Sifat ± Sifat Polimer

Perbedaan utama dari polimer alam dan polimer sintetik adalah, mudah tidaknya sebuah polimer didegradasi atau dirombak oleh mikroba. Polimer sintetik sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Sifat-sifat polimer sintetik sangat ditentukan oleh struktur polimernya seperti; panjangnya rantai; gaya antar molekul; percabangan; dan ikatan silang antar rantai polimer. Pertambahan panjang rantai utama polimer diikuti dengan meningkatnya gaya antar molekul monomer. Hal ini yang menyebabkan meningkatnya kekuatan dan titik leleh sebuah polimer. Gambar 13.10, contoh polimer yang berantai panjang dan linier. Polimer yang memiliki banyak cabang, kekuatannya menurun dan hal ini juga menyebabkan titik lelehnya semakin rendah, contoh untuk polimer bercabang ditunjukkan oleh gambar 13.11.

Gambar 13.10. Polimer polietilen yang memiliki rantai linier dan panjang

Gambar 13.11. Contoh polimer yang memiliki cabang Beberapa polimer memiliki ikatan silang antar rantai, hal ini akan membuat polimer yang bersifat kaku dan membentuk bahan yang keras. Makin banyak ikatan. silang makin kaku polimer yang dihasilkan dan polimer akan semakin mudah patah.

Jenis polimer yang memiliki ikatan silang ini merupakan plastik termoseting. Jenis plastik ini hanya dapat dipanaskan satu kali yaitu hanya pada saat pembuatannya. Jika plastik ini pecah atau rusak tidak dapat disambung kembali. Pemanasan selanjutnya menyebabkan rusaknya atau terbongkarnya ikatan silang antar rantai polimer, sehingga susunan molekul polimer berubah atau rusak. Contoh untuk plastik termoseting adalah polimer bakelit yang memiliki ikatan silang antar rantai polimernya (Gambar 13.12).

mudah menyerap air. pati. Sifat ini disebabkan karena tidak adanya ikatan silang antar rantai polimernya. Jika polimer ini rusak atau pecah. kita dapat menyambungnya kembali dengan cara dipanaskan.Gambar 13. Polimer Alam Polimer alam adalah senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme mahluk hidup. Polimer Bakelit yang memiliki ikatan silang antar rantai polimernya Plastik jenis yang lain memiliki sifat sebagai termoplastik. selulosa dan protein.12. tidak stabil karena pemanasan dan sukar dibentuk menyebabkan penggunaanya amat terbatas. Jumlahnya yang terbatas dan sifat polimer alam yang kurang stabil. contoh polimer termoplastik adalah polietilen. Pembahasan polimer alam secara detil disajikan pada Bab 14. yaitu plastik yang dapat dipanaskan secara berulang-ulang. polimer seperti ini disebut termoplas. Contoh sederhana polimer alam adalah karet alam. . Sifat polimer Sifat Thermal Sifat polimer terhadap panas ada yang menjadi lunak jika dipanaskan dan keras jika didinginkan.

kemasan plastik. misalnya diwarung. Atau menyumbat saluran air yang menyebabkan banjir. karena akan menghasilkan senyawa dioksin. Sifat Lainnya Sifat polimer yang lainnya bergantung pemakainnnya untuk kemasan atau alat-alat industri. tetapi monomer vinyl chloride sangat beracun dan karsinogenik yang mengakibatkan cacat lahir. Barang-barang tersebut merupakan polimer sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. dan alat-alat elektronik.sedangkan polimer sintetis lebih mudah dibuat cetakan untuk menghasilkan bentuk tertentu. minyak atau panas Daya tembus udara (oksigen) Kelenturan Transparan Kegunaan Dan Dampak Polimer Terhadap Lingkungan Dalam kehidupan sehari-hari banyak barang-barang yang digunakan merupakan polimer sintetis mulai dari kantong plastik untuk belanja. alat-alat listrik. barang-barang tersebut akan menumpuk dalam bentuk sampah yang tidak dapat membusuk. sutra. Sedangkan polimer sintetis lebih tahan terhadap mikroorganisme atau ulat. Sampah polimer sintetis jangan dibakar. selalu kita akan mendapatkan pembungkus plastik dan kantong plastik (keresek). Untuk tujuan pengemasan harus diperhatikan : y y y y y Toksisitasnya Daya tahan terhadap air. Akibatnya. Plastik yang digunakan sebagai pembungkus makanan. alat-alat rumah tangga. contohnya melamin Sifat Kelenturan Polimer akan mempunyai kelenturan yang berbeda dengan polimer sintetis. Karet akan lebih mudah mengembangdan kehilangan kekenyalannya setelah terlalu lama kena bensin atau minyak. atau selulosa tidak tahan terhadap mikroorganisme atau ulat (rayap). Umumnya polimer alam agak sukar untuk dicetak sesuai keinginan.Contohnya : plastik yang digunakan untuk kantong dan botol plastik. Setiap kita belanja dalam jumlah kecil. plastik pembungkus makanan dan minuman. jika terkena panas dikhawatirkan monomernya akan terurai dan akan mengontamiasi makanan. Dioksin adalah suatu senyawa gas yang sangat beracun dan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Ketahanan terhadap Mikroorganisme Polimer alam seperti wool. Sedangkan polimer yang menjadi keras jika dipanaskan disebut termoset. . Plastik vinyl chloride tidak berbahaya.

Untuk menghindari bahaya keracunan akibat penggunaan plastik : 1. Definisi . jika makanan/minumam bau plastik jangan digunakan. 2. 2. Kurangi penggunaan plastik Sampah plastik harus dipisahkan dengan sampah organik.Untuk mengurangi pencemaran plastik : 1. Gunakan penciuman. Gunakan kemasan makanan yang lebih aman. 3. 4. Sampah plastik jangan dibakar. seperti gelas. sehingga dapat didaur ulang. Jangan membuang sampah plastik sembarangan.

polimer poli (feniletena) mempunyai harga rata-rata massa molekul mendekati 300. dan nylon. seperti : 1. Protein terdapat dalam daging 4. poly vynil chlorida (PVC). polipropilena.3-butadiena (isoprena). Akibatnya molekul-molekul polimer umumnya mempunyai massa molekul yang sangat besar. Selulosa dalam kayu 3.Polimer atau kadang-kadang disebut sebagai makromolekul. yaitu yang berasal dari alam (polimer alam) dan di polimer yang sengaja dibuat oleh manusia (polimer sintetis). Karet alam diperoleh dari getah atau lateks pohon karet Karet alam merupakan polimer dari senyawa hidrokarbon. industri. . sekalipun susunan kedua jenis polimer itu sama. Kesatuan-kesatuan berulang itu setara dengan monomer.000. Klasifikasi Senyawa-senyawa polimer didapatkan dengan dua cara. yaitu 2-metil-1. jagung dan kentang 2. Sebagai contoh. adalah molekul besar yang dibangun oleh pengulangan kesatuan kimia yang kecil dan sederhana. Ada juga polimer yang dibuat dari bahan baku kimia disebut polimer sintetis seperti polyetena. Hal ini yang menyebabkan polimer tinggi memperlihatkan sifat sangat berbeda dari polimer bermassa molekul rendah. yaitu bahan dasar pembuat polimer (tabel 1). atau mainan anak-anak. Kebanyakan polimer ini sebagai plastik yang digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk rumah tangga. Polimer yang sudah ada dialam (polimer alam). Amilum dalam beras.

Ada dua jenis reaksi polimerisasi. Mekanisme reaksi : Atau dapat dituliskan : Contoh : Pembentukan Polietena (sintesis) . Polimerisasi Adisi Polimerisasi ini terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan tak jenuh (ikatan rangkap dengan melakukan reaksi dengan cara membuka ikatan rangkap (reaksi adisi) dan menghasilkan senyawa polimer dengan ikatan jenuh.Reaksi Polimerisasi Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul kecil (monomer) yang membentuk molekul yang besar. yaitu : polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

3 butadiena. Reaksi yang terjadi dengan membuka salah satu ikatan rangkap dan ikatan rangkap yang lainnya berpindah menurut reaksi adisi : .Polietena merupakan plastik yang dibuat secara sintesis dari monomer etena (C2H4) menurut reaksi adisi berikut : Pembentukan Poli-isoprena (alami) Poli-isoprena merupakan karet alam dengan monomer 2-metil-1.

wol. kantong plastik dan botol. rumput buatan. kapas. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester. dan memakai seragam olahraga yang terbuat dari bahan tekstil yang lebih berat dari buatan pabrik sintesis. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. Contohnya rayon. yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907. Bola. Dapatkah Anda membayangkan kehidupan tanpa mengenal polimer sintesis ini? Pada musim hujan. Polimer alam . karet. Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. makan makanan yang basi untuk makan siang tanpa kantong plastik atau suatu wadah dari bahan polimer. Polimer alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Bakelit merupakan salah satu jenis dari produk-produk konsumsi yang dipakai secara luas. Banyak polimer telah membantu kita dalam menyumbang kehidupan kita. seragam.Polimer Berdasarkan Asalnya Berdasarkan asalnya. selulosa. seperti amilum. dan net yang digunakan sepak bola umumnya terbuat dari polimer sintesis Ahli kimia telah mensintesis polimer di dalam laboratorium selama 100 tahun. polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer buatan. pita karet. yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). dan sutra. dan masih banyak produk lain yang Anda lihat sehari-hari. Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. Aktivitas olahraga akan berbeda tanpa polimer sintesis. Anda mungkin akan kehujanan saat pergi sekolah tanpa membawa jas hujan yang terbuat dari nilon. Polimer Sintetis Polimer sintetis yang pertama kali yang dikenal adalah bakelit yaitu hasil kondensasi fenol dengan formaldehida. Berapa banyak polimer yang dapat Anda temukan pada Gambar 5 Gambar 5.

termasuk asam lemak. Banyak polimer-polimer sintesis dikembangkan sebagai pengganti sutra. Pemintalan secara industri (a) dan pemintalan dari laba-laba (b). kitin pada kerangka luar serangga. Karet ini diperoleh dengan menyadap kulit sejenis pohon (hevea brasiliensis) yang tumbuh liar. jaring labalaba. wool. adalah polimer-polimer yang disintesis secara alami. halus dipintal ketika molekul-molekul polimer itu ditekan melalui lubang kecil didalam pemintalan. 2007 oleh thoriq . Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks yang terdiri dari sekitar 32 ± 35% karet dan sekitar 5% senyawa lain. selulosa dan lignin yang merupakan bahan dari kayu. Bentuk utama dari karet alam. terdiri dari 97% cis-1. « TONGKOL JAGUNG SEBAGI BAHAN PLASTIK MASA DEPAN Membangun Jaringan Alumni Kimia UII » JENIS POLIMER ALAM Februari 2. Gagasan untuk proses tersebut adalah benang-benang sintesis yang dibentuk di pabrik diambil dari laba-laba. sterol. DNA. Seratserat selulosa yang kuat menyebabkan batang pohon menjadi kuat dan tegar untuk tumbuh dengan tinggi seratus kaki dibentuk dari monomer-monomer glukosa. dikenal sebagai hevea rubber. Selsel kehidupan juga merupakan pabrik polimer yang efisien. protein. Protein. ester dan garam.4-poliisoprena. gula. Polimer alam lain adalah polisakarida. Amati Gambar 6 yang menggambarkan kesamaan antara pemintalan dari laba-laba dan pemintalan secara industri. baik secara alami dan industri Karet merupakan polimer alam yang terpenting dan dipakai secara luas. Benang yang panjang. yang berupa padatan kristalin yang berasa manis. sutera dan kepompong ngengat.Laboratorium bukan satu-satunya tempat mensintesis polimer. Gambar 6.

PENGGUNAAN polimer sebagai material teknik terus menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Plastik adalah salah satu contohnya. yang jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan masalah yang sangat serius. dan lainnya) dengan polimer alam (kanji. singkong. polietilena. tepung tapioka. Usaha-usaha untuk mendaur ulang dengan menggunakannya sebagai material untuk produk baru menghasilkan produk dengan kualitas yang rendah. Teknik pencampuran secara fisik dengan mencampurkan polimer-polimer sintetik (polistirena. . Sehingga diperlukan usaha-usaha lain untuk membuat polimer biodegradable. Ketidakmampuan mikroorganisme untuk menguraikan material ini menimbulkan masalah sampah nonorganik. dan lainnya) selain menghasilkan poliblend yang terbiodegradasi secara parsial (bagian polimer alam) juga menghasilkan material yang sering kali tidak layak untuk digunakan sebagai material teknik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful