cukai. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional.200 milyar. dan pemberian reward and punishment. Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan. FTA ASEAN-China. program peningkatan integritas. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp.hanya Rp. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai.

INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut. adi . turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi. Baik Hanafi maupun Frans Rupang.” ungkap Hanafi. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007.

Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Ayahanda dari David Purwosusilo. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 . Supiandi. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa.00 WIB. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia. Dra.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs.M.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo. pada hari Jumat.R. Telah meninggal dunia. pukul 04. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A. 10 Agustus 2007.00 WIB di Solo. Suegino Wigno Sumarto (60). SM. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu. pukul 14. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M. 10 Agustus 2007. Amin. Kasih Ibu Solo. Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat. pada hari Rabu.00 dinihari di RS.00 WIB. 01 Agustus 2007 pukul 01. ANSJARI A. 01 Agustus 2007 pukul 14.DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T.

Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.595 juta (88.000 juta. Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp.898. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp.151. ”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3. telah mencapai sebesar 53 persen.301. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1. Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut. KPBC A3 Banjarmasin. Ismartono dalam sambutannya. Kepala Bagian Cukai. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema. ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah. Tepat pukul 08. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil.282. Menurut Tipe A3 Samarinda. Kabid Kepabeanan dan Cukai.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.980. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”.546 terlihat tidak seperti biasanya.250. Kabid Audit. Kabid P2. KPBC Tipe A4 Kakanwil. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut. Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 . bertempat di gedung Aula Kanwil. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL). KPBC Tipe A4 Sangatta. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007. Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. KPBC Tipe A4 Tarakan. Umum.95%) dari target si & Korlak yang mewakili. Kabid IKC.00 WITA. Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya.893 juta.30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum.

Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll. voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan. d. RAKERWIL. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog. tersebut antara lain : 1. ISMARTONO. cumi dang kepabeanan dan cukai. tarif dan nilai pabean. ukuran. ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 .502 juta (72. Plywood dan integritas pegawai. 8. tipe dll). Meningkatkan sarana dan prasarana dae. kepiting. PT Darma Kalimantan Jaya.848. catatan bab. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor. umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan . udang. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7. Hasil industri perkebunan seperti gara. Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation. PT Arutmin di Kotabaru. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono. PT Ata Surya. PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama. 21. yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. Sementara itu untuk pelayanan di 6. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar. KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam.020 juta (61. namun pada umumnya antara lain : a.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai. Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru. spesifikasi teknis Banjarmasin. (merk. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR. f. spesifikasi teknis. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan.Tawau yang berlaku. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan. dibidang kepabeanan dan cukai. sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan. (kayu lapis).762 juta (133. Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal. Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. minyak kelapa sawit. 99. bahan baku.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. Melakukan koordinasi dengan instansi b. c. Minyak Bumi maupun Batubara. Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka.28%). karet dll 9. Untuk itu.504. Kayu Olahan (Moulding dll).807. termasuk dll). Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. 3. tapan klasifikasi. Hasil laut (Ikan. 5. catatan bagian. Barang Pelintas Batas. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. pengetahuan a.82%).44%). menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. pengawasan di wilayah perbatasan ned. 1. terkait dalam rangka pengawasan di bic. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan).027 juta (49. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp.931. Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini. Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. kandungan bahan.

Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya.195. c. dengan total tagihan sebesar Rp. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. terutama dikawasan perbatasan.628. c. Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya. Bea Keluar dan PDRI lainnya). e. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai.528. d. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. antara lain : a. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini.1. Pengawasan pemeriksaan fisik barang. Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin. b. d. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat. dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur. Lebih lanjut. kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b. Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu. Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi).DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. Untuk itu. Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit.

Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional. B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait. melakukan kunjungan kerja selama dua hari. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono.00 WIB. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. e. c.30 WIB.b. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. pukul 9. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. tegasnya. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam).30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007. rombongan berangkat pukul 17. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara. f. Jumat 20 Juli 2007. d. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri. Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok. sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia. Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pukul 5. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. muqsith hamidi.

apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu. P2 DJBC. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. salah satu divisi di Pura Grup. Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut. penerapan holoDisamping itu juga. ris tembakau di Kudus. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Eagle Medicated Oil. Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. Setelah memaparkan don Inggris. telah meKantor KPBC. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram. menurut Amin. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. Hery Agung menjelaskan. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu. khutuk tulisan dengan warna spesifik. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri. Penerapan hologram pada Pada sesi ini. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. yaitu an.” ujar Hery. menurut Hery. demikian imbuh Hery. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram.sejak tahun 1996. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. Pura Grup. Karena itu. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. Keunggulan Shofwan. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus.

“Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal. Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama. Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio. sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM). Namun seiring dengan perjalanan waktu. Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat. disamping pembinaan terhadap masyarakat. Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara.red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu.”ungkap Udin. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal. Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 . Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama.

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

.”Semua pihak terlibat. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan. kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit. Sementara itu. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. Noviyanti. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. 4. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. Untuk memperindah kantor.” ujar Yanti. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. panggilan akrab Noviyanti. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. hanya sekitar 2 bulan. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah. oleh sebab itu. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan.”ujarnya. juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. Tugas saya di Merak tidaklah lama. Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang.” ujar Lily. Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. 8.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. patuhilah sistem dan prosedur yang ada. 2. 6. mereka punya semangat yang luar biasa. 7. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati. Pembenahan untuk ruang pelayanan. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami. kemauan dan prangka. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan. 3. 5. Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. Ini adalah prestasi kami bersama. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. Menurut Agus. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. pencahayaan dan lain sebagainya. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. 9. disampaikan. Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja.

280. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan. pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai.97. dimana 2 kasus sudah P21. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen. Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. dengan berhasil menegah 14 kasus. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini. kini mencapai jam 9 malam. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak. jumlah jam kerjanya bertambah. sehingga kegiatan perekonomian berjalan. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai.000 atau terjadi peningkatan 109 persen. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan.198. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik. Keberhasilan yang cukup signifikan ini. biasanya sampai jam 5 sore. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta. Nasir Adenan.762. Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa.” ujar Nasir Adenan. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini. Untuk menyiasatinya lanjut Agus. dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta.45.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp.536.039 atau 193 persen. Septia Atma.”ujarnya Agus juga memaparkan. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. yang secara garis besar. Pada dokumen yang diajukan oleh PT. NASIR ADENAN. cepat dan pasti. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan. pihaknya jugatelah menghimpun Rp. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak. Banten dan KPU sendiri.DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin.”papar Agus. Masih menurut Agus. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. penerimaannya mencapai Rp89. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya. Sedangkan cukai. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan. seperti Bandung. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan.TEI. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar . . untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta.175.750. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa.304. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda.554. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007.978. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta.9. Sedangkan dari penerimaan cukai. yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar.500. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai.440.543. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang.

IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut. Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara. expecting the best”. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. Dalam melakukan pengawasan. Melihat gelagat tidak benar cukai. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu. dan atas kepalsuannya ini. pembatasan. kini terburuk. PITA CUKAI PALSU.3 atas nama PT. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung.WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA). nya sekitar 20 persen saja. Dalam kasus ini.” kata Septia Atma. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. maka PT.” kata Nasir Adenan. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum. Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2. yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. saya ingin menyampaiJakarta.” tandas Nasir Adenan. karena MMEA yang kami tegah MMEA. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . dan kesantara (KBN) Cakung. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. Sementara itu. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. nya. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. MoKepabeanan. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA. Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai. Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. dengan pihak PERURI. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan. adi pengawasan pabean. Artinya. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya. walaupun misi DJBC adalah tersebut. Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. masih dalam proses penyidikan. pada kesempatan ini pula. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu. KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. dalam merencanakan suatu operasi. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri.

Berasal dari Pacitan. penampilan harus prima. Saat ini. khususnya bandara. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. Saat diwawancara WBC. umum dan urusan pegawai. pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. Kemudian. Pekanbaru. Kemudian. fresh dan penuh senyum. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur. setelah keluar Skep No. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. Walaupun begitu. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. Kemudian. Namun. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. Setelah berjalan empat tahun. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau. istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga.” terangnya. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. Setelah diterima. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. Selain itu. tenang. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red).” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. tepatnya awal tahun 2005. Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip.

000 Harga luar Jabotabek 43. 40. Di akhir wawancara. para pejabat di pemeritahan. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. Rp. Baginya. Tak hanya itu.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. pria kelahiran Sumatera Selatan. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari .cbn. di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang. 4890308 ex. (021) 4892353 / E-mail: wbc.000 10% 150 50. kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga.” ujar Sukatno. tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja. DPI.000 Rp. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi. (021) 47860504. dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain. jujur. adi info buku BILA ANDA BERMINAT. Pria yang juga hoby sepeda ini.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan. “Seperti yang saya sebutkan tadi. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta. Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara. Rp.000 Rp. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 162. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor.000 162 62.000 Rp.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . 78. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi. Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. Verifikator dan Training KPU ini.500 5% 78.Desember) Rp. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari. 84.000 Rp. 154 Fax. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002. maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. ats Pinang. A. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet.500 84.net. 120. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25. Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air. “Sebagai anak buah. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan. 43. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005. saya harus siap memberikan surat tersebut. 150.

T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. Eskportir : + 120 perusahaan. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara. Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. PAPUA. ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan. 3.PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. Importir : + 75 perusahaan. terhadap komoditi apa atas . * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006). BOP Gol II : + 5 perusahaan. masih aktifkah perusahaan tersebut. Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. 5. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. 2. 4. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku. Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC.

serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. Standar yang disepakati 5. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC. yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. Weakness). bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang. Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor).usaha tersebut. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. terkesan kinerja bidang audit rendah. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. Arah. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi. Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1. apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. tujuan organisasi 2. tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. Posisi organisasi 3. atau tantangan. Threath). Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT. dan kondisi eksternal OT (Opportunity. besarkah nilai impor perusahaan tersebut. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan. Kinerja masa lalu 4. Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama).

Pindad (Persero).H. 5. SE Ak. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. Concept of Strategic Management. Pindad. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. Fred. akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru. senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada. John A. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. pada 9 – 20 Juli 2007. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. Bandung. Dari uraian diatas.10. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data. enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. Rencananya. keringanan/pembebasan yang dimiliki. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. khususnya bidang P2. 6. Jawa Barat. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. Bagian Depdiklat PT. 1998 Pearce. lokasi. Bagian Divisi Senjata PT. Strategic Management. Pindad (Persero). Daftar Pustaka Barry.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997. 1985 BONGKAR PASANG PISTOL. Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol. Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. 3. Sehingga. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian. dengan mengambil lokasi di PT. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. 7. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. P2 KP. Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada.1986 David R. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. Hadir pada kesempatan itu. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. Bandung. jenis perusahaan. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. waktu yang lama. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. Sehubungan dengan hal tersebut. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. Sutejo. h. dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. DJBC Suwito. Dalam hal pemakaian. komoditi. Pindad (Persero) dan G. 4. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. jarak yang berjauhan. baik nilai. Papua. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat. Suprapto. Saat ini. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT. 2. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. gelombang I dimulai tanggal 9 . Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas.

DJBC FOTO BERSAMA. senjata api berasal dari dari PT. senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7. Pada hari terakhir pelatihan. Dalam kegiatan ini.000 butir. praktek menembak dan evaluasi. Kemudian. praktek pistol P-3A. Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber. praktek SBC-1 Kal. Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. penggunaan sarana senjata api DJBC.000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy.222. P2 KP.64mm) sebanyak 1.65 mm) sejumlah 1. pelatihan ditutup oleh Triyono. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 . Kedua. dengan jarak tembak 20 m. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT. teori data teknis senjata. Pertama. Bandung. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m. Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat.222. cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7. cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata.DOK. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata. seperti mengetahui cara perawatan senjata. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata. Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan. DJBC PRAKTEK MENEMBAK. Bagian Diklat PT. Pindad (Persero). P2 KP. ruangan penembakan (firing). MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK.500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. Setelah itu. Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT. dilakukan dengan posisi berdiri. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja.65 mm.222. Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan. Dengan jarak sasaran 50 m. penggunaan senjata api (menembak). Diharapkan. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A. Pindad (Persero). Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging). masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal.222. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT.000 butir. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya. usai pelatihan tersebut. peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap.

Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. Senior Assistant Director of Customs. yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 13 Agustus 2007. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. Sabah. mengatakan. seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. di Jakarta. Usai pemaparan. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. Sebelumnya. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. Saat di wawancara WBC. Sabah. Kastam Diraja Malaysia. tepatnya Kantor Pusat DJBC. setelah dilakukan penilaian. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. Malaysia juga memiliki jalur merah. rombongan Kastam Diraja Malaysia. pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. Ia melanjutkan. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia. 50 . Selain itu. diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia. penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. Sabah. Durahim Bin Tutin. KP DJBC. Sabah. Hanya saja yang membedakan adalah. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . Malaysia. Pada kesempatan itu.28 Agustus 2007. R abu. Menurut Durahim. Usai mengunjungi Bandung. dengan DJBC Indonesia. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan. Sabah. Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia. Maksudnya. Pagi itu. rombongan bergerak menuju Jakarta. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia. Durahim menjelaskan.

sebahasa. Ia menambahkan. Assistant Director of Customs. Departemen Perhubungan serta Port Operator. lanjut Anwar. Kita hidup serumpun. Anwar Suprijadi.” kata Anwar. implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 . Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Kemudian. mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. Puskari (Pusat Karantina Ikan). rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. khususnya di Tarakan dan Tawau. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. khususnya antara Customs Malaysia. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada. Koja. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai. diwakili oleh Durahim Bin Tutin. dan MTI. Badan POM. BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. Sabah. dengan Customs Indonesia. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. Dari rapat pembahasan tersebut. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). Badan POM. Departemen Komunikasi dan Informasi. Kemudian. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. Selain itu. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak. dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. “Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan. “Sedangkan dari aspek sistem. walaupun jauh tapi dekat di hati. Tak hanya itu. Pihak Kastam Diraja Malaysia. Usai pemaparan. P BERTUKAR CENDERAMATA. Ia melanjutkan.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran. ada 14 Agustus 2007. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. dari diskusi tadi. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok. Sabah. Dari segi kemudahan. juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. Gedung B.” tambah Anwar. “Kemudian. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007. Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi.” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas. Maksudnya. bertempat di ruang Loka Muda. diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. Puskari.” tandas Anwar. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor.

KEPABEANAN 2007. Dit. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. Gedung B.Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses. IKC. Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: . . mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem. akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008. sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada.Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. Ia melanjutkan.Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain. hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. KP DJBC. untuk kemudian Menteri Keuangan. HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur. mengatakan. . Susiwijono. mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN. Sementara itu. .Sesuai jadwal rencana kegiatan. Kemudian. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan. dalam pemaparannya pada peserta rapat. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .Sesuai jadwal rencana kegiatan. akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain.” tandas Susiwijono. . pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda.

Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW. pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. dipimpin oleh Customs. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. pada Desember 2006. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya. Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange). Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri.STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. menggunakan SAD. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B. untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. l Translation Indonesia – English v. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC.

harapan masyarakat usaha. maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. dan MITA Prioritas. yaitu jalur Merah. barang impor dapat segera dikeluarkan. Mitra Utama (MITA). melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. Dijelaskan oleh de facilitator. jumlah. Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. Tanpa intervensi. Mitra Utama (MITA). yang dilakukan. Selain itu. dapat meningkatlebih baik. Kuning. dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. Merah. yang melaksanakan atau melayani di KPU. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai. kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. saat ini telah melakuThomas Sugijata. melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). Utama Kantor Pusat DJBC. “Harapan DJBC. jenis. tinggi. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan.KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. Intervensi dokumen. Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit. Intervensi dokumen. dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. yanan yang ideal. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU. jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . serta memiliki pola bisnis yang jelas. KPU juga Sementara itu. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. Intervensi fisik barang. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko.” ujar Thomas Sugijata. Hijau. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. Kuning. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. dan MITA Prioritas. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. Hijau. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki.

Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. barang re-impor. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . dan hijau kecuali terhadap. Dengan diberikan hak tersebut. (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian. Selain hal tersebut. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK. (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. Akan pertanyaan tersebut. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. (5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi. (f) Foto copy API/APIT. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. barang impor sementara. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. jumlah SOSIALISASI MITA. spesifikasi.

Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup. “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai. “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM). lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC. No. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut. Darjono berpendapat. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi.red).beacukai.” terang Agung. ini yang menurut saya kurang adil.”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2. Selain registrasi. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan. Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak.”terangnya. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut.”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi. 250 juta pada KPPBC tipe A1. Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 . jaminannya sama. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK.17/2006.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan.go.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK. Rp.” tegasnya kembali.”kata Teguh. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor.id). Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. P Peraturan dibuat dan Tipe A3. Teguh Indrayana. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu. Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya. Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC.adanya jaminan. Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter. Rp.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu. baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA. maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.”terang Teguh. jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya.”ujarnya kembali.

Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK. dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. Sejauh ini lanjutnya. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK.DOK. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. dap para mantan pegawai Bea Cukai. 2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan. seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK.P-22/BC/2007. Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana. Menurutkepabeanan. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono. Selain itu. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat. kai Nomor. competence. tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility. Berarti kan importinya ada. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean. WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan. maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor. itu tidak jelas.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli. mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan.termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. WEBSITE BEA CUKAI. kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . dan auditable.”tegas Teguh.”terangnya. SOSIALISASI. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail.

Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan. untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s.. Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE. M. Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE.. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta..d. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance.4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE. “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas.Hut. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan.4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2. Juga pada waktu ekspor.04/2003 tanggal 31 Desember 2003. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2. dirakit. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian. MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini. Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan. Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK. “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor. 47. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut. fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan. S. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE .KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono.

perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur.d. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture. Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara. produk dari plastik.tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. Sebagai contoh di Jawa Timur. TPT. 1. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004). Mei 2006. produk dari logam.022 register (2005) dan 421 register (2006). Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004). PT Phillip Indonesia. Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s. dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya. Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia. produk kertas. laporan ekspor disebut laporan BCL. Dalam ketentuan KITE.KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah. PT Miwon Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan. sepatu.

(Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. Oleh : Togap M. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi. setiap tahunnya PT. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP. Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. Secara regional. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. Secara ekonomi makro. Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. tidak boleh. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. Dilihat dari sisi perusahaan.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana.

sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. are excluded from the scope of this convention”. Dimana untuk menyimpan limbah ini. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. 1973. jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean. Impornya telah dilarang melalui Kep. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. dll. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. tidak boleh.penggunaannya. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. adanya alat discharging. 520/MPP/Kep/2003. 2. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. Memperindag No. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik. 4. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. sampah-sampah dapur. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. “Wastes which derive from the normal operation of a ship. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. atau boleh dengan syarat. the discharge of which is covered by another international instrument. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. Inti pengawasannya adalah boleh. Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery. Dalam Kep. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal. Untuk memutuskan boleh. Direct re-use. ” KESIMPULAN : 1. antara lain adanya fasilitas penampung. Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . II dan III. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. tali-temali. Memperindag No. Recycling. Dalam kaitannya dengan hal ini. Jadi boleh. kain-kain lap mesin (rag). Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. Switzerland. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas. 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. 3. Sludge dari rembesan oli atau solar. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. tidak boleh.

B. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi. Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. menciptakan aparatur yang bersih. R. Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan. apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990. terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional. Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas. tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE). Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No. Pertanyaan yang timbul.OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). Upaya membangun kepercayaan masyarakat. Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . Permana Agung. 17). karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. Senin 9 Juli 2007). mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. profesional dan bertanggung jawab (Kompas. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih.

1. Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 . Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. Dan birokrasi adalah. Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II). reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. pemeriksaan atau investigasi. kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. Kantor Inspektorat (eselon II). penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. B. Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. penegahan. Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang. Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal.Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. Kantor Inspeksi Tg. Kantor Inspeksi (eselon III). wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur. Dari sistem ini (sesuai UU No 17). Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon. Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala. para pejabat yang mengurus biro pemerintah. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. pejabatnya. sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU. ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. 4. Beritanya masih akan ada KPU. Senin 9 Juli 2007). Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V). Pada era ’90-an karena beban kerja. Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah). 2. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. Kantor Bantu dan Pos. yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi. sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. perbaikan sistem tata laksana (business process). 3. Kantor Wilayah (ada Koordinator . mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut.eselon II). satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. sistem pemerintahan oleh sekelompok. Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. Beban kerja KPU Tg. Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II). pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan).eselon II). Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas. apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang.

harga dan lain-lain. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. kemudian menerbitkan SPPB. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. yaitu PFPD. DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. PFPB. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. barulah diberikan persetujuan impor. begitu juga Soekarno-Hatta. Prosedur ini tidak sederhana. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. administrasi kantor dan lain-lain. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. auditor. PFPD. Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. audit. pencegahan. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur.OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. auditor. kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. verifikator. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). penyidik. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. ternyata diselundupkan. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan. Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. penyidikan. patroli. Ini juga harus direformasi. . Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. x-ray.

Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas. Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang. sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. tidak sulit untuk mereformasinya. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Rabu 11 Juli 2007 halaman 21). Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. reorganisasi. yaitu instrumen. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama. Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. struktur dan kultur. Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. sisdur dan terutama SDM. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa.PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah. reposisi dan revitalisasi. dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan.

waktu pelayanan yang lama.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. fungsi. Ketiga career. Kedua. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. risiko kerja dan beban kerja. Ketiga. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. birokratis serta membiarkan ilegal trading. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. tugas pokok. bersikap skeptis. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat. Kedua. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. training. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. pola promosi. kompetensi dan insiatif. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. Ketiga. reorganisasi. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. Pertama performance appraisal. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. mengalami proses akselerasi. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. pertama. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif. an. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. Kedua compensation. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. alur mutasi. compensation. Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. yang menyangkut aspek prestasi kerja.01/2006. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah. prestasi dan kompetensi mereka. dan hanya berpangku tangan. Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. tidak ada missing. 466/KMK. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. UU No. dan amandemen UU No. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. career. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. Kempat training. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban.

KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator. Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita. Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 . dan Cukai. dikan KPU. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. Untuk tahap pertama ini. jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. dunia. kita harus legawa. Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. SDM yang berintegritas. sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih.satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. Pelaksana Pemerikasa. Di sisi lain. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai. maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. mimpi kita. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. by process. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. kebutuhan. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri.

disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . sesuai amanat SE-551/MK. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK. Dan sesuai permintaan. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. fax ataupun e-mail. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. Demikian disampaikan. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.1/2006 tanggal 7 November 2007. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I. peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut. instansi. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar.1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. 2. pembahas. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr.1/2006. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara. Direktur PPKC. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. Pertanyaannya : a. apabila : 1. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan. kami dapat merahasiakan identitas anda. yayasan. atau lembaga lainnya. koperasi. baik yang mengatasnamakan individu. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK.KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya. workshop maupun lokakarya. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan. b. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan.

Gigi bentuknya normal. (misalnya oleh Rubella (cacar jerman). Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak.Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh . berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis. Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge). c. sering memiliki celah kecil. Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah. bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet. Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 . Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. Berwarna coklat. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. Gigi berwarna abu-abu.Chemoterapy . d. karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. Drg. berbintik putih terang. berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan.Kelainan genetika . A. kuning. Heni Haryanti.Hipokal semia (kekurangan kalsium) . Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. menyeluruh di semua gigi. tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. ibunya terkena penyakit sipilis. bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih.Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh . lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras.Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi.Infeksi intra uterus. Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah. Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal. kecoklatan. a. Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi. mengkilat tetapi bentuknya tidak normal. Hal ini disebabkan oleh : .RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap.Lahir prematur (lahir dini) .Kekurangan vitamin D . e. IG. . Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). India. Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan. b. Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya. Ada yang berwarna abu-abu. Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. Hal ini disebabkan oleh cacat email. maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). Afrika. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching). kekuningan. sipilis. Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai.Down sindrom . coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi.

Shinta. Artinya manusia dewasa yang merdeka. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter.RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. maka rakyat pun merdeka. Keberanian tidak datang segera. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. merdeka bertindak. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. dan satu menu bersama. Menu kesukaannyapun berbeda-beda. merdeka berpikir. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera. maka demikianlah para individunya. sejak kecil gemar menggambar. Jika rakyat merdeka. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. Hidup adalah pilihan. 28 tahun. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . Suatu kemerdekaan individu matang. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. belajar berjalan. berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. disapih. Ia menekuni keriangannya menggambar. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. Keluarga ini unik. alau negaranya saja sudah merdeka. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. Makan siang ditempat berkegiatan. sejak fase menyusui. Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit. berani menentukan pilihan. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya. lara. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. keberanian dibangun sejak kita ada. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. Misalnya sop wortel untuk semua.

EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 . saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing.lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. maka direncanakan tempat pertemuannya. Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. Nenek. misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”. membelanjakan. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. senantiasa ada acara bersama. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. untuk diskusi. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. kumpul bareng. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. Mereka tinggal di Jakarta. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. termasuk anak. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu. Bila juru masak libur. kusi ditegakkan. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. saling mendukung 4. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. Hobi masing-masing dijalani. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. tetap dengan menu pilihan masing-masing. Tak ada beban perasaan tak nyaman. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. saran dan pertimbangan. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. Melalui kritik. saling percaya 2.bangun diri. yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem. dan 1 cicit. bukan hanya bapak dan ibu. Semua anggota membentuk lingkaran. yang satu senang badminton. di suatu tempat atau di kebun nenek. yang satu senang main tenis. pernikahan anggota keluarga besar. yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. Pada masa liburan atau kesempatan penting.

Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. Ditambah lagi. tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. tidak suka yang baik. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. sukacita. tidak mau berdamai. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . Dalam perspektif Rohani Kristiani. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. damai sejahtera. Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. kelemahlembutan. kolusi.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih. kepentingan diri sendiri. suka menjelekkan orang. Alhasil. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. kesetiaan. tidak dapat mengekang diri. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. korupsi. garang. Sebagai contoh. tidak berpikir panjang. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. kebaikan. suka mengkhianat. tidak mempedulikan agama. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. Selanjutnya. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. kecemaran. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. hawa nafsu. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. yaitu: percabulan. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. penyembahan berhala. lebih lanjut. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. iri hati. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. sakit penyakit. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. Tetapi sebaliknya. dan kasih yang murni dari Allah. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. roh pemecah. seiring dengan waktu berjalan. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. Namun. Sudah barang tentu. kemurahan. Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. tidak tahu mengasihi. kedengkian. kemabukan. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. perselisihan. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. Lebih jauh. sikap yang mengelontor iman. harap. mereka akan menjadi pemfitnah. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. amarah. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. sihir. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. berlagak tahu. percideraan. kesabaran. perseteruan. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara.

Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 . Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. ia berbuah banyak. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah. Tuhan Yesus memberkati. Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya. Amin. Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus. Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. Lebih jauh. Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku. Petrus Titus R. mintalah apa saja yang kamu kehendaki. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. dan kamu akan menerimanya. Disinilah awal dalam perjanjian baru. Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan.dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus.

Lebih lanjut Siswa mengutarakan.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. Sementara itu. NTB dan NTT. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak.” jelas Siswa. Semarang. Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah. Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. Kupang. Dengan dua agenda CCC tersebut. adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. Setelah istirahat di pos pertama. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi. Sekalipun dalam kondisi lelah. Tarakan. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007. para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani. Surabaya. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. Bandung. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan. pada 11 Agustus 2007. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road. ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. 74 . sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali. Walaupun medan yang dilalui cukup berat.Denpasar. menjelajahi Gunung Batur Kintamani.

Sugeng Apriyanto. Anwar Suprijadi. dan Irjen Polri. Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. Dari enam tim yang bertanding. Tampak pada gambar. Untuk hibah kali ini. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok. Kanwil DJBC Banten. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. Drs. Heru Santoso.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. Inspektorat Jenderal Depkeu. Azis Syamsu Arifin. WBC/ADI JAKARTA. Upacara yang dimulai pada pukul 08. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. Upacara dihadiri pejabat eselon I. JAKARTA. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. KP-DJBC. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi. foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . II. DJBC pada 3 Agustus 2007.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut. Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. KPPBC Soekarno-Hatta. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA. pembacaan naskah Pancasila. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I.30 WIB. Kasubdit Penindakan. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. Ansyaad.

1 bidan. disaksikan oleh Ny. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny. sepak bola dan pertandingan voli. JAKARTA. 5 perawat dan 5 karyawan. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR. yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba. Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . SE. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. bulu tangkis. WBC/ATS JAKARTA.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. Anwar Suprijadi dan Ny. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait. Anwar Suprijadi. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62. Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan. Ibrahim A. KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama.

Bambang Wicaksono. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder. Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007. Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan). Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 . dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Tampak dalam gambar. Surabaya BALIKPAPAN. Bambang Wicaksono. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004.FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA. Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean. Wisnu Wibowo. Bambang Wicaksono. Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. Ismojo (KaKPBC Pasuruan). tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.

KPPBC Kuala Langsa. KPPBC Lhokseumawe. KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh.P.A. Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. . . Kiriman Amir Hasan A.IP. SH. Ambang Priyonggo..M. Tampak dalam gambar. .Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s . serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang.IP.. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kiriman Amir Hasan A. Ali Purnama.M. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri). KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN. Tampak pada gambar. (yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda). S.P. Ulee Lheue. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD. Kiriman Amir Hasan A. foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan. Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru. Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs. S.A. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD.

. Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21. Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu. Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama. Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. Pada 19 Agustus 2007. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). dan duduk tim DPRD. Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. menggambar peta. . sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim. menata ruangan dan lain-lainnya. Kiriman Amir Hasan A. Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007. Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1. Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD. II. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA.FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf. . Tarakan. Drs. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas. III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi. Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. Kiriman Amir Hasan A. Selain peresmian. berdiri tim DJBC dan KDRM.

Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. Petugas juga ramah-ramah. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah. Mengenai petugas di lapangan. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh. tapi yang penting ramah kepada penumpang. Ia pun bingung. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari.” terangnya. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . selain tidak perlu. harganya juga mahal. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri.”terangnya kembali. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show.”Kalau kita diperiksa. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya. Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja.”ujarnya. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. gak ada kesan galak. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia. zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari. melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show. Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah.”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah.”Saya maklum aja kalau ada yang marah.”ujarnya lagi.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal. Mengenai barang apa saja yang dibawa.

5. sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. c. b. c. Menimbang : a. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 . Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Mengingat : 1. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat. dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. b. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006.04/2003.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. dan kompetensi ahli kepabeanan. identitas pengurus dan penanggung jawab. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). 4.04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. 2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661).

wajib memenuhi persyaratan: a. kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. atau eksportir. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi. (3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. importir. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. kejelasan dan kebenaran alamat (existence). dan d. 4. kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang. c.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang. 2. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir. atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. 8. b. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. 6. 5. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri. 7. importir. mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . 3.

(2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. atau b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. jaminan dari perusahaan asuransi. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. jaminan bank. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . uang tunai. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi. importir. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik. dan/atau c. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. b. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean.

dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah. c. d. (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. atau eksportir tidak ditemukan. cukai. e. Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. dapat dicabut dalam hal: a. e. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. b. c. berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya. dan perpajakan. (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. 4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. d. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor. atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir.

Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. dan/atau f. Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. Agar setiap orang mengetahuinya. atau eksportir tidak ditemukan. d. b. c.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. dinyatakan pailit. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. mengajukan permohonan pencabutan. e. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

6.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. 3. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pasal 11A ayat (7). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128). Pasal 10A ayat (9). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493). Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. Pasal 32 ayat (4). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481).04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. 2. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. 5. 7.

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. naik turun penumpang. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. Pengelola Pelabuhan Laut. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. Bandar Udara. 6. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. 3. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. 9. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. 2. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . berlabuh. Bandar Udara. 7. 10. Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos. BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. 8. 5. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. 4.

Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. kecuali untuk Tempat Lain. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan dilampiri dengan : a. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. b. c. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Gambar denah lokasi. 8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . g. dan h. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. e. f. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. badan usaha. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. Ukuran luas kawasan. Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. dimasukkan. d.

Tangki penimbunan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. Gudang Penimbunan. Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan. c. dan/atau d. b. bangunan. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. Lapangan Penimbunan. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. bangunan. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. b. c. pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. dan/atau d. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya.

ekspor. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. k. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. e. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Izin dari Pemerintah Daerah setempat. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan.K E P U T U S A N a. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. j. i. b. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai. h. tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak. f. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. c. & K E T E T A P A N g. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya. d.

dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . tujuan ekspor. barang ekspor. atau c. Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean. (3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. (4) Barang impor. wajib diberi identitas secara jelas. (2) Tempat. merusak. ekspor. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan. wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. tujuan reekspor. b. (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai. (2) Barang-barang berbahaya. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus. dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. bangunan. (2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain.

Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). b. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. jenis. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. tata letak lapangan atau bangunan. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. jaminan bank. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. pemeriksaan. Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . jaminan dari perusahaan asuransi. jenis. dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang. dan/atau c. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas. uang tunai. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. Agar setiap orang mengetahuinya. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007. Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a. dan c.05/1997 tentang Kawasan Pabean. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.