P. 1
TUJUAN

TUJUAN

|Views: 225|Likes:
Published by Dek Adi

More info:

Published by: Dek Adi on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2014

pdf

text

original

TUJUAN Memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan yang ada dalam manajemen resiko sesuai dengan taapan-tahapannya

. SASARAN * Menjelaskan pengertian dari manajemen risiko. Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam manajemen risiko. Melaksanakan kegiatan manajemen risiko di tempat kerja. * Mengendalikan risiko di tempat kerja dengan menggunakan prinsip manajemen risiko. DEFINISI BAHAYA Sesuatu/sumber yang berpotensi menimbulkan cedera/kerugian (manusia, proses, properti dan lingkungan Faktor internal yang menjadikan konsekuensi Konsekuensi = Hazard x exposure. Exposure = konsentrasi x lama pemajanan. Tidak akan menjadi risiko jika tidak ada pemajanan. DEFINISI Risiko/Risk Kesempatan untuk terjadinya cedera/kerugian dari suatu bahaya, atau kombinasi dari kemungkinan dan akibat risiko Mempunyai 2 dimensi/parameter yaitu Probability dan Konsekuensi Risiko = Probability x Konsekuensi Risiko = Prob x Hazard x Konsentrasi x lama KOMPONEN Risiko/Risk Variasi individu yang berhubungan dengan kerentanan Jumlah manusia yang terpajan. Frekuensi pemajanan. Derajat risiko individu. Kemungkinan pengendalian bahaya. Kemungkinan untukmencapai tingkat yang aman. Aspek finansial individu Pendapat masyarakat dan Tanggung jawab sosial. DEFINISI Analisa Risiko/Risk Analysis Kegiatan analisa suatu risiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan/probability dan tingkat keparahan dari akibat/consequences suatu risiko. Penilaian Risiko/Risk Assessment Penilaian suatu risiko dengan cara membandingkannya terhadap tingkat atau karena risiko yang telah ditetapkan. DEFINISI Manajemen Risiko Penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen, prosedur dan akitivitas dalam kegiatan

Lingkungan Proses. LINGKUNGAN KERJA. ALAT/MESIN. Lainnya?? Klasifikasi Bahaya * Bahaya di lingkungan kerja dapat didefinisikan sebagai segala kondisi yang dapat memberi pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau kesejahteraan orang yang terpajan. Reputasi. Internal dan eksternal unit * Konteks Organisasi : Ass. PRODUK Terget yang mungkin terkena/terpengaruh sumber bahaya : Manusia . penanganan dan pemantauan serta review risiko. IDENTIFIKASI BAHAYA Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses : Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera/loss ? Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya ? Bagaimana mekanisme cedera/loss dapat timbul? Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera? Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari : BAHAN / MATERIAL. PROSES. PEMANTAPAN KONTEKS * Konteks Strategik : Ass. dll) * Konteks Pengelolaan Risiko : Ass. METODE KERJA.identifikasi bahaya. Fisika. Biologi. Peralatan/fasilitas. penilaian. CARA KERJA. finansial. analisa. Produk. Thd Manajemen & Organisasi Manajemen melibatkan dalam pengambilan keputusan Terkait dengan kebijakan organisasi secara keseluruhan Terkait dengan alokasi sumber daya (personil. Terhadap ruang lingkup yg lebih besar s/d pemerintah. * Faktor bahaya di lingkungan kerja meliputi faktor Kimia. Fisiologi dan Psikologi BAHAYA KIMIA * .

ozone. fibre-reactive dyes. nickel.Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh: o Pernapasan ( inhalation ). turpentine. Kulit.bromine. amonia. epoxy hardeners. fosfor. peradangan dan oedema ( bengkak ) * Contoh : o Kulit : asam. Asfiksiasi * Asfiksian yang sederhana adalah inert gas yang mengencerkan atmosfer yang ada. logam seperti chromium atau nickel. alkaline dusts. Korosi * Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak.pelarut. silo. helium . * Contoh : konsentrat asam dan basa . Iritasi kulit bisa menyebabkan reaksi seperti eksim atau dermatitis. hydrogen. phosgene. * Asfiksian kimia mencegah transport oksigen dan oksigenasi normal pada darah atau mencegah oksigenasi normal pada kulit. o Pernapasan : aldehydes.5% volume udara. atau tambang bawah tanah.kronis atau kedua-duanya. o Pernapasan : isocyanates. mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. misalnya pada kapal. * Contoh : o Asfiksian sederhana : methane. basa. Iritasi pada alat-alat pernapasan yang hebat dapat menyebabkan sesak napas. Reaksi Alergi * Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ pernapasan * Contoh : o Kulit : colophony ( rosin). ethane. o Kulit (skin absorption ) o Tertelan ( ingestion ) * Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut. Konsentrasi oksigen pada udara normal tidak boleh kurang dari 19. formaldehyde. minyak . nitrogen dioxide. Iritasi * Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. chlorine . formaldehyde.

Organic mercury compounds. hydrogen cyanide. carbon tetrachloride. beryllium Efek Reproduksi * Bahan-bahan beracun mempengaruhi fungsi reproduksi dan seksual dari seorang manusia. Racun Sistemik * Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh. . Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi organisme viable. benzidine (kanker kandung kemih ).arsenic. carbonmonoxide. nitrobenzene.o Asfiksian kimia : carbon monoxide. o Kemungkinan karsinogen pada manusia : formaldehyde. protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi.carbon disulphide o Sistem pembentukan darah : benzene. thalidomide.mercury. lead. asbestos (kanker paru-paru .chlorinated hydrocarbons o Paru-paru : silica. mesothelioma). * Kemungkinan karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas sudah terbukti menyebabkan kanker pada hewan .lead. lead. jamur. dichromates. monomethyl dan ethyl ethers dari ethylene glycol. manganese o Sistem syaraf peripheral : n-hexane. mercury.asbestos. * Contoh : o Otak : pelarut. pelarut. * Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu yang menyebabkan infeksi dan non-infeksi. bakteri. racun biogenik dan alergi biogenik. carbondisulphide. * Perkembangan bahan-bahan racun adalah faktor yang dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan orang yang terpapar.ethylene glycol ethers o Ginjal : cadmium. * Contoh : o Manganese.mercury.lead. sebagai contoh :aborsi spontan. debu batubara ( pneumoconiosis ) BAHAYA BIOLOGI * Bahaya biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus. 2naphthylamine. vinylchloride ( liver angiosarcoma). * Contoh : o Terbukti karsinogen pada manusia : benzene ( leukaemia). hidrogen sulphide Kanker * Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia.

* Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi. spora dan mycotoxins. tetanus. penjaga binatang. * Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain : jumlah energi bunyi. kelembapan dan media dimana mereka tumbuh. bakery. psittaci Organisme viable dan racun biogenic. juga dijumpai di bioteknologi ( enzim. Pekerja yang beresiko: pekerja pada silo bahan pangan. * Organisme viable termasukdi dalamnya jamur. * Pada orang yang sensitif. dll. bulu. * Kebisingan dapat menghasilkan efek akut seperti masalah komunikasi. distribusi frekuensi. * Pajanan kebisingan yang tinggi (biasanya >85 dBA) pada jangka waktu tertentu dapat menyebabkan . * Contoh : Byssinosis.: pekerja di rumah sakit. aflatoxin dan bakteri. * Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang.Bahaya infeksi * Penyakit akibat kerja karena infeksi relatif tidak umum dijumpai. * Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu.l. BAHAYA FISIKA Kebisingan * Kebisingan dapat diartikan sebagai segala bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi. chlamydia.Legionnaire s disease Alergi Biogenik * Termasuk didalamnya adalah: jamur. anthrax. * Contoh : o Occupational asthma : wool. dan lama pajanan. dokter hewan dll. enzim. brucella. pemajanan alergen dapat menimbulkan gejala alergi seperti rinitis. conjunctivitis atau asma. proses pengolahan kayu . tuberculosis. salmonella. pekerja pada sewage & sludge treatment. pembuatan obat. butir gandum. yang pada akhirnya mengganggu job performance tenaga kerja. animal-derived protein. laboratorium. kertas. vaksin dan kultur jaringan). grain fever . rambut dari bulu dan protein dari urine dan feaces binatang. tepung bawang dsb. turunnya konsentrasi. Pekerja yang potensial mengalaminya a. jurumasak. Racun biogenik termasuk endotoxins. Contoh : Hepatitis B.

berkurangnya kemampuan melihat. forklift truck. laser. pembedahan . meningkatkan housekeeping. visible radiation. * Keuntungan pencahayaan yang baik : meningkatkan semangat kerja. * BAHAYA PSIKOLOGI . pneumatic tools. o Radiasi Inframerah : furnacesn/ tungku pembakaran o Laser : komunikasi. produktivitas. * Radiasi infra merah dapat menyebabkan katarak. Pencahayaan ( Illuminasi ) * Tujuan pencahayaan : o Memberi kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan o Memberi lingkungan kerja yang aman * Efek pencahayaan yang buruk: mata tidak nyaman. lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. * Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. kenyamanan lingkungan kerja. Pekerjaan manual menggunakan powered tool berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai Raynaud s phenomenon atau vibration-induced white fingers (VWF). sakit kepala. dll. * Contoh : o Radiasi ultraviolet : pengelasan. * Medan elektromagnetik tingkat rendah dapat menyebabkan kanker. mengurangi kecelakaan kerja. dan menyebabkan kecelakaan.tuli yang bersifat sementara maupun kronis. amplitudo. medan elektromagnetik (microwave dan frekuensi radio) . * Tuli permanen adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak di klaim . * Contoh : Pengolahan kayu. Radiasi Non Mengion * Radiasi non mengion antara lain : radiasi ultraviolet. mata lelah. chain saws. Getaran * Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi. * Laser berkekuatan besar dapat merusak mata dan kulit. inframerah. mengurangi kesalahan. * Contoh : Loaders. metal. tekstil. * Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang.

Data-data statistik ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO Peluang (Probability) : Yaitu kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian ketika terpapar dengan suatu bahaya. BAHAYA FISIOLOGI Pembebanan Kerja Fisik * Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim. Beberapa metode/tehnik tersebut antara lain : Inspeksi . tekanan darah tinggi. TEHNIK IDENTIFIKASI BAHAYA Banyak alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. gangguan pencernaan. Peluang tersengat listrik. Peluang supir menabrak ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO Akibat (Consequences) Yaitu tingkat keparahan/kerugian yang mungkin terjadi dari suatu kecelakaan/loss akibat bahaya yang . gangguan kepribadian. Audit. Kuesioner . ketagihan alkohol dan psikotropika. gelisah. parameter praktis yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja. beban untuk tenaga Indonesia adalah 40 kg. asma bronkial. penyimpangan seksual. * Pembebanan tidak melebihi 30 .Stress * Stress adalah tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan atasnya. maka hal ini dinamakan stress. Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beban maksimum tersebut harus disesuaikan. * Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit. sosial ekonomi dan derajat kesehatan. Peluang untuk tertusuk jarum.40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam jangka waktu 8 jam sehari. * Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas. Peluang orang jatuh karena melewati jalan licin. Pemantauan/survey. * Berdasarkan hasil beberapa observasi. penyakit kulit seperti eksim. luka usus besar. Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan. gangguan pernapasan. * Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain : jantung koroner.dll.

lingkungan. Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka organisasi perlu memastikan bahwa monitoring terus dilakukan terhadap risiko itu. Hal ini bisa terkait dengan manusia. fasilitas. dll PENANGANAN RISIKO Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan apakah risiko tersebut masih bisa diterima (acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh suatu organisasi Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka organisasi harus menetapkan bagaimana risiko tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya paling minimum/sekecil mungkin. frekuensi. dll ANALISA RISIKO Ada 3 cara dalam penilaian risiko yaitu : Kualitatif. Perawatan medis. survey/pemantauan. Analisa terhadap nilai peluang atau akibat dilakukan dengan beberapa metode seperti : analisa statistik. model komputer. Risiko yang bisa diterima Menentukan suatu risiko dapat diterima akan tergantung kepada penilaian/pertimbangan dari suatu organisasi berdasarkan : Tindakan pengendalian yang telah ada Sumber daya (finansial. Semi kuantitatif. simulasi. dll Contoh : Fatality atau kematian. dll) Regulasi/standard yang . Cacat. SDM. Kuantitatif Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif. P3K ACUAN DALAM PENILAIAN RISIKO Agar penilaian yang kita lakukan seobjective mungkin maka perlu mengumpulkan informasi sebelum menilai resiko dari suatu akitivitas : Informasi tentang suatu aktivitas (durasi.ada. properti. Literature Benchmark pada industri sejenis Penilaian pihak spesiality/tenaga ahli. lokasi dan siapa yang melakukan Tindakan pengendalian risiko yang telah ada Peralatan/mesin yang digunakan untuk melakukan aktivitas Bahan yang dipakai serta sifat-sifatnya (MSDS) Data statistik kecelakaan/penyakit akibat kerja (internal & eksterbal) Hasil studi. perbedaannya pada metode ini uraian/deskripsi dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai/skore tertentu ANALISA KUANTITATIF Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data-data yang representatif . fault tree analysis.

Bentuk tindakan penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut : Hindari risiko. Pelatihan karyawan Alat Pelindung Diri ( APD ) : Helmet. Ear plug/muff. Transfer risiko dan Terima risiko Hirarki Pengendalian Risiko K3 Eliminasi : Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya Substitusi : Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pastaProses menyapu diganti dengan vakum Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan Rekayasa Teknik : Pemasangan alat pelindung mesin (mechin guarding) Pemasangan general dan local ventilationPemasangan alat sensor otomatis Pengendalian Administratif : Pemisahan lokasi. Berbagai faktor. Bank Danamon dengan sengaja dan konsisten mengambil risiko keuangan dengan penuh perhitungan dan terkendali. Pada sebagian besar bisnisnya. Kurangi/minimalkan risiko. berpengaruh terhadap kinerja Bank. Safety Shoes. Pembentukan sistem kerja. diantaranya ada yang diluar kendali Bank. . Pergantian shift kerja.berlaku Rencana keadaan darurat Catatan : walau suatu risiko masih dapat diterima tapi tetap harus dipantau/dimonitor PENANGANAN RISIKO Bila suatu risiko tidak dapat diterima maka harus dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak menimbulkan kecelakaan/kerugian. Safety goggles PEMANTAUAN DAN TINJAUAN ULANG Setelah rencana tindakan pengendalian risiko dilakukan maka selanjutnya perlu dipantau dan ditinjau ulang apakah tindakan tersebut sudah efektif atau belum Ada banyak risiko yang dihadapi di pasar dimana Bank Danamon beroperasi.

Risiko Kredit. Prioritas utama adalah kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia. meliputi strategi risiko yang terdefinisi dengan baik. hukum dan peraturan lainnya yang relevan. Penelaahan lebih lanjut dilakukan oleh Audit Internal. Ini memerlukan proses pengelolaan risiko yang proaktif. bunga atau kewajiban lainnya kepada bank. Batasan portofolio mempertimbangkan rencana bisnis dan kemampuan perusahaan. tanggung jawab. guna mengantisipasi penerapan Basel II di Indonesia.manajemen yang berwenang memberikan kredit. wewenang dan jenjang pendelegasian yang jelas. Proses Control Manajemen Resiko Operasional . Fungsi manajemen risiko kredit di setiap lini bisnis adalah memastikan adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara . sistematik dan berdisiplin.Bank meyakini Enterprise Risk Management sebagai pendekatan untuk mengelola semua risiko. Risiko lainnya seperti Risiko Reputasi. penjaminan. struktur dewan yang tepat dan komite kerja yang aktif dengan peran. Kisaran tersebut ditentukan berdasarkan batasan (limit) portofolio bank secara keseluruhan maupun secara terpisah untuk setiap lini bisnis. Manajemen menggunakan pendekatan pengelolaan risiko menyeluruh berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang baik. hingga batasan yang ditentukan berdasarkan pengalaman dan catatan historis masing-masing serta karakteristik bisnis . profitabilitas produk serta perkiraan kerugian kredit. yang diperkirakan tercapai pada tahun 2007. Manajemen risiko ditelaah berdasarkan indikator kinerja utama yang disebarluaskan melalui manual dan dokumentasi kebijakan serta dinilai dan diaudit secara independen. Risiko Pasar. pemeliharaan dan penagihan atas semua kredit. Kami sedang menuju kepada penerapan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Basel II. Manajemen Risiko Kredit Bank Danamon mengacu pada praktek internasional yang biasa dikenal dengan ³best practices´ dalam bidang Pengelolaan Risiko Kredit.dan Grup Pengelolaan Risiko Terintegrasi yang menilai setiap kredit secara mandiri dan teratur. Budaya integrated atau Enterprise Risk Management diterapkan dengan tegas di seluruh bagian Bank. Risiko Kepatuhan dikelola sebagai bagian dari Risiko Operasional. kondisi ekonomi. industri atau konsentrasi dan kecenderungan lainnya. Risiko ini dikelola dengan menetapkan kebijakan dan prosedur yang mencakup pembentukan. Risiko Likuiditas dan Risiko Operasional. Pendefinisian Risiko dan Metode Risiko yang melekat dalam operasional bank sehari-hari dirangkum dalam sejumlah kategori berikut ini: Risiko Kredit didefinisikan sebagai kemampuan debitur membayar kembali pokok. Risiko Hukum. yang mencakup semua risiko di semua aktivitas . guna memastikan bahwa profil risiko berada dalam kisaran yang dapat diterima.

