P. 1
Menghitung bata

Menghitung bata

|Views: 320|Likes:
Published by Lalang Art

More info:

Published by: Lalang Art on Feb 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

Simbol/Tanda-Tanda dan Keterangan dalam Konstruksi Beton Bertulang Tabel 10.

1

10.2 Menggambar Denah Rencana Penulangan Pelat Lantai .

82 cm2 – Luas tulangan lapangan l sejajar panjang pelat = A ll = 3.20 cm2 Diminta: – Gambarkan penulangannya dengan skala 1 : 25! .Gambar 10.35 cm2 Diminta: – Gambarkan penulangannya dengan skala 1 : 25! – Hitung tonase tulangan yang diperlukan! – Hitung kubikasi/volume beton yang diperlukan! Gambar 10.1 Denah Penulangan Pelat Luifel Ditentukan : – Pelat luifel (lihat gambar di atas) – Luas tulangan yang diperlukan A = 5.05 cm2 – Luas tulangan tumpuan l sejajar panjang pelat = A tl = 6.30 cm2 – Luas tulangan tumpuan b sejajar lebat pelat = A tb = 7.2 Denah Penulangan Pelat Atap Satu Petak Ditentukan: – Pelat atap satu petak (lihat gambar di atas) – Luas tulangan lapangan b sejajar lebat pelat = A lb = 5.

.– Hitung tonase tulangan yang diperlukan! – Hitung kubikasi/volume beton yang diperlukan! Gambar 10.89 cm2 Diminta: – Gambarkan penulangannya dengan skala 1 : 25! – Hitung tonase tulangan yang diperlukan! – Hitung kubikasi/volume beton yang diperlukan! Catatan: Tulangan pokok yang dipasang hanya boleh menggunakan besi tulangan diameter 8 mm dan 10 mm.3 Denah Penulangan Pelat Lantai Ditentukan: – Pelat lantai satu petak (lihat gambar di atas) – Luas tulangan lapangan b sejajar lebat pelat = A lb = A lx = +6.16 cm2 – Luas tulangan tumpuan l sejajar panjang pelat = A tl = A ty = –5.82 cm2 – Luas tulangan lapangan l sejajar panjang pelat = A ll = A ly = +4.74 cm2 – Luas tulangan tumpuan b sejajar lebat pelat = A tb = A tx = –8.

atap dan lantai sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan perlu memahami ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam konstruksi beton bertulang.59 cm2 – Pelat (b) : A lx = +2.14 cm2 – Pelat (c) : A t = 5.Gambar 10. Jenis Tulangan Tulangan-tulangan yang terdapat pada konstruksi pelat beton bertulang adalah: 1) Tulangan pokok .4 Penulangan Pelat Lantai Lebih dari Satu Petak Ditentukan: Pelat lantai lebih dari satu petak (lihat gambar di atas) – Pelat (a) : A lx = +5.62 cm2 A tx = –3.28 cm2 A ty = –3.3 Menggambar Detail Potongan Pelat Lantai Agar dalam penggambaran konstruksi beton bertulang untuk pelat luifel.82 cm2 A ly = +2.42 cm2 A tx = –6.82 cm2 Diminta: – Gambarkanlah penulangan pelat lantai tersebut di atas dengan skala 1 : 50! – Hitunglah kebutuhan baja/besi beton bertulang dan kubikasi beton! 10.42 cm2 A ly = +2.52 cm2 A ty = –3.

ialah tulangan yang dipasang sejajar (//) dengan sisi pelat arah lebar (sisi pendek) dan dipasang mendekati sisi luar beton. Tulangan pokok primer. b. ialah tulangan yang dipasang sejajar (//) dengan sisi pelat arah panjang dan letaknya di bagian dalam setelah tulangan pokok primer.5 tulangan Pokok Pelat Keterangan: T = Tebal pelat t = Jarak bersih . Pemasangan tulangan pembagi biasanya terdapat pada konstruksi pelat luifel/atap/lantai dan dinding.a. 3) Tulangan pembagi ialah tulangan yang dipasang pada pelat yang mempunyai satu macam tulangan pokok. Besar tulangan pembagi 20% dari tulangan pokok dan jarak pemasangan dari pusat ke pusat tulangan pembagi maksimum 25 cm atau tiap bentang 1 meter 4 batang. dan pemasangannya tegak lurus dengan tulangan pokok. 2) Tulangan susut ialah tulangan yang dipasang untuk melawan penyusutan/ pemuaian dan pemasangannya berhadapan dan tegak lurus dengan tulangan pokok dengan jarak dari pusat ke pusat tulangan susut maksimal 40 cm. Tulangan pembagi berguna: – Menahan tulangan pokok supaya tetap pada tempatnya – Meratakan pembagian beban – Mencegah penyusutan konstruksi Pemasangan Tulangan Ketentuan pada tulangan pokok pelat gambar 10. Tulangan pokok sekunder.

Dinding Untuk konstruksi dinding. dan susut). Tebal Pelat Pelat atap = 7 cm �� minimal 7 cm Pelat lantai = 12 cm �� minimal 12 cm Diameter Tulangan Pelat Baja lunak �� tulangan pokok = Ø 8 mm dan tulangan pembagi Ø 6 mm Baja keras �� tulangan pokok = Ø 5 mm dan tulangan pembagi Ø 4mm Pada pelat yang tebalnya lebih dari 25 cm.25% dari luas penampang beton (untuk keperluan tulangan pokok.5cm �� minimal 2. penulangan pada setiap tempat harus dipasang rangkap (dobel) dan ini tidak berlaku pada pondasi telapak. maka jarak tulangan pokok dari pusat ke pusat maksimal 40 cm. maka harus dipasang minimal 2 Ø 16 mm dan diteruskan paling sedikit 60 cm melalui sudut-sudut lubang . yang perlu mendapatkan perhatian adalah tebal dari dinding vertikal (T) adalah: �� T = 1/ 30 bentang bersih �� Apabila menerima lenturan (M lentur) T = 12 cm �� minimal 12 cm �� Apabila tidak menerima lentur T = 10 cm �� minimal 10 cm �� Untuk dinding luar di bawah tanah tebalnya = 20 cm �� tebal minimal 20 cm Penulangan dinding untuk reservoir air dan dinding bawah tanah: �� Tebal dinding (T) 30 cm < T = 12 cm �� Penulangan senantiasa dibuat rangkap �� Penulangan dinding yang horizontal dan untuk memikul susut serat perubahan suhu minimal 20% F beton yang ada Contoh: Tebal dinding 12 cm. pembagi. Penulangan yang dibutuhkan setiap 1 m2 = 0. Untuk segala hal tulangan pelat tidak boleh kurang dari 0.pemasangan tulangan �� = 2.25 x 12 cm2 = 3 cm2 �� Diameter tulangan pokok minimal Ø 8 mm dan tulangan pembagi minimal Ø 6 mm �� Apabila terdapat lubang pada dinding. bilamana berhubungan dengan air laut atau asam ditambah 1 cm Apabila momen yang bekerja kecil.5 cm �� = 2 T �� = 20 cm a = Selimut beton a = 1.5 cm.

misalnya pelat tersebut terletak di atas dinding tembok. . Gambar 10.Gambar 10.6 Penulangan Dinding Reservoir Air dan Dinding Bawah Tanah Sistem konstruksi pada tepi pelat: �� Terletak bebas �� Terjepit penuh �� Terjepit elastis Konstruksi Terletak Bebas Apabila tepi pelat itu ditumpu di atas suatu tumpuan yang dapat berputar (tidak dapat menerima momen). misalnya pelat tersebut menjadi satu kesatuan monolit dengan balok penahannya.7 Konstruksi Terletak Bebas Konstruksi Terjepit Penuh Apabila tepi pelat terletak di atas tumpuan yang tidak dapat berputar akibat beban yang bekerja pada pelat tersebut.

untuk atas dan bawah harus dipasang dalam ke dua arah yaitu Ø 8–14. harus dipasang tulangan atas dan bawah dalam kedua arah.8 Konstruksi Terjepit Penuh Konstruksi Terjepit Elastis Apabila tepi pelat terletak di atas tumpuan yang merupakan kesatuan monolit dengan balok pemikulnya yang relatif tidak terlalu kaku dan memungkinkan pelat dapat berputar pada tumpuannya. Contoh: Al = 2. 2) Setiap sudut pelat yang ditumpu bebas. Ini akan berguna untuk menahan momenmomen puntir. Jumlah tulangan untuk kedua arah harus diambil sama dengan jumlah tulangan yang terbesar.9 . Pemasangan Tulangan Pemasangan tulangan pelat yang dipasang pada empat sisi: 1) Pemasangan tulangan untuk memikul momen lapangan dalam arah yang // dengan tepi pelat dapat dikurangi sampai setengahnya.96 cm2 �� Ø 8–17 Ab = 3. dan daerah pemasangannya = 1/5 bentang pelat.59 cm2 �� Ø 8–14 Maka tulangan disudut pelat tersebut.Gambar 10. Gambar 10.

2 lx dan pada sisi pendek harus juga dipasang tulangan tumpuan positif sebesar (M ty) M ty = + 0.2 M lx �� Pada tumpuan jarak ly juga harus dipasang tulangan dengan besarnya Momen (M ty) = 0.Pemasangan Tulangan pada Empat Sisi 3) Pada pelat-pelat.6 M lx dan bagian yang dipasang tulangan harus = 1/5 l x Gambar 10. apabila l / b atau ly / lx > 2. dipasang minimal 1/5 lx atau 0.10 Pemasangan Tulangan untuk Pelat Satu Petak Catatan: l y = sisi pelat yang panjang l x = sisi pelat yang pendek b) Untuk pelat menerus (lebih sari satu petak) dimana l y / l x > 2.3 M lx dan tulangan dipasang panjang minimal ½ lx .5 Untuk pelat yang terjepit atau menerus dipasang tulangan tumpuan negatif yaitu M ty = –0.3 M lx Pelat terletak bebas.5 a) Untuk pelat satu petak �� Pada arah ly harus dipasang tulangan dengan besar momen (M ly) = 1/5 Momen lx atau = 0.

berat dalam kg/m dan luas penampang baja bulat dalam cm2 iii. berat dalam kg/m. Luas penampang tulangan besi beton dalam cm2 untuk setiap lebar pelat 100 cm ii. Garis tengah tulangan besi beton dalam mm. Garis tengah tulangan besi beton dalam mm.11 Pemasangan Tulangan untuk Pelat Menerus c) Untuk pelat yang dipikul hanya 2 sisi yang sejajar �� Dianggap dengan perbandingan ly/lx > 2. luas penampang baja bulat dalam cm2 serta minimal lebar balok atau kolom dalam cm dengan ketebalan penutup balok tertentu dan diameter sengkang – Ketentuan jarak minimal dan maksimal tulangan yang boleh dipasang – Ketentuan jumlah minimal yang harus dipasang – Ketentuan besarnya diameter minimal untuk suatu konstruksi – Pilih diameter besi beton yang beredar dalam pasaran atau perdagangan Memilih Besi Beton untuk Pelat – Tulangan terdiri dari tulangan tumpuan dan lapangan. .Gambar 10.5 dan hanya ada tulangan pokok �� M ly = Momen lapangan // lebar pelat �� M tx = Momen tumpuan // lebar pelat Memilih Besi Beton Untuk menentukan atau memilih diameter tulangan pada konstruksi beton bertulang setelah besaran atau luas tulangan hasil perhitungan didapatkan untuk keperluan penggambaran harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. – Daftar konstruksi beton bertulang i.

. agar lebih hemat karena sesuai dengan fungsinya. Ingat. setelah itu baru menetapkan jarak tulangan. jangan lupa minimal dan maksimal jarak tulangan serta minimal diameter tulangan yang boleh digunakan. Tetapi ada pula yang pemasangannya dibengkokkan pada ¼ bentang untuk daerah tumpuan dan lapangan. Pemasangan tulangan susut diharapkan tidak terjadi retak-retak karena perubahan cuaca. Dan dalam perhitungan atau memilih tulangan lapangan dibagi 2 karena jalur pemasangan dibuat bergantian.– Teknik pemasangan ada yang lurus saja untuk kepraktisan dan kecepatan dalam pemasangan. Panjang tulangan tumpuan biasanya ¼ bentang pelat. – Kekurangan luas pada tumpuan dicari lagi besarannya dalam daftar sehingga luas tumpuan terpenuhi. Pada tulangan tumpuan perlu besi beton pengait atau tulangan pembagi dengan diameter Ø 8–20 – Penulangan pelat atap pemasangannya sama dengan pelat lantai hanya saja perlu tulangan susut dengan tulangan diameter 6 mm jarak 40 cm (Ø 6–40). Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Luifel. – Tulangan lapangan dipilih terlebih dahulu dengan melihat daftar apakah luasnya sudah memenuhi sesuai dengan perhitungan. – Untuk pelat luifel terdiri dari tulangan pokok dan pembagi serta bilamana perlu diberikan juga tulangan susut yang menyilang terletak di bawah dengan diameter 6 mm jarak 40 cm (Ø 6–40).

13 > 1.Gambar 10.61 cm2 > 5.12 cm2 �� dipilih Ø6–25 = 1.31 cm2. Gambarlah rangkaian penulangan luifel tersebut dengan mutu beton K 125 dan baja U22! Penyelesaian: A = 5.31 cm2 �� dipilih Ø 10–14 = 5.12 Penulangan Pelat Luifel Untuk pelat luifel sebuah bangunan kantor lihat gambar dibutuhkan tulangan A = 5.31 cm2 �� (OK) Tulangan pembagi = 20% x 5.12 cm2 (OK) Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Lantai: .61 = 1.

00–1.05 cm2 Tulangan pembagi yang dibutuhkan = 20% x 7.51/2 = 1.73 + 5.43 cm2 �� dipilih Ø 6–15 = 1.37 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Aty = 2.51 cm2 > 2.32 cm2 �� (OK) Jadi.25 cm2 �� Ø 8–40 Tulang tumpuan tambahan Atx = 5.42 cm2 > 5.37 cm2.04 cm2 �� dipilih Ø 6–14.5 = 5.05 cm2 .00 cm2 Tulangan pembagi yang dibutuhkan = 20% x 5.04 cm2 �� (OK) Tulangan susut tidak perlu dipasang karena selalu terlindung.37 cm .47/2 = 1.5 = 1.37 cm2 �� dipilih Ø 8–14.05 – 1.75 cm2 �� dipilih Ø 10–20 = 3.32 cm2 �� dipilih Ø 10–14.42 = 7.43 cm2 �� (OK) Aly = 2. Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Atap .73 = 5.18 = 1.75 cm2 �� (OK) Jadi jumlah tumpuan Aty yang dipasang = 1.00 cm2 Gambarkan penulangan pelat tersebut jika mutu bahan. Atx = 7. Aty = 5.Gambar 10.25 = 3.37 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Atx = 3.13 Penulangan Pelat Lantai Suatu pelat lantai satu petak dibutuhkan tulangan seluas : Alx = 3.15 = 1.37 cm2 �� dipilih Ø 8–20 = 2.25 + 3.95 cm2 > 1.47 cm2 > 3.93 = 5.89 cm2 > 1. Aly = 2.73 cm2 �� Ø 8– 29 Tulang tumpuan tambahan Atx = 7.93 cm2 > 3. beton : K175 dan baja : U22 Alx = 3. jumlah tumpuan Atx yang dipasang = 1.18 > 5.5 = 3.15 > 7.

89 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Aty = 2.36 cm2 �� dipilih Ø 8–14.47/2 = 1.04 cm2 Tulangan susut perlu dipasang karena pelat atap tidak terlindung dari perubahan-perubahan.42 = 7.63 cm2 �� OK Tulangan pembagi yang dibutuhkan untuk tumpuan Atx = 20% x 7.73 cm2 �� Ø 8–29 Tulang tumpuan tambahan Atx = 6.63 – 1.42 cm2 > 5.83 – 1.93 = 5. Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Atap dan Luifel .63 cm2 Gambarkan penulangan pelat tersebut jika mutu bahan.89 cm2 �� dipilih Ø 8–20 = 2.25 cm2 �� Ø 8–40 Tulang tumpuan tambahan Atx = 4.18 > 4.73 = 5.5 = 5.15 = 1.38 cm2 �� (OK) Jadi jumlah tumpuan Aty yang dipasang = 1.43 cm2 �� dipilih Ø 6–15 = 1.89 cm2 > 1.43 cm2 Untuk tumpuan Aty = 20 % x 5.73 + 5.18 = 1.04 cm2 �� Ø 6–14.25 + 3.51/2 = 1.5 = 1.83 cm2 Aly = 1. Atx = 6.5 = 3.15 > 6.Gambar 10.95 cm2 > 1.10 cm2 �� dipilih Ø 10–14.14 Pelat atap satu petak dibutuhkan tulangan seluas : Alx = 3.10 cm2 �� (OK) Jumlah tumpuan Atx yang dipasang = 1. Aly = 1.38 cm2 �� dipilih Ø 10–20 = 3.25 = 3.93 cm2 > 3.89 cm .51 cm2 > 1.83 cm2 . Aty = 4.36 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Atx = 3.36 cm2 . beton : K125 dan baja : U24 Alx = 3.47 cm2 > 3.

40 = 1.00 cm2 Aty = 6.04 cm2 �� dipilih Ø 10–10 = 7.96 cm2 �� OK Aly = 3.61 cm2 > 5.45 cm2 �� dipilih Ø 8–14 = 3.81 = 1.66 cm2 Aly = 4.00 cm2 �� (OK) Jadi jumlah tumpuan Aty yang dipasang = 1.48 cm2 �� Ø 6–15 = 1.66 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Atx = 3.96 cm2 �� Ø 6–14 = 2.30 cm2 Alx = 3.15 Penulangan Pelat Atap dan Luifel Sebuah rumah jaga dengan atap pelat datar dari beton bertulang.79 cm2 Luifel A = 5.85 = 9.59/2 = 1.00 cm2 VW = 1/5 x 9.93/2 = 1.96 + 7.85 cm2 > 7. Luas tulangan Alx = 3.00 – 1.61 = 7.79 = 5.79 – 1.02 cm2 > 1.45 cm2 �� (OK) Masuk tumpuan Aty = 3.81 > 9.66 cm2 �� dipilih Ø 10–20 = 3.79 cm2 �� OK VW = 1/5 x 7.00 cm2 �� dipilih Ø 10–14 = 5.96 = 7.48 cm2 �� OK .79 cm2 �� Ø 8–28 Tulang tumpuan tambahan Atx = 6.Gambar 10.96 cm2 �� Ø 10–40 Tulang tumpuan tambahan Atx = 9.45 cm2 Atx = 9.40 > 6.79 + 5. 30 cm2 Untuk menjaga puntiran maka setiap sudut pelat dipasang tulangan dengan luas = 5.04 cm2 �� (OK) Jumlah tumpuan Atx yang dipasang = 1.93 cm2 > 3.59 cm2 > 3.89 cm2 > 1.

66 cm2 �� Ø 8–20 = 2.Luifel A = 5.90 cm2 �� Ø 8–17 = 2.57 cm2 > 1.16 Penulangan Pelat Atap Lebih dari Satu Petak Pelat (a) Atx = 2.57 cm2 > 1.90 cm2 �� Ø 8–20 = 2.66 cm2 .90 cm2 Alx = 1.87 cm2 > 2.30 cm2 �� Ø 10–10 // lx Ø 10–14 // ly Contoh Penggambaran Penulangan Pelat Atap Lebih dari Satu Petak gambar 10.77 cm2 Aty = 2.90 cm2 Aly = 1.96 cm2 > 2.77 cm2 �� Ø 8–13 = 2.

Maka volume adonan : . jika tulangan untuk lapangan dipilih diameter 8 mm.28 cm2 // Atx Ø 8–7 dan Ø 8–68 = 2.08 cm2 dan A tx = 6.90 cm2 �� Ø 8–17 = 2.90 cm2 �� Ø 8–20 = 2.16 cm2 �� Ø 8–12 = 4.66 cm2 Pelat Luifel (c) : 3. b.94 cm2.87 cm2 > 3. Maka volume adonan yang dihitung adalah adonan di bawah/atas bata (VB1). tentukan tulangan tambahan untuk tulangan tumpuannya! Diposkan oleh The Moharis (Mohamad hasan Basri) di 04:54 1 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) CARA MENGHITUNG BIAYA TEMBOK Pertama menghitung jumlah adonan perbata : Misalkan batu bata berukuran = TB x LB x PB = 6 cm x 10 cm x 20 cm.16 cm2 Aty = 2. ….90 cm2 Ay = 1.66 cm2 �� Ø 8–20 = 2.dan seterusnya – 3 Ø 14 – Ø 12–18 – v w Ø 8–20 2.Pelat (b) Atx = 4.28 cm2 // Aty Latihan 1.19 cm2 > 4. c..51 cm2 > 1.70 > 3. yaitu pada sisi 10 cm x 20 cm. Pelat luifel dibutuhkan tulangan seluas A = 6. dan adonan disamping bata yaitu pada sisi 6 cm x 10 cm (VB2). Sebuah pelat lantai membutuhkan tulangan A lx = 3. Sebutkan macam-macam tulangan yang dipasang pada pelat atap! 4. Dan tebal isian adonan (TA) adalah 2 cm. Hitunglah luas tulangan pembagi yang diperlukan dan tentukan diameter yang dipilih! 6.51 cm2 > 1. Berapa tebal minimal untuk pelat atap dan lantai? 3. Berapa jarak atau panjang daerah tulangan tumpuan pada pelat? 5.25 cm2 �� Ø 8–12 = 3. Terangkan dengan singkat apa arti simbol: – a.96 cm2 > 2.22 cm2.90 cm2 Alx = 1.

0176 m2.02 = 0.06 m x 0.000544 m3 0.00012 m3 Dan ada volume adonan pada sudut antara VB1 dan VB2 yaitu VB3 : VB3 = LB x TA x TA = 0.08 m.000024 m3 Total volume adonan per bata adalah 0.06 m2 Selanjutnya menghitung volume cor per kolom : volume cor untuk kolom per tinggi tembok (per m) adalah 0.24 m2.06 m x 0.1 m x 0.03 m2.02 = 0.08 = 0.0176 m2 = 56.02 = 0.031008 0.2 m x 0.02 m = 0. volume cor (VCS) untuk sloof per panjang tembok (per m) adalah 0.000524 m3 Selanjutnya menghitung jumlah bata per luas tembok (per m2) : Panjang bata ditambah adonan adalah = PB + TA = 0.03 m3.VB1 = LB x PB x TA = 0.06 m x 0.24 = 0.24 m3.03 x tinggi tembok x jumlah kolom.24 = 0.00004 m3.02 m x 0. Tebal bata ditambah adonan adalah = TB + TA = 0. volume cor total untuk kolom adalah 0.02 m = 0. volume cor (VCB) untuk ring-balok per panjang tembok (per m) adalah 0.168 m3 Volume adonan pasang per m = 0.3 x 0.06 + 0.03 m2 x 1 m = 0.029868 m3 Selanjutnya menghitung volume cor per panjang tembok (per m) : Yang dihitung adalah volume cor untuk sloof dan ring-balok.02 m x 0. Menghitung material pondasi: Misalnya lebar pondasi 60 cm dan tinggi juga 60 cm maka luas penampang = (20 x 60) + 2 x (20 x 60)/2 = 0. Maka jumlah bata per m2 adalah = 1 m2 : 0. volume cor sloof dan ring-balok (VCSB) total per panjang tembok (per m) adalah VCS + VCB = 0. Dengan ring/begel ukuran 10/15 maka penampang cor luasnya adalah 15 cm x 20 cm = 0.2 + 0. Luas bata+adonan = 0.02 m = 0. volume pondasi per m panjang adalah 0.03 m3.8 dibulatkan menjadi 57 bata Kemudian menghitung volume adonan per luas tembok (per m2) : Volume adonan pasang per m2 adalah 57 x 0. Total volume adonan per bata adalah 0.1 m x 0.22 m.000544 0.000524 m3 = 0.0004 m3 VB2 = TB x LB x TA = 0.22 x 0. Volume batu per m = 0.03 m2 x 1 m = 0. Asumsi volume pondasi terdiri dari 30 % adonan 70 % batu.072 m3 Contoh layout rumah berikut : .03 m3.03 m2 x 1 m = 0.7 x 0.

Misalnya tinggi tembok adalah 3 m.168 m3 x 89 = 14. Menghitung material pondasi : Volume batu pondasi (VBt) = 0. Maka : .408 m3 Menghitung material tembok : Hitung dulu jumlah batanya.072 m3 x 89 = 6.Mari kita hitung panjang temboknya : 2 Km Tidur + 1 Km Mandi = (2+3+3) + (3+3+3) + (3+3+3) = 26 m Jadi untuk 4 Km Tidur + 2 Km Mandi = 52 m Ditambah tembok belakang 4 m = 4 + 52 = 56 m Ditambah K tidur besar (5+5+5+5) = 20 + 56 = 76 m Ditambah ruang tamu (5+5+3) = 13 + 76 = 89 m Jadi panjang tembok 89 m.952 m3 atau 15 m3 (15 kubik) Volume adonan pasang pondasi (VPP) = 0.

.2 x 15 m3 = 3 m3.03 x 3 x 20 = 1. jika diameter begel 6 mm maka jarak maksimal antara begel adalah 15 cm. 15219 buah bata 6. ben Jumlah papan dan kaso yang dibutuhkan tergantung kecerdasan tukang.8 m3 Volume cor total adalah = 5.14/6 x 3 = 3. kayu kaso. Jumlah zak semen 50 kg yang dibutuhkan adalah = 4.apakah besi baru ataukah besi bekas . Pada tahap pondasi dibutuhkan papan nisplang. Tergantung kualitas dan harga besi.19 / 0.408 + 8.06 m2 x 89 = 5. maka dibutuhkan papan nisplang sebanyak 16 lembar x 9 rb.8 = 7.diameter besi yang digunakan .19 m3.34 m3 Karena terdapat 20 kolom maka : Volume cor total untuk kolom (VCKT) adalah 0.14/6 = 1. Jika digunakan begel berdiameter 8 mm maka jarak maksimal antara begel adalah 20 cm.57 m3 Maka volume adonan pasang total adalah VPP + VPT = 6. kualitasnya : -besi bekas -diameter besi rangka 8 mm. kayu kaso yang dibutuhkan 10 x 6 rb.19 m3 Volume pasir cor total (VPCT) = 7. Volume adonan pasang tembok (VPT) adalah 0. Misalnya dikerjakan dulu yg km mandi + 2 km tidur.279136 = 14.14/6 x 2 = 2.14 m3 Jika perbandingan semen : pasir cor : batu split adalah 1:2:3 maka Volume semen cor total (VSCT) = 7.jumlah begel atau jarak antar begel Contoh rangka besi kolom/sloof/ring-balok jadi yang biasanya dijual toko besi setahun lalu berharga 30 ribu untuk panjang 3 meter. Yang dimaksud kualitas adalah : .8 x 15 m3 = 12 m3. Jumlah semen total yang dibutuhkan adalah VSP + VSCT = 3 + 1.38 m3 Volume batu split total (VBST) = 7. Jadi material yang dibutuhkan adalah : 1.34 + 1.Jumlah bata = 89 x 3 x 57 = 15219 bata. 12 m3 pasir pasang atau 3 truk (sisa pasir buat lantai) 2.279136 m3 Menghitung material cor : Volume cor total untuk sloof dan ring-balok (VCSBT) = 0. Besi untuk kolom/sloof/ring-balok bisa 10 ribu permeter hingga 40 ribu permeter atau bahkan lebih. 3 m3 pasir cor atau 3 colt (3 kubik) 3. volume semen yang dibutuhkan untuk adonan pasang (VSP) adalah 0.19 = 4. 4 m3 batu split atau 4 colt (mungkin lebih murah 1 truk sekalian) 5. Jika pondasi dikerjakan secara bertahap maka hanya sebagian jumlah papan dan kaso yang dibutuhkan.687136 m3 atau 15 m3 Pasir pasang yang dibutuhkan jika perbandingan semen : pasir = 1:4 adalah 0. diameter begel 6 mm -jarak antar begel adalah 30 cm Rangka besi yang bagus menggunakan besi diameter 10-12 mm.0332 = 126 zak semen 50 kg. 15 m3 Batu pondasi atau 3 truk 4.000544 m3 x 15219 = 8.

1 juta . pintu dan jendela juga belum dihitung. Belum biaya tukangnya.4 colt batu split = 0. Maka biaya tukang per hari adalah 140 ribu.5 juta Tapi hitung-hitungan diatas adalah hitungan ideal yang hanya jadi bahan estimasi saja.1 kusen 2 pintu + 2 pintu = 1.126 zak semen x 45 rb = 5. Jika digunakan 6 pintu tunggal dan sebuah kusen 2 pintu maka : . Pada tahap mendirikan tembok juga dipasang kusen-kusen pintu dan jendela. Tapi tembok belum dilplester yah. .6 pintu kayu lokal x 500 rb = 3 juta .3 colt (3 kubik) pasir cor = 0.6 juta . kusen-pintu fiber untuk kamar mandi. Ini hanya sampai tahap pondasi dan mendirikan tembok.15219 buah bata x 300 = 4.Untuk rumah diatas maka panjang rangka total adalah 89 m untuk ring-balok. Panjang total rangka = 238 m. Jadi berapa kira-kira biaya material minimal untuk rumah diatas? .6 juta . kusen-kusen.67 juta . Jika digunakan 1 tukang 60 rb perhari dan 2 laden 80 ribu perhari.3 truk pasir pasang = 1. Untuk 2 bulan atau 50 hari kerja maka biayanya adalah 7 juta. Bahkan kadang orang memperhitungkan error 100 % !. Asumsi harga rangka per m adalah 30 ribu. Jadi untuk amannya tambahkan overhead sekitar 50 %.238 m rangka besi x 30 ribu = 7.papan. 89 m untuk sloof dan 20 x 3 m untuk kolom.5 juta Belum jendelanya.6 juta Total = 33 juta + 5. Pada kenyataannya bisa jadi error-nya hingga 25-50 % .14 juta .3 truk pondasi = 2. kaso dsb = 500 rb Total = 22. Lantai dan atap belum dihitung.5 juta = 38.6 kusen x 150 rb = 900 rb . Ini bukan panjang total besi loh.5 juta . Sehingga biaya menjadi 33 juta.4 juta .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->