TUJUAN Memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan yang ada dalam manajemen resiko sesuai dengan taapan-tahapannya

. SASARAN * Menjelaskan pengertian dari manajemen risiko. Menyebutkan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam manajemen risiko. Melaksanakan kegiatan manajemen risiko di tempat kerja. * Mengendalikan risiko di tempat kerja dengan menggunakan prinsip manajemen risiko. DEFINISI BAHAYA Sesuatu/sumber yang berpotensi menimbulkan cedera/kerugian (manusia, proses, properti dan lingkungan Faktor internal yang menjadikan konsekuensi Konsekuensi = Hazard x exposure. Exposure = konsentrasi x lama pemajanan. Tidak akan menjadi risiko jika tidak ada pemajanan. DEFINISI Risiko/Risk Kesempatan untuk terjadinya cedera/kerugian dari suatu bahaya, atau kombinasi dari kemungkinan dan akibat risiko Mempunyai 2 dimensi/parameter yaitu Probability dan Konsekuensi Risiko = Probability x Konsekuensi Risiko = Prob x Hazard x Konsentrasi x lama KOMPONEN Risiko/Risk Variasi individu yang berhubungan dengan kerentanan Jumlah manusia yang terpajan. Frekuensi pemajanan. Derajat risiko individu. Kemungkinan pengendalian bahaya. Kemungkinan untukmencapai tingkat yang aman. Aspek finansial individu Pendapat masyarakat dan Tanggung jawab sosial. DEFINISI Analisa Risiko/Risk Analysis Kegiatan analisa suatu risiko dengan cara menentukan besarnya kemungkinan/probability dan tingkat keparahan dari akibat/consequences suatu risiko. Penilaian Risiko/Risk Assessment Penilaian suatu risiko dengan cara membandingkannya terhadap tingkat atau karena risiko yang telah ditetapkan. DEFINISI Manajemen Risiko Penerapan secara sistematis dari kebijakan manajemen, prosedur dan akitivitas dalam kegiatan

Thd Manajemen & Organisasi Manajemen melibatkan dalam pengambilan keputusan Terkait dengan kebijakan organisasi secara keseluruhan Terkait dengan alokasi sumber daya (personil. METODE KERJA. PRODUK Terget yang mungkin terkena/terpengaruh sumber bahaya : Manusia . Fisiologi dan Psikologi BAHAYA KIMIA * . CARA KERJA. Peralatan/fasilitas. IDENTIFIKASI BAHAYA Tahap pertama dalam kegiatan manajemen risiko dimana kita melakukan identifikasi bahaya yang terdapat dalam suatu kegiatan atau proses : Ada tiga pertanyaan yang dapat dipakai sebagai panduan Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera/loss ? Target apa saja yang terkena/terpengaruh bahaya ? Bagaimana mekanisme cedera/loss dapat timbul? Apakah ada sumber untuk menimbulkan cedera? Sumber bahaya ditempat kerja dapat berasal dari : BAHAN / MATERIAL. analisa. PROSES. Internal dan eksternal unit * Konteks Organisasi : Ass. dll) * Konteks Pengelolaan Risiko : Ass. Terhadap ruang lingkup yg lebih besar s/d pemerintah.identifikasi bahaya. PEMANTAPAN KONTEKS * Konteks Strategik : Ass. ALAT/MESIN. Produk. * Faktor bahaya di lingkungan kerja meliputi faktor Kimia. penilaian. Fisika. Biologi. Reputasi. finansial. LINGKUNGAN KERJA. Lainnya?? Klasifikasi Bahaya * Bahaya di lingkungan kerja dapat didefinisikan sebagai segala kondisi yang dapat memberi pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau kesejahteraan orang yang terpajan. Lingkungan Proses. penanganan dan pemantauan serta review risiko.

epoxy hardeners.Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh: o Pernapasan ( inhalation ). turpentine. Konsentrasi oksigen pada udara normal tidak boleh kurang dari 19. Kulit. fosfor. alkaline dusts. nickel. formaldehyde. o Kulit (skin absorption ) o Tertelan ( ingestion ) * Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut. logam seperti chromium atau nickel. phosgene. silo. Iritasi pada alat-alat pernapasan yang hebat dapat menyebabkan sesak napas. fibre-reactive dyes. helium . misalnya pada kapal.kronis atau kedua-duanya. amonia. Reaksi Alergi * Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ pernapasan * Contoh : o Kulit : colophony ( rosin). ozone.5% volume udara.pelarut. ethane. hydrogen. peradangan dan oedema ( bengkak ) * Contoh : o Kulit : asam. basa. mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. Iritasi kulit bisa menyebabkan reaksi seperti eksim atau dermatitis. minyak . * Contoh : konsentrat asam dan basa . o Pernapasan : aldehydes. chlorine . * Asfiksian kimia mencegah transport oksigen dan oksigenasi normal pada darah atau mencegah oksigenasi normal pada kulit. * Contoh : o Asfiksian sederhana : methane. Iritasi * Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak.bromine. atau tambang bawah tanah. nitrogen dioxide. Korosi * Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak. formaldehyde. o Pernapasan : isocyanates. Asfiksiasi * Asfiksian yang sederhana adalah inert gas yang mengencerkan atmosfer yang ada.

mercury. * Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu yang menyebabkan infeksi dan non-infeksi. * Contoh : o Otak : pelarut. carbon tetrachloride. Organic mercury compounds.chlorinated hydrocarbons o Paru-paru : silica. beryllium Efek Reproduksi * Bahan-bahan beracun mempengaruhi fungsi reproduksi dan seksual dari seorang manusia. sebagai contoh :aborsi spontan. 2naphthylamine. dichromates. vinylchloride ( liver angiosarcoma).arsenic. benzidine (kanker kandung kemih ). mesothelioma). lead.lead. hydrogen cyanide.asbestos. * Kemungkinan karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas sudah terbukti menyebabkan kanker pada hewan . manganese o Sistem syaraf peripheral : n-hexane. nitrobenzene. carbonmonoxide. hidrogen sulphide Kanker * Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia. carbondisulphide. * Perkembangan bahan-bahan racun adalah faktor yang dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan orang yang terpapar. monomethyl dan ethyl ethers dari ethylene glycol. . mercury. pelarut. jamur.carbon disulphide o Sistem pembentukan darah : benzene.ethylene glycol ethers o Ginjal : cadmium. debu batubara ( pneumoconiosis ) BAHAYA BIOLOGI * Bahaya biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus. Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi organisme viable. racun biogenik dan alergi biogenik.mercury.lead. thalidomide. asbestos (kanker paru-paru . protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi. * Contoh : o Terbukti karsinogen pada manusia : benzene ( leukaemia). o Kemungkinan karsinogen pada manusia : formaldehyde. bakteri. lead. * Contoh : o Manganese. Racun Sistemik * Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh.o Asfiksian kimia : carbon monoxide.

* Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang. animal-derived protein. kertas. juga dijumpai di bioteknologi ( enzim. conjunctivitis atau asma. turunnya konsentrasi. aflatoxin dan bakteri. enzim. dan lama pajanan. chlamydia. dokter hewan dll.l. bulu. psittaci Organisme viable dan racun biogenic. kelembapan dan media dimana mereka tumbuh. vaksin dan kultur jaringan). * Contoh : o Occupational asthma : wool. * Pajanan kebisingan yang tinggi (biasanya >85 dBA) pada jangka waktu tertentu dapat menyebabkan . pembuatan obat. yang pada akhirnya mengganggu job performance tenaga kerja. * Contoh : Byssinosis. Racun biogenik termasuk endotoxins. anthrax. grain fever . laboratorium.Legionnaire s disease Alergi Biogenik * Termasuk didalamnya adalah: jamur. * Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi. penjaga binatang. * Organisme viable termasukdi dalamnya jamur. pekerja pada sewage & sludge treatment. * Pada orang yang sensitif. Contoh : Hepatitis B. butir gandum. * Kebisingan dapat menghasilkan efek akut seperti masalah komunikasi. rambut dari bulu dan protein dari urine dan feaces binatang.: pekerja di rumah sakit. * Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu. spora dan mycotoxins. brucella. tetanus. distribusi frekuensi. salmonella. Pekerja yang potensial mengalaminya a. pemajanan alergen dapat menimbulkan gejala alergi seperti rinitis. tuberculosis. Pekerja yang beresiko: pekerja pada silo bahan pangan. dll. jurumasak. BAHAYA FISIKA Kebisingan * Kebisingan dapat diartikan sebagai segala bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi. proses pengolahan kayu . bakery.Bahaya infeksi * Penyakit akibat kerja karena infeksi relatif tidak umum dijumpai. * Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain : jumlah energi bunyi. tepung bawang dsb.

kenyamanan lingkungan kerja. produktivitas. * Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang. tekstil. inframerah. visible radiation. mata lelah. dan menyebabkan kecelakaan. meningkatkan housekeeping. amplitudo. o Radiasi Inframerah : furnacesn/ tungku pembakaran o Laser : komunikasi. * Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. chain saws. lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Getaran * Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi. * Medan elektromagnetik tingkat rendah dapat menyebabkan kanker. mengurangi kecelakaan kerja. * Contoh : o Radiasi ultraviolet : pengelasan. Radiasi Non Mengion * Radiasi non mengion antara lain : radiasi ultraviolet. berkurangnya kemampuan melihat. * Contoh : Loaders. dll. * Laser berkekuatan besar dapat merusak mata dan kulit. Pencahayaan ( Illuminasi ) * Tujuan pencahayaan : o Memberi kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan o Memberi lingkungan kerja yang aman * Efek pencahayaan yang buruk: mata tidak nyaman. Pekerjaan manual menggunakan powered tool berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai Raynaud s phenomenon atau vibration-induced white fingers (VWF). * BAHAYA PSIKOLOGI . sakit kepala. * Tuli permanen adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak di klaim . metal. * Keuntungan pencahayaan yang baik : meningkatkan semangat kerja. laser.tuli yang bersifat sementara maupun kronis. mengurangi kesalahan. pembedahan . * Contoh : Pengolahan kayu. forklift truck. pneumatic tools. medan elektromagnetik (microwave dan frekuensi radio) . * Radiasi infra merah dapat menyebabkan katarak.

Peluang untuk tertusuk jarum.Stress * Stress adalah tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan atasnya. Data-data statistik ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO Peluang (Probability) : Yaitu kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan/kerugian ketika terpapar dengan suatu bahaya. maka hal ini dinamakan stress. ketagihan alkohol dan psikotropika. * Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain : jantung koroner. gelisah. Peluang tersengat listrik. * Pembebanan tidak melebihi 30 . Kuesioner . gangguan pernapasan.40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam jangka waktu 8 jam sehari. * Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas. Beberapa metode/tehnik tersebut antara lain : Inspeksi . BAHAYA FISIOLOGI Pembebanan Kerja Fisik * Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim. sosial ekonomi dan derajat kesehatan. Pemantauan/survey. Peluang orang jatuh karena melewati jalan licin. gangguan pencernaan. gangguan kepribadian. * Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit. Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan. luka usus besar. TEHNIK IDENTIFIKASI BAHAYA Banyak alat bantu yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahaya di tempat kerja. * Berdasarkan hasil beberapa observasi. penyakit kulit seperti eksim. asma bronkial. parameter praktis yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja. beban untuk tenaga Indonesia adalah 40 kg. Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beban maksimum tersebut harus disesuaikan. Peluang supir menabrak ANALISA DAN PENILAIAN RISIKO Akibat (Consequences) Yaitu tingkat keparahan/kerugian yang mungkin terjadi dari suatu kecelakaan/loss akibat bahaya yang . Audit.dll. tekanan darah tinggi. penyimpangan seksual.

lokasi dan siapa yang melakukan Tindakan pengendalian risiko yang telah ada Peralatan/mesin yang digunakan untuk melakukan aktivitas Bahan yang dipakai serta sifat-sifatnya (MSDS) Data statistik kecelakaan/penyakit akibat kerja (internal & eksterbal) Hasil studi. lingkungan. model komputer. fault tree analysis. survey/pemantauan. Risiko yang bisa diterima Menentukan suatu risiko dapat diterima akan tergantung kepada penilaian/pertimbangan dari suatu organisasi berdasarkan : Tindakan pengendalian yang telah ada Sumber daya (finansial. frekuensi. simulasi.ada. Semi kuantitatif. SDM. Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka organisasi perlu memastikan bahwa monitoring terus dilakukan terhadap risiko itu. Cacat. properti. dll) Regulasi/standard yang . Kuantitatif Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif. Perawatan medis. P3K ACUAN DALAM PENILAIAN RISIKO Agar penilaian yang kita lakukan seobjective mungkin maka perlu mengumpulkan informasi sebelum menilai resiko dari suatu akitivitas : Informasi tentang suatu aktivitas (durasi. dll ANALISA RISIKO Ada 3 cara dalam penilaian risiko yaitu : Kualitatif. dll PENANGANAN RISIKO Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan apakah risiko tersebut masih bisa diterima (acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh suatu organisasi Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka organisasi harus menetapkan bagaimana risiko tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya paling minimum/sekecil mungkin. Hal ini bisa terkait dengan manusia. dll Contoh : Fatality atau kematian. perbedaannya pada metode ini uraian/deskripsi dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai/skore tertentu ANALISA KUANTITATIF Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data-data yang representatif . Literature Benchmark pada industri sejenis Penilaian pihak spesiality/tenaga ahli. fasilitas. Analisa terhadap nilai peluang atau akibat dilakukan dengan beberapa metode seperti : analisa statistik.

Berbagai faktor. berpengaruh terhadap kinerja Bank. Pembentukan sistem kerja. Pelatihan karyawan Alat Pelindung Diri ( APD ) : Helmet. Bentuk tindakan penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut : Hindari risiko. . Bank Danamon dengan sengaja dan konsisten mengambil risiko keuangan dengan penuh perhitungan dan terkendali. Safety goggles PEMANTAUAN DAN TINJAUAN ULANG Setelah rencana tindakan pengendalian risiko dilakukan maka selanjutnya perlu dipantau dan ditinjau ulang apakah tindakan tersebut sudah efektif atau belum Ada banyak risiko yang dihadapi di pasar dimana Bank Danamon beroperasi. Pada sebagian besar bisnisnya. Safety Shoes. Kurangi/minimalkan risiko. Transfer risiko dan Terima risiko Hirarki Pengendalian Risiko K3 Eliminasi : Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya Substitusi : Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pastaProses menyapu diganti dengan vakum Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan Rekayasa Teknik : Pemasangan alat pelindung mesin (mechin guarding) Pemasangan general dan local ventilationPemasangan alat sensor otomatis Pengendalian Administratif : Pemisahan lokasi. diantaranya ada yang diluar kendali Bank. Ear plug/muff. Pergantian shift kerja.berlaku Rencana keadaan darurat Catatan : walau suatu risiko masih dapat diterima tapi tetap harus dipantau/dimonitor PENANGANAN RISIKO Bila suatu risiko tidak dapat diterima maka harus dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak menimbulkan kecelakaan/kerugian.

sistematik dan berdisiplin. Risiko Kepatuhan dikelola sebagai bagian dari Risiko Operasional. struktur dewan yang tepat dan komite kerja yang aktif dengan peran. guna memastikan bahwa profil risiko berada dalam kisaran yang dapat diterima.manajemen yang berwenang memberikan kredit. Manajemen Risiko Kredit Bank Danamon mengacu pada praktek internasional yang biasa dikenal dengan ³best practices´ dalam bidang Pengelolaan Risiko Kredit. bunga atau kewajiban lainnya kepada bank. Proses Control Manajemen Resiko Operasional . penjaminan. hukum dan peraturan lainnya yang relevan. Kami sedang menuju kepada penerapan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Basel II. meliputi strategi risiko yang terdefinisi dengan baik. Prioritas utama adalah kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia. Pendefinisian Risiko dan Metode Risiko yang melekat dalam operasional bank sehari-hari dirangkum dalam sejumlah kategori berikut ini: Risiko Kredit didefinisikan sebagai kemampuan debitur membayar kembali pokok. Ini memerlukan proses pengelolaan risiko yang proaktif. tanggung jawab. profitabilitas produk serta perkiraan kerugian kredit. wewenang dan jenjang pendelegasian yang jelas. Manajemen menggunakan pendekatan pengelolaan risiko menyeluruh berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang baik. Fungsi manajemen risiko kredit di setiap lini bisnis adalah memastikan adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara . Budaya integrated atau Enterprise Risk Management diterapkan dengan tegas di seluruh bagian Bank. Risiko ini dikelola dengan menetapkan kebijakan dan prosedur yang mencakup pembentukan. Risiko Likuiditas dan Risiko Operasional. guna mengantisipasi penerapan Basel II di Indonesia. Batasan portofolio mempertimbangkan rencana bisnis dan kemampuan perusahaan. yang diperkirakan tercapai pada tahun 2007. Kisaran tersebut ditentukan berdasarkan batasan (limit) portofolio bank secara keseluruhan maupun secara terpisah untuk setiap lini bisnis.Bank meyakini Enterprise Risk Management sebagai pendekatan untuk mengelola semua risiko. yang mencakup semua risiko di semua aktivitas . Risiko Pasar.dan Grup Pengelolaan Risiko Terintegrasi yang menilai setiap kredit secara mandiri dan teratur. Manajemen risiko ditelaah berdasarkan indikator kinerja utama yang disebarluaskan melalui manual dan dokumentasi kebijakan serta dinilai dan diaudit secara independen. hingga batasan yang ditentukan berdasarkan pengalaman dan catatan historis masing-masing serta karakteristik bisnis .Risiko Kredit. industri atau konsentrasi dan kecenderungan lainnya. pemeliharaan dan penagihan atas semua kredit. Risiko lainnya seperti Risiko Reputasi. kondisi ekonomi. Risiko Hukum. Penelaahan lebih lanjut dilakukan oleh Audit Internal.

Prinsip 2: Board of directors. seperti yang terlihat pada transaksi dan aktivitas bank akhir-akhir ini. dan tindakan dimana risiko operasional dialihkan kepihak lain diluar bank. Kerangka harus memberi definisi risiko operasional menyeluruh pada perusahaan dan menentukan standar untuk mengidentifikasi. Tingkatan kesulitan dan kecanggihan dari kerangka kerja manajemen risiko operasional bank harus selaras dengan profil risiko bank. 08 Juni 2011 16.Quality) . dan mengendalikan (control/mitigate) risiko operasional. menilai. sebagai pimpinan tertinggi organisasi harus memastikan bahwa . menilai. Dewan harus menyediakan tuntunan yang jelas bagi manajer senior dan arahan yang menyangkut prinsip-prinsip yang mendasari kerangka kerja tersebut dan menyetujui kebijakan-kebijakan yang berhubungan yang dikembangkan oleh manajer senior. Kerangka kerja harus juga menyatakan proses kunci yang dibutuhkan perusahaan yang harus ada untuk mengelola risiko operasional. monitor dan kontrol/mitigasi risiko. Manajemen risiko operasional sangat efektif jika budaya bank mendorong standar tingkah laku etis yang tinggi di semua tingkatan bank. memonitor. akuntabilitas. Harus juga termasuk kebijakan yang secara garis besar pendekatan bank untuk melakukan identifikasi.Apa akibatnya apabila kita gagal memahami dan mengendalikan risiko operasional. dan harus menyetujui dan mereview secara periodik kerangka manajemen risiko operasional bank. termasuk tingkatan. Di sini dewan harus harus menyetujui implementasi kerangka kerja keseluruhan yang secara jelas mengelola risiko operasional sebagai suatu risiko tersendiri untuk kesehatan dan kekuatan bank. oleh karenanya sangat penting bagi Dewan menetapkan kejelasan lini tanggung jawab manajemen. dan pelaporan. Prinsip-prinsip yang harus dijalankan supaya suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku dan meminimasi resiko operasional dan resiko-resiko yang lain adalah seperti yang dijelaskan sbb: Prinsip 1: Board of director. Dewan Direksi dan Manajemen Senior bertanggung jawab menciptakan budaya organisasi yang menempatkan prioritas tinggi pada pengendalian operasional yang efektif dan kepatuhan pada pengendalian operasional yang sehat.48 WIB (Vibizmanagement . Yang akan dihadapi adalah timbulnya peningkatan resiko-resiko yang lain secara tajam (drastis) dan diakhiri dengan terjadinya menurunnya performance / profit suatu organisasi.Oleh : Palimirma Rabu. Kerangka kerja harus mencakup selera dan toleransi risiko operasional buat bank. Dewan dan Manajemen senior harus mempromosikan budaya organisasi yang membangun melalui tindakan dan kata-kata harapan integritas untuk semua pegawai dalam melakukan bisnis bank. seperti yang dinyatakan dalam kebijakan mengenai manajemen risiko dan prioritas bank terhadap aktivitasaktivitas manajemen risiko operasional. lini bisnis dan fungsi pendukung untuk menghindari benturan kepentingan. sebagai pimpinan tertinggi organisasi harus menyadari aspek utama risiko operasional bank yang harus dikelola. Harus ada pemisahan tanggung jawab dan lini pelaporan antara fungsi kontrol risiko operasional. Karena aspek yang penting dalam mengelola risiko operasional berhubungan dengan kekuatan pengendalian intern.

senior manajemen harus secara jelas memberikan otoritas. manajemen senior harus menilai kesesuaian proses pengawasan manajemen yang sesuai dengan risiko yang terkandung dalam kebijakan bisnis unit. Bank harus memiliki cakupan internal audit yang memadai untuk verifikasi kebijakan dan prosedur operasi telah diimplementasikan secara efektif. Fungsi audit mungkin akan menyediakan masukan yang bernilai untuk mereka yang bertanggung jawab pada manajemen risiko operasional. juga dengan mereka yang dalam perusahaan bertanggung jawab untuk mengadakan layanan eksternal seperti pembelian asuransi dan perjanjian-perjanjian dengan outsourcing. prosedur dan kontrol dalam cakupannya. Sementara level manajemen masing-masing bertanggung jawab untuk kesesuaian dan keefektifan kebijakan. proses dan prosedur yang spesifik yang dapat diimplementasikan dan diverifikasi dalam unit bisnis yang berbeda. proses. Jika hal itu terjadi. Dalam praktiknya. tanggung jawab dan hubungan pelaporan untuk memajukan dan memelihara akuntabilitas. Kebijakan penggajian yang justru memberi penghargaan kepada staff yang menyimpang dari kebijakan (contohnya melampaui limit yang telah ditetapkan) akan melemahkan proses . dan memastikan bahwa sumber daya yang diperlukan telah tersedia untuk mengelola risiko operasional secara efektif. bank harus menyadari bahwa tanggung jawab sehari-hari dalam mengelola risiko operasional akan dialihkan kepihak lain dalam waktu yang tepat. Audit harus secara berkala memvalidasi kerangka kerja manajemen risiko operasional perusahaan telah diimplementasikan secara eketif di seluruh bagian dalam perusahaan. Manajemen senior harus bertanggung jawab untuk pengembangan kebijakan. Independensi ini mungkin akan ternodai jika fungsi audit terlibat langsung dalam proses manajemen risiko operasional. Walaupun fungsi audit terlibat dalam pengawasan kerangka kerja manajemen risiko operasional. kemampuan teknis dan akses kepada sumber daya. Manajemen senior harus memastikan bahwa aktivitas bank telah dilakukan oleh staff yang kompeten dengan pengalaman yang memadai. Lebih lagi. Dewan (baik langsung atau tidak langsung melalui komite auditnya) harus memastikan bahwa cakupan dan frekwensi program audit telah sesuai dengan eksposur risiko. pasar dan lainnya.ada audit reguler terhadap kerangka manajemen risiko operasional yang dilakukan oleh tim internal yang independen dan kompeten (yaitu independen dari tim risiko operasional ± biasanya fungsi internal audit). Prinsip 3: Manajemen senior harus bertanggung jawab untuk implementasi kerangka manajemen risiko operasional yang disetujui oleh board of director. tetapi tidak boleh memiliki tanggung jawab manajemen risiko operasional secara langsung.Manajemen senior harus memastikan bahwa staff yang bertanggung jawab untuk mengelola risiko operasional berkomunikasi secara efektif dengan staff yang bertanggung jawab mengelola risiko kredit. Dewan harus memastikan independensi audit tetap terjaga. Manajemen senior harus memastikan bahwa kebijakan penggajian telah konsisten dengan selera risiko. Kealpaan melakukan hal itu akan mengakibatkan kesenjangan yang besar atau tumpang tindih dalam program manajemen risiko keseluruhan. proses dan prosedur untuk mengelola risiko operasional pada bank. Komite menyadari fungsi audit pada beberapa bank (khususnya bank yang lebih kecil) mungkin akan memiliki tanggung jawab awal untuk mengembangkan program manajemen risiko operasional. Manajemen harus menerjemahkan kerangka kerja manajemen risiko operasional yang dikembangkan oleh Dewan Direksi dalam kebijakan.

Scorecards. Sebagai tambahan. proses dan prosedur yang berhubungan dengan teknologi maju yang mendukung transaksi dalam jumlah yang besar. Indikatorindikator ini cenderung dikaji berkala (mungkin bulanan atau kuartalan) untuk mengingatkan bank pada perubahan indikasi yang menjadi perhatian risiko. Sebagai tambahan. seringkali berhubungan dengan finansial. aktivitas. yang dapat menyediakan pengertian tentang posisi risiko bank. Latihan ini dapat mengungkapkan area-area yang lemah dan menolong membuat prioritas tindakan manajemen selanjutnya. tingkat perputaran karyawan dan frekwensi dan/atau dampak kesalahan dan kelalaian. Indikator-indikator ini mungkin termasuk jumlah kegagalan perdagangan. Identifikasi risiko yang efektif mempertimbangkan faktor internal (seperti struktur bank. Berbagai perangkat yang mungkin digunakan untuk melakukan identifikasi dan penilaian risiko operasional. perubahan organisasi. Risk Indicators: Adalah indikator risiko adalah statistik dan atau metrik. harus didokumentasikan dan disebarluaskan kepada orang yang relevan. bank harus menilai kerapuhan pada risiko-risiko ini. juga kontrol-kontrol untuk mitigasinya. Selain itu sebagai langkah untuk mengendalikan resiko operasional adalah dengan Operasional Risk Mapping: dalam proses ini. Proses ini digerakkan dari internal dan seringkali dalam bentuk checklist (daftar pertanyaan) dan/atau lokakarya (workshop) untuk melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan lingkungan risiko operasional. antara lain: Saat ini bank dinilai lemah di dalam menjalankan aktivitas operasionalnya sehingga memiliki potensial resiko operasional yang cukup besar. Perhatian khusus juga harus diberikan pada kualitas kontrol dokumentasi dan praktik penanganan transaksi. . perputaran staf) dan faktor eksternal (seperti perubahan dalam industri dan kemajuan teknologi) yang dapat mempengaruhi secara buruk pencapaian tujuan bank. berbagai unit bisnis. karakteristik aktivitas bank. Identifikasi risiko adalah kaki bukit dari pengembangan berkelanjutan monitor dan sistem kontrol risiko operasional yang bisa dilakukan. Nilai mungkin menunjukkan risiko inheren. Penilaian risiko yang efektif membuat bank menyadari dengan lebih baik profil risikonya dan secara sangat efektif sumber daya-sumber daya tujuan manajemen risiko. untuk melakukan identifikasi potensi risiko terburuk. Nilai tertentu mungkin berhubungan dengan risiko yang hanya ada pada lini bisnis tertentu sementara lainnya mungkin memeringkat risiko yang ada pada beberapa lini bisnis.manajemen risiko bank. Kebijakan. menyediakan cara menerjemahkan penilaian kualitatif menjadi metric kuantitatif yang memberikan peringkat berbagai tipe eksposur risiko operasional. khususnya. Oleh karena itu dibutuhkan Self ± or Risk Assesment untuk membantu melakukan pengendalian terhadap resiko oeprasional. kualitas SDM bank. Scorecards mungkin digunakan oleh bank untuk mengalokasikan modal ekonomis (economic capital) pada berbagai lini bisnis dalam hubungan dengan kinerja dalam pengelolaan dan kontrol berbagai aspek risiko operasional. sebagai contoh. Prinsip 4 : Identifikasi dan menilai risiko operasional yang terkandung di dalam semua produk. proses dan sistem. fungsi organisasi atau alur proses dipetakan dalam type risiko.

December 12. Akan tetapi bentuk ini tidak memungkinkan untuk menghitung risk exposure. karena tanpa ini sulit untuk membandingkan atau meranking resiko tersebut untuk berbagai keperluan. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan beberapa pengukuran yang kuantitatif untuk menilai risk likelihood dan risk impact. . Risk value dapat dihitung dengan formula : risk exposure = risk likelihood x risk impact Idealnya risk impact diestimasi dalam batas moneter dan likelihood dievaluasi sebagai sebuah probabilitas. estimasi biaya dan probabilitas tersebut sulit dihitung. Beberapa resiko secara relatif tidak terlalu fatal (misal resiko keterlambatan penyerahan dokumentasi) sedangkan beberapa resiko lainnya berdampak besar.Wednesday. Sebuah pendekatan yang lebih baik dan populer adalah memberikan skor pada likelihood dan impact dengan skala tertentu misal 1-10. misal skor likelihood 8 akan dipertimbangkan dua kali likelihood dengan skor 4. Akan tetapi. Beberapa manajer resiko mempergunakan sebuah metode penilaian yang sederhana untuk menghasilkan ukuran yang kuantitatif pada saat mengevaluasi masing-masing resiko. akan tetapi kebanyakan manajer resiko akan berusaha untuk memberikan skor yang lebih bermakna. Penilaian likelihood dan impact dengan skala 1-10 relatif mudah. Akan tetapi. Beberapa resiko sering terjadi (salah satu anggota tim sakit sehingga tidak bisa bekerja selama beberapa hari). Beberapa manajer memberikan kategori pada likelihood dan impact dengan high. menghabiskan waktu dan biaya. Sementara itu resiko lainnya jarang terjadi (misal kerusakan perangkat keras yang dapat mengakibatkan sebagian program hilang). sedangkan dampak yang akan terjadi jika resiko tersebut terjadi dikenal dengan risk impact dan tingkat kepentingan resiko disebut dengan risk value atau risk exposure. sedangkan jika kecil jika kemungkinan terjadinya kecil maka akan diberi nilai 1. Risk exposure untuk berbagai resiko dapat dibandingkan antara satu dengan lainnya untuk mengetahui tingkat kepentingan masing-masing resiko. subyektif . medium atau low. 2007 ANALISIS RESIKO Setelah diketahui bahwa resiko dapat mempengaruhi pengembangan maka diperlukan cara untuk menentukan tingkat kepentingan dari masing-masing resiko. Jika suatu resiko kemungkinan besar akan terjadi diberi skor 10. Probabilitas terjadinya resiko sering disebut dengan risk likelihood. (misal resiko keterlambatan penyerahan software). Dalam hal ini risk exposure akan menyatakan besarnya biaya yang diperlukan berdasarkan perhitungan analisis biaya manfaat. usaha yang dilakukan untuk medapatkan sebuah estimasi kuantitatif yang baik akan menghasilkan pemahaman yang mendalam dan bermanfaat atas terjadinya suatu permasalahan.

· Biaya yang berlebihan dikarenakan harus menambah sumber daya atau dikarenakan mempergunakan sumber daya yang lebih mahal. harus dimasukkan pada perhitungan total risk dari proyek tersebut. Sembarang usaha untuk mengurangi sebuah risk exposure atau untuk melaksanakan sebuah rencana kontingensi akan berhubungan dengan biaya yang berkaitan dengan usaha tersebut.Hasil pengukuran impact . Untuk itu harus melibatkan beberapa biaya potensial seperti : · Biaya yang diakibatkan keterlambatan penyerahan atas jadwal yang sudah ditentukan. Tabel. . dapat diukur dengan skor yang serupa.1 berikut ini memperlihatkan contoh hasil evaluasi nilai resiko. Merupakan hal yang penting untuk menjamin bahwa usaha ini dilaksanakan dengan cara yang paling efektif dan diperlukan cara untuk memprioritaskan resiko sehingga usaha yang lebih penting dapat menerima perhatian yang lebih besar. Perhatikan bahwa resiko yang bernilai tertinggi tidak selalu akan menjadi resiko yang pasti terjadi maupun akan menjadi resiko dengan potensi impact yang terbesar. medium atau low sesuai dengan besar kecilnya nilai risk exposure. Tabel 1 ± Contoh evaluasi nilai risk exposure Prioritas Resiko Pengelolaan resiko melibatkan penggunaan dua strategi : · Risk exposure dapat dikurangi dengan mengurangi likelihood atau impact · Pembuatan rencana kontingensi berkaitan dengan kemungkinan resiko yang akan terjadi. · Biaya yang tidak terlihat pada beberapa komponen kualitas atau fungsionalitas sistem. Estimasi nilai likelihood dan impact dari masing-masing usaha tersebut akan menentukan nilai risk exposure. Setelah risk exposure dapat dihitung maka resiko dapat diberi prioritas high .

Dalam kenyataannya. Risk reduction cost harus dinyatakan dengan unit yang sama . selain nilai risk exposure. Pada kasus ini. Untuk itu perlu dibatasi ukuran daftar prioritas. yang suatu saat dapat dikenali. kita tidak bisa mengintepretasikan nilai risk exposure secara kuantitatif disebabkan nilai tersebut didasarkan pada metode penilaian yang non-cardinal. yang harus diperhitungkan pada saat menentukan prioritas resiko. Kepercayaan terhadap penilaian resiko Beberapa penilaian risk exposure relatif kurang. R1 dan R6 mempunyai nilai exposure yang rendah sehingga dapat dikelompokan pada prioritas rendah. Akan tetapi risk exposure akan memungkinkan kita untuk memperoleh suatu ranking sesuai dengan kepentingannya. R3 dan R4 merupakan resiko yang paling penting dan kita dapat mengklasifikasikannya dengan high risk. Pertimbangkan resiko pada tabel 1. Tingkat kepentingan yang berbeda dapat membedakan antara skor exposure satu dan dua ini dengan exposure tertinggi berikutnya yaitu R2. Penggabungan Resiko Beberapa resiko saling bergantung dengan lainnya. nilai exposure yang terlalu berjauhan akan mampu untuk membedakan antara resiko tersebut. Biaya Tindakan Beberapa resiko. REafter adalah nilai risk exposure yang diharapkan setelah diambil tindakan dan risk reducation cost (RRC) adalah biaya untuk implementasi tindakan pengurangan resiko. secara umum ada beberapa faktor lain. tidak memperlihatkan resiko R5 adalah dua kali lebih penting dibandingkan R6. Hasil evaluasi pada tabel 1. dapat dikurangi atau dicegah segera dengan biaya atau usaha yang sedikit tanpa menganggap nilai resikonya. Pada kasus kedua. Dua resiko lainnya. contoh. Dalam hal ini maka beberapa resiko tersebut perlu dianggap sebagai satu resiko.Risk exposure yang berdasarkan pada metode penilaian perlu diberikan beberapa perhatian. Untuk diperlukan investigasi lebih lanjut sebelum tindakan diambil. Untuk resiko lainnya perlu dilakukan perbandingan antara biaya yang diperlukan dengan benefit yang diperoleh dengan mengurangi resiko tersebut. R2 dan R5 mempunyai skor yang hampir sama dan dapat dikelompok pada resiko dengan prioritas medium. Jumlah Resiko Perlu batas jumlah resiko yang dapat dipertimbangkan secara efektif dan dapat diambil tindakannya oleh seorang manajer proyek. Satu metode untuk melaksanakan perhitungan ini adalah dengan menghitung risk reduction leverage (RRL) dengan mempergunakan persamaan sebagai berikut: REbefore adalah nilai risk exposure semula.

. Jika nilai yang diharapkan ternyata lebih besar maka RRL yang lebih besar memperlihatkan bahwa kita perlu berharap untuk meningkatkan rencana pengurangan resiko disebabkan reduksi risk exposure yang diharapkan lebih besar dibandingkan dengan biaya rencana.dengan nilai resiko yaitu nilai moneter yang diperlukan atau dengan nilai skor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful