P. 1
Kumpulan Puisi Lingkungan Hidup

Kumpulan Puisi Lingkungan Hidup

3.33

|Views: 10,467|Likes:
Published by Hisyam Al Mualim

More info:

Published by: Hisyam Al Mualim on Feb 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

KUMPULAN PUISI LINGKUNGAN HIDUP

Alamku Berbicara
Pertiwi kini berduka, Pertiwi kini berteriak, Memangil, mencari, Dimana manusia berada??? Pertiwi berkata Masih adakah manusia yang akan melayaniku??? Kutumpahkan lahar di Jogja, Kuberi air bah untuk Mentawai, Kudatangkan banjir untuk Wasior, Dab kubuat Jakarta tenggelam, Hutanku, kekayaanku, Telah kau rampas dengan paksa, Kau curi seluruh isi perutku« Aku hanya ingin kau lindungi agar ku dapat bertahan, Dan dapat memberikan nafas kehidupan untuk mu manusia Lindungi aku, dan jangan rampas hak milikku Aku menangis karena kau sakiti, Dan kau menangis setelah aku tumpahkan isi perutku

Nostalgia Negeri Sampah
aku tak lagi heran nusantara ini dipenuhi lautan sampah disana-sini sering aku memandanginya kotoran-kotoran manusia yang sejak lama telah ada untunglah, masih masih ada mereka mereka sudi memilih dan memilah kotoran-kotoran itu biarkan saja« isi perut mereka adalah hasil jerih payahnya jepara, 27 november 2008

puisi hujan
Hujan Hujan turun deras menjelang bulan sebelas Menyirami halaman depan yang selama ini gersang Rerumputannya kembali tumbuh hijau Yang dulu meranggas dimusim kemerau Kali kecil naik sampai pinggang Bau tanah basah menguap dari kebun belakang Aroma pagi terasa hingga siang Suasana hati sejuk riang Lelah luluh tak tunggu larut wajah ± wajah pulas tak berkerut seakan hilang semua kemelut seakan hidup tanpa maut

Aku dan Bangau
Air danau nan tenang Nyaris beku oleh dinginnya musim Kala bangau menari diatasnya Menari bagi sang kekasihnya Aku berdiri di tepi danau itu Menikmati indahnya salju yang turun

A Rinduku pada Hutan Menghirup udaranya Memandang Rimbunya Hijau Daunnya Sepinya Rinduku pada hutan Menginjak rumputnya Embunnya Rinduku pada hutan Mendengar kicau burungnya Teriakan sang kera Auman harimau Kegesitan kijang Atau ular yang melata Rinduku pada hutan Rindunya kehidupan .Lalu aku berteduh di sebuah paviliun Duduk dan minum teh yang hangat Bangau-bagau itu menari terus Tak jarang bangau itu terbang dan mendarat lagi Sebagian lagi terlihat cemas dan khawatir Seperti ada sesuatu akan terjadi Aku berpikir sejenak sambil memandang mereka Apakah mereka bangau yang kebal udara dingin Rasanya aku ingin berbagi tehku pada mereka Tapi mereka hanya terus menari Rinduku pada hutan Oleh : Evelyn R.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->