P. 1
PENYUSUTAN

PENYUSUTAN

|Views: 569|Likes:
Published by leli191

More info:

Published by: leli191 on Feb 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

PENYUSUTAN, PENURUNAN DAN DEPLESI

PENYUSUTAN –METODE ALOKASI BIAYA
Penyusutan adalah proses akuntansi dari pengalokasian biaya aktiva berwujud ke beban dalam cara yang sistematis dan rasional selama periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aktiva itu .Pendekatan ini digunakan karena nilai aktiva dapat berfluktuasi antara pada saat aktiva itu dibeli dan ketika dijual atau dibesituakan .Meskipun usaha untuk mengukur perubahan nilai interim ini belum dapat diterima oleh akuntan karena nilainya sulit untuk diukur secara objektif .Oleh karena iu biaya aktiva dibebankan ke beban penyusutan selama estimasi umurnya, tanpa berusaha untuk menilai aktiva itu pada nilai pasar wajar antara tanggal akuisisi dan disporsisi . Faktor-faktor yang terlibat dalam proses penyusutan 1. Dasar penyusutan apa yang akan digunakan untuk aktiva 2. Berapa masa manfaat aktiva 3. Metode pengalokasian biaya apa yang paling baik untuk aktiva ini

Dasar Penyusutan aktiva Dasar yang ditetapkan untuk penyusutan merupakan fungsi dari dua factor yaitu biaya awal dan nilai sisa atau perlepasan .Nilai sisa adalah estimasi jumlah yang akan diterima pada saat aktiva itu dijual atau ditarik dari penggunaannya .Nilai sisa merupakan jumlah dimana aktiva harus diturunkan nilainya atau disusutkan selama masa manfaatnya .

Estimasi Umur Pelayanan atau Jasa Aktiva ditarik dari penggunaan karena dua alasan : factor fisik dan ekonomi . 1. Faktor fisik adalah keausan,dekomposisi dan kerusakan yang membuat aktiva tersebut sulit untuk bekerja tanpa batas .Faktor ini merupakan batas luas untuk umur pelayanan aktiva . 2. Faktor ekonomi diklasifikasikan menjadi 3 yaitu ketidaklayakan,penggantian dan keusangan .

Metode Penyusutan Faktor yang terlibat dalam proses penyusutan adalah metode pengalokasian biaya .Profesi akuntan mewajibkan metode penyusutan yang digunakan harus sistematis dan rasional . Sejumlah metode penyusutan yang telah digunakan . 1. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi) Disebut juga pendekatan beban variable,mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlalunya waktu .Umur aktiva ini dinyatakan dalam istilah keluaran(output) yang disediakan atau masukan(input) seperti jumlah jam kerja .

(biaya dikurangi nilai sisa) x Jam tahun ini =Beban Penyusutan Total estimasi jam

2. Metode garis lurus Metode ini mempertimbangkan penyusutan sebagai fungsi dari waktu,bukan fungsi dari penggunaan .Apabila keusangan bertahap merupakan alas an utama atas terbatasnya umur pelayanan,maka penurunan kegunaannya akan konstan dari periode ke periode .

Biaya dikurangi nilai sisa = Beban Penyusutan Estimasi umur pelayanan

3. Metode beban menurun (dipercepat) Disebut juga metode penyusutan dipercepat menyediakan biaya penyudutsn yang lebih tinggi daripada tahun-tahun awal dan beban yang lebih rendah pada periode mendatang .
a. Jumlah angka tahun menghasilkan beban penyusutan yang menurun berdasarkan

pecahan yang menurun dari biaya yang dapat disusutkan (biaya awal dikurangi nilai sisa)

b. Metode saldo menurun yang menggunakan tariff penyusutan berupa beberapa

kelipatan dari metode garis lurus .
4. Metode penyusutan khusus merupakan metode yang digunakan apabila aktiva yang

terlibat memiliki karakteristik yang unik .
a. Metode kelompok dan gabungan/komposit merupakan penjelasan istilah dari

“kelompok” mengacu pada suatu kumpulan aktiva yang bersifat serupa,sementara “gabungan” mengacu pada suatu kumpulan aktiva yang bersifat tidak serupa .
b. Metode campuran atau kombinasi yang digunakan secara luas dalam industry baja

merupakan kombinasi dari pendekatan garis lurus /aktivitas yang disebut metode produksi variable .

Pemilihan metode Penyusutan Dalam pemilihan metode penyusutan melibatkan factor-faktor sperti sifat dan ketidakpastian arus pendapatan, penandingan biaya dan pendapatan , pengaruh terhadap laba dan nilai buku aktiva, pertimbangan pajak dan biaya pencatatan .

Masalah Penyusutan Khusus Beberapa masalah khusus yang berkaitan dengan penyusutan yaitu 1. Bagaimana penghitungan penyusutan pada periode sebagian atau parsial 2. Apakah penyusutan menyediakan dana untuk penggantian aktiva 3. Bagaimana memperlakukan revisi tariff penyusutan Penyusutan dan Periode Parsial atau Sebagian Perhitungan periode parsial relative sederhana jika menggunakan penyusutan garis lurus . Namun bagaimana penyusutan periode parsial akan ditangani jika metode dipercepat seperti jumlah angka tahun atau saldo menurun berganda .Dalam menghitung beban penyusutan untuk periode parsial, perlu ditentukan beban penyusutan untuk satu tahun penuh dan kemudian merata-ratakan beban penyusutan tersebut diantara periode yang terlibat . Proses ini harus terus berlangsung selama masa manfaat aktiva . Penyusutan dan Penggantian Aktiva tetap

Suatu konsepsi yang salah tentang penyusutan adalah bahwa penyusutan menyediakan dana bagi penggantian aktiva tetap .Penyusutan sama dengan beban lain yang mengurangi laba bersih . Perbedaannya penyusutan tidak melibatkan arus kas keluar periode berjalan .

PENURUNAN NILAI
Standar akuntansi umum mengenai nilai terendah antara biaya atau harga pasar (lower of cost or market) untuk persediaan tidak dapat diaplikasikan pada property ,pabrik, dan peralatan . Bahkan ketika property, pabrik dan peralatan telah mengalami keusangan sebagian, akuntan merasa enggan mengurangi jumlah tercatat aktiva tersebut . Pengakuan Penurunan Nilai Dalam standar tentang penurunan nilai aktiva jangka panjang yang telah diterbitkan baru-baru ini, penurunan nilai terjadi apabila jumlah tercatat aktiva tidak dapat dipulihkan dan oleh karena itu perlu dihapuskan . Jika peristiwa atau perubahan situasi ini menunjukan bahwa jumlah tercatat aktiva tidak dapat dipulihkan , maka pengujian atas kemampuan pemulihan(recoverability test) akan digunakan untuk menentukan apakah suatu penurunan nilai telah terjadi . Pengukuran Penurunan Nilai Jika pengujian tentang kemampuan pemulihan menunjukan bahwa penurunan nilai telah terjadi maka suatu kerugian dihitung .Kerugian penurunan nilai adalah jumlah dimana jumlah tercatat aktiva melebihi nilai wajarnya . Nilai wajar ativa diukur menurut nilai pasarnya jika ada pasar aktiva untuk aktiva itu . Jika tidak ada pasar aktif, maka nilai sekarang dari arus kas bersih masa depan yang diharapkan harus digunakan .

Restorasi Kerugian Penurunan Nilai Setelah kerugian penurunan nilai dicatat, maka pernurunan nilai tercatat aktiva yang ditahan untuk digunakan akan menjadi dasar biaya yang baru . Akibatnya dasar biaya baru ini tidak berubah kecuali untuk penyusutan di periode masa depan atau penurunan nilai tambahan . Kerugian penurunan nilai tidak dapat direstorasi atas aktiva yang ditahan untuk digunakan .Dasar pemikiran untuk tidak menulis nilai aktiva adalah bahwa dasar biaya baru menyebabkan aktiva yang diturunkan atas dasar yang sama dengan aktiva lainnya yang tidak menurun .

DEPLESI
Sumber daya alam ,yang seringkali disebut aktiva yang dapat habis ,mencakup minyak,mineral dan kayu .Aktiva ini dikarakteristikan dengan dua fitur utama yaitu pengambilan sepenuhnya aktiva itu dan penggantian aktiva ini hanya dapat dilakukan oleh tindakan alam . Penetapan Dasar Deplesi Perhitungan dasar deplesi melibatkan empat factor yaitu 1. Biaya Akuisisi Harga yang dibayarkan guna memperoleh hak property untuk mencari dan menemukan sumber daya alam yang belum ditemukan atau harga yang harus dibayar untuk sumber daya yang telah ditemukan .Jika sumber daya produktif ditemukan maka biaya akuisisi tercatat pada akun yang berjudul Properti yang Belum dikembangkan dan dibebankan ke sumber daya alam,jika tidak maka biaya itu dihapus sebagai suatu kerugian . 2. Biaya Eksplorasi Biaya ini seringkali diperlukan untuk menemukan sumber daya alam .Dalam banyak kasus,biaya ini dibebankan ketika terjadi . 3. Biaya Pengembangan Biaya ini dibagi menjadi peralatan berwujud dan biaya pengembangan tidak berwujud .Peralatan berwujud termasuk semua transportasi dan peralatan berat lainnya yang diperlukan untuk menambang sumber daya serta menyiapkannya untuk produksi dan pengiriman .Sedangkan biaya pengembangan tidak berwujud dianggap sebagai bagian dari dasar deplesi . Biaya ini adalah untuk pos-pos seperti biaya pengeboran, terowongan gua dll yang tidak memiliki karakteristik berwujud tetapi diperlukan dalam menambang sumber daya alam . 4. Biaya Restorasi Biaya restorasi merupakan biaya substansial yang dikeluarkan untuk restorasi property kembali seperti pada kondisi semula setelah dilakukan pengeboran . Biaya ini harus ditambahkan ke dasar deplesi untuk tujuan perhitungan biaya deplesi per unit . Masalah Khusus dalam Akuntansi Deplesi

Akuntansi untuk sumber daya alam memiliki beberapa masalah menarik yang tidak biasa ditemui pada sebagian besar jenis aktiva lain .yaitu 1. Mengestimasi cadangan yang dapat dipulihkan Masalah ini sama dengan akuntansi untuk perubahan estimasi umur manfaat pabrik dan peralatan .Prosedurnya adalah merevisi tingkat deplesi atas dasar prospektif dengan membagi biaya yang tersisa dengan estimasi cadangan baru yang dapat dipulihkan .Pendekatan ini memiliki banyak manfaat karena estimasi yang diperlukan begitu rentan . 2. Nilai Penemuan Istilah lebih luas yang berkaitan dengan keseluruhan daerah sumber daya alam . 3. Aspek Pajak dari Sumber Daya Alam Masalah ini telah menimbulkan beberapa ketentuan yang paling kontroversial dari Internal Revenue Code(IRC) . Peraturan pajak telah lama menetapkan pengurangan yang lebih besar dari biaya atau presentase deplesi terhadap pendapatan minyak, gas dan kebanyakan mineral . Signifikansi dari penyisihan presentase deplesi sekarang telah banyak berkurang karena penggunaannya telah dihentikan secara resmi di kebanyakan perusahaan minya dan gas serta hanya memiliki kegunaan terbatas dalam kebanyakan situasi lainnya . 4. Dividen Likuidasi Perusahaan yang menerbitkan Dividen Likuidasi (liquidating dividend) harus mendebet Agio Saham (Paid in Capital in Excess of Par) untuk bagian yang berhubungan dengan investasi awal dan bukan ke Laba ditahan, karena dividen tersebut merupakan pengembalian sebagian dari kontribusi awal ke investor .

ANGGOTA KELOMPOK IHSAN AZIS SIREGAR (B.211.10.0123)

AHLAN FAUZI YOGA PERMANA

(B.211.10.0177) (B.211.10.0182)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->