PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

MAKALAH Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Desain Pesan Pembelajaran Dosen Pengampu Prof. Dr. Mujiyono Wiryotinoyo, M.Pd Dr. Rahmat Murbojono, M.Pd

Kelompok XIII SUPARMIN (A2E009004) DESY PUJIASTUTI (A2E009018)

PROGRAM MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI

2010 .

jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta. Pendahuluan Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi. B. prosedur). dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. 2004). Berbagai aspek tentang bahan ajar. keterampilan. menjelaskan tujuan instruksional yang akan dicapai. Bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Pemanfaatan yang dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya ditinjau dari pihak guru dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak siswa. bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan masalah. memotivasi peserta didik untuk belajar. diharapkan diperoleh alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal dan bervariasi dan pada akhirnya hasil belajar maupun aktivitas peserta didik diharapkan juga meningkat. seperti cara penulisan dan penyusunan bahan ajar. keterampilan. prinsip. Menurut Gafur (2004) bahan ajar adalah pengetahuan. dan sikap atau nilai. materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus. Biasanya. menyediakan rangkuman. Menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap.PENGEMBANGAN BAHAN AJAR A. dan secara umum berorientasi pada peserta didik secara individual (learner oriented). mengantisipasi kesukaran belajar peserta didik sehingga menyediakan bimbingan bagi peserta didik untuk mempelajari bahan tersebut. bahan ajar bersifat mandiri. Bahan ajar merupakan salah satu bagian dari sumber belajar yang dapat diartikan sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran. baik yang diniati secara khusus maupun bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran (Mulyasa 2006). Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan. Bahan ajar tersebut berisi materi pelajaran yang harus dikuasai oleh guru dan disampaikan kepada siswa. memberikan latihan yang banyak. Hakekat Bahan Ajar Bahan ajar mempunyai struktur dan urutan yang sistematis. konsep. keterampilan dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh siswa. Dengan menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut. komponen utama bahan ajar. Secara terperinci. artinya dapat dipelajari oleh peserta didik secara mandiri karena sistematis dan lengkap (Panen dan Purwanto. Dengan kata lain bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu . Selain itu. dan penggunaan ilustrasi yang efektif merupakan pokok-pokok bahasan utama makalah ini.

CD interaktif. 4) penutup setiap bab. PH 4. 5) daftar pustaka. keterampilan. Bahan ajar yang baik dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip instruksional. Hal ini akan memberi dampak positif bagi guru.guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. tetapi juga pada orientasi dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunannya. dapat mengurangi ketergantungan pada guru dan membiasakan belajar mandiri. Dengan demkian. bahan ajar dapat menggantikan sebagian peran guru dan mendukung pembelajaran individual. C. video/ film. Dampak positifnya bagi siswa. dan prosedur). 3) penyajian setiap bab. dan 6) senarai. Pedoman berguna untuk mempermudah siswa dan guru mempergunakan bahan ajar. dan sikap atau nilai. CD audio. karena memang tidak dirancang untuk itu. Setiap komponen mempunyai sub-sub komponen yang saling berintegrasi satu sama . Menurut Mulyasa (2006) menjelaskan bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan. guru juga dapat memanfaatkan buku teks atau bahan dan informasi lainnya yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali atau ditata sedemikian rupa sehingga dapat menjadi bahan ajar. Visual. karena sebagian waktunya dapat dicurahkan untuk membimbing belajar siswa. 2) pendahuluan setiap bab. brosur. prinsip. Secara terperinci. penggunaan buku teks memerlukan dosen atau guru yang berfungsi sebagai penterjemah yang menyampaikan isi buku tersebut bagi peserta didik. hand out. Hal ini juga mendukung prinsip belajar sepanjang hayat (life long education). Internet Komponen utama bahan ajar adalah : 1) tinjauan materi. computer Based. Menurut Panen dan Purwanto (2004) bahan ajar berbeda dengan buku teks. Audio seperti. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. 2. gambar. buku . konsep. Sangat jarang buku teks dipergunakan untuk belajar mandiri. Namun.VCD 3. Multi Media. Disamping itu. Perbedaan antara bahan ajar dengan buku teks tidak hanya terletak pada format. radio. Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman untuk siswa dan guru. leaflet. Bahan ajar memiliki fungsi strategis bagi proses pembelajaran yang dapat membantu guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Audio Visual seperti. model/ maket 5. modul. sehingga guru tidak terlalu banyak menyajikan materi. LKS. Guru dapat menulis sendiri bahan ajar yang ingin digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Jenis Bahan Ajar Menurut Mulyasa (2006) dalam bukunya menyebutkan bahwa bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara lain: 1. tata letak dan perwajahannya. Buku teks biasanya ditulis dengan orientasi pada struktur dan urutan berdasarkan bidang ilmu (content oriented) untuk dipergunakan oleh dosen atau guru dalam mengajar (teaching oriented). foto. Bahan cetak seperti. keterampilan. jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta. wallchart. kaset.

Dalam hal ini guru berfungsi sebagai nara sumber. dengan cara sebagai berikut : 1) Membangkitkan minat belajar. bahan ajar biasanya dilengkapi dengan berbagai macam ilustrasi. Prinsip relevansi artinya keterkaitan. 2) Menjelaskan tujuan. Kesempatan siswa berlatih atau menyelesaikan tugas mandiri sering kali tidak pernah dibimbing guru dan tidak diberi umpan balik. kurangnya buku teks. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. atau ide yang disampaikan dalam bahan ajar. . 1. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi prinsip relevansi. atau konsep yang disampaikan dalam bahan ajar kepada pembaca/pemakai dengan baik dan benar. pesan. peran guru lebih ditekankan sebagai fasilitator.lain. dapat membuat bahan ajar menarik untuk dipelajari. konsistensi. padatnya jadwal mengajar. Peran guru sebagai fasilitator lebih penting dari pada sebagai nara sumber. Selain itu Ilustrasi yang menarik ditambah tata letak yang tepat. membantu dalam menyelesaikan target kurikulum dan mencapai tujuan pembelajaran. Namun dalam era kurikulum baru. dan target pencapaian kurikulum. Dengan demikian dalam pembelajaran sebagian besar waktunya habis untuk menyajikan materi pembelajaran. dan 6) menciptakan komunikasi dua arah Beberapa permasalahan yang dihadapi guru. Peran guru membantu dan mengarahkan pembelajaran. dalam memenuhi kebutuhan pembelajaran bermutu. Selain itu. Ekspresi tulis yang baik akan dapat mengkomunikasikan pesan. Disamping komponen-komponen bahan ajar dan ilustrasi. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menyusun bahan ajar. D. 4) Memberi kesempatan siswa berlatih dan memberi balikan. bahan ajar yang baik dan menarik mempersyaratkan penulisan yang menggunakan ekspresi tulis yang efektif. dan kecukupan (Anonim 2006). Ekspresi tulis juga dapat menghindarkan salah tafsir atau pemahaman. Susunan komponen-komponen dan sub-sub komponen bahan ajar sama dengan strategi pembelajaran yang lazim digunakan guru dalan kegiatan pembelajaran. kurang dapat dipenuhi karena masalah ekonomi. pembelajaran dengan pendekatan siswa aktif atau pembelajaran berpusat pada siswa. ide. gagasan. Yang biasa terjadi dalam pembelajaran adalah guru menyajikan materi kepada siswa. 5) Memperhatikan dan menjelaskan hal-hal yang sukar atau tidak dipahami. karena dapat memperjelas konsep. 3) Menyajikan materi dengan struktur yang baik. Ilustrasi memegang peranan penting dalam bahan ajar. Sebagian besar siswa pasif mempersiapkan. selanjutnya guru membantu siswa memahami materi yang disajikan. Bahan ajar yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip instruksional yang baik akan dapat membantu guru untuk mengurangi waktu penyajian materi dan memperbanyak waktu pembimbingan bagi siswa. gagasan. Sistematika Penyusunan Bahan Ajar Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran.

diperlukan kemampuan menulis sesuai dengn prinsipprinsip instruksional. 4) Merumuskan kompetensi dasar. pengurangan. 2) Melakukan analisis instruksional/kurikulum. penulis tidak menulis bahan ajar sendiri dari awal (from scratch). untuk dapat menulis sendiri bahan ajar. Secara umum ada tiga cara yang dapat ditempuh dalam menyusun bahan ajar. bimbingan. Penulisan juga dapat dilakukan bersama pakar. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. yaitu: Menulis sendiri (Starting From Scratch) Bahan ajar dapat ditulis sendiri oleh guru sesuai dengan kebutuhan siswa. perkalian. Disamping penguasaan bidang ilmu. latihan. dari yang termurah sampai yang termahal. 3.1. Prinsip konsistensi artinya keajegan. Sebaliknya. 8) Evaluasi bahan ajar dan perbaikan. baik dalam satu sekolah atau tidak. dan pembagian. 5) Menyusun rencana kegiatan. maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta atau bahan hafalan. yang memiliki keahlian di bidang ilmu tertentu. maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya. Untuk itu dalam menulis bahan ajar didasarkan: (a) analisis materi pada kurikulum. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. dan 8) Digunakan Menurut Panen dan Purwanto (2004). Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan. meliputi kebutuhan pengetahuan. Proses menyusun bahan ajar. penyusunan bahan ajar dapat dilakukan melalui beragam cara. 6) Menyusun silabus. maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik penjumlahan. Selain ditulis sendiri guru dapat berkolaborasi dengan guru lain untuk menulis bahan ajar secara kelompok. 7) Menulis/ menyusun bahan ajar. Materi tidak boleh terlalu sedikit. perkalian. dan (c) silabus yang telah disusun. Pengemasan kembali informasi (Information Repackaging) Dalam pengemasan kembali informasi. dengan guru-guru bidang studi sejenis. dari yang paling sederhana sampai yang tercanggih. pengurangan. keterampilan. jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya. jika kompetensi yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta. meliputi langkah-langkah sbb : 1) Perumusan tujuan instruksional atau standar kompetensi. tetapi penulis memanfaatkan buku-buku teks dan informasi yang sudah ada untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar . dan umpan balik. dan tidak boleh terlalu banyak. Bahan ajar disusun berdasarkan tujuan atau sasaran instruksional yang hendak dicapai sesuai Rencana Pembelajaran dan Program Pembelajaran. dan pembagian. 2. 2. 3) Menentukan perilaku awal siswa atau indikator kompetensi. (b) rencana atau program pengajaran. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam. Penulisan bahan ajar selalu berlandaskan pada kebutuhan siswa.

3. dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya. tes. Penataan berurutan berdasarkan standar kompetensi dan indikator atau tujuan pembelajaran. Tentukan bagian-bagian buku atau sumber yang sesuai GBPP atau silabus Fotocopy seluruh bagian sumber yang digunakan per pokok bahasan Pilah-pilahlah berdasarkan urutan pokok bahasan Buatlah halaman penyekat untuk masing-masing pokok bahasan Jilidlah dengan rapi Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi. Proses penataan informasi hampir mirip dengan proses pengemasan kembali informasi. 5. dalam proses penataan informasi tidak ada perubahan yang dilakukan terhadap buku teks. guru memberi halaman penyekat berisi: nomor pertemuan. latihan. Tujuan Pembelajaran (kompetensi). umpan balik untuk peserta didik dan dari peserta didik. serta umpan balik agar mereka dapat mengukur sendiri kompetensinya yang telah dicapai. dan informasi lain yang sudah ada di pasaran. 1. dll. umpan balik. metode. latihan-latihan. . Kemudian ditulis kembali/ulang dengan dengn gaya bahasa yang sesuai untuk menjadi bahan ajar (digubah). dan silabus. artikel. 3. bimbingan belajar. Prosedur kompilasi: Kumpulkan seluruh bahan yang akan dijadikan acuan. 4. Materi tambahan berupa pedoman belajar untuk siswa perlu disusun oleh guru berdasarkan tujuan/standar kompetensi. dan dapat dipergunakan oleh guru dan peserta didik dalam proses instruksional. Setelah tersusun rapi. Keuntunganya.yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik. Bahan atau informasi yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. seperti yang tercantum dalam GBPP atau silabus. indikator kompetensi. Sebaiknya memperoleh ijin dari pengarang buku aslinya. jurnal. materi audiovisual dan informasi lain tersebut digunakan secara langsung. Disamping itu materi dilengkapi dengan pedoman belajar untuk siswa. pokok bahasan dan diskripsi singkat. majalah. 6. koran. Penataan informasi (Compilation atau Wrap Around Text) Selain menulis sendiri bahan ajar juga dapat dilakukan melalui kompilasi seluruh materi yang diambil dari buku teks. cara ini lebih cepat diselesaikan dibanding menulis sendiri. materi audiovisual. 2. dan tugas yang perlu dilakukan siswa. Namun. bahan bacaan yang dikompilasi. latihan-latihan dan tugas yang perlu dilakukan. batasan-batasan. dan lain-lain yang perlu diketahui siswa. Proses ini disebut pengembangan bahan ajar melalui penataan informasi (kompilasi). yang berisi : petunjuk penggunaan materi. Jadi buku teks. juga diberi tambahan kompetensi atau keterampilan yang akan dicapai. hanya ditambahkan dengan pedoman belajