P. 1
NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN JILID-1 (PDF)

NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN JILID-1 (PDF)

|Views: 12,075|Likes:
Published by Jaya Darmawan
NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN JILID-1 MERUPAKAN PELAJARAN PERTAMA/ DASAR TTG ILMU KE-NAUIKA-AN.
NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN JILID-1 MERUPAKAN PELAJARAN PERTAMA/ DASAR TTG ILMU KE-NAUIKA-AN.

More info:

Published by: Jaya Darmawan on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2014

pdf

text

original

1. Bulatan angkasa adalah sebuah bulatan dimana pkanet
bumi sebagai pusat, dengan radius tertentu dan semua
benda-benda angkasa diproyeksikan padanya.
2. Katulistiwa angkasa adalah sebuah lingkaran besar
diangkasa yang tegak lurus terhadap poros kutub Utara dan
kutub Selatan angkasa
3. Meridian angkasa adalah lingkaran tegak yang melalui titik
Utara dan titik Selatan.
4. Lingkaran deklinasi adalah sebuah busur yang
menghubungkan kutub Utara dan kutub Selatan angkasa
melalui benda angkasa tersebut.
5. Deklinasi ( zawal ) benda angkasa adalah sebagian busur
lingkaran deklinasi, dihitung dari katulistiwa angkasa kearah
Utara atau Selatan hingga benda angkasa tersebut.
6. Azimuth benda angkasa adalah sebagian busur cakrawala,
dihitung dari titik Utara atau selatan sesuai lintang penilik,
kearah Barat atau Timur sampai kelingkaran tegak yang
melelui benda angkasa, diukur dari 00

sampai 1800
7. Rambat lurus adalah sebagian busur katulistiwa angkasa,
dihitung dari titik Aries kearah berlawanan dengan gerakan
harian maya, sampai ke titik kaki benda angkasa
8. Titik Aries adalah sebuah titik tetap di katulistiwa angkasa,
dimana matahari berada pada tanggal 21 Maret.
9. Lingkaran vertical pertama adalah lingkaran yang
menghubungkan Zenith dan Nadir melalui titik Timur dan titik
Barat.
10. Lintang Astronomis adalah sebagian busur lingkaran
lintang astronomis benda angkasa, dihitung dari ekliptika
hingga sampai ke benda angkasa.
11. Bujur Astronomis adalah sebagian busur lingkaran
ekliptika, dihitung dari titik Aries dengan arah yang sama

111

terhadap peredaran tahunan matahari, sampai pada titik
proyeksi benda angkasa di ekliptika.
12. Greenwicch Hour Angle ( GHA ) atau sudut jam barat
Greenwich, adalah sebagian busur katulistiwa angkasa
diukur dari meridian angkasa Greenwich kearah Barat
sampai meridian angkasa yang melalui benda angkasa,
dihitung dari 00

sampai 3600
13. Local Hour Angle ( LHA ) atau sudut jam Barat setempat,
adalah sebagian busur katulistiwa angkasa diukur dari
meridian angkasa penilik kearah Barat, sampai meridian
yang melalui benda angkasa, dihitung dari 00

sampai 3600
14. Sideral Hour Angle ( SHA ) atau sudut jam Barat benda
angkasa, adalah sebagian busur katulistiwa angkasa diukur
dari titik Aries kearah Barat, sampai meridian yang melalui
benda angkasa, dihitung dari 00

sampai 3600

Gambar. 2.13. Bulatan Angkasa dan Koordinat angkasa
dari sebuah Bintang

Keterangan : Gambar bulatan angkasa gan koordinat
angkasa dari sebuah bintang.
Nampak pengukuran busur azimuth dan tinggi
bintang diatas cakrawala (horizon).

112

Selanjutnya koordinat-koordinat ini akan merupakan istilah
baku yang digunakan dalam navigasi astronomis, baik
pemakaian table-tabel atau diagram maupun almanak
nautika. Lukisan bulatan angkasa diatas berlaku untuk
penilik yang berada di lintang Utara (Kutub Utara angkasa
berada diatas titik Utara)

Gambar. 2.14. Diagram Sudut Jam Barat

Keterangan : Diagram Sudut Jam Barat
G = Meridian Greenwich
¤ = Matahari atau bintang / planet
? = Aries
? = bulan

Dari gambar diatas dapat dijabarkan kedalam rumus :
1. LHA ¤ = GHA ¤ ± Bujur Timur / Barat
2. LHA ?= GHA ? ± Bujur Timur / Barat
3. LHA * = GHA ? + SHA * ± Bujur Timur / Barat
Dalam observasi bintang digunakan titik Aries ( ? ) sebagai
titik tetap dan SHA * dihitung dari titik ini karena perubahan
SHA * tersebut tidak terlalu besar.

113

Untuk data bintang di Almanak Nautika hanya dicantumkan
nilai SHA dan deklinasi setiap 3 (tiga) hari, sedangkan planet
yang dipakai dalam navigasi ada 4 (empat) yaitu Venus,
Mars, Jupiter dan Saturnus.

Rumus dasar LHA
1. Untuk Matahari, bulan, planet dan Aries

Bujur Timur
LHA = GHA ± ------------------
Bujur Barat

Ku

Gr

M

E Q

O

L M

Gambar. 2.15. Rumus Dasar LHA

Keterangan : LHA ¤ = GHA ¤ + BT
LHA ¤ = GHA ¤ + BB

2. Untuk bintang-bintang

Bujur Timur

114

LHA * = GHA ? + SHA * ± ----------------
Bujur Barat

Untuk menghitung sudut jam barat bintang diperlukan
sebuah titik tetap yaitu ? ( Aries ).
Sudut Jam Barat =

sebagian busur katulistiwa
angkasa dihitung dari titik Aries
searah gerakan harian maya
sampai titik kaki bintang.

SHA * = 3600

- Rambat Lurus

Gambar. 2.16. Rumus LHA Bintang

Keterangan : LHA * = GHA ? + SHA * + BT
Gr = meridian Greenwich
Obs

= Observer ( penilik )

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->