P. 1
Proposal Ptk

Proposal Ptk

|Views: 471|Likes:

More info:

Published by: sontoloyomaranata256 on Feb 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

SEKOLAH DASAR NEGERI KENDANGSARI III No.

278
Jl. Raya Tenggilis Mejoyo No. 3 Telp. (031) 8411915

S U R A B A Y A

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA KELAS III SDN KENDANGSARI III / 278 SURABAYA

Disusun oleh :

YUSUF, S.Wd

I. JUDUL UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEHNIK

PEMBERIAN

TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA

KELAS III SDN

KENDANGSARI III SURABAYA II. BIDANG KAJIAN Pembelajaran Matematika dan Pemberian Pekerjaan Rumah. III. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problemmatika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali. Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar ( SD ) dan Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. Betapa kita masih ingat dengan hangat akan standarisasi Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dengan nilai masing – masing mata pelajaran 4,51 dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri, karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. Hal lucu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas berupa kepada siswa. Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat

Pemecahan Masalah Siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah.. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan. IV. yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1. apakah karena adanya ajakan. sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa. . tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertramilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri.” Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa. Moh.meningkatkan aktifitas belajarnya. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika bagi siswa kelas III SDN KENDANGSARI III SURABAYA ? 2.

yaitu untuk menjadi masukan bagi guru dan siswa guna meningkatkan belajar di rumah. Hipotensis Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : “ Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas III SDN Kendangsari III Surabaya” V. b. Siswa . c. SDN Kendangsari III Surabaya Dengan hasil penelitian ini diharapkan SD Negeri Kendangsari III Surabaya dapat lebih meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar prestasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran-pelajaran lain.a. Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini : “Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar matematika bagi siswa kelas III SDN Kendangsari III Surabaya. Guru Sebagai bahan masukan / rujukan guru-guru guna meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya. 2. TUJUAN PENELITIAN 1. MANFAAT HASIL PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : a.” VI. Tujuan Umum Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini.

Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb ) supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ) Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan oleh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran Matematika. Belajar Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. VII. pengetahuan abstrak dan deduktif. Landasan Teori 1. 1. 1995 : 787 ). menjadi kapasitas baru ( Dimyati. tetapi atas kesimpulan yang ditarik dari kaidah – kaidah tertentu melalui deduksi (Ensiklopedia Indonesia).Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya. dimana kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keindraan. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan. atau “Mathesis” yang berarti ajaran. 200210). KAJIAN PUSTAKA 1. Dalam Garis Besar Program Pembelajaran ( GBPP )terdapat istilah Matematika Sekolah yang dimaksudnya untuk memberi penekanan bahwa materi atau pokok bahasan yang terdapat dalam GBPP merupakan materi atau pokok bahasan yang diajarkan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Direkdikdas : 1994 ) 1. melewati pengolahan informasi. Prestasi Belajar. Sedangkan pengertian . Matematika Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani “Mathematikos” secara ilmu pasti. Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud.

RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN 1. VIII. Teknik Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.: 1035). 1. Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. 1995 : 14 ).belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud. Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (purwadarminta. lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya 1. Rencana Penelitian 1. Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas III telah mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas . Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Kendangsari III Kelurahan Rungku Mejoyo Kecamatan Rungkut Kota Surabaya dengan jumlah siswa 31 anak.

mulai dari siklus I. kegiatan pokok dan penutup. b. 2.Desember. Tempat Penelitian Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SD Negeri Kendangsari III. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1. Siklus I. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester I Tahun pelajaran 2007/2008. 3. Perencanaan Meliputi penyampaian materi pelajaran. yakni mulai bulan Oktober . pembahasan latian soal. 4. 2. Tindakan ( Action )/ Kegiatan. karena siswa kelas III telah mampu membaca dan menulis serta berhitung yang cukup. latian soal.seperti PR. meliputi : Pendahuluan. Siklus II ( sama dengan I ) Siklus III ( sama dengan I dan II ) . Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 (dua) bulan. Lama Tindakan Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Okteber. 1. mencakup a. ulangan harian. c. Selain itu penulis pengajar di kelas III. tugas pekerjaan rumah ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan PR. sehingga memudahkan dalam mencari data. Siklus II dan Siklus III. kecamatan Rungkut Surabaya penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.

JADWAL PENELITIAN MINGGU KE……. 15. Refleksi. Fotocopy Naskah 2. 15.000.: Rp. 10. jilid buku 4.000. IX. 20.000. adapun biaya tersebut adalah : 1.: Rp. PERSONALIA PENELITI Penelitian ini melibatkan Tim peneliti. 3 4 1 2 3 4 1 No KEGIATAN 1 2 2 3 4 1 Perencanaan Proses 2 pembelajaran 3 Evaluasi Pengumpulan 4 Data 5 Analisis Data 6 Penyusunan Hasil 7 Pelaporan Hasil X. 60. BIAYA PENELITIAN Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti.000.3. dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. lain – lain JUMLAH : Rp.: Rp..000. Kerta folio setengah rem 3. identitas dari Tim tersebut adalah : 1.- XI.: Rp. Nama NIM : NURSIDIK KURNIAWAN : 813846371 .

Sc. Dra.. Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas .Pekerjaan Kulon : Guru Wiyata Bakti SDN 1 Samudra Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan Analisis Data Implementasi Penelitian Tindakan Kelas Oleh Prof. Herawati Susilo. Kisyani Laksono Tuesday.D. Ph. dan Dr. M. 25 December 2007 Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya.

“Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu. atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. atau hipotesis tindakannya. Oleh karena itu. Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru dan dosen harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK.untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan. rumusan masalahnya. A. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen. misalnya 2 minggu atau satu bulan. pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan. guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang . Dosen baru-boleh mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya. Dalam kegiatan di kelas. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu “ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. bentuk dan skenario tindakan. Diagnosis dan Penetapan Masalah Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

Contoh permasalahan ada di Lampiran 1. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga. dan “ditindaklanjuti”. guru. 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif. 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa. 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar. dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. dan 4) memperbaiki metode evaluasi. minat. Jadi. Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama oleh dosen dan guru setelah menganalisis seluruh pilihan masalah. 2) mengembangkan kurikulum. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan bersama antara guru dan dosen dapat berupa rumusan sebagai berikut: Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar? . Dari sekian banyak kemungkinan masalah. 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar.dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan kelas. dapat “ditindaki”. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar. dan orang tua. guru bersama dosen perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahannya dalam penelitian yang akan dilakukan bersama itu. proses belajar-mengajar. serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”. dan 3) peralatan tertentu. maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar. 2) sumbersumber lingkungan. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa. 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar.

Tujuan penelitian:Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini. Misalnya dipilih masalah sebagai berikut. aktif secara utuh . Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya. aktif berpikir)? Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya? Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi? Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif? • • • • Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan. Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas. cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran.Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa: • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut. Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut. Isu : Siswa kurang aktif di kelas. Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah. Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan.

dan sekolah mana hal itu terjadi?” Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas. bagaimana upaya mengatasinya. Bentuk dan Skenario Tindakan Gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. bahkan juga kalau mungkin “hearts on”). dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah. penggunaan lingkungan sekitar sekolah. baik secara “hands on”. di kelas. penggunaan sungai. dan seterusnya). “minds on” maupun “hearts on” ? Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru. atau dapat pula dalam . Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu. Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas? Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk “Masalah apa yang terjadi di kelas. Dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu. “minds on” maupun “hearts on”.(sedapat mungkin “hands on” atau “minds on”. baik secara “hands on”. B.. Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep.

Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. format yang digunakan . Di samping itu. a. proses (saat berlangsung). Akan tetapi. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal. Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Dari sisi proses Dari sisi proses (bagan alirnya). dst. Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem posing . Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati. C. instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal). Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. buku teks dalam kondisi awal. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. b. dan output (hasil). Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 2) contoh salah satu RP untuk pembelajaran dengan Problem Posing (Chotimah dkk. 2005). Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat.. Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. 1.bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI. Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan.

hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal.hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.1992). instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom). Sejauh mungkin. instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga). Instrumen untuk output Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. 2. catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. dan pengamatan harus dilakukan . yaitu: pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. tujuan. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. respon siswa terhadap lingkungan kelas. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). Dari sisi Hal yang Diamati Selain dari sisi proses (bagan alir). misalnya. maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). Dari sisi hal yang diamati. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann. tentang organisasi kelas. a. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers) Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers). c. dsb.

b. dan manajemen kelas. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms) Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. tata letaknya. dsb. pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Pengamatan Terstruktur (Structured Observation). Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan . Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). antara lain: Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events). Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. and Post-Teaching Activities) . Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model). Di samping itu. Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). Whilst-. Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns).secara objektif.

dsb. c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms). b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map).Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. mulai dari sebelum dilakukan tindakan. Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. c) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students). Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. saat berlangsung. antara lain: a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK. dan sesudah usai pembelajaran. e) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student . e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews). Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students). antara lain: Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . dan seusai tindakan. d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment). c. f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies). a) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students). dalam kurun waktu tertentu. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. b) Format Bayangan (Shadowing Form). d) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart). saat tindakan diimplementasikan.

Jika dianggap masih ada informasi yang kurang. atau untuk melukiskan suatu proses . catatan lapangan. kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal. h) Sosiogram. daftar cek). Mills. pendapat. tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. jurnal harian. 2004: 19). penggambaran interaksi dalam kelas. aktivitas. misalnya perilaku. (2) Pedoman Wawancara Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif. observasi aktivitas di kelas. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif.Participation in Lessons). atau pemetaan kelas (cf. Namun harus dapat menjaga agar . kasus istimewa. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap. dsb Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud: (1) Pedoman Pengamatan. alat perekam elektronik. wajar. dan proses lainnya. dapat pula dilakukan secara bebas. atau wawasan . g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). siswa. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format.

demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. sikap. 1997. Tim PGSM. Sumarno. (3) Angket atau kuesioner Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali. hasil karya guru. Mills. 1999. bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. 2005. Dalam Lampiran 3-17 dicontohkan beberapa macam instrumen yang dapat digunakan oleh peneliti (Chotimah dkk. lembar kerja dll. Tim Biologi SMA Lab. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). arsip. Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian. silabus. 2004). Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. (4) Pedoman Pengkajian Data dokumen Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir.hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. UM 2005) Instrumen ini dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. hasil karya peserta didik. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. (5) Tes dan Asesmen Alternatif Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan. maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). . Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan.

dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut 2. c. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi. Validasi hipotesis Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Analisis Data Penelitian. interpretasi dengan acuan teori. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi. Misalnya. maka perlu dilakukan validasi.D. perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. apa yang kemudian terjadi. triangulasi. atau pendapat guru. 1. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas. b. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi: a. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan dosen. . apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Dalam PTK. atau jika memang perlu uji statistik). menumbuhkan praktik. Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan.

Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria. jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal. Hal ini dilakukan dengan acuan teori.triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk . pelaksanaan. Saturasi. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data. norma. apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. observasi dan evaluasi. hasil observasi kegiatan guru. dibandingkan dengan pengalaman. Triangulasi. Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan. 3. praktik. Penyusunan Laporan Penelitian Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I. recek. atau penilaian dan pendapat guru. 4. dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan. Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2. observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan. Interpretasi Data Penelitian Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu. dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif.

Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu dosen dan guru tidak hanya sekedar melaksanakan. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini.siklus ke 3. Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data). Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Penutup PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. saturasi dan triangulasi. artikel dan sumbersumber mengenai penelitian tindakan kelas. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan. kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. tapi juga mengkomunikasikan hasilnya . Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini. Di hadapan para bapak ibu dosen yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru maupun dosen sains seluruh Indonesia yang melaksanakan PTK. guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. E. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian. Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya.

Columbus: Pearson. V. dkk. Akhir kata. Reed. 2003. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. & Bergermann. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. pengalaman. Daftar Rujukan Chotimah. “Laporan Koordinator Bidang Studi Biologi Semester II Tahun Pelajaran 2004-2005″. 2005.kepada rekan-rekan guru dan dosen lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. saya ingatkan kembali bahwa profesi guru dan dosen adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus. New Jersey: Prentice Hall. Ernie. “Jurnal Belajar Biologi Kelas X”. A. Jakarta: Depdikbud. 2004. karenanya setiap guru dan dosen harus selalu siap. dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru dan dosen. mau. Connecticut: The Dushkin Publishing Group. 1992.E. Geoffrey. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru dan dosen untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. 1999. 2005. Tim Biologi SMA Lab UM. Dirjen Dikdasmen. Action Research in Education. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang. Dikmenum. Husnul. Depdikbud. S. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru dan dosen bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang: SMA Laboratorium UM. Stringer. Inc. J. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. . Mills. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Menvi Prentice Hall. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru dan dosen yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

pengembangan model supervise klinis pada sekolah menengah atas (SMA) 3. Peningkatan keefektifan kejar paket B melalui pengembangan kepemimpinan kepala sekolah / KP B 4. Pengembangan media pembelajaran OHP untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus 6.Tim PGSM. Pengembangan media pembelajaran CHART untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SD kelas 6 4. Peningkatan prestasi belajar siswa bidang studi IPA di SD/SMP melalui penerapan pembelajaran VCD 3. CONTOH JUDUL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Contoh Tema / Judul PTK untuk Kepala Sekolah / Pengawas 1. 5. pengembangan model CTL meningkatkan kreatifitas anak Peningkatan prestasi belajar siswa bidang studi …………… pada SD/SMP/SMA kelas wedhus siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus melalui penerapan model Cooperative Learning . Pengembangan model supervise observasi kelas untuk kelas akselerasi 2. PTK tentang MEDIA 1. Pengembangan media pembelajaran gambar gerak dalam computer untuk meningkatkan kreatifitas anak SD/SMP/SMA kelas wedhus 2. Pengembangan model MONEV pada sekoklah berstandar internasional. Jakarta: Proyek PGSM. Pengembangan media pembelajaran Tape Recorder untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan mata pelajaran bahasa Inggris siswa SD/SMP kelas ….. Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Contoh Tema / Judul PTK untuk Guru Kelas / Bidang Studi A. 1999. Dikti. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). PTK tentang model / Strategi / Pendekatan 1. Pengembangan media pembelajaran LCD untuk meningkatkan prestasi siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus B. 2.

Pengembangan metode pembelajaran Role Playing untuk Pengembangan metode pembelajaran brainstorming untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus meningkatkan prestasi belajar siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus Contoh Tema / judul PTK untuk guru PAUD D. 4. 3. 2. SD/SMP/SMA melalui penerapan Problem Solving prestasi belajar siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus meningkatkan pemahaman membaca mata pelajaran bahasa Inggris siswa SD/SMP/SMA meningkatkan kreatifitas anak TK Developmentally Appropriate Practice . 3.3. kelas wedhus 5. 4. PTK tentang Metode 1. 6. PTK tentang model / Strategi / Pendekatan 1. kelas wedhus 5. 2. Pengembangan model pembelajaran Cooperative Learning untuk Peningkatan prestasi anak TK melalui pembelajaran berbasis Penerapan APE untuk meningkatkan prestasi anak TK / RA Penerapan BCCT untuk meningkatkan prestasi anak TK / RA Pengembangan metode pembelajaran INKUIRI untuk Peningkatan prestasi belajar siswa bidang studi ………… di Penerapan metode pembelajaran Demonstrasi untuk meningkatkan Pengembangan metode pembelajaran pemberian tugas untuk meningkatkan kreatifitas siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus. 6. 4. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning untuk Pengembangan model pembelajaran konstruktivistik untuk meningkatkan Prestasi belajar siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus meningkatkan motivasi dan prestasi mata pelajaran bahasa Inggris siswa SD/SMP/SMA Pengembangan Quantum Teaching dalam pembelajaran bidang Pengembangan Pendekatan Ketrampilan Proses (PKP) untuk studi ………… siwa SD/SMP/SMA kelas wedhus meningkatkan prestasi belajar siswa SD/SMP/SMA kelas wedhus C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->