SCIENTIA VOL. 1 NO.

1 2010 ISSN : 2087-5045

Volume 1, Nomor 1

Tahun 2010

ISSN : 2087-5045

0

DAFTA R I SI
ANALISA KANDUNGAN FLAVONOID DAN AKTIFITAS ANTIOKSIDAN DARI REMPAH TUMBUHAN OBAT SUMATERA BARAT Deddi Prima Putra dan Verawati 1 -7

ISOLATION OF Vibrio parahaemolyticus FROM BEEF MARKETED 8 -1 3 IN PADANG, to xR TARGETED IDENTIFICATION, AND AMP LIFICATION OF tdh AND trh GENES ON ISOLATES USING POLIMERASE CHAIN REACT ION Eka Fitrianda, Marlina dan M. Husni Mukhtar EFEKT IFITAS BROMELAIN KASAR DARI BATANG NENAS (Ananas Comosus L. Merr) SEBAGAI ANTIPLAK DALAM PASTA GIGI Fif i Harmely, Henny Lucida dan M. Husni Mukhtar FOR MULASI KRIM E KSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR ( Ipomea Batatas.L.)UNTUK PENGOBATAN LUKA BAKAR Farida Rahim, Mimi Aria dan Nurwani P.A AKTIFIT AS EKSTRAK ETANOL BIJI JINTAN HITAM (Nigella sati va Linn.) TERHADAP TITER ANTIBODI DAN JUMLAH SEL LEUKOSIT PADA MENCIT PUTIH JANTAN Suhatri dan Yufri Aldi PENETAPAN POLA RESISTENSI ANTIBIOTIKA (Vib rio Parahaemolyticus) HASI L ISOLASI DARI CUMI-CUMI ( Loligo vulgaris) DAN KEPITING BAKAU (Scylla serratta) Ria Afrianti, Marlina dan M. Husni Mukhtar AKTIVITAS ANTI INFLAMASI DAR I EKSTRAK ETANOL DAUN BUNGA KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia A. Gray) TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA Verawati, Mimi Aria dan Novicaresa M PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR DAN LEMARI PENDINGIN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA DADIH KERBAU DENGAN METODA KJELDAHL Regina Andayani , Revi Yenti dan Wi wit Gustiva PENGARUH PERBANDINGAN ETANOL AIR SEBAGAI PE LARUT EKSTRAKSI TERHADAP PEROLEHAN KADAR FENOLAT DAN DAYA ANTIOKSIDAN HERBA MENIRAN (Phylantus niruri.L.) Harrizul Riva’i dan Martinus PROFIL PENGGUNAAN KOMBINASI ANTI DIABETIKA ORAL DENGAN INSULIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI SMF PENYAKIT DALAM RSUD Dr. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI Radjuddin Dahlan dan Hansen Nasif PENGARUH ASUPAN PROTEIN DAN MIKRONUTRIEN (Zat Besi Vit. C dan Vit. A) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN Erina Masri Scientia, V ol. 1, N o. 1, 2010 ; halaman 1 – 58 ISSN : 2087-5045 Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STIFI) Perintis Padang 14-19

20-25

26-33

34-38

39-45

46-51

52-59

60-65

66-73

SC IENT IA
JURNAL FARMASI DAN KESEHATAN
TERBIT DUA KALI SE TAHUN SETIAP BULAN FEBRUARI DAN AGUSTUS

D E W AN RE D A K SI
Penanggung Jawab : Prof. H. Syahriar Harun, Apt Pemimpin Umum : DR.H.M. HusniMukhtar,MS, DEA, Apt Redaktur Pelaksana : Verawati, M.Farm, Apt Eka Fitrianda, M.Farm, Apt Sekretariat : Afdhil Arel, S.Farm, Apt Khairul Dewan Penyunting : Prof.H. Syahriar Harun,Apt Prof.DR.H. Amri Bakhtiar,MS,DESS,Apt Prof.DR.H. Almahdy, MS, Apt DR.H.M. Husni Mukhtar, MS, DEA, Apt Drs.H. Radjudin Dahlan, M.Pharm, Apt DR.Hj. Marlina, MS, Apt Drs. Yufri Aldi, MSi, Apt Hansen Nasif, SSi, Sp.FRS, Apt Drs. B.A. Martinus , MSi Hj. Fifi Harmely, M.Farm ,Apt Farida Rahim, M.Farm, Apt Revi Yenti, M.Si, Apt Verawati, M.Farm, Apt Ria Afrianti, M.Farm ,Apt Eka Fitrianda, M.Farm, Apt

Penerbit : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STIFI) Perintis Padang ISSN : 2087-5045 Alamat Redaksi/Tata Usaha STIFI Perintis Jl. Adinegoro Km. 17 Simp. Kalumpang Lubuk Buaya Padang Telp. (0751)482171, Fax. (0751)484522
e-mail : stifi_perintis@yahoo.com website : www.stifi-padang.ac.id

Scientia, V ol. 1, N o. 1, 2010 ; halaman 1 – 58 ISSN : 2087-5045 Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STIFI) Perintis Padang

109. dan arterosklerosis. Dengan demikian tumbuhan obat asli Indonesia dapat dikembangkan menjadi obat fitofarmaka (Depkes. and Pala (Myristica fragrans Houtt). 69. Radikal bebas ini adalah senyawa kimia yang mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan. 71. medicinal plants PENDAHULUAN Obat asli Indonesia merupakan obat yang berasal dari tumbuhan. atau bahan mineral. Keywords : Antioxidant. Pada umumnya obat asli Indonesia belum mempunyai data klinik dan penggunaannya berdasarkan pengalaman. There were total flavonoid of Jahe (Zingiber officinale Rosc). 19. liphofilic fraction and hydrophilic fraction) against DPPH 20 µ g/ml 80. hewan. Pengolahan obat asli Indonesia masih sederhana dengan menyeduh bahan tumbuhan kering atau segar dengan air panas. Untuk mencapai kestabilan.54. 68. diabetes melitus. Antioxidant activity and total flavonoid were measured by Spectrophotometer UV-Visible using DPPH reagent for antioxidant activity and Alumunium Chloride for total flavonoid.85.35. Rempah sudah lama dikenal di Indonesia. Pemicu timbulnya penyakit ini salah satunya adalah adanya radikal bebas (Rungkat. Rempah punya arti lebih dari sekedar penambah rasa hidangan. 1981).62. jahe hidrofil .09 µ g/ml for kunyit total. Kencur (Kaemferia galanga Linn ). pala hidrofil. Verawati2 Fak. molekul harus mencari elektron lain sebagai pasangan. kemudian air seduhan ini di minum. Oleh karena itu bahan obat asli Indonesia perlu distandarisasi.08. 1994). Rempah tumbuhan obat ini berpotensi besar memerangi sederet panjang penyakit dan masalah kesehatan seperti kanker. jahe lipofil. 0. Pala (Myristica fragrans Houut). Quercetin was used as standard compound. 0. jantung.21. Radikal bebas dalam kehidupan sehari-hari dapat dijumpai seperti akibat metabolisme yang 1 . Kunyit (Curcuma domestica Val). Makanan sehari-hari kita mengandung paling tidak satu jenis rempah. Reaksi rantai ini dapat menimbulkan pengrusakan sel yang berujung pada mutasi sel dan apabila merusak organ yang memiliki fungsi tertentu dapat menimbulkan penyakit degeneratif. The result showed that three of plants have highest antioxidant activity with IC50 ( total ethanol extract. Kunyit (Curcuma domestica Val). tapi rempah juga sebagai tumbuhan obat. sehingga manfaat dan keamanannya dapat dipertanggungjawabkan. 47.67 µ g/ml for pala total.98 µg/ml for jahe total. Flavonoid.SCIENTIA VOL.77 µg/g respectively (quercetin equivalent). kunyit hidrofil. 1 NO. Lengkuas (Alpinia Galanga Linn). 50. Senyawa ini bersifat tidak stabil dan sangat reaktif. Farmasi Universitas Andalas 2 STIFI Perintis ABSTRACT Antioxidant activity and total flavonoid content of five medicinal plant and species of West Sumatera have been measured. 1 2010 ISSN : 2087-5045 ANALISA KANDUNGAN FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI REMPAH TUMBUHAN OBAT SUMATERA BARAT 1 Deddi Prima Putra1. There are Jahe (Zingiber officinale Rosc).

Willd). Youngson. spektrofotometri UVVis Pharmaspec 1700 (shimadzu ®). polusi udara. Seperti beberapa tanaman dari Famili Zingiberaceae seperti rimpang kunyit (Curcuma domestica rhizoma. label. pisau. 2005). DPPH. mesin penghalus ( Brook Crompton®). etanol 96 %. Molyneux. Linn) dan buah pala (Myristica fragrans. 1997). Kegunaan utama dari antioksidan adalah menghentikan atau memutuskan reaksi berantai dari radikal bebas dengan cara menyediakan dirinya bereaksi dengan radikal bebas itu sendiri. metanol. 2001. val). pipet tetes. timbangan digital. 1999. Silalahi. Pembuatan ekstrak heksan (ekstrak lipofil) yaitu 5 gram sampel di ekstrak dengan heksan 96% b. alumunium foil. Berdasarkan potensi rempah tersebut sebagai obat dan adanya kandungan flavonoid di dalamnya maka dilakukan penelitian untuk menentukan kadar flavonoid total dalam rempah secara spektrofotometer dengan menggunakan Alumunium klorida kolorimetri dan penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode radikal DPPH (Zhinshen. 1995). val). AlCl3 10%. Aquadest. Untuk menanggulangi efek dari radikal bebas ini. Salah satu sumber antioksidan alam yang terdapat pada tanaman adalah flavonoid. Pembuatan ekstrak etanol total (ekstrak total) yaitu 5 gram sampel di ekstrak dengan etanol 96% sebanyak 25 ml selama 2 x 24 jam. bahan kimia beracun. antioksidan dapat menyelamatkan sel-sel tubuh dari kerusakan. rimpang kencur (Kaemferia galanga rhizoma. pipet mikro. 1992. akibat serangan radikal bebas (Karyadi. dan dari tanaman famili Myristicaceae seperti buah Pala (Myristica fragrans. spatel. Rosc). Houtt). corong. Rosc). labu rotary. Kemudian maserat disaring dan filtrat dikentalkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental total. rimpang jahe (Zingiber officinale. Linn. rotary Evaporator (BUCHI ®). rimpang lengkuas (Alpinia galanga rhizoma. 2004). Bahan Bahan yang digunakan adalah rempah-rempah seperti rimpang kunyit (Curcuma domestica. Antioksidan alam lebih disukai karena efek sampingnya kurang. pestisida. rak tabung reaksi. Rukmana. 1 NO. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat Alat yang digunakan berupa seperangkat alat maserasi. Erlemeyer berbagai ukuran. (Rukmana.SCIENTIA VOL. rimpang jahe (Zingiber officinale rhizoma. Antioksidan dapat berasal dari alam dan sintetik. rimpang kencur (Kaemferia galanga. vial. kapas. tabung reaksi. Dengan kata lain. Aquadest. radiasi sinar UV (Raharjo. Houtt). 1 2010 ISSN : 2087-5045 berlebihan atau berasal dari lingkungan seperti asap rokok. 1994. heksan 96%. Natrium asetat 1 M. Quersetin. Pembuatan Ekstrak Sampel Serbuk sampel sebanyak 5 g diekstraksi dengan menggunakan pelarut yang berbeda sehingga diperoleh 3 macam ekstrak yaitu : a. Linn. 2 . rimpang lengkuas (Alpinia galanga. Linn). Willd). botol. secara alami tubuh mempunyai benteng yang dapat mencegah serangan radikal bebas tersebut yaitu enzim (katalase) ataupun antioksidan yang berasal dari luar tubuh yang umumnya berasal dari makanan.

Kemudian maserat disaring dan filtrat dikentalkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental lipofil. kunyit dan pala. 100. 0. Campuran larutan dihomogenkan dan dibiarkan selama 30 menit di tempat gelap.2.2 ml larutan sampel (1 mg/ml.4. 60. lengkuas. Sebanyak 2 ml dari larutan ekstrak(1mg/ml) ataupun larutan standar kuersetin (100.1.8 ml larutan DPPH (20 µg/ml). 0. ditambah 3.SCIENTIA VOL. Ketiga rempah ini ditentukan IC50 nya yakni konsentrasi sampel yang mampu merangkap radikal DPPH sebesar 50%. 10.6 µg/ml) di dalam vial. kunyit. 3 . Kemudian maserat disaring dan filtrat dikentalkan dengan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental hidrofil. 5 µg/ml) ditambah 0. 1 NO. 20. 2004). kontrol Dengan menggunakan persamaan linear dari data stándar maka dapat dihitung IC50 stándar kuersetin sedangkan IC50 sampel dihitung dengan metoda analisa probit menggunakan finney. Kocok homogen lalu biarkan selama 30 menit. Pembuatan ekstrak etanol setelah heksan (ekstrak hidrofil) yaitu ampas dari hasil ekstraksi dengan heksan di ekstraksi lagi dengan etanol 96% sebanyak 25 ml selama 2 x 24 jam. kencur. Aktivitas Antioksidan Penentuan Total Kandungan Flavonoid Penentuan Sampel Kandungan flavonoid total ditentukan dengan metode kolorimetri menggunakan Aluminium klorida.dan pala) didapatkan tiga sampel memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi yaitu jahe.1 ml AlCl3 10 %. 50 dan 25 µg/ml) atau larutan stándar kuersetin (0. Aktivitas antioksidan sampel dinyatakan sebagai persentase inhibisi dihitung dengan rumus : Abs. 0. Semakin kecil nilai IC50 maka semakin aktif sampel tersebut sebagai antioksidan. Setelah dilakukan penelitian mengenai analisa kandungan flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari tanaman obat dan rempah Sumatera Barat didapatkan hasil bahwa dari 5 macam sampel rempah (jahe. Sampel x 100 % Abs. 40.8 ml air suling. 0. 0. Serapan diukur pada panjang gelombang maksimum DPPH yaitu 517 nm. HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (Molyneux. Total kandungan flavonoid sampel dinyatakan sebagai kesetaraan gram kuersetin/100 gram sampel kering. 1 2010 ISSN : 2087-5045 sebanyak 25 ml selama 2 x 24 jam. 80. Absorban kontrol yaitu DPPH (20 µg/ml) dalam metanol juga diukur. kontrol – Abs.1 ml Na asetat 1M dan 2. c. Ukur serapan pada panjang gelombang 415 nm.

41 69.Hidrofil 79.Total 97.total 54.09 92.24 32.Hidrofil 140.44 Kunyit. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Tabel I.27 60.09 30.96 36.Total 90.Hidrofil 46.09 49.BS.45 22.Lipofil 68.14 21.89 47.83 50.54 52.58 58.SCIENTIA VOL.72 25.51 Kunyit.Total 60.51 69.Lipofil 81.54 17.Lipofil 57.27 Kunyit.Hidrofil 47.Bkt.Total 32.Ap.59 21.Ap.Bkt.4 Jahe.72 29.Bkt.31 49.81 Kunyit.BS.93 26.92 Kunyit.68 Jahe.Total 74.82 21.08 35.67 Jahe.18 IC50 90.12 85.63 39.22 39.4 76.Bkt.66 2 Kunyit.Ap.26 28.04 89.Hidrofil 46.76 42.48 73.BS.3 Jahe.95 57.58 58.9 59.72 28.95 78.Total Konsentrasi 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 % Inhibisi 52.36 49.85 43. Nilai IC50 sampel No 1 Nama sample Jahe.97 3 Pala.06 63.62 Jahe.98 Jahe.38 44.50 8.Ap.Bkt.56 Jahe.59 65.81 36.BS.44 4 .18 15.BS. 1 NO.Ap.61 29.12 23.

lipofil Pala. 5 .0106371. Jahe 0.Bkt.32 106. total 3 Pala. 1 NO.21 47.45 61.0.47 57.56 31.92 µg/g. batas deteksi – 0.67 Aktivitas antioksidan 1g ekstrak setara mg kuersetin (mg) 182. total 1 Jahe.69 Pala. simpangan baku 0.8 Dari data IC50 sampel dan IC50 stándar kuersetin.39 156.84 µ g/g. Pada pengukuran flavonoid total tiap gram sampel kering setara kuersetin diperoleh kadar flavonoid total dari masing-masing sampel dimana kadar paling tinggi adalah pada ekstrak etanol kunyit 19.70 µg/g diikuti kencur 0. hidrofil Pada pengukuran absorban flavonoid total untuk penentuan kurva kalibrasi kuersetin pada panjang gelombang 415 nm di dapat persamaan regresi y = .98 68.35 109.54 µ g/g.26 162.82 154.016 + 0.62 69.Bkt.BS. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Pala. lengkuas 0. Aktivitas Antioksidan dari Sampel Setara mg Kuersetin No Nama sampel Nilai IC50 aktivitas antioksidan terukur (µg/ml) 80. hidrofil Kunyit.216 µg/ml.09 50.16 Jahe.017x dengan koefisien korelasi 0.06 71.55 Pala. pala 0.53 113.SCIENTIA VOL. Tabel II. maka diperoleh suatu nilai jumlah sampel yang akan memberikan aktivitas antioksidan yang setara dengan 1 mg kuersetin.Hidrofil 50 25 100 50 25 100 50 25 43. lipofil Kunyit hidrofil Pala. lipofil Jahe. batas kuantisasi 4.114942 µg/ml.Total 45.38 23. total 2 Kunyit.999.52 µg/g.72 88.81 36.85 58.09 16.9 248.Hidrofil Keterangan : AP BS Bkt : Alahan Panjang : Batu Sangkar : Bukit tinggi 81.

92 ± 0.Bkt.13 25.Total Lengkuas.64 Kadar Flavonoid tiap 5 g serbuk kering (µg/g) 0.91 0.Bkt.1 10.37 0.27 5.SCIENTIA VOL.Total Kunyit.71 8.27 ± 2.AP. 1 NO.078 Nama Sampel Jahe.52 ± 0.83 9.84 ± 0.Total Lengkuas.BS.64 11.AP.49 0.Total Rata-rata ± SD 6 .AP.BS.5 8.60 0.BS.66 19.26 0.41 0.96 4.21 0.Total Rata-rata ± SD Kencur.02 6.55 71.07 ± 45.53 9.03 11.BS.Bkt.67 124.42 4.84 0.99 142.60 4.51 157.85 ± 1.43 22.76 0.Total Jahe.Total Rata-rata ± SD Kunyit.09 0.Total Kencur. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Tabel III.Bkt.85 1.05 4.50 ± 0.03 9.Total Rata-rata ± SD Lengkuas.Total Kencur.70 ± 7.Total Jahe.39 ± 1.14 0.Bkt.54 ± 0. Kandungan Flavonoid total sampel Konsentrasi Flavonid (µg/ml) 10.93 0.Total Rata-rata ± SD Pala.62 8.Total Pala.Total Kunyit.AP.BS.70 0.

J. Jakarta. p. T.. 1999. http//www. Antioksidan. Food Chem. Kanisius. kunyit dan pala. Rungkat. 1995. 2001. The Journal of Indonesian Medical Association : II (5). E.85. Resep Sehat dan Umur Panjang. “Radikal Bebas dan Patofisiologi Penyakit”. Raharjo. 1-13. 2005. 1 NO. Jadi kemungkinan senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi adalah golongan flavonoid yang terdapat pada ekstrak polar atau fraksi hidrofil terutama pada jahe.indomedia. 2004.htm Molyneux. jahe dan pala setara kuersetin berturut-turut : 19. 1994. Silalahi. F. The determination of flavonoid contents in mulberry and their scavenging effects on superoxide radicals. Temulawak Tanaman Rempah Oba. Kencur.77. 211-219. Kanisius. Zhinshen. Karyadi. Tanaman Berkhasiat Antioksidan.0.com/intisari /1997/juni/antioksidan.SCIENTIA VOL.. Penebar Swadaya. Proseding Seminar : Senyawa Radikal dalam Sistem Pangan : Reaksi Biomolekuler. Rukmana. Free Radicals and antioxidant Vitamin in Degenerative Disease. Dampak terhadap Kesehatan dan Penangkalan. 1994. 1981. 26(2). M. Sci. R. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dari 5 tanaman yang berasal dari 3 daerah.. Yogyakarta.. The Use of Stable Free Radical Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. Jianming.. 1992. Jakarta. R. Bogor. Mengcheng and W. 7 . Yogyakarta. Modifikasi Peraturan Perundang – undangan Obat Tradisional. J. J. Ekstrak hidrofilik memberikan aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan ekstrak lipofilik. DAFTAR PUSTAKA Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan RI. Tecnol. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui dari data IC50 aktivitas antioksidan dan penentuan kadar flavonoid total bahwa ekstrak yang kadar flavonoidnya tinggi mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi. kadar flavonoid yang tinggi terdapat pada kunyit. Rukmana. Youngson. R. Jakarta. 0. diterjemahkan oleh Susi Purwoko. 64: 555559.54 µg/g terhadap sampel kering. Antioxidant : Vitamin C dan E For Health.

parahaemolyticus. parahaemolyticus terbukti memiliki gen tox-R. 1989). "thermostable direct hemolysin" (TDH) and the "TDH-related hemolysin" (TRH). V. whose production is encoded by the tdh and trh are the important virulence factors for the development of gastroenteritis. tdh. in which the main symptoms include abdominal cramps. V. trh INTRODUCTION V. parahaemolyticus is a marine bacterium that has long been associated with diarrhea after eating raw or not cooked perfectly seafood. 1997). parahaemolitycus telah berhasil diisolasi dari sejumlah sampel daging sapi mentah yang dikoleksi di Pasar Raya Padang. dengan metoda yang sama juga dilakukan amplifikasi terhadap gen pengkode produksi toksin hemolisin (tdh dan trh) yang merupakan faktor virulen utama pada bakteri tersebut. Most strains of clinical V. The main clinical manifestation of infection due to V. Isolasi dilakukan dengan menggunakan medium CHROMagarTM Vibrio. Therefore. In V. M. Marlina2. namun tidak ada satu isolat pun yang memiliki gen pengkode toksin hemolisin baik tdh maupun trh.SCIENTIA VOL. nausea and vomiting. parahaemolyticus produce major virulence factor that is a thermostable direct hemolysin (TDH) and showed βhemolysis activity on Wagatsuma agar (KP positive strains). trh. Although V. Currently. molecular epidemiological studies show a close relationship between the hemolysin coding genes in these bacteria (tdh. toxR TARGETED IDENTIFICATION. parahemolyticus. 2 Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang ABSTRAK Sebanyak 40 isolat V. parahaemolyticus. 1 2010 ISSN : 2087-5045 ISOLATION OF Vibrio parahaemolyticus FROM BEEF MARKETED IN PADANG. Gen tersebut merupakan gen yang sangat spesifik pada spesies V. "TDH-related hemolysin" (TRH). AND AMPLIFICATION OF tdh AND trh GENES ON ISOLATES USING POLIMERASE CHAIN REACTION 1 Eka Fitrianda1. Based on the Shirai et al (1990) report. Husni Mukhtar2 STIFI Perintis Padang. toxR. Another virulence factor. parahaemolyticus has become one of food contaminant pathogens with the highest prevalence in Asian countries (Pan et al. the genes are referred to as the important virulence coding genes in V. parahaemolyticus is gastroenteritis. or both) with the ability to cause disease. usually associated with KP negative strains or with urease positive strains (Kelly and Stroh. Selanjutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh isolat V. Terhadap 40 isolat tersebut dilakukan identifikasi dengan metoda Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengamplifikasi gen toxR. 1 NO. parahaemolyticus was first isolated in food poisoning outbreak in Japan in the early 1950s. but 8 . Key words: Vibrio parahaemolyticus. parahaemolyticus is one of bacterias actively studied in various parts of the world because of it’s ability in causing diarrhea.

parahaemolyticus from beef samples and identified them by examining on their toxR gene. The method used to identify and amplify tox-R. 2. the elektrophoresis device. MATERIALS AND METHODS Equipments and materials PCR machine (Eppendorf Mastercyclergradient ®). V. micro pipette (Eppendorf ®). To avoid contamination. has successfully isolated these bacteria from pensi (Corbicula moltkiana prime) collected in lake Singkarak. Parahaemolyticus AQ4037 (positive control for the toxR and trh genes). Samples were taken from traders in Pasar Raya Padang. These cultures were inoculated using a needle loop onto surfaces of CHROMagarTM Vibrio previously been 9 .5 mM dNTP solution. this is due to the high sensitivity level of this method. V. incubator (Gallenkamp ®). a blue dye. samples were taken in a way directly entered by the merchant into sterile containers. tris-borateEDTA (TBE). parahaemolyticus Isolation 10 gram sample was added in to 100 ml Salt Polimixin Broth (SPB) media and incubated at 37°C for 24 hours. transilluminator. vortex (Mixer ® VM-1000). 1 NO. parahaemolyticus has also found on food samples which are not seafood categories. According to Gelfand et al (1998). parahaemolyticus AQ3815 (positive control for tdh gene. laminar air flow (Esco ®).SCIENTIA VOL. namely: toxR-4: 5'GTCTTCTGACGCAATCGTTG-3' and toxR-7: 5'ATACGAGTGGTTGCTGTCATG-3' for the detection of toxR gene. Luria Bertani (LB). The isolated strains are known to carry hemolysin toxin-producing genes (tdh and trh) which are the major virulence factors of V. Sampling The test samples in this study were 15 raw beef samples. agarose. and lately has been widely used to identify genes from different species of bacteria including V. tdh and trh genes is "Polymerase Chain Reaction" (PCR). and three pairs of primers. We also detected their virulent factors coding genes by amplificating tdh and trh genes on these isolates.). NaCl. V. TDH D3: 5'CCACTACCACTCTCATATGC-3’ and TDH D5: 5'GGTACTAAATGGCTGACATC-3' for detection of tdh gene. distilled water. In this study we isolated V. GoTaq DNA polymerase. TRH R2: 5'GGCTCAAAATGGTTAAGCG-3' and TRH R6: 5'CATTTCCGCTCTCATATGC-3' for detection of trh gene. parahaemolyticus. Research conducted by Marlina et al (2007) for example. Another study conducted by Zulkifli et al (2009) on the cockles collected from rivers in Padang showed similar result. 100 bp ladder. 5X Colorless GoTaq Reaction. Luria Bertani (LB) Broth. centrifugator (Eppendorf Minispin ®). polaroid film. rotary shaker incubator (Bigger Bill Digital ®). Salt Polimixin Broth (SPB). immediately stored in containers and taken to the laboratory for testing. parahaemolyticus. CHROMagarTM Vibrio (CHROMagarTM). 1 2010 ISSN : 2087-5045 some recent researches showed that V. colony counter (Stuart scientific ®). Polymerase Chain Reaction (PCR) is a major breakthrough in molecular diagnostics. ethidium bromide. 10X Ex Taq buffer solution. Eppendorf tubes. the test sample.

purple colonies formed were suspected as colonies of V.0c 17. The type and amount of each PCR components as shown in table below: Table 1. toxR.0 5x Colorless GoTaq Reaction Buffer for the detection of tdh and trh genes.000 rpm for 1 min. parahaemolyticus were done using PCR method. Electrophoresis was performed at 100 V voltage for 20 minutes with 1 x TBE as the mobile phase.5 7 Table 3. The suspension formed was heated for 10 minutes in boiling water and immediately put into the refrigerator with a temperature of -20ºC for 10 minutes. Stage for tox-R gene amplification (23 cycles) Stage Predenaturation Denaturation Annealing Extention Elongation Temperature ( oC ) 96 94 63 72 72 Time (minute) 5 1 1. Each single suspected colony was inoculated into the Luria Bertani (LB) Broth containing 3% NaCl and incubated in a rotary shaker incubator at 37°C for 24 hours. Subsequently centrifuged at 12.0 1. DNA template which had been prepared previously inserted into the Eppendorf tube for PCR machine and combined with other PCR components. Stage for tdh and trh genes amplification (33 cycles) Temperatur Time Stage e (minute) o ( C) Predenaturation 96 5 Denaturation 94 1 Annealing 55 1 Extention 72 2 Elongation 72 7 After all of the stages in the PCR process were completed. The 100 bp ladder was used as a 10 .0 15.1 1. DNA of control and testing bacteria were extracted using boil cell extraction (BCE) method.SCIENTIA VOL. tdh and trh genes in V. the supernatant removed.5 1.0c 2. PCR components Component Buffer solutiona 2. 1 NO. After incubated for 24 hours at 37°C.4d 0. DNA template preparation Before the amplification of genes using PCR method. tdh and trh genes amplification Identification of toxR. 1 2010 ISSN : 2087-5045 poured and allowed to solidify in a petri dish.5 mM dNTP Amount(µl) 5.5d 2. parahaemolyticus. the results of this amplification were colored using blue dye and then separated along electrophoresis process on 1% agarose gel in 1x TBE. 10x Ex Taq buffer solution for the detection of toxR gene b Primer pairs are suitable for each gene c For the detection of tdh and trh genes d For the detection of toxR gene Eppendorf tube is then inserted into the PCR machine and amplification was performed using program which is suitable for detection of each gene as shown in table below: Table 2.0 Primer 1b Primer 2b Aquadest GoTaq DNA Polymerase DNA Template a 1. 1 ml LB broth culture centrifuged at 12. while the sediment was added with 500 mL sterile distilled water and then suspended using vortex.000 rpm for 3 minutes and the supernatant were transferred into a new Eppendorf tube. The supernatant were the DNA template to be used for amplification of genes by PCR method.

Tanil et al (2005) succeeded in isolating V. 1 2010 ISSN : 2087-5045 marker for determining the size of amplification product. we successfully isolated 40 suspected V. Generally. 251 bp and 250 bp respectively. The same result have been reported by Zulqifli et al (2009). From 3 of 15 samples which were examined. Previously. V. Size estimation of each product was done through comparison with 100 bp ladder. 2001). 1 NO. Suspected V. A study recently conducted by Sujeewa et al (2009) succeeded in isolating V. out of total of 40 tested isolates. V. 1995) as a very useful method to confirm the presence of this species in samples. RESULTS AND DISCUSSION Of 15 raw beef samples which were examined. we successfully isolated suspected V. non-clinical V.5 mL/ml). Malaysia. lane 12 was positive control. parahaemolyticus colonies from 3 samples. Dileep et al (2003) also states that the detection of toxR gene by PCR method to detect V. toxR positive isolates showed 368 bp band in electrophoresis gel. parahaemolyticus has been isolated from various places around the world. parahaemolyticus isolates also been isolated from coastal waters of western United States (Okuda et al. all of CHROMagar™ Vibrio isolates from cockles gave positive results on testing of toxR using PCR method. parahaemolyticus from shrimp samples in Malaysia. parahemolyticus species. parahaemolyticus with a higher level of differentiation compared to TCBS medium (Kudo et al. Electrophoresis result which was observed by UV transilluminator will form separate bands which were distinguished by the number of their base pairs (bp). parahaemolyticus is more sensitive than biochemical identification. In this study. parahaemolyticus colonies on ChromagarTM Vibrio CHROMagar ™ Vibrio is a selective media for identification of V. lane 13 was 100 bp ladder. parahaemolyticus isolates: lane 1-11 were positive toxR isolates. The PCR method to detect this gene has been reported (Lee et al. parahaemolyticus in samples characterized by the formation of purple colonies on the surface of CHROMAgarTM Vibrio medium. Figure 1. The presence of suspected V. parahaemolyticus from seawater in Peninsular. targeting on toxR gene was performed to all of these isolates using PCR method. After the electrophoresis process was completed. all (100%) showed toxR positive results. tdh and trh amplification product were 368 bp. agarose gel was stained with ethidium bromide solution (0. Figure 2. parahaemolyticus. Results were then documented by polaroid film. toxR gene is a gene that is very specific to the V. Electrophoresis gel of toxR positive V. 1997). Identification 11 . The size of toxR.SCIENTIA VOL.

Urease-positif. S. J. Innis. 40 toxR positive isolates were detected for the present of tdh and trh genes by amplification using PCR method. M. W. D. parahaemolyticus is a bacteria that normally lives in this habitat (DePaola et al. The existence of these genes in V. and New York (1997 and 1998).. because V. A. 1 2010 ISSN : 2087-5045 parahaemolyticus were isolated from marine waters or food samples from the sea. because V. V. Gelfand. Appl Environ Microbiol 66:4649–54 Dileep. However. Major virulence factor coding genes in V. parahaemolyticus isolates carrying tdh gene were isolated from Corbicula moltkiana. This suggests that V. and E. or is the result of cross-contamination when samples are marketed in the market. As a result. none of the isolates has tdh or trh gene. parahaemolyticus previously isolated from cockle samples in Padang. 2003. parahaemolyticus are tdh and trh. Kumar.. It makes the results of this research is interesting for further explored. 1989. Texas. The presence of these genes represent the level of pathogenicity of V. M. C. CONCLUSION All of 40 V. Marlina et al. Bowers and D. Kelly. Lett Appl Microbiol 36:423–7. J. Kanagawanegatif Vibrio parahaemolyticus from patients and the environment in the Pacific 12 . This such result also seen in V. studies are necessary to investigate whether the presence of V. 1 NO. Environmental investigations of Vibrio parahaemolyticus in oysters after outbreaks inWashington. Karunasagar. Applicationof polymerase chain reaction for detection of Vibrio parahaemolyticus associated with tropical seafoods and coastal environment. 2009). 2007). Similarly. H. Academic Press. parahaemolyticus isolates. parahaemolyticus isolated from nonclinical samples are rarely detected. Cook. J. A. M. 2000). White. 2009). Similar results have also found in other study (Marlina et al. and they are called virulent isolates. 2000). Kaysner. other studies seem to successfully detect the presence of these virulence genes in environmental samples (Sujeewa et al. parahaemolyticus isolates were isolated in samples which were not derived from the sea environment. Furthermore. Y. In contrast.SCIENTIA VOL. parahaemolyticus isolates isolated from beef samples marketed in Pasar raya Padang were having toxR gene. 2000. H. Sninsky. parahaemolyticus in samples is the result of bacterial adaptation capabilities on low-salt environment. M. only few V. Kumar. 2009. Indonesia (Zulkifli et al. where a number of V. T. more than 90% of V. J. 1998. Stroh. parahaemolyticus isolates in this study are not virulent isolates. a species which lives in lake Singkarak. New York. T. where the overall toxR positive isolates have no tdh or trh gene (Zulkifli et al. Nishibuchi and I. 2007). According to Nishibuchi and Kaper (1995). A. parahaemolyticus isolates was isolated from cockles live in rivers around Padang. BIBLIOGRAPHY DePaola. parahaemolyticus isolates carrying the virulent genes (tdh or trh). PCR protocols: A guide to methods and amplifications. parahaemolyticus isolates from clinical samples have tdh or trh gene (DePaola et al. but none of them has tdh or trh gene. other publication also showed that V.. In this study.

Horng. Pan and C. S. Y. 38:349-355. Radu. 35: 1260-1262 Shirai. Mutalib. S. Napis. Immun. Radu. G. 1995. B. Janda and M. Nishibuchi. B. Microbiol... Rahim. International Food Research Journal 16: 8995 Tanil. 2007. Takeda. 2005. K. K. W.. L. A. S. Nakabayashi. 2009. Ishibashi. Y. B. Radu. Prevalence of toxic genes of Vibrio parahaemolyticus in shrimps (Penaeus monodon) and culture environment. W. S. K. Infect. Food-borne disease outbreaks due to bacteria in Taiwan. M. S. J. Molecular epidemiologic evidence for association of thermostable direct hemolysin (TDH) and TDH-related hemolysin of Vibrio parahaemolyticus with gastroenteritis. B. B. Nishibuchi. Sujeewa. Zunita Zakaria. 1986 to 1995. 27: 2820-2822 Lee. Zulkifli. H. S. Alitheen. International Food Research Journal 16: 289296 13 . Okuda. Southeast Asian J Trop Med Public Health. N. Chien. Kumagai. Characterization of vibrio parahaemolyticus isolated from coastal seawater in peninsular Malaysia. Ito. Clin. T. Clin. and C. Chen. and M. Analysis of the Thermostable Direct Hemolysin (tdh) Gene and the tdh-Related Hemolysin (trh) Genes in Urease-Positive Strains of Vibrio parahaemolyticus Isolated on the West Coast of the United States. Abbott. Nishibuchi. S. L. T. C. Maurice and J. C. M.. J. Detection of tdh and trh genes in Vibrio parahaemolyticus isolated from Corbicula moltkiana prime in West Sumatera Indonesia. S. 2009. A. C. Yeap. M. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Northwest. Nishibuchi. Hirayama. Kqueen. Y.SCIENTIA VOL. 1990. 1997. Infect. Kaper. J. 35: 1965–1971 Pan. Wang. Napis. 4.Y. Gunsala. Norrakiah and M. Laina. R. N. Y. A. J. 36 No. H. Immun. Journal of Clinical Microbiology. M. Lee. W. Nakamoto. K. 58: 3568–3573.. A. S. T. Identification of Vibrio parahaemolyticus isolates by PCR targeted to the toxR gene and detection of virulence genes. M. Raha. 63:2093–2099. Microbiol. Thermostable direct hemolysin gene of Vibrio parahaemolyticus: a virulence gene acquired by a marine bacterium. Marlina. Sequence of a cloned pR72H fragments and its use for detection of Vibrio parahaemolyticus in shell fish with PCR. 1995.. 1997.. S.F. and J. S. Applied and Environmental Microbiology 61: 1311-1317. Nishibuchi. Southeast Asian J Trop Med Public Health. 1 NO.R. Lesley and A. and M. H. M.

1990). 1 NO. proteolytic activity. lipid 10 – 14 % dan abu 10 % dan komponen mineral seperti kalsium dan posfor. antiplaque effectivity PENDAHULUAN Di Indonesia. toothpaste. 2) Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang ABSTRACT The effectivity of crude bromelain from steam pineapple have been done as antiplaque by plaque control record methods. Fauzi dan Krisna.84 % (F3C). Henny Lucida2). Jika plak tidak dibersihkan. 1990. Berdasarkan laporan pemakaian pasta gigi yang mengandung fluorida mempunyai efek samping perlu dicari alternatif mendapatkan formula pasta gigi dari bahan alam. Keyword: crude bromelain. Plak tersusun oleh 80% air dan 20 % sisanya terdiri dari beberapa komponen seperti protein 40 – 50 %.1982). Ramli. penderita gigi berlubang jumlahnya tidak sedikit. prevalensi gigi berlubang di Indonesia berkisar 60 %. Merr) SEBAGAI ANTIPLAK DALAM PASTA GIGI Fifi Harmely1). Queen ). M. 1 2010 ISSN : 2087-5045 EFEKTIFITAS BROMELAIN KASAR DARI BATANG NENAS (Ananas comosus L.( Wilkinson.0 ( Darwis dan Sakara.05) and significant with basis formula ( p >0. maka lama-kelamaan mikroorganisme yang berkontak pada permukaan gigi akan menyebabkan karang gigi ( kalkulus ) dan menimbulkan karies pada gigi (Cracken. Lapisan lembut ini akan membentuk suatu matriks pada gigi dimana bakteri dapat melekat.SCIENTIA VOL. Proses ekstraksi bromelain dilakukan secara maserasi dalam larutan buffer posfat pH 7. 14 . Hasil Survei Kesehatan Nasional 2002 menunjukkan. 2008). Husni Mukhtar2) 1) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STIFI) Padang. Hal ini juga dipertegas dengan adanya intruksi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk menarik seluruh produk pasta gigi untuk anakanak yang masih mengandung fluorida di atas 500 ppm. Merr var. yang dihitung dari berat kering plak.584 unit/mg equivalent 98. The crude bromelain 5% in toothpaste has antiplaque effectivity noteqivalent with control (p<0.05). Untuk kesehatan dan mencegah kerusakan gigi dibutuhkan suatu zat antiplak dalam pasta gigi yang saat ini erat kaitannya dengan kandungan fluorida. Plak gigi adalah lapisan lunak yang terbentuk dari campuran sisa-sisa makanan serta bakteri yang diperantarai oleh saliva yang melekat pada permukaan gigi. 1982). Munurut Pakaj (2004) pasta gigi yang mengandung fluorida tidak cocok untuk anak-anak di bawah 4 tahun. yang berarti dari sepuluh orang enam diantaranya menderita gigi berlubang (Nugraha. karbohidrat 13 – 17 % . salah satunya adalah bromelain dari nenas ( Ananas comosus L. The formula of toothpaste was crude bromelain 5% and abrasive 40% with proteolytic activity 6.

1 NO. METODE PENELITIAN Alat Alat-alat gelas standar laboratorium(Pyrex®). kaca mulut. timbangan analitik (Pioneer™). disclosing gel atau disclosing tablet) yang dicatat adalah ada atau tidaknya deposit yang terwarnai pada batas dentogingiva pada empat permukaan (Dalimunthe 2008 ). Sukarelawan Sukarelawan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang berumur antara 18 – 24 tahun dan diminta kesediaannya untuk menggunakan sediaan pasta gigi selama penelitian dengan mengisi blanko dan menandatangani surat pernyataan sebagai sukarelawan. karbohidrat dan lipid dari makanan. Suatu produk bermerek dagang yang sudah beredar adalah pasta gigi Enzim ®. dental plague disclosing gel (Global Care) dan air suling. pemeriksaan gigi sebelum dan setelah pemakaian pasta gigi dilakukan oleh dokter gigi. Untuk pengukuran terlebih dahulu gigi–geligi diwarnai dengan perwarna plak (disclosing solution. Metoda yang digunakan untuk pengujian anti plak adalah metoda rekam kontrol plak yang diperkenalkan oleh O’Leary dkk. adanya zat ini memegang peranan penting dalam membentuk plak pada gigi. Berdasarkan hal tersebut. Pelaksanaan Penelitian Pembuatan Pasta Gigi Bromelain Kasar Formula Pasta Gigi Bromelain (Lieberman 1989. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Penggunaan enzim di dalam pasta gigi ditujukan untuk membantu pemecahan protein. Wilkinson 1982) Pasta gigi bromelain dibuat dengan konsentrasi bromelain 5% dan abrasive kalsium karbonat 40% seperti terlihat pada tabel di bawah ini: 15 . spektrofotometer UV-Vis (UVmini1240). bromelain standar ( Bernofarm). Dextran merupakan produk metabolit dari bakteri. dan digunakan untuk memantau kontrol plak pada pasien dan juga banyak digunakan pada klinik – klinik gigi ( Dalimunthe 2008). bahan tambahan formulasi (Brataco Chemika). Bahan Bromelain kasar. (Wilkinson .1982). lumpang dan alu.SCIENTIA VOL. perlu dilakukan pengujian efektifitas antiplak bromelain kasar dan dibandingkan dengan formula basis dan sediaan pembanding kepada sukarelawan. Sebelum perlakuan kepada sukarelawan terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang tujuan penelitian dan informasi lain yang terkait dengan pemakaian pasta gigi. Untuk menilai keadaan plak gigi.

diaduk sampai homogen dan kemudian dimasukkan ke dalam tube.1 1 0.SCIENTIA VOL. sore dan pada malam hari.3 100 formula (g) 5.0 40 18 10 1. diaduk homogen (massa 1). dimasukkan ke dalam massa 3. Sakarin dan natrium benzoat dilarutkan dalam sisa air. Parameter yang diamati kemampuan menghilangkan plak setelah menggunakan pasta gigi. Massa 1 ditambahkan ke massa 2 diaduk sampai homogen (massa 3). Kalsium karbonat digerus. didiamkan selama 15 menit. Selama pengamatan akan dipantau oleh dokter gigi sampai selesai perlakuan. Oleum menthae piperitae dimasukkan terakhir. rumus perhitungan Plak Indeks : Skor RKP = Jumlah Permukaan gigi dengan plak x 100 % Jumlah seluruh permukaan gigi Uji Efektifitas Anti Plak Pasta Gigi Bromelain dengan Metode Rekam Kontrol Plak (RKP) (Delimunthe 2008) Pengujian ini dilakukan untuk menilai efek pemakaian pasta gigi sebagai anti plak dengan cara Setelah skor plak didapat. aduk homogen. Untuk pelaksanaan pengujian ini digunakan gel pink tua dental plague disclosing gel yang dipakai sebelum menggunakan pasta gigi dan setelah menggunakan pasta gigi selama 1 minggu. Formula pasta gigi bromelain Komposisi Formula Bromelain Kasar Kalsium karbonat Gliserol Larutan sorbitol 70 % Natrium Karboksimetil sellulosa Sakarin Natrium benzoat Natrium lauryl sulfat Oleum menthae piperitae Air suling sampai Basis (g) 40 18 10 1.3 100 Cara Pembuatan Bromelain Kasar Pasta Gigi Na CMC ditabur diatas air panas (15 x jumlah Na CMC). ditambahkan larutan sorbitol 70 % dan diaduk homogen ( massa 2).0 0.0 0. kemudian dihitung nilai selisih skor plak sebelum dan sesudah pemakaian pasta gigi bromelain dengan menggunakan rumus : Nilai selisih = Skor Plak sebelum – Skor Plak sesudah 16 . diaduk homogen sampai terbentuk massa pasta.2 0. 1 NO. ditambah bromelain digerus ditambah gliserol diaduk homogen. tidak menggunakan larutan penyegar mulut atau larutan pencuci mulut lainnya. digerus homogen. Pengujian ini dilakukan terhadap 5 orang panelis untuk setiap formula pasta gigi bromelain dengan syarat panelis tidak menggunakan pasta gigi lain.2 0. Natrium lauryl sulfat ditambahkan ke dalam massa 3. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Tabel 1. menggunakan pasta gigi 3 kali sehari pada pagi.1 1 0.

Proses pengurangan plak ini terjadi secara fisika dengan persentase penurunan plak yang rendah.5 69.9 8.04 %.7 8.626 %KV= 7.1 68.4 8. pasta gigi bromelain kasar dan sediaan pembanding enzim ®.7 52.90%). Hasil pengujian efektifitas antiplak pasta gigi bromelain kasar % RKP No Panelis X (%) Formula Sebelum Sesudah 1 F0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 65.9%± 1. Makanan sangat berpengaruh sekali terhadap jumlah plak yang terbentuk.6 57. Parameternya adalah % RKP sebelum dan setelah perlakukan.90 % untuk formula basis ( F0 ).55 17 .2 56.alanin yang merupakan asam -asam amino penyusun protein.5 62.1 69.1 70.9 62 62 59. pasta gigi bromelain ( F3 ) dan pasta gigi pembanding ( P ) secara berturut-turut.5 62.3 3 3. 1 NO.8 59.384 %KV= 15.4 61.72 % dan 8.9 66.04%± 0. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Analisis Data Untuk menilai efektifitas antiplak bromelain dalam pasta dianalisis menggunakan statistik analisis varian satu arah yaitu antara basis pasta. Proses pengurangan plak juga dipengaruhi oleh frekwensi.3 66.1 70. Dugaan lain adalah bromelain dapat memutuskan ikatan protein dari sisa makanan yang menempel pada gigi.1 7 Χ 3.3 65 62.5 65.6 10. 1990) Tabel 2.3 65.1 9. Hasil ini memperlihatkan bahwa plak dapat berkurang dengan menggunakan basis pasta yang mengandung abrasif kalsium karbonat dan surfaktan natrium lauril sulfat yang ada dalam formula.9 69.1 8.1 60 62 62.4 57. Daya anti plak disebabkan adanya kemampuan bromelain untuk mengurangi dan menghilangkan plak yang terbentuk.5 9.391 %KV=12. Proses pengurangan plak dari pasta gigi bromelain kasar diduga karena kemampuannya untuk memecah atau menguraikan protein saliva disamping juga terjadi secara fisik dengan adanya abrasif dalam pasta. 2000).8 9.72 % ) dan mendekati pasta gigi pembanding (8.5 3. Penelitian dilakukan pada gigi tiruan resin akrilik .1 60. Dari hasil perhitungan rata-rata persentase Rekam Kontrol Plak ( RKP ) adalah 3.3 8.4 3.SCIENTIA VOL. Pada sediaan uji pasta gigi bromelain diperoleh persentase penurunan (RKP) yang lebih tinggi ( 8.17 3 P 8. Menurut Hidayah (2000) bromelain dapat memecah ikatan glutamin-alanin dan arginin.3 62.72% ± 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji antiplak pasta gigi bromelain kasar dilakukan selama 7 hari. (Tarigan .86 2 F3 8.6 65. lama dan cara menggosok gigi (Ariningrum. 8.1 2.

0400 8. Jakarta. Formularium Kosmetika Indonesia. N 5 5 5 Subset for alpha = . Vol III. Anonim. Anonim. 1 NO. Hasil uji statistik dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5. Departemen Kesehatan Republik Indonesia . Farmakope Indonesia. Jakarta.000. Materia Medika Indonesia. perlakuan F0 F3 pembanding Sig. 1989. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. edisi IV. 18 . Farmakope Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia. SASARAN Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan formula pasta gigi dan menguji stabilitas pasta gigi bromelain kasar sehingga pada akhirnya dapat DAFTAR PUSTAKA Anonim. KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Bromelain kasar 5% dalam pasta gigi mempunyai efektifitas antiplak yang tidak berbeda nyata dengan sediaan pembanding ( p< 0. Jakata. Jakarta.SCIENTIA VOL. USP 30/ NF 25. dan persentase plak Duncan a tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pasta gigi bromelain ( F3 ) dengan pasta gigi pembanding ( P ) pada p < 0.05.9000 1.05) dan berbeda nyata dengan formula basis pada p > 0. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Keterangan : F0 F3 P X X KV : : : : : : Basis pasta gigi formula C konsentrasi abrasif 40 % Formula pasta gigi bromelain konsentrasi 5 % Pasta gigi pembanding ( Enzim® ) Nilai selisih Rekam Kontrol Plak (RKP) Rata – rata nilai selisih Rekam Kontrol Plak (RKP) Koefisien variansi Hasil uji statistik dengan analisis varian satu arah memperlihatkan terdapat perbedaan yang bermakna antara formula basis ( F0 ) dengan pasta gigi bromelain ( F3C) dan pasta gigi pembanding ( P ) pada p > 0. edisi III.759 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakata. H. Anonim. a.05 1 2 3. C 1989.7200 8. The National Formulary. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. USA. 2007. cetakan pertama .05. 1994. Anonim. Anonim.05.000 . Ekstra Pharmakope Indonesia. 1979. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi edisi IV. 1985. Diterjemahkan oleh Farida Ibrahim. 1974. Jakarta. Ansel.

Moore. Pertanika 13(1) . Periodonsia.Artini. Nat. Reinvestigation of Fractionation and Some Properties of Proteolitically Active Components of Steam and Fruit Bromelain. Nugraha.. 1992. 219 – 228. Nenas Budidaya dan Pasca Panen. London. J and R. S Indriani. Karies Gigi.J. George Goodwin HC. Hashimoto Y.SCIENTIA VOL. Biochemistry.. 19 .2000. 98. 1: 405-410 Lachman. Fakultas Farmasi USD. Mutta. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Balsam. Cell Mol.N. 2002. Ramli W. Noerono. Kasetsart J. Apr 50527-31.2006. Jogjakarta: 1-5.. Proses Penghasilan Bromelin Daripada Batang Nenas. dan S. Life .. Daliemunthe. Ota.W. London. New York.. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi edisi V. Altern. 2001. Acta Obstet Gynaecol Jpn. R. R. Bandung. Mori S.. M and Sagarin. Daftary GV. Diterjemahkan oleh S. and S Phongtongpasuk .. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember. Pocher’s Perfumes Cosmetics and Soap. Cowson. Hidayah . Effects of Sucrose Concentration on Crude Bromelain Production of in Vitro Culture of Pineapple ( Ananas comosus var.Wijaya dan Sulistyaningsih. A. Hirose T. 1990. Yogyakarta. Rev. HA. M. 2nd ed. 75 – 77. 2Pattavia ).. J. Glider WV and MS Hargrove. Harry’s Cosmetology. 1982. 1996 . Med.Fauzi.. Charpman and Hall.Khrisna. 2008. FKG Universitas Sumatera Utara. Isolasi dan Karakterisasi Ekstrak Kasar Enzim Bromelain Dari Batang Nenas (Ananas comosus L. Hayati. 1985. S.S. Steptoccus mutans Si Plak Dimana-mana. T. A.12... 1985. 1992. Vol III. Voight. Suyatmi. S E. Diterjemahkan oleh S. SasakiT.113-121 Rukmana. 2006. 1990 .. Science and Technology. and R.19(3) :147153. Pendidikan Kesehatan Gigi. 58 (9). D. E. Cosmetics.. S. Ngampanya B. Bromelain.S. in septis in chidren. Merr). Lieberman and J.. pharmacology and medical use. Assoc Physicians India. Butler. Shanbag P. EGC. 1996 . Hemisphere Publishing Corp.L Kaning .. Turakhia NH. Ojima Y. Kanisius. 1989.Enzim Bromelain dari Bongkol Nenas sebagai Bahan Pembersih Gigi Tiruan Resin –Akrlirik. Cracken. R. Wilkinson. Biochem. 1 NO. Tarigan. Herdyastuti.. W. Universitas Indonesia press. Jakarta. Kelly G. Hipokrates.A. Schiess W 2002. New York.. S. Lincoln. Jakarta. 2008. Herijulianti. 2002.edisi III. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Universitas Gadjah Mada Press. Maurer HR. E. Shahid SK. Vol 1. Yogyakarta.1982 Clinical and Oral Microbiology.( 1972) The clinical effect of proteolytic enzyme containing bromelain and trypsin on urinary tract infection evaluated by double blind method . L. H. Sci. Efficacy and safety of phiogezym-aprotease formulation. N.H. Kundra M. 1994.Using Bromelain in Pineapple Juice to Investigte Enzym Function.. A. Sci . Medan. and. 40 : 129-134 . J Penel.Bromelain : a literature review and discussion of its therapeutic applications.

burns PENDAHULUAN Negara Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memiliki potensi untuk mengembangkan buahbuahan tropis. flavonoid. salah satunya digunakan sebagai bahan obat (Rukman. pH. 2006) tanpa proses pemutihan sehingga menghasilkan minyak murni. vitamin C (Rukmana. dan kontaminan lainnya.) dari famili Convolvulaceae.Padang ABSTRACT Formulation of cream for treatment of burns has been studied. Mimi Aria. homogeneity. vitamin A. Cream bases used in this study were variated with and without Virgin Coconut Oil (VCO). Cream formula consisting of 3% ethanol extract of sweet potato leaves as an active ingredient. 1 NO. skin irritation test and effects on burns. bebas dari pestisida. The formulas was evaluated for their organoleptic. ) UNTUK PENGOBATAN LUKA BAKAR Farida Rahim. From the statistical calculation using one-way analysis of variation (ANOVA) we found that sweet potato leaf ethanol extract containing cream provide healing on burns.1997). vitamin B2.. 1997. sayur-sayuran dan tanaman pangan. zat besi. cream. particle size distribution. which the value of F count treatment is smaller than the F table at α 0. Argomedia. Keywords: Ipomoeae batatas.SCIENTIA VOL. which were tested on animals. kalsium. 1 2010 ISSN : 2087-5045 FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN UBI JALAR ( Ipomoeae batatas. 2006). Kandungan dari VCO salah satunya adalah asam lemak rantai tak jenuh berperan sebagai agen antimikrobial yang hebat. fosfor. fungsinya adalah menolak pembentukan radikal bebas dan kemampuan mempertahankan sistem kekebalan membuat minyak ini bermanfaat untuk mencegah dan mengobati berbagai gangguan kesehatan. L. vitamin B1. polifenol dan umbinya mengandung beberapa senyawa seperti protein. VCO memiliki sederet manfaat dan khasiat baik medis maupun kosmetik.05. susunan molekular kecilnya memudahkan penyerapan serta memberi tekstur yang lembut dan halus pada kulit (Hadibroto. 20 . Nurwani Purnama Aji STIFI Perintis . VCO. type of cream. Salah satu jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional adalah ubi jalar (Ipomoea batatas L. 2008). Banyak sekali tanaman di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara komersil. The evaluation results showed that ethanol extract of sweet potato leaves can be formulated in creams which are physicaly stable and provide a healing effect on burns. VCO juga memiliki tekstur krim alami. lemak. The results showed that the F1B formula has the fastest healing effect on burns (7 days). Virgin coconut oil merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa (Cocos nucifera) tua segar yang diperoleh pada suhu rendah (<60 0C) yang terbentuk setelah santan didiamkan dalam beberapa hari (Setiaji. tanaman holtikultural. Bagian tumbuhan ubi jalar yang digunakan adalah daun yang mengandung beberapa senyawa seperti saponin. karbohidrat.

rotary evaporator. buret.1 0. nipasol.1 0.05 100 Keterangan : F0A = Krim tanpa Virgin Coconut Oil (VCO) F0B = Krim dengan Virgin Coconut Oil METODA PENELITIAN Bahan yang digunakan adalah daun ubi jalar putih. botol marserasi. timbangan digital. paraffin liquid. oven.5 1. pinset. batang pengaduk. Alat yang digunakan adalah alatalat gelas standar laboratorium. Tabel 2.05 100 F0B 14. Ekstrak kental yang diperoleh dievaluasi organoleptis. lemari pendingin. botol semprot. kaca arloji. Formula Krim Ekstrak Etanol daun ubi jalar Nama Bahan Ekstrak etanol daun ubi jalar Basis Krim ad F1A 3% 100 F1B 3% 100 Keterangan : F1A = Krim dengan konsentrasi Ekstrak Etanol daun ubi jalar 3% tanpa VCO F1B = Krim dengan konsentrasi Ekstrak Etanol daun ubi jalar 3% dengan VCO Krim dibuat dengan cara: ditimbang ekstrak etanol daun ubi jalar 3% digerus dalam lumpang ditambahkan 21 . Basis krim dibuat dengan cara: Semua bahan yang diperlukan ditimbang.SCIENTIA VOL. desikator.5 3 25 0. krim dapat digunakan pada kulit dengan luka yang basah. trietanolamin. 1 NO. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Dari penjelasan di atas dicoba membuat formula ekstrak etanol daun ubi jalar dan Virgin Coconut Oil (VCO) dalam bentuk krim untuk pengobatan luka bakar. kadar abu. plat tetes. digerus sampai dingin dan terbentuk masa krim yang homogen. cawan penguap. Fase air di panaskan di atas waterbath pada suhu 70oC sampai lebur. waterbath. hewan percobaan yang digunakan adalah mencit putih. mudah dicuci setelah dioleskan. Virgin Coconut Oil (VCO). Selanjutnya digunakan hewan percobaan untuk menguji aktifitasnya untuk pengobatan luka bakar. adeps lanae. pH meter Inolab. Formula Basis Krim Nama Bahan Asam stearat Trietanolamin adeps lanae Paraffin liquidum Virgin Coconut Oil (VCO) Nipagin Nipasol Aquadest ad F0A 14. penetapan kandungan air. asam stearat. kelarutan. mortir. kertas perkamen. stamper. pipet tetes. Ekstrak daun ubi jalar dibuat dengan cara maserasi selama lima hari menggunakan etanol 96%. pemeriksaan pH. nipagin.5 1. corong. Tabel 1. dipanaskan diatas waterbath dengan suhu 70oC sampai lebur. dan terdistribusi merata. oven vakum. kandungan kimia. aquadest. Krim dipilih karena sediaan ini mempunyai keuntungan diantaranya mudah dioleskan pada kulit. krus porselin. Fase minyak dipindahkan kedalam lumpang dan ditambahkan fase air (pencampuran dilakukan pada suhu 60oC – 70oC). kemudian fase minyak dipindahkan dalam cawan penguap.5 3 5 20 0. etanol 96%.

masing-masing kelompok 3 ekor. Kemudian dilakukan pengamatan setiap hari untuk melihat efeknya sampai terjadi penyembuhan total. tipe krim. 1 NO. Pada kulit yang melepuh atau mengalami luka bakar tersebut dioleskan formula krim secara tipis dan merata 3 kali sehari untuk masingmasing formula. pH. F0A Bentuk SP Warna P Bau BK 2. F1B Bentuk SP Warna Hi Bau BK Keterangan : F0A F0B FIA FIB Hi P SP BK Pada pengujian efek ini digunakan Lanakeloid-E ® sebagai pembanding. L) No Formula Organoleptis I 1. homogenitas. pemeriksan tipe krim. Krim Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar (Ipomoea Minggu ke IV V SP SP P P BK BK SP SP Hi Hi BK BK SP SP P P BK BK SP SP Hi Hi BK BK II SP P BK SP Hi BK SP P BK SP Hi BK III SP P BK SP Hi BK SP P BK SP Hi BK VI SP P BK SP Hi BK SP P BK SP Hi BK VII SP P BK SP Hi BK SP P BK SP Hi BK VIII SP P BK SP Hi BK SP P BK SP Hi BK : Basis krim tanpa Virgin Coconut Oil ( VCO ) : Basis krim dengan Virgin Coconut Oil ( VCO ) : Krim Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar 3 % tanpa VCO : Krim Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar 3 % dengan VCO : Hijau : Putih : Setengah Padat : Bau khas 22 . Pada pemeriksaan organoleptis formula basis krim dan krim ekstrak etanol daun ubi jalar tidak menunjukkan adanya perubahan bentuk. Uji efek luka bakar dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan mencit 15 ekor untuk 5 kelompok. F1A Bentuk SP Warna P Bau BK 4.SCIENTIA VOL. Pada pemeriksaan homogenitas basis krim dan krim ekstrak etanol daun ubi jalar menunjukkan bahwa semua sediaan telah homogen dan terdispersi merata. dengan konsentrasi ekstrak 3%. Pemeriksaan basis krim dan krim meliputi organoleptis. Parameter yang diamati adalah hilangnya vesikel dan perubahan warna kulit dari pucat menjadi pucat hilang. Spatel dibakar dengan nyala api ± 60 detik. Tabel III. yang dilakukan setiap minggu selama 8 minggu. pH krim. Hasil Pemeriksaan Organoleptis batatas. pemeriksaan ini dilakukan setiap minggu selama 8 minggu pengamatan. sepatel tersebut ditempelkan pada kulit punggung mencit yang sudah dirontokkan bulunya selama ± 5 detik. daya tercuci krim dan uji iritasi kulit. homogenitas. HASIL DAN PEMNBAHASAN Ekstrak etanol daun ubi jalar dan VCO diformula dalam bentuk krim. distribusi ukuran partikel. Basis krim dan krim yang dibuat di evaluasi meliputi pemeriksaan organoleptis. F0B Bentuk SP Warna Hi Bau BK 3. 1 2010 ISSN : 2087-5045 sedikit demi sedikit basis krim ad 100 g digerus pelan-pelan sampai homogen. warna dan bau.

26 Ratarata 8. 8095 µm.81 8. FoB memberikan waktu penyembuhan selama 9 hari.78 7.17 7.81 7.991 µ m. pemeriksaan tipe krim dilakukan dengan menggunakan zat warna yaitu metilen blue memperlihatkan penyebaran metilen blue yang merata setelah diteteskan pada selapis krim diatas kaca objek. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Hasil pemeriksaan tipe krim. Hal ini menunjukkan bahwa basis krim dan krim ektrak etanol daun ubi jalar dapat digunakan untuk penyembuhan luka bakar.48 7. F1A = 6. Pemeriksaan ini dilakukan terhadap 5 orang sukarelawan pada masing-masing formula.86 8. 1987).26 – 8. 2.70 7.50 µ m. Sedangkan FoA memberikan waktu penyembuhan selama 11 hari. Pada uji efek basis krim dan krim ekstrak etanol daun ubi jalar dan basis krim yang mengandung VCO dan yang tidak mengandung VCO terhadap pengobatan luka bakar. Setelah 24 jam diamati gejala yang timbul.04 VI 8.783 µ m.98 7.06 III 8.41 VIII 8.56. Formula yang memberikan waktu penyembuhan paling cepat adalah formula F1B dimana waktu yang diperlukan untuk penyembuhan selama 7 hari.53 7.74 7.SCIENTIA VOL.69 No 1.92 8.84 7. Formula FOA FOB F1A F1B I 7.837 µ m. kemudian ditutup dengan kain kasa. FOB = 4. Hasil pemeriksaan uji iritasi pada 5 orang sukarelawan menunjukkan tidak ada satupun formula basis krim dan krim ekstrak etanol daun ubi jalar yang mengakibatkan iritasi pada kulit panelis. F1B = 4. F1A dan Lanakloid-E memberikan waktu penyembuhan 8 hari. L) Minggu ke IV V 8.02 7. Krim ekstrak etanol daun ubi jalar dengan menggunakan basis krim yang mengandung Virgin Coconut Oil (VCO) mampu memberikan efektifitas lebih cepat dibandingkan dengan formula lainnya. polifenol 23 .73 7. 4. saponin dan polifenol.51 7.53 7. Hasil pemeriksaan uji iritasi dilakukan langsung pada manusia dengan cara uji tempel tertutup dimana sediaan uji 0. ternyata memberikan sedikit variasi waktu penyembuhan. pemeiksaan pH dilakukan terhadap basis krim dan krim ekstrak etanol daun ubi jalar dan hasil pemeriksaan pH krim diperoleh ph berkisar antara 7.19 7.78 7.56 7.21 7. 1 NO. sedangkan polifenol berkhasiat sebagai adstringen jika dioleskan pada jaringan hidup.1 gr dioleskan pada lengan atas bagian dalam dengan luas 4 cm 2 .62 7. Tabel IV.69 7.0 II 8. Hasil Pemeriksaan pH Krim Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar ( Ipomoea batatas.22 7.65 7.61 VII 8. 3. Hasil pemeriksaan pH dilakukan dengan menggunakan alat pH meter inolab. dimana saponin ini mempunyai kemampuan sebagai pembersih sehingga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka terbuka. Daun ubi jalar yang digunakan mengandung flavonoid. Hasil pengamatan distribusi ukuran partikel basis krim dan krim ekstrak etanol daun ubi jalar menunjukan rata-rata ukuran panjang kecil dari 10 µ m.27 8.15 7. tipe krim adalah minyak dalam air.45 Pada pemeriksaan distribusi ukuran partikel diperoleh rata-rata ukuran panjang FOA = 4. hasil yang didapat masih memenuhi syarat karena dalam literatur dinyatakan ukuran partikel yang stabil secara fisik antara 1.12 7.57 8. flavonoid yang terkandung didalam daun ubi jalar dapat digunakan sebagai pencegahan terhadap infeksi luka karena mempunyai daya antiseptik (Harborne.

C..3. Argomedia. Anonim. Gaja Mada University Press. Anonim. Jakarta. Farmasetika. Ed. M. Jakarta Anonim. Jakarta. H.SCIENTIA VOL. 4. Jakarta. Dari perhitungan uji statistik analisa variasi satu arah (ANOVA) diketahui bahwa krim ekstrak etanol daun ubi jalar dapat memberikan penyembuhan terhadap luka bakar. redaksi. Formulasi Gel Ekstrak Etanol Daun Ubi Jalar 24 . Anief. 1989. Buku Pintar Tanaman Obat. 1986.. 2006. Dimana nilai F hitung perlakuan lebih kecil dari pada F tabel pada α 0. 1995. 1991. Formula krim ekstrak etanol daun ubi jalar (Ipomoea batatas . Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. dimana nilai F hitung perlakuan lebih kecil dari pada F tabel pada α 0. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ditjen POM Depkes RI. DAFTAR PUSTAKA Ancel. Ed. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. H.05 SARAN Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk memformula ekstrak etanol daun ubi jalar dalam bentuk sediaan dan uji efektifitas farmakologi yang lain. Yogyakarta. Anonim. Jakarta. 1979. Anief. Ekstrak Farmakope Indonesia.. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1994. VCO yang digunakan mampu mempercepat penyembuhan luka bakar karena merupakan minyak yang mengandung asam lemak jenuh rantai sedang yang mendukung penyembuhan dan perbaikan jaringan tubuh (Gani. 1982. Anonim. alih bahasa oleh Farida Ibrahim. Ditjen POM Depkes RI.. Jakarta. Ilmu Meracik Obat. 3. Jakarta. Farmakope Indonesia. Dari perhitungan uji statistik analisa variasi satu arah (ANOVA) diketahui bahwa krim ekstrak etanol daun ubi jalar dapat memberikan penyembuhan terhadap luka bakar. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. 1 NO. Argomedia Pustaka. United States of America. Gaja Mada University Press. Anonim. M.05. Ed. 1972. Materia Medika Jilid V. Jakarta. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Sediaan Galenika. Fomularium Kosmetik Indonesia. Farmakope Indonesia. et al.L) dengan basis krim yang mengandung VCO (F1B) memberikan efek penyembuhan luka bakar yang paling cepat yaitu 7 hari. Anonim. Ekstrak etanol daun ubi jalar dan Virgin Coconut Oil (VCO) dapat diformulasi dalam bentuk krim yang stabil secara fisika dan kimia selama 8 minggu penyimpanan. USP 30/ NF 25 Volume III. 2005). Anonim. 2007.4. 2. Asrahyuni. 1 2010 ISSN : 2087-5045 dalam pengobatan berkhasiat sebagai antiseptik yang berfungsi sebagai pelindung pada kulit dan bermanfaat untuk regenerasi jaringan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Yogyakarta. Penerbit Universitas Indonesia. 2008. 2000. 1990. Ditjen POM Depkes RI.

edu/docs/av ailable/etd-04062006085455/unrestricted/paddadis.2004. Jakarta.. Jakarta.N..5.2009. H. 1962. Herlinawati. Ed. 2006. Lieberman and J. 1997.. Z. 1994... 1998.com/indek.. Yogyakarta. Terapheutic. 1995. Serial. Yogyakarta. Ed. Cetakan ke-2. New York. Kanisius.J. Remigton Pharmaceutical Sciense. Luka Bakar Pengetahuan Klinis Praktis. Hariana.Noer. 2006. J. Penebar Swadaya.. Ubi Jalar Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Juanda. Terbitan ITB. Editor. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Diet VCO. Willey Intercienci.H. Penebar Swadaya. Penerbit Buku Kedoteran.. and Gilman. A. Easton..F.. Padang. php/inf-sehat/292-daun-ular-obatdbd-paling-ampuh-?format=pdf Lachman. 2005.. Bebas Segala Penyakit dengan VCO. A. New York. Cetakkan ke-1. Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis. Metoda Fitokimia Penentuan Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. M. L.. Jakarta. Kanisius. Goodman. Padda. Skripsi. M. Membuat VCO Berkualitas Tinggi. Jellinek. Formulasi Krim Minyak Kelapa Murni Untuk Penyubur Rambut. Harbone. 2006. Parameter Pasien Luka Bakar. Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Yayasan Perintis. B. alih bahasa oleh Kosasih. Voight. Srikandi. Formulation and Fundaction of Cosmetics.SCIENTIA VOL. Physical pharmacy. 2006. Prentice hall International. R. Ed. PT Samindra Utama. Setiaji. 1991. Yogyakarta.http://ekasi. Y. Padang.3. Fundamental of Anatomy and Phsiologi. alih bahasa oleh S. D... 1975. Waluyo. Penerbit Universitas Indonesia. 1974. Martin. F. Khristianto. 1990. Dede. alih bahasa oleh S.. Editor 2006. R. 4th Edition. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Martin. Gramedia. Penyakit Kulit.). Moenajad. et al. The Structure and Fuction of the Skin. Terapi Minyak Nabati Keampuhan VCO dan 16 Minyak Ajaib. Jakarta. Puspa Swara. Pharmacologycal Basis of Edition. 2. A. London. Pennsyluania. PT. Osol. Mursito.2000. B. Rukmana. Laporan Penelitian Dosen Muda. Fakultas Farmasi. Padmawinata. Sehat Diusia Lanjut Dengan Ramuan Tradisional. [5 Juni 2010] Rahim. PT. Mantagha. Jakarta. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Inc. 1995. 2th Edition. 1998.Suyami. Jakarta. Philadelphia. Lea and Febiger. Phenolic Composition And Antioxidant Activity Of Sweet Potatoes. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. W.. Kanisius. 15th edition. Universitas Gajah Mada Press.A..H. Hadibroto.S. 1 NO.. Gramedia. Gani. Harahap.B. New York. C.. Jakarta. H.S. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. F. Jakarta.. Jakarta. 25 . Yogyakarta... 1987. Y.Isu. 1 2010 ISSN : 2087-5045 (ipomoea batatas L.L Kaning.Pdf.. Cherry. Mack Publishing Comp. 8th Pergamos Press. Yogyakarta. Ubi Jalar Budi Daya dan Pasca Panen. S.. Bandung. 2005. Syamsuni.http//:etd. Effendi. L. 2001.

1983). mutu. Kandungan kimia dari jintan hitam (Nigella sativa Linn. 1 2010 ISSN : 2087-5045 AKTIFITAS EKSTRAK ETANOL BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa Linn. dan linolenat (Hendrik. From result of the research show that extract who give it at the dose 50 mg/kg BW. anti oksidan. Rempah ini berbentuk biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India. menjaga elastisitas kulit. minyak atsiri.) yang merupakan rempah– rempah yang telah digunakan sebagai tanaman obat. and limfosit cell (P<0.) dapat menghasilkan efek stimulator pada sistem imun tubuh.01).) TERHADAP TITER ANTIBODI DAN JUMLAH SEL LEUKOSIT PADA MENCIT PUTIH JANTAN Suhatri dan Yufri Aldi Fakultas Farmasi Universitas Andalas ABSTRACT The research about Activity of Given Extract Jintan Hitam seed (Nigella sativa Linn. oleat. saponin. 7th. asama. meningkatkan produksi air susu ibu. steroid. nigellamine-n-oxide. anti histamin atau anti alergi. 200 mg/kg BW can improvement the titers antibody. Khasiat dari biji jintan hitam adalah untuk mengobati aneka penyakit seperti menguatkan sistem kekebalan tubuh. memperbaiki saluran pencernaan. alkaloid isokuinolin.) merupakan tanaman yang dapat merangsang dan memperkuat sistem imun tubuh manusia melalui peningkatan jumlah. 100 mg/kg BW. senyawa golongan alkaloid. bronkhitis. Jintan hitam ini 26 . Protein–protein yang terkandung dalam ekstrak jintan hitam (Nigella sativa Linn. Keywords: Nigella sativa. anti tumor. dan aktivitas sel–sel imun tubuh. Jenis tanaman ini telah disebut–sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam (Hendrik. the mice who has given induction anti-gen (Goat Eritrosit 5%) for the 1th. anti bakteri. kanker. 14th day and given extract on to 15th day up to 20th day. 2009). Jintan hitam (Nigella sativa Linn. leucosit PENDAHULUAN Pemakaian obat tradisional masih banyak digunakan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia meski sekarang sudah banyak orang menggunakan obat–obatan modern sebagai pelengkap tetapi obat tradisional masih mempunyai kedudukan khusus dalam masyarakat. menurunkan kolesterol dan meningkatkan kinerja jantung.SCIENTIA VOL. monosit. Salah satu tanaman tradisional yang digunakan adalah Jintan Hitam (Nigella sativa Linn. 2009). Pakistan. Pengobatan secara tradisional berdasarkan pada upaya untuk mengembalikan dan memperkuat penyembuhan secara alami (Donatus. dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. The amount bar neutrofil cell. 1 NO.) for the titers antibody and amount of leucosit cell to the mice. diabetes. Penggunaan jintan hitam sebagai obat atau yang berkhasiat obat adalah pada bagian bijinya. titer antibody.) ini mengandung nigellienine. minyak lemak.

Bahan terlarut yang disekresi dapat berupa antibodi. Mekanisme pertahanan ini dibagi menjadi dua kelompok fungsional.SCIENTIA VOL. 1 NO. heparin (D34209 Melsungen Germany). Berdasarkan hal diatas maka peneliti telah melakukan pengujian aktivitas ekstrak etanol biji jintan hitan (Nigella sativa Linn. 1988). rak tabung reaksi. Mekanisme pertahanan ini berperan sebagai garis pertahanan pertama dan menghambat kebanyakan patogen potensial sebelum menjadi infeksi yang tampak (Subowo. gelas ukur. NaCl fisiologis. Sel– sel utama yang terlibat dalam reaksi imun adalah limfosit (sel B. sel fagosit (neutrofil. komplemen. air suling. mediator radang. 1988). botol maserasi. eritrosit kambing.85 g. tabung reaksi. 1993). timbangan. 2002). kaca objek. Sel – sel lain dalam jaringan walaupun bukan merupakan bagian utama dari respon imun juga dapat berperan serta dengan memberi isyarat pada limfosit atau berespon terhadap sitokin yang dilepaskan oleh limfosit atau makrofag (Wahab. Tizar. yaitu pertahanan non spesifik dan spesifik. eusinofil. sel asesori (basofil. Mekanisme pertahanan spesifik meliputi sistem imunitas humoral yaitu dengan produksi antibodi oleh sel B dan sistem imunitas seluler oleh sel T. plat tetes. yaitu menghasilkan reaksi spesifik pada setiap agen infeksi yang dikenali karena telah terjadi paparan terhadap mikroba tersebut sebelumnya. Pertahanan non spesifik meliputi kulit dan membran mukosa. spatel. Sistem pertahanan ini sangat efektif dalam memberantas infeksi serta mengingat agen infeksi tertentu sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit dikemudian hari (Tizar. dan mikroskop. sel–sel jaringan. lumpang dan alu. vial. pewarna Giemsa (D6 100-darstadt). Respon imun diperantarai oleh berbagai sel dan molekul terlarut yang diseksresikan oleh sel-sel tersebut. menghitung bobot relatif limfa mencit putih jantan dan menghitung jumlah sel leukosit dengan metoda hapusan darah pada mencit putih jantan. 1993. monosit dan magrofag). dan sel NK). metanol murni. gunting. etanol 96%. dan sitokin. Sistem pertahanan ini bersifat adaptif dan didapat. jarum suntik. 27 . mekanisme pertahanan ini merupakan bawaan (innate) artinya pertahanan tersebut secara alamiah ada dan tidak adanya dipengaruhi secara intrinsik oleh kontak dengan agen infeksi sebelumnya (Bratawijaya. METODOLOGI PENELITIAN Alat Alat-alat yang digunakan adalah seperangkat alat destilasi vakum. sel T. Terhadap ekstrak kental ini dilakukan standarisasi ekstrak seperti kandungan metabolit sekunder dan susut pengeringan. Bahan Bahan-bahan yang digunakan adalah biji jintan hitam. dan trombosit). rotary evaporator. 1 2010 ISSN : 2087-5045 bekerja sebagai imunomodulator yaitu yang bekerja dengan cara melakukan modulasi (perbaikan) terhadap sistem imun (Bellanti. minyak emersi. sel mast. Prosedur Kerja Pembuatan Sampel 1 kg Biji jintan hitam diekstraksi dengan etanol 96 % kemudian pelarutnya diuapkan secara vakum sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 29.) terhadap sistem imun non spesifik dengan menghitung jumlah antibodi menggunakan metoda titer antibodi.1993).

Pada tabung pertama ditambahkan 0. Sentrifus dengan kecepatan 2000 rpm selama 5 menit. lalu disentrifus dengan kecepatan 2000 rpm selama 15 menit.2 ml eritrosit kambing lalu cukupkan dengan NaCl fisiologis hingga volume suspensi 4 ml).2 gram untuk volume 10 ml. Kemudian hitung jumlah sel eusinofil.2 ml larutan pada tabung pertama pindahkan kedalam tabung kedua kemudian kocok dan pipet 0.) dengan 50 mg Na CMC yang dikembangkan dengan air panas 1 ml. 1 /512. kemudian kocok sampai homogen. lalu keringkan. Setelah didapatkan eritrosit kambing kemudian buat suspensi 5% (ambil 0. 1/256. biarkan selama 20 menit. biarkan selama 30 menit.2 ml larutan.2 ml suspensi eritrosit kambing 5% pada hari 1 secara intra peritoneal. buang 0. sehingga menutupi seluruh hapusan darah. biarkan 5 menit. masukkan larutan NaCl fisiologis 0. setelah kering lihat di mikroskop. Suspensi ekstrak diberikan pada hari ke 15 sampai hari ke 20 secara oral dengan dosis 50 mg/kg BB. 1/32. 200 mg/kg BB. neutrofil segmen. Gunakan cara yang sama untuk dosis 100. 2008). ulangi 3 kali dengan menambahkan 5 ml NaCl fisiologis setiap pengulangan. neutrofil batang. kocok sampai homogen. lalu tipiskan dan ratakan dengan gelas objek lain sehingga diperoleh lapisan darah yang homogen (hapusan darah). 200 mg/kg BB dengan berat ekstrak masing-masing 0. buang supernatannya.1 dan 0.kemudian disentrifus dengan kecepatan 2000 rpm selama 15 menit. kemudian digerus dan ditambahkan kedalam ekstrak yang telah ditimbang. 1/64. Masukkan 0. ambil darah dengan cara memotong vena bagian leher. siapkan 10 buah tabung reaksi. Pipet 0. 100 mg/kg BB. dan 1/1024.2 ml larutan pada tabung kedua dan pindahkan kedalam tabung ketiga. amati penggumpalan yang terjadi. sehingga hasil pengenceran dari serum yaitu ½. Lakukan hal ini sampai pada tabung reaksi kesepuluh. Pembuatan larutan uji Larutan uji dengan dosis 50 mg/kg BB dibuat dengan cara mensuspensikan 50 mg ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.1 ml suspensi eritrosit kambing 5 % kedalam masing-masing tabung reaksi tersebut.1 ml suspensi eritrosit kambing 5% secara subkutan pada hari ke 7 dan 14. 1 NO. ¼. Angka titer ditentukan dengan pengenceran tertinggi yang masih dapat beraglutinasi dengan eritrosit kambing (Sadikin. dan monosit pada perbesaran 1000 X dengan 28 . Pada tabung kesepuluh. Sensititasi Hewan Hewan percobaan yang telah diaklimatisasi kemudian disensitisasi (pemberian antigen pertama) dengan 0. limfosit. 1/8. 1/16 . gerus homogen dan cukupkan volume dengan aquadest sampai volume 10 ml. Penentuan Titer Antibodi Pada hari ke 21 mencit dibunuh. Cuci dengan aquadest. kemudian lakukan pembosteran dengan 0. Ambil bagian serumnya. Tambahkan satu tetes larutan Giemsa yang telah diencerkan dengan aquadest (1:20).2 ml pada masing-masing tabung. Setelah kering tetesi dengan metanol. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Pembuatan antigen Darah kambing dicuci dengan larutan NaCl fisiologis (1:1) masing– masing sebanyak 5 ml aduk homogen.SCIENTIA VOL. 1 /128. Angka titer dihitung dengan rumus : 2 Log Pengenceran Menghitung Jumlah Sel Leukosit dari Metode Hapusan Darah Darah segar diteteskan pada gelas objek satu tetes.2 ml serum.

Penghitungan jumlah sel limfosit Setelah didapatkan bobot relatif limfa. Aglutinasi yang terjadi dipengaruhi oleh komplemen. timbang bobot relatifnya satu persatu. Komplemen yaitu salah satu enzim serum yang berasal dari sistem imun non spesifik yang larut dalam keadaan tidak aktif. kemudian bilas dengan air suling dan kering anginkan. Bobot limfa dosis × 100% Bobot mencit 2. komplek imun dan sebagainya. Persen kenaikan sel dihitung dengan rumus : limfosit Jumlah sel limfosit dosis × 100 % Jumlah sel limfosit kontrol 29 . lalu letakkan pada kaca objek dan biarkan mengering. preparat yang telah difiksasi. Angka titer dapat dicari dengan rumus 2log 4 maka angka titernya adalah 2.18 %. Encerkan dengan pewarna Giemsa denga dapar pospat. tetapi sewaktu-waktu dapat diaktifkan oleh berbagai bahan seperti antigen. diwarnai dengan cara meneteskan pewarna Giemsa sebanyak 10 tetes biarkan selama 5 menit. dengan perbandingan (1:20). 1993). Penimbangan bobot limfa relatif Setelah darah mencit diambil untuk pengujian titer antibodi. 1 2010 ISSN : 2087-5045 menggunakan minyak (Supandiman. 1 NO. timbang 50 mg limfa kemudian suspensikan dalam 2 ml larutan dapar pospat pH 7. 1998) Pada penelitian ini data yang diperoleh diolah secara analisis statistik dengan menggunakan metode ANOVA satu arah. . Pipet sebanyak 20 µl larutan limfa. menunjukkan bahwa dengan peningkatan dosis pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam dapat meningkatkan angka titer antibodi yang merupakan respon imun spesifik. kemudian mencit dibedah dan diambil limfanya. Perhitungan Jumlah Sel Limfosit pada Limfa 1. emersi Pengolahan Data (Schefler. steroid dan saponin dengan nilai susut pengeringan adalah sebesar 27. Bobot limfa relatif terhadap kontrol dihitung dengan rumus : HASIL DAN PEMBAHASAN Ekstrak etanol jintan hitam mengandung metabolit sekunder alkaloid. setelah itu difiksasi dalam metanol selama 2 menit kemudian dibilas dengan aquadest dan kering anginkan.4 gerus sampai halus dan homogen. Tabel I.SCIENTIA VOL. Hasil susut pengeringan ini dijadikan faktor konversi terhadap penimbangan dosis yang akan digunakan. Sedangkan pada kontrol positif aglutinasi terjadi 2log 16 maka angka titernya adalah 4. 1997). Hitung jumlah sel limfositnya dibawah mikroskop menggunakan minyak emersi dengan perbesaran 1000 X. Angka titer ditentukan pada pengenceran tertinggi dari serum mencit yang masih dapat beraglutinasi dengan sel darah merah kambing (Subowo.

00 48.82 4.67 11 2 2 2 III log 16 4 log 32 5 log 32 5 4.00 2 3.00 6.00 2.67 ± 0.00 45.00 2.87 139.65 6.00 2.00 9.) Netrofil Netrofil Kelompok Hewan Eusinofil Limfosit Monosit Batang Segmen I 1 2.00 11.00 41.00 1.00 10.00 6.00 53.33± 2.67 23 ∑ Dari hasil uji statistik analisa varian satu arah dan dilanjutkan ke uji berjarak Duncan.00 41.00 45.00 1 2 3 3.00 1.00 46.25 7.00 1.00 9.00 5.00 10.00 2.40 112.67± 2.00 6.88 33.00 38.00 5.00 41.67± 2.00 8.00 49.75 103.00 12.00 33.00 7.67± 93.00± 1.76 21.00 11.64 x ± SD ∑x III x ± SD ∑x IV x ± SD ∑x V x ± SD 30 .00 7.00 4.50 31.00 30.00 1.SCIENTIA VOL. monosit dan tidak signifikan terhadap sel eusinofil dan neutrofil batang.00± 2.00 58.00 4.58 55.00 32.41 25.33± 1.00 9.33± 167.00 7. Maka pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.75 18.00 32.00± 2.00 8.00 ± 1.00 8.33± 3.00 5.00 43.) 1 2 3 2 2 2 No x log Angka log Angka log Angka x Pengenceran Titer Pengenceran Titer Pengenceran Titer 2 2 2 I log 4 2 log 4 2 log 4 2 2 6 2 2 2 II log 8 3 log 16 4 log 16 4 3.00 38.) dapat meningkatkan jumlah sel leukosit darah yang merupakan sistem imun alamiah (non spesifik).00 7.00 5.00 ± SD x ∑x II 1 2 3 8. 1 NO.67 14 2 2 2 IV log 64 6 log 256 8 log 128 7 7 21 2 2 2 V log 256 8 log 128 7 log 256 8 7.00 37.47 126.00± 0. limfosit.00 7.00 32. didapatkan pengaruh dosis sangat signifikan terhadap jumlah sel netrofil segmen.00 7.00 5.67± 3.00 50.00 50.00 49.00 12.00 39.00 10.00 2.00± 1.00 9.00 9.33± 0.00 37.34 17.00 1 2 3 3.33± 2.02 136.00 2.00 11.67± 1.00 7.00 29.00 9. Tabel II.00 42.00 2.00 1.74 116.00 36.00 14.00 1 2 3 4.33± 2.67± 1.00 5.00 1.00 34.00 3 3.22 22.00 37.33± 6. Hasil Perhitungan Sel Leukosit Pada Darah Mencit Putih Jantan setelah Diinduksi Antigen dan Pemberian Ekstrak Etanol Biji Jintan Hitam (Nigella Sativa Linn. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Tabel I.00 1.69 7.00 53.00 47.00 42.33± 0.67± 0.33± 2.00 10.58 4.00 31. Titer Antibodi dari Serum Mencit Putih Jantan setelah Diinduksi Antigendan Pemberian Ekstrak Etanol Biji Jintan Hitam (Nigella Sativa Linn.33± 1.00 36.00 28.00 45.00 35.00 7.00 56.52 31.00 7.

00 0.40±0.10 0.00 26.15 0.00 27.00 0.33 0.52 3 28.52 0.00 24.07 1.13 0.SCIENTIA VOL.15 0.33 0.01 0.00 27. Dari data dapat dilihat bahwa kenaikan bobot limfa relatif juga diikuti dengan kenaikan sel limfosit pada limfa.00±1. sehingga terjadi pembesaran pada limfa. 1 2010 ISSN : 2087-5045 1.10 0.02 0.38±0.57 2 29.54±0.55 0.50 1 2 3 27.22 92.00 0.02 0. Berdasarkan hasil kenaikan bobot limfa relatif maka dilakukan perhitungan sel limfosit pada limfa.06 1.36 0.50±0.00 Penentuan bobot limfa relatif mencit.01 0.67±2. untuk melihat pengaruh antigen dan ekstrak yang diberikan apakah mengalami perubahan.12 0.87 76.50 28.00 0.53±0.58 x ±SD ∑x III x ±SD ∑x IV x ±SD ∑x V x ±SD ∑x 31 .00 ∑x 5.00 27.50 28.10±0.31 0.37 0.15 0.14±0. Bobot Relatif Limfa Mencit Putih Jantan setelah Diinduksi Antigen dan Pemberian EkstrakEtanol Biji Jintan Hitam (Nigella sativa Linn.46 0.00 27.19 0.00 21.00 26.50±0.50 26.10 0.15 0.43 1.12±0.13 0.40 0.48±0.52 80.41 0.00 152.00 0.41 0. diverensiasi.03 ±SD x ∑x II 1 2 3 87.15 0. dan poliferasi limfosit.33±0.00 29.37 0.63 0.17 0.50 82.13 0.34 28.03 1. 1 NO.16±0.76 82.49 0.00 2.00 25.54 0.02 0.) Bobot Bobot Bobot Kelompok Hewan Limfa Relatif Mencit (gr) Limfa (gr) (%) I 1 30.14 0.11±0. Tabel III.50 25.54 29.44 0.00 1 2 3 27.50 1 2 3 25.08 0.11 0.52 0. Kenaikan sel limfosit dan bobot relatif disebabkan karena pada limfa terjadi.05 1.47 0.

00 3.00 25.00 1.00 6.00 0. Maka penggunaan ekstrak etanol biji jintan hitam sangat efektif imun.00 1.51 112.00 1.00 69.00 1.58 4.33±5.00 3.00 2.00 70.00 1.67±0. Jumlah Persentase Sel Limfosit Pada Limfa Mencit Putih Jantan setelah Diinduksi Antigen dan Pemberian Ekstrak Etanol Biji Jintan Hitam (Nigella sativa Linn.00 40.58 5.00 2.00 55.00 1.33±2.00 71.00 32.67±3.00 0.00 58.00 42.00 2.00 71.00 37.) ini juga bersifat imunostimulan.00 x ±SD ∑x II x ±SD ∑x III x ±SD ∑x IV x ±SD ∑x V x ±SD ∑x Dari empat parameter yang diamati.00 2.33±1.).00 0.51 184.00 1.00 20.00 1.00 61. dan monosit sangat signifikan (P<0.01).00±0.00±3.00 43.00 56.00 1.00 25.61 210.00 2.00 72.00 56. dan 200 mg/kg BB dan dapat meningkatkan jumlah limfosit.00 1.33±0.00 1.67±0.69 173.00 Netrofil Segmen 38. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Tabel VI.21 167.00 5.00 1.00 30.00±0.00 1.00 37.00 1 2 3 2.00 3.00 3.00 1.00 1.00 66. pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.00 40.00 1.00 2.00 1.00 25.00 1 2 3 1.00 2.00 2.00 37.00 0.00 120.67±0.SCIENTIA VOL.00 1.67±1.00 0.00 4.16 217.58 2.00 3. menurunkan jumlah neutrofil segmen 32 .00 3.00 77.00 2.00±1.03 76.67±3.51 101.33±3.) dapat meningkatkan titer antibodi pada dosis 50 mg/kg BB. untuk meningkatkan sistem KESIMPULAN Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.00 2.73 3.00 73.00 1.33±5. 100 mg/kg BB.) Kelompok I Hewan 1 2 3 Eusinofil 1.00 30.51 76.00 0.00 1 2 3 1.00 61.00 57.58 1.00 3.00 Limfosit 57.00 67.58 5.52 7.15 5.00 1.00 1 2 3 1.00 0.00 2.33±0.00 64.00 53.00±1.00 2.00 26.00 52. dapat meningkatkan antibodi yang merupakan sistem imun dapatan (non spesifik) dan jumlah sel leukosit yang merupakan sistem imun alamiah (spesifik) dan ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.33±0.00 0.00 1.00±2.00 29.00 2.00 1.00 34.53 7.00 Monosit 1.00 Netrofil Batang 3.53 4.00 0.33±4.00±1.33±5. 1 NO.33±1.67±5.58 7. Kedua sistem imun diatas berperan penting dalam melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme.00 1.00 33.00 0.00 22.00 2.

Farmasi. Schefler. Wahab. Bratawijaya. Depkes RI.. 1998. No. 1983.. I. S. Kedokteran dan Ilmu Bertautan. Subowo.. sedangkan sel eusinofil dan neutrofil batang tidak signifikan. Edisi 1. Yogyakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Statistika Untuk Biologi. S. 2002. 2004. Pedoman Periklanan Obat Tradisional. Sistem Imin. Tizar. Airlangga Universitas Press. Imunogi Dasar. Jakarta. Soerapto. Pedoman Terapi Haematologi Onkologi. Bandung. Diterjemahkan oleh A. Bandung.C. Risalah Simposium Penelitian Tumbuhan Obat III.W. edisi ke-6. 1993. 1993. 1988. K.SCIENTIA VOL. dkk. 33 . 1993.A dan Julia M. Edisi III. Penerbit alumni. Cetakan ke-1. 2008 Antibodies Titers in Rat Immunized Agains Sheep Red Blood Cell (SRBC). Penerjemah Soehardjo Hardjosworo. Surabaya. Supandiman. Jakarta. M. Hendrik. R. Pustaka Iltazam. G. Jogjakarta. Direktorat Jendral POM vol 15. Peranan Farmakologi Dalam Pengembangan Obat Tradisional. Immunologi III. Solo. Habbatus Sauda’. Angkasa Bandung. J. Sadikin. DAFTAR PUSTAKA Donatus.A.google. I. 2. Widya Medika. . Gajah Mada Press.com. Bellanti. Imunisasi dan Penyakit Imun. Wahab. Fakultas Farmasi Gajah Mada. Jakarta. Subowo. Jakarta. Imunobiologi. Penerbit Angkasa.. 1997. Imunobiologi Klinik. I. dan N. Pengantar Imunologi Veteriner.. M. 1 2010 ISSN : 2087-5045 sangat signifikan (P<0. 1 NO. diakses dari http :www.A. Bandung. diterjemahkan oleh Suroso. 2009. oleh Husin. Penerbit ITB. 1988.01).

The percentage of Vibrio parahaemolyticus resistances ampicillin.1% KCl ke dalam pembuluh darah (Boyd.5% NaHCO3 dan 0. Resistensi sel bakteri terhadap suatu antibiotika yang terjadi di rumah sakit 34 .19 %. and toward tetracycline were 76.5% NaCl. Sifat ini dikenal dengan istilah resistensi sel bakteri (Ganiswarna. Antibiotic resistances were tested on fourty two cultures of Vibrio parahaemolyticus by Krumperman diffusion method toward six kinds of antibiotic. 1 NO. mual. Masa inkubasinya 4-96 jam dengan rata-rata 15 jam. menetap di dalam sel epitel usus dan memperbanyak diri (Postnova. 1989).86 %. M. 1988. Gen resistensi dari bakteri yang telah resisten terhadap suatu antibiotika dapat dipindahkan ke bakteri lain melalui mekanisme transformasi. 52. Waturangi. transduksi ataupun konjugasi selama berlangsungnya pengobatan menggunakan antibiotika (Pelczar et al. Pada serangan akut. penggunaan antibiotika yang tidak diawasi mengakibatkan suatu sifat tidak terganggunya aktifitas sel bakteri pada pemberian antibiotika. tumbuh baik pada medium dengan kadar NaCl 1-8 % sehingga termasuk bakteri halofilik. Antibiotics resistances. Keywords : Vibrio parahaemolyticus.19 % respectively. 1980).19 %. 2 Fakultas Farmasi Universitas Andalas 1 ABSTRACT The characteristics of Vibrio parahaemolyticus resistances were observed from Squid (Loligo vulgaris) and mangrove crab (Scylla serratta) in Padang using differential medium CHROMAgar Vibrio. mempunyai flagela polar. Loligo vulgaris.SCIENTIA VOL. Pengobatan dilakukan dengan mengganti cairan elektrolit tubuh yang hilang akibat diare. Mier 1996).05 %. seperti pemberian larutan 0.38 %. Husni Mukhtar2 STIFI Perintis. Penyakit yang ditimbulkannya adalah gastroenteritis dengan gejala-gejala diare. dan siprofloksazin (Doyle. value of Multiple Antibiotics Resistances (MAR) was 0.46. ampisilin. Tetapi. chloramphenicol. 1996). gentamicin. 26. 26. 0. fakultatif anaerob. Perkembangan resistensi merupakan proses alamiah yang dilakukan bakteri guna mengembangkan toleransi terhadap keadaan lingkungan yang baru (Pelczar et al. 92. berbentuk koma. Marlina2. 19. 2000). Untuk dapat menimbulkan infeksi. Barrow 1993. 1995). keram perut. 1988). Scylla serratta PENDAHULUAN Vibrio parahaemolyticus adalah bakteri gram negatif. 1982. 1 2010 ISSN : 2087-5045 PENETAPAN POLA RESISTENSI ANTIBIOTIKA (Vibrio parahaemolyticus) HASIL ISOLASI DARI CUMI-CUMI (Loligo vulgaris) DAN KEPITING BAKAU (Scylla serratta) Ria Afrianti1. demam (Gerard. sulfametoxazol. erythromycin. Bakteri yang telah resisten memiliki gen untuk melindungi dirinya dari efek bakterisida suatu antibiotika. diberikan antibiotika seperti tetrasiklin. muntah. penetrasi ke dalam mukosa usus. bakteri harus melalui tahap kontak dengan permukaan mukosa usus.

jangka sorong. disk antibiotika (BBL™). incubator. pinset. selanjutnya 0. batang pengaduk. Uji resistensi bakteri Vibrio parahaemolyticus terhadap antibiotika Cakram antibiotika yang digunakan dengan konsentrasi yang telah ditetapkan sebagai berikut: Golongan Penisilin Kloramfenikol Eritromisin Aminoglikosida Sulfonamida Tetrasiklin Antibiotik Ampisilin Kloramfenikol Eritromisin Gentamisin Sulfametoksazol Tetrasiklin Konsentrasi (µg ) 10 30 10 15 5 30 Uji resistensi antibiotik dilakukan terhadap beberapa kultur V. Biakan yang telah diremajakan dalam 35 . Beranjak dari penelitian tersebut maka dilakukan penelitian mengenai sifat resistensi bakteri V. Media CHROMagar Vibrio (CHROMagarTM).parahaemolyticus. kemudian diidentifikasi di Laboratorium Ekologi Hewan Jurusan Biologi FMIPA. sentrifugator. lemari pendingin. kapas lidi. hot plate. cawan petri. Oleh karena itu. media Mueller Hinton (Merck®). Biakan dalam cawan Petri akan memberikan koloni ungu yang menandakan adanya bakteri V. pot salep. etanol 70%. water bath. timbangan digital (Mettler PM 200®). Sampel. parahaemolyticus. Setelah di inkubasi kemudian dilakukan pengenceran mulai dari 101 sampai 105 dengan cara memipet 0. Isolasi bakteri parahaemolyticus Vibrio METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Jarum ose. 2002). spatel. 2004). 1 NO. laminar air flow. aquadest steril. khususnya bakteri V. Universitas Andalas Padang. Inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. autoklaf.9 ml media SPB dalam tabung ependof untuk pengenceran 101 . beaker glass. pipet mikro. kota Padang. lampu spiritus.parahaemolticus yang diisolasi dari Scylla serratta dan Loligo vulgaris. Pengambilan sampel Sampel dibeli dari penjual cumicumi dan kepiting dipinggir pantai purus. effendorf. Pada penelitian terdahulu telah dilakukan suatu kajian tentang sifat resistensi bakteri Vibrio cholerae yang diisolasi dari feses balita penderita diare dan limbah cair di rumah sakit terhadap beberapa antibiotika (Harta. Ditimbang 10 g sampel yang telah dihaluskan kemudian dimasukan dalam erlemeyer dan ditambahkan Salt Poymixin Broth ( SPB) hingga 100 ml. erlenmeyer. Lalu inkubasi lagi pada suhu 37°C selama 24 jam. media Luria Burtani (LB) broth. perlu dilakukan suatu penelitian untuk mengamati penetapan resistensi bakteri terhadap antibiotika.SCIENTIA VOL. Setelah masingmasing pengencean ditanam pada media CHROMAgar™ Vibrio dalam cawan Petri. 1 2010 ISSN : 2087-5045 cukup tinggi (Radu.1 ml dari pengenceran 101 dimasukan kedalam 0. lampu UV. parahaemolyticus yang diisolasi dari sampel Cumi-cumi (Loligo vulgaris) dan kepiting bakau (Scylla serratta) di kota Padang terhadap beberapa antibiotika.9 ml media SPB dalam tabung ependorf untuk pengenceran 102 demikian seterusnya sampai pengenceran 105. Rotary shaker inkubator.1 ml sampel induk dimasukan kedalam 0. vortex.

parahaemolyticus. Jarak Disk dengan tepi cawan Petri 15 mm dan jarak antar Disk 24 mm.2. Disk antibiotik ditaruh hati-hati diatas biakan bakteri dan ditekan perlahan dengan pinset steril supaya benar-benar kontak dengan bakteri.vulgaris) dan yaitu media pengaya SPB yang kepiting bakau (S. 1 NO. Walaupun demikian. Pada media SPB harus dalam beberapa kasus. dan Terapi utama untuk mengatasi masih memiliki aktifitas terhadap dehidrasi pada penyakit gastroenteritis spesies vibrio yang lainya. sedangkan intravena. Daerah hambatan yang terlihat sebagai wilayah bening disekitar disk antibiotik diukur diameternya dan karakter resistensi dari bakteri tersebut terhadap antibiotik dibandingkan terhadap tabel standard. terapi dengan ditambahkan 3% NaCl yang bertujuan antibiotik dapat mengurangi durasi diare untuk meningkatkan jumlah dan ekskresi serta mengontrol V. penambahan ini sesuai terhadap antibiotika dikatakan tinggi dengan kadar optimal untuk jika memiliki nilai Multiple Antibiotics pertumbuhan V. terapi pertumbuhan spesies vibrio lainya dengan antibiotik juga penting karena dihambat. 1 2010 ISSN : 2087-5045 LB broth diambil dengan pipet mikro sebanyak 100 µl dan di tanam pada medium Mueller hinton Agar dengan meratakanya pada permukaan media menggunakan lidi kapas steril. Biakan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37ºC.parahaemlyticus resisten terhadap antibiotik ini.parahaemoyticus sebagai spesies MAR x 36 . kemudian di inkubasi pada suhu HASIL DAN PEMBAHASAN 37°C selama 24 jam. V. Kultur pada media SPB ditanam pada Resistance (MAR) ≥ 0. Analisa Data Persentase resistensi bakteri terhadap antibiotika dihitung untuk setiap jenis antibiotika dengan menggunakan persamaan: % Re sistensi Jumlah kultur yang resisten x 100 % Jumlah kultur yang diuji Perhitungan Nilai MAR dengan menggunakan persamaan Krumperman: MAR = x y Keterangan : = Multiple Antibiotics Resistance = Jumlah bagian yang resisten terhadap antibiotika dari satu kultur yang digunakan y =Jumlah antibiotika yang digunakan vibrio halofilik dan menekan keberadaan Resistensi suatu koloni bakteri spesies lain.SCIENTIA VOL. sehingga adalah penggantian cairan dan elektrolit pertumbuhan V. parahaemolyticus akan baik secara oral maupun secara tetap berlangsung. Terbentuknya Media yang digunakan untuk warna ungu menandakan pada kedua isolasi bakteri Vibrio parahaemolyticus sampel yaitu cumi-cumi (L. dimana bakteri V.serratta) ada mengandung antibiotik Polymixin B. medium spesifik CHROMAgar™ vibrio.parahaemolyticus.

Resistensi suatu bakteri gram negatif dinyatakan tinggi jika mempunyai nilai Multiple Antibiotics Resistence ( MAR) > 0.SCIENTIA VOL.05% kultur resisten terhadap kloramfenikol. 1995). Gentamisin merupakan senyawa aminoglikosida pilihan utama karena harganya murah dan aktivitasnya yang diandalkan terhadap semua infeksi kecuali terhadap bakteri aerob gram negatif yang paling resisten. Dari hasil diperoleh (26. Timbulnya resistensi terhadap tetrasiklin (26. Kombinasinya akan berupa efek yang sinergis. Hal ini menunjukan bahwa bakteri V. Dari sekian banyak pola resistensi antibiotik terhadap isolat. Hal ini berarti antibiotik ini masih dapat digunakan sebagai terapi. Sulfametoksazol pada umumnya dikombinasikan dengan trimetoprim merupakan senyawa antibiotik yang efektif secara klinis. diperoleh 76. Dari penelitian ini diperoleh nilai MAR rata-rata adalah 0. Ampisilin bekerja dengan menghambat sintesa dinding sel bakteri.parahaemolyticus. 1995).19 % kultur resisten terhadap antibiotik ini. 37 . antibiotik ini masih peka dengan V. resisten dapat timbul karena penyebaran resisten yang diperantarai oleh plasmid. pada konsentrasi tinggi kadang-kadang bersifat bakterisid.86% kultur yang resisten terhadap sulfametoksazol. 2006).parahaemolyticus mempunyai tingkat resistensi yang cukup tinggi terhadap antibiotik yang digunakan. Ampisilin merupakan senyawa prototipe golongan aminopenisilin. Antibiotik ini bersifat bakteriostatik terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. namun penggunaan antibiotik ini harus diperhatikan karena memiliki efek samping yang berbahaya yakni dapat menimbulkan nefrotoksik (Goodman & Gilman.. 1 NO.46. Dari hasil.3. Dari hasil. namun pada penelitian ini digunakan Sulfametoksazol. Umumnya bersifat bakteriostatik. Eritromisin termasuk golongan makrolida yang bersifat bakteriostatik tapi dapat juga bersifat bakterisida dalam konsentrasi yang tinggi terhadap organisme yang rentan. Kloramfenikol adalah salah satu obat alternatif untuk diare (Ganiswara. 2007). resisten dapat timbul karena resistensi silang.parahaemolyticus resisten terhadap sulfametoksazol (Handayani.19 %) terjadi karena proteksi melalui ribosom oleh protein sitoplasma. Uji resistensi terhadap antibiotik pada penelitian ini menggunakan metode difusi krumpermen karena metoda ini merupakan metoda yang sederhana tetapi efektif memberi informasi untuk pengujian sifat resisten bakteri terhadap beberapa antibiotik. sehingga hasil pengujian sifat resisten V. Bakteri V. Resistensi pada kloramfenikol dapat muncul bila bakteri mampu membentuk enzim klorampenikolasetil tranferase yang mampu merusak aktifitasnya. Antibiotik ini bekerja menghambat enzim petidil transperase yang berperan sebagai katalisator untuk membentuk ikatan peptida pada proses sintesis protein bakteri. parahaemolyticus terhadap antibiotik sangat penting untuk pemilihan antibiotik yang tepat (Ganiswara. 1 2010 ISSN : 2087-5045 penyebaran penyakit ini. 1995). diperoleh 52. Tetrasiklin bersifat bakteriostatik dan bekerja menghambat sintesa protein bakteri pada ribosomnya yaitu berikatan dengan ribosom 30S dan menghalangi masuknya kompleks tRNA asam amino pada lokasi asam amino (Ganiswara. dari hasil diperoleh 92. Y. Dari penelitian ini diperoleh hasil 19. ternyata sulfametoksazol mempunyai tingkat pola resistensi yang tinggi.38% kultur resisten terhadap antibiotik ini.19%).

SCIENTIA VOL. 1 NO. 1 2010 ISSN : 2087-5045

KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : • Hasil uji resistensi dari 42 kultur murni V.parahaemolyticus menunjukkan bahwa 76,19 % kultur resisten terhadap ampisilin, 19,05 % kultur resisten terhadap kloramfenikol, 52,38 % resisten terhadap eritromisin, 26,19 % resisten terhadap gentamisin, 92,86 % resisten terhadap sulfametoksazol, 26,19 % resisten terhadap tetrasiklin. • Nilai Multiple Antibiotics Resistence (MAR) yang diperoleh berkisar antara 0,3 – 0,8 dengan nilai MAR rata-rata adalah 0,46. Hal ini menunjukan bahwa bakteri V.parahaemolyticus mempunyai tingkat resistensi terhadap antibiotik yang cukup tinggi.

DAFTAR PUSTAKA Gerard, 1982, Mikrobiologi Kedokteran, PT. Gramedia, Jakarta Barrow, G.I, 1993, Cowan and Steel’s Manual for the Identification of Medical Bacteria, 3rd Ed, Cambridge Univercity Press. Postnova, T., O.G. Gomez-duarte and K. Richardson, 1996, ”Motility Mutants of Vibrio cholerae 01 have Reduced Adherence in vitro to Human Small Intestinal Epithelial Cells as Demonstrated by ELISA”, Microbiol, 142, 27672776 Mier, R.M., I.L. Pepper and C.P. Gerba, 1996,Environmental Microbiology, 5th Ed, International Thompson Publishing, California

Boyd, F.R. and J.J. Mar., 1980, Medical Microbiology, Little Brown and Company, Boston Doyle, M, 1989, Foodborne Bacterial Pathogens, Marcell Dekker Inc., New York Ganiswarna, G.S., dkk., 1995, Farmakologi dan Terapi, UI-Press, Jakarta Pelczar, M. J., dan E. C. S. Chan, 1988, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Jilid II, diterjemahkan oleh Ratna. S. H, dkk, UI-Press, Jakarta, Radu, S., M. Vincent., K. Apun., R.A. Rahim., P.G. Benjamin., Yuherman and G. Rusul., 2002, “Molecular Characterization of Vibrio cholerae O1 Outbreak Strain in Miri, Sarawak (Malaysia)”, Acta Tropica, 83, , 169-176 Waturangi, D.E., 2000, ”Keanekaragaman Genetik serta Uji Resistensi Antibiotik Escherichia coli yang Diisolasi dari Feses Farunus spp”, http://www.hayati.ipb.com Goodman & Gilman, 2007. Farmakologi Dan Terapi. EDISI ke-10. Vol 2. ITB. Jakarta

38

SCIENTIA VOL. 1 NO. 1 2010 ISSN : 2087-5045

AKTIVITAS ANTI INFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN ( Tithonia diversifolia. A. Gray ) TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA Verawati, Mimi Aria, Novicaresa M. Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia (STIFI) Perintis ABSTRACT The effect anti inflammatory of leaves aethanolic extract of the kembang bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) by topically on female white mice by using modification methode between making edema and granuloma pouch. Inductioned by injection of carragenin 2 % b/v in NaCl fisiologis subcutaneously.The extract was given topically as ointment for 4 days in various concentration they are 1 %, 2,5% and 5 %. The parameter were observed edema volume, totally of leucocytes cell on edema and blood on white female mice. The result of research showed that leaves aethanolic extract of the kembang bulan (Tithonia diversifolia A.Gray) gives topically anti inflammatory effect by increasing the concentration it can reduced the edema volume and gives effect on decreased of leucocytes cell on oedema and can increased neutrofil cells and limpocyt cells on blood significantly (P<0,05). The maximal effect of anti inflammatory was given by concentration 5 % with the lowest edema volume 0,03 ml more than effect anti inflammatory of hidrocortison acetat 2,5 % with edema volume 0,08 ml. Keywords : Tithonia diversifolia, anti-inflammatory, edema

PENDAHULUAN Tumbuhan adalah gudang bahan kimia yang memiliki berbagai manfaat termasuk untuk obat berbagai penyakit. Oleh karena itu saat ini banyak para peneliti berusaha untuk mengisolasi senyawa kimia dari tumbuh-tumbuhan tersebut guna dimanfaatkan dalam bidang pengobatan. Penggunaan tumbuh-tumbuhan sebagai obat tradisional mempunyai keunggulan antara lain dalam hal khasiat yang lebih baik serta efek samping yang lebih kecil dari pada obat berbahan kimia murni. Saat ini tanaman obat tradisional masih berperan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk di bidang kesehatan (Wijaya et al, 1995; Donatus, 1983). Tumbuhan yang merupakan bahan baku obat tradisional tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik itu tumbuhan asli Indonesia, maupun tumbuhan asli

luar negeri yang tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Salah satu tumbuhan tersebut adalah bunga kembang bulan (Tithonia diversifolia A. Gray) atau secara tradisional dikenal sebagai Bunga Busuk, Bunga Kipait, dari Family: Asteraceae (Hanum, 2002). Selain itu dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa tumbuhan T.diversifolia aktif sebagai anti bakteri ( Dewi,2010 ), seperti kita ketahui salah satu sebab inflamasi bisa disebabkan oleh bakteri. Bagian yang dimanfaatkan dari tumbuhan T. diversifolia sebagai sumber zat kimia, yang digunakan untuk pengobatan tradisional biasanya adalah bagian daun, tapi dapat juga menggunakan kulit akar dan batang. Daun dari tumbuhan T. diversifolia ini mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, flavonoid, saponin, tanin, serta polifenol. Manfaat dari daun T.

39

SCIENTIA VOL. 1 NO. 1 2010 ISSN : 2087-5045

diversifolia ini secara tradisional biasanya digunakan sebagai obat sakit perut, kembung, diare dan digunakan sebagai obat luka dan anti radang(antiinflamasi) (Dalimartha, 2000). Berdasarkan penggunaan daun T. diversifolia secara tradisional sebagai anti-inflamasi dan penelitian sebelumnya mengenai antibakteri, maka perlu dilakukan penelitian secara ilmiah dengan menguji aktivitas anti inflamasi ekstrak daun T. diversifolia terhadap mencit putih betina dengan menggunakan metode modifikasi antara metode edema buatan dengan “granuloma pouch” (Gryglewsky, 1997; Domer, 1971). Parameternya adalah pengukuran volume edema buatan pada bagian punggung mencit putih dan penentuan jumlah sel leukosit pada tempat terjadinya inflamasi dan darah (Winter, 1962).

Ekstraksi sampel Sebanyak 1,5 kg daun kembang bulan segar dicuci bersih kemudian dilakukan pengeringan tanpa sinar matahari (kering angin). Setelah kering dilakukan penyerbukan dengan cara pemblenderan dan dimaserasi dengan etanol 70 % selama 3x3 hari dan disaring. Filtrat diuapkan secara vakum sehingga diperoleh ekstrak kental etanol. Pembuatan Sediaan Uji Ekstrak daun kembang bulan ditimbang sesuai dengan konsentrasi yang akan dibuat lalu digerus halus dalam lumpang,kemudian tambahkan vaselin flava sedikit demi sedikit sambil digerus sehingga didapatkan massa yang homogen. Sediaan uji terdiri atas 3 macam konsentrasi yaitu 1 % b/b; 2,5 % b/b dan 5 % b/b. Pembanding yang digunakan adalah hidrokortison asetat dengan konsentrasi 2,5 % b/b.

METODOLOGI PENELITIAN Alat

Pembuatan Larutan Penginduksi Alat- alat yang digunakan yaitu : rotary evaporator, botol maserasi, jarum suntik 5 ml, jarum suntik 1 ml, gunting bedah, timbangan hewan, lumpang dan stamfer, gelas ukur, alat cukur, spidol, kandang hewan, dan lainlain. Bahan Bahan yang digunakan yaitu daun kembang bulan, etanol 70%, air suling, vaselin flava, NaCl fisiologis, karagen, krim perontok bulu dan hidrokortison asetat (serbuk). Hewan yang digunakan adalah mencit putih betina dengan berat 20-30 g sebanyak 25 ekor, dimana masing – masingnya dibagi menjadi 5 kelompok Timbang karagen sebanyak 1 gram, lalu gerus halus dalam lumpang kemudian sedikit demi sedikit ditambah NaCl fisiologis 50 ml sambil digerus homogen, maka konsentrasi karagen yang diperoleh adalah 2% . Penginduksian Udem a. Mencit dicukur bulu bagian punggungnya dengan diameter ± 3 cm,. Mulanya dipotong dengan gunting, selanjutnya untuk menghilangkan bulu yang masih tersisa dioleskan krim perontok bulu, sehingga bulunya betul-betul hilang. Biarkan selama 24 jam. b. Pada bahagian punggung yang dicukur disuntikkan dengan udara sebanyak 5 ml secara subkutan sehingga terbentuk kantong udara

40

limfosit. Pengukuran Dilakukan Parameter yang darah. keringkan dan lihat dibawah mikroskop. b. Penghitungan jumlah sel leukosit dalam hapusan darah dan cairan eksudat. Selanjutnya obat diberikan lagi setiap hari selama 3 hari setelah pemberian pertama (obat diberikan selama 4 hari). sehingga melapisi seluruh lapisan 41 .SCIENTIA VOL.2 ml. Darah atau cairan eksudat segar ditetesi pada gelas objek satu tetes dan ratakan dengan gelas objek yang lain sehingga diperoleh lapisan darah yang homogen (hapusan darah). Pada kelompok kontrol hanya diberikan vaselin flava saja. Pengukuran volume radang Pada hari ke lima eksudat diambil dengan jarum suntik lalu diukur volumenya. Setelah kering tetesi dengan metanol. Pemberian Sediaan Uji Sediaan uji diberikan dengan cara mengoleskan secara merata pada daerah yang terbentuk kantong udara (daerah yang dicukur) sebanyak 200 mg (dalam bentuk salep) dengan diameter ± 3 cm segera setelah pemberian karagen 2% dalam NaCl fisiologis sebanyak 0. Tambahkan satu tetes larutan Giemsa yang telah diencerkan dengan air suling (1 : 20) dan biarkan selama 20 menit. Hitung jumlah sel neutrofil. dan sel monosit. 1 2010 ISSN : 2087-5045 dan sekaligus disuntikkan juga 0. Selanjutnya ditambahkan larutan karagen 2 % dalam NaCl fisiologis sebanyak 0. Analisa Data Untuk menganalisa data hasil penelitian yang diperoleh dari semua parameter akan digunakan analisa variansi (ANOVA) satu arah. 1 NO. eusinofil.1 ml karagen 2 % dalam NaCl fisiologis c. biarkan 5 menit.2 ml pada tempat yang ada kantong udara tersebut. a. lalu dikeringkan. Cuci dengan air suling. Setelah 24 jam kantong udara terbentuk dihisap udaranya dengan jarum suntik 5 ml sehingga kantong udara tersebut jadi kempes.

60 2.588 29 25 26 28 30 27.11 0.068337 Hk as 2.09 0.1 0.5 5 0.43200 0.Gray.673 5 2 1 1 3 2.000 1 1 2 2 1 1.SCIENTIA VOL.05 0.03 0. 1 NO.056667 0.60 3.012247 Perlakuan 1 2 3 4 5 Rata-rata SD 0 0.60 0.40 0. Hasil perhitungan sel leukosit dari eksudat punggung mencit betina setelah pemberian ekstrak daun Tithonia diversifolia A.924 59 60 61 63 60 60.00 2.894 3 5 1 1 3 2.09100 0.828 20 Limposit 41 40 46 45 42 42.20 2.40 1. 1 2010 ISSN : 2087-5045 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel I.450 6 12 10 6 6 8.548 1 1 1 1 1 1.80 1.07 0.80 4.085 0.08600 0.60 0.5 0.1 0.764 25 18 20 18 13 18.40 4.447 2 2 1 1 1 1.03000 0.00 0.36 0.39 0.07320 0.588 30 29 30 31 34 30.80 4.01 0.08 0.60 1.924 35 36 32 31 37 34.11 0.08 0.40 0.08 0.011402 Tabel II.05 0.40 4.40 0.673 3 Monosit 20 21 12 21 25 19.04 0.80 2. secara topikal Jumlah Sel Konsentrasi 0% No 1 2 3 4 5 Neutrofil segmen 35 36 39 32 31 34.03 0.50 0.04 0.09 0.60 1.278 55 51 53 54 56 53.324 6 7 13 13 3 8.517 63 Neutrofil batang 3 2 1 1 1 1.51 0.20 0.Gray secara topikal Volume eksudat (ml) Konsentrasi (%) 1 2.074 13 Eosinofil 1 1 2 1 1 1.15 0.013416 0.5 % 1 2 3 4 5 Rata-rata SD 5% 1 2 3 4 5 Rata-rata SD Hidrokortison 1 42 .548 1 Rata-rata SD 1% 1 2 3 4 5 Rata-rata SD 2. Hasil pengukuran volume eksudat dari radang punggung mencit putih betina setelah pemberian ekstrak daun Tithonia diversifolia A.06 0.80 1.209 40 49 48 49 51 47.894 3 2 1 1 1 1.

20 0.80 1.837 5 5 2 1 1 2 2.771 2 1 1 2 1.20 3.387 3 2 1 3 2 2 1 1 1 1 1.40 5.000 1 2 1 1 1 1.00 0.20 1.40 4.80 4.20 17.80 0.80 3.5 % 2 3 4 5 Rata-rata SD 65 60 59 60 59.894 2.000 Tabel III.60 0.5 % 1 2 3 4 5 Rata-rata SD 5% 1 2 3 4 5 Rata-rata SD Hidrokortison asetat 2.5 % 1 2 3 4 5 Neutrofil segmen 50 49 52 53 50 50.924 3.868 Eosinofil 1 1 0 2 2 1.837 1 1 1 1 1 1. 1 2010 ISSN : 2087-5045 asetat 2.80 0.80 6. 1 NO.20 0.40 5.SCIENTIA VOL.447 1 1 2 1 1 1.80 1.837 17 21 19 26 20.362 19 25 20 18 13 19.00 2.550 Konsentrasi 0% No 1 2 3 4 5 Rata-rata SD 1% 1 2 3 4 5 Rata-rata SD 2.80 6.643 66 60 63 67 68 64.60 1.00 4.894 23 20 18 26 25 22.00 0.00 0.535 Limposit 31 30 32 27 29 29.20 0.114 3 5 1 8 1 3 1 2 1 3 1. Hasil perhitungan sel leukosit dari darah mencit putih betina setelah pemberian ekstrak daun Tithonia diversifolia A.447 1 1 1 2 1 1.Gray secara topikal Jumlah Sel Neutrofil Monosit batang 1 17 2 18 0 16 1 17 2 17 1.837 0.924 25 27 25 26 25 25.128 62 60 65 76 61 64.347 1 1 1 1 1.894 0.643 8 2 2 3 4.20 0.80 1.80 3.271 68 69 77 70 70 70.362 15 17 20 21 17.301 27 29 30 20 33 27.40 3.60 3.564 75 70 75 78 84 76.20 0.707 5 3 2 10 1 10 1 5 0 6 1.447 Rata-rata SD 43 .

Hasil perhitungan jumlah sel leukosit dari uji statistik dengan analisa varian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun T. 1 NO. kembali Sel leukosit yang memegang peranan penting dalam proses fagositosis pada jaringan yang rusak adalah neutrofil dan monosit. 2. Ini berarti. Sedangkan efek pada konsentrasi 2. Dimana terjadi peningkatan jumlah sel neutrofil segmen dibandingkan dengan kontrol negatif. Cairan yang sebelumnya telah dieksudasi diserap oleh pembuluh limfa dan sel-sel fagositik mengalami desintegrasi. Monosit dalam eksudat disebut makrofag yang merupakan sel yang bergerak aktif memberi respon secara kemotaksis.01). Setelah pemberian ekstrak etanol daun T.5%. bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak semakin efektif mengurangi volume edema. dimana menyebabkan kenaikan jumlah sel leukosit dalam eksudat radang. diperoleh suatu korelasi yang menunjukkan hubungan antara volume eksudat (ml) terhadap konsentrasi ekstrak (%). fagosit aktif dan mampu mematikan serta mencerna berbagai agen penyebab inflamasi pada jaringan yang rusak. Hasil perhitungan jumlah sel leukosit pada cairan eksudat radang dan uji statistik dengan analisa varian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun T. sehingga persentase jumlah sel leukosit dalam darah mendekati jumlah normal. Dari tiga dosis yang digunakan efek maksimum diberikan oleh dosis konsentrasi 5% yang ditandai dengan kecilnya volume eksudat yang didapatkan. diversifolia memberikan efek anti inflamasi melalui kemampuannya menghambat dan mengurangi volume 44 . sehingga aliran cairan terhenti. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Pembahasan Pemberian sediaan uji dengan dosis konsentrasi 1% ternyata telah memberikan efek anti-inflamasi. Ditinjau dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan analisa data secara statistik ternyata ekstrak daun T. Dari hasil uji analisa varian dapat dilihat bahwa pada konsentrasi zat uji 1%. diversifolia secara topikal sesuai dosis.5% dan 5% terhadap kontrol memberikan perbedaan yang sangat bermakna (p < 0.SCIENTIA VOL. Eksudat merupakan cairan yang tertimbun dalam jaringan atau ruangan karena bertambahnya permeabelitas pembuluh darah. Sedangkan pada jumlah sel eosinofil. baik itu dalam eksudat maupun dalam darah.5% terhadap penurunan derajat inflamasi menunjukkan efek yang lebih baik dibandingkan pembanding 2. keluar melalui pembuluh limfe dan dihilangkan dari radang. Hidrokortison asetat dalam bentuk salep yang digunakan sebagai pembanding yang merupakan salah satu sediaan obat anti inflamasi yang bayak digunakan untuk mengobati reaksi peradangan pada kulit ternyata menunjukkan efek yang hampir sebanding dengan ekstrak daun T. diversifolia dapat mempengaruhi jumlah sel leukosit secara bermakna dengan peningkatan dosis dibandingkan dengan kontrol negatif. diversifolia pada konsentrasi 1% dapat mengurangi dan menekan derajat inflamasi yang terjadi pada hewan percobaan. Dimana volume eksudat rata-rata mengalami penurunan sesuai dengan peningkatan dosis yang diberikan dibandingkan dengan kontrol positif yang hanya menggunakan vaselin flava saja. dan terjadi pula penghentian migrasi leukosit. diversifolia mempengaruhi persentase jumlah sel leukosit. monosit dan limposit mengalami penurunan yang disebabkan karena pembuluh darah di daerah radang memperoleh permeabelitasnya kembali.

dan mempengaruhi migrasi serta jumlah sel leukosit pada darah dan eksudat.M.. R. Pustaka Kartini. Pemberian ekstrak etanol daun kembang bulan ( T. M. Charles C.H.Gray.2002. Poland.A and G.H.SCIENTIA VOL. diversifolia memiliki aktifitas sebagai anti inflamasi secara topikal.R. Ekstrak etanol daun kembang bulan ( T. Springfield. Gryglewsky. 1997. Departemen of Pharmacology. 1971. Wijaya K. Hanum. Hal ini dilihat dari penurunan volume eksudat pada radang punggung mencit putih betina yang di berikan secara topikal. J. IIIonis. C. diversifolia ) secara topikal ternyata dapat meningkatkan jumlah sel leukosit baik dalam cairan eksudat maupun dalam darah. Jakarta. Cracow.Prod p. Skripsi. Fakultas Farmasi Gajah Mada. Dewi. 2010. Padang. Wirian. Domer.S. CarrageninInduced Edema in Hind Paw of Rat Asam Assay For anti Inflamantory Days. S. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Indonesia... Trubus Agriwidya. A. I.. Donatus.A. Oleh Husin. Animal Experiment in Pharmacological Basis of Therapeutic.. Tithonia diversifolia A. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Risley. semakin bertambah pula aktifitas anti inflamasinya.. Yogyakarta. Auxiliary Plants. maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun T. Dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. 2. 1983 Pengembangan Farmakologi Dalam Pengembangan Obat Tradisional. 258. 45 .544547. Jakarta.Dalimartha dan A. diversifolia ) memiliki aktifitas anti inflamasi. Tagetes erecta L. Proceding A Society For Experimental Biology and Medicine III. E. S. Copernicus Academy of Medicine. USA. Winter. Some Experimental Models for the Study of Inflamation and Anti Inflamatory Drugs. 1 2010 ISSN : 2087-5045 edema pada daerah radang. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. J.Nat. Jilid III.. I. 1995 Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia.R. 2000.W Nuss. DAFTAR PUSTAKA Dalimartha. F. Aktifitas Anti mikroba dari Elephantropus scober L. Fridah & van der Masen.... 1962. 1 NO.297-298. LIG. Thomas Publiser. Risalah Simposium Penelitian Tumbuhan Obat III.p.

metode Kjeldahl PENDAHULUAN Protein dalam tubuh berguna sebagai zat pembangun atau pertumbuhan karena protein merupakan pembentuk jaringan baru dalam tubuh terutama pada bayi. zat warna dan garam anorganik yang terdapat pada jaringan bambu. Susu kerbau yang diperah langsung dimasukkan kedalam tabung bambu sebagai wadahnya kemudian ditutup dengan daun pisang. Masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein lebih banyak mengkonsumsi sumber protein hewani karena mengandung protein yang tinggi. Padang ABSTRACT The research about the influence of duration time in room temperature and refrigerator to protein consentration a” dadih” by Kjeldahl method had been done.. dadih banyak disimpan ditempat terbuka bahkan terkena cahaya matahari. Sawitri dan Muharlien. aroma. Tube of B. T. Revi Yenti2). Grinda. M. 2001). Sugianto. was kept in room temperature and tube of C was kept in refrigenerator for 2..4 and 6 days method of t-Test. maka dilakukan penelitian tentang pengaruh lama penyimpanan pada suhu kamar dan lemari pendingin terhadap kadar protein pada dadih kerbau dengan metoda 46 . 2006). plastik dan ada yang tidak ditutup sama sekali. A. 1 NO. Wiwit Gustiva 2) 1) Fakultas Farmasi Universitas Andalas.E. Selain itu protein juga merupakan komponen pembentuk antibodi untuk mempertahankan daya tahan tubuh (Detama.. 2007. berperan dalam menentukan mutu dadih (Susilorini. Dadih merupakan produk susu fermentasi tradisional khas Minangkabau Sumatra Barat yang proses pembuatannya sangat sederhana. dadih. S. Padang 2) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis. Kondisi ini didiamkan secara alami selama 2 hari dalam suhu ruang sampai terbentuk gumpalan.05) on each days (2. Salah satu sumber protein hewani yang sering dikonsumsi adalah dadih. Almatsier. ibu menyusui dan orang yang baru sembuh dari penyakit.05) of protein concentration be tween 2. Berdasarkan hal di atas. Usman. skemed that concentration for protein in room temperature and refrigerator were significance difference (P < 0. Keywords : Protein.SCIENTIA VOL.. 1986. 1 2010 ISSN : 2087-5045 PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU KAMAR DAN LEMARI PENDINGIN TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA DADIH KERBAU DENGAN METODA KJELDAHL Regina Andayani1). The research showed that protein concentration in room temperature and refrigenerator reduced.4 and 6 days). Protein juga berfungsi sebagai pengatur dalam metabolisme tubuh. hal ini akan menurunkan mutu dari dadih tersebut.E. Analysis of one ANOVA showed that there was a significance value ( P < 0. D. 2008. A. 2004. Komponen fisik dan kimia bambu yang meliputi sifat permeabilitas.4 and 6 days. ibu hamil. Fresh milk (A) was frut into two bamboo tubes ( tube of B and tube of C ) until becomed as ” dadih”. Dadih ini banyak dijual dipasar tradisional namun berdasarkan pengamatan. kadar air. anak-anak.

Alat Labu Kjeldhal 100 ml. Ambil 1 ml sampel tambahkan 1 ml NaOH 10 %. Masing-masing tabung diperiksa kadar proteinnya pada hari ke 2. tambahkan 1 gram campuran selenium dan 12. larutan merah metil. Kemudian dibiarkan selama 2 x 24 jam sampai menjadi dadih. ke 4 dan ke 6 setelah menjadi dadih. 1986). asam borat (H3BO3). 1 NO.. neraca analitik. Reaksi positif ditunjukkan dengan terbentuknya warna ungu (Robinson. pemanas listrik atau pembakar. indikator campuran (larutan bromocresol green. Disiapkan masing-masing larutan sampel 2 % dalam air. J. K2SO4.5 ml H2SO4 pekat.51 gram sampel masukkan dalam labu Kjeldahl 100 ml. A. 3.a (Merck).M. Sampel tabung B dadih yang disimpan pada suhu kamar dan sampel tabung C dadih yang disimpan pada lemari pendingin. Tahap Destruksi Ditimbang sebanyak 0. fenolftalein. tabung bambu dengan panjang 20 cm dan daun pisang. asam klorida p. Pengolahan sampel Sampel A susu kerbau segar diperiksa kadar proteinnya. CuSO4. Metoda Kjeldahl merupakan metoda yang umum digunakan untuk menentukan kadar protein pada makanan (Detama. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Kjeldahl sehingga dapat diketahui perubahan kuantitas protein dadih tersebut. Ninhidrin dan Xanthoprotein. NaOH. pipet gondok. natrium tetraborat (Na2 B4O7). Ninhidrin dan Xanthoprotein Uji kualitatif protein dilakukan pada susu segar dan dadih dengan menggunakan metode Biuret. Metoda xanthoprotein Disiapkan masing-masing larutan sampel 2 % dalam air. Uji kualitatif dengan menggunakan metoda Biuret. erlenmeyer 250. T.. D. Labu Kjedhal dipanaskan diatas pemanas listrik 47 . alkohol). gelas ukur. asam nitrat pekat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4). CuSO45H2O). seperangkat alat destilasi. 1995). A. kemudian dimasukkan ke dalam 2 buah tabung bambu (tabung B dan tabung C) masingmasingnya 250 ml.. pereaksi ninhidrin. Metoda Biuret METODA PENELITIAN Bahan Susu kerbau diambil dari tempat pemerahan susu di daerah Air Dingin Solok pada satu ekor kerbau. 1999). 1986. Ambil 1 ml asam nitrat pekat kemudian dipanaskan.SCIENTIA VOL.. 1. Reaksi positif ditunjukkan dengan terbentuknya warna biru ( Grinda. 2004). Uji kuantitatif dengan menggunakan metoda Kjeldahl Cara kerja untuk masing-masing sampel sebagai berikut (SNI 01-2891-1992) : a. Ambil 1 ml sampel tambahkan 1 ml pereaksi Ninhidrin kemudian dipanaskan. seperangkat alat titrasi dan mikroburet. De Man. campuran selenium (serbuk SeO2.. Reaksi positif ditunjukan dengan terbentuknya endapan putih yang segera menjadi kuning (Grinda. kemudian tambahkan beberapa tetes larutan CuSO4 0. aquadest. Metoda Ninhidrin Disiapkan masing-masing larutan sampel 2 % dalam air. 2.1% kocok. A. spatel.

1 2010 ISSN : 2087-5045 mula-mula pada suhu 40oC kemudian suhu dinaikkan secara perlahan-lahan sampai 280oC.SCIENTIA VOL. tepatkan sampai tanda batas. Setelah destruksi berlangsung selama 30 menit belum didapatkan cairan hijau jernih.1 N untuk titrasi larutan Blangko (ml) Normalitas HCL Bobot sampel ( gram ) Faktor pengenceran ( 5 kali ) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil uji kualitatif dari susu segar dan dadih dengan menggunakan metode Biuret. 1 NO. Didalam kondensor uap akan mengalir menuju penampung. Ujung kondensor dibilas dengan aquadest.1 N menggunakan mikroburet. Pengolahan Data Penentuan kadar protein dapat dihitung setelah diketahui persentase kadar nitrogen yang terdapat dalam sampel dan dikalikan dengan faktor konversi: (SNI 01-2891-1992) (V1 . maka ditambahkan H2O2 30% sebanyak 2 tetes destruksi dilanjutkan sampai didapat cairan jernih kehijauhijauan. dimana sampel diganti dengan aquadest. Tahap Destilasi Larutan hasil destruksi dipipet 50 ml masukkan kedalam labu destilasi. Hasil akhir destruksi didinginkan kemudian encerkan dan masukkan ke dalam labu ukur 250 ml. kemudian tambahkan 30 ml NaOH 30 % dan beberapa tetes indikator PP. b. Periksa dengan kertas lakmus. Hasil uji kualitatif dapat dilihat pada tabel1. Penyulingan diakhiri jika hasil destilasi sudah tak bersifat basa lagi. Ninhidrin dan Xanthoprotein menunjukkan hasil bahwa pada susu segar dan dadih terdapat protein. Titik akhir ditandai dengan perubahan warna hijau menjadi merah muda.V2) x N x 0. Destilasi ini dilakukan sebanyak 3 x pengulangan.1 N untuk titrasi larutan sampel (ml) Volume HCL 0. Tahap Titrasi Hasil destilasi dipindahkan dalam erlemeyer. Desrtuksi disini berlangsung selama 2 jam. Labu destilasi dipasang dan dihubungkan dengan kondensor dan ujung kondensor %N % protein Keterangan : V1 V2 N W Fp = harus terbenam dalam cairan penampung.38 = = = = = Volume HCL 0. c. sebagai penampung gunakan 25 ml asam borat 2 % yang telah ditetesi indikator campuran. Kemudian sulingkan selama lebih kurang 10 menit.014 x fp x 100 W = % N x faktor 6. 48 . Kemudian lakukan titrasi dengan HCl 0. Untuk blangko dilakukan dengan cara yang sama.

6331 05888 0.6603 0. Pada uji T terdapat perbedaan yang bermakna.5914 0. Hasil persentase kadar protein pada susu segar. untuk susu yaitu 6.0842 2.0392 3.048 ( P<0. kadar protein dadih yang disimpan pada suhu kamar dan lemari pendingin pada penyimpanan setelah 2 hari diperoleh nilai P yaitu 0.007 ( P<0.5358 % Protein 4.7562 ± 0.4509 ± 0. 1986. 1994).6150 0.38 (SNI 01-2891-1992.05) .000 ( P<0.5829 0.468 0.SCIENTIA VOL. untuk menentukan kadar protein dikalikan dengan faktor konversi. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Tabel 1.5079 %.4188 ± 0.5885 0.0610 3.5797 0.. 1 NO. Anggorodi.2741 ± 0. 4. 1994).0467 4. 1984.0613 3.0357 3.0391 ± 0. Data yang diperoleh juga dilakukan uji statistik dengan anova satu arah dan uji T student.0581 49 .5079 ± 0. Uji Kualitatif Sampel Susu Segar dan Dadih Sampel Susu segar Metoda Biuret Xantoprotein Ninhidrin Biuret Xantoprotein Ninhidrin Hasil Ungu Endapan putih Biru Ungu Endapan putih Biru Pengamatan Ungu Endapan putih Biru Ungu Endapan putih Biru Dadih Penelitian ini menggunakan metoda Kjeldahl karena umumnya metoda ini digunakan untuk penentuan analisis protein pada makanan.9240 ± 0. 4 dan 6 hari demikian juga dengan penyimpanan pada lemari pendingin juga diperoleh nilai P yaitu 0. Hasil uji anova satu arah diperoleh nilai P yaitu 0. Setelah diketahui persentase nitrogen yang terdapat pada sampel. 4 dan 6 hari berbeda secara bermakna. penyimpanan setelah 4 hari diperoleh nilai P yaitu 0. Tabel 2.9858 ± 0. Metoda ini mempunyai kelemahan dimana unsur N yang terdapat pada protein juga ikut teranalisis sehingga kadar protein yang diperoleh adalah kadar protein kasar (Crud protein) dan bukan protein murni (Grinda.0939 4.05) dan penyimpanan setelah 6 hari diperoleh nilai P yaitu 0.6699 0.6019 0.05).6190 %N 0.05) dengan nilai tersebut terdapat perbedaan yang bermakna kadar protein dadih pada penyimpanan suhu kamar setelah 2. 6 pada lemari pendingin dan suhu kamar mengalami penurunan.7065 0.002(P <0. Persentase Kadar Protein pada Susu Segar. Kadar protein yang diperoleh pada susu segar adalah 4. Anggorodi. Sidarmadji. gambar 1 dan gambar 2.5608 0.05) yang berarti kadar protein dadih yang disimpan selama 2. Sedangkan kadar protein dadih yang disimpan hari ke 2. dadih yang disimpan pada suhu kamar dan dadih yang disimpan pada lemari pendingin dapat dilihat pada tabel 2.000 ( P<0. A.5408 0. Dadih yang Disimpan pada Suhu Kamar dan Dadih yang Disimpan pada Lemari Pendingin Sampel Sampel A susu segar Setelah menjadi dadih Setelah 2 hari pada suhu kamar Setelah 4 hari pada suhu kamar Setelah 6 hari pada suhu kamar Setelah 2 hari pada lemari pendingin Setelah 4 hari pada lemari pendingin Setelah 6 hari pada lemari pendingin Berat Sampel (gr) 0.

Grafik kadar protein pada dadih yang disimpan dalam lemari pendingin Dari data dan grafik yang didapat terlihat jelas bahwa semakin lama penyimpanan maka kadar protein semakin menurun. Penurunan kadar protein ini terjadi karena selama proses fermentasi.. D. Zurriyati Y. Tetapi pada kenyataannya orang 50 lebih banyak mengkonsumsi dadih dari pada susu segarnya disebabkan karena aroma susu yang khas dapat menimbulkan rasa mual maka perlu dibuat susu fermentasi sehingga terjadi perubahan fisik dan kimiawi susu. Edwards. R. Tidak semuanya orang dapat mencerna susu dengan baik karena gangguan pencernaan yang timbul setelah mengkonsumsi susu karena tidak terpecahnya laktosa (gula susu) menjadi komponen-komponen sederhana yang dapat diserap oleh tubuh yaitu monosakarida. Semakin lama waktu .A. Pada data yang didapat terlihat bahwa susu segar kerbau mempunyai kadar proteinnya lebih tinggi dari pada dadih. dan M. KESIMPULAN DAN SARAN Kadar protein dadih sangat dipengaruhi oleh lama dan tempat penyimpanan. G. Wooton.. glukosa dan galaktosa (Sisriyenni.H. 1987).SCIENTIA VOL.. Fleet. 1 NO. bakteri asam laktat lactobacillus. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Gambar 1.A. Grafik kadar protein pada dadih yang simpan pada suhu kamar Gambar 2. pada mekanisme perubahan tersebut biasanya akan menghasilkan air dan secara otomatis konsentrasi protein dalam produk fermentasi akan menurun (Bucle. streptococcus dan lactococus aktif melakukan proses proteolitik dan lepolitik menjadi substansi yang bisa dimanfaatkan oleh bakteri misalnya energi. 2004). K.

E. Anggorodi.. A. A. Susilorini. A. Departemen Perindustrian. D. j. SNI 01-2891-1992. DAFTAR PUSTAKA Almatsier.. Robinson. Yogyakarta. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Usman. UI Press.SCIENTIA VOL. II. Sawitri. Ilmu Makanan Ternak Umum. Prinsip Dasar Ilmu Gizi ... 1 2010 ISSN : 2087-5045 penyimpanan maka kadar protein pun semakin menurun. Edwards. hal ini disebabkan karena dadih pada suhu kamar mudah terkontaminasi dengan mikroorganisme lain selain bakteri penghasil asam laktat sehingga dapat mempengaruhi kadar protein. Sugianto. Bandung.. Ed. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Penerbit Liberty. 51 . M. Penerbit Dian Rakyat. Vol 2.2006. Penerbit Institut Teknologi Bandung. 2004. M.. Pusat Standarisasi Industri. 1986. 1 NO. Bandung. litbang deptan. Jakarata. 2008. Pengolahan Dadih Sebagai Makanan Probiotik Spesifik Sumatera Barat. De Man. 2007.VI. K. Zurriyati. Buckle. 1994. Jakarta. 1984. G. 2001. 2004 Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi.. Fleet dan M Wooton. Dadih / dadiah. Penerbit PT. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Gramedia. Dadih yang disimpan pada lemari pendingin lebih tinggi kadar proteinnya dari pada dadih yang disimpan pada suhu kamar. Gramedia Pustaka Utama.. Jilid I. T. Penerbit ITB. Ilmu Pangan. Artikel. Jakarta. R. Jakarta. Ed. Kimia Makanan. Grindra. S. Jakarta. D. Cara Uji Makanan dan Minuman. Sisriyenni. Budi Daya 22 Ternak Potensial. Sudarmadji. Susu Kerbau Fermentasi Mampu Menurunkan Kolesterol. Detama. No 2. Muharlien. No 2. Kajian kualitas dadih susu kerbau didalam tabung bambu dan tabung plastik. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta. Biokimia I . Jurnal Natur. 1987. T. Vol 5. 1995. H. A. 1999. Y. E.

rutine. lupeol). Jamu adalah ramuan tradisional yang belum teruji secara klinis. Salah satu bahan baku simplisia yang akan dipakai untuk membuat fitofarmaka ini adalah herba meniran (Phyllanthus niruri L. etnosecurinina. Obat-obatan yang terbuat dari bahan alam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu jamu. isoquercitin.SCIENTIA VOL. 2) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang ABSTRAK Effect of ethanol:water ratio as extraction solvent on obtaining of extractive material. phenolic PENDAHULUAN Pengembangan bahan obat alam meliputi pengembangan budidayanya sehingga menghasilkan simplisia dengan kualitas yang unggul serta pengembangan cara produksi dan bentuk-bentuk sediaan dari obat-obat tradisional. peluruh haid. dan fitofarmaka. quercitrin. Badan Pengawasan Obat). phyltetralin. 52 . obat herbal terstandar. terpen (cymene. Results revealed that ethanol:water ratio gave significant effect on extracted material. nirphylline. Martinus 2) Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang. 1 NO. limonene. alkaloid (norsecurinine. herbs to obtain phenolic compound which has antioxidant activity. 2005). K. dan mineral terutama kalium (Joshi. antioxidant. N. 1987).) (Nurkhasana. Herba meniran berkhasiat membersihkan hati. Sementara fitofarmaka adalah suatu sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik. physetinglucosid). phenolic content and antioxidant activity (p<0. damar. 70:30. nirathin. N. tanin. hypophyllanthine. 4-metoxy-norsecurinine.) 1) Harrizul Riva’I 1). Satyanarayana. the best result was obtained by ethanol:water ratio 60:40 as extraction solvent for Pyhllanthus niruri L. niruri. Herba meniran mengandung senyawa flavonoid (quarcetin. peluruh kencing. phyllochrysine). 1986. lintretalin. Keywords : Phyllanthus niruri L. Than. anti radang. 60:40 and 50:50. The ethanol:water ratio tested were 100:0. 1988. astragalin. bahan baku dan produk jadinya telah distandarisasi. menerangkan penglihatan dan penambah nafsu makan (Heyne. peluruh dahak. lignan (phyllanthine. pereda demam. Among the ethanol:water ratio tested. herbs have been investigated. sedangkan obat herbal yang terstandar adalah yang sudah lulus uji pra klinis. 1 2010 ISSN : 2087-5045 PENGARUH PERBANDINGAN ETANOL AIR SEBAGAI PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP PEROLEHAN KADAR FENOLAT DAN DAYA ANTIOKSIDAN HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L. nitretalin. 2006.05). niruriside). 80:20. phenolic content and antioxidant activity in Phyllanthus niruri L.

Blender. Semua maserat dikumpulkan. corong.5 mL larutan DPPH masukkan dalam labu ukur 50 53 . diamkan selama dua hari. labu ukur. maserat dipisahkan dan sisanya dimaserasi lagi beberapa kali dengan jenis dan jumlah pelarut yang sama. 1978. Uapkan larutan sampel di water bath. 1 NO. % Ekstraktif = Berat Ekstrak x 100% Sampel diambil di sepanjang jalan Bypass Padang.1-diphenyl-2picrylhydrazyl) 35 µg/mL (Keinanen. Pengambilan sampel selama 24 jam. Badan Pengawasan Obat. Hitung kadar ekstraktif sampel. aluminium foil. DPPH (1.a (Merck). Natrium Carbonat (Merck). cawan penguap. batang pengaduk. biarkan Berat Sampel Pembuatan Reagen a. etanol p. Kertas saring Whatman No. Identifikasi Sampel Identifikasi sampel dilakukan di Herbarium Universitas Andalas (ANDA) dengan nomor koleksi FT-001. masukkan dalam cawan penguap yang sudah ditara. 50:50. spektrofotometer UV-Visible mini 1240 (Shimadzu®).). kemudian keringkan dalam oven pada suhu 105 0C selama 1 jam kemudian setelah dingin ditimbang. reagen Fenol folin-Ciocalteu (Merck). 80:20. asam galat. 60:40.).3 g Na2CO3 dilarutkan dalam aquadest sampai 50 mL. Larutan Natrium Karbonat 1 M (Mosquera. pipet mikro. aduk hingga homogen. dalam botol meserasi yang berwarna gelap. dibersihkan kemudian dikering anginkan sampai kering kemudian diserbuk. b. aquadest. Penentuan Kadar Ekstraktif Larutan Sampel Dari larutan sampel dipipet sebanyak 10 mL. diendaptuangkan. Larutan DPPH (1.SCIENTIA VOL. sebelum dianalisa ekstrak dilarutkan dengan campuran etanol dan air suling sama banyak (1:1) dalam labu ukur 50 mL (Harbone. Bahan – bahan Bahan yang digunakan adalah tanaman herba meniran (Pyllanthus niruri L. pipet gondok. sampai cairan terakhir tidak berwarna. beaker glass.a (Merck). gelas ukur. 70:30.1. 2004). spatel. metanol p.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) p. cairan atas diambil kemudian diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 40 0C dan ditimbang. lalu tambahkan metanol sampai tanda batas kemudian dipipet 17. Pembuatan Ekstrak Sampel 5 g herba meniran yang telah diserbuk direndam dengan 50 mL etanol-air dengan perbandingan 100:0. erlenmeyer. 1 2010 ISSN : 2087-5045 METODOLOGI PENELITIAN Alat – alat Alat yang digunakan adalah Rotary Evaporator (RVO6-ML kika werke). 2007) Ditimbang 5. timbangan digital analitik (Denver Instrument Company). sampel yang akan dianalisa adalah bagian tumbuhan meniran yang berada di atas tanah (Pyhlanthus niruri L.a (Merck). sambil sekalisekali diaduk. 1996) Ditimbang 10 mg DPPH masukkan dalam labu ukur 100 mL.

Kemudian dipipet 0. 80 mg/mL.5 mL diencerkan dengan etanol:air suling (1:1) dalam labu ukur 25 mL sampai tanda batas. Pipet larutan induk asam galat (5 mg/mL) sebanyak 1 ml ke dalam labu ukur 50 mL lalu diencerkan dengan campuran metanol dan air suling (1:1) sampai tanda batas. tambahkan 4 mL larutan natrium 54 . ukur serapan maksimum pada panjang gelombang maksimum dengan spektorfotometer UV-Visibel yang akan memberikan komplek warna biru. 60. biarkan selama 15 menit. 0. 50. Larutan asam galat 5 mg/mL (Sigma. 1 2010 ISSN : 2087-5045 mL. Masing-masing ke dalam vial larutan sampel dengan 50. c.5 mL ekstrak herba meniran kemudian masukkan kedalam vial.25 mL. lakukan 3x pengulangan sehingga kadar fenolat yang didapat ekivalen dengan mg asam galat /g berat ekstrak kental herba meniran. a. 1 dan 1. biarkan selama 30 menit ditempat yang gelap. 0. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum DPPH Pipet sebanyak 4 mL larutan DPPH 35 µg/mL. 2006) a. kemudian ditambahkan 5 mL pereaksi Folin-Ciocalteu yang sudah diencerkan 1:10 dengan aquadest dan 4 ml larutan natrium karbonat 1M. 75.Pourmorad. 2006) a. Serapan larutan diukur dengan spektrofotometer UV-Visible pada panjang gelombang 400-800 nm. Pipet 0. ukur serapan dengan spektrofotometer UV-Visibel dan buat kurva kalibrasi sehingga persamaan regresi liniernya dapat dihitung. Masingmasing konsentrasi larutan dipipet 0.125 g asam galat masukkan dalam labu ukur 25 mL. tambahkan 2.5. 2007.25.5 mL kemudian dicampur dengan 5 mL pereaksi Folin-Ciocalteu yang sudah diencerkan 1:10 dengan aquadest.75. Penentuan Kadar Senyawa Fenolat Dengan Metoda Folin-Ciocalteu (Mosquera. masukkan dalam vial dan ditambahkan 2 mL campuran air suling dan metanol (1:1).5 mL dan dimasukkan ke dalam vial. tambahkan 5 mL reagen fenol FolinCiocalteu yang telah diencerkan dalam air suling 1:10 dan tambahkan 4 mL natrium karbonat 1 M. dipipet sebanyak 2 mL lalu tambahkan 4 mL Dari larutan induk asam galat dipipet 0. Pemeriksaan IC50 Larutan Sampel Dibuat konsentrasi 40. b. Pembuatan Asam Galat Kurva Kalibrasi karbonat 1 M biarkan selama 15 menit. 2007. Penentuan Kadar Senyawa Fenolat Total Dengan Metoda Folin-Ciocalteu Larutan sampel dipipet 0. Penentuan Panjang Gelombang Serapan Maksimum Asam Galat.SCIENTIA VOL. diencerkan dengan campuran metanol:aquadest (1:1) dalam labu ukur 50 mL sampai tanda batas sehingga didapatkan konsentrasi 25.5 mL etanol 96% lalu tambahkan dengan air suling sampai tanda batas. 2005) Ditimbang 0. kemudian ukur serapan pada panjang gelombang 400-800 nm dengan spektrofotometer UV-Visebel. Diamkan selama 15 menit. Uji Aktivitas Antioksidan Sampeldengan Metoda DPPH (Mosquera. 70. 100 dan 125 µ g/mL asam galat. Pourmorad. 1 NO. lalu tambahkan metanol sampai tanda batas sehingga diperoleh larutan konsentrasi 35 µg/mL. kocok homogen.

4% µg/mL. 0. sampel x 100 % Abs. 2. tambahkan 4 ml larutan DPPH 35 12.03. dibiarkan selama 30 menit di tempat gelap. Hasil penentuan panjang gelombang maksimum larutan panjang gelombang maksimun. Penentuan IC50 Larutan Variansi (Anova) satu arah. galat adalah kosentrasi larutan pembanding asam galat yang Lalu buat kurva antara memberikan inhibisi sebesar 50% yang konsentrasi larutan sampel dan % dapat dihitung menggunakan persamaan inhibisi. 4.SCIENTIA VOL. Serapan larutan diukur dengan spektrofotometer UV Visible pada panjang gelombang maksimun. standar asam galat dengan metoda Hitung % inhibisi masingFolin-Ciocalteu yang diukur masingnya lalu buat kurva antara dengan spektrofotometer UVkonsentrasi larutan pembanding asam Visibel diperoleh serapan galat dan % inhibisi sehingga diperoleh maksimum pada panjang persamaan regresi liniernya. Campuran dihomogenkan dibiarkan selama 30 menit di tempat gelap.04 dan 0. 16. 60:40 dan 50:50 adalah 8.04%.01%. 0. IC50 asam 55 . kontrol − Abs.54% dan 9. Data hasil penelitian akan diuji secara statistik menggunakan Analisa b. sehingga diperoleh persamaan regresi linier yang telah diperoleh. 80:20. Pada perhitungan kadar ekstraktif dari beberapa perbandingan pelarut Pipet sebanyak 2 mL masingmasing dimasukkan ke dalam vial lalu etanol:air 100:0. dan 5 µg/mL dengan cara memipet 0. Campuran dihomogenkan (Lampiran 5 Tabel 1). 3. Kadar Pembanding Asam Galat fenolat total yang diperoleh dari beberapa konsentrasi pelarut ekstraksi Dibuat larutan pembanding etanol diuji dengan Analisa Variasi asam galat dengan konsentrasi 1. IC50 larutan sampel adalah konsentrasi larutan sampel yang memberikan inhibisi sebesar 50% yang Pengolahan Data Secara Anova satu dapat dihitung menggunakan persamaan arah regresi linier yang telah diperoleh. 1 NO. regresi liniernya.05 mL larutan induk asam galat (5 mg/mL) yang HASIL DAN PEMBAHASAN kemudian dilarutkan dengan campuran metanol dan air (1:1) dalam labu ukur Hasil 50 mL sampai tanda batas. 0.2%. 1 2010 ISSN : 2087-5045 larutan DPPH 35 µ g/mL.01. Serapan larutan diukur dengan spektrofotometer UV Visible pada 2. Hitung % inhibisi dengan menggunakan rumus : % inhibisi = Abs. 15. (Anova) satu arah. 1. 70:30. Abs Sampel : Serapan sampel ditambah DPPH dikurangi dengan serapan sampel blanko (sampel+metanol-air) tanpa DPPH pada panjang gelombang maksimum.02. kontrol Keterangan : Abs Kontrol : Serapan larutan radikal DPPH dengan metanol-air (tanpa ekstrak) pada panjang gelombang maksimum.

17. Gambar19. 60:40 dan 50:50 adalah 38. Hasil perhitungan IC50 larutan standar asam galat diperoleh 0.0158+0.2804 µg/mL (Lampiran 8 Tabel VI. 5. Gambar 17.140 mg setara asam galat per gram sampel kering (Lampiran 12 Tabel IX). 70:30. Tabel XIII. dan batas kuantisasi 37. 1 2010 ISSN : 2087-5045 gelombang 748 nm dengan serapan 0. Gambar 20). Tabel XI. Sebelum diekstraksi tanaman herba meniran ini dikeringkan terlebih dahulu dengan cara kering angin hingga bobot konstan. 80:20. 60:40. bagian diambil cairan bagian atas kemudian diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 40 0 C dan ditimbang.0238.006384x dengan simpangan baku 0. Gambar 14).44. Pada pengukuran absorban untuk penentuan kurva kalibrasi asam galat didapat persamaan regresi y = 0.21 mg/mL (Lampiran 17 Tabel XV. Hasil perhitungan IC50 pada penentuan daya antioksidan dari larutan ekstrak herba meniran pada konsentrasi pelarut etanol:air 100:0. Gambar 12). Selanjutnya daun yang telah kering dihaluskan dengan cara digrinder.635 (Lampiran 7 Gambar 9).258 dan 37. 80:20. 51. 50:50.561.65 dan 51. Metoda ini dipilih karena 56 . Hasil penentuan panjang gelombang maksimum larutan DPPH 35 µg/ml yang diukur dengan spektrofotometer UVVisibel diperoleh serapan maksimum pada panjang gelombang 518. 46. setelah dingin ekstrak yang dianalisa dan dilarutkan dengan campuran etanol dan air suling sama banyak (1:1) dalam labu ukur 50 mL. 1 NO. 4.947 µ g/mL (Lampiran 16 Tabel XIV.5 nm dengan serapan 0. Lampiran 9 Tabel VII. Penentuan kadar senyawa fenolat total dengan metoda FolinCiocalteu. 43. Hasil analisa data secara statistik pada penentuan kadar senyawa fenolat total menunjukkan bahwa pemkaian beberapa perbandingan pelarut ekstraksi etanol:air memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar senyawa fenolat total herba meniran (Lampiran 13.82. Lampiran 10 Tabel VIII). Sampel yang telah kering di rendam dengan pelarut etanol:air dengan berbagai konsentrasi 100:0. 3. batas deteksi 11. 42. sampel ditimbang sebanyak 2 gram dan masukkan ke dalam cawan penguap kemudian dimasukkan kedalam oven suhu 105 °C selama 1 jam. diamkan selama dua hari dan diendaptuangkan. 55.828 (Lampiran 15 Gambar 13). Gambar 10. 70:30. 7. Pembahasan Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah tanaman herba meniran. satu kali 24 jam dengan tiga kali pengulangan. Gambar 18.654. Ekstraksi dilakukan dengan mengunakan pelarut etanol 96% karena senyawa fenolat adalah senyawa yang polar dan merupakan pelarut yang relatif tidak toksik. Timbang berat sampel dan dari data penimbangan didapatkan hasil presentase kadar air yang kecil dari 10%. Tabel XII. Semua maserat dikumpulkan. 6. 8. Gambar 16. 80:20. Tabel X. 60:40 dan 50:50 adalah 50.SCIENTIA VOL. 70:30. 53. Penentuan bobot konstan ditentukan dari kadar air.1842 µg/mL. Pada penentuan kadar senyawa fenolat total dari herba meniran dengan perbandingan pelarut etanol:air 100:0.733.

17.258. 2. 4. Perubahan inilah yang akan diukur serapannya dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visibel. ini menunjukan bahwa pemakaian beberapa konsentrasi pelarut ekstraksi etanol:air memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar senyawa fenolat total sampel. Daya antioksidan dapat ditentukan dari nilai IC50 yaitu konsentrasi senyawa antioksidan yang memberikan inhibisi sebesar 50%.733. 60. Untuk pengujian daya antioksidan senyawa fenolat digunakan DPPH dengan konsentrasi 35 µg/mL.654.559 + 11. dan 80 mg/ml. 75. diukur absorban untuk penentuan kurva kalibrasi asam galat pada konsentrasi 25. 50. Semakin rendah serapan maka semakin tinggi daya antioksidan dari larutan sampel.SCIENTIA VOL. sehingga diperoleh persamaan regresi y = 39.1842 µ g/mL dan batas kuantitasi 37. 46. 60:40. Dari persamaan regresi ini dapat ditentukan kadar senyawa fenolat dari larutan sampel. 53.561.44. 100 dan 125 µg/mL. dan 5 µg/mL.0238. yang berarti bahwa pada konsentrasi tersebut antioksidan dapat menghambat radikal bebas sebesar 50%. absorban ini digunakan sebagai kontrol. Daya antioksidan dapat ditentukan dengan menggunakan metoda DPPH.0158+0.5 nm dengan absorban 0. dari absorban yang didapat maka dapat dihitung persen inhibisi DPPH. 1 2010 ISSN : 2087-5045 merupakan metoda yang spesifik. Reagen Folin-Ciocalteu ini akan membentuk larutan kompleks berwarna biru tua jika direaksikan dengan larutan sampel yang telah ditambahkan dengan natrium karbonat.025x. Hasil IC50 pada tiap-tiap kosentrasi pelarut etanol:air didapatkan 50. cepat. Pada konsentrasi ini diperoleh panjang gelombang maksimum 518. peka dan hanya memerlukan sedikit sampel. Senyawa yang mempunyai aktifitas antioksidan akan bereaksi dengan DPPH melalui pemberian elektron dari senyawa antioksidan kepada DPPH yang mempunyai elektron sunyi. 37. Metoda ini dipilih karena mudah. Reaksi ini menyebabkan perubahan warna larutan DPPH dari ungu menjadi kuning. Sebagai pembanding digunakan larutan asam galat dengan konsentrasi 1. Sesuai dengan prinsip kerja spektrofotometwer UV-Visibel yang mengabsorbsi larutan warna pada panjang gelombang 400-800 nm.82. sehingga elektron tersebut menjadi berpasangan. 43. Pada penentuan kadar senyawa fenolat total ini digunakan asam galat yang panjang gelombangnya didapat adalah 748 nm dengan absorban 0. sehingga didapat persamaan regresi y=0. 80:20. sensitif terhadap senyawa fenol dan menggunakan reagen dalan jumlah yang sedikit serta dapat bereaksi dalam waktu yang singkat. 42. 55. Setelah didapatkan panjang gelombang maksimum. 51. Perbandingan pelarut ekstraksi etanol:air 100:0. Dari kadar senyawa fenolat yang didapat maka dilakukan pengolahan data secara statistik dengan menggunakan metoda Anova satu arah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perbandingan konsentrasi pelarut etanol:air terhadap perolehan kadar senyawa fenolat pada sampel. 3. 50.006384x dan juga didapatkan simpang baku 0. Pada larutan sampel diukur pada konsentrasi 40.947 µ g/mL. 50:50 didapatkan kadar senyawa fenolat 38.828.635.2807 µg/mL. 70. Pada pengolahan data secara statistik menggunakan anova satu arah diperoleh nilai significant 0.140 mg/g. 1 NO. Dari persamaan ini dapat dihitung nilai IC50 asam galat yaitu 0.000. 70:30. batas deteksi 11.65 dan 51.21 57 . maka larutan komplek biru tua inilah yang akan ditentukan nilai absorbannya dengan panjang gelombang yang sesuai sehingga kadar dari larutan sampel dapat diketahui.

54%. Food Chem. pp. Terbitan kedua. 3. 58 . Antioxidant Activity of Twenty five Plants from Colombian Biodiversity. Analisa data menggunakan metoda anova satu arah menunjukan nilai signifikan P<0. J. ITB. Yaned M Correa.O. Yayasan Sarana Wana Jaya. Gawad. 1996. Prosiding Persidangan Antarabangsa Pembangunan Aceh.05 yang berarti bahwa pemakaian beberapa perbandingan pelarut ekstraksi etanol:air yang dilakukan memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar senyawa fenolat sampel. Titto. 2004 Harbone. 614-620. Diana C Buitrago and Jaime Nino. Keinanen. Badan POM Republik Indonesia. Finland.SCIENTIA VOL.Soediro. Kriteria dan Tatalaksana Pendaftaran Obat Tradisional. Dilip H. an alkaloid from Phyllanthus niruri. 1978. vol 102(5) : 631-634. 2007. Dapat dilihat bahwa cara pemakaian pelarut dengan berbagai konsentrasi dapat memberikan pengaruh terhadap perolehan kadar senyawa fenolat dan pengukuran aktivitas antioksidan walaupun tidak memberikan perbedaan yang begitu besar. 2. 1 NO. Jakarta Mosquera M. 26-27. Rio de Janeiro. 4. 1986.Padmawinata dan I. Isolation and Structure (x-ray analysis) of Ent-norsecurinine. S and William Pelletier. J. Agric. Kadar ekstraktif yang diperoleh paling tinggi pada perbandingan etanol:air 60:40 yaitu 16.05. Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia. M and R. Pada sampel dengan konsentrasi pelarut etanol:air 60:40 memperlihatkan kadar senyawa fenolat yang tinggi dan daya aktivitas antioksidan yang paling kuat dibandingkan dengan konsentrasi yang lain. cetakan ke-1. UKM Bangi.1384. 49. Kadar senyawa fenolat yang paling tinggi diperoleh pada perbandingan etanol:air 60:40 yaitu 55. Hal 86-89. No : HK. 44:2724-2727. Bahan Obat Alam Sumber Pendapatan Pembangunan. Balawants.. Hal 82. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta.258 mg/g setara asam galat per gram sampel kering. Metoda Fitokimia : Penuntun Cara Menganalisis Tumbuhan. Diterjemahkan oleh K. Nurkhasanah. Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. jilid II. Nilai IC50 yang semakin rendah menunjukkan daya antioksidan yang semakin kuat. B. Joshi. Vol.00. Heyne. Mem Inst Oswaldo Cruz. KESIMPULAN 1. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia. 1 2010 ISSN : 2087-5045 mg/mL. 4. Daya antioksidan yang paling kuat ditunjukkan oleh sampel pada campuran etanol:air 60:40 yang menggunakan ekstraksi dengan cara maserasi dapat dilihat dari nilai IC50 yang diperoleh yaitu 42.41. K. Journal of Natural Products. Semakin besar kadar senyawa fenolat seamakin tinggi pula aktivitas antioksidan yang dihasilkannya DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan. 2006. 1987. J.65 mg/mL. Bandung. Effect of Sampel Preparation Method on Birch (Betula Pendula Roth) Leaft Phenolics. no.

Folin&Ciocalteu’s Phenol Reagent. B. diambil dari http://www. 1-4 (2006). Hardeland. 1 NO. J. Fosto. African Journal of Biotechnology. Sigma Prod No F-9252. 2006.Sigma –aldrich.. received November 2. Naturforsch. S. vol. a new antioxidant Flavone Sulfonic Acid from Phyllanthus niruri.pp. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Pourmorad. 2005. Antioxidant Activity. F. Poeggeler. R.. diakses : tgl 5 Februari 2005 Than N. 59 . N. S. 1142-1145. Sigma-Aldrich. Laatsch. Phenol and Flavonoid contents of some selected Iranian medical plants. 5 (11). and H.com. Hosseinimerh and N.Shahabimajd. Z. 61b.SCIENTIA VOL. Niruriflavone.

lemak dan protein. amin-amin simpatomimetik dan kortikosteroid. antidiabetic oral with insulin combination. 1). Pada tahun 2000 yang lalu saja. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes melitus terutama gejala-gejalanya. Diabetes melitus adalah suatu penyakit kronis yang di karakterisasikan oleh kelainan metabolisme karbohidrat. descriptive-retrospective study. 3 kombinasi yaitu: sulfonilurea + biguanida + insulin 50%. dan mulai menonjol sebagai salah satu sebab morbiditas dan mortalitas di negara yang sedang berkembang.16%. sulfonilurea + inhibitor α glukosidase + insulin 4. Keywords : Drug utilization study. seperti hormon pertumbuhan. dimana baru 50% yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30% yang datang berobat teratur. 2)Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang disebabkan antara lain oleh defisiensi insulin yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi sehingga memerlukan manajemen terapi yang intensif. Menurut WHO Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia. Hasil penelitian menunjukkan dari 24 rekam medik pasien terdapat penggunaan 2 kombinasi yaitu: sulfonilurea + insulin 33.16%. sedangkan pada penderita diabetes 60 . Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medik selama tahun 2006 dan 2007. 1 2010 ISSN : 2087-5045 PROFIL PENGGUNAAN KOMBINASI ANTI DIABETIKA ORAL DENGAN INSULIN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI SMF PENYAKIT DALAM RSUD Dr. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mempelajari jenis antidiabetika oral dan insulin yang digunakan dalam terapi kombinasi di rumah sakit. inhibitor α glukosidase + insulin 4. Telah dilakukan penelitian tentang profil penggunaan kombinasi antidiabetika oral dengan insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di SMF penyakit dalam RSUD Dr. Hansen Nasif 2) Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Perintis Padang. Namun. biguanida + insulin 8. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI 1) Radjudin Dahlan. 1 NO. seperti di Indonesia.SCIENTIA VOL.6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes melitus. Sekresi insulin pada pasien penderita diabetes melitus tipe 1 adalah kurang dan sampai tidak ada sama sekali.34%.34%. Achmad Mochtar Bukittinggi. type 2 diabetes mellitus. terdapat sekitar 5. PENDAHULUAN Tingkat prevalensi diabetes melitus cukup tinggi. pada tahun 2006 jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang. Di sebabkan oleh defisiensi absolute atau relative dalam kerja insulin dan mungkin jumlah yang tinggi secara tidak normal dari glukagon “counter regulatory hormones” lain.

Kekurangan insulin absolut terjadi jika pankreas tidak berfungsi lagi untuk mensekresi insulin. akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi. Menurut WHO setelah seseorang mencapai umur 30 tahun. 1991) Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas yang bertanggung jawab dalam merpertahankan kadar gula darah yang normal. 2008) METODOLOGI PENELITIAN Alat dan Bahan Alat tulis. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.(Mutschler. dan akan naik sekitar 5. Tanpa pengobatan yang baik diabetes melitus akan menyerang banyak organ penting dalam tubuh. selama tahun 2006 dan 2007. tinggi atau rendah. Pengambilan Sampel Sampel penelitian dikumpulkan dari data rekam medik pasien diabetes melitus tipe 2 yang dirawat di SMF penyakit dalam RSUD Dr. Penyakit ini tidak menular tapi menahun.(Sulaiman. Menghitung persentase penggunaan obat. Prevalensi diabetes melitus naik bersama bertambahnya umur. Pengambilan data dari rekam medik pasien yang menggunakan kombinasi antidiabetika oral dengan insulin. sedangkan kekurangan insulin relatif terjadi jika produksi insulin tidak sesuai dengan kebutuhannya. 1 NO. maka kadar glukosa darah akan naik 1-2 % per tahun pada saat puasa. Pada penderita diabetes melitus glukosa sulit masuk ke dalam sel karena insulin yang ada di dalam tubuh sedikit atau tidak ada sama sekali. Lingkungan dan faktor sosial ekonomi masyarakat sangat berpengaruh terhadap penyakit ini. Depkes RI 2006). 3. 1987) Umur merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam pengaruhnya terhadap prevalensi diabetes melitus.SCIENTIA VOL. 1 2010 ISSN : 2087-5045 melitus tipe 2 sekresi insulin dapat saja normal. Rekam medik pasien Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif retrospektif Sumber Data Sumber data adalah diperoleh dari rekam medik pasien pengguna kombinasi antidiabetika oral dengan insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di SMF penyakit dalam RSUD Dr. 2. Achmad Mochtar Bukittinggi. Analisa Data Data diperoleh dan dicatat kemudian dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus: P= S x 100 % N 61 . Penyakit ini berhubungan dengan suatu keadaan kekurangan insulin absolut atau relatif. Mencatat identitas pasien dan obat yang digunakan.(ISFI. bahkan bisa berakibat fatal. 2008.6-13 % pada 2 jam setelah makan. Achmad Mochtar Bukittinggi Prosedur Kerja 1.(Tandra.

N = jumlah sampel keseluruhan. S = Jumlah pasien pemakai kombinasi antidiabetika oral dengan insulin. Biguanida tidak menyebabkan peningkatan berat badan. Sulfonilurea digunakan untuk mengendalikan hiperglikemia pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang tidak dapat mencapai kontrol yang sesuai pada perubahan pola diet saja. Golongan biguanida + insulin = 8. Golongan sulfonilurea + insulin = 33. 1 NO.16% Pembahasan Penggunaan obat kombinasi ini bertujuan untuk pencapaian efek obat yang sinergis dan lebih optimal dalam mengontrol kadar gula darah serta dapat menurunkan efek samping obat yang tidak diinginkan. Sulfonilurea juga dapat meningkatkan kadar insulin dengan cara mengurangi bersihan hormon dihati. Kombinasi insulin dan sulfonilurea telah digunakan pada pasien diabetes melitus tipe 2. dan durasi singkat diabetes melitus diperkirakan akan memberikan respon yang baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil sebanyak 24 data. Golongan sulfonilurea + inhibitor α glukosidase + insulin = 4. Golongan biguanida yang dikombinasikan dengan insulin juga bermanfaat pada terapi resistensi insulin. Golongan biguanida yang diberikan tunggal atau kombinasi dengan sulfonilurea dapat memperbaiki kontrol glikemia dan konsentrasi lipid pada pasien yang merespon kurang baik terhadap diet atau sulfonilurea saja. Persentase penggunaan kombinasi antidiabetika oral dengan insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2: pankreas.34% c. Pada penderita diabetes melitus yang gemuk ternyata pemberian biguanida dapat menurunkan berat badan dan oleh terapi apapun (insulin atau senyawa oral) dapat menyebabkan berkurangnya komplikasi mikrovaskular.16% 2. Golongan inhibitor α glukosidase + insulin = 4. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Keterangan: P = Persentase penggunaan kombinasi antidiabetika oral dengan insulin. namun semua pasien sangat penting untuk melanjutkan diet yang ketat untuk memaksimalkan khasiat sulfonilurea ini. Terapi kombinasi antidiabetika oral dengan insulin diberikan pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang gagal mendapatkan efek terapi maksimum pada terapi oral. Kombinasi 2 obat a. karena tidak merangsang atau menghambat perubahan glukosa menjadi lemak. Pencapaian efek manfaat terapi kombinasi adalah aktivitas residual sel beta. Kombinasi 3 obat a. Penelitian pada pasien diabetes melitus tipe 1 tidak memberikan bukti apapun bahwa kontrol glukosa diperbaiki oleh terapi kombinasi. Golongan sulfonilurea + biguanida + insulin = 50% b. Sulfonilurea yang diberikan pada pasien diabetes melitus tipe 2 dapat meningkatkan sekresi insulin dari 62 .SCIENTIA VOL. 1.34% b. Metformin merupakan satu-satunya senyawa terapeutik golongan biguanida yang terbukti menurunkan kejadian makrovaskular pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil pada pasien diabetes melitus tipe 2 menunjukkan perbaikan kontrol metabolisme.

Kesalahan ini disebabkan karena tidak ada atau kurangnya komunikasi anatara farmasis dengan dokter. Suntikan insulin dibutuhkan karena insulin yang dihasilkan oleh pankreas belum dapat mengendalikan kadar glukosa darah. sehingga obat ini dapat diberikan dalam kombinasi dengan insulin atau sulfonilurea. Kombinasi 3 obat ini digunakan karena bekerja saling menguntungkan. metformin bahkan kadang dapat menurunkannya. Kombinasi 2 obat golongan biguanida + insulin yaitu 63 . sehingga kombinasi keduanya mempunyai efek yang saling menunjang. potensi penurunan glukosa oleh inhibior α glukosidase adalah sekitar 30%-50% diantara senyawa antidiabetes oral lainnya. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Penyerapan biguanida di usus sangat baik. biguanida menurunkan produksi glukosa di hati dan membantu hati sehingga lebih sensitif terhadap insulin dan insulin dapat bekerja dengan baik. Namun. inhibitor α glukosidase juga dikombinasikan dengan senyawa antidiabetes oral lainnya dan atau insulin. Inhibitor α gukosidase dapat memiliki efek yang besar terhadap kadar haemoglobin. apabila dikombinasikan dengan insulin tentu akan memperparah keadaan. Sebagian besar penderita diabetes melitus yang gagal diobati dengan sulfonilurea dapat ditolong dengan biguanida. diare. Selain itu. 1 NO. Kemudian kombinasi 2 obat. Terapi kombinasi yang umum adalah antara golongan sulfonilurea dengan biguanida. pada pasien diabetes melitus tipe 2 hiperglikemia yang parah. Efek kombinasi ini bisa memperbaiki dan menambah kerja insulin. Kedua golongan obat ini memiliki efek terhadap sensitivitas reseptor insulin. karena obat ini bekerja mencegah pemecahan sukrosa dan karbohidrat kompleks pada usus halus sehingga memperpanjang waktu absorbsi karbohidrat. Penggunaan kombinasi ini kurang efektif melihat efek samping yang ditimbulkan sulfonylurea yaitu hipoglikemia. disamping itu sulfonilurea juga dapat meningkatkan berat badan dan resiko komplikasi juga dapat meningkat. yaitu sulfonilurea + insulin sebanyak 33. Pemakaian kombinasi ini memang efektif melihat cara kerja obat yang sinergis. Senyawa ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi tunggal untuk pasien lanjut usia atau terutama pasien hiperglikemia setelah makan. Sulfonilurea bekerja merangsang sekresi insulin pada pankreas.34%. kadang juga bisa timbul hipoglikemia. Metformin dari golonga biguanida juga tidak menaikkan berat badan. Kombinasi kedua golongan ini efektif pada banyak penderita diabetes melitus yang sebelumnya tidak bermanfaat bila dipakai sebagai terapi tunggal. Sebagian besar dikombinasikan lagi dengan insulin untuk pencapaian efek maksimum. Dari hasil penelitian ditemukan penggunaan kombinasi paling banyak adalah: kombinasi 3 obat yaitu golongan sulfonilurea + biguanida + insulin sebanyak 50%. Bila insulin dapat menaikkan berat badan. Inhibitor α glukosidase tidak menstimulasi pelepasan insulin.SCIENTIA VOL. pada pasien dengan hiperglikemia ringan hingga sedang. Akarbose dan miglitol termasuk golongan inhibitor α glukosidase. kedua senyawa ini menurunkan kadar glukosa darah setelah makan. Sulfonilurea akan mengawali dengan merangsang sekresi pankreas yang memberikan kesempatan untuk senyawa biguanida bekerja aktif. efek samping dari penggunaan kombinasi ini adalah gangguan perut seperti mual. Kombinasi sulfonilurea dan insulin dapat menurunkan glukosa darah. sehingga tidak menyebabkan hipoglikemia. Namun.

64 . Metformin sering diberikan pada pasien obesitas dimana hiperglikemia di sebabkan oleh kerja insulin yang tidak efektif atau resistensi insulin. metformin membantu hati sehingga lebih sensitif terhadap insulin dan insulin bisa bekerja dengan lebih baik. Alasan penggunaan metformin disini adalah karena metformin merupakan suatu agen hemat insulin (insulin-sparing) dan tidak menaikkan berat badan atau menyebabkan hipoglikemia. metformin bisa menurunkan berat badan. Insulin juga menjadi pilihan pada diabetes melitus tipe 2 apabila kadar glukosa darah seseorang pada diagnosa pertama kali di atas 300 mg/dl. Adapun mekanisme kerja obat ini ada 4 yaitu: menstimulasi glikolisis pada jaringan secara langsung dengan meningkatkan pengangkutan glukosa dari darah. meglitinida dan insulin. untuk gangguan hepar dipilih meglitinida. sedangkan untuk diabetes melitus tipe 2 pilihan utama nya adalah metformin atau kombinasi dengan insulin. dan agar penatalaksanaan penyakit ini berhasil dibutuhkan kerjasama yang erat dan terpadu dari penderita dan keluarga dengan para tenaga kesehatan. Bila insulin dapat menaikkan berat badan.SCIENTIA VOL. Untuk gangguan ginjal. sehingga kombinasi ini lebih menguntungkan terutama bagi pasien gemuk. jadi berat badan sangat penting untuk diperhatikan dan merupakan salah satu factor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan obat. meglitinida. infark miokard dan patah tulang terutama pada manula akibat golongan tiazolidinedion. maka insulin sebagai pilihan. seperti mual. oleh karena itu metformin efektif pada pasien gemuk maupun kurus. tapi dipilih tiazolidinedion. Kombinasi ini efektif untuk mengontrol kadar glukosa darah karena mekanisme kerja obat yang saling menunjang. Sulfonilurea dapat menaikkan berat badan sedangkan metformin tidak menaikkan berat badan. 1 NO. memperlambat absorbsi glukosa dari saluran cerna dengan cara meningkatkan konversi glukosa menjadi laktat oleh entrocytes. akarbosa dan insulin. menurunkan glukoneogenesis di hati sehingga kebutuhan insulin untuk mengangkut glukosa dari darah masuk ke sel berkurang dan glukosa darah menjadi turun. iritasi lambung yang bersifat ringan.34%. Penggunaan kombinasi paling banyak adalah kombinasi 3 obat yaitu golongan sulfonilurea + biguanida + insulin sebanyak 50%. apalagi jika sudah terjadi resistensi insulin dan terapi dengan antidiabetika oral saja belum dapat mengontrol kadar glukosa darah. 1 2010 ISSN : 2087-5045 8. KESIMPULAN 1. muntah. Pada penatalaksanaan penyakit ini diperlukan peran farmasis atau apoteker sebagai ahli obat. Namun perlu diwasapadai efek samping yang lebih serius yang akut adalah hipoglikemia terutama oleh insulin. untuk obesitas dipilih metformin dan akarbosa. untuk pasien diabetes mellitus tipe 1 insulin merupakan pilihan utama. maka metformin mempunyai keuntungan yang melebihi sulfonilurea untuk mengobati hiperglikemia. tidak dipilih metformin dan sulfonilurea. dan meningkatkan sensitivitas insulin. Kombinasi ini juga bisa mengurangi dosis pemakaian insulin. diare. Disamping itu. sulfonilurea. Efek lain yang serius adalah pada gagal jantung. Keamanan obat diabetes melitus biasannya terkait dengan efek samping yang ditimbulkan.

Terjemahan M. Yogyakarta.B Widianto dan A. Bandung. Ed 2. Sulaiman. Jakarta. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes. Hans. Metformin bukan menjadi pilihan utama pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ilmu Penyakit Dalam. 1 2010 ISSN : 2087-5045 2. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Diabetes Mellitus. 1 NO. PT. 2008. Kongres Ilmiah XVI. E. 65 . Mutschler. Jilid I.S Ranti. 2008. seharusnya metformin merupakan pilihan utama pada diabetes melitus tipe 2. Tandra. 1991. ISFI. Penerbit ITB. Tranformasi Ilmu dan Teknologi Dalam Praktek Kefarmasian. 1987. Jakarta. Jakarta. Direktorat jendral bina kefarmasian dan alat kesehatan. Ed 5. 2008. Balai Penerbit FKUI. Gramedia pustaka utama. A.SCIENTIA VOL. Dinamika Obat. 2006 ISFI. DAFTAR PUSTAKA Departemen kesehatan RI.

micronutrient (iron. dimana haem adalah yang memberi warna merah pada darah dan 66 . Sekitar 90% penyebab anemia adalah akibat kekurangan besi. dan bila terjadi pada anak sekolah akan mengurangi kapasitas dan kemampuan belajar. Kurang Vitamin A (KVA). vitamin B12. Beberapa zat gizi tersebut antara lain asam folat.5%. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pemberian suplementasi besi yang dikombinasikan unsur vitamin dapat meningkatkan bioavailabilitas besi dan lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan dengan hanya suplementasi besi saja (Bloem. 6-14 tahun 12gr/100 ml. Berdasarkan klasifikasi batas normal kadar Hb. menurunnya kemampuan kognitif. vitamin C) PENDAHULUAN Masalah gizi utama di Indonesia yaitu Kurang Kalori Protein (KKP). penyerapan yang tidak adekuat dan peningkatan kebutuhan akan zat besi (Arisman.vitamin A. 1 2010 ISSN : 2087-5045 PENGARUH ASUPAN PROTEIN DAN MIKRONUTRIEN (Zat Besi Vitamin C dan Vitamin A) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN Erina Masri ( Staf Pengajar Prodi Gizi STIKes Perintis Padang ) ABSTRACT Decrease of hemoglobyn level cause anemia. Secara umum tingginya prevalensi anemia gizi besi antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: kehilangan darah secara kronis. PEMBAHASAN 1. Protein. wanita 12 gr/100 ml serta wanita hamil 11 gr/100 ml. Key word: Hemoglobyn. yang disebabkan karena kekurangan zat besi. gondok endemik dan kretin serta anemia gizi. Hemoglobin Hemoglobin adalah struktur darah yang terdiri dari Haem dan Globin. 2004). Anemia gizi merupakan masalah gizi yang paling utama di Indonesia. dan lainnya (Morgan. protein. Iron is urgent component for syntesis hemoglobyn. MW 1998). kelompok anak usia 6 bulan -6 tahun 11gr /100 ml. Protein and vitamin C verry important for iron metabolism. Dalam rangka penanggulangan anemia gizi besi beberapa zat gizi lain penting untuk dipertimbangkan. dan untuk usia dewasa laki-laki 14 gr/100 ml. Anemia gizi besi dapat menyebabkan seseorang mudahterserang infeksi. 1999). vitamin A and vitamin C influence Hemoglobyn level. 1 NO. Anemia gizi besi ditandai dengan menurunya kadar hemoglobin dibawah normal. yang disebut sebagai anemia gizi besi (Solon. 2003). 1995). Vitamin A prevent infection that inhibition transferrin syntecis as transporter of iron.5%.9% (Kodyat dkk. iron. anak usia sekolah47. 1998). yaitu pada anak Balita sebesar 40. anak umur 10 -14 tahun 51. asupan zat besi tidak cukup.2%. Konsekwensi logis dari tingginya masalah anemia gizi besi adalah penurunan kualitas sumber daya manusia Indonesia (DepkesRI. seng . vitamin A.SCIENTIA VOL. Di Indonesia prevalensi Anemia Gizi Besi (AGB) menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Tahun 1995 masih tinggi. sedangkan pada wanita hamil 50. et al. terutama zat-zat gizi yang berkaitan dengan proses penyerapan dan utilitasi besi. vitamin C.

1 2010 ISSN : 2087-5045 globin adalah protein darah. 2. Anemia Gizi Besi Anemia adalah suatu keadaan kadar Hemoglobin (Hb) yang lebih rendah dari keadaan normal. hal ini berhubungan dengan kadar oksigen di udara.1999 Kelompok Anak Hemoglobin 11 gr/ 100 ml 12 gr/ 100 ml 14 gr/ 100 ml 12 gr/ 100 ml 11 gr/ 100 ml Anemia gizi besi ditandai dengan ukuran eritrosit yang kecil serta kadar hemoglobin yang rendah. Kadar normal hemoglobin dalam darah akan bervariasi tergantung pada usia seseorang dan juga jenis kelamin. konsentrasi hemoglobin pada orang yang tinggal di daerah yang tinggi akan lebih tinggi kadar hemoglobinnya dari pada orang yang tinggal didaerah rendah. Tabel 1. 3)Besi Defisiensi Anemia (Iron deficiency anemia) Tahap ketiga atau tahap akhir dari defisiensi besi adalah menurunnya sirkulasi besi yang ditandai dengan turunnya kadar hemoglobin dalam sel darah merah. 2005). Pada tahap ini tingkat transport besi dan hemoglobinnormal. Angka normal ini akan menurun pada usia diatas 50 tahun Anemia Gizi Besi. Keadaan ini merupakan tahap lanjut dari defisiensi besi dan muncul setelah kekurangan besi yang berlangsung lama. tetapi cadangan besi hilang yang ditandai dengan turunnya konsentrasi serum ferritin.. Erytrosit protoporpyrin merupakan prekusor dari hem.SCIENTIA VOL. Anemia dapat juga berarti suatu kondisi ketika terdapat defisiensi ukuran / jumlah eritrosit atau kandungan hemoglobin (Wirakusumah. Selain kedua faktor tersebut ketinggian suatu tempat juga berpengaruh terhadap kadar hemoglobin serta dipengaruhi juga oleh faktor makanan. disebut sebagai anemia mikrositik hypokronik (Gibson. yang terakumulasi dalam sel darah merah ketika suplai besi tidak cukup untuk sintesis hem. yaitu: 1) Hilangnya Besi (Iron depletion). Kadar hemoglobin menurun sedikit. 2) Besi Defisiensi Erytropoiesis (Iron deficient erythropoiesis) Tahap kedua ini ditandai dengan habisnya seluruh cadangan sebagai hasilnya besi plasma yang mensuplai proses erytropoiesis menurun drastis dan terjadinya peningkatan transferin saturasi. Pada usia 10 tahun kadar normalnya sekitar 12-14 gr/dl untuk wanita sedangkan laki-laki 14-18 gr/dl. 1999). Pada bayi yang baru lahir kadar hemoglobinnya tinggi diatas orang dewasa yaitu 17 – 23 gr/dl. Kadar hemoglobin ini akan menurun setelah bayi berumur 2 bulan yaitu sekitar 9-14 gr/dl. tetapi pada umumnya masih tetap dalam keadaan normal selama erythropoeisis berlangsung. Batas normal kadar hemoglobin menurut kelompok umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 1. Pada orang yang normal. sebaliknya terjadi peningkatan konsentrasi erytrosit protoporpyrin. Faktor utama penyebab anemia gizi besi adalah 67 . Gejala klinis dari tahap ini adalah perbandingan antara hematokrit dan sel darah merah dengan Mean Cell Volume (MCV) kurang dari 80 fL. Menurut Gibson (2005) ada tiga tingkatan di dalam defisiensibesi. Tahap ini ditandai dengan pengurangan jumlah cadangan besi dalam hati.Batas Normal Kadar Hemoglobin Umur 6 bulan-6 tahun 6 -14 tahun Dewasa Laki-laki Wanita Wanita hamil Sumber: Depkes Ri. 1 NO.

anak-anak. Begitu juga remaja wanita yang sudah mengalami haid dimana saat itu cukup banyak mengeluarkan darah. harus dilakukan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut. diawali terbentuk dua pasang kromosom oleh DNA. Hal ini juga berpengaruh pada tidak terpenuhinya kebutuhan tubuh akan besi (Wirakusumah. 1999). Pada anemia berat (kadarHb < 8 gr %) biasanya pada penyakit yang melatarbelakangi. TBC. Bila pembentukan DNA terhambat akan berakibat mitosis tidak terjadi meskipun pembentukan hemoglobin dalam plasma telah cukup. Kebutuhan meningkat akibat pertumbuhan. mioglobin. pola konsumsi serta keadaan ekonomi juga berdampak pada ketidakmampuan keluarga menyediakan makanan sumber besi. Pembentukan Sel Darah Merah Pembentukan sel darah merah berasal dari eritroblast di sumsum tulang. Upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada dasarnya adalah mengatasi penyebabnya. Pembentukan DNA memerlukan katalisator vitamin B12 dan asam folat. disisi lain proses pembentukkan hemoglobin dalam sitoplasma sel berjalan terus. 2001).dll). Gangguan pengikatan besi 68 . Hal ini terutama dapat terjadi pada orang yang mengkonsumsi makanan kurang beragam. Hemoglobin terdiri dari protoporfirin. 1999 . 1 NO. 1 2010 ISSN : 2087-5045 kurangnya konsumsi besi makanan. yaitu antara lain penyakit TBC. Pada permukaan sel darah merah berinti terdapat reseptor transferin. dan besi. 3. Selain itu. dan besi berasal dari transferin. Globin dibentuk di sekitar ribosom. WHO. kehilangan akibat dari perdarahan misalnya karena kecelakaan dan operasi. dan faktor genetik (penyakit talasemia) juga sangat mempengaruhi rendahnya kadar hemoglobin di dalam darah (Wirakusumah. terutama pada bayi. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat berakibat berkurangnya mitosis sel. atau rendahnya tingkat absorpsi besi dan adanya penghambat sehingga tidak dapat diserap secara optimal sehingga tidak memenuhi kebutuhan tubuh. dan remaja yang membutuhkan besi dalam jumlah relatif lebih besar karena pertumbuhan yang pesat pada bayi dan anak-anak. 4) Vitamin C sebagai antioksidan dan untuk mengoptimalkan absorpsi besi (Parakkasi. 2005). berarti jumlah besi yang hilang dari tubuh juga cukup besar. Penundaan terjadi sampai jumlah DNA yang diperlukan tercapai. produksi sel darah merah diperlukan 1) Besi untukmetabolisme hemoglobin. protoporfirin dibentuk di sekitar mitokondria. 1992). 2) Asam folat untuk metabolisme purin / pirimidin. Inti sel sebelum mitosis.SCIENTIA VOL. Keadaan infeksi terutama pada penyakit kronis (penyakit malaria. dan sitokrom. Proses pembentukan sel darah merah diawali dengan pembentukan deoxyribonucleic acid (DNA) dalam inti sel dan berikutnya proses pembentukan hemoglobin dalam plasma eritrosit. sehingga terjadi sel eritrosit berukuran besar (abnormal) masuk dalam sirkulasi darah disebut anemia makrositosis (MCV <100fL) (Gibson. infeksi cacing atau malaria sehingga selain penanggulangan pada anemianya. 3) Vitamin B12 untuk daur ulang koenzim folat dan. globin. infeksi parasit (kecacingan).

Pembentukan sel darah merah baru akan terganggu apabila zat gizi yang diperlukan tidak mencukupi. dan peroksidase. Tubuh manusia sehat mengandung 69 . sehingga dapat terhindar kemungkinan anemia kekurangan besi. 2001). untuk dieksresikan ke dalam udara pernafasan. sedangkan sisanya disimpan disebut besi nonessensial (Wardhini S dan Dewoto H R. Tipe bioavailabilitas menengah (beras dan jagung dengan sejumlah daging dan vitamin C dengan penyerapannya antara 5-15%). Besi juga merupakan mikronutrien essensil dalam memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen menerobos sel-sel membran masuk ke dalam sel-sel otot. Kecukupan besi ditentukan berdasarkan bioavailabilitas besi dari golongan makanan (Kartono J dan Soekatri M.5 g besi yang hampir seluruhnya dalam bentuk ikatan kompleks dengan protein. sehingga anemia gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. 1994). jagung atau umbi-umbian. 2004). di dalam darah harus selalu dipertahankan cukup banyak. Besi elemental adalah besi yang dapat terikat oleh transferin untuk membentuk 1 ml packed red cells diperlukan 1 mg besielemental (Reksodiputro. 1999). Kecukupan besi yang direkomendasikan adalah jumlah minimum besi yang berasal dari makanan yang dapat menyediakan cukup besi untuk setiap individu yang sehat pada 95% populasi. Peran Zat Besi terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin 3. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. Ditinjau dari bioavailabilitas besi dari makanan dapat dibagi 3 tipe ( MacPhail. kurang mengandung unsur daging. dan komponen lain pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom oksidase. vitamin C dan zat gizi penting lainnya (Wirakusumah. karena berefek pada fungsi tubuh. Tipe Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin. vitamin B12. terutama zat-zat gizi penting seperti besi. Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh berada sebagai mioglobin dan senyawa-senyawa besi sebagai enzim oksidatifseperti sitokrom dan flavoprotein. 4. flavoprotein. Peristiwa ini terjadi saat kadar besi dalam darah rendah dan rendahnya transferin dalam darah. adapun pada bayi baru lahir lebih kurang 250 mg dari jumlah tersebut (60-70%) dinamakan besi fungsional. protein. dan senyawa-senyawa mitokondria yang mengandung besi lainnya. Terganggunya pembentukan sel darah merah bisa disebabkan makanan yang dikonsumsi kurang mengandung zat gizi. 1995). memegang peranan penting dalam proses oksidasi menghasilkan Adenosin TriPhosphat (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. asam folat. Walaupun jumlahnya sangat kecil namun mempunyai peranan yang sangat penting. 1 NO. sitokrom. ikan dan vitamin C dengan penyerapan besi tipe ini kurang dari 5%). Padahal umur sel darah merah hanya 120 hari dan jumlah sel darah merah. 1 2010 ISSN : 2087-5045 untuk membentuk hemoglobin berakibat terbentuknya eritrosit dengan sitoplasma yang kecil (mikrositer) dan kurang mengandung hemoglobin (hipokromasia). Sitokrom.Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja (WHO. katalase.SCIENTIA VOL. Sel darah merah berinti maupun retikulosit hanya memiliki reseptor transferin bukan reseptor besi. 2000 ) yaitu Tipe bioavailabilitas rendah (besi dari bahan makanan pokok beras.

Faktor yang menyebabkan kenaikan penyerapan besi lebih dikenal sebagai MFP (meat. yaitu Retinol Binding Protein (RBP) dan transferin. walaupun tidak semua. 1990). misalnya protein pengikat retinol yang hanya mengangkut vitamin A. sama-sama diangkut oleh negative phase protein. protein ini dapat bertindak secara khusus. domba.SCIENTIA VOL. Dengan demikian jelas bahwa status vitamin A yang tidak adekuat akan berdampak pada metabolisme besi dan eritropoeisis yang gilirannya akan menurunkan kadar hemoglobin. 2003). kambing. Vitamin A juga berperan dalam pembentukan sel darah merah. hati. dibandingkan dengan yang hanya diberikan suplemen besi Vitamin A adalah zat gizi esensial yang larut dalam lemak dan dibutuhkan untuk kelangsungan berbagai fungsi tubuh yang penting. 2003). Pemberian suplemen vitamin A 110 mg pada anak yang kekurangan vitamin A (retinol < 0. Terutama protein hewani. Retinol tampaknya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan diferensiasi 70 . 1 NO. Akibatnya sintesis retinol binding protein dan transferin kembali normal. Kondisi ini memungkinkan besi retinol yang semula terjebak di tempat penyimpanan dapat dimobilisasi kembali. keju dan telur tidak dapat meningkatkan penyerapan besi nonhem. Beberapa penelitian membuktikan bahwa vitamin A mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Sebagai alat angkut. Suplementasi besi yang dikombinasi dengan vitamin A selama 2 bulan pada anak-anak yang menderita anemia mempunyaipengaruh yang lebih besar pada peningkatan kadar hemoglobin dan transferin saturasi. kemungkinan melalui interaksi dengan besi. Protein sebagai alat angkut dan penyimpanan terhadap hemoglobin yaitu mengangkut oksigen dalam eritrosit sedangkan mioglobin mengangkut oksigen dalam otot. Interelasi Protein dengan Kadar Hemoglobin Protein memegang peranan esensial dalam mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah. 2002). 1993). akan terjadi penurunan derajat infeksi. Ion besi diangkut dalam plasma darah oleh transferin dan disimpan dalam hati sebagai kompleks dengan ferritin (Winarno. 1999). (Almatsier. Sintesis kedua protein ini tertekan bila ada infeksi. Namun protein yang berasal dari susu sapi. juga dapat mendorong penyerapan besi nonhem. besi yang semula ditahan makrofag akan dilepas kembali ke sirkulasi dan diangkut transferin untuk kepentingan eritropoeisis (Turnham. 6. Apabila asupan vitamin A diberikan dalam jumlah cukup. 5.60 ĩmol/L) dapat meningkatkan hemoglobin dan transferrin saturasi (Bloem. dan ayam menunjang penyerapan besi nonhem. fish. dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. 2003). atau dapat mengangkut beberapa jenis zat gizi seperti besi sebagai transferin (Almatsier. 1 2010 ISSN : 2087-5045 bioavailabilitas tinggi (makanan yang banyak mengandung daging dan vitamin C dengan penyerapan besi lebih dari 15%). Interelasi Vitamin Hemoglobin A dengan seluler yang berdampak pada perkembangan epitel yang mensekresi mukosa atau pada sistem kekebalan tubuh (Almatsier. maka dengan kemampuan vitamin A melawan infeksi. dari darah ke jaringan-jaringan. Protein seluler yang berasal dari daging sapi. Retinol dan besi. Dengan menghilangnya infeksi. poultry) factor (Wirakusumah.

dibandingkan dengan kelompok yang hanya mendapat suplementasi besi atau vitamin A saja (Suharno. Dalam reaksi tersebut vitamin C mempunyai 2 (dua) peranan : (1) sebagai sumber elektron untuk mereduksi oksigen. Beberapa hasil penelitian cross sectional menyimpulkan bahwa peningkatan asupan vitamin A dapat mendorong ke arah peningkatan status vitamin A dan status besi (Schultink dan Gross. 1992). 1994). Suplementasi vitamin A pada anak yang defisiensi meningkat secara signifikan pada kadar hemoglobin. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kekurangan vitamin A marginal mengganggu eritropoeisis. 1 2010 ISSN : 2087-5045 atau vitamin A saja (Meijia and Chew. 1 NO. Vitamin C dapat juga terlibat dalam mobilisasi simpanan besi terutama hemosiderin dalam limpa (Parakkasi. Vitamin C adalah vitamin yang paling labil. Ibu hamil yang anemia dengan kadar retinal <1. 1995 . Diperkirakan bahwa kekurangan vitamin A dapat menghambat penggunaan kembali cadangan besi yang disimpan dalam hati (Bloem. Vitamin A berpengaruh terhadap transferin saturasi. Vitamin C mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyerapan besi terutama dari besi nonhem yang 71 . 1993). 1999). Interelasi Vitamin Hemoglobin C dengan Vitamin C adalah kristal putih yang mudah larut dalam air. Vitamin C diperlukan untuk meningkatkan penyerapan besi di dalam tubuh. 3. 7. tetapi tidak berpengaruh pada peningkatan cadangan besi dalam tubuh. 1998). Schultink dan Gross. serum besi dan transferin saturasi (Bloem. 1995). Peningkatan konsumsi vitamin C sebanyak 25. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap ibu hamil di Indonesia menghasilkan kesimpulan yang sama. (2) sebagai zat pelindung untuk memelihara status reduksi besi. Dalam metabolisme besi.SCIENTIA VOL. dibandingkan dengan yang mempunyai kadar hemoglobin normal. Pemberian dosis tunggal vitamin A 200. diantara anak pra sekolah di India pada studi ini menunjukkan kadar hemoglobin lebih rendah pada mereka yang mempunyai serum retinol di bawah 20 ĩg/dL. 1998). Dalam keadaan kering vitamin C cukup stabil. 1998). 4. terutama mempercepat penyerapan besi usus dan pemindahannya ke dalam darah. Observasi ini menunjukkan bahwa defisiensi vitamin A bisa memberikan kontribusi terhadap anemia dan akan mepunyai efek positif pada status besi (IVACG. dan 5 kali (Wirakusumah. 1988). 2003). 50. tetapi tidak mempengaruhi penyerapan dalam intestinal terhadap besi dalam makanan sehari-hari (Roodenburg. Penelitian lainnya telah menemukan suatu korelasi signifikan antara serum retinol dan kosentarsi hemoglobin. hematokrit dan besi serum. tetapi dalam keadaan larut vitamin C mudah rusak karena bersentuhan dengan udara (oksidasi) terutama bila terkena panas Vitamin C tidak stabil dalam larutan alkali.100 dan 250 mg dapat memperbesar penyerapan besi sebesar 2. Beberapa reaksi enzim membutuhkan vitamin vitamin C seperti proses hidrosilasi yang menggunakan molekul oksigen dan sering mempunyai kofaktor besi atau tembaga. tetapi cukup stabil dalam larutan asam.000 IU pada anak yang menderita xerossis conjuctival setelah dua minggu ternyata dapat meningkatkan hemoglobin. Mekanisme yang pasti tentang peranan vitamin A terhadap status besi belum jelas benar.1 ĩmol/L yang diberikan suplementasi vitamin A dan besi (besi 60 mg dan vitaminA 2.4 mg) mempunyai perubahan yang lebih besar pada peningkatan kadar hemoglobin dan transferin saturasi. (Almatsier. hematokrit.

1998 melaporkan bahwa dengan pemberian vitamin C dalam bentuk tablet maupun dalam bentuk bahan makanan (buah pepaya) dapat meningkatkan penyerapan besi ibu hamil. Hubungan secara tidak langsung ini memberikan pengaruh utama pada pemberian pertama 25-50 mg asam askorbat dalam makanan. Pengaruh vitamin C atau asam askorbat adalah dose related dan signifikan pada semua jenis makanan (Svanberg. Sintesis trnasferin sebagai alat transpor zat besi akan terhambat jika terjadi infeksi. Jadi zat protein vitamin C dan vitamin A bekerja sama melalui perannya masingmasing untuk meningkatkan sintesis hemoglobin.SCIENTIA VOL. Vitamin C bertindak sebagai enhancer yang kuat dalam mereduksi ion ferri menjadi ion ferro. dapat meningkatkan kadar hemoglobin yang tertinggi dibandingkan dengan kelompok lain. Vitamin C diperlukan untuk meningkatkan penyerapan besi di dalam tubuh. Besi juga merupakan mikronutrien essensil dalam memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengantar oksigen dari paruparu ke jaringan tubuh. 1995). sedangkan pemberian vitamin A yang adekuat dapat melawan infeksi sehingga dapat menormalkan sintesis transferin. dan melalui membran sel ke dalam sel-sel.5% . sehingga anemia gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. 1997 tentang pemberian tablet besi dengan penambahan vitamin C terhadap perubahan kadar Hb dan ferritin serum membuktikan bahwa pemberian tablet besi dan vitamin C 150 mg. jagung dan tiwul. Hasil penelitian Saidin. Bahan makanan yang mengandung besi hem yang mampu diserap sebanyak 37% sedangkan bahan makanan golongan besi nonhem hanya 5% yang dapat diserap oleh tubuh. penambahan asam askorbat selanjutnya relatif kurang efektif (Hallberg. ayam. Protein memegang peranan esensial dalam mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah. 2003) Vitamin C menghambat pembentukan hemosiderin yang sukar dimobilisasi untuk membebaskan besi bila diperlukan. Sedangkan dengan pemberian vitamin C dalam bentuk bahan makanan (250 g buah pepaya)meningkatkan penyerapan 42 – 54.0% pada bumil dengan makanan pokok beras. Vitamin C berperan dalam memindahkan besi dari transferin di dalam plasma ke ferritin (Almatsier. Pemberian tablet vitamin C 100 mg meningkatkan penyerapan besi 37. 1998). dari darah ke jaringan-jaringan. Hasil penelitian Saidin dan Sukati. 72 . Absorpsi besi dalam bentuk nonhem meningkatkan empat kali lipat bila ada vitamin C. 1 2010 ISSN : 2087-5045 banyak ditemukan dalam makanan nabati. 2003). Penyerapan besi nonhem dapat ditingkatkan dengan kehadiran zat pendorong penyerapan seperti vitamin C dan faktor-faktor pendorong lain seperti daging. ikan (Berdanier. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. 1989). sehingga mudahdiserap dalam pH lebih tinggi dalam duodenum dan usus halus (Almatsier.46.2%. KESIMPULAN Zat besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin. 1 NO.

1 2010 ISSN : 2087-5045 DAFTAR PUSTAKA Almatsier. Pencegahan dan Pengawasan Anemia Defisiensi Besi. A dkk. Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI Tahun 1998. S. Bagian HematologyOnkologi Medik bagian Ilmu Penyakit Dalam. Comparison between time-dependent changes in iron metabolism of rats as induced by marginal deficiency of either vitamin A or iron. Roodenburg. L. Jakarta Departemen Kesehatan RI 1999. Cipto Mangunkusumo. CD 1998.Jenewa. Advanced Nutrition Micronutrients. Sub. CE. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Pedoman Penanggulangan Anemia Gizi di Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). AJC. Am J ClinNutr 49 : p. AC 1994. 154 – 160. by CRC press. Kodyat. massive dose on iron metabolism. Jakarta.453.Jakarta Indonesia Departemen Kesehatan RI 1996.LCC De Maeyer 1993. MW 1995.SCIENTIA VOL. S 2003. Ditjen. Hallberg. Professor. Mekanisme Anemia Defisiensi Besi. Pedoman Pemberian Besi Bagi Petugas. MW et al.755. M. Reksodiputro. L 1989. Food Nutrition.140-4. Berdanier. Interdependence of vitamin A and iron : an Important association for programmess of anemia control Proc Nutr Soc Bloem.443 . Vitamin A Intervention : Short-term effects of a single. Jakarta : Gramedia Bloem. DH Widya Medika. Binkesmas. Am J Clin Nutr (51). Benny. University of Georgia Athens. Fakultas Kedokteran UI. Direktorat Bina Gizi Masyarakat. RS 2005. Yu. Penuntasan Masalah Gizi Kurang. Beynen. Georgia. hal. Rossander.WHO. A. 1 NO. Jakarta hal. 1998. Principles of Nutritional Assessment. Oxford University Press new york. Iron absorption in man : Ascorbic acid and dose dependent inhibition by phytate. Brune. 1990. West. p. oral. Jakarta Gibson. RS Dr. Br J Nutr 73 . Diterjemahkan oleh Ronardy. Haryanto 1994.

Adinegoro/Simp. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah 1 rangkap beserta softcopy (dalam bentuk CD) dikirim ke redaksi. Redaksi berhak merubah naskah tanpa mengurangi isi dan maksud naskah 7. 17 Lubuk Buaya Padang-25173 e-mail : stifi_perintis@yahoo. Daftar Pustaka (kutipan dari buku dengan susunan : nama penulis. Metode Penelitian e. dengan jumlah halaman maksimal 10 halaman kertas ukuran kuarto (A4) dengan spasi ganda. Naskah belum pernah dan tidak akan pernah dipublikasikan pada media lain. baik berupa review maupun sintesis. 1 NO. judul jurnal. tahun. Naskah berupa hasil penelitian atau karya ilmiah dari bidang Ilmu Farmasi dan Kesehatan.SCIENTIA VOL. judul artikel. penerbit. 1 2010 ISSN : 2087-5045 Petunjuk Penulisan Pada Jurnal Scientia 1. Bila naskah dalam bahasa Inggris. Abstrak tidak lebih dari 250 kata yang diketik dengan jarak 1 spasi. 3. 4. nomor halaman) 5. maka abstrak ditulis dalam bahasa Inggris. Tabel dan gambar harus diberi judul dan keterangan yang jelas 6. kota terbit. kutipan dari jurnal dengan susunan : nama penulis. Kalumpang Km. Kesimpulan atau saran g. Pada bagian akhir naskah dicantumkan riwayat hidup penulis 10. nama lengkap penulisan dan lembaga b. ditambah literatur pendukung yang relevan d. Abstrak c. maka abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia. tahun. Hasil dan Pembahasan f. judul buku (tulis tebal). Redaksi berhak menolak naskah yang kurang layak untuk dipublikasikan. Judul. Naskah diketik menggunakan komputer. volume. Nama penulis ditulis lengkap dengan gelar dan lembaga/instansi tempat penulis bekerja 9.com (khusus softcopy) . Sistematika penulisan disusun sebagai berikut : a. sebaliknya bila naskah dalam bahasa Indonesia. Pendahuluan : berisi latar belakang masalah. Naskah & softcopy dapat dikirimkan ke : Alamat : Jl. Naskah akan dikembalikan jika dilengkapi perangko secukupnya 8. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful