Bab 1.

Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis
I.

Pendahuluan
Bab 1 ini.dimaksudkan untuk memberi pengertian dasar tentang studi

1.1 Deskripsi Singkat kelayakan bisnis kepada para mahasiswa. Hal-hal yang dibicarakan antara lain pengertian studi kelayakan bisnis (SKB), manfaat SKB, tujuan SKB, lembaga pengguna SKB, dan tahap penyusunan SKB. 1.2. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam SKB, serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. 1.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini (pada pokok dan Sub pokok bahasan) mahasiswa mempunyai wawasan tentang SKB (apa, siapa, kapan, mengapa dan bagaimana SKB).

II. Penyajian
2.1 Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis Pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) Yang dimaksud dengan studi kelayakan bisnis adalah penelitian dan penilaian tentang dapat tidaknya suatu proyek dilakukan dengan berhasil (menguntungkan). Pengertian menguntungkan berhasil atau layak, ada yang menafsirkan dalam arti sempit dan arti luas. Pengertian arti sempit, biasanya pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat ekonomi suatu investasi. Pengertian dalam arti luas, biasanya pemerintah atau lembaga non profit disamping manfaat ekonomi masih ada manfaat lain yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis (SKB) Dengan membuat suatu penilaian terlebih dahulu sebelum melakukan investasi yang kemudian dituangkan dalam suatu laporan secara tertulis, Manfaat yang bisa diperoleh hasil laporan studi kelayakan bisnis ini bisa digunakan sebagai 1

2 pedoman/alat untuk mengetahui sampai sejauh mana kegiatan investasi telah dilakukan. Pada intinya laporan SKB ini bisa untuk alat pengawasan. Tujuan diadakan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) Suatu proyek investasi pada umumnya memerlukan dana yang cukup besar dan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang karenanya perlu diadakan suatu studi atau penelitian dan penilaian sebelumnya. Banyak sebab yang mengakibatkan suatu proyek ternyata kemudian tidak menguntungkan/gagal. Sebab itu bisa berwujud kesalahan perencanaan, kesalahan analisa pasar, kesalahan dalam memprediksi bahan baku, kesalahan merekrut tenaga kerja. Disamping itu juga karena kesalahan dalam analisa lingkungan. Untuk itulah studi tentang kelayakan minimal ekonomis menjadi sangat penting. Dengan ringkas kita bisa mengatakan bahwa tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Hubungan antara Studi Kelayakan dengan disiplin Ilmu Lainnya Studi kelayakan dibangun dari disiplin ilmu lainnya. Tanpa sumbangan ilmu lainnya, Studi kelayakan tidak mungkin ada. Studi Kelayakan merupakan ilmu terapan, sebagai ilmu terapan digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dalam kegiatan ekonomi dan Studi Kelayakan dilengkapi dengan berbagai alat bantu yang berasal dari berbagai disiplin ilmu lain. Sebagai contoh misalnya untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan dapat diterima pasar atau tidak teori dan ilmunya ada di Manajemen Pemasaran, barang dan jasa yang dihasilkan apakah sudah diproduksi secara efektif dan efisien bisa dipelajari di Manajemen Operasi, apakah bisnis yang akan dijalankan menguntungkan atau tidak Manajemen Keuangan menyediakan penghitungan proyeksi laba rugi, arus kas dan rasio-rasio keuangannya.

3 Kontribusi antara Ilmu Lain dan Studi Kelayakan Disiplin Ilmu Pemasaran Bentuk Kontribusi 1. Analisa permintaan dan penawaran 2. Mencari pasar dan menghitung pasar potensial, permintaan efektif, segmen pasar 3. Analisis persaingan 4. Pemilihan strategi pemasaran Struktur Organisasi Analisa Jabatan Proses Rekrutmen Teknik pemberian kompensasi Teknik pemberian motivasi Masalah pemeliharaan tenaga kerja 1. Menentukan Modal Kerja 2. Menentukan Modal Investasi 3. Menilai arus kas 4. Membuat proyeksi rugi laba dan neraca perusahaan 5. Mengetahui tingkat pengembalian modal 6. Mengetahui profitabilitas, likuiditas, dan rentabilitas usaha yang dijalankan Pemilihan desain produk yang akan diproduksi Penghitungan kapasitas perusahaan Pemilihan mesin dan teknolog serta peralaan yang akan digunakan Penentuan lokasi usaha Penataan lay-out mesin, bangunan dan fasilitas lain Penghitungan skala produksi yang ekonomis Memilih badan hukum yang tepat Menentukan prosedur pendirian Menilai apakah usaha yang akan dijalankan melangar ketentuan UU atau ketentuan peraturan yang berlaku / tidak Dampak pencemaran lingkungan (Amdal) Penyerapan tenaga kerja Manfaat Untuk mengetahui dan menilai apakah produk yang dihasilkan dapat diterima dan diserap oleh pasar

Manajemen SDM

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Untuk menilai kapabilitas tim dan menempatkan orang pada tempat yang tepat.

Manajemen Keuangan

Mengetahui apakah bisnis yang akan dijalankan menguntungkan / tidak

Manajemen dan Produksi

Operasi 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Untuk mengetahui dan menilai apakah barang dan jasa yang dihasilkan sudah diproduksi secara efektif dan efisien.

Aspek Hukum Dalam 1. bisnis 2. 3.

Untuk menilai bentuk organisasi yang tepat

Ilmu Sosial Lingkungan

dan 1. 2.

Untuk menilai dampak pencemaran dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial

Prospek disini dimaksudkan keuntungan beserta resiko investasi. 3. 4. Ruang lingkup kegiatan proyek/bisnis Cara kegiatan proyek/bisnis dilakukan Evaluasi terhadap aspek-aspek yang menentukan terhadap keberhasilan suatu proyek/bisnis Sarana yang diperlukan oleh proyek/bisnis Hasil kegiatan proyek/bisnis tersebut Akibat (dampak). Mereka mengharapkan bunga plus angsuran pokok bisa dibayarkan tepat waktu. Masing-masing pihak mempunai kepentingan serta sudut pandang yang berbeda. 2. 6. Lembaga-lembaga yang Memerlukan Studi Kelayakan Pembuatan studi kelayakan digunakan untuk memenuhi permintaan pihakpihak yang berbeda. Tahap Penyusunan SKB Dalam studi kelayakan langkah pertama yang perlu ditentukan adalah : • • • • Identifikasi kesempatan usaha Perumusan Penilaian. Gambaran pospek ini sedikit banyak tercermin dari suatu Studi Kelayakan Bisnis (SKB) • Kreditur/Bank Pihak kreditur/ Bank memperhatikan segi keamanan dana yang dipinjamkan. • Investor Pihak yang menanamkan dana dalam suatu proyek tentunya akan lebih memperhatikan prospek usaha tersebut. melakukan pemilihan dengan mengingat segala keterbatasan dan tujuan yang dicapai. 5. Dampak social masyarakat. • Pemerintah Pemerintah terutama lebih berkepentingan dengan manfaat proyek tersebut bagi perekonomian nasional. melakukan penilaian terhadap berbagai aspek Pemilihan. baik yang bermanfaat atau tidak dari adanya proyek/bisnis tersebut . Hal-hal yang perlu diketahui dalam membuat suatu Studi kelayakan adalah : 1.4 3.

5 .

atara lain : a. Aspek teknis dan Teknologi 3. Pembuatan Studi Kelayakan Proyek/Bisnis Fase pertama dalam membuat suatu studi kelayakan proyek/bisnis adalah identifikasi kesempatan usaha. Aspek Lingkungan 6. Metode Penilaian Investasi. . Identifikasi. Tingka ketidakpastian proyek/bisnis 3. 2. Aspek-aspek Studi Kelayakan Bisnis 1. Perumusan. Pada tahap ini dilakukan kegiatan analisis situasi dengan alat analisis yang diperlukan dan menilai aspek-aspek yang penting serta menentukan keberhasilan suatu proyek/bisnis. seperti peramalan permintaan dan peramalan penjualan Survey khusus. Besarnya dana yang ditanamkan atau dinvestasikan 2. Aspek Ekonomi dan Sosial Alat-alat analisis yang biasanya digunakan dalam suatu studi kelayakan bisnis. Aspek keuangan 7. 4. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan berupa menerkemahkan kesempatan investasi kedalam suatu rencana proyek/bisnis yang kongrit 3. baru kemudian diikuti fase berikutnya. Menyelesaikan proyek/bisnis yang sudah dipilih dengan tetap berpegang pada perencanaan dan anggaran yang telah ditentukan. Aspek Pasar dan Pemasaran 2. Pada umumnya tahap-tahap untuk melakukan proyek investasi sebagai berikut : 1. Peramalan. Implementasi. 5. Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan berupa menelaah atau melihat adanya kesempatan nvestasi yang mungkin menguntungkan. b. Aspek Manajemen 4. yaitu : 1. Berdasarkan tahap penilaian maka ditentukan pilihan proyek/bisnis yang menguntungkan. c.6 Perbedaan intensitas studi kelayakan Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek/bisnis. Aspek Hukum 5. Penilaian. Pemilihan.

.1 Evaluasi :   Jelaskan pengertian Studi Kelayakan Bisnis (SKB) Sebutkan dan berikan penjelasan tentang siapa saja yang bisa Menurut saudara hal-hal atau masalah apa saja yang perlu dinalisa memanfaakan hasil dari suatu Studi Kelayakan Bisnis (SKB)  dalam suatu laporan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) Daftar Pustaka A. PT. Analisa BEP Analisa Sumber dan Penggunaan dana Analisa jabatan Analisa beban kerja. Tamriatin. Umar. Yacob. Cetakan Kedua. Suad. B. Cetakan Ketiga. PT. Jakarta. Edisi Ketiga. Tidak dipublikasikan. 2003. Hidayah.. STIE Mandala Jember. 2003. Gramedia. Suwarono. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta. dan lain-lain. Ahmad. e. Jakarta . D. 2007.. E. Studi Kelayakan Proyek. Modul Kuliah SKB. Studi Kelayakan Bisnis...7 d. Ibrahim. III. Subagyo. Percetakan PT. 1994. Rineka Cipta. 1994. g. f. Studi Kelayakan. Penutup 3. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. UPP AMP YKP Yogyakarta C. Husnan. Husein.

uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya.Pada bagian pertama dibahas imasalah aspek pasar. Pendahuluan I.Bab 2.1 Analisis Aspek Pasar Beberapa pertanyaan dasar dalam aspek pasar adalah : a. Penilaian Aspek Pasar dan Pemasaran I. b.2 Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehensif dan terintegrasi dalam SKB. 1.yang dibahas pada bagian dua. . Penyajian 2.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui dan mampu menganalisa aspek pasar dan mampu menyusun strategi pemasaran yang akan dipakai dalam rencana bisnisnya. Berapa market share yang dapat diserap dari keseluruhan pasar potensial? Bagaimana perkembangan market share untuk masa mendatang ? c. II. Pada bagian ini dimaksudkan mengenal dan mengetahui karakteristik pasar yang akan dituju. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Berapa market potential (pasar potensial) yang tersedia untuk masa yang akan datang ? Untuk keperluan ini hal yang perlu diketahui adalah: Tingkat permintaan masa lalu Variabel-variabl yang mempengaruhi permintaan. Hasil yang diperoleh pada aspek pasar ini akan menjadi masukan untuk analisis aspek berikutnya yaitu aspek pemasaran. 8 . Strategi pemasaran yang bagaimana dapat digunakan untuk mencapai market share (dalam analisis pemasaran)? Analisis Pasar Pengertian Pasar : menurut Stanton adalah kumpulan orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas. 1.1 Deskripsi Singkat Bab ini pembahasan di bagi menjadi dua.

Bentuk-bentuk Pasar. pada bentuk pasar ini kegiatan persaingan tidak begitu tampak dan pembeli jumlahnya terbatas. d) selera. dealer. Pasar persaingan oligopoli. Pasar industri : pasar dimana pembelinya memproses lebih lanjut untuk disewakan/dijual c. Macam-macam Pasar. c. d. c) pendapatan. e) tujuan perusahaan. Menentukan posisi pasar dapat dilakukan dengan cara: a) mengidentifikasi keunggulan kompetitif. Penawaran: Berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga. Pasar persaingan duopoli. distributor. b) memilih keunggulan kompetitif. pada pasar ini terdapat dua penjual. b) harga barang lain. Faktor yang mempengaruhi permintaan antara lain: a) harga barang itu sendiri. b) harga barang lain. Faktor yang mempengaruhi penawaran antara lain: a) harga barang itu sendiri. d. agen. grosir. a.9 Permintaan dan Penawaran Permintaan: Jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan membeli pada berbagai tingkat harga. Analisis Persaingan Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan analisis persaingan  Mengidentifikasi pesaing  Menentukan sasaran pesaing . Segmentasi Pasar Adalah kegiatan membagi pasar yang heterogen kedalam pasar yang homogen. Pasar penjual kembali (reseller): pedagang menengah. b. d) tingkat teknologi. merupakan campuran antara persaingan sempurna dengan monopoli. Pasar persaingan monopolis. Pasar konsumen : pasar dimana konsumennya merupakan konsumen akhir b. Pasar persaingan sempurna. c) mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi. Pasar pemerintah: pasar yang terdiri dari unit-unti pemerintah yang membeli / menyewa barang / jasa untuk menjalankan tugas pemerintahan. pasar dengan jumlah penjual yang terbatas. c) biaya produksi. a.

ciri dan desain. Strategi Produk : a. Price. Jenis-jenis Produk beserta Atributnya Pengertian produk: suatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian. price/harga. Menunjukkan sesuatu tentang manfaat dan mutu produk Mudah dibedakan dengan produk lain Analisis Pemasaran . Kemasan dan Label Merk dapat menambah nilai produk. industri dan lainnya. Process.10  Mengidentifikasi strategi pesaing  Menilai kekuatan dan kelemahan  Mengestimasi pola reaksi pesaing  Memilih pesaing Strategi Kompetitif Posisi Kompetitif :  Pemimpin (pemuka) pasar (market leader)  Penantang pasar (market challenger)  Pengikut pasar (market follower)  Pengisi relung pasar (market nicher) 2.2 Analisis Aspek Pemasaran Ruang lingkup dalam analisis pemasaran yaitu bauran pemasaran (4P – Product/produk. Dalam bukunya Ahmad Subagya. Physical evidence and People yang dikenal dengan istilah bauran pemasaran sinergis). Secara umum yang akan dibahas untuk selanjutnya hanya terbatas pada 4P. SE. Keputusan Merk. Promotion. Pengembangan sebuah produk mengharuskan perusahaan menetapkan manfaat apa yang akan diberikan oleh produk manfaat-manfaat ini dikomunikasikan dan dipenuhi oleh atribut produk yang berujud seperti mutu. bauran pemasaran yang perlu dibahas dalam analisis aspek ini ada 8P (Product. Produk dapat dibedakan atau diklasifikasikan kedalam beberapa macam seperti barang konsumsi. Place. digunakan atau dikonsumsi. place/saluran distribusi. Positioning. b. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi dalam menentukan sebuah merk. dibeli. and promotion/promosi). MM.

Strategi Harga : a. Pengertian Harga: Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen dengan manfaat dan suatu produk atau jasa. Strategi Daur Hidup Produk Barang/produk yang diluncurkan oleh suatu perusahaan menjalani siklus/daur kehidupan. Penjelasan Strategi Promosi: Periklanan: Segala bentuk penyajian dan promosi non pribadi yang dibayar baik mengenai gagasan. Didalam mengembangkan periklanan ada beberapa keputusan yaitu: .11 Dapat didaftarkan kepada badan hukum Kemasan. c. Banyak barang yang ditawarkan kepasar harus dikemas terlebih dahulu. Promosi Penjualan. Setidaknya label mengidentfikasikan produk b. Siklus/daur kehidupan barang terdiri dari beberapa tahapan. kedewasaan dan penurunan. barang atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasikan. Pendekatan Umum Penetapan Harga Strategi Promosi : Dalam strategi ini harus memperhatikan bauran promosi yang terdiri dari: Periklanan (Advertising) : Personal Selling. Tahap pengenalan. Publisitas. pertumbuhan. Kegunaan dari kemasan meliputi: atau merk. Keputusan mengenai harga dipengaruhi oleh beberapa faktor : Sasaran pemasaran Pertimbangan organisasi Konsumen Pesaing Berdasarkan biaya. yaitu metode penetapan harga biaya plus Analisis pulang pokok Berdasarkan persepsi pembeli Berdasarkan persaingan menjaga atau melindungi produk memudahkan pengangkutan menarik konsumen Label: Mempunyai berbagai fungsi.

Menciptakan pesan periklanan Memilih media periklanan meyakinkan atau untuk mengingatkan suatu produk. Perencanaan dapat berupa perencanaan jangka panjang. Mengevaluasi program periklanan.12 a. Jenis saluran disribusi bisa langsung. Setiap perusahaan harus mampu mengidentifikasi peluang-peluang baru dipasar dan terus menerus mencari cara baru untuk menawarkan suatu nilai kekonsumen. Strategi Saluran Distribusi Saluran distribusi merupakan jalan (saluran) yang akan dilalui oleh suatu produk untuk sampai ketangan konsumen. b. yaitu produsen langsung ke konsumen. 3) mengidentifikasi alternatif utama. pengidentifikasian alternatifalternatif saluran yang utama serta evaluasinya. dan saluran distribusi tidak langsung dengan menggunakan perantara untuk sampai ketangan konsumen. Untuk mendesain suatu sistem saluran diperlukan analisis kebutuhan layanan konsumen. Proses Manajemen Pemasaran Pemasaran bukanlah sekedar menjual atau memasang iklan semata tetapi merupakan keseluruhan proses yang dilakukan oleh perusahaan. 3) mengevaluasi anggota saluran. c. . b. Personal selling (Penjualan pribadi) Pada kegiatan promosi ini terjadi interaksi jangka pendek untuk meningkakan pembelian atau penjualan suatu produk/jasa dimana pembelian diharapkan dilakukan sekarang juga. 4) mengevaluasi alternatif saluran utama. Keputusan Mengenai Desain Saluran. Membuat Rencana Pemasaran. Menganalisis Peluang Pasar. d. Keputusan ini meliputi: 1) menganalisis kebutuhan layanan konsumen. penetapan sasaran dan kendala sasaran. iklan dimaksudkan untuk memberitahukan. Keputusan mengenai manajemen saluran: 1) memilih anggota saluran. Perencanaan yang baik merupakan salah satu faktor keberhasilan usaha. menengah maupun jangka panjang. 2) menetapkan sasaran dan kendala saluran. Unsur-unsur dari proses itu : a. 2) memotivasi anggota saluran. Menetapkan sasaran.

Jakarta. Mengembangkan Bauran Pemasaran. Modul Kuliah SKB. d. e..? c.. Dimana posisi produk ditengah persaingan produk produk sejenis yang sudah ada saat ini?. Ahmad. Studi Kelayakan Proyek. Suad. Percetakan PT. Tamriatin. PT. UPP AMP YKP Yogyakarta Kedua. Komputindo Kelompok Gramedia. e. d. Studi Kelayakan. Yacob. Tidak dipublikasikan. Apakah produk yang akan ditawarkan ke pasar masih marketable ? b. 2003. Strategi pemasaran apa yang akan dilakukan agar produk dapat berhasil pasar? di III. B. Jika masih marketable. Suwarono. Mengelola Usaha Pemasaran. Husnan..13 c. Perusahaan tentunya mengetahui bahwa dia tidak dapat memuaskan semua konsumen sehingga perlu memiliki dan menetapkan konsumen yang akan dilayani. 2007. Jelaskan secara singkat kerangka analisis masalah-masalah yang aspek pasar aspek pemasaran Hidayah. Ketiga. D. Rineka Cipta. Pada dasarnya analisis aspek pasar dan Pemasaran dikaji untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut : a. Elex Media Umar. Jakarta . Cetakan Edisi Ketiga. Gramedia. Jakarta. C.. Bagaimana tingkat kecenderungan permintaan dan penawaran terhadap produk tersebut diwaktu yang akan dating?. Ibrahim. Studi Kelayakan Bisnis.1 Evaluasi  A. E. Cetakan Subagyo. Memilih Pasar Sasaran. Penutup 3. Husein. seberapa besar kemampuan pasar dalam menyerap produk tersebut. 1994. Studi Kelayakan Bisnis.. STIE dianalisis dalam : Daftar Pustaka : Mandala Jember. 2003. PT. 1994.

.14 Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Pemasaran sebagai mata kuliah prasyarat.

menentukan kombinasi produk diperlukan suatu analisis. Alat analisis itu diantaranya teknik regresi. Penyajian 2.2 Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam SKB. Selain dengan analisis data diatas masih ada lagi yaitu : 15 . Pendahuluan 1.1 Deskripsi Singkat Bab 3 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang alat-alat analaisis yang digunakan dalam aspek pasar dan pemasaran. kelemahan (Weakness). dan ancaman (Threat) yang mungkin akan dihadapi. langkah pertama yang dibutuhkan adalah tersedianya data. berdasarkan metode statistik. kuesioner kepada sasaran.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mengetahui dan mampu menggunakan alat-alat analisis dalam aspek pasar dan pemasaran. Data yang selanjutnya dianalisis sesuai dengan jenis dan alat analisis yang digunakan. Sebelum melakukan analisis. 1.Bab III. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Kesempatan (Opportunity).1 Alat-alat Analisis Dalam Aspek Pasar dan Pemasaran Didalam analisis aspek ini. peramalan dan korelasi. 1. Alat-alat Analisis Dalam Aspek Pasar dan Pemasaran I. misalnya mencari ratarata (mean). Beberapa alat analisis yang bisa digunakan : 1. misalnya untuk meramalkan permintaan menganalisis pesaing. Analisis SWOT Analisis mengenai kekuatan (Strength). Data bisa berupa data primer. misalnya lewat penyebaran angket. penyimpangan (standar deviasi). II. proporsi. Analisis data Kuesioner Analisis data ini biasanya menggunakan metode statistik. 2.

Misalnya.16 • Regresi Dalam kenyataannya kita mungkin ingin memperkirakan suatu keadaan tertentu yang timbul karena dipengaruhi oleh satu atau beberapa faktor lain. yaitu regresi. berganda maupun non linier. misalnya peramalan penjualan. • Korelasi Masih berkaitan dengan analisis hubungan antara beberapa variabel. analisis korelasi berguna untuk menentukan suatu besaran yang menyatakan seberapa kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain. menduga hasil penjualan berdasarkan biaya promosi. bisa digunakan alat analisis menggunakan metode Least Square. Pembahasan.1 Evaluasi : 1. penawaran. market share. permintaan. Penutup 3. Selain untuk melihat pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. metode peramalan. Nilai koefisien korelasi menunjukkan derajat hubungan. rumus dan pemakaian rumus telah dibahas pada matakuliah statistik. biaya distribusi biasanya menggunakan alat analisis tertentu. persamaan. sedangkan tanda negatif atau positif menunjukkan arah hubungan. Data permintaan terhadap suatu tabloid remaja “X” di kota Jember dari tahun 2003 – 2007 sebagai berikut : Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Permintaan (eksemplar) 1500 1750 1400 1900 2200 Coba saudara estimasi permintaan tabloid tersebut untuk tahun 2008 . III. Nilai koefisien korelasi berkisar dari –1 sampai +1. baik linier. Persamaan umum Y = a + bx Dimana : nilai a = Σ y n dan b = Σ xy Σ x2 Y = nilai data hasil ramalan n = jumlah data deret waktu x = waktu tertentu yang telah ditransformasikan dalam bentuk kode.

B. PT. Edisi Ibrahim. Studi Kelayakan Bisnis. Percetakan PT.. Jember. Husein. Diketahui data tentang biaya promosi dan hasil penjualan dari suatu perusahaan... Cetakan Kedua. Subagyo. Studi Kelayakan Proyek. Studi Kelayakan Bisnis. Yacob. 2003. STIE Mandala Husnan. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Pemasaran sebagai mata kuliah prasyarat dan Statistik Bisnis. Jakarta. Daftar Pustaka A. C.) 5 12 4 8 2007 10 11 Menurut saudara apakah dalam perusahaan diatas terdapat hubungan yang signifikan antara biaya promosi dan hasil penjualan. Gramedia. D.. UPP AMP YKP Yogyakarta Rineka Cipta. Tidak dipublikasikan. PT. Suwarono. 1994. Tahun 2003 2004 2005 2006 Biaya Promosi (dlm jutaan Rp. . Hidayah. Modul Kuliah SKB. 2003. Jakarta.17 2. Ahmad. Tamriatin. E. Komputindo Kelompok Gramedia. Suad..) 4 7 3 6 Hasil Penjualan (dlm jutaan Rp. Ketiga. Studi Kelayakan. 1994. 2007. Cetakan Ketiga. Elex Media Umar.

1. luas produksi. Penilaian Aspek Teknik dan Teknologi I. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis ( SKB ). Kegiatan ini timbul apbila sebuah gagasan usaha /bisnis yang direncanakan telah menunjukkan peluang yang cukup baik dilihat dari aspek pasar dan pemasaran. Pendahuluan 1. persediaan beserta alat alat analisis yang digunakan. Proses dalam perencanaan kapasitas. Hal-hal yang dibicarakan antara lain masalah perencanaan kapasitas. II. pemilihan teknologi dan desain produksi. khususnya penilaian aspek teknik dan teknologi kepada para mahasiswa. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti kelayakan suatu proyek bisnis. Bab 4 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Hal-hal pokok yang dianalisis dalam aspek ini adalah : Penentuan rencana kapasitas produksi Penentuan teknologi yang paling sesuai dengan kemampuan Penentuan desain produk yang dipilih Bagaimana persediaan bahan baku yang aman Alat analisis yang sesuai perusahaan Rencana Kapasitas Kapasitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu. 1.2.Bab IV.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisa rencana bisnis dilihat dari aspek teknis dan teknologi. Penyajian 2.1 Deskripsi Singkat Bab 4 ini merupakan kelanjutan dari aspek sebelumnya.1 Aspek Teknik dan Teknologi Aspek berikutnya yang harus dianalisis adalah aspek teknis dan teknologi. meliputi : 18 pembatas dari unit .

biasanya suatu produk bisa diproses lebih dari satu cara. 3. sehingga teknologi yang dipilihpun perlu ditentukan secara jelas. . Beberapa pedoman yang digunakan.19 Memperkirakan permintaan di masa mendatang Menjabarkan perkiraan itu dalam kebutuhan kapasitas fisik Menyusun pilihan rencana kapasitasnya Menganalisis pengaruh ekonomi pada pilihan rencana Meninjau resiko dan pengaruh strategi atau pilihan rencana Memutuskan rencana pelaksanaan. Seberapa jauh derajat mekanisasi yang digunakan dan mafaat ekonomi yang diharapkan 2. 4. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun desain jasa . 2) biaya bahan relative. Pemilihan Teknologi dan Desain Produksi Berkaitan dengan pemilihan teknologi. Kesesuaian dengan bahan mentah yang dipakai.bahan yang digunakan. Salah satu alas an mengapa peningkatan produktivitas di industri jasa sangat rendah adalah karena desain dan penyerahan produk jasa melibatkan interaksi dengan konsumen. Informasi terbaru yang diberikan oleh pemakai (konsumen) dapat dimanfaatkan guna menemukan cara menyempurnakan desain untuk menghemat biaya produksi atau untuk peningkatan kualitas sehingga kepusan pelanggan bias tercapai. Keberhasilan pemakaian teknologi ditempat lain. Desain Jasa Mendisain jasa untuk mendukung karakteristik yang unik merupakan sesuatu yang menantang. Kemampuan tenaga kerja dalam pengoperasian teknologi 5. Proses Desain Proses desain merupakan suatu proses yang berulang. 2) .off antara bentuk dan fungsi.Desainer harus membuat keputusan yang menyangkut tentang bahan. dalam pemilihan bahan hendaknya desainer mempertimbangkan 1) kebutuhan spesifikasi bahan. seperti : 1. Hal-hal yang yang perlu diperhatikan dalam desain produk adalah Manajemen harus membuat keputusan yang menyangkut trade. Kemampuan antisipasi terhadap teknologi lanjutan. diantaranya yaitu : 1) lini pelayanan yang ditawarkan. dan 3) biaya pemrosesan.

Fasilitas transportasi . baik jangka pendek maupun jangka panjang yang diakibatkan oleh lokasi tertentu. Masing-masing diberi skor/nilai tertentu atau bila perlu diberi bobot tertentu pula kemudian yang mempunyai skor akhir total paling besar dipilih. pelayanan. Biaya-biaya yang dikeluarkan pada dasarnya dapat dikelompokkan biaya yang bersifat obyektif dan subeyektif.Perkembangan masa depan .Biaya bangunan . Lokasi Distribusi Tujuan umum menentukan letak lokasi adalah meminimumkan biaya.Biaya pemasaran . 2. Metode kualitatif. baik faktor primer maupun sekunder.Biaya tenaga kerja 3) tingkat pelayanan. Metode ini pada dasarnya merupakan teknik riset operasi yang penyelesaiannya dapat melalui beberapa cara : VAM dan MODI Metode ini terutama digunakan bila perusahaan telah memiliki beberapa pabrik dan beberapa gudang bermaksud menambah kapasitas serta pabriknya.Fasilitas pendidikan .Biaya bahan .Kemungkinan Pengembangan Adapun faktor primer yang dipertimbangan dalam pemilihan lokasi : .Keadaan bahan mentah .Biaya sarana . 4) Garis tunggu dan kapasitas Sedangkan biaya yang bersifat Subyektif : .Kegiatan serikat buruh / pekerja .20 ketersediaan pelayanan.Keamanan dan lingkungan Model-model Penilaian Lokasi Ada 3 (tiga) macam penilaia. Selain itu juga tidak kalah pentingnya adalah memperhatikan faktor-faktor lainnya. metode ini digunakan terutama bila perusahaan memilih beberapa lokasi dan gedung.Tenaga listrik dan air Faktor sekunder pemilihan lokasi : . meliputi : 1. Biaya yang bersifat obyektif : . Metode transportasi.Perumahan . Metode ini walaupun sederhana tetapi sulit dalam pelaksanaannya terutama pada saat memberikan penilaian terhadap factor-faktor yang dianggap penting.Letak pasar yang dituju .Fasilitas rekreasi . yaitu melakukan penilaian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi.Supply tenaga kerja . . Penilaian kualitatif terhadap faktor yang dianggap penting dan berpengaruh.

Kriteria Evaluasi dan Pertimbangan Tata letak Pabrik Kriteria evaluasi adalah : 1. 3. Jenis-jenis Tata Letak Fasilitas. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain : Batasan permintaan Kapasita mesin-mesin Kemampuan tenaga kerja Kemampuan finansial dan manajemen Kemungkinan perubahan teknologi. Konsistensi dengan teknolog produksi yang dipakai Kelancaran arus pabrik dari satu proses ke proses lain Optimalisasi pemakaian ruangan Kemudahan dalam melakukan penyesuaian maupun untuk ekspansi Minimalisasi biaya produksi 6. Pada Lay-out ini mesin dan peralatan yang sama ditempatkan dalam sat lokasi kerja. 4. yaitu : • • Lay-out garis. Pemaduan fisik. fungsinya dikelompokkan dalam satu ruangan. • Fixed Position Lay-out. Metode Analisa Biaya. konsepnya berdasarkan pada pemanfaatan biaya tetap dan biaya variabel untuk membantu pemilihan alternatif lokasi. 5. sehingga pembauran keduanya sebagai komponen dari sistem produksi yang perlu dianalisis. Sednagkan tata letak pabrik menyesuaikan diri dengan sifat proses produksi yang direncanakan. 2. Tata Letak (Lay-Out) fasilitas Inti sistem produksi merupakan gabungan antara teknologi dan manusia. Jaminan keselamatan kerja Luas Produksi Luas produksi : jumlah produk yang seharunya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. Pada Lay-out ini mesin dan peralatan yang sama berdasarkan urutan proses produksi. Pada Lay-out ini mesin dan peralatan disusun Lay-out Fungsional. faktor-faktor ini disebut tata letak produksi. Metode yang bisa dipergunakan dalam penentuan luas produksi • • Pendekatan konsep Marginal Cost Pendekatan Break Event Point .21 3.

22 • • Pendekatan Linier Programming Pendekatan konsep Marginal Cost Pendekatan konsep Marginal Cost (MC) dan Marginal Revenue (MR). meliputi biaya selama proses persiapan pesan. ekuangan. meliputi: sewa gudang. biaya pengirman pesanan. Sedangkan biaya simpan. Jika produk yang dihasilkan terdiri dari dua jenis menggunakan pendekatan grafik. dan jika lebih dari dua jenis menggunakan metode simpleks. Pengadaan Persediaan Bahan Faktor-faktor yang mempengaruhi pengadaan persediaan : tingkat penjualan. Luas produksi minimal terletak pada luas produksi yang pada saat itu perusahaan tidak menaglamai laba atau rugi. biaya penerimaan barang yang dipesan. pemeliharaan material dalam gudang.Dengan diketahui luas produksi pada titik impas bias ditentukan luas produksi yang memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dimana : • MC merupakan differensial TC (TC’) MR merupakan differensial TR (TR’) Pendekatan Break Event Point. EOQ adalah jumlah pembelian yang ekonomis. Salah satu cara yang digunakan untuk pengendalian investasi pada persediaan adalah dengan menggunakan model EOQ (Ecnomic Order Quantity). sifat teknis. Luas produksi optimal tercapai pada saat MC = MR. Cara menentukan EOQ dengan rumus : EOQ = Dimana : R = Jumlah dalam unit yang dibutuhkan selama satu periode S = Biaya pesan tiap kali pesan 2xRxS . Biaya-biaya yang termasuk dalam EOQ adalah biaya pesan (Ordering Cost) dan biaya simpan (Carrying Cost0. Atau dengan kata lain luas produksi berada pada titik impas (break event point). pajak atas persediaan. • Pendekatan Linier Programming Metode ini digunakan jika produk yang dihasilkan lebih dari satu jenis. Biaya pesan. biaya proses pembayaran. asuransi. PxL . lamanya proses produksi serta daya tahan produk akhir. pada jumlah ini terjadi kombinasi biaya terendah.

23 P = Harga pembelian perunit yang dibayar L = Biaya penyimpanan dan pemeliharaan dalam gudang Asumsi : • • • Harga pembelian bahan baku per unitnya konstan Setiap saat kita membutuhkan, bahan selalu tersedia di pasar Jumlah kebutuhan bahan dapat ditentukan terlebih dahulu secara pasti

untuk penggunaan satu periode tertentu. • Penggunaan bahan selalu pada tingkat yang tetap dan kontinyu. Kelemahan metode EOQ terletak pada asumsi yang digunakan terlalu bersifat ideal. Contoh: Perusahaan “Berkah” dalam tahun 2003 membutuhkan bahan sebanyak 1600 Kg. Untuk mendapatkan bahan tersebut dibutuhkan ongkos sebagai berikut : a) biaya pesan Rp. 50,- tiap kali pesan, b) Carrying cost Rp. 1,- per KG. Hitunglah EOQ. EOQ = 2xRxS . PxL ROP (Reorder Point) Adalah saat dimana harus dilakukan pemesanan kembali, sehingga pada waktu barang datang persediaan = 0 atau Safety Stock ROP = Safety Stock + Lead Time Dimana : Lead Time = waktu tunggu mulai barang dipesan sampai datang masuk gudang produksi tidak terganggu Contoh soal seperti tersebut diatas : R = 1.600 Kg. S = Rp. 50,- sekali pesan C = Rp. 1,- per kG Kalau Lead time 2 minggu dan 1 tahun dianggap 50 minggu sedangkan Safety stock = 200 Kg. Ditanyakan : EOQ dan ROP ? Safety Stock = persediaan pengaman, persediaan minimal yang harus ada agar = 2 x 1600 x 50 . 1 = 1.600 = 400 KG Penjualan dapat ditentukan Pemakaian bahan sepanjang tahun Pesediaan dapat segerap diperoleh

24 Jawab : EOQ = 2 x 1.600 x 50 . = 400 Kg 1 Pemakaian selama lead time adalah 1.600 x 2 = 160 Kg 50 ROP = safety stock + 160 = 120 + 160 = 360 Kg. 2.2 Alat-alat Analisis yang Digunakan dalam Aspek Teknik dan Teknologi Penentuan Lokasi Pabrik Penentuan lokasi yang tepat akan meminimumkan beban biaya, baik biaya investasi maupun biaya eksploitasi. Secara sepintas variabel dalam pemilihan lokasi : - Bahan mentah - Supply Tenaga Kerja - Letak pasar - Tenaga :Listrik dan Air - Fasilitas Transportasi

Setelah diketahui beberapa variabel tersebut, kemudian dilakukan analisis. Diantara alat analisis tersebut adalah : a. Metode Kualitatif : Terhadap faktor yang dianggap penting dan berpengaruh. Masing-masing diberi skor/nilai tertentu atau bila perlu diberi bobit tertentu pula kemudian yang mempunyai skor akhir total paling besar dipilih. b. Metode Transportasi, Pada dasarnya merupakan teknik operation research. Metode yang digunakan adalah MODI dan Vam. Metode ini terutama digunakan bila perusahaan telah memiliki beberapa lokasi pabrik dan beberapa gudang bermaksud menambah kapasitas serta pabriknya. c. Metode Analisa Biaya Konsep perbedaan biaya tetap dan biaya variabel yang digunakan. Penentuan Luas Produksi a. Pendekatan konsep Marginal Cost dan Marginal Revenue Luas produksi optimal tercapai pada saat MC = MR b. Pendekatan Break Event Point Luas produksi minimal terletak pada luas produksi yang pada saat itu perusahaan tidak mengalami laba atau rugi (pak-pok). c. Metode Linier Programming

25 Metode ini jika produk yang dihasilkan lebih dari satu jenis, jika produk yang dihasilkan terdiri dari dua jenis menggunakan pendekatan garfik, jika lebih dari dua jenis menggunakan metode simpleks.

III. Penutup
3.1 Evaluasi : 1. Menurut saudara hal-hal apa saja yang dianalisa dalam aspek teknis dan teknologi ini. 2. Jelaskan lokasi. 3. Sebuah pabrik roti membuat dua macam bahan mentah utama sebagai pembeda kualitas. Roti kualitas super mendatangkan keuntungan Rp. 300,per unit sedangkan roti kualitas biasa mendatangkan keuntungan Rp. 200,dari penjualan tiap unitnya. Untuk membuat roti kualitas super diperlukan 2 ons mentega, 1ons gula. Untuk membuat roti kualitas biasa diperlukan 1 ons mentega dan 1 ons gula. Setiap hari pabrik mampu mendapatkan 50 Kg mentega dan 30 Kg gula. Berapa unit masing-masing jenis roti seharusnya dibuat agar keuntungan maksimum dan berapa keuntungan maksimumnya. secara singkat tentang metode penentuan lokasi dengan menggunakan penilaian terhadap faktor-faktor penentu dalam pemilihan

Daftar Pustaka
A. Hidayah, Tamriatin., 2003, Modul Kuliah SKB, STIE Mandala Jember, Tidak dipublikasikan. B. Husnan, Suad.,. Suwarono, 1994, Studi Kelayakan Proyek, Edisi Ketiga, UPP AMP YKP Yogyakarta C. Ibrahim, Yacob., 2003, Studi Kelayakan Bisnis, Cetakan Kedua, PT. Rineka Cipta, Jakarta. D. Subagyo, Ahmad, 2007, Studi Kelayakan, PT. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta. E. Umar, Husein., 1994, Studi Kelayakan Bisnis, Cetakan Ketiga, Percetakan PT. Gramedia, Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen sebagai mata kuliah prasyarat.

mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan sumber daya diarahkan agar sarana fisik proyek tersebut dapat disiapkan tepat waktu. Masa pembangunan proyek bukan hanya pembangunan sarana fisik saja tetapi berbagai sarana lain sampai proyek melakukan produksi percobaan.1 Deskripsi Singkat Bab ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Penyajian 2.2.1 Manajemen Pembangunan Proyek Pada masa pembangunan proyek. Langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan proyek adalah : • • Merancang elaksanaan proyek. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Berkaitan dengan aspek manajemen. 26 . kemudian manajemen dalam operasional (Bab 6). membaginya dalam berbagai kegiatanMenentukan skedul/jadwal kegiatan dalam proyek kegiatan diidentifikasi dan hubungan antar kegiatan harus jelas. 1. pembahasan disajikan dalam dua bagian manajemen pembangunan proyek (Bab 5). 1. Pendahuluan 1.Bab V.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mengetahui dan mampu menganalisis aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis. Penilaian Aspek Manajemen I. menyusun rencana penyelesaian proyek tepat pada waktunya. khususnya menganalisis aspek manajemen kepada para mahasiswa. Perencanaan Pelaksanaan Proyek Tahap perencanaan proyek merupakan tahap yang sangat penting dan menentukan. II.

Dalam Network Planning dimulai dengan menginventarisasikan segala kegiatan/aktivitas dan termasuk pula disini logika ketergantungan antara aktivitas/kegiatan tersebut.27 Berkaitan dengan waktu. secara tidak langsung sebelumnya sudah merencakanan sebuah proyek sampai detail. pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu (Network Dalam membuat/menggambarkan analisa jaringan konsep yang diperlukan : tertentu. Dapat digunakan untuk pengawasan atas pelaksanaan sebuah proyek baik dari sisi waktu maupun biaya. Dalam membuat suatu analisa jaringan beberapa data yang diperlukan. Kejadian tersebut biasanya diberi simbol lingkaran dan aktivitas dilukiskan sebagai anak panah yang menghubungkan kedua lingkaran. Bagan ini kemudian menjadi titik tolak dipergunakannya teknik analisa jaringan seperti PERT dan CPM. Manfaat dibuatnya Network Planning Dengan harus menggambarkan logika ketergantungan dari setiap kegiatan dalam sebuah analisa jaringan. Bagan GANTT pada dasarnya merupakan peta yang menggambarkan pekerjaan yang harus dilaksanakan dan hubungan yang ada pada tiap tingkat/tahap pekerjaan. . antara lain : Urutan pekerjaan Biaya untuk setiap kegiatan atau biaya percepatan kegiatan Events (kejadian) suatu keadaan tertentu yang terjadi pada saat Aktivitas. Selanjutnya proyek akan dapat dilaksanakan setelah faktor waktu dan sumber daya juga disediakan. kejadian tertentu. biasanya dipergunakan bantuan teknik/cara seperti bagan GANTT atau diperluas dengan menggunakan analisa jaringan Analysis) seperti PERT. Bagan GANTT Bagan ini untuk mengatasi masalah pengawasan produk. Konsep Network Planning Network Planning (analisa jaringan) merupakan suatu kegiatan perencanaan sekaligus pengawasan.

Gramedia... . Husnan. dikerjakan di ruang kuliah dan atau merupakan terstruktur yang dapat digunakan sebagai pekerjaan rumah (PR). Ahmad. 2003. 1994. Modul Kuliah SKB. PT. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta. Percetakan PT. Tamriatin. Umar. Suwarono. Jakarta. UPP AMP YKP Yogyakarta C. Tidak dipublikasikan. Cetakan Ketiga. Rineka Cipta. pada poin evaluasi. Yacob. Subagyo. Hidayah. E. B.28 Contoh jaringan yang sederhana : Event 1 2 3 4 5 aktivitas 1 – 2 2–3 2–4 3–5 4-5 Untuk contoh yang lebih kongrit telah dibahas dalam mata kuliah manajemen operasional/operation reseach. Dipersilahkan untuk menyesuaikan diri (mengacu) pada RP mata kuliah yang bersangkutan. Husein. Studi Kelayakan.. STIE Mandala Jember.. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. 1994. Ibrahim. Penutup 3. Studi Kelayakan Proyek.1 Evaluasi : Dosen. 2007. Edisi Ketiga. Cetakan Kedua. Suad. Evaluasi (latihan) yang dibuat dosen dapat berbentuk lisan atau tertulis. PT.. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. D. Daftar Pustaka A. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen sebagai mata kuliah prasyarat. III.

1 Manajemen dalam Operasional Tahap berikutnya dalam aspek manajemen menyangkut masalah merencakan pengelolaan proyek tersebut dalam operasinya nanti. 1. Bentuk badan usaha ada kaitannya dengan pengelolaan. atau dapat juga merupakan suatu perusahaan yang baru berdiri sendiri.Bab VI. pembagian laba serta 29 . Hal-hal yang dibicarakan antara lain manajemen dalam operasional. 1. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB)serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Beberapa pertanyaan mendasar yang perlu dicari jawabannya adalah :  Apa sebaiknya bentuk badan usaha yang akan dipergunakan  Jenis-jenis pekerjaan apa yang diperlukan agar usaha tersebut bisa berjalan lancar  Persyaratan-persyaratan apa yang diperlukan untuk bisa menjalankan pekerjaan  Bagaimana struktur organisasi yang dipergunakan  Bagaimana kita bisa mencari tenaga kerja untuk memenuhi tuntutan tersebut. maka bentuk badan usaha yang legalpun perlu segera ditentukan. khususnya menganalisis aspek manajemen kepada para mahasiswa.2. Dalam pemilihan bentuk badan usaha faktor pengawasan harus diperhatikan. Penyajian 2. II. Pendahuluan 1.Setelah disesuaikan dengan visi dan misi dan rencana rencana yang akan dilaksanakan.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui dan mampu menganalisa aspek manajemen. Penilaian Aspek Manajemen I. Pemilihan Bentuk Badan usaha Proyek bisnis yang akan dibangun dapat merupakan suatu bagian atau divisi baru darai suatu perusahaan.1 Deskripsi Singkat Bab 6 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan.

Menghubungi organisasi buruh yang ada Tahap awal dalam manajemen saat pelaksanaan proyek berkaitan dengan masalah manajemen strategik. Menggunakan jasa dari karyawan yang sudah ada d. Hasil dari analisis jabatan memberikan deskripsi. Jenis-jenis Pekerjaan Untuk menjawab hal mengenai jenis-jenis pekerjaan apa yang diperlukan serta kriteria apa yang diisyaratkan kepada pemangku/pelaksana kegiatan ini. wewenang dan tangggung jawab setiap jabatan. Biasanya kedua cara tersebut dapat digunakan secara bersama-sama. Umumnya cara yang diperlukan untuk memperoleh tenaga kerja yang diperlukan ditempuh dengan cara : a. Pada dasarnya tenaga kerja yang akan memangku jabatan tersebut bisa tenaga kerja yang sudah siap. Menghubungi kantor penempatan tenaga kerja c. gambaran dari suatu jabatan atau pekerjaan.30 pengawasan/kontrol terhadap pelaksanaan. hubungan antar bagian (struktur organisasi) langkah berikutnya adalah mencari tenaga kerja (personil) yang akan memangku jabatan tersebut. . Tahap selanjutnya yang juga diperlukan adalah menentukan struktur organisasi yang akan digunakan. Disamping itu hasil dari analisis jabatan yang dbuat juga memberikan informasi tentang jabatanjabatan kunci serta beberapa persyaratan yang harus ipenuhi oleh pemangku jabtan (Job spesikasi) tersebut. Setelah merencanakan semua tugas. Dilaksanakan dengan membuat suatu analisa jabatan. bisa tenaga kerja yang belum siap sehingga perlu dididik atau dilatih terlebih dahulu. Memasang iklan b. persyaratan yang diminta. Siapa yang bertanggung jawab dan kepada siapa harus diberi pertanggungjawaban suatu pekerjaa terlihat dari struktur organisasi ini. Manajemen strategik merupakan sekumpulan keputusan dan tindakan yang merupakan hasil dari formulasi dan implementasi serta rencana yang didesain untuk tujuan suatu perusahaan. Lamaran yang masuk secara kebetulan f. pertanggungjawaban dan pengawasan proyek. Dengan membuat suau struktur organisasi berarti ada pembagian pekerjaan secara jelas. Menghubungi lembaga pendidikan e.

sinergi.1 Evaluasi : 1. (2 + 2 = 5) Pada implementasi atau pelaksanaan operasional kombinasi yang biasa dilakukan adalah dimulai dari proses pengintegrasian. Hidayah. Meskipun pembagian pekerjaan tersebut telah dilakukan. Menurut saudara perlukah suatu perusahaan mempunyai misi. Studi Kelayakan Proyek. Sinkronisasi.31 Kegiatan atau komponen dari manajemen strategik ada bermacam-macam meliputi :  Memformulaiskan misi. Penutup 3. . Modul Kuliah SKB. Sinergi merupakan perpaduan dua atau lebih potensi positip atau kekuatan dari masing-masing unsur mnejadi satu kekuatan baru yang lebih besar dari kombinasi biasa. vis. Sinkronisasi merupakan upaya penyelarasan gerak langkah dan pembuatan skala prioritas agar suatu pekerjaantidak tumpang tindih dan berjalan sesuai jadwal waktu dan pentahapan yang telah direncanakan. Keputusan strategis yang menyangkut unsur/komponen diatas biasanya dibuat oleh manajemen puncak.. Integrasi menunjukkan suatu penyatuan semua unsur dalam organisasi dalam satu gerak langkah bersama. Tamriatin. III. Daftar Pustaka A. Tahap selanjutnya dalam aspek ini adalah masalah KISS (Koordinasi.. Tidak dipublikasikan. UPP AMP YKP Yogyakarta. falsafah dan sasaran perusahaan  Mengembangkan profil perusahaan  Menilai hubungan internal dan eksternal perusahaan  Menentukan tujuan jangka pendek.. 1994. 2003. Suad. Koordinasi merupakan suatu proses pengintegrasian berbagai kegiatan dan tujuan dari berbagai satuan organisasi agar supaya bisa mencapai tujuan organisasi dengan efisien. dan tujuan 2. STIE Mandala Jember. Suwarono. dan jangka panjang  Mengimplementasikan dan mengevaluasi proses strategik sebagai masukan untuk pengambilan keputusan yang akan datang. tujuan. satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu masalah koordinasi. Menengah. selanjutnya dilakukan koordinasi dan sinkronisasi. Edisi Ketiga. Jika saudara merencanakan suatu proyek dan melibatkan beberapa orang perlukah saudara membuat suatu analisis jabatan walaupun sederhana. Integrasi. B. dan Sinergi). Husnan.

. 1994. Studi Kelayakan. Studi Kelayakan Bisnis. Yacob. Cetakan Kedua. Cetakan Ketiga. Komputindo Kelompok Gramedia. 2003. E. Gramedia.32 C. 2007. PT. Percetakan PT. Husein. D. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen sebagai mata kuliah prasyarat. Jakarta. Elex Media Umar.. Studi Kelayakan Bisnis. . Jakarta. Subagyo. Ibrahim. Rineka Cipta. Ahmad. PT.

Penilaian Aspek Hukum. Aspek Sosial dan Lingkungan. Sosial dan Lingkungan I. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB) serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Hal-hal yang dibicarakan antara lain Aspek Legal.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui dan mampu menganalisis Aspek Legal. Penyajian 2. What (proyek apa yang dibuat) c. When (kapan proyek akan dilaksanakan) e.Bab VII. II. How (bagaimana proyek dilaksanakan) 33 . Ekonomi.1 Deskripsi Singkat Bab 7 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Pendahuluan 1. Ekonomi. Where (dimana proyek dibuat) d. Aspek Legal Penilaian aspek ini penting dilakukan sebelum proyek terlanjur diberhentkan oleh pihak-pihak yang berwajib karena dianggap beroperasi secara legal atau menghadapi protes masyarakat yang menganggap bahwa proyek/bisnis yang dibangun melanggar norma kemasyarakatan. Dalam aspek yuridis yang perlu dilihat dari sisi : a. Sosial dan Lingkungan kepada para mahasiswa. Who (siap pelaksana proyek) b. Aspek Sosial dan Lingkungan.1 Analisis Aspek Legal A. 1. Aspek Ekonomi.2. Aspek Ekonomi. 1. khususnya penilaian Aspek Hukum.

Perseroan Terbatas (PT). merupakan bentuk badan usaha yang bergerak dibidang ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya yang bersifat murni pribadi dan tidak dapat dialihkan. merupakan perusahaan yang dikelola oleh Beberapa bentuk yuridis perusahaan: seseorang. Makin banyak saham yang dimiliki makin besar andilnya dan kedudukannya dalam perusahaan tersebut. disisi lain dia juga menanggung semua resiko yang timbul dari kegiatan perusahaan. Identitas pelaksana : Kewarganegaraan. merupakan suatu persekutuan oleh beberapa orang yang masing-masing menyerahkan sejumlah uang dalam jumlah tertentu (tidak selalu sama). Koperasi. keluarga sebagai individu yang terlibat dalam proyek. Perseroan Komanditer (CV). bentuk perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-saham. proyek adalah debitur bank lain. Semua anggota mempunyai tanggung jawab sepenuhnya. perlu diselidiki bagaimana kebijaksanaan pengelolaan yang digunakan. suatu bentuk perkumpulan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama. perlu diketahui apakah pelaksana prosedur pinjaman. perlu diketahui apakah anggota perusahaan sponsor Keterlibatan pidana dan perdata. Siapa pelaksana Proyek Siapa pelaksana dapat didekati dengan dua macam: Badan Usahanya Individu yang terlibat sebagai decision makers Perusahaan perorangan. Hubungan keluarga. b. proyek tengah terlibat dalam suatu tindakan yang dapat menimbulkan gugatan ataupun tuntutan. hal ini perlu diketahui karena berkaitan dengan Informasi Bank. Disatu pihak dia memperoleh semua keuntungan perusahaan. Proyek apa yang dilaksanakan . Anggota ada 2 macam ada yang aktif dan ada yang pasif. Jika ya apakah ada keterlibatan lain. Firma (Fa). jika terdapat hubungan suami istri. Bila perusahaan memperoleh untung dibagi bersama tapi bila menderita rugi ditanggung bersama pula.34 a.

perlu pula mengadakan analisis kemanfaatan dan biaya terhadap perekonomian secara nasional dan sosial. . menggunakan sumber daya lokal. Dimana proyek dilaksanakan d. Sisi distribusi nilai tambah Sisi tenaga kerja Sisi keuntungan ekonomi nasional Sisi pengaruh sosial Sisi manfaat/biaya sosial perusahaan.2 Analisis Aspek Ekonomi Nasional Selain aspek yang telah disebutkan diatas. iklim tropis. besarnya ketimpangan distribusi pendapatan. Waktu / pelaksanaan Hambatan Pembangunan Ekonomi Beberapa hambatan pembangunan ekonomi dapat berupa. menambah pendapatan nasional. Semua perizinan masih berlaku/tidak. produktivitas rendah.35 Bidang usaha yang dibangun harus sesuai dengan anggaran dasar Fasilitas Gangguan Lingkungan Pengupahan Perencanaan wilayah Status tanah Disamping waktu operasional. perlu dilihat pula waktu yang berkaitan dengan perizinan. besarnya pengangguran. penggunaan tanah dengan produktivitas rendah. menghasilkan dan menghemat devisa. Aspek-aspek penilaian manfaat suatu proyek Manfaat dan biaya proyek dapat ditinjau dari : Sisi rencana pembangunan nasional. tekanan produk yang buruk. 2. Bagaimana Cara Melaksanakan Proyek Telah dijelaskan dalam aspek manajemen. e. dimana kedalaman dan keluasan analisanya tegrantung dari kriteria-kriteria yang ditentukan untuk menilai suatu proyek. c. nilai perdagangan luar negeri yang rendah. kapital sedikit. analisis manfaat proyek ditinjau dari sisi ini dimaksudkan agar proyek dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Subagyo. Daftar Pustaka A. Jakarta .3 Analisis Aspek Lingkungan Pada analisis aspek lingkungan didasarkan pada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta.1 Evaluasi : 1. Husnan. 1994. Rineka Cipta. Umar. Percetakan PT. PT. Cetakan Kedua. Hidayah. Gramedia. Studi Kelayakan. D. Studi Kelayakan Proyek. Jakarta. E. Husein. 1994. suatu proyek Mengapa aspek legal (hukum) diperlukan bagi suatu Jelaskan peran AMDAL dalam studi kelayakan bisnis proyek/rencana investasi atau perusahaan. Yacob. B. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Tidak dipublikasikan. Edisi Ketiga. 2003. 2007. 2003.. Perlunya AMDAL adalah : Peraturan Pemerintah AMDAL harus dilakukan agar kualitas lingkungan tidak rusak dengan adanya proyek-proyek Peran AMDAL Peran dalam pengelolaan lingkungan Peran dalam pengelolaan proyek Peran dalam dokumen penting III. Modul Kuliah SKB. Cetakan Ketiga. Studi Kelayakan Bisnis. UPP AMP YKP Yogyakarta C. Ibrahim..36 2.. STIE Mandala Jember. Tamriatin.. PT. AMDAL adalah suatu kajian secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu kegiatan yang direncakan terhadap lingkungan. Suad. 2. Suwarono.. Penutup 3. Ahmad.

1. 1. perlengkapan kantor.2. perlengkapan angkutan. 1. Aspek ini bertujuan untuk membandingkan pengeluarandengan pendapatan seperti ketersediaan dana dan sumbernya. Kebutuhan Dana Untuk Aktiva Tetap Aktiva tetap dibedakan atas. serta aliran kas proyek. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis ( SKB) serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. serta aliran kas proyek.1 Kebutuhan Dana dan Sumbernya Kebutuhan dana dan sumber pemenuhannya Pada materi ini membicarakan masalah kebutuhan dana dan sumber dana yang bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan dana. 37 . perlengkapan untuk penelitian dan pengembangan. khususnya penilaian Aspek Finansial kepada para mahasiswa. aktiva tetap berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud.1 Deskripsi Singkat Bab 8 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui dana dan sumber-sumber pemenuhannya serta mampu membuat/menyusun aliran kas proyek. Penyajian 2. Penilaian Aspek Finansial I. Pendahuluan II.Bab VIII. Aktiva tetap berwujud dapat berupa: Tanah dan pengembangan lokasi Bangunan dan perlengkapannya Pabrik dan mesin-mesin Aktiva tetap lainnya.

Pembahasan lebih rinci ad di mata kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan.38 Dasar Penaksiran: komersial Aliran Dana Untuk Modal Kerja Untuk menghitung kebutuhan modal kerja tersedia beberapa metode. copyright. Ketepatan metode tersebut tergantung pada pengertian modal kerja yang dipergunakan. engineering fees Biaya pendahuluan Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebelum produksi secara Informasi tentang harga: Aktiva Tetap tidak berwujud dapat berupa : . Sumber Dana Beberapa sumber dana. diantaranya : Modal sendiri yang disetor pemilik perusahaan Saham. lisensi. Rencana yang terperinci dan spesifikasi lengkap Rancangan garis besar dan spesifikasi yang belum lengkap Pengalaman dengan proyk yang sama ditempat lain Pengalaman dengan proyek agak berbeda di tempat lain Beberapa pengalaman yang telah diuji secara empiris Harga-harga diwaktu lalu Daftar harga yang masih berlaku Daftar harga kira-kira Paten. goodwill. saham biasa atau saham preferen Obligasi Kredit bank Leasing Project Finance Dalam prakteknya ada semacam pedoman untuk menentukan sumber dana apa yan sebenarnya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan dana. Pada dasarnya menghitung besarnya kebutuhan dana untuk modal kerja diperoleh dari berapa kebutuhan untuk masing-masing komponen modal kerja. yaitu : • Aktiva tetap yang tidak disusutkan sebaiknya dibelanjai dengan modal sendiri.

Penutup 3. . 101 juta III. Komponen aliran kas. terdiri dari : • Initial Cash Flow (Kas Permulaan) Untuk menentukan kas permulaan maka pola aliran kas yang berhubungan dengan investasi harus diidentifikasi.2 Aliran Kas Proyek Mengapa aliran kas penting untuk diketahui? Aliran kas berkaitan dengan kas dan Kas sangat penting karena dengan kas melakukan investasi. dengan kas membayar kewajiban finansial.1 Evaluasi : Mahasiswa diminta mencari (contoh) laporan keuangan dan anggaran kas kemudian menusun aliran kas. • • Aktiva lancar bisa dibelanjai dengan hutang jangka pendek. 1 juta. 2. dan periode jatuh temponya tidak lebih pendek daripada periode keterikatan dana pada aktiva lancar Untuk aktiva lancar yang permanen sebaiknya dibelanjai dengan hutang jangka panjang atau modal sendiri. 100 juta. Setiap tahunnya. dan lain-lain. Modal tidak menggunakan modal pinjaman. Berikut contoh cara menaksir aliran kas. Suatu perusahaan memperoleh laba bersih setelah pajak sebesar Rp. • Terminal Cash Flow Terminal Cash Flow umumnya terdiri dari cash flow nilai sisa (residu) investasi tersebut dan pengembalian modal kerja. merupakan titik permulaan untuk penilaian profitabilitas usulan investasi tersebut. Penyusutan/epresiasi Rp. Aliran kas permulaan ini tidak hanya terjadi pada awal periode tetapi bisa beberapa kali Aliran kas masuk = laba setelah pajak + penyusutan + bunga (1 – pajak) • Operational Cash Flow Penentuan maupun estimasi tentang berapa besarnya Operational Cash Flow.39 • Aktiva tetap yang disusut sebaiknya mengunakan modal sendiri atau hutang jangka panjang yang jatuh temponya tidak lebih pendek daripada usia ekonomi aktiva tetap. Sehingga aliran kas masuk bersih adalah Laba setelah pajak + depresiasi = 100 juta + 1 juta = Rp.

E. Studi Kelayakan Proyek. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Keuangan sebagai mata kuliah prasyarat. Husnan.. Hidayah. 2007. Cetakan Edisi Ketiga. D. Studi Kelayakan.. Tidak dipublikasikan.. Tamriatin. Suad. Studi Kelayakan Bisnis. B. C. Jakarta. Cetakan Subagyo.. 2003. PT.40 Daftar Pustaka A. Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta. Ibrahim. 1994. Studi Kelayakan Bisnis. Percetakan PT. Elex Media Umar. STIE Mandala Jember. UPP AMP YKP Yogyakarta. Ketiga. Rineka Cipta. PT. Gramedia. Husein. Modul Kuliah SKB. . 2003. 1994. Yacob. Ahmad. Suwarono. Kedua.

Present Value (Nilai sekarang) Sejumlah nilai yang ada sekarang (yang kita terima sekarang) bila jumlah (nilai) pada waktu yang akan datang diketahui.1 Deskripsi Singkat Bab 9 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Penyajian 2. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB) serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Future Value. 1. kaitannya dengan pengertian yang menyatakan bahwa sejumlah sumber yang tersedia saat ini untuk dinikmati lebih disenangi daripada jumlah yang sama tapi baru tersedia beberapa tahun yang akan datang. Time Value of Money I. future value dan annuitas. Pendahuluan 1. Present Value.2.Bab IX . Rumus : F P= (1 + i)n 41 . II. khususnya masalah pengaruh waktu terhadap nilai uang /analisis Time Value of Money kepada para mahasiswa.1 Time Preferensi. Anuitas Time Preferensi.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui dan mampu memahami Konsep tentang Time Value of Money serta konversi nilainilai dalam Time Value of Money aspek pasar dan pemasaran. 1. Selain itu dibahas juga masalah konversi antara present value. dan Anuitas Time Preferensi waktu (skala waktu).

b.18) (I + 0. Contoh : Ali meminjam uang sebanyk Rp. Jadi untuk mencari nilai F jika P dan n diketahui..000. Future Value : P (1 + i)n Dimana : P = Present Value i = suku bunga n = jumlah tahun Anuitas : jumlah yang akan dibayar atau jumlah yang akan diterima secara berturutturut dari suatu periode yang ada. Sifat-sifat annuity/anuitas a.000 (1 + 0. 4. c. P = Rp.18) F = P (1 + I)4 = 4.18) (I + 0. Compounding factor (F/P)in Suatu bilangan lebih besar dari 1 yang dapat dipakai untuk mengalikan suatu jumlah yang ada sekarang demi menentukan nilainya dimasa yang akan datang. Jumlah angsuran sama Jumlah periode angsuran sama Angsuran pertama biasanya pada akhir periode pertama 2.000 + (i + 0.2 Konversi antara Present Value. . Berapa uang yang harus dikembalikan pada 4 tahun yang akan datang.000.18)4 = Rp ….42 Dimana : P = nilai sekarang F = nilai yang akan datang i = suku bunga n = jumlah tahun 1 Nilai = (1 + i)n Merupakan discount factor yaitu suatu bilangan yang lebih kecil dari 1 yang dapat dipakai mengalikan suatu jumlah masa datang untuk mencari nilai sekarang Future Value (Nilai akan datang) Suatu nilai jumlah pada masa yang akan datang bila jumlah atau nilai masa sekarang sudah diketahui. Future Value dan Anuitas a. 4.selama 4 tahun dengan tingkat bunga 18% per tahun..I = 18% n=4 F=? Perhitungan biasa : 4.

Contoh : Perusahaan “X” memberikan fee kepada konsultan sebanyak Rp.000 (1 + 0.000..15 = 100 juta (0. Menghitung sejumlah uang disaat sekarang.setiap akhir tahun selama 5 tahun. Sinking Fund Factor (A/F)in Bertujuan mencari nilai A jika telah diketahui F. Menghitung jumlah yang harus dicadangkan atau jumlah yang harus ditanam pada setiap akhir tahun dengan memperhatikan bunga. .923. Discount factor (P/F)in Mencari P bila telah diketahui F. Compounding factor for 1 per annum (F/A)in Digunakan untuk mencari nilai F jika diketahui A. Fee dibayarkan sekaligus pada tahun kelima. bila diketahui sejumlah uang tertentu dan dibayarkan/diterima setiap akhir periode tertentu selama umur proyek. I dan n. Persoalannya berapa jumlah yang harus dikumpulkan pada setiap akhir tahun jika diketahui bunga 12% per tahun ? Menggunakan rumus : F. Dengan memperhatikan tingkat bunga yang berlaku 15% tentukan jumlah yan dibayarkan tersebut. Perhitungan biasa : F=A (1 + I)n – 1 i c.15)5 0.43 Dengan menggunakan rumus analisa proyek (menggunakan : tabel daftar bunga majemuk). I dan n digunakan untuk menghitung nilai masa yang akan datang. I dan n. b. bila diketahui sejumlah nilai tertentu dimasa yang akan datang. 1. Menurut peraturan yang ada dia pensiun 4 tahun lagi dari sekarang. 20. d. A sebenarnya adalah anuitas.12) = (1 + 0.i P= (1 + i) .12) – 1 4 = Rp.400 Dengan menggunakan rumus analisa proyek A = F (A/F)in Dimana (A/F)in dapat dilihat ditabel . Agar investasi yang dicadangkan berjumlah tertentu. dikalikan dengan cara mencari daftar bunga untuk 18% pada n = 4 kemudian dikalikan dengan nilai P. 100 juta untuk membeli mobil jika dia telah pensiun. Misal : Usman ingin mengumpulkan uang sebesar Rp.1 n = 1.

dari yayasan sosial karena Budi memerlukan uang tersebut sekarang.000.44 P=F Contoh : Budi pada saat lulus sarjana 4 tahun lagi akan memperoleh uang sebesar Rp. disini berarti menghitung sejumlah tetap yang harus dibayarkan pada setiap akhir tahun untuk mengembalikan suatu pinjaman termasuk nilai pokok maupun bunganya. Berapa uang Budi bila iambil sekarang ? P = 300 1 (1 + 0.000.= Rp.800. Contoh : Hary menyerahkan uang kepada bank “X” untuk pendidikan anaknya selama 6 tahun sebesar Rp.000.Jika bank memperhitungkan bunga sebesar 12% per tahun.000. 165. f.945.12 (1+i)6 (1+0. maka akan diambil meskipun akan diperhitungkan bunganya 16% per tahun.i = 12% n=6 A=? = Rp.1 I (1 + i)n Dengan menggunakan rumus analisa proyek (P/A)in dicari pada daftar tabel bunga majemuk. I dan n.243226) = Rp. Berapa jumlah yang sama yang dapat diterima anaknya pada setiap akhir tahun ? P = Rp.000 = 0.1 (1 + i)n .000. 1.000.800.. 1.1 8.12)6 .Menggunakan rumus : A=P i (1 + i)n (1 + i)n . 8.687.1 (A/P)in dilihat didaftar bunga = 8.000.000 (0. 300.16)4 e.945. 8. Capital Recovery Factor (A/P)in Mencari nilai A jika diketahui P. A = Anuitas.. Present Value of an Annuity Factor (P/A) P=A (1 + I)n .

... Penutup 3. Subagyo. Studi Kelayakan. Tidak dipublikasikan. Pada poin evaluasi. Husnan.Jakarta. E. Suad. Evaluasi (latihan) yang Dosen buat dapat berbentuk lisan atau tertulis. UPP AMP YKP Yogyakarta C. Modul Kuliah SKB. B. Dipersilahkan untuk menyesuaikan diri (mengacu) pada RP mata kuliah yang bersangkutan. Jakarta.45 III. Jakarta. PT.. Rineka Cipta. Tamriatin. Ibrahim. 2007. Studi Kelayakan Proyek. Hidayah. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Studi Kelayakan Bisnis. Husein. 1994. Cetakan Kedua. Daftar Pustaka A. Suwarono. . Yacob. Umar. Gramedia. PT. Ahmad. dikerjakan di ruang kuliah dan atau merupakan tugas terstruktur yang dapat digunakan sebagai pekerjaan rumah (PR).1 Evaluasi : Dosen.. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. STIE Mandala Jember. 2003. 1994. Percetakan PT. Cetakan Ketiga. Edisi Ketiga. D.

Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis ( SKB ).1 Deskripsi Singkat Bab 10 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan.2.Bab X. II. Metode tersebut diantaranya : • • • • • • Metode Average Rate of Return (ARR) Metode Paybak Period Metode Net Present Value (NPV) Metode Internal Rate of Return (IRR) Metode Profitability Index Metode Average Rate of Return (ARR) 46 . 1. Penilaian Kriteria Investasi I. Penyajian 2. khususnya penilaian kriteria investasi kepada para mahasiswa. Halhal yang dibicarakan antara lain metode-metode penilaian investasi. Pendahuluan 1. Berbagai metode bisa digunakan untuk menilai apakah proyek layak atau tidak dilaksanakan bila dipandang dari aspek profitabilitas komersialnya. dan dibandingkan antar metode tersebut.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui dan mampu memahami beberapa kriteria investasi. 1. Dengan demikian dapat diperoleh pengetahuan tentang metode yang sebaiknya digunakan. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti kelayakan suatu proyek bisnis.1 Metode-metode Penilaian Investasi Metode Penilaian Investasi Sebelum melakukan investasi perlu dilakukan suatu studi/penilaian investasi untuk memperkirakan apakah investasi yang dilakukan layak atau tidak. perbandingan metode penilaian investasi. Pada umumnya ada beberapa metode untuk menilai investasi.

Rumus : Payback Period = Nilai Investasi Kas Masuk Bersih x 1 tahun x 100% = 26% Rp.500 juta . Pajak 355. kerja.000 juta Bila menggunakan average investment (800 + 700 + 600 + 500 + 400 + 300 + 200 + 100 + 0)/9 = Rp. Biaya operasional tunai Rp. 260 juta Rate of return = Rp. 400 juta 140 juta 260 juta Rp. 800 juta dan Rp. Penghasilan ditaksir sebesar Rp. 1. Rp. 1. penyusutan dengan metode garis lurus.000 juta.33% • Metode Payback Period Metode ini mengukur seberapa cepat suatu investasi bisa kembali karena metode ini mengukur seberapa cepat suatu investasi bisa kembali.47 Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi.500 juta per tahun. 200 juta untuk modal. 1. Angka yang digunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau avarage investment. Hitung ARR ? Penghasilan dari penjualan Biaya-biaya : Operasional tunai Penyusutan (Rp. 100 juta + Rp. 800 juta/8) Laba sebelum pajak Pajak 35% (0. 1. 400 juta 400 juta + 200 juta = 600 juta ARR = 260/600 x 100% = 43. 1. Akativa tetap ekonomisnya 8 tahun tanpa nilai tanpa nilai sisa. Contoh : suatu proyek memerlukan investasi untuk aktiva tetap sebesar Rp. 1. Apabila lebih besar dari tingkat yang diisyaratkan maka proyek dikatakan dengan : menguntungkan. Rp.35 x Rp. 400 juta) Laba setelah pajak Rp. dasar yang digunakan adalah aliran kas.000 juta Rp.100 juta Rp.

Rp.000. 5.Rp..700. 8.000.000. Kriteria penilaian : Jika NPV > 0 Jika NPV < 0 Jika NPV = 0 usulan proyek diterima usulan proyek ditolak nilai perusahaan tetap walau usulan proyek diterima/ditolak Contoh : penggunaan metode NPV Misalkan ada suatu usulan investasi yang membpunyai data sebagai berikut : Proyek memerlukan investasi sebesar Rp.+ Rp.000.Payback Period = 18. Cost of capital diperkirakan 10%. 1.000.000.000 x 1 tahun = 3.000.000.000.000. ususlan investasi dapat diterima. Discount factor pada discount rate 10%.Rp.Rp.683 0.621 0. • Metode Net Present Value (NPV) NPV merupakan selisih antara present value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan kas bersih.700. Diketahui sebagai berikut : Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 0.000.48 Contoh : Keuntungan setelah pajak Depresiasi Aliran Kas masuk bersih Nilai investasi = Rp. 3.000.100.000.000.000.-.564 Dari data diatas buat analisis berdasarkan metode NPV.000. 1.- Metode penyusutan garis lurus tanpa nilai sisa. Laba setelah pajak : Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 Rp. Pemecahan : .000.000.000.Rp.826 0.000 Jika Payback Period lebih pendek waktunya daripada maksimum Payback Periodnya.909 0.751 0. 2.000. 18. 1. 10.Rp. 72.Rp. 33.600. Usia proyek 6 tahun.16 tahun 5.

3.000 4.250 CF (Rp) 45 juta 22 juta 20 juta 13 juta 13 juta 13 juta PV Cash Flow (Rp) 35. 4.000 .630 0.000 0.000 12. 5.000. Kriteria : Jika IRR > modal awal.000 3.381.621 8. 6.000 Net Investment DF (discount factor) PV cash in flow (Rp) (Rp) 0.879.751 15.000 72.000 20. 3.000.172.000.794 0.000. 6.000. 12.000 1.826 18.000.000.000 12.909 40.000 13.000.000 96.49 Depresiasi/penyusutan Tahun 1. 72. 4.000 5.000 0.000.000 10. latohan IRR : data sama dengan kasus metode NPV Discount rate 26% N (Tahun) 1.000 PV Cash Flow (Rp) N DF (Tahun) CF (Rp) . Contoh. + + + + + + 12.000.000 0.000.000 Berdasarkan kriteria terlihat bahwa NPV > 0 atau positif berarti investasi layak • Metode Internal Rate of Return (IRR) Metode ini berguna untuk mencai tingkat bunga yang dipakai untuk mendiskontokan aliran kas bersih yang akan diterima dimasa datang sehingga jumlahnya sama besar dengan investasi awal.096.905.073. sebagai berikut : Cash flow (Rp.000 22.000.020.683 8.000.000 + 72.000 13. DF 0. 2.000 13.000 0.000.000.500 0.000 26.000 = = = = = = 45.000.000 12. Rp. 33. 5.000.) 45.000 10.000 13.000 13. 2.000 N 1.000.000.381.000 1.564 7.315 0.000 72.397 0.000. 4. 5.000 12.000 1.250.000 + 98.000.000 0.000.000.000.095. 3.000 13.860.000 20.332.000.000.000 22. 6.000.000. investasi dikatakan layak. 2.000 12.Cash inflows untuk proyek.000.000 8.000 13.161.730.000/6 = Rp.000.

4.256.000 72.096.000 70.000 4.000 .840. 6.37 PI > 1 berarti layak.760.50 1. x 1% = 0. 2.000.000 RR = 26% + 0.303 0.000 3. Namun sayangnya jawaban atas pertanyaan tersebut diatas adalah tidak selalu ya ! = 1.096.08% Present value Present value Present value Net Investment 72. 0.992.000 + 70.787 0.840.384 0.640.2 Perbandingan Metode Penilaian Investasi Pertanyaan pertama yang timbul dengan adanya berbagai metode ini diatas adalah metode-metode tersebut apakah akan selalu memberikan keputusan yang sama ? Dengan kata lain bila usulan proyek menrut metode Payback Period dianggap layak apakah demikian pula dengan metode NPV atau metode yang lain ? Atau kalau kita diharuskan memilih salah satu atau beberapa usulan investasi dari beberapa usulan investasi yang ada apakah keputusan kita akan konsisten ? Bila jawabannya ya.08% • Metode Profitability Index Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaanpenerimaan kas bersih dimasa datang dengan nilai sekarang investasi.000 1.000 96.000 72. Dengan metode profitability index : 98.381.256.000 PI = 72. maka kita ada masalah.000 (1.000 3.238 45 juta 22 juta 20 juta 13 juta 13 juta 13 juta 35.000 72.488 0.000 13.000.620 0.094.415.000 2.160. Jika : PI > 1 maka proyek dianggap menguntungkan. 5.000.000 Persentase perbedaan 1.000 9. 3.000) Interpolasi : Discount rate 26% Discount rate 27% Perbedaan 1% Discount rate 26% Perbedaan 96.939.08% = 26.

NPV.000 B (Rp) 100. Penutup 3.000 400. Metode NPV merupakan suatu metode yang seharusnya dipergunakan. 800.000. Dua metode pertama yaitu ARR dan payback mempunyai kelemahan yang sama yaitu mengabaikan nilai waktu uang (time value of money). Kalau metode NPV dan PI dipakai untuk menilai suatu usulan investasi maka perdefinisi hasilnya akan selalu konsisten.Cost of Capital diketahui 10%. Tetapi jika proyek yang ditandai bersifat ekslusif (Mutually exclusive) kedua metode ini dapat memberikan kesimpulan yang berbeda. Jika NPV mengatakan diterima maka PI juga demikian dan sebaliknya. Metode NPV dan IRR jika digunakan untuk menilai suatu proyek hasilnya akan konsisten. Pola cash flow (EAT – Depresiasi) adalah sebagai berikut : Tahun 1 2 3 4 5 6 A (Rp) 400.000 100. Akan tetapi bila dipakai untuk memilih lebih dari satu usulan investasi (proyek) hasilnya tidak akan konsisten. dan nilai kekayaan riil akan bertambah. Ketiga metode ini memiliki kesamaan yaitu memperhatikan nilai waktu uang.000 300. III.000 200.51 Untuk itu tak salah bila kita mencoba membandingkan metode-metode tersebut.000 .000 200. Pedoman yang digunakan disini adalah berapa dana minimal yang dipunyai (tersedia). Karena alasan-alasan itulah pilihan kita tinggal pada 3 metode terakhir yaitu .1 Evaluasi : Dua proyek A dan B masing-masing membutuhkan investasi sebesar Rp. Jika metode payback period didiskontokan masih ada kelemahan yaitu diabaikannya aliran kas setelah periode payback.000 400.000 200. Perbedaan ini terjadi karena profil NPV dari proyek berbeda. misalnya biaya investasi dan umur proyek tidak sama. IRR danPI.000 200.

Jakarta.52 Dari data tersebut diatas . Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Keuangan sebagai mata kuliah prasyarat. Ibrahim.. 2007. Suad. Umar. Gramedia. PT. Edisi Ketiga. B. Modul Kuliah SKB. 2003. Rineka Cipta. Husnan. Studi Kelayakan. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. 1994. E. Percetakan PT. Suwarono. Daftar Pustaka A.. D. UPP AMP YKP Yogyakarta C. Studi Kelayakan Proyek. Tamriatin. Ahmad. Studi Kelayakan Bisnis. Hidayah. Cetakan Ketiga. Jakarta.. Proyek mana yang dipilih berdasarkan Payback Period. . Cetakan Kedua.. IRR dan NPV pada Cost of Capital 10%. Subagyo. Yacob. STIE Mandala Jember. a. Tidak dipublikasikan. Husein. 2003. Hitunglah NPV dari masing-masing proyek b. PT.. 1994.

misalnya dari luar perusahaan.1 Deskripsi Singkat Bab 11 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan Studi Kelayakan Bisnis ( SKB). penyesuaian NPV sebagai alternatif biaya modal rata-rata tertimbang. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Setiap sumber dana mempunyai biaya modal. biaya modal rata-rata tertimbang. Suatu proyek mungkin saja menggunakan sumber dana dari berbagai macam sumber. Biaya Modal Individu Dari modal sendiri biasanya berupa laba ditahan atau tambahan modalpemilik dan juga Biaya Hutang (Cost of debt) 53 . 1. 1. Pada bab ini juga dibicarakan tentang usaha mengaitkan antara keputusan investasi dengan keputusan pembelajaran.2. Pendahuluan 1. penyesuaian NPV sebagai alternatif biaya modal rata-rata tertimbang. biaya modal rata-rata tertimbang.Bab XI. Hal-hal yang dibicarakan antara lain biaya modal individu. II. Biaya Modal (Cost of Capital) I. Penyajian 2.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui biaya modal individu.1 Biaya Modal Individu Untuk bisa menghitung biaya modal keseluruhan dari suatu proyek perlu diketahui terlebih dahulu biaya modal dari masing-masing sumber pembelanjaan. Sumber pembelanjaan pada dasarnya bisa dikelompokkan menjadi sumber yang berupa hutang dan berupa modal sendiri. Dalam bab ini dibicarakan tentang biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan karena menggunakan sumber dana tertentu. khususnya penilaian biaya modal (Cost of Capital) kepada para mahasiswa.

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya biaya obligasi (cost of bonds) a) Menggunakan rumus “shortcut” atau atas dasar kira-kira (approximate method). b) Menggunakan tabel NPV atau metode accurate. kita harus mengaitkan jumlah dana netto yang diterima dengan pengeluaran kas karena penggunaan dana tersebut. misal Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan : Bambang Riyanto: Keuangan . (Kepada mahasiswa disarankan untuk membaca pada literatur keuangan.323% . 5 juta Biaya kredit dihitung sebagai berikut : 21. sehingga untuk menghitung biaya modal sesungguhnya perlu mengaitkan bunga yang dibayar dengan jumlah uang yang diterima (dana efektif yang dapat digunakan) Contoh : Misalkan bank akan memberikan kredit jangka pendek kepada suatu perusahaan sebesar Rp. 2.000. Bank menetapkan syarat bahwa aktiva yang dijadikan sebagai jaminan harus diasuransikanselamaumur kredit dan misalnya premi asuransi sebesar Rp. 100 juta dengan bunga 2% perbulan selama 8 bulan.54 1. Biaya Hutang Jangka Pendek Pada dasarnya hutang jangka pendek terdiri dari misalnya hutang dagang. Kb (1 – T) Untuk kredit dari bank biasanya langsung dipotong bunganya dimuka. Bila perusahaan gagal membayar tepat waktunya akan kehilangan kesempatan memperoleh Cash discount. Biaya hutang dagang sangat eksplisit.000 x 100% = 26. Kb = Cash discount yang hilang x 100% Jumlah hutang Bila setelah pajak maka disesuaikan rumusnya .000 Setiap bulannya : 26.000. kredit bank.582% 79. atau lainnya) Manajemen = 3.582 8 Biaya sesudah pajak : Biaya sebelum pajak ( 1 – T). Biaya hutang jangka pendek dapat dihitung dengan membandingkan cash discount yang hilang dengan jumlah rata-rata hutang tertimbang. Biaya Penggunaan Modal dari Hutang Jangka Panjang Dalam perhitungan biaya penggunaan hutang jangka panjang dan umumnya adalah dalam bentuk obligasi. Syafaraudin Alwi.

4. Rumus : Biaya saham preferen = Dp . Biaya saham biasa baru (Cost of New Common Stock) = Tingkat pendapatan investasi (rate of return) yang diharapkan dari saham biasa 1 – persentase biaya emisi dihitung dari harga jual (sebelum dikurangi emisi) 2. Berapa biaya modal rata-rata tertimbang ? . Biaya hutang ditaksir sebesar 15% sebelum pajak.55 3. Biaya Penggunaan Modal dari Saham Preferen Saham preferen mempunyai sifat campuran antara hutang dan saham biasa. atau dengan kata lain biayanya dianggap sama dengan biaya penggunaan dana yang berasal dari saham biasa. Pn Dimana : Dp = dividen per lembar saham preferen Pn = harga netto (net price0 yang diperoleh dari penjualan selembar saham preferen baru. Biaya Modal Rata-rata Tertimbang Biaya Modal Rata-rata Tertimbang Misalkan suatu proyek akan didanai dengan komposisi sebagai berikut : Sumber dana Emisi saham baru Laba yang ditahan Hutang Komposisi 40% 30% 30% Biaya Penggunaan Modal dari laba Ditahan (Cost of Retained Biaya laba yang ditahan (modal sendiri) ditaksir sebesar 19. Biaya Penggunaan Modal Dari Emisi Saham Biasa Baru (Cost of New Common Stock) Biaya ini lebih tinggi dari biaya dari laba ditahan karena dalam emisi saham baru dibebani biaya emis (floatation/floating cost).0% dan emisi saham baru diperlukan biaya 3%. Mempunyai sifat hutang karena saham preferen mengandung kewajiban yang tetap untuk mengadakan pembayaran secara periodik. dan ada hak lebih dulu bila perusahaan dilikuidasi.2. 5. Earning) Besarnya biaya penggunaan dan dari laba ditahan adalah sebesar tingkat pendapatan investasi (Rate of Return) dalam saham yang diharapkan diterima oleh para investor. Pajak penghasilan 35%.

75% dengan demikian maka : Sumber dana (1) Komposisi (2) Biaya Modal sendiri Setelah pajak (3) Rata-rata tertimbang (2) x (3) Saham baru Laba ditahan Hutang Biaya modal rata-2 tertimbang 0.84% 5.30 0.1 Evaluasi : Dosen.40 0. Pada dasarnya metode ini ditujukan untuk menilai profitabilitas usulan investasi yang dibelanjai dengan modal sendiri dan modal pinjaman.6%.6% 19% 9. Evaluasi (latihan) yang Dosen buat dapat berbentuk lisan atau tertulis.93% 16. Sedangkan NPV tambahan karena keputusan pembelanjaan merupakan manfaat/keuntungan yang diterima oleh proyek karena menggunakan hutang. III.97% maka proyek dianggap menguntungkan.47% Angka tersebut bahwa apabila proyek tersebut diharapkan akan bisa memberikan IRR > 16. Ada satu metode alternatif untuk mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan. dikerjakan di ruang kuliah dan atau merupakan tugas terstruktur yang dapat digunakan sebagai pekerjaan rumah (PR).97) = 19. Biaya hutang setelah pajak 15% (1 – 0. . Biaya saham baru (19. dipersilahkan untuk menyesuaikan diri (mengacu) pada RP mata kuliah yang bersangkutan.30 19.56 Untuk menghitungnya perlu dihitung biaya modal dari masing-masing sumber pendanaan.7% 2. Mekanisme metode ini : Adjusted NPV = Base Case NPV + NPV tambahan karena keputusan pembelanjaan Sedangkan yang dimaksud dengan base case NPV adalah NPV yang dihitung kalau proyek dibelanjai dengan modal sendiri 100%. Pada poin evaluasi. Penutup 3.0% / 0.35) -= 9.3 Penyesuaian NPV sebagai alternatif Biaya Modal Rata-rata Tertimbang Penyesuaian NPV sebagai alternatif Biaya rata-rata tertimbang.75% 7. 2.

57 Daftar Pustaka A. 2003. Yacob. PT. STIE Mandala Jember. Studi Kelayakan Bisnis. Hidayah. 2003.. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Studi Kelayakan Proyek. Husein. B. 1994. 2007. Suad. PT. Tidak dipublikasikan. D. Suwarono. Ibrahim. Umar.. Modul Kuliah SKB. Percetakan PT. E. Subagyo. Cetakan Kedua. Tamriatin. Gramedia. Cetakan Ketiga. Jakarta. . Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Keuangan sebagai mata kuliah prasyarat. 1994. UPP AMP YKP Yogyakarta C. Rineka Cipta.. Studi Kelayakan Bisnis.. Studi Kelayakan.. Edisi Ketiga. Husnan. Jakarta. Ahmad.

20.2. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Identifikasi Masalah: Kriteria penilaian pada kasus ini akan dilihat dari aspek keuangan. khususnya penilaian aspek teknik dan teknologi kepada para mahasiswa. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis ( SKB ).Bab XII.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu menerapkan Aspek Finansial (Keuangan). Penyajian 2. Dari sisi bisnis berdasarkan analisis non finansial (keuangan) telah memberikan gambaran bahwa bisnis ini menguntungkan. “Rizqi Maulana” merupakan suatu perusahaan yang ingin memproduksi dan menjual Tabloid. Studi Kasus Aspek Keuangan I. alat analisa aspek dan teknologi. 1.1 Deskripsi Singkat Bab 12 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Keterkaitan tersebut tentunya akan mempengaruhi kinerja. II.Rp. 1.000. Perusahaan ini juga ada keterkaitan dengan perusahaan lain.+ Rp.000.000. Data-data yang ada/tersedia sebagai berikut : Besarnya kebutuhan dana : Untuk Aktiva tetap Tanah dan bangunan Peralatan Aktiva Tetap lainnya Rp. Identifikasi.000.000.000. 1.500.219..500. alat analisa aspek.1 Topik. Rp. dan Pembahasan PT.259. Hal-hal yang dibicarakan antara lain aspek teknik bisnis (proyek). Pendahuluan 1. 20. 1.- 58 .

000.000 2001 1.000.) 1997 1.200.000 2000 2. Tahun Pinjam Angsuran Sisa Bunga (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) 1997 0 0 1998 0 60.Rp.000 2001 2.000.000.Rp.000.000 2000 0 60.000.600.Rp. Biaya produksi diperkirakan naik sebesar 5% pertahun dan kenaikan oplah atau eksemplar sebesar 5% pe rtahun.000.Rp.200.200. Divisi adm& umum Keamanan Office Boy Ka. & akuntansi Sekretaris Direksi Asisten Skret. Rencana Penjualan Tabloid Tahun Omzet (Rp. 7.000.59 Modal Kerja : Pemenuhan dana untuk modal kerja pertama (pra-operasional) Rp. Divisi Desain Staf Divisi desain Ka.000.000.800. 7.300.000 60. 7.543.600.200.400.315.600.000.Rp.012.000.500.000.000.000 52.Rp. Divisi Penjualan & Promosi Staf Penjualan & promosi Direktur Personali & Operasional Ka.Rp.000.000 1999 2. 7.) 1997 2.000 2002 2. 1.000.000.Rp.Rp.000.000 26. sebagai berikut : Jabatan Direktur utama Wkl.100. 3.000.000.Rp. 3.Rp.000.000.000.000 Perusahaan akan menerima pendapatan dari dua sisi.000 180.205.Rp. & akuntansi Staf Divisi Keu.000.000.000.000. 3.000.000 2000 1.Rp.dana diperoleh dari modal sendiri dan telah dialokasikan pada aktiva tetap.000.000. Divisi Percetakan Staf percetakan Ka.000 Biaya tenaga kerja dan kenaikannya selama 6 tahun. 18.000. 3.620.400.300.000.470. 12.160.600.000 39. 3.563.000 1998 2. Divisi Keu.000 240.925.000.000 2002 2.000 300.200.000.Rp.000.000.000.563. 12. 3.000 2001 0 60. 3.000 13. 7. Bidang umum Jumlah/tahun/orang Rp. Divisi rekrutmen Staf Divisi rekrutmen Direktur Keuangan Ka.000 120.000.300.000.000. 100.Rp. 7.000 2002 0 60.000 Rencana Penjualan Iklan Tahun Omzet (Rp. Pertama pasangan iklan dan kedua dari tabloid.552. 2.000.Rp.552.000 1999 0 60.Rp. 24.- .000.000.Rp.000 66. 300.000.560.000 1999 2. dengan bunga 22%.000.000.Rp.200.205.200. Selain itu pemenuhan dan untuk modal kerja tambahan akan dipinjam dari bank sebesar Rp.000.000.431. 12. Direktur Direktur Pemasaran Ka.000 1998 1.600.

99 7 1.000. Investasi dan aktiva lain Rp..400 19.000 1.355 15.800 11.600 6.94 6 1. Direksi As.472 1.776 5.36 9 (60.437 4.000 Biaya penyusutan (metode garis lurus/straightline methods)’ Biaya pra-operasional sebesar Rp.785 227.990 17.200 18. Dirut Direktur Ka.146 13.000 52.960 14.300 6.050 374.746.000 4.027 1.627 39. 20.620 3.000.444 23.770 2.625 4.080 38.590 4.50 0 1.797 2001 30.986 212.438 42.403.168 57.000) 800.00 0 1.680.128 3.662 9. Nilai buku bangunan Rp.376 8.296.800 6.792 4. Masa amortisasi 5 tahun.798 5.762 2.000 66.780 13.852.570.000.449 48.878 (60.993 7.960 3.000 2000 0 37.000 4.799 2002 32.000) 2001 4.000) 1999 3.192 26.umur ekonomis 5 tahun.20 0 352.000 18.000 428.000 2002 0 37.92 5 1.400 0 584.225 40.260 197.375 4.299 22.986 7.000 4.480 3. Sek. Biaya amortisasi tiap tahunnyta dimulai tahun 1997 s/d 2001 Rp.Proyeksi Anggaran kas (dalam ribuan Rp) Periode Hasil penjualan (arus kas masuk) Biaya cetak Biaya lain-lain Biaya bunga Biaya pajak Arus kas keluar Arus kas operasional Pinjaman Angsuran pinjaman Saldo kas awal Saldo kas akhir • 1997 3.630 262.507.880 7.81 0 372.312 2.444 54.000 2.394 10.375 4. Bdg.296.442 1999 26.Umur ekonomis 20 tahun.000 4. Pegawai 1 1 3 6 5 3 2 3 2 1 1 1 2 31 1997 24.764.300 1998 25.878 900.000 4. 100.570 6.878 1. 20.260 7.60 Peningkatan Biaya tenaga Kerja (dalam ribuan rupiah) Jabatan Dirut Wkl.600 192.50 2 (60.813 9.75 2 (60.797 2.087 48.124.812 2.876.200 545.528 26.189.55 5 1.120 3.966 20.375 4.00 0 316.600 3.784 8.375 4.623.842 3.000 1999 0 37.000.873 51.472 - 1998 3.600 486.116 24.000.400.062.375 4.132.500.878 .00 0 336.664 244. Biaya Penyusutan Aktiva Tetap (dalam ribuan rupiah) Jenis Aktiva Tanah Bangunan Inventaris Aktiva tetap lain Umur ekonomis 0 20 5 5 1997 0 37. Adm Rekrutmen Total Jml.149 5.375 4.339.000) 2000 3.584 21. Divisi Staf penjualan Desain Grafis Percetakan Keamanan Office Boy Staf keuangan Sekr.630 7.944.000) 2002 4.043 2000 28.000.792 19.271 4.392 8.000 2001 0 37..000 10.068 7.000.25 0 1.527 996.339.082 4.432 4.800 458.000 1.000 43.489 4.798 28.600 3.314 10.154 5.339.870 2.96 8 1.000 1.000 1998 0 37.600.diamortisasikan setiap tahunnya.748.764 5.933 Aktiva tetap setiap tahunnya mengalami penyusutan.000 4.179.000 308.400 515.935.042.830 6.724 45.160 45.534 21.079.000 36.255. 747.628 10.831 9.472 300.356 3. Metode penyusutan garis lurus.05 3 (60.

146 1.442 35.500) (1.766.002 2000 3.000 13.343 192.870 796.47 2 2.812 1.000 1.800 1.000 1998 3.050.000 1.357 20.852.668.46 3 545.00 0 1.132.400 1.473.500) 1997 796.36 9 700.659.000.502 600.200 1.000 39.000 1.343 428.053 45.65 1 52.37 2 39.225.228 796.013.679 45.000) 992.52 6 500.000) 992.000 1.944.002 45.844 2001 4.00 0 840.729.042.001 1.095.215.700 17.000 52.619 (100.226 2001 45.77 2 486.375 20.659.050 262.847 (1.700 1999 909.953 34.296.797 852.50 6 1.029.312 1.50 0 879.375 20.084.000 1.663 45.029.102.000 1.359 19.375 20.798.000 26.043 37.276.650 1.000 927.680.298.027 1.390.327 20.226 (100.977 (100.363.343 1.157.748.65 1 2002 4.799 41.000 372.000) 908.36 9 700.281 • • 1.66 3 13.770 904.357 20.600 1.99 9 212.000 352.625) .300 34.021.472 ) - 1998 852.500. Umum Tenaga kerja Administrasi Penjualan Penyusutan Amortasi Jumlah biaya EBIT Bunga EBT Pajak 35% EAT 3.357 20.025 1.572.564.742 45.895.62 5 1.430.659.000 1.200 1.61 Kas minimum Kelebihan kas 1.000 1.400 1.343 66.049.000 308.60 7 515.226 2002 45.850 45.296.000 1.50 0 1.472 1.375 20.000 66.349 1.997 (1.668.092.000 45.25 0 972.000 1.600 1.393 21.400.310.997 (100.599.192 1.357 20.129.000 336.000 17. Penjl.570.00 0 96.357 20.75 2 800.357 20.000 1.81 0 244.472 2.800 970.75 2 Proyeksi L/R (dalam ribuan Rp) Proyeksi L/R (dalam ribuan Rp) 1997 • • Hasil penjualan HPP Biaya produksi Bahan Mentah Laba Kotor Bi.92 5 926.52 6 500.291.000 316.000 964.627 1.405 1.053 1999 3.008.000 373.375 20.500) (368.762 857.000) 1.339.85 1 458.00 0 197.400 1.935.50 0 227.622 • • • • • • Proyeksi Aliran Kas (dalam ribuan Rp) Periode Laba Stlh pajak (EAT) Penyusutan Amortasi Bunga Arus Kas Operasi Perubahan Modal kerja Investasi modal Arus kas bersih 1996 (1.472 45.000 599.696 45.50 2 600.485 18.559.766.650 584.797 39.375 20.977 2000 45.

700.000 908.480 526.625. Payback Periods Initial Investment Arus kas bersih tahun ke 1 Akhir tahun ke 1 Arus kas bersih tahun ke 2 Akhir tahun ke 2 1.029.4822 0.212. Misal DF = 20% Tahun 1 2 3 4 5 6 Net Cash Flow (368.3 2.281.676.941 Hasil NPV memperlihatkan nilai positif (NPV > 0) berarti proyek ini layak (Feasible) 2.226.174.174.024.000 Karena hasil Pi > 1 maka proyek menguntungkan/layak 3.406.000 DF 20% 0.647.674.000) 2.659.647.941 1.766.8333 0.766.175. Profitability Index Nilai sekarang aliran kas bersih Investasi awal Pi : 2.500.906.000 992.000) 1.989 457.000 0.619.977.6944 0.659.945.500.995.941 1.226.125.028.659.941 1.5) 1.659.500. Kriteria Net Present Value.796.000 944.174.000 = 1.425.700.625.8 398.997.5787 0.5 2.8 344.000 987.647.3349 Nilai sekarang aliran kas bersih Investasi awal .500.62 Penyelesaian : 1.000 (368.000 1.000 261.4018 Pv OF Cash Flow (307.000 1.

619.500.735.5406 0.977.546.226.387.766.227.501.334.633.3974 0.000 261. maka proyek ini layak/menguntungkan.907.656.997.977.504.000 DF PV Cash Flow 0.1512 Nilai arus kas bersih Initial Investment 39.226.0 1. 0 39.334.334.977.739.367.500.625.997. 4.625.445.0 1.000) 1.389.000 0.000 944.000) 1.000 944.0 Nilai present value pada DF = 36% Tahun 1 2 3 4 5 6 Net Cash Flow (368.2072 941.5327 0.403 x 1% x 1% .425.229.3 269.907.059.155.227.659.090.501.2838 0.907 IRR = 36% + -42.078.000 Karena perusahaan menetapkan pay back period nya selama umur ekonomi 6 tahun.an = 3 bulan 5 hari 908.1580 Nilai arus kas bersih Initial Investment 1.589.63 Net cash flow tahun 1999 (tahun ke 3) sebesar 908.573.029. Metode IRR Nilai present value pada DF = 36% Tahun 1 2 3 4 5 6 Net Cash Flow (368.0 353.526.000 908.834.766. 0 -3.619.7352 0.0 361.000 908.7 213.020.4 1.8 277.000.000 992.000 x 12 bul.000 0.7299 (269.2923 0.700.110.5) 0.700.2149 PV Cash Flow (271.100) 955.459.907 IRR = 36% + -3.334.112.496 – 39.3889 0.000 992. 0 1.659.013.029.907 39. 0 1.698.2 205.000 DF 0.110.4 162.000.496.872.977.2 115.

Ibrahim. Rineka Cipta. 2007. Studi Kelayakan Proyek.1 Evaluasi : Diskusi kelas. Jakarta.. 2003. D. 1994. STIE Mandala Jember. Jakarta. Studi Kelayakan Bisnis. PT. Husnan. PT.0. Hidayah.. B. Studi Kelayakan. dengan dibimbing dosen pembina mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis Daftar Pustaka A. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Keuangan sebagai mata kuliah prasyarat. Studi Kelayakan Bisnis.1% lebih besar dari biaya rata-rata maka proyek menguntungkan.1% Karena IRR 35. Subagyo. Umar. Cetakan Ketiga. UPP AMP YKP Yogyakarta. Suad.. Edisi Ketiga. . Percetakan PT. Tamriatin. Gramedia. Modul Kuliah SKB.. 2003. Husein.9% = 35. C. E. Penutup 3. Ahmad. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. 1994.64 = 36% . III.. Cetakan Kedua. Yacob. Suwarono. Tidak dipublikasikan.

Sebelum pertemuan ke 13 tugas lapangan ini diumumkan oleh dosen b. khususnya teori-teori yang dapat dipakai dalam menerapkan studi kelayakan bisnis yang telah mahasiswa dapatkan. 1. Mahasiswa dibagi atas beberapa kelompok terdiri dari 4 – 7 orang mahasiswa c. karena ada beberapa hambatan (constraint) seperti keterbatasan waktu. Pada bab atau pertemuan kali ini mahasiswa mencoba mempraktekan semua teori dan cara penyelesaian kasus utamanya untuk aspek keuangan/finansial secara menyeluruh. Latihan menyelesaikan suatu kasus telah dicoba dalam pertemuan sebelumnya.persiapan dengan baik. Studi Kasus Aspek Keuangan I. Petunjuk umum : Pemberitahuan akan adanya tugas dalam studi kasus ini telah diberikan sebelumnya agar mahasiswa dapat melakukan persiapan. Pendahuluan 1.2. 65 . II. serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. d. pemilihan kelompok dan lain-lain. yang pertama kasus disediakan dan jenis kedua mahasiswa dipersilahkan mencari sendiri. Identifikasi.1 Topik. Model kasus ada dua jenis.Bab XIII. Setiap kelompok membuat laporan yang berkaitan dengan aspek finansial secara menyeluruh dan dikumpulkan. 1. Prosedur rinci : a.1 Deskripsi Singkat Bab 13 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan.3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu menerapkan Aspek Finansial (Keuangan) secara menyeluruh. dan Pembahasan Petunjuk pelaksanaan terdiri dari petunjuk umum dan prosedur rinci. Penyajian 2. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis ( SKB).

Biaya Investasi dan Modal Kerja Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan. 90. 160. Alat kontrol 3. Biaya investasi pabrik (dalam Rp 000) Biaya investasi pabrik yang merupakan komponen impor terdiri dari: 1.220. M. H. 13. Rp.1.000.000 Gudang 120 m2 @ 30. Mesin 2. a. Rp. Rp. 3. Rp.500.Rp. Tanah bangunan Rp.500.000 Perumahan 200 m2 @ 30.alat kantor 8.Rp.000 Jumlah Rp.Rp. 3.1 Evaluasi : Untuk kasus yang disediakan diambilkan dari studi kasus buku Studi Kelayakan Bisnis karangan Drs. 8.000.Rp.500. 47.Rp.Rp. 24. 3. Rp.M. 302. Bangunan Pabik 800 m2 @ Rp 30.- Rp.7250.000 Kantor 50 m2 @ 30. untuk mendirikan industri pengalengan advokad di suatu daerah dibutuhkan dana investasi sebagai berikut : a. Work shop facility equipment 5 Spare part 6.Rp. III.780.Yacob Ibrahim.- Rp.000.500. Pada saat masuk waktu pertemuan ke 13 membahas dan sekaligus melakukan evaluasi terhadap studi kasus yang dibuat oleh mahasiswa.66 e.000. 1.M.200-..000 m2 @ 4000 Perumahan 200 m2 @ 4000 2.600.- Rp. 480.6000.- Biaya investsi tanah dan bangunan (dalam Rp 000) Pabrik 800 m2 @ Rp 4000 Gudang 120 m2 @ Rp 4000 Kantor 50 m2 @ Rp 4000 Pekarangan 2. Penutup 3. 800-.5.200. Rp 1.- .4. Data Penelitian 1. Investasi lainnya Jumlah b. Alat.000.000. Rp. 24. Power plant equipment 4. Operation support equipment 7.

persiapan.000. Feasibility study.67 c. Rencana produksi berdasarkan pada permintaan pasar diatur sebagai berikut tahun 1 s. 10 direncanakan 100% ( full capacity ) 3. 300.000. 2.5. dll 5. Pengembalian kredit beserta bunga pinjaman direncanakan setiap akhir tahun selama 10 tahun. Rencana Produksi Pembangunan konstruksi dari proyek ini diperkirakan 1 tahun dengan kapasitas produksi sebesar 500 ton pertahun. Rp.1.d.3.d. 2 sebesar 70 % tahun 3 s. 2. kegiatan 10. Biaya impor 3. Pemasangan mesin. Direncanakan. 40 % sumber modal atau n200 juta rupiah disediakan oleh investor dan 60 % sisanya atau 300 juta rupiah diusahakan melalui kredit perbankan dengan tingkat bunga yang berlaku pada saat pendirian usaha sebesar 17 % dan dimajemukkan tiap tahun.000. Rp. Rp. pengangkutan dan lain. Biaya tetap (FC) .4.. Rp.862.10. 150. 4 sebesar 80% tahun 5 s.000.000-.000. Truk 2 buah Jumlah d. 360.000.500.000.50. perhitungan biaya. fondasi instalasi dll. Biaya Produksi Biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap (FC dan VC ) a.Jumlah dana investasi dan modal kerja industri ini 500 juta rupiah .usaha industri ini (dalam Rp 000 ) 1. Rp. 500. Biaya persiapan 4. Biaya pemeliharaan dan perbaikan tiap tahun Rp 1.2.5.Gaji karyawan ( 3 orang ) perbulan @ Rp.lain Rp. membutuhkan modal kerja sebesar RP 100.100.000. Biaya eksploitasi kendaraan pertahun Rp. 4. Modal kerja diadakan Setelah e. Biaya pemasangan mesin.000.Gaji direktur per bulan Rp.000. Gaji karyawan tetap: . Biaya kantor/ biaya umum pertahun Rp.20. Owners fee diperhitungkan perbulan Rp.d.000. 5.000.

Benefit Benefit dari industri ini adalah hasil penjualan dari avokad yang telah dikalengkan. Biaya tidak tetap (VC ) 1.000.000..000. Biaya penyusutan dihitung secara rata-rata pertahun sebesar Rp 32.per ton dan besarnya biaya setiap tahun sesuai rencana produksi 5. Premi asuransi dianggarkan sebesar 3 % pertahun dari seluruh nilai investasi/peralatan yang yang diasuransikan. Tahun 1 s/d 2 sebanyak 583 ton Rp 58.. 7.017.mesin. 4. Biaya obat-obatan adalah biaya yang dikeluarkan untuk biaya pengawet dan campuran buah-buahan . dengan harga Rp 850. bangunan.6 juta dan tahun 5 s/ 10 rupiah. Biaya air Rp 900. Biaya listrik pertahun Rp 2.000.000.per ton dihitung sebagai berikut a.400.10. tahun 3 /d 4 sebanyak 667 ton Rp 66.c.000.rata Rp 100.9.b.000.. Salvage value dari asset pada akhir tahun kesepuluh diperhitungkan sebesar 40 juta rupiah. dan peralatan proyek lainnya yang berjumlah Rp 357. pada tahun 1 s/d 2 sebesar 70 % ( 350 ton ) th 3 s/d 4 sebesar 80% ( 400 ton ) dan tahun 5 s/d 10 sebesar 500 ton. Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli buah avokad dari produsen.000. tahun 3 s/d 4 berjumlah 5 juta rupiah .per kg.000 per tahun.280.700.2 jutarupiah pertahun.000.8. yaitu mesin.dimana jumlah premi setiap tahun adalah sebesar Rp 1. Tahun 5 s/d 10 sebanyak 833ton Rp 83. Biaya promosi pertahun Rp 200..000.320.960 7.300.b. tahun 1 s/d 2 berjumlah 4.000. sebesar Rp 15 per ton.68 6.4. Biaya lainnya sebesar Rp 3. Perkiraan produksi sesuai dengan rencana produksi. Biaya pengalengan Rp 150.300. Perincian kebutuhan bahan baku dengan perhitungan rendemen sebesar 60% dan tingkat harga rata. Biaya bahan bakar ( minyak dan oli ) diperkirakan 5. 6.

2007.. Suwarono. Modul Kuliah SKB. Studi Kelayakan Bisnis. Tamriatin. Rineka Cipta. Ibrahim. D. Edisi Ketiga. Studi Kelayakan Proyek. Pajak diperhitungkan sebesar 15 % dari net benefit apakah usaha ini layak untuk Berdasarkan pada studi kasus diatas. Percetakan PT. UPP AMP YKP Yogyakarta. Studi Kelayakan. Husnan. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta. 2003. PT. . C. Cetakan Kedua. Umar.. Subagyo. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Keuangan sebagai mata kuliah prasyarat. PT. Jakarta. Yacob. Suad. STIE Mandala Jember. 1994. Hidayah. Tidak dipublikasikan. dikembangkan?.. 1994. B.. Studi Kelayakan Bisnis. Husein.. Gramedia. 2003. Ahmad. Daftar Pustaka A. Cetakan Ketiga.69 5. E.

serta mampu menyusun suatu laporan dalam rangka meneliti suatu kelayakan suatu proyek bisnis. Standar Kompetensi Setelah mengikuti kuliah ini selama satu semester secara aktif mahasiswa mampu menganalisis dan mengaplikasikan berbagai aspek dan teknik yang komprehenship dan terintegrasi dalam Studi Kelayakan Bisnis (SKB). 1. Laporan Studi Kelayakan Bisnis I. Laporan hendaknya harus meyakinkan dengan disertai tentang harapan kebutuhan proyek yang didukung oleh bukti-bukti realistis dan tidak lupa menunjukkan berbagai risiko yang mungkin dihadapi.1 Tujuan Pembuatan dan Format Laporan SKB Laporan Studi Kelayakan proyek/Bisnis harus tertulis. format atau bentuk-bentuk laporan.2. 1. Hal yang perlu diingat adalah bahwa model laporan SKB berikut ini bukanlah bentuk yang baku karena dalam penerapan perlu penyesuaian terhadap karakteristik yang typical dari suatu proyek tertentu atau juga perlu penyesuaian terhadap sponsor proyek. Disamping itu perlu juga secara tegas mencantumkan bagian yang menunjukkan kepentingan-kepentingan dari pihak yang mungkin terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pendahuluan 1. karena tidak jarang suatu sponsor memiliki model laporan yang khusus.Bab XIV. khususnya pembuatan laporan studi kelayakan bisnis kepada para mahasiswa.1 Deskripsi Singkat Bab 14 ini dimaksudkan untuk memberi pengertian dan pemahaman tentang studi kelayakan. Hal-hal yang dibicarakan antara lain tujuan pembuatan. 70 .3 Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kuliah dengan materi ini mahasiswa mampu mengetahui beberapa format Laporan Studi Kelayakan dan Mahasiswa mampu membuat Laporan Studi Kelayakan. Laporan SKB yang dibuat hendaknya disertai asumsi yang jelas dan rinci. Penyajian 2. Berikut ini diberi contoh format/model dari laporan SKB. II.

5.3. Surat izin Lokasi IV. Gambaran Umum Proyek II. Harga d.4. Analisis Hasil Wawancara 1. Aspek Manajemen Bisnis (Perencanaan) 5.1.2. Analisis Bauran pemasaran a. Manajemen Operasional Bisnis (Struktur Organisasi Perusahaan) VI. Proyek Penawaran g. Proyeksi Pangsa pasar III. Proyeksi Permintaan f. Distribusi c.2. Penilaian Aspek Pasar dan Pemasaran 1.2. Promosi e.1.71 • Format Laporan Studi Kelayakan Proyek/Bisnis I. Produk b. Analisis SWOT 1.3.2.1. Penilaian Aspek Keuangan 6. 6.1. Besar Kebutuhan dana Sumber Dana .5. 5. Penilaian Aspek Manajmen 5. Perizinan Usaha 3. Analisis Data Kuesioner 1. 5. Penilaian Aspek Teknis dan teknologi 5. Proses Produksi Kapasitas Produksi Rencana Produksi Teknologi Yang Dipilih Bahan Baku V.1.2. Penilaian aspek Sosial Yuridis 3.4. 5.

Evaluasi (latihan) yang dosen buat dapat dibentuk lisan atau tertulis. B. Hidayah. pada poin evaluasi.1 Evaluasi : Dosen dipersilahkan untuk menyesuaikan diri (mengacu) pada RP mata kuliah yang bersangkutan.7. D. Gramedia. Daftar Pustaka A... Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta Dianjurkan membaca buku/literatur Manajemen Keuangan sebagai mata kuliah prasyarat. UPP AMP YKP Yogyakarta. 2007. E.6. Studi Kelayakan Proyek. Ahmad. 6. 6. Jakarta. 2003. Edisi Ketiga. Studi Kelayakan Bisnis. Ibrahim. PT. 2003. Rineka Cipta.. Cetakan Ketiga. Subagyo. Elex Media Umar. Tidak dipublikasikan. Pendapatan Biaya-biaya Proyeksi Rugi Laba Proyeksi Aliran Kas Kriteria Penilaian Investasi Internal Rate Of Return ( IRR ) Net Present Value ( NPV ) Profitability Indeks Pay back Period VII. 6. Studi Kelayakan. Suwarono. Husein. C. Pada bagian ini diberikan juga rekomendasi yang diberikan sehubungan kegiatan analisis yang telah dilakukan dan kesimpulan yang dibuat. III. Tamriatin. Jakarta. Kesimpulan Merupakan kesimpulan dari keseluruhan aspek yang telah dianalisis. PT.. . Suad. 1994.3. Penutup 3.72 6.5. Jember. Percetakan PT. STIE Mandala Husnan..4. Yacob. 1994. Modul Kuliah SKB. Cetakan Kedua. 6. dikerjakan di ruang kuliah dan atau merupakan tugas terstruktur yang dapat digunakan sebagai pekerjaan rumah (PR). Studi Kelayakan Bisnis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful