P. 1
bahan induk tanah

bahan induk tanah

|Views: 279|Likes:
Published by Bayu Adinata

More info:

Published by: Bayu Adinata on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2014

pdf

text

original

PEMBAHASAN A.

Bahan Induk Tanah Sifat bahan induk tanah ditentukan oleh asal batuan dan komposisi mineralogi yang berpengaruh terhadap kepekaan erosi dan longsor. Di daerah pegunungan, bahan induk tanah didominasi oleh batuan kokoh dari batuan volkanik, sedimen, dan metamorfik. Tanah yang terbentuk dari batuan sedimen, terutama batu liat, batu liat berkapur atau marl dan batu kapur, relatif peka terhadap erosi dan longsor. Batuan volkanik umumnya tahan erosi dan longsor. Tanah terbentuk dari bahan batuan yang mengalami fragmentasi dan proses pelapukan (fragmented rock material). Fragmented rock material dapat tetap di atas bedrock asal sebagai bahan yang relatif tidak padu (uncosolidated material) atau in situ, tapi kebanyakan telah tererosi dan ditransportasikan baik oleh air, angin, es atau gravitasi ke lain tempat membentuk deposit (debris mantles). Bahan-bahan deposit tak padu inilah (bukan solid bedrock) yang umumnya disebut sebagai bahan induk tanah (soil parent materials). Tanah bersama dengan debris atau bedrock yang terlapuk di bawahnya disebut sebagai regolith.
Bahan yang merupakan asal tanah disebut sebagai Bahan Induk. Sedikit tanah yang berkembang secara langsung dari batuan di bawahnya. Kebanyakan tanah berkembang dari bahanbahan dari tempat lain. Bahan-bahan di bagian bawah tanah biasanya. Oleh karena batuan tersusun atas mineral-mineral yang beragam serta berbeda ketahanannya terhadap pelapukan, maka mineralogi bahan induk sangat berpengaruh atas laju perkembangan tanah, tipe produk pelapukan, komposisi mineral dari tanah, dan kesuburan kimia tanah. Konsolidasi dan ukuran partikel bahan induk juga berpengaruh atas permeabilitas air.

Jenis bahan induk akan menetukan sifat fisik maupun kimiawi tanah yang terbentuk secara endodinamomorf, tetapi pengaruhnya mejadi tidak jelas terhadap tanah-tanah yang terbentuk secara ektodinamomorf. Pengaruh bahan induk ini sangat jelas terlihat pada tanahtanah muda-dewasa, namun dalam perkembangannya terjadi proses pelapukan lebih lanjut, apalagi apabila mengalami pelindian atau erosi berat, maka pengaruh ini makin tidak jelas, bahkan dapat hilang sama sekali. Pengaruh bahan induk terhadap sifat-sifat taah, secara ringkas meliputi: (1) Tanah-tanah yang terbentuk dari bahan induk asal bebatuan beku asam seperti quarsit dan batu-pasir yang melapuk sangat lambat akan mempunyai tekstur berpasir kasar dengan liat yang didominasi tipe 1:1 kaolinit dan berkejunuhan-basa rendah, sehingga tergolong tanah miskin, (2) Sebaliknya jika terbentuk dari bahan induk asal bebatuan beku basa dan bebatuan sedimen yang umumnya mudah lapuk, maka tanahnya akan bertekstur lebih halus

. dari bahan induk berupa debu vulkanik akan terbentuk tanah Andosol yang bersolum dalam dan didominasi oleh liat amorf yang disebut Alofan. tetapi kadang-kadang menetukan jenis vegetasi alami yang tumbuh di atasnya. sehingga relatif subur. batu-kapur. serta relatif subur. banyak tanah yang berjenis sama namun berasal dari bahan yang berbeda. basalt dan gabbro yang agak mudah lapuk tetapi bertekstur kasar terbentuk tanah-tanah muda yang juga bertekstur kasar. (7) Bahan induk bertekstur halus biasanya akan menghasilkan tanah yang juga bertekstur halus dan berkadar BOT tinggi. Di samping itu. Terdapatnya batu kapur di daerah humid akan menghambat tingkat kemasaman tanah. (3) Dari rhiolit yang relatif sangat lambat lapuk namun bertekstur halus terbentuk tanahtanah muda yang bertekstur halus pula. (6) Sebaliknya jika berbahan induk asal batu-kapur tak murni yang mudah lapuk. maka tanah yang terbentuk akan bersolum agak dalam dan bertekstur halus. (8) Pada dataran tinggi atau pegunungan yang berkelembapan tinggi. karena daya serap airnya yang tinggi. Susunan kimia dan mineral bahan induk tidak hanya mempengaruhi intensitas tingkat pelapukan. (9) Di asia beriklim tropis. padahal kondisi iklimnya sama. batu-kapur dan granit. granit. (5) Dari bahan induk asala batu-kapur murni yang keras akan terbentuk tanah-tanah yang berpasir dangkal (Terra Rosa). yaitu basalt. c. memicu pertumbuhan dan perkembangan tetanaman sebagai sumber BOT tersebut. Misalnya tanah-tanah bertekstur pasir adalah akibat dari kandungan pasir yang tinggi dari bahan induk. (4) Tektur tanah yang dipengaruhi mineral yang sukar lapuk seperti pasir kuarsa akan tetap terlihat meskipun tanah sudah tergolong tua. Tanah-tanah Hitam di Indian ternyata berasal dari bahan induk yang berlainan. Bahan induk Sifat-sifat dari bahan induk masih tetap terlihat. sedangkan dari granit. gneiss dan batu-liat. misalnya asal basalt.dengan liat yang didominasi tipe 2:1 montmorrilonit dan berkejenuhan basa tinggi. bahkan pada tanah humid yang telah mengalami pelapukan sangat lanjut. vegetasi yang hidup di atas tanah berasal dari batu kapur biasanya banyak mengandung basa-basa lapisan tanah atas melalui serasah dari vegetasi tersebut maka proses pengasaman tanah menjadi lebih lambat.

Berdasar atas kandungan SiO2. 3.Batu-batuan di mana bahan induk tanah berasal dapat dibedakan menjadi: 1. Bahan endapan baru: belum menjadi batu. Batuan endapan tua terdiri dari bahan endapan (umumnya endapan laut) yang telah diendapkan berjuta tahun yang lalu hingga telah membentuk batuan yang keras. misalnya di daerah dataran banjir. Salah satu bentuk yang khas dari bahan volkanik adalah abu volkan. c. Sebagian besar terdiri dari CaCO3 (kalsit) dan CaMg (CO3)2 (dolomit). Batuan beku Terbentuk karena magma yang membeku. Batuan induk masam menghasilkan tanah yang masam pula. Beberapa contoh dari batuan endapan tua ini adalah : Batuan gamping : Merupakan endapan laut. 2. Bahan ini merupakan bahan volkanik yang disemburkan dari gunung api sewaktu gunung api tersebut meletus. Batuan beku atas: magma membeku di permukaan bumi (batuan vulkanik). Batuan beku dalam: magma membeku di dalam bumi. Tanah yang terbentuk dari abu volkan umumnya merupakan tanh-tanah yang subur misalnya tanah Andosol (Andisol). Batuan sedimen a. b. Batuan Metamorfosa (malihan) . Batu pasir Batu liat Kadar liat tinggi b. Diendapkan oleh air. atau dataran aluvial. ada pula yang banyak mengandung fragmen batuan (tipe litik). batuan beku dibedakan menjadi batuan beku yang bersifat masam. Diendapkan oleh angin misalnya pasir pantai. a. intermedier dan alkalis. Abu volkan ada yang banyak mengandung gelas volkan yang amorf (tipe vitrik). tetapi bila mengalami pencucian lanjut karena curah hujan tinggi dapa pula membentuk tanah masam. sedang batuan induk alkalis pada umumnya menghasilkan tanah-tanah alkalis. Batuan beku gang (terobosan): magma menerobos retakan-retakan atau patahan-patahan dalam bumi dan membeku di antara sarang magma dan permukaan bumi. : Ada yang bersifat masam ada yang alkalis (shale/napal dan sebagainya). banyak mengandung karang laut. loess dan sebagainya : Banyak mengandung pasir kuarsa (SiO2 ).

Beberapa jenis batuan metamorfosa tidak menunjukkan foliated texture tersebut misalnya kwarsit (dari batu pasir) dan marmer (dari batu kapur karbonat). timur kalimantan. Batuan metamorffosa dengan lembar-lembar halus disebut schist (misalnya mika schist) sedang dengan yang lembar-lembar kasar disebut gneis (misalnya granit gneis). Di Indonesia. maka terjadilah akumulasi bahan organik. B. Bahan induk ini menentukan jenis tanah. Ca. 4. Dengan demikian maka terbentuklah tanah-tanah organik atau tanah gambut (Histosol). pantai barat. selatan. antara lain : . seperti banyak ditemukan di pantai timur sumatra.Berasal dari batuan beku atau sedimen yang karena tekanan dan suhu sangat tinggi berubah jadi jenis batuan lain. Bahan Induk Organik Di daerah hutan rawa yang selalu tergenang air. Jenis dan Persebaran Tanah di Indonesia Bahan induk tanah adalah batuan yang telah lapuk. sehingga banyak ditemukan pula tanah-tanah kurus dan masam di daerah tersebut. dan pantai selatan irian jaya. Tanah-tanah ini terdapat disekitar gunung berapi dan umumnya merupakan tanah subur karena bahan volkanik tersebut banyak mengandung mineral mudah lapuk yang kaya akan unsur hara. Jenis dan persebaran tanah di Indonesia. Di lain pihak terutama di luar jawa banyak ditemukan tanah-tanah berasal dari bahan induk batuan endapan laut yang amat tua misalnya batuan liat (diendapkan pada zaman tertier). terutama di jawa dan beberapa tempat di luat jawa banyak ditemukan tanah-tanah berkembang dari bahan-bahan volkanik. proses penghancuran bahan organikberjalan lebih lambat daripada proses penimbuhan. Batuan metamorfosa umumnya bertekstur lembar (foliated texture) akibat rekritalisasi dari beberapa mineral dan orientasi mineral menjadi paralel sehingga terbentuk lembar-lembar. Mg dan sebagainya. seperti K.

Litosol Tanah mineral dengan sedikit perkembanan profil. tersebar di daerah beriklim basah. Penyebarannya di daerah dataran aluvial sungai. 4. Penyebarannya di daerah lereng volkan muda. tidak bertekstur.5 m. umumnya bersifat sangat asam (pH 4. mempunyai ciri-ciri dan sifat sebagai berikut . kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir. tidak tejadi deferensiasi horison secara jelas. 3. belum mengalami perkembangan. tekstur debu lempung. merah hingga kuning. warna. curah hujan lebih dari 3000 mm/tahun. pegunungan. warna coklat hingga kehitaman. dan di daerah bentang pantai dan jumuk-jumuk pasir pantai. Latosol Jenis tanah telah berkembang atau terjadi deferensiasi horison. pH umumnya netral. dan kemiringan lereng miring hingga curam. warna coklat. Organosol atau Tanah Gambut Jenis tanah ini berasal dari bahan induk. dan kandungan unsur hara rendah. solum dalam. kesuburan sedang. ketebalan lebih dari 0. kesuburan umumnya sedang hingga tinggi. kerikil dan kesuburan bervariasi. Aluvial Jenis tanah masih muda. tidak berstruktur. umumnya di topografi berbukit.1. tekstur beraneka. berasal dari bahan induk aluvium. 2. ketinggian tempat berkisar antara 300-1000 meter di atas permukaan laut. daerah aluvial pantai. dan di daerah cekungan (depresi). 5. tekstur lempung. Rejosol Jenis tanah masih muda. tekstur pasir.0). tekstur tanah beraneka dan pada umumnya berpasir. konsistensi agak lekat. bahan organik dari hutan rawang/rumput rawang. Litosol dapat dijumpai di segala iklim. . struktur berbutir tunggal. kandungan batu. belum mengalami deferensiasi horison.

curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun tanpa bulan kering. . tanah yang sudah lama digunakan untuk persawahan memperlihatkan perrkembanga profil kelas. Tanah Sawah (Paddy Soil) Tanah sawah diartikan. 7. batu lempung atau tuff yang tersebar di daerah iklim submuhik dengan curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun. Berasal dari bahan induk abu atau tuff vulkanis. kelembapan juga tinggi. Penyebaran di daerah beriklim sedang dengan curah hujan diatas 2500 mm/tahun tanpa bulan kering. umumnya bersifat alkali. Tanah ini berasal dari batu kapur. Andosol Jenis tanah mineral yang telah mempunyai perkembangan profil.6. kandungan pasir kuarsanya tinggi. Penyebarannya di daerah beriklim basah. Sumatra Utara dan Irian Jaya. mergel. tekstur lempung hingga pasir. Gramusol Tanah mineral yang mempunyai perkembangan profil. kandungan organiknya tinggi. 8. Misalnya daerah Kalimantan Tengah. warna coklat kekelabuan hingga hitam. Podsol Jenis tanah ini tidak mempunyai perkembangan profil. bila kering sangat deras dan tanah retak-retak. umumnya di jumpai di daerah lereng atau kerucut volkan dengan ketinggian diatas 800 m diatas permukaan laut. 9. kesuburannya rendah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->