TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

Demikian disampaikan. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA . Apabila rencana remunerasi telah terlaksana. sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan. Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda. Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP.Denny Malik .Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM . Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah.Rencana Uji Sistem National Single Window .Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN .Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) . dapat disimak pada rubrik wawancara. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai. Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA .Reformasi Bea Cukai . 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku. mengingat : 1. 2. bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak. fax atau e-mail. perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama . Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC. diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai.13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007.Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat.Dewi Diana . 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 .Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI .Adrin Syahbana .

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan. perubahan kebijakan di bidang pengawasan. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC.01/2006. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. Drs. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi. adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. dengan prinsip. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. menurut Kamil. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a. pertama. 3.LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan. Menurut Kamil. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Kedua. pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. Ketiga. antara lain. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang). menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. 2. l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh. antara lain. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi.01/2007. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC. Kamil menegaskan. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC.01/2006. WBC Kedua.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. Kamil Sjoeib MA. Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut. lanjutnya. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007. DOK. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC. dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC. serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia.

Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja. organisasi bukanlah tujuan. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui. tepat. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara. Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. kesinambungan fiskal. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya. tepat. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. efisien.” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. diperlukan organisasi yang efektif. Drs. Sudihardjo MA. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan. independen.LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat. enforcement. ris DOK. Oleh karena itu. terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. akuntabel. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu). post clearance audit. yang meliputi wilayah pengawasan. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan. berhasil guna. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC. sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . mengalokasikan. penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. “Sepanjang saya ketahui. berdasarkan PMK 131/PMK. Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. efisiensi dan efektivitas belanja negara. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik. Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut.01/2006.

Pertama. dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. tepat. kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan). EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . hal lingkungan Depkeu. ZAP Menurut Sudihardjo. secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. penyuluhan. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. Ketiga. efisien. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). WBC PMK Nomor 68. Keempat.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. memberikan argumenkal DJBC. dan pelayanan informasi. mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). akuntabel dan transparansi. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif. pelindung masyarakat (Community Protector).DOK. dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. akuntabel. hal ini dilakukan untuk DJBC. Disamping itu juga. apakah sudah mendukung kinerja. diperlukan organisasi yang efektif. secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. efisien. transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. dukungan industri (Industrial Assistance). menurut Sudihardjo. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. perlu diketahui. Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. Sudihardjo tasi. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku. independen. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Selain itu juga. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. konsultasi. Kedua. masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya.

hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. “Untuk saat ini. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. menurut Sudihardjo. dan lain-lain. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas. melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. Karena itu.q Biro Organta. Sebab. serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan). KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean. penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. Lembaga Administrasi Negagara. Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. beban kerja yang tidak seimbang. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu. ujar Sudihardjo. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil. Keluwesan. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. Akordion. Koordinasi. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. organisasi DJBC sudah ideal. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. Kesinambungan. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK. Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. masukan saya.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo. tidak right sizing. Selain itu menurutnya. Dalam hal ini. Sekretariat Kabinet.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. bagi Kementerian PAN. tugas dan fungsi tidak tepat. maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. “Untuk itu. Fungsionalisasi. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. ris dapat berjalan dengan efektif. Pendelegasian Wewenang. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. menimbulkan friksi. Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. apabila susunan organisasi.” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu. Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain.

M. salah satu dari hasil anaDrs. tanggal 1 Juli 2007. Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC.Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Namun. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. Nofrial menegaskan. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai.” ujar Nofrial. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen. sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. an yang ada sebelumnya. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat . sehingga tugas border control-nya juga berlaku. dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. Soekarno-Hatta. dan kantor lainnya ? Di perbatasan. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar. lintas barang. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. Pelayanan Utama.A.A. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun.” ujar Nofrial. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. layah (Kanwil) DJBC. antara lain contohnya. Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan. Makassar yang seKantor Pelayanan Utama. artinya unsur an. Tanjung Perak. Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. KPBC dengan KPPBC. Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan. sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai. 2. Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar. wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas. tidak pernah kita masukkan. lanjut Nofrial. NOFRIAL. Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 . Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok. Drs Nofrial M. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. Tanjung Emas. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik. setelah melapor maka dan tata kerja. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai. Batam. lanjut Nofrial. sebagainya. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja. Pontianak. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). dan Cukai sebagaimana telah mulai 1.. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. Sebaliknya. Kudus. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).” ujar Nofrial kembali. dibandingkan dengan bidang pengawasan. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai.” imbuh Nofrial. Makassar. Dengan demikian. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan).

II. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA. Khusus mengenai KPU.red) yang kurang wilayah kerjanya. KPU dan KPPBC. secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah. Nah dengan adanya usulan itu. untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan. pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi. l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1.” jelas Nofrial. Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 . WBC DOK.III. Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan. A3. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Malang. KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan. itu sama sekali tidak benar.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain. KPBC Batam. 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus. misalnya KPU Batam. II dan III. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini. ris l l . maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU. karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya. Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU. Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap. Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. KPBC Muka Kuning.LAPORAN UTAMA DOK.KPBC Kudus.” jelas Nofrial. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 . UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Kini. hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. A2.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I. masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus. “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU. misalnya di Tanjung Priok. maka yang Batam. menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II. lanjut Nofrial. sebelumnya ada Priok I. Dan perlu dicatat. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen. Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).

Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV).Si.01/2007 tersebut.KPU. sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC. WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan. Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor. melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. Disamping itu. sesuai kepatuhan pegawai. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. Secara umum.01/2006. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi. membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. demivertical DJBC. Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. 131/PMK. biaya. P DJBC. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. si. Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana. menurut Nofrial. dimana unit yang DOK. pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. atau melalui Kepala KPU. Apt. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. Ssi. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai. mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management.Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut. pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI. Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurutnya. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut . dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC. Nofrial MA.01/2007. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 . fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). me. dari segi waktu.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC. Oza Olavia. unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan. Nofrial menegaskan. merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu. M. Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok. pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. Hal tersebut. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II.

Ekspor. pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa. Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. Oza mengungkapkan.” ungkap Oza. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. Penerimaan dokumen. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi. semoga dengan adanya Bidang KI. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. mampu menjamin terlaksananya good governance. dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. Perbendaharaan. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . Setiap informasi yang ada dianalisa. hasil Kinerja Pegawai (performance). 6. Manifest. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. 3. melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut.” lanjut Oza.” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. penilaian / pengukuran (performance measurement). Rumahtangga dan SDM. HICO.” ujar Oza. “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU.LAPORAN UTAMA 2. awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU. mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. Pabean. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. dijelaskan Oza. pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. integrity. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. 4. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. Pemeriksa Barang. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. investor. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri. “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. menurut Oza. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU.” tambah Oza. WBC di KPU. P2. lanjut Oza. menurutnya. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . Fasilitas. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. Menurut Oza. Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. atau melalui Kepala KPU. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. Perbendaharaan. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. Fasilitas. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU. kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. Hanggar. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini. Gate. Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan. Konsul. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Oza menyampaikan suatu masukan. dunia usaha dan pemerintah. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya. 5.

Terus (PL). Gudang Merah (PL). Tanjung Buton (PL). Natal (PL). Tanjung Leidong (PL). Teluk Nibung (PL) 7. Sikakap (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Pantai Cermin (PL). Muara Padang (PL). Bungus (PL). Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). Pantai Labu (PL). Rantau Panjang (PL) 2. Teluk Dalam (PL). Pulau Halang (PL). 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. Terdiri dari 7 KPPBC. KPPBC Tipe B Pematang Siantar. Pos Pengawasan. terdiri dari : Kantor Bantu. meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II.. Muara (PL). Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. Pelabuhan Udara Polonia. KPPBC Tipe B Selat Panjang. Prapat Tunggal (PL). Sungai Apit (PL). Sungai Pakning (PL). Kantor Bantu : Moro Sulit (PL). Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. Pelabuhan Laut Teluk Bayur. Pulau Burung (PL) 4. Pangkalan Susu (PL) 4. Bagan Siapiapi (PL). Bengkalis (PL) 6. meliputi. Pos Pengawasan. Buatan (PL) 2. Teluk Belitung (PL). Bandul (PL). meliputi. Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. Pelabuhan Udara Kijang. Selat Panjang (PL). KPPBC Tipe A 3 Dumai. KPPBC Tipe A4 Sabang 2. IV. Urung (PL). Concong Luar (PL). pelabuhan Laut Tanjung Pinang. Cubadak (PL). Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). Kuala Tanjung (PL) III. Kuala Enok (PL). meliputi. Pos Pengawasan: Bandara I. KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Sinaboi (PL). Bandara II. KPBC Tipe A 3 Medan. Terdiri dari 5 KPPBC. Tanjung Motong (PL). Kuala Bayas (PL). Pelabuhan Laut Sibolga. Terdiri dari 8 KPPBC. meliputi: pelabuhan laut Belawan. Pulau Cawan (PL). Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. Labuhan Bilik (PL). Painan (PL). Rumbai (PL). Pulau Tello (PL). Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). meliputi. Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). Tanjung Batu (PL). Kuala Blaras (PL). Pasir Panjang (PL). Bandara I. KPPBC Tipe A4 Tembilahan. 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. Pangkalan Dodek (PL). pelabuhan laut Selat Panjang. meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). Pelabuhan Bagan Siapiapi. KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. Tanjung Medang (PL) 3.Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. Bandara III 3. Pelabuhan udara Mingkabau. Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. meliputi. KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). Lumba-Lumba (PL). Pos Pengawasan : Susoh 4. Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe. Tanjung Medang. Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL). meliputi. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. Air Bangis (PL).Kantor Bantu. KPBC Tipe A1 Belawan. Tanjung Pinang (PL). Rantau Panjang. KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. Pos Pengawasan. Pos Pengawasan. Sigli (PL). Gunung Sitolo (PL). Pos Pengawasan. meliputi. sebagai berikut . Kuala Langsa. Lubuk Pakam. Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). Tanah Putih (PL). Bantan Tengah (PL). Rengat. Porsea. KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. Tua Pejat (PL). Pos Pengawasan. meliputi: Pelabuhan Laut. Tabing (PU). Pos Pengawasan. Ujung Baru (PL). Dumai (PL). Bandar Khalifah (PL). KPPBC Tipe B Bengkalis. Terdiri dari : 5 KPPBC. Pelabuhan Laut Pasir Panjang. Serapung (PL) 5. Sei Kembung (PL). Pariaman (PL). KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Singkel. Cot Bau (PL) 3. Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. PL Krueng Geukeuh. meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. Sibolga (PL). meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. Panipahan. Penyalai (PL). 7. Kabanjahe. Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). Tanjung Kedabu (PL). Tanjung Beringin (PL). I. Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. 2. meliputi. Perigi Raja (PL). KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sidikalang 5. Pelabuhan Laut Kijang. meliputi. Pos Pengawasan: Barus (PL). Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL). KPPBC Tipe B Siak Indrapura. Kantor Pos Lalu Bea Medan. II. Siberut Mentawai. Kualacinaku (PL). Bukit Batu (PL). pelabuhan udara Iskandar Muda. 6. Kijang (PL). Pos Pengawasan: Sawang (PL). Bandara II. Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). Japura (PU). Pos Pengawasan .Kantor Bantu. Teluk Paku (PL). KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. Kuala Gadung (PL). Rantau Prapat. KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. Kuala Enok. Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . Kantor Bantu. Tanjung Balai Karimun (PL). 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Pelabuhan laut Bengkalis. Teluk Bayur (PL). Pos Pengawasan. Teluk Mengkudu (PL). Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). yaitu 1. Binjai.Kantor Bantu. Tanjung Samak (PL). Malahayati (PL). Gabion (PL). Pelabuhan Laut Pekanbaru. Sinabang. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. Tapak Tuan. 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan.

Wonogiri. Kantor Bantu : Belinyu (PL). Kuala Tungkal (PL) 3. meliputi. midai. Muara Sabak (PL). Tempilang (PL). Tanjung Intan (PL). Temanggung. Dry Port Jebres. Kuala Mendara (PL). Marunda. Surodadi. Subang. Bandara I. Bantul. Seputih Mataran. SM Badarudin II (PU). Cilincing. Simbur Nair (PL). Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang. Purworejo X. meliputi. Bandara II 5. Bandara III 2. Jebus (PL). Cigading (PL). Terdiri dari : 6 KPPBC. Pos Pengawasan. Sungai Selan (PL). Pos Pengawasan : LIK Semarang. Sungai Liat (PL). Kantor Pos Lalu Bea Solo. 2. meliputi. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. 2. Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). Pusri (PL). Cibinong. Raden Inten (PU). Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. Pelabuhan Laut Tanjung Intan. Nipah Panjang (PL). Ciwandan (PL). Terdiri dari . Baai. KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang. Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). Way Seputih (PL). Pos Pengawasan : Kampit.Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). Salatiga. Pulau Enggano (PL). Pelabuhan Tanjung Pandan. KPPBC Tipe B Purwokerto. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. meliputi. meliputi. Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. Muntok (PL). Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. Halim Perdana Kusuma. Rembang. matak. Bandara I. Jepara (PL). Terdiri dari : 6 KPPBC. KPPBC Tipe B Dabo Singkep. Bandara II. Dabo (PU). Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta. Kantor Bantu : Balongan. KPPBC Tipe A2 Jakarta. Pos Pengawasan : Purbalingga. Pelabuhan Udara Branti. KPPBC Tipe B Tarempa. Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. 4. Kaliwungu. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. meliputi. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. Pelabuhan Laut Pusri. 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. meliputi. KPPBC Tipe A2 Tangerang. Muaraenim. Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II. Comal (PL). Bogasari. Kalibaru. Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). Pos Pengawasan : Palimanan. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. yaitu : 1. Daerah Istimewa Yogyakarta. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Belitung (PU). meliputi. Merak (PL). meliputi : Dry Port Gede Bage. Pos Pengawasan. Sukohardjo. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). Kantor Pos Lalu Bea Semarang. Pos Pengawasan. meliputi. Ujung Kerawang. jemaja. Sragen. meliputi. Air Itam (PL). Purwodadi. 6. Bandara II. Pelabuhan Laut Talang Duku. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Pos Pengawasan : Sukabumi. Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan. Blora.As Hanandjoeddin. Lubuklinggau. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. Pos Pengawasan: Sleman. Sunda Kelapa (PL). Cepu. Cilamaya (PL) 4. Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Toboali (PL). Senayang (PL). Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). Baturaja. Kantor Pos Lalu Bea Magelang. Pertamina. KPPBC Tipe B Tegal. Pangkal Balam (PL). P. 3. Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). Gede Bage. Tanjung Pandan (PL). meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. Dharma Karya Perdana (PLK). Kawasan Industri Kota Bukit Indah. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Lubuk Besar (PL). Tegal (PL). Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. Kayu Arang (PL). Ranai. Terdiri dari : 8 KPPBC. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. Pulau Layang (PL). Pos Pengawasan : Chandra Asri. 3. Pos Pengawasan: Batang (PL). KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. Pelabuhan laut P. tambelan. Daik (PL). Pulau Pelambung (PL). Jambi. Tanjung Leneng (PL). Palembang (PL). Pelabuhan Tanjung Emas. KPPBC Tipe A4 Cirebon. . Boyolali. meliputi. serasan. Bandara I. meliputi. Cinta Natomas. Bratesena. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. Kantor Bantu: Magelang. Kantor Bantu. Majenang. Kantor Bantu Kebumen 5. Banjarnegara 7. meliputi. Pos Pengawasan: Garut. KPPBC Tipe A3 Kudus. Dabo Singkep (PL) 5. 3. Padang Kemiling (PU). KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. Sekayu. Sungai Buluh (PL).Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat). Depati Amir Bangka (PU). Arjuna (PL). Pelabuhan Laut Cigading. Marina Ancol. 5. KPPBC Tipe A2 Bekasi. meliputi. Pos Pengawasan : Purwakarta. Karimun Jawa (PL). Kantor Pos Lalu Bea Palembang. Wonosobo. Nasasari 6. KPPBC Tipe A4 Bengkulu. VI. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Karanganyar. KPPBC Tipe B Pekalongan. Pelabuhan Laut Merak. Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. 7 Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL).Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). KPPBC Tipe A3 Palembang. KPPBC Tipe A3 Jambi. Penuba (PL). 3. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. meliputi. Pengandaran (PL). Pelabuhan Udara Sultan Thana. Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. Pos Pengawasan : Banyutowo. Pelabuhan Udara padang Kemiling. Sinta. meliputi. Pelabuhan Laut Cirebon. KPPBC Tipe A2 Bandung. KPPBC Tipe A2 Bogor. H. Pelabuhan Laut Tegal. KPPBC Tipe A2 Purwakarta. Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. Muko-muko (PL). Kantor Pos Lalu Bea Jambi. Pos Pengawasan : Sumedang. Cirebon. 44 Pos Pengawasan : 1. Pos Kantor Pos. Wonosari. udang natuna. Tasikmalaya IX. Sungai Gerong (PL). Sambu Belakang Padang (PL) 4. meliputi. Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. Pelabuhan Laut Plaju. meliputi. Cianjur. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. Jebres. Depok. Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. Kawasan Industri EJIP. Plaju (PL). meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. Pelabuhan Laut Sungai Gerong. Kantor Bantu : Kota Agung. Bandar Lampung. Wates. bunguran timur V. Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL). Pos Pengawasan : Tangerang VII. KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. Slawi. Kantor Pos Lalu Bea Bandung. meliputi. 6. Baai (PL). Pelabuhan Ratu (PL). KPPBC Tipe A3 Merak. Dipasena. Bandara II. KPPBC Tipe A3 Surakarta. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Pelabuhan Laut Panjang. meliputi. Bandara II 4. Demak. Pelabuhan Udara Depati Amir. Bandara I. Pos Pengawasan : Bandara I. Klaten. Pekalongan (PL). KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. Pemalang. 1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. Linau (PL). Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2.LAPORAN UTAMA 3. Pelabuhan Tanjung Leneng. Pos Pengawasan : Brebes. Ciamis. Tanjung Emas II (PL). Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL). Tanjung Emas III (PL). Tanjung Emas I (PL). Muara Baru (PL). bunguran barat. Kantor Bantu : Juwono (PL). Widuri (PL). Kantor Bantu : Manggar (PL). Kampung Laut (PL).

Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Sungai Kakap (PL). Jombang. Cilik Riwut (PU). Grajagan (PL). 6. Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Besuki (PL). Pototano (PL). Sapudi (PL). Kamal (PL). Puger (PL). Paiton (PL). Pos Pengawasan : Tenau. Poleng (PL). Pelabuhan Laut Penajam. Rua (PL). Larantuka (PL). Dermaga Cargo II (PL). Taliwang. Kempu. Pos Pengawasan . meliputi. Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). Tusikain .Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). Sampit (PL). Rahadi Usman (PU). 5. Ponorogo. Sungai Duri. Kertosono. Tabanan.Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). Selaparang (PU). Bandara III.meliputi. Labuan Bajo (PU) XIII. Benete (PL). Sepulu. Buleleng (PL). meliputi. Caruban. Gianyar. Terdiri dari : 8 KPPBC. Pelabuhan Laut Tanjung Batu. Aruk. Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Lekok (PL) 3. Kalianget (PL). meliputi. Nilam II (PL). Labuhan Haji (PL). Berlian I (PL). Kantor Pos Lalu Bea Surabaya. Pelabuhan Laut Pontianak. Bondowoso. Sebangkau. Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. Wini (LBD). Pelabuhan Laut Panarukan. KPPBC Tipe A4 Entikong. Kanwil DJBC Bali. Pos Pengawasan: Aruk. Teluk Suak (PL). Kantor Pos Lalu Bea Jember. Situbondo. Mali (PU). KPPBC Tipe B Madiun. KPPBC Tipe B Kalianget. 2. Singkawang. Bandara II.Kantor Bantu : Supadio (PU). Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro. Tanjung Wangi (PL). Kantor Bantu. Sedayu Lawas (PL). Pertamina Amuk (PL) 2. Waingapu (PL). ICT II (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL). Teluk Air (PL). KPPBC Tipe B Panarukan. Merbau.Kuala Jelai (PL). Temajuk (PL). Dermaga Khusus Smeiting Co. Pos Pengawasan . 8. Kantor Pos Lalu Bea Kediri. Palibelo (PU). meliputi. Sajingan. Dongkek (PL). Jamrud II (PL). KPPBC Tipe B Tulung Agung. Singkawang (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Mirah II (PL). KPPBC Tipe A3 Malang. Panarukan (PL). 7. Pelabuhan Laut Sintete. Kantor Bantu: Sambas. Pejarakan. meliputi. NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Mangkahoi XIV. Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). Pos Pengawasan : Samudra (PL). KPPBC Tipe B Probolinggo. Negara. Dermaga Khusus Petrokimia. 3. meliputi. Kantor Tukar Pos Udara Juanda. 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. meliputi. Telaga Biru (PL). 6. Ende Ipi (PL). KPPBC Tipe A3 Pontianak. Ngimboh (PL). Haliwen (PU). Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . meliputi. 5. KPPBC Tipe B Banyuwangi. Lembar (PL). Padha Maleda (PU). Pelabuhan Udara Sepinggan. Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). Kantor Pos Lalu Bea Maumere. Pelabuhan Laut Balikpapan. KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. 3. Sidoarjo.1. meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo. Teluk Melano (PL). Bangkalan (PL). KPPBC Tipe A3 Balikpapan.meliputi. Pelabuhan Udara Ngurah Rai. Nanga Bayan. Gilimanuk 3. Sekura 4. Sangka Pura (PL). Lumajang. Pelabuhan Laut Gresik. Pelabuhan Laut Ketapang. XII. Labuhan Alas (PL). Pacitan (PL).meliputi . Kantor Pos Lalu Bea Mataram. Pontianak (PL). Pos Pengawasan : Pasean (PL). Pelabuhan Laut Benoa. Wates 4. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. Pos Pengawasan.Penjajab (PL). Pangkalan Buun (PL). Karangasem. Terdiri dari. Bima (PL). Jamrud I (PL).meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. Dermaga Khusus Semen Gresik. Sampang. Pelabuhan Laut Bima. Trunojoyo (PL). meliputi. KPPBC Tipe A3 Kediri. Bangli. Selaparang. meliputi. Kawasan Industri PIER. ICT IV (PL). Ende (PL dan Pos Lalu Bea). Pemangkat (PL). Simpang Tiga Lubuk Sabuk. Pos Pengawasan. Ngawi. meliputi . Calabai Dompu. Tebas (PL). 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1. 2. Pelabuhan Udara 4. Tuban (PL) XI. Bandara III. KPPBC Tipe A4 Mataram. Dermaga Cargo I (PL). meliputi. Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). Wajoti (PU). Pelabuhan Udara El Tari. H. KPPBC Tipe B Bojonegoro. KPPBC Tipe A2 Pasuruan. Dermaga Padang (PL). Iskandar (PU). Kalbut (PL). Kalimas. Pagerungan (PL). KPPBC Tipe A4 Sampit. Jawai. Dermaga Kapal Ikan (PL). 8. meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung. Kubu (PL). Bantan.Pos Pengawasan. Pulang Pisau (PL). Dry Port Rambipuji. meliputi. Dermaga Khusus PLTGU. Klungkung. Tg Batu. Pelabuhan Laut Lembar. Brang Biji (PU). Jungkat (PL). KPPBC Tipe A3 Gresik. Kantor Bantu : Kendawangan (PL). meliputi. Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). Dermaga Khusus Maspion. Pos Pengawasan : Marakai Panjang. meliputi. Padang Tikar (PL). Terdiri dari 8 KPPBC. Kantor Bantu. Labuan Burung. Asan (PU). Cukir. Dermaga Kapal Turis (PL). KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. Meta Mauk (LBD). meliputi. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. Sidding. Baa/P. Ketapang (PL). Lamongan. Branta (PL). Celukan Bawang. KPPBC Tipe A4 Kupang. Kangean (PL). 8 KPPBC. Mata Plampang Sumbawa. Pos Pengawasan . Pegatan Mendawai (PL). Pelabuhan Laut Kampung Baru. 6. Abdulrachman Saleh (PU). Mauhai (PU). Paloh. meliputi: Pelabuhan Laut Meneng. Tamboloka (PU). meliputi. meliputi. meliputi. Segumon. Bandara II. Muncar (PL). Pelabuhan Laut Poleng. KPPBC Tipe A2 Juanda. Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. Berlian II (PL). Pos Pengawasan : Tambak (PL). Napan (LBD). KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak. Beringin (PU). Saparan. Kantor Pos Lalu Bea Madiun. Teluk Air (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Benoa. Pintu Utama Padang Bai (PL). Labuhan Lombok (PL). Pelabuhan laut Maumere. Pelabuhan Laut Pasuruan. Pos Pengawasan: Sape (PL). KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. Kantor Pos Lalu Bea Kupang. Pos Pengawasan : Nganjuk. Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL). 5. Pelabuhan Tanjung Perak.. Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). Bandara I. KPPBC Tipe B Ketapang. Gresik (PL). Pelabuhan Laut Pulau Pisang. Aroeboesman (PU). Pelabuhan Laut Kalianget. Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Socorejo-Jenu (PL). Gewayangtama (PU). KPPBC Tipe A4 Sintete. Pos Pengawasan : Glondong. Bandara I. Jangkar (PL). Pos Pengawasan .Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak. KPPBC Tipe B Blitar. Jember. Satartacik (PU). Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4. Ketapang (PL). Mirah I (PL). Pelabuhan Udara Juanda. Pelabuhan Laut Tenau. 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. 2. Kantor Bantu : Kumai (PL). Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Mojokerto. Sungai Raya. Pos Pengawasan : Magetan. Kantor Pos Lalu Bea Malang. Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL). meliputi. Pelabuhan Laut Sampit. 7. 8. Probolinggo (PL). Rambipuji 7. Maumere (PL). H. Kuala Pembuang (PL). ICT III (PL). Kantor Bantu: Nanga Badau. Nilam I (PL).

Temindung (PU). KPPBC Tipe A4 Tarakan. Papayato (PL). Tarakan (PU). Kantor Pos Lalu Bea Merauke. 9. Marore (PL). Jalaluddin. Pos Pengawasan : Banda (PL). Pelabuhan Laut Pomalaa. Hitu (PL). Lhok Tuan (PL). asam/Kintap (PL) 8. Raha (PL). Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). Pos Pengawasan : Kolaka (PL). KPPBC Tipe B Merauke. KPPBC Tipe B Poso. meliputi. 4. Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. meliputi. Terdiri dari : 12 KPPBC. Pelabuhan Laut Sangata Lama.Mamuju (PL). KPPBC Tipe B Manokwari. Pos Pengawasan : Rendani (PU). Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). Balantang (PL). meliputi. Pelabuhan Laut Samarinda. Pos Pengawasan : Watansoppeng. Masohi (PL). KPPBC Tipe A4 Kendari. Lirung (PL). Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). KPPBC Tipe A4 Bontang. Wainibe/ P. meliputi. Barru (PL). KPPBC Tipe B Fak-Fak. meliputi: Pelabuhan Laut Bitung. Pelabuhan Laut Fakfak. Pelabuhan Laut Jayapura. Pasang Kayu (PL). Opini/Pasahari (PL). Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). Tarakan (PL). Pulau Adi (PL). Paguat (PL). Bullah (PU). meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . KPPBC Tipe A4 Bitung. KPPBC Tipe A4 Nunukan. Jorong (PL). Mindiptana (LBD). KPPBC Tipe B Pare-pare. Tarjun (PL). Sabang (PL). Kantor Bantu : Palopo. Tanjung Santan. Kolonedale (PL). meliputi. 8. Pelabuhan Laut Sorong. Waris (PL). Kantor Pos Lalu Bea Makassar. Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). Ratatotok. Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. Aji Kuning (PL). Pos Pengawasan : Dabo (PL). 11. Larat. 3. 6.Kanwil DJBC Maluku. Nyerangkat Sekambing (PL). Kotabaru (PL). Banabuni (PL). meliputi. KPPBC Tipe B Nabire 13. Tanjung Redep. KPPBC Tipe B Sangata. Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). KPPBC Tipe A4 Ambon. Pos Pengawasan: Kokas (PL). Dawai (PL). Mekar Putih (PL). Pantoloan (PL). Ternate (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Santan. Kantor Bantu. Ereke (PL). Wakai. Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). Buru (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. 6. meliputi. Pos Pengawasan : Labuha (PL). Tahuna (PL). Ngadi. Pelabuhan Laut Gorontalo. meliputi. 3. Namlea (PL). Banggai (PL). Palele (PL). 10. Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). Donggala (PL). Biringkassi (PL). 2. Teluk Etna. Pelabuhan Udara Hasanuddin. Sulawesi Utara 10. Parigi (PL). meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. Wimro. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). Ilwaki/Wetar. Pos Pengawasan : Sorta (LBD). Hatta I (PL). Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. meliputi. Merauke (PL). Luwuk (PL). Sentani (PU). Wonreli/Kisar. Corgodock. Pulau Gebe (PL). 7. Gorontalo (PL). Kantor Pos Lalu Bea Sorong. Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). Tenggarong (PL). Pelabuhan Laut Kotabaru. Leok. Pattimura (PU). Tanjung Selor (PL). Sukarno I (PL). Pos Pengawasan : Serui (PL). Bastiong (PL). Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Banjarmasin (PL). Elat. Pelabuhan Laut Sangata Baru. Pomako I. 12. Dumatubun Langgur (PU). Kantor Pos Lalu Bea Biak. meliputi . Fak-fak (PU). Kantor Pos Lalu Bea Ambon. Bitung (PL). KPPBC tipe A4 Gorontalo. Wanci (PL). Sungai Pancang. Areso’e (PL). Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Kendari (PL). Pos Pengawasan : Handil II (PL). Samarinda (PL). Wanam (PL). Mopah (PU). Uloe (PL). 6. Warukin (PU). KPPBC Tipe B Biak. KPPBC tipe B Manado. Geser (PL). Pulau Gak (PL). Sikeli (PL). Kei (PL). meliputi. Toili (PL). Loli (PL). Pos Pengawasan : Wani (PL). Poso (PL). Kantor Bantu : Bunyu (PL). Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). Tanjung Redep (PU). Kotabunan (PL). Bubung (PU). Pelabuhan Laut Banjarmasin. Serwaru. KPPBC Tipe A3 Makassar. Kampung Baru (PL). meliputi . Kantor Pos Lalu Bea Manado. meliputi. Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. Soekarno II (PL). Soroako (PU). Pos Pengawasan : Bunyu (PL). Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. Pos Pengawasan : Siwa (PL). Paotere (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. Wolter Mongonsidi (PU). Pelabuhan Laut Tual. Kalimantan Selatan 7. Moutong. Bade (PL). Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). KPPBC Tipe A4 Ternate . Kantor Bantu : Toli-toli (PL). KPPBC Tipe A4 Jayapura. Moahino/Bohumbelu (PL). meliputi. D. Kuala Kencana/ Kota Baru. KPPBC Tipe B Bajo’e. Pelabuhan laut Manokwari. Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. XVI. Long Nawang. Skouw (LBD). Pos Pengawasan : Lamijung (PL). Molibagu (PL). Stagen (PU). Jayapura (PL). 2. Pos Pengawasan : Pagimana (PL). KPPBC Tipe A4 Amamapare. Sam Ratulangi(PU). Arar (PL). Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. Likupang (PL). Biak (PL) 12. meliputi: Pelabuhan laut Ambon. Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. Terdiri dari : 13 KPPBC. Pemancingan (PL). Pelabuhan Laut Pantoloan. Demta (PL). Agats (PL). Belang (PL). Malino. XV. Mutiara (PU). KPPBC Tipe B Tual. Galela/Tobelo (PL). P. 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. Pelabuhan Laut Soekarno. 4. Miangas (PL). Boepinang. meliputi. KPPBC Tipe B Pomalaa. KPPBC Tipe B Kaimana 9. Kiwirok (PL). Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). KPPBC Tipe B Bintuni. Hulu Siau (PL). Sulawesi Tenggara 5. Pos Pengawasan: Kuandang (PL). Bulukumba (PL). meliputi. Tanjung Batu (PL). KPPBC Tipe A4 Sorong. Kantor Bantu: Senipah (PL). meliputi. Kariangau(PL). Papua dan Irian Jaya Barat. Bontang (PL). Sulawesi Tengah 7. 5. Manokwari (PL). Kantor Bantu : Timika (PU). Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Muara Badak (PL). 5. Ogotua (PL). Amamapare (PL). Pattiro. Maluku Utara 3. Kantor Bantu : Waisarisa (PL). 8. KPPBC Tipe B Luwuk. Sinjai (PL). meliputi. Nunukan (PL). Pelabuhan Laut Bontang. Sorong (PL). Tembagapura. Satui (PL). Lasolo (PL). Pelabuhan Laut Balantang. Saurnlaki (PL). Pelabuhan Laut Manado. Pad XI. meliputi. Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Fak-fak (PL). Kantor Bantu. Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). Tanjung Barnabas (PL). Kantor Bantu: Batu Licin (PL). Manado (PL). Tg. Wembi (PL). Pos Pengawasan : Wawoni (P). Tagulandang (PL). Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. Pos Pengawasan : Pegatan (PL). Wamena. Galala (PL). meliputi : Pelbauhan Laut Poso. 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Pelabuhan Laut Ternate. Bunta (PL). Kasiguncu (PU). Muara Sanga-sanga (PL). Long Bawan. Hatta II (PL). Ambon (PL). KPPBC Tipe A3 Samarinda. 2. Pos Pengawasan. Benjina/ P. Amurang (PL). Pelabuhan Laut Biak. Meliputi. KPPBC Tipe B Pantoloan. Pomalaa (PL). KPPBC Tipe B Malili.LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). Pos Pengawasan : Jefman (PU). Pare-pare. Bupul (LBD). 11. meliputi. Pelabuhan Laut Amapare. Stagen (PL). Pos Pengawasan : Kema (PL). Mangole (PL). Pelabuhan laut Luwuk. KPPBC Tipe A4 Kota Baru. meliputi: Pelabuhan Merauke. Sengai (PL). Pelabuhan Laut Hatta. Penajam (PL). Tulehu (PL).

Tanjung Piay (PL). Pokob Barat. Pos KD 209/210. Lagoi (PL). Lobam (PL). Pos Bea Cukai 305. Terminal Penumpang. Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. Macobar (PL). Organisasi KPPBC Tipe A2. Tanjung Kasem (PL). Nusantara II (005) (PL). Tanjung Sipatung. Tanjung Uncang (PL). Pos Pengawasan : KBN. Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). UTPK I (eskpor) (PL). Telaga Punggur (PL). menghasilkan 9 struktur organsiasi. Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Janda Berhias (PL). UTPK Koja I (PL). yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. Nusantara I (002) (PL). Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). 009 X. Bitung Utama B (PL). Sekupang (PL). Momoi (PL). Bitung Utama A (PL). Organisasi KPPBC Tipe A4. Kabil (PL). Organisasi KPPBC Tipe A3. Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Sagulung (PL). Pulau Galang (PL). Banda .Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Jakarta Utara. Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. Organisasi KPPBC Tipe A1. Batu Ampar I (PL). Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. Dwipa II (PL). Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL). Tanjung Uban (PL). Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau.2. Organisasi KPPBC Tipe B. Pos UTPK II. Tanjung Riau (PL). Bandara II. Batu Besar Pantai (PL). Pos Lapangan 207 X. Pulau Ngenang (PL). Agung Raya. Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Batu Ampar II (PL). Tanjung Rempang. Lokasi : Tanjung Priok. Nongsa (PL). Tanjung Karepa. (DKI Jakarta). Pos Bantu KD 301/302. Dwipa I (PL). Bandara I. Arsa. Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok. Tanjung Sau (PL).Tanjung Cakang. Utama E (PL). Sei Jodoh (PL). UTPK I (impor) (PL).

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

ISMADI ANANDA.WAWANCARA Drs..” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 .. M. Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan.Si.

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. Di sisi lain. Dalam melakukan suatu reorganisasi. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. Maka. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas.Si M. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). Di tingkat daerah. struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. kejelasan kewenangan. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja. ruang lingkup. dalam hal penataan kelembagaan. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. rentang kendali. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah. Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. artinya. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. proporsionalitas.Si. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. dan volume/beban kerja. dan volume/beban kerja. Fungsi. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. Tugas. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Berdasarkan uraian di atas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002. Ismadi Ananda. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”. baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun. koordinasi. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan. Di pusat. untuk mengakomodasikan hal tersebut. Drs. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah. keberlangsungan tugas. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. M. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara. unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat. Selain Peraturan Presiden tersebut. tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut.

Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan. baik pusat maupun daerah. Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. Untuk itu. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik.red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya. kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. antara lain: pendidikan. PAN Nomor : PER/20/M. Unit organisasi ini (KPU. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih. Ketiga. Dengan demikian.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. baik terhadap unit organisasi ini (KPU. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. “Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan. Kedua. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. dalam berbagai cara. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. yaitu biaya. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. Oleh karena itu. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. diantaranya : Pertama. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. unit penyelenggara pelayanan publik.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. pengalaman.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas.

dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. Secara prinsip. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). 4. sehingga selain bertujuan untuk profit motive. Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. b. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. dan harapan-harapannya di masa mendatang. 2. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. Melalui analisis SWOT (Strenghts. 3. Weaknesses. Menurut Hendar Kusnadi (2005). juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. Opportunites. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . antara lain: a.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. peluang. melainkan juga non profit motive. sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. 5. Untuk itu selain anggota. hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. antara lain sebagai berikut: 1. Menurut Pearce dan Robinson (1997). sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. Adapun alasannya. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. Secara umum. Agar memiliki keunggulan. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. Dalam hal ini. Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri. baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. kelemahan. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional.

dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. 2. dapat dilakukan melalui : 1. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. Sedangkan maju mundurnya koperasi. 3. Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya.1. Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. berupa investasi saham. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. 3. Secara garis besar. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. Pada tahun 2003 saja. 4. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. selain untuk pengembangan usaha koperasi. Kecil. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. Misalnya kebutuhan perumahan. Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. Fokus terhadap usaha inti (core business). pangan dan lain-lainnya. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. perbankan dan unit keuangan lainnya. ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. sehingga mampu untuk hasilkan profit. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. sandang. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi. koperasi yang tergolong masih baru.1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. Pada umumnya. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. konstribusi Usaha Mikro. akan menjadi beban bagi para anggotanya. Dari ide atau gagasan tersebut. Adapun peluang yang ada. dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business). dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. 23 . Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. sehingga berdasarkan gambar 1. baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam.7% (terdiri dari 41. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. dapat lebih diberdayakan. Koperasi dalam hal ini melihat. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. selain peran manajemen koperasi. Pada umumnya. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan. 2. Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. antara lain sebagai berikut: 1. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. 5. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. Dengan unit usaha yang banyak. reksadana. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara. 3. kesehatan. Misalnya. Apabila banyak anggotanya. sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. 2.6% Usaha Skala Menengah). juga peran aktif dari para anggotanya. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. 2. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost). maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas.

Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya. sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC). diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya.2005 Pearce. Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing. Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007. Berdasarkan fungsi: S = (Yd . DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya. 2007. namun konsumsi (C) dapat lebih hemat. c. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII.000 300. Hoedhiono. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC). Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar.000. Informasi hubungi : Wirda. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a. Manajemen Strategik (terjemahan). di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit.C . Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana. Kadarisman.000 Berwarna 3.500. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap. b. Namun di sisi lain.000 750. Jakarta: LPFEUI. Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat. apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda. Ekonomi Koperasi (edisi kedua). telp (021) 47865608.000 1. maka pada kondisi pasar persaingan sempurna. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. karena harga yang bersaing. robinson. Jakarta: Binarupa Aksara.000. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi.000 GAMBAR 2 Secara umum.Tax). 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .000 1.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. Pada kondisi tersebut. 1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi.000 500.000.000 500.1997. Hendar.

Mitra Utama 2.04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK.010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK. 1.INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No. 103/PMK. PERATURAN Nomor 1. 4. 3. Amal. Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol. Dan Kebudayaan.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor. 1. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 . WARTA BEA CUKAI 2.010/2005 64/PMK.05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. 6. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea. Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. 5. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Sosial. 5. 2. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan.

314/KMK. Agung Kuswandono. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC.11/2007 dan No. Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa. Menurutnya. Dalam sambutannya. “Tetapi pada minggu ketiga. Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan. dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik. mulai 1 April - 26 .01/ UP. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu.11/2007. Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok. Selain itu. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan.” tandas Sri Mulyani. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. lanjut Menkeu. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.” tambah Sri Mulyani. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. Anwar Suprijadi. Dengan demikian. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat. Ditemui WBC usai pelantikan. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. Acara yang dimulai sekitar pukul 09. bertempat di gedung Graha Sawala.00 WIB tersebut. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. selasa. sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah. 330/KMK. tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar. Departemen Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. pada 27 Juli 2007. Dengan demikian. bertempat di aula gedung B. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu.01/UP. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. sedang dan tinggi. dilantik dan diambil sumpahnya.” tambah Agung. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC. “Pada prinsipnya. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. 24 Juli 2007. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah.

Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU. Dalam menyiapkan KPU nanti.31 Juni 2007. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada. Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. 14. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi. Serang Pj. 13.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam. M. 4. 8. Muhammad Chariri / 060044383 Drs. Iswan Ramdana. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso.M / 060062022 Ir. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya. 1. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi. 4. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj. 5. 8. Nasir Adenan. saat diwawancara WBC. 13. 7. M. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. 9. 16.M.Si / 060034182 Drs. Faried Syibli Barchia. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. dan NTT. 15. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan. 7. Agung Kuswandono. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. 15. Jusuf Indarto / 060061439 Drs. 6.” tandas Rahmat. Untuk internal. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.Si / 060044391 Drs. 12. 10. Nama/NIP Drs. Diantaranya. 5. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj. dan Irian Jaya Barat. Ak. NTB. M. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs. Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat. 9.M / 060034937 Drs. 11. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. / 060079942 dr. 12.H. 18. 17. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai. 3. M.A / 060034127 Drs.P. M. 14. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 . 1. 2. Sedangkan untuk eksternal. 6. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. R. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. Kepala Subdirektorat Penyidikan.A / 060079971 Drs. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. 2. 3. S. Nasar Salim. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I.M. S. Ismartono / 060044469 Drs. 16. Kantor Wilayah DJBC Banten Pj. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. 10.H. 11. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I.A / 060044379 Drs. Papua. Sementara itu. Saat ditemui WBC usai pelantikan.P.. Kushari Suprianto. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko. M. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan.. Bachtiar. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif. Surabaya Pj.

persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal.000. Menurut Direktur bayar.000. 2. pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007. Disisi lain dengan 000.000.4. cukup signifikan. DJBC kembali meyang lebih kondusif. Dengan penetapan beban tersebut.300. disebabkan oleh beberapa faktor. 42.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36. 034. Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp. 2. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp.000. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali.28. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp. menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika.000.82 di KPU juga menjadi kendala internal.600.000. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC. DJBC dituntut sebesar Rp. sehingga hat Tabel-II). 100. pada dua Rp. Hal ini Menurut Hanafi. tapi dua minggu pertama 20. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen. 14. FRANS RUPANG.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50.000.034. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). 3.” jelas Hanafi.000.2007 dapat tercapai. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P.000.452.600. karena mereka yang 15. sementara cukai mengalami importasinya. yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC).000.300.000.700.583. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp. 834. 417. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS .71 persen dibandingkan dengan peneri.700 sammeningkat sebesar Rp. menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi. sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit. penerimaan justru menurun. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal. sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp. Secara meningkat sebesar Rp. 522. 13. Optimis.20.000. namun pada minggu ketiga dan 7. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007. 56. bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp. sampai dengan semester yang lebih banyak. Hanafi Usman. program Kantor Pelayanan Utama (KPU).92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar. pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007.000. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala. Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk. menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai.000. serta bankan kepada cukai. maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006.700.75 triliun atau mencapai 53. optimis target itu kita targetkan average-nya Rp.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp. 14. 512. Disamping itu. adalah sebesar Rp. tahun 2007.” ujar Hanafi. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp.600. total penerimaan bea masuk dan importasinya. dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp. cukai telah mencapai Rp. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007.300. (Lihat Tabel-I).000. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN. 38.000. Dengan malah cenderung turun. bea masuk.417. antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007.09 triliun atau mencapai 49.86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut. 42.000. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat. lebih tinggi dari tahun 2006.

Untuk faktor tarif. personalisasi pita cukai. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5.hanya Rp. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp. faktor devisa bayar.80 triliun. “Untuk tahun 2007.9. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit.200 milyar. 946 milyar. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit.75 persen dari target.33 triliun atau 50.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp. Sedangkan untuk faktor kurs.82 persen. dimasa transisi dari average-nya Rp.87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp.88 milyar.07 triliun atau 104. Diantaranya. Langkah lainnya yaitu.57 persen. Selain peningkatan penerimaan dari KPU.58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. pelayanan jalur hijau.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir. dan pemberian reward and punishment.” jelas Frans Rupang. kekurangan 0. Untuk bidang pabean. targeting dan profiling.650. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan.32 triliun atau 50. diantaranya operasi intelijen. Pada faktor devisa bayar. 760. kapal patroli. sehingga angka tersebut tidak masuk. untuk periode semester II. dan faktor kurs. Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata.696. 7. sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional.45 triliun. dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi.9.75 persen dari target. pelayanan jalur prioritas. (Lihat Tabel-III). dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI). harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier). nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel.57. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 . Demikian juga untuk Batam. seperti AFTA.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II.035. juga mengalami peningkatan.225. dan pemberian fasilitas lainnya. untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007. X-Ray machine. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai. Dengan pencapaian ini. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai.60 persen. dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai. program peningkatan integritas.804. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. Hanafi Usman menjelaskan.721. antara lain. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif. FTA Indonesia-Korea Selatan. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007.27 triliun atau 100. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya. sosialisasi peraturan di bidang cukai. 1. Dan. faktor tarif. FTA ASEAN-China. EPA Indonesia-Jepang. 42. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49.4 milyar.”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. 56.15.498. 34 triliun atau 101. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi.” kata Hanafi. devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi. Frans Rupang.52 persen dari target yang dibebankan.03. dan FTA Indonesia-India. peningkatan audit bidang cukai. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo. Menurut Direktur Cukai. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). perjanjian Free Trade Area.

turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi.INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007. Baik Hanafi maupun Frans Rupang. adi .” ungkap Hanafi.

00 WIB. 10 Agustus 2007. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Dra. pada hari Jumat. SM. Supiandi. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia. Amin. Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo.00 WIB.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs. pukul 04. 01 Agustus 2007 pukul 01. Suegino Wigno Sumarto (60). EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 . pada hari Rabu. 10 Agustus 2007.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA.DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T. 01 Agustus 2007 pukul 14. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta.00 WIB di Solo.00 dinihari di RS.M. ANSJARI A. Telah meninggal dunia. Ayahanda dari David Purwosusilo. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu.R. Kasih Ibu Solo. pukul 14.

Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3. bertempat di gedung Aula Kanwil. Kabid IKC. ”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme. Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya. KPBC A3 Banjarmasin.00 WITA. ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut. Kabid Kepabeanan dan Cukai. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp. Ismartono dalam sambutannya.30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. KPBC Tipe A4 Tarakan.95%) dari target si & Korlak yang mewakili. Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2.151.893 juta. Kabid P2. Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 . Menurut Tipe A3 Samarinda.000 juta. KPBC Tipe A4 Kakanwil. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang. Tepat pukul 08. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No.898.546 terlihat tidak seperti biasanya. Umum.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1. Kabid Audit. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007. Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.282. telah mencapai sebesar 53 persen.980. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08.301. Kepala Bagian Cukai. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL). KPBC Tipe A4 Sangatta.250. Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut.595 juta (88.

tapan klasifikasi. Hasil industri perkebunan seperti gara.931. PT Arutmin di Kotabaru. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. termasuk dll). (kayu lapis). umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan . 8. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar. spesifikasi teknis Banjarmasin.762 juta (133. Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru. namun pada umumnya antara lain : a. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 . Melakukan koordinasi dengan instansi b. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. c.28%).020 juta (61. pengetahuan a. (merk. Hasil laut (Ikan. Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. tarif dan nilai pabean. pengawasan di wilayah perbatasan ned. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan). Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai. d. cumi dang kepabeanan dan cukai. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. kandungan bahan. catatan bagian. Barang Pelintas Batas. dibidang kepabeanan dan cukai. Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal. tipe dll). 3. Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR.502 juta (72. Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. ISMARTONO. 21. KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21. Sementara itu untuk pelayanan di 6. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). 5. RAKERWIL. Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka. 99. spesifikasi teknis. Minyak Bumi maupun Batubara. terkait dalam rangka pengawasan di bic.807. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono. minyak kelapa sawit. karet dll 9. Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. PT Ata Surya. udang. Plywood dan integritas pegawai. 1. Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog. KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp. menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. Meningkatkan sarana dan prasarana dae. ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation. voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan.504. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp. yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. Untuk itu. bahan baku. catatan bab. tersebut antara lain : 1. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b.Tawau yang berlaku.44%). PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama. Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll. PT Darma Kalimantan Jaya. ukuran. kepiting. Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4.82%). sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan.848. f. Kayu Olahan (Moulding dll). Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7.027 juta (49.

Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya. Lebih lanjut. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi). Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir.1. c.528. Untuk itu. d. b. Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC. Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin. Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . e. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. c. Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu. kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a.DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. dengan total tagihan sebesar Rp. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. Bea Keluar dan PDRI lainnya). d. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b. terutama dikawasan perbatasan. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya.628. tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. antara lain : a.195. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a. Pengawasan pemeriksaan fisik barang.

Jumat 20 Juli 2007. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional. dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan. c. melakukan kunjungan kerja selama dua hari. B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam). Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. pukul 9. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. pukul 5. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota.30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok.00 WIB. tegasnya. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri.30 WIB. d. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. f. sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia.b. Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. rombongan berangkat pukul 17. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal. e. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. muqsith hamidi. dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007.

Keunggulan Shofwan. khutuk tulisan dengan warna spesifik. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. penerapan holoDisamping itu juga. tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu.sejak tahun 1996. menurut Amin. demikian imbuh Hery. Penerapan hologram pada Pada sesi ini. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary. apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. Eagle Medicated Oil. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai. menurut Hery. Pura Grup.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa. telah meKantor KPBC. ris tembakau di Kudus. nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. P2 DJBC. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . yaitu an. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG. “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram.” ujar Hery. Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram. Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. salah satu divisi di Pura Grup. Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri. Karena itu. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu. Hery Agung menjelaskan. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. Setelah memaparkan don Inggris. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram. l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut.

maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat. disamping pembinaan terhadap masyarakat.”ungkap Udin. Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 . “Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal. Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal. Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama. Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio. Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM).red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Namun seiring dengan perjalanan waktu. Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah.

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

” ujar Lily. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. mereka punya semangat yang luar biasa. Pembenahan untuk ruang pelayanan. juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. 9. 3. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. kemauan dan prangka. panggilan akrab Noviyanti. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak. Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma. 7. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan.”Semua pihak terlibat. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah.” ujar Yanti. Noviyanti. hanya sekitar 2 bulan. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. Sementara itu. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan. Untuk memperindah kantor. oleh sebab itu. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. disampaikan.”ujarnya. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang. 2. kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit. Tugas saya di Merak tidaklah lama. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati. 8. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga. 5. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja. tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. . Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak. walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan. Ini adalah prestasi kami bersama. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. pencahayaan dan lain sebagainya. 6. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok. 4. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. patuhilah sistem dan prosedur yang ada. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. Menurut Agus. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan.

Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai. dimana 2 kasus sudah P21. NASIR ADENAN. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan.175. sehingga kegiatan perekonomian berjalan.198. dengan berhasil menegah 14 kasus.280. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin.978. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan. biasanya sampai jam 5 sore. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. penerimaannya mencapai Rp89. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp.” ujar Nasir Adenan.”papar Agus.000 atau terjadi peningkatan 109 persen. pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur. Keberhasilan yang cukup signifikan ini. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik.762. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta.039 atau 193 persen. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan. Masih menurut Agus.”ujarnya Agus juga memaparkan.304. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta. dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006.440.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat. Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. Pada dokumen yang diajukan oleh PT. Septia Atma. Sedangkan cukai. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. seperti Bandung. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda.750.97.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. Sedangkan dari penerimaan cukai. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen.500. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD. yang secara garis besar. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu.TEI. kini mencapai jam 9 malam. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini. untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta. jumlah jam kerjanya bertambah. pihaknya jugatelah menghimpun Rp. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam. cepat dan pasti. Nasir Adenan. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar. Untuk menyiasatinya lanjut Agus. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru.543. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan.45. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa. .DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan.9.536.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp. Banten dan KPU sendiri. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan.554. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar .

akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA). Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya.WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung. Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut. pembatasan. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri.” kata Septia Atma. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung. Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst. Dalam melakukan pengawasan. nya. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. dengan pihak PERURI. yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut. dan atas kepalsuannya ini. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai.” kata Nasir Adenan. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu.” tandas Nasir Adenan. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. dan kesantara (KBN) Cakung. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. Dalam kasus ini. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. Melihat gelagat tidak benar cukai. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum. Artinya. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik. PITA CUKAI PALSU. dalam merencanakan suatu operasi. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2.3 atas nama PT. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. nya sekitar 20 persen saja. kini terburuk. adi pengawasan pabean. KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA. masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. karena MMEA yang kami tegah MMEA. pada kesempatan ini pula. Sementara itu. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. maka PT. saya ingin menyampaiJakarta. expecting the best”. Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. masih dalam proses penyidikan. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. MoKepabeanan. walaupun misi DJBC adalah tersebut. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut.

Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. Kemudian. dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. khususnya bandara. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. Selain itu. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. Walaupun begitu. pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja. Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga. yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif.” terangnya. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. fresh dan penuh senyum. Setelah diterima. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. tepatnya awal tahun 2005. tenang. setelah keluar Skep No. Saat diwawancara WBC. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. penampilan harus prima. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. Saat ini. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. Pekanbaru. Setelah berjalan empat tahun. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang.” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor. Namun. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. umum dan urusan pegawai. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate. Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai. Kemudian. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red). Kemudian. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Berasal dari Pacitan.

25. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. Pria yang juga hoby sepeda ini. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan. 78.Desember) Rp.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan. (021) 4892353 / E-mail: wbc. maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. 154 Fax. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi. 120. Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005. tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. Di akhir wawancara. 40.” ujar Sukatno.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang. DPI. Rp. namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air. Baginya.000 Rp. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya.000 Rp.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain. 4890308 ex. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya.cbn. kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga. jujur.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40. 162. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. saya harus siap memberikan surat tersebut.000 Rp. pria kelahiran Sumatera Selatan. (021) 47860504. para pejabat di pemeritahan.000 Rp. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik.net. Rp.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi.500 84.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. Tak hanya itu.000 162 62. ats Pinang. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya.000 Harga luar Jabotabek 43. “Seperti yang saya sebutkan tadi. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari .500 5% 78. Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara. 84.000 10% 150 50. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002. 43. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta. Verifikator dan Training KPU ini. 150. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. A. adi info buku BILA ANDA BERMINAT. “Sebagai anak buah.

BOP Gol II : + 5 perusahaan. terhadap komoditi apa atas . Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. 3. T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC. PAPUA. Eskportir : + 120 perusahaan. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara. ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan.PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. 4. 2. 5. Importir : + 75 perusahaan. sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006). masih aktifkah perusahaan tersebut. Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku.

apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. atau tantangan. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan.usaha tersebut. sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. Threath). Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. terkesan kinerja bidang audit rendah. dan kondisi eksternal OT (Opportunity. sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang. PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT. Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi. Weakness). Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor). serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. besarkah nilai impor perusahaan tersebut. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. Arah. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. Standar yang disepakati 5. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama). Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. Kinerja masa lalu 4. tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. Posisi organisasi 3. tujuan organisasi 2.

khususnya bidang P2. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. lokasi. Saat ini. 3. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru.1986 David R. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. waktu yang lama. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Bandung. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. jarak yang berjauhan. SE Ak. Pindad (Persero). dengan mengambil lokasi di PT. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data.H. 7. komoditi. Pindad (Persero). peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. Dalam hal pemakaian. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. jenis perusahaan. Sutejo. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. 6. Bagian Depdiklat PT. Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas. John A. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. Bandung. Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. 1998 Pearce. h. Suprapto. P2 KP.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. 1985 BONGKAR PASANG PISTOL. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. Concept of Strategic Management. Rencananya. Daftar Pustaka Barry. Pindad. Jawa Barat. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. Strategic Management. keringanan/pembebasan yang dimiliki. senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada. Dari uraian diatas. DJBC Suwito. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan. Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat. senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. Sehubungan dengan hal tersebut. baik nilai. Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol. pada 9 – 20 Juli 2007. dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. Bagian Divisi Senjata PT. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC.10. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. gelombang I dimulai tanggal 9 . akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. 5. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian. Fred. 4. Pindad (Persero) dan G. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. Papua. Sehingga. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. 2. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. Hadir pada kesempatan itu. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT.

Bandung. usai pelatihan tersebut. Bagian Diklat PT. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m.000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. penggunaan sarana senjata api DJBC. peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber.64mm) sebanyak 1. Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT. seperti mengetahui cara perawatan senjata. P2 KP. Pindad (Persero). dengan jarak tembak 20 m. Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 . senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7. penggunaan senjata api (menembak). cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya. Dalam kegiatan ini. praktek pistol P-3A.222. dilakukan dengan posisi berdiri. praktek SBC-1 Kal. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja. Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan. Pada hari terakhir pelatihan. MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7. DJBC PRAKTEK MENEMBAK. cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. praktek menembak dan evaluasi.65 mm) sejumlah 1. Pindad (Persero). Dengan jarak sasaran 50 m.000 butir. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT. Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan.500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. pelatihan ditutup oleh Triyono.65 mm.222.222.000 butir. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. ruangan penembakan (firing). Diharapkan. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata. Setelah itu. Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging). teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap. Kemudian. senjata api berasal dari dari PT. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. P2 KP. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5. masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten.DOK. Pertama.222. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m. peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata. Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata. DJBC FOTO BERSAMA. teori data teknis senjata. Kedua.

seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. Ia melanjutkan. Durahim menjelaskan. Sabah. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. tepatnya Kantor Pusat DJBC. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. Sabah. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia. di Jakarta. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan. diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. Maksudnya. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. Menurut Durahim. dengan DJBC Indonesia. 13 Agustus 2007. Hanya saja yang membedakan adalah. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. Kastam Diraja Malaysia. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. Sabah. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. KP DJBC. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. Pada kesempatan itu. Sabah. rombongan bergerak menuju Jakarta. Malaysia juga memiliki jalur merah. rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. Usai pemaparan. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. Malaysia. yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC. R abu. penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. Pagi itu. Durahim Bin Tutin. 50 . Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. Usai mengunjungi Bandung. Sabah. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. rombongan Kastam Diraja Malaysia. Senior Assistant Director of Customs. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia. mengatakan. Saat di wawancara WBC. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. Sebelumnya. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. setelah dilakukan penilaian. Selain itu.28 Agustus 2007. tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia.

“Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan. walaupun jauh tapi dekat di hati. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Selain itu. rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. Sabah. Kita hidup serumpun. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007. Kemudian. Departemen Perhubungan serta Port Operator. “Sedangkan dari aspek sistem. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. khususnya antara Customs Malaysia. Kemudian. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. Gedung B. diwakili oleh Durahim Bin Tutin.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai. Badan POM. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. Assistant Director of Customs. Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada. Ia melanjutkan. juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. Ia menambahkan. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. ada 14 Agustus 2007. Dari rapat pembahasan tersebut. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. Tak hanya itu. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 . BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. Sabah. lanjut Anwar. sebahasa. dari diskusi tadi. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok. Puskari (Pusat Karantina Ikan). Dari segi kemudahan. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. dengan Customs Indonesia. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. khususnya di Tarakan dan Tawau.” tandas Anwar. bertempat di ruang Loka Muda. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support. “Kemudian.” kata Anwar. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. P BERTUKAR CENDERAMATA.” tambah Anwar. Badan POM. Puskari. untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak. Anwar Suprijadi. Koja. diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). Maksudnya. dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan. Pihak Kastam Diraja Malaysia.” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. dan MTI. Departemen Komunikasi dan Informasi. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi. Usai pemaparan. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai.

Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses. IKC. akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan. Sementara itu. . akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain.Sesuai jadwal rencana kegiatan. Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur. untuk kemudian Menteri Keuangan. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN. HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: .KEPABEANAN 2007. pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. mengatakan. . hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008. pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut. Susiwijono. Ia melanjutkan. Dit. dalam pemaparannya pada peserta rapat.” tandas Susiwijono. KP DJBC. .Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain.Sesuai jadwal rencana kegiatan. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan. sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada. mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem. Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda. Kemudian. .Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. Gedung B.

untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri. l Translation Indonesia – English v. Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW.STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange). THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW. menggunakan SAD. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. dipimpin oleh Customs. ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan. termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. pada Desember 2006. Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B.

Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. Utama Kantor Pusat DJBC. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. dan MITA Prioritas. Kuning. yang melaksanakan atau melayani di KPU. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. Tanpa intervensi. Intervensi fisik barang. Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). Selain itu. dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. dapat meningkatlebih baik. “Harapan DJBC. Hijau. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. yaitu jalur Merah. Mitra Utama (MITA). maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha.” ujar Thomas Sugijata. Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. jenis. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. serta memiliki pola bisnis yang jelas. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. Intervensi dokumen. yang dilakukan. barang impor dapat segera dikeluarkan. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai. Intervensi dokumen. melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. Hijau. saat ini telah melakuThomas Sugijata. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki. oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. dan MITA Prioritas. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko. kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. harapan masyarakat usaha. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU. Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. tinggi. jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. Merah. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. Kuning. melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. Dijelaskan oleh de facilitator. dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. Mitra Utama (MITA).KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. jumlah. MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. KPU juga Sementara itu. yanan yang ideal. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul.

EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. dan hijau kecuali terhadap. barang impor sementara. Akan pertanyaan tersebut. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. Selain hal tersebut. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. jumlah SOSIALISASI MITA. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. spesifikasi. (5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK. (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. barang re-impor. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. (f) Foto copy API/APIT. Dengan diberikan hak tersebut. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian.

jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan. jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan.” terang Agung.id). “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM).adanya jaminan. Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor.” tegasnya kembali.beacukai. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter. No. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut. Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA.”terangnya. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup.go. ini yang menurut saya kurang adil. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu. Selain registrasi. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi. pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC.”kata Teguh. baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit. jaminannya sama. Rp.17/2006. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. Teguh Indrayana.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK.”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC. Darjono berpendapat. lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK. P Peraturan dibuat dan Tipe A3. maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya. Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT. Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh. Rp. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK. 250 juta pada KPPBC tipe A1. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan.”terang Teguh.”ujarnya kembali. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan. “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www.”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban. Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp. Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 .”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu.red). Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK.

termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut. kai Nomor. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan.DOK. WEBSITE BEA CUKAI. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. SOSIALISASI. Selain itu. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi. seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK. Menurutkepabeanan. dan auditable. maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor. Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana.”terangnya. WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan. Sejauh ini lanjutnya. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono. itu tidak jelas.”tegas Teguh.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK. dap para mantan pegawai Bea Cukai.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean. Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007. tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan. 2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. Berarti kan importinya ada. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi. competence. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan. dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK.P-22/BC/2007.

atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor.04/2003 tanggal 31 Desember 2003. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian. S. M. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. Juga pada waktu ekspor. untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE.Hut. “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah.. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE . “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut. dirakit. MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan..KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance. Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK.4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE. 47. fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan.4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE.d. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas.. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta. Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE. Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2. Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan.

Dalam ketentuan KITE. Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. sepatu. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s. Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya.tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004). EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?. produk dari logam. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor. Sebagai contoh di Jawa Timur. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia. 1. produk dari plastik. perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur. TPT. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture.022 register (2005) dan 421 register (2006). produk kertas. Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. Mei 2006. dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004). Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara.d. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. PT Phillip Indonesia. Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi. PT Miwon Indonesia. Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia. laporan ekspor disebut laporan BCL.KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan.

hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. Oleh : Togap M. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. setiap tahunnya PT. Secara regional. Secara ekonomi makro. dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. tidak boleh. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Dilihat dari sisi perusahaan. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. (Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi. Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”.

tidak boleh. jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan. “Wastes which derive from the normal operation of a ship. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. dll. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. ” KESIMPULAN : 1. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik. Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. Recycling. Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. Direct re-use. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . 2. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. are excluded from the scope of this convention”. Sludge dari rembesan oli atau solar. Memperindag No. boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean. 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. antara lain adanya fasilitas penampung. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. sampah-sampah dapur. Untuk memutuskan boleh.penggunaannya. didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. 3. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. Memperindag No. adanya alat discharging. 1973. atau boleh dengan syarat. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. Dalam Kep. 4. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. the discharge of which is covered by another international instrument. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. 520/MPP/Kep/2003. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. Jadi boleh. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. kain-kain lap mesin (rag). tali-temali. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. Switzerland. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. Dimana untuk menyimpan limbah ini. Impornya telah dilarang melalui Kep. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. tidak boleh. Dalam kaitannya dengan hal ini. Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. Inti pengawasannya adalah boleh. II dan III. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas.

Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas. Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE). Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. 17). Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. menciptakan aparatur yang bersih.OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. profesional dan bertanggung jawab (Kompas. Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih. Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi. Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan. Senin 9 Juli 2007).B. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990. Permana Agung. barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. R. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi. Upaya membangun kepercayaan masyarakat. Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional. terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. Pertanyaan yang timbul. karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No.

Kantor Bantu dan Pos. wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. 2. Dari sistem ini (sesuai UU No 17). 1. C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. sistem pemerintahan oleh sekelompok. Kantor Wilayah (ada Koordinator . Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II). akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah). penegahan. pemeriksaan atau investigasi. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. para pejabat yang mengurus biro pemerintah. Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Pada era ’90-an karena beban kerja. Beban kerja KPU Tg. jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V). Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. 3. mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU.eselon II). 4. pejabatnya. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon.Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur. Kantor Inspeksi Tg. Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul. perbaikan sistem tata laksana (business process). Beritanya masih akan ada KPU. Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang. Kantor Inspektorat (eselon II). agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal. Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II). Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 .eselon II). apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. B. Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi. Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang. Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. Dan birokrasi adalah. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut. Senin 9 Juli 2007). REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas. sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan). Kantor Inspeksi (eselon III). Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala.

Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. kemudian menerbitkan SPPB. Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. harga dan lain-lain. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif.OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. barulah diberikan persetujuan impor. Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW. Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. . administrasi kantor dan lain-lain. begitu juga Soekarno-Hatta. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan. PFPB. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. PFPD. Ini juga harus direformasi. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. audit. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. pencegahan. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. verifikator. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya. ternyata diselundupkan. auditor. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. penyidikan. Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. x-ray. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. auditor. patroli. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. Prosedur ini tidak sederhana. yaitu PFPD. penyidik. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas.

Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. reorganisasi. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan. menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”.PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang. Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah. Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Rabu 11 Juli 2007 halaman 21). struktur dan kultur. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa. rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. reposisi dan revitalisasi. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. sisdur dan terutama SDM. yaitu instrumen. Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama. untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. tidak sulit untuk mereformasinya.

Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. bersikap skeptis. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. tidak ada missing. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. fungsi. Kedua. dan amandemen UU No. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. Ketiga. birokratis serta membiarkan ilegal trading. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. Kedua. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. UU No. alur mutasi. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. Pertama performance appraisal. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. an. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. tugas pokok. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai. MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah.01/2006. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban. Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. Ketiga. prestasi dan kompetensi mereka. career. risiko kerja dan beban kerja. reorganisasi. training. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. pertama. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. mengalami proses akselerasi. compensation. yang menyangkut aspek prestasi kerja. Kempat training. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. Ketiga career. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . kompetensi dan insiatif. 466/KMK. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. waktu pelayanan yang lama. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat. pola promosi. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. dan hanya berpangku tangan. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. Kedua compensation. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No.

maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC. sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. mimpi kita. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. Di sisi lain. jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. dikan KPU. SDM yang berintegritas. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. by process. Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. kebutuhan. Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita. dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. kita harus legawa. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. dunia. dan Cukai. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 . KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri. Pelaksana Pemerikasa. ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai. Untuk tahap pertama ini. PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap.satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan.

sesuai amanat SE-551/MK. apabila : 1. Pertanyaannya : a.1/2006 tanggal 7 November 2007. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan. yayasan. Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas.1/2006. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. atau lembaga lainnya. peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai.1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. 2. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr. koperasi. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. workshop maupun lokakarya. disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . instansi. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. fax ataupun e-mail. b. kami dapat merahasiakan identitas anda. Dan sesuai permintaan. Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. Direktur PPKC. baik yang mengatasnamakan individu. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. pembahas. Demikian disampaikan.KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos.

coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. sipilis. Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai.Chemoterapy . lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras. Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching). Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil.RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter. Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. kecoklatan. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan. tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih.Kelainan genetika .Lahir prematur (lahir dini) . e. c. mengkilat tetapi bentuknya tidak normal. sering memiliki celah kecil. Afrika. karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak. berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah. Gigi berwarna abu-abu.Infeksi intra uterus. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap. Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan.Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh . Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah. Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai. Ada yang berwarna abu-abu. maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). menyeluruh di semua gigi. berbintik putih terang. a. Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah. Gigi bentuknya normal.Down sindrom . Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge).Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi. Drg. Heni Haryanti. Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya. saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal. Hal ini disebabkan oleh cacat email. IG. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. kekuningan. b. ibunya terkena penyakit sipilis. (misalnya oleh Rubella (cacar jerman). A. India. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 . kuning.Hipokal semia (kekurangan kalsium) . bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet. Berwarna coklat. d. Hal ini disebabkan oleh : . Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi. berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis.Kekurangan vitamin D . veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi. .Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh .

RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas. Makan siang ditempat berkegiatan. Jika rakyat merdeka. maka rakyat pun merdeka. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. sejak fase menyusui. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. Misalnya sop wortel untuk semua. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. Ia menekuni keriangannya menggambar. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. Artinya manusia dewasa yang merdeka. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. disapih. dan satu menu bersama. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. sejak kecil gemar menggambar. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. lara. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit. Shinta. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. merdeka bertindak. Hidup adalah pilihan. Keberanian tidak datang segera. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. berani menentukan pilihan. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter. keberanian dibangun sejak kita ada. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. maka demikianlah para individunya. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera. Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi. Suatu kemerdekaan individu matang. merdeka berpikir. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. 28 tahun. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. Keluarga ini unik. belajar berjalan. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya. Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. alau negaranya saja sudah merdeka. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. Menu kesukaannyapun berbeda-beda.

dan 1 cicit. Hobi masing-masing dijalani. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. pernikahan anggota keluarga besar. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri.lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 . keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. bukan hanya bapak dan ibu. saling mendukung 4. Bila juru masak libur. Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati. saran dan pertimbangan. senantiasa ada acara bersama. yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. maka direncanakan tempat pertemuannya. kusi ditegakkan. Mereka tinggal di Jakarta. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. saling percaya 2. tetap dengan menu pilihan masing-masing. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. Pada masa liburan atau kesempatan penting. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing. yang satu senang main tenis. membelanjakan. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. Nenek. kumpul bareng. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. Melalui kritik. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. termasuk anak. untuk diskusi. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. Tak ada beban perasaan tak nyaman. di suatu tempat atau di kebun nenek. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun. yang satu senang badminton. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. Semua anggota membentuk lingkaran. misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”. yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak.bangun diri.

kedengkian. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. berlagak tahu. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. perseteruan. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. tidak mempedulikan agama. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. kecemaran. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih. suka mengkhianat. Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. harap.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. sikap yang mengelontor iman. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. roh pemecah. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. kesabaran. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. kemurahan. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. sihir. seiring dengan waktu berjalan. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. penyembahan berhala. kesetiaan. tidak dapat mengekang diri. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. Sebagai contoh. percideraan. Sudah barang tentu. mereka akan menjadi pemfitnah. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. Lebih jauh. iri hati. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. dan kasih yang murni dari Allah. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. kebaikan. Alhasil. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. damai sejahtera. hawa nafsu. tidak berpikir panjang. Ditambah lagi. suka menjelekkan orang. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. kolusi. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. kemabukan. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. perselisihan. lebih lanjut. secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. amarah. Selanjutnya. korupsi. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. yaitu: percabulan. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. garang. sakit penyakit. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. kelemahlembutan. pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). tidak suka yang baik. Namun. kepentingan diri sendiri. tidak mau berdamai. Dalam perspektif Rohani Kristiani. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. sukacita. Tetapi sebaliknya. tidak tahu mengasihi.

Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku. ia berbuah banyak. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Amin. Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 . Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. mintalah apa saja yang kamu kehendaki.dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. dan kamu akan menerimanya. Lebih jauh. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus. Petrus Titus R. Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. Tuhan Yesus memberkati. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan. Disinilah awal dalam perjanjian baru. Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

menjelajahi Gunung Batur Kintamani. Bandung. Walaupun medan yang dilalui cukup berat. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007. pada 11 Agustus 2007. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. Surabaya. Tarakan. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. NTB dan NTT. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. Dengan dua agenda CCC tersebut. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Setelah istirahat di pos pertama. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi. ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). Sementara itu. para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. Semarang. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali. adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. Sekalipun dalam kondisi lelah. Kupang.” jelas Siswa. 74 . Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah.Denpasar. Lebih lanjut Siswa mengutarakan. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road.

Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. KP-DJBC. pembacaan naskah Pancasila.30 WIB. Upacara yang dimulai pada pukul 08. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. Drs.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. WBC/ADI JAKARTA. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . Kasubdit Penindakan. Inspektorat Jenderal Depkeu. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. Dari enam tim yang bertanding.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09. Azis Syamsu Arifin. Tampak pada gambar. Upacara dihadiri pejabat eselon I. Anwar Suprijadi. KPPBC Soekarno-Hatta. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi. dan Irjen Polri. Untuk hibah kali ini. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. Kanwil DJBC Banten. II. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA. Heru Santoso. Ansyaad. Sugeng Apriyanto. JAKARTA. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan. DJBC pada 3 Agustus 2007.

Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama. Anwar Suprijadi. Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. SE. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba. Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. WBC/ATS JAKARTA. Ibrahim A. JAKARTA. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait. 1 bidan. yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. bulu tangkis. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. 5 perawat dan 5 karyawan. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. sepak bola dan pertandingan voli. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. disaksikan oleh Ny. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Anwar Suprijadi dan Ny.

Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. Wisnu Wibowo. dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan).04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007. Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA. Tampak dalam gambar. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir. Bambang Wicaksono. Bambang Wicaksono. Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara.04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 . Ismojo (KaKPBC Pasuruan). Bambang Wicaksono. Surabaya BALIKPAPAN.FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA. Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean. Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I.

(yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda). Ali Purnama.. foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe.P.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD. Kiriman Amir Hasan A.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan. KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh.M.IP. KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC.M.. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD. Tampak pada gambar. serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang. Ulee Lheue. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang.IP.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s . Kiriman Amir Hasan A. KPPBC Kuala Langsa. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. .P. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs. . SH.A. Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang. KPPBC Lhokseumawe. Kiriman Amir Hasan A. Ambang Priyonggo. Tampak dalam gambar. S. S.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN. . Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru.A. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri).

Pada 19 Agustus 2007. Drs. dan duduk tim DPRD. sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA. Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. Tarakan. selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. Kiriman Amir Hasan A. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21. III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi. Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf. Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. menggambar peta. Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD. Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan. Kiriman Amir Hasan A. Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas. Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007.FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama. Selain peresmian. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1. . Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. menata ruangan dan lain-lainnya. . II. . berdiri tim DJBC dan KDRM.

Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan. Ia pun bingung. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari.”Saya maklum aja kalau ada yang marah. harganya juga mahal. melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah. zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia. tapi yang penting ramah kepada penumpang. Mengenai petugas di lapangan. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh. Petugas juga ramah-ramah. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara.”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri.”ujarnya lagi. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari.”terangnya kembali. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . selain tidak perlu. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya. gak ada kesan galak.”ujarnya. Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show.”Kalau kita diperiksa. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. Mengenai barang apa saja yang dibawa. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi.” terangnya. Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan.

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. 3. 2. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 .04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. 5. sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. Mengingat : 1. bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). Menimbang : a. importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. 4.04/2003. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661).04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. dan kompetensi ahli kepabeanan. dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. identitas pengurus dan penanggung jawab. c. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. c. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. b.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor.

(3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. 8. mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). atau eksportir. Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. importir. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang. Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . importir. 5. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir. kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri. b. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. wajib memenuhi persyaratan: a. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. 3. 6. dan d.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. kejelasan dan kebenaran alamat (existence). kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). 7. 2. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. 4. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang.

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. dan/atau c. Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. b. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi. atau b. BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik. jaminan bank. uang tunai. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. (2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. jaminan dari perusahaan asuransi. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. importir. wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean. (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.

Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. dapat dicabut dalam hal: a. atau eksportir tidak ditemukan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. cukai. c. dan perpajakan. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor. dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. dan/atau f. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. e. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). d. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. e. atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). b. berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. c. 4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . d.

Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. c. dinyatakan pailit. Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. e.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dan/atau f. atau eksportir tidak ditemukan. wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. mengajukan permohonan pencabutan. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. d. selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . b. tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir.

7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481). Pasal 11A ayat (7). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Pasal 10A ayat (9). Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. 6. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005. perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). Pasal 32 ayat (4). 4.04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. 3. 2.

Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos. 4. 3.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. Bandar Udara. 6.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. 5. BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. 10. berlabuh. naik turun penumpang. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. 8. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. Pengelola Pelabuhan Laut. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 9. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. 2. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. 7. Bandar Udara. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut.

Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. dan dilampiri dengan : a. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dimasukkan. kecuali untuk Tempat Lain. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. dan h. Ukuran luas kawasan. b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab. d. g. dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. f. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. badan usaha. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. 8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . e. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. Gambar denah lokasi. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan. (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). c.

dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. c. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. bangunan. Gudang Penimbunan. BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan. dan/atau d. b. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Lapangan Penimbunan. bangunan. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. b. Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. dan/atau d. Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. c.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. Tangki penimbunan.

Izin dari Pemerintah Daerah setempat. i. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. f. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya. ekspor. e. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. j. Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. k. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai.K E P U T U S A N a. & K E T E T A P A N g. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. b. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. h. c. dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. d.

dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai. b. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. bangunan. wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan. dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . merusak. atau c. tujuan ekspor. wajib diberi identitas secara jelas. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara. (2) Barang-barang berbahaya. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. (3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. (2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya. (4) Barang impor. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean. barang ekspor. dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. ekspor. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean. (2) Tempat. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan. tujuan reekspor.

uang tunai. b. jaminan bank. dan/atau c. Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. jenis. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. tata letak lapangan atau bangunan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas. Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara. pemeriksaan. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. jaminan dari perusahaan asuransi. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang. termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . jenis.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. b. Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a. dan c. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Agar setiap orang mengetahuinya. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN.05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).05/1997 tentang Kawasan Pabean. memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful