P. 1
Roh kudus

Roh kudus

|Views: 51|Likes:
Published by Marvin Adrians

More info:

Published by: Marvin Adrians on Feb 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

Tokoh-tokoh Sosiologi

ALBION WOODBURRY SMALL (11 Mei 1854 – 24 Maret 1926) A. LATAR BELAKANG Albion Woodburry Small lahir pada tanggal 11 Mei 1584 di Buckfield, Maine. Ia pernah bersekolah di Andover Newton Theological School pada tahun 1876-1879. Setelah lulus dari Andover Newton Theological School, Albion Woodburry Small melanjutkan pendidikannya di Universitas Leipzig dan Universitas Berlin. Ia mempelajari tentang sejarah, ekonomi social dan politik. Pada tahun 1888 sampai dengan tahun 1889, Albion Woodburry Small belajar sejarah di John Hopkins University di Baltimore, Maryland. Pada waktu yang sama Albion Woodburry Small juga mengajar di Univrsitas Colby. Pada tahun 1892, ia mendirikan Departemen Sosiologi yang pertama di Unversitas Chicago. Ia memimpin departemen ini selama 30 tahun lebih. Pada tahun 1895, ia menerbitkan sebuah buku yang berjudul “The American Journal Of Sociology” yang berisikan tentang catatan ilmu kemasyarakatan orang Amerika. Ia sangat berpengaruh dalam penempatan sosiologi sebagai bidang ilmu yang diakui untuk studi akademis. Albion Woodburry Small telah menjabat sebagai seorang sejarahwan sosiologi. Karyanya yang berjudul “General Sociology” yang berarti ilmu kemasyarakatan umum, merupkan bagian terpenting dari semua karya yang telah dihasilkannya. Albion Woodburry Small meninggal dunia pada tanggal 24 maret 1926 di Amerika Serikat. B. PENGERTIAN SOSIOLOGI MENURUT ALBION WOODBURRY SMALL Albion Woodburry Small mengemukakan pengertian sosiologi sebagai kepentingan social yang menyatakan bahwa kepentingan berada ditangan manusia pribadi mapun kelompok dan dapat dikategorikan kedalam masalah-masalah seperti kesehatan, kekayaan, pengetahuan, keindahan, kebenaran dan sebagainya. Masyarakat dianggap sebagai hasil kegiatan manusia untuk memenuhi kepentingan-kepetingannya. C. HASIL-HASIL KARYA ALBION WOODBURRY SMALL Hasil karya Albion Woodburry Small sebagai seorang sejarahwan sosiologi diantaranya yaitu : 1. “Introduction To The Study Of Society”(1894) 2. “General Sociology”(1905) 3. “The Meaning Of The Social Science”(1910) 4. “Origins Of Sociology”(1924) D. KISAH KEHIDUPAN ALBION WOODBURRY SMALL Albion Woddburry Small sarjana sosiologi dan pendidikan Amerika ( 1854-1926) adalah orang yang beperan penting dalam mendirikan dan mengembangkan sosiologi di Amerika Serikat. Albion Small dilahirkan di Buckfield, Maine, pada 11 Mei 1854. Meskipun menjabat sebagai menteri di Newton Institusi mengenai agama ( 1876-1879), ia mengejar minat lebih luas di Universitas Leipzig dan Berlin ( 1879-1881), terutama sekali di ilmu ekonomi negara. Sesudah itu, hingga 1889 ia mengajar di perguruan tinggi Colby di Maine dan mengedepankan studi di bidang sejarah dan ekonomi pada Universitas Johns Hopkins. Ia terpilih menjadi Rektor di Universitas Colby pada tahun 1892 dan dia ingin mendirikan departemen sosiologi yang baru di

suatu universitas di Chicago. Selama masa jabatannya di Chicago, Small membangun departemen sosiologi yang terkemuka di Amerika Serikat, yang berfungsi untuk membantu di dalam mendirikan lembaga kemasyarakatan di Amerika yang mana ia adalah presiden pada tahun 1912 dan 1913, dan menjadi editor pertama dari jurnal sosiologi Amerika. Tulisan dan pengajaran Small dimotivasi oleh keinginan untuk mempertunjukkan alam, membedakan dari disiplin sosiologi, seperti halnya untuk menandai adanya kerenggangan hubungan antar berbagai ilmu-ilmu sosial. Buku pertamanya, General Sociology (1905), yang memuat pokok materi perihal sosiologi sebagai proses berbagai keinginan beselisih kelompok dan pemecahan masalah melalui akomodasi dan inovasi sosial. Di buku ini ia meringkas dan dengan kreatif menafsirkan tulisan Ludwig Gumplowicz dan Gustave Ratzenhofer untuk pertama kali ke dalam bahasa inggris. Penafsiran tentang sosiologi Eropa lebih lanjut tercakup di buku yang berjudul Adam Smith dan Modern Sociology (1907), di mana Small mencoba untuk mempertunjukkan moral dan filosofis yang mendasari tentang kekayaan negara-negara terkenal; cameralists (1909), suatu tinjauan ulang yang terperinci menyangkut teori sosial yang mendasari orang banyak/masyarakat setuju dengan kebijakan ekonomi negara jerman dari abad 16 sampai abad ke 19, dan Orgins of Sociology (1924), suatu rekonstruksi yang matang dari kontroversi akademis Jerman yang nampak kecil untuk menyediakan pondasi bagi metodologi modern di dalam ilmu sosial. Ringkasan yang terbaik tentang keseluruhan pemikiran terdapat di The Meaning Of Social Science (1910), dan tentang daya dorong tentang sosiologi yang umumnya diperjelas di dalam terminologi yang modern. Ilmu social yaitu studi yang melanjutkan proses manusia dalam membentuk, menerapkan, dan merubah penilaian tentang pengalaman mereka. Tingkah laku manusia memperoleh maksud/arti dari penilaian ini, perilaku dan nilai-nilai kedua-duanya secara serempak dipolakan di dalam individu dan dalam masyarakat melalui organisasi dan kelompok. Small dipensiunkan dari Universitas Colby pada tahun 1924. Ia meninggal dunia di Chicago pada 24 Maret 1926. Walaupun gagasannya sebagian besar merupakan hasil penyempurnaan dari ahli sosiologi yang lain tapi kontribusinya terhadap sosiologi Amerika tidak dapat dibantah. Auguste Comte A. Latar Belakang (Riwayat Hidup) Auguste Comte yang lahir di Montpililer, Perancis pada 19 Januari 1798, adalah anak seseorang bangsawan yang berasal dari keluarga berdarah Katolik. Namun, di perjalanan hidupnya Comte tidak menunjukkan loyalitasnya terhadap kebangsawanannya juga kepada Katoliknya dan hal tersebut merupakan pengaruh suasana pergolakan social, intelektual dan politik pada masanya. Comte sebagai mahasiswa di Ecole Pohtechnique tidak menghabiskan masa studinya setelah tahu mahasiswa yang memberikan dukungannya kepasa Napolen dipecat, Comte sendiri merupakan salah satu mahasiswa yang keras kepala dan suka memberontak. Hal tersebut menunjukkan bahwa Comte memiliki prinsip dalam menjalani kehidupannya yang pada akhirnya Comte menjadi seorang professional dan meninggalkan dunia akademisnya memberikan les ataupun bimbingan singkat pada lembaga pendidikan kecil maupun yang bentuknya privat. Hal-hal yang sebenarnya menarik perhatiannya pun dasarnya bukanlah yang berbau matematika tetapi masalah-masalah social dan kemanusiaan. Dan, pada saat minatnya mulai berkembang tawaran kerjasama dari Saint Simon yang ingin menjadikan Comte sekretaris Simon sekaligus pembimbing karya awal Comte, Comte tidak menolaknya. Tiada gading yang retak, istilah yang menyempal dalam hubungan yang beliau-beliau jalin.

bukan hanya terbebani secara material saja tetapi juga beban emosional dalam merawat Comte karena tidak ada perubahan perlakuan Comte untuk Caroline dan hal mengakibatkan Caroline memutuskan pergi meninggalkan Comte pada tahun 1842. tetapi juga berdampak negative. Comte wafat di Paris pada tanggal 5 September 1857 dan dimakamkan di Cimetiere du Pere Lachaise. Walaupun. Comte mengalami gangguan kejiwaan. Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu penemuan hukum-hukum yang dapat mengatur gejala-gejala social. Walaupun begitu. seorang pekerja seks yang sempat dinikahi oleh Comte di tahun 1825. tidak jarang pula perdebatan yang dimulai Comte mengenai apapun diakhiri dengan perkelahian. Kegilaan atau kerajingan yang diderita Comte membuat Comte menjadi nekat dan sempat menceburkan dirinya ke sungai. Comte melihat hal itu terjadi karena masyarakat tidak lagi mengetahui bagaimana mengatasi perubahan akibat revolusi dan hukum-hukum apa saja yang dapat dipakai untuk mengatur tatanan social masyarakat. Menurut Comte konflik-konflik tersebut terjadi karena hilangnya norma atau pegangan (normless) bagi masyarakat dalam bertindak. Kehidupan terus bergulir Comte mulai melalui kehidupannya dengan menjadi dosen penguji. Pada tahun 1844 Comte bertemu seorang perempuan yang bernama Clotilde de Vaux. Pandangan Terhadap Sosiologi Auguste Comte. menganggap bahwa perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat. melihat perubahan-perubahan yang disebabkan adanya ancaman terhadap tatanan social. Namun.Akhirnya ada perpecahan juga antara kedua intelektual ini perihal karya awal Comte karena aroganis intelektual dari keduanya.pembimbing dan mengajar mahasiswa secara privat. Ia hanya memberi istilah bagi ilmu yang akan lahir itu dengan istilah “Sosiologi”. comte kembali dalam kegialaannya lagi dan sengsara. Keadaan itu menambah mengembangnya sikap pemberang yang telah ada. dengan sifat dasarnya adalah seorang pemberontak akibatnya Comte mengalami gejala paranoid yang hebat. Pada tahun-tahun terakhir masa hidupnya. Setelah pecahnya Revolusi Perancis. Sejak saat itulah Comte mulai menjalani kehidupan intelektualnya sendiri. Comte berkaca dari apa yang terjadi dalam masyarakat Perancis ketika itu (abad ke-19). carolin dengan tanpa pamrih merawat Comte seperti bayi. Salah satu dampak negative tersebut adalah terjadinya konflik antarkelas dalam masyarakat. masyarakat Perancis dilanda konflik antarkelas. B. Sosiologi baru berkembang menjadi sebuah ilmu . Comte dalam kegelisahannya yang baru mencapai titik rawan makin merasa tertekan dan hal tersebut menjadikan psikologisnya terganggu. Datanglah penyelamat kehidupan Comte yang bernama Carolin Massin. Mengalami fluktuasi dalam penyelesaiannya dikarenakan intensitas Comte dalam pengerjaannya berkurang drastis. penghasilannya tetap tidak mencukupi kebutuhannya dan mengenai karya awal yang dikerjakannya mandek. Comte sangat mencintainya hingga akhir hayat Clotilde tidak pernah menerima cinta Comte karena sudah memiliki suami. walau suaminya jauh dari Clotilde de Vaux meninggal pada tahun 1846 karena penyakit yang menyebabkan tipis harapan sembuhnya dan Clotilde masih terpisah dengan suaminya. menjadi seorang professional dan Comte dalam hal yang satu ini menurut pandangan Coser menjadi seorang intelektual yang termarjinalkan di kalangan intelektual Perancis pada zamannya. Comte belum berhasil mengembangkan hukum-hukum social tersebut menjadi sebuah ilmu. Oleh karena itu.

walapun begitu keduanya bagian yang integral karena Comte jelas sekali dengan hokum tiga tahapnya memperlihatkan ilmu pengetahuan yang holistic. terbitan jilid yang lainnya bertebaran hingga tahun 1842. 3. Static social menerangkan perihal nilai-nilai yang melandasi masyarakat dalam perubahannya. positifisme sendiri adalah faham filsafat. yang mengidamkan adanya tata yang jelas mengendapkan keteraturan social dan kemajuan perkembangan serta pemikiran masyarakat kea rah positif. Comte terpaksa memberikan stigma negative terhadap konflik. Sedangkan social dinamik. Keyakinan dalam pengembangan yang dinamakannya positifisme semakin besar volumenya. merupakan inti ajaran Comte. Comte jelaslah dapat terlihat progretivitasnya dalam memperjuangkan optimisme dari pergolakan realitas social pada masanya. Meskipun demikian. 2. lentupan-lentupan yang mnegembang melalui konflik dalam masyarakat karena akan menyebabkan tidak tumbuhnya keteraturan social yang nantinya mempersulit perkembangan masyarakat. Social static dan social dinamik hanya untuk memudahkan analitik saja terbagi dua. Sebagai seorang ilmuwan Comte mengharapkan sesuatu yang ideal tetapi. Memprediksi fenomena-fenomena yang akan dating berdasarkan hokum-hukum itu dan mengambil tindakan yang dirasa bermanfaat. revolusi social.setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules of Sosiological Method. Mulailah dapat disaksikan sekarang bintang keberuntungan Comte sebagai salah satu manusia yang tercatat dalam narasi besar prosa kehidupan yang penuh misteri. ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perkembangan masyarakat atau gerak sejarah masyarakat kepada arah kemajuannya. Membenarkan dan menerima gejala sebagai kenyataan. Pemandangan Comte rasanya dapat terlihat dalam penjabarannya mengenai ilmu pengetahuannya. yang cenderung untuk membatasi pengetahuan benar . Tiga hal ini dapat menjadi cirri pengetahuan seperti apa yang sedang Comte bangun. Mengumpulkan dan mengklasifikasi gejala itu menurut hokum yang menguasai mereka. atas jasanya terhadap lahirnya Sosiologi. dalam hal ini Comte berbenturan dengan realitas social yang menginginkan perubahan social secara cepat. yatu : 1. berlanjutnya kehidupan Comte yang mulai memiliki kestabilan emosi ditahun 1830 tulisannya mengenai “Filsafat Positif” (Cours de Philosohie Positiv) terbit sebagai jilid pertama. Hasil Karya Comte menganggap pernikahannya dengan Caroline merupakan kesalahan terbesar. Suguste Comte tetap disebut sebagai Bapak Sosiologi. mencoba mengatasi dengan membentuk ilmu pengetahuan yng berasumsi dasar pada persepsi dan penyelidikan ilmiah. Comte dengan kesadaran penuh bahwa akal budi manusia terbatas. dapat dinamakan hokum atau kemauan yang berlaku umum. C. Comte menjadikan ilmu pengetahuan yang dikajinya ini terklarifikasi atas dua bagian. selalu membutuhkan social order karenanya dibutuhkan nilai yang disepakati bersama dan berdiri atas keinginan bersama. Ketertiban harus diutamakan apabila masyarakat menginginkan kemajuan yang merata dan bebas dari anarkisme social. yaitu social statik dan social dinamik. anarkisme intelektual. pemikiran brilian Comte mulai terajut menjadi suatu aliran pemikiran yang baru dalam karya-karya filsafat yang tumbuh lebih dulu. dengan ilmu social yang sistematis dan analitis. Comte dikelanjutan sistematisasi dari observasi dan analisanya. Keteraturan social tiap fase perkembangan social (sejarah manusia) harus sesuai perkembangan pemikiran manusia dan pada tiap proses fase-fasenya (perkembangan) bersifat mutlak dan universal.

antara lain : 1. belum memiliki hasrat atau mental untuk menguasai (pengelola) alam atau dapat dikatakan belum menjadi subyek. Dan. Comte sellu melakukan kontemplasi juga guna mendapatkan argumentasi-argumentasi yang menurutnya ilmiah. yaitu tahap metafisika atau nama lainnya tahap transisi dari buah pikiran Comte karena tahapan ini mneurut Comte hanya modifikasi dari tahapan sebelumnya. Versi Comte tentang perkembangan manusia dan pemikirannya. manusia menganggap ada roh-roh dalam setiap benda pengatur kehidupan dan dewa-dewa yang mengatur kehendak manusia dalam setiap aktivitasnya dikeseharian. merubah pemikiran-pemikiran yang sudah membudaya. Pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya bukan hanya berguna. Asumsi-asumsi ilmu pengetahuan positive itu sendiri. Ilmu pengetahuan harus bersifat obyektif (bebas nilai dan netral) seoramg ilmuwan tidak boleh dipengaruhi oleh emosionalitasnya dalam melakukan observasi terhadap obyek yang sedang diteliti. Disini Comte berusaha pengembangan kehidupan manusia denganmenciptakan sejarah baru. Comte memberikan penghargaan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan yang lebih dulu timbul. dari sini Comte mulai mengeluarkan agitasinya tentangilmu pengetahuan positive pada saat berdiskusi dengan kaum intelektual lainnya sekaligus menguji coba argumentasi atas mazhab yang sedang dikumandangkannya dengan gencar. Ilmu pengetahuan hanya berurusan dengan hal-hal yang berulang kali. Comte bukan hanya melakukan penelitian-penelitian atas penjelasan-penjelasan yang perlu dirombak karena tidak sesuai dengan kaidah keilmiahan Comte tetapi layaknya filsuf lainnya. Penerangan ini menghasilkan pengetahuan yang instrumental. 2. tetapi merupakan suatu keharusan untuk diterima karena ilmu pengetahuan kekinian selalu bertumpu pada ilmu pengetahuan sebelumnya dalam system klasifikasi. Beralih pada pemikiran selanjutnya. bukan dari analisa empiric. diuji dan dibuktikan atas scara empiris. Penekanannya pada tahap ini.manusia kepada hal-hal yang dapat diperoleh dnegan memakai metoda ilmu pengetahuan. pada tahap ini gejala alam diterangkan oleh akal budi berdasarkan hokum-hukumnya yang dapat ditinjau. 3. Bentangan aktualisasi dari pemikiran Comte. De Bonald. Tahap positif. Fetitisme dan animisme merupakan keyakinan awal yang membentuk pola piker manusia lalu beranjak kepada politeisme. berawal pada tahapan teologis dimana studi kasusnya pada masyarakat primitive yang masih hidupnya menjadi obyek bagi alam. adalah tahapan yang terakhir dari pemikiran manusia dan perkembangannya. . Hokum tiga tahap ini menceritakan perihal sejarah manusia dan pemikirannya sebagai analisa dari observasi-observasi yang dilakukan oleh Comte. Comte mencoba dengan keahlian berpikirnya untuk mendekonstruksi pemikiran yang sifatnya abstrak (teologis) meupun pemikirannya yang pada penjelasan-penjelasannya spekulatif. adalah dikeluarkannya pemikirannya mengenai “hokum tiga tahap” atau dikenal juga dengan “hokum tiga stadia”. Positifisme Comte sendiri menciptakan kaidah ilmu pengetahuan baru ini bersandarkan pada teori-teori yang dikembangkan oleh Condorcet. Ilmu pengetahuan menyoroti tentang fenomena atau kejadian alam dari mutualisme simbiosis dan antar relasinya dengan fenomena yang lain. yaitu monoteisme yang dapat menerangkan gejalagejala alam dengan jawaban-jawaban yang spekulatif. Rousseau dan Plato. tumbuh dan berkembang pada masa sebelum Comte hadir.

Adapun sifat-sifat dan kemampuan menonjol yang dimiliki seorang Auguste Comte : 1. Oleh karena itu. Berkat jasa beliau. Cara pandangnya terhadap agama konvensional yang menurutnya tidak dapat diandalkan. Menolak keras bentuk anarkisme social yang merusak moral dan intelektual. Walaupun ia anak keturunan bangsawan. E. sebagai remaja kita menjadi ahli metafisika dan sebagai manusia dewasa kita menjadi ahli ilmu alam”. Ambisius dan idealis. Comte turut mengembangkan kebudayaan dan menuliskan : “Sebagai anak kita menjadi seorang teolog. antara lain : 1. 5. Dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga bangsawan. Mengalami masa-masa sulit ketika ia keadaan psikologisnya terganggu. Auguste Comte yang terus berusaha menciptakan ilmu masyarakat demi melancarkan kelangsungan hidup masyarakat yang akan dating. Pergolakan social dalam masyarakat yang tidak menentu. Keras kepala. Ia menghargai ilmu pengetahuan yang lebih dulu muncul. dan memegang teguh prinsip. Progresif dan optimis dalam memperjuangkan kehidupan social. Hal tersebut adalah maksud dari tahap perkembangan masyarakatnya yang tercantum dalam hokum tiga stadinya. 4. Factor-faktor yang menyebabkan Auguste Comte menjadi demikian.D. kita dapat memilah dan memilih sesuatu yang baik dan benar tagar terhindar dari perubahan social. sehingga ia menganggap keluarga (istri dan anak) adalah kesatuan organis yang dapat menyusun pemikiran-pemikiran sedari awal. Menggunakan ilmu social untuk menanggulangi perubahan social yang berdampak negative. Comte memberikan sumbangsih cukup besar untuk menusia walaupun ilmu pengetahuan yang dibangun merupakan ide generatif dan ide produktifnya. 4. Penutup Demikianlah daftar riwayat Bapak Sosiologi kita. Comte berhjalan di tengah-tengah mencari jalan alternative melalui ilmu pengetahuan yang dikembangkannya guna menyiasati kemungkinan besar yang akan terjadi. suka memberontak. 5. tetapi ia tidak sombong (menunjukkan loyalitasnya sebagai bangsawan) 3. Memanfaatkan ilmu social untuk meneliti mengapa suatu masyarakat begitu mudah membuat kerusuhan. Ditnggal oleh orang yang ia cintai. 3. Sehingga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. kita sebagai generasi penerus bangsa. Comte seorang yang progresiv namun bukan seorang yang militansinya tinggi (walaupun sempat mengalami kegilaan/paranoid). 2. Kesimpulan dan Saran Auguste Comte adalah seorang yang radikal tetapi bukanlah seorang yan revolusioner. 6. Auguste Comte adalah manusia yang berjalan di tengah-tengah antara ideology yang berkembang (progressive vs konservatif) berada pada ruang abu-abu (keilmiahan ilmu pengetahuan). hendaknya selalu : 1. 3. GEORGE SIMMEL . 2. Menjaga norma-norma social agar dapat melangsungkan hidup dengan baik. 6. Kecerdasan dan pola pikirnya yang brilian. 2.

anak dari 7 bersaudara. Pemusatan Pandangan Tentang Sosiologi . E. Pokok-Pokok Ajaran Simmel a. Leipzig (1892) Hauptprobleme der Phiosophie (1910) Philosophische Cultur (1911) Lebesanschauung (1918) Concerning Social Differentiation (1890) Conflict of Modern Cultur (1918) F. tidak seperti mahasiswa lain yang gemar berpindahpindah. Leipzig (1890) Probleme der Geschichtsphilosopie: Eine Erkenntnistheoretische Studie. ia mempelajari sejarah dan filsafat di Universitas of Berlin dengan tokoh lain dan memperoleh gelar doctor filsafat pada tahun 1881 ( dengan tesisnya. tipe-tipe proses social dan analisa konseptual terhadap masyarakat. “The Neture of Master Accordig to Kart’s Physical Monocologi” ). sedangkan ibunya mengkonversi ke aliran protestan. Latar Belakang Pendidikan Julius meninggalkan kekayaan untuk Simmel yang dapat digunakannya untuk bersekolah hingga sarjana. Pendapat Simmel Tentang Sosiologi Menurut Simmel. ia mulai produktif terhadap karyakarya dan terkenal hingga USA dan Eropa. Karena itu ia menjadi privat dozen (1901) dan diangkat menjadi Profesor Ausserordentliche oleh pemilik akademi. Ia tetap di Universitas Berlin hingga selesai kuliah. lalu Julius Friedlander ditunjuk sebagai walinya. Hasil Karya Simmel Selama hidunya.A. Penekanan pada interaksi social bidang mikrososiologi dan dinamika kelompok. sosiologi adalah: ϖ Sosiologi adalah ilmu pengetahuan khusus yang merupakan satu-satunya ilmu analisis yang abstrak diantara semua ilmu kemasyarakatan. Asal Dan Silsilah George Simmel Simmel adalah seorang filosof dan sosiolog dari Jerman yang lahir di pusat kota Berlin pada tanggal 1Maret 1858. Setelah lulus dari kuliah gymnasium. ϖ Secara spesifik sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kedinamisan bentuk proses kebudayaan yang menekankan hubungan interaksi social antar individu atau antar masyarakat dimana keduanya adalah unsure yang saling ketergantungan dan saling mempengaruhi. D. Ayahnya meninggal saat Simmel masih muda. Mikrososiologi adalah ilmu yang mempelajari stuktur social termasuk perubahan-perubahan social dan masalah social tentang analisa mikro. Diantaranya: Philosophie des Geldes (1900) Soziologie (1908) Uber Soziale Differenzing: Soziologie Undpsykologische Untersuchungen. B. Friedlander adalah teman dari keluarga Simmel dan pendiri penerbit internasional. Ayahnya adalah pengusaha sukes dari Yahudiyang beraliran katolik. Dan sejak saat itu. C. b. Simmel menerbitkan 22 buku yang terdiri atas 200 esay dan dan artikel.

Ayahnya seorang pengusaha yahudi yang baik yang beralih ke agama kristen dan meninggal ketika George masih muda. yang kekurangan dasar keluarga yang kuat. ilmu jiwa. dengan lebih dari 200 artikel ditulisnya. Simmel adalah penulis yang sangat profilik. Simmel mengutamakan konstribusi untuk sosiologi. Pada tahun 1903 Universitas Berlin memberi Simmel sebuah gelar kehormatan untuk meletakannya diatas level yang tidak membayar uang kuliah dan mengikutkannya di urusan komunitas akademi. berpendapat. filsafat. Gumplowiez melalui penelitiannya yang cukup panjang. Selanjutnya ia menyelidiki masalah solidaritas dan konflik yang dikaitkannya dengan besar kecilnya kelompok. dan ilmu social. Dia juga menulis 20 buku mengenai filosofi. Ironisnya ketika Simmel menerima jabatan maha guru penuh di University of Strasbourg pada tahun 1914 dia merampas hampir semua waktu kulih untuk para mahasiswa dan mengubah balai kota menjadi rumah sakit militer karena itu pemberontakan dari berperang. Simmel sekolah di Universitas Berlin dan menerima gelar doktornya di tahun 1881. etika. dan sosiologi. etika. Simmel berpandangan bahwa muncul dan berkembangnya kepribadian seseorang tergantung pada jaringan hubungan social yang dimilikinya yaitu pada keanggotaan kelompoknya. dirinya sengaja bergabung di organisasi teori dari comte dan spencer. Latar Belakang Pendidikan Ibnu Khaldun Seorang sarjana sosiologi dari Italia. pengetahuannya mengenai medan dari sejarah. Pada tahun 1885 dia kembali sebagai penceramah yang tak di bayar di Universitas Berlin.Dalam bidang sosiologi. dan sosiologi dan kebudayaan. Beberapa pekerjaan utama yang lainnya: ¬ Perbedaan sosial (1890) ¬ Masalah dari filsafat sejarah (1893) ¬ Pengenalan untuk ilmu etika (1893) ¬ Filsafat uang (1900) ¬ Sosiologi : investasi pada bentuk sosial (1908) ¬ Dasar pertanyaan dari sosiologi (1917) IBNU KHALDUN (1332-1406 ) A. dengan singkat sebelum meninggal dari perang. pusat perhatiannya terarah pada proses interaksi yang dianggapnya sebgai ruang lingkup primer sosiologi dan perkembangannya. Simmel mati dari pertengahan penyakit hati pada 20 September 1918. mengajar kursus pada ilmu logika. seorang filsafat yang terkenal dengan nama samaran Marie-Luise Enkendorf. GEORGE SIMMEL George Simmel lahir sebagai anak bungsu dari 7 bersaudara pada 1 Maret 1858 di Berlin. ilmu jiwa. dan sejarah dari filsafat. Meskipun dia banyak menerbitkan. ”Kami ingin membuktikan bahwa sebelum Auguste Comte (1798-1857M) dan . Simmel maju ke masyarakat yang bergantung pada jaringan yang lebih dari satu relasi diantara individu dan tetap berinteraksi dengan yang lainnya. Pada 1890 Simmel menikahi seorang wanita bernama Gertrud. Simmel dikenal baik sebagai lelaki berotak encer dengan sebuah bakat luar biasa di kuliah. Simmel instansi yang cocok dari pengetahuan atau teori dan oleh karena itu dia tidak membuat sekolah untuk gagasan.

Sejak kecil. ia sudah hafal Al-Qur’an. kemakmuran dan kemunduran (keterpurukan). Arabischersoziologe des 14 jahrundert. bernama Wail bin Hujr dari kabilah Kindah. Felo Amat Utama Akademik Institut Antarbangsa Pemikiran dan Ketamadunan (ISTAC). University Islam Antarbangsa Malaysia (UIAM). beliau pindah ke Granada. Ia keturunan Yaman dengan nama lengkapnya Waliuddin bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin Al Hasn.ia sudah mengikuti kegiatan politik praktis. Sejak usia muda. Pemikiran Ibnu Khaldun Ibnu Khaldun mengemukakan pemikiran baru yang menyatakan bahwa sistem sosial manusia dapat berubah seiring dengan kemampuan pola berpikir mereka. Situasi politik yang tidak menentu di Tunisia. Keluarganya berasal dari Hadramaut (kini Yaman) dan silsilahnya sampai pada seorang sahabat Nabi Muhammad Nabi Muhammad SAW. emosi serta jiwa manusia itu sendiri. Dari situ. Pada tahun 1375. Dalam ‘Sociologigsche Essays:PP. Saat itu Tunisia telah menjadi pusat perkembangan ilmu di Afrika Utara. Spanyol. Ibnu Khaldun. tetapi sebenarnya ia dari Seville. Muhammad Uthman El-Muhammady juga melihat pendekatan (pemikiran) Ibnu Khaldun secara mendunia. tauhid. Di tanah kelahirannya itu ia mempelajari syari’at (tafsir. dari bani inilah asal nama Ibnu Khaldun. studinya terhenti akibat terjangkitnya penyakit Pes di sebagian besar belahan dunia bagian timur dan bagian barat. Sejarawan dan Bapak Sosiologi Islam ini dari Tunisia. peradaban. salah seorang cucu Wail. Karya Ibnu Khaldun yang menakjubkan (Mukaddimah) membuat beliau mendapat gelar Prolegomena atau pengenalan pada berbagai ilmu perkembangan kehidupan manusia di kalangan ilmuwan barat. Anak cucu Khalid bin Usman membentuk satu keluarga besar bernama Bani Khaldun. Ia lahir di Tunisia pada tanggal 27 Mei 1332 M (1 Ramadhan 732 H). Namun ia lebih dikenal dengan nama Ibnu Khaldun. Dr.Spanyol. fiqih) fisika dan matematika. makanan. menyebabkan Ibnu Khaldun melakukan pengembaraan dari Maroko sampai Spanyol. pemilikan.Giovani Vico (1668-1744M) telah datang seorang muslim yang tunduk pada ajaran agamanya. menjadikan karya beliau seperti ensiklopedia yang mengisahkan berbagai perkara dalam kehidupan sosial manusia. Ibnu Khaldun mengutarakan pandangannya untuk memperbaiki kesalahan dalam kehidupan. Khalid bin Usman.201-202). Kajian yang dilakukan Ibnu Khaldun tidak hanya mencakup kisah kehidupan masyarakat saat .ibukota Maghrib Tengah (Aljazair) dan meninggalkan dunia politik praktis. Bernerd Lewis yang mengukuhkan tokoh ilmuwan itu sebagai ahli sejarah arab yang hebat pada abad pertengahan. akhinya Ibnu Khaldun mencari kesibukan kerja serta mengikuti jejak kakeknya untuk terjun ke dunia politik. memasuki daerah Andalusia bersama orang-orang arab penakluk pada tahun ke-3 H(9 M). keadaan muka bumi di sekitar mereka. Karena keadaan politik Granada tidak stabil ia menetap di Qal’at Ibnu Salamah di daerah Tilmisan. Pemikiran Ibnu Khaldun dikagumi oleh tokoh sejarah keturunan Yahudi. Dia telah mempelajari gejala-gejala sosial dengan akalnya yang cemerlang. Karena situasinya berubah. pengaruh iklim. Apa yang ditulisnya itulah yang kini disebut sosiologi. Banyak korban akibat dari penyakit yang sedang melanda itu. Emeritus. Tahun 746 H. (Gumplowiez. Prof. hadits. B. Berkat komunikasinya dengan tokoh-tokoh dan ulama terkemuka setempat telah banyak membantunya mencapai jabatan tinggi. Beliau juga berpendapat bahwa pola pemikiran masyarakat berkembang secara bertahap yang dimulai dari tahap primitif.

tetapi juga merangkum sejarah umat terdahulu. astronomi. yaitu : 1. Dari segi ekonomi. Karya-karya Ibnu Khaldun Sebagai sejarawan dan filsuf. Sejumlah kitab yang bernilai tinggi diantaranya At-Ta’rif bi Ibn Khaldun (autobiografi. Beliau berpendapat bahwa tugas kerajaan hanya mempertahankan rakyatnya dari kejahatan. perdagangan. Pengertian Sosiologi Dalam Muqaddimah ini pula Ibnu Khaldun menampakkan diri sebagai ahli sosiologi dan sejarah. memberi gelar Waliuddin kepada Ibnu Khaldun. politik tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Walaupun istilah sosiologi ditemukan oleh tokoh sosiologi kelahiran Perancis abad ke 19 yaitu Auguste Comte. kebebasan. Muqaddimah (yang sebenarnya merupakan pembuka kitab Al-Ibrar) popularitasnya melebihi kitab itu sendiri. Saat itulah karya besar lahir dari tangannya. Kebijaksanaan beliau mendorong Sultan Burquq yaitu Sultan Mesir pada waktu itu.ilmu itu dikaitkan dengan persoalan manusia dalam masyarakat dan para ahli sosiologi berharap ilmu itu dapat menjalin keterpaduan serta membentuk pembenahan krisis moral yang dihadapi masyarakat saat ini. Ibnu Khaldun juga memajukan konsep ekonomi.menyadari kesan dinamik permintaan dan modal penjualan serta keuntungan. pada usianya 36 tahun. Menurutnya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang solidaritas sosial. Ibnu Khaldun memajukan teori nilai dan keterkaitan hubungan dengan tenaga kerja. terbitan Kairo tahun 1284. Pemerintah juga melaksanakan kepemimpinan politik yang bijaksana dengan keterpaduan sosial dan kekuasaan tanpa adanya paksaan. beliau terkenal karena hasil kerjanya dalam bidang sosiologi. Oleh karena itu Ibnu Khaldun dianggap sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik Islam. Menurut pendapatnya. memberantas penipuan dalam perdagangan dan mengurus pemasukan kas negara (upeti/ pajak). 2. catatan dan kitab sejarahnya) dan kitab teologi yaitu Lubabal Al-Muhassal Afkar Usul Ad-Din (ringkasan dari kitab Muhassal Afkar Al-Muttaqaddimin wa Al-Muta’akhirin karya Imam Fakhrudi Ar-Razi dan memuat pendapatnya tentang masalah teologi). kimia serta sejarah. Secara teori. Teori pokoknya dalam sosiologi umum dan politik adalah konsep ashabiyah (solidaritas sosial). Hidup bersama . C. 500 tahun lebih awal. Selain sebagai ilmuwan dalam bidang ilmu sosial. Kitab ini terdiri atas 7 jilid yang berisi tentang kajian sejarah yang didahului oleh Muqaddimah (jilid I). yang berisi tentang pembahasan masalah-masalah sosial manusia. Muqaddimah membuka jalan menuju pembahasan ilmu-ilmu sosial. membantu pemasaran terbuka. 3. dan masyarakat dibedakan atas masyarakat desa (hadarah) dan kota (badawah). numerologi.itu. melindungi harta rakyat. Asal-usul solidaritas sosial adalah ikatan darah yang disertai kedekatan hidup bersama. mengenalkan pembagian kerja. tetapi kajian mengenai kehidupan sosial manusia sudah diurai oleh Ibnu Khaldun dalam kitabnya Mukaddimah. Wacana atau pemikiran Ibnu Khaldun juga diterapkan dalam kehidupan masyarakaat modern yang ingin mengimbangi pembangunan fisik dan spiritual. Sebuah kitab Al-Ibrar wa Diwan Al-Mubtada’ wa Al-Khabar fi Ayyamal Al-‘Arab wa AlAjam wa al-Barbar atau yang sering disebut Al-Ibrar (Sejarah Umum). ia memusatkan perhatiannya pada kegiatan menulis dan mengajar. Ibnu Khaldun mampu menjalankan tugas dengan baik saat dilantik sebagai kadi (wali agama) ketika menetap di Mesir. D.

William Fielding Ogburn A. Pada tahun 1927. W. Florida pada tanggal 27 April 1959. Pengertian Sosiologi Menurut William Fielding Ogburn. suatu yang terkenal mengenai perubahan dalam masyarakat yaitu “ Cultural Lag” (artinya ketinggalan kebudayaan) adalah perbedaan antara tarif kemajuan dari berbagai bagian dalam kebudayaan dari suatu masyarakat. beliau menginginkan untuk memasuki pekerjaan professional. Tantangan yang dihadapi masyarakat pengembara dalam teori Khaldun tampaknya.F. karena corak kehidupan mereka yang unik dan kebutuhan mereka untuk saling membantu. Ogburn kemudian memulai studinya pada bidang sosiologi. Selama 4 tahun beliau berda di sana. Beliau menerima gelar akademis kehormatan LL. Ogburn akhirnya meninggal di Tallahassee. Latar Belakang William Fielding Ogburn lahir di Butler. paralel dengan “kesamaan sejarah” embrio bangsa dalam teori Ernest Renan. Ogburn dipanggil ke Chicago untuk mengajar pada sebuah Perguruan Tinggi.D dari almamaternya dan juga dari Universitas Carolina Utara. Kebutuhan untuk saling membantu mengatasi tantangan ini juga me miliki relevansi dalam kajian psikologi sosial terutama berkenaan dengan kebutuhan untuk mengikatkan diri dengan borang lain atau kelompok sosial yang lazim disebut afiliasi. 2. Georgia pada tahun 1905. C. Beliau berpendapat bahwa ruang lingkup perubahan social mencakup unsur kebudayaan yang materiil dan immaterial. Kemudian beliau kembali ke Universitas Columbia. Beliau adalah seorang profesor sosiologi di sebuah Perguruan Tinggi di Portland. solidaritas sosial sangat kuat terlihat dalam masyarakat pengembara. Georgia pada tanggal 29 Juni 1886. Menurutnya. Ajaran-Ajaran Pokok Beliau berpendapat bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan suatu kebudayaan adalah : 1. Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasil yang sebenarnya yaitu organisasi sosial. Tiga bentuk efek dari invensi . Oregon. Beliau telah mengemukakan beberapa teori. Beliau berusaha memberikan pengertian tertentu. walaupun beliau tidak memberi definisi tentang perubahan sosial. Ogburn berusaha untuk menunjukkan perbedaan-perbedaan antara teori biologis dengan berbagai teori evolusi tanpa mengesampingkan konsep evolusi secara menyeluruh. Relevansi teori ini misalnya dapat ditemukan pada teori-teori tentang konsiliasi kelompok-kelompok sosial dalam menyelesaikan konflik tantangan tertentu. Ogburn merupakan ilmuwan pertama yang melakukan penelitian terinci mengenai proses perubahan yang sebenarnya terjadi.F. Invensi Ogburn mencatat ada 148 invensi atau penemuan semacamnya. misalnya juga dapat ditemukan dalam teori Ernest Renan tentang kelahiran bangsa.meski tidak semua. W. Discovery (penemuan-penemuan) Ogburn mengemukakan ada sebanyak 150 perubahan sosial yang disebabkan oleh adanya radio. Setelah beliau lulus dari Universitas Penyalur Tekstil. B. dengan menekankan pengaruh yang besar dari unsur-unsur kebudayaan yang materiil terhadap unsur-unsur immaterial.juga dapat mewujudkan solidaritas yang sama kuat dengan ikatan darah. Relevansi teori Khaldun.

F. 1 inas nabila Says: duuh .yaitu : a) Dispensasi (efek beruntung) dari sebuah invensi mekanik b) Sukses (efek sosial) lanjutan dari sebuah invensi c) Konvergensi (munculnya beberapa pengaruh dari beberapa invensi secara bersama 3. . Difusi Yaitu penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lainnya. ϖ “ Sosial Change with respect to culture and original nature ” 1992 ϖ “ American Marriage and family relationship “ (dengan gorves) 1928 ϖ “ Sosial Characters Stics of City “ 1937 ϖ “ The Social Effect of Autation “ 1946 ϖ “ Technology and the changing family “ (dengan nirmkoff) 1953 Posted by anita09091968 on 4 Mei 2009 at 12:08 pm Filed under: Artikel | Leave a comment | Trackback URI Previous Entry: interaksi sosial Next Entry: My lovely son & my lovely daughter Suka Be the first to like this post. 4 Comments 1. 4. . Hasil Karya (1886-1959) W. Penyesuaian D. maupun perilaku sosial yang baru. Akumulasi 5. Ogburn menemukan penemuan baru yang dinamakan “ Social Invention” yaitu penciptaan penegelompokkan dari individu-individu yang baru atau penciptaan adat-istiadat baru. .

terutama cinta. cupiditas . persekutuan. although Augustine does devote a Jadi. the realm of sin. dan kesenangan. Thus. gift. but also especially productive. as the De Trinitate does. ia memiliki keuntungan bahwa beberapa teolog telah sebelum dia: by 419. and the present reading menjadi sangat mengganggu bagi Agustinus. sebagai orang dari Trinitas yang paling tepat pembawa tertentu privileged names of God. that is. most notably love. sebagai Trinitate De tidak. kepemilikan. Setelah menempatkan risalah Agustinus dalam hal teks Athanasius dan Basil pada Roh Kudus. alam dosa. it treats the place of the Holy Spirit in his critique of the existing dogmatic terminology and the memperlakukan tempat Roh Kudus dalam kritiknya tentang terminologi dogmatik yang ada dan distinction between the economic and immanent Trinity. On the one hand. meskipun Agustinus tidak mencurahkan . and enjoyment. hadiah.] Augustine's De Trinitate represents a particularly pregnant moment in the formulation of Agustinus De Trinitate merupakan saat hamil terutama dalam perumusan trinitarian doctrine. he has an advantage that few theologians had before him: Di satu sisi. After situating Augustine's treatise in terms of texts of Athanasius and Basil on the Holy Spirit. The essay finishes. garis dasar dari Trinitarianisme ortodoks telah already been established and could be treated as a given. the time of the completion of the treatise. trinitarian doktrin. dan pembacaan ini explicates the complex interrelationships that he is forced to develop among the concepts of love. waktu penyelesaian risalah.Page 1 Halaman 1 Gift and Communio : The Holy Spirit in Augustine's De Trinitate Hadiah dan Communio: Roh Kudus dalam Agustinus De Trinitate by Adam Kotsko oleh Adam Kotsko [ABSTRACT: This essay traces the role of the Holy Spirit throughout Augustine's De Trinitate .] implikasi pengobatan Agustinus Roh Kudus untuk etika dan eklesiologi. telah ditetapkan dan dapat diperlakukan sebagai yang diberikan. perbedaan antara ekonomi dan Trinitas imanen. yaitu. The notion of the Holy Spirit as eternal 'gift' proves Gagasan dari Roh Kudus sebagai abadi 'hadiah' membuktikan to be especially troubling for Augustine. In contrast with the dominant Western Berbeda dengan Barat yang dominan and Eastern traditions. yaitu. The analysis of the concept of enjoyment in particular Analisis konsep kenikmatan pada khususnya leads to the claim that the notion of property or ownership is completely foreign to God and that mengarah ke klaim bahwa gagasan tentang kepemilikan properti atau benar-benar asing kepada Allah dan bahwa the Holy Spirit as communio must be thought as 'gift' only insofar as it is disruptive of the realm Roh Kudus sebagai communio harus dianggap sebagai 'hadiah' hanya sejauh itu mengganggu kerajaan of ownership. bagi Agustinus Roh Kudus datang untuk dianggap sebagai Allah dalam privileged sense. for Augustine the Holy Spirit comes to be thought of as God in a dan tradisi Timur. [Abstraksi: Esai ini menelusuri peran Roh Kudus seluruh Agustinus De Trinitate. tetapi juga terutama produktif. as the person of the Trinity who is the most proper bearer of certain istimewa akal. that is. the basic outline of orthodox trinitarianism had oleh 419. cupiditas. explicates hubungan timbal balik yang kompleks bahwa ia dipaksa untuk mengembangkan antara konsep cinta. nama istimewa dari Allah. communio . dengan implications of Augustine's treatment of the Holy Spirit for ethics and ecclesiology. with the Esai selesai.

On the other hand. the original Sebagaimana telah diketahui. Athanasius. 11 So strong is Jadi kuat adalah . Athanasius and Basil. pendekatan Augustinus terhadap Roh Kudus adalah menentukan dalam memberikan Trinitarianisme nya nya distinctive shape. insofar as it determines his conception of the unity of God. and most importantly. what it means for God to be love. primarily in the midst of doctrinal controversy. dari mana ia memiliki jarak tertentu sebagai Latin writer. from which he has a certain distance as a benar-benar diarahkan bahasa dogmatis itu sendiri. To understand its unique contribution. hubungan God to creation. As is well known. yang asli version of the Nicene creed ended with the terse formula.Page 2 Halaman 2 Gift and Communio : 2 Hadiah dan Communio: 2 certain amount of attention to the arguments of the heretics. directs his Letters to Athanasius. terutama di tengah-tengah kontroversi doktrinal. it is necessary to bring the De Trinitate into Untuk memahami kontribusi yang unik. mengarahkan Surat untuk Serapion on the Holy Spirit against the curiously named 'Tropici' heresy that he sees as Serapion pada Roh Kudus melawan aneh bernama 'Tropici' bidat yang ia lihat sebagai repeating the error of the Arians. except this time with regard to the Holy Spirit. yang membuka ruang untuk sendiri teologis Agustinus kreatif work. which his trinitarian formulations helped to provoke. the established theology significantly underdeveloped the Di sisi lain. "Dan kami percaya dalam Roh Kudus. dialog dengan teks-teks tertentu dari pendahulu langsung Agustinus. yang formulasi nya trinitas membantu untuk memprovokasi. adalah kebebasan relatif ortodoksi Nicea memungkinkan pada Holy Spirit at the time that Augustine is writing—that is. pekerjaan. the primary thrust of his criticisms is sejumlah perhatian pada argumen kaum bidah. long before the controversy over the Roh Kudus pada saat Agustinus menulis-yaitu. either Western or Eastern. Indeed. dan yang paling penting. Augustine's approach to the Holy Spirit is decisive in giving his trinitarianism its Memang. is the relative freedom the Nicene orthodoxy allows on the teologi. maka perlu untuk membawa Trinitate De ke dialogue with certain texts of Augustine's immediate predecessors. which opened up the space for Augustine's own creative theological doktrin Roh Kudus. dorongan utama dari kritik nya actually directed toward the dogmatic language itself. Athanasius dan Basil. apa artinya bagi Allah untuk menjadi cinta. misalnya.' versi kredo Nicea berakhir dengan rumus singkat. Latin penulis. Tuhan untuk penciptaan. 'And we believe in the Holy Spirit. Anggota-anggota tertentu dari kamp Nicea telah memperlakukan Roh Kudus tematis sebelum Agustinus. baik Barat atau Timur. sejauh menentukan konsepsi tentang keesaan Tuhan. jauh sebelum kontroversi atas Filioque . kecuali kali ini berkaitan dengan Roh Kudus. Filioque. teologi didirikan secara signifikan terbelakang yang doctrine of the Holy Spirit." Certain members of the Nicene camp had treated the Holy Spirit thematically before Augustine. the relationship of khas bentuk. What Apa yang is perhaps most remarkable to readers approaching these texts from the point of view of later mungkin yang paling luar biasa untuk pembaca mendekati teks-teks dari sudut pandang kemudian theology. mengulangi kesalahan kaum Arian. for example.

1951). dan ia tidak disebut anak. tetapi sebagai given. dia berjalan ke dalam kesulitan yang sama bahwa Augustinus akan menemukan begitu vexing: namely. he devotes the entire second epistle to a rehearsal of argumen yang mendukung keilahian Roh. stating that in the meantime. it would teori prosesi ganda sebagai cara untuk membedakan antara Putra dan Roh. not as being born but as being dari generasi atau kelahiran Anak: "Dia datang sebagainya. bagaimana memahami Roh sebagai tidak lain Putra (atau cucu). 1951). I untuk membawa beberapa ilustrasi komparatif dari titik ini dalam realitas tercipta yang kita . Lihat Surat-surat Santo Athanasius Mengenai Roh Kudus.. that every time I wanted [Membedakan kelahiran Anak dan prosesi Roh]. ia mencurahkan seluruh surat kedua ke latihan dari the main points of the Arian controversy. Augustine does argue that the procession of the Spirit must be understood differently Agustinus tidak berpendapat bahwa prosesi Roh harus dipahami secara berbeda from the generation or birth of the Son: 'He comes forth. Anda lihat. "Jadi besar telah kesulitan ini telah [of distinguishing the birth of the Son and the procession of the Spirit]. menyatakan bahwa sementara itu. In the final pages of the De Trinitate . CRB Shapland (London: Epworth Press. dan lahir adoptively oleh kasih karunia seperti kita '(ayat 15). atau dibuat and born adoptively by grace like us' (V.45). saya found that no adequate expression followed whatever understanding I came to' (XV. itu akan appear that Augustine is not so confident. Page 3 Halaman 3 Gift and Communio : 3 Hadiah dan Communio: 3 the problem of the Son.15). menemukan bahwa tidak ada ekspresi apa pun yang memadai diikuti pemahaman saya datang untuk '(XV. This Ini .Athanasius's association of the two heresies that after an initial epistle laying out the basic Asosiasi Athanasius dari dua ajaran sesat bahwa setelah surat awal meletakkan dasar arguments in favor of the Spirit's divinity.45). 'So great has this difficulty been definitif pengetahuan untuk surga. bagaimanapun. trans. 22 Yet while many interpreters have regarded the Namun sementara banyak penafsir telah menganggap theory of dual procession as a way of distinguishing between the Son and the Spirit. he runs into the same difficulty that Augustine will find so masalah Putra. Having closely tied the problem of the Holy Spirit with Setelah erat masalah Roh Kudus dengan 11 See The Letters of Saint Athanasius Concerning the Holy Spirit . he reserves Di halaman akhir dari Trinitate De. however. tidak dilahirkan. how to understand the Spirit as not being another Son (or grandson).. trans. karena ia tidak dilahirkan seperti Anak yang tunggal. poin utama dari kontroversi Arian. and so he is not called son. nor made diberikan. menjengkelkan: yaitu. muncul bahwa Agustinus tidak begitu percaya diri. because he was not born like the only begotten Son. CRB Shapland (London: Epworth Press. you see.. bahwa setiap kali saya ingin to bring out some comparative illustration of this point in that created reality which we are…. dia cadangan definitive knowledge for heaven.

Seri II. Clark. saya hanya akan menggunakan buku dan nomor ayat. 2001). Tritunggal. Series Latina . The most important treatment of the Holy Spirit between Athanasius's Letters and the De Perawatan yang paling penting dari Roh Kudus antara Surat Athanasius dan De Trinitate is Basil's treatise On the Holy Spirit . di Christanorum Corpus. bukan 'melalui Anak di . dan Pekerjaan Pilih. given that Augustine is seeking primarily to sikap retoris ini tepat sangat berbeda. Vol. tetapi rhetorical stance is appropriately quite different. dan Roh Kudus. mengingat bahwa Agustinus adalah mencari terutama untuk understand rather than to defend trinitarian orthodoxy as it has reached him. WJ Gunung. trans. Series II. trans. Letters and Select Works . Vol. Anak. vols. Seri Latina. Roh Bapa. 2001). Edmund Hill (Hyde Park. NY: New City Press.18). yang translation I will follow unless otherwise noted. vol. 50 and 50A 50 dan 50A (Turnhout. " That is.position is not materially different from Athanasius's stance of blaming the Tropici party for posisi tidak material berbeda dari sikap Athanasius menyalahkan pihak Tropici untuk presuming to dictate how the relations within the Trinity must be (cf. in keeping Sepanjang makalah ini. I will use only the book and paragraph numbers. Page 4 Halaman 4 Gift and Communio : 4 Hadiah dan Communio: 4 prepositions of the traditional doxology to discern relationships of inequality. Any Latin citations will follow the text given in Sancti Aurelii Setiap kutipan Latin akan mengikuti teks yang diberikan di Sancti Aurelii Augustini. Belgia: Brepols. terjemahan Saya akan mengikuti kecuali dinyatakan lain. Sastra. (Turnhout. 1895). Surat 1. 1895). Augustini. Facing heretical opponents who took advantage of the Menghadapi lawan yang sesat mengambil keuntungan dari 22 Throughout this paper. 1991). dengan notasi di St Agustinus. NY: New City Press. Basil. dalam menjaga with the notation in St.18). Son.' menggantikan preposisi bervariasi dengan sederhana 'dengan. Basil kadangkadang replaced the varied prepositions with a simple 'with. in Nicene and Post-Nicene Fathers . in referring to the De Trinitate . 1991). Augustine. Basil sometimes preposisi dari doksologi tradisional untuk membedakan hubungan ketidaksetaraan. De Trinitate Libri XV. whose Edmund Hill (Hyde Park. Belgium: Brepols. ed. Trinitate adalah risalah Basil Pada Roh Kudus. memahami bukan untuk mempertahankan ortodoksi trinitarian seperti yang telah sampai kepadanya. Epistle 1. De Trinitate Libri XV . St Basil. dalam mengacu pada Trinitate De. The Trinity . 33 It shares Athanasius's polemical tone. but the menganggap mendikte bagaimana hubungan di dalam Trinitas harus (lih. having Ini saham nada polemik Athanasius. setelah been written to defend changes made to the doxology by Basil in order to emphasize the equality telah ditulis untuk membela perubahan yang dibuat untuk doksologi oleh Basil dalam rangka untuk menekankan kesetaraan of Father. dalam Bapa Nicea dan Pasca-Nicea. ed. WJ Mountain. in the Corpus Christanorum. 33 St. VIII (Edinburgh: T&T VIII (Edinburgh: T & T Clark. and Holy Spirit. instead of 'through the Son in the Artinya.

di luar pertanyaan sekedar kesetaraan dalam the Trinity and into the question of the specific role the Holy Spirit plays. "kata Basil: It is an extraordinary statement. dan sekali lagi Roh Kudus berbicara di dalam dirinya. dia lays out fairly standard arguments in favor of the divinity of the Holy Spirit. as he himself Kristus. So Paul speaks in Jadi Paulus berbicara dalam Christ. he Seperti Athanasius. 26) Basil. 'with the Son together with the Holy Ghost' (ch. menawarkan himself as he does for the indwelling of God. is rather glorified. While the question of the Holy Spirit Sedangkan pertanyaan tentang Roh Kudus as such continually threatens to be overshadowed by the procedural question of the relationship seperti terus-menerus mengancam akan dibayangi oleh pertanyaan prosedural hubungan between liturgical usage and scriptural language.. that the Spirit is frequently Ini adalah pernyataan yang luar biasa. dan menjelang akhir the treatise he argues that 'with' is equivalent to 'and' in this case (ch. it is precisely this focus on prepositions that antara penggunaan liturgis dan bahasa kitab suci.Holy Ghost. tetapi tidak ada yang kurang benar. (ch. so far from being degraded. 'dengan Anak bersama-sama dengan Roh Kudus' (ps. justru fokus pada preposisi bahwa takes Basil's position beyond Athanasius's.. " So also in the Spirit he speaketh Begitu juga dalam Roh ia mengucapkan mysteries. menempatkan para question firmly within the terms of the Arian controversy. bahkan oleh angka ini Roh. agak dimuliakan . and it will become evident that disebut sebagai tempat mereka yang sedang dikuduskan. Like Athanasius. yaitu. 1). bahwa Roh sering spoken of as the place of them that are being sanctified.' mengatakan 'Karena kamu mencari bukti Kristus berbicara dalam diriku.' Basil says: pengertian dari preposisi 'di. Discussing the various Membahas berbagai senses of the preposition 'in. mengatakan 'Dalam pandangan Allah kita berbicara di dalam Kristus. misteri. and toward the end of Roh Kudus. sehingga jauh dari terdegradasi. saying 'In the sight of God we speak in Christ. 25). 25). Trinitas dan ke pertanyaan tentang peran spesifik Roh Kudus memainkan. and again the Spirit speaks in him.. but it is none the less true. and called God's Temple. risalah ia berpendapat bahwa 'dengan' setara dengan 'dan' dalam kasus ini (ps. offering sesungguhnya adalah tempat orang-orang kudus dan suci adalah tempat yang tepat untuk Roh.' and Christ in Paul. bagaimanapun. dan disebut Bait Allah. karena ia sendiri says 'Since ye seek a proof of Christ speaking in me. however.. tajam membedakan antara apa yang akan datang untuk disebut 'ekonomi' dan 'immanent' trinities: 'Imanen' Trinitas: . distinguishes sharply between what will come to be called the 'economic' and Basil. the Spirit Roh is verily the place of the saints and the saint is the proper place for the Spirit. dan ini akan menjadi jelas bahwa even by this figure the Spirit.' he said. beyond the mere question of equality within mengambil posisi di luar Basil Athanasius. dan Kristus dalam Paulus. that is.. 1).. 26) (Ps. "katanya. dirinya sebagai dia lakukan untuk berdiamnya Allah. situating the memaparkan argumen yang cukup standar dalam mendukung keilahian Roh Kudus. Pertanyaan tegas dalam hal kontroversi Arian.

What necessitate this Apa yang membutuhkan ini . sering repeated hermeneutical rule that whatever seems to contradict the strict equality of the Father and hermeneutis mengulangi aturan yang apa pun yang tampaknya bertentangan dengan kesetaraan yang ketat dari Bapa dan the Son is to be referred to the human Christ—that is. and His ceaseless abiding with Son and Father. dan mematuhi-Nya tanpa henti dengan Anak dan Bapa. For the grace flowing from Him when Karena kasih karunia mengalir dari-Nya ketika He dwells in those that are worthy. meaning that the Nicene camp is perpetually sebuah 'akal sehat' lebih atau kurang membaca Kitab Suci.) (Ibid. Augustine is free to explore different ways that the distinction between sebuah dogma mapan.) Page 5 Halaman 5 Gift and Communio : 5 Hadiah dan Communio: 5 Such an approach is necessary in Basil's case because the Arian view appears to be supported by Pendekatan seperti ini diperlukan dalam kasus Basil karena tampilan Arian tampaknya didukung oleh a more or less 'common sense' reading of Scripture. misalnya.Untuk mutlak dan nyata coexistence is predicated in the case of things which are mutually inseparable. and Holy Spirit as Namun justru karena ia mampu mengambil kesetaraan Bapa. cannot be contemplated sebelum usia.In relation to the originate. tanpa memerlukan judul ekspresif bersama kekal. dan Roh Kudus sebagai an established dogma. kemudian. then. ekonomi-yang Basil sini meluas to the biblical language regarding the Holy Spirit as well. tidak dapat dipertimbangkan without requiring titles expressive of eternal conjunction. Son. Roh dikatakan pada mereka 'dalam porsi penyelam dan di divers manners. Yet precisely because he is able to take the equality of the Father. yang berarti bahwa kamp Nicea terusmenerus on the defensive with regard to the economy of salvation. For absolute and real co. eksistensi didasarkan dalam kasus hal-hal yang saling tak terpisahkan. pada defensif berkaitan dengan ekonomi keselamatan.Hal ini menimbulkan. the oft. Putra. apa yang dikatakan Allah iklan se dan Allah iklan aliquid mungkin memetakan. to the economy—which Basil here extends Anak harus disebut manusia Kristus yaitu. This gives rise. and carries out His own operations. agama untuk menegaskan kepada-Nya tidak berada di tetapi untuk bersama. ke bahasa Alkitab mengenai Roh Kudus juga. is well described Ia tinggal pada mereka yang layak. baik dijelaskan as existing in those that are able to receive Him.' while in relation to the Father and the Son it is more consistent with true penyelam krama. for instance. the Spirit is said to be in them 'in divers portions and in Sehubungan dengan berasal. 'sementara dalam kaitannya dengan Bapa dan Putra itu lebih konsisten dengan benar religion to assert Him not to be in but to be with. Agustinus bebas untuk mengeksplorasi cara yang berbeda bahwa perbedaan antara what is said of God ad se and of God ad aliquid might map out. dan melakukan operasi-Nya sendiri. On the other hand His essential existence Di sisi lain keberadaan penting Nya before the ages. (Ibid. seperti yang ada pada mereka yang dapat menerima-Nya.

tidak dilahirkan tetapi sebagai yang diberikan . tetapi datang dengan cara yang tepat penamaan Spirit when speaking of God ad se . kata kerja yang digunakan untuk menggambarkan generasi Suci Spirit.. Augustine says. memiliki implikasi kuat melintasi batas-batas-secara harfiah..10-17 passim). Pertama-tama. ]' (V. " Page 6 Halaman 6 Gift and Communio : 6 Hadiah dan Communio: 6 Augustine maintains that the Spirit is related to both the Father and the Son in all other Agustinus menyatakan bahwa Roh adalah terkait dengan kedua Bapa dan Anak dalam semua lainnya descriptions as well. in the passage already quoted.10-17 passim). just as the eternal birth of the Son is akan keluar melintasi perbatasan antara pencipta dan ciptaan. Nevertheless it is likely that he is not thinking of the Spirit's procession in terms of Namun demikian ada kemungkinan bahwa ia tidak memikirkan prosesi Roh dalam hal going out across the border between creator and creation. tidak dipahami dalam hal meninggalkan rahim Ketuhanan untuk masuk ke dunia. 'He is the gift of the Father and of the Son.45). dengan berbeda tetapi secara signifikan tumpang tindih connotations. 'Dia adalah karunia Bapa dan Anak. In the case of the Dalam kasus Spirit. not only in distinguishing between the procession eksplorasi adalah ia mengalami kesulitan. itu berarti untuk pergi keluar (sebagai English reader would immediately guess due to the homograph 'exit'). Roh. exeo. but in coming up with an appropriate way of naming the Roh dan kelahiran Putra. sama seperti kelahiran abadi Putra not conceived in terms of leaving the womb of Godhead to enter into the world. bagaimanapun. with different but significantly overlapping Roh (XV. has strong implications of crossing boundaries—literally.. Anda lihat. Bahasa Inggris akan segera pembaca menebak karena 'keluar' yang homograf). the verb used to describe the generation of the Holy Sudah.' yang 'karunia Allah' (v. "pemberian Allah" jadi jika adalah sinonim untuk 'karunia Bapa dan Anak' maka salah satu . tidak hanya dalam membedakan antara prosesi of the Spirit and the birth of the Son. that is. yaitu. 'He comes forth. however.45).. not as being born but as being given… [ Exit enim non quomodo natus "Dia datang sebagainya.. Already. it means to go out (as the Roh. Augustine will again Agustinus lagi akan confess to confusion as to the difference between the birth of the Son and the procession of the mengaku kebingungan dengan perbedaan antara kelahiran Anak dan prosesi Spirit (XV. dalam bagian ini sudah dikutip. [Keluar Enim non quomodo Natus sed quomodo datus. konotasi ini tidak dapat dengan mudah dikontrol.exploration are the difficulties he experiences. First of all..15). That is because the Holy Spirit is Itu karena Roh Kudus adalah the 'gift of God' (V. sed quomodo datus . Roh Allah ketika berbicara iklan se. so if 'gift of God' is a synonym for 'gift of the Father and the Son' then one deskripsi juga. konotasi. kali ini dengan menggunakan kata kerja procedo. this time using the verb procedo . you see. exeo . this connotation cannot be as easily controlled. Agustinus mengatakan.] '(ayat 15).

but to the three. Holy Spirit comes to be regarded as God in a privileged sense. dan pada same time it is said singularly and not plurally of this same trio [ et simul de ipsa trinitate non saat yang sama dikatakan luar biasa dan tidak plurally ini trio yang sama [et simul de IPSA Trinitate non pluraliter sed singulariter dicitur ]' (V. these names must apply equally to the three and to the trinity: 'So whatever God is Selain itu.11). the Memang. dan harus applied not simply to the Father who is the point of origin of the trinity (in accordance with the diterapkan tidak hanya untuk Bapa yang adalah titik asal trinitas (sesuai dengan 'monarchy of the Father'). Roh Kudus goes out [ exit ] from God—without. akan muncul that all names of God are.3-11). setara dengan nama-nama istimewa.. dalam tertentu . apa pun Allah adalah called with reference to self is both said three times over about each of the persons…. In the extended discussion of the Dalam diskusi diperpanjang dari propriety of using the word 'substance' to refer to God (V. ketika sedang keluar dari Allah. dalam cara yang tak terduga.. pernah berhenti menjadi Tuhan.. kemahakuasaan dan tentang benar-benar semua predications yang dapat dinyatakan Allah .9. in principle. 'Monarki Bapa').. "(V. 'karena Allah itu adalah hal yang sama untuk menjadi seperti to be great… he is his own greatness. menjadi besar . Moreover. misalnya. and are to be bahwa semua nama Allah adalah. in an unexpected way. of course. tentu saja. then.). altered). it would appear sejak awal bahwa 'sedang' dan 'keabadian' adalah nama-nama istimewa Allah (I. in a certain ada datang untuk rasa di mana nama-nama yang umum untuk trio yang sama. bahkan mungkin mengatakan bahwa. one might even say that. In the discussion immediately following.11). Dalam diskusi segera berikut.. while going out from God. tetapi ke tiga. nama-nama ini harus berlaku untuk tiga dan ke trinitas: "Jadi. equivalent to these privileged names.. trans diubah. diskusi di mana Bapa and the Son are primarily at stake. Agustinus menegaskan prinsip terkenal yang Allah tidak have properties as an accident. The same must be said about goodness and eternity and Hal yang sama harus dikatakan tentang kebaikan dan kekekalan dan omnipotence and about absolutely all the predications that can be stated of God…' (V.9. there comes to be a sense in which the names that are common to this same trio are. Roh Kudus datang untuk dianggap sebagai Tuhan dalam arti yang istimewa. trans. Indeed. Namun. for example. maka. Although Augustine established very Meskipun Agustinus didirikan sangat early on that 'being' and 'immortality' were privileged names of God (I.2). pluraliter sed singulariter dicitur] '(v.3-11).. keluar [keluar] dari Allah-tanpa. 'for God it is the same thing to be as memiliki sifat sebagai kecelakaan. ever ceasing to be God. but rather that. Augustine affirms the well-known principle that God does not dan Anak terutama dipertaruhkan. and at the disebut dengan mengacu pada diri sendiri adalah baik mengatakan tiga kali lebih tentang masingmasing orang .2). the Spirit secara logis dapat menyimpulkan bahwa ketika Roh keluar [keluar] dari Bapa dan Anak. dia adalah kehebatan sendiri. a discussion in which the Father kepatutan menggunakan 'substansi' kata untuk menyebut Tuhan (V. melainkan bahwa. however. pada prinsipnya.can logically conclude that when the Spirit goes out [ exit ] from the Father and the Son.

but this is precisely because the Spirit 'is so called relationshipkhususnya untuk Roh Kudus. seeing that both Father and Son are holy and both Father and mereka disebut secara umum. as if to be absolutely certain to leave no space setidaknya dalam beberapa manuskrip). Though the name 'Holy Spirit' does not have immediate connotations of Meskipun 'Roh Kudus' nama tidak memiliki konotasi segera relation. 'in terms of the text ('Kecuali mungkin metaforis dengan mengacu pada penciptaan') atau Anak. 'tiga serangkai dapat disebut baik suci dan roh. mereka berdua. (Ibid. there is no copula.) (Ibid. di mana si pemberi adalah 'Allah' atau 'Bapa dan Anak. seolah-olah benar-benar yakin untuk meninggalkan ruang tidak 'between' the Holy Spirit and this 'communion or fellowship. First of all. Anak '(V. dalam teks Latin (di least in some manuscripts). the gift of both is called the Holy Spirit. kita juga bisa menawarkan partisipasi berbagi atau saling menguntungkan.) The first sentence of this quotation is particularly interesting. Anak adalah roh. being referred to both Father and Son. karena baik Bapa dan Putra Page 7 Halaman 7 Gift and Communio : 7 Hadiah dan Communio: 7 are also spirit'—indeed. where the giver is 'God' or 'Father and Son. tidak ada kopula. the name 'gift' helps to make this clear. So to signify the communion of them both by a name which applies to Jadi untuk menandai persekutuan mereka berdua dengan nama yang berlaku untuk them both. . 'hadiah' nama membantu untuk membuat ini jelas. yang disebut baik Bapa dan Anak. the triad can as a whole be called [Spirit].12). dan mungkin dia given this name just because the same name can be applied to [or.' 'Antara' Roh Kudus dan ini 'persekutuan atau persekutuan. Anak [Quia Patri et filio potest eadem appellatio convenire]. cara. since the Holy Spirit is the Spirit of the Father and bijaksana. melampaui dua possible meanings given by the translator. and perhaps he is [Ergo spiritus sanctus ineffabilis quaedam Patris filiique Communio]. kemungkinan arti yang diberikan oleh penerjemah. 'the triad can be called both holy and spirit.' Secondly. "dalam hal teks “God is spirit” (Jn 4:24). karunia kedua disebut Roh Kudus. " Those words are reserved Kata-kata yang dicadangkan in particular for the Holy Spirit. can fit] the Father and diberi nama ini hanya karena nama yang sama dapat diterapkan untuk [atau. While the trinity cannot be called either the Father Sementara trinitas tidak bisa disebut baik Bapa ('except perhaps metaphorically with reference to creation') or the Son. He is properly called what Dia benar disebut apa they are called in common.' juga spirit'-memang.' relasi. Kalimat pertama dari kutipan ini sangat menarik. tapi ini justru karena Roh adalah disebut hubungan wise. " What this clarifies is that: Apa ini menjelaskan adalah bahwa: the Holy Spirit is a kind of inexpressible communion or fellowship of Father and Son Roh Kudus adalah semacam persekutuan yang tak terkatakan atau persekutuan dari Bapa dan Anak [ Ergo spiritus sanctus ineffabilis quaedam patris filiique communio ]. melihat bahwa baik Bapa dan Anak adalah kudus dan baik Bapa dan Son are spirit. one could also offer sharing or mutual participation . in the Latin text (at Pertama-tama. karena Roh Kudus adalah Roh Bapa dan of the Son' (V. to be particularly said of the Spirit. secara khusus mengatakan Roh. tiga serangkai dapat secara keseluruhan disebut [Roh].way.12). because both Father and Son "Tuhan adalah roh" (Yoh 4:24). beyond the two Kedua. bisa muat] Bapa dan the Son [ quia patri et filio potest eadem appellatio convenire ].

selamanya hadiah. Augustine is nonetheless convinced that the Spirit is in some sense dan Anak satu sama lain. karena Agustinus dimulai dengan menyesatkan Page 8 Halaman 8 Gift .That which comes to us as gift is not a property of God—after all. baik Father and Son. paradoxically.' beberapa nama yang paling istimewa dari Allah. God does not have Itu yang datang kepada kita sebagai hadiah bukan milik Allah-setelah semua. 'atau' suci. Tuhan tidak memiliki 'properties.' can be called Sebaliknya.' harus sharable dengan.' but immediately shares among the three what human language would call the divine 'Properti. Bapa dan Anak. seperti "roh. such as 'spirit. what comes to us is a sharing—and a sharing which. paradoks. bahwa nama tersebut harus 'cocok.' or 'holy. apa yang datang kepada kita adalah berbagi dan berbagi yang 'benar. that such names should 'fit. because Augustine starts off with the misleading Ini pada awalnya menimbulkan masalah. ' The standard for this Standar untuk ini 'propriety' of names is.' tapi langsung saham antara bahasa tiga apa manusia akan panggilan ilahi properties. 'properly. atau bahkan karunia Bapa and the Son to each other. nor even the gift of the Father Meskipun Roh bukan karunia Bapa untuk Anak. both 'Kepatutan' dari nama itu.' should be sharable with. This at first presents a problem.' dapat disebut some of the most privileged names of God. Although the Spirit is not the gift of the Father to the Son. Instead. properti. Agustinus tetap yakin bahwa Roh adalah dalam arti tertentu eternally gift.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->