KIMIA LARUTAN

2.1 Komponen Larutan Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serba sama (ukuran partikelnya), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut), partikel- partikel penyusunnya berukuran sama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau lebih. Dalam larutan fase cair, pelarutnya (solvent) adalah cairan, dan zat yang terlarut di dalamnya disebut zat terlarut (solute), bisa berwujud padat, cair, atau gas. Dengan demikian, larutan = pelarut (solvent) + zat terlarut (solute). Khusus untuk larutan cair, maka pelarutnya adalah volume terbesar. Ada 2 reaksi dalam larutan, yaitu: a) Eksoterm, yaitu proses melepaskan panas dari sistem ke lingkungan, temperatur dari campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan turun. b) Endoterm, yaitu menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperatur dari campuran reaksi akan turun dan energi potensial dari zat- zat kimia yang bersangkutan akan naik. Larutan dapat dibagi menjadi 3, yaitu: a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut). b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh. c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap). Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut, larutan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: a) Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent.

air dan alkohol => H. Ada beberapa proses melarut (prinsip kelarutan). 2. melalui gaya dispersi (peristiwa menyebarnya zat terlarut di dalam zat pelarut) yang kuat.polar). Perbedaan kepolaran antara zat terlarut dan zat pelarut pengaruhnya tidak besar terhadap kelarutan.b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent. Contohnya: heksana dan pentana. Secara kualitatif. larutan dibedakan berdasarkan satuan konsentrasinya. yaitu: a) Cairan. Secara kuantitatif. Dalam suatu larutan. Contohnya: CH3Cl (polar) dengan CCl4 (non. yaitu peristiwa partikel.cairan dipengaruhi juga oleh ikatan Hydrogen. Dalam larutan alkohol 75% misalnya terdapat 100 gram larutan alkohol. Di sini terjadi peristiwa soluasi. Contoh soal komponen larutan Tentukan pelarut dan zat terlarut dalam larutan alkohol 25% dan 75%? Jawab: a. b)Padat. Dalam larutan alkohol 25% misalnya terdapat 100 gram larutan alkohol. pelarut dapat berupa air dan tan air.2 Konsentrasi Larutan Konsentrasi larutan dapat dibedakan secara kualitatif dan kuantitatif. Zat terlarut = 25% x 100 gram = 25 gram (air) Zat pelarut = 75% x 100gram = 75 gram (alkohol) Jadi.OH dengan C2H5. Zat terlarut = 25 % x 100 gram = 25 gram (alkohol) Zat pelarut = 75% x 100 gram = 75 gram ( air) b.cairan Kelarutan zat cair dalam zat cair sering dinyatakan ³Like dissolver like´ maknanya zat.OH. Untuk kelarutan cairan.partikel pelarut menyelimuti (mengurung) partikel terlarut. larutan dapat dibedakan menjadi larutan pekat dan larutan encer. Dalam larutan encer.Larutan ini terjadi karena terjadinya gaya antar aksi.cair . untuk larutan cair maka pelarutnya adalah volume terbesar.zat cair yang memiliki struktur serupa akan saling melarutkan satu sama lain dalam segala perbandingan. massa larutan sama dengan massa pelarutnya karena massa jenis larutan sama dengan massa jenis pelarutnya.

Contohnya: DDT memiliki struktur mirip CCl4 sehingga DDT mudah larut di dalam non. Hubungan ini dijelaskan dengan Hukum Henry.masing. kelarutannya lebih besar. begitu pula molekul. Proses melarut dianggap proses kesetimbangan. Pengaruh temperatur (T) dan tekanan (P) terhadap kelarutan. Titik didih gas mulia dari atas ke bawah dalam suatu sistem periodik. yaitu Cg = k .yaitu:Molekul.molekul yang terdapat pada zat terlarut memisahkan diri sehingga hanya terdiri dari 1 molekul tanpa adanya ikatan lagi dengan molekul. Solute + Solvent Larutan (H =  (eksoterm) (H = + (endoterm) Faktor tekanan sangat besar pengaruhnya pada kelarutan gas dalam cair. tidak mudah larut dalam air (polar). yaitu:  Makin tinggi titik cair suatu gas. Panas pelarutan yaitu banyaknya energi/ panas yang diserap atau dilepaskan jika suatu zat terlarut dilarutkan dalam pelarut. c) Gas. yaitu: Baik zat terlarut maupun zat pelarut masih tetap molekulmolekulnya berikatan masing.polar (contoh minyak kelapa). dan kelarutannya makin besar.Padatan umumnya memiliki kelarutan terbatas di cairan hal ini disebabkan gaya tarik antar molekul zat padat dengan zat padat > zat padat dengan zat cair.molekul yang terdapat pada zat pelarut. Tahap 2. makin tinggi. . Gas dengan titik cair lebih tinggi.  Pelarut terbaik untuk suatu gas ialah pelarut yang gaya tarik antar molekulnya sangat mirip dengan yang dimiliki oleh suatu gas. yaitu peningkatan temperatur menguntungkan proses endotermis. Pg (tekanan berbanding lurus dengan konsentrasi).cairan Ada 2 prinsip yang mempengaruhi kelarutan gas dalam cairan. makin mendekati zat cair gaya tarik antar molekulnya. Ada beberapa 3 tahap pada proses melarutkan suatu zat. Proses kelarutan zat padat dalam zat cair umumnya berlangsung endoterm akibatnya kenaikan temperatur menaikkan kelarutan. sebaliknya penurunan temperatur menguntungkan proses eksotermis. Zat padat non. yaitu: Tahap 1.polar (sedikit polar) besar kelarutannya dalam zat cair yang kepolarannya rendah. Proses kelarutan gas dalam cair berlangsung eksoterm akibatnya kenaikan temparatur menurunkan kelarutan.molekul yang terdapat di dalamnya.

Bagian per sejuta 4. X= Persentase (%) 1. Fraksi mol (X) 2. Tahap 3 menghasilkan panas. Tahap 2 memerlukan panas. Persentase berat per berat (% b/b) b.Tahap 3. Persentase volume per volume (% v/v) 3. . Persentase : a. yaitu: Antara molekul pada zat terlarut akan mengalami ikatan dengan molekul pada zat pelarut.satuan konsentrasi: 1. Persentase berat per berat (% b/b) X pelarut + Xterlarut = 1 Persen b/b adalah jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 gram larutan. Persentase berat per volume (% b/v) c. Kemolaran atau molaritas (M) 5. Eksoterm: 1+2 < 3 dengan (H =  (eksoterm) Endoterm: 1+2 > 3 dengan (H = + (endoterm) Konsentrasi akan lebih eksak jika dinyatakan secara kuantitatif. Pada umumnya: Tahap 1 memerlukan panas. Kemolalan atau molalitas (m) Fraksi mol (X) Fraksi mol suatu zat adalah perbandingan jumlah mol suatu zat terhadap jumlah total mol seluruh zat yang menyusun suatu larutan. menggunakan satuan.

. Persentase berat per volume (% b/v) Persentase b/v adalah jumlah gram zat terlarut dalam tiap 100 ml larutan.%b/b = x100% Contoh: Larutan cuka sebanyak 40 gram mengandung asam asetat sebanyak 2 gram. Hitunglah konsentrasi larutan itu dalam satuan %b/v? Solusi:%b/v= 45/100 x 100%= 90 % 3. Hitunglah konsentrasi etanol dalam satuan %v/v? Solusi:Volume larutan = 150 + 350 = 500 ml. Hitunglah konsentrasi larutan itu dalam satuan % b/b? Solusi: % b/b = 2/40 x 100%= 5% 2. Contoh: Untuk membuat larutan infus glukosa. Contoh: Etanol sebanyak 150 ml dicampur dengan 350 ml akuades. Persentase volume per volume (% v/v) Persentase v/v adalah jumlah ml zat terlarut dalam tiap 100 ml larutan. %v/v= x100% Satuan %v/v umumnya dipakai untuk zat terlarut cair dalam pelarut cair. 45 gram glukosa murni dilarutkan dalam akuades hingga volume larutan menjadi 500 ml. %v/v= 150/500 x 100%= 30 % Bagian per sejuta (ppm/ part per million) Satuan ppm menyatakan satu gram zat terlarut dalam satu juta gram pelarut. %b/v= x100% Satuan %b/v umumnya dipakai untuk zat terlarut padat dalam pelarut cair.

sifat larutan asam adalah sebagai berikut: . m= x Keterangan: p= gram pelarut 2. Contoh asam: HCl.1 Asam. Kemolaran atau molaritas (M) Kemolaran atau konsentrasi molar adalah jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap ml larutan.ppm = x100% Dalam rumus di atas satu gram zat terlarut dibagi massa larutan karena massa jenis larutan sama dengan massa jenis pelarutnya sehingga massa larutan = massa pelarutnya.3 Larutan Asam-basa 2. Sifat. M= = M= x Keterangan: gr = massa zat terlarut (gram) Mr= Mr zat terlarut v = volume larutan (mL) Kemolalan atau molalitas (m) Kemolalan adalah jumlah mol zat terlarut dalam tiap 1000 gram pelarut.Basa 2.1.3. H3PO4. H2SO4.3.1 Konsep Asam.Basa Arrhenius atau m = x mol zat terlarut = Asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion H+ .

Cr(OH)3. dll. dll. HNO3. H2CO3.Lowry Asam adalah suatu zat yang dapat menyumbang proton (H+). Contoh H2O + HCl H3O+ + Cl- . asam dibedakan atas: 1) Asam bervalensi satu.2. Berdasarkan valensinya basa dibedakan atas: 1) Basa bervalensi satu. Basa adalah zat yang dapat menerima proton.yang dapat dihasilkan oleh satu molekul basa disebut valensi atau martabat basa. Dalam air menghasilkan ion H+ . Jumlah ion OH. AgOH. dll. Mg(OH)2. Contoh basa: NaOH.. 2) Asam bervalensi dua. misalnya: H3PO4.. Jadi di sini ion H+ tidak berikatan dengan air. atau bebas di air tanpa adanya ikatan. CH3COOH. sehingga disebut donor proton. Jadi di sini ion H+ berikatan dengan air. dll.  Larutannya dalam air dapat menghantarkan arus listrik. Asam. Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion OH. KOH. NH3. misalnya: NaOH. 2) Basa bervalensi dua.  Menyebabkan perkaratan logam (korosif). dll. 2. dll. Sifat.  Jika mengenai kulit. Berdasarkan valensinya.  Larutannya dalam air dapat menghantarkan arus listrik.1.  Menyebabkan warna kertas lakmus menjadi merah.sifat larutan basa adalah sebagai berikut:  Dalam air dapat menghasilkan ion OH. Ca(OH)2 .  Menyebabkan warna kertas lakmus menjadi biru.Fe(OH)2. H3AsO4. Jumlah ion H+ yang dapat dibebaskan oleh satu molekul asam disebut valensi atau martabat asam tersebut. H2CrO4. 3) Asam bervalensi tiga. dll. misalnya: Ca(OH)2. HCN.Basa Bronsted. 3) Basa bervalensi tiga.3. misalnya: HCl. maka kulit akan melepuh (kaustik). misalnya: H2SO4. NH4OH. Al2(OH)3 . sehingga disebut akseptor proton. misalnya: Fe(OH)3.

Basa Asam dapat dibedakan menjadi asam kuat dan asam lemah. Contoh reaksi BF3 (asam Lewis) dengan NH3 (basa Lewis). Reaksi ionisasi asam lemah.Basa Lewis Asam adalah senyawa penerima (akseptor ) pasangan elektron.Dalam reaksi di atas. 2. Al(OH)3.3. larutan asam kuat dan basa kuat mudah menghantarkan arus listrik. HCl termasuk asam karena memberi proton.ionnya relatif banyak. meliputi: CH3COOH. Zat yang telah menerima proton disebut asam konjugasi. Reaksi asam lemah bersifat reversibel karena asam lemah tidak terionisasi sempurna di dalam air. Atau dengan kata lain. H3O+ adalah asam konjugasi. dll. Dalam contoh reaksi di atas. HClO4. H2CO3. 2.3 Indikator Indikator asam basa adalah suatu zat yang dapat berubah warna apabila pH lingkungannya berubah atau larutan yang berisi indikator berubah pH. sedangkan yang telah memberi proton disebut basa konjugasi.1. sehingga jumlah ion. suatu senyawa . Yang termasuk asam kuat. dengan derajat ionisasi (E) } 1. HCN. Senyawa.senyawa yang dapat bertindak sebagai asam (melepaskan H+) dan juga dapat bertindak sebagai basa (melepaskan OH-) disebut senyawa amfoter. 2. HNO3. H2O termasuk basa kare4na menerima proton. HBr. Sebaliknya. meliputi: Be(OH)2.2 Kekuatan Asam.3. H2SO4.basa Lewis tergolong reaksi pembentukan ikatan koordinasi. Reaksi ionisasi asam kuat.3. secara umum dapat ditulis : HxA(aq) xH+(aq) + Ax-(aq). sehingga disebut larutan elektrolit kuat. meliputi: HCl. dll. sehingga tergolong larutan elektrolit lemah. HI.dll. secara umum dapat ditulis : HzB(aq) zH+(aq) + B z. sedangkan Cladalah basa konjugasi. Basa kuat meliputi senyawa. Selain hidroksida. Reaksi asam. larutan basa lemah dan asam lemah sukar terionisasi (E e 1).hidroksida tersebut semuanya tergolong basa lemah. sedangkan basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron.3 Asam. Akibatnya. begitu pula basa. Asam kuat dan basa kuat dalam air mudah terionisasi . Yang termasuk asam lemah.senyawa amfoter.(aq). Reaksi asam kuat bersifat satu arah karena asam kuat mudah terionisasi dalam air. Zn(OH)2. HF.senyawa hidroksida alkali dan beberapa hidroksida alkali tanah. Senyawa.

Salah satu larutan ditempatkan dalam buret yang merupakan larutan penitrasi.5.Basa Asam Asam Basa 8.Dalam indikator terdapat dua warna dalam keadaan basa (warna basa) dan sebaliknya Nama Indikator Pki (konstanta kesetimbangan) 7.3 3.4 4.7.4 Titrasi Asam. Suatu analisis yang berkaitan dengan volume larutan pereaksi disebut analisis volumetri. Titrasi yang melibatkan reaksi asam dengan basa disebut titrasi asam. Reaksi ionisasi air adalah sebagai berikut: H2O(l) = H+(aq) + OH-(aq).6 3. 2.3 Tidak berwarna.0.yang berbeda warnanya dalam larutan asam dengan larutan basa.8.Basa Air murni tergolong elektrolit yang sangat lemah.Biru Fenoftalin Brom Timol Biru Metil Jingga Lakmus Biasanya indikator yang dipilih yaitu:a) harganya relatif murah.basa atau asidimetri dan alkalimetri. Mengingat reaksinya tergolong reaksi kesetimbangan.1. yang merupakan larutan yang dititrasi.Biru Merah.3.9.6 6. Analisis volumetri dilaksanakan melalui metode titrasi.Jingga Merah.1 pH Asam.4 Jenis Trayek pH Warna Asam.4. 2) Alkalimetri dilakukan untuk menentukan konsentrasi larutan asam dengan menggunakan larutan standar basa.Merah Kuning. maka berlaku hukum kesetimbangan: . Larutan yang satu lagi ditempatkan dalam labu titrasi atau Erlenmeyer. b) sesuai trayek pH. 2.0.Pada saat banyaknya zat penitrasi sebanding/ setara dengan zat yang ditetapkan konsentrasinya disebut titik ekuivalen/ titik akhir titrasi yang ditunjukkan oleh perubahan warna indikator. 1) Asidimetri dilakukan untuk menentukan konsentrasi larutan basa dengan menggunakan larutan standar asam.4 Derajat Keasaman (pH) 2.Basa Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan dapat dilakukan titrasi yaitu dengan menambahkan tetes demi tetes larutan standar ke dalam larutan yang akan ditentukan konsentrasinya.4.

maka dianggap sebagai tetapan. ditambahkan sedikit air (diencerkan) Penentuan pH larutan Penyangga Reaksi kesetimbangan asam lemah. . Contoh CH3COOH dengan CH3COO.0 x 10-14. yang dihasilkan sama dengan adalah Asam lemah dan basa lemah dalam air tidak terionisasi sempurna. . disebut tetapan ionisasi . sehingga dapat dipindah ke ruas = . sehingga dari asam lemah dan dari basa lemah. jika: 1. maka dan masing. campuran asam lemah dan garamnya. Atau dengan kata lain. Kw= = 10-7 M. atau basa lemah dan garamnya. air dan ditulis Kw. Pada suhu 25rC. Sifat Larutan Penyangga pH larutan penyangga tidak akan berubah. Selanjutnya. .masing dalam air murni kiri. Dengan demikian K.K= Karena hampir tetap. berlaku: Ka= = Ka .2 Larutan Penyangga (Larutan Buffer/ Larutan dapar) Larutan Penyangga adalah campuran asam lemah dengan basa konjugasinya atau campuran basa lemah dengan asam konjugasinya. dihitung dari harga tetapan kesetimbangannya.4. Untuk asam lemah bervalensi satu berlaku: = = = Analog dengan asam lemah bervalensi satu.dan NH4OH dengan NH4+. ditambahkan sedikit asam/basa 2. untuk basa lemah bervalensi satu berlaku = dengan E = 2. harga Kw adalah 1. Karena . K.

0 atau lebih besar dari 7. Dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berperan dalam mempertahankan pH.3 Hidrolisis garam Hidrolisis adalah proses penguraian suatu senyawa (garam) oleh air. Sifat larutan setelah terjadi hidrolisis tergantung pada kekuatan asam dan basa pembentuk garam tersebut./ HPO42-. Bffer cairan tubuh. pH darah berkisar 7. pH darah < 7.35 disebut keadaan asidosis. Buffer darah. maka akan menimbulkan kematian. maka secara umum pH larutan buffer yang terdiri atas asam lemah dan garamnya dapat dirumuskan sebagai berikut.log Ka . Campuran penyangga tersebut berperan juga dalam ekskresi ion H+ pada ginjal 2. Garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah dalam air mengalami hidrolisis parsial (hidrolisis terhadap anion).45. pOH larutan penyangga yang terdiri atas basa lemah dan garamnya dapat dirumuskan sebagai berikut.logKb .obatan. dan larutannya bersifat basa.tetapan yang sudah diketahui. seperti: a.8 . Kegunaan Larutan Penyangga 1.4. Dalam industri farmasi. Kh = selanjutnya sama. Jika pH darah lebih kecil dari 7. larutan penyangga berperan dalam pembuatan obat. Untuk menjaga agar pH darah tidak banyak berubah. pOH = .7.Mengingat kesetimbangan di atas berlangsung dalam wadah yang sama. 2. b. maka dalam darah terdapat sistem penyangga H2CO3 / HCO3--. Dalam cairan sel tubuh terdapat sistem penyangga H2PO4. pH = . agar zat aktif obat tersebut mempunyai pH tertentu Larutan penyangga yang umum digunakan dalam industri farmasi adalah larutan asam basa konjugasi senyawa fosfat.sama dikalikan didapatkan hasil sesuai dengan tetapan. Analog dengan larutan yang terdiri atas asam lemah dan garamnya. agar Kh = x . yaitu Ka dan Kw.35.

elektrolit Larutan elektrolit . sebaliknya jika Kb >Ka. dan larutannya bersifat asam. konsentrasi OH. = dengan pH = .log Garam yang berasal dari basa lemah dan asam lemah dalam air mengalami hidrolisis total (hidrolisis terhadap kation dan anion).sama yang berasal dari kata koligeal yang berarti sifat bersama.= Kembali kepada kesetimbangan hdrolisis di atas. sifat larutannya tergantung pada harga Ka dan Kb.yang dihasilkan sama dengan konsentrasi CH3COOH.5 Sifat Koligatif Larutan Koligatif artinya bersama. maka larutannya bersifat basa. Sifat Koligatif Larutan non. Jika Ka> Kb. kecuali pada penurunan tekanan uap ada perbedaan perhitungan Xterlarut untuk elektrolit.log Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air mengalami hidrolisis parsial (hidrolisis terhadap kation).Perhitungan sifat koligatif larutan elektrolit hanya dikalikan faktor vandt Hoff (i) terhadap rumusan sifat koligatif larutan non elektrolitnya. Jadi sifat koligatif larutan adalah sifat fisik larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah partikel yang tidak dipengaruhi oleh sifat zat. maka larutannya bersifat asam.log 2. pH = . sehingga: Kh = == pOH = .log pOH = .

m T= M.(P (tb= Kb . R.1. i T= M. Penurunan tekanan uap ((P). i (tf = Kf . Penurunan tekanan uap ((P) 2. Tekanan osmotik (T) Keterangan: i= (P = P0 . Kenaikan titik didih ((tb) 3.T = Faktor Vandt Hoff (P = P0 . m. R. m (tf = Kf . m. Xt P= P0 . nt= mol terlarut np= mol pelarut T= derajat Kelvin M= molar= mol/liter P= tekanan uap larutan. harga derajat ionisasi sama dengan satu (E=1). sehingga harga i = n. dengan konsentrasi zat terlarut jauh lebih kecil dari batas kelarutannya.T. Penurunan titik beku ((tf) 4. Kenaikan titik didih ((tb) dan Penurunan titik beku ((tf) Menguap adalah peristiwa partikel. Air + zat terlarut yang .partikel zat cair meninggalkan permukaan. i R= tetapan gas= 0.082 liter atm/ molrK N= jumlah koefisien kation dan anion E= derajat ionisasi Kb= konstanta kenaikan titik didih molal pelarut. Untuk senyawa garam yang sangat encer. 1. Ketika tekanan di dalam sama dengan tekanan di luar disebut temperatur didih. xi (tb= Kb . Kf= konstanta penurunan titik beku molal pelarut. Mendidih adalah temperatur titik didih dimana tekanan uap jenuh di dalam larutan sama dengan tekanan udara luar.

. Contoh tekanan osmosis. Jika T infus < T darah. salak yang berada pada larutan gula.partikel dari larutan encer (hipotonik) ke larutan pekat (hipertonik) melalui membran semi permiabel(bersifat selektif. 1. Konsep ini penting dalam penggantian cairan tubuh/ bahan makanan yang tidak bisa dimasukkan melalui pembuluh darah. Larutan encer. berarti tekanan osmotiknya rendah. di sini pula mengalami penurunan titik beku. Jika kita naik 100 m di atas permukaan air laut maka tekanan udara berkurang sebesar 1 cmHg. Jika T larutan > T salak maka salak akan mengkerut.1 atm= 76 cmHg berada di permukaan laut laut. Jika T infus lebih tinggi. cairan dalam darah keluar sehingga menyebabkan sel darah mengkerut (krenasi). Jika T larutan < T salak maka sel salak pecah dan salah akan mengembung. Tekanan uap pada pelarut murni (1) lebih besar karena pada larutan nomor 2 terdapat hambatan yang menghalangi terjadinya penguapan sehingga pada larutan nomor 2 dalam proses penguapan diperlukan suhu lebih tinggi sehingga titik didih menjadi tinggi.Air (Pelarut murni) (1) Tekanan udara. hanya pelarut yang dapat masuk). Cairan infus harus bersifat isotonis dengan cairan darah. tekanan osmosis berbanding lurus dengan konsentrasi infus karena mempertimbangkan tekanan osmosis. Osmosis adalah peristiwa berpindahnya partikel. Jika tidak maka terjadi kerusakan pada sel darah. sel darah akan pecah (hemolisis). Tekanan osmotik (T) Tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk melawan terjadinya peristiwa osmosis. Pada infus.