P. 1
Monitoring Dan Evaluasi

Monitoring Dan Evaluasi

|Views: 2,496|Likes:
Published by Denny Boy Mochran

More info:

Published by: Denny Boy Mochran on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2014

pdf

text

original

Monitoring dan Evaluasi

-

1

Monitoring dan Evaluasi

URAIAN SINGKAT A. Pengantar

1. Monitoring. Program monitoring haruslah memfokuskan pada aktifitas administrative dan

kecenderungan kondisi pesisir. Pengumpulan data dampak dari program terhadap kualitas ekosistem dan social group . Suatu program monitoring dapat merupakan dasar dari adaptasi dan pembelajaran, yang akan memberikan informasi terhadap permasalahan dalam implementasi. Pengkajian terhadap desain dari program monitoring biasanya meliputi : • Mengidentifikasi informasi tentang pijakan program, aktifitas program atau

kondisi pesisir • Menentukan siapa-siapa lembaga yang akan menggunakan informasi yang

dimonitor. • Mengkaji efektifitas prosedur untuk pengumpulan, penyimpanan dan

pengambilan dan analisis data monitoring.

2. Evaluasi. Ada berbagai macam pendekatan untuk evaluasi. Pendekatan-pendekatan tersebut berbeda sesuai dengan tujuan, focus perhatian, campuran metoda penelitian analisis dan validitas terhadap kesimpulan yang akan diambil.Dalam melaksanakan evaluasi program, sangatlah berguna apabila untuk menguji tipe kajian evaluasi . Tipe-tipe evaluasi dapat digolongkan menjadi : (Olsen, et.al.1997a):

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

2

Evaluasi kinerja (Performance Evaluation), didesain untuk mengakses kualitas dari eksekusi proyek/program dan tingkatan dimana evaluasi sesuai dengan komitmen.

Kajian Kapasitas Pengelolaan (Management Capacity Assessment) didesain untuk menentukan kecukupan struktur pengelolaan dan proses ‘governance’sesuai dengan standard dan pengalaman.

Evaluasi Hasil (Outcome evaluation), mengkaji dampak dari program terhadap sumberdaya pesisir dan lingkungan sosialnya.

Menurut David (1991) Pentingnya monitoring dan evaluasi sebgai bagian integral dari siklus perencanaan. Monitoring dan evaluasi perlukan memperhatikan faktor internal dan eksernal yang menjadi dasar dalam strategi saat ini, monitoring dari hasil kegiatan perumusan dan penerapan, ukuran kinerja individu dan organisasi, dan melakukan tindakan perbaikan jika diperlukan melalui mekanisme umpan balik (feed back) Selama impelemntasi ICZPM, sistem monitoring dan eveluasi meliputi skema laporan mendukung informasi yang bermanfaat pada kinerja program (seperti: efisiensi input, ketercapaian target, hasil, dan dampak) dan penilaian relevansi konsep, model atau asumsi yang dibuat selama tahap perencaan strategis dalam pengalaman nyata di lapangan, ide-ide baru dan peluang-peluang baru selama dan sesudh pelaksaan (implementasi). Informasi ini membantu pengelola wilayah pesisir dalam pembuatan usulan program selanjutnya, dalam prakarsa penyesesuaian dan modifikasi, atau rekomendasi akhir sekalipun. Ditegaskan kembali bahwa perencanaan adalah siklus, dapat disesuaikan dengan kondisi yang berkembang, dan dapat berulang (ditinjau). Rencana dan strategi yang sedang berjalan lebih baik sesudah masing-masing peninjauan. Penyesuaian dan penyempurnaan adalah hal yang biasa dan penting sebagai bagian dalam siklus perencanaan.

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

3

B. Tahap Evaluasi Definisi Monitoring adalah suatu alat manajemen untuk menjamin keberlanjutan implementasi rencana dalam meningkatkan nilai manfaat secara maksimal dari sumberdaya yang tersedia dalam rangka pencapaian tujuan perencanaan. Evaluasi merupakan suatu tinjauan kondisi sebelumnya untuk rencana implementasi, penilaian kondisi yang sedang terjadi selama implementasi, penilaian dari informasi monitoringdan pembuatan rekomendasi yang mempengaruhi skenario-skenario masa depan berdasarkan pengalaman dan kondisi sebenarnya di lapangan. Monitoring partisipatif merupakan turunan dalam pengukuran, rekaman, pengumpulan, pengolahan dan komunikasi informasi untuk membantu manajemen proyek dan anggota kelompok dalam pembuatan keputusan. Hal tersebut merupakan implementasi sistem umpan balik (feed back) yang terus-menerus untuk menjamin: • • • Input tersedia saat diperlukan, Rencana kerja dilaksanakan sesesuai mungkin, Faktor-faktor penghambat dapat diprediksi dan ditemukan jalan keluar pada saat diperlukan, • • • Penyesuaian dapat dibuat dan tindakan untuk mengkoreksi dilakukan ketika perlu, Orang-orang yang merlukan diketahui dan diinformasikan, dan Sumberdaya digunakan secara efisien dan efektif.

Evaluasi partisipatif adalah analisis sistematis oleh manajemen proyek dan anggota kelompok yang memungkinkan mereka untuk menyesuaikan rencana dan strategi, menetapkan kembali kebijakan, penyusunan kembali kelembagaan, atau penempatan sumberdaya sesuai keperluan. Data yang dikumpulkan pada saat monitoring sebagai
Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

4

basis untuk analisis evaluasi yang sesuai dengan penilaian pengaruh (hasil yang bermanfaat atau merugikan) dari proyek pada atau untuk hasil yang diharapan. Proses Evaluasi menguji perangkat (organisasi, lembaga pelaksana) dengan tujuan yang dicapai. Evaluasi Hasil mengukur tingkat tercapainya tujuan yang diprogramkan dengan keberhasilan yang diperoleh. Pembahasan pada Monitoring dan Evaluasi Partisipatif (PME) didasarkan pada FAO (1988) dan Meynall dkk. (1988). Tujuan Monitoring dan Evaluasi (M & E ) Tak satupun tahap dalam siklus perencanaan – perumusan rencana (dalam semua pentahapannya) dan implementasi rencana – adalah satu-kali percobaan. Mengapa? Perencanaan disusun berdasarkan data yang tersedia pada saat itu, dan sebagai hasil proses implementasi, informasi baru yang diperoleh dapat memperbaiki rencana tersebut. Selanjutnya faktor internak dan eksternal dalam lingkungan yang menjadi dasar untuk strategi yang sedang dilaksanakan bisa jadi berubah dengan keadaan lingkungan yang baru atau peluang-peluang, menyempurnakan rencana yang diinginkan. Suatu aspek yang diimplementasikan tidak boleh dijalankan seperti yang diharapkan dan perbaikan harus dibuat. Karena beberapa hal lebih mudah dilakukan dan mendahului yang lainnya, beberapa penyesuaian diperlukan (Thompson and Strickland 1993). Untuk keperluan tersebut memerlukan suatu penilaian kinerja, kemajuan, dan tinjauan kondisi umum ekosistem dan kerangka kerja program ICZPM. Monitoring dan evaluasi merupakan tahap akhir dalam proses perencanaan yang mengakomodir tujuan ini. Hal tersebut merupakan mekanisme umpan balik sebagai penghubung tahap implementasi rencana kembali ke proses perencanaan persiapan, dari tahap pertama siklus proses perencanaan ke siklus berikutnya, dan sebagainya. Selanjutnya, sistem M & E harus melingkupi semua aspek dan keluaran dari tahap-tahap yang berbeda dari proses perencanaan ICZPM, dari perumusan perencanaan (tujuan,
Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

5

target, strategi, dan rencana aksi) hingga impelemntasi rencana (input, budget, truktur organisasi, sistem, proses, dan prosedur) menuju hasil program dan dampak (kinerja aktual, kebijakan, dan hasil). Metode penilaian yang mengakomodir partisipasi aktif setiap orang dalam rangka membuat suatu atmosfir antusias, komitmen, dan bekerja sama. Dimana metode penelitian partisipatif telah digunakan untuk memperkenalkan permasalahan, sumberdaya local (?) dan potensial, aksi membantu diri sendiri adalah lebih disukai untuk diikuti. PME kemudian menjadi bagian dari strategi manajemen untuk membantu mencapai target pembangunan berkelanjutan.

PME juga membantu suatu tujuan kedua: yang membantu sebagai suatu alat manajemen yang memungkinkan peserta program ICZPM untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas karena umpan balik segera. Hal tersebut juga suatu proses pendidikan dalam rangka peningkatkan peserta dalam kepedulian dan penegrtian berbagai fktor yang memepengaruhi mereka, dengan cara demikian lebih meningkatkan kontrol mereka pada proses pengembangan. PME, bagaimanapun, harus merupakan bagian keseluruhan proses ICZPM yang memungkinkan pada gilirannya untuk secara terus-menerus berpartisipasi dalam penilaian kemajuan mereka dan mengevaluasi diri sendiri secara periodik dengan belajar dari kesalahan sebelumnya.

C. Rancangan Suatu Sistem Monitoring dan Evaluasi Suatu rancangan M & E diperlukan untuk menjelaskan skema monitoring yang dipakai selama implementasi rencana, tujuan proses evaluasi, apa yang diukur, oleh siapa, dimana didapat informasi, dan bagaimana menguji keakuratan informasi tersebut.

- Bagian M & E Sebagai suatu sistem acuan proyek, M & E memiliki tiga bagian yang sama pentingnya yang didefinisikan oleh Dooley (1995) sebagai berikut:
Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

6

1. Monitoring – suatu kegiatan deskriptif yang memerlukan pengumpulan informasi bagaimana program dilaksanakan yang terlihat dari hasil yang diperoleh. Dalam hal ini termasuk rekaman kegiatan pelaksanaan program ICZPM dan pengecekan program yang sedang dilaksanakan sebagaimana yang direncanakan dan keselarasannya dengan rencana. Terutama sebagai jawaban mendasar pertanyaan: Apa yang benar-benar terjadi (terlaksana). 2. Evaluasi – suatu kegiatan analisis yang mendalam apakah program yang dibuat dan hasil yang diharapkan (baik pengaruh maupun dampaknya). Evaluasi menggunakan informasi yang dibuat dalam monitoring dibandingkan dengan informasi yang diperoleh selama dan sesudah implementasi rencana dengan data dasar. Hal tersebut merupakan jawaban mendasar terhadap pertanyaan: terjadikah apa yang diharapkan terjadi? 3. Pengambilan Keputusan – termasuk penentuan jenis dan tingkat perubahan dan perbaikan untuk membuat perencanaan itu sendiri dan dalam memutuskan rencana. Hal tersebut merupakan jawaban mendasar terhadap pertanyaan: Apa yang sebaiknya terjadi sekarang dan masa mendatang?

-

Outline suatu rancangan M & E (Patton dan Sawicki 1986) 1. Suatu definisi target (sasaran dan tujuan) yang dicapai 2. Spesifikasi program strategis, atau aksi yang diharapkan untuk mencapai sasaran 3. Suatu metode untuk pengamatn dan pengukuran perubahan hasil, 4. Suatu metode membandingkan hasil terhadap sasaran yang diinginkan, 5. Suatu cara untuk memodifikasi strategi dalam rangka perubahan dapat dibuat sebagai respon terhadap observasi,

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

7

Langkah-langkah dalam penyiapan suatu rancangan M & E (Patton dan Sawicki, 1986) Dalam pembuatan suatu rancangan M & E, langkah-langkah berikut adalah penting: 1. menentukan fokus evaluasi (apakah suatu langkah evaluasi diperlukan, hasil evaluasi, atau keduanya?). 2. memutuskan apakah data dikumpulkan dan dihasilkan, 3. menentukan apakah perubahan diukur 4. identifikasi apakah intervensi diukur 5. menggunakan berbagai metode pengukuran 6. merancang evaluasi sehingga dapat merespon modifikasi program 7. merancang evaluasi untuk mendukung evaluasi final 8. mengikutsertakan staf program dalam evaluasi 9. pengakuan politik dalam evaluasi 10. membuat temuan awal tersedia 11. menyajikan presentasi yang menarik dari temuan-temuan

D. Indikator Yang Dimonitor Sistem Monitoring dan Evaluasi pada dilihat dalam implementasinya terdapat tiga level:  Operasi dan kinerja – pelaksanaan rencana kerja;  Pengaruh – hasil proyek dan aktivitas lainnya, dan  Dampak – pengaruh pada perkembangan masyarakat. Dalam rangka memonitor dan menilai tiga parameter yang disebutkan di atas, indikator akan digunakan dalam memfasilitasi fungsi monitoring sebagai berikut:

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

8

1. Menjaga agar pelaksanaan program dan hasil pada jalurnya, monitor indikatorindikator proses. Indikator ini merupakan manajemen program sehari-hari seperti kapan sesuatu tidak terjadi sebagaimana diharapkan dan apakah kegiatan mengalami kemajuan sebagaimana direncanakan. Ada beberapa jenis indikator proses yang evaluator dapat memonitor: (a) Indikator Input – dana, tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, pelatihan dan

hal sejenis lainnya yang digunakan dalam proyek, (b) (c) Indikator Operasi - waktu selesai, biaya dan kualitas kegiatan proyek Indikator Kinerja – output, target awal yang harus dicapai dengan waktu

tertentu, dan (d) Indikator Kondisi Eksternal – sesuatu dan lingkungan ekitar yang

menentukan proyek yang mungkin mempengaruhi kemajuan proyek seperti cuaca, harga, dan ketersediaan ikan di pasaran, dan keputusan pemerintah, Kemungkinan saja beberapa hal lain bisa dimonitor untuk menjaga pengeluaran jadwal, kualitas operasi, kualitas masukan dn kualitas yang berhubungn dengan kerjasama sumberdaya masyarakat pesisir dan laut. 2. Menjaga pengaruh dan dampak program, monitor Indikator Hasil. Indikator ini akan memberikan informasi berdasarkan tingkat sasaran program dan tujuan dicapai dn akan digunakan untuk kemungkinan revisi dn tindaklanjut. Secara lebih sederhana dapt diklasifikasi dalam empat tipe: (a) Indikator Lingkungan – meliputi perubahan kondisi sumberdaya biotik dan abiotik meliputi air, ekosistem/habitat, dan stok/populasi. (b) Indikator Ekonomi – Indikator yang akan memberikan informasi pada pertumbuhan ekonomi,

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

9

(c) Indikator Sosial – belum dapat dikuantifikasi seperti faktor ekonomi, sehingga indikator yang akan dimonitor harus dipilih dengan hti-hati. Pemilihan tergantung pada perubahan yang penerapan yang ingin dimonitor. Indikator-indikator dipilih harus mengikuti pengukuran yang valid. (d) Indikator Politik – Kepemimpinan, hukum dan tata tertib, kekuasaan dan kontrol batas sumberdaya yang mengalami perubahan yang siknifikan dalam proses perkembangan. Elemen-elemen ini dapat secara umum dimonitor

E. Metoda Dalam Monitoring dan Evaluasi Penelitian partisipatif dapat membantu aksi group pemrakarsa dengan memanfaatkan data kolektif dalam kelompok kecil yang anggota saling mempercayai. Kelompok mengumpulkan data pada kunci elemen dalam kehidupan dan lingkungan mereka. Penelitian partisipatif juga membantu mendukung data dasar terhadap perubahan yang dapat diukur. Beberapa kegiatan yang melibatkan partisipatif dalm penelitian, monitoring, dan evaluasi meliputi hal-hal berikut:

Grup dinamik dan kepemimpinan; Membuat peta suatu masyarakat desa; Penyediaan suatu matrik keluarga dan sumberdaya kelompok; 1) Kartu Partisiptif monitoring; 2) Penggunaan belajar aktif dengan kelompok peserta, 3) Permainan-permainan (game) yang bersifat mendidik dan aturan permainan dalam kelompok; 4) Latihan praktek kelompok; 5) Menggunakan cerita dan drama untuk mempresentasikan penemuan; 6) Kelompok kunjungan lapangan dan study tours 7) Menggunakan studi kasus nyata
Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

10

8) presentasi grup data yang berguna, 9) analisis kelompok laporan penelitian

F. Melakukan Monitoring dan Evaluasi Mengajak partisipasi setiap orang. Dalam hal ini beberapa saran: • Menggunakan metode aktif lebih baik dari pada pasif dan metode praktek lebih baik dari pada teori. Mengikutsertakan setiap orang mengerjakan tugas yang menjamin setiap orng dilibatkan atau memiliki suatu kesempatan, • • • • • Mulai dengan sesuai aktifitas yang menarik untuk semua peserta, Bentuk kelompok kecil, Dukungan data dn informasi yang relevan (berarti), Memfasilitasi agar lebih informasi, Menggunakan orang yang mampu dn efektif sebagai organiser, pemimpin, guru, dan fasilitator, Informasi dasar (baseline) pada situasi wilayah pesisir diperlukan dalam rangka untuk membandingkan kondisi sebelum projek dimulai dan kemajuan selanjutnya. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan informasi untuk data dasar mungkin sama seperti yang digunakan dalam monitoring (contohnya FSPs Sumberdaya dan penilaian dan monitoring ekologi).

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

11

Membangun pengalaman partisipatif awalnya untuk mempertemukan kebutuhan kelompok, relevansi monitoring dan evaluasi, efisiensi, efektifitas dan dampak dari input dan aktivitas mereka. Mulai dengan sutu pertanyaan dan batas akhir (deadline) bagi kelompok untuk memeliharanya. Sesuadah diskusi masing-masing diberi tugas suatu proyek, kartu dipersiapkan dengan ruang yang cukup untuk laporan kemajuan. Kartu dan rekaman prosedur mungkin bervariasi tergantung tingkat kemampuan membaca, kemampuan menghitung dan memerlukan untuk bagian tugas. Kartu juga digunakan kemudian dalam perubahan monitoring dalam populasi, partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dan ketntuan pelayanan oleh lembaga kerjasama, pekerjaan pada kebutuhan pertemuan monitoring pada ? masa mendatang (Melebihi/diluar) keperluan khusus kelompok untuk mencapai keperluan yang lebih tinggi levelnya, PME diperkenalkan oleh pelatihan pekerja lapangan, tapi akhirnya sistem tsb harus dikelola oleh kelompok yang menampung proyek tsb. Demikian juga, pengukuran beberap indikator yang mendasar, yang diawali secara teknis diluar kemampuan kelompok mungkin menugaskan kelompok lain dengan sasaran jngka panjang transfer teknologi untuk melakukan hal tsb bagi mereka sendiri kemudian. Pekerja Lapangan harus merubah ide dan informasi dengan anggota grup mengenai: • • • • • • Elemen sistem M & E Bagaimana hal tersebut dilakukan Siap yang sebaiknya bertanggung jawab pada masing-masing bagian, Untuk siapa data yang mungkin tersedia, Bagaimana data digunakan Dimana sistem akan secara fisik di tempatkan,

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

12

Kapan memulai dan mengakhiri proses

Kapan dan siapa yang akan mengumpulkan informasi tergantung pada indikator dan tujuan yang diukur. Penting bagi setiap orang yang terlibat dalam giatan monitoring untuk bertanggung jawab pada keseluruhan kelompok (ketua dan lembaga yang berpartisipasi) penerapan program/proyek. Di dalam masing-masing kelompok/proyek yang berpartisipasi, masing-masing anggota seyogyanya mengetahui: • • • • Apa kegiatan sesorang yang sedang melakukan supervisi Apa target dan indikator yang mereka gunakan dalam monitoring, Bagaimana untuk memonitor mereka Kapan laporan hasil evaluasi kelompok dan keputusam dibuat,

Alat untuk mengumpulkan informasi: Sumber utama informasi sebaiknya didentifikasi (pemerintah desa, pemerintah lokal, dsb) dan di peroleh melalui: • • • • • • • • Survey Melihaat secara langsung Pengukuran secara akurat, Diskusi dan pertemuan, Kuisioner Monitoring dengan tanpa sumber pustaka Penilaian sendiri dll

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

13

Alat untuk merekam informasi Dokumen hasil rekaman yang disetujui dan apa yang dilakukan. Agar berguna, rekaman sebaiknya pendek tapi informatif, dan dapat dilakukan dengan mengikuti format berikut: • • • • • • • • • • • Pertemuan singkat, Rekaman kegiatan Diari (catatan harian) proyek Diari (catatan) person Rekening Laporan keuangan Lembaran waktu (agenda) Format survey Tabel ringkasan Kuisioner dsb.

Laporan dan penggunaan data PME Penerima utama data adalah anggota kelompok sendiri, sebagai pemilik yng berhak dan orang lain dapat mengakses dengan izin kelompok tsb. Tujuan penggunaan informasi dan impliksinya pada kelompok harus dibuat jelas, dan informasi tersebut dapat digunakan dengan manfaat maksimal. Anggota kelompok mungkin memerlukan bantuan pertama pada penyiapan laporan. Laporan tertulis dan grafik presentasi dengan keahlian yang mungkin atau mungkin tidak diperoleh, dan hanya dengan sedikit yang alamiah. Jenis bahan presentasi tergantung yang diharapkan pengguna, tetapi bagi kelompok tabel dan skema yang sederhana mungkin lebih berguna. Pembahasan pada analisis, interpretasi dan aplikasi akan hanya partisipatif jika informasi yng dipresentasikan berarti bagi semua anggota.

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

14

Laporan keuangan yang detail mudah dikembangkan. Laporan atau presentasi tentang sikap masyarakat mungkin lebih sulit dipresentasi, tapi dapat dibuat dengan majalah bergambar. Untuk menunjukkan kecenderungan waktu, tabel, grafik, jumlah atau gambar mungkin diperlukan. Gambar akan akan membantu orang untuk memahami jumlah yang relevan, dan membuat statistik bermakna.

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

15

G. Penerapan PME

Monitoring dan evaluasi, jika benar-benar dilaksanakan seharusnya dapat didukung dengan data sebagai dasar untuk pembahasahan yang kontruktif, perencanaan, tinjauan, dan revisi dalam proses ICZPM. Karena partisipatif M & E secara alami, proses, PME memerlukan tambahan pendorong untuk memotivasi dan mendukung penerapan program ICZPM dan peralatan pelengkap dengan informasi untuk membuat keputusan manajemen yang bagus untuk penyempurnaan program. Terutama, PME memungkinkan perencana dan manejer untuk: • • • • • • • • • • • • • • Menggunakan sumberdaya dengan bijak, Meningkatkan produktivitas, Mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keamanan dalam operasi, Mengurangi kejenuhan dan kebosanan, Memperoleh kerjasama dan kolaborasi Membagi tanggung jawab, resiko, dan keuntungan secara adil, Mengadopsi strategi untuk menolong diri sendiri, dan dengan cara demikian berkontribusi untuk menghargai diri sendiri dan martabat manusia, Gambaran pembelajaran yang penuh pengertian melalui kebersamaan, Memperbaiki nutrisi, keehatan, dan keluarga menjadi lebih baik, Meningkatkan status wanita dan kelompok yang “tertinggal” lainnya, Melindungi hak asasi dari kaum yang lemah dan tertinggal, Mengurangi atau menghilangkan konflik pemanfaatan. Menurunkan limbah dan mengkonservasi sumberdaya Perlindungan lingkungan, dan menjamin keberlanjutan

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

16

TUJUAN Setelah penyelesaian modul ini, peserta dapat: 1. Menjelaskan perlunya dilakukan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari proses management. 2. 3. Memahami perbedaan antara fungsi/tahapan monitoring dan evaluasi Menyebutkan langkah-langkah dalam merancang kegiatan monitoring dan evaluasi, 4. Menjelaskan indikator yang relevan dalam monitoring dan memberikan memberikan contoh indikator yang penting dalam proses M & E 5. 6. Menjelaskan beberapa teknik analisis yang digunakan dalam evaluasi Memahami pentingnya partisipasi dalam M & E dan bagaimana menghasilkan proses tersebut.

WAKTU

: 120 menit

BAHAN DAN ALAT Bahan • • • Kertas karton Kertas manila Double selotip/lem

Peralatan • • Overhead projector Layar proyeksi

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

17

METODE

: Permainan membuat rencana tahapan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan wilayah pesisir yang dapat di kembangkan dari SDHP atau SDnHP yang dipilih.

PROSES PENYAJIAN 1. Peserta diminta untuk membagi diri dalam kelompok yang mempunyai latar

belakang pendidikan atau pekerjaan yang berbeda; 2. Setiap kelompok peserta menentukan salah satu kawasan pesisir dengan

menyususun rancangan tahapan sistem monitoring dan evaluasi yang akan dijadikan pokok diskusi; upayakan setiap kelompok memilih kawasan yang berbeda. 3. Setiap kelompok mendiskusikan Indikator: indikator yang digunakan untuk

memonitor serta menyusun metode untuk mengevaluasi dalam penerapannya dalam pengelolaan kawasan pesisir yang dipilih. Jangan lupa untuk mengaitkannya dengan potensi SDM yang ada disekitarnya serta sfaktor-faktor khusus, baik yang dapat menjadi faktor pendukung maupun penghambat. 4. Hasil diskusi tersebut dituangkan dalam bentuk rancangan (draft) rancangan

tahapan sistem monitoring dan evaluasi, yang dilengkapi dengan denah lokasi dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan; 5. Rancangan rancangan tahapan sistem monitoring dan evaluasi tersebut

dipresentasikan dihadapan kelompok lainnya serta didiskusikan dengan beberapa aspek terkait sebagai berikut : ♦ Kelestarian SDHP atau SDnHP yang tersedia dan diandalkan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi yang dipilih; ♦ ketersediaan tenaga kerja; ♦ ketersediaan sarana dan prasarana dilokasi (kominikasi, akomodasi, dll); pengelolaan pesisir terpadu

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

18

♦ ketersediaan fasilitas pengelolaan ♦ keterkaitan dengan kagiatan lain.

PEMBAGIAN SESI WAKTU METODE (menit) 10 Diskusi 10 Diskusi 20 20 25 25 10 Diskusi Diskusi Diskusi Presentasi Diskusi KEGIATAN TRAINER Diskusi tentang tinjauan umum dan tujuan khusus Definisi monitoring dan evaluasi Membahas tentang pentingnya M & E Membahas tentang partisipatif M & E dan bagian – bagian dari M & E Membahas indikator-indikator: apa yang dimonitor dan metode dalam partisipatif monitoring dan evaluasi (PME) dan bagaimana melakukannya Menyusun rancangan tahapan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan pesisir yang dipilih. Penyajian hasil penyusunan rancangan tahapan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan pesisir yang dipilih. Kesimpulan dan saran

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

19

NASKAH MONITORING DAN EVALUASI

1.

Dalam suatu wilayah pesisir, terdapat SDHP dan SDnHP berikut: mangrove, terumbu karang ,padang lamun, rumput laut, pasir putih, tambak udang, air tawar bersih

2.

Diskusikanlah kegiatan rencana tahapan sistem monitoring dan evaluasi pengelolaan wilayah pesisir yang dapat di kembangkan dari SDHP atau SDnHP yang dipilih

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

20

Lembar Pertanyaan

Progress Test :

Modul – Monitoring dan Evaluasi
Nama:___________________________ A. Isilah titik-titik 1. ………………………… adalah suatu perangkat manajemen untuk menjamin keberlanjutan implementasi suatu perencanaan dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan sumberdaya dalam mewujudkan tujuan perencanaan. 2. ………………………….termasuk turunan dari suatu proyek dalam pengukuran, penyimpanan, pengumpulan dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu anggota tim manajemen proyek dan anggota kelompok lainnya dalam pembuatan keputusan. 3. ……………………………termasuk analisis dan membandingkan informasi yang dikumpulkan melalui monitoring sehingga dapat digunakan untuk perbaikan dalam implementasi 4. …………………. adalah faktor kunci dalam menentukan perubahan kondisi yang terjadi di wilayah pesisir, kehidupan dan aktivitasnya. 5. ……………………..adalah faktor kunci yang menentukan perubahan dalam status sumberdaya hayati dan non-hayati melingkupi air, ekosistem/habitat dan stok/populasi. B. Berikan dua contoh dari indikator operasi dan kinerja Indikator operasi ----------------------------------------Indikator kinerja ------------------------------------------------Tgl _________________________

C. Berikan tiga contoh dari indikator lingkungan, ekonomi, social dan politik Indikator lingkungan ------------------------------------------------------------------------Indikator ekonomi ---------------------------------------------------------------------------Indikator politik ---------------------------------------------------------------Lembar Jawaban

Lembar Jawaban :

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

21

Modul – Monitoring dan Evaluasi
1. Monitoring adalah suatu perangkat manajemen untuk menjamin keberlanjutan
implementasi suatu perencanaan dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan sumberdaya dalam mewujudkan tujuan perencanaan.

2. Partisipatif Monitoring termasuk turunan dari suatu proyek dalam pengukuran,
penyimpanan, pengumpulan dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu anggota tim manajemen proyek dan anggota kelompok lainnya dalam pembuatan keputusan.

3. Evaluasi termasuk analisis dan membandingkan informasi yang dikumpulkan
melalui monitoring sehingga dapat digunakan untuk perbaikan dalam implementasi

4. Indikator adalah faktor kunci dalam menentukan perubahan kondisi yang terjadi di
wilayah pesisir, kehidupan dan aktivitasnya.

5. Indikator Lingkungan adalah faktor kunci yang menentukan perubahan dalam
status sumberdaya hayati dan non-hayati melingkupi air, ekosistem/habitat dan stok/populasi. B. Berikan dua (2) contoh dari indikator operasi dan kinerja Indikator operasi: contoh dari waktu penyelesaian, biaya dan kualitas aktivitas proyek. Indikator kinerja: contoh-contoh output, penetuan awal terget yang harus dicapai pada suatu waktu tertentu C. Berikan tiga contoh dari indikator lingkungan, ekonomi, social dan politik Contoh-contoh berikut merupakan jawaban pertanyaan tersebut: 1. Indikator-indikator Lingkungan: Biological Oxygent Demand (BOD) konsentrasi B3 persen penutupan karang hidup stok sumberdaya ikan pelagis degradasi hutan konsentrasi logam berat catch per unit effort (CPEU) maximum sustainable yield (MSY) pendapatan rata-rata individu/rumah tangga jumlah kapal nelayan/alat tangkap jumlah penduduk yang bermata pencaharian nelayan perubahan tingkat pendapatan persentase penduduk miskin
Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

2. Indikator-indikator Ekonomi:

Monitoring dan Evaluasi -

22

3. Indikator politik:

jumlah tokoh adat keterwakilan dalam partai politik luasnya dukungan bagi mekanisme lokal distribusi manfaat porsi keterlibatan kaum wanita

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

23

REFERANSI

David, F.R. 1991. Strategic Management. Macmillan Publishing Co., New York. Dooley, D. 1995. Social Resesearch Methods. Prentice Hall, Ney Jersey. FAO. 1988. Participatory monitoring and evaluation: handbook for training field workers. Regional office for Asia and the Pacific (RAPA) Publication, Food and Agriculture Organization of the United Nations, Bangkok. 51 p Hall, P. 1976. Urban and regional planning. Penguin Books, Harmondsworth, Middlesex. 312 p. Meynall, P.J., J.P. Johnson and M.P. Wilkie. 1988. Guide for planning, monitoring and evaluation in fisheries development units. Filed manual 2. Programme for Integrated Development of Artisanal Fisheries (IDAF), West Africa. 116 p. Patton, D. and D. Sawicki. 1986. Basic methods of policy analysis and panning. Prencise – Hall, Englewood, Cliff N.J., USA. Thompson, A. A. and A. J. Strickland. 1993. Strategic management: concept and cases. Irwin, Illinois.

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

Monitoring dan Evaluasi -

24

REFERENSI Wicaksono, Ahc. Wazir, Darusman, Taryono. 2001. Catatan Pertama Pengalaman Belajar: Praktek Pengorganisasian Masyarakat di Simpul Belajar. Puter Eliakim Sitorus, 2001. Sepuluh Langkah Pengorganisasian Masyarakat. Agbayani, R.F. and S.V.Siar. 1994. Problem encountered in the implementation of a cimmunity-based fishery resource management project, p. 149-160. In R.S.Pomeroy (ed.) Community management and common property of coastal fisheries in Asia and the Pacific: concepts, methods and experiences. ICLARM conf. Proc. 45, 189p Ferrer, E. Community organizing and public participation. International Course on Rural Development Management. Training Division, International Institute of Rural Reconstruction, Cavite, Philippines. IIRR. 1997. Partnerships in Coastal Resource Management (LISD-PDR Project Syntehesis). International Institute of Rural Reconstruction, Cavite, Philippines. IIRR. International Course on Rural Development Management. Training Division, International Institute of Rural Reconstruction, Cavite, Philippines. (Unpublished)

Pimbert, M. P and J. N. Pretty. 1995. Parks, people and professionals. UNRISD, Geneva. Racelis, M. 1994. Community management and common property of coastal fisheries in Asia and the Pacific: concepts, methods and experiences. Silliman University, Dumaguete City, Philippines. Silliman University. 1995. Notes on Integrated Coastal Management Seminar. Silliman University, Dumaguete City, Philippines.

Modul - Penyusunan Modul Pelatihan ICZPM Tingkat Lokal PKSPL - IPB

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->