metabolisme lipid

1. PENDAHULUAN Lipid yang terdapat dalam makanan sebagian besar berupa lemak, oleh karena itu metabolisme yang akan dibahas adalah metabolisme lemak.Pada umumnya lipid merupakan konduktor panas yang jelek, sehingga lipid dalam tubuh mempunyai fungsi untuk mencegah terjadinya kehilangan panas dari tubuh. Makin banyak jumlah lemak makin baik fungsinya mempertahankan panas dalam tubuh. Pada umunnya 2,5 hingga 3 jam setelah orang makan makanan yang mengan dung banyak lemak, kadar lemak dalam darah akan kembali normal. Dalam darah lemak diangkut dalam tiga bentuk yaitu berbentuk kilomikro, partikel lipoprotein yang sangat kecil dan bentuk asam lemak yang terikat dalam albumin. Kilomikro yang menyebabkan darah tampak keruh terdiri atas lemak 81-82%, protein 2%, fosforlipid 7% dan kolesterol 9%. Kekeruhan dalam darah akan hilang dan darah akan menjadi jernih kembali apabila darah telah mengalir melalui beberapa organ tubuh atau jaringan-jaringan, karena terjadinya proses hidrolisis lemak oleh enzim lipoprotein lipase. Lipoprotein lipase terdapat dalam sebagian besar jaringan dan dalam jumlah yang banyak dalam jaringan adiposa dan otot jantung. Sebagian besar lemak yang diabsorbsi diangkut ke hati. Disini lemak diubah menjadi fosforlipid dan diangkut ke organ-organ dan jaringan-jaringan. Pada proses oksidasi 1 gram lemak dihasilkan energi sebesar 9 kkal, sedangkan 1 gram karbohidrat maupun protein hanya menghasilkan 4 kkal. Lemak juga merupakan salah satu bahan makanan yang mengndung vitamin A,D,E,dan K Pencernaan lemak terutama terjadi dalam usus, karena dalam mulut dan lambung tidak terdapat enzim lipase yang tidak dapat menghidrolisis lemak. Dalam usus lemak diubah dalam bentuk emulsi, sehingga dengan mudah berhubungan denganenzim steapsin dalam cairan pankreas. Hasil akhir proses pencernaan lemak ialah asam lemak, gliserol, monogliserol, digliserida serta sisa trigliserida. Pegeluaran cairan pankreas dirangsang oleh hormon sekretin dan pankreozimin. Lemak yang keluar dari lambung masuk ke usus merangsang pengeluaran hormon kolesistokinin yang pada gilirannya menyebabkan kantung empedu berkontraksi hingga mengeluarkan cairan empedu ke dalam duodenum. Lipid lainnya yang dapat terhidrolisis oleh

fosfolipid. Beberapa fungsi lipid dalam sistem makhluk hidup adalah sebagai berikut: ‡ Komponen struktur membran Semua membran sel termasuk mielin. tekanan listril dan fisik Lipid berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi kelompok utama yaitu: ‡ Lipid yang dapat disaponifikasi (saponifikasi lipids) Contohnya : lemak netral (triasilgliserol).E.D.dan vitamin A. glikolipid . Senyawa-senyawa lipid tidak mempunyai rumus struktur yang sama dan sifat kimia serta biologinya juga bervariasi.dan K .dolikol. fosfatase. PEMBAHASAN Lipid merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti kloroform.eter. dan lain-lain ‡ Lapisan pelindung Untuk mencegah infeksi dan kehilangan atau penambahan air berlebih ‡ Insulasi barier Untuk menghindari panas. Ester kolesterol dan kolesterol esterase dihidrolisis menjadi kolesterol dan asam lemak 2. hormon steroid. dan esterase. megandung lipid lapidan ganda. Fungsi membran di antaranya adalah sebagai barier permeabel ‡ Bentuk energi cadangan Sebagai fungsi utamatriasilgliserol yang ditemukan dalam jaringan adiposa ‡ Kofaktor/prekusor enzim Untuk aktifitas enzim seperti fosfor lipid dala darah.ubiquinon. dan sulfolipid serta senyawa dengan asam karboksilat rantai panjang(asam lemak) ‡ Lipid yang tidak dapat disaponifikasi (nonsaponifikasi lipids) Contohnya: steroid.cairan pankreas antara lain adalah lesitin oleh fosfolipase. benzena. koenzim A dan sebaginya ‡ Hormon dan vitamin Prekusor untuk biosintesis prostalgin.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah asam lemak tak jenuh. Enzim lipase yang dikeluarkan oleh kantung empedu pankreas. baik dari gliserol maupun dari dihidroksi aseton fosfat. Anabolisme Triasgliserol Tahap pertama sintesis trasgliserol ialah pambentukan gliserolfosfat. dan sel usus halus berfungsi baik dalam mengkalis degrasi molekul lipid yang sesuai. Selanjutnya gliserolfosfat yang telah terbentuk bereaksi dengan 2 mol asii koenzim A membentuk suatu asam fosfatidat. Enzim fosfolipase A1 mengkatalis pemutusan asam lemak yang terikat pada atom C1 dari . Fosfolipid Merupakan lipid yang mengandung gugus ester fosfat. Proses degradasinya dipengaruhi oleh hormon-hormon tertentu untuk mengaktifkan enzim lipase.Hasil degradasi ini adalah asam lemak bebas dan monoasilgliserol. Triasgliserol berada dalam sejumlah bentuk cair atau padat. bergantung pada asam lemak pokoknya. Katabolisme Triasgliserol Enzim yang berperan dalam mengkatalis reaksi degradasi lipid adalah enzim lipase. a. Fosforlipid berfungsi terutama sebagai unsur struktur membran. a. Aktifnya enzim ini selanjutnya mendegradasi trigliserida dengan menghidrolisis ikatan ester pada atom C nomor 1 dan 3 saja. Lemak netral (triasilgliserol) Merupakan komponen utama lemak cadangan pada sel hewan dan tumbuhan. Katabolisme Fosfolipid Katabolisme fosfolipid terjadi melalu serangkaian reaksi yang dikatalis oleh berbagai enzim. Sehingga berbentuk semipadat atau padat. Sedangkan triasgliserol hewan mempunyai asam lemak jenuh tinggi. Umumnya triasgliserol tumbuhan mempunyai titik leleh rendah dan berbentuk cair pada suhu kamar. Tahap berikutnya ialah reaksi hidrolisis asam fosfatidat dengan fosfatase sebagai katalis dan menghasilkan suatu 1. Reaksi Gliserol berlangsung dalam hati dan ginjal dan Reaksi dihidroksi aseton fosfat berlangsung dalam mukrosa usus serta dalam jaringan adiposa.2 gliserida B.A. b.

Sumber asam lemak esensial banyak terdapat pada lemak mentega. Asam Lemak Jenuh Asam lemak yang terjadipada Proses hidrolisis lemak mengalami oksidasi dan menghasilkan asetil koenzim A yang salah satunya hipotesis yang dapt diterima ialah bahwa . Dan fosfolipase D membebaskan etanolamin. Anabolisme Fosfolipid Jenis-jenis fosfolipid terbentuk dari reaksi yang berbeda-beda. diperoleh dari hidrolisis suatu lemak atau minyak.2 digliserida dan sitidindifosfat-etanolamin (CDP-etanolamin). minyak hewan dan lain-lain. b.kolin. Enzim fosfolipid C melepaskan ikatan gliserol dengan fosfat.gliserol.2 digliserida menggunakan katalis fosfokolin transferase dapat membentuk molekul fosfolipid jenis fosfstidil kolin. Asam lemak disebut juga asam karboksilat. Fosfotidikolin terbentuk melalui reaksi antara 1. Sedangkan fosfotidiletanolamin terbentuk dari reaksi antara 1. minyak kelapa. Jenis lipid ini terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Sementara reaksi antara CDP kolin dengan 1. Asam Lemak Asam lemak tersusun dari komponen hidrofobik berupa rantai hidrokarbon dan komponen hidrofilik berupa gugus karboksil. Katabolisme Asam Lemak 1. Golongan asam lemak ini disebut asam lemak nonesensial. Umunya asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh dengan satu ikatan rangkap seperti asam oleat dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi dari karbohidrat. CDp etanolamin dapat bereaksi dengan 1.2 digliserida membentuk fosfatidil etanolamin. a. Katalis fosfolipase A2 membebaskan asam lemak yang terikat pada atom C2.Golongan asam lemak ini disebut lemak esensial Organisme tingkat tinggi seperti mamalia tidak dapat hidup tanpa asam lemak tak jenuh. biji sayuran. Sedangkan asam lemak tak jenuh yang mmepunyai lebih dari dua ikatan rangkap seperti linoleat tidak dapat disintesis oleh organisme tingkat tinggi.2 gliserida dengan sitidindifosfat-kolin (CDP-kolin). C. Reaksi ini dikatalis oleh fosfoetanolamin transferase. serin atau inositol dari suatu fosfolipid sehingga terbentuk fosfotidat.

Reaksi ini ialah hidrasi terhadap ikatan rangkap antara C-2 dan C-3 4. Perubahan ATP menjadi AMP berarti ada dua buah ikatan fosfat berenergi tinggi yang digunakan untuk membentuk asetil koenzim A. Terbentuknya asil koenzim A dari asam lemak memerlukan energi yang diperoleh dari ATP. Reaksi keempat adalah reaksi oksidasi yang mengubah hidroksiasil koenzim A menjadi ketoasil koenzim A. tahap pertama oksidasi asam lemak jenuh adalah pembentukan asilkoenzim A. Selanjutnya asetil koenzim A dapat teroksidasi menjdai CO2 dan H2O melalui siklus asam sitrat atau digunakan untuk reaksi-reaksi yang memerlukan asetil KoA. Oleh karena oksidasi terjadi pada atom karbon ß.asam lemak terpotong 2 atom karbon setiap kali oksidasi. Enzim L-hidroksiasil koenzim A dehidrogenase merupakan katalis dalam reaksi ini dan melibatkan NAD yang reduksi menjadi NADH. Dalam reaksi ketiga ini enzim enoil KoA hidratase merupakan katalis yang menghasilkan Lhidroksiasil koenzim A. Koenzim yang dibutuhkan dalam reaksi ini ialah FAD yang berperan sebagi akseptor hidrogen. Tapah-tahap pembentukan heksanoil KoA: 1. tampak bahwa semua substrat adalah derivat dari asil koenzim A. Asam lemak Tak Jenuh Seperti pada asam lemak jenuh . Enzim asil KoA dehidrognase berperan sebagai katalis dalam reaksi ini. Dua molekul ATP dibentuk untuk tiap pasang elektron yang ditransportasikan dari molekul FADH2 melalui sistem transpor elektron. Asil koenzim A yang terbentuk pada reaksi tahap 5 . maka oksidasi tersebut dinamakan ß oksidasi. 2. Tahap kelima adalah reaksi pemecahan ikatan C-C sehingga asetil koenzim A dan asetil koenzim A yang mempunyai jumlah atom C dua buah lebih pendek dari molekul semula. yaitu: 2. Selanjutnya molekul asil koenzim A dari asam lemak tidak jenuh . Proses oksidasi kembali NADH ini melalui trasnpor elektron dapat membentuk tiga molekul ATP 5. 3. mengalami metabolisme lebih lanjut melalui reaksi tahap 2 hingga tahap 5 dan demikian seterusnya sampai rantai C pada asam lemak terpecah menjadi molekul-molekul asetil koenzim A. Reaksi kedua ialah reaksi pembentukan enoil KoA cara oksidasi. Dari reaksi-reaksi tahap 1 sampai tahap 5. Pembentukan asil KoA dari asam lemak R-CH2CH2COOH berlangsung dengan katalis enzim asetil KoA sintetase atau disebut juga tiokinase dalam dua tahap.

sehingga menghasilkan 3 molekul asetil KoA dan ¨3 sis-¨6-sis. Dan selanjutnya mengalami proses epimerasiasi yang dibantu oleh enzim epimerase membentuk L(+) ß oksidasi dan dengan terbentuknya 4 molekul asetil KoA maka selesailah rangkaian reaksi kimia pada proses oksidasi asam linoleat tersebut.biotin± enzim + asetil KoA Biotin terikat pada suatu protein yang disebut protein pengengkutan karboksilbiotin. yang tergantng pada letak ikatan rangkap pada molekul tersebut Linoleil KoA yang terbentuk kemudian dipecah melalui proses ß oksidasi.-.tersebut mengalami pemecahan melalui proses ß oksidasi seperti molekul asam lemak jenuh.biotin ± enzim + ADP + Pi malonil KoA + biotin ± enzim CO2--. Katalis dalam reaksi ini adalah transkarboksilase . Biotin karboksilase adalah enzim yang bekerja sebagai katalis dalam reaksi karboksilasi biotin. Reaksi ini melibatkan HCO3dan energi dari ATP. Reaksi kedua ialah pemindahan gugs karboksilat kepada asetil koenzim A. oleh enzim isomerase diubah menjadi ¨2 trans--¨6-sis.dienoil KoA. hingga terbentuk senyawa ±sil-sil-sil KoA atau tans-sil-sil KoA. Senyawa ini kemudian mengalami proses oksidasi sehingga menghasilkan 2 molekul asetil KoA dan ¨2 sis. Anabolisme Asam Lemak Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA yang terdapat pada sitoplasma.dienoil KoA yang oleh enzim hidratase diubah menjadi D(-) ß-hidroksiasil KoA. Reaksi pembentukan koenzim A sebenarnya terdiri atas dua reaksi sebagai berikut : Biotin ± enzim + ATP + HCO3CO2.dienoil KoA. Dari 1 molekul asam linolet terbentuk 9 molekul asetil KoA b. Reaksi awal adalah korboksilasi asetil koenzim A menjadi malonil koenzim A.

Fosforlipid merupakan lipid yang mengandung gugus ester fosfat. Jenis lipid ini terdiri atas asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC ‡ Hamid A.Bandung:Penerbit Alfabeta ‡ Martoharsono. Fosforlipid berfungsi terutama sebagai unsur struktur membran Asam lemak tersusun dari komponen hidrofobik berupa rantai hidrokarbon dan komponen hidrofilik berupa gugus karboksil.2001. benzena.Biokimia Harper edisi 24. Sedangkan triasgliserol hewan mempunyai asam lemak jenuh tinggi.Lipid yang tidak dapat disaponifikasi (nonsaponifikasi lipids).Robert K. DAFTAR PUSTAKA ‡ Poedjiadi.eter. Dasar-Dasar Biokimia.2000.Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia ‡ Murray Md. KESIMPULAN Lipid merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut non polar seperti kloroform.Biokimia Metabolisme Biomolekul.1994.Yogyakarta:Penerbit Universitas Gajah Mada . Dan telah dipaparkan reaksi-reaksi katabolisme dan anabolisme asam lemak jenuh dan tak jenuh.Anna.1997. Asam lemak disebut juga asam karboksilat.Abdul.Seoharsono.Toha.Phd.3. Triasgliserol berada dalam sejumlah bentuk cair atau padat.Biokimia jilid 2. Sehingga berbentuk semipadat atau padat. 4. diperoleh dari hidrolisis suatu lemak atau minyak. Triasgliserol tumbuhan mempunyai titik leleh rendah dan berbentuk cair pada suhu kamar yang disebabkan oleh banyaknya jumlah asam lemak tak jenuh. Senyawa-senyawa lipid tidak mempunyai rumus struktur yang sama dan sifat kimia serta biologinya juga bervariasi Lipid berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi kelompok utama yaitu:Lipid yang dapat disaponifikasi (saponifikasi lipids). bergantung pada asam lemak pokoknya.