48 WIB (Vibizmanagement . dan harus menyetujui dan mereview secara periodik kerangka manajemen risiko operasional bank. Dewan dan Manajemen senior harus mempromosikan budaya organisasi yang membangun melalui tindakan dan kata-kata harapan integritas untuk semua pegawai dalam melakukan bisnis bank. Kerangka kerja harus juga menyatakan proses kunci yang dibutuhkan perusahaan yang harus ada untuk mengelola risiko operasional. Dewan harus menyediakan tuntunan yang jelas bagi manajer senior dan arahan yang menyangkut prinsip-prinsip yang mendasari kerangka kerja tersebut dan menyetujui kebijakan-kebijakan yang berhubungan yang dikembangkan oleh manajer senior.Quality) . dan mengendalikan (control/mitigate) risiko operasional. menilai. monitor dan kontrol/mitigasi risiko. Harus ada pemisahan tanggung jawab dan lini pelaporan antara fungsi kontrol risiko operasional. Kerangka harus memberi definisi risiko operasional menyeluruh pada perusahaan dan menentukan standar untuk mengidentifikasi.Oleh : Palimirma Rabu. Tingkatan kesulitan dan kecanggihan dari kerangka kerja manajemen risiko operasional bank harus selaras dengan profil risiko bank. menilai. sebagai pimpinan tertinggi organisasi harus memastikan bahwa . dan pelaporan. dan tindakan dimana risiko operasional dialihkan kepihak lain diluar bank. termasuk tingkatan. Prinsip 2: Board of directors. Yang akan dihadapi adalah timbulnya peningkatan resiko-resiko yang lain secara tajam (drastis) dan diakhiri dengan terjadinya menurunnya performance / profit suatu organisasi. Harus juga termasuk kebijakan yang secara garis besar pendekatan bank untuk melakukan identifikasi. seperti yang dinyatakan dalam kebijakan mengenai manajemen risiko dan prioritas bank terhadap aktivitasaktivitas manajemen risiko operasional. Manajemen risiko operasional sangat efektif jika budaya bank mendorong standar tingkah laku etis yang tinggi di semua tingkatan bank.Apa akibatnya apabila kita gagal memahami dan mengendalikan risiko operasional. sebagai pimpinan tertinggi organisasi harus menyadari aspek utama risiko operasional bank yang harus dikelola. memonitor. Dewan Direksi dan Manajemen Senior bertanggung jawab menciptakan budaya organisasi yang menempatkan prioritas tinggi pada pengendalian operasional yang efektif dan kepatuhan pada pengendalian operasional yang sehat. lini bisnis dan fungsi pendukung untuk menghindari benturan kepentingan. Karena aspek yang penting dalam mengelola risiko operasional berhubungan dengan kekuatan pengendalian intern. akuntabilitas. Prinsip-prinsip yang harus dijalankan supaya suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku dan meminimasi resiko operasional dan resiko-resiko yang lain adalah seperti yang dijelaskan sbb: Prinsip 1: Board of director. seperti yang terlihat pada transaksi dan aktivitas bank akhir-akhir ini. Di sini dewan harus harus menyetujui implementasi kerangka kerja keseluruhan yang secara jelas mengelola risiko operasional sebagai suatu risiko tersendiri untuk kesehatan dan kekuatan bank. Kerangka kerja harus mencakup selera dan toleransi risiko operasional buat bank. 08 Juni 2011 16. oleh karenanya sangat penting bagi Dewan menetapkan kejelasan lini tanggung jawab manajemen.

tetapi tidak boleh memiliki tanggung jawab manajemen risiko operasional secara langsung. Bank harus memiliki cakupan internal audit yang memadai untuk verifikasi kebijakan dan prosedur operasi telah diimplementasikan secara efektif. Dewan harus memastikan independensi audit tetap terjaga. Lebih lagi. senior manajemen harus secara jelas memberikan otoritas. Fungsi audit mungkin akan menyediakan masukan yang bernilai untuk mereka yang bertanggung jawab pada manajemen risiko operasional. Manajemen harus menerjemahkan kerangka kerja manajemen risiko operasional yang dikembangkan oleh Dewan Direksi dalam kebijakan. proses. manajemen senior harus menilai kesesuaian proses pengawasan manajemen yang sesuai dengan risiko yang terkandung dalam kebijakan bisnis unit. Walaupun fungsi audit terlibat dalam pengawasan kerangka kerja manajemen risiko operasional. Komite menyadari fungsi audit pada beberapa bank (khususnya bank yang lebih kecil) mungkin akan memiliki tanggung jawab awal untuk mengembangkan program manajemen risiko operasional. Sementara level manajemen masing-masing bertanggung jawab untuk kesesuaian dan keefektifan kebijakan.Manajemen senior harus memastikan bahwa staff yang bertanggung jawab untuk mengelola risiko operasional berkomunikasi secara efektif dengan staff yang bertanggung jawab mengelola risiko kredit. pasar dan lainnya. kemampuan teknis dan akses kepada sumber daya. Manajemen senior harus memastikan bahwa aktivitas bank telah dilakukan oleh staff yang kompeten dengan pengalaman yang memadai. Jika hal itu terjadi. Dalam praktiknya. Manajemen senior harus bertanggung jawab untuk pengembangan kebijakan.ada audit reguler terhadap kerangka manajemen risiko operasional yang dilakukan oleh tim internal yang independen dan kompeten (yaitu independen dari tim risiko operasional ± biasanya fungsi internal audit). proses dan prosedur untuk mengelola risiko operasional pada bank. Independensi ini mungkin akan ternodai jika fungsi audit terlibat langsung dalam proses manajemen risiko operasional. Prinsip 3: Manajemen senior harus bertanggung jawab untuk implementasi kerangka manajemen risiko operasional yang disetujui oleh board of director. juga dengan mereka yang dalam perusahaan bertanggung jawab untuk mengadakan layanan eksternal seperti pembelian asuransi dan perjanjian-perjanjian dengan outsourcing. prosedur dan kontrol dalam cakupannya. proses dan prosedur yang spesifik yang dapat diimplementasikan dan diverifikasi dalam unit bisnis yang berbeda. Dewan (baik langsung atau tidak langsung melalui komite auditnya) harus memastikan bahwa cakupan dan frekwensi program audit telah sesuai dengan eksposur risiko. Manajemen senior harus memastikan bahwa kebijakan penggajian telah konsisten dengan selera risiko. dan memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan telah tersedia untuk mengelola risiko operasional secara efektif. Kebijakan penggajian yang justru memberi penghargaan kepada staff yang menyimpang dari kebijakan (contohnya melampaui limit yang telah ditetapkan) akan melemahkan proses . Kealpaan melakukan hal itu akan mengakibatkan kesenjangan yang besar atau tumpang tindih dalam program manajemen risiko keseluruhan. tanggung jawab dan hubungan pelaporan untuk memajukan dan memelihara akuntabilitas. bank harus menyadari bahwa tanggung jawab sehari-hari dalam mengelola risiko operasional akan dialihkan kepihak lain dalam waktu yang tepat. Audit harus secara berkala memvalidasi kerangka kerja manajemen risiko operasional perusahaan telah diimplementasikan secara eketif di seluruh bagian dalam perusahaan.

. Penilaian risiko yang efektif membuat bank menyadari dengan lebih baik profil risikonya dan secara sangat efektif sumber daya-sumber daya tujuan manajemen risiko. fungsi organisasi atau alur proses dipetakan dalam type risiko. Scorecards. bank harus menilai kerapuhan pada risiko-risiko ini. aktivitas. Kebijakan. Selain itu sebagai langkah untuk mengendalikan resiko operasional adalah dengan Operasional Risk Mapping: dalam proses ini. juga kontrol-kontrol untuk mitigasinya. antara lain: Saat ini bank dinilai lemah di dalam menjalankan aktivitas operasionalnya sehingga memiliki potensial resiko operasional yang cukup besar. karakteristik aktivitas bank. Indikator-indikator ini mungkin termasuk jumlah kegagalan perdagangan. proses dan prosedur yang berhubungan dengan teknologi maju yang mendukung transaksi dalam jumlah yang besar. khususnya. perubahan organisasi. seringkali berhubungan dengan finansial. Indikatorindikator ini cenderung dikaji berkala (mungkin bulanan atau kuartalan) untuk mengingatkan bank pada perubahan indikasi yang menjadi perhatian risiko. Identifikasi risiko yang efektif mempertimbangkan faktor internal (seperti struktur bank. berbagai unit bisnis. Scorecards mungkin digunakan oleh bank untuk mengalokasikan modal ekonomis (economic capital) pada berbagai lini bisnis dalam hubungan dengan kinerja dalam pengelolaan dan kontrol berbagai aspek risiko operasional. Berbagai perangkat yang mungkin digunakan untuk melakukan identifikasi dan penilaian risiko operasional. perputaran staf) dan faktor eksternal (seperti perubahan dalam industri dan kemajuan teknologi) yang dapat mempengaruhi secara buruk pencapaian tujuan bank. proses dan sistem. sebagai contoh. tingkat perputaran karyawan dan frekwensi dan/atau dampak kesalahan dan kelalaian. Sebagai tambahan. Risk Indicators: Adalah indikator risiko adalah statistik dan atau metrik. Perhatian khusus juga harus diberikan pada kualitas kontrol dokumentasi dan praktik penanganan transaksi.manajemen risiko bank. menyediakan cara menerjemahkan penilaian kualitatif menjadi metric kuantitatif yang memberikan peringkat berbagai tipe eksposur risiko operasional. Prinsip 4 : Identifikasi dan menilai risiko operasional yang terkandung di dalam semua produk. Nilai tertentu mungkin berhubungan dengan risiko yang hanya ada pada lini bisnis tertentu sementara lainnya mungkin memeringkat risiko yang ada pada beberapa lini bisnis. Oleh karena itu dibutuhkan Self ± or Risk Assesment untuk membantu melakukan pengendalian terhadap resiko oeprasional. yang dapat menyediakan pengertian tentang posisi risiko bank. Latihan ini dapat mengungkapkan area-area yang lemah dan menolong membuat prioritas tindakan manajemen selanjutnya. Identifikasi risiko adalah kaki bukit dari pengembangan berkelanjutan monitor dan sistem kontrol risiko operasional yang bisa dilakukan. Nilai mungkin menunjukkan risiko inheren. harus didokumentasikan dan disebarluaskan kepada orang yang relevan. Proses ini digerakkan dari internal dan seringkali dalam bentuk checklist (daftar pertanyaan) dan/atau lokakarya (workshop) untuk melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan lingkungan risiko operasional. untuk melakukan identifikasi potensi risiko terburuk. kualitas SDM bank. Sebagai tambahan.

Akan tetapi bentuk ini tidak memungkinkan untuk menghitung risk exposure. Akan tetapi. Sebuah pendekatan yang lebih baik dan populer adalah memberikan skor pada likelihood dan impact dengan skala tertentu misal 1-10. medium atau low. Jika suatu resiko kemungkinan besar akan terjadi diberi skor 10. Dalam hal ini risk exposure akan menyatakan besarnya biaya yang diperlukan berdasarkan perhitungan analisis biaya manfaat.Wednesday. Beberapa resiko sering terjadi (salah satu anggota tim sakit sehingga tidak bisa bekerja selama beberapa hari). Beberapa manajer resiko mempergunakan sebuah metode penilaian yang sederhana untuk menghasilkan ukuran yang kuantitatif pada saat mengevaluasi masing-masing resiko. December 12. (misal resiko keterlambatan penyerahan software). usaha yang dilakukan untuk medapatkan sebuah estimasi kuantitatif yang baik akan menghasilkan pemahaman yang mendalam dan bermanfaat atas terjadinya suatu permasalahan. akan tetapi kebanyakan manajer resiko akan berusaha untuk memberikan skor yang lebih bermakna. Akan tetapi. menghabiskan waktu dan biaya. subyektif . . karena tanpa ini sulit untuk membandingkan atau meranking resiko tersebut untuk berbagai keperluan. sedangkan jika kecil jika kemungkinan terjadinya kecil maka akan diberi nilai 1. 2007 ANALISIS RESIKO Setelah diketahui bahwa resiko dapat mempengaruhi pengembangan maka diperlukan cara untuk menentukan tingkat kepentingan dari masing-masing resiko. Sementara itu resiko lainnya jarang terjadi (misal kerusakan perangkat keras yang dapat mengakibatkan sebagian program hilang). Probabilitas terjadinya resiko sering disebut dengan risk likelihood. Risk exposure untuk berbagai resiko dapat dibandingkan antara satu dengan lainnya untuk mengetahui tingkat kepentingan masing-masing resiko. sedangkan dampak yang akan terjadi jika resiko tersebut terjadi dikenal dengan risk impact dan tingkat kepentingan resiko disebut dengan risk value atau risk exposure. Risk value dapat dihitung dengan formula : risk exposure = risk likelihood x risk impact Idealnya risk impact diestimasi dalam batas moneter dan likelihood dievaluasi sebagai sebuah probabilitas. Beberapa resiko secara relatif tidak terlalu fatal (misal resiko keterlambatan penyerahan dokumentasi) sedangkan beberapa resiko lainnya berdampak besar. Penilaian likelihood dan impact dengan skala 1-10 relatif mudah. Beberapa manajer memberikan kategori pada likelihood dan impact dengan high. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan beberapa pengukuran yang kuantitatif untuk menilai risk likelihood dan risk impact. estimasi biaya dan probabilitas tersebut sulit dihitung. misal skor likelihood 8 akan dipertimbangkan dua kali likelihood dengan skor 4.

dapat diukur dengan skor yang serupa. Tabel. Estimasi nilai likelihood dan impact dari masing-masing usaha tersebut akan menentukan nilai risk exposure. · Biaya yang tidak terlihat pada beberapa komponen kualitas atau fungsionalitas sistem. · Biaya yang berlebihan dikarenakan harus menambah sumber daya atau dikarenakan mempergunakan sumber daya yang lebih mahal. Untuk itu harus melibatkan beberapa biaya potensial seperti : · Biaya yang diakibatkan keterlambatan penyerahan atas jadwal yang sudah ditentukan. Setelah risk exposure dapat dihitung maka resiko dapat diberi prioritas high . Perhatikan bahwa resiko yang bernilai tertinggi tidak selalu akan menjadi resiko yang pasti terjadi maupun akan menjadi resiko dengan potensi impact yang terbesar. Tabel 1 ± Contoh evaluasi nilai risk exposure Prioritas Resiko Pengelolaan resiko melibatkan penggunaan dua strategi : · Risk exposure dapat dikurangi dengan mengurangi likelihood atau impact · Pembuatan rencana kontingensi berkaitan dengan kemungkinan resiko yang akan terjadi. . harus dimasukkan pada perhitungan total risk dari proyek tersebut.1 berikut ini memperlihatkan contoh hasil evaluasi nilai resiko. Sembarang usaha untuk mengurangi sebuah risk exposure atau untuk melaksanakan sebuah rencana kontingensi akan berhubungan dengan biaya yang berkaitan dengan usaha tersebut. medium atau low sesuai dengan besar kecilnya nilai risk exposure.Hasil pengukuran impact . Merupakan hal yang penting untuk menjamin bahwa usaha ini dilaksanakan dengan cara yang paling efektif dan diperlukan cara untuk memprioritaskan resiko sehingga usaha yang lebih penting dapat menerima perhatian yang lebih besar.

yang harus diperhitungkan pada saat menentukan prioritas resiko. Untuk itu perlu dibatasi ukuran daftar prioritas. Pertimbangkan resiko pada tabel 1. Dalam hal ini maka beberapa resiko tersebut perlu dianggap sebagai satu resiko. Untuk resiko lainnya perlu dilakukan perbandingan antara biaya yang diperlukan dengan benefit yang diperoleh dengan mengurangi resiko tersebut. Kepercayaan terhadap penilaian resiko Beberapa penilaian risk exposure relatif kurang. nilai exposure yang terlalu berjauhan akan mampu untuk membedakan antara resiko tersebut. R1 dan R6 mempunyai nilai exposure yang rendah sehingga dapat dikelompokan pada prioritas rendah. Risk reduction cost harus dinyatakan dengan unit yang sama . Akan tetapi risk exposure akan memungkinkan kita untuk memperoleh suatu ranking sesuai dengan kepentingannya.Risk exposure yang berdasarkan pada metode penilaian perlu diberikan beberapa perhatian. R3 dan R4 merupakan resiko yang paling penting dan kita dapat mengklasifikasikannya dengan high risk. Pada kasus ini. yang suatu saat dapat dikenali. R2 dan R5 mempunyai skor yang hampir sama dan dapat dikelompok pada resiko dengan prioritas medium. Jumlah Resiko Perlu batas jumlah resiko yang dapat dipertimbangkan secara efektif dan dapat diambil tindakannya oleh seorang manajer proyek. Dua resiko lainnya. Untuk diperlukan investigasi lebih lanjut sebelum tindakan diambil. dapat dikurangi atau dicegah segera dengan biaya atau usaha yang sedikit tanpa menganggap nilai resikonya. secara umum ada beberapa faktor lain. Dalam kenyataannya. Penggabungan Resiko Beberapa resiko saling bergantung dengan lainnya. Biaya Tindakan Beberapa resiko. Hasil evaluasi pada tabel 1. kita tidak bisa mengintepretasikan nilai risk exposure secara kuantitatif disebabkan nilai tersebut didasarkan pada metode penilaian yang non-cardinal. tidak memperlihatkan resiko R5 adalah dua kali lebih penting dibandingkan R6. contoh. REafter adalah nilai risk exposure yang diharapkan setelah diambil tindakan dan risk reducation cost (RRC) adalah biaya untuk implementasi tindakan pengurangan resiko. Pada kasus kedua. Satu metode untuk melaksanakan perhitungan ini adalah dengan menghitung risk reduction leverage (RRL) dengan mempergunakan persamaan sebagai berikut: REbefore adalah nilai risk exposure semula. Tingkat kepentingan yang berbeda dapat membedakan antara skor exposure satu dan dua ini dengan exposure tertinggi berikutnya yaitu R2. selain nilai risk exposure.

. Jika nilai yang diharapkan ternyata lebih besar maka RRL yang lebih besar memperlihatkan bahwa kita perlu berharap untuk meningkatkan rencana pengurangan resiko disebabkan reduksi risk exposure yang diharapkan lebih besar dibandingkan dengan biaya rencana.dengan nilai resiko yaitu nilai moneter yang diperlukan atau dengan nilai skor.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->