P. 1
Kelapa Hibrida

Kelapa Hibrida

|Views: 900|Likes:
Published by Edo Ross

More info:

Published by: Edo Ross on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

8

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Tinjauan Pustaka Kelapa atau juga dikenali sebagai nyiur dapat memiliki umur melebihi 25

tahun. Pohon kelapa bisa mencapai ketinggian 6 hingga 30 meter bergantung kepada varietasnya. Kelapa didapati di semua kawasan tropika. Pohon kelapa (Cocos nucifera L.) adalah ahli keluarga Arecaceae (keluarga palma). Kelapa merupakan spesies tunggal yang dikelaskan dalam genus Cocos dan merupakan pohon palma yang besar, tumbuh setinggi 30 meter, dengan pelepah daun (pinnate) sepanjang 4-6 meter, dengan helaian daun (pinnae) sepanjang 60-90 cm dan pelepah yang sudah tua akan jatuh dengan sendirinya meninggalkan batang pohon yang licin (Anonimus, 2009). Tanaman kelapa disebut juga pohon kehidupan, karena dari setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Buah kelapa dapat diambil air, daging buah, tempurung dan sabutnya. Salah satu produk yang dihasilkan dari air kelapa adalah sari kelapa. Turunan dari daging kelapa adalah daging kelapa parut, kulit ari daging kelapa dan kopra. Kelapa parut kering adalah suatu produk awet kelapa yang merupakan bahan dasar pembuatan santan dan untuk campuran pembuatan roti, kue-kue, dan makanan lain. Daging kelapa coconut cream, santan, kelapa parutan kering, coconut skim milk, sampai kosmetik sebagai turunan terakhir. Kopra merupakan bahan industri minyak kelapa dan bungkal kopra (Azmil, 2006). Dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan, kedudukan tanaman kelapa diklasifikasikan sebagai berikut :

8

Universitas Sumatera Utara

santan dan kelapa parut kering Untuk pembuatan cuka. Sebagian tanaman telah tua / rusak sehingga tidak lagi produtif. Kegunaan dari bagian-bagian kelapa No 1 2 3 4 5 6 Bagian Daging buah Air Batang Tempurung Daun Sabut Kegunaan Bahan baku untuk menghasilkan kopra. 1999). pembalut makanan serta barangbarang anyaman Untuk pembuatan tali. 3. media penanaman anggrek. coconut cream. penyait yang tidak berkesudahan. dan lainnya Beberapa faktor yang mengakibatkan tingkat produksi kelapa rendah. sapu. Varietas / jenis kelapa yang ditanam sebagian besar hanya memiliki kemampuan produksi yang rendah. sikat pembersih. nata de coco Untuk bahan-bahan bangunan baik untuk kerangka bangunan maupun untuk dinding serta atap Untuk membuat carbon aktif. bentuk dan ukuran buah. warna buah serta sifat-sifat khusus lainnya (Suhardiman. Perlakuan budidaya sangat minim. saringan. dan Universitas Sumatera Utara .9 Kingdom Divisio Kelas Ordo Famili Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledoneae : Palmales : Palmae : Cocos : Cocos nucifera Penggolongan varitas kelapa umumnya berdasarkan perbedaan-perbedaan umur pohon mulai berbuah. keset. di antaranya : 1. minyak kelapa. 4. Adanya serangan hama . Kegunaan berbagai bagian kelapa ditunjukan dalam tabel berikut : Tabel 3.obat nyamuk dan kerajinan tangan Dapat diambil lidinya yang dapat dipakai sebagai sapu. 2.

Untuk kelapa dalam masa puncak produksinya pada umur antara 15-20 tahun. Pada penelitian ini. Sedangkan kelapa genjah dan kelapa hibrida. masa produksi puncak antara umur 10-18 tahun. Waktu yang diperlukan untuk pembentukan buah kelapa yaitu sejak bunga jantan mekar sampai buah masak dan dipungut hasilnya.500 butir buah kelapa per tahun atau 1 ton kopra. Sehingga tiap hektar per tahun dapat menghasilkan 5. Pemanenan kelapa dalam umumnya bervariasi antara 6-8 tahun. Pada akhir-akhir ini berkembangnya pemuliaan tanaman dikenal varietas ketiga yaitu hibrida yang merupakan perkawinan silang antara dua tanaman kelapa yang berbeda sifatnya (dalam dan genjah) (Setyamidjaja. Tanaman kelapa didalam satu hektar dapat ditanami 100 pohon. Setelah berumur 18 tahun mulai berangsur turun dan merosot setelah umur 30 tahun. 1985). Kebun dengan pemeliharaan baik. 1999).75 ton kopra. Masih belum terperbaikinya sistem pengolahan dan tata niaga hasil.000 butir buah kelapa atau 1. Dapat disimpulkan bahwa untuk kebun normal dapat memberikan Universitas Sumatera Utara . setiap pohon diharapkan dapat menghasilkan 70 butir buah kelapa per tahun atau 15 kg kopra. buah kelapa menghasilkan 4. pemetikan hasilnya dimulai umur 3-4 tahun. Setelah berumur 20 tahun produksi berangsur turun dan setelah umur 40 tahun produksi merosot. jenis kelapa yang diteliti dikhususkan kepada kelapa tua varietas dalam. Sehingga setiap hektar. berkisar 15-16 bulan (Suhardiman. Dalam jenis (species) kelapa (Cocos nucifera L) dikenal ada dua varietas utama yaitu varietas dalam dan varietas genjah. Masa puncak produksi kelapa juga berbeda-beda. rata-rata setiap pohon kelapa menghasilkan 45 butir buah kelapa per tahun atau 10 kg kopra.10 5. Sedang kelapa genjah/hibrida.

Landasan Teori Kotler (1993) pemasaran adalah suatu proses sosial dengan individu dan kelompok dengan kebutuhan dan keinginan dalam menciptakan. Dalam banyak kenyataan hal ini juga disebabkan karena tingginya biaya pemasaran (Soekartawi. Di dalam sistem pemasaran perlu diperhatian beberapa komponen penting yang mempengaruhi pemasaran. 1999). yang terdiri dari : faktor sosial budaya. Fungsi-fungsi pemasaran. Dalam banyak kenyataan. kelapa mempunyai nilai ekonomi yang tinggi (Suhardiman. sorting. dan perubahan nilai barang dan jasa secara bebas dengan lainnya. 2002). jasa yang dipasarkan Pasar Saluran distribusi (Channel Distribution) Lingkungan.2. seperti pembelian. antara lain adalah : 1. sehingga efsiensi pemasaran menjadi lemah. berupa bahan mentah yang perlu pengolahan lebih lanjut dan dalam jumlah yang relatif sedikit sehingga Universitas Sumatera Utara . Pemasaran komoditi pertanian bersifat konsentrasi-distributif. 4. keadaan perekonomian (Koeswara.5 ton. pengangkutan dan pengolahan sering tidak berjalan seperti yang diharapkan. termasuk Indonesia. penawaran. Di dalam sistem pemasaran terdapat komponen – komponen yang saling mempengaruhi satu sama lain. 2. 3. 2. kelemahan dalam sistem pertanian di negara berkembang. penduduk. teknologi. 5.11 hasil kopra sebanyak 1. adalah kurangnya perhatian dalam bidang pemasaran. Oleh karena itu. 1995). Dimana komoditi pertanian yang dihasilkan secara terpencar-pencar. Organisasi pemasaran Produk. penyimpanan.

penjualan di toko/gerai produsen. Saluran pemasaran menurut bentuknya dibagi dua.12 untuk menutup biaya-biaya yang diperlukan lembaga pemasaran dalam melakukan fungsi-fungsi pemasaran diperlukan volume perdagangan yang cukup besar. Rangkaian proses penyaluran produk dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akhir disebut saluran pemasaran. Saluran distribusi langsung (direct channel of distribution) yaitu penyaluran barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen dengan tidak melalui perantara. Saluran distribusi tak langsung (indirect channel of distribution) yaitu bentuk saluran distribusi yang menggunakan jasa perantara dan agen untuk menyalurkan barang atau jasa kepada konsumen. yaitu : 1. seperti penjulan di tempat prduksi. Cepat tidaknya produk rusak Produk yang cepat atau mudah rusak harus segera diterima konsumen dan dengan demikian menghendaki saluran pemasaran yang pendek dan cepat. Universitas Sumatera Utara . yaitu : a. 2. 2004). pengecer dan konsemen (Sudiyono. Jarak antara produsen dan konsumen Semakin jauh jarak antara produsen dan konsumen. Panjang pendeknya saluran pemasaran yang dilalui oleh suatu hasil komoditas pertanian tergantung pada beberapa faktor. pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul kota serta diakhiri proses distribusi yaitu penjualan barang dari pedagang ke agen. penjualan melalui surat. b. Pemasaran komoditi pertanian dari proses konsentrasi yaitu pengumpulan produk-produk pertanian dari petani ke tengkulak. semakin panjang saluran yang ditempuh produk. penjualan dari pintu ke pintu.

2007). 1989). Ada tiga ketetapan pokok yang medasari konsep pemasaran yaitu : 1. guna bentuk dan guna waktu. Pengukuran kinerja pemasaran ini memerlukan ukuran efisiensi pemasaran (Sudiyono. Skala produksi Bila produsi berlangsung dengan ukuran-ukuran kecil.13 3. Pemasaran sebagai kegiatan produksi mampu meningkatkan guna tempat. yaitu: Universitas Sumatera Utara . 4. 2004). Semua operasi dan perencanaan perusahaan harus berorientasi kepada konsumen 2. dimana terdapat tiga tipe fungsi pemasaran. Semua kegiatan pemasaran di sebuah perusahaan harus dikordinir secara terorganisir (Stanton dan Lamarto. Konsep pemasaran adalah kepuasan keinginan konsumen adalah dasar kebenaran sosial dan ekonomi kehidupan sebuah perusahaan. Fungsi-fungsi pemasaran yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga pemasaran bermacam-macam. Sasaran perusahaan harus volume penjualan yang menghasilkan laba 3. hal ini tidak akan menguntungkan bila produse langsung menjual ke pasar. Dalam menciptakan guna tempat. Posisi keuangan pengusaha Produsen yang mempunyai modal yang banyak cenderung untuk memperpendek saluran pemasaran (Rahim . maka jumlah yag dihasilkan berukuran kecil pula. guna bentuk dan guna waktu ini diperlukan biaya pemasaran. Biaya pemasaran ini diperlukan untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran oleh lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran dari produsen sampai kepada konsumen akhir.

biaya tata niaga semakin rendah. Secara teknis dapat dikatakan bahwa semakin pendek rantai tata niaga suatu barang hasil pertanian. informasi harga dan penyediaan dana (Sudiyono. Fungsi pertukaran (exchange function) seperti penjualan dan pembelian. semakin panjang rantai tata niaga dan semakin besar biaya pemasaran komoditi tersebut. margin tata niaga juga semakin rendah. b. Biaya pemasaran adalah biaya yang terdiri dari semua jenis pengeluaran yang dikorbankan oleh setiap middleman (perantara) dan lembaga-lembaga pemasaran yang berperan secara langsung dan tidak langsung dalam proses perpindahan barang. penggunaan resiko. Oleh sebab itu biaya pemasaran yang tinggi akan membawa efek kepada harga beli konsumen. Semakin banyak lembaga tataniaga yang terlibat. harga yang harus dibayarkan konsumen semakin rendah. Fungsi fisik (pysycal function) seperti pengangkutan dan penyimpanan Fungsi penyediaan fasilitas (facilitating function) seperti standarisasi. biaya tataniaga yang tinggi juga akan membuat sistem pemasaran kurang/tidak efisien (Gultom. Biaya pemasaran terjadi sebagai konsekuensi logis dari fungsi-fungsi pemasaran. 2. c. 3. Disamping itu. dan keuntungan (profit margin) yang diambil oleh middleman / lembaga tataniaga atas jasa modalnya dan jasa tenaganya dan menjalankan aktifitas pemasaran tersebut. harga yang diterima produsen semakin tinggi (Daniel. 1996). 2004).14 1. 2002). d. Biaya pemasaran ini menjadi bagian tambahan harga pada barang-barang yang harus ditanggung oleh konsumen. maka: a. Universitas Sumatera Utara .

Pedagang/agen dikenal sebagai middleman (perantara) dan jalan yang ditempuh barang-barang dari produsen hingga sampai ke konsumen dikenal sebagai channel of marketing atau mata rantai saluran tataniaga. pelanggan industri. daripada ke konsumen individu. Lembaga pemasaran ádalah badan usaha atau individu yang menyelenggarakan pemasaran. Pengertian jarak dalam perjalanan barang itu dinyatakan dengan banyaknya middleman yang terdapat di sepanjang mata rantai saluran tataniaga. juga menjual ke penjual ulang (reseller) lain dan pelanggan industri atau komersial. Terdapat beberapa perantara dalam pemasaran yaitu : 1. seperti wakil pabrikan. menyalurkan jasa dan komoditi dari produsen kepada konsumen akhir serta mempunyai hubungan dengan badan usaha atau individu lainnya. agen dan lain-lain. Pedagang pengumpul kota (merchant wholesalers) atau grosir memberi merek pada barang yang mereka jual dan terutama menjualnya ke penjual lain (pengecer). Semakin panjang rantai saluran pemasaran maka semakin besar biaya pemasaran sehingga marjin pemasaran pun semakin tinggi yang mengakibatkan harga yang diterima petani (farmer’s share) semakin kecil. Biasanya berspesialisasi dalam fungsi penjualan dan bertindak sebagai klien pabrikan atas dasar komisi.15 Di sepanjang perjalanan barang dari sektor produsen ke konsumen terbentuk lembaga-lembaga tataniaga yang terdiri dari pedagang. dan pelanggan omesial lain. 2. tapi tidak memberi merek pada barang yang mereka jual. Universitas Sumatera Utara . pengangkutan. Perantara agen (agen middleman).

Besarnya keuntungan yang diterima oleh masingmasing pelaku pemasaran relatif terhadap harga yang dibayar konsumen dan atau relatif terhadap biaya pemasaran terkait dengan peran yang dilakukan oleh masing-masing pelaku. perusahaan riset pemasaran. seperti biro iklan.. berspesialisasi pada satu atau lebih fungsi pemasaran atas dasar bayar per layanan untk membantu klien melakukan fungsi-fungsi itu dengan lebih efektif dan efisien (Boyd dkk. 2004). 2000). 4. Tujuan analisis marjin pemasaran untuk melihat efisiensi pemasaran yang diindikasikan oleh besarnya keuntungan yang diterima oleh masing-masing pelaku pemasaran. Agen pendukung (facilitating agencies). Komponen marjin pemasaran terdiri dari biaya-biaya yang diperlukan lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran yang disebut dengan biaya pemasaran atau biaya fungsional dan keuntungan lembaga pemasaran (Sudiyono. agen pengumpul. Jika angka-angka price spread Universitas Sumatera Utara . Marjin pemasaran yang dikelompokan menurut jenis biaya yang sama disebut juga price spread atau absolut margin. semakin efisien sistem pemasaran tersebut.16 3. Pengecer (retailers) menjual barang dan jasa secara langsung e konsumen akir untu penggunaan kegiatan nonbisnis mereka. Semakin tinggi harga yang diterima produsen. Perhitungan marjin pemasaran digunakan untuk melihat setiap saluran pemasaran aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh lembaga pemasaran dalam menjalankan fungsi-fungsi pemasaran yang mengakibatkan adanya perbedaan harga ditingkat produsen dan di tingkat konsumen. Marjin pemasaran merupakan perbedaan harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga yang diterima oleh produsen.

Semakin tinggi marjin pemasaran suatu komoditi semakin rendah tingkat efisiensi sistem pemasaran. 1996). 1996).17 dipersenkan terhadap harga beli konsumen.3. menunjukan adanya perbaikan dalam efisiensi pemasaran. mampu menyampaikan hasil-hasil dari petani produsen kepada konsumen dengan biaya yang semurah-murahnya b. Dari hasil penelitian yang dilakukan di Universitas Sumatera Utara . mampu mengadakan pembagian yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen akhir kepada semua pihak yang ikut serta di dalam kegiatan produksi dan pemasaran. Menurut Downey dan Steven (1992) efisiensi pemasaran merupakan tolak ukur atas produktivitas proses pemasaran dengan membandingkan sumberdaya yang digunakan terhadap keluaran yang dihasilkan selama berlangsungnya proses pemasaran. Pada umumnya suatu sistem pemasaran untuk sebagian produk hasil pertanian dapat dikatakan sudah efisien bila share margin petani berada di atas 50 % (Gultom. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Romi Elfrida Siahaan di Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan dan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang pada februari sampai desember 1999 mengenai sistem agribisnis dan pemasaran kelapa. Suatu perubahan yang dapat memperkecil biaya pemasaran tanpa mengurangi kepuasan konsumen. Penelitian Terdahulu Sebelumnya telah ada penelitian yang dilakukan mengenai komoditi kelapa itu sendiri. maka diperoleh share margin (Gultom. Menurut Mubyarto (1986) efisiensi pemasaran untuk komodias pertanian dalam suatu sistem pemasaran dianggap efisien apabila : a. 2.

belum adanya perhatian yang serius terhadap penggunaan teknologi terhadap usahatani kelapa kurangnya sumberdaya manusianya. Universitas Sumatera Utara . Kendala yang dihadapi dalam pengembangan agribisnis kelapa antara lain kondisi perkebunan kelapa rakyat yang sudah berumur tua sehingga berdampak produktivitas rendah. Sedangkan hambatan yang dihadapi Koperasi Unit Desa terhadap kegiatan agribisnis kelapa adalah di kecamatan Pantai Labu ini Koperasi Unit Desa hanya mampu menampung hasil pertanian tanaman pangan seperti padi. dan lain-lain tetapi belum mampu untuk menampung hasil perkebunan kelapa dari para petani kelapa. Petani di kedua kecamatan di daerah penelitian hanya dapat sebagai penerima harga dan bukan sebagai pembuat harga. penyuluhan pertanian kelompok tani. kurangnya informasi pasar. kurangnya ketersediaan prasarana pendukung. Di kedua daerah penelitian subsistem penunjang hanya terdapat di kecamatan Pantai Labu yaitu Koperasi Unit Desa.18 kecamatan Pantai Labu dan kecamtan Sei Kepayang dapat diambil kesimpulan bentuk kelapa yang dipasarkan oleh petani di kecamatan Sei Kepayang adalah kelapa cungkil dan di kecamatan Pantai Labu adalah kelapa cungkil dan kelapa butir. Hambatan yang dihadapi kelompok tani terhadap kegiatan agribisnis kelapa adalah banyak diantara para petani yang diberikan penyuluhan hanya mendengar saja tanpa pernah melakukan apa yang telah dianjurkan oleh penyuluh pertanian. kedelai. Hal ini diakibatkan oleh Koperasi Unit Desa tersebut belum mempunyai modal yang memadai sementara untuk dapat menampung hasil perkebuna kelapa diperlukan modal yang cukup besar. Petani di kecamatan Sei Kepayang dan kecamtan Pantai Labu kurang memperhatikan pemeliharaan dari usahatani kelapa mereka. jagung.

Pedagang pengumpul kota yang kemudian menjual ke pengecer. Ketersediaan faktor produksi cukup mendukung upaya pengembangan uasahatani kelapa. Petani menjual hasil panen terlebh dahulu ke agen. melakukan pengendalian hama penyakit sedini mungkin dan menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga terkait. Pedagang pengecer yang kemudian menjualnya ke konsumen akhir. Universitas Sumatera Utara . 2.19 Sedangkan pada penelitian yang dilakukan di Kecamatan Air Joman Desa Lubuk Palas oleh Winda Kabupaten Asahan pada tahun 2004 Widyastuti mengenai studi kelayakan usahatani kelapa di Kabupaten Asahan dapat diketahui uasahatani yang dilakukan petani kelapa di daerah penelitian layak untuk dikembangkan secara ekonomi. Panjang pendeknya saluran pemasaran suatu barang ditandai oleh berapa banyaknya pedagang perantara yang dilalui oleh barang tersebut sejak dari produsen hingga konsumen akhir. Umumnya petani ataupun produsen kelapa tidak menjual langsung hasil kebunnya kepada konsumen. Kerangka Pemikiran Kelapa merupakan salah satu usaha perkebunan yang memiliki prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan karena selain semua bagian dari tanaman kelapa dapat diolah juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Agen kemudian menjualnya ke pedagang pengumpul desa yang akan menjualnya ke pedagang pengumpul kota .4. modal terbatas dan lemabaga terkait kurang berperan. Masalah yang dihadapi dalam pengembangan usahatani kelapa adalah ketersediaan bibit unggul. Upaya yang dilakukan dalam pengembangan usahatani kelapa anatralain mengadakan penyuluhan. serangan hama penyakit.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen memasarkan kelapa langsung kepada konsumen akhir. Biaya pemasaran komoditi pertanian biasanya diukur secara kasar Universitas Sumatera Utara . misalnya pembelian. Pedagang pengumpul mempunyai posisi yang kuat dalam pemasaran kelapa. penyimpanan dan lain-lain. penjualan. maka dikatakan bahwa saluran pemasaran dari kelapa tersebut panjang. seringkali produk yang dipasarkan telah melalui beberapa lembaga pemasaran yang ada. Pedagang pengumpul kota menjual ke pedagang pengecer kelapa butir kemudian menjual ke konsumen akhir. masing-masing lembaga melakukan fungsi-fungsi pemasaran. Saluran pemasaran yang panjang akan memperbesar biaya pemasaran dan marjin pemasaran dan ini di bebankan kepada konsumen. maka semakin tinggi keuntungan yang diperoleh dan sebaliknya semakin jauh lembaga pemasaran yang dilalui dari produsen sampai ke konsumen maka semakin rendah keuntungan yang diperoleh produsen. Bila pedagang perantara dalam rantai pemasaran kelapa yang dilalui banyak. Semakin dekat jarak lembaga tpemasaran yang digunakan produsen sampai ke tangan konsumen akhir. Dalam memasarkan hasil produksi kelapa sampai kepada konsumen akhir. transportasi. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan produsen dalam menjalankan fungsi pemasaran. Dalam memasarkan hasil produksi kelapa diperlukan juga biaya pemasaran. Selama proses itu.20 Petani ada juga yang menjual langsung kelapa ke pedagang pengumpul di desa kemudian pedagang pengumpul menjual ke pedagang pengumpul kota. sortasi. Mereka memiliki modal yang besar dan mampu menentukan harga pembelian dan harga penjualan dalam batas-batas tertentu sehingga menghasilkan sejumlah keuntungan yang diinginkan.

transportasi. tetapi didalamnya biaya penyimpanan. pengolahan dan biaya promosi. Dalam arti luas biaya pemasaran tidak hanya meliputi biaya penjualan saja. pengepakan.21 dengan share margin dan price spread. Baiaya pemasaran yang tinggi dapat membuat sistem pemasaran kurang efisien. Dalam arti sempit biaya pemasaran seringkali dibatasi artinya sebagai baiaya penjualan yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjual barang ke pasar. Biaya pemasaran ini diperlukan oleh lembaga-lembaga pemasaran untuk melakukan fungsi-fungsi pemasaran mulai dari produsen hingga ke konsumen akhir. Untuk memudahkan dan mengarahkan pemikiran ini maka disusun skema kerangka pemikiran sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara .

Skema kerangka pemikiran Keterangan: PPD PPK PP = Pedagang Pengumpul Desa = Pedagang Pengumpul Kota = Pedagang Pengecer = Pelaksanaan fungsi-fungsi pemasaran = Saluran pemasaran 2. Universitas Sumatera Utara . Hipotesis Penelitian Adapun hipotesis penelitian ini yang sesuai dengan kerangka pemikiran di atas maka tingkat efisiensi pemasaran kelapa di daerah penelitian masih tergolong rendah.22 PPK PP Konsumen Petani Agen PPD PP Konsumen PP Kec Konsumen Fungsi Pemasaran Biaya Pemasaran Harga Jual Akhir Marjin Pemasaran Efisiensi Pemasaran Share Margin Gambar 1.5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->