P. 1
Desain_Kemasan

Desain_Kemasan

|Views: 87|Likes:
Published by Didi Sajah

More info:

Published by: Didi Sajah on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

Desain pada Kemasan

APA ITU DESAIN Desain merupakan seluruh proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksl, fungsi dan estetika, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desain adalah suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yanq diungkapkan dalam gambar dan bentuk. Kegiatan desain mencakup berbagai bidang, seperti bidang produksi, tekstil, interior, mebel, benda-benda pakai dan segala macam penciptaan benda yang membutuhkan paduan artistik fungsionil dan ekonomis dari yang mempergunakan teknologi rendah sampai dengan yang mempergunakan teknologi tinggi. Demikian pula dalam bidang desain grafis masalahnya akan menyangkut teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses percetakan, yang disertai pula dengan pengertian tentang bahan dan biaya. Tujuan utama desain grafis, tidak saja menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, tetapi juga yang informatif dan komunikatif dengan masyarakat. Bila dilengkapi dengan pengertian psikologi massa, dan teori-teori pemasaran (ekonomi), maka karya-karya desain grafis ini dapat merupakan alat promosi dengan yang sangat ampuh. Sekarang apa yang kita kenal sebagai dunia desain grafis mencakup bidang kegiatan yang semakin luas, mencakup semua aspek komunikasi melalui bentuk visual mulai dari penciptaan logo (trade mark), perencanaan dan pembuatan buku berikut wajah kulit, ilustrasi dan tipografinya, perencanaan wajah kalender, grafis untuk segala bentuk kemas, desain huruf untuk arsitektur, semua keperluan barang cetakan untuk sebuah hotel, tata huruf judul film dan TV, poster, film kartun, animasi untuk film iklan, grafik-komputer, barang cetakan untuk pelayanan masyarakat lewat benda pos, surat kabar, majalah, sampai dengan rambu lalu-lintas dan sebagainya. Tegasnya semua kebutuhan informasi visuil, yang perlu dikomunikasikan dari seseorang kepada yang lain atau bahkan yang dikomunikasikan secara massal, menjadi bidang kegiatan perencanaan grafis. Hal ini sesuai dengan tuntutan hidup effektif yang selalu membutuhkan informasi yang cukup dan baik. PERENCANAAN SEBUAH KEMASAN Kemasan adalah pelindung dari suatu barang, baik barang biasa mau pun barangbarang hasil produksi industri. Dalam dunia industri kemasan merupakan pemenuhan suatu kebutuhan akibat adanya hubungan antara penghasil barang dengan masyarakat pembeli. Untuk keperluan ini kemasan harus dapat menyandang beberapa fungsi yang harus dimilikinya seperti: - tempat atau wadah dalam bentuk tertentu dan dapat melindungi barang dari kemungkinan rusak, sejak keluar dari pabrik sampai ke tangan pembeli, bahkan masih dapat digunakan sebagai wadah setelah isi barang habis terpakai, (dalam hal ini wadah tersebut masih menyandang fungsi iklannya).

kemasan mempunyai kemudahan dalam pemakaiannya (buka. sekadar untuk menghindarkan persamaan nama di Lembaga Pencatatan Paten. sehingga efisien dan tidak sulit dalam hal pengepakan. sebuah tempat kertas lap “Klenex” yang didesain menarik dapat memperindah kamar mandi dan botol parfum yang cantik memberikan kekhasan meja berhias seorang gadis. lahir pula gambar-gambar dan nama-nama sederhana dari benda yang sangat dikenal dalam kehidupan kita sehari-hari. sebush botol kecap bagus dengan etiketnya yang menarik dapat menyemarakkan suasana tertentu di meja makan atau lemari di dapur. . maka seseorang tidak dapat mempergunakan logo yang sama untuk keperluan desain logo . maka sampai dengan pertengahan abad ini kita masih melihat bahasa gambar sangat banyak dipergunakan di samping bahasa warna dan huruf. bawa) tanpa mengurangi mutu ketahanannya dalam melindungi barang. Sebuah contoh: Gambar buaya sudah ada pada Lembaga Pencatatan Paten. Djarum Merah. Djarum Kuning (antara tahun 1950-1960). pengiriman serta penempatan. demikian pula penyusunan dalam lemari pajang. .mutu kemasan dapat menumbuhkan kepercayaan dan pelengkap citradiri dan mempengaruhi calon pembeli untuk menjatuhkan pilihan terhadap barang yang dikemasnya (bungkus rokok yang berwibawa). Kemudian. serta penggunaan warna untuk memperkuat identitas produk tersebut. pernah memproduksi rokok kretek dengan beberapa jenis rasa yang dibedakan dari warna bungkus. Djarum. Di samping itu sejalan dengan keterbatasan kemampuan visual dan logika. Semua desain. etiket kemasan.rupa luar kemasan harus sesegera mungkin menimbulkan kesan yang benar tentang jenis isi barang yang dikemas. . tapi juga pelengkap rumah tangga. Upet. tutup. .Kemasan bukan hanya sebuah bungkus. Sapi. Gudang Garam dan sebagainya. yang oleh industri rokok yang dipilihkan seperti: Djambu Bol. Dalam fungsi ini desain bentukkemasan harus mendapat dukungan penuh dari unsur desain-grafisnya. Sugu. Mengingat konsumen Indonesia yang sebagian besar masih terbatas kemampuan melek hurufnya. dibuktikan dalam desain-desain merek-dagang. nama-nama aneh muncul dalam gaya seperti ini. tipe huruf. . pegang.melalui bentuk dan tata rupa yang dimilikinya kemasan berfungsi sebagai alat pemasar untuk mempertinggi daya jual barang. Pompa. kecuali warna dasarnya yang berbeda. Djeruk. Tang. dan ukuran sama. jadi di sini ditekankan penggunaan warna.perencanaan yang baik dalam hal ukuran dan bentuk. Hal ini. Djarum Coklat. Carok. Suatu waktu pabrik rokok kretek Djarum. sehingga bentuk kemasan selain menarik harus dapat menyampaikan keterangan dan pesanpesannya sendiri.

Keberhasilan pemasaran suatu barang. tetapi juga dalam upaya yang sama oleh mutu dan penampilan kemasan itu sendiri. dia menambahkan kata baru di samping kata buaya. warna dan aksara. sebab warna yang keras hanya dapat berteriak. tidak saja penting sebagai daya tarik tetapi terutama cergas untuk berkomunikasi dengan konsumen tentang keterangan-keterangan yang diinginkan. akan membawakan pesan yang langsung ataupun yang tidak langsung dari barang tersebut terhadap kualitas dan nilainya. yang bergambar medali atau mata uang di pasar lebih dikenal dan dinamakan “Korek api cap Balon”. karena pada dasarnya nilai estetik harus terkandung dalam keserasian antara bentuk dan penataan desain grafis tanpa melupakan kesan jenis. barang produk ditentukan oleh kemasannya sendiri. dan warna kuning muda atas putih akan tidak terbaca. karena itu kami tingkatan kemasannya”. tidaklah layak diganggu oleh penggunaan warna-warna kontras yang menyilaukan. bahasa simbol yang diungkapkan melalui gambar. Ketiga unsur grafis. Grafis harus dapat mengantarkan pesan yang ingin disampaikan oleh produsen barang lewat kemasan yang diciptakan. Mempertimbangkan tata tertib desain sangat membantu untuk menghindarkan kesan desain yang kacau balau. Lalu jalan keluarnya. Karena itu mutu lain dari sebuah kemasan dinilai dari kemampuannya dalam memenuhi fungsi. Kesadaran akan kemasan adalah bahagian yang tak terpisah dari barang produk.baru. baik informasi mengenai isi maupun penjelasan mengenai cara pemakaian produk tersebut. apa yang paling segera terlintas difikirkan dan mudah diingat. tidak hanya ditentukan oleh mutu barang serta usaha promosi yang dilakukan. huruf dan warna haruslah dapat menampilkan dirinya secara saling tenggang dan saling tunjang. Teks yang dicetak dengan warna kuning atas dasar hitam akan sangat jelas terbaca. Pemilihan tipe huruf yang berkarakter sesuai dengan jenis barang. lalu mendaftarkan diri dengan merek “Buaya Gunung”. skripsi merek Dagang di Indonesia tahun 1961-1962). dipadu saling menunjang dengan gambar ilustrasi yang tepat dan dicetak dengan teknik percetakan yang baik. Demikian pula penggunaan bentuk huruf kecil akan lebih . bentuk. sebaliknya tulisan biru atas dasar merah akan bergerak memusingkan mata. singkat. Keberhasilan daya tarik kemasan ditentukan oleh estetik yang menjadi bahan pertimbangan sejak awal perencanaan bentuk kemasan. ciri dan sifat barang yang diproduksi. benar. Kesederhanaan cara melihat yang berasal dari logika bentuk sering terjadi. mudah terbaca dan menyatu dengan desain keseluruhan. Teks haruslah jelas. UNSUR DESAIN Bahasa desain adalah bahasa visual. Untuk kenyataan ini kita kenal filsafat pemasaran yang sudah lazim sejak abad ke 19 di Inggris “the product is the package”. Gambar ilustrasi yang berkelebihan akan menenggelamkan pesan informasi tertulis yang juatru lebih penting. sehingga tidak mengherankan bila sebuah biro perencanaan grafis bersikap “Kami tak dapat menaikkan mutu barang produk. gambar. Gambar dan tulisan (teks). Bentuk huruf nama produk yang seharusnya tampil utama. gambarnya adalah buaya dan gunung (Penelitian Wiyanto. di mana kemasan dituntut untuk memiliki daya tarik yang lebih besar daripada barang yang dibungkus di dalamnya. karena itu tidak mengherankan bila korek api Jonko ping Tandstick Fabriek. tapi tidak menyampaikan pesan.

kuning) dan warna dingin (hijau. dan pemilihan tipe huruf yang sederhana akan lebih menguntungkan dari pemakaian huruf yang dekoratif yang mungkin akan lebih indah tapi sukar terbaca. atau bintang terkenal lainnya. kueh yang merangsang selera). Bahkan lebih jauh dalam bungkus jamu Cap Djago. karena lebih menampilkan kenyataan benda tersebut. tentang penekanan suatu kesan tertentu atau sebagai penangkap mata untuk menarik calon pembeli untuk membaca teks. terbuka. tidak berarti ganda. Kalau warna merah dianggap warna jantan.mudah dan enak dibaca dari pada huruf besar. Demikian pula dapat menunjukkan hasil yang bisa diperoleh dengan menggunakan produk tersebut (sop dengan kuah yang lezat. Cara yang sama dapat digunakan untak bidang kosmetik yang menampilkan wajah cantik. dan jarak spasi antara huruf lebih besar dari tebal huruf itu sendiri. ilustrasi dengan gambar pada kemas dapat ditampilkan berupa barang produknya secara penuh atau gambar detailnya ataupun gambar yang berupa hiasan. ramah dan hangat. Dari sudut kejiwaan warna panas dihubungkan dengan sikap spontan. atau rambut rapih yang anggun. Yang sudah jelas kita mengenal 2 penggolongan warna. penuh pertimbangan dan disebut “introverted colours”. pendukung teks. memacu gerak dan menggelisahkan. Kuning penuh gairah. Hal ini semata dengan upaya untuk mencitrakan diri terhadap sesuatu yang membanggakan. meriah. Memperhitungkan tinggi dan tebal huruf yang seimbang. buah-buahan. Ilustrasi melalui gambar fotografi sering digunakan untuk meyakinkan kualitas isi barang. karena kecenderungan konsumen adalah selalu mencari produk yang praktis dan bermanfaat yang kemudian baru mempertimbangkan soal harga. santai. yaitu warna panas (merah. Fungsi utama dari ilustrasi ini adalah untuk informasi visual tentang produk. tidak terlalu panjang. dipasang tokoh terkenal seperti Titik Puspa dan Mus Mualim. sehingga seakan-akan kemasan itu berusaha menyembunyikan sesuatu. Dengan fotografi lebih mampu menggambarkan bahan dasar alami dari isi produk tersebut (sayur segar. ikan dan lain-lain). warna jingga mengesankan bersih. Hindarkanlah kesan pada konsumen. nasi goreng. Berdasarkan kegunaannya. daging. biru dan ungu). sehingga semua pesan yang tertulis sangat mudah terbaca. atau ornamen yang simbolis saja. gunakanlah kata-kata yang mudah dimengerti. paras ayu dengan kulit halus yang lembut. ceria dan terang. Sehubungan dengan warna pada perencanaan grafis kemasan dapat dirasakan kegunaannya dalam beberapa sudut yang saling berkaitan. Mengenai gambar atau ilustrasi dapat diungkapkan melalui gambar tangan ataupun melalui fotografi atau keduanya. Warna adalah hal yang sangat penting dalam komunikasi dengan konsumen. . Dalam pemakaian teks. Hal ini terutama sering dipakai pada kemasan barang makanan. membangkitkan selera. lambang darah yang mengalir di dalam tubuh. jingga. sedang warna dingin dihubungkan dengan sikap tertutup sejuk. yang disebut “extroverted colour”.

Penerapan warna terhadap kemasan dapat pula dipertimbangkan dari sudut cerapan warna terhadap cerapan cecap. Dari sebuah angket terbatas mengenai pengaruh warna terhadap cecap (taste) yang dilakukan di antara ibu rumah tangga di Bandung. Fuji Color (hijau). . Demikian pula untuk beberapa rokok cap tertentu di Indonesia yang pemasarannya di antara konsumen kelas bawah. dapat diambil kesimpulan. Seterusnya mengenai masalah warna dalam kaitan selera publik konsumen dapat pula kita catat beberapa hal seperti : . hijau. Skripsi “Sebuah Penelitian Jelajah Mengenai: Kemungkinan Timbulnya Cerapan Cecap/Akibat Cerapan Warna” Tahun 1983. canggih (sophisticated). Demikian pula warna bungkus rokok untuk masyarakat menengah ke bawah sebaiknya dengan warna lebih ceria.merah jambu mengesankan kewanitaan dan warna hijau melambangkan suatu yang tumbuh dan harapan. warna kuning memberikan cecap asam yang tertinggi warna biru terang dengan putih memberikan cecap asin dan warna merah-gelap dan hitam memberikan cecap pahit (penelitian Baby Ahnan. Mustika Ratu (merah tua).Warna anggun. Sari Ayu (coklat tua). atau mencerminkan tingkatan sosial tertentu. Dapat kita bayangkan persaingan ketat yang akan dihadapi oleh sebuah produk dengan kemasnya pada sebuah rak pemajangan produk sejenis lainnya yang berpuluh-puluh jumlahnya. terdapat keserasian tertentu dalam warna yang dipakai sesuai dengan daerah khas tertentu. apalagi bila didukung oleh kampanye iklan yang agak berbau erotis. Bagi kemasan yang mempergunakan unsur grafis dan warna dengan lebih seksama tentu akan tampil sebagai pemikat utama bagi calon pembeli. sehingga pada sebuah kemasan warna tampil lebih awal dibandingkan dengan bentuk kemasannya dan untuk ini tidak begitu diperlukan pertimbanganpertimbangan pengamatan. pandangan dari segi psikologi mengemukakan. kurang cocok untuk warna kosmetik yang dipasarkan di golongan masyarakat menengah ke bawah. sedangkan warna biru memberikan rasa tenang. bahwa warna merah memberikan cecap manis yang tertinggi. Sedangkan warna untuk bungkus rokok kretek Filtra yang kemasan cocok untuk kalangan orang bisnis. Menjua1 radio dengan warna merah. Untuk menjelaskan kekuatan warna. Kesimpulan ini tentu dapat dipakai sebagai titik tolak pewarnaan kemasan khusus untuk makanan dan minuman di Indonesia. yang agak meriah. Yang lebih disukai adalah warna cerah. Corned beef Cip/Pronas dan sardencis (merah). atau biru muda akan lebih mudah di daerah pedesaan. maka biru memberikan kesunyian di langit. dan rokok Djarum Super merah-hitam sesuai untuk golongan pemuda yang berjiwa muda atau romantis. Kecenderungan potensi dari warna ini tentunya dapat diterapkan dengan baik dalam pembuatan kemasan. Kodak (kuning). Sebagai contoh hal ini jelas terlihat pada kemasan film. bahwa warna lebih dekat hubungan kepada emosi daripada kepada bentuk. Apalagi bila disadari bahwa daya ingat manusia terhadap bentuk lebih lamban dibanding terhadap warna dan orang dapat lupa terhadap nama sebuah produk tapi sukar lupa terhadap warna kemasnya. Bila hijau membangkitkan ketenangan di bumi.

maka kita akan temukan sebagian besar barang makanan itu dikemas dalam keadaan sederhana. dodol. seperti pendirian industri/pabrik. Barang-barang yang dijajakan di sebuah pasar syawalan akan diletakkan sesuai kelompok jenisnya. Barang produk tersebut tiba-tiba tenggelam ke dalam satu pertarungan yang sengit untuk dapat memenangkan perhatian pembeli. mendorong para produsen untuk menciptakan produk dengan kemasan yang sesuai. makanan. kueh kering. Untuk generasi yang dibesarkan di sekitar Perang Dunia II. KEMASAN UNTUK EKSPOR Pada umumnya di Indonesia sampai dengan saat ini masih hidup dengan baik desain kemasan yang tradisionil (baik desain grafisnya maupun bahan yang dipergunakan) di samping desain kemas yang modern. tauco. Sebagai contoh. terlihat suatu keadaan lain. selera warnanya lebih tenang. Karena itu lahir satu gerakan kelompok pelukis yang tampil dengan warnawarna cemerlang di Eropah sebagai reaksi terhadap situasi tadi. Karena itu warna kemas saat ini umumnya lebih terang dan gembira.Untuk daerah Sumatera Utara disukai warna kuning pinang masak (chrome) atau warna merah. Sehubungan dengan warna. mengungkapkan warna teduh. merek. mereka lebih gandrung terhadap warna ceria. di antaranya pelukis Josef Albers. di samping toko serba ada dan supermaket yang mewah. sebagai hasil perkembangan pasar dan toko setelah tahun 1986 (era orde baru). Vasarely. optimistis. Selera lesu dari era ini diungkapkan dalam cita rasa warna berpakaian dan interior ruang dengan warna pastel abu-abu. yang pembuatannya didasarkan kepada konsep pemikiran yang modern juga. oncom. penjelasan dan tawaran cita rasanya. pakaian. dapat pula ditelusuri bahwa suatu jaman kadang-kadang mempunyai satu kecenderungan selera. suasana dunia yang lebih damai. Kemasan yang sebagian besar untuk hasil industri rumah ini. kontras. terbuka. harga. obat-obatan. dan di daerah Jawa dengan warna merah. kuning gading pucat. Pusat-pusat perbelanjaan makin banyak. Sifat penjajaan barang di supermaket yang di antaranya setiap barang harus melayani dan menual dirinya sendiri. baik bentak maupun grafisnya. nyaris muram. rupanya masih punya tempat dan akrab dengan konsumennya. kuning lemon dan biru tua. Bila kita masuk ke sebuah toko barang makanan kecil yang menjual makanan kering seperti jenis krupuk. adalah pertarungan perancangan . seperti toko-toko yang terdapat di jalan raya bypass kota Cianjur. demikian pula rokok cap Galan dan Panamas yang konsumen terbesarnya di Sumatera. Seperti kita ketahui roda ekonomi Indonesia mulai bergerak setelah tahun 1966. kacang-kacangan. riang dan meriah. Di samping itu di kota-kota besar. di mana penanaman modal asing di berbagai bidang. atau oker pudar. Pertarungan barang tersebut. Kehadiran toko-toko mewah ini merangsang lahirnya bentuk kemasan baru dari barang produksi dalam negeri. sampai kepada perakitan kendaraan. isi. Tapi pada generasi berikutnya yang dibesarkan pada masa kebudayaan Pop (Pop Culture). tanda-niaga. Secara psikologis dapat dihubungkan dengan masa “pembangunan” yang kurang mengalami kesukaran. Sehingga kita akan mudah mendapat jenis barang tersebut sekaligus dengan berbagai ragam. elektronik. rokok Commodore berwarna bungkus merah dipasarkan di Medan dan sekitarnya.

lalu lintas pengiriman dan lain-lain. Perusahaan ini telah mempekerjakan desainer dari berbagai bangsa.Warna “biru” disukai di Inggris.Peka dan faham terhadap berbagai ragam kebudayaan dunia sangat penting dalam memperhitungkan desain kemas untuk ekspor.Warna “merah”.Lazimnya kemasan yang akan dipasarkan telah melalui hasil riset di atas dan uji lapangan yang mendalam. . Belanda. Venezuela dan Swedia termasuk warna yang kurang disukai. Guatemala. haruslah juga melengkapi desain kemasannya dengan persyaratan kode komputerisasi yang telah dipakai di mana-mana. Hal ini didasari oleh adanya faktor lingkungan setempat yang harus dipertimbangkan. muncul masalah warna dan gambar sebagai berikut: . . sangat disukai di Itali. dianggap warna maskulin di Swedia. Kemasan untuk ekspor adalah hal yang sangat khas karena itu sebaiknya ditangani oleh desainer dari negara tujuan ekspor yang bersangkutan dan bekerjasama dengan perencana Indonesia. Untuk menentukan pilihan konsumen harus aktif. bahkan Inggris. pajak. Itali. sesuai dengan kepentingan perencanaan barang untuk berbagai negara yang dituju seperti Jepang. bila akan merencanakan kemasan kita untuk diekspor. Sebagai contoh dapat diteliti apa yang dilakukan oleh sebuah perusahaan perencanaan dan konsultan untuk marketing dan komunikasi di San Francisco USA “Walter Landor Asoociates. kemampuan membaca. karena itu ini adalah pertarungan ilmu merancang kemasan.Harus pula mempertimbangkan penggunaan unsur simbolisme yang diucapkan melalui bentuk dan warna. dan anda cukup dengan sikap pasif saja. . Upaya ini tentunya harus didukung oleh mutu barang dan sekaligus mutu kemasannya yang berwibawa dan berdaya jual. Suasana akan berlainan sekali. Yugoslavia. mengingat tingginya fakta perbedaan iklim. Chili. bila anda berbelanja di satu warung di pasar Inpres di mana pelayan warung akan mengejar anda dengan berbagai informasi dan menggoda anda untuk membeli barang tersebut. Singapura. baik dalam bentuk dan bahan kemasan maupun desain grafisnya. Dapat dibayangkan kebijaksanaan bagaimana yang akan diambil.Beberapa bentuk kemasan berikut grafisnya dari sebuah barang yang diproduksi untuk pasar luar negeri sebaiknya tidak dibuat sama seperti yang dipasarkan untuk dalam negeri. syarat perdagangan. Seiring dengan derap kemajuan ekonomi kita. tapi feminin di Belanda. sedang bagi bangsa Inggris. Meksiko. bahasa.Setiap barang produk yang akan diekspor.bungkusnya. untuk memudahkan penghitungan harga. telah pula dimulai menggiatkan ekspor barang-barang produksi dalam negeri ke berbagai negara. . Jerman. . dan bagi orang Amerika merah adalah warna yang bersih. . Mengenai perencanaan kemasan ekspor ini dapatlah dicatat beberapa yang seyogyanya layak menjadi bahan pertimbangan bagi para produsen dan perencana grafis Indonesia. .

Irak.Bagi Singapura dan Malaysia. Afganistan. Filipina.Warna “hijau”.. disukai karena dianggap warna yang cerah dan terang sekali oleh negara-negara di Asia seperti Jepang. guna dan pemakaian yang di ungkapkan dalam gambar dan bentuk.Warna “hitam”. dianggap sebagai warna yang serasi dan sejuk oleh bangsa Amerika.Warna “kuning” dan “emas”.India anti terhadap gambar sapi dan anjing. menyampaikan pesan melalui produk desain. tetapi di Spanyol malah banyak dipakai untuk kemasan makanan. Saudi Arabia. Hongkong. Suatu rancangan atau pola pikir seseorang yang dituangkan u/ membuat atau menghasilkan suatu karya cipta 2. Jordania. Vietnam. sebagai sebuah tontonan kesenian. dan bagi bangsa Arab malah dianggap sebagai warna suci yang kurang bijaksana untuk dipakai sebagai warna kemas. Taiwan. Malaysia. . . Pertanyaan dan jawaban: 1. sedang gambar gajah tidak disukai di Tahiti . tapi suka kepada gambar monyet. . Apa yang dimaksud dengan desain kemasan? . warna. Ceylon.Swiss akan peka sekali terhadap bentuk palang merah atau palang putih atas dasar merah. Tunisia. hampir semua bangsa seperti Amerika. Apa yang di maksud dengan desain? ~ Suatu konsep pemecahan masalah rupa. Afrika Selatan. 4. babi. Burma. sapi dan kura-kura. dan Australia merasa kurang cocok. . Denmark. bahan. Jerman. Suatu contoh yang dapat kita tiru adalah apa yang telah dilakukan oleh Jepang terhadap seni pengemasan barang produk mereka. tidak saja sebagai faktor ekonomis yang berhubungan dengan peningkatan pemasaran barang saja. menambah kreatifitas. Naga dan Gajah. mereka kurang dapat menerima gambar ular. Pakistan. Singa. Demikian pula mengenai masalah “gambar”. India. . menghasilkan karya baru. Apa tujuan desain? ~ Menyalurkan inspirasi / imajinasi. 3.Saran khusus yang penting dihayati oleh para produsen dan pendesain kemasan Indonesia adalah agar menempatkan persoalan pengemasan ini. gambar/bentuk. Singapura dan Hongkong. memberikan kepuasan tersendiri. Iran. tetapi juga sebagai faktor kulturil yang membawa citra wibawa bangsa.Gambar Harimau. Perancis. dan Hongkong. teknik. huruf 5. Beberapa unsur desain? ~ Warna. Seluruh nafas keseni-rupaan Jepang dapat terpancar pada rancangan grafis kemasan barangnya. India. Apa yang di maksud kemasan? ~ Suatu wadah dengan bentuk tertentu yang melindungi isi dari kerusakan fisik shg dapat sampai ke konsumen dengan keadaan yang baik. . biaya. Sudan. disenangi di RRC.

distinctive(unik). Apa kriteria kemasan dari perpaduan antara pemasaran dan desain? ~ Stand out(menonjol) .~ Salah satu faktor penting dalam penjualan produk 6. Sebutkan 3 faktor desain kemasan! ~ Faktor Pendistribusian ~ Faktor komunikasi ~ Faktor promosi 7. Apa maksud “The Product Is The Package” ? ~ Barang produk ditentukan oleh kemasannya sendiri. suitable (sesuai) 9. Sebutkan daya tarik desain kemasan! ~ Daya tarik visual dan praktis 8. 10. . contents(isi). Apa yang di maksud kemasan primer? ~ Bahan kemasan yang kontak langsung dengan produknya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->