TAHUN XXXIX EDISI 394

SEPTEMBER 2007

Reorganisasi
UPAYA OPTIMALISASI KINERJA DJBC

V ertikal

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Dr. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Bambang Wicaksono (Surabaya) Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

L

PENGAWASAN DAN PELAYANAN

aporan utama edisi bulan September ini WBC membahas soal reorganisasi yang kembali dilakukan DJBC. Ada beberapa perubahan dalam reorganisasi kali ini. Selain pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU), juga dimunculkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang tidak lain perubahan nama dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC). Sesuai namanya, ‘jualan’ utama KPU ada pada pelayanan yang prima, tentu saja tanpa bermaksud mengabaikan pengawasan. Sebaliknya, munculnya KPPBC adalah karena fokus kantor yang dimaksud ada pada bidang pengawasan, juga tanpa bermaksud menomor duakan bidang pelayanan. Apabila rencananya KPU hanya akan terdiri dari beberapa kantor saja, itu berarti selebihnya adalah Kanwil dan KPPBC yang banyak tersebar di seluruh negeri ini. Kantor-kantor bea cukai inilah, terutama yang terletak di perbatasan, memainkan peranan teramat penting dalam hal pengawasan. Senin 20 Agustus 2007, WBC meliput pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 yang berlangsung di KPPBC Tarakan. Acara ini merupakan kerjasama Kanwil DJBC Kalimantan Timur dengan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah dalam upaya mengawasi dan mengamankan jalur perdagangan di wilayah masing-masing dari kegiatan illegal seperti penyelundupan. Di hampir seluruh dunia, yang namanya perbatasan antar dua atau lebih negara, bisa dipastikan rawan penyelundupan. Narkoba, senjata, permata, hingga manusia sering keluar masuk perbatasan negara secara gelap. Di Indonesia, kekayaan alam negeri ini menarik minat banyak pihak untuk membawanya secara illegal. Bulan Mei lalu saat WBC berkunjung ke KPPBC Tarakan, di bagian belakang kantor terhampar kayu-kayu tangkapan hasil operasi BKO di wilayah Tarakan (WBC edisi 391, Juni 2007). Sewaktu kami kembali pada bulan Agustus, kayu selundupan yang berhasil ditegah semakin banyak menumpuk di bagian belakang, bahkan meluber hingga ke bagian samping kantor. Kayu memang menjadi komoditas yang sangat penting buat negaranegara yang tidak atau sedikit memiliki hutan tropis yang melimpah seperti di Indonesia. Seorang sumber mengatakan kepada kami, kayu yang di Indonesia dibeli dengan ukuran kubik, setelah masuk ke Tawau Malaysia misalnya, dijual per kilogram ! Ketika terbang di atas wilayah Kalimantan, saya berkenalan dengan seorang bapak yang bekerja sebagai konsultan telekomunikasi. Tanggung jawab pekerjaannya adalah mengawasi pembangunan infrastrukur jaringan milik operator telekomunikasi swasta dan pemerintah. Pekerjaannya membuat ia telah berkeliling ke hampir seluruh wilayah Kalimantan, tidak hanya di kota, tapi juga masuk hingga ke wilayah hutan pedalaman. Dengan begitu ia mengaku menjadi salah satu saksi yang melihat kerusakan hutan Kalimantan secara langsung tidak hanya dari udara tapi juga dari dekat. Dalam percakapan dengannya, ia sempat berkata begini, “Kalau pemerintah tidak berbuat sesuatu, habis hutan kita !”. Menjaga kelestarian alam Indonesia seperti hutan bukanlah tugas DJBC. Tapi instansi ini punya peran untuk membuat para penyelundup berpikir dua kali bila mau membawa kayu haram atau komoditas lainnya ke luar negeri. Tidaklah salah apabila reorganisasi kali ini disebut sebagai upaya mempertajam fungsi dari sebuah kantor bea cukai. KPPBC, sesuai namanya punya tanggung jawab besar untuk fokus pada pelaksanaan pengawasan, sekalipun harus berhadapan dengan begitu luasnya area yang harus diawasi, ditambah dengan masalah klasik bangsa ini yaitu, minimnya dana, sarana dan sumber daya. Selamat menjalankan ibadah puasa. Lucky R. Tangkulung

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
DJBC kembali mengalami reorganisasi. Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian tim percepatan reformasi. Selengkapnya mengenai reorganisasi di DJBC, dapat disimak pada rubrik Laporan Utama kali ini.

5-18

Info Pegawai

28-31
Pelantikan para pejabat eselon II, III dan IV di tubuh DJBC dan dan juga evaluasi penerimaan Negara dari sektor Bea Masuk dan Cukai semester I dapat disimak pada rubrik Info Pegawai.

32-43
Wartawan Departemen Keuangan mendapat dekat kegiatan pada KPPBC

Daerah ke Daerah

kesempatan untuk melihat dari Kudus serta proses pembuatan hologram pada pita cukai. Kegiatan tersebut dapat disimak pada rubrik daerah disamping kegiatan Raker Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan kegiatan Patkor Kastima Borneo Ke-6.

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

mengingat : 1.Reformasi Bea Cukai . Demikian disampaikan. Apabila masih ada pemotongan DKP sebagaimana usul Saudara untuk penyesuaian dana bantuan akan menjadi bahan kajian. 62 68 69 70 72 74 75 80 DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Soko Guru Perekonomian Nasional Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA .Denny Malik . diharapkan TKPKN yang diterima oleh pegawai semakin besar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai.13/ 2007 tanggal 7 Agustus 2007.Menjaga Komitmen ` Perubahan DJBC KONSULTASI KEPABEANAN & CUKAI Permintaan Tenaga Pengajar RUANG KESEHATAN Beberapa kelainan Warda dan Bentuk Gigi RUANG INTERAKSI Merdeka RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu PERISTIWA CCC Tour De Kintamani SEPUTAR BEACUKAI APA KATA MEREKA . penyusunan organisasi seharusnya didasari pada visi dan misi yang akan dicapai. 2. Kepala Bagian Umum KP DJBC SONNY SUBAGYO NIP.○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ 1 3 4 22 25 44 Wawancara 19-21 Menurut Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Bidang Kelembagaan Ismadi Ananda.Pemerintah berlakukan Registrasi PPJK KOLOM . Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku. TANGGAPAN ATAS PERTANYAAN DKP Sehubungan dengan surat pertanyaan mengenai DKP yang ditujukan kepada Kepala Bagian Keuangan dan menindaklanjuti nota dinas Kepala Bagian Keuangan nomor ND-269/BC.Sukatno KEPABEANAN INTERNASIONAL Kastam Diraja malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC KEPABEANAN . Apabila rencana remunerasi telah terlaksana.Manfaat KITE (Studi Empiris KITE Jawa Timur) .Adrin Syahbana . bersama ini disampaikan bahwa pemotongan TKPKN untuk Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) akan dibahas lebih lanjut apakah masih diperlukan atau tidak.Peluang Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan OPINI . fax atau e-mail. atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.Rencana Uji Sistem National Single Window . 060062080 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 3 .Anwar Fuadi Surat Pembaca Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat. Selengkapnya mengenai tanggapannya mengenai organisasi pada suatu lembaga pemerintah. dapat disimak pada rubrik wawancara.DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama . Papua & Irja Barat dapat disimak pada rubrik Pengawasan.Dewi Diana . perihal Pertanyaan tentang Dana Kesejahteraan Pegawai (DKP) yang telah dimuat pada WBC edisi 394 Agustus 2007 hal 3. sehingga akan dikaji apakah pemotongan DKP masih diperlukan. 50 51 58 Pengawasan 46-48 Kegiatan pelatihan penggunaan senjata api dan Penyusunan Audit Insidentil dan DROA pada Kanwil DJBC Maluku.

KARIKATUR 4 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

LAPORAN UTAMA Reorganisasi Untuk Mempertajam Fungsi Unit Kerja Instansi Vertikal Dalam kurun waktu tujuh bulan.01/2007 telah ditetapkan kembali organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC. antara lain meliputi beberapa perubahan prinsip pelaksanaan tugas sebagai berikut : 1. maka salah satu hal pokok yang menjadi latar belakang dilakukan reorganisasi instansi vertikal di DJBC ini adalah untuk mempertajam fungsi unit kerja instansi vertikal berdasarkan beban kerja. 2. sehingga secara prinsip merubah peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK. adanya tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kinerja DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. WBC Kedua. Sedangkan pelayanan di KPPBC dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang). Ketiga. misalnya : l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pelayanan kepabeanan dan cukai. menurut Kamil.01/2006. pertimbangan yang paling utama adalah adanya perubahan kebijakan pemerintah. DOK. pembagian tugas dan kewenangan yang jelas dan tegas antara Kantor Pusat dan Instansi Vertikal . bahwa pada dasarnya reorganisasi instansi vertikal ini merupakan bagian dari program dan kebijakan DJBC dalam upaya mempercepat terwujudnya reformasi di bidang kepabeanan dan cukai. R eorganisasi instansi vertikal yang dalam kurun waktu 7 bulan telah dua kali dilakukan itu. Kamil Sjoeib MA. adalah karena terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Mengenai latar belakang dilakukan kembali reorganisasi instansi vertikal belum lama ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. perluasan desentralisasi kewenangan operasional. Pelayanan Kepabeanan Cukai di KPU dan KPPBC dilaksanakan dengan proporsi yang berbeda dimana: a. menurut Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekditjen) Bea dan Cukai. Sekditjen DJBC menjalankan fungsinya sebagai unit yang bertanggung jawab dalam proses penyusunan WARTA BEA CUKAI BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI DJBC. Dalam kaitannya dengan reorganisasi instansi vertikal DJBC. Perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC tersebut. Kamil menegaskan. Salah satu pertimbangan perlu dilakukannya reorganisasi instansi vertikal di DJBC. perubahan kebijakan di bidang pengawasan. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pelayanan. Menurut Kamil. Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara prinsip bertanggung jawab terhadap peningkatan kapasitas DJBC. 3. Drs. Untuk pelayanan di KPU dimulai sejak pelayanan atas Rencana Kedatangan Sarana Pengangkut sampai dengan proses penyelesaian keberatan b. adanya perkembangan dalam praktik perdagangan internasional dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut perubahan paradigma terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC di bidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan. reorganisasi instansi vertikal DJBC pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. pertama. dimana pada akhirnya menuntut perubahan pada beberapa infrastruktur pelayanan dan pengawasan yang belum dapat ditampung pada struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC sebagaimana sebelumnya telah ditetapkan dalam PMK Nomor 133/PMK. antara lain. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . serta adanya perubahan kebijakan di bidang sumber daya manusia. PERAN SEKRETARIS JENDERAL BEA DAN CUKAI Berdasarkan tugas dan fungsi DJBC.01/2007. Pembentukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yang secara operasional lebih dititikberatkan pada pelaksanaan tugas di bidang pengawasan.01/2006. Kedua. Sebagai contoh. pertama pada Januari 2007 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 133/PMK/01/2006 dan yang baru-baru ini tepatnya pada Juli 2007. dengan prinsip. l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional lebih fokus pada pelaksanaan pengawasan kepabeanan dan cukai l Adanya beberapa Kantor Pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang Dengan adanya perbedaan karakteristik tersebut. dilakukan dengan mempertimbangkan hasil kajian Tim Percepatan Reformasi DJBC. melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. dimana untuk tugas yang bersifat pengawasan dilaksanakan secara sistemik (built-in system) pada sistim aplikasi pelayanan. lanjutnya. DJBC telah melakukan dua kali reorganisasi. yaitu adanya perubahan pada sistim dan prosedur pelayanan. dimana strategi untuk memenuhi tuntutan tersebut adalah dengan melakukan perubahan pada sistim dan prosedur kepabeanan yang pada akhirnya juga berpengaruh pada struktur organisasi dan tata kerja DJBC. antara lain. baik kebijakan umum pemerintahan di bidang organisasi maupun kebijakan pemerintahan di bidang tugas pokok dan fungsi organisasi. dalam reorgansiasi di DJBC ada pertimbangan-pertimbangan yang diambil. sehingga dapat mengurangi hambatan dalam proses pelayanan kepabeanan dan cukai.

menurut Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan (Organta) Departemen Keuangan (Depkeu). Dalam merumuskan reorgansisasi instansi vertikal tersebut.LAPORAN UTAMA rumusan organisasi dan tata kerja DJBC sampai dengan proses penyelesaian Peraturan Menteri Keuangan. Oleh karena itu struktur organsiasi yang ideal seharusnya sesuai dengan kebutuhan tujuan organisasi.” jawab Kamil ketika ditanyakan mengenai standar baku dari WCO untuk organisasi Kepabeanan. mengarahkan dan mengerahkan dana serta membina kekayaan negara. efisien. tidak ada standar baku organisasi kepabeanan yang direkomendasikan WCO. WBC Peran Biro Organta Dalam Reorganisasi Departemen Keuangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintah di bidang keuangan dan kekayaan negara. tepat. organisasi bukanlah tujuan. Penataan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi. Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan bertambah berat. Oleh karena itu. Struktur organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC yang telah dibangun saat ini dinilainya sudah cukup untuk mendukung kinerja DJBC tersebut. sistim pelaksanaan anggaran berjalan baik dan sistim penyusunan laporan keuangan yang memadai. Kemudian perkembangan sistim dan prosedur pelayanan dan tugas pokok dibidang pengawasan kepabeanan dan cukai sebagai konsekuensi adanya perkembangan dalam praktik-praktik perdagangan internasional dan perkembangan dibidang tekonologi infromasi. T TERDAPAT FAKTA EMPIRIK pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Kamil menegaskan bahwa perlu diketahui. ugas Departemen Kuangan tersebut semakin bertambah kompleks dan berat. “Sepanjang saya ketahui. mengalokasikan. optimalisasi pengelolaan pembiayaan anggaran dan optimalisasi pengelolaan dan penilaian kekayaan negara. akuntabel. sehingga dapat memberikan pelayanan secara cepat. kesinambungan fiskal. yang meliputi wilayah pengawasan. Sekditjen meminta masukan dan tanggapan dari semua unit kerja terkait termasuk dengan para Tenaga Pengkaji di lingkungan DJBC. Ketika ditanyakan pendapatnya mengenai struktur organisasi vertikal di DJBC apakah saat ini sudah cukup mendukung kinerja DJBC. terutama untuk menghindari terjadinya duplikasi pelaksanaan tugas. Sudihardjo MA. dengan didukung oleh pelaksana yang potensial dan mempunyai integritas yang tinggi. enforcement. Drs.01/2006. jumlah dokumen pelayanan serta persepsi . efisiensi dan efektivitas belanja negara. tepat. serta harus didukung oleh sistim penganggaran. Pelaksanaan tugas di bidang keuangan dan kekayaan negara meliputi kegiatan dan upaya menghimpun. berdasarkan PMK 131/PMK. post clearance audit. dan dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. namun demikian masih bersifat relatif karena baru mulai dilaksanakan dan masih memerlukan peran aktif dari semua unit kerja terkait agar dapat dievaluasi bersama dalam rangka mengantisipasi setiap celah dan kelemahannya terutama hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja DJBC. berdaya guna dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Pertimbangan selanjutnya adalah efisiensi dan efektifitas organisasi dan tata kerja. independen. Dalam melaksanakan tugas tersebut. Lebih lanjut disampaikan Sudihardjo. Kamil pun mengungkapkan bahwa perubahan organisasi dan tata kerja instansi vertikal DJBC berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. namun demikian ciri khas dari organisasi administrasi kepabeanan yang berlaku di semua negara umumnya mempunyai struktur yang hampir sama terutama terlihat pada fungsi teknis kepabeanan. yang dalam mekanismenya dilakukan secara koordinatif dan komunikatif agar terwujud struktur organisasi dengan tata kerja yang ideal sesuai dengan yang diharapkan.01/ 2007 ditujukan untuk mengakomodasi tuntutan optimalisasi kinerja DJBC yang berkembang dalam masyarakat. berhasil guna. Biro Organta menyelenggarakan fungsi: l Pembinaan dan koordinasi pengembangan kelembagaan Departemen 6 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . diperlukan organisasi yang efektif. Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen. Hal ini sesuai dengan misi Depkeu di bidang organisasi/ kelembagaan yaitu “senantiasa memperbaharui diri (self reinventing) sesuai dengan aspirasi masyarakat dan perkembangan mutakhir teknologi keuangan serta administrasi publik. ris DOK. antara lain adalah bidang optimalisasi pendapatan Negara. Karena itu dalam melakukan suatu reorgansiasi pertimbangan yang paling utama adalah terkait dengan beban kerja. penataan organisasi Depkeu harus selalu dilakukan guna menjawab dan mengikuti tuntutan kebutuhan penyelenggaraan tugas dan perkembangan kebijakan pemerintah dibidang keuangan. tetapi merupakan salah satu “instrument” yang paling utama untuk mencapai tujuan. teknologi dan informasi dan beberapa fungsi kepabeanan lainnya.

pada prinsipnya KPU Bea dan Cukai tersebut melaksanakan pelayanan terpadu pada satu atap (one stop service) dan tetap mengindahl kan serta menjaga asas-asas independensi.DOK. Pertama. l Pembinaan dan koordinasi pengembangan sistim dan prosedur kerja Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan sistim administrasi umum Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tata laksana pelayanan publik Pembinaan dan koordinasi pengembangan analisis jabatan dan jabatan fungsional Pembinaan dan koordinasi pengembangan kinerja organisasi pada semua satuan organisasi di lingkungan Departemen Koordinasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. memberi masukan ga organisasi akan lebih efektif. diperlukan organisasi yang efektif. Selain pembentukan KPU Bea dan Cukai. independen. Ketiga. efisien. bahwa Biro lebih menyesuaikan dengan perkembangan perekonomiOrganta bersama-sama Setditjen Bea dan Cukai dan Tim an dan tata perkotaan/pemerintahan yang terjadi. sehingModernisasi DJBC membahas dan menyusun konsep reorganisasi instansi vertikal DJBC. Sudihardjo tasi. dan Undang-undang Kepabeanan yang baru. Sekretariat Kabinet dan memproses penetapan PMK-nya. lebih lanjut Sudihardjo menjelaskan. kepada Sekretaris Jenderal dan Menteri Keuangan (Menkeu) mengenai reorganisasi instansi vertikal DJBC untuk SUDAH MENDUKUNG KINERJA diusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaKetika ditanyakan mengenai struktur organisasi vertira (Menpan). pembentukan KPU terseUNTUK MENDUKUNG pelaksanaan tugas Departemen Keuangan yang semakin kompleks dan but dalam rangka mengemban amanat bertambah berat. si pengawasan pada Kantor Pelayanan PERAN BIRO ORGANTA yang tidak menjadi KPU merupakan tugas yang lebih Mengenai peran dari biro Organta dalam proses reordominan. dalam reorganisasi instansi vertiSedangkan visi Biro Organta BIRO ORGANTA bersama-sama Setditjen kal DJBC dilakukan perubahan nomenadalah “terwujudnya organisasi dan Bea dan Cukai dan Tim Modernisasi DJBC klatur Kantor Pelayanan Bea dan Cukai tata laksana yang efektif dan efisien membahas dan menyusun konsep reorga. masukan kepada Sekretaris Jenderal dan ini dilakukan mengingat tugas dan fungMenteri Keuangan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 7 . secara garis besar reorganisasi instansi vertikal DJBC tersebut adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) yang ditujukan untuk. ZAP Menurut Sudihardjo. untuk meningkatkan efektivitas dan citra organisasi serta dalam upaya mewujudkan Good Governance dan Clean Government di lingkungan DJBC. dukungan industri (Industrial Assistance). penyuluhan. Keempat. dilakukan penataan lokasi dan ganisasi instansi vertikal yang baru-baru ini dilakukan wilayah kerja Kanwil dan KPPBC. penghimpun penerimaan (Revenue Collector). konsultasi. Selain itu juga.menjadi Kantor Pengawasan dan pada setiap satuan organisasi di nisasi instansi vertikal DJBC. hal lingkungan Depkeu. efisien. dapat merefleksikan dan mentransformasikan tugas-tugas yang diembannya. meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat. meningkatkan hubungan kemitraan dan kepatuhan mitra kerja DJBC serta meminimalkan biaya pemenuhan kewajiban kepabeanan dan cukai (Compliance Cost). perlu diketahui. memberi Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). yaitu l antara mewujudkan hubungan kemitraan dengan pengguna jasa melalui pembentukan unit yang melaksanakan pembinal an. apakah sudah mendukung kinerja. tepat. Kemudian menerapkan sistim pengendalian/ kepatuhan internal l agar pelaksanaan tugas dan kinerja pada setiap unit dan pegawai dapat meningkat. latar belakang dan tujuan serta membahas konsep mengungkapkan. Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan moMengenai pertimbangan ditetapkannya reorganisasi nitoring dan evaluasi organisasi untuk menjamin bahwa instansi vertikal DJBC sesuai dengan DOK. menurut Sudihardjo. pelindung masyarakat (Community Protector). Disamping itu juga. akuntabel dan transparansi. hal ini dilakukan untuk DJBC. memberikan argumenkal DJBC. WBC PMK Nomor 68. dan pelayanan informasi. dan memberikan rekomendasi perbaikan sistim kepada Kantor Pusat l sesuai dengan perkembangan. transparan dan responsive terhadap pengguna jasa. akuntabel. lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan peraturan perundangan yang l berlaku. mengoptimalkan fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai fasilitator perdagangan (Trade Facilitator). Kedua. secara umum organisasi instansi reorganisasi dengan pejabat Kementerian PAN dan vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC.

tidak right sizing. Reformasi birokrasi di bidang kelembagaan (yang merupakan tahap awal reformasi birokrasi secara keseluruhan) harus dilakukan secara hati-hati. serta terdapat satuan organisasi yang pada kurun waktu tertentu mempunyai beban yang sangat besar namun pada kurun waktu berikutnya mempunya beban kerja yang sangat kecil. Biro Organta merupakan mitra kerjasama dan pintu gerbang utama dalam melakukan penataan organisasi di lingkungan Depkeu. ujar Sudihardjo. Sudihardjo menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan meliputi reformasi di bidang kelembagaan ketataDOK. maka hasil reformasi birokrasi di bidang ketatalaksanaan dan kepegawaian juga tidak akan optimal dan efektif.LAPORAN UTAMA organisasi instansi vertikal DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan efektif. sehingga dapat diketahui KPPBC yang layak dapat dijadika KPU Bea dan Cukai dan KPPBC yang secara “nature” tidak layak untuk dijadikan KPU Bea dan Cukai. serta adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertical yang melaksanakan kebijakan”. terdapat satuan organisasi yang bersifat eksklusif dan super body. Dalam setiap melakukan reorganisasi harus memperhatikan prinsip-prinsip pengorganisasian. Kesinambungan. peraturan perundangan dan tuntutan stakeholders serta perkembangan yang terjadi (di bidang ekonomi. hal ini antara lain dapat dilihat dari tidak adanya tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. organisasi DJBC sudah ideal. beban kerja yang tidak seimbang. “Untuk itu. ris dapat berjalan dengan efektif. prinsip-prinsip pengorganisasian Namun demikian secara berkala harus tetap dilakukan monitoring dan evaluasi organisasi untuk sebagaimana yang telah disebutkan tadi. Koordinasi. Sebab. WBC laksanaan (bussines process) dan kepegawaian. Pada saat pembahasan penyempurnaan organisasi. melakukan kerjasama dan membina hubungan yang sudah berjalan baik dengan instansi terkait antara lain dengan Kementerian PAN. menimbulkan friksi. penataan organisasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan efektitifitas dan efisiensi organisasi. penataan organsiasi antara lain harus memperhatikan: l Pengelompokan tugas dan fungsi yang sejenis/ terkait dalam rangka menciptakan institusi yang sistimatis dan satu atap(institutional coherence dan one stop service) l Keseimbangan beban. “Instansi-instansi tersebut merupakan mitra kerja Biro Organta dalam memproses penyempurnaan organisasi. Sekretariat Kabinet. Fungsionalisasi. Selain untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. untuk kantor pelayanan yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor cukai susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor cukai. agar setiap reorganisasi yang dilakukan Direktorat Jenderal senantiasa memperhatikan SECARA UMUM organisasi instansi vertikal DJBC saat ini sudah mendukung kinerja DJBC. l l Dalam hal ini Biro Organta sebagai perwakilan dari Depkeu. menurut Sudihardjo. Ketika disinggung mengenai hubungan antara penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC dengan Reformasi birokrasi di Depkeu.” ungkap Sudihardjo yang menurutnya. Dalam hal ini. evaluasi yang dilakukan antara lain dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi modernisasi instansi vertikal DJBC yang menurut rencana akan diterapkan secara bertahap hingga 2012. apabila susunan organisasi. Lembaga Administrasi Negagara. kualitas dan hasil kerja sehingga dapat diminimalisir adanya satuan organisasi yang “super body” yang memungkinkan terrciptanya kondisikerja yang kurang kondusif dan menurunkan share value (nilai kebersamaan) sehingga akan menurunkan kinerja organisasi secara keseluruhan Kesesuaian dengan kebutuhan. tugas dan fungsi tidak tepat. Keluwesan. Rentang Pengendalian Jalur dan Staf dan Kejelasan dalam Pembaganan.q Biro Organta. masukan saya. tipologi KPPBC yang saat ini terdiri dari 5 tipe lebih fokus dan menunjukkan karakteristik jenis pelayanan yang diberikan. baik yang berlaku secara umum (dalam ilmu administrasi dan manajemen) maupun yang digariskan oelh Kementerian PAN yang meliputi asas Pembagian Tugas.” menjamin bahwa organisasi instansi vertical DJBC dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tandas Sudihardjo. Kementerian PAN tidak akan memproses usulan penataan organsiasi dari Direktorat Jenderal/ Badan yang tidak melalui Sekretariat Jenderal c. terdapat tugas dan fungsi yang saling tumpang tindih. dan lain-lain. keuangan dan lainlain) Kejelasan tugas dan fungsi sehingga dapat dihindari kemungkinan tumpang tindih tugas dan adanya grey area (antara lain adanya garis perbedaan yang cukup jelas antara Kantor Pusat yang melakukan perumusan kebijakan dan instansi vertikal yang melaksanakan kebijakan). Badan Kepegawaian Negara dan lain-lain. Selain itu menurutnya. “Untuk saat ini. Pendelegasian Wewenang. KPPBC yang jenis pelayanannya lebih besar pada sektor kepabeanan susunan organisasinya dititikberatkan pula pada sektor pabean. Karena itu. Akordion. bagi Kementerian PAN. penyempurnaan organisasi instansi vertikal DJBC merupakan salah satu bagian dalam reformasi birokrasi Depkeu di bidang kelembagaan. pendapat dan masukan dari Biro Organta selalu mendapat perhatian dari Kementerian PAN. 8 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

2. Berdasarkan struktur serta kantor-kantor besar lainnya yang lisis yang dilakukan. Makassar. tetapi dari sisi filosofi diharapkan sisi pelayanannya 89 persen. Soekarno-Hatta. layah (Kanwil) DJBC. sebab itu disebut Kantor pelayanan yang dilakukan bea dan cukai. Ada beberapa kantor pelayanan yang fokus pada pelayanan kepabeanan dan cukai. Tanjung Emas. Jadi meproporsional sesuai dengan beban dan volume tugasnya dalam mang betul-betul murni pelayanan bagi masyarakat . tidak terdapat lebih berorientasi pada tugas pelayanan titik pelayanannya lebih menonjol. WBC Beberapa kantor ada juga yang titik berat tuengenai karakteristik masing-magasnya lebih banyak ke masalah border consing kantor di tingkat vertikal trol dibandingkan dengan pengawasan yang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai built in di pelayanan. porsinya relatif kecil jika dibandingkan dengan tugasnya Sedangkan untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada di bidang pengawasan. walaupun pengawasan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. lintas barang. Jadi karakteristik inilah yang selama Bea dan Cukai dan Kantor Pengawasan dan ini dalam menentukan tipe kantor pelayanan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). jelas dan pengawasannya di-built in di dalam sistim pelayanan. Kantor Pelayanan Utama (KPU) kusikan. dan kantor lainnya ? Di perbatasan. Dengan demikian. Namun demikian berdasardengan pelaksanaan tugas di bidang Priok.A. Sementara kantoryang dilakukan bea cukai melalui sistim pelayanan. dilakukan di Tanjung Priok dan Batam pada Soekarno-Hatta. sisanya 11 persen adalah tugas yang kedua. (DJBC) kini terdiri dari Kantor Wi“Ini merupakan hasil analisis pak dirjen.” imbuh Nofrial. Ada juga kantor pelayanan yang secara operasional melaksanakan pelayanan dan pengawasan secara berimbang M DOK. Sehingga masyarakat jadi mengetahui bahwa itu merupakan pengawasan lebih dikedepankan. sehingga tugas border control-nya juga berlaku. lanjut Nofrial. antara lain contohnya.” ujar Nofrial. Batam.. artinya pelayanan yang diutamakan kalipun juga melaksanakan tugas pelayanan namun prokarena tugas utamanya adalah pelayanan. setelah melapor maka dan tata kerja. berdasarkan struktur organisasi datang dari luar sampai di Tanjung Priok. yaitu diutamakan bukan sekedar melayani dalam arti pelayan. tidak pernah kita masukkan. tugas Bea dan Cukai yang sebenarnya adalah mengawasi lalu Lalu. tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara berlakulah ketentuan batas atau berlaku border control. bisa juga disebut ngawasan di bidang kepabeanan dan cukai. jika dibandingkan rapa yang sangat menjanjikan seperti Tanjung dengan KPPBC. Untuk itu kita Dalam penyempurnaan organisasi vertikal coba rancang sebuah kantor yang sesuai kali ini terdapat istilah baru yaitu Kantor Pengdengan karakteristik masing-masing wilayah awasan dan Pelayanan menggantikan istilah tadi. sebaliknya ada yang fokus pada pengawasan kepabeanan dan cukai. dari “Dengan dibentuknya KPPBC ini merupakan suatu konsekusegi kepabeanan tidak hanya meliputi perbatasan laut dan darat ensi tersendiri bagi DJBC untuk lebih mengoptimalkan kinerja pesaja. ambil contoh seperti di Soekarno Hatta. dibandingkan dengan bidang pengawasan. Menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (OTL) Kantor Pusat DJBC. M. artinya unsur an. Sebaliknya. NOFRIAL. Makassar yang seKantor Pelayanan Utama. yaitu KPBC (Kantor Pelayanan Bea Begitu juga di Tanjung Priok. secara bertahap mempunyai karakteristik tertentu dan sangat akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea spesifik. KPBC dengan KPPBC. undan cukai pada organisasi vertikal DJBC. tugas lalu lintas pengawasan barang di-built in dengan pelayanSebagai pembanding KPU adalah KPPBC. Drs Nofrial M. karena border control (pengawasan wilayah perbatasan).” ujar Nofrial. “Untuk kantor yang titik berat pelaksanaan tugasnya adalah tujuan utama yang menjadi latar belakang dibentuknya KPU dan benar-benar pelayanan atau lebih besar porsinya untuk bidang KPPBC adalah untuk menempatkan dan mengelompokkan pelayanan. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai. Kediri dan Malang Menurut Nofrial. tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai. Nofrial menegaskan. bukan semata-mata karena kantor itu terdapat 11 kantor yang beban kerja di bidang pelayanan sekitar besar.” ujar Nofrial kembali. Kudus. Namun. Kanwil Khumakanya hasil analisis itu kemudian kita dissus DJBC. KPU DAN KPPBC bahwa dalam pelaksanaan tugas kepabeanan Sesuai karakteristiknya. dari sekian kantor yang organisasi dan tata kerja. kantor-kantor lainnya segori ini maka menyebutnya dengan istilah perti Tajung Balai Karimun. Namun demikian berdasarkan subtansi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 9 . tanggal 1 Juli 2007. an yang ada sebelumnya. walaupun pada hakekatnya kapal dan Cukai). Kantor-kantor besar seperti Tanjung Priok. wilayah perbatasan karena pesawat turun langsung ke wilayah Mengenai perbedaan antara KPPBC dengan Kantor PelayanIndonesia. Pontianak. salah satu dari hasil anaDrs. Tanjung Perak dan kan subtansi tugas pokok dan fungsi pengawasan. kantor yang benar-benar besar disebut sebagai Kantor Survey yang dilakukan oleh Bidang OTL Kantor Pusat DJBC. Pelayanan Utama. bagaimana dengan kantor yang berada di Pontianak. sebagainya. Untuk kantor-kantor dalam kateterdapat perbedaan yang sangat mendasar. maka organisasi instansi vertikal DJBC secara tegas.Karakteristik Organisasi V ertikal DJBC Terdapat fakta empirik pelaksanaan operasional pelayanan dan pengawasan di instansi vertikal DJBC yang menunjukkan karakteristik yang berbeda. Tanjung Perak. lanjut Nofrial. tuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada terdapat beberapa Kantor Pelayanan yang tugas di bidang pelayanan. dan Cukai sebagaimana telah mulai 1.A. ada bebeperbedaan yang signifikan antara KPBC kepabeanan dan cukai. Sedangkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai.

Kanwil yang dipimpin Pak Yosi (Yusuf Indarto. misalnya KPU Batam. “Ada yang mengatakan Soekarno-Hatta nanti di KPU-kan lalu Kanwil Banten dibubarin. tetapi tetap ada Kanwil Tanjung Balai Karimun. menjadi lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan. “Sebaiknya KPU bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal supaya jalur pengawasan tidak terlalu panjang antara pimpinan dengan yang dioperasionalkan oleh unit vertikal ini. tipe tetap sama dengan yang ditetapkan dengan KMK 133/PMK. Muka Kuning dan Tanjung Uban kita jadikan KPU. untuk kantor-kantor yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pelayanan.KPBC Tipe A3 Juanda menjadi A2 l Penggabungan KPBC Tipe B Iskandar Muda dan KPBC Tipe B Uleelheue menjadi KPBC Tipe A4 Banda Aceh. maka yang Batam. WBC DOK. Dan dalam reorganisasi ini terdapat hal baru yaitu berdasarkan karakteristik yang spesifik. Sedangkan untuk KPU terdiri dari 2 KPU.KPBC Jakarta Tipe A3 menjadi A2 . dimana dengan adanya perubahan KPBC menjadi KPPBC maka suatu kantor yang semula melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan secara berimbang.01/2006 l Penghapusan KPBC Tanjung Priok I. Nah dengan adanya usulan itu. KPBC Tanjung Uban l Penggantian Nomenklatur l Pembentukan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa l Tupoksi Pengawasan Internal l Penggantian Tipe KPBC . maka digabung menjadi satu dan Kanwilnya yang dibubarkan diganti dengan KPU. dengan adanya KPU di Tanjung Priok telah dibentuk satu Kantor Pelayanan baru namanya KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa untuk menampung atau mem-back up pekerjaan diluar KPU Tanjung Priok. termasuk juga KPU yang langsung dibawah dirjen. jadi Kanwilnya kita bubarin dan kita buat KPU. secara bertahap akan dijadikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Tetapi kalau hanya sebagian saja yang diambil Kanwilnya itu akan tetap. kalau ada yang bilang Kanwil Banten dibubarin lantas yang Merak dan Tangerang bagaimana ? Jadi KPU itu terdiri dari seluruh kantor pelayanan yang ada dibawah Kanwil itu. Kediri Tipe A2 menjadi A3 . menyebutkan bahwa instansi vertikal DJBC meliputi Kantor Wilayah (Kanwil) . itu sama sekali tidak benar. masih banyak orang awam berpikiran bahwa jika sudah ada KPU maka kantor lain yang sebelumnya berada di wilayahnya maka akan dihapus.KPBC Kudus. pokok-pokok yang disempurnakan adalah meliputi.II.” jelas Nofrial. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut: Kantor Wilayah Pada Kantor Wilayah. 2 Kantor Bantu dan 51 Pos Pengawasan.” jelas Nofrial. 89 Kantor Bantu dan 592 Pos Pengawasan. WBC SESUAI KARAKTERISTIKNYA. hanya wilayah kerjanya yang dikurangi. Malang. misalnya di Tanjung Priok. A4 dan B KPPBC kecuali yang dilakukan perubahan dan dijadikan KPU. l penghapusan nomor Kanwil l Tupoksi (tugas pokok organisasi) pengawasan internal l Likuidasi Kanwil VII Jakarta I l Kanwil Khusus Kepulauan Riau l Pengurangan wilayah kerja Kanwil Kepulauan Riau. A3. Kakanwil Khusus Kepulauan Riau-Tanjung Balai Karimun. KPBC Batam. Kini. Jika misalnya KPU terdiri dari Kantor Pelayanan maka akan digabung menjadi satu sehingga tidak ada lagi Kantor Pelayanan yang lain. POKOK-POKOK PENYEMPURNAAN Pokok-pokok penyempurnaan instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) . Kantor Pelayanan Utama (KPU) dan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC). Dan perlu dicatat. organisasi vertikal DJBC terdiri dari 16 Kanwil 114 KPPBC. di wilayah kerja Kepulauan Riau dibentuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khu10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sus Kepulauan Riau (berlokasi di Tanjung Balai Karimun) yang selanjutnya disebut Kantor Wilayah Khusus. Makanya di semua KPU kita usulkan pada waktu itu kepada Presiden untuk jadi eselon II. Khusus mengenai KPU. UNTUK KANTOR-KANTOR yang lebih berorientasi pada tugas di bidang pengawasan ditetapkan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai tugas pokok dan fungsi terdapat perbedaan yang sangat mendasar. lanjut Nofrial. sebelumnya ada Priok I. karena kita ingin semua KPU yang kita buat mempunyai fokus sehingga kita benar-benar lebih mudah mengukurnya. Sedangkan KPPBC berada dibawah Kanwil dan Kanwil dibawah Dirjen. hanya saja wilayah kerjanya di kurangi. A2. berarti instansi vertikal Bea dan Cukai menjadi Kanwil. Karakteristik yang spesifik sebagaimana dimaksud adalah adanya pemisahan pelaksanaan fungsi penindakan dan penyidikan.red) yang kurang wilayah kerjanya.III.LAPORAN UTAMA DOK. ris l l . KPBC Muka Kuning. II dan III. l l Kantor Pelayanan Utama Pembentukan KPU Tanjung Priok dan Batam KPU terdiri dari Tipe A dan Tipe B Kantor Pengawasan dan Pelayanan KPPBC terdiri dari Tipe A1. Sementara mengenai pengawasan di KPU adalah bagaimana melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang seefisien dan seefektif mungkin sehingga tidak menimbulkan cost bagi masyarakat. KPU dan KPPBC.KPBC Bandung Tipe A3 menjadi A2 .

Mekanisme pengawasan bagi SDM di KPU Upaya untuk mewujudkan reformasi bidilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan rokrasi di lingkungan Departemen KeuangInternal (Bidang KI. Namun perlu atau kepatuhan internal telah ada sejak berlakunya juga diperhatikan bahwa jaminan meningkatnya kepatuhan Peraturan Menteri Keuangan Nomor. Untuk tindak lanjut menerapkan strategi dan kebijakan sebaunsur satuan kerja dan pelaku organisasi metergantung permasalahannya. Red) dimana pimpinan biBIDANG KI sudah melakukan tindakan an. Sekretaris Direktorat Jenderal yang dalam Mengenai keberadaan Kepatuhan Internal hal ini dilaksanakan oleh Bagian Organisasi apakah dapat menjamin meningkatnya dan Tata Laksana. menurut Nofrial. sekaligus dapat menjadi motivator pegawai untuk meningada dasarnya. P DJBC. kian menurut Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Adapun unit kerja di bidang pengawasan internal tersebut Drs. Bidang KI mempunyai tugas melaksanakan pengawasan DJBC menerapkan formula untuk mencapai suatu program pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja di lingkungan Kantor pelayanan unggulan dimana keberhasilannya sangat tergantung Pelayanan Utama. melakukan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan tugas 68/PMK. M. Sekretariat DJBC terhadap seluruh unit di lingkungan DJBC. Disamping itu. Hal tersebut. pelaksanaan tugas pengawasan internal katkan kepatuhannya terhadap pelaksanaan tugas. KPU adalah unit evaluasi atau review terhadap efektivitas dan DJBC setingkat eselon II. Tenaga Pengkaji Bidang peningkatan integritas termasuk dalam hal ini Peningkatan Kapasitas Organisasi. Ssi.01/2006. Menurutnya. merupakan salah satu dengan bidangnya akan melakukan monitorkomitmen Departemen Keuangan untuk meing dan pengkajian terhadap efektivitas dan wujudkan reformasi birokrasi yang merupakan efisiensi organisasi.Kepatuhan Internal DJBC Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK. WBC efisiensi organisasi akan selalu dilakukan. Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan DJBC (KPPBC). membidangi Kepatuhan Internal di KPU dan dimana hasilnya nanti akan menjadi bahan Kantor Wilayah adalah sama yaitu Kepala masukan untuk menyempurnakan organisasi Bagian Umum (setingkat eselon III) sedangdan tata kerja DJBC baik di tingkat pusat kan di KPPBC dilaksanakan oleh Kepala maupun instansi vertikal. unit kerja yang memberikan Fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal ini bertupelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure juan untuk membantu Direktur Jenderal dalam melakukan pengdan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada awasan. dari segi waktu.01/2007. menerapkan sistim remunerasi bisnis dalam rangka mencapai tujuan organisasi. dimana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi rewards berupa kebijakan pemberian remunerasi yang cukup DJBC. pelaksanaan pengawasan internal tersebut dilakukan oleh untuk kesejahteraan pegawai. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang meningkatkan integritasnya di dalam melaksanakan tugas di pelayanan kepabeanan dan cukai.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJBC. mengevaluasi dan meningkatkan efektifitias nerapkan key performance indicator setiap dari risk management. melaksanakan tugasnya melalui mekanisme sebagai berikut . Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi tersebut. khususnya DJBC dilakukan dengan dang ini melakukan penilaian terhadap setiap sesuai tupoksinya. dimana unit yang DOK. Menurut Kepala berbasis kinerja Bidang KI KPU Tipe A Tanjung Priok. 131/PMK. Nofrial menegaskan.01/2007 tersebut. pegawai tersebut tentunya juga sangat dipengaruhi oleh peneraptentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan punishment yang konsisten dan konsekuen serta penerapan an. pengawasan pelaksanaan tugas di bidang intelijen. Subbagian Umum (setingkat Eselon IV). sesuai dengan organisasi dan tata kerja instansi melakukan tugas monitoring terhadap pelaksanaan tugas vertikal DJBC. si. janji kepada masyarakat untuk memberikan kualitas pelayanan yang baik. fungsi pengawasan internal atau kepatuhan internal didesentralisasikan pelaksanaannya kepada instansi vertikal DJBC baik di Kantor Wilayah (Kanwil). melaksanakan bidang pelayanan kepabeanan dan cukai. evaluasi dan mengambil kebijakan tentang performance masyarakat dimana secara periodik akan dievaluasi individual unit kerja maupun pegawai di lingkungan DJBC. pelaksanaannya oleh Sekretariat Direktorat Jenderal dan unit “Jadi Kepatuhan Internal yang ada di Kantor Wilayah dan yang membidangi pengawasan internal pada organisasi instansi KPPBC secara umum sama dengan yang ada di KPU”. transparansi mengenai prosedur dan KEPATUHAN INTERNAL DI KPU persyaratan administrasi. demivertical DJBC. biaya. Secara umum.langsung pada bidang/bagian terkait di lalui suatu mekanisme yang sistimatik untuk an internal pada setiap level birokrasi. Apt. Ada yang gai berikut: menerapkan fungsi pengawas. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 11 .Si. me. menurut Nofrial tentunya merupakan pertaruhan penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai. sesuai kepatuhan pegawai. sesuai fungsinya akan kepatuhan pegawai terhadap pelaksanaan melakukan evaluasi terhadap kinerja organisatugas-tugasnya. Dan berdasarkan Peraturan Menteri unit ini telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka Keuangan Nomor 68/PMK. Oza Olavia. Nofrial MA.KPU. pelaksanaan Kepatuhan Internal dilakukan individu dan membuat rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi secara hirarkis sesuai dengan struktur organisasi serta tanggung terhadap pelaksanaan tugas individu.Untuk mengetahui bahwa jawab dan kewenangannya. Mengenai uraian tugas dari Bidang KI adalah: pada komitmen dari seluruh pegawai untuk senantiasa 1. kontrol dan proses individu dan unit kerja serta. sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan Nomor individu. atau melalui Kepala KPU.

Mungkin yang perlu diperhatikan adalah prosedur. awalnya anggota KI langsung turun kesemua bidang untuk membantu kelancaran pelayanan di KPU. apabila terkait dengan masing-masing personil di KPU akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidang KI. ris UNIT KERJA yang memberikan pelayanan diwajibkan menyusun Standard Operating Procedure dan Standar Pelayanan Publik yang berisi janji pelayanan kepada masyarakat. Bidang ini juga melakukan evaluasi atas keseluruhan kegiatan bagian/bidang di KPU dan menilai kinerja personil KPU. mampu menjamin terlaksananya good governance. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang administrasi. Sebagai suatu bidang baru di suatu kantor yang juga baru tentu ada permasalahan. P2. namun perlu tetap motivasi dan pengembangan diri. Misalnya sampai akhir Juli telah menangani dan menindaklanjuti 144 keluhan pengguna jasa mengenai kinerja PFPD. maka bidang ini langsung menindaklanjuti pengaduan dari pengguna jasa tersebut. Pemeriksa Barang dan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen. sarana dan SDM untuk pelaksanaan tugas tersebut agar tujuan organisasi untuk menciptakan sistim pengawasan internal dapat terselenggara dengan tepat dan benar. melaksanakan pengawasan pelaksanaan tugas di bidang audit. Sedangkan pelaksana Bidang KI sebanyak 28 orang yang terdiri dari pelaksana administrasi dan pelaksana pemeriksa. 5. Konsul.” tambah Oza. Permasalahan lainnya yang dihadapi bidang ini. melaksanakan pemberian rekomendasi peningkatan pelaksanaan tugas. Fasilitas. Bidang KI juga telah melakukan analisa kinerja personil seperti Bidang Kepabeanan. hasil Kinerja Pegawai (performance). Ekspor. laporan dan tindak lanjut hasil penilaian (measurement reporting) serta evaluasi dan monitoring hasil tindak lanjut (evaluation & monitoring) Mengenai SDM Bidang KI . pada prinsipnya bidang ini sudah melakukan tindakan sesuai dengan tupoksinya dan untuk tindak lanjut tergantung pada permasalahannya. Perbendaharaan. maka penentuan suatu acuan/ standar penilaian yang tepat untuk masing-masing pegawai dalam melakukan penilaian kinerja pegawai masih perlu koordinasi berkelanjutan dengan bidang/bagian lain di KPU untuk menjamin semua pegawai mengerti apa yang akan dinilai dari pelaksanaan kegiatan KPU. Gate. Bidang ini langsung menyelesaikan permasalahan di lapangan yang terkait langsung dengan prosedur dan pelayanan kepada pengguna jasa. Namun dengan prinsip bahwa tugas KI bukan untuk menakut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjalan sesuai prosedur dan ketentuan. maka langsung diinformasikan pada bidang yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dan Bidang KI memantau hasil tindak lanjut dari bidang tersebut. “Saya setuju adanya bidang seperti ini di DJBC. maka Bidang KI mencoba memberikan pemahaman tersebut. Ada yang langsung pada bidang/bagian terkait DOK. “Untuk saat ini jumlah SDM untuk KI sudah sesuai dengan yang diinginkan dan pegawai di Bidang KI harus mempunyai karakteristik objective. Oza mengungkapkan. meliputi: Key Performance Indicator (KPI) dan Nilai Dasar dan Kode Etik Jabatan Pegawai KPU. mengingat semua penilaian yang ada berbasis kinerja. Dalam hal ada pengaduan atau komplain dari pengguna jasa. Pabean.” ungkap Oza. atau melalui Kepala KPU. Manifest. dunia usaha dan pemerintah. WBC di KPU. Oza menyampaikan suatu masukan. confidentiality dan competency yang saat ini hal tersebut sudah terpenuhi . “Saya mencoba menindaklanjuti dari tupoksi bidang ini dan terutama yang keterkaitannya dengan seluruh bidang/bagian di KPU. HICO. Dan kami mohon doa dan dukungan dari semua jajaran Bea dan Cukai agar Bidang ini tetap amanah dalam menjalankan tugas serta mampu melakukan kerja secara objektif dan transparan. maka perlu adanya suatu kontrol atas hasil kerja apakah sudah sesuai dengan prosedur yang dipersyaratkan atau belum. integrity. 4. pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai. bidang yang dipimpinnya ini mempunyai tiga seksi yaitu : Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan. 3. “Pada gilirannya keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pembaharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan DJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat.” lanjut Oza. Keberhasilan KI yang berfungsi sebagai pengaman dan penjaga tingkat kinerja prima dari setiap bidang/bagian KPU akan mendukung tercapainya tujuan dan misi KPU. Perbendaharaan. Pada awalnya mungkin ada pegawai yang merasa “aneh” apabila aktifitas mereka diawasi atau “takut” dengan personil kepatuhan internal. menurut Oza adalah standar yang terukur dan applicable (measures). semoga dengan adanya Bidang KI. Setiap informasi yang ada dianalisa. Rumahtangga dan SDM. Sebagai suatu bidang baru perlu adanya koordinasi atas tugas dan kewenangan dari bidang ini. menurutnya. bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. 6. “Disisi lain dengan dukungan dan bantuan dari Tim Percepatan Reformasi yang di pimpin Bapak Thomas Sugijata dan Kepala KPU. menurut Oza. Hanggar. Mengenai action atau pelaksanaan di lapangan oleh Bidang KI. STANDAR TERUKUR DAN APPLICABLE Yang menjadi tolok ukur bagi bidang ini dalam menjalankan tugasnya. dan pada akhirnya dapat dipahami oleh personil KPU. Penerimaan dokumen. Fasilitas. Bersama-sama dengan seluruh anggota bidang ini. lanjut Oza. melaksanakan evaluasi kinerja di bidang pelayanan. Jadi Bidang KI tidak hanya harus di KPU. mengingat pada saat awal memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tugas KPU. Dengan adanya Bidang KI di KPU pada khususnya dan di DJBC pada umumnya. suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU. investor.LAPORAN UTAMA 2. Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan. melaksanakan pelaporan dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan kepatuhan internal dan hasil pemeriksaan aparat pengawasan fungsional.” ujar Oza. penilaian / pengukuran (performance measurement).” demikian tanggapannya ketika ditanya mengenai KI di Kanwil dan KPPBC. berupaya untuk menetapkan standar operasi prosedur untuk Bidang KI dan keseluruhan bidang di KPU guna penentuan standar penilaian kinerja keseluruhan pegawai di KPU. Menurut Oza. 12 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . kita coba laksanakan berbagai kegiatan yang pada awalnya lebih mendukung seluruh kegiatan KPU dalam rangka memberikan pelayanan kepabeanan dengan tetap memastikan sistim KPU berjalan sesuai dengan prosedur dan tatanan yang telah ditetapkan. Pemeriksa Barang. dan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi. Dalam hal pengaduan menyangkut tugas bidang lainnya. Mengenai tindakan yang telah diambil oleh bidang ini terutama berkaitan dengan KI. dijelaskan Oza. kalau kita mengacu pada sistim administrasi yang baik dan benar untuk setiap bidang kerja.

KPPBC Tipe A4 Banda Aceh (lokasi Banda Aceh). Pos Pengawasan: Bandara I. Selat Panjang (PL). Pos Pengawasan: Siak Kecil (PL). Dumai (PL). Kuala Tanjung (PL) III. Kantor Pos Lalu Bea Medan. Pangkalan Dodek (PL). Sigli (PL). Tua Pejat (PL). Rantau Panjang (PL) 2. pelabuhan Laut Tanjung Pinang. Kantor Bantu: Pangkalan Brandan. KPPBC Tipe B Kuala Kangsa. Teluk Paku (PL). Pelabuhan Laut Kuala Tanjung. Pos Pengawasan: Barus (PL). Prapat Tunggal (PL). Sungai Pakning (PL). Pos Pengawasan : Susoh 4.. 6. Pelabuhan udara Mingkabau. Pos Pengawasan: Tanjung Pura (PL).Kantor Bantu. Pelabuhan Laut Sibolga. Porsea. Tabing (PU). meliputi.01/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Bantu. Bengkalis (PL) 6. Siak Sri Indrapura (PL) Provinsi Sumatera Barat 8. Pangkalan Susu (PL) 4. Tanjung Pinang (PL). Sei Kembung (PL). sebagai berikut . Rumbai (PL). Kantor Pos Lalu Bea Pekanbaru. Pasir Panjang (PL). Kuala Langsa. Pelabuhan Laut Teluk Bayur. 4 Kantor Bantu dan 24 Pos Pengawasan : 1. Kanwil DJBC Sumatera Utara Lokasi : Medan (Sumatera Utara). Pos Pengawasan: Selat Morong (PL). Kantor Bantu: meliputi Perawang (PL). Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat Lokasi Pekanbaru (Provinsi Riau). KPPBC Tipe B Siak Indrapura. Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A4 Tembilahan. Sei Buluh Indragiri (PL) Pulau Kijang (PL). Bungus (PL). Pos Pengawasan : Blang Lancang (PL) Krueng Geukeuh (PL) 5. Teluk Mengkudu (PL). KPPBC Tipe A4 Sabang 2. Pulau Burung (PL) 4. Tanah Putih (PL). 3 Kantor Bantu dan 32 Pos Pengawasan: 1. Natal (PL). Painan (PL).Kantor Bantu. meliputi. KPPBC Tipe B Pematang Siantar. meliputi Pelabuhan laut Tembilahan. Concong Luar (PL). Panipahan. Urung (PL). Kantor Pos Lalu Bea Lhok Seumawe. Pelabuhan Laut Kijang. Kabanjahe. Tanjung Leidong (PL). meliputi : pelabuhan laut Malahayati. Tanjung Buton (PL). Sidikalang 5. Siberut Mentawai. meliputi. Pulau Cawan (PL). Pos Pengawasan. Kantor Bantu: Lhok Nga (Pelabuhan Laut/PL). meliputi : Kantor Pos Lalu Bea Pematang Siantar. Pos Pengawasan. Muara (PL). Teluk Bayur (PL). Muara Padang (PL). KPPBC Tipe B Selat Panjang. Kantor Bantu : Moro Sulit (PL). Pos Pengawasan: Lam Pulo (PL). 12 Kantor Bantu dan 50 Pos Pengawasan : 1. Pariaman (PL). Binjai. Kanwil DJBC Nangroe Aceh Darussalam Lokasi : Banda Aceh (Aceh Darussalam). Pelabuhan udara Sultan Syarif Kasim II. Tipe Lokasi dan Wilayah Kerja Kanwil DJBC. Kantor Pos Lalu Bea Padang Kantor Bantu. Pantai Cermin (PL). Pos Pengawasan: Percut Sei Tuan (PL). Kijang (PU) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 13 . Perigi Raja (PL). meliputi. Tanjung Medang (PL) 3. Kantor Bantu: Sungai Guntung (PL). KPPBC Tipe A4 Teluk Nibung. KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. yaitu 1. Japura (PU). Buatan (PL) 2. PL Krueng Geukeuh. KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang. meliputi : Pelabuhan Laut Dumai. Labuhan Bilik (PL). Sibolga (PL). Cubadak (PL). Bukit Batu (PL). Pulau Halang (PL). Serapung (PL) 5. Terdiri dari 8 KPPBC. Pos Pengawasan. Pelabuhan Peti Kemas Teluk Lembu. KPPBC Tipe B Pangkalan Susu. Teluk Belitung (PL). Terdiri dari 5 KPPBC. KPBC Tipe A1 Belawan. Kuala Enok. Bandara II. Rantau Panjang. Kuala Blaras (PL). Sinabang. Tanjung Balai Karimun (PL). KPPBC Tipe B Bagan Siapiapi. meliputi. Kanwil DJBC Kepulauan Riau Lokasi : Tanjung Balai Karimun (Provinsi Riau). Teluk Dalam (PL). Bantan Tengah (PL). Rantau Prapat. meliputi. pelabuhan laut Selat Panjang. Bandul (PL). Nama Kanwil dan Tipe KPPBC Seluruh Indonesia Berikut ini adalah Nama. meliputi : Pelabuhan Laut Tanjung Balai Karimun. Kualacinaku (PL). Tanjung Beringin (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pinang. Pos Pengawasan: Sawang (PL). Tapak Tuan. Pulau Tello (PL). pelabuhan udara Iskandar Muda. Pelabuhan Laut Pasir Panjang. Lubuk Pakam. meliputi : Pelabuhan Teluk Nibung dan Bagan Asahan Pos Pengawasan: Tanjung Tiram (PL). Pos Pengawasan. Terdiri dari 7 KPPBC. Bandara II. Pos Pengawasan. Terus (PL). KPPBC Tipe B Kuala Tanjung. Ujung Baru (PL).Kantor Bantu. KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. Cot Bau (PL) 3. Iskandar Muda (Pelabuhan Udara/PU) . Gabion (PL). meliputi. Malahayati (PL). Kuala Enok (PL). Kantor Pos Lalu Bea Banda Aceh. KPPBC Tipe B Sibolga meliputi. Teluk Nibung (PL) 7. Pelabuhan Laut Siak Sri Indrapura. Air Bangis (PL). Pelabuhan Udara Kijang. Kijang (PL). Pantai Labu (PL). 2. Bagan Siapiapi (PL). terdiri dari : Kantor Bantu. Pelabuhan Laut Pekanbaru. Pos Pengawasan. Sikakap (PL). Pos Pengawasan . I. Gudang Merah (PL). Tanjung Samak (PL). Kuala Gadung (PL).Organisasi Vertikal DJBC Yang Telah Disempurnakan Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/ PMK. meliputi : pelabuhan laut Blang Lancang. KPPBC Tipe A 3 Dumai. IV. Bandar Khalifah (PL). Pelabuhan Bagan Siapiapi. meliputi. KPPBC Tipe B Meulaboh (lokasi Meulaboh). Rengat. 7. Lumba-Lumba (PL). berikut adalah susunan organisasi Vertikal DJBC. Gunung Sitolo (PL). Pos Pengawasan. KPPBC Tipe A3 Tanjung Balai Karimun. Tanjung Kedabu (PL). Sinaboi (PL). Pelabuhan Udara Polonia. Pangkalan Susu (Lokasi Pangkalan Susu). Penyalai (PL). KPPBC Tipe B Bengkalis. Tanjung Motong (PL). Kuala Bayas (PL). Tanjung Medang. Pelabuhan laut Bengkalis. KPBC Tipe A 3 Medan. Singkel. meliputi. Bandara I. II. 7 Kantor Bantu dan 8 Pos Pengawasan. KPPBC dan Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Kantor Bantu : Tebing Tinggi. KPPBC Tipe A4 Lhok Seumawe. Tanjung Batu (PL). Terdiri dari : 5 KPPBC. meliputi: Pelabuhan Laut. Sungai Apit (PL). meliputi: pelabuhan laut Belawan. meliputi Pos Pengawasan : Sarang Jaya. Bandara III 3.

Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Kantor Bantu : Kota Agung. KPPBC Tipe A4 Yogyakarta. Pos Pengawasan. Linau (PL). Baai (PL). Cinta Natomas. KPPBC Tipe A4 Bengkulu. Pos Pengawasan : Bandara I. Pelabuhan Udara Depati Amir. KPPBC Tipe A3 Merak. Kantor Pos Lalu Bea Tegal. Wonosobo. meliputi. Kuala Tungkal (PL) 3. Bandara I. meliputi. 3. Ciamis. Pos Pengawasan : LIK Semarang. Tegal (PL). meliputi. Banjarnegara 7. Kampung Laut (PL). udang natuna. KPPBC Tipe B Tasikmalaya. Widuri (PL). Bandara III 2. Klaten. meliputi. Pelabuhan Tanjung Emas. Pelabuhan Laut Plaju. Kantor Pos Lalu Bea Bengkulu Pos Pengawasan. Depok. Pelabuhan Laut Pusri. Purworejo X. Cianjur. Depati Amir Bangka (PU). Pos Pengawasan: Garut. Kawasan Industri EJIP. Pos Pengawasan : Purbalingga. Kantor Bantu: Magelang. Pelabuhan Udara Sultan Thana. Wonosari. Pelabuhan Tanjung Leneng. Muntok Pos Pengawasan : Kurau ( PL). Seputih Mataran. Merak (PL). Pos Pengawasan : Tangerang VII. Tempilang (PL). Pos Pengawasan : Sukabumi.LAPORAN UTAMA 3. meliputi : Dry Port Gede Bage. meliputi. Dipasena. KPPBC Tipe A3 Palembang. Kaliwungu. Tanjung Emas I (PL). Pulau Layang (PL). meliputi Pelabuhan Laut Boom Baru Palembang. 3. Daik (PL). Pos Pengawasan : Palimanan. Tanjung Emas III (PL). Bratesena. Pengandaran (PL). Sragen. KPPBC Tipe B Tarempa. H. Pelabuhan Udara Adi Sutjipto. Terdiri dari 3 KPPBC dan 9 Pos Pengawasan. Terdiri dari : 6 KPPBC. Bantul. Jebus (PL). Rembang. Purwodadi. Raden Inten (PU). Karanganyar. Kantor Pos Lalu Bea Jambi. Comal (PL). Sunda Kelapa (PL). Pelabuhan Laut Tanjung Intan. Terdiri dari . Pemalang. 3 KPPBC dan 15 Pos Pengawasan: 1. Kantor Pos Lalu Bea Solo. Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan Lokasi : Palembang (Provinsi Sumatera Selatan). Toboali (PL). Bandara I.Kanwil DJBC Jawa Barat Lokasi : Bandung (Provinsi Jawa Barat). Subang. KPPBC Tipe B Tanjung Pandan. matak. Pekalongan (PL). Tanjung Pandan (PL). KPPBC Tipe A2 Bandung. Terdiri dari : 6 KPPBC dan 44 Pos Pengawasan. Sambu Belakang Padang (PL) 4. serasan. KPPBC Tipe A3 Kudus. meliputi. Pos Pengawasan : Brebes. KPPBC Tipe A4 Cilacap. Kawasan Industri Jababeka II Cikarang 2. Kantor Bantu Kebumen 5. Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta. Tasikmalaya IX. Muara Baru (PL) Pos Pengawasan : Sunda Kelapa (PL). 4 Kantor Bantu dan 48 Pos Pengawasan : 1. Kalibaru. Pelabuhan Laut Merak. Tanjung Intan (PL). Kantor Bantu : Belinyu (PL). Pos Pengawasan : Kampit. tambelan. Pelabuhan Laut Pangkal Balam. Ciwandan (PL). Bandara II. meliputi. 4. 5. Jepara (PL).Pos Pengawasan : Tanjung Buyut (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Pandan. Pos Pengawasan. Senayang (PL). VI. Kantor Pos Lalu Bea Cirebon. Kantor Wilayah DJBC Banten Lokasi : Serang (Provinsi Banten). Cepu. KPPBC Tipe B Tegal. Sinta. Terdiri dari : 6 KPPBC. Sungai Liat (PL). Pelabuhan Laut Cigading. Kantor Pos Lalu Bea Tanjung Karang. Sugih Waras Daerah Istimewa Yogyakarta 8. 2. Pelabuhan Ratu (PL). Baturaja. Sungai Selan (PL). Dharma Karya Perdana (PLK). Kantor Pos Lalu Bea Yogyakarta. KPPBC Tipe A3 Jambi. Way Seputih (PL). Lubuk Besar (PL). Surodadi. KPPBC Tipe A2 Bogor. Pelabuhan Laut Sungai Gerong. Pangkal Balam (PL). Tanjung Leneng (PL). Wonogiri. Bandara II.Kanwil DJBC Jakarta Lokasi Jakarta (Provinsi DKI Jakarta). Wates. SM Badarudin II (PU). meliputi. Plaju (PL). meliputi. Sekayu. Pelabuhan Udara padang Kemiling. Kantor Pos Lalu Bea Semarang. Ranai. Pos Pengawasan : Halim Perdana Kusuma (PU) 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 2. Kanwil DJBC Jawa Timur I Lokasi : Surabaya (Provinsi Jawa Timur). Kantor Bantu : Juwono (PL). Karimun Jawa (PL). Pos Kantor Pos. 6. Kuala Mendara (PL). Ujung Kerawang. 3. Pelabuhan Udara Branti. Jambi. KPPBC Tipe B Pekalongan. P. KPPBC Tipe A2 Tangerang. Cilamaya (PL) 4. 2. Slawi. Kantor Bantu : Balongan. Pelabuhan Udara Sultan Mahmud Badarudin II. Demak. Pulau Pelambung (PL). KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas. meliputi. Sungai Buluh (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Purwokerto. Kawasan Industri Kota Bukit Indah. Gede Bage. Pelabuhan Tanjung Pandan. Tanjung Emas II (PL). Bandara I. KPPBC Tipe A3 Bandar Lampung. 3. Majenang. Pusri (PL). 6. Bandar Lampung. Air Itam (PL). KPPBC Tipe A3 Surakarta. KPPBC Tipe A4 Pangkal Pinang. meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Jakarta VIII. Bandara I. Bandara II. Pelabuhan Laut Panjang. Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Lokasi : Semarang (Provinsi Jawa Tengah). Pertamina. Muaraenim. Kawasan Industri MM 2100 Cibitung. Temanggung. Pelabuhan Laut Tegal. Pos Pengawasan: Batang (PL). Bandara II 4. . Penuba (PL). Sukohardjo. KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa. Cibinong. Nipah Panjang (PL). Boyolali. 7 Kantor Bantu. Palembang (PL). Pos Pengawasan : Banyutowo. Kayu Arang (PL). KPPBC Tipe B Sambu Belakang Padang. KPPBC Tipe A2 Purwakarta. Jebres. Belitung (PU). Muko-muko (PL). Terdiri dari : 8 KPPBC. Dry Port Jebres. Pulau Enggano (PL). Pelabuhan Laut Sambu Belakang Padang. KPPBC Tipe A2 Jakarta. Baai. Kantor Pos Lalu Bea Palembang. Pelabuhan laut P. Pos Pengawasan: Sleman. Muntok (PL). Pos Pengawasan. Pos Pengawasan : Tunggul Wulung (PU). Pelabuhan Laut Cirebon. Pelabuhan Udara Adi Sumarmo. Halim Perdana Kusuma. yaitu : 1. meliputi. midai. Pelabuhan Udara Tunggul Wulung. Pelabuhan Udara Ahmad Yani. Salatiga. KPPBC Tipe B Dabo Singkep. KPPBC Tipe A2 Bekasi. bunguran timur V. meliputi. KPPBC Tipe B Kantor Pos Pasar Baru. meliputi. meliputi. Nasasari 6. Pos Pengawasan : Chandra Asri. KPPBC Tipe A4 Cirebon. KPPBC Tipe A1 Soekarno-Hatta. Blora. Sungai Gerong (PL). 1 Kantor Bantu dan 19 Pos Pengawasan: 1. Daerah Istimewa Yogyakarta. Pos Pengawasan : Kebak Kramat. Kantor Bantu. 44 Pos Pengawasan : 1. Muara Baru (PL). meliputi:Pelabuhan Laut Dabo Singkep. bunguran barat. Kawasan Industri MM Jababeka I Cikarang. Dabo (PU). Pos Pengawasan : Purwakarta. Arjuna (PL). Marunda. Kantor Bantu : Manggar (PL). Marina Ancol. Dabo Singkep (PL) 5. meliputi. Lubuklinggau. Cirebon. KPPBC Tipe B Purwokerto. Pos Pengawasan : Pangkal Duri (PL). Cigading (PL). Pos Pengawasan : Sumedang. Simbur Nair (PL). Kantor Tukar Pos Udara Jakarta Soekarno-Hatta. Kantor Bantu: Kuala Tungkal (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Pangkal Pinang. jemaja.As Hanandjoeddin. Terminal Peti Kemas Kota Bukit Indah. meliputi. Pelabuhan Udara Husein Sastranegara. Bogasari. Pelabuhan Laut Talang Duku. Bandara II 5. Cilincing. Kantor Pos Lalu Bea Magelang. Padang Kemiling (PU). Muara Sabak (PL). meliputi. Bratasena/Dipasena Pos Pengawasan : Bakauheni (PL).

KPPBC Tipe B Panarukan. Pelabuhan Laut Sampit. KPPBC Tipe B Pulang Pisau. Celukan Bawang. Pos Pengawasan: Sape (PL). meliputi. Terdiri dari : 8 KPPBC. Dermaga Khusus PLTGU. Lamongan. Sedayu Lawas (PL). Trunojoyo (PL). Rahadi Usman (PU). meliputi.Kuala Jelai (PL). Waingapu (PL). KPPBC Tipe B Benoa. KPPBC Tipe B Ketapang. Klungkung. Satartacik (PU). 5. Gilimanuk 3. meliputi: Pelabuhan Laut Meneng. Tebas (PL). Sekura 4. Dermaga Cargo I (PL). Kantor Bantu. Terdiri dari 8 KPPBC. Pos Pengawasan Bea dan Cukai. Mauhai (PU). Pelabuhan Laut Tanjung Batu. Karangasem. Kantor Pos Lalu Bea Surabaya. Palibelo (PU).meliputi. KPPBC Tipe A3 Kediri. Pos Pengawasan : Glondong. Pangkalan Buun (PL). Kantor Pos Lalu Bea Maumere. Pelabuhan Laut Panarukan. meliputi . Pos Pengawasan : Samudra (PL). Pelabuhan Laut Lembar. Kertosono. Pos Pengawasan : Sendang Biru (PL). Abdulrachman Saleh (PU). Pontianak (PL). Jamrud I (PL). Napan (LBD). Kanwil DJBC Jawa Timur II Lokasi : Malang (Jawa Timur). Kalbut (PL). Teluk Air (PL). Dermaga Kapal Turis (PL). Padha Maleda (PU). Sajingan. Maumere (PL). Pos Pengawasan . Bangkalan (PL).Kantor Bantu : Kuala Kapusa (PL). Ende Ipi (PL). Sampit (PL). 7. Panarukan (PL). Jombang. KPPBC Tipe A4 Mataram. Kantor Pos Lalu Bea Mataram. ICT II (PL). Pos Pengawasan : Tambak (PL). meliputi. Bandara I. Pelabuhan Laut Pontianak. Sungai Kakap (PL). KPPBC Tipe A3 Pontianak. Mali (PU). Sepulu. Brang Biji (PU). Dermaga Khusus Petrokimia. Pelabuhan Laut Pulau Pisang. Kantor Bantu : Kumai (PL). KPPBC Tipe B Blitar. Jungkat (PL). Mirah I (PL). Bandara II. Kantor Pos Lalu Bea Kupang. Pos Pengawasan: Aruk. Pelabuhan Udara Sepinggan. Pelabuhan Laut Poleng. Labuhan Haji (PL). Muncar (PL). Pos Pengawasan : Popoh (PL) 4. Tuban (PL) XI. Besuki (PL). Teluk Air (PL). Kamal (PL). Ngimboh (PL). Pos Pengawasan . H. KPPBC Tipe B Kalabahi KPPBC Tipe B Maumere. Pelabuhan Laut Benoa. Pos Pengawasan. Dry Port Rambipuji. Poleng (PL). meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Tulung Agung.1. Lumajang. KPPBC Tipe A2 Juanda. KPPBC Tipe B Madiun. Padang Tikar (PL). Kantor Bantu: Sambas. KPPBC Tipe B Banyuwangi. Situbondo. Rua (PL). Berlian II (PL). Pos Pengawasan Bea dan Cukai : ICT I (PL). Pelabuhan Laut Tenau. 10 Kantor Bantu dan 46 Pos Pengawasan: 1.meliputi . Selaparang. Teluk Suak (PL). Dermaga Cargo II (PL). meliputi. Beringin (PU). Kalianget (PL). Pelabuhan Udara 4. Buleleng (PL). Pos Pengawasan: Labuan Bajo dan Komodo (PL). Pagerungan (PL). Pos Pengawasan : Magetan. Cilik Riwut (PU). Labuan Bajo (PU) XIII. Pintu Utama Padang Bai (PL). Pelabuhan Udara Juanda. Pelabuhan Laut Ketapang. Pos Pengawasan. Kawasan Industri PIER. Merbau. 3.Penjajab (PL). KPPBC Tipe B Jagoi Babang Kalimantan Tengah 6. Tabanan. Tusikain . Sungai Raya. 3. meliputi. KPPBC Tipe A4 Kupang. KPPBC Tipe B Kalianget. Dermaga Khusus Semen Gresik. Pos Pengawasan : Nganjuk. Pejarakan. Dermaga Padang (PL). Kantor Pos Lalu Bea Kediri. meliputi. Aroeboesman (PU). KPPBC Tipe B Bojonegoro. Saparan. Pelabuhan Laut Gresik. KPPBC Tipe B Tulung Agung. Kantor Bantu. Aruk. Labuhan Alas (PL). Kangean (PL). KPPBC Tipe A4 Sampit. Pelabuhan Laut Tuban dan Kantor Pos Lalu Bea Bojonegoro. Pegatan Mendawai (PL). Socorejo-Jenu (PL). meliputi. Bandara III. Bandara III. Kantor Pos Lalu Bea EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 15 . Gianyar. Pototano (PL). meliputi. Pulang Pisau (PL). Pelabuhan Laut Bima. Kempu. Berlian I (PL). Kantor Bantu: Nanga Badau. Ketapang (PL). Cukir. 8. Telaga Biru (PL). Kantor Pos Lalu Bea Malang. Calabai Dompu. Kantor Pos Lalu Bea Madiun. Kubu (PL). Kantor Pos Lalu Bea Pontianak. Pos Pengawasan: Nusa Penida (PL). Pos Pengawasan : Tenau. Bondowoso. Asan (PU). XII. meliputi. Bantan. Selaparang (PU). Temajuk (PL). KPPBC Tipe A3 Gresik. Sidoarjo. meliputi. Kalimas. Baa/P. Haliwen (PU). Probolinggo (PL). Sangka Pura (PL). Puger (PL). meliputi. Mirah II (PL). Lekok (PL) 3. Nilam I (PL). Singkawang. Negara. Kantor Bantu : Badas Sumbawa (PL). Kanwil DJBC Bali. Nanga Bayan. Teluk Melano (PL). Mata Plampang Sumbawa. Pos Pengawasan : Bahaur (PL). Sidding. Ketapang (PL). 8 KPPBC. Tg Batu. Pos Pengawasan : Muara Sungai Arut (PL). Kantor Pos Lalu Bea Tuban Badung. Lembar (PL).Kantor Bantu : Supadio (PU).Kanwil Kalimantan Bagian Barat Lokasi : Pontianak. Paiton (PL). KPPBC Tipe A3 Balikpapan. Pelabuhan Laut Pangkalan Buun. Labuan Burung. Grajagan (PL). Branta (PL). ICT IV (PL).. Sungai Duri. Bima (PL). Nilam II (PL). Rote (PL) KPPBC Tipe B Atapupu. 6.meliputi: Kantor Pos Lalu Bea Blitar 5. 6. Kantor Tukar Pos Udara Juanda. KPPBC Tipe A4 Sintete. Benete (PL). 11 Kantor Bantu dan 49 Pos Pengawasan: 1. Pos Pengawasan . 8. meliputi. Pelabuhan Laut Kalianget. Pos Pengawasan: Teluk Batang (PL). 5. Simpang Tiga Lubuk Sabuk. KPPBC Tipe A3 Malang. Sampang.meliputi. Kantor Bantu : Mota Ain (LBD). Sebangkau. Pelabuhan Laut Balikpapan. KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak. 8. Terdiri dari. Paloh. Tamboloka (PU). meliputi. Jember. Sapudi (PL).Pos Pengawasan. 7. Ngawi. Gewayangtama (PU). Iskandar (PU). Pos Pengawasan . Jangkar (PL). Wates 4. Pertamina Amuk (PL) 2. Jawai. Pacitan (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Probolinggo. Kantor Pos Lalu Bea Jember. 5. Larantuka (PL). Gresik (PL). Kuala Pembuang (PL). Bangli. KPPBC Tipe Tipe B Pangkalan Buun. Mangkahoi XIV. Pemenang (PL) KPPBC Tipe B Bima. Taliwang. meliputi.Kantor Bantu : Kedindi Reo (PL). KPPBC Tipe A4 Entikong. meliputi. Tanjung Wangi (PL). Kantor Bantu : Kendawangan (PL). meliputi. Dermaga Khusus Maspion. Caruban. Dermaga Kapal Ikan (PL). Pelabuhan laut Maumere. 7 Kantor Bantu dan 41 Pos Pengawasan 1. Rambipuji 7. Pelabuhan Udara Ngurah Rai. Mojokerto. Pos Pengawasan : Marakai Panjang. Pos Pengawasan : Pasuruan (PL). Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Dongkek (PL). Terdiri dari :8 KPPBC dan 29 Pos Pengawasan: 1. Bandara I. Dermaga Khusus Smeiting Co. Ponorogo. meliputi. KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Lokasi : Balikpapan. Jamrud II (PL). meliputi. Wajoti (PU). Segumon. meliputi. KPPBC Tipe A2 Pasuruan. Bandara II. 2. Pelabuhan Laut Penajam. Pelabuhan Udara El Tari. Pelabuhan Laut Pasuruan. Labuhan Lombok (PL). meliputi. 6. Pos Pengawasan : Pasean (PL). 2. Meta Mauk (LBD). 2. Pelabuhan Laut Sintete. Pelabuhan Tanjung Perak. Pemangkat (PL). Singkawang (PL). ICT III (PL). Pelabuhan Laut Kampung Baru. Ende (PL dan Pos Lalu Bea). Wini (LBD). KPPBC Tipe B Probolinggo. NTB dan NTT Lokasi Denpasar (Bali). H.

Palele (PL). 2. Samarinda (PL). KPPBC Tipe A4 Sorong. Tagulandang (PL). Fak-fak (PL). Pelabuhan laut Luwuk. Kantor Bantu : Bau-bau (PL). Pos Pengawasan: Kokas (PL). Temindung (PU). Meliputi. 2. KPPBC Tipe B Merauke. meliputi. Balantang (PL). Pelabuhan Laut Kotabaru. meliputi : Pelabuhan Laut Kendari. Pelabuhan Udara Frans Kaisiepo. Pelabuhan Laut Samarinda. Pulau Gak (PL). Pelabuhan Laut Balantang. Pos Pengawasan : Inobonto (PL). 3. Pulau Gebe (PL). Kantor Bantu. Lirung (PL). meliputi. Kei (PL). Pasang Kayu (PL). Paguat (PL). Pos Pengawasan : Jefman (PU). Moutong. Moahino/Bohumbelu (PL). KPPBC Tipe B Poso. Kuala Kencana/ Kota Baru. Sukarno I (PL). P. KPPBC Tipe B Sangata. Paotere (PL). Mindiptana (LBD). Pos Pengawasan : Lamijung (PL). 4. Kantor Bantu: Batu Licin (PL). Pelabuhan Laut Bontang. Pelabuhan laut Manokwari. Galela/Tobelo (PL). Kalimantan Selatan 7. Tanjung Batu (PL). Banjarmasin (PL). Malino. Kampung Baru (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Pare-Pare. KPPBC Tipe A4 Bitung. KPPBC Tipe A3 Banjarmasin. 6. 5. Kantor Pos Lalu Bea Manado. Sorong (PL). Sam Ratulangi(PU). Masohi (PL). Lhok Tuan (PL). meliputi. Areso’e (PL). Kanwil DJBC Sulawesi Lokasi : Makassar (Sulawesi Selatan). Tg. meliputi : Pelbauhan Laut Poso. KPPBC Tipe A4 Amamapare. Ogotua (PL). Belang (PL). Tarakan (PL). Muara Badak (PL). Sulawesi Tenggara 5. Long Bawan. Pos Pengawasan : Handil II (PL). Tanjung Redep (PU). 11. meliputi. Pos Pengawasan : Rendani (PU). Merauke (PL). Pos Pengawasan : Pagimana (PL). KPPBC Tipe A4 Bontang. 11 Kantor Bantu dan 63 Pos Pengawasan : 1. Kantor Bantu : Toli-toli (PL). Pelabuhan Laut Jayapura. Wembi (PL). Pelabuhan Udara Hasanuddin. Pos Pengawasan : Sarmi (PL). Sikeli (PL). Likupang (PL). D. KPPBC Tipe B Pomalaa. Kantor Pos Lalu Bea Biak. Pos Pengawasan : Kema (PL). Pelabuhan Laut Pantoloan. 12 Kantor Bantu dan 66 Pos Pengawasan : 1. asam/Kintap (PL) 8. Hitu (PL). KPPBC Tipe A3 Samarinda. 6. Kiwirok (PL). Benjina/ P. Pelabuhan Udara Sam Ratulangi. KPPBC Tipe B Nabire 13. Pos Pengawasan : Wawoni (P). Amamapare (PL). Bubung (PU). Tanjung Barnabas (PL). KPPBC Tipe A4 Nunukan. KPPBC Tipe B Biak. Kantor Bantu : Teluk Kasim (PL). 9. KPPBC Tipe B Bajo’e. Ternate (PL). Satui (PL). Toili (PL). Tahuna (PL). Lasolo (PL). Wanci (PL). Waris (PL). Nyerangkat Sekambing (PL). Kariangau(PL). Pulau Adi (PL). Tanjung Bara Sangata (PL) Pos Pengawasan Bea dan Cukai : Ampana (PL). Pos Pengawasan : Serui (PL). KPPBC Tipe A4 Jayapura. Pelabuhan Laut Tanjung Santan. meliputi. Pelabuhan Laut Hatta. 8. KPPBC Tipe B Kaimana 9. Tarjun (PL). Pelabuhan Laut Ternate. Ngadi. Pelabuhan Laut Amapare. Wamena. Pos Pengawasan: Kuandang (PL). Wolter Mongonsidi (PU). Kotabunan (PL). Hatta I (PL). Wakai. Mopah (PU). KPPBC tipe B Manado. KPPBC Tipe A4 Kendari. 12. Ereke (PL). Aji Kuning (PL).Kanwil DJBC Maluku. Pelabuhan Laut Tual. Buru (PL). Pos Pengawasan : Bantaeng (PL). Biringkassi (PL). Kantor Pos Lalu Bea Ambon. Maluku Utara 3. Wonreli/Kisar. Luwuk (PL). Sabang (PL). Pos Pengawasan : Siwa (PL). Leok. Kantor Pos Lalu Bea Banjarmasin Pos Pengawasan : Samsudin Noor (PU). meliputi. meliputi. Bullah (PU). 3. Pelabuhan Laut Sorong. Bunta (PL). Galala (PL). KPPBC Tipe B Manokwari. Namlea (PL). Pelabuhan Laut Banjarmasin. meliputi: Pelabuhan laut Ambon. Dumatubun Langgur (PU). 8. Tanjung Redep. 4. Marore (PL). Pos Pengawasan : Labuha (PL). Tarakan (PU). Pos Pengawasan : Sorta (LBD). meliputi. Corgodock. Muara Sanga-sanga (PL). Bastiong (PL). Penajam (PL). Kasiguncu (PU). Pantoloan (PL). Uloe (PL). meliputi. meliputi . Kantor Bantu : Palopo. Pare-pare. XV. Tanjung Selor (PL). Pos Pengawasan : Sangkurilang (PL). Pomalaa (PL). Sengai (PL). KPPBC Tipe B Pantoloan. Pelabuhan Laut Lingkas Tarakan. Kantor Pos Lalu Bea Sorong. Poso (PL). Fak-fak (PU). Kantor Bantu: Bantaeng/ Pulau Selayar (PL). Ratatotok. Kantor Pos Lalu Bea Jayapura. Geser (PL). Pomako I. Kantor Bantu. Pos Pengawasan : Bajo’e (PL). Pelabuhan Laut Soekarno. Manado (PL). Tanjung Santan. meliputi. Pelabuhan Laut Pomalaa. Kantor Bantu : Bunyu (PL). Bade (PL). Pad XI. Agats (PL). meliputi. Kantor Pos Lalu Bea Tarakan. Long Nawang. Bulukumba (PL). Pos Pengawasan : Lhok Tuan (PL). Tembagapura. Banggai (PL). Pelabuhan Laut Sangata Baru. KPPBC Tipe A4 Ternate . Pos Pengawasan. Sentani (PU). Tenggarong (PL). Pos Pengawasan : Pegatan (PL). 16 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Kantor Bantu : Timika (PU). meliputi. KPPBC Tipe B Malili. Elat. Kantor Bantu : Waisarisa (PL). Bupul (LBD). Kantor Pos Lalu Bea Ternate. Sanana (PL) Irian Jaya Barat 4. meliputi: Pelabuhan Laut Bajo’e. Soroako (PU). Kotabaru (PL). Opini/Pasahari (PL). Terdiri dari : 13 KPPBC. 10. Pelabuhan Laut Fakfak. Pelabuhan Laut Gorontalo. XVI. Sulawesi Utara 10. Arar (PL). Parigi (PL). meliputi. Jorong (PL). meliputi. Amurang (PL). Molibagu (PL). 5. Kendari (PL). KPPBC Tipe B Pare-pare. Pos Pengawasan : Bunyu (PL). KPPBC Tipe B Luwuk. Wimro. Jayapura (PL). Pos Pengawasan : Wani (PL). meliputi . Gorontalo (PL). KPPBC tipe A4 Gorontalo. Pos Pengawasan : Watansoppeng. Mekar Putih (PL). Warukin (PU). Hulu Siau (PL).LAPORAN UTAMA Balikpapan Kantor Bantu : Tanah Grogot (PL). KPPBC Tipe A4 Kota Baru. Raha (PL). Skouw (LBD). Boepinang. Donggala (PL). KPPBC Tipe B Bintuni. meliputi. Wanam (PL). Serwaru. Loli (PL). Teluk Etna. Larat. Soekarno II (PL). Kantor Pos Lalu Bea Fak-Fak. Pelabuhan Laut Manado. Papayato (PL). Ambon (PL). Mangole (PL). Wainibe/ P. Kantor Pos Lalu Bea Merauke. Bitung (PL). Dermaga Khusus Usaha Mina (PL). Pos Pengawasan : Banda (PL). Tulehu (PL). Sulawesi Tengah 7. Pattiro. meliputi: Pelabuhan Merauke. Lokasi : Ambon (Provinsi Maluku). Mutiara (PU). 11. Miangas (PL). Sungai Pancang. Kantor Pos Lalu Bea Samarinda. Nunukan (PL).Mamuju (PL). Kantor Bantu: Senipah (PL). Pos Pengawasan : Dabo (PL). Demta (PL). meliputi. Pelabuhan Laut Biak. Saurnlaki (PL). meliputi: Pelabuhan Laut Bitung. Hatta II (PL). KPPBC Tipe B Fak-Fak. Banabuni (PL). Sinjai (PL). 6. Stagen (PU). meliputi. Pemancingan (PL). Ilwaki/Wetar. Pelabuhan Laut Sangata Lama. 2. Bontang (PL). 7. meliputi: Pelabuhan Udara Juata Tarakan. Pos Pengawasan : Balikpapan (PL). KPPBC Tipe A3 Makassar. Kolonedale (PL). Pos Pengawasan : Kolaka (PL). meliputi. Barru (PL). KPPBC Tipe B Tual. Kantor Pos Lalu Bea Manokwari. Jalaluddin. Stagen (PL). Biak (PL) 12. Kantor Bantu : Labuhan Uki (PL). Manokwari (PL). KPPBC Tipe A4 Ambon. Pattimura (PU). Papua dan Irian Jaya Barat. Dawai (PL). Pelabuhan Laut Nunukan Kantor Bantu:Sei Nyamuk (PL). KPPBC Tipe A4 Tarakan. Terdiri dari : 12 KPPBC. Kantor Pos Lalu Bea Makassar.

Pokob Barat. (DKI Jakarta). Kantor Bantu dan Pos Pengawasan 1. Nongsa (PL). Jakarta Utara. Banda . Tanjung Uncang (PL). Nusantara II (005) (PL). Organisasi KPPBC Tipe A4. Bitung Utama A (PL). Pos Bantu KD 301/302. Pulau Galang (PL).2. Sekupang (PL). Lokasi : Batam (kepulauan Riau). Telaga Punggur (PL). Pulau Ngenang (PL). Dwipa I (PL). Momoi (PL). Tanjung Kasem (PL). Tanjung Sipatung. Tanjung Uban (PL). Pos Pengawasan : KBN. Pos UTPK II. Batu Ampar II (PL). Kantor Bantu : Pulau Rempang (PL). Tanjung Rempang. 009 X. Tanjung Piay (PL). Organisasi KPPBC Tipe B. Sagulung (PL). Sei Jodoh (PL). menghasilkan 9 struktur organsiasi. Pelabuhan Pelni Barat (Pos 104). Organisasi Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau. Organisasi KPPBC Tipe A1. Tanjung Sau (PL). Berikut struktur Organisasinya : EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 17 . Batu Ampar I (PL). Bitung Utama B (PL). Pos Pengawasan: Pulau Buluh (PL). Lobam (PL). Lokasi : Tanjung Priok. Pos KD 209/210. Arsa. Batu Besar Pantai (PL). Lagoi (PL). Tanjung Karepa.Tanjung Cakang. Terdiri dari 22 Pos Pengawasan. Kantor Pelayanan Utama Tipe B Batam. Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe A. Nusantara I (002) (PL). Bandara II. Janda Berhias (PL). Organisasi KPPBC Tipe A3. Bandara I. Pos Bea Cukai 305. Organisasi KPU Bea dan Cukai Tipe B. Terdiri dari : 2 Kantor Bantu dan 29 Pos Pengawasan. BAGAN ORGANISASI Dari hasil penyempurnaan organisasi vertikal DJBC. Utama E (PL). Kabil (PL). yaitu : Organisasi Kanwil DJBC. UTPK Koja I (PL). Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok. UTPK I (impor) (PL). Dwipa II (PL). Agung Raya. Tanjung Riau (PL).Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai. Terminal Penumpang. Pos Lapangan 207 X. Organisasi KPPBC Tipe A2. Macobar (PL). UTPK I (eskpor) (PL).

LAPORAN UTAMA 18 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

. Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan “Reorganisasi Dapat Dilakukan Apabila Terdapat Perubahan Signifikan Dalam Strategi Pencapaian Tujuan. M..WAWANCARA Drs.Si.” EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 19 . ISMADI ANANDA.

Di sisi lain. dalam hal penataan kelembagaan. Bentuk instansi vertikal semacam ini hanya berlaku bagi Departemen Keuangan saja.WAWANCARA Kementerian Negara PAN menyadari adanya perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Fungsi. tugas dan fungsi baru bagi organisasi tersebut. Hal ini juga akan membantu dalam proses perubahan dalam organisasi pemerintah. dan volume/beban kerja. 20 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ruang lingkup. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN khususnya pasal 36 menyatakan bahwa setiap perubahan atau penyempurnaan organisasi dan atau pembentukan kantor/ satuan kerja dalam lingkungan departemen/lembaga harus terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis menteri yang berwenang di bidang pendayagunaan aparatur Negara. di satu sisi terdapat tuntutan kinerja yang tinggi untuk sebesar-sebesarnya memperoleh penerimaan negara. penyusunan struktur organisasi harus selalu mengikuti strategi yang telah ditetapkan. Dalam melakukan reorganisasi perlu diperhatikan pula adanya pergeseran-pergeseran fungsi di antara unit-unit organisasi yang ditata ulang. termasuk pembentukan KPU Bea dan Cukai yang dinilai sebagai ‘breaktrough” (terobosan) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai pada masyarakat yang diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. proporsionalitas. Pemetaan organisasi perlu dilakukan terlebih dahulu agar tidak ada fungsi yang hilang atau fungsi yang tidak ditangani oleh unit organisasi apapun. ruang lingkup. Maka. Hal tersebut antara lain terlihat dari besaran organisasi. kejelasan kewenangan. Pengecualian tersebut berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Apa peran lembaga yang Bapak pimpin dalam proses reorganisasi di suatu instansi pemerintah ? Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. maka kelembagaan Departemen Keuangan berbeda dengan departemen lainnya. idealnya diterapkan prinsip “rightsizing” yaitu ukuran struktur organisasi sejalan dengan penjabaran visi dan misinya berupa fungsi-fungsi yang akan dilaksanakan. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa urusan fiskal nasional merupakan urusan Pemerintah (Pusat). untuk mengakomodasikan hal tersebut. berikut wawancara yang dilakukan Redaktur WBC. terlihat jelas bahwa Kementerian Negara PAN mempunyai peranan penting dan menentukan dalam pengendalian perkembangan organisasi pemerintah. keberlangsungan tugas. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005). maka kemungkinan adanya pemborosan dalam pembentukan organisasi dapat dieliminasi sekecil mungkin. M. misalnya perubahan terhadap struktur organisasi yang mengikuti tahap-tahap pencapaian tujuan. Selain Peraturan Presiden tersebut. Berkaitan dengan besaran organisasi yang akan dibangun. Reorganisasi dapat dilakukan apabila terdapat perubahan signifikan dalam strategi pencapaian tujuan dan atau yang disertai dengan adanya kewenangan. faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan ? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya acuan utama penataan organisasi adalah visi dan misi lembaga yang bersangkutan.Si M. dan volume/beban kerja. Ismadi Ananda. artinya. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005. Di tingkat daerah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara RI khususnya pasal 100 dan pasal 101. Hal demikian juga berlaku bagi penataan organisasi instansi vertikal Departemen Keuangan yang bersifat “holding company” yaitu Direktorat Jenderal tertentu memiliki Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan masing-masing di daerah. Drs. struktur organisasi pemerintah dituntut untuk lebih efisien dan efektif. Dalam melakukan suatu reorganisasi. Apabila visi dan misi tersebut telah diidentifikasikan secara jelas dalam strategi pencapaian tujuan. baik di tingkat pusat maupun unit organisasi vertikal di tingkat daerah. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penataan organisasi. Di pusat. Selain kedua prinsip pengorganisasian di atas. Berdasarkan uraian di atas. koordinasi. Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi di bidang pendayagunaan aparatur negara dan pengawasan yang termasuk didalamnya proses reorgansiasi di suatu instansi pemerintah.Si. Untuk reorganisasi di DJBC yang baru-baru ini dilaksanakan. disamping itu juga harus dapat beradaptasi dengan pemerintah daerah setempat dan unit-unit organisasi Pusat yang berada di daerah. Menteri Negara PAN mempunyai tugas dan fungsi untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden terhadap unit . apa peran instansi Bapak dalam hal ini ? Sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002. unit-unit organisasi yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang penerimaan negara mempunyai tantangan yang berat. Untuk mengakomodasi hal itu maka terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. dalam penyusunan organisasi perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : pembagian habis tugas. Aris Suryantini dengannya Deputi Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Bidang Kelembagaan. kejelasan dan pembaganan Lantas bagaimana tipe organisasi yang paling ideal bagi suatu instansi pemerintah yang mempunyai volume kerja tinggi dan berorientasi pada penerimaan ? Kementerian Negara PAN menyadari bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penataan kelembagaan pemerintah yang antara lain didasarkan pada kewenangan. Hal ini juga sesuai dengan prinsip “structure follows strategy”. terdapat pengecualian kelembagaan bagi Departemen Keuangan. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai. khususnya unit-unit organisasi yang melaksanakan tugas dan fungsi di bidang penerimaan seperti Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 dan Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 beserta perubahannya. rentang kendali. Tugas.9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Bagaimana tipe organisasi yang ideal pada umumnya ? Penyusunan organisasi seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang akan dicapai di masa mendatang. instansi vertikal Departemen Keuangan selain harus “in line” dengan alur pekerjaan dari unit-unit organisasi kantor pusat.

Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu. Bagaimana standar pelayanan publik aparat pemerintah saat ini ? Apakah sudah pernah ada pengukuran mengenai standar pelayanan publik oleh Kementerian Negara PAN ? Secara umum dapat digambarkan bahwa standar pelayanan publik yang sifatnya sangat mendasar. Apakah pembuatan “job grading” bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit ? Pembuatan “job grading” tidak bisa menjadi tolok ukur kinerja bagi suatu unit. Ada juga yang hanya mengumumkan terbatas di tempat pelayanannya saja. Upaya tersebut perlu terus dimonitor perkembangannya. Dalam pembahasan usulan perubahan organisasi instansi vertikal DJBC yang lalu. Kedua. upaya fisik dan mental yang dperlukan untuk melakukan kegiatan dalam suatu jabatan. Apa harapan yang ingin dicapai Kementerian Negara PAN dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan. dalam berbagai cara. Penilaian setiap jabatan didasarkan pada faktor-faktor nilai jabatan (compensable factor) yang berperan dalam melaksanakan tugas. Evaluasi jabatan didisain berdasarkan nilai relatif jabatan dalam kuantitas skor/poin. setiap jabatan dalam suatu instansi atau keseluruhan birokrasi memiliki nilai relatif satu sama lain. Unit organisasi ini (KPU. Besar gaji jabatan dalam skala gaji pokok. apa saja yang harus dipersiapkan ? Untuk mendukung agar standar pelayanan publik berjalan sesuai dengan yang diharapkan. sangat diharapkan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000 : 2001 dapat segera diadopsi oleh para penyelenggara pelayanan publik.red) diyakini akan memberikan perubahan citra pelayanan yang lebih baik di bidang bea dan cukai. Tolok ukur kinerja tidak hanya ditentukan dari “job grading”. Namun “job grading” bisa menuju kepada peningkatan profesionalisme dan kinerja PNS (pegawai negeri sipil. Dalam rangka menjaga konsistensi penerapan standar. serta memberikan persetujuan terhadap organisasi dan tata kerja eselon II ke bawah DJBC. baik terhadap unit organisasi ini (KPU. maka standar pelayanan tersebut harus ditetapkan secara formal oleh Pimpinan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Oleh karena itu agar standar pelayanan tersebut berada dalam sistim yang baik yang diaudit secara berkala. Kementerian Negara PAN senantiasa melakukan pengukuran dalam arti melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan. Penerapan standar pelayanan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Nilai jabatan didapat dengan cara melakukan evaluasi jabatan terhadap setiap jabatan yang ada. unit penyelenggara pelayanan publik. kompetisi antar daerah kabupaten/kota untuk menilai kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Seperti apa sebenarnya standar pelayanan publik sesuai dengan yang dikeluarkan Kementerian Negara PAN ? Kementerian Negara PAN mengharapkan penerapan standar ini diperluas dan diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan menerapkan sistim manajemen ISO 9001 : 2000. antara lain: pendidikan. karena penentuan nilai setiap jabatan adalah berdasarkan penjumlahan dari hasil perkalian antara setiap nilai faktor dengan nilai tuntutan jabatan. baik di pusat maupun daerah dapat memberikan pelayanan yang prima. Pedoman tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi unit pelayanan untuk menyusun standar pelayanan. ditentukan sepadan dengan nilai tugas tanggung jawab jabatan itu tidak lebih dan tidak kurang. tetapi juga dilakukan untuk penyusunan gaji ke dalam kinerja dan sistim merit. evaluasi kelembagaan secara berkala akan dilakukan.red) dalam pelayanan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat. yaitu pelayanan yang benar-benar memenuhi harapan masyarakat.PAN/04/ 2006 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik. yang diharapkan menjadi jembatan menuju penerapan sistim manajemen mutu ISO 9000:2001. maka dapat diyakini bahwa jabatan-jabatan dalam organisasi digaji secara adil. Dengan adanya nilai relatif tiap jabatan dalam organisasi ditentukan berdasarkan besaran gaji jabatan. Salah satu tujuan dilakukannya penataan organisasi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik atau masyarakat. Untuk itu. diantaranya : Pertama. telah disepakati pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai ‘breaktrough” (terobosan.red) maupun unit organisasi lainnya di lingkungan DJBC. baik pusat maupun daerah.red) guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih. Selanjutnya standar pelayanan tersebut harus diumumkan secara luas agar diketahui oleh seluruh pengguna layanan dan proses pelayanan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Hasil “job grading” setiap jabatan akan berbeda-beda nilainya tergantung dari klasifikasi jabatan yang didudukinya.organisasi eselon I DJBC dan ketentuan organisasi instansi vertikal di daerah. tetapi sudah menggunakan website dan leaflet yang tersebar luas. pengalaman. PAN Nomor : PER/20/M. monitoring dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pelaporan instansi pembina pelayanan publik kepada Kementerian Negara PAN. Dengan memberikan pelayanan yang prima diharapkan akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat dan semakin berkembangnya dunia usaha yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menciptakan banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan dan terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga. Salah satu kebijakan dan implementasi kebijakan di bidang organisasi adalah adanya “job grading”. “Job grading” adalah tindak lanjut dari hasil evaluasi jabatan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 21 . unit penyelenggara pelayanan publik harus membuka akses seluas-luasnya kepada semua pihak agar dapat mengawasi penerapan standar pelayanan publik. Berdasarkan atas faktor-faktor itulah dan seberapa jauh kedalaman derajat tiap faktor. maka tujuan dibuatnya “job grading” adalah untuk menentukan tingkat jabatan berdasarkan nilai bobot suatu jabatan yang diambil dari nilai kumulatif dari faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya jenjang jabatan. Penerapan tersebut dalam pelaksanaannya di lapangan antara satu unit penyelenggara pelayanan publik yang satu dengan yang lainnya adalah pada bentuk mengumumkan mengenai standar pelayanan yang tidak hanya terbatas terpampang di depan kantornya. Menteri PAN telah menerbitkan Permen. nilai relatif tiap kompetensi jabatan dikuantifikasi. tolok ukur kinerja dihasilkan dari “out put (out comes)” dari masingmasing jabatan. salah satunya dengan adanya standar pelayanan publik di instansi pemerintah ? Harapan Kementerian Negara PAN dengan adanya penerapan standar pelayanan publik. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. monitoring dan evaluasi di lapangan melalui uji petik terhadap beberapa instansi terpilih. yaitu biaya. persyaratan dan waktu pelayanan pada dasarnya sudah diterapkan pada semua unit penyelenggara pelayanan publik. Apa tujuan dibuatnya “job grading” ? “Job grading” atau peringkatan jabatan bukan hanya implementasi kebijakan di bidang organisasi saja. penilaian kinerja pelayanan publik dalam rangka penghargaan citra pelayanan prima Keempat. Dengan demikian.

Adapun yang menjadi kekuatan koperasi. Kemampuan dalam menghadapi masa krisis dan ketidakpastian perekonomian nasional. Agar memiliki keunggulan. Dalam hal ini. dan harapan-harapannya di masa mendatang. Menurut Hendar Kusnadi (2005). koperasi harus memiliki strategi dengan melihat potensi kekuatan. sebagaimana tercantum dalam UUD ’45 Pasal 33 ayat 1. Analisis ini didasarkan asumsi bahwa suatu strategi yang efektif akan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan dan ancaman. 3. Hal inilah yang membedakan dan merupakan keunggulan koperasi dibandingkan dengan unit ekonomi lainnya. peluang. 5. kelemahan klasik koperasi adalah dari sisi sumberdayanya. Peran sentral anggota dalam berpartisipasi aktif untuk memajukan koperasi. baik berupa sumberdaya manusia (SDM) atau sumberdaya permodalan dan sumberdaya lainnya. tetapi secara komprehensif mencerminkan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia. Hasilnya dapat digunakan untuk menumbuhkembangkan usaha-usaha anggota lainnya dengan social control dan management control dari para anggota koperasi sendiri. kelemahan. Prinsip ini apabila diterapkan secara luas dapat mengurangi dampak kesenjangan sosial yang lebih jauh antara yang kuat dan yang lemah. DIAGRAM ANALISIS SWOT 22 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Weaknesses. sehingga koperasi dapat lebih efisien dalam hal menurunkan biaya transaksi. antara lain: a. Adapun alasannya. Melalui analisis SWOT (Strenghts. Menurut Pearce dan Robinson (1997). Sebagai alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional. b. misalnya pembelian dalam jumlah banyak dengan harga yang lebih murah (economic of scale). koperasi menempatkan posisi anggota sebagai pemilik dan sekaligus pelanggan. mengingat bahwa koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang dalam konsepnya bukan hanya sebagai organisasi ekonomi dan sosial. Secara prinsip. PEMBAHASAN KELEMAHAN KOPERASI Secara umum. peran manajemen koperasi sebagai pengelola bisnis koperasi sangat strategis dalam rangka meningkatkan keunggulan komparatif koperasi dari organisasi ekonomi lainnya. bukan hanya kepentingan individual pemilik modal. Kegiatan koperasi bukan semata-mata sebagai profit motive. antara lain sebagai berikut: 1. UUD ’45 menempatkan koperasi pada kedudukannya sebagai sokoguru perekonomian nasional. sehingga selain bertujuan untuk profit motive. sehingga memiliki kekuatan dalam menetapkan harga untuk kepentingan para anggotanya. usaha ini dapat membantu pemerintah untuk menggerakkan sektor riil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. karena hanya sedikit biaya promosi yang dikeluarkan. Koperasi dapat membantu unit usaha anggotanya dengan memberikan pinjaman lunak. yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan output. Opportunites. apabila para produsen suatu produk bergabung dalam sebuah koperasi. Untuk itu selain anggota. Adapun faktor-faktor yang terkait dengan koperasi dapat diuraikan sebagai berikut : KEKUATAN KOPERASI Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan. Kemampuan daya tawar yang kuat di pasar. sangat tergantung atas nilai manfaat yang dirasakan oleh anggotanya. untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. melainkan juga non profit motive. sehingga unit usaha anggotanya lebih berkembang dan pengembalian pinjaman menjadi lebih lancar. hal tersebut tercermin dari fungsi dan peranan koperasi. analisis SWOT pada dasarnya merupakan suatu cara sistematis untuk mengidentifikasi faktor-faktor terkait. cita-cita koperasi adalah semata-mata untuk kepentingan para anggotanya. 2. dan bagian perusahaan yang sesuai dengan asas tersebut adalah koperasi. antara lain sebagai berikut : GAMBAR 1. Sebagai alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemajuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. 4. dan Threats) akan diulas secara mendetail mengenai faktor-faktor tersebut di atas. untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dalam koperasi. Secara umum. guna menentukan strategi yang paling baik untuk diterapkan.KOPERASI JUARA II LOMBA KARYA TULIS DALAM RANGKA HARI KOPERASI Strategi Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Nasional Dalam meningkatkan Kesejahteraan Anggota Oleh : Beni Novri P erekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. dan ancaman yang selama ini dihadapinya. dan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual output tersebut menjadi lebih rendah. juga melakukan pelayanan kepada anggotanya. karena ditunjang oleh kekuatan ekonomi para anggotanya dalam melakukan transaksi di unit-unit usaha koperasi.

walaupun benefit utama paling banyak diperoleh oleh pemilik modalnya. 2. 23 . sehingga mampu untuk hasilkan profit. ada yang aktif dan banyak pula yang pasif. Partisipasi aktif dari para anggotanya yang belum optimal. Walaupun semata-mata bukan tujuan profit market. Pada tahun 2003 saja. dalam hal ini yang ditunjang dengan kemampuan wirausaha koperasi dengan berbagai inovasi yang dilakukan. maka peluang berupa ide atau gagasan dari para anggotanya akan lebih banyak di dapat. dengan ditunjang oleh aset yang potensial. Kemajuan dan pertumbuhan koperasi dalam rangka meningkatkan manfaat bagi para anggotanya. Namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen koperasi dalam mengelola ancaman tersebut menjadi kekuatan di masa yang akan datang. sehingga dapat mengurangi biaya operasional para anggotanya yang belum memiliki tempat tinggal. namun untuk pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) diupayakan tidak terlalu jauh berbeda. selain peran manajemen koperasi. Manajemen koperasi pada umumnya hanya sedikit yang memiliki pengurus koperasi dengan tingkat kualitas SDM yang memadai. Beberapa ancaman bagi koperasi adalah sebagai berikut: 1. baik sebagai koperasi konsumen atau sebagai koperasi simpan pinjam. banyak diadopsi oleh unit ekonomi lainnya dalam rangka mengingkatkan kesejahteraan para pegawainya. dan lambat laun seiring dengan perkembangan sumberdaya koperasi memiliki lebih banyak unit usaha dengan konsentrasi yang lebih luas. Fokus terhadap usaha inti (core business). Bahkan kalau ada unit usaha tertentu yang merugi. Secara garis besar. juga peran aktif dari para anggotanya. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai ikut merasa memiliki perusahaan (rumosohandarbeni). Koperasi dalam hal ini melihat. Kendala seperti ini memang sering dihadapi oleh struktur organisasi yang makin membesar dengan unit usaha yang tumbuh berkembang. Hengkangnya atau keluarnya anggota koperasi. terlebih dahulu dengan mengoptimalkan kinerja unit usahanya yang telah ada. sandang. Misalnya. KESIMPULAN Berdasarkan analisis SWOT tersebut. dan Menengah (UMKM) dalam GDP mencapai 56. dalam hal ini tujuan non profit market koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dimotori oleh para anggota koperasi itu sendiri. mengingat jaringan (network) usaha koperasi yang banyak bersentuhan dengan produsen kecil dan menengah di pedesaan maupun di kota. selain untuk pengembangan usaha koperasi. Adapun peluang yang ada. koperasi yang tergolong masih baru. karena kurangnya manfaat yang di dapat dengan menjadi anggota koperasi. guna meningkatkan pertumbuhan koperasi yang bersangkutan. Peningkatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui peranan koperasi merupakan faktor terpenting bagi kontribusi Gross Domestic Product (GDP) negara. 3. namun laba tersebut akan dikembalikan pula untuk kesejahteraan anggotanya. yang sedikit membedakan hanya di prosentase kepemilikan sahamnya. Dalam hal ini hubungan antara koperasi dan UKM sangatlah erat. sehingga berdasarkan gambar 1. Kecil. 4. maka peranan koperasi dalam mengelola aset organisasi yang ada untuk tujuan peningkatan kesejahteraan para anggotanya. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan manajemen koperasi. karena kemajuan koperasi banyak di tunjang oleh kegiatan UKM dan bisnis UKM banyak ditopang oleh kekuatan koperasi. dapat lebih diberdayakan. maka dapat menjadi ancaman di kemudian hari. Pengembangan usaha koperasi lebih diarahkan guna memenuhi kebutuhan dasar para anggotanya. tetapi kurang peduli terhadap kemajuan koperasinya. pangan dan lain-lainnya. bahwa walaupun kontribusi para anggotanya berbedabeda dalam memberikan iuran sukarela. Dari ide atau gagasan tersebut. 2.7% (terdiri dari 41. maka motivasinya lebih diarahkan kepada aktualisasi diri dan penghargaan. Misalnya kebutuhan perumahan. 3. berupa investasi saham. 2. 3. Paling tidak peranan faktor kekuatan dan peluang koperasi masih lebih dominan dibandingkan dengan faktor kelemahan dan ancamannya. organisasi memiliki aset tanah yang strategis dekat dengan kantor. maka koperasi dalam hal ini dapat mengusulkan pendirian rumah susun dengan biaya yang terjangkau bagi para anggotanya. Bagi para anggota yang tingkat ekonominya lebih baik. eksistensi koperasi untuk tetap sebagai sokoguru perekonomian nasional masih dapat diandalkan.1. umumnya koperasi terdiri dari banyak anggota. dapat dilakukan melalui : 1. Dengan unit usaha yang banyak. koperasi dituntut untuk lebih efisien dalam hal menekan biaya (total cost). Dalam hal koperasi yang berdiri dalam suatu organisasi yang terdiri dari para anggota yang banyak. maka konsentrasi menjadi terpecah dan tidak menutup kemungkinan pelayanan kepada para anggotanya menjadi berkurang. Sejalan dengan upaya koperasi dalam meningkatkan citra EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI PELUANG KOPERASI Peluang koperasi yang ada harus dimanfaatkan secara efektif. secara mufakat para anggota dapat merealisasikannya dengan telah mempertimbangkan untung dan ruginya. Dalam rangka upaya meningkatkan daya saing usaha. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh unit usaha lainnya dengan merekrut anggota koperasi yang potensial dan bergabung menjadi unit pesaing bagi koperasi yang bersangkutan. strategi yang memungkinkan untuk diterapkan adalah strategi agresif atau strategi diversifikasi. kesehatan. agar tercipta wirausaha koperasi yang memiliki daya inovasi yang mampu untuk direalisasikan. sehingga bagi semua anggota koperasi dapat merasakan manfaat dari kemajuan koperasinya. antara lain sebagai berikut: 1. hanya beberapa koperasi yang telah maju modalnya didapat juga dari investasi di sektor keuangan. konstribusi Usaha Mikro. Faktor kekuatan koperasi harus selalu dioptimalkan “ ” ANCAMAN KOPERASI Beberapa kelemahan koperasi apabila tidak segera diatasi. bahwa nilai-nilai luhur koperasi yang menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pelanggan utama. perbankan dan unit keuangan lainnya.1% Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan 15. 5. akan menjadi beban bagi para anggotanya. permodalan koperasi didapat dari iuran atau partisipasi dari para anggotanya. Apabila banyak anggotanya. sementara banyak para pegawainya yang belum memiliki tempat tinggal. sehingga hal ini dapat menurunkan partisipasi para anggotanya. Peranan koperasi dalam meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sangat berpeluang. mengingat prinsip-prinsip perkoperasian tersebut. benang merah yang dapat diambil dari analisis SWOT di atas. hanya memiliki beberapa unit usaha inti (core business).6% Usaha Skala Menengah). Mengingat koperasi terdiri dari kumpulan anggota-anggota yang memiliki kepentingan yang sama guna memajukan koperasi. Sedangkan maju mundurnya koperasi. maka kegiatan koperasi akan berjalan di tempat dan sulit untuk berkembang. Profit diperoleh dari selisih antara Total Revenue (TR) dengan Total Cost (TC). Pada umumnya. 2. reksadana. Pada umumnya.

Jakarta: Binarupa Aksara. karena harga yang bersaing. Namun di sisi lain. Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar.000 Berwarna 3. Pada kondisi tersebut.000. Meningkatkan pelayanan dari sisi kecepatan pelayanan dan harga yang bersaing. DAFTAR PUSTAKA Kusnedi. robinson. Jakarta: LPFEUI. Jakarta: Lembaga Humaniora dan KII. Pada akhirnya anggota koperasi dan pengurus koperasi yang memiliki wirausaha koperasi.000 1. anggotanya diuntungkan karena dapat membeli produk yang lebih murah dibandingkan di tempat lain. Menerapkan sistem door to door (pelayanan antar barang sampai di tempat) dengan menyediakan brosur/pamflet secara sederhana. 47860504 fax (021) 4892353 24 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Informasi hubungi : Wirda. Dalam menerapkan kebijakan harga yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan anggota. Ekonomi Koperasi (edisi kedua). c. apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda. Namun koperasi masih mendapatkan profit sepanjang harga yang ditetapkan berada di atas biaya rata-rata (AC).000 1. maka saving akan lebih besar dan kesejahteraan anggota akan lebih meningkat.000 500. 1/8 1/2 Halaman 14 x 21 1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14 1/8 Halaman 7 x 10 Data Penulis Nama : Beni Novri NIP : 060097691 Unit Kerja : Direktorat Cukai KP-DJBC Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi. maka apabila penghasilan tetap dan Tax tetap.1997.000 750.C . Keuntungan lainnya adalah daya saving (S) para anggotanya akan lebih kuat.500. Hendar. sehingga daya beli para anggotanya (disposible income) menjadi lebih besar.000. Manajemen Strategik (terjemahan). telp (021) 47865608. Pada situasi ini (gambar 2) koperasi dapat menjual output sebanyak Q1 dan menetapkan harga P1 sebagai harga jual produknya. Memperkuat Ekonomi Nasional Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. Dalam hal ini koperasi akan menjual produknya sampai tambahan biaya per unit produknya (MC) sama dengan Price (P) yang sanggup dibayar oleh para anggotanya. koperasi akan memperoleh profit yang lebih rendah daripada kondisi profit maksimum yang menjadi sasaran usaha non koperasi. dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2. 2007. Kadarisman. maka pada kondisi pasar persaingan sempurna.Tax).000. diharapkan mampu membawa keunggulan koperasi dari para pesaingnya. kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang : PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA u u Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini. manajemen koperasi dapat melakukan hal-hal internal sebagai berikut: a.000 500. namun konsumsi (C) dapat lebih hemat. Berdasarkan fungsi: S = (Yd .2005 Pearce. sehingga akan sanggup meningkatkan kesejahteraan para anggotanya disamping meningkatkan pertumbuhan koperasi itu sendiri. Iklan Keluarga Mulai edisi Juni 2007. di satu sisi koperasi masih mendapatkan profit. keseimbangan antara supply dan demand akan terjadi pada saat Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC).000 GAMBAR 2 Secara umum. b. Hoedhiono.KOPERASI dan kepercayaan para anggotanya.000 300.

Dan Kebudayaan. Pelaksanaan Pengeluaran Barang Impor Dengan Penangguhan Pembayaran Bea Masuk. P-18/BC/2007 P-19/BC/2007 15-06-07 27-07-07 4. Nomor SE-07/BC/2007 Tanggal 24-04-07 PERIHAL Petunjuk Penyelesaian Pengalihan Tanggung Jawab Atas Barang-Barang Operasi Perminyakan Dari Satu Kontraktor Perminyakan Kepada Kontraktor Perminyakan yang lain. 3. Mitra Utama 2. 1. 6. Petunjuk Pelaksanaan Penelitian Lapangan Pengelolaan Jaminan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Amal. Pedoman Pelaksanaan Jangka Waktu Dan Biaya Pelayanan Di Bidang Kepabeanan. P-21/BC/2007 P-23/BC/2007 P-24/BC/2007 29-06-07 05-07-07 09-08-07 SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No.010/2005 64/PMK. 103/PMK. 5. Cukai Dan Pajak Dalam Rangka Impor Yang Akan Memperoleh Fasilitas Pembebasan Atau Keringanan. 4. 5. Penyalahgunaan Nama Direktur Jenderal Untuk Kemudahan Dalam Pelayanan Di Bidang Pabean dan Cukai. Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 144/KMK. 2.010/2007 Tanggal 19 April 2007 Tentang Pemberian Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Dan Bagian Tertentu Untuk Pembuatan Bagian Alat-alat Besar Serta Bagian Tertentu Untuk Perakitan Alat-alat Besar Oleh Industri Alat-alat Besar. SE-09/BC/2007 05-06-07 3. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/ PMK.011/2007 Tanggal 3 April 2007 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Bahan Baku Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor. PERATURAN Nomor 1. PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Agustus 2007 PERATURAN No. 1. WARTA BEA CUKAI 2.05/1997 Tentang Pembebasan Bea Masuk Dan Cukai Atas Impor Barang Kiriman Hadiah Untuk Keperluan Ibadah Umum. Pakta Integritas Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor Pada Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tanjung Priok Label Tanda Pengawasan Cukai Untuk Barang Kena Cukai Yang Dijual Di Toko Bebas Bea. Sosial. SE-12/BC/2007 SE-13/BC/2007 SE-14/BC/2007 06-07-07 18-07-07 18-07-07 EDISI 394 SEPTEMBER 2007 25 . Nomor P-16/BC/2007 Tanggal 04-06-07 PERIHAL Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/ PMK.04/2007 Tanggal 23-03-07 20-06-07 PERIHAL Ralat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.010/2005 Tentang Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Paracetamol.INFO PERATURAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Agustus 2007 No.

Dalam sambutannya Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan. Jadi masa transisinya tersebut yang membuat terjadinya kelambatan. Dengan demikian. diselenggarakan acara pelantikan pegawai eselon III dan IV di lingkungan DJBC. sedang dan tinggi. sehingga sebagian besar pekerjaan sudah lancar. bertempat di aula gedung B. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengakui bahwa pada dua minggu pertama berjalannya KPU. dalam acara pelantikan kali ini yang berubah hanya nomenclatur dari jabatan. selasa. “Pada prinsipnya. Sejak uji coba KPU Tanjung Priok dilakukan. “Semua itu merupakan proses reformasi yang telah. Anwar Suprijadi. 314/KMK. Pelayanan yang dilakukan diharapkan tidak menjadi beban bagi masyarakat tetapi bisa menjadi salah satu secure bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Ia juga berharap agar praktek-praktek pungutan liar dapat dihapuskan dan pelayanan di Bea dan Cukai dapat ditingkatkan hingga lebih transparan. terdapat keluhan-keluhan dari masyarakat. perubahan nomenclatur tersebut bukan hanya sekedar mengganti nama tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan. diharapkan agar para stakeholder yang memiliki risiko tinggi akan berkurang dan berangsur-angsur memiliki motivasi untuk dapat masuk ke kategori risiko rendah. keluhan-keluhan tersebut sudah dibereskan. bertempat di gedung Graha Sawala. Tapi sekarang sudah mulai beranjak normal. Dengan demikian. pada 27 Juli 2007. S esuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. Dalam sambutannya.” tambah Sri Mulyani. Sebanyak 16 orang pegawai eselon III dan sejumlah 13 orang pegawai eselon IV.01/ UP. III dan IVdi lingkungan DJBC Perubahan nomenclatur bukan hanya sekedar mengganti nama. mulai 1 April - 26 . Tugas dan fungsi KPU adalah memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat membacakan sumpah jabatan pada para pejabat yang dilantik. sedang dan terus dilakukan oleh Departemen Keuangan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik 18 orang pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Agung Kuswandono. telah dibentuk suatu unit kepatuhan dan layanan informasi dengan prinsip know your WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 customers untuk memberikan bimbingan pada para stakeholders sesuai kategori risiko agar dapat mencapai level kepuasan yang lebih baik. “Tetapi pada minggu ketiga.11/2007 dan No. seperti perubahan nomenclatur Kantor Wilayah di lingkungan DJBC. Acara yang dimulai sekitar pukul 09.” tambah Agung. kita mengedepankan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Ditemui WBC usai pelantikan.00 WIB tersebut. Untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai. dilantik dan diambil sumpahnya.” tandas Sri Mulyani. proses pembentukan KPU dilakukan atas dasar manajemen risiko dimana tingkat pelayanan dan pengawasan berdasarkan pada kategori stakeholder yang memiliki resiko rendah. 330/KMK. tetapi memberikan kefokusan serta mempertajam unit yang bersangkutan.01/UP. Departemen Keuangan. Menurutnya.INFO PEGAWAI PELANTIKAN. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selain itu.11/2007. 24 Juli 2007. Hal itu terjadi karena masa itu merupakan masa transisi dimana orang-orang yang duduk di KPU merupakan orang baru dengan sistem yang baru dan masyarakat pun belum banyak yang tahu akan hal itu. Anwar berpesan pada pejabat yang baru dilantik bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Bea dan Cukai antara lain dengan terbentuknya KPU di Tanjung Priok. Mutasi dan Promosi Pegawai Eselon II. SEBANYAK 13 ORANG PEJABAT ESELON III DILANTIK Sementara itu. kini telah dibentuk Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bagian dari reformasi di lingkungan DJBC. Masyarakat bisa dan berhak memahami prosedur yang harus dan akan dilakukan dalam mengurus barang-barang dan dalam menghadapi atau berurusan dengan Ditjen Bea dan Cukai. lanjut Menkeu.

Malang Kepala Kanwil DJBC Bali. ia akan melakukan pembenahan terhadap SDM yang ada. 4. dan Irian Jaya Barat. “Jangka menengahnya juga sama dengan jangka pendek karena Soekarno Hatta tahun depan sudah jadi KPU.. Kantor Wilayah DJBC Banten Pj. Sedangkan untuk eksternal. Serang Pj. Nama/NIP Sugeng Apriyanto / 060078253 Effendy Saleh / 060035755 Maimun / 060040158 Julius Johny Da Costa / 060044384 Hendi Budi Santosa / 060079938 Dwi Restu Nugroho / 060079941 Efrizal / 060079935 Murjady / 060044466 Rahmat Subagio / 060079871 Iskandar / 060079965 Joseph Didit Krisnadi / 060035376 R. Direktorat PPKC Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai. Fajar Donny Tjahjadi / 060077603 Sucipto / 060079891 Heru Pambudi / 060078154 Guntur Cahyo Purnomo / 060076049 Martediansyah / 060079904 Jabatan Baru Pj. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II. Surabaya Pj. M. 3. Ak. Kepala Subdirektorat Penyidikan. M. untuk program jangka pendek yang akan ia laksanakan adalah melanjutkan kebijakan sebelumnya. Agung Kuswandono. Nama/NIP Drs. 1. 2. 6. S. Martediansjah yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Purwakarta mengatakan. Faried Syibli Barchia. M.Si / 060044391 Drs.M. 7. Bandung Kepala Kanwil DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. saat diwawancara WBC. Djoko Sutojo Riyadi / 060044386 Drs. yakni melaksanakan reformasi birokrasi. Kushari Suprianto. Bachtiar. Ambon Daftar pejabat eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Yang Baru Dilantik No. 8. Denpasar Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat. Direktorat PPKC Kepala Subdirektorat Penyuluhan dan Publikasi. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Jakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Jakarta Pj. 14. 17.P. 15. dan NTT. 12.P. Papua. ifa Daftar Nama Pejabat Eselon I di Lingkungan Departemen Keuangan yang baru dilantik No. 18. Jakarta Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat. 3.A / 060034127 Drs. Nasir Adenan. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Penerimaan. M.Si / 060062027 Jabatan Baru Kepala Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darussalam. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III. 9. Nasar Salim. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Purwakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 27 . 16.31 Juni 2007. Untuk internal. Muhammad Chariri / 060044383 Drs. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa Pj. Saat ditemui WBC usai pelantikan. Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Kepala Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan. 16. 14. Jusuf Indarto / 060061439 Drs. 13.” tandas Rahmat. Zeth Abraham Likumahwa / 060027823 Drs.. 7.H. M. Banda Aceh Kepala Kanwil DJBC Sumatera Utara. M. 5. ia juga akan melakukan pembinaan keluar agar para stakeholder dapat melaksanakan semua ketentuan dengan lebih baik. 6.A / 060044379 Drs. Djasman Sutedjo / 060044457 Cyrus Fidelis Sidjabat. Semarang Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur I. penerimaan negara mengalami kenaikan cukup signifikan dari bea masuk maupun pajak dalam rangka impor. 9. Kepala Kanwil DJBC Jakarta Pj.Si / 060034182 Drs. 12. R. 13. Rahmat Subagio yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta mengatakan. Ismartono / 060044469 Drs. 11. 10. 15. Iswan Ramdana. Makassar Kepala Kanwil DJBC Maluku. Sementara itu. NTB. Pekanbaru Kepala Kanwil DJBC Kepulauan Riau. Pontianak Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. 10. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I. Dalam menyiapkan KPU nanti. 2. 4. 1.A / 060079971 Drs.M / 060062022 Ir. kita tinggal lihat blue printnya dari pusat dan kita akan melaksanakannya.H. Direktorat Kepabeanan Internasional Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional II. S. Diantaranya. Balikpapan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi. Djuneidy Djusan / 060041333 Drs. program jangka pendek dan jangka panjang yang akan dilakukannya harus sesuai amanat pimpinan.M. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Perencanaan Sistem dan Sarana Otomasi.M / 060034937 Drs. 5. 8. Medan Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. Palembang Kepala Kanwil DJBC Banten. / 060079942 dr. Achmad Riyadi / 060060032 Heryanto Budi Santoso. Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kepala Subdirektorat Manajemen Resiko. KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok menunjukkan hasil yang positif. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok. Jody Koesmendro / 060054087 Drs. 11.

yang berdampak dengan meningkatnya penerimaan Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC). menguatnya nilai nerima target bea masuk dan cukai yang rupiah terhadap dolar Amerika.71 persen dibandingkan dengan peneri. bea masuk. tinggi khususnya untuk target yang dibepengefektifan penagihan tunggakan. FRANS RUPANG. Disamping itu. 42. 28 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Target Bea Masuk dan Cukai Semester I DJBC T WBC/ATS . pelaku dunia usaha mendapatkan pelayanan prima sehingga maka di tahun 2007. Secara meningkat sebesar Rp.77 persen dari target yang telah ke empat sudah berjalan normal kembali. 14. optimis target itu kita targetkan average-nya Rp. 13. 14.000. penerimaan justru menurun.583. serta bankan kepada cukai. untuk bea masuk mengalami kenaikan mendorong pelaku dunia usaha untuk meningkatkan volume sebesar Rp.000. program Kantor Pelayanan Utama (KPU). 522.75 triliun atau mencapai 53.20. adalah sebesar Rp.000. maupun cukai yang dibebankan Lalu faktor apakah yang menyebabkan kepada DJBC tiap tahunnya selakedua penerimaan ini dapat terpenuhi? lu mengalami kenaikan. Menurut Direktur bayar. 2. adanya I tahun anggaran 2007 telah mencapai peraturan-peraturan baru yang diterapkan Rp. DJBC dituntut sebesar Rp. (Lihat Tabel-I). persen dari target yang ditetapkan sebesar Sedangkan untuk eksternal. karena untuk Priok demikian penerimaan bea masuk dan cukai HANAFI USMAN. sehingga diharapkan lebih mengoptimalkan sedangkan cukai menjadi Rp.” jelas Hanafi. 417. dan cukai dibebankan “Dengan program KPU. total penerimaan bea masuk dan importasinya.000. 3. 42. Sebagai perbandingdengan adanya komitmen perbaikan an. dan terbukti dengan meningkatkan devisa kenaikan Rp.000. sementara cukai mengalami importasinya. penerimaan bea masuk WBC/ATS memang akan mengalami kendala. penerimaan dari bea masuk ditargetpenelitian nilai pabean dan klasifikasi kan menjadi Rp.000.20 persen dibandingkan dengan yang baru serta pertama kali ditempatkan penerimaan bea masuk untuk periode yang di Tanjung Priok sehingga harus sama pada tahun anggaran 2006.2007 dapat tercapai. Dengan malah cenderung turun. pada dua Rp. Hal ini Menurut Hanafi. cukai telah mencapai Rp.000.300. 56.09 triliun atau mencapai 49.82 di KPU juga menjadi kendala internal.700. lebih tinggi dari tahun 2006. Dengan demikian minggu pertama penerapan KPU para secara nominal penerimaan cukai meningpelaku usaha ingin melihat perkembangan kat sebesar Rp. antara lain karena kondisi perekonomian Untuk tahun 2007.000. Optimis. dan untuk propeningkatan peran analis intelijen. Dengan penetapan beban tersebut.700 sammeningkat sebesar Rp. penerimaan negara yang minggu pertama masa transisi KPU di Tanjung Priok. sampai dengan semester yang lebih banyak.000. 100.000.452. Hal ini disebabkan ditetapkan sebesar Rp.600. menyesuaikan dengan frekuensi pekerjaan “Untuk cukai.” ujar Hanafi. Di tahun untuk lebih meningkatkan akurasi 2007.000.034. Sehingga karena penerapan suatu peraturan baru secara nominal. 512.92 triliun atau penerimaan bea masuk dan cukai tahun pai 800 milyar. adanya komitmen perbaikan kerja DJBC.28. namun pada minggu ketiga dan 7.000.300. 2.83 persen dari target yang ditetapkan Priok memang tidak ada peningkatan sebesar Rp.700. tahun 2006 target bea masuk sesuai kinerja DJBC antara lain melalui uji coba dengan APBN-P. pada dua anggaran 2007 pada 29 Juni 2007.000.000. 38. 034.600.300.000. bersumber dari pendapatan bea masuk telah mencapai Rp.600.84 persen dibandingkan dengan periode sifat bisnisnya profit oriented tentunya tidak yang sama pada tahun anggaran 2006 (Liingin pelayanannya terhambat. DJBC kembali meyang lebih kondusif.69 triliun atau “Dua minggu pertama KPU di Tanjung 50. menunggu KPU berjalan dengan lancar Masih menurut Hanafi. cukup signifikan. meningkatnya penerimaan dapat dilihat dari peningkatan kebea masuk periode Januari hingga Juni naikan beban target sejak tahun 2000 hing2007 dibanding periode yang sama tahun ga saat ini yang menunjukan angka yang 2006. karena mereka yang 15. hingga semester baru kemudian kembali melakukan aktifitas I 2007.060 triliun atau internal di KPU masih banyak pegawai sekitar 36.000.INFO PEGAWAI Terpenuhi Masa transisi Kantor Pelayanan Utama (KPU) memberi warna lain dalam beban target penerimaan semester I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kebijakan kenaikan HJE mempengaruhi penerimaan cukai penerimaan bea masuk. sehingga hat Tabel-II).4. maan periode yang sama pada tahun angarget penerimaan baik bea masuk garan 2006. Disisi lain dengan 000.000. sentase kenaikannya juga dirasakan cukup peningkatan efektifitas verifikasi dan audit.86 triliun atau sekitar dari KPU tersebut. 834. tahun 2007. Hanafi Usman. tapi dua minggu pertama 20. disebabkan oleh beberapa faktor. sampai dengan berakhirnya semester I tahun Namun demikian Hanafi menambahkan.417.

untuk penerimaan target cukai pada semester I tahun 2007. Diantaranya. artinya dari beban yang ditargetkan hingga saat ini sudah mencapai 49. Dengan demikian secara keseluruhan penerimaan bea masuk dan cukai pada akhir tahun 2007 diperkirakan akan mencapai Rp. kelancaran penyediaan pita cukai tepat waktu. Selain peningkatan penerimaan dari KPU. Dan.32 triliun atau 50. diantaranya operasi intelijen. FTA Indonesia-Korea Selatan. Hanafi Usman menjelaskan.33 triliun atau 50. 56.9. dengan adanya kenaikan tarif tersebut maka beban target yang ditentukan kepada DJBC dapat tercapai. namun jika tidak ada kebijakan kenaikan tarif maka beban target yang ditentukan akan sangat berat sekali untuk dapat tercapai (lihat tabel.4 milyar. maka terjadi kecenderungan penurunan tarif efektif rata-rata.60 persen. namun di minggu kedua hingga keempat dan akhir Juni sudah bisa mencapai ke angka normalnya lagi. dan pemberian fasilitas lainnya. Demikian juga untuk Batam. APBN-P tidak mengubah target yang ditetapkan kepada DJBC. dimasa transisi dari average-nya Rp. kekurangan 0.27 triliun atau 100.”Kalau penundaannya tidak terlalu lama semustinya target tersebut bisa terlewati. operasi pemberantasan pita cukai palsu dan rokok tanpa pita cukai.2 milyar sekarang sudah dapat mencapai angka Rp. tapi karena adanya ketentuan bisa mundur sampai tiga bulan ya akhirnya bayarnya baru Juli nanti.498. Untuk faktor tarif. Sementara itu untuk bidang cukai juga dilakukan langkah konkrit. dibanding devisa bayar periode Januari-Juni 2006. tapi karena kita menghitungnya pada saat jatuh tempo.650.80 triliun.804. 7. 946 milyar. sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan cukai diperkirakan akan mencapai Rp. namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan bea masuk. pencapaian target pada semester I tahun 2007 juga dipengaruhi oleh 20 komoditi impor terbesar yang mencapai nilai impor sebesar USD 5. untuk periode semester II. dan peningkatan operasi pemberantasan penyelundupan dengan mengoptimalkan penggunaan sarana operasi seperti. sosialisasi peraturan di bidang cukai. antara lain.15.696. pembaharuan dan penyempurnaan design dan security pita cukai. Sedangkan untuk cukai pada semester II tahun 2007 diprediksi akan mencapai 21. perjanjian Free Trade Area.86 milyar yang menghasilkan bea masuk sebesar Rp. Pada faktor devisa bayar. X-Ray machine. pelayanan jalur hijau. sedangkan periode yang sama tahun 2006 hanya mencapai USD 21.035. dan pemberian reward and punishment. dilakukan melalui peningkatan akurasi penelitian nilai pabean dan klasifikasi. Sedangkan importasi untuk 20 komoditi impor penyumbang bea masuk terbesar mencapai nilai impor sebesar USD 1. Sedangkan untuk faktor kurs. peningkatan akurasi intelijen dengan melakukan risk management. dan FTA Indonesia-India. intensifikasi dalam bidang pabean dan cukai.75 persen dari target. Frans Rupang.721.52 persen dari target yang dibebankan. Sementara untuk komitmen dengan pegawai dilakukan melalui pembinaan mental dan keterampilan.200 milyar. juga mengalami peningkatan.75 persen dari target.88 milyar. diprediksi penerimaan bea masuk akan mencapai Rp. untuk dapat tercapainya itu semua DJBC pun telah melakukan langkah-langkah konkrit. program peningkatan integritas.82 persen. faktor devisa bayar.hanya Rp. sehingga angka tersebut tidak masuk. dan faktor kurs. Menurut Direktur Cukai. 760. yang berarti target yang dibebankan diharapkan akan terpenuhi.IV dan V) Ketika ditanyakan mengenai prediksi semester II.87 menguat 2 persen dibandingkan dengan kurs rata-rata tahun 2006 sebesar Rp. harmonisasi tarif untuk mengurangi hambatan perdagangan antar negara karena masalah tariff (tariff barier). 42. devisa bayar periode Januari-Juni 2007 naik 33. harusnya cukai yang dipesan pada Mei sudah terlihat cukainya pada April. (Lihat Tabel-III). FTA ASEAN-China. Devisa bayar periode Januari-Juni 2007 mencapai nilai USD 28. dan Alhamdulillah itu tidak terjadi.57 persen.5 persen tersebut lebih dikarenakan oleh masa penundaan yang cukup lama oleh pemesanan pita.225. Dengan pencapaian ini.57.58 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. dengan menghasilkan bea masuk sebesar Rp. 1. pelayanan jalur prioritas. seperti AFTA. Lebih lanjut Frans Rupang menjelaskan.” jelas Frans Rupang. peningkatan efektifitas verifikasi dan audit (Lihat Tabel-VI). sehingga sampai akhir tahun 2007 penerimaan bea masuk diperkirakan akan mencapai Rp.07 triliun atau 104. dengan adanya berbagai perjanjian dibidang perdagangan internasional. dan kebijakan kenaikan harga jual eceran dan tarif. nilai tukar rupiah rata-rata dari bulan Januari-Juni 2007 sebesar Rp. EPA Indonesia-Jepang.9. kenaikan penerimaan ini juga dipengaruhi oleh adanya kebijakan kenaikan cukai di bulan Maret dan awal Juni 2007. peningkatan audit bidang cukai. 34 triliun atau 101. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 29 . personalisasi pita cukai. DJBC memang tidak mengalami hambatan dalam penerimaannya.45 triliun. TABEL 1 TABEL 2 TABEL 3 CUKAI Sama halnya dengan penerimaan bea masuk. diantaranya peningkatan komitmen dengan market forces melalui registrasi importir.” kata Hanafi.03. dan operasi terbatas pada pelabuhan utama dan daerah rawan penyelundupan (daerah perbatasan dan gugus kepulauan terluar). targeting dan profiling. “Untuk tahun 2007. faktor tarif. Untuk bidang pabean. Langkah lainnya yaitu. kapal patroli.

adi .” ungkap Hanafi. 30 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sehingga baik dari pelayanan maupun pengawasan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lebih baik lagi dan semuanya dapat terwujud dengan tercapainya target penerimaan bea masuk dan cukai yang dibebankan kepada DJBC pada tahun 2007. turut berharap agar seluruh pegawai DJBC dapat bekerja lebih optimal lagi.INFO PEGAWAI TABEL 4 TABEL 5 TABEL 6 UNIT KERJA namun jika itu terjadi tentunya akan sangat berat DJBC dapat memenuhi target yang sudah ditentukan tersebut. Baik Hanafi maupun Frans Rupang.

SM. 01 Agustus 2007 pukul 01. Kasubbag Umum KPBC Tipe A4 Gorontalo. 060061973 III/d Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai I 4 SUKARNO 060040538 III/d Kepala Seksi Kepabeanan I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Bandung Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Pelaksana Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Tangerang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Manado Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe C Fak-Fak 5 TUKIRAN 060041379 III/c 6 RACHJANA BIN R RACHMAT 060032092 III/b 7 SAYUTI BASRI 060032089 III/b Koordinator Pelaksana Administrasi Tempat Penimbunan Berikat Pelaksana 8 MARWIJAH 060041276 III/a 9 A.00 dinihari di RS. Ayahanda dari David Purwosusilo. Telah meninggal dunia. pukul 04. 10 Agustus 2007. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 31 . Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. pada hari Jumat. Dra. 01 Agustus 2007 pukul 14.00 WIB di Solo. Pelaksana Administrasi pada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta. Suegino Wigno Sumarto (60). Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu.T 01 SEPTEMBER 2007 NO 1 N A M A Drs.R.DAFTAR PEGAWAI PENSIUN T. pada hari Rabu. Jenazah telah dimakamkan pada hari Jumat.00 WIB. 10 Agustus 2007.M. Supiandi. O L O A N R A M B E 060045637 III/a Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Umum Pelaksana 10 JOLANDA LIANDO 060052269 III/a 11 KUSBANDI 060047933 III/a 12 SUPARLAN DJOJO 060058658 II/d Koordinator Pelaksana Administrasi Kepabeanan dan Cukai Pelaksana 13 NGADIJANTO 060052399 II/c Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit 14 AGUS MADER 060057812 II/a Pelaksana BERITA DUKA CITA Telah meninggal dunia. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. ANSJARI A. Amin.HK 060035403 III/d 3 SALAMAH INDRA MEGA.00 WIB. Kasih Ibu Solo. A G U S W I D O D O N I P 060035368 GOL III/d J A B A T A N Kepala Seksi Dukungan Teknis Kepala Subbagian Umum K E D U D U K A N Kantor Wilayah XI DJBC Jawa Timur I Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Surakarta Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Soekarno Hatta 2 M. pukul 14.

30 WITA Rakerwil dimulai dengan sambutan dari Kepala Bagian Umum. Umum. Kabid P2. KPBC Tipe A4 Tarakan. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur sehingga dapat Para pegawai terlihat begitu sibuk dengan persiapan mencapai target penerimaan yang telah ditetapkan. KPBC Tipe A4 Kakanwil. tersebut menurutnya merupakan amanah yang harus Mengusung tema. Membahas permasalahan-permasalahan yang ada dilingkungan Kantor Wilayah XV persepsi atau pandangan DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk mencari solusinya. Ismartono dalam sambutannya. terhadap permasalahanpermasalahan yang ada di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur seagi itu (28/6) sekitar pukul 08. Ada delapan kantor pelayanan yang ditentukan sebesar Rp. ditingkatkan lagi dalam hal pelayanan Kepabeanan dan Rakerwil diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah. sekaligus sebagai evaluasi semester pertama pada tahun ini seperti yang dijelaskan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.980. Tepat pukul 08.151. KPBC A3 Banjarmasin.250. Kabid IKC.000 juta. Kabid Audit. Akuntabilitas kita tingkatkan Kinerja dan Citra Bea dan Oleh karena itu Ismartono bertutur agar segenap pegawai Cukai”. Untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal Sudirman No.282. ”Dengan semangat reformasi Kepadijalankan sebagai bentuk kepercayaan pimpinan kepada beanan dan Cukai melalui Profesionalisme. Hery Susanto sekaligus yang menjadi ketua panitia acara tersebut.95%) dari target si & Korlak yang mewakili. Target yang dibebankan KPBC Tipe A4 Nunukan dan KPBC Tipe A4 Kotabaru.595 juta (88.00 WITA. dipusat kota Balikpapan tepatnya di Jalan Jenderal 2. Untuk menyamakan RAPAT KERJA (RAKERWIL).301. Kabid Kepabeanan dan Cukai. Kantor Wilahingga menemukan solusi pemecahan dari permasalahan yah DJBC Kalimantan Bagian Timur yang terletak tersebut. bertempat di gedung Aula Kanwil. Dalam sambutannya Kakanwil menjelaskan latar belakang dari Rakerwil antara lain : 1. Integritas dan seluruh jajaran Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Ismartono untuk semester I TA 2007 target tersebut Bontang. KPBC Tipe A4 Sangatta. telah mencapai sebesar 53 persen. Rapat Kerja Kantor Wilayah (Rakerwil) DJBC Kalimantan 3. Kepala Bagian Cukai. Selain itu rapat kerja merupakan sarana komunikasi diantara para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. KPBC Timur ke kas negara sebesar Rp. maka pada TA yang berada di bawah wilayah kerja Kanwil DJBC Kalimantan 2007 target penerimaan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian bagian Timur antara lain : KPBC Tipe A3 Balikpapan. Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur untuk yang diadakan tahun ini bertujuan untuk menyatukan bahu-membahu dan mengerahkan segala kemampuan untuk persepsi dan pendapat dalam menghadapi permasalahanWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 32 .546 terlihat tidak seperti biasanya.893 juta. Kepala Kantor Pelayanan di lingkungan Kantor Berdasarkan realisasi penerimaan Tahun Anggaran (TA) Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur beserta Kepala Sek2006 yang sebesar Rp. Sebagai Evaluasi kinerja selama semester pertama yang Bagian Timur yang diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaktelah dilalui sehingga kinerja kedepan dapat lebih ni tanggal 28-29 Juni 2007.DAERAH KE DAERAH Rapat Kerja Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Mendukung perubahan menjadi Bea Cukai Modern untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan berintegritas tinggi FOTO : MUQSITH HAMIDI P permasalahan yang ada serta melakukan koordinasi dan konsolidasi mendalam antar kantor pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ismartono sekaligus membuka Rakerwil. Menurut Tipe A3 Samarinda.898.

Hasil laut (Ikan. PT Gany Mulia Sejahtera Industrie dan CV Array Utama. 3.Tawau yang berlaku. Melakukan kegiatan verifikasi dan audit FOTO : MUQSITH HAMIDI bidang ekspor.44%). Meningkatkan sarana dan prasarana dae. ukuran. EVALUASI PENERIMAAN SERTA PENGAWASAN DAN PELAYANAN Dari hasil evaluasi pada Rakerwil yang diselenggarakan terlihat bahwa ada empat kantor pelayanan yang telah mencapai target realisasi penerimaan selama semester I ini yaitu : KPBC Tipe A3 Balikpapan sebesar Rp. 1. menurut Kakanwil perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan beserta dengan dasar pertimbangannya. 5. f. kandungan bahan. udang. catatan bagian. dibidang kepabeanan dan cukai. Plywood dan integritas pegawai. Sementara itu untuk pelayanan di 6. RAKERWIL. 8. Barang kiriman luar negeri yang umumnya dikirim melalui catatan pos dan catatan sub pos dll. kayu (plywood) seperti PT Basirih Industrial Corporation di dengan memperlihatkan jenis barang. PENGAWASAN DI BIDANG KEPABEANAN DAN CUKAI Dijelaskan Ismartono. namun pada umumnya antara lain : a.807. Perlu kerjasama dari segenap jajarannya untuk mendukung perubahan dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. KPBC Tipe A3 Banjarmasin sebesar Rp. c.FOTO : MUQSITH HAMIDI mewujudkan kepercayaan tersebut sehinggat target yang diberikan dapat tercapai. 21. tapan klasifikasi. umumnya seperti bahan kebutuhme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan an pokok yang melalui perbatasan Nunukan .504. kepiting.82%). Melakukan penetapan nilai pabean berdasarkan mekanise. spesifikasi teknis Banjarmasin. bahwa pengawasWARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 33 . Memerlukan sarana dan prasarana yang lebih memadai untuk menunjang kinerja pelayanan dan pengawasan diwilayah ini. tarif dan nilai pabean.848.28%). (merk.65%) dan KPBC Tipe A4 Kotabaru yang secara mengejutkan telah melampaui target tahunan (over target) sebesar 21. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencapaian target KANTOR WILAYAH DJBC KALIMANTAN BAGIAN TIMUR. PT Darma Kalimantan Jaya. Industri semen yakni PT Indocement lam rangka pelayanan dan pengawasan Tunggal Prakarsa yang ada di Kotabaru.020 juta (61. Di Wilayah Kalimantan Bagian Timur ini hanya memiliki lima perusahaan KITE diantaranya PT Basirih Industrial Corporation. KPBC Tipe A4 Tarakan sebesar Rp. sehingga dapat ditentukan perlu tidaknya revisi beban penerimaan yang telah diberikan seiring dengan menurunnya volume impor dibeberapa kantor pelayanan. pengawasan di wilayah perbatasan ned. Melakukan penetapan klasifikasi barang dengan benar. Barang Pelintas Batas. termasuk dll). Melakukan operasi untuk pencegahan penyelundupan dan PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) yakni di Pelabuhan Tunon Taka. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur 7. Melakukan pemeriksaan fisik barang dengan benar. Barang untuk keperluan operasional perusahaan industri 2. Melakukan koordinasi dengan instansi b. PT Kaltim Prima Coal di Sangatta. Kayu Olahan (Moulding dll).502 juta (72. PT Ata Surya. spesifikasi teknis. minyak kelapa sawit. bahan baku. KEGIATAN IMPOR MAUPUN EKSPOR Komoditi yang diimpor melalui Kantorkantor Pelayanan Bea dan Cukai di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur begitu beragam.762 juta (133. khususnya daerah perbatasan Nunukan – Tawau (Malaysia). cumi dang kepabeanan dan cukai. Hasil industri perkebunan seperti gara. Barang untuk keperluan operasional perusahaan data yang ada meliputi kebenaran jumlah dan jenis bapertambangan minyak yang diimpor oleh Pertamina dan rang. jenis komoditi yang umum secara efektif yang berorientasi untuk diekspor melalui KPBC di lingkungan penerimaan. PT Thiess dan PT Halliburton di Balikpapan). karet dll 9.931. voluperusahaan kontraktornya seperti PT Total E&P Indonesie me dan informasi lainnya yang memudahkan dalam penedan PT Chevron yang ada di Balikpapan. Minyak Bumi maupun Batubara. 99. PT Arutmin di Kotabaru. d. DHL (PT Birotika Semesta) di Balikpapan. ISMARTONO. Barang kebutuhan pokok terutama beras dan gula terutama kapal-kapal barang yang datang dari luar negeri yang diimpor oleh Bulog. pengetahuan a. Melakukan pemeriksaan sarana pengangkut dengan benar. ada di Pulau Sebatik (Indonesia-Malaysia). yang kesemuanya merupakan Importir Produsen bahan baku plywood. Barang untuk keperluan operasional perusahaan pertambangan (PT Badak di Bontang. terkait dalam rangka pengawasan di bic. yaitu dengan mencatat seluruh informasi / b. (kayu lapis). catatan bab. tipe dll). Sungai Bolong serta Sungai Nyamuk yang perdagangan ilegal. Untuk itu. (Malaysia) dimana KPBC Tipe A4 Nunukan memiliki 3 4. Melakukan berbagai upaya untuk meantara lain : ningkatkan keterampilan. tersebut antara lain : 1.027 juta (49.

misalnya : PDE manifest yang belum semua KPBC menggunakannya. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang ada . dokumen pendukung yang tidak lengkap maupun nilai pabean yang diragukan. Dimana hasil-hasil yang dicapai dalam Bidang Pengawasan antara lain : Penindakan dan Penyidikan Pengawasan untuk di laut dan darat diperbatasan Tarakan-Nunukan dengan Malaysia menggunakan kapal patroli yang di-BKO-kan dari Pantoloan (Sulawesi). Barang-barang yang biasa diselundupkan berupa kayu. kegiatan di bidang ini yang harus ditingkatkan antara lain : a. antara lain : a. sehingga pelaksanaan tugas menjadi kurang optimal. 34 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 PERMASALAHAN DAN PEMBAHASAN RAPAT KERJA (RAKERWIL) Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Meningkatkan pengawasan terhadap pemeriksaan sarana pengangkut. Bea Keluar dan PDRI lainnya). Masalah lain yakni tidak adanya TPB / TPS di KPBC Tipe A3 Banjarmasin.528. d. c.1. Dan telah dilakukan audit terhadap 20 perusahaaan sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) yang ditetapkan pada semester I TA 2007 ini. d.DAERAH KE DAERAH FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO BERSAMA. c. an khususnya di laut sudah terkoordinasi dengan baik meskipun dengan sarana dan prasarana yang dinilai masih minim namun harus dimaksimalkan penggunaannya. Masih adanya masyarakat usaha (importir/eksportir) yang beritikad kurang baik dengan maksud menghindar dari pungutan Negara (Bea Masuk. sehingga pengaturan barang impor / ekspor dan antar pulau tidak tertata sebagaimana mestinya. Permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai masih kurang. Lebih lanjut. Sehingga diperlukan langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Para peserta Rakerwil berfoto bersama di depan Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur. e. Masalah-masalah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat mengganggu kinerja pegawai. Masih ada beberapa KPBC yang manual dalam pengerjaan tugasnya. pakaian bekas (cakar) maupun penyu yang sudah jelas dilindungi keberadaannya oleh undang-undang. sedangkan volume kegiatan impor dibeberapa KPBC mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga ada KPBC yang over target (KPBC Bontang) namun banyak yang under target karena penurunan volume tersebut. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan dibahas dalam Rapat kerja (Rakerwil) antara lain : a. Ismartono menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan dan Bidang Audit. b. terutama dikawasan perbatasan. Permasalahan teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan dibidang kepabeanan dan cukai yang memerlukan koordinasi sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya pada masing-masing KPBC. dengan total tagihan sebesar Rp. Ismartono menjelaskan memang banyak permasalahan yang dievaluasi enam bulan terakhir dalam Rapat Kerja (Rakerwil) ini. tapi permasalahan-permasalahan tersebut tidak terlalu signifikan dalam pelaksanaan tugas dan masih bisa diatasi oleh masing-masing KPBC sehingga pelayanan yang diberikan tetap dapat berjalan. ”Semua demi melaksanakan tugas dan amanah yang sudah diberikan kepada kita sebagai aparat bea cukai yakni melindungi pemasukan (bea masuk) yang merupakan hak negara kita” ujarnya.628. Untuk itu. Target penerimaan Bea Masuk (BM) terus meningkat.195. Pengawasan dengan kapal patroli ini sangat penting seiring dengan banyaknya aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh aparat bea cukai di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan terakhir. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai mengenai otomatisasi komputer dibeberapa KPBC untuk kelancaran pelaksanaan tugas. dimana tidak meratanya jumlah pegawai di masing-masing KPBC. Meningkatkan boatzoeking untuk operasi pencegahan penyelundupan Audit Selama semester pertama ini Bidang Audit Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur telah menerbitkan Laporan Hasil Audit (LHA) sebanyak 23 LHA dengan berbagai temuan diantaranya uraian barang yang tidak lengkap. Pengawasan pemeriksaan fisik barang. Selain itu masih kurangnya tenaga teknis di bidang-bidang tertentu seperti tidak adanya PPNS dimasing-masing KPBC. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait terutama guna mewujudkan kesepahaman terhadap larangan importasi barang-barang tertentu (misal : cakar) b.

dengan mengadakan diklat-diklat yang dapat meningkatkan keterampilan pegawai. Tiba di Kudus tanggal 21 Juli 2007. yaitu mulai 21 sampai 22 Juli 2007. Nantinya Kantor Pelayanan Utama (KPU) akan diisi oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi sesuai seleksi yang telah dilaksanakan sehingga akan menjadi Kantor Bea Cukai yang ideal.00 WIB. Perlu adanya proyeksi target penerimaan dari masing-masing kantor pelayanan dengan dasar pertimbangan yang jelas sehingga dapat ditentukan besarnya beban penerimaan yang diberikan pada masing-masing KPBC. rombongan berangkat pukul 17. Rombongan berjumlah kurang lebih 40 orang yang merupakan wartawan beberapa surat kabar dan media elektronik ibu kota. Amin Shofwan (di WBC/RIS Dalam rapat kerja (Rakerwil) tersebut selain mengevaluasi kinerja selama enam bulan terakhir juga mengingatkan kembali dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan dan dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat agar sesuai kode etik yang ada. baik intern maupun koordinasi dengan instansi terkait. Kunjungan diarahkan ke Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A3 Kudus sebagai kantor pengumpul cukai hasil tembakau bagi industri rokok di Kota Kudus. Tujuan kunjungan itu adalah untuk mengetahui secara langsung proses yang terjadi dari hulu ke hilir mengenai penerimaan cukai rokok sebagai salah satu kontribusi dalam penerimaan negara. e. Dan adanya KPU ini bukan menjadi kesenjangan antar pegawai dilingkungan DJBC karena pegawai dalam KPU dituntut bekerja lebih optimal dan lebih ekstra sehingga layak mendapat remunerasi yang setimpal. pukul 5. Dalam hal pengawasan agar lebih ditingkatkan baik patroli laut dan darat. melakukan kunjungan kerja selama dua hari.30 WIB. Jumat 20 Juli 2007.b. tegasnya. kota yang terkenal dengan industri rokok kreteknya. Keuangan dan Moneter (Forkem) melakukan kunjungan (press tour) ke Kudus. bersama wartawan Forum Komunikasi Ekonomi. Kunjungan Wartawan dan Biro Humas DepKeu ke Kudus Untuk mengetahui peran dan fungsi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kudus serta untuk melihat lebih dekat tentang proses pembuatan pengaman (hologram) pada pita cukai. ”Namun selama ini pekerjaan dari KPBC-KPBC yang ada di wilayah ini masih dapat berjalan optimal dengan memaksimalkan penggunaan peralatan yang ada” ujar Ismartono. Mengoptimalkan dana yang ada untuk meningkatkan sarana dan prasarana dalam menunjang kelancaran tugas sambil menunggu dana kebutuhan anggaran direalisasi oleh Kantor Pusat DJBC sesuai Daftar Usulan Proyek (DUK) tahun 2007 yang telah diajukan. Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. c. muqsith hamidi. pukul 9. Lebih lanjut dalam Rapat kerja tersebut. Selain menunggu tambahan pegawai dari Kantor Pusat DJBC juga dilakukan pemerataan jumlah pegawai di wilayah ini dengan melaksanakan mutasi pegawai pada masing-masing KPBC (sistem tambal sulam). Untuk permasalahan teknis dilakukannya koordinasi antara masing-masing KPBC sehingga ada kesamaan persepsi dalam penyelesaiannya sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait sehingga menemukan solusi setiap masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Ismartono berpendapat hal itu merupakan suatu tuntutan menjadi Bea Cukai modern untuk bekerja lebih efektif dan efisien sesuai aturan sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yakni menjadi Bea dan Cukai yang bertaraf internasional. sehingga dapat mengoptimalkan jumlah pegawai yang tersedia. Setelah istirahat melepas lelah sejenak dan mempersiapkan diri. Selain itu dengan melakukan audit terhadap perusahaanperusahaan tertentu sesuai Daftar Rencana Obyek Audit (DROA) serta melakukan penagihan kembali atas kekurangan pembayaran bea masuk dengan cara menerbitkan SPKPBM. sebagai alat bukti pembayaran cukai bagi para pengusaha pabrik rokok. f. Balikpapan PRODUK-PRODUK yang dihasilkan oleh PT Pura Grup. Ismartono menginformasikan kepada jajaran Kanwil bahwa sekarang dalam tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang mengalami banyak perubahan sehingga kepada segenap jajarannya untuk mendukung daripada pelaksanaan perubahan tersebut.30 WIB dari gedung Departemen Keuangan di Lapangan Banteng. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 35 . B iro Hubungan Media Departemen Keuangan. dan PT Pura Grup Indonesia selaku pembuat hologram untuk pengamanan pita cukai. d. Melakukan pelayanan kepabeanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa agar mereka taat membayar bea masuk dan pajak-pajak yang diwajibkan serta melakukan sosialisasi / penyuluhan peraturan-peraturan kepabeanan yang baru kepada para pengguna jasa. Disinggung mengenai Kantor Pelayanan Utama (KPU) sebagai bentuk dari perubahan tersebut. rombongan diterima Kepala KPBC Kudus.

l Holo reader yaitu hologram dapat dibaca secara elektronis Dalam kegiatan tersebut. Karena itu. Disamping itu kepercayaan negara-negara Asia dan Timur Tengah terhadap kertas uang maupun kertas security lainnya produksi Pura Grup saat KUNJUNGAN KE KPBC KUDUS dan melakukan diskusi seputar proses penerimaan cukai hasil ini terus bertumbuh. namun penggabungan teknik konvensional dipadukan dengan begitu. Pura selama ini terus membangun kerjasama yang baik dengan WBC/RIS Perum Peruri. nya melalui beberapa uji coba pembuatan pihak PT Pura Indonesia dan pejabat dari pita cukai rokok berhologram dengan meleBea dan Cukai Kantor Pusat yang dalam wati berbagai tahapan proses produksi hal ini diwakili oleh Kasi Intelijen Direktorat hingga aplikasinya di pabrik-pabrik rokok. Eagle Medicated Oil. Juru bicara KERJASAMA PT PURA PT. Penghargaan tersebut adalah tentang tugas dan fungsi KPBC Kudus ter“Holography Award Winner 2006” Untuk masuk mekanisme penerimaan cukai oleh hologram pengaman yang diterapkan pada KPBC Kudus. an mengenai fungsi hologram sebagai alat pengaman serta melihat langsung ke lokasi pembuatan hologram. selanjutl Proses reaksi kimia yaitu hologram dapat diidentifikasi denya rombongan bergerak ke PT Pura Grup Indonesia untuk ngan memberikan cairan aktifator yang bereaksi membenmelihat secara langsung proses pembuatan hologram. Hery Agung menjelaskan.” ujar Hery. telah meKantor KPBC. Setelah memaparkan don Inggris. secara rutin aparat bea cukai KPBC Kudus hologram pengaman pita cukai rokok produksi Pura melakukan pengawasan terhadap peredaran rokok untuk mempunyai sekuriti fitur berteknologi tinggi. P2 DJBC. tapi dari hasil efisiensi produksi dan hampir sebagian besar mesin pendukung dibuat sendiri oleh Divisi Rekayasa. Pura Grup. melihat kemampuan teknologi inovasi dan perkembangan yang dimiliki Pura. dengan berbagai mengetahui apakah pita cukai yang digunakan telah kombinasi pengaman yang kompleks dan berlapis-lapis serta memenuhi ketentuan. menurut Hery. Penerapan hologram pada Pada sesi ini. Menurut Amin diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. apabila kerjasama antara Pura dengan Perum Peruri terus ditingkatkan maka hal ini akan mengurangi ketergantungan kepada pihak asing bahkan membuka peluang untuk bersaing di pasar global. ris tembakau di Kudus. Amin Shofwan berlangsung menangkan dua penghargaan IHMA (Intertidak terlalu lama mengingat rombongan national Hologram Manufactures Associaakan melanjutkan kunjungan ke PT Pura tion) dari Asosiasi Pembuat Hologram Grup Indonesia untuk melihat proses peminternasioanl yang berkedudukan di Lonbuatan hologram. selanjutnya dilakukan sesi pita cukai rokok dan “Hologram Award tanya jawab. Keunggulan komparatif dari sisi harga ini dilakukan tanpa mengorbankan mutu. adalah untuk melakukan diskusi dan tanya Lebih lanjut disampaikan Hary. disetujui untuk dipakai sebagai tambahan Maksud dan tujuan dari pertemuan itu unsur pengaman pada pita cukai rokok. penerapan holoDisamping itu juga. khutuk tulisan dengan warna spesifik. misalnya pada pengadaan security hologram pita cukai rokok lebih dari 10 tahun dan pengadaan kertas suciry Minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) lebih dari 5 tahun. Nugroho Wahyu dan beberapa akhirnya dinyatakan berhasil dan hologram pejabat KPBC Kudus. Diskusi yang dipimpin Kepala bang menjadi 24 divisi usaha ini.DAERAH KE DAERAH WBC/RIS reorganisasi yang baru saja berlangsung. 36 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . demikian imbuh Hery. beberapa pertanyaan diholographic film pada kemasan karton kertas pita cukai sudah mulai digunakan tujukan pada Kepala KPBC Kudus. Setelah sebelumberkumpul beberapa pengusaha rokok. Di ruang aula KPBC Kudus telah saat ini masih berjalan. mulai dari ancaman penculikan l Kompleksitas dalam pembuatan master hologram yaitu sampai ancaman membahayakan keselamatan jiwa. menurut Amin. gram pada kertas pita cukai sudah mulai kini ia menjabat sebagai Kepala KPBC digunakan sejak tahun 1996 dan sampai Malang). Fitur-fitur tersebut antara lain adalah : melakukan pengawasan. susnya hologram yang terdapat di dalam pita cukai. salah satu divisi di Pura Grup. rombongan mendapat penjelasdengan mesin pembaca khusus. Keunggulan Shofwan. hal itu tidak menjadi kendala dalam teknik computer generated hologram pelaksanaan tugas. pada jawab seputar proses penerimaan cukai hatahun 2006 Pura Grup yang terus berkemsil tembakau. Commended 2006” untuk penerapan HERY AGUNG.sejak tahun 1996. yaitu an. l Proses demetalizing yaitu pelepasan logam sebagian yang membentuk image/tulisan tertentu (teknik pengaman ini juga digunakan pada mata uang Euro) MELIHAT PROSES PEMBUATAN HOLOGRAM Selesai melakukan kunjungan ke KPBC Kudus. “Harga kertas security dan kertas uang Pura Grup sangat kompetitif dibandingkan dengan harga dari negara-negara Eropa. Tantangan pun dihadapi aparat saat mudah diidentifikasi. tara lain mengenai pengawasan terhadap Penghargaan internasional tersebut pita cukai khususnya mengenai rokok tanpa dilekati pita membuktikan bahwa teknologi dan kualitas hologram Pura cukai maupun rokok dengan pita cukai palsu.

sehingga kesulitan dapat ditangani dengan kerjasama yang baik antar dua instansi kepabeanan serumpun yaitu Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM). Menurutnya kebutuhan masyarakat Tarakan diperoleh dari perdagangan antara Tarakan dengan Tawao yang sudah berlangsung sejak lama. disamping pembinaan terhadap masyarakat. Ia mengakui memang masih banyak aturan-aturan yang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 37 5 . Patkor Kastima Borneo ke-6 P ada awalnya perdagangan lintas negara yang terjadi di wilayah Kalimantan umumnya dan Kalimantan Bagian Timur pada khususnya berawal dari perdagangan yang sifatnya tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun dan berlangsung sejak lama. Namun seiring dengan perjalanan waktu. “Kalau dari sisi aturan Bea Cukai tidak bisa mengizinkan perdagangan tersebut (illegal. maka perdagangan tersebut dibatasi dan tidak dapat dilakukan seperti jaman dahulu ketika masyarakat dari kedua negara Indonesia dan Malaysia keluar masuk melawati wilayah perbatasan dengan bebasnya untuk berdagang. Udin mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Kantor Pelayanan dan Pengawasan (KPPBC) Tipe A4 Tarakan dan instansi pemerintah yang ada di Tarakan dalam mengamankan penerimaan negara dan juga perdagangan dengan cara melakukan penegahan terhadap kegiatan penyelundupan termasuk perdagangan illegal. Kini baik pemerintah Indonesia maupun pemerintah Malaysia mengeluarkan berbagai peraturan yang mengatur perdagangan lintas negara. baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah. Namun kini perdagangan tersebut diatur dengan berbagai peraturan. Hal tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tarakan Kalimantan Timur Udin Hianggio.”ungkap Udin. Perangi Perdagangan Ilegal “Berat sama dipikul ringan sama dijinjing” Itulah kiranya pribahasa yang tepat untuk melukiskan kesamaan visi dan misi dalam memerangi masalah penyelundupan yang cukup berat.DAERAH KE DAERAH Lindungi Perdagangan Legal.red) karena melanggar aturan perdagangan internasional walaupun antar tetangga dan sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu.

DAERAH KE DAERAH
WBC/KY

dibuat baik oleh pemerintah pusat maupun daerah belum maksimal untuk mencegah terjadinya penyelundupan dan perdagangan illegal. Walaupun belum sempurna, tetapi aturan yang ada selama ini dapat dijalankan dengan maksimal.

PATKOR KASTIMA BORNEO KE-6
Indonesia dan Malaysia sepakat bahwa masalah penyelundupan dan perdagangan illegal merupakan masalah yang harus ditangani bersama. Salah satu bentuk penanganan masalah penyelundupan adalah kerjasama dalam bentuk Patroli Bersama antara Kanwil Kalimantan Bagian Timur dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah yang disebut Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima) Patkor Kastima Borneo tahun ini menginjak tahun ke-6. Pembukaan Patkor Kastima dilakukan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) tipe A4 Tarakan pada 20 Agustus 2007 dan ditutup pada 28 Agustus 2007 di Tawao, Malaysia. Patkor Kastima dibuka langsung oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono, yang didampingi oleh Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman, dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bachtiar. Dalam acara pembukaan, turut hadir para undangan dari instansi pemerintah dan dinas di wilayah Kabupaten Tarakan seperti, DPRD, TNI AL, Kejaksaan, Imigrasi, Kepolisian serta wakil dari beberapa KPPBC dibawah Kanwil DJBC Kalimantan Timur seperti KPPBC Nunukan dan KPPBC Balikpapan . Dalam upacara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 dengan inspektur upacara Ismartono, dilakukan penandatanganan surat perintah operasi oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Ketua Pengarah KDRM Negeri Sabah, yang dilanjutkan dengan penyematan atribut operasi secara simbolis kepada perwakilan Kanwil DJBC Kalimantan Timur dan KDRM serta penekanan tombol sirene dan pelepasan balon ke udara yang menandakan dimulainya Patkor Kastima Borneo ke-6. Dalam wawancaranya dengan media cetak dan elektronik, Ismartono mengatakan, Patkor Kastima Borneo ke-6 bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mempererat kerjasama antara kedua tim teknis pencegahan penyelundupan yang dikoordinasikan oleh Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dan Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah. Selain itu lanjutnya, dengan Patkor Kastima Borneo ini menunjukkan keseriusan dua instansi pabean dalam mewujudkan daerah perdagangan yang bebas dari ancaman penyelundupan, memastikan terjaminnya keamanan di kawasan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia khususnya dari musuh-musuh ekonomi yang masih bebas di kawasan perbatasan. Patkor Kastima Borneo ke-6 ini lanjutnya juga merupakan upaya mendukung aktifitas perdagangan yang legal dalam rangka mendorong perdagangan global antar dua negara bertetangga ini. Selain meningkatkan kerjasama antar dua negara, khususnya untuk mewujudkan sistem pertukaran informasi yang mampu membatasi kegiatan penyelundupan di kawasan perbatasan, juga
WBC/KY

FOTO BERSAMA, Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timar, Ismartono (kiri), Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah, Md. Yusof bin Abdurrachman (tengah), dan Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar (kanan), diatas kapal BC 9005.

akan mempererat ikatan budaya dan kerjasama yang erat diantara kalangan warga kedua negara. Konsep Patkor Kastima Borneo menurut Ismartono selalu mengalami pembaharuan tiap tahunnya terutama pertukaran informasi dengan pihak Malaysia. Dengan pembaharuan informasi lanjutnya, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tahun 2006 lalu berhasil menegah 12 kapal yang melakukan kegiatan illegal di wilayah perbatasan.”Penegahan tersebut merupakan bentuk kerjasama yang semakin baik antara DJBC dengan KDRM dalam menangani masalah penyelundupan dengan cara saling tukar menukar informasi,”ujarnya. Sementara itu sejak bulan Januari hingga Agustus 2007, hasil tangkapan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur di wilayah Nunukan mencapai sembilan kasus dengan komoditi yang ditegah berupa kayu dan barang campuran. Dari sembilan kasus tersebut enam kasus sudah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara tiga kasus lainnya masih dalam tahap penyidikan. Begitu juga dengan hasil operasi BKO Kanwil DJBC Kalimantan Timur di wilayah Tarakan, dimana dalam kurun waktu delapan bulan dari Januari hingga Agustus 2007, 12 kasus perdagangan illegal ditegah dengan komoditi berupa kayu,pakaian bekas dan juga penyeludupan penyu. Dari dua belas kasus tersebut dua kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap sementara sepuluh kasus lainnya telah P.21 atau proses penyelidikan telah selesai. Sementara itu Ketua Pengarah Kastam Diraja Malaysia Negeri Sabah Md. Yusof Bin Abdurracman mempunyai pandangan senada dengan Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismar-

38 6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 394 SEPTEMBER 2007

WBC/KY

WBC/KY

PENANDATANGANAN SURAT PERINTAH OPERASI oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono dan Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman.

tono, mengenai pelaksanaan Patkor Kastima Borneo ke-6. Menurutnya, Patkor Kastima Borneo ke-6 merupakan bentuk pelaksanaan dari kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo) dimana salah satu tujuannya untuk mencegah penyelundupan di dua wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. “Kalau di Malaysia (perairan Tawao) kita siap menangani masalah ini, disamping juga tukar menukar informasi dengan pihak Bea Cukai,”ujarnya Selain itu ia mengatakan, dengan adanya Patkor Kastima Borneo tren perdagangan legal dari Indonesia ke Malaysia khususnya Tawao semakin meningkat, dan ini lanjutnya merupakan bukti bahwa kerjasama selama ini dengan pihak DJBC berhasil. “Kami selalu memberikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai perkembangan perdagangan yang terjadi di Malaysia, sehingga masalah penyelundupan dapat ditangani bersama, dan tidak itu saja, di Malaysia kini pengolahan kayu dari Indonesia tidak dapat dilakukan jika tidak melalui proses hukum yang benar di Indonesia,” lanjutnya lagi.

KERAHKAN EMPAT KAPAL PATROLI
Acara pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6 diisi dengan kegiatan patroli simbolis di perairan Tarakan oleh kapal patroli milik DJBC yaitu kapal patroli BC 9005, BC9003, BC 10014 dan
WBC/KY

MALAM RAMAH TAMAH. Kepala KPPBC Tarakan, Heru Hariadi selaku tuan rumah pembukaan Patkor Kastima Borneo ke-6, menerima cinderamata dari Ketua Pengarah Kastam Negeri Sabah Md. Yusof bin Abdurrachman dalam acara ramah tamah.

BC 10015. Menurut Kepala Kanwil DJBC Sulawesi, Bachtiar, kapal patroli yang digunakan untuk Patkor Kastima Borneo ke-6 ini dua diantaranya BKO dari Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai di Pantoloan Sulawesi Tengah. Menurutnya kapal patroli tersebut yaitu 9005 dan 9003 cukup memadai untuk melakukan patroli guna mengamankan wilayah Indonesia dari penyelundupan. Rute patroli yang ditempuh oleh Kanwil Kalimantan Bagian Timur pada Patkor Kastima kali ini meliputi perairan Kalimantan Timur termasuk perairan Tarakan dan Nunukan. Sementara pihak KDRM Negeri Sabah melakukan patroli di wilayah perairan Seboko, Tawao dan wilayah perairan Sabah. Sebelum acara Patkor Kastima dimulai, delegasi Malaysia yang terdiri dari para pejabat dan juga pegawai KDRM tiba terlebih dahulu di Pelabuhan Melundung Tarakan pada 18 Agustus 2007. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Kepala KPPBC Tararakan Heru Hariadi, didampingi Kabid P2 Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ambang Priyonggo serta para pejabat DJBC lainnya. Walau masih terasa letih setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Tawao ke Tarakan, rombongan KDRM antusias mengikuti berbagai pertandingan olah raga persahabatan antar dua intansi kepabeanan tersebut. Tidak lama setelah tiba, para delegasi KDRM melakukan pertandingan sepak bola dengan pihak tuan rumah yang dimenangkan sepak bola DJBC dengan skor 2-0. Selain sepak bola, juga dilakukan pertandingan olahraga persahabatan voli dan bulu tangkis. Sebelum acara pembukaan dimulai, malam harinya dilakukan acara ramah tamah yang dihadiri oleh seluruh personil kedua instansi kepabeanan dan pimpinan muspida Kota Tarakan. Acara malam ramah tamah tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan antar personil untuk menjalin keakraban diantara kedua institusi. zap
EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI

39 7

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC MERAK

MAKE OVER yang dilakukan Kepala Kantor bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi untuk menjawab tantangan untuk merubah paradigma.

KPPBC Tipe A3 Merak
Pembenahan yang Menghasilkan Prestasi
Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Merak terus berbenah diri meningkatkan kinerja, baik dari sisi pelayanan, pengawasan dan penerimaan negara. Rasanya tidak sia-sia upaya pembenahan tersebut, karena KPPBC ini meraih juara I Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

P

embenahan bukan hanya untuk menghadapi penilaian kantor saja, namun lebih mengarah pada pembuktian komitmen kantor ini kepada pengguna jasa kepabeanan untuk memberikan pelayanan prima sesuai moto yaitu Melayani Dengan Hati. Mengenai moto yang diterapkan kantor ini, menurut Kepala KPPBC Tipe A3 Merak Agus Sudarmadi (yang kini menjabat sebagai Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak) ia peroleh ketika melihat kegiatan perbankan, dimana setiap nasabah yang datang selalu dilayani dengan baik oleh para petugas. Tidak heran jika kini memasuki KPPBC Merak sapaan hangat para petugas dirasakan oleh pengguna jasa, dan petugas dilini depan siap sedia membantu pengguna jasa melakukan pengurusan kepabeanan. Tata letak kantor yang memberi kenyamanan para pengguna jasa, pelayanan cepat dan transparan tidak luput dari perhatiannya. Di kantor ini tidak ditemui loket untuk pengurusan melainkan sederetan meja para petugas sebagai awal untuk melakukan kegiatan pelayanan kepabeanan kepada pengguna jasa. Petugas dilini depan bertugas melayani pengguna jasa, lalu ditindaklanjuti oleh petugas di lini belakang. Pengguna jasa dapat melihat sejauhmana pergerakkan dokumennya melalui komputer
WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

yang ada di depan, ini mirip di bank, dimana nasabah yang akan mengajukan kredit akan bertemu dengan Customer Service, selebihnya dilakukan oleh sistem. Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan pelayanan, penerapan pemeriksaan dokumen dan fisik barang dilakukan secara selektif, sehingga pengawasan dilakukan dengan mengoptimalkan fungsi intelijen dan manajemen risiko terhadap pelayanan dan pengawasan. Keinginan Agus membuat suasana KPPBC Merak yang nyaman bagi pengguna jasa tidak terlepas dari dukungan seluruh stafnya. Begitu semangat melakukan pembenahan kantor tidak jarang setelah kantor dilakukan make over, para pegawai berinisiatif untuk memperindah ruang kerjanya dengan cara swadaya. “Make over yang dilakukan bersama staf bukan semata-mata karena adanya penilaian kantor yang dilakukan Kantor Pusat DJBC, tetapi karena tantangan yang ada dihadapan harus dijawab. Sebagian tantangan tersebut sudah terjawab walaupun masih ada kekurangan diberbagai sisi.” Ruangan pelayanan dibuat senyaman mungkin mengikuti konsep Bank, sehingga para pengguna jasa tidak merasa bosan ketika menunggu proses kepabeanan. Untuk menghindari kebosanan, deretan sofa dengan warna cerah dengan ruangan yang berpendingin bisa dijadikan pengguna jasa sebagai tempat

40 8

ruang kerja petugas dan juga aula menjadi perhatiannya dimana setiap ruangan semuanya berfungsi dan tidak ada yang kosong. Pengguna jasa dalah orang yang berhak dating ke institusi kami dengan berbagai kehendak. disampaikan. Menurut Agus. pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya tetap diperhatikan dengan mengacu pada aturan yang ada. ku senang dan bahagia mereka punya semangat yang luar biasa. Kami bukan diharuskan melakukan sesuatu pekerjaan untuk mereka tetapi merekalah yang memberi kesempatan kepada kami untuk bekerja. 5. Pengguna jasalah yang membayar kami melalui pajak yang dibayarkannya. Noviyanti. Sementara itu. 6. caranya dengan menyebar angket untuk dijawab oleh para pengguna jasa. Pengguna jasa tidak bergantung pada kami. walaupun perubahan fisik kantor tidak mengalami perubahan. sementara yang katkan pelayanan juga terjadi di Merak sifatnya rutin. 2. Tidak seorangpun dari kami berhak untuk berbuat semena-mena terhadap mereka. mereka punya semangat yang luar biasa. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 41 9 . Berbagai masukkan MENINGKATNYA kegiatan kepabeanan di dari pengguna jasa meMerak bukanlah suatu kebetulan.”Semua pihak terlibat. Pengguna jasa adalah bukan beban pekerjaan kami. “Ini adalah kerja keras kami semua terutama pimpinan dan seluruh karyawan/ karyawati. “Waktu yang diperlukan untuk itu semua dilakukan dalam waktu dua minggu dan dilakukan secara terus menerus. Pengguna jasa adalah bukan “orang luar” dari instansi kami. pencahayaan dan lain sebagainya. hanya sekitar 2 bulan. juga berusaha memaksimalkan ruang kosong yang ada di belakang dengan membuat taman yang disertai dengan air mancur sehingga kantor semakin tampil menarik. kantor yang dipimpinnya pernah identik dengan kegiatannya yang sedikit. Agus memulainya dari penataan ruang kantor yang MENJALANKAN apa yang diinginkan oleh berorientasi pada kenykepala kantor melalui diskusi dan juga amanan dan pelayanan konsultasi mengenai konsep ruang kantor. tanpa mereka tidak mungkin ada institusi ini dan tidak ada pekerjaan yang kami tangani sekarang. Untuk itu mari bantulah kami melayani anda dengan hati. Pengguna jasa adalah orang yang paling penting dalam instansi kami. 3. Kalau ngenai hal lain yang dikebetulan.” ujar Yanti. tetapi mereka adalah bagian utama dari institusi kami.”ujarnya. Usul tersebut tidak dapat dijalankan secara bersamaan karena berbagai pertimbangan. 8. patuhilah sistem dan prosedur yang ada. Anwar Suprijadi mengunjungi KPPBC Merak. PIAGAM KOMITMEN PELAYANAN KPPBC TIPE A3 MERAK Kami menyadari bahwa : 1. panggilan akrab Noviyanti. karena di dalam ruang pelayanan para pengunjung dilarang merokok. Kasubbag Umum KPPBC Merak Maulidyah yang turut dalam proses perubahan kantor mengatakan. tampak semua fasilitas dan ruangan yang ada di dalam lingkungan KPPBC Merak berfungsi dengan maksimal. 9. Untuk memperindah kantor. . saya ingin meninggalkan kesan dan contoh kepada teman-teman bahwa beginilah kita seharusnya bekerja. tetapi kami lah yang bergantung kepada mereka. Pengguna jasa adalah tujuan dan alas an mengapa kami bekerja. hal pertama yang ditanyakan kepada Agus adalah kemampuan untuk merubah stigma.” ujar Lily. Menjelang penilaian kantor yang dilakukan oleh Departemen Keuangan pada 21 Agustus 2007 untuk lomba tingkat nasional Departemen Keuangan. Pembenahan untuk ruang pelayanan. Pengguna jasa datang kekantor kami tidak untuk diajak bertengkar. oleh sebab itu. Tugas saya di Merak tidaklah lama. tidak hanya kepala kantor tapi semuanya memberikan masukan. berbeda dengan KPPBC lain yang ada di Indonesia. Bahkan ketika Dirjen Bea dan Cukai. Inilah sumbangsih saya pada KPPBC Merak. Penguna jasa adalah bukan sekedar deretan nama. Tak lupa ia menyediakan ruang untuk merokok di lokasi taman. Lily bersama dengan korlak Keuangan dan Rumah Tangga. tugas kami adalah melaksanakan kehendaknya dengan baik. Ini adalah prestasi kami bersama. kemauan dan prangka.WBC/ZAP untuk melepas lelah walau hanya sejenak sambil melihat siaran televisi kabel yang ada di ruang pelayanan. Koordinasi dengan staf juga dilakukan Lily sapaan akrab Maulidyah baik itu mengenai warna ruangan. maka kegiatan tersebut hanya butuhkan untuk meningbersifat insidentil saja. atau disakiti hatinya tetapi untuk dilayani dan di hormati. karena walaupun dalam relatif waktu yang sangat singkat dapat menyelesaikan tugas ini dan meraih juara pertama Kantor Pelayanan Percontohan ditingkat DJBC. Awalnya para pengguna jasa merasa terkejut karena adanya perubahan pada model pelayanan di KPPBC Merak. Untuk membenahi paradigma yang melekat pada KPPBC Merak bukanlan suatu WBC/ZAP pekerjaan yang mudah. Dukungan dari temanWBC/ZAP teman sangat baik. tetapi adalah pribadi-pribadi yang mempunyai perasaan. namun usulan dari mereka mengenai kecepatan pelayanan. 7. 4. Untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan Dirjen untuk merubah paradigma tersebut. ia hanya menjalankan apa yang diinginkan oleh kepala kantor melalui diskusi dan juga konsultasi mengenai konsep ruang kantor. Ketika ditanya bagaimana perasaan mereka berdua dapat menyelesaikan tugas keduanya mengaDUKUNGAN dari teman-teman sangat baik.

762. “Operasi yang kami lakukan juga telah berkoordinasi dengan wilayah lain. Pada dokumen yang diajukan oleh PT. Namun secara perlahan diakui Agus telah menunjukkan hasil seperti semakin meningkatnya kegiatan kepabeanan di Merak yang hal ini bukanlah suatu kebetulan karena sifatnya tidak insidentil saja melainkan rutin.198. .97. Ia pun juga menepis anggapan bahwa maraknya kegiatan di Merak karena adanya Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. sehingga beberapa proses kepabeanan pindah ke Merak. Septia Atma. Namun setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai. dibutuhkan sekitar enam sampai tujuh PFPD. NASIR ADENAN. untuk 14 kasus tegahan yang berhasil didapat oleh Kanwil Jakarta. Pihaknya bekerjasama dengan pengelola pelabuhan. Dari segi biaya dan waktu kegiatan yang dilakukan di kawasan Merak cukup murah dan cepat sehingga jadi pertimbangan bagi pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke kawasan Merak ris 42 10 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Kanwil DJBC Jakarta Tegah Tekstil dan MMEA Walaupun baru efektif berjalan tiga bulan.440.000 atau mencapai 166 persen dari target rata-rata per bulan sebesar Rp. Ini semua ditempuhnya guna mencapai kepuasan pengguna jasa. sehingga bea cukai semakin diakui bahkan dibutuhkan oleh masyarakat dan tidak hanya dijadikan kambing hitam. TEKSTIL DAN MMEA Sementara itu menurut Kepala Bidang P2 Kanwil Jakarta.000 atau terjadi peningkatan 109 persen.543. Sedangkan dari penerimaan cukai. dan 11 kasus masih dalam proses penyidikan. Masih menurut Agus. para pengguna jasa di KPPBC Merak adalah kalangan industri yang cukup besar dimana mereka sudah terbiasa dengan pelayanan yang nyaman. seperti Bandung. yaitu untuk kasus WBC/ATS tegahan tekstil sebanyak 877 karung woman pants yang dilakukan oleh PT.45. pihaknya jugatelah menghimpun Rp.500. terjadi peningkatan penerimaan sebesar Rp. Sementara untuk Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di KPPBC Merak saat ini berjumlah empat orang. modus yang dilakukan adalah dengan pemberitahuan tidak benar pada dokumen. kini lanjutnya bisa mencapai 500 sampai 700 kontainer/ perbulan.707 atau 142 persen dari target rata-rata BM yang perbulannya ditetapkan Rp. keseluruhannya memiliki modus yang berbeda. dimana 2 kasus sudah P21. Ini terjadi karena adanya perubahan paradigma KPPBC Merak. Agus mengatakan belum dapat melihat hasilnya secara keseluruhan.”papar Agus.” ujar Nasir Adenan.536. juga dapat memaksimalkan pelayanan dan pengawasan saat ini. kini mencapai jam 9 malam. penerimaannya mencapai Rp89. namun para staf bisa meneruskan apa yang telah dirintisnya dibawah kepala KPPBC yang baru. Tidak hanya pembenahan fisik gedung dan pembenahan pelayanan. Hasil tegahan yang kedapatan barang yang didapat merupakan hasil operasi rutin dikeluarkan adalah yang dilakukan selama ini.9. sesuai yang diamanatkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai.DAERAH KE DAERAH prima kepada pengguna jasa yang melakukan pengurusan kepabeanan di KPPBC Merak. Banten dan KPU sendiri. tegahan ini merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Jakarta. cepat dan pasti. Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Jakarta.978. “Sehingga dengan adanya pencapaian peningkatan penerimaan tersebut secara akuntabilitas KPPBC tipe A3 Merak telah berhasil melaksanakan peningkatan kinerja dibidang pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai. sehingga nantinya kawasan pelabuhan Merak bisa menjadi besar. Sehingga pelayanan yang prima dengan konsep yang dimilikinya bisa memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa yang juga berpotensi pada penerimaan yang cukup besar . Dinas Perhubungan (dishub) bahkan dengan Pemda untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. dengan berhasil menegah 14 kasus. selain untuk menunjang kinerja dari Kanwil Jakarta. sehingga kegiatan perekonomian berjalan. dibandingkan penerimaan BM periode Januari sampai dengan Juni 2007 dengan periode yang sama tahun 2006.280.039 atau 193 persen. Agus mengakui masih ada hal-hal yang belum terlaksana untuk meningkatkan mutu kinerja pelayanan.175. untuk mengeluarkan barang yang telah rusak akibat banjir. Dari sisi penerimaan menurut Agus pihaknya sampai bulan Juli 2007 telah menghimpun penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp481. Sedangkan cukai. dan dengan hasil ini kami mengharapkan DJBC dapat memberikan pelayanan dan pengawasan yang baik. Kalau sebelumnya rata-rata 200 kontainer per bulan dilayani oleh KKPBC Merak.”ujarnya Agus juga memaparkan. 1 kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. Keberhasilan yang cukup signifikan ini. perusahaan ini memberitahukan di PIB pada 7 Agustus 2007.TEI. padahal idealnya seiring dengan meningkatnya kegiatan. Nasir Adenan. yang secara garis besar. merupakan upaya keras dari Kanwil Jakarta walaupun usianya relatif masih muda. Untuk menyiasatinya lanjut Agus.554.TEI yang terletak di Jalan Narogong Raya Bekasi dan merupakan perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat.750. pengawasan dan juga penerimaan mengingat dirinya akan pindah tugas sebagai Kepala KPPBC Tanjung Perak Jawa Timur. biasanya sampai jam 5 sore. D irektorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kembali menunjukan prestasinya kepada masyakarat. Menurutnya mungkin perubahan paradigma yang dilakukannya telah menstimulus pengusaha untuk memindahkan kegiatannya ke Merak terutama kegiatan impor curah seperti kacang kedelai. jumlah jam kerjanya bertambah. namun Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Jakarta telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang.304. Agus juga mencoba menjalin kerjasama dengan instansi terkait di kawasan pelabuhan guna mendukung kinerja pelayanan dan pengawasan di KPPBC Merak. “Semua ini tercapai berkat kerja keras seluruh jajaran KPPBC Merak. bahkan dapat lebih meningkatkan hal-hal yang telah dilakukannya untuk kepentingan negara. melalui Kanwil Jakarta yang berhasil menegah ratusan ball tekstil dan ratusan minuman MMEA yang dilengkapi pita cukai palsu. Mengenai pembenahan yang telah dilakukannya bersama dengan seluruh stafnya.

Diberitahukan sebagai barang ex banjir kedapatan 80 persen baru. tersangka sementara yang lainnya adalah warga negara perdagangan dan industri. maka PT. Lebih lanjut Septia Atma menjelaskan. Dalam kasus ini. hasil tegahan yang dicapai melakukan penindakan terhadap dua tempat penjualan eceran selama tiga bulan belakangan ini merupakan hasil terbaik yang mana telah melakukan penjualan atau menyediakan cerutu yang dapat dicapai oleh Kanwil Jakarta. Sementara itu. nya sekitar 20 persen saja. karena MMEA yang kami tegah MMEA. Nomor 17 tahun 2007 tentang Kepabeanan. KanMMEA tersebut dilekati oleh pita cukai wil Jakarta kini masih melakukan proses palsu. gaan petugas intelijen Kanwil Jakarta. dapatan barang tidak dibawa ke KBN Untuk tegahan Minuman MenganCakung. Untuk kasusnya kini dapat memicu semangat para petugas agar dapat lebih metengah dilakukan proses penyidikan oleh PPNS KPPBC Jakarta. Untuk kasus tegahan terbaru yang didapatkan oleh Kanwil Untuk itu. saat melakukan pengawasan terhadap importasi barang larangan dan ini disimpan di gudang Kanwil Jakarta. masih bil boks tersebut mengeluarkan barang dilakukan proses penyidikkan guna medari tempat penimbunan sementara nentukan tindak pidana dan tersangkalapangan 207 Pelabuhan Tanjung Priok. Kanwil Jakarta menuju arah Bandung. kami juga telah berkoordinasi dua kasus telah dinyatakan lengkap (P21) oleh penuntut umum.3 atas nama PT. IDMP yang beralamat di penyelidikan atas tindak pidana di bidang Bandung. Semoga hal tersebut untuk dijual tanpa dilekati dengan pita cukai. pada kesempatan ini pula. karena pada kamelakukan penyelidikan dari mana sus tersebut nyata-nyata telah melangmereka mendapatkan pita cukai palsu gar pasal 102 huruf F Undang-Undang tersebut. dan 11 kasus but memang benar-benar palsu. dan kesantara (KBN) Cakung. yang dilakukan oleh 14 tempat tersebut. saya ingin menyampaiJakarta. walaupun misi DJBC adalah tersebut. akan tetapi langsung dibawa dung Etil Alkohol (MMEA). Kanwil Jakarta menerapkan strategi “planning the worst. petugas yang berlokasi di Kawasan Berikat Numengikuti mobil boks tersebut. adalah kasus pengeluaran barang impor yang belum kan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua diselesaikan kewajiban pabeannya dari kawasan pabean atau petugas di jajaran Kanwil Jakarta yang ikut terlibat dalam prodari tempat penimbunan berikat atau dari tempat lain di bawah ses penegahan tersebut.400 Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kg) 100 persen cotton woven fabric. Melihat gelagat tidak benar cukai. terhadap barang yang diberitahukan dengan dokumen BC bukti disimpan di tempat penimbunan 2. TEI dinyatakan telah melanggar pasal pada 15 Agustus 2007. dengan surat hingga saat ini masih melakukan proses jalan ke PT. terhadap satu 102 huruf F dan/atau hufuf H Undangmobil boks yang memuat 95 ball (3. Ditegah karena dilengkapi oleh pita cukai palsu. yang menyatakan kalau pita cukai tersesatu kasus dalam proses di Kejaksaan Negeri. dan atas kepalsuannya ini. Dan terhadap barang bukti MMEA tersebut. pembatasan. penyidikan guna menentukan tindak pida“Hingga saat ini kami masih terus na dan tersangkanya.” kata Nasir Adenan.” kata Septia Atma. nya. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 43 11 . masih dalam proses penyidikan.WBC/ATS barang-barang dalam kondisi baru. tengah melakukan operasi peredaran cerutu dan telah “Dengan SDM yang terbatas. kini terburuk. Kanwil Jakarta OPERASI CUKAI membuat rencana operasi dengan mengantisipasi kemungkinan Selain itu. Artinya. Kasus tersebut bermula dari kecuriDengan kasus tersebut. dan tentunya mengharapkan hasil yang terbaik. GA yang beralamat di pabean Kantor Pengawasan dan PelaKBN Cakung. petugas langsung melakupenjualan eceran yang diduga melakukan penegahan dan mengamankan kan tindak pidana penjualan MMEA barang bukti ke Kanwil Jakarta. tanpa persetujuan pejabat bea cukai yang WBC/ATS WBC/ATS EX BANJIR. dengan pihak PERURI. yanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jakarta Atas kecurigaan tersebut. expecting the best”. dari kasus Masih menurut Nasir Adenan. satu orang warga negara asing dinyatakan sebagai memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. MoKepabeanan. PITA CUKAI PALSU. Dalam melakukan pengawasan. ningkatkan kinerjanya yang selama ini memang sudah baik. Adamengakibatkan tidak terpenuhinya pungutpun barang yang rusak karena banjir haan negara. seluruhnya telah dilekati oleh pita cukai “Dari 14 kasus yang kami tangani palsu. namun DJBC tetap tidak lupa untuk Indonesia. dalam merencanakan suatu operasi. adi pengawasan pabean. tanpa ijin (tidak memiliki NPPBKC) dan Dengan pelanggaran tersebut.” tandas Nasir Adenan. Kanwil Jakarta bersama KPPBC Jakarta. Masih dalam proses penyidikan peredarannya untuk MMEA.

umum dan urusan pegawai. Pegawai lulusan Prodip III Bea dan Cukai angkatan 9 tahun 1992 ini mulai meniti karir di Bea dan Cukai tahun 1993. tenang. khususnya bandara. Adrin mengaku bahwa bertugas di bagian P2. mutasi yang pernah dialaminya hanya disekitar kota kelahirannya yakni di Kantor Wilayah Palembang dan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. fresh dan penuh senyum. penampilan harus prima. hal ini terbukti dari kedua anaknya yang saat ini hampir lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Riau. Pengalaman menariknya saat menjadi pemeriksa. Berkaitan dengan mutasi pegawai yang satu ini cukup beruntung. istirahat juga teratur dan didukung juga dengan berolahraga. sudah lebih dari 14 tahun ia mengabdi di Bea dan Cukai. dimanapun ia ditempatkan ia tetap enjoy. Pria yang menikah tahun 1997 dengan Gustina ini melanjutkan. serta jangan mempunyai pikiran curiga terhadap seseorang. Berasal dari Pacitan. WBC melihat penampilan pegawai yang satu ini saat melayani dan memeriksa barang bawaan penumpang. Pekanbaru. Saat diwawancara WBC. tepatnya awal tahun 2005. Kemudian. Kemudian. selama bekerja di bea cukai belum pernah berpindah dari Tanjung Pinang. 03 tahun 1987 tentang dibentuknya Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Palembang. “Karena itu kita harus mempunyai pola makan yang teratur. Saat bertugas di KPPBC Bandar Lampung ia dipromosi menjadi Korlak Impor.” terangnya. Balikpapan-red) dibagian Verifikator selama kurang lebih 4 tahun. Dewi dimutasi ke KPBC Palembang (sekarang Kantor Pelayananan dan Pengawasan Bea dan Cukai – KPPBC-red). yang bisa dianggap paling utama dalam bertugas adalah kita harus mempunyai pola berpikir yang positif. Setelah berjalan empat tahun. Namun. Selain itu. mutasi merupakan suatu komitmen pada negara yang harus dijalankan. Masuk menjadi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada tahun 1983. Enam tahun bertugas di KPPBC Palembang. ia langsung di tempatkan di Kantor Wilayah (Kanwil) III DJBC Palembang (sekarang Kanwil DJBC Sumatera Bagian Selatan-red). setelah keluar Skep No. tahun 2000 ia kembali dimutasi ke KPBC Palembang hingga sekarang. ayah tiga anak ini terbilang cukup ketat dalam mendidik anak. ada pegawai yang suka dan ada pula yang tidak suka.” ujar pegawai yang selalu mendapat tugas di bagian keuangan. Kalau dalam instansi tidak ada kekompakan yang solid. sebagai pegawai negeri yang sudah disumpah dan berjanji untuk siap ditempatkan dimana saja. ia dipindahkan lagi ke KPPBC tipe A Khusus Soekarno-Hatta sebagai Korlak Impor hingga sekarang. awal tahun 2001 ia dipindahkan ke KPPBC Bandar Lampung sebagai pemeriksa barang. Saat ini. Dewi kembali terkena mutasi ke Kanwil III DJBC Palembang selama dua tahun. Dengan postur tubuh yang tinggi dan murah senyum. S U K A T N O Korlak Keuangan dari KPPBC Tipe A3 Tanjung Pinang ini. langsung ditempatkan di KPBC Tanjung Pinang sebagai pemeriksa di gate.SIAPA MENGAPA ○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○ D E W I D I A N A Mendengar kata mutasi. maka instansi lain akan menganggap remeh sehingga kewibawaan Bea dan Cukai menjadi berkurang. Sukatno yang sebelumnya memang sudah mengerti akan pekerjaan bea cukai. “Saat itu para pedagang atau yang kita sebut inang-inang sangat banyak sekali membawa barang-barang dari luar untuk dimasukan ke Tanjung 44 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . pria kelahiran Tanjung Pinang 3 Mei 1959 mengaku siap jika suatu saat harus dimutasikan dari Tanjung Pinang. Penempatan pertamanya di Kanwil X Balikpapan (sekarang Kanwil Kalimantan Bagian Timur. A D R I N S Y A H B A N A Saat WBC sedang bertugas mengambil gambar tentang pemeriksaan barang penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada awal bulan Juli. tetapi pegawai yang satu ini tetap memiliki prinsip. “Tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan dan yang terpenting saya akan tetap bekerja. berbuat dan berpikir yang terbaik untuk DJBC tercinta. Kemudian. Walau hanya disekitar daerah Palembang ia dipindahtugaskan. adalah ketika tahun 1985 dimana Tanjung Pinang menjadi tujuan para pedagang yang mencari barang-barang luar negeri yang masuk secara ilegal. Setelah diterima. Berawal dari diterimanya Dewi menjadi pegawai bea dan cukai tahun 1983 melalui tes penerimaan pegawai Departemen Keuangan Palembang. disamping diimbangi dengan fisik dan stamina yang kuat. pegawai yang satu ini memang sangat tepat bekerja dibagian tersebut. Walaupun begitu. dalam menjalankan tugas yang paling utama adalah disiplin dan kekompakan.

500 84. adi info buku BILA ANDA BERMINAT. tinggal bagaimana kita membagi waktunya saja. Ia bercerita bahwa posisinya sebagai perempuan yang berkarir dan ibu rumah tangga bukanlah suatu masalah.id dengan Hasim / Kitty EDISI 394 SEPTEMBER 2007 MAJALAH WARTA BEA CUKAI WARTA BEA CUKAI 45 . Karena dalam dalam bertugas ia selalu enjoy. Ia pun telah menyelesaikan pasca sarjananya di Universitas Lampung jurusan Hukum pada 2005. Seperti yang pernah dialami oleh bapak dua orang anak ini ketika ada anggota dewan atau pejabat-pejabat pemerintah yang menolak untuk di scan dan memarahinya. Karena yang datang itu bukan hanya para pengusaha atau masyarakat umum tapi juga anggota dewan. 4890308 ex. saya harus siap memberikan surat tersebut.000 CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. maka suka duka yang dialaminya saat bertugas selalu disikapinya dengan perasaan gembira. Verifikator dan Training KPU ini.000 162 62. Rp. DPI. 43. 150. dimana DJBC merupakan institusi yang sangat disegani baik oleh penyelundup maupun instansi lain.000 Harga luar Jabotabek 43. Putri daerah kelahiran Palembang tahun 1962 ini mengaku masih tersisa waktu untuk berkarir di Bea dan Cukai sebelas tahun lagi.000 Sudah Termasuk Ongkos Kirim Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. 162. kalau di rumah ya kita kerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga. bukan hanya dalam satu KPPBC tapi juga antar KPPBC sehingga kewenangan dan kewibawaan DJBC akan bersinar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Adrin mengaku sangat terkesan saat bertugas di Soekarno-Hatta. Kita harus bisa bertindak secara profesional dan fleksibel di lapangan saat pejabat-pejabat tersebut tiba di bandara.500 5% 78. jujur. 40.000 10% 150 50. disiplin dan tidak pernah menunda pekerjaan hingga esok hari. 84. ats Pinang. Saat ini ia mengaku mendapat tantangan saat harus memberikan surat sanksi atau teguran dari atasan pada pegawai yang bersangkutan. (021) 4892353 / E-mail: wbc. pegawai yang satu ini merupakan pekerja ulet. 78. Kedua posisi tersebut ia jalani dengan baik. Saat ditanya pengalaman dan suka dukanya sebagai pegawai DJBC. MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT: BUNDEL WBC 2006 Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari . (021) 47860504. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp.” kata Dewi yang saat ini bertugas di bagian urusan kepegawaian. semua yang ia jalankan dibiarkannya mengalir bagaikan air. Tak hanya itu.net. ada pula penumpang yang marah saat diwajibkan untuk membayar pajak atas tas mahal yang dibelinya dari luar negeri. Di akhir wawancara. namun upaya mereka itu tidak dilakukan secara resmi. Rp.000 Rp. Pria yang juga hoby sepeda ini. A.000 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi) Diskon Harga Jabotabek 0% 40. tapi semua itu dapat kami atasi dengan baik dan Alhamdulillah sekarang kejadian itu tidak pernah ada lagi. berharap agar instansi DJBC dapat selalu kompak dalam menjalankan tugasnya. Dewi mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan.cbn. 154 Fax. 120. ats Dari beberapa mutasi yang pernah dialaminya. “Kalau di kantor kita kerjakan tugas kantor. di bandara ini kita harus mempunyai sikap ramah sopan dan murah senyum kepada penumpang.” ujar Sukatno.” ujar istri dari petugas polisi ini merendah. Baginya. 14 Juni 1972 ini mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan S1-nya di Universitas Balikpapan Kalimantan Timur jurusan Ekonomi pada 2002. namun dengan cara melemparkannya ke kapal pompong jika sudah merapat di pelabuhan.000 Rp. nah kami saat itu harus kerja ekstra ketat karena para inanginang ini juga mencoba mengelabui kami dengan cara memamerkan badannya atau membuka rok mereka agar kami dapat terkecoh. “Sebagai anak buah. 25. para pejabat di pemeritahan.000 Rp. “Seperti yang saya sebutkan tadi.Desember) Rp.Apa yang telah dilakukan oleh ibu empat anak ini sehingga dipilih oleh Kepala Kantor KPPBC Palembang Bambang Aribasar untuk masuk dalam rubrik Siapa Mengapa ini? Menurut Kepala KPPBC dan rekan-rekan sekerjanya. pria kelahiran Sumatera Selatan.” kata pria yang pernah mengikuti diklat kesamaptaan.000 Rp.

Penyusunan Audit Insidentil (Tambahan Objek Audit) dan DROA Menggunakan Analisis Situasi di Kanwil DJBC Maluku. * Berdasarkan Surat Kakanwil ke KPBC (Bln September 2006). masih aktifkah perusahaan tersebut. Papua & Irja Barat Tugas pengawasan yang dilakukan Bidang Audit Kantor Wilayah adalah melaksanakan pemeriksaan kemudian terhadap perusahaan yang menjadi objek audit untuk menilai kepatuhannya terhadap peraturan terkait dan mengamankan keuangan negara. Importir : + 75 perusahaan. Kantor pelayanan yang berada di wilayah Kanwil XVII DJBC. Papua dan Irian Jaya Barat terdiri dari* : 1. tentang perusahaan yang melakukan kegiatan Kepabeanan dan Cukai untuk dijadikan profiling Bidang Audit. Fasilitas Impor Sementara : + 15 perusahaan. BOP Gol II : + 5 perusahaan. 46 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Perusahaan yang dilakukan audit di Kanwil XVII Maluku. 3. 5. PAPUA. T Bagaimanakah menentukan perusahaan yang didahulukan untuk diaudit terhadap perusahaan lainnya. 4. sedangkan untuk pelaksanaan tugas yang lain dapat melalui audit insidentil. sehingga perlu dibuat suatu analisis situasi agar tugas yang diamanahkan dapat dilaksanakan dengan sedikit bekerja banyak mencapai sasaran. 2.PENGAWASAN WBC/KY KPBC AMAMAPARE DI TIMIKA. Perusahaan pelayaran : + 4 perusahaan. Eskportir : + 120 perusahaan. terhadap komoditi apa atas . ahap awal sebelum dilakukannya pemeriksaan kemudian tersebut adalah menentukan Daftar Rencana Objek Audit (DROA) enam bulanan.

bidang audit diharapkan melakukan tugas pengawasan yang maksimal. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang dekat dengan Kanwil XVII hanya KPBC Tipe A4 Ambon. Weakness). Rumusan sebaiknya memperhatikan juga perubahan-perubahan dilingkungan masa yang akan datang. Salah satu perusahaan objek audit di wilayah Kanwil XVII DJBC.usaha tersebut. terkesan kinerja bidang audit rendah. yang sulit sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. karang yang membedakan KSF sekarang dengan KSF yang akan datang. Peluang (opportunities) situasi eksternal yang berpotensi menguntungkan. tujuan organisasi 2. disebabkan juga perjalanan menuju perusahaan yang menjadi objek jauh (memakan waktu lama). Analisis Situasi adalah kegiatan mendapatkan informasi. kapabilitas/ sumberdaya yang dimiliki. Arah. l Kemampuan pemahaman dan pengelompokkan peraturan untuk memudahkan pelaksanaan tugas sekaligus updatingnya. Sebelum dilakukan analisis situasi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa kekuatan (strength) adalah situasi internal berupa kompetensi. Kinerja masa lalu 4. serta memerlukan transportasi udara dan waktu pekerjaan yang panjang. Standar yang disepakati 5. Posisi organisasi 3. Analisis situasi menjadi kebutuhan agar pelaksanaan tugas sampai dengan penyelesaiannya. Acuan yang digunakan untuk identifikasi SWOT adalah : 1. Papua dan Irian Jaya Barat (10 Kantor). sebagai alternatif menangani peluang-ancaman. tidak sekedar kondisi eksisting seFREEPORT. Baik lingkungan eksternal Kanwil XVII atau internal Kanwil XVII mempengaruhi untuk ditentukan menjadi suatu informasi termasuk sebagai kekuatan-kelemahan-peluang-tantangan. Kanwil XVII DJBC adalah kantor KPU (Kanwil Paling Ujung) mempunyai wilayah pengawasan 1/3 bagian dari Negara Indonesia di wilayah Timur dan alat transportasi udara/laut yang terbatas. besarkah nilai impor perusahaan tersebut. Berdasarkan historis proses pelaksanaan sampai dengan penyelesaian audit kebanyakan lebih dari tiga bulan tidak sesuai dengan KEP 12/BC/1997. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 47 . atau tantangan. PERMASALAHAN Berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor INS-1/BC/2006 tentang profiling dan targeting. dapat dibuat strategi (kesesuaian) yang memperhatikan kondisi internal SW (Strength. tidak dapat langsung dari Ambon harus melalui Makassar. Untuk dapat membuat kesesuaian harus dilihat key success factor (KSF) yang dijadikan acuan menentukan SWOT. WBC/KY ANALISIS Penggunaan Analisis situasi diharapkan dapat menjawab sebagian besar pertanyaan dan ketidaksesuaian di atas. dan kondisi eksternal OT (Opportunity. Ancaman (threat) situasi eksternal yang berpotensi menimbulkan kesulitan. kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki. yang lain terdapat di kepulauan Maluku 2 Kantor. apakah telah diperhitungkan terlebih dahulu antara cost and benefit baik dari segi waktu dan uang dalam pelaksanaan tugas audit? Semuanya itu dapat dibuatkan prosedur tetap dan diperiksa kembali secara berkelanjutan setelah berhasil diidentifikasikan isu-isu lingkungan yang strategis. sehingga tinggal menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada atas update data. tetapi pekerjaan sebagai tugas bersama. untuk mencapai goal sesuai visi dan misi. Threath). l Informasi dari bidang lain untuk membuat profil perusahaan yang menjadi objek audit dengan melihat nilai impor dan komoditas barang serta penerimaan Bea Masuk terbesar dari perusahaan mana di KPBC. bukan selalu membuat semuanya dari tidak mengerti/tidak ada data sama sekali. l Team work yang kompak tanpa melihat pekerjaan sebagai tugas individu orang. Penilaian Stakeholder utama Yang diterapkan sebagai identifikasi disini adalah arahtujuan pelaksanaan audit (compliance audit dan pengamanan keuangan negara) ANALISIS SW : Kekuatan (S) : l Besarnya anggaran yang dimiliki agar dimanfaatkan maksimal untuk Pelaksanaan Audit berjalan. Tahap yang paling penting dan sering terlewat adalah penetapan acuan kekuatankelemahan-peluangtantangan yaitu keadaan yang menjadi pembanding untuk menetapkan apakah suatu kondisi disebut sebagai kekuatan-kelemahanpeluang. Kelemahan (weakness) situasi internal berupa kompetensi.

Anggaran dihitung dahulu untuk mencukupi pelaksanaan tugas. perlu dilakukan pemeliharaan/ perawatan terhadap senjata api tersebut. komoditi. 4. Mengingat senjata api DJBC tersebut merupakan produksi PT. dan agar dijadikan prosedur tetap melalui tahapan sebagai berikut : 1. 1998 Pearce. Senjata api baru yang dimiliki DJBC merupakan produksi PT. Perusahaan yang memasukkan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Rencananya.13 Juli 2007 dan gelombang II dimulai tanggal 16 – 20 Juli 2007. lokasi. Dari uraian diatas.PENGAWASAN Kelemahan (W) : l Pengambilan data yang tidak cepat pada waktu pelaksanaan tugas l Sumber daya manusia yang tidak memenuhi standar KEP 12/BC/1997. l Pelatihan Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Api Dalam hal pemakaian.1986 David R. pada 9 – 20 Juli 2007. Pelatihan tersebut dibuka oleh Sofyan Hidayat. dengan mengambil lokasi di PT. Irian Jaya barat adalah melihat profiling perusahaan yang dibagi per KPBC. 5. John A. jarak yang berjauhan. Concept of Strategic Management. Fred. DJBC Suwito. Jawa Barat. jenis perusahaan. akan selalu tersedia senjata api yang siap pakai dan mempunyai masa pemakaian yang panjang. Perusahaan yang berlokasi satu tujuan pemberangkatan dan dukungan kemudahan alat transportasi udara/laut yang ada. 1985 BONGKAR PASANG PISTOL. senjata api yang baru tersebut akan didistribusikan ke seluruh Kantor Wilayah DJBC di seluruh Indonesia.H. peningkatan kinerja bidang audit diperlukan agar memudahkan perencanaan tugas sampai dengan pelaporan hasil audit yang diharapkan sesuai tujuan yaitu menilai kepatuhan perusahaan yang sekaligus menjadi profil perusahaan dan mengamankan keuangan negara. Perusahaan importir umum diaudit secara reguler 2 tahunan. Suprapto. h. Pengadaan senjata api tersebut dipandang perlu dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas operasional DJBC khususnya di bidang penindakan dan penyidikan. Pindad (Persero) maka tenaga instruktur yang memberikan pelatihan pemeliharaan DOK. P2 KP. Papua. dapat dilihat bahwa profiling objek audit berdasarkan lokalisasi per KPBC yang membawahinya sangat perlu dibuat prosedur tetapnya untuk menghindari kesulitan pada waktu konfirmasi data. Dalam hal pemakaian. Sutejo. Sehingga. Sehubungan dengan hal tersebut. senjata api tersebut perlu dilakukan pemeliharaan/perawatan dan penggunaan yang sesuai prosedur atau petunjuk yang ada. enjata api (fire arms) adalah suatu alat untuk melepas amunisi ke arah sasaran dengan tujuan untuk melumpuhkan. Dari analisis situasi yang sudah dicoba diterapkan pada Kanwil XVII DJBC. Msi Pj Kasi Pelaksanaan Audit I Kanwil XVII DJBC. Strategic Management. diperlukan pemberian pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bagi pegawai DJBC dalam hal pemeliharaan dan penggunaan sarana senjata api. sebanyak 60 orang pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengikuti pelatihan pemeliharaan dan penggunaan senjata api. Oleh karena itu untuk pertama kalinya. Bagian Depdiklat PT. 7. Hadir pada kesempatan itu. keringanan/pembebasan yang dimiliki. Pindad (Persero). Penggunaannya pun harus sesuai dengan prosedur/petunjuk yang ada. l Jarak yang jauh antara perusahaan dengan KWBC XVII. SE Ak. gelombang I dimulai tanggal 9 . Bagian Divisi Senjata PT. Pindad (Persero). Pelatihan tersebut diikuti oleh dua gelombang. Senjata api tersebut berasal dari pengadaan barang tahun 2006. 6. biaya yang dikeluarkan untuk penyelesaian tugas Bidang Audit. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jawa Barat. S KESIMPULAN Penyusunan audit insidentil dan DROA berdasarkan analisis situasi yang digunakan di Kanwil XVII Maluku. Daftar Pustaka Barry. Perusahaan dipisahkan berdasarkan komoditi tertentu yang mengkontribusikan penerimaan bea masuk dari yang tinggi ke rendah. Perusahaan yang memiliki fasilitas penangguhan bea masuk dengan jaminan dari yang tinggi ke rendah. 3. Pindad. khususnya bidang P2. Tampak para peserta pelatihan saat mempraktekkan bongkar pasang pistol. baik nilai. Perusahaan yang masuk audit insidentil didahulukan diaudit sesuai hasil analisis dan rekomendasi yang ada. Saat ini. Bandung.10. 48 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Bandung. Analisis OT : Peluang (O) : Jumlah perusahaan yang sedikit memudahkan profiling perusahaan untuk dibuatkan prosedur tetapnya. 2. Ancaman(T) : l Jarak yang jauh antara KPBC dengan Kanwil sehingga koordinasi memakan waktu yang lama. waktu yang lama. Strategic Planning Workbook for Nonprofit Organizations. Pindad (Persero) dan G. Masing-masing gelombang diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari seluruh Kantor Wilayah DJBC yang ada di Indonesia. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memiliki senjata api dinas yang baru.

Setelah itu para peserta menuju ruangan pengepakan(packaging). Pada hari terakhir pelatihan. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan pistol P-3A.65 mm. peserta diajarkan untuk selalu melakukan tindakan pengamanan senjata. Sedangkan untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan laras panjang SBC-1 Kal.000 butir. praktek menembak dan evaluasi. ifa EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 49 .500 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. teori data teknis senjata. Diharapkan. praktek pistol P-3A. usai pelatihan tersebut. Bagian Diklat PT. Pindad (Persero) karena perusahaan tersebut memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melakukan pelatihan. duduk/jongkok dan berdiri dengan jarak tembak 50 m. para pegawai dapat membagi ilmu yang diperolehnya pada pegawai DJBC lainnya di tempat ia ditugaskan. MENINGKATKAN SDM Pelatihan itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia DJBC dalam hal pemeliharaan dan DOK. Pelatihan penggunaan senjata api itu pun dilakukan di PT. Kemudian. Ada tiga orang instruktur yang membimbing para peserta pelatihan. Pindad (Persero) dan Nurkiswar Eddy. cara menggunakan senjata api dan membidik sasaran dengan benar dan tepat. Deputi Bidang Pemasaran dan Penjualan PT.222. penggunaan senjata api (menembak). P2 KP. masing-masing didampingi oleh tiga orang asisten. Pada saat peninjauan ke fasilitas produksi senjata. ruangan penembakan (firing). Pertama. Kedua.222. para peserta di beri kesempatan untuk mencoba menggunakan senjata api bahu produksi PT. praktek SBC-1 Kal.222. Dengan jarak sasaran 50 m. Adapun materi yang diberikan pada saat pelatihan antara lain penjelasan umum tentang senjata api produk PT. Dalam kegiatan ini.222.DOK. peserta harus melakukannya dengan posisi tiarap. para peserta diarahkan ke bagian divisi senjata untuk melihat bagaimana cara pembuatan senjata. Pindad (Persero) dan dihadiri oleh Sofyan Hidayat. teknik bongkar pasang dan pemeliharaan SBC-1 Kal. Diharapkan sarana senjata api DJBC akan selalu terpelihara dan terpakai sebagaimana mestinya. Adapun senjata api baru yang dibeli oleh DJBC dan digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua jenis senjata api. cara pemakaian dan bagaimana membongkar pasang senjata. penggunaan sarana senjata api DJBC. tempat penembakan kering dan lokasi latihan tembak jarak 200 m. dilakukan dengan posisi berdiri. Para peserta pelatihan gelombang I berpose bersama di depan gedung Divisi Senjata.000 butir. senjata bahu jenis SBC-1 Kaliber 222 (5. Setelah itu. dengan jarak tembak 20 m. DJBC PRAKTEK MENEMBAK. Pindad (Persero). seperti mengetahui cara perawatan senjata. Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa Barat. peserta membidik sasarannya dengan menggunakan senjata api SBC-1 kaliber. Jarak tembak uji coba senjata tersebut sepanjang 200 m dengan posisi duduk di kursi dengan tangan memegang senjata di atas meja.64mm) sebanyak 1. Bandung. senjata api genggam jenis pistol P-3A kaliber 32 (7.000 pucuk senjata dengan peluru/cartridges sebanyak 200. P2 KP. peninjauan ke fasilitas produksi senjata. senjata api berasal dari dari PT. DJBC FOTO BERSAMA. Pindad (Persero).65 mm) sejumlah 1. Pindad yaitu jenis SS1 Varian 1 dengan menggunakan teleskop optics. Manfaat pelatihan tersebut sangat dirasakan bagi pegawai yang bertugas di lapangan. pelatihan ditutup oleh Triyono. Untuk uji coba pelatihan menembak dengan menggunakan Pistol P-3A kaliber 7.

Selain itu. di Jakarta. pertemuan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan pada pegawai Malaysia Customs tentang tata kerja Bea dan Cukai Indonesia. pengawasan terhadap barang impor dan ekspor serta pemaparan mengenai pusdiklat di Bea dan Cukai. Durahim juga menjelaskan bahwa pada dasarnya antara Malaysia dan Indonesia memiliki persamaan. Kastam Diraja Malaysia. rombongan sempat mengunjungi beberapa sarana yang ada di KP DJBC. Pada kesempatan itu. Rombongan sejak tanggal 11 Agustus 2007 telah berada di Bandung untuk melakukan lawatan ke beberapa lokasi di Bandung. “Sementara untuk bagian pengawasan atau pencegahan. Sabah. khususnya yang ada di Bandung dan Jakarta. perwakilan dari Kastam Diraja Malaysia. Sabah. Dengan mengambil lokasi di depan Gedung Utama. yang didampingi beberapa orang pejabat eselon III dan eselon IV di lingkungan KP DJBC. setelah dilakukan penilaian. 13 Agustus 2007. dengan DJBC Indonesia. sistem dan prosedur kepabeanan di bidang ekspor. Kastam Diraja Malaysia tidak secara reguler memberikan kemudahan terhadap penangguhan pembayaran cukai. Usai pemaparan. Hanya saja yang membedakan adalah. rombongan bergerak menuju Jakarta. Durahim Bin Tutin. mengunjungi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. kuning dan hijau dalam kegiatan impornya. Sabah. yang diberikan khusus pada importir yang masuk dalam kategori baik. seperti tempat pelatihan anjing pelacak narkotika dan gudang tempat penyimpanan barang-barang hasil tegahan petugas bea cukai. Ia melanjutkan. rombongan diterima oleh Bambang Prasodjo. yang akan dimulai di Tarakan dan berakhir di Tawau. tepatnya Kantor Pusat DJBC. Sabah berpose bersama dengan pegawai DJBC. Malaysia juga memiliki jalur merah. Malaysia memiliki unit baru yang dikenal dengan nama unit verifikasi impor. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. 50 . pihaknya juga WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 ingin melakukan studi banding dalam hal best practices antara Customs Malaysia dan Indonesia. mengatakan. Durahim menjelaskan. Saat ditanya tentang patkorkastima (patroli bersama antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia) yang dilaksanakan pada 21 . diantaranya mengenai sistem dan prosedur kepabeanan di bidang impor. Sabah. Sebelumnya. Usai mengunjungi Bandung. Sabah. kalau DJBC memiliki jalur prioritas maka Malaysia memiliki sistem baru yang diberi nama customs golden clients. R abu. menerima pemaparan yang diberikan oleh para pejabat bea cukai. Pagi itu. Malaysia.KEPABEANAN INTERNASIONAL WBC/IFA FOTO BERSAMA. bertempat di ruang rapat Menteri Keuangan. Kastam Diraja Malaysia Kunjungi Kantor Pusat DJBC Studi banding dalam hal best practices antar Indonesia Customs dan Malaysia Customs. Senior Assistant Director of Customs. Menurut Durahim. rombongan bergerak menuju Gedung Pusdiklat Bea dan Cukai untuk melihat lebih dekat fasilitas yang ada di tempat itu. sejumlah 20 orang yang berasal dari rombongan Kastam Diraja Malaysia. KP DJBC. Maksudnya. dimana mereka (importir-red) diijinkan untuk melakukan impor secara terus menerus tanpa perlu dilakukan pemeriksaan. Hal lain yang juga membedakan adalah konsep penangguhan pembayaran cukai. tujuannya datang ke DJBC adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara Kastam Diraja Malaysia. penangguhan tersebut hanya diberikan pada pihak yang mengajukan permohonan. rombongan Kastam Diraja Malaysia. Saat di wawancara WBC.28 Agustus 2007. patkorkastima merupakan agenda rutin yang dilakukan antara Customs Malaysia dan Indonesia.

juga dipermudah dalam hal pengeluarannya. bertempat di ruang Loka Muda. Hal ini akan ditetapkan oleh Tim Pelaksana supaya tidak menambah jalur birokrasi. Selain itu. Juga hadir asosiasi dari pengguna jasa kepabeanan. implementasi pilot project NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok.” tambah Anwar. Ketika ditanya harapannya dengan adanya pertemuan ini. Direktur Jenderal Bea dan Cukai. rombongan yang dipimpinnya juga akan mendatangi tempat-tempat wisata dan tempat-tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta.” kata Anwar. BKP dan Ditjen Daglu) ditambah 3 (tiga) TPS (tempat penimbunan sementara) yakni JICT. untuk barang-barang darurat atau barang-barang yang mudah rusak.KEPABEANAN kemudian penetapan cost tarif dan dilakukan pembayaran. seratus persen sudah memenuhi minimal requirement dari Asean Single Window. dan dari DJBC diwakili oleh Bambang Prasodjo. Ujicoba NSW di Tanjung Priok itu sendiri hanya untuk prosedur impor. acara dilanjutkan dengan saling bertukar cendera mata. Dari rapat pembahasan tersebut. Anwar Suprijadi. Puskari (Pusat Karantina Ikan). Maksudnya. Sabah. ada 14 Agustus 2007. perlu adanya sosialisasi di tingkat nasional dan juga di Tanjung Priok. P BERTUKAR CENDERAMATA. lanjut Anwar. dari diskusi tadi. Tak hanya itu. yang berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kontak atau bertanya jika user mengalami masalah. Hal itu dapat dilihat di tata cara pengawasan impor. Kemudian. Ia menambahkan. Koja. pemeriksaan dokumen bisa dilakukan langsung di pabrik atau di pusat-pusat pengimpor sehingga barang bisa segera direlease. Di akhir kata ia berharap agar single window ini tidak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 51 . khususnya di Tarakan dan Tawau. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerangan Kepabeanan dan Cukai. dan MTI. dengan demikian pelatihan jarak jauh (distance learning) dapat dilaksanakan.” jelas Durahim yang mengaku setelah mengunjungi KP DJBC. ada yang mengatakan bahwa dibutuhkan tim pendukung atau tim support. Sabah. pada bulan September 2007 kita akan melakukan uji coba integrasi sistem antara Badan POM dengan in house system di KPU DJBC. telah dicapai kata sepakat bahwa uji coba NSW di Tanjung Priok masih terbatas pada 5 (lima) GA (Bea dan Cukai. sebahasa. Kita hidup serumpun. ifa WBC/IFA Rencana Ujicoba Sistem National Single Window Akhir tahun 2007.” tandas Anwar. maka semua barang-barang impor akan di periksa oleh unit verifikasi impor sebelum dilepaskan oleh bea cukai. Badan POM.” kata Durahim seraya berharap bahwa kerjasama ini akan terus terjalin dan berkelanjutan di masa yang akan datang. BKP (Badan Karantina Pertanian) dan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Durahim mengatakan bahwa pertemuan ini dapat menjadi suatu titik permulaan ke arah peningkatakan hubungan kedua negara. khususnya antara Customs Malaysia. Badan POM. Dari segi kemudahan. “Sedangkan dari aspek sistem. “Ini harus disampaikan agar tidak timbul over estimate dari publik atau pihak-pihak yang terkait. dengan Customs Indonesia. yang tak kalah penting adalah perlu adanya call center. Pihak Kastam Diraja Malaysia. selain pelatihan fisik dengan mendaki gunung Kinabalu. “Kemudian. Gedung B. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KP DJBC). Hadir dalam kesempatan itu lima perwakilan dari government agencies (GA) yakni Bea dan Cukai. diselenggarakan rapat pembahasan awal rencana kerja pelaksanaan ujicoba sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok oleh Tim Persiapan NSW dan Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW. Departemen Komunikasi dan Informasi. Mengenai pelatihan pegawai Kastam Diraja Malaysia. Assistant Director of Customs. diwakili oleh Durahim Bin Tutin. Departemen Perhubungan serta Port Operator. Ia melanjutkan. yakni untuk PIB yang ditujukan pada importir jalur prioritas. walaupun jauh tapi dekat di hati. mengambil kesimpulan bahwa tim kerja yang terdiri dari tim pelaksana dan tim pengawas akan ditetapkan dengan keputusan Menteri Keuangan. Puskari. Usai pemaparan. mereka juga memiliki fasilitas yang memudahkan pengguna jasa diantaranya adalah pemeriksaan bergerak. Kemudian. “Melalui patkorkastima kita punya operasi bersama untuk menangani masalah-masalah penyelundupan di perbatasan. pelatihan juga dilakukan dengan menggunakan e-learning. diharapakan dari pertemuan ini akan tercipta kesepahaman antar dua pihak sehingga bisa mencari penyelesaian dari permasalahan yang ada.

IKC.Kepastian mengenai telah diselesaikannya proses standarisasi elemen data dan harmonisasi bisnis proses. . Suasana rapat pembahasan Ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok yang diselenggarakan di kan unit yang menaruang Loka Muda. HASIL PERTEMUAN akan menambah beban user atau pengguna jasa. Susiwijono. pada tahap awal uji coba NSW akan dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember Dalam pertemuan tersebut. mengatakan. akhir Agustus ini blue print NSW rencananya akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan.KEPABEANAN 2007. untuk kemudian Menteri Keuangan.Sesuai jadwal rencana kegiatan. Gedung B. mulai awal Oktober 2007 agar menugaskan unit yang menangani IT sistem. mulai awal Oktober 2007 agar menugasRAPAT PEMBAHASAN. Setelah sistem NSW di Tanjung priok berjalan. hal-hal yang harus dilakukan lima pimpinan GA agar jadwal tim kerja menjadi tepat waktu adalah: . Ia pun meminta agar semua pihak optimis bahwa NSW ini dapat terwujud. selaku Ketua Tim Persiapan NSW. 52 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .” tandas Susiwijono. Sementara itu.Segera menunjuk salah satu pejabat (setingkat eselon III) untuk menjadi anggota pelaksana operasional yang akan menjadi perwakilan GA dan port yang dedicated dan secara penuh bertugas bersama-sama GA yang lain. Ia melanjutkan. sesuai dengan scope entitas dan kegiatan yang ada.Kepastian mengeWBC/ATS nai batas waktu penyelesaian pembangunan in-house system di masingmasing GA dan penyesuaian in-house system dengan kebutuhan sistem NSW. . hasilnya akan dilaporkan pada Tim Persiapan NSW. Dit. “Baru nanti kita bicara tahap nasional pada bulan September 2008 untuk join ke ASW pada akhir tahun 2008. pada Januari 2008 akan dilakukan pengembangan (development) sistem NSW dan penanganan operasionalnya akan ditangani oleh Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba NSW di Tanjung Priok sambil menunggu keputusan pemerintah hingga akhir Maret 2008. Kasubdit Otomasi Sistem dan Prosedur. . dalam pemaparannya pada peserta rapat. Kemudian. untuk berkoordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan model interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. .Sesuai jadwal rencana kegiatan. KP DJBC. akan memutuskan seperti apa skala prioritas berikutnya di 5 pelabuhan lain.

VIETNAM Steering Committee untuk implementasi NSW telah berdiri. Proposal project untuk implementasi ICT akan disusun dalam waktu dekat. DJBC dapat: memanfaatkan sistem dan infrastruktur IT yang sudah dimiliki DJBC dan memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga ahli yang sudah ada. Singapura juga telah memiliki jaringan yang eksis antara para pebisnis dengan model B to B. Untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut maka tim persiapan NSW: menunjuk DJBC sebagai koordinator pelaksana ujicoba sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan membentuk Tim Kerja Pelaksanaan Ujicoba Sistem NSW di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui keputusan ketua tim persiapan NSW. ifa l l l l l l l l l l l l l l l l l l l ngani IT sistem. dipimpin oleh Customs. Customs portal project dimulai dengan dua fundamental modul ekspor dan impor. MALAYSIA Kastam Diraja Malaysia telah bekerja keras dan mendukung MITI dalam mengaplikasikan NSW. Hilda on +62812 8729 399 lT EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 53 . NSW Steering Committee (NSWSC) akan berdiri segera. pembangunan dan pengembangan sistem NSW dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. THAILAND Telah membuat kemajuan yang penting dengan kerjasama antara para pengguna jasa dan pemerintah untuk NSW. ACDD akan digunakan secara spesifik sesuai dengan ASW Protokol dengan beberapa adaptasi sesuai kebutuhan. MYANMAR National Single Window Steering Committee (NSWSC) telah berdiri. termasuk bantuan dari pihak ke- - - Do you require any services ? If you require the following services. INDONESIA Telah menyelesaikan pilot project NSW di Batam. Untuk melaksanakan tugas ujicoba sistem NSW di Tanjung Priok tersebut. Upgrade terbaru akan di operasikan pada oktober 2007 (TradeXchange). Pengembangan NSW akan di sejajarkan dengan implementasi dari e-customs. dengan melibatkan semua unsur pemerintah dan unsur lainnya yang terkait dengan sistem NSW. pada Desember 2006. menggunakan SAD. Keseluruhan implementasi e-customs dan NSW akan dioperasikan pada 2008. l Translation Indonesia – English v. Dalam hal ini oleh Tim Persiapan NSW. untuk koordinasi dengan tim kerja dalam melakukan penyiapan coding untuk interface antara sistem pada GA dengan sistem NSW. Indonesia juga telah menyelesaikan draft blue print NSW untuk diimplementasikan. Untuk keperluan pelaksanaan ujicoba sistem NSW. PHILIPINA Philipina telah melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa dan para menterinya untuk tujuan NSW. SINGAPURA Terus melakukan pembaharuan sistem NSW tiap dua atau tiga tahun sekali. Implementasi NSW pilot project akan dioperasikan pada akhir 2007 di Pelabuhan Tanjung Priok. National Steering Committee akan memulai fungsinya pada beberapa bulan kedepan. LAO PDR Tim untuk menyiapkan pengaktifan NSW telah disetujui oleh Menteri Keuangannya. KAMBOJA Kamboja telah menggabungkan NSW dalam customs reforms dan rencana modernisasinya.STATUS IMPLEMENTASI NSW DI NEGARA-NEGARA ANGGOTA ASEAN l l l BRUNAI DARUSSALAM National Steering Committee telah berdiri (bisnis proses dan masalah tekhnikal). Master plan untuk pengembangan NSW dan roadmap-nya sedang dikembangkan. Memanfaatkan sumber daya lain yang sudah ada dan atau yang diperlukan untuk pelaksanaan ujicoba sistem NSW tersebut. tiga yang selama ini telah digunakan dalam pengembangan sistem di DJBC. Kebijakan pemerintah dalam rangka ujicoba sistem NSW: Uji coba sistem NSW di Indonesia akan dilaksanakan di pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007 dan akan dilakukan secara bertahap. v - - raining: Leadership: * Situational Leadership * Personnal Leadership * Interpersonal Leadership * Managerial Leadership * Change management Technical: * Telephone Technique * Customer Service * English Conversation * Grooming & Deportment Please contact Mrs.

Sedangkan Client Coordinator adalah pejabat Bea Cukai yang Dengan tujuan yang telah jelas tersebut. Intervensi dokumen. Intervensi fisik barang. barang impor dapat segera dikeluarkan. sehingga arus barang impor menjadi Dengan KPU ini bertujuan. dijelasDJBC untuk melakukan perubahan secara THOMAS SUGIJATA. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. jumlah. melakukan menjadi peserta uji coba jalur MITA yang rencananya mulai monitoring transaksi secara proaktif untuk mencegah risiko dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2007. jalur Mitra Utama akan memberikan jalur perusahaan yang terpilih karena selama ini telah sesuai penyelesaian pabean tanpa intervensi. sehingga pelayanan tersebut mencanya komunikasi satu arah tapi ditengahi oleh pai tingkat yang benar-benar bisa memenuhi Client Coordinator yang kini telah ada di KPU. melakukan analisis risiko dalam melakukan importasinya. harapan masyarakat usaha. Utama Kantor Pusat DJBC. tapi juga DJBC maupun pengusaha akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat Importasi oleh importir yang telah diuji track record dan keandalan pengendalian internalnya. barang impor diijinkan keluar setelah seluruh kewajiban pungutan impor dipenuhi termasuk notul. dll) dan/atau diimpor oleh importir-importir yang NoB-nya tidak jelas/tidak dapat diduga. dalam sosialisasi MITA merupakan upaya-upaya yang dilakukan yang disampaikan oleh Lutfi Hartono. kedepan nanti interaksi ankan reformasi birokrasi yang maksud dan tara DJBC dan pengusaha yang dulu sangat tujuannya adalah dalam rangka memperbaiki kurang. Importasi yang risikonya melekat pada dokumen oleh importir yang eksistensi/jaminan finalsialnya kurang kuat. dimana sistem pengawasan yang dilauntuk wilayah kerja KPU. yang secara otomatis memonitor pola transaksi pengguna jasa kepabeanSOSIALISASI KEPADA PENGGUNA JASA an dan/atau cukai. maka baik dalam menjalankan bisnisnya harus diDJBC telah membentuk dan mengimplemenpertahankan kalau perlu ditingkatkan. Direktorat Jenderal Pelayanan Bea Cukai. yaitu jalur Merah.” ujar Thomas Sugijata. Mitra Utama (MITA). para pengguna jasa yang Untuk mewujudkan itu semua. maka dengan KPU akan diimplemenproses bisnis pelayanan kepada masyarakat tasikan transparansi yang dibangun tidak hausaha. diharapkan juga dapat secara sistematik terhadap entitas (bukan transaksi). KPU juga Sementara itu. dan MITA Prioritas. Lutfi Hartono dan Bea dan Cukai (DJBC) sebagai traKukuh Sumardono Basuki. dengan tasikannya melalui Kantor Pelayanan Utama demikian produktifitas kerja DJBC juga akan (KPU) yang ditetapkan di Tanjung Priok. jenis. MITA akan kan bahwa yang di maksud dengan MITA fundamental. aplikasi komputer dan hubungan masyarakat. dapat meningkatlebih baik. Tanpa intervensi. bertempat di Auditorium Gedung sarkan prinsip-prnsip kemitraan. Adapun kelima jalur tersebut adalah kukan tanpa intervensi yang memadukan manajemen risiko. Dijelaskan oleh de facilitator. Hijau. 54 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . dan MITA Prioritas. Selain itu. Kuning. Sosialisasi yang diikuti oleh 500 Dengan demikian. serta memiliki pola bisnis yang jelas. Merah. DJBC kini mulai pangan yang berlaku (transaksi tidak biasa) dan menindakmensosialisasikannya dan hal tersebut telah berlangsung lanjuti laporan transaksi tidak biasa secara persuasif berdapada 13 Agustus 2007. Mitra Utama (MITA). ratan dan ditetapkan sebagai mitra utama merubah dari sisi kelembagaan dan SDM berdasarkan keputusan Direktur Jenderal. Importasi yang risikonya terkait dengan dokumen. maka untuk menduditunjuk oleh Kepala Kantor untuk menjadi penghubung antara kung itu semua DJBC sesuai dengan perubahan fundamental DJBC dengan pengusaha. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor Selain itu dijelaskan juga mengenai sistem pengawasan P-24/BC/2007. tinggi. pemeriksaan ditunda hingga post clearance. saat ini telah melakuThomas Sugijata. yang dilakukan. yang tidak hanya dari sisi proses mendukung kinerja KPU sehingga baik adalah perusahaan yang memenuhi persyabisnis atau ketatalaksanaan. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mulai menerapkan lima jalur baru sesuai dengan tuntutan dan perkembangan bisnis yang ada. Intervensi dokumen. dan proses produksi menjadi lebih kan pelayanan atau mewujudkan tingkat pelaefisien. Kuning.KEPABEANAN DJBC Mulai Sosialisasikan Jalur Mitra Utama Untuk mendukung kinerja dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) di Tanjung Priok. yang melaksanakan atau melayani di KPU. Thomas Sugijata dan didampingi oleh usaha akan kepastian dalam proses Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang bisnis mereka. “Harapan DJBC. yanan yang ideal. Hijau. memberikan laporan adanya pola penyimTerkait dengan jalur MITA. T WBC/ATS JALUR JALUR Merah Pemeriksaan Fisik Merah Tanpa Pemeriksaan Fisik (Kuning) Hijau MITA PERLAKUKAN DAN PERLAKUANNYA ANALISIS RISIKO Importasi terkait dengan risiko yang melekat pada fisik barang (seperti. telah menetapkan lima jalur pelayanan impor proaktif untuk MITA. Sosialisasi jalur MITA dibuka oleh Direktur erkait dengan tututan masyarakat Audit.

Dengan diberikan hak tersebut. (e) Update data registrasi kepabeanan satu atap. (b) Pemeriksaan fisik sebagaimana dimaksud dalam butif a dapat dilakukan di gudang importir. spesifikasi. (e) Nama pegawai perusahaan yang ditunjuk untuk berhubungan dengan Client Coordinator. dan penyederhanaan prosedur pelayanan dan pengawasan paska penyelesaian pabean. Selain hal tersebut. (f) Foto copy API/APIT. antara lain: (a) Surat pernyataan sesuai dengan sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Mitra Utama. para pengusaha masih banyak yang menanyakan akan keunggulan jalur MITA dengan jalur yang ada sekarang ini. (3) MITA wajib menyampaikan pemberitahuan impor atau eskpor secara elektronik. Dari penjelasan yang disampaikan pada acara sosialisasi tersebut. barang yang kena nota hasil intelijen (NHI). untuk menjadi MITA juga ada subjek dan persyaratan sebagai orang yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang harus dipenuhi. Selain itu untuk subjek dan persyaratan MITA. (d) Modul importir dan/atau modul PPJK. (d) Dapat mengakses pelayanan Client Coordinator. yaitu dalam hal perusahaan mendapatkan fasilitas pembebasan. Jika semua persyaratan tersebut telah terpenuhi maka. walaupun dengan jalur yang ada sekarang juga telah ada kepastian. ditambah dengan melakukan penatausahaan dan pengelolaan sediaan barang yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diketahui jenis. yaitu (1) dapat berkomunikasi secara elektronik dengan DJBC. jumlah SOSIALISASI MITA. persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (I) P-24/BC/2007. (a) Tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah. (7) MITA wajib memberitahukan perubahan nama-nama PPJK yang diberi kuasa kepada kepala kantor. tim menjelaskan jalur MITA hanya ada di kantor yang telah dijadikan KPU. (4) Memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik. (5) Telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian untuk dua tahun terakhir: dan (6) Selalu dapat memenuhi pemenuhan ketentuan tentang perijinan dan persyaratan ekspor/impor dari instansi terkait. (6) MITA wajib menyerahkan surat kuasa penunjukkan nama-nama PPJK yang diberi kuasa untuk mengajukan pemberitahuan pabean dalam hal MITA menggunakan jasa PPJK. dengan demikian bagi perusahaan yang telah tergabung dalam MITA akan lebih mendapatkan kepastian baik waktu maupun biaya dalam kegiatan importasi. antara lain (1) MITA wajib memenuhi kewajiban yang ditentukan oleh instansi teknis terkait sebelum mengajukan PIB. Sebanyak 500 perusahaan yang terpilih menjadi peserta uji coba MITA pemasukan dan pengeluaran sediaan barang mendapatkan sosialisasi dari DJBC. keringanan dan/atau penangguhan bea masuk. (b) Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh kantor akuntan publik. penerima jalur MITA akan memperoleh hak sebagai berikut. (4) MITA dilarang memberikan dan/atau meminjamkan modul importir kepada pihak perusahaan lain. (c) Tidak perlu menyerahkan hardcopy PIB/ PEB. adi SYARAT MENJADI MITA Lalu persyaratan apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan agar dapat menjadi MITA? Terhadap perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai MITA diharuskan menyerahkan persyaratan administrasi. WBC/ATS (2) Mempunyai sifat bisnis (nature of business) yang jelas. namun dengan MITA akan lebih baik lagi. barang re-impor. ada syarat tambahan untuk penerima fasilitas kepabeanan. dan hijau kecuali terhadap. maka perusahaan penerima jalur MITA juga memiliki kewajiban. (5) MITA wajib melaporkan kehilangan dan/atau penyalagunaan modul importir pada kesempatan pertama. KEWAJIBAN MITA INTERVENSI penyalagunaan. dan barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. (3) Memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan. (2) MITA wajib menandatangani surat pernyataan tentang kesanggupan untuk memenuhi kewajiban dan mematuhi peraturan yang ditetapkan serta menerima sanksi akibat pelanggaran. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 55 . Akan pertanyaan tersebut. menyerahkan daftar nama PPJK yang diberi kuasa dan identitas modul PPJK yang diberi kuasa. barang impor sementara. (c) Dalam hal perusahaan menggunakan PPJK.yang berkaitan dengan fasilitas kepabeanan yang diperoleh dan/atau digunakan.

Prinsipnya setuju dengan melakukan registrasi ter. hal itu tidak mencerminkan rasa keadilan di kalangan PPJK. jadi kalau tidak registrasi maka PPJK tidak dapat nomor pokok dan tidak dapat melakukan akses kepabeanan. P Peraturan dibuat dan Tipe A3. “Kedepannya DJBC bersama dengan Gabungan Forwarder Ekspor Impor Indonesia (Gafeksi) akan bertemu untuk menghasilkan suatu kesepakatan mengenai masalah jaminan ini bagi PPJK yang bentuknya Usaha Kecil Menengah (UKM).”Tidak fair apabila PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A4 disamakan dengan PPJK yang melakukan kegiatan di KPPBC tipe A1. Kepala Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan waktu 90 hari bagi PPJK untuk melakukan registrasi secara on-line itu merupakan waktu yang cukup dimana jauh-jauh hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan mengenai registrasi tersebut.”terang Teguh.25 juta pada KPPBC tipe lainnya yang bentuknya dapat berupa uang tunai.17/2006. besarnya jaminan tersebut ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko PPJK. Rp150 juta pada KPPBC tipe A2. Darjono berpendapat.KEPABEANAN Pemerintah Berlakukan Registrasi PPJK Penetapan jumlah jaminan yang bervariasi kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. dan 20 Juli 2007 untuk Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. No. Hal tersebut tercermin dari KPPBC dimana PPJK melakukan kegiatan sehingga penetapan jaminan berbeda untuk setiap tipe KPPBC. Teguh menyebut angkaangka yang harus dipenuhi PPJK sebesar Rp.red).”Kalau dikatakan penertiban bisa dikatakan seperti itu.”90 hari waktu yang cukup untuk registrasi. “Jadi kunci untuk mendapatkan nomor pokok tersebut adalah dengan cara registrasi secara elektronik melalui website kita (www. Registrasi PPJK lanjut Teguh merupakan upaya untuk menertibkan PPJK yang jumlahnya semakin banyak. pihaknya belum melakukan registrasi tersebut karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi. dimana PPJK yang mendapat kuasa sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 2 bertanggung jawab terhadap Bea Masuk yang terutang dalam hal importir tidak ditemukan Lebih lanjut ia mengatakan. Dengan adanya aturan yang mengatur mengenai jaminan tersebut. jaminannya sama.go. Teguh Indrayana. dan menurutnya waktu yang diperlukan selama 90 hari untuk DARJONO ES. Rp.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. dan registrasi ini bisa juga WBC/ATS dikatakan sebagai upaya untuk mencegah munculnya PPJK yang mempunyai niat tidak baik dalam menjalankan usahanya.50 juta Pada KPPBC Tipe A4 dan berlaku untuk semua pihak Rp. bentuk kesepakatan itu seperti apa kita belum tahu. dalam peraturan yang disempurnakan tersebut. (PPJK) ditetapkan berdasarkan jumlah kegiatan dan risiko PPJK yang berada di KPPBC tempat PPJK melakukan kegiatan WBC/ATS P emerintah mulai 20 Juni 2007 memberlakukan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.”kata Teguh. Penerapan jaminan yang jumlahnya bervariasi tersebut menurut Teguh. Darjono pada prinsipnya setuju dengan adanya jaminan yang harus diberikan PPJK kepada KPPBC. Jaminan tersebut harus dipenuhi PPJK walaupun PPJK tersebut tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan kepada KPPBC. namun menurutnya itu dikembalikan lagi pada kemampuan suatu PPJK. yang tidak jarang ada PPJK yang menyalahgunakan usahanya untuk melakukan kegiatan illegal terutama dibidang kepabeanan. karena salah satu tujuannya mengarah kesana (penertiban. peraturan tersebut juga menetapkan jumlah jaminan yang harus diserahkan PPJK kepada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) untuk dapat menjalankan usahanya. Salah satu PPJK yang WBC temui untuk dimintai tanggapan pada 6Agustus 2007 yaitu PT. Peraturan tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65/PMK. Bina Satria Sejati melalui Direktur Utamanya Darjono ES mengatakan. baik PPJK yang kegiatannya banyak dan yang sedikit.beacukai. Selain registrasi. pemberian nomor pokok diberikan kepada PPJK yang telah melakukan registrasi melalui website DJBC. 250 juta pada KPPBC tipe A1. namun jumlahnya setidaknya disesuaikan dengan banyak tidaknya kegiatan yang dilakukan oleh suatu PPJK. ini yang menurut saya kurang adil.”ujarnya kembali. Selanjutnya Darjono juga menyoroti mengenai tanggung 56 .” terang Agung.id). maka Gafeksi tidak termasuk sebagai pihak yang diijinkan untuk mempertaruhkan jaminan tertulis seperti yang diatur pada aturan sebelumnya. Menurut Direktur Teknis Kepabeanan.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Nomor Pokok dan Pengawasan PPJK. WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 sebut sudah cukup.”terangnya.” tegasnya kembali.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.adanya jaminan. Kalau dalam aturan baru ini dipatok berdasarkan tipe kantor.100 juta pada KPPBC TEGUH INDRAYANA. Mengenai jumlah jaminan yang ditetapkan. jaminan bank dan atau jaminan dari perusahaan asuransi. lebih mengarah pada tanggung jawab PPJK terhadap bea masuk sebagaimana yang diatur dalam pasal 31 UU. “Jadi jaminan bagi PPJK yang kegiatannya banyak tidak sama dengan PPJK yang kegiatannya sedikit. Rp.

maka dapat diterapkan an Nomor Pokok dan Pengawasan Pengusaha Pengurusan Jasa manajemen risiko yang lebih komprehensif untuk pelayanan dan Kepabeanan telah dilakukan di KP DJBC Jakarta pada 12 Juli pengawasan kepabeanan atas barang impor dan barang ekspor.DOK. peraturan dibuat berlaku para pengusaha PPJK.termasuk didalamnya mantan pegawai DJBC yanan dan Pengawasan (KPPBC) diseluruh Indonesia.”tegas Teguh.serta pengenaan sanksi kepada PPJK kuti kursus kepabeanan itu dikatakan ahli. kalau sampai gak ada atau tidak ditemukan berarti bukan PPJK saja yang bertanggung jawab tapi juga Bea Cukai juga. kai Nomor. punyai nomor pokok PPJK sendiri-sendiri untuk setiap Kantor Sebagai informasi. dap para mantan pegawai Bea Cukai. Sertifikat tersebut menurut Direktur Teknis Kepabeanan Teguh Indrayana. dan auditable. Menurutkepabeanan. sehingga ia Elektronik (PDE) untuk pembuatan dan penyerahan merasa belum bisa dijadikan bahwa seseorang yang telah mengipemberitahuan pabean.P-22/BC/2007. WEBSITE BEA CUKAI. ada beberapa keuntungan yang diperSementara itu sosialisasi terhadap Peraturan Menteri Keuaoleh dengan adanya peraturan tersebut. juga harus dimiliki oleh para mantan pegawai Bea Cukai yang bekerja sebagai ahli pabean pada suatu PPJK. sedangkan mekanisme penerbitan sertifikat ahli kepabeanan dan diklat kepabeanan kewenangannya diatur oleh BPPK. Ia mempertanyakan mengenai definisi tidak ditemukan. seperti adanya database ngan Nomor 65/PMK. dan diterbitkan sertifikat Hal baru lainnya adalah keberadaan PPJK yang menjadi ahli kepabeanan. dengan tujuan agar tanggung jawab ahli pabean itu menjadi jelas.04/2007 dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor. SOSIALISASI. Seorang ahli pabean di suatu PPJK harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan.P-22/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan pemberiDengan adanya profil PPJK tersebut. Berarti kan importinya ada.17/2006) tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. walaupun mantan pegawai tersebut pernah menjabat suatu posisi tertentu di DJBC. dimana didalamnya terdapat profil masing-masing Jasa Kepabeanan dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan CuPPJK. setidaknya waktu yang secara bertahap mulai dari blokir dan pencabutan diperlukan cukup lama agar bisa dikatakan sebagai ahli pabean Teguh memaparkan. Selain itu. sarana maupun menjelang diberlakukannya pada 20 Juli 2007. WBC/ATS Hal lain dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. nomor pokok PPJK berlaku diseluruh Kantor Pelauntuk semua pihak. Hal ini yang bekerja sebagai ahli kepabeanan di suatu PPJK. zap Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung aturan yang merupakan penyempurnaan dari aturan terdahulu. adalah keberadaan seorang ahli pabean di PPJK dimana keberadaannya hanya bisa berada di satu PPJK dan tidak dapat merangkap di suatu PPJK lain. Salah satu acara sosialisasi yang dilakukan di KP-DJBC dengan mengundang “Pada prinsipnya. Sebelumnya importir sudah di data terlebih dahulu oleh Bea Cukai.”terangnya. kewajiban nya waktu yang diperlukan untuk mengikuti kursus kepabeanan menggunakan perangkat dan modul sistem Pertukaran Data yang diselenggarakan oleh BBPK itu sangat singkat.04/2007 tentang Pengusaha Pengurusan seluruh PPJK. WBC jawab PPJK jika terjadi suatu kasus dimana importir tidak ditemukan. Sejauh ini lanjutnya. seperti kewajiban PPJK yang lebih detail. mulai dari ninjau lapangan sampai pemeriksaan pembukuan. Untuk itu lanjut Teguh pihaknya sudah mempersiapyang telah mengikuti Training of Trainers yang diikuti oleh PPJK kan segala hal termasuk didalamnya aplikasi. yang pada akhirnya akan memperlancar arus barang impor mauSurabaya dengan para pembicara dari pusat maupun daerah pun ekspor. HAL BARU Ada hal-hal baru yang tercantum dalam peraturan tersebut dimana kewajiban PPJK untuk melakukan registrasi merupakan hal yang diamanatkan dalam pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (UU No. termasuk persyaratan untuk registrasi yang mencakup existence. Jadi berbeda dengan peraturan sebelumnya dimana PPJK harus memmantan pegawai yang bekerja di PPJK sebagai ahli pabean harus memiliki sertifikat ahli kepabeanan yang diterbitkan oleh BBPK. itu tidak jelas. 2007 yang diikuti di beberapa daerah lainnya seperti Medan. S Sarana bagi PPJK untuk melakukan registrasi PPJK melalui website responsibility. salah satu unsur yang mendapatkan pelayanan dan pengawasan Hal ini pun juga mendapat tanggapan dari Darjono. competence. selama ini BPPK juga melakukan diklat terhaBea Cukai tempat PPJK melakukan kegiatan. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 57 . tidak ada definisi jelas mengenai waktu diperlukan untuk mengatakan suatu importir tidak ditemukan “Apakah selama satu bulan atau satu tahun atau berapa saja-lah importinya tidak ketemu sudah masuk kategori tidak ditemukan.

Sedangkan fasilitas KB diuraikan lebih luas dalam Pasal 44 s.KOLOM Manfaat KITE Studi Empiris KITE Jawa Timur Oleh : Listrijono...04/2003 tanggal 31 Desember 2003.. Fasilitas ini pada dasarnya ada di banyak negara guna merangsang industri dalam negeri untuk melakukan ekspor sebanyak-banyaknya dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar internasional. Hal ini memang didasari pada kemampuan masing-masing 58 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan “ ” MANFAAT KITE . “Pembebasan atau keringanan bea masuk dapat diberikan atas impor barang dan bahan untuk diolah. 47. Yang membedakan keduanya hanya pada waktu pengimporan barang dan atau bahan baku dimana pada fasilitas Pembebasan KITE barang dan atau bahan baku yang diimpor memperoleh fasilitas Pembebasan BM dan PPN dengan cara mempertaruhkan jaminan. Pertanyaanpertanyaan ini yang memang harus dipikirkan lebih mendalam sebelum mengambil tindakan tersebut. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor.4 tersebut dipertanggungjawabkan di Tim KITE. barang diimpor dilakukan pembayaran BM dan PPN terlebih dahulu baru mengajukan pengembalian. M. Juga di lapangan masih banyak pegawai yang awam mengenai apa fasilitas KITE tersebut sehingga pada waktu pengajuan BC 2. Misi tersebut juga telah tertuang dalam pasal-pasal Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan. Ribuan perusahaan tersebut sudah belasan FASILITAS KITE Dalam tulisan ini akan difokuskan kepada fasilitas KITE yang dulunya kerap disebut fasilitas Bapeksta Keuangan dan mulai tahun 2004 diubah namanya menjadi fasilitas KITE dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 580/KMK. Juga pada waktu ekspor. MITOS KITE Setelah berjalan 3 (tiga) tahun ini. Apakah kita sudah memikirkan akibat hal ini? Berapa perusahaan yang akan kembang kempis? Berapa buruh yang di PHK? Bagaimana dengan kinerja ekspor kita?. fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri dikarenakan ada anggapan bahwa fasilitas ini bukan produk asli dari aturan bea cukai sehingga terkesan dianaktirikan. perusahaan dalam alokasi cash flow dimana kebanyakan fasilitas pembebasan KITE dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang berskala menengah ke bawah yang memiliki modal yang terbatas. Sedangkan fasilitas Pengembalian KITE. hanya beberapa perusahaan yang melanggar fasilitas KITE kemudian kita mengambil kesimpulan bahwa fasilitas ini harus dihapuskan. Fasilitas KITE sendiri hanya disebutkan secara singkat pada bagian ayat (1) huruf k Pasal 26 yang berbunyi. Secara umum fasilitas KITE terbagi menjadi 2 (dua) yaitu fasilitas Pembebasan KITE dan fasilitas Pengembalian KITE.Hut. Di antara fasilitas yang sekarang ini dimanfaatkan sebagian perusahaan adalah fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Kawasan Berikat (KB). Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar apabila kita menelaah mengenai fungsi DJBC sebagai industrial assistance.4 di KPBC sering terjadi kesalahan dan hal ini baru diketahui apabila BC 2.d. untuk fasilitas Pembebasan KITE tidak harus diperiksa fisik namun untuk fasilitas Pengembalian KITE wajib dilakukan pemeriksaan fisik. dirakit. Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara sehingga muncul mitos bahwa fasilitas tersebut dijadikan sarang penyelundup dan sebaiknya dihapuskan. “ ” S eperti diketahui bahwa salah satu misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah industrial assistance dimana didalamnya mengandung tujuan agar industri dalam negeri dapat meningkatkan daya saing dengan cara pemberian fasilitas kemudahan berupa pembebasan dan/atau keringanan pungutan negara atas barang impor dengan tujuan untuk diekspor. S. Secara gamblang sebenarnya dapat dilihat bahwa selama ini perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KITE berjumlah ribuan dimana pengguna terbanyak ada di KITE Jakarta. Pada kenyataannya fasilitas pembebasan KITE-lah yang paling banyak dimanfaatkan oleh perusahaan.A Saat ini banyak dihembuskan berbagai pihak bahwa fasilitas KITE banyak merugikan negara. Ada perumpamaan yang sering kita dengar bahwa mengapa untuk membunuh tikus yang sering memakan padi di lumbung padi harus membakar lumbung padinya? Hal ini sama dengan fasilitas KITE.

produk dari plastik. Sebagai contoh di Jawa Timur. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa manfaat KITE menggunakan konsep “nilai tambah” (value added method) dimana dihitung dari nilai ekspor dikurangi nilai impor pada setiap register untuk masing-masing perusahaan. Terus yang menjadi pertanyaan bagaimana menghitung secara kuantitatif manfaat KITE dari sisi pemerintah sebagai pemberi fasilitas?. Kebanyakan pengguna fasilitas KITE bergerak di bidang/ industri furniture. Jadi jumlah laporan untuk setiap perusahaan bergantung berapa banyak jumlah impor dan ekspor selama setahun dan bagaimana perusahaan mengatur jumlah PIB dan PEB yang dimasukkan pada setiap register. produk dari logam.tahun merasakan benar manfaat dari fasilitas ini dan banyak perusahaan yang telah menjadi kebanggaan nasional maupun lokal. 1. PT Miwon Indonesia. perusahaan PT Maspion yang bergerak di bidang produksi alatalat rumah tangga telah menjadi ikon bagi propinsi Jawa Timur. Data-data tersebut dikumpulkan dari laporan-laporan ekspor semua perusahaan pemegang fasilitas KITE di Jawa Timur dari Pebruari 2004 s. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 59 . sepatu. Mei 2006. 214 perusahaan (2005) dan 155 perusahaan (2006) dimana jumlah laporan terdiri dari 721 register (2004). PT PAL dan lain-lain yang kesemuanya telah menikmati fasilitas KITE. TPT. PT Phillip Indonesia. Metode ini juga dapat mencerminkan berapa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor dan berapa peningkatan nilai kualitas barang dari bahan baku ke barang jadi. Laporan tersebut telah dilakukan secara komputasi dengan menggunakan modul KITE yang dicocokkan dengan dokumen imporekspornya. Hal ini merupakan tantangan bagi DJBC untuk menjawab kepada masyarakat bahwa fasilitas KITE sangat bermanfaat bagi negara. Seperti diketahui jumlah pengguna fasilitas KITE di Jawa Timur ada 336 perusahaan dimana 312 perusahaan menggunakan fasilitas pembebasan KITE. alat rumah tangga dan produk ikan/ udang. Kemudian PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan salah satu produsen alat tulis terbesar di Indonesia. dirakit atau dipasang pada barang lain kemudian diekspor. Laporan ekspor berisi konversi penggunaan barang dan atau bahan baku impor untuk menjadi bahan jadi yang telah diekspor.022 register (2005) dan 421 register (2006).KT 01 dan dilaporkan oleh perusahaan sebagai pertanggungjawaban atas barang dan atau bahan yang diimpor menggunakan fasilitas pembebasan KITE yang telah diolah.d. Memang kadang-kadang ironis bahwa DJBC yang telah memberi fasilitas tapi tidak tahu seberapa besar manfaat dari fasilitas tersebut. Sampel data diambil dari 200 perusahaan (2004). produk kertas. laporan ekspor disebut laporan BCL. Dalam ketentuan KITE. Sedangkan perusahaan-perusahaan lain yang telah memiliki brand image di masyarakat seperti PT Ajinomoto Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut penulis mencoba melakukan penelitian kecil atas manfaat KITE di Jawa Timur dengan menggunakan data-data kuantitatif yang dapat dipertanggungjawabkan.

hal tersebut akan menghidupkan perekonomian dengan adanya penurunan jumlah pengangguran dan peningkatan pendapatan rakyat di sekitarnya. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia bukan merupakan bahan baku utama karena bahan baku utama berupa pulp disuplai oleh perusahaanperusahaan lain yang berafiliasi dengan PT. Dilihat dari sisi perusahaan. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa nilai kandungan barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang telah diekspor empat kali lipat dari nilai kandungan barang dan atau bahan baku impor yang melekat pada barang jadi. nilai tambah yang tinggi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing produk ekspor Indonesia lebih kompetitif di pasar internasional. Sihite Inti pengawasannya adalah boleh. Dengan manfaat tersebut perusahaan setiap tahun dapat mengatur cash flow lebih optimal sehingga nilai tambah yang didapat digunakan untuk ekspansi perusahaan dan peningkatan kapasitas yang berimplikasi pada penambahan tenaga kerja. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran. Pejabat yang memeriksa SP mengikuti aturan internasional seperti rambu-rambu bendera Karantina dan prosedur pemeriksaan dokumen kargo (mendukung International Convention For The Safety of Life At Sea (SOLAS Convention) digabung dengan tatakrama yang mendukung pelayanan seperti pengetahuan tempattempat dan prasarana di pelabuhan. Nahkoda kapal dalam hal ini yang bertindak sebagai kuasa perusahaan pelayaran (Owner) mempunyai budget yang diperuntukkan bagi pengolahan limbah kapal. Dan apabila melihat komposisi bahan baku yang diimpor oleh PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia. Dalam pasal tiga disebutkan bahwa. tidak boleh. atau boleh dengan syarat “ Fasilitas KITE sebenarnya belum banyak dipahami oleh pegawai bea cukai sendiri “ ” Penerimaan Dari Pelayanan Pemeriksaan Kapal dan Perlindungan Lingkungan danya hak pejabat Bea dan Cukai untuk memeriksa kapal yang lego jangkar di perairan daerah pabean ternyata mengandung aspek berbeda selain menjalankan peraturan dalam Kep-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Dibidang Impor. Hal ini juga mencerminkan peningkatan nilai kualitas barang dan atau bahan baku lokal yang melekat pada barang jadi yang berimplikasi pada peningkatan daya saing mutu produk ekspor di pasar internasional. Oleh : Togap M.KOLOM HASIL STUDI Dengan metode di atas dan telah dilakukan perhitungan sederhana. Dalam jangka panjang diharapkan manfaat KITE dapat merangsang investorinvestor luar negeri untuk lebih banyak menanamkan modal di Indonesia dan akhirnya akan meningkatkan citra perekonomian nasional di mata dunia. Perhatian utama atas kutipan ayat diatas bukanlah kata dapat ataupun kata-kata pemeriksaan atas sarana pengangkut. Secara ekonomi makro. yaitu aspek peluang penerimaan dan peluang perlindungan lingkungan hidup yang akan mendorong pejabat menggunakan wewenang ini. setiap tahunnya PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia menyumbang hampir separo nilai tambah dari total. Hal ini tidaklah mengherankan karena memang aktivitas impor-ekspor mereka sangatlah tinggi dan memiliki mesin-mesin yang berkapasitas besar sehingga produk bahan jadi juga banyak serta diversifikasi produk yang beragam. Sebagai tambahan pertimbangan perlunya pemeriksaan sarana pengangkut (SP. “Pejabat dapat melakukan pemeriksaan atas sarana pengangkut yang datang dari luar daerah pabean”. manfaat KITE di Jawa Timur dapat digambarkan sebagai berikut : (Lihat Tabel 1) Menggunakan hasil di atas dapat digambarkan bahwa nilai tambah yang didapat oleh pemerintah khususnya di Jawa Timur atas fasilitas Pembebasan KITE yang digunakan perusahaan sangatlah besar dari segi nilai rupiah dan setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Budget ini hanya dapat digunakan apabila ada documenting ” Peluang A KESIMPULAN Dari hasil studi di atas dapat diketahui bahwa manfaat yang dipetik oleh perusahaan atas fasilitas pembebasan KITE yang diberikan pemerintah melalui DJBC sangat besar. Penulis adalah mantan penanggung jawab Tim KITE Pembebasan Kanwil DJBC Jawa Timur I. dalam hal ini kapal laut) selain analisa faktor risiko dan profil SP bahwa ada aspek lain yang mungkin terjadi. Secara regional. Arti ayat diatas lebih pada penekanan digunakan atau tidak digunakan wewenang pemeriksaan. Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. (Tabel 2) Gambaran di atas mencerminkan bahwa nilai tambah tertinggi dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar yang juga merupakan ikon dan memiliki brand image yang dikenal oleh masyarakat umum. Sekarang bertugas di KPBC Juanda sebagai Kasi Kepabeanan dan Cukai II 60 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .

Memperindag No. Aturan ini berupa pengawasan ekspor/impor benda-benda yang berpengaruh pada lingkungan. Aturan ini juga sejalan dengan larangan membuang limbah ke laut. Jadi boleh. Adanya kemungkinan inverse factor apabila permohonan penurunan limbah tidak dilayani yaitu dibuang kelaut. 22 Maret 1989 Article 1 Verse 4 disebutkan. II dan III. atau boleh dengan syarat tetap memerlukan dokumen kepabeanan sekalipun nilai pabeannya nol. Laboratorium-laboratorium lingkungan hidup pada lokasi-lokasi strategis masih kurang. “Wastes which derive from the normal operation of a ship. 231/MPP/Kep/ 7/1997 tentang Tata Cara Impor Limbah. 3. Dimana dalam Annex I disebutkan bahwa sebagai langkah preventive bagi pencemaran oli bekas. Artinya limbah yang berasal dari operasi normal sebuah kapal apabila diturunkan dari kapal untuk diolah/ diproses tidak tunduk kepada konvensi ini dan implikasi tidak memerlukan informasi-informasi yang harus disediakan didalam notifikasi-notifikasi perpindahan limbah antar Negara sebagai mana diatur dalam Kep. Prasarana untuk mengawasi masih kurang. 4. Dalam Kep. Konvensi Marpol menyebutkan possibility bagi nahkoda menurunkan limbah operasi normal sebuah kapal demi kenyamanan bahkan mungkin keselamatan perjalanan kapal. Direct re-use. Sludge dari rembesan oli atau solar. boleh dengan syarat memang bukan wewenang Bea dan Cukai tetapi hal ini menyangkut barang yang keluar/masuk daerah pabean. Kembali kepada Basel Convention Article 1 ayat 4 pada kalimat “… another international instrument…” mengacu kepada limbah kapal. dll. the discharge of which is covered by another international instrument. Permohonan nahkoda tersebut sangat dapat dipahami mengingat kepentingan kenyamanan pelayaran disamping mereka tentu memahami fungsi control dan revenue customs. 520/MPP/Kep/2003. Dan untuk yang tidak boleh tanggung jawab customs hanya memastikan barang itu tidak masuk DPIL. Dilain sisi kemampuan untuk mengawasi lingkungan laut masih rendah. Tentunya akan lebih menarik apabila dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang jenis-jenis limbah ini. Pasal 1 ayat 4 diatas juga menyiratkan bahwa limbah hasil operasi normal sebuah kapal kargo konvensional bukan merupakan Hazardous Wastes. Yaitu konvensi internasional untuk pencegahan polusi dari kapal laut. didalam Text of The Basel Convention On Control Of Transboundary Movement Of Hazardous Wastes and Their Disposal. Dalam kaitannya dengan hal ini. kain-kain lap mesin (rag). minimal ada biaya berupa freight yang dibebankan pada pembeli kargo kapal oleh pemilik. Sepanjang suatu jenis limbah masih dapat ditangani dengan cara-cara yang diatur dalam Annex IV B Basel Convention dapat diimpor. Secara psikologis apabila Selama berlangsung pelayanan pemeriksaan. Sebenarnya ada juga berbagai jenis limbah yang boleh diimpor sepanjang memenuhi aturan. Untuk memutuskan boleh. are excluded from the scope of this convention”. to facilitate and to collect lewat kata kunci to serve. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkahi usahausaha kita fungsi customs to control. Adanya dana biaya freight yang disiapkan owner untuk setiap limbah yang berasal dari operasi sebuah kapal. tali-temali. atau boleh dengan syarat. Adanya potensi penerimaan negara dan pekerjaan swasta atas pelayanan penurunan barang ini. Jika pembuangan ini terjadi tentu akan mencemari lingkungan dan merugikan. Menperindag Nomor: 231/MPP/Kep/7/1997 lampiran I. Penanganan yang digunakan mungkin berkisar pada Recovery.penggunaannya. Padahal hasil uji ini perlu sebagai bukti otentik atas suatu kasus/peristiwa dan menciptakan percaya diri melakukan tindakan hukum menyangkut lingkungan. adanya alat discharging. 1973. sering timbul permohonan nahkoda kapal untuk menurunkan limbah yang dihasilkan kapal selama pelayaran “ keterpaksaan untuk menurunkan limbah ini menemui jalan buntu maka tidak tertutup kemungkinan nahkoda terpaksa membuang limbah ke laut. sampah-sampah dapur. Jadi aspek-aspek dan imbasimbas yang mungkin terjadi sudah terprediksikan. adanya netralisasi/pengolahan standard dan yang tidak kalah penting adanya documenting dari instansi terkait seperti Kementrian Lingkungan Hidup dan Customs. Recycling. Penulis adalah Pelaksana pada KPBC Merak EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 61 . jadi perlu dibuat dokumennya sebagai alat pengawasan. Hal yang perlu diketahui pertama-tama tentunya adalah jenis limbah yang dihasilkan oleh sebuah kapal selama pelayaran. jadi ada barang turun selain yang disebut dalam manifest. Switzerland. Memperindag No. Dimana untuk menyimpan limbah ini. ” KESIMPULAN : 1. Kementrian Lingkungan Hdiup menitipkan peraturanperaturan yang berkaitan pada lingkungan hidup kepada Bea Cukai. sebagaimana sebagian cara-cara penanganan yang disebutkan dalam Basel Convention Annex IV Chapter B tentang Disposal Operation. Berdasarkan Basel Convention dan Marpol Convention terdapat kemungkinan limbah non-B3 yang berasal dari operasi normal sebuah kapal laut diturunkan sepanjang conform dengan national law. tidak boleh. Sebab ada dana jasa yang disediakan oleh pemilik kapal lewat nahkoda untuk limbah kapal pada operasi normal. maka oli tersebut dapat diturunkan/discharging sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan. Relatif masih sedikit orang yang betulbetul peduli terhadap lingkungan. Impornya telah dilarang melalui Kep. Manfaat ekonomis dari pelayanan menurunkan limbah kapal adalah adanya kemungkinan penerimaan Negara dan adanya pekerjaan bagi sektor swasta. Inti pengawasannya adalah boleh. tidak boleh. Ditengarai berdasarkan pengalaman di lapangan limbah yang dihasilkan dari suatu operasi normal sebuah kapal adalah used oil dari mesin kapal. Artinya ada prosedur yang pasti dan dokumen yang dapat digunakan bukti penggunaan dana. Menurut kami yang dimaksud dengan another international instrument itu adalah MARPOL Convention. Secara awam limbah-limbah tersebut diatas bukanlah limbah yang memerlukan penanganan khusus atau Berbahaya dan Beracun (B3. 2. antara lain adanya fasilitas penampung.

OPINI Reformasi Oleh : Abdul Rachman Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM “ ” Bea Cukai S udah lama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan reformasi birokrasi walaupun mungkin hanya secara parsial dan tidak dipublikasikan sebagai reformasi birokrasi. apa faktor penghambat sehingga target tersebut tidak tercapai ? Untuk memberikan pelayanan yang prima (efisien) sekaligus melaksanakan pengawasan yang efektif sangat tergantung pada peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar dari tugas dan kewenangan suatu birokrasi. Pelaksanaan tugas yang berhimpit ini juga terjadi pada pelayanan penumpang internasional. Contoh ini adalah salah satu tata kerja yang tidak efisien dan bahkan kadang-kadang tidak efektif karena terpusatnya perhatian petugas pada satu obyek yang tidak berisiko tinggi sehingga kesempatan bagi high risk target untuk melepaskan diri dari pengamatan petugas. Pada tahun 1997 Direktur Jenderal Bea dan Cukai (waktu itu dijabat Bapak Soehardjo) mencoba mereformasi sistem kerja Bea dan Cukai melalui konsep pemisahan antara fungsi pelayanan dan pengawasan WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 yang dikenal dengan konsep Customs Services System (CSS) dan Customs Inteligence System (CIS). R. Senin 9 Juli 2007). bahkan sebelum itu DJBC direformasi oleh pemerintah melalui INPRES IV pada tahun 1985 yang mencabut sebagian tugas dan wewenamg DJBC. Faktor pendukung lainnya dari keberhasilan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan dari 62 . Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? Sekali lagi DJBC bahkan sudah sampai pada tahap menetapkan dan menerapkan Bench Mark Pelayanan Prima dan kode etik pegawai pada waktu Dirjen Bea dan Cukai dijabat oleh Bapak Dr. Selanjutnya berdasarkan sisdur yang diinginkan dibuat struktur organisasi yang diperlukan untuk menetapkan tingkat-tingkat dan jenis jabatan. tetapi itupun selama ini juga dilakukan dan saat ini konon telah dimulai diterapkan dalam jumlah yang memadai pada KPU. mungkin yang belum memadai adalah perbaikan gaji dan tunjangan pegawai. profesional dan bertanggung jawab juga terus dilakukan. Pertanyaan yang timbul. contohnya antara lain pemeriksaan fisik barang oleh pejabat fungsional selalu meminta persetujuan atau diawasi oleh pejabat pengawasan (P2) yang belum fungsional. Reformasi tata kerja berikutnya yaitu penerapan Pertukaran Data Elektronik (PDE). Dari peraturan perundang-undangan tersebut ditetapkan sistem dan prosedur (sisdur) pelayanan dan pengawasan. Permana Agung. Konsep ini bahkan akan dibiayai oleh JICA. tugas dan wewenang serta jumlah dan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dengan memperhatikan beban kerja. DJBC mempunyai fungsi pengawasan terhadap lalu lintas barang dan pelayanan dalam pemungutan bea masuk dan keluar (Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 Tentang Kepabeanan –selanjutnya ditulis UU No.B. karena dalam pembahasannya terjadi pro dan kontra sehingga tidak jadi dilaksanakan. Itu adalah sebagian dari reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan. Upaya membangun kepercayaan masyarakat. profesional dan bertanggung jawab (Kompas. pelayanan secara professional oleh Pejabat Fungsional (PFPD dan PFPB). terakhir dengan pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). Fungsi pelayanan dan pengawasan sudah lama dipisahkan walaupun tidak secara tegas dengan kantor terpisah namun di lapangan pelaksanaannya hampir berhimpitan. Reformasi birokrasi bertujuan memperbaiki kualitas‘pelayanan kepada publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi dan juga untuk menciptakan aparatur yang bersih. Apakah pembentukan KPU dan pemberian tunjangan yang memadai ini yang dianggap sebagai awal reformasi birokrasi di DJBC ? Sebelumnya tidak dianggap sebagai awal dari reformasi birokrasi. menciptakan aparatur yang bersih. Konsep seperti ini dikembangkan oleh Administrasi Pabean Jepang dan beberapa negara lainnya. Namun usaha tersebut belum mencapai target yang diharapkan. 17). Tidak hanya jumlah SDM yang perlu ditetapkan tetapi juga kualitasnya dan keahlian apa saja dari SDM yang diperlukan merupakan faktor yang harus dipertimbangkan. barangkali karena dianggap belum berhasil mencapai target yang diharapkan sehingga reformasi kali ini haruslah mencapai hasil yang diharapkan. kemudian beberapa kali dilakukan simplifikasi prosedur yang diikuti perubahan struktur organisasi. Reformasi yang dilakukan selama ini antara lain yang dikenal sebagai Customs Fast Release System (CFRS) di tahun 1990.

sampai era ‘70-an Nomenklaturnya Kantor Besar DJBC (ada direktorat-direktorat . tidak lagi secara parsial seperti selama ini dan dibuat dengan loncatan bukan merayap (terutama TKPKN bagi pegawai) seperti selama ini. yaitu subdit Manajemen Risiko dan subdit Intelijen. Seperti yang diberitakan bahwa nantinya ada 9 KPU. Dan birokrasi adalah. Dari sistem ini (sesuai UU No 17). Pada era ’90-an karena beban kerja. Jika kita berpedoman pada pengertian ini maka yang perlu dilakukan perubahan radikal adalah sistem dan kelompok (pelayanan dan pengawasan). B. sedangkan pengawasan setelah persetujuan impor atau ekspor diberikan oleh pejabat Bea dan Cukai adalah dengan melakukan verifikasi dokumen impor/ekspor atau audit. Pengawasan sebelum persetujuan impor atau ekspor dapat berbentuk operasi pencegahan (patroli). Pembentukan KPU harus diikuti simplifikasi dan transparansi prosedur. sehingga KPU itu cukup melakukan fungsi pelayanan saja. Seperti dikemukakan di atas bahwa berdasarkan UU No 17. pemusatan wewenang pada biro-biro administratif. Priok di masa lalu atau tidak mengalami nasib yang sama. para pejabat yang mengurus biro pemerintah. Penanya dengan sedikit mengejek dan tertawa sinis karena dia tahu bahwa penulis sulit menjawab pertanyaan tersebut. Kantor Wilayah (ada Koordinator . penegahan. Kalau tugas itu dilakukan apa nomenklatur dari KPBC (Tipe A. Kantor Inspektorat (eselon II). 3. 4. 1. Beberapa pengamat kinerja DJBC bertanya kepada penulis bahwa apa beda kedua subdit tersebut. apakah KPU juga mengawasi KPBC non utama. Di bidang pelayanan DJBC menerapkan sistem self assessment (sedikit sekali pelayanan kepada publik dengan sistem official assessment) dan dibidang pengawasan DJBC menerapkan sistem sebelum dan sesudah persetujuan impor/ekspor. Kantor Inspeksi tipe B (eselon IV?) dan Pos. agama atau sosial dalam tatanan masyarakat atau negara. peningkatan manajemen SDM dan perbaikan struktur remunerasi (Kompas. Kantor Inspeksi (eselon III). jadi unit pelayanan dan pengawasan terpisah. Buntut dari pro-kontra konsep CSS dan CIS tersebut diatas menghasilkan dua sub direktorat (subdit) yang sering dipertanyakan banyak orang. harus diakui bahwa inti dari Manajemen Risiko dan Intelijen dalam lingkup Administrasi Pabean (Customs Environment) adalah sama. reformasi adalah perubahan radikal yang ditujukan untuk memperbaiki atau menjadikan lebih baik keadaan politik. Pada Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan “ ” era ini penambahan beberapa jabatan bertitik berat pada perlunya jabatan untuk personil yang harus diberikan jabatan/eselon. satu hal yang juga perlu dipertimbangkan bahwa tidak semua wilayah sama karakteristiknya. Pada periode ini masih nampak bahwa penggolongan kantor-kantor dan direktorat-direktorat sesuai dengan fungsi dan kepentingan untuk melaksanakan pengawasan dan pelayanan. Kantor Cabang Tingkat I (eselon IV) dan Tingkat II (eselon V).Administrasi Pabean (DJBC) yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan fasilitas kerja. Sebagai ilustrasi Kantor Kastam dan Eksais Diraja Malaysia di Port Klang (level eselon II di Indonesia) yang melakukan pelayanan seperti KPBC Tipe A Tg Priok (dulu) sedangkan tugas pengawasan dilakukan oleh Kantor Wilayah Pencegahan (eselon II) yang berkedudukan di Kuala Lumpur. Pada era ‘70 sampai tahun 1985 (4 April 1985) strukturnya menjadi Kantor Pusat DJBC (ada direktorat-direktorat dan BINTEK-BINTEK – eselon II). penekanan yang terlalu banyak pada pekerjaan rutin yang kaku. Perubahan struktur organisasi DJBC memiliki sejarah panjang.eselon II). kejelasan sistem dan prosedur yang tidak standar ganda dan harus dipertanggungjawabkan. Sekedar contoh lain dari belum efisiennya birokrasi Bea Cukai seperti adanya pekerjaan atau tugas sejenis yang masih dipecah menjadi kelompok pekerjaan seperti pemisahaan pejabat Manifest dan pejabat Informasi pada tingkat front line (KPBC). C dan D) yang ada sekarang sehingga tidak rancu bagi orang awam. Kantor Inspeksi Tipe A (eselon III). Senin 9 Juli 2007). 2. Beritanya masih akan ada KPU. Kantor Inspeksi Tg. Sejak berlakunya Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan yang telah diubah dengan UU No 17 Nomenklatur struktur organisasi DJBC seperti saat ini disamping Kantor Wilayah ada tambahan KPU (eselon II) dan Pengkaji (eselon II). Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Beban kerja KPU Tg. perbaikan sistem tata laksana (business process). Kantor Wilayah sampai saat ini mempunyai fungsi pengawasan terhadap kantor-kantor di wilayah kerjanya. Sampai pada tahun 1985 Kantor Wilayah DJBC tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga memberikan pelayanan dalam pemungutan Bea Masuk dan pelayanan ekspor. fungsi DJBC ada dua yaitu pelayanan dan pengawasan. Konsep KPU harus bukan merupakan uji coba seperti Kantor Inspeksi Tipe Khusus Tg. mengakibatkan keterlambatan dalam mengambil keputusan. Dengan lantang penulis menjawab bahwa bedanya adalah subdit Manajemen Risiko tugasnya mengolah data sedangkan subdit Intelijen tugasnya mengolah informasi. Priok dapat dipastikan bahwa akan terjadi overload sehingga masih diperlukan adanya Kantor Wilayah untuk melakukan pengawasan sebelum dan setelah persetujuan impor/ ekspor. Di negara maju kalau tidak sanggup melaksanakan tugas atau gagal. Terakhir jangan lupa bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang tersebut harus dipertanggungjawabkan. Priok dinaikkan menjadi Tipe Khusus (eselon II). pejabatnya. Kantor Bantu dan Pos. sistem pemerintahan oleh sekelompok. Reformasi itu harus jelas dan tuntas tidak setengah jalan. ada kultur mengundurkan diri dari jabatan. masing-masing berhubungan dengan jenis pekerjaannya dibawah pengarahan seorang kepala. akan lebih efisien dan efektif jika kantor pelayanan dipisah dengan kantor pengawasan dalam arti struktur organisasi (garis perintah). Seperti dikatakan program utama reformasi Depkeu tahun 2007 meliputi penataan organisasi. wewenang pejabat dan implementasi sisdur yang kaku. pertanyaan yang timbul adalah siapa yang mengawasi kinerja KPU itu ? Kalau diawasi oleh KP-DJBC apa tidak terlalu luas tugas pengawasan oleh KP-DJBC yang seharusnya cukup sebagai pengambil kebijakan ? Pertanyaan lain yang timbul. REFORMASI TOTAL Kelihatannya pimpinan Departemen Keuangan menginginkan suatu reformasi yang menyeluruh dan tuntas.eselon II). Batam misalnya (konon akan menjadi wilayah dan pelabuhan bebas) tentu struktur organisasi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 63 . Kalau melihat tupoksinya KPU disamping pelayanan sebagaimana yang dilakukan Kantor Pelayanan lainnya juga melakukan sebagian tugas pelayanan yang selama ini dilaksanakan oleh KP-DJBC. pemeriksaan atau investigasi.

ternyata diselundupkan. barulah diberikan persetujuan impor. verifikator. DJBC dalam memberikan pelayanan banyak menimbulkan tugas pengawasan sebagai akibat dari prinsip pelayanan sederhana dan memuaskan. Tidak hanya itu dokumen impor yang dilayani dengan jalur merah berarti statusnya sebagai self assessment berubah menjadi official assessment karena baik HS. Keberhasilan reformasi sangat ditentukan oleh dukungan SDM. dalam arti mereka berkarya dibidang tersebut dalam jangka waktu yang panjang misalnya 10 sampai 15 tahun sehingga pola mutasinya juga jelas. Penyelesaian impor umum juga masih perlu direformasi dari segi sisdur. Sudah saatnya DJBC mempertimbangkan untuk memisahkan atau mengelompokkan pegawai seperti. setelah ditetapkan sebagai jalur merah. patroli. kendaraan bermotor dan lain-lain untuk sementara cukup walaupun perlu ditambah dan di upgrade. Setelah pemeriksaan fisik selesai dokumen dikembalikan lagi ke PFPD untuk penetapan HS dan harga serta segala persyaratan impor yang diperlukan. harga dan lain-lain. Sebagai contoh pelayanan dengan jalur merah. auditor. administrator dan tugas fungsional lainnya untuk penugasan dan pendidikannya.OPINI KPU-nya berbeda dengan KPU Jakarta. bahkan tidak hanya struktur oganisasinya tetapi juga sisdurnya. yaitu PFPD. Salah satu contoh pelayanan yang memerlukan pengawasan lebih lanjut adalah pelayanan terhadap importasi yang mendapat faslitas KITE. sebagian stakeholder yang akan menggunakan data manifest melalui NSW itu memerlukan data harga barang. PFPD memberikan instruksi pemeriksaan fisik dan setelah pemeriksaan fisik ditetapkan HS dan harganya dan seterusnya sampai pada persetujuan impor (SPPB). Sektor yang juga menentukan adalah sarana/fasilitas kerja dalam melakukan reformasi seperti kapal patroli. untuk itu ada baiknya barang-barang impor tujuan Kawasan Berikat. PFPB setelah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya menetapkan HS. Keluhan itu masih berlanjut bukan hanya sampai disitu yaitu kebijakan pelaksanaan audit masih tidak jelas menurut pengguna jasa DJBC. PFPB. Dokumen yang telah diperiksa/diberi keputusan pemeriksaan fisik/jalur merah kemudian diteruskan kepada pemeriksa fisik barang untuk pemeriksaan jumlah dan jenis barang. Teori manajemen risiko/intelijen mengajarkan kita untuk mengajak stakeholder untuk ikut bertanggung jawab agar tercapai tujuan pelayanan yang memuaskan dan pencegahan yang efektif. efektivitas dan kepuasan pengguna jasa mengingat besarnya jumlah klien auditor DJBC. Ini adalah akibat dari sisdur pengawasan yang tidak jelas dan tuntas. Harus diakui bahwa kedua stakeholder tersebut diperlukan oleh DJBC agar tercapai efisiensi. Pelayanan dengan jalur merah ini lebih lanjut masih perlu direformasi karena sering importir yang selamanya dilayani dengan jalur merah tetapi dokumen impornya masih diverifikasi dan kadang-kadang dikenai tambah bayar bahkan yang ekstrim masih diaudit. mereka menganggap DJBC melaksanakan standar ganda dalam penetapan nilai pabean. sebagai ilustrasi pegawai administrasi terutama pegawai sekretariat kantor pusat. Hal ini sekaligus mengeliminir keluhan dibidang pelaksanaan audit oleh DJBC yang kadang-kadang hasil auditnya diperotes/ keberatan atau banding dan dimenangkan oleh Auditee. Prosedur ini tidak sederhana. Ilustrasi lain dalam reformasi DJBC yaitu komponen data dalam manifest terutama akan diberlakukannya NSW. pencegahan. Gudang Berikat dan Gudang importir yang mendapat fasilitas KITE menjadi tanggung jawab pengangkut sampai barang-barang tersebut ditimbun di gudang yang bersangkutan. administrasi kantor dan lain-lain. kemudian menerbitkan SPPB. Akibatnya ada yang memplesetkan huruf “K” bukan kemudahan tapi “kesulitan”. Importir memang telah diwajibkan untuk registrasi (SRP) tetapi penerima order pekerjaan (kontraktor/sub kontraktor) yang mengerjakan bahan baku menjadi finished product yang harus diekspor oleh importir penerima fasilitas KITE tidak diwajikan untuk registrasi di DJBC sehingga tidak pernah diverifikasi kebenaran dari keberadaannya apalagi kemampuannya melaksanaan pekerjaan. Pada prosedur ini terdapat jalur/pejabat yang dilalui dokumen sebanyak dua kali. harga dan persyaratan lainnya sudah ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai walaupun kadang-kadang apa yang diberitahukan importir sama dengan pendapat PFPD. Keluhan lain dari pengguna jasa Bea Cukai adalah penerapan penetapan nilai pabean. Pengawasannya juga lebih mudah yaitu unit pengawasan memberitahukan kepada importir berdasarkan manifest bahwa barang impornya akan dikirim oleh pengangkut ke alamat yang tercantum dalam manifest. PFPD. Pada era ‘60-an pegawai DJBC ada dua kelompok yaitu pegawai teknis dengan lambang tongkat (seperti pada badge di lengan sebelah kiri baju dinas pegawai DJBC sekarang) dan pegawai administrasi dengan lambang bulu ayam. KPBC Soekarno-Hatta melayani penumpang internasional yang harus dipisahkan dari pelayanan kargo impor dan ekspor. Walaupun sisdur fasilitas KITE sudah sangat sederhana namun masih ada keluhan sering terjadinya keterlambatan release barang sehingga importir menyampaikan keluhan terlambatnya realisasi ekspor. DJBC sudah lama mengembangkan pejabat fungsional tetapi jalan ditempat istilah populernya karena sampai sekarang belum diterapkan pejabat fungsional verifikasi dokumen. Karena beban kerja di lapangan semakin bertambah sehinga pegawai administasi tadi ditekniskan melalui diklat. Catatan yang juga perlu diperhatikan dalam reformasi adalah DJBC perlu melakukan kerjasama DJP dan Akuntan Publik dalam hal pelaksanaan audit. Dengan cara ini manipulasi impor tujuan Kawasan Berikat yang beberapa kali terungkap dengan cara di bawa ke peredaran bebas dan tidak diakui oleh PDKB sebagai miliknya dapat dicegah. penyidikan. Sudah terungkap bahwa pada saat barang impor dikeluarkan dari gudang penerima fasilitas KITE tujuan gudang pelaksana pekerjaan kontraktor/sub kontraktor untuk dikerjakan menjadi barang finished product untuk diekspor. x-ray. . mungkin perlu dipikirkan untuk mewajibkan importir memberitahukan harga barangnya kepada pengangkut dan pengangkut mencantumkannya dalam manifest. Boleh saja 64 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Bagaimana kualitas pelayanan yang baik menurut masyarakat pengguna jasa Bea Cukai ? “ ” diverifikasi atau diaudit tetapi akibat hukumnya harus dipertangungjawabkan oleh Pejabat Bea Cukai yang memberikan persetujuan impor karena telah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang artinya status dokumen impornya sebagai official assessment. Ini juga harus direformasi. penyidik. auditor. begitu juga Soekarno-Hatta. wilayah dan pelayanan tidak perlu dimutasi dalam masa yang cukup lama. Bukan hanya pola mutasinya jelas tetapi penghematan anggaran. sebaiknya setelah PFPD menetapkan harus diperiksa fisik maka dokumen tersebut harus diselesaikan oleh Pejabat berikutnya yang dilalui dokumen tersebut (PFPB). audit.

sembari menilai jawaban/alasan pegawai tersebut juga perlu mempertimbangkan rekam jejaknya. Mereka perlu ditanya mereka ingin bekerja dimana dan bidang apa. Dari sisi EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI LOKOMOTIF PERUBAHAN Penulis adalah Pensiunan Bea Cukai/ Staf Khusus Gubernur NAD 65 . untuk menjawab tuntuan masyarakat yang masih menaruh kepercayaan sekaligus harapan kepada DJBC untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya. struktur dan kultur. Kultur melakukan reorganisasi yang bukan untuk kepentingan penyederhanan prosedur atau perubahan sistem perlu dihentikan. Reorganisasi dilakukan dengan menata dan menyempurnakan struktur kelembagaan yang ada. SDM yang dimiliki DJBC sudah memadai baik dari segi jumlah. kualitas dan kemampuan teknis di bidang kepabeanan dan cukai. reorganisasi. Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. Awal tahun 2007 ini arus perubahan di DJBC memang mulai tampak mencuat ke permukaan. Dari jawabannya itu dan past record-nya akan menentukan reformasi bagi dirinya.PERUBAHAN KULTUR Paparan di atas barulah sebagian kecil dari hal-hal yang perlu direformasi. Kultur memperpanjang prosedur sehingga nampak berkuasa dan kultur penempatan pegawai sesuai selera hubungan baik bukan karena prestasi dan keahlian. reposisi dan revitalisasi. Di bidang prosedur di era ’70-an SPPB (dulu dikenal dengan nama SJ 38) diterbitkan oleh Kepala Hanggar (setingkat eselon V). Ketiga hal ini menjadi sinyalemen kuat komitmen manajemen untuk melakukan percepatan reformasi di tubuh DJBC. Ingat kembali jabatan BINTEK di tingkat pusat dan KOORDINATOR di tingkat wilayah. Dan yang aneh kadang-kadang petugas pemeriksa barang lebih tinggi pangkatnya dan pendidikan teknisnya lebih memadai dari pada petugas P2. Kontroversi kultur atau tradisi susah dibahas disini. Ditempat lain ada pegawai yang sibuk browsing internet mengecek kabar terbaru tentang KPU. mendorong pemerintah bersama DJBC melakukan upaya-upaya serius bekerja keras untuk menuntaskan program reformasi di tubuh DJBC. Kultur pemeriksaan fisik barang atas impor jalur merah selalu meminta pendapat P2 perlu dihentikan. sisdur dan terutama SDM. Misalnya kebiasaan menerima amplop dan ngopeni berbagai instansi (Kompas. juga samasama telah disumpah pada saat diangkat menjadi PNS atau menduduki jabatan. Reposisi dilakukan dengan pergantian kepemimpinan yang baru dalam berbagai level serta penyiapan SDM berkualitas. dia belum mengetahui kalau bidang verifikasi sudah dilikuidasi dari struktur organisasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang baru. Idealnya setiap pegawai menjadi bagian dari arus besar perubahan ini bukan menjadi penonton apalagi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. eh yang ada malah pembukaan lowongan KPU bagi yang belum tes untuk menutupi kekurangan pegawai yang direkomendasikan dari hasil tes sebelumnya. Revitalisasi dilakukan melalui tahap implementasi sistem pelayanan dan pengawasan modern. Selamat bekerja dengan struktur dan sisdur yang baru. Tampak seperti tidak ada sesuatu yang berbeda. berapa banyak pegawai yang penempatannya tidak sesuai pendidikan dan pelatihan yang telah diperolehnya juga harus direformasi. Dinamika perubahan terhadap sistem yang sudah melembaga dengan kultur yang sudah terbentuk cukup lama memang bukan perkara gampang. Oleh : Toupik Kurohman Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem “ ” Menjaga Komitmen Perubahan DJBC S eorang pegawai tampak sedang sibuk membenahi dokumendokumen PIB dan PEB yang belum diverifikasi. Hal yang sama dengan pertanyaan apa bedanya menajemen risiko dan intelijen. setelah kelompok tertentu naik eselon maka penerbitan SPPB menjadi wewenang Kasi Pabean (eselon IV). rutinitas yang dia jalani sehari-hari sebagai verifikator. setelah menjalani masa inkubasi yang panjang. mencari kalaukalau ada undangan diklat ’pertanda’ yang ditunggu-tunggu oleh pegawai yang dinyatakan lulus tes KPU. menarik untuk pecahkan pengakuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Bapak Anwar Suprijadi bahwa tantangan terbesar (dalam reformasi?) adalah perubahan “tradisi”. yaitu instrumen. tidak sulit untuk mereformasinya. Derasnya tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan yang signifikan atas institusi DJBC. Setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus menjadi perhatian apabila DJBC ke depan ingin maju. Rabu 11 Juli 2007 halaman 21). masih banyak hal yang perlu ditelaah kembali yang menyangkut struktur organisasi. alasannya petugas pemeriksa dan petugas P2 samasama PNS DJBC yang telah dididik dan dilatih dengan bekal pengetahuan yang sama.

kompetensi dan insiatif. Kemampuan dan potensi besar yang dimiliki para pegawai belum terpetakan dengan baik. Semakin banyak pegawai yang memenuhi kreteria ini maka proses perubahan kultur akan mengalami percepat66 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Reformasi yang kini sedang dijalankan DJBC antara lain dilakukan menyangkut tiga aspek yaitu. perilaku dan tindakan sehingga mereka menjadi rule model yang menghembuskan semangat dan nafas perubahan kepada para pegawai. training. pola promosi. Pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU) pada dasarnya menjadi semacam prototype bagi TRANSFORMASI KULTUR Kultur atau budaya adalah sesuatu yang bersifat masif. Usulan diselenggarakan diklatdiklat tertentu dilaksanakan di daerah. career. Kedua. Hal ini ditengarai sebagai penyebab tumbuh suburnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang. pertama. arus perubahan tersebut dapat lancar mengalir mulai dari level pimpinan tertinggi kepada pimpinan di setiap level sampai kepada para pegawai di tingkat bawah. Persoalan kultur adalah persoalan yang menyangkut diri manusia yang menjadi komponen yang menciptakan kultur sebuah komunitas. Sistem reward and punishment belum berjalan efektif. padahal DTSD merupakan diklat yang sangat mendasar dan sudah selayaknya menjadi sesuatu yang wajib diikuti oleh setiap pegawai sebelum bekerja di DJBC. Sepertinya merit sistem menjadi agenda yang perlu memperoleh prioritas dalam proyek perubahan untuk menstimulus perubahan kultur kerja DJBC. compensation. bersikap skeptis. Agar kultur di DJBC dapat berubah menyesuaikan diri dengan semangat reformasi. prestasi dan kompetensi mereka. risiko kerja dan beban kerja. Ada empat komponen dari merit sistem tersebut yaitu performance apprasial. ide/gagasan dalam visi yang diusung proyek perubahan adalah nilai-nilai yang menjadi keyakinan serta memberikan garansi pemenuhan harapan atas kontribusi dan komitmen yang mereka berikan. Dalam teori perubahan ada dua komponen klasik yang menjadi fokus perubahan yakni masalah manusia dan sistem. UU No. Ketiga. Para pegawai satu sama lain akan bersaing secara fair untuk meningkatkan karir mereka dengan tolok ukur kinerja. sistem pengelolaan karir pegawai yang menyangkut aspek kenaikan pangkat. masalah yang paling sulit adalah perubahan kultur yang terus dituntut masyarakat. eksistensi dan aspirasi mereka diakomodasi. Merubah manusia memiliki tingkat kerumitan ekstra dibanding merubah sistem. waktu pelayanan yang lama. yang berhubungan dengan struktur saat ini proses reorganisasi DJBC sudah rampung melalui Peraturan Presiden No. dan amandemen UU No. Perlu komitmen kuat dari para pimpinan (strong leader) yang tercermin dalam sikap. Sistem yang ada seperti penilaian DP3 sudah tidak efektif lagi dan sangat tidak mencerminkan kinerja yang ada. mendukung agenda-agenda reformasi yang diusung. menimbulkan ekonomi biaya tinggi. mengantar perubahan sampai pada tujuannya. susunan organisasi vertikal Depkeu dan Reorganisasi instansi pusat telah disahkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. Sistem diklat idealnya dirancang berbasis kompetensi untuk meningkatkan performance pegawai di lapangan untuk memenuhi kebutuhan DJBC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki (self belonging) terhadap proyek perubahan. Ketiga career. seperti DTSD untuk efektifitas dan efesiensi serta memungkinkan seluruh pegawai dapat memperoleh basic knowledge pelaksanaan tugas mereka di lapangan. dan hanya berpangku tangan. an.OPINI instrumen saat ini eksistensi DJBC tidak perlu dikhawatirkan. alur mutasi. berlaku dominan dalam sebuah komunitas. MERIT SISTEM YANG ADIL DAN TRANSPARAN Harus kita akui sistem yang ada selama ini belum dapat menciptakan kultur kerja yang produktif dan berkualitas. sistem renumerasi yang ada dinilai belum mencerminkan keadilan kalau dibandingkan antara kewenangan yang dimiliki DJBC sebagai revenue collector dan trade fasilitator dengan take home pay yang diperoleh. Pertama performance appraisal. Kedua compensation. tugas pokok. tidak ada missing.01/2006. Ploting sistem pemberdayaan pegawai belum efektif. tidak ada yang menyuarakan nada sumbang. Sebuah perubahan dapat menjadi gerakan kolektif ketika. kesempatan memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi (beasiswa) hendaknya dilakukan secara transparan dan accountable sehingga dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat diantara pegawai. harus diakui sebagian besar pegawai masih bekerja dibawah performa. besarnya kewenangan yang ada tidak ditopang oleh merit sistem yang adil dan transparan sehingga dampak yang terjadi adalah munculnya berbagai tindak penyimpangan. Sudah saatnya sistem renumerasi ditata dengan berbasis pada kinerja. Masih banyak pegawai yang belum mengikuti DTSD. Ketiga. Suasana kompetitif diantara pegawai untuk meningkatkan kinerja dan memperoleh prestasi kerja belum terbangun. yang menyangkut aspek prestasi kerja. Selama ini yang menjadi keluhan masyarakat terhadap DJBC antara lain dianggap tidak mampu mengakomodasi kebutuhan steakholder. Persoalan sistem menjadi penting sebagai instrumen yang mengatur pergerakan mesin perubahan. Visi perubahan menjadi inspirasi para pegawai untuk mengimplementasikan misi-misi perubahan. Struktur DJBC disesuaikan dengan kebutuhan dan penyempurnaan prosedur pelayanan dan pengawasan. Kempat training. diklat masih menjadi barang istimewa bagi sebagian pegawai DJBC. reposisi dan revitalisasi “ ” LEVERAGE KPU . Sosok manusia yang dibutuhkan DJBC untuk menjadi aktor-aktor perubahan adalah pegawai yang memenuhi kreteria integritas. Sistem menjadi safeguard yang menjaga sub-subnya berjalan dalam koridor yang telah ditentukan. 11 tahun 1995 tentang cukai yang memberikan kewenangan menjalankan kebijakan dibidang cukai kepada DJBC. fungsi. mereka bekerja cendrung apa adanya dan sekedar melaksanakan kewajiban. mengalami proses akselerasi. 466/KMK. Pimpinan menjadi opinion leader yang mampu mengkomunikasikan proyek perubahan sehingga ujungnya setiap pegawai dapat menyanyikan bersama lagu perubahan dengan suara merdu. Kedua. reorganisasi. 10 tahun 1995 masih memberikan kewenangan kepada DJBC untuk menjalankan kebijakan dibidang kepabeanan. 17 tahun 2006 yang mengamandemen UU No. birokratis serta membiarkan ilegal trading. Tidak adanya evaluasi yang objektif atas penilaian kinerja bedasarkan sejumlah key performance indicator. maka prasyaratnya arus besar perubahan tersebut seharusnya bisa menjadi gerakan kolektif dan menjadi kebutuhan bagi semua unsur di dalamnya. 95 tahun 2006 tentang kedudukan. sebagian besar pegawai merasa menjadi bagian dari gerbong yang ditarik oleh lokomotif perubahan.

satu malam layaknya cerita-cerita legenda/mitos di negeri ini seperti SangKRITERIA Struktur Kebutuhan Ketersediaan kuriang yang mem(PERSYARATAN) Organisasi SDM SDM buat Gunung TangKPU kuban Perahu atau Bandung Bondowoso yang membuat Candi Prambanan. KPU ka panjang proyek perubahan DJBC. Komitmen yang kuat diharapkan menjadi model modernisasi kantor-kantor dari manajemen DJBC untuk melakukan reformasi perlu menDJBC dalam menjawab tantangan yang ada. mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan lain di Sehingga disisi lain para pegawai pun dapat mengukur diri. by process. Dirjen BC bahwa itu sesuatu yang tidak masuk akal dilakukan saat melalui Kep 66/BC/2006 tanggal 14 Juni 2006 ini. waullohu a’lam yang kita cintai ini memerlukan proses dan kesiapan Penulis adalah Pelaksana pada Bidang Audit semua pihak. Boleh seleksi ini hendaknya dapat dipahami oleh semua pihak jadi kantor kita belum KPU tetapi kinerjanya sudah kita bahwa proyek perubahan yang sedang diretas di instansi jadikan kinerja KPU bahkan lebih. jumlah saudara-saudara kita yang ditugaskan ke KPU saya yakin lebih sedikit dibanSKEMA PERENCANAAN SDM KPU ding jumlah pegawai secara keseluruhan. Pelaksana Pemerikasa. Kita harus SELEKSI berhitung kesiapan (TES) dan kemampuan kita. dan Cukai. pertama di Batam Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang Pelayanan Bea dan Cukai dan Tanjung PriokSukarno Hatta bukan akhir melainkan awal dari strategi jangDJBC untuk menampilkan model proyek perubahan. digulirkan seiring dengan suksesnya modernisasi yang Kita pasti menginginkan semua kantor kalau bisa dijadilakukan saudara kandungnya DJP (Ditjen Pajak). ta tebus bukan dengan sesuatu negatif tetapi dengan Hasil tes psikologi yang dilakukan oleh lembaga indekesabaran dan keikhlasan sambil kita mempunyai cukup penden dari UI ini menjadi potret yang memberi gambarwaktu untuk semakin mengasah kemampuan kita dan beran umum kualitas personal para pegawai. Di sisi lain. kebutuhan. mendoakan dan pegawai yang dinyatakan layak untuk mengisi posisi men-support agar mereka menjalankan tugas dengan Client Coordinator. salah satunya karena jumlah dahulu ke KPU. Auditor dan baik dan kinerja maksimal. Konsep KPU DJBC timal sebelum memperoleh kompensasi maksimal. mimpi kita. dunia. bagi manajemen DJBC dapat menjadikan hasil tes ini sebagai PAKTA TRAINING bahan kajian untuk INTEGRITAS (RETRAINING) pemetaan pegawai sekaligus untuk menentukan kebijakan dibidang kepegawaian untuk semakin meningkatkan kualiEVALUASI tas pegawai ke depan. Dari hasil tes benah mengukir prestasi di tempat tugas sekarang. Pelayananan Bea dan Cukai yang antara lain bertugas masa depan kita. SDM yang berintegritas. kompeten dan kapabel serta Kecuali bagi mereka yang merasa sudah nyaman dan dalam rangka pelaksanaan percepatan reformasi Bea menginginkan institusi ini terus terpuruk. maka ini bisa menjadi energi luar biasa merumuskan kebijakan SDM DJBC untuk menyediakan untuk mempercepat bergeraknya mesin perubahan. dan memberikan kontribusi opekternal dan tuntutan internal. sehingga diadakan lagi proses seleksi untuk Ketidakberangkatan kita pada kesempatan pertama kipara pegawai yang belum mengikuti tes sebelumnya. tapi kita juga pasti realistis mengatakan Untuk merealisasikan pembentukan KPU. Untuk tahap pertama ini. Sehingga proyek ini bisa berPelaksana Administrasi dari para pegawai yang mengikuti hasil dan pada tahap-tahap berikutnya kita pun akan tes seleksi calon pegawai KPU masih belum mencukupi menyusul. Mungkin ada Beberapa tahap dari skedul pembentukan KPU memang diantara rekan kerja kita yang harus berangkat terlebih terlambat dari rencana. Mempersiapkan pegawai untuk mengahadapi proyekPENEMPATAN proyek perubahan berikutnya. Perubahan tidak dapat dilakukan dalam Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan Palembang EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI SKEMA PERENCANAAN SDM KPU 67 . KPU diharapkan mampu menjawab tantangan meningkatkan kompentensi. Pembentukan KPU tahap Sumber : Program Kerja Bidang Peningkatan Integritas dan Sumber Daya Manusia. kita harus legawa. KPU dianggap bisa me-leverage kinerja dan citra DJBC dalam dapat apresiasi dan dukungan dari seluruh pegawai. Ketika memiliki keyakinan kuat kita bisa melakukan membentuk Tim Percepatan Reformasi Kebijakan Bidang perubahan untuk memperoleh harapan kita. PENDAFTARAN Maka sangat tepat CALON PEJABAT/ kiranya perubahan PEGAWAI harus dilakukan secara bertahap. dikan KPU.

baik yang mengatasnamakan individu. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. Mungkin bisa diinformasikan latar belakang keluarnya surat edaran tersebut. koperasi. peserta pelatihan biasanya pengusaha atau calon pengusaha yang menjadi binaan Disperindagkop tersebut.1/2006 tanggal 7 November 2007. apabila : 1. disampaikan hal-hal sebagai berikut : 1) Tanya : Apakah permintaan sebagai tenaga pengajar oleh instansi teknis/institusi pendidikan di daerah 68 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Terhadap permintaan dari institusi-institusi seperti tersebut di atas sebagai pengajar. atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. akan dikenakan sanksi hukuman disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980.1/2006 tanggal 7 November 2006 Jawab : Latar belakang diterbitkannya SE-551/MK. 2. Demikian disampaikan.1/ 2006 tanggal 7 November 2006 adalah dalam rangka menjaga ketertiban atas ajakan kerja sama dari pihak ketiga. namun termasuk dalam salah satu kegiatan sejenis lainnya. Sehingga Apabila ada pegawai/pejabat DJBC yang melakukan tugas sebagai pembicara. Dari institusi pendidikan biasanya berusaha untuk memberikan bekal kepada anak didiknya diantaranya juga dari Bea dan Cukai dengan materi tentang Kepabeanan. pembahas. workshop maupun lokakarya. Pariyo dari KPBC Yogyakarta mengenai Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor : SE-551/MK. sesuai amanat SE-551/MK. Berkaitan dengan telah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Keuangan RI No: SE-551/MK. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi Tenaga Pengajar Dengan hormat. PARIYO KPBC Yogyakarta kepada pegawai/pejabat Bea dan Cukai harus ada ijin dari pejabat eselon I. Dari instansi teknis terkait di daerah sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan.1/2006. Pertanyaannya : a. harus mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. yayasan. misalnya dari Dinas Perindagkop yang dalam materi pelatihan itu juga memberikan materi tentang kepabeanan. untuk menyelenggarakan atau menjadi pembicara dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya. Direktur PPKC. atau lembaga lainnya. Demikian pertanyaan kami untuk mendapat perhatian dan jawaban seperlunya. HANAFI USMAN NIP 060044454 Permintaan Tanggapan : Sehubungan dengan surat pertanyaan konsultasi Sdr. atau moderator dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan lainnya di luar kedinasan.KONSUL TASI KEPABEANAN & CUKAI Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos. Bukankah hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar. tanpa mendapat ijin tertulis dari Direktur Jenderal. fax ataupun e-mail.1/2006 tanggal 7 Nopember 2006. 2) Tanya : Latar belakang keluarnya Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor: SE-551/MK. kepada pejabat/pegawai Departemen Keuangan. kami dapat merahasiakan identitas anda. Kegiatan pengajaran/pelatihan memang tidak disebut secara jelas. b. Dan sesuai permintaan. instansi. Disamping itu juga ada beberapa institusi pendidikan misalnya Akademi Maritim yang memasukkan dalam kurikulumnya materi Kepabeanan. workshop atau lokakarya Jawab : Pada prinsipnya kepada semua pegawai/ pejabat Bea dan Cukai yang terlibat dalam kegiatan seminar/lokakarya/workshop atau kegiatan sejenis lainnya yang diselenggarakan oleh instansi lain. apakah juga harus ada ijin dari pejabat eselon I seperti yang dimaksud surat edaran tersebut ? Menurut pendapat kami hal tersebut tidak sama dengan kegiatan seminar.

Ada yang berwarna abu-abu. maka gigi-gigi tersebut akan berfluoresensi (memancarkan warna khas). Hal ini disebabkan oleh pemberian obat Tetra Siklin pada anak-anak atau ibu hamil. sipilis. bila gigi berwarna karena Tetracyclin disinari dengan sinar ultraviolet. Fluorosis (kelebihan kadar Fluoride dalam air minum) mengenai beberapa buah gigi. Hal ini disebabkan oleh cacat email.Fluorosis yang hebat (kekurangan fluor) Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah sedapat mungkin memperbaiki bentuk giginya dengan penambalan gigi. kuning.Radioterapi (Rontgen) dengan radiasi cukup tinggi yang mengenai gigi yang sedang bertumbuh . d. India.RUANG KESEHATAN Beberapa Kelainan D Warna dan Bentuk Gigi okter. Saya akan menjabarkan beberapa kelainan saja yang sering kita jumpai. Kelainan ini disebabkan oleh karena pada masa di kandungan. b. Drg. Bentuk gigi-gigi rahang atas depan sangat khas yaitu conus atau berbentuk obeng. Gigi berwarna abu-abu. Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan therapy pemutihan gigi (bleaching).Lahir prematur (lahir dini) . Gigi bentuknya normal. Yang lebih parah adalah bila terdapat garis atau bercak coklat kekuningan. Amelogenesis Imperfekta Warna gigi kekuningan sampai kuning kecoklatan. menyeluruh di semua gigi. Afrika. kekuningan.Infeksi intra uterus. sering memiliki celah kecil. Ada celah diantara rahang atas dengan rahang bawah. lunak mudah dicungkil emailnya tipe 2 : Gigi mempunyai email yang keras. Perawatan yang dapat dilakukan dengan melapisi gigi atau memahkotai giginya. a. . Perawatan yang dapat dilakukan oleh dokter gigi adalah Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC dengan veneer atau dapat juga dilakukan dimahkotai gigi (crown and bridge).Trauma atau infeksi pada gigi yang sedang bertumbuh . Cekungan dangkal di email gigi dapat berupa celah-celah sempit saja atau berbentuk garis. berbintik putih terang. berbercak-bercak coklat bahkan email giginya ada yang cekung membentuk garis. tetapi semua hal di atas sedapat mungkin masih dapat dilakukan perawatan atau perbaikan oleh dokter gigi. ibunya terkena penyakit sipilis.Hipokal semia (kekurangan kalsium) . berbercak coklat dan putih atau bercak putih terang. Apakah yang menyebabkan adanya perbedaan tersebut dan apakah hal tersebut dapat diperbaiki atau dilakukan tindakan perawatan ? Jawab : Memang banyak sekali variasi kelainan bentuk dan warna gigi yang ada serta penyebabnya juga sangat banyak. IG.Down sindrom . Kejadian ini sangat sering ditemukan di berbagai Negara Timur Tengah. A. Poliklinik Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 69 . Yang sangat parah adalah bila selain adanya noda warna disertai pula dengan celah-celah pada email gigi.Kelainan genetika . Berwarna coklat. Demikian sekilas mengenai beberapa kelainan warna gigi serta bentuk gigi yang dapat kita jumpai. veneer (melapisi permukaan fasial gigi) dan mahkota gigi. kecoklatan.Chemoterapy . saya sering memperhatikan beberapa orang yang mempunyai warna gigi serta bentuk gigi yang berbeda dengan gigi normal. Di Indonesia kadang-kadang dapat kita jumpai juga. Warna abnormal tersebut terutama di leher gigi depan. Hal ini disebabkan oleh : . bentuk yang paling ringan adalah noda-noda bercak putih atau selaput putih. karena kadar Fluoride yang terlalu tinggi dalam air yang di minum. Heni Haryanti. coklat warna abu-abu bias agak muda atau abu-abu tua demikian juga dengan yang kekuningan dan coklat. Bila tidak terlalu diperhatikan kelainan tersebut morfologinya kadang-kadang sangat mirip. c.Kekurangan vitamin D . (misalnya oleh Rubella (cacar jerman). Amelogenesis Imperfekta disebabkan oleh kelainan genetik (cacat bawaan). e. mengkilat tetapi bentuknya tidak normal. Perbedaan dengan kelainan genetic yang giginya berwarna juga adalah. tipe 1 : Gigi biasanya tidak beraturan (crowded) semakin bertambahnya usia warna gigi semakin gelap.

berembug untuk mendukung kemerdekaan Shinta menentukan karirnya. sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Keberanian tidak datang segera. sejak fase menyusui. Guru yang mampu membangun persepsi bahwa duka. merdeka menentukan diri dan merdeka mengujudkan cita-citanya. Suatu kemerdekaan individu matang. yang senantiasa mempertimbangkan bahwa setiap langkah selalu diiringi konsekuensi dan risiko. Shinta. Hidup dibuka dengan tangisan kala seorang bayi melepaskan diri dari rahim ketergantungan ibunya menuju hidup bebas dengan pelajaran kemandirian. kegagalan dan kehilangan merupakan pelajaran untuk meraih keberhasilan lebih besar jika kita mampu mengatasinya. berani menatap masa depan memasuki pergaulan sosial yang lebih luas. Tidak menjadi dokter disimbolkan sebagai kegagalan hidup dan kehilangan hubungan kekerabatan. berkarya di Jakarta) sukses dalam bidang usaha kesehatan. menanggung rasa cemburu ketika ibu juga memberi perhatian pada orang lain seperti ayah atau kakak. dan satu menu bersama. lalu mereka memilih jalan hidup mereka sendiri dengan tidak menjalani profesi dokter. juga kesedihannya 70 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 dapat ia tuangkan pada gambar. berani bertindak mengujudkan pilihan dan berani bertanggung jawab atas pilihan. merdeka bertindak. dan mengarahkan anak untuk mampu mandiri. sejak kecil gemar menggambar. Anak yang pandai dan mandiri senantiasa mempunyai guru yang bijak dan memahami perkembangan anak. Freud (ahli psikiatri) mengatakan. berani menentukan pilihan. Memang kemudian semua anak-anaknya menjadi dokter. Makan pagi dapat dilakukan diatas kendaraan atau saat sampai tempat menimba ilmu atau tempat kerja. Ayah dan ibunya tentu saja berharap anaknya dapat hidup mapan mandiri. Mengatasi masalah bukan dengan masalah. Makan siang ditempat berkegiatan. Menu kesukaannyapun berbeda-beda. dan para anak menyerahkan ijazahnya pada bapak dan ibu Sindu. Jam makan mereka ditentukan oleh saat ketibaan di rumah atau sinyal lapar perut. maka rakyat pun merdeka. disapih. dan berkarya mantap di bidang animasi gambar menggambar. Ia menekuni keriangannya menggambar. makan malam pada jam yang berbeda sesuai jam sampai di rumah atau sesuai selera. Artinya manusia dewasa yang merdeka. Pagi hari mereka biasa dengan ritme kerja atau sekolah masing-masing. namun kekompakan mengobrol di meja makan dapat terujud. Ayah dan ibunya berprofesi sebagai dokter spesialis yang potensial dan berdedikasi di bidangnya. Ibu adalah guru yang baik dalam hal ini. Hidup adalah pilihan. Dengan kemerdekaan kita dapat melangkah tanpa rasa ketakutan dalam cengkraman penjajahan. sebuah kata yang sangat sering kita dengar dan lontarkan. 28 tahun. Ibu dan bapak merupakan model perkembangan kematangan kepribadian anak. Ia memaksakan setiap anak menjalani kuliah di fakultas kedokteran. Keluarga ini unik. Syarat kemerdekaan mereka telah dipenuhi.RUANG INTERAKSI Oleh: Ratna Sugeng Merdeka K Indonesia telah merdeka. Dalam suatu sesi terapi keluarga terungkap bahwa bapak dan ibu Sindu sangat yakin bahwa hanya dokter seperti dirinya yang tidak akan mengalami kesulitan dalam hidup. Namun ibunya yang psikiater dan ayahnya yang dokter anestesi. belajar berjalan. dipercaya dapat menumbuhkan kematangan diri dan semua yang pahit adalah pelajaran untuk meningkatkan kemampuan diri. keberanian dibangun sejak kita ada. lara. ia akan pindahkan anaknya masuk fakultas kedokteran lainnya yang kurang favorit. Hidup adalah pilihan “ ” MERDEKA MENGATUR WAKTU DAN MENU MAKAN Ibu Nani dan bapak Santoso telah 30 tahun menikah. Untuk memilih apa yang akan dilakukan dan berani bertanggung jawab atas pilihan diperlukan keberanian. Misalnya sop wortel untuk semua. mengatasi masalah dengan memperbaiki setiap sandungan yang membuat jatuh memerlukan dukungan kuat dari ibu bijak. merdeka berpikir. sehingga juru masak di rumah akan memasakkan satu menu sesuai pesanan untuk setiap anggota keluarga. menjadi dokter memerdekakan mereka dalam memilih karir masing-masing. berani mena tap kehidupan masuk dalam pergaulan luas memerlukan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat indah. Bapak dan ibu Sindu menetapkan bahwa semua anaknya harus menjadi dokter dan mensyaratkan menantumenantunya juga dokter. Tidak pernah terbayangkan bahwa anaknya akan dapat menikmati hidup dari gambarnya. Jika rakyat merdeka. sampai mampu mencintai ibu dan mengatasi kecemburuan pada orang yang memiliki ibunya. dikaruniai dua orang anak yang kini telah menapaki karirnya masing-masing. Keluarga dokter Sindu (bukan nama sebenarnya. Jam makan tidak pernah sama bagi setiap anggotanya. Jika gagal di fakultas kedokteran favorit. alau negaranya saja sudah merdeka. dan lauk MERDEKA MENENTUKAN DAN MENJALANI KARIR . Fase demi fase dalam kehidupan dilalui. Kini ia telah menghasilkan komik edukasi. maka demikianlah para individunya.

maka direncanakan tempat pertemuannya. Kalau kebetulan kegiatan di satu kota dan dapat saling bertemu. Semua anggota membentuk lingkaran. di suatu tempat atau di kebun nenek. Maka Ika dan Uun sampai saat ini bebas merdeka menginvestasikan. untuk diskusi. kumpul bareng. dengan cucu yang tersebar studi di beberapa kota. Setiap orang bebas merdeka mengeluarkan pendapat. Jadwal kegiatan diatur oleh diri masing-masing dan dikomunikasikan perencanaan perjalanan serta aktivitasnya. dari acara keluarga sampai acara pekerjaan atau sekolah. kemudian anak-anak juga mengikuti irama kerja yang padat. Sejak anak-anak masih usia taman kanakkanak. saran dan pertimbangan. mematangkan kepribadian dan mengubah sikap perilaku ke arah penyesuaian norma keluarga. Sejak mereka menikah telah menetapkan kesepakatan bahwa pengelolaan keuangan diatur secara mandiri dengan pembagian tugas tanggung jawab bersama yang jelas. Melalui kritik. yakni hanya satu orang berbicara pada satu saat dan yang lain menyimak. Untunglah masa ini ponsel sangat membantu. dan 1 cicit. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 71 .lainnya sesuai dengan pesanan masing-masing. menantu dan cucu dari yang berusia 7 tahun sampai 23 tahun. Tak ada beban perasaan tak nyaman. Perjalanan kerja keluar kota atau mancanegara bukan hal yang luar biasa. yang satu senang badminton. Nenek. orangtua dan anak terlibat diskusi serius. MERDEKA MENGATUR JADWAL BERKEGIATAN Keluarga Alif terdiri dari anggota keluarga yang padat aktivitas. Hobi masing-masing dijalani. saling mendukung 4. mereka mempunyai aktivitas berkesinambungan. MERDEKA MENGATUR KEUANGAN Pasangan Uun dan Ika telah menjalani masa pernikahan 10 tahun. Makan bersama dilakukan seminggu sekali pada hari libur yang disepakati. MERDEKA MENGEMUKAKAN PENDAPAT Keluarga besar Kusuma mempunyai 10 cucu dari 4 anak. yang satu senang main tenis. pernikahan anggota keluarga besar. merdeka mengeluarkan isi hati dan pikiran. maka masing-masing akan mengurus dirinya sendiri memenuhi lauk kesukaannya. saling bertanggung jawab atas pengambilan keputusan 3. tetap dengan menu pilihan masing-masing. menolong keluarga dengan uang masing-masing tanpa rasa beban ketidaksenangan. saling dapat menerima kritik dan saran membangun Selamat menikmati kemerdekaan.bangun diri. termasuk anak. Aktivitas yang harus dihadiri bersama seperti ulang tahun kerabat. Hampir tak ada friksi masalah keuangan pada keluarga ini. Bila juru masak libur. dapatlah kita simak bahwa ada beberapa prasyarat untuk merdeka : 1. yang seringkali memerlukan kesiapan orangtua untuk menerima kabar atau pendapat atau komentar yang mengkritik pola asuh dan pola kendali orangtua. Peraturan dis- SIMPULAN Dari cerita nyata beberapa keluarga diatas. Keduanya mempunyai karir yang bagus di bidang perbankan dan leasing. saling percaya 2. membelanjakan. kusi ditegakkan. Bapak Alif dan ibu pada saat anak-anak telah melampaui masa SMA mulai mencurahkan banyak waktunya untuk mengembangkan diri. bukan hanya bapak dan ibu. yang notabene seringkali sangat menyentuh (kalau tidak dapat dikatakan sakit hati) semua pihak mem. Mereka tinggal di Jakarta. keduanya berkedudukan setara sehingga posisi tawar sama 5. Pada masa liburan atau kesempatan penting. senantiasa ada acara bersama. semua biasa menentukan pilihan menunya dan saat menyantapnya. dan aktivitas sosial bersama lainnya dikomunikasikan dan direncanakan bersama. Topiknya telah lebih dahulu dikonfirmasi. misalnya “Aku Sekarang dan Masa Datang”.

Sudah barang tentu. Orang-orang Farisi itu memilih untuk tidak mengenal maupun mencari kebenaran Firman Allah yang asli didalam Kristus. lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Di dalam cerita itu Tuhan Yesus sedang berjalan-jalan pada waktu pagi dan ia lapar untuk mencari makan. dengan menjadi tidak percaya akhirnya berkembang menjadi orangorang yang semakin anti dengan Tuhan alias Anti Christ. Perilaku ini jika terus-menerus dikembangkan maka yang terjadi sikap-sikap yang mengidolakan dan menyembah kemampuan diri sendiri melebihi Tuhan Allah di surga. Selanjutnya. secara efisien segala sesuatu dibenahi dengan tidak mengeluarkan banyak biaya. Kegiatan keagamaan dari bangsa Israel setelah Perjanjian Lama praktis mengalami ketidakpastian. kepentingan diri sendiri. Konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Farisi pun menyebabkan terjadinya jurang dualisme kepemimpinan dalam kehidupan masyarakat Yahudi. Tetapi sebaliknya. Sebelum kita masuk tentang menjadi hamba Tuhan. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. perselisihan. seiring dengan waktu berjalan. Hal ini disebabkan mereka masih menantikan Mesias yang luar biasa yang mampu menyelamatkan mereka dari tangan para tirani Romawi yang berkuasa. Perilaku manusia semakin mengklaim bahwa dirinya sebagai seseorang yang egois dan tidak mau menghargai satu dengan yang lain. Dalam hal ini bangsa Israel yang merupakan tawanan dan penguasaan bangsa Romawi itu. iri hati. kesabaran. kedengkian. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. sihir. Perubahan-perubahan itu dapat berdampak kepada yang membawa sikap positif atau negatif. amarah. Namun. Lebih jauh. Ciri-ciri ini sudah merebak di babak baru dalam era ke-21 bahkan membahayakan dan sudah merasuk ke dalam umat Tuhan. Ditambah lagi. lebih lanjut. yang ada adalah perbuatan daging telah nyata. Mesias pun datang yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. suka menjelekkan orang. harap dan kasih Tuhan berakibat pada gugurnya pemahaman dan pengenalan akan Tuhan. korupsi. Maksud secara efektif adalah segala sesuatu dapat dibenahi dengan tepat dan benar. pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21). tidak berpikir panjang. hawa nafsu. kesetiaan. Namun demikian ada berbagai perubahan-perubahan juga yang bersifat negatif yang kita lihat di kehidupan yang serba modern ini. Buah-buah roh yang dimaksud: kasih.RENUNGAN ROHANI Hamba Tuhan vs Hamba Hantu Di dalam kehidupan yang serba modern ini. tidak ada buah-buah roh yang dapat dipancarluaskan dalam kehidupan mereka. Pohon ara itu tidak ada buah saja melainkan dedaunan saja (Baca Matius 21:18-20). berlagak tahu. Sementara Tuhan Yesus menyatakan diriNya sebagai Tuhan yang hidup padahal Kristus adalah manusia biasa. Inilah yang mengakibatkan Tuhan Yesus marah dan menghar- 72 . perseteruan. Tuhan Yesus dan pengikut-pengikutnya pun pernah diperhadapkan sebelumnya dengan sikap WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang “ ” dan pola hidup orang-orang yang memilih status sebagai hamba hantu ini. suka mengkhianat. sikap yang mengelontor iman. Karena di satu sisi orang Farisi menantikan sang juruselamat yang dahsyat dan hebat yang dapat melepaskan mereka dari belenggu penjajah Romawi. kita akan membahas atau berbicara hamba hantu atau anti Kristus. kemabukan. nepotisme dan lain sebagainya yang merebak dan mengelontorkan iman. dalam keberadaannya bangsa Israel itu dipimpin oleh para tuatua adat dan pemimpin-pemimpin agama yakni orangorang Farisi. banyak perubahan-perubahan yang terjadi. jika ini dilakukan ada akibat yang menerpa sebagai contoh bencana alam. S ecara positif banyak pekerjaan manusia secara signifikan dapat dikerjakan dengan efektif dan efisien. mereka akan menjadi pemfitnah. percideraan. tidak mau berdamai. penyembahan berhala. Artinya kita harus mampu membedakan dan mengevaluasi diri kita sendiri apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu. dan kasih yang murni dari Allah. roh pemecah. harap. ketika Tuhan Yesus menghardik pohon ara yang tidak berbuah. kecemaran. ia tidak menemukan makanan yang ada selain melihat pohon ara. garang. tidak dapat mengekang diri. Hamba-hamba hantu atau anti Kristus memiliki sikap yang menolak terhadap semua ajaran-ajaran tentang kebenaran Kristus. Hal ini menimbulkan permasalahan yang pelik. Dalam perspektif Rohani Kristiani. tidak tahu mengasihi. Ciri-ciri yang dapat kita lihat adalah perilaku yang dilihat lewat II Timotius 3:2-5 yakni Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. kolusi. Pohon ara yang tidak berbuah adalah orang-orang yang tidak memilih untuk mencari dan mengenal kebenaran Allah. Alhasil. kemurahan. tidak suka yang baik. Oleh sebab itu kita harus tetap waspada terhadap segala hal yang buruk dan tidak menguntungkan tersebut. yaitu: percabulan. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kehidupan pada jaman Tuhan Yesus hidup adalah jaman dimana penguasa yang berkuasa adalah orang-orang Romawi. Sebagai contoh. penguasaan diri (Galatia 5:22-23). tidak mempedulikan agama. sukacita. damai sejahtera. kebaikan. kelemahlembutan. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka. sakit penyakit. tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Sebagian dari mereka memilih orang-orang Farisi dan sebagian lagi memilih Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Lebih jauh. ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.dik ketidakbenaran tersebut dalam kehidupan yang penuh dengan intrik dan tidak dalam keadilan dan keyakinan terhadap kuasa Allah dari pohon ara itu. Jika hal ini kita lakukan secara berkesinambungan maka iman yang tak tergoyahkan akan muncul. Sebuah contoh kejadian sejarah dapat kita lihat di era abad ke-17 masuk ke abad 18 pada masa Amerika mengalami masa transisi dari masa keagamaan ke masa rasionalisasi. Artinya mereka selalu mengejar kebahagiaan tanpa memikirkan sumber kebahagian tersebut. Kita adalah angguranggur terbaik itu dan Kristus adalah sumberNya. Disinilah awal dalam perjanjian baru. Tuhan Yesus memberkati. ia berbuah banyak. kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Banyak dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran Firman Tuhan mencari keuntungan dalam hidup secara instan. Manusia lebih terkait dengan hal-hal yang bersifat spiritual semu dan menyenangi hal-hal material yang berlebihan. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku. Kesemuanya ini berdampak bahwa masyarakat sekarang berpikir bagaimana mengoptimalkan hawa nafsu ketimbang berpikir tentang kehidupan masa depan yang berkerajaan surga. Jika ini muncul maka segalanya akan menjadi kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga. Peraturan agama banyak yang dilanggar dan masyarakat Amerika lebih banyak berpikir cara untuk menempuh kehidupan yang berbahagia dengan mengejar secara cepat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Ini menandakan bahwa Allah ingin kita menjadi anggur yang terbaik bagiNya. Di era ini pada dasarnya memilih untuk tidak mau tahu tentang Tuhan. Lebih-lebih di era sekarang muncul era yang dinamakan era new age. Artinya seluruh aspek dan aset kehidupan hanya ditujukan untuk kebahagiaan yang abadi bersama Tuhan. dan kamu akan menerimanya. Anggur yang terbaik itu adalah jika anggur itu melekat kepada sumber yang benar dan tepat. Proses untuk mencapai kehidupan abadi ini perlu dinamakan penyaliban diri terhadap Kristus. jika pengharapan itu semakin bertambah dalam maka cinta atau kasih semakin merekah dan memberi nilai-nilai yang bertambah kuat. Amin. Hanya dengan melekat dan berpaut lewat Firman Allah maka Allah sumber berkat itu dapat memberikan kehidupan yang berkelimpahan. Keadaan yang dahulu penuh dengan ketidakpastian dapat diubahkan dengan keadaan yang manis dengan cara-cara Kerajaan Surga yang kekal. sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Oleh sebab itu kita harus memilih untuk menjadi Hamba Tuhan. mintalah apa saja yang kamu kehendaki. Hal ini menyebabkan perubahan-perubahan yang terjadi yang mengakibatkan tidak ada keseimbangan antara rasionalisasi pemikiran manusia dengan kehidupan beragama. Rohaniawan SIC ( Surabaya International Church) EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 73 . Allah melakukan kegiatan yang supranatural yang menjadi natural. Selanjutnya ketika iman itu semakin menjadi kuat maka ia akan melahirkan pengharapan yang melekat dan tidak mau putus-putusnya hilang akibat kekekalan terhadap Allah. Jika cinta itu dipupuk dengan pergaulan karib dengan Tuhan Yesus maka yang terjadi adalah perubahan-perubahan yang belum terpikirkan sebelumnya. Seperti yang dikatakan di dalam Yohanes 15:5-7 yang menyebutkan Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Tuhan Yesus secara adikodrati mengubah air menjadi anggur yang terbaik. Artinya memilih untuk hidup dalam kebenaran dan tidak memilih hidup dalam kedagingan serta lebih memantapkan hidup kita dalam hidup dalam Roh. Tentunya ini sangat bertentangan dengan kebenaran dalam Kristus. Sebagai contoh yang sangat dahsyat adalah pesta perjamuan di Kana. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu. Petrus Titus R. Bentuk ketidakpastian akan pengenalan dan mencari akan Allah berlanjut sampai sekarang ini. Pilihan tergantung kepada kita apakah kita hamba Tuhan atau hamba hantu? Selamat memilih. Memilih untuk menjadi Hamba Allah lebih memfokuskan kehidupan yang mengandalkan Tuhan dalam berbagai hal.

Denpasar. Dan terbukti para peserta pun banyak yang berminat. Kegiatan bersepeda bersama yang kian hari kian banyak peminatnya ini. untuk rute off road selanjutnya kemungkinan akan diadakan di daerah Jawa Tengah dengan mengambil rute antara Magelang hingga Boyolali dengan jarak sekitar 40 kilometer. Lebih lanjut Siswa mengutarakan. namun para peserta tetap terlihat sangat senang. Hal ini dapat dilihat dari ragamnya peserta yang mengikuti kegiatan CCC di Kintamani ini. para peserta pun finish di tempat pemandian air panas Toyabungka Danau Batur. Semarang. Bandung. yaitu dari Kanwil dan KPBC Denpasar. Sementara itu. Walaupun medan yang dilalui cukup berat. adalah karena rute yang ditempuh dirasakan cukup menantang sehingga para peserta dapat membuktikan kepiawaiannya dalam bersepeda. Akhirnya setelah menjelajahi Gunung Batur selama tiga jam. diharapkan para peserta juga akan semakin mencintai kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. Bali sejauh 36 kilometer dengan rute off road. Surabaya. Dengan mengambil lokasi start di atas lokasi wisata Danau Batur. dimana mereka diharuskan mengitari Gunung Batur dengan medan off road yang sangat menantang yang sebelumnya memang tidak diduga medannya. dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 30 orang. para peserta pun dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Selain itu para peserta pun disuguhi dengan pemandangan Danau Batur Kintamani yang sangat indah. para peserta start dengan medan menurun dan menanjak. karena mereka tidak menyangka dapat mengitari Gunung Batur yang jika dilihat dari atas sangat tidak mungkin untuk dijelajahi. ara biker Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC). Sekalipun dalam kondisi lelah. Dengan mengambil lokasi di atas lokasi wisata Danau Batur Kintamani. menjelajahi Gunung Batur Kintamani. sehingga rasa lelah yang dialami para peserta dapat terobati dengan pemandangan yang menakjubkan. Setelah istirahat di pos pertama. Salah satu kegiatan CCC yang baru saja dilaksanakan adalah. 74 . Tarakan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 serta perpisahan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah Bali. Siswa Murwono yang dimutasikan sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.” jelas Siswa.PERISTIWA WBC/ATS CCC Tour De Kintamani START. Kupang. CCC juga telah memiliki agenda di daerah Bandung yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 Agustus 2007. “Kami memang sengaja memilih jalur ini karena jika sebelum-sebelumnya CCC selalu mengadakan rute biasa. kali ini kami menginginkan rute yang cukup menantang. dan rencana kedepan CCC pun akan kembali mengambil rute off road di pulau Jawa. para peserta pun melalui jalur menurun dan menanjak hingga mencapai Danau Batur yang terletak di bawah. membuat CCC semakin aktif dalam menyelenggarakan kegiatan sepeda bersama di kalangan pegawai DJBC. pada 11 Agustus 2007. dan juga dari Kantor Pusat DJBC. Diambilnya rute off road di daerah Gunung Batur Kintamani Bali. memang tak bosan-bosannya menjelajah alam Indonesia yang kaya akan tantangan dan rintangan. banyak diminati para peserta dari berbagai daerah. P Selain disuguhi oleh rute yang sangat menantang. para peserta melanjutkan perjalanan yang sesungguhnya. adi WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 DIHIBUR PANORAMA ALAM. namun para peserta tetap merasa senang karena dihibur oleh panorama alam yang sangat indah. Dengan dua agenda CCC tersebut. NTB dan NTT.

KP-DJBC. Ansyaad. Pertandingan berlangsung selama 2 X 30 menit. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI 75 . Drs. Pertandingan diikuti enam tim yakni Direktorat KPU Tanjung Priok. Kasubdit Penindakan. Anwar Suprijadi. pembacaan naskah Pancasila. WBC/ATS WBC/ATS JAKARTA. Sugeng Apriyanto. foto bersama dua tim yang tampil dalam babak penyisihan yakni Tim Inspektorat Jenderal Depkeu yang dipimpin oleh Permana Agung (kepala Inspektorat Jenderal Depkeu) dan Tim Kanwil DJBC Jakarta. Kanwil DJBC Banten. III dan IV dilingkungan Departemen Keuangan. Heru Santoso. Untuk hibah kali ini. Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) yang acara penyerahannya secara simbolis dilaksanakan di ruang Loka Utama Kantor Pusat DJBC. DJBC pada 3 Agustus 2007. II. Azis Syamsu Arifin. dengan skor 3 – 1 dimenangkan kesebelasan Sekretariat sebagai juara I. Acara hibah ini juga disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Upacara yang dimulai pada pukul 08.30 WIB. Acara penyerahan hibah ditandatangani oleh Kasubdit Penyidikan Direktorat P2. dan Mayor Infantri Eko Budi Santoso. WBC/ADI JAKARTA. diantaranya dalam pembacaan naskah Proklamasi. Dari enam tim yang bertanding. dan Irjen Polri. Pelaksanaan upacara dikoordinir oleh petugas dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tampak pada gambar. Upacara bendera Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62 di Departemen Keuangan Lapangan Banteng Jakarta Pusat dipimpin langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 17 Agustus 2006.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : SYAMSUL MAULANA JAKARTA. sebagai komandan upacara yaitu Kasubdit Perencanaan dan Evaluasi Audit Direktorat Audit. dan bertindak sebagai saksi Direktur P2. menghibahkan dua unit mobil Honda kepada Kementerian Politik. KPPBC Soekarno-Hatta. yang masuk dalam babak final adalah tim Inspektorat Jenderal Depkeu dan KPU Tanjung Priok. Pertandingan final sepak bola dalam rangka memperingati HUT RI ke62 antara kesebelasan Sekretariat (berdiri kostum putih) melawan kesebelasan Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (jongkok kostum merah) berlangsung pada 7 Agustus 2007 di Stadion Bea dan Cukai Bojana Tirta Jakarta Timur. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-62 Bapors Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 5 Agustus 2007menyelenggarakan pertandingan Tenis Lapangan di stadion Tenis Lapangan Bea dan Cukai Bojana Tirta Rawamangun. yang dimenangkan oleh tim Inspektorat Jenderal Depkeu. Upacara dihadiri pejabat eselon I. Inspektorat Jenderal Depkeu.00 WIB berlangsung secara khidmat dan berakhir pada pukul 09. JAKARTA. dan dimeriahkan dengan Marching Band Bea dan Cukai. dan Kasubdit Intelijen Direktorat P2. Untuk yang kesekian kalinya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menghibahkan hasil tegahan mobil kepada instansi terkait lainnya untuk mendukung kinerja dan operasional instansi tersebut.

Djoko Sutojo Riyadi beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur. Anwar Suprijadi dan Ny. yang diserahkan oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. KP-DJBC menyelenggarakan berbagai pertandingan olahraga yang melibatkan para pegawai dari 10 Direktorat yang ada di KP-DJBC. Anwar Suprijadi. Pada tanggal 27 – 29 Juni Kepala Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat. JAKARTA. Hasil akhir pertandingan dimenangkan tim Direktorat P2. Sebelumnya dilakukan pertandingan eksibisi bola voli antara Tim voli Eksekutif DJBC yang terdiri dari pejabat eselon II (kostum putih) melawan tim putri pegawai DJBC (kostum kuning) yang dimenangkan tim putri dengan skor 2 – 1. Kiriman KPPBC Teluk Bayur Henry Tresman Situmorang 76 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . 5 perawat dan 5 karyawan.SEPUTAR BEACUKAI WBC/ATS WBC/ATS s JAKARTA. Usai pertandingan final antara tim Direktorat P2 melawan tim Direktorat IKC dilakukan penyerahan piala kepada para juara lomba. dan Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Karim kepada Sekretaris DJBC yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bagian Umum Sonny Subagio. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-62. Rumah Bersalin Pasar Minggu milik Ditjen Bea dan Cukai (diresmikan pada 20 Januari 1970) yang dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan KP-DJBC pada 7 Agustus 2007 diserahkan pengelolaannya kepada Kantor Pusat DJBC. WBC/ATS JAKARTA. bulu tangkis. Final voli diselenggarakan di belakang gedung utama KP-DJBC pada 10 Agustus 2007. s FOTO : KIRIMAN TELUK BAYUR. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilakukan penandatanganan serah terima yang dilakukan oleh ketua pengelola rumah bersalin Pasar Minggu Ny. disaksikan oleh Ny. SE. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Bambang Prasodjo. Dalam Acara yang berlangsung di aula gedung KPPBC Teluk Bayur tampak Kepala KPBC Teluk Bayur Buhari Sirait. Ibrahim A. sepak bola dan pertandingan voli. MM sedang menyampaikan penjelasan mengenai situasi/kondisi daerah yang berada dalam pengawasan KPPBC Tipe A3 Teluk Bayur dengan diakhiri foto bersama. Pertandingan tersebut diantaranya adalah tenis lapangan. Erlangga Mantik kepada 2 orang dokter. 1 bidan. Foto bersama pertandingan final Bulu Tangkis Kantor Pusat DJBC dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 yakni antara tim bulutangkis Direktorat P2 (kostum hitam) melawan tim Direktorat IKC (kostum biru) pada 9 Agustus 2007 di aula gedung B lantai dasar. Selain itu acara juga diisi dengan pemberian cinderamata dari Ny.

Acara dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I. Sosialisasi Tariff Bea Masuk Korea (FTA) di Hotel Tunjungan Surabaya pada 26 Juli 2007 oleh Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan dihadiri oleh para stakeholder.FOTO : BAMBANG WICAKSONO SURABAYA. Pejabat yang dilantik antara lain Putut T. Ngadiman ( Kabid Fasilitas kepabeanan).04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-22/BC/2007 tentang PPJK. Wisnu Wibowo. Surabaya BALIKPAPAN. Tampak dalam gambar. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s SURABAYA. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang dihadiri para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur serta para PPJK dan pengguna jasa. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan eselon IV serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Djasman Soetedjo pada 7 Agustus 2007. Bambang Wicaksono. Tampil sebagai pembicara yakni Kabid Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur Ir. Bambang Wicaksono. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I diselenggarakan pelantikan pejabat baru eselon III dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I oleh Kakanwil Djasman Soetedjo pada 24 Juli 2004. Ismojo (KaKPBC Pasuruan). Sosialisasi dilaksanakan sehubungan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK. dan Hari Budi Wicaksono ( Kabid P2 ). Surabaya EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s FOTO : KIRIMAN 77 13 .04/2007 dan Peraturan Dirjen BC Nomor P-20/BC/ 2007 tentang Kawasan Pabean dan TPS serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK. Surabaya FOTO : BAMBANG WICAKSONO FOTO : BAMBANG WICAKSONO s SURABAYA. Bambang Wicaksono. tanya jawab antara pengguna jasa dan pembicara. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 peserta terdiri dari pengguna jasa dan para pengusaha Korea serta para pejabat dilingkungan Departemen Keuangan. Bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 19 Juli 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Kawasan Pabean.

Acara diisi dengan pembacaan sumpah jabatan dan dilakukan penyematan tanda jabatan oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi kepada Kepala KPPBC Banda Aceh yang baru. Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur s BANDA ACEH. KPPBC Sabang pada 30 Juli 2007 menerima kunjungan kerja Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai Kamil Sjoeib dan Kepala Bagian Kepegawaian Azhar Rasyidi KP-DJBC.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan pada 9 Agustus 2007 (gambar kiri). KPPBC Kuala Langsa. Sebelum acara pertandingan dimulai dilakukan upacara pembukaan POR yang dilakukan oleh Drs.P.. S.P. Ali Purnama.A. foto bersama dengan Kepala Kanwil Achmad Riyadi (berdiri nomor 5 dari kiri) DJBC NAD sebelum pertandingan sepakbola antara tim Kanwil DJBC NAD melawan KPPBC Lhokseumawe. Kiriman Amir Hasan A. Ka Kanwil tengah melantik Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Kiriman Amir Hasan A. Pada 20 Juli 2007 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat eselon III yang akan bertugas di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yakni Ambang Priyonggo. (yang merupakan penggabungan KPPBC Ulhe Lheu dengan KPBC Iskandar Muda). KPPBC Lhokseumawe. Achmad Riyadi selaku Kepala Kanwil DJBC NAD. . Kiriman Amir Hasan A. ..IP.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN 78 14 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 s s s .IP.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH. . KPPBC Iskandar Muda dan KPPBC Maulaboh. serta pengambilan sumpah jabatan pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 11 orang. Ambang Priyonggo. Tampak dalam gambar. Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III dan rohaniawan. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dan beberapa pejabat lainnya. SH. Tampak Pada gambar foto bersama Sekretaris Ditjen Bea dan Cukai dan Kepala Bagian Kepegawaian dengan Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi dengan beberapa pejabat KPPBC Sabang.M. Ulee Lheue. S. Tampak pada gambar.SEPUTAR BEACUKAI FOTO : KIRIMAN BALIKPAPAN.A. Bertempat dihalaman Kanwil DJBC NAD dilangsungkan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan delapan pejabat eselon III yang akan bertugas dilingkungan Kanwil DJBC NAD.M. Kanwil DJBC Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) menyelenggarakan pekan olah raga pada 10 – 12 Agutus 2007 yang diikuti kontingen dari seluruh kantor di lingkungan Kanwil DJBC NAD yakni KPPBC Sabang.

Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim gabungan dengan skor 4-1.Kanwil DJBC NAD WBC/ATS WBC/KY TARAKAN. . Dalam kunjungan tersebut Kakanwil berdialog dengan para pegawai yang dipimpin oleh Kepala KPPBC Sabang dan diakhiri dengan foto bersama. berlangsung pertandingan sepakbola persahabatan antara tim sepakbola DPRD Kota Tarakan melawan tim sepakbola gabungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Kastam Diraja Malaysia (KDRM) Negeri Sabah. menata ruangan dan lain-lainnya. Selain peresmian. menggambar peta. Drs. EDISI 394 SEPTEMBER 2007 WARTA BEA CUKAI s 79 15 JAKARTA. Pada kesempatan yang sama bertepatan dengan memperingati hari kemerdekaan Sekolah SMP Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-21.FOTO : KIRIMAN BANDA ACEH.Kanwil DJBC NAD FOTO : KIRIMAN s BANDA ACEH. Kiriman Amir Hasan A. Pada 19 Agustus 2007. Kapal patroli bersandar di Pelabuhan Bebas Sabang dan diterima oleh Kepala KPPBC Sabang dan beberapa staf. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada juara I. dan duduk tim DPRD. sedangkan gambar kanan foto bersama kedua tim. III dari masingmasing kelas dalam lomba baca puisi. berdiri tim DJBC dan KDRM. Dengan menggunakan kapal patroli Kepala Kanwil DJBC NAD Achmad Riyadi melakukan kunjungan kerja ke KPPBC Sabang pada 16 Juli 2007. selain pertandingan bola voli dan bulutungkis. Pertandingan sepakbola ini adalah salah satu rangkaian kegiatan olahraga persahabatan antar kedua institusi pabean. bertempat di stadion olahraga Datu Adil. . Tarakan. . Selain itu upacara juga dihadiri oleh pengurus sekolah Yayasan Bhakti Tugas dan para mantan pegawai Bea dan Cukai yang pernah menjadi tentara dalam membela negara RI serta para Pengurus Pusat Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas. Achmad Riyadi meresmikan Dermaga Sementara Kapal Patroli BC 15021 Kanwil DJBC NAD yang berlokasi didaerah Keudah ditepi Sungai Krueng Aceh yakni Sungai yang membelah kota Banda Aceh (gambar kiri). Tampak pada gambar kiri penyerahan plakat oleh Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur Ismartono kepada Ketua DPRD Tarakan Udin Hianggio usai pertandingan. Kiriman Amir Hasan A. Upacara Bendera Merah Putih juga diselenggarakan di Sekolah Yayasan Bhakti Tugas Cabang Pasar Minggu Jakarta Selatan yang berada di komplek Bea dan Cukai pada 17 Agustus 2005 lalu. Pada 12 Juli 2007 Kepala Kanwil DJBC NAD. acara diisi syukuran dengan menyantuni anak yatim-piatu yang berada disekitar dermaga (gambar kanan). Dalam acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Kesejahteraan Bhakti Tugas Cabang Jakarta Selatan Sri Soemaryati (Yayok) dan diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Katena Spd. II. Upacara dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-62 dipimpin oleh Kepala Sekolah dan dihadiri seluruh murid Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) serta para guru.

” terangnya. melainkan juga dibidang tarik suara sehingga tawaran untuk tampil sebagai penyanyi pun mampir kepadanya. terbukti sudah banyak para penari yang ia didik menjadi penari terkenal dan memiliki sanggar tari. tapi setelah itu baru disadarinya bahwa orang yang memarahinya kesal karena perannya di sinteron yang antagonis tersebut. Anwar mengatakan petugas selalu menyapanya dengan ramah. itu menjadi cerminan bagi para pendatang asing bahwa di Indonesia itu negeri yang aman dan penduduknya ramahramah.APA KATA MEREKA FOTO : ISTIMEWA FOTO : ISTIMEWA Denny Malik “Yang Penting Petugas Ramah Kepada Penumpang” Artis sekaligus penata gerak Denny Malik selalu menjalankan pekerjaannya dengan baik. itu tercermin dari perilaku petugas yang ramah di bandara sebagai pintu gerbang masuknya turis asing ke Indonesia.”Saya maklum aja kalau ada yang marah. Ia mengatakan peran antagonis yang ia lakoni tidak jarang berimbas sampai ke kehidupan nyata. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas Bea Cukai di bandara. Kesan bersahabat selalu ditunjukkan kepadanya baik oleh para kru pesawat maupun petugas yang berada di bandara. zap Anwar Fuadi Disapa Ramah oleh Petugas 80 WARTA BEA CUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 .”ujarnya.”Mereka menyapa dan bertanya kepada saya dan penumpang lain dengan ramah. berarti peran saya cukup berhasil bisa bikin orang kesal.”ujarnya lagi. dan saya selalu ikuti apa kata petugas ketika harus membuka koper dan saya gak keberatan.”ujarnya menutup pembicaraan dengan WBC. Denny mengatakan tidak mengalami suatu permasalahan dan mengikuti prosedur yang berlaku. Rupanya talenta yang dimilikinya tidak hanya sebatas di bidang tari. selain tidak perlu. harganya juga mahal. gak ada kesan galak. Bagi Denny keberadaan para mantan muridnya yang memiliki sanggar tari bukanlah sebagai saingan melainkan sebagai partner dalam dunia hiburan. Kepiawaiannya dibidang dunia hiburan terkadang membawa Denny sampai ke luar negeri. zap ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Walaupun selalu mendapatkan peran antagonis pada beberapa sinteron yang dibintangi. Itulah Anwar Fuadi pemain sinetron yang identik dengan peran antagonis dalam beberapa sinteron yang dibintanginya. ”Saya rasa mereka itu baikbaik walaupun ada juga yang agak sangar.”terangnya kembali. sehingga Denny menyambangi beberapa negara untuk show tari atau bahkan juga menyanyi. Begitu pula ketika ia pulang dari luar negeri ketika mendapat undangan untuk melakukan show. Tidak jarang ada juga penggemar yang menyapanya dengan ramah dan bahkan minta berfoto bersama dengannya di luar lokasi syuting. begitu pula tawaran sebagai pembawa acara yang kerap kali datang padanya. Anwar mengatakan hanya membawa barang-barang cendera mata yang tidak mahal yang biasabiasa saja. Mengenai petugas di lapangan. ia mengatakan sudah cukup baik dan ramah. tapi yang penting ramah kepada penumpang. Ia menceritakan pernah ada seorang yang memarahinya ketika ia sedang berada di luar lokasi syuting. “Saya gak biasa bawa barang yang aneh-aneh. disamping mahal dan belum tentu juga saya gunakan. tapi saya mengerti tugas mereka yang cukup melelahkan menurut saya.”Kalau kita diperiksa. Mengenai barang apa saja yang dibawa. Ketika ditanya pengalamannya ketika berhadapan dengan petugas bea cukai setelah pulang dari luar negeri. namun pada kenyataannya pria kelahiran Palembang ini tidak sama dengan perannya di sinetron yang diperaninya. Perjalanannya ke luar negeri diakuinya lebih banyak dilakukan dalam rangka show. Ia pun bingung. kita ikuti saja selain itu juga saya tidak pernah bawa barang yang aneh-aneh. Petugas juga ramah-ramah.

04/2007 TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. 4.04/2003. c. identitas pengurus dan penanggung jawab. c. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). sehingga dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan yang mengatur persyaratan untuk menjadi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan antara lain keharusan memiliki kejelasan dan kebenaran kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. dalam hal importir atau eksportir tidak dapat melakukan sendiri pengurusan pemberitahuan pabean. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 1 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). bahwa Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada huruf a. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 65/PMK. dan kompetensi ahli kepabeanan. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK. 5. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a. b. 2. bahwa sesuai ketentuan Pasal 29 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006. Menimbang : a. dan d perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. importir dan eksportir tersebut dapat menguasakan kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENGUSAHA PENGURUSAN JASA KEPABEANAN. Mengingat : 1. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 557/KMK. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. mempunyai peranan yang penting dalam pelayanan kepabeanan kepada masyarakat. 3.

Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean. 7. Pasal 3 (1) Untuk dapat melakukan pengurusan jasa kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memiliki nomor identitas berupa Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dalam rangka akses kepabeanan. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib melakukan registrasi melalui media elektronik kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 2 (1) Pengurusan Pemberitahuan Pabean atas barang impor atau ekspor dilakukan oleh pengangkut. kejelasan dan kebenaran alamat (existence). (2) Dalam hal pengurusan Pemberitahuan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilakukan sendiri. 3. (3) Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian dan penilaian terhadap pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Ahli Kepabeanan adalah orang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kepabeanan yang telah diberikan Sertifikat Ahli Kepabeanan yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikeluarkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan registrasi.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. 4. importir. dan d. 2. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan kewajiban pabean untuk dan atas kuasa importir atau eksportir. importir. atau eksportir dapat memberikan kuasanya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Eksportir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengekspor barang. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mengimpor barang. Pasal 5 (1) Hasil registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) digunakan untuk 2 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . mempunyai pegawai yang berkualifikasi Ahli Kepabeanan (competency). kejelasan dan kebenaran identitas pengurus dan penanggung jawab (responsibility). Pejabat adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu. Unit Pengawasan adalah unit kerja pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang melakukan kegiatan pengawasan baik secara fisik maupun secara administrasi. kepastian penyelenggaraan pembukuan (auditable). 5. atau eksportir. c. b. wajib memenuhi persyaratan: a. 6. 8.

b. (3) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berlaku di seluruh Kantor Pabean di Indonesia dan berlaku sampai dengan ada pencabutan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. importir. paling lama 45 (empat puluh lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya data registrasi secara lengkap dan benar. Pemberian Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. ditetapkan dengan memperhatikan jumlah kegiatan dan tingkat risiko Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: a. sebelum melakukan kegiatannya wajib menyerahkan jaminan kepada Kantor Pabean yang mengawasi. (2) Besarnya jumlah jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan eksportir yang menguasakan pengurusan jasa kepabeanannya kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. wajib menggunakan perangkat dan modul Pertukaran Data Elektronik (PDE) milik sendiri untuk pembuatan dan penyerahan pemberitahuan pabean. Pasal 9 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memberitahukan perubahan data Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Surat penolakan dengan menyebutkan alasannya. uang tunai. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N melakukan penilaian dan pembuatan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan. Pasal 7 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a. BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 3 . atau b. jaminan bank. Pasal 6 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya memberikan keputusan atas registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4. (2) Pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan melalui media elektronik. Pasal 8 Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang akan melakukan kegiatan pengurusan jasa kepabeanan di Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan. dalam hal registrasi memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 4. dan/atau c. (2) Penilaian dan profil Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan digunakan sebagai salah satu dasar dalam pemberian pelayanan dan/atau pengawasan kepabeanan kepada pengangkut. jaminan dari perusahaan asuransi.

4 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (3) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya melakukan penelitian atas pemberitahuan perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah selesai menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya dan telah dinyatakan terbukti tidak bersalah. e. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki jaminan yang cukup dalam hal adanya pencairan jaminan sebagai akibat tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). dapat dicabut dalam hal: a. Pasal 10 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah mendapat Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan wajib memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan. d. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang sedang menjalani proses penyelidikan atau penyidikan atas suatu pelanggaran pidana di bidang kepabeanan yang berkaitan dengan jasa kepabeanan yang dilakukannya. d. atau eksportir tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sesuai peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan dan cukai. dan/atau f. (2) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan bertanggung jawab terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. serta ketentuan lain di bidang impor dan ekspor. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menaruhkan jaminan yang cukup atau telah memenuhi jaminan yang ditetapkan. c. dan/atau f. atau eksportir tidak ditemukan. dan perpajakan. (2) Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. (3) Segala isi dan bentuk perjanjian antara Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dan importir. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah menyerahkan laporan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak menyerahkan hardcopy Pemberitahuan Pabean dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan. Pasal 11 (1) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan diblokir dalam hal : a. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak memenuhi kewajiban memberitahukan perubahan data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). b. e. berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan tidak lagi memiliki pegawai yang mempunyai Sertifikat Ahli Kepabeanan. Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan telah melaksanakan rekomendasi berdasarkan Laporan Hasil Audit dan/atau Unit Pengawasan lainnya. cukai.

memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd SRI MULYANI INDRAWATI BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 5 . b.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Pasal 12 Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan dicabut dalam hal Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan: a. dinyatakan pailit. mengajukan permohonan pencabutan. atau eksportir tidak ditemukan. tidak memenuhi tanggung jawab terhadap bea masuk dan pajak dalam rangka impor dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus dalam status pemblokiran. d. Pasal 16 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. (2) Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini masih berlaku dan dapat dipergunakan untuk pengurusan jasa kepabeanan sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 13 Pemblokiran Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Pasal 15 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal. wajib melakukan registrasi ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. Pasal 14 (1) Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan yang telah memiliki Nomor Pokok Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. dan/atau f. Agar setiap orang mengetahuinya. tidak menggugurkan tanggung jawab Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan terhadap pungutan negara dalam rangka impor atau ekspor dalam hal importir. e. c. tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus.

Pasal 11A ayat (7).04/2007 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93. Undang-undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 6 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481). Pasal 10A ayat (9). 2. Mengingat : 1. Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (4). Pasal 32 ayat (4). 6. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 70/PMK. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661). Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 128). Undang-undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98. perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 127). 7. 3. 4. dan Pasal 43 ayat (4) Undangundang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 17 Tahun 2006. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493).

Bandar Udara. 10. 3. Bandar Udara. sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi. Tempat Lain adalah tempat tertentu di daratan yang berada dalam kawasan/ area industri dan tempat tertentu lainnya yang berfungsi sebagai pelabuhan laut. 5. atau Tempat Lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. 7. Pelabuhan Laut adalah pelabuhan dan pelabuhan khusus. Pengelola Pelabuhan Laut.Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. naik turun penumpang. atau Tempat Lain mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. 4. 2. yang mendukung kegiatan impor dan/ atau ekspor. Tempat Penimbunan Sementara adalah bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di kawasan pabean untuk menimbun barang. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 7 . Pelabuhan Khusus yaitu pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Kawasan Pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di Pelabuhan Laut. Bandar Udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara. berlabuh.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N 1. 6. 9. Pelabuhan yaitu tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar. dan/atau bongkar muat kargo dan/atau pos. Pasal 3 (1) Untuk memperoleh penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. BAB II KAWASAN PABEAN Bagian Kesatu Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 2 Penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Pabean ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. 8.

K E P U T U S A N & K E T E T A P A N memuat data tentang identitas penanggung jawab. f. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan menetapkan batas-batas kawasan dan pintu masuk/keluar atas suatu tempat atau kawasan yang diajukan permohonan untuk penetapan sebagai Kawasan Pabean. Ukuran luas kawasan. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. (3) Keputusan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. kecuali untuk Tempat Lain. dan dilampiri dengan : a. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). (2) Kawasan Pabean merupakan kawasan yang terbatas (restricted area). (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan sebagai Kawasan Pabean oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. (2) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). g. Bagian Kedua Larangan Penimbunan di Kawasan Pabean Pasal 6 Barang selain untuk tujuan impor dan/atau ekspor dilarang untuk ditimbun. e. Pasal 4 (1) Atas permohonan penetapan sebagai Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. dan h. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. d. kecuali untuk tujuan pengangkutan selanjutnya. Bukti status kepemilikan dan/atau penguasaan tempat atau kawasan. badan usaha. b. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Bukti penetapan sebagai Pelabuhan Laut atau Bandar Udara. dan lokasi serta ukuran luas kawasan yang akan dimintakan penetapan sebagai Kawasan Pabean. dan/atau dikeluarkan ke dan/atau dari Kawasan Pabean. Pasal 5 (1) Untuk kepentingan pengawasan di bidang kepabeanan. dilakukan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. Gambar denah lokasi. 8 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . c. dimasukkan.

dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. (2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilampiri dengan: BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 9 . c. Pengusaha tempat penimbunan harus mengajukan permohonan penetapan suatu kawasan. pengelola Kawasan Pabean terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. b. Kawasan Pabean tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus. Tangki penimbunan. Lapangan Penimbunan Peti Kemas. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. dan/atau d. Pengelola Kawasan Pabean mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (2) Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. BAB III TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA Bagian Kesatu Penetapan dan Jenis Tempat Penimbunan Sementara Pasal 8 (1) Penetapan suatu kawasan. bangunan. dan/atau lapangan sebagai Tempat Penimbunan Sementara ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan. (3) Penambahan jenis Tempat Penimbunan Sementara selain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. pengelola Kawasan Pabean dinyatakan pailit.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N Bagian Ketiga Pencabutan Penetapan Sebagai Kawasan Pabean Pasal 7 (1) Penetapan sebagai Kawasan Pabean dicabut dalam hal : a. dan/atau d. c. Bagian Kedua Persyaratan dan Tatacara Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara Pasal 9 (1) Untuk dapat ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. b. Gudang Penimbunan. Lapangan Penimbunan. bangunan.

Berita Acara Pemeriksaan Lokasi. dilakukan di tempat penimbunan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. k. Salinan Akte Pendirian Perusahaan sebagai Badan Hukum. Bagian Ketiga Penimbunan Barang di Tempat Penimbunan Sementara Pasal 11 (1) Penimbunan barang impor dan barang ekspor sementara menunggu pengeluaran atau pemuatannya. tempat atau kawasan yang mempunyai batas-batas yang jelas. Gambar denah dan batas-batasnya yang meliputi tempat penimbunan barang impor. barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. Pasal 10 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memberikan persetujuan atau penolakan terhadap permohonan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dalam jangka waktu paling lama 45 (empat puluh lima) hari sejak permohonan diterima secara lengkap dan benar. Daftar peralatan dan fasilitas penunjang kegiatan usaha yang dimiliki dan surat pernyataan sanggup untuk menyediakan peralatan dan fasilitas yang memadai. h. Surat keterangan dari pengusaha atau penanggung jawab Kawasan Pabean tentang penggunaan bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di dalam Kawasan Pabean bersangkutan sebagai Tempat Penimbunan Sementara. f. dan Surat pernyataan sanggup memenuhi peraturan perundangundangan di bidang kepabeanan. (4) Keputusan penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pencabutan. Bukti Nomor Pokok Wajib Pajak. Surat pernyataan sanggup melaksanakan administrasi pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia. dan tempat pemeriksaan barang dan ruang kerja Pejabat Bea dan Cukai. b. e. ekspor. 10 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . d. Surat Izin Usaha dari instansi terkait. c. (2) Persetujuan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan.K E P U T U S A N a. Foto copy bukti kepemilikan atau penguasaan suatu bangunan. & K E T E T A P A N g. (3) Penolakan atas permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan menerbitkan surat pemberitahuan penolakan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan yang disertai dengan alasan penolakan. i. Izin dari Pemerintah Daerah setempat. j.

tujuan reekspor. merusak. (2) Tempat. dan/atau yang memiliki sifat dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi atau penanganan khusus. (2) Dalam hal terdapat permohonan tertulis dari pemilik barang atau kuasanya.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N (2) Barang yang berasal dari dalam daerah pabean dilarang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara kecuali untuk : a. ekspor. (2) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di tempat lain. (2) Barang-barang berbahaya. dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean. Pasal 14 (1) Penimbunan barang di Tempat Penimbunan Sementara yang berada di dalam area pelabuhan laut atau bandar udara ditetapkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penimbunan. Pejabat Bea dan Cukai dapat memberikan persetujuan untuk membuka peti kemas atau kemasan barang untuk tujuan selain yang dimaksud pada ayat (1). wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. bangunan. atau c. dan sarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memenuhi persyaratan yang memungkinkan dapat dilakukannya BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 11 . wajib diberi identitas secara jelas. (3) Peti kemas kosong wajib ditimbun di tempat khusus yang disediakan untuk itu. ditetapkan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal penimbunan. Pasal 12 (1) Penimbunan barang di dalam Tempat Penimbunan Sementara wajib dipisahkan antara barang impor. barang ekspor. (3) Barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dikeluarkan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan sebagai Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai. Pasal 13 (1) Peti kemas atau kemasan barang-barang lainnya yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara hanya dapat dibuka untuk kepentingan pemeriksaan fisik barang dalam rangka pemeriksaan pabean. b. tujuan dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean dengan melewati tempat di luar daerah pabean. tujuan ekspor. (4) Barang impor. Bagian Keempat Kewajiban dan Tanggung Jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 15 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyediakan tempat atau bangunan dan sarana yang memadai untuk tempat pemeriksaan barang yang ditimbun di dalam Tempat Penimbunan Sementara. atau untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean yang ditimbun di gudang penimbunan.

jenis. Pasal 21 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyelenggarakan pembukuan dan menyimpan catatan dan dokumen. dan pemasukan barang dari dan ke peti kemas atau kemasan barang lainnya serta mengurangi resiko terjadinya kehilangan atau kerusakan barang. tata letak lapangan atau bangunan. (2) Dalam hal perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyangkut perubahan terhadap kapasitas. dan/atau c. (3) Bentuk jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa: a. jenis. Pasal 17 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang akan memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi. b. jaminan dari perusahaan asuransi.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N pengeluaran. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara yang mengakibatkan perubahan besarnya jaminan. pemeriksaan. (2) Besarnya jumlah jaminan ditetapkan dengan memperhatikan kapasitas. termasuk data 12 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan jaminan kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 18 Tempat Penimbunan Sementara yang berada di bawah pengawasan Kantor Pabean yang telah menerapkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) Kepabeanan wajib memiliki aplikasi pengelolaan barang di Tempat Penimbunan Sementara dan menyediakan media komunikasi data elektronik yang terhubung (on-line computer) dengan aplikasi kepabeanan Kantor Pabean. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib melakukan penyesuaian besarnya jaminan ke Kantor Pabean yang mengawasi. dan/atau volume Tempat Penimbunan Sementara. dan/atau pengalihan pengusahaan Tempat Penimbunan Sementara kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya. Pasal 19 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib memberitahukan setiap perubahan data. jaminan bank. uang tunai. Pasal 16 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang telah mendapatkan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2). Pasal 20 Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyampaikan daftar barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara yang telah melewati jangka waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) kepada Kepala Kantor Pabean.

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

elektronik, yang berkaitan dengan pemasukan dan pengeluaran barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara wajib menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan untuk kepentingan audit kepabeanan. Pasal 22 (1) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara bertanggung jawab atas bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang atas barang yang ditimbun dalam Tempat Penimbunan Sementara terhitung sejak saat penimbunan sampai dengan tanggal Pemberitahuan Pabean atas Impor. (2) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dibebaskan dari tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementaranya: a. musnah tanpa sengaja; b. telah diekspor kembali, diimpor untuk dipakai, atau diimpor sementara; atau c. telah dipindahkan ke Tempat Penimbunan Sementara lain, Tempat Penimbunan Berikat atau Tempat Penimbunan Pabean. (3) Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara yang tidak dapat mempertanggungjawabkan barang yang seharusnya berada di tempat penimbunannya, wajib membayar bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari bea masuk yang seharusnya dibayar. (4) Perhitungan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sepanjang tidak dapat didasarkan pada tarif dan nilai pabean barang yang bersangkutan, didasarkan pada tarif tertinggi untuk golongan barang yang tertera dalam pemberitahuan pabean pada saat barang tersebut ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara dan nilai pabean ditetapkan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Bagian Kelima Sanksi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Pasal 23 Kapala Kantor Pabean yang mengawasi Tempat Penimbunan Sementara memberikan peringatan tertulis kepada Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. tidak mengindahkan ketentuan pemisahan penimbunan barang impor, barang ekspor, dan barang untuk diangkut ke dalam daerah pabean lainnya melalui luar daerah pabean, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1); b. menimbun barang-barang berbahaya, merusak, dan yang karena sifatnya dapat mempengaruhi barang-barang lain atau yang memerlukan instalasi
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. d. e. f. g. h.

i.

atau penanganan khusus, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2); menimbun peti kemas kosong, tidak di tempat khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3); tidak memberikan identitas barang impor dan barang ekspor yang ditimbun di gudang penimbunan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (4); tidak lagi memenuhi ketentuan tentang tempat pemeriksaan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15; tidak menyerahkan jaminan sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 19; tidak memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pabean yang mengawasi sebelum memulai operasional kegiatan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17; tidak memberitahukan perubahan data dan/atau kondisi fisik Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) berdasarkan rekomendasi dalam Laporan Hasil Audit di bidang kepabeanan atau dari unit pengawasan lainnya; dan/atau tidak menyampaikan daftar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20.

Pasal 24 (1) Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dibekukan dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. menimbun barang selain yang diijinkan untuk ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. tidak lagi memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18; c. tidak menyelenggarakan pembukuan dan tidak bersedia menyerahkan dokumen dan pembukuan lainnya sehubungan dengan audit di bidang kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. tidak memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah penagihan; e. tidak memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal surat peringatan; dan/atau f. direkomendasikan oleh unit pengawasan untuk dibekukan. (2) Pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan dengan Surat Pemberitahuan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (3) Selama dalam status pembekuan, Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara dilarang memasukkan barang ke dalam Tempat Penimbunan Sementara. Pasal 25 (1) Pembekuan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 dicabut dalam hal pengusaha Tempat Penimbunan Sementara: a. telah mengeluarkan barang yang ditimbun selain yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2); b. telah memiliki dan menyelenggarakan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 sesuai waktu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal; c. telah menyelenggarakan pembukuan dan menyatakan bersedia menyerahkan dokumen yang diminta sehubungan dengan audit kepabeanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; d. telah memenuhi kewajiban pelunasan bea masuk dan/atau cukai serta pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3); e. telah memenuhi ketentuan yang menjadi alasan diterbitkannya surat peringatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23; dan/atau f. telah melaksanakan rekomendasi dari unit pengawasan. (2) Pencabutan pembekuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dengan Surat Pemberitahuan Pencabutan Pembekuan atas Keputusan Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian atau audit yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. Pasal 26 (1) Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri Keuangan melakukan pencabutan Keputusan Penetapan sebagai Tempat Penimbunan Sementara berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai. (2) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal: a. Tempat Penimbunan Sementara dalam status pembekuan dalam waktu selama 6 (enam) bulan secara terus-menerus; b. Tempat Penimbunan Sementara tidak menjalankan kegiatan/usaha dalam jangka waktu 1 (satu) tahun secara terus-menerus; c. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara terbukti bersalah telah melakukan pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan berdasarkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; d. Tempat Penimbunan Sementara dinyatakan pailit; dan/atau e. Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara mengajukan permohonan sendiri untuk dilakukan pencabutan. (3) Pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mengurangi tanggung jawab Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara untuk menyelesaikan kewajiban pabean. (4) Atas pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Pencabutan atas Penetapan Sebagai Tempat Penimbunan Sementara. BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 27 (1) Terhadap Kawasan Pabean yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean
BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007

15

memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 573/KMK.05/1997 tentang Penunjukan Tempat Penimbunan Sementara. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 147/KMK. dan c.05/1997 tentang Kawasan Pabean. wajib diajukan permohonan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Sementara sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 9 kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.K E P U T U S A N & K E T E T A P A N sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini.05/1996 tentang Tempat Penimbunan Sementara. (2) Terhadap Tempat Penimbunan Sementara yang telah ditetapkan sebagai Tempat Penimbunan Sementara sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya atas nama Menteri Keuangan memutuskan pencabutan penetapan sebagai Kawasan Pabean atau Tempat Penimbunan Sementara. ttd SRI MULYANI INDRAWATI 16 BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 394 SEPTEMBER 2007 . Agar setiap orang mengetahuinya. wajib diajukan permohonan oleh pengelola Kawasan Pabean sesuai ketentuan sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 3 atau diajukan permohonan untuk melakukan pemutakhiran data (up-dating) kepada Direktur Jenderal atau Pejabat yang ditunjuknya dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 131/KMK. (3) Dalam hal pengelola Kawasan Pabean atau Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). Pasal 30 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2007. BAB V PENUTUP Pasal 28 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2007 MENTERI KEUANGAN. Pasal 29 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini berlaku maka : a. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful