“EKONOMI POLITIK – PARADIGMA DAN TEORI PILIHAN PUBLIK” Ilmu ekonomi politik mengalami transformasi dari waktu ke waktu

dengan arah kajian, instrumen, dan objek yang berubah-ubah. Pada masa tertentu, kajian Ilmu Ekonomi Politik lebih tertuju pada aspek-aspek politik dan kebijakan pemerintah, tapi pada masa lain bergulir kembali ke arah kajian ekonomi dan kebijakan pemerintah atas bidang ini. A. Paradigma dan Sistem Ekonomi Politik Ilmu Ekonomi Politik secara konvensional mempelajari bagaimana sistem kekuasaan dan pemerintahan dipakai sebagai instrumen atau alat untuk mengatur kehidupan sosial atau sistem ekonomi. Sehingga sistem kekuasaan menjadi fokus paling utama dalam ilmu ekonomi politik. Ada 4 bentuk sistem ekonomi politik yang dominan saat ini, yaitu kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan sistem ekonomi campuran (mixed economic system). Sistem kapitalisme mengakomodasi sifat-sifat eksistensi mekanisme pasar, insentif pendirian badan usaha, motif mencari keuntungan sehingga peranan institusi pasar dan swasta dominan. Di dalam sistem kapitalisme, pemilikan (ownership) terletak di tangan individu. Dalam aktivitas ekonomi berlaku hukum pasar, yakni mekanisme pembentukan harga ditentukan oleh bekerjanya faktor permintaan dan penawaran. Peranan pemerintah terbatas untuk melakukan kontrol dan mengikuti perkembangannya agar tidak terjadi kegagalan pasar. Sebaliknya, sistem sosialisme lebih mementingkan peran negara, tetapi memberikan ruang gerak yang sedikit terhadap institusi pasar, motif mencari keuntungan, dan peranan swasta. Di dalam sistem ekonomi sosialisme, kelompok industri dasar dan sumber daya yang menyangkut kepentingan rakyat, dikuasai oleh negara. Aktivitas produksi bermotifkan faktor ekonomi dan nonekonomi. Di sinilah peranan pemerintah cukup besar, terutama pada sektor-sektor produksi strategis yang merupakan tumpuan masyarakat banyak. Pemikiran sosialis membangun fondasi komunis. Sehingga kapitalisme banyak mengambil pemikiran dasar sosialisme untuk mengeliminir kelemahan internalnya. Sistem ekonomi campuran (mixed economy) merupakan paduan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Sebenarnya sistem ekonomi ini dapat saja mneghilangkan konotasi perpaduan antara dua sistem ekonomi tersebut karena sistem ekonomi campuran dapat signifikan dalam khasnya tersendiri. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar untuk mencari keuntungan, yang terkendali oleh aturan pemerintah. Dalam beberapa abad terakhir ini analisis ekonomi politik lebih ditandai oleh dua kubu pemikiran, yaitu versi liberalisme dan komunitas (kelompok). Kapitalisme liberal dikembangkan dengan penekanan kajian terhadap bekerjanya mekanisme pasar dan alasan logika ekonomi yang rasional. Sementara, kelompok Marxis lebih menekankan pada telaah terhadap kekuasaan yang banyak mempengaruhi hasil proses politik yang berkaitan dengan ekonomi. B. Teori Ekonomi Politik Baru

membantu menganalisis biaya dan manfaat suatu kebijakan tertentu. Cara pandang ini memperlakukan individu (yang terikat dalam kelembagaan) sebagai pengambil sikap yang rasional. pendekatan EPB merupakan transformasi pendalaman teoritis untuk menjelaskan berbagai aspek manusia dengan institusinya. Dengan demikian. Merupakan proses perkembangan pendekatan EPB dalam menganalisis hubungan rasional antara petani dengan politik.Perkembangan ilmu ekonomi politik menunjukkan semangat dan gairah baru setelah lahir dan tumbuh perspektif teori Ekonomi Politik Baru (EPB) atau ”The New Political Economy” atau lebih dikenal dengan ”Rational Choice (RC)” dan ”Public Choice (PC)”. negara atau pemerintah. c. b. Pendekatan EPB dalam tiga dekade terakhir semakin terlihat jelas dengan ditandai oleh tiga karya penting yaitu : a. maka pengambi keputusan sampai pada pilihan kebijakan yang paling baik. Dalam teori ini Popkin melakukan analisis ekonomi politik yang didasarkan pada fakta dan eksistensi alasan rasional. yang rasional. interaksi kolektif melibatkan masyarakat luas dengan pemerintah sebagai pihak yang mengeluarkan kebijakan melalui pasar. Konsumsi atau pemanfaatan atas barang tersebut oleh individu atau sekelompok individu akan berimplikasi . C. fenomena dan kelembagaan nonpasar. termasuk melihat peran negara di dalam kegiatan dan transaksi ekonomi. pendekatan EPB lebih bersifat liberal-individual tetapi tidak berkembang tanpa memperhatikan realitas sosial sebagai basisnya. Teori Organisasi dan Tindakan Kolektif 1. yang dianalogikan pada faktor individual. Dalam perspektif EPB ini. Dengan demikian. Menjelaskan hubungan kepentingan individu dengan kepentingan publik. Dengan dasar rasional tersebut. Pasar dan Negara Dikemukakan oleh Robert Bates. Dalam perspektif EPB. yang sesungguhnya ada pada sikap dan tindakan petani. Barang Publik. Pasar dimanfaatkan oleh petani sebagai instrumen politik dan pasar dimanfaatkan politisi sebagai instrumen kontrol atas masyarakat. Kebijakan Publik : Kelangkaan dan Pilihan Dikemukakan oleh Donald Rotchild dan Robert Curry. Petani Rasional Dikemukakan oleh Samuel Popkin. Teori ini berusaha untuk menjembatani ilmu ekonomi dengan menelaah fenomena ekonomi dalam perspektif mekanisme pasar. Pendekatan EPB juga berusaha untuk memahami realitas politik dan bentuk-bentuk sikap sosial lainnya dalam kerangka analisis. Analisis EPB ini sangat aplikatif untuk melihat fenomenafenomena ekonomi dan politik yang terjadi di negara berkembang. Barang Publik Barang publik berdimensi kolektif karena pemanfaatan atau tindakan yang dikenai atas barang publik tersebut akan berdampak positif atau negatif terhadap individu lainnya. Kajian ini dipakai untuk mengklarifikasi pilihan-pilihan terbuka untuk pengambilan keputusan. dan dengan fenomena dan kelembagaan non-pasar pada bidang di luar ekonomi. ilmu ekonomi politik terbuka untuk memahami masalah.

Teori pilihan publik ini berguna untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena nonpasar. Pilihan publik adalah sebuah perspektif untuk bidang sosial dan politik yang muncul dari pengembangan dan penerapan perangkat dan metode ilmu ekonomi. institusi pertukaran dapat menjadi paradigma dasar yang dapat memberikan landasan teoritis bagi ilmu ekonomi dan politik. yaitu manfaat bersama yang disediakan oleh negara. Dengan demikian. layanan birokrasi. bentuk. Negara mempunyai kewajiban menyediakan barang publik. Pandangan ini menjanjikan untuk dapat menjelaskan lebih tepat tentang fenomena sosial dan politik. Barang publik murni mempunyai dua karakteristik utama. Warga negara wajib membayar pajak karena negara pun menyediakan layanan-layanan publik yang bersifat mutlak seperti pertahanan keamanan. Selanjutnya Buchanan mengulasnya dari dua aspek yang merupakan dua elemen pokok dari perspektif public choice yaitu pendekatan ”catallactics” dan aspek ”homo economicus”. Negara sebagai sebuah organisasi juga mempunyai tujuan mewujudkan cita-cita suatu bangsa. Jika seseorang mengkonsumsi barang publik. Dari dasar berpikir seperti ini. Dalam sistem keuangan. yaitu penggunaannya tidak dimediasi oleh transaksi yang bersaing (non-rivalry) sebagaimana barang privat. analisis selanjutnya sampai pada konsep dasar yang disebut barang publik. dan sebagainya. dan ukuran organisasi. setelah masyarakat membayar pajak. Pendekatan ”catallactics” dipakai sebagai suatu pendekatan ekonomi dan sebagai subjek pencarian dan gambaran perhatian langsung dari proses pertukaran (process of exchange). barang publik adalah barang (atau jasa) yang tidak bisa dikonsumsi secara individu tetapi tanpa mempunyai pengaruh apapun terhadap individu-individu lain di dalam suatu kelompok. Dengan cara pandang baru ini. setiap organisasi lahir dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan bersama dari individu-individu yang terlibat di dalamnya.terhadap individu atau kelompok individu lainnya. 2. tetapi dalam realitas sosial ekonomi masyarakat terdapat banyak perbedaan tipe. Untuk itu biasanya pemerintah terlibat secara langsung dalam penyediaan barang publik murni sebagai pelengkap dalam sistem ekonomi. Teori Pilihan Publik (Public Choice) James Buchanan mempelopori lahirnya perspektif atau teori pilihan publik (public choice). maka ilmu politik bisa mendapat . D. maka pengaruhnya akan dirasakan oleh individu lainnya. Perbedaan tersebut menimbulkan implikasi yang berbeda jika dipakai sebagai alat kelembagaan oleh pelaku individu atau kelompok. Konsep ini menjadi dasar pemikiran bagaimana seharusnya negara mengalokasikan sumber keuangannya secara efektif (study of public finance). dan tidak dapat diterapkan prinsip pengecualian (non-excludability). negara mempunyai kekuatan memaksa atas dasar hukum dan perundangundangan yang dibuat untuk mewajibkan warganya membayar pajak. Teori Organisasi dan Teori Kelompok Meskipun organisasi bisa dipahami secara umum. Dengan demikian. Pilihan publik bukan sekedar metode dalam arti sempit dan juga bukan alat analisis biasa yang dipakai untuk menjelaskan kejadian atau fenomena sederhana. Dari pemahaman ini.

kesejahteraan individu dan kemajuan ekonomi tidak hanya sekedar produk dari transaksi pasar tanpa melibatkan negara. pendidikan dan aspek lainnya ikut menentukan perkembangan ekonomi. Usaha menempatkan peran negara tetap dalam rangka tujuan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat dalam wujud ”welfare economics”. maka pemerintah merupakan produsen barang publik sedangkan birokrat adalah distributornya. tugas birokrasi tidak hanya menyangkut urusan sosial dan politik. Arti sebenarnya dari konsep ini adalah bahwa manusia cenderung memaksimalkan manfaat utilitas untuk dirinya karena dihadapkan pada kenyataan akan keterbatasan sumber daya yang dimilikinya. Dalam analogi ini. kelembagaan dan politik masyarakat. pemerintah dipilih melalui pemilihan umum. ternyata hukum. kelembagaan. dan faktor-faktor nonekonomi lainnya. Negara atau birokrasi adalah sebuah entitas kelembagaan yang paling dominan dan sangat berpengaruh dalam kehidupan ekonomi. efisiensi. adanya kegagalan pasar membuka kemungkinan masuknya peranan negara untuk mendorong ke arah terwujudnya mekanisme pasar yang efektif. Mazhab public choice dapat menjelaskan perspektif birokrasi dari sisi ekonomi dengan melihat penawaran dan permintaan barang dan jasa yang disediakan. E. peraturan. Teori Birokrasi dan Peran Negara Di dalam ekonomi ada nuansa sosial. Di dalam demokrasi. Pertama. kegagalan publik untuk menumbuhkan sistem ekonomi menyebabkan pasar yang efektif dan efisien tidak terwujud sehingga menunda kesejahteraan pelakunya. Kedua. kenyataan kegagalan distribusi pendapatan dan ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Namun untuk memasukkan peran pemerintah perlu basis teori tentang pemerintah untuk mengetahui bagaimana seharusnya pemerintah bersikap dan bertindak di dalam sistem ekonomi pasar. seperti transportasi. Permintaan untuk komoditi birokrasi (bureau product) datang dari pemerintah. Ketiga. tetapi juga menyangkut masalah-masalah ekonomi. Tugastugas dalam bidang ekonomi harus mempertimbangkan perspektif teori-teori ekonomi yang mengarah pada pasar. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap mekanisme pasar yang terbentuk dan transaksi ekonomi yang terjadi. budaya. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesejahteraan yang optimal bagi pelaku ekonomi yang ikut di dalamnya. Peran negara tidak bisa dilepaskan dari kerangka teori ini karena misi normatifnya adalah terus meningkatkan kesejahteraan individu di dalam lingkup negara dimana kegiatan ekonomi dan pembangunan dilaksanakan. pencapaian keuntungan yang optimal dan kesejahteraan anggota masyarakat secara umum. Sedangkan pentingnya peranan pemerintah di dalam sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut. Fenomena ekonomi. Sedangkan konsep homo economicus dipakai untuk menjelaskan prespektif public choice yang bersifat inklusif.pencerahan sehingga institusi politik menjadi lebih egaliter dan demokratis. Barang publik. kesehatan dan listrik biasanya disediakan oleh pemerintah dari parpol pemenang pemilu. . Barang publik tersebut kemudian didistribusikan oleh birokrat. Dalam kenyataannya. Dengan demikian.

Kelemahan yang kedua adalah dalam buku Ekonomi Politik – Paradigma dan Teori Pilihan Publik tidak dipaparkan sejarah lahir dan perkembangan ekonomi politik yang terjadi saat ini. Di dalam buku tersebut dipaparkan tentang pemisahan penerapan ekonomi politik dalam segi politik dan segi ekonomi. buku tersebut tidak mempunyai pengagendaan implementasi ekonomi politik di Indonesia. Di dalam buku ini juga memfokuskan pada bagaimana implementasi ekonomi politik diterapkan dalam agenda kebijakan pembangunan di Indonesia. Peranan pemerintah lebih tertuju untuk melalukan redistribusi atau pengalokasian kembali sumber-sumber ekonomi. model neo – klasik dan model ”political development issues”. Untuk melengkapinya. . CRITICAL REVIEW BUKU “EKONOMI POLITIK – PARADIGMA DAN TEORI PILIHAN PUBLIK” Dalam buku Ekonomi Politik – Paradigma dan Teori Pilihan Publik masih terdapat beberapa kelemahan-kelemahan yang perlu untuk diperbaiki. justru akan membentuk perkembangan perekonomian yang berlandaskan KKN. Model pendekatan ekonomi politik tersebut antara lain adalah model normatif. MS dalam bukunya Politik Lokal dan Pembangunan. Kelemahan yang ketiga adalah buku Ekonomi Politik – Paradigma dan Teori Pilihan Publik tidak memaparkan kemungkinan penerapan ekonomi politik dari segi politik dan segi ekonomi secara terpisah serta tidak memaparkan dampak-dampak dari demasifikasi ekonomi politik. Di antaranya masih terdapat permasalahan dan topik yang belum atau tidak dimuat. Untuk itu. Politik Internasional dan Pembangunan karangan DR Mohtar Mas’oed yang menyebutkan aspek historikal dari perkembangan ekonomi politik. Model pendekatan ekonomi politik ini dikemukakan oleh DR Hilmy Mochtar. Selain itu. Kelemahan yang pertama adalah di dalam buku Ekonomi Politik – Paradigma dan Teori Pilihan Publik tidak disebutkan model pendekatan ekonomi politik yang digunakan. Buku ini juga memaparkan tentang kecenderungan negatif dari demasifikasi ekonomi politik dimana pengelolaan politik yang semestinya berperan sebagai prakondisi lahirnya daya saing perekonomian masyarakat. beberapa buku digunakan sebagai pelengkap dan acuan dalam pemberian kritik dari buku Ekonomi Politik – Paradigma dan Teori Pilihan Publik tersebut. digunakan buku Ekonomi.Pasar yang tidak bekerja sempurna dan informasi yang pincang menyebabkan alokasi sumbersumber ekonomi tidak terjadi secara adil dan proporsional. Topik tersebut dapat ditemukan dalam buku Demasifikasi Pemerintahan : Perspektif Marzuki Usman.

[1] Dalam penggunaannya secara tradisional. Pembelajaran Ilmu Ekonomi Politik merupakan pembelajaran ilmu yang bersifat interdisiplin. istilah . ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Korupsi merupakan salah satu contoh kasus yang dapat dianalisis dengan pendekatan ekonomi politik Ilmu Ekonomi Politik adalah bagian dari ilmu sosial yang berbasis pada dua subdisiplin ilmu. dalam perkembangan yang berikutnya. [1] Fokus dari studi ekonomi politik adalah fenomena-fenomena ekonomi secara umum. 1989).[1]. [1] Ilmu ini mengkaji dua jenis ilmu yakni ilmu politik dan ilmu ekonomi yang digabungkan menjadi satu kajian ilmu ekonomi politik. yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. yakni politik dan ekonomi. yang bergulir serta dikaji menjadi lebih spesifik .Ilmu ekonomi politik Dari Wikipedia bahasa Indonesia.yakni terdiri atas gabungan dua disiplin ilmu dan dapat digunakan untuk menganalisis ilmu sosial lainnya dengan isu-isu yang relevan dengan isu ekonomi politik. istilah ekonomi politik dipakai sebagai sinonim atau nama lain dari istilah ilmu ekonomi (Rothschild. [1] Namun.

[3] Dalam ekonomi politik. Sistem Ekonomi Indonesia: Politik Adalah Panglima Posted: 4 Oktober 2010 in Ekonomi-Politik Tag:Kapitalisme.[3] Sehingga dalam studi ekonomi politik akan ditemui masalah atau pertanyaan yang sama peliknya mengenai bagaimana faktor-faktor politik itu memengaruhi kondisi-kondisi sosial ekonomi suatu negara. pancasila. pertumbuhan ekonomi dan ketergantungan kelas sosial di masyarakat. [1] Namun karena sifatnya yang longitudinal[4].ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik. sehingga para ilmuwan ini berusaha untuk mencoba mengkaji hal ini dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dalam ekonomi politik. yakni berusaha membandingkan secara eksplisit. sosialisme 1 . [3]  Pendekatan Neo-Marxis Pendekatan neo-marxis dalam ekononomi politik. mengenai pentingnya aspek-aspek ekonomi makro dari sistem ekonomi dan sistem politik. Pendekatan ini juga menyoroti dan memodelkan berbagai perbedaan antar-negara di bidang kesejahteraan. yakni sistem ekonomi yang berorentasi pasar (ekonomi liberal)dengan sistem ekonomi terencana atau yang lebih dikenal sebagai sistem ekonomi terpusat (sosialis).[3] Terkait dengan hal tersebut. menekankan pada sifat holistik yakni analisis secara menyeluruh. maka hasil yang dimunculkan oleh model-model pilihan publik berbeda-beda pada satu negara ke negara lainnya. pendekatan ini memiliki model yang memiliki aspek komparatif. yang menempatkan sikap rasional idividu di dalam institusi non-pasar.[3].[3]. [3] Aktor dianggap sebagai pelaku dari kegiatan ekonomi dan politik dan berlandaskan pada asumsi dasar individualisme metodologis. juga tidak boleh terlepas dari sistem ekonomi di negara yang bersangkutan. sistem ekonomi. analisisnya tertuju pada aktor. Selain itu. [1] Adanya kelemahan instrumental ini menyebabkan banyak kalangan ilmuwan dari kedua belah pihak – berusaha untuk mempertemukan titik temunya. [3] [sunting]Pendekatan dalam Ekonomi Politik  Pendekatan Pilihan Publik Pilihan publik adalah suatu sikap individu dalam menentukan pilihan mereka secara rasional. setidaknya dalam berbagai jenis yang ada.[2] Dalam upaya memaksimalkan studi mengenai ekonomi politik. terdapat dua sistem ekonomi besar dunia yang dibagi menjadi dua kategori pokok.

Awalanya pemerintah melakukan pemulihan stabilitas ekonomi. Ketidakstabilan politik terus berlangsung hingga masa orde ini selesai ketika kudeta dari PKI berhasil digagalkan dan kemudian system ekonomi Indonesia menjadi berubah haluan dari pemikiran (cenderung) sosialis ke kapitalis. hingga kemampuan pemerintah dalam menyususn rencana dan strategi pembangunan yang baik juga masih menjadi kendala untuk perekonomian Indonesia. Pemerintah juga menyusun rnacana pembangunan lima tahun secara bertahap yang mencerminkan pemikiran Rostow yakni “stages of growth”. Dampak repelita yangtelah disusun ternyata memberikan hasil yang cukup memuaskan. Adalah Orde Baru yang menjadi era baru setelah Orde Lama. anti imperialisasi. Sedangkan factor eksternal terdiri dari : perkembangan teknologi. dan keamanan global. dan melupakan sisi pemerataan pendapatan masyarakat. kuantitas dan kualitas sumber daya alam dan sumber daya manusia. mengurangi deficit keuangan pemerintah. system politik. Perubahan ekonomi structural juga terlihat terutama dari sector pertanian dan sktor industri. keterbatasan akan factor produksi mulai dari kualitas SDM. World Bank. Hal tersebut bertujuan untuk menekan kembali tingkat stagflasi. Selain kondisi politik di dalam negeri yang tidak mendukung.Pola dan proses pembangunan ekonomi di suatu negara ditentukan oleh dua macam faktor. termasuk ekspor. dan ADB beserta negara-negara maju lain dengan membentuk kelompok IGGI (Inter Government Group on Indonesia) yang bertujuan untk membiayai pembanguan ekonomi Indonesia. Sebenarnya haluan politik yang agak berhaluan komunis (sejatinya adalah refleksi dari nasionalisme Indonesia) itu hanyalah meruapakan suatu refleksi dari perasaan antikolonialisasi. social dan budaya. social. teknologi. Orde yang dipimpin oleh Suharto lebih memfokuskan pada peningkatan kesejahteraan dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi yang berideologi pembangunanisme dengan stabilitas keamanan dan politik sebagai pendukung utama. Pada masa ini Indonesia menjadi lebih condong ke arah Barat dan menjauhi pengaruh ideologi komunis. dan antikapitalis. Usaha-usaha pemerintah tersebut mendapatkan apresiasi dari lembaga internasional seperti IMF. dan menghidupkan kembali kegiatan produksi. modal. Penerapan system ekonomi terbuka yang dilakukan oleh Suharto memang berdampaak baik pada pembangunan Indonesia di . dan peranan pemerintah dalam ekonomi. tahun-tahun pertama merupakan periode yang sangat kritis. yakni internal dan eksternal. Indonesia pun sempat mengalami keadaan seperti itu. Kecenderungan pemerintahan Sukarno yang dianggap berhaluan Komunis membuat Indonesia sulit untuk mendapatkan dana dari negara-negara Barat baik dalam bentuk pinjaman maupun penanaman modal asing. Pada negara-negara yang baru merdeka pasca Perang Dunia II. Laju pertumbuhan rata-rata per tahun menjadi cukup tinggi dibandingkan pada masa Orde lama. kondisi awal ekonomi. serta rehabilitas ekonomi. Untuk faktor-faktor internal terdiri dari: kondisi fisik. dan politik. lokasi geografi. Perningakatan kontrbuis output dari sector industry manufaktur terhadap pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) mencerminkan adanya suatu proses industrialisasi di Indonesia. kondisi perekonomian dan politik dunia. Padahal pada saat itu Indonesia benar-benar membutuhkan dana yang sangat besar dalam upayanya merekonstruksi ekonomi negaranya.

perubahan system ekonomi yang diterapkan dari masa ke masa di Indonesia menjadi focus utama makalah ini. maka diperlukan seperangkat pisau analisa untuk mengetahui mengapa suatu system ekonomi dijadikan rujukan. Hubungan pemerintah Indonesia dengan IMF juga tidak baik karena sering ditundanya APBN 2001. Kondisi moneter pun sudah mulai stabil. Namun. Hal ini terlihat dari tingakt kesenjangan yang semakin besar dan jumlah kemiskinan yang terus meningkat. terlihat dari laju inflasi dan tingkat suku bunga yang rendah. Tanggal 21 Mei 1998 Suharto mengundurkan diri dan diganti oleh BJ Habibie. Hal ini ditujukan untuk mengetahui perkembangan system ekonomi Indonesia. kondisi social masyarakat Indonesia masih dipenuhi dengan konflik disintegrasi dan SARA. dominasi kekuatan capital terhadap arah kebijakan pemerintah.23/1999. system ekonomi Indonesia juga mengalami banyak pergeseran dalam segala hal. juga pertikaian elite politik yang semakin besar. Namun. dan orde reformasi. perekonomian Indnesia menjadi jauh lebih baik lagi dengan laju pertumbuhan hamper mencapai 5%. Dengan kondisi perekonomian yang carut marut. Laju pertumbuhan PDB mulai positif meskipun hanya mengalami kenaikan sedikit. serta masalah amandemen UU No. Orde Baru menghadapi permasalahan sulit yakni ketika krisis ekonomi Asia yang kemudian menjelma menjadi krisis politik dimana ribuan mahasiswa berunjukrasa menuntut agar Suharto di turunkan. dan mengetahui pengaruh kebijakan politik terhadap arah pembangunan ekonomi. Untuk menjelaskan dan mendeskripsikan penerapan system ekonomi di Indonesia dari masa ke masa. Untuk itu. Pada masa pemerintahannya tidak ada perubahan yang nyata bahkan permasalahan semakin bertambah dan muncul banyak konflik. makalah ini juga berusaha mendeskripsikan sitem ekonomi yang diambil dengan patokan perubahan politik dalam skala nasional. world system theory digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi mengingat variable ketergantungan sangat dominant dalam . Pada tahun 2000. ketidakstabilan di berbagai bidang membuat para pelaku bisnis termasuk investor asing enggan untuk melakukan bisnis dan menanamkan modalnya di Indonesia. pada tahun 1999 kondisi perekonomian mulai menunjukan adanya perbaikan. Kondisi demikian dapat dilihat dari amandemen UUD 1945 yang ke-4 pada pasal 33 yang mana menjadi katup pengaman sekarang berubah drastic untuk melayani kebutuhan modal.tingkat makro. Dibandingkan tahun sebelumnya. orde baru. Selain itu. yaitu: orde lama. factor-faktor penyebab perubahan system ekonomi. dan peranan Negara yang diperkecil di bidang ekonomi menjadikan Indonesia pada zaman orde baru dan reformasi sekarang ini mengalami instabilitas. Belum lagi demonstrasi buruh yang semakin gencar karena tidak puas dengan kondisi perekonomian dalam negeri. Hal ini justru membuta keadaan ekonomi Indonesia menjadi lebih terpuruk dair sebelumnya. pada tingkat mikro justru berbalik 180 derajat. Penerapan otonomi daerah (terutama tentang kebebasab daerah untuk pinjam dari luar negeri). Kedudukan BJ Habibie digeser oleh KH Abdurrahman Wahid yang memenangkan pemilu tahun1999 dan kemudian berganti dengan pemerintahan reformasi. Karena itu. Ketergantungan terhadap pihak asing.

penerapan demokrasi menjadi misi utama dalam membangun masyarakat Indonesia dalam wujud demokrasi sejati yang mencari keberesan politik dan ekonomi. maka pemilahan kurun waktu menjadi suatu keharusan karena didalamnya terjadi perubahan politik cukup signifikan terhadap arah kebijakan ekonomi. pemerintah menjalankan prinsip-prinsip nasionalisme sebagai upaya mengatasi segala permasalahan. Humanisme dalam hal ini mempunyai tonggak dasar. juga sisi ekonomi. Pengkerdilan yang terus-menerus terjadi melalui imperialisme harus mendapatkan titik tekan utama supaya pencapaian atas cita-cita kemerdekaan dapat diwujudkan. kapitalisme global telah menjadikan system ekonomi Indonesia mengarah pada spectrum kapitalistik karena besarnya pengaruh modal terhadapnya. Nasionalisme yang dijalankan atas dasar kepentingan masyarakat secara keseluruhan yang mana segala tinadakan-tindakannya mempunyai makna kontekstual dalam masyarakat itu sendiri. semiperiphery. Menurut teori ini. kondisi seperti ini menyebabkan segala kebijakan yang akan diambil harus disesuaikan dulu dengan kebijakan Negara diatasnya. dunia dunia terdiri dari 3 kelompok besar Negara: core. kondisi sosio-politik yang belum stabil terutama di awal kemerdekaan menjadikan Indonesia kurang begitu memperhatikan pembangunan ekonominya. Negara periphery sangat tergantung terhadap Negara-nergara yang posisinya lebih tinggi karena adanya heemoni kapitalime didalamnya dan mendapatkan persetujuan dari yang bawah diluar kesadaran mereka. Sebagai sebuah Negara baru. Kedua . Kondisi seperti ini terlihat pada ketiadaan kemandirian dengan tergantung pada utang luar negeri yang menyebabkan Indonesia harus tunduk pada pemilik modal. Pencarian kemerdekaan ini tidak terlepas dari situasi dunia kolonial saat itu karena imperialisme telah merebut rasa percaya diri. demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Suatu bentuk demokrasi yang tidak hanya focus pada kesetaraan politik belaka. ORDE LAMA Untuk menjelaskan system ekonomi pada zaman orde lama. masalah pemilahan atas dasar kurun waktu di tumpang tindihkan untuk membatasi peran kondisi politik saat itu. “pencaharian merdeka”. dan periphery yang dikemudikan oleh kapitalisme global. Tetapi dalam hal ini. konsepsi yang dilahirkan oleh founding fathers menjadi rujukan didalamnya meskipun terbatas dalam implementasinya karena disibukan urusan mempertahankan eksistensi sebagai Negara baru. Dalam konteks ini.perumausan kebijakan. Selain itu. sebagai Negara peripheri. Situasi politik ini (sebagai setting waktu) mempunyai pengaruh atas bagaimana pemerintah pada saat itu mengarahkan pembangunan ekonominya dengan menggunakan metode yang mereka jalankan. Pada kurun waktu ini. yaitu. melainkan juga melirik masalah kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dengan kata lain adanya suatu perlindungan terhadap masyarakat yang tidak terbatas pada sisi politik belaka. baik internal maupun eksternal. dan menginjeksi rasa ketidakmampuan pada rakyat Indonesia. Dalam kasus Indonesia.

Indonesia dianggap menerapkan kebijakan komunis dalam mengatur perekonomian Negara. Dan dengan ekonomi nasionalis tersebut. kebijakan ini membawa konsekuensi-konsekuensi terhadap perkembangan perekonomian. dan campuran. Hal ini tidak terlepas dari adanya anggapan bahwa liberalisasi ekonomi merupakan prasyarat mutlak agar tidak di cap sebagai Negara komunis. kemandirian ekonomi 3.konsepsi diatas secara riil tidak dapat berjalan maksimal mengingat masih adanya invasi-invasi militer belanda dan pemberontakan-pemberontakan di berbagai daerah yang mengharuskan pemerintah untuk bersikap di area ini. Sikap ini membawa implikasi lanjut terhadap respon luar negeri terutama Negara-negara maju terhadap posisi Indonesia. Sikap politik pemerintah yang anti kolonialis dan anti imperialis secara riil diwujudkan dalam bentuk penolakan pemerintah terhadap segala bentuk bantuan asing ke Indonesia dan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang dianggap menguasai hajat hidup orang banyak. Dilihat dari kacamata barat (konteks perang dingin). secara politik Indonesia di cap menerapkan system ekonomi sosialis sebagai dasar pijakan. dan kebijakan itu terkenal dengan slogan go to hell with your aids dengan penegasan penggolongan dunia dalam dua kelompok: NEFOs dan OLDEFOs. kapitalis. Dalam konteks pemahaman atas system ekonomi yang terdiri dari: system ekonomi sosialis. Tetatpi secara konseptual (ekonomi) dapat digolongkan dalam kerangka system ekonomi campuran meskipun secara mendasar berbeda karena adanaya unsure-unsur nasionalisme dan demokrasi ekonomi yang melandasi pelaksanaan pembangunan ekonomi di masa orde lama. Posisi ini merupakan pengejawantahan sikap antikolonialisme dan antiimperialisme yang saat itu sangat deras didengungkan oleh pemerintah sebagai respon atas perkemnagan kondisi perekonomian saat itu. terhentinya dana bantuan luar negeri Implikasi-implikasi diatas merupakan akibat positif dan negative yang harus diterima karena penerapan kebijakan ekonomi nasinalistik itu. antara lain: 1. kurang diminatinya Indonesia sebagai tempat investasi asing 4. Indonesia mengalami marginalisasi dibidang ekonomi dalam berbagai sektor atas pilihan-pilihannya. adanya kepercayaan diri bangsa Indonesia akan kekuatan yang dimilikinya 2. Secara ekonomi. ORDE BARU .

dan meningkatkan ketergantungan perekonomian Negara terhadap kepentingan para pemodal internasional sehingga Indonesia tidak mampu mengenali identitas diri yang sebenarnya. maka secara otomatis juga berpengaruh terhadap penerapan system ekonomi di Indonesia. Kebijakan liberalisasi capital pada zaman ini secara massif bergulir kencang yang dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah dalam rangka mengurangi peran Negara di sektor ekonomi. Tetapi dalam hal ini Indonesia juga mempunyai potensi untuk jatuh karena rentan akan krisis pembayaran. Dimulai dari usaha “mafia Berkeley” yang merancang perekonomian Indonesia. Dan pemikiran-pemikiran ekonomi di Indonesia lebih cenderung di dominasi pemikiran pro pasar yang diwujudkan dengan merangkul kembali lembaga-lembaga keuangan internasional (IMF dan Bank Dunia) yang sebelumnya dimusuhi oleh orde lama. Sejak tahun-tahun awal kemunculannya. Kebijakan liberalisasi di bidang ekonomi menggejala dimana-mana dan pembangunan dititikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas keamanan dan politik sebagai pendukung utama. melainkan pemerintah harus melakukan serangkaian penyesuaian structural menurut kehendak mereka. Bantuan tersebut tidak terbatas sekedar bantuan belaka. lembaga-lembaga tersebut mempunyai keleluasaan untuk mengatur langkah-langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk pemulihan ekonomi secara terus-menerus. Multiplier effect dari kondisi ini menjadikan terbentuknya hegemoni oleh pemilik capital yang menyebabkan krisis identitas. kebijakan ekonomi orde baru bertolak belakang dengan orde lama dengan menunjukkan ketertarikan yang luar biasa untuk bersahabat dengan kekuatan capital internasional. lembaga-lembaga donor maupun investorinvestor dengan modal besar. Ketergantungan ini juga mengakibatkan pergeseran peran Negara dalam melindungi dan melayani rakyat menjadi penghamba kepada pemodal internasional. Hal ini telah mematikan sejumlah kreativitas masyarakat untuk mandiri seperti zaman orde lama. Bank Dunia dan IMF diundang untuk membantu memecahkan persoalan ekonomi yang terjadi dengan meminta bantuan (utang). Pembangunan ekonomi yang semula di tempatkan dalam masyarakan untuk menjaga kemandirian diganti oleh pihak swasta yang mempunyai kelebihan capital dan utang luar negeri sebagai sokoguru. dengan pendekatan tabungan dan investasi untuk memicu pertumbuhan. Dari system ekonomi yang cenderung sosialis berbalik menjadi system ekonomi kapitalistik yang mana peran Negara dalam mengatur perekonomian digantikan oleh sektor swasta dengan menisbikan eksistensi Negara didalamnya. Kondisi demikian disebabkan oleh ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri untuk pembiayaan pembangunan. Kondisi ini menciptakan ketergantungan dalam diri masyarakat Indonesia karena terus memperlemah kemampuan pemerintah untuk melindungi Negara dan rakyatnya. Struktur demikian ini mengakibatkan terjadinya kemiskinan structural akibat ketimbangan struktur yang terjadi dalam masyarakat yang mana pemerataan pembangunan tidak terwujud karena adanya konsentrasi capital pada satu titik tertentu. Karena itu. Pergeseran system ekonomi Indonesia mengalami signifikansi sangat drastic mengingat perpindahan kekuasaan yang terjadi berjalan tidak alami.Ketika orde lama runtuh pada tahun 1966 dan digantikan oleh orde baru sebagai suatu rezim. Hegemoni tersebut berperan sebagai mekanisme penguasaan pemodal .

maka semua orang menyadari betapa terkaitnya masalah-masalah ekonomi dengan masalah-masalah politik. Ekonomi–politik adalah pendekatan yang mengupas/ menganalisis pola hubungan dan pola kepentingan berbagai golongan dan kelas yang terkandung dalam berbagai proses perubahan ekonomi modern. utang luar negeri uga dijadikan basis investasi dan tabungan Negara yang menyebabkan lahirnya ketergantungan dalam masyarakat Indonesia dalam membangun perekonomia. Kondisi seperti ini tidak hanya melunturkan peran Negara saja. yaitu : kaum kaya dan kaum miskin. orang kini mengerti hubungan antara ekonomi dengan politik. mulai menyadari keterbatasan ilmu ekonominya dan mulai memasukkan faktor politik ke dalamnya. Bagaimana kejatuhan Suharto sangat terkait erat dengan kejatuhan ekonomi Indonesia. ORDE REFORMASI Sejak krisis 1997. Akan tetapi sesungguhnya pendekatan ekonomi-politik jauh lebih dalam daripada hanya hubungan antara ekonomi dan politik maupun penataan kelembagaan dan isu good-governance dari Bank Dunia. Masalah perubahan dan transformasi sosial dari berbagai kelas dan golongan sepanjang sejarah terkait erat dengan bagaimana berlangsungnya proses pemupukan modal dan akumulasi kekayaan di masyarakat. yaitu keterkaitan mendalam antara hubungan-hubungan sosial-ekonomi dengan kekuasaan (politik). dengan pertumbuhan ekonomi bahkan menjadi minus dan utang meroket 2. Dan situasi ekonominya tidak juga membaik-baik. moneter dan fiskal. juga merugikan masyarakat karena ketergantungan itu mematikan kreativitas dan secara sengaja melahirkan kemiskinan dan ketimpangan social. terlihat dari serangkaian kebijakan deregulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah guna menarik modal asing sebesar-besarnya. terutama karena situasi politiknya yang serba tidak pasti. Ini adalah analisis ekonomi politik. kaum tani dan kelompok industrialis. penegakan HAM atau proses pelembagaan politik. . Hal ini yang semakin lama semakin menciptakan kesenjangan di antara berbagai golongan/kelas di masyarakat. tetapi juga harus mengutak-atik masalah demokrasi. kelas pengusaha dan kelas buruh. Bahkan kini para ekonom ortodoks. Selain itu. Secara awam. Dapat disimpulkan bahwa pada masa orde baru system ekonomi Indonesia sangat bernuansas kapitalistik sekali. khususnya ekonomi modal (ekonomi kapitalisme). kelompok pekerja dan kelompok majikan.5 kali lipat hanya dalam 2 tahun.terhadap kinerja Negara yang menyebabkan terkurungnya ruang gerak pemerintah dalam mengatasi permasalahan terjadi dalam masyarakat. Tidak bisa lagi hanya mengutak-atik instrumen ekonomi makro.

Paham ini sekarang juga dipeluk oleh para ekonom mainstream di setiap negara. Karena itu juga bersifat doktriner. Dan sebenarnya juga mampu menjelaskan situasi Indonesia sebelum krisis. sebuah free-fight liberalism (liberalisme pertarungan bebas). bukan atas dasar kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya. sehingga ekonom-ekonom ini justru ikut serta menggerogoti negaranya sendiri. Doktrin Neo-Liberalisme adalah kembali kepada prinsip “Laissez-Faire” (kompetisi bebas) yang ekstrim. Tidak dipermasalahkan siapa yang tumbuh dan siapa yang dirugikan. Ilmu ekonomi ortodoks bersifat sangat positivis. yang menyerahkan sepenuhnya sistem perekonomian kepada kehendak dan mekanisme pasar bebas. tumbuh pula ekonomi-politik sebagai penentangnya. selayaknya mempelajari kembali ekonomi-politik. kepentingan pasar sangat dominant atas segala arah kebijakan dan ukuran keberhasilannya sehingga masyarakat sebagai subyek dalam hal ini dijadikan obyek ekonomi belaka. volatilitas pasar uang dan modal . Pada orde reformasi ini. yang dianggap merupakan resep pokok berjalannya sistem ekonomi. dan menjadi corong saja dari kepentingan badan-badan multilateral. Menurut Giddens. Bukti riil besarnya pengaruh pasar beserta lembaga donor terlihat pada kebijakan kenaikan harga BBM yang banyak diengaruhi oleh kesepakatan-kesepakatan multilateral dan kondisi pasar dunia. Doktrin ini semakin besifat fundamentalis dengan menguatnya Neo-liberalisme. yaitu melalui konsep pertumbuhan ekonomi. Liberalisme ekonomi memang akan melahirkan korban-korban dan pemenang-pemenang. Akan tetapi pendekatan ini bertabrakan dengan ilmu ekonomi ortodoks (economics). ekonomi. mengabaikan hubungan-hubungan sosial-ekonomi.Analisis ekonomi-politik sangat cocok dalam menjelaskan situasi di Indonesia setelah krisis. maka lebih baik menyingkirkan demokrasi. yang tidak diregulasi dan dibatasi. Bahkan kalau demokrasi menghalanginya. Ini adalah kembali ke masa awal pertumbuhan kapitalisme. tanpa mengindahkan konteks dan keberagaman situasi ekonomi berbagai negara. globalisasi mempengaruhi keseluruhan system yang ada dalam Negara. Hal itu tidak menjadi soal. Dan seperti pada masa itu. Meskipun secara konseptual system ekonomi Indonesia adalah kerakyatan (pancasila). Karena itu para aktivis sosial yang menentang neo-liberalisme. Sebagai suatu fenomena social. dan politik. maupun prediksi Indonesia pasca-krisis. tidak menjelaskan kepentingankepentingan golongan/kelas. Mereka adalah segolongan ekonom yang sangat percaya bahwa ekonomi pasar harus bersifat sebebas-bebasnya. dalam hal ini wacana-praktis pasar bebas menjadi domain dalam pengaturan sumber daya perekonomian yang ada. dalam prakteknya mempunyai kecenderungan kea rah system ekonomi kapitalistik yang meliberalisasikan seluruh sumber daya ekonomi yang ada. yang lebih banyak tidak siap atau tidak cocok melakukannya. Pasar bebas menjadi hukum universal pengaturan ekonomi. Doktrin ekonomi ortodoks adalah pertumbuhan ekonomi dalam mekanisme pasar bebas. dan hanya bicara secara agregat saja (besaran umum). Jadi masa kini juga memperlihatkan bahwa ekonomi neo-liberal akan mendapat tentangan dari pendekatan ekonomi-politik. karena mekanisme pasar bebas yang akan mengatur dengan sendirinya. Globalisasi sebagai suatu fenomena global dewasa ini mempunyai pengaruh sangat besar terhadap arah kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah.

ketika pasar bagus untuk cengkeh. Rusia terseok-seok di dalam pengembangan ekonominya. Di Indonesia sebenarnya terjadi praktik yang salah. maka terjadi monopoli yang dilakukan oleh pengusaha. maka kesejahteraan ekonomi masyarakatnya relatif lebih baik. Cina mengambil jalan keduanya. misalnya Prof. sehingga sekarang mengalami krisis ekonomi yang luar biasa. Intervensi-intervensi modal financial terhadap arah kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah menjadi panutan decision makers yang menyebabkan Indonesia harus tunduk pada kepentingan kapitalisme global. Konklusi Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa system ekonomi yang diterapkan di Indonesia sangat bergantung atau dipengaruhi oleh system politik yang tengah berkembang. Ada prestasi birokrasi yang positif pada zaman orde baru. Di dalam UUD adalah sosialisme sebagaimana pemikiran Hatta. Ketika Rusia hancur dengan glasnost dan perestroika. maka bukan negara yang mengatur pasar. system ekonomi kapitalistik sangat mewarnai orde reformasi sekarang ini. dan neoliberalisme sebagai nafasnya sangat merasuk dalam konstitusi Indonesia sekarang yang mana dengan alasan efisiensi dan efektivitas. kuatnya intervensi kaital dan internasionalisasi capital yang sangat kuat menyebabkan terjadinya arah kebijakan ekonomi. Haryono Soeyono yang mampu menghasilkan program KB dan berhasil luar biasa. Berbeda dengan Rusia yang langsung belok ke kapitalisme. penerapan system ekonomi kaptalistik ini membawa ragam implikasi terhadap perekonomian Indonesia yang mana kondisi dependensia yang pada masa orde lama sangat dihindari menjadi kenyataan. Kemudian di era itu juga program Bimas dan Inmas yang dapat berjalan luar biasa. Cina juga akan sama nasibnya jika tidak melakukan perubahan. System ekonomi bisa kapitalis akan tetapi politik tetap komunis. yaitu posisif dan negative.berdapengaruh terhadap system Negara-bangsa yang menyebabkan terbentuknya arah kebijakan pemerintah. Kontradiksi-kontradiksi dalam system ekonomi ini membawa Indonesia pada krisis multidimensional pada tahun 1997 yang menyebabkan ambruknya perekonomian nasional. Hal ini diterapkan sebagai wujud implementasi Negara merdeka yang berdaulat di bidang politik dan ekonomi sehingga arah kebjakan ekonomi dapat diarahkan menurut kebutuhan masyarakat. Demikian pula ketika mobl memiliki pasaran yang baik. Jadi yang positif dari kapitalisme diambil dan kemudian yang positif dari komunisme juga diambil. Negara dapat melepaskan aset-asetnya supaya keseimbangan pasar dapat terjadi. Pada masa orde lama dengan sikap antikolonialisme dan imperialisme sangat kuat dan semangat nasionalisme yang sangat tinggi. Dr. sebab birokrasinya tidak mampu menundukkan gereja dengan para pendeta dan pasturnya. Sedangkan orde reformasi sekarang ini tidak ubahnya seperti orde baru dalam konteks perekonomian. 21/09/2011. Pada masa orde baru. akan tetapi ternyata berhasil melakukan swasembada beras. EKONOMI POLITIK DAN PARADIGMA PEMBANGUNAN Di dalam ceramahnya. akan tetapi di dalam praktiknya justru terjadi kapitalisme. System ekonomi kapitalistik menjadi acuan utama yang diambil oleh pemerintah. Meskipun tidak didukung oleh perusahaan besar dan hanya didukung oleh perusahaan kecil-kecil. maka Cina lalu siapsiap. Kasus Cina sungguh berbeda. sementara Filipina ternyata tidak berhasil. Sementara Cina dengan ekonomi politik yang mengayuh dengan dua model atau dual model tersebut. akan tetapi yang datang adalah Tomi dan kemudian melakukan eksploitasi. menyatakan bahwa birokrasi di Indonesia selalu memiliki dua prestasi. perekonomian Indonesia diarahkan pada penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat guna menghindari kondisi ketergantungan akut terhadap luar negeri. Didik J Rachbini. ada gap yang tinggi antara yang kaya dengan yang miskin. Prof. . Jadi. Sebagai contoh.

Jadi memang harus ada kreativitas dari para pemimpin daerah untuk menyejahterakan masyarakatnya dan hal itu menjadi visi dari seluruh aparat pemerintah.02 persen. Maka berikanlah daerah untuk mengentaskan kemiskinannya sendiri. Selain itu juga da contoh yang baik. seperti Provinsi Gorontalo dengan program jagungnya. Jika hal ini bisa dilakukan. Sebagai contoh Jawa Timur. Hingga tahun 2011. Kelas menengah Indonesia sebesar 20 persen atau kira-kira 40 juta orang. Tahun 2030 diperkirakan Indonesaia akan menjadi 10 atau enam besar dunia. dan birokrasi berada di peringkat 120-an. Implikasi dari kebijakannya adalah keamanan pekerja. Di dalam UUD dinyatakan ekonomi kekeluargaan akan tetapi di dalam praktiknya justru liberal.Di Jerman. Kabupaten Malang dengan agroindustrinya dan sebagainya. . sementara Papua sebesar 36. Jadi memang akhirnya menyebabkan adanya gap antara yang kaya dan miskin. Akan tetapi ternyata masih bisa berkembang secara ekonomik. maka angka kemiskinan kita masih besar. 12. melakukan proteksi hak-hak bekerja. yaitu menghindari PHK massal. misalnya bisa menyumbang pengentasan kemiskinan sebesar 30 persen.48 persen. kemudian merumuskan konsep ekonomi sosial pasar. Prinsip kebebasan dan kompetisi dibiarkan berkembang. Yaitu sistem ekonomi yang mengkombinasikan kebebasan atau inisitaif individu dengan tanggungjawab sosial. Dunia kompetisi nasional masih berada di angka 49. Untuk mengentas kemiskinan. sementara perusahaan harus mengembangkan CSR yang menjadi tanggungjawabnya. Ada subsidi pembangunan.80 persen. dan kesejahteraan keluarga. Problem ekonomi kita adalah karena kita tidak memiliki konsep yang jelas. akan tetapi social responsibility tetap juga harus berjalan seimbang. Birokrasi kita rendah di dalam prestasinya. Asuransi social. dijamin oleh sistem hukum pada tingkat yang jelas. Pasar harus berkembang karena dengan pasar itulah dunia ekonomi akan berkembang. Itu setara dengan klas menengah di Eropa dan itu menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan. maka sebaiknya jangan uang dibagi-bagi ke kementerian-kementerian akan tetapi bisa melalui pola tidak langsung. Jakarta dengan tingkat kemiskinan hanya 3. Masing-masing daerah memiliki kekhasan di dalam pengentasan kemiskinan. Unsur individu dibiarkan berkembang dalam potensi dan dinamika ekonomi masyarakatnya. Bahkan berdasarkan data ADB sebesar hampir 81 juta orang.49 persen atau sama dengan 30. sementara tanggungjawab sosial juga didorong agar terus berkembang. Sementara jarak antara Papua dengan Jakarta dalam angka kemiskinan juga sangat besar. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sekarang masuk ke G 20. maka kesejahteraan rakyat sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 akan bisa dicapai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful