P. 1
Hukum Bayi Tabung Menurut Agama

Hukum Bayi Tabung Menurut Agama

|Views: 160|Likes:

More info:

Published by: Mahesa Muhammad Firdaus on Feb 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2014

pdf

text

original

Hukum Bayi Tabung menurut Agama

I. PENDAHULUAN
Tulisan tentang bayi tabung ini dimaksudkan untuk sekedar memberikan informasi kepada masyarakat terutama ummat islam tidak hanya ikut-ikutan (taqlid) tanpa mengetahui dasar hokum persoalannya. Sebab ikut-ikutan itu dilarang oleh agama islam, sebagai mana firman Alloh S.W.T dalam al-Qur¶an surat Al-Isra ayat 36 :

"dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya".

Sebagai akibat kemajuan tekhnologi kedokteran dan Ilmu Pengetahuan Modern. Maka tekhnologi bayi tabung juga maju dengan pesat, sehingga kalau tekhnologi bayi tabung ini ditangani oleh orang-orang yang imannya tipis atau orang yang tidak sedang mendalami ilmu agama, dikhawatirkan akan dapat merusak peradaban ummat manusia, bias merusak nilai-nilai agama, moral, dan budaya bangsa dan akibat-akibat yang bersifat negative lainnya. Ada beberapa tekhnik inseminasi buatan yang telah dikembangkan di dunia kedokteran, yaitu : 1. Fertilitation in Vitro (FIV), dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro(tabung) dan setelah terjadi pembuahan lalu ditransfer di rahim istri 2. Gamet intra Felepian Tuba (GIFT), dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri, dan setelah dicampur terjadi pembuahan, maka segera ditanam disaluran telur (tuba falupi)

karena dengan cara pembuahan alami.Teknik kedua ini lebih alamiah dari pada teknik yang pertama. kemudian disuntikan kedalam vagina atau uterus istri. baik ditingkat nasional maupun ditingkat international. suami istri tidak berhasil memperoleh anak. Baiklah. Lembaga fiqh islam OKI (Organisasi Konferensi Islam) mengadakan siding di Amman pada tahun 1986 untuk membahas beberapa teknik inseminasi buatan . sama saja dengan zina (prostitusi) meskipun dengan secara tidak . Sebaliknya. Masalah bayi tabung/inseminasi buatan telah banyak dibicarakan dikalangan islam dan diluar kalangan islam. kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan atau ovum. agar hukum ijtihadinya sesuai dengan prinsip-prinsip Al-qur¶an dan sunnah yang menjadi pegangan ummat islam. sebab sperma hanya bias membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi (pancaran mani) melalui hubungan seksual. II. maka hukumnya haram. Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehklan melakukan hal-hal yang terlarang´. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqih ³Hajat (kebutuhan yang sangat penting) diperlakukan seperti dalam keadaan terpaksa. baik dengan cara mengambil sperma suami. maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim. langsung kepembahasan bayi tabung/inseminasi buatan apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya kedalam rahim wanita lain termasuk istrinya sendiri yang lain(bagi suami yang berpoligami). HUKUM BAYI TABUNG/INSEMINASI BUATAN MENURUT ISLAM Kalau kita hendak mengkaji masalah bayi tabung dari segi hukum islam. dan mereka mengharamkan bayi tabung dengan sperma dan/atau ovum donor. asal keadaan suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak. Misalnya majelis tarjih muhammadiyah dalam muktamarnya tahun 1980 mengharamkan bayi tabung dengan donor sperma.maka harus dikaji dengan memakai hukum ijthad yang lajim dipakai oleh oleh para ahli ijtihad. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam didalam rahim istri.maka islam membenarkannya.

Dalil-dalil Syar¶I yang dapat dijadikan sebagai landasan hukumnya adalah 1. dengan alas an jika keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukannya (ada hajat. Dan inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya merendahkan harkat martabat manusia (human dignity) sejajar dengan hewan yang diinseminasi 4. Dan sebagai akibat hukumnya anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Dan tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia.2 (17:70) 3. KESIMPULAN Dari uraian-uraian diatas. (Hadits Riwayat Abu Daud. Inseminasi buatan dengan sel sperma dan ovum dari suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya kedalam rahim wanita lain (ibu titipan) diperbolehkan islam. Kedua ayat tersebut menunjukan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Hadits Nabi : ³Tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (vagina istri orang lain). dan hadits ini dipandang shahih oleh Ibnu Hibban)´ III. AlTirmidzi. atau . maka sudah seharusnya manusia bias menghormati martabatnya sendiri dan juga menghormati martabat sesame manusia. Surat At-tin ayat 4 (95:4) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . dapatlah ditarik suatu kesimpulan. diantaranya 1. Al-Qur¶an Surat Al-Isra ayat 70 .langsung.

dengan bantuan tim medis untuk mengupayakan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. bahkan hukumnya sama dengan zina dan anak yang lahir dari hasil inseminasi macam ini statusnya sama dengan anak yang lahir diluar perkawinan yang sah 3. juga bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 serta merendahkan harkat manusia yang sejajar dengan hewan yang diinseminasi tanpa perlu adanya perkawinan Bayi Tabung dalam Pandangan Islam Posted on December 17. HUKUM BAYI TABUNG MENURUT ISLAM . karena selain bertentangan dengan dengan norma agama dan moral. Proses pembuahan dengan metode bayi tabung dilakukan antara sel sperma suami dengan sel telur isteri.bukan kelinci percobaan/main-main) dan status anaknya hasil inseminasi macam ini sah menurut islam 2. Sel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Setelah itu. Apa sih bayi tabung itu? Bagaimana hukumnya dalam Islam? PENGERTIAN BAYI TABUNG In vitro vertilization (IVF) atau yang lebih dikenal dengan sebutan bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh wanita. Inseminasi buatan dengan sperma atau ovum donor diharamkan (dilarang keras) islam. 2010 | Leave a comment Pada kasus pasangan yang sulit mendapatkan anak mungkin kita sering mendengar sebuah solusi yang ditawarkan yaitu ³bayi tabung´. sel telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya. In vitro adalah bahasa latin yang berarti dalam gelas/tabung gelas dan vertilization berasal dari bahasa Inggris yang artinya pembuahan. Maka dari itu disebut bayi tabung. Pemerintah hendaknya melarang berdirinya Bank Nuthfah/sperma dan Bank Ovum untuk pembuatan bayi tabung.

Adapun pandangan islam tentang hukum bayi tabung diantaranya : 1. Padahal keadaan darurat/terpaksa itu membolehkan melakukan hal-hal terlarang´. anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. asal keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak. karena dengan cara pembuahan alami suami istri tidak berhasil memperoleh anak.Untuk mengkaji masalah bayi tabung ini digunakan metode ijtihad yang lazim dipakai oleh para ahli ijtihad agar ijtihadnya sesuai dengan prinsip-prinsip dan jiwa Al-Qur¶an dan Sunah yang menjadi pegangan umat Islam. Sebaliknya. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina atau uterus istri. maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim. Sebagai akibat hukumnya. Oleh karena itu pemerintah harus melarang adanya bank sperma atau donor spema karena itu melanggar hukum islam. ulama yang akan melaksanakan pengkajian ijtihad tentang bayi tabung ini memerlukan informasi yang cukup tentang teknik dan proses terjadinya bayi tabung dari cendekiawan Muslim yang ahli dalam bidang studi yang bersangkutan dengan masalah ini. islam mengharamkan kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan atau ovum. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan´. 2. . Islam membenarkan bayi tabung / inseminasi buatan apabila dilakukan antara sel sperma dan ovum suami istri yang sah dan tidak ditransfer embrionya ke dalam rahim wanita lain termasuk istrinya sendiri yang lain (bagi suami yang berpoligami). ialah sebagai berikut : y Al-Qur an Surat Al-Isra ayat 70 : ³Dan sesungguhnya telah Kami meliakan anak-anak Adam. Hal ini sesuai dengan hukum Fiqih Islam : ³Hajat (kebutuhan yang sangat penting itu) diperlukan seperti dalam keadaan terpaksa (emergency). y Surat Al-Tin ayat 4 : ³Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik ± baiknya´. misalnya ahli kedokteran dan ahli biologi. maka hukumnya sama dengan zina (prostitusi). Selain itu. Kami angkat mereka di daratan dan di lautan. Menurut sumber yang saya dapatkan. dalil-dalil syar¶i yang dapat menjadi landasan hukum untuk mengharamkan inseminasi buatan dengan donor.

Menerobos Kesuburan ± Sel sperma berada di sekitar sel telur-siap untuk membuahi y 2. diperbolehkan islam dengan catatan keadaan / kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukannya (ada hajat. Status anak hasil inseminasi seperti ini sah menurut Islam. y PROSES PEMBUATAN BAYI TABUNG (ivf) dalam gambar y 1. Perkembangan Sel telur y 3. jadi bukan untuk kelinci percobaanatau main-main). Injeksi ± dokter akan mengumpulkan sel telur sebanyak-banyaknya untuk memilih yang terbaik diantaranya .3. Jika inseminasi buatan dengan sel sperma dan ovum dari suami istri yang sah tetapi embrionya ditransfer ke rahim wanita lain (ibu titipan).

Dokter bedah akan menggunakan laparoskop untuk memindahkannya y 5. Pelepasan Sel telur ± Setelah hormon bekerja sepenuhnya maka sel-sel telur siap untuk dikumpulkan. Spema beku ± Sperma yang dibekukan disimpan dalam nitrogen cair yang dicairkan secara sangat hati-hati oleh para teknisi Hukum Bayi Tabung Jan 6. '09 9:22 PM untuk semuanya .y 4.

lalu ditransfer di rahim istri. Direktur Center for Bioethics dan Guru Besar Bioethics di University of Pennsylvania menganjurkan pentingnya komitmen etika biologi dalam praktek teknologi kedokteran apa yang disebut sebagai bioetika. Seorang pakar kesehatan New Age dan pemimpin redaksi jurnal Integratif Medicine. namun juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kesalahan etika bila dilakukan oleh orang yang tidak beragama. Inseminasi buatan ialah pembuahan pada hewan atau manusia tanpa melalui senggama (sexual intercourse).High Touch (1999) bioetika bermula sebagai bidang spesialisasi paada 1960 ²an sebagai tanggapan atas tantangan yang belum pernah ada.Ajaran syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh berputus asa dan menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai karunia Allah SWT. agar dapat . Arthur Leonard Caplan. dan setelah dicampur terjadi pembuahan. Oleh karena itu. kalau masalah ini hendak dikaji menurut Hukum Islam. Karena itu. Teknologi bayi tabung dan inseminasi buatan merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi. etika dan hukum yang berlaku di masyarakat. Masalah inseminasi buatan ini menurut pandangan Islam termasuk masalah kontemporer ijtihadiah. dan setelah terjadi pembuahan. sebab sperma hanya bisa membuahi ovum di tuba palupi setelah terjadi ejakulasi melalui hubungan seksual. karena tidak terdapat hukumnya seara spesifik di dalam AlQur·an dan As-Sunnah bahkan dalam kajian fiqih klasik sekalipun. antara lain adalah: Pertama. Allah telah menjanjikan setiap kesulitan ada solusi (QS.Al-Insyirah:5-6) termasuk kesulitan reproduksi manusia dengan adanya kemajuan teknologi kedokteran dan ilmu biologi modern yang Allah karuniakan kepada umat manusia agar mereka bersyukur dengan menggunakannya sesuai kaedah ajaran-Nya. Menurut John Naisbitt dalam High Tech . Dr. beriman dan beretika sehingga sangat potensial berdampak negatif dan fatal. Fertilazation in Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian diproses di vitro (tabung). yang diciptakan oleh kemajuan di bidang teknologi pendukung kehidupan dan teknologi reproduksi. Sehingga meskipun memiliki daya guna tinggi. Oleh karena itu kaedah dan ketentuan syariah merupakan pemandu etika dalam penggunaan teknologi ini sebab penggunaan dan penerapan teknologi belum tentu sesuai menurut agama. Ada beberapa teknik inseminasi buatan yang telah dikembangkan dalam dunia kedokteran. Kedua. Demikian halnya di ntara pancamaslahat yang diayomi oleh maqashid asysyari·ah (tujuan filosofis syariah Islam) adalah hifdz an-nasl (memelihara fungsi dan kesucian reproduksi) bagi kelangsungan dan kesinambungan generasi umat manusia. maka segera ditanam di saluran telur (tuba palupi) Teknik kedua ini terlihat lebih alamiah. Andrew Weil sangat meresahkan dan mengkhawatirkan penggunaan inovasi teknologi kedokteran tidak pada tempatnya yang biasanya terlambat untuk memahami konsekuensi etis dan sosial yang ditimbulkannya. maka harus dikaji dengan memakai metode ijtihad yang lazimnya dipakai oleh para ahli ijtihad (mujtahidin). DR. Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri.

Dan Tuhan sendiri berkenan memuliakan manusia. dan membolehkan pembuahan buatan dengan sel sperma suami dan ovum dari isteri sendiri. Ia menghimbau masyarakat Indonesia dapat memahami dan menerima bayi tabung dengan syarat sel sperma dan ovumnya berasal dari suami-isteri sendiri. Sebaliknya. Sebagai akibat hukumnya. Namun. Lembaga Fiqih Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Amman tahun 1986 mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor atau ovum. maupun dengan cara pembuahannya di luar rahim. Menurut hemat penulis. Dalam hal ini inseminasi buatan dengan donor itu pada hakikatnya dapat merendahkan harkat manusia sejajar dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang diinseminasi. bayi tabung. hukum. asal keadaan suami isteri tersebut benar-benar memerlukan inseminasi buatan untuk membantu pasangan suami isteri tersebut memperoleh keturunan.ditemukan hukumnya yang sesuai dengan prinsip dan jiwa Al-Qur·an dan As-Sunnah yang merupakan sumber pokok hukum Islam. biologi. kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam di dalam rahim istri. baik di tingkat nasional maupun internasional. anak hasil inseminasi itu tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya. Misalnya ahli kedokteran. karena dipandang tak bermoral dan bertentangan dengan harkat manusia. Hal ini sesuai dengan kaidah ¶al hajatu tanzilu manzilah al dharurat· (hajat atau kebutuhan yang sangat mendesak diperlakukan seperti keadaan darurat). Bila dilakukan dengan sperma atau ovum suami isteri sendiri. kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan donor sperma dan ovum. . agar dapat diperoleh kesimpulan hukum yang benar-benar proporsional dan mendasar. mengharamkan bayi tabung dengan sperma donor sebagaimana diangkat oleh Panji Masyarakat edisi nomor 514 tanggal 1 September 1986. kajian masalah inseminasi buatan ini seyogyanya menggunakan pendekatan multi disipliner oleh para ulama dan cendikiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu yang relevan. mengenai hukum inseminasi buatan dan bayi tabung pada manusia harus diklasifikasikan persoalannya secara jelas. Kartono Muhammad juga pernah melemparkan masalah inseminasi buatan dan bayi tabung. maka hal ini dibolehkan. maka diharamkan dan hukumnya sama dengan zina. Kedua ayat tersebuti menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Tuhan lainnya. dr. dalil-dalil syar·i yang dapat dijadikan landasan menetapkan hukum haram inseminasi buatan dengan donor ialah: Pertama. Mantan Ketua IDI. ibu titipan dan seleksi jenis kelamin anak. peternakan. Vatikan secara resmi tahun 1987 telah mengecam keras pembuahan buatan. tuba palupi atau uterus isteri. agama dan etika. Dengan demikian. maka sudah seharusnya manusia bisa menghormati martabatnya sendiri serta menghormati martabat sesama manusia. firman Allah SWT dalam surat al-Isra:70 dan At-Tin:4. baik dengan cara mengambil sperma suami kemudian disuntikkan ke dalam vagina. Masalah inseminasi buatan ini sejak tahun 1980-an telah banyak dibicarakan di kalangan Islam. Misalnya Majlis Tarjih Muhammadiyah dalam Muktamarnya tahun 1980.

Hadits ini juga dapat dijadikan dalil untuk mengharamkan inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum. percampuran nasab. Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah. hadits Nabi Saw yang mengatakan. karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan. Dalil lain untuk syarat kehalalan inseminasi buatan bagi manusia harus berasal dari ssperma dan ovum pasangan yang sah menurut syariah adalah kaidah hukum fiqih yang mengatakan ´dar·ul mafsadah muqaddam ¶ala jalbil mashlahahµ (menghindari mafsadah atau mudharat) harus didahulukan daripada mencari atau menarik maslahah/kebaikan. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. 4. Dan kalau kita bandingkan dengan bunyi pasal 42 . Adapun mengenai status anak hasil inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum menurut hukum Islam adalah tidak sah dan statusnya sama dengan anak hasil prostitusi atau hubungan perzinaan. untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. antara lain berupa: 1. 5. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak adopsi. Menurut Abu Hanifah boleh. seperti dalam Thaha:53.µ (HR. kita tidak bisa memperoleh fatwa hukumnya dari mereka. Abu Daud. (QS. Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14). Tetapi mereka berbeda pendapat apakah sah atau tidak mengawini wanita hamil. Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tanggal. Pada saat para imam mazhab masih hidup. 3. Juga bisa berarti benda cair atau sperma seperti dalam An-Nur:45 dan Al-Thariq:6. Tirmidzi dan dipandang Shahih oleh Ibnu Hibban). karena terjadi percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan yang sah. baik keduanya maupun salah satunya. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi. Sedangkan Zufar tidak membolehkan. karena kata maa· dalam bahasa Arab bisa berarti air hujan atau air secara umum. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. tidak terjalin hubungan keibuan secara alami. terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-isteri yang punya benihnya sesuai dengan kontrak. masalah inseminasi buatan belum timbul. ´tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menyiramkan airnya (sperma) pada tanaman orang lain (istri orang lain). Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. Berdasarkan hadits tersebut para ulama sepakat mengharamkan seseorang melakukan hubungan seksual dengan wanita hamil dari istri orang lain. asalkan tidak melakukan senggama sebelum kandungannya lahir. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul.Kedua. 2. Karena itu. 6.

Namun. dll. sebab ayat ini termasuk wahyu terakhir yang turun. rajawali. tawon. yaitu bangkai. Sedangkan hukum inseminasi buatan pada hewan dan hasilnya sebagaimana yang sering orang lakukan juga harus diddudukkanmasalahnya. Yang mati ditanduk. c. burung undan. hewan baik yang hidup di darat. yakni: 1. semua jenis ulat dan serangga. 2. yaitu: a. buaya. mantan Rektor Univ. babi dan hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. 3. yang menyatakan bahwa semua hewan ternak dihalalkan kecuali yang tersebut dalam Al-An·am:145. Al-Baqoroh:173 dan Al-Maidah:3. Sedangkan surat dan ayat yang disebut terakhir mengharamkan 10 jenis makanan. 4. Misalnya pasal 2 ayat 1 (sahnya perkawinan). Mahmud Syaltut. ´anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sahµ maka tampaknya memberi pengertian bahwa anak hasil inseminasi buatan dengan donor itu dapat dipandang sebagai anak yang sah. Yang mati diterkam binatang buas. yang menyatakan bahwa semua yang ada di planet bumi ini untuk kesejahteraan manusia. 5. Yang mati terjatuh. adalah halal dimakan dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kesejahteraan hidupnya. terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. terlihat bagaimana peranan agama yang cukup dominan dalam pengesahan sesuatu yang berkaitan dengan perkawinan. darah. ulama yang hanya mengharamkan 10 macam makanan/hewan yang tersebut dalam Al-Maidah:3. Hewan yang mati tercekik. yaitu antara lain: semua binatang buas yang bertaring. Yang mati dipukul. yaitu 4 macam makanan yang tersebut di atas ditambah 6. lagi pula negara kita tidak mengizinkan inseminasi buatan dengan donor sperma dan/atau ovum. Pada umumnya. Al-Azhar mendukung pendapat ini. karena tidak sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku. kecuali beberapa jenis makanan/hewan yang dilarang dengan jelas oleh agama. Dan juga surat Al-Maidah:2. kecuali yang sempat disembelih dan 6. yaitu antara lain: semua jenis anjing termasuk anjing hutan dan anjing laut. Kehalalan hewan pada umumnya dan hewan ternak pada khususnya adalah berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah:29. An-Nahl:115. 1 tahun 1974.UU Perkawinan No. kalau kita perhatikan pasal dan ayat lain dalam UU Perkawinan ini. rubah. musang/garangan. Ulama fiqih/mazhab menambah daftar sejumlah hewan yang haram dimakan berdasarkan ijtihad. semua burung yang berkuku tajam. Ulama hadits menambah beberapa larangan berdasarkan hadits Nabi. gajah. air dan udara. gagak. Yang disembelih untuk disajikan pada berhala. pasal 8 (f) tentang larangan perkawinan antara dua orang karena agama melarangnya. Mengenai hewan yang halal dan yang haram. b. keledai peliharaan/jinak dan peranakan kuda dengan keledai (bighal). Ketiga surat dan ayat yang pertama tersebut hanya mengharamkan 4 jenis makanan saja. .

beliau berpesan : ´lakukanlah pembuahan buatan. enak. beliau melihat penduduk Madinah melakukan pembuahan buatan (penyilangan/perkawinan) pada pohon kurma. Mengembangbiakkan dan pembibitan semua jenis hewan yang halal diperbolehkan oleh Islam. Kedua. mempunyai nafsu dan naluri untuk kawin guna memenuhi insting seksualnya. Qaaf:9-11 dan An-Nahl:5-8). Karena tidak dijumpai ayat dan hadits yang secara eksplisit melarang inseminasi buatan pada hewan. mencari kepuasan (sexual pleasure) dan melestarikan jenisnya di dunia. Dasar hukum pembolehan inseminasi buatan ialah: Pertama. pengaran Tafsir Al-Manar berpendapat bahwa yang tidak jelas halal/haramnya berdasarkan nash Al-Qur·an itu ada dua macam: 1. Namun mengingat risalah Islam tidak hanya mengajak umat manusia untuk beriman. maka berarti hukumnya mubah. air dan terbang bebas di udara) diperbolehkan Islam. (QS. Rasyid Ridha. kemudian ternyata buahnya banyak yang rusak. bersih. beribadah dan bermuamalah di masyarakat yang baik (berlaku ihsan) sesuai dengan tuntunan Islam. kaidah hukum fiqih Islam ´al-ashlu fil asya· al-ibahah hatta yadulla dalil ¶ala tahrimihiµ (pada dasarnya segala sesuatu itu boleh. . menarik atau kotor. Inseminasi buatan pada hewan tersebut hendaknya dilakukan dengan memperhatikan nilai moral Islami sebagaimana proses bayi tabung pada manusia tetap harus menjunjung tinggi etika dan kaedah-kaedah syariah. kotor dan menjijikan adalah haram. Semua hewan yang jelek. karena keduanya sama-sama diciptakan oleh Tuhan untuk kesejahteraan umat manusia. Setelah Nabi Saw hijrah ke Madinah. baik untuk dimakan maupun untuk kesejahteraan manusia. kiranya inseminasi buatan pada hewan juga dibenarkan. Pengembangbiakan boleh dilakukan dengan inseminasi alami maupun dengan inseminasi buatan. bersih dan enak/lezat (thayyib) adalah halal. Apakah tergantung selera dan watak masing-masing orang atau menurut ukuran yang umum. jelek dan menjijikan tidak ada kesepakatan ulama di dalamnya. kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian. Setelah hal itu dilaporkan pada Nabi. sampai ada dalil yang jelas melarangnya).µ Oleh karena itu. apakah melakukan inseminasi buatan pada hewan pejantan dan betina secara terus menerus dan permanen sepanjang hidupnya secara moral dapat dibenarkan? Sebab hewan juga makhluk hidup seperti manusia. Namun kriteria baik. 2. Qiyas (analogi) dengan kasus penyerbukan kurma. baik dengan jalan inseminasi alami (natural insemination) maupun inseminasi buatan (artificial insemination). tetapi Islam juga mengajak manusia untuk berakhlak yang baik terhadap Tuhan. sesama manusia dan sesama makhluk termasuk hewan dan lingkungan hidup. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa mengembangbiakkan semua jenis hewan yang halal (yang hidup di darat. maka patut dipersoalkan dan direnungkan.d. kalau inseminasi buatan pada tumbuh-tumbuhan diperbolehkan. Lalu Nabi menyarankan agar tidak usah melakukan itu. semua jenis hewan yang baik.

.Wallahu A·lam Wa Bilahit taufiq wal Hidayah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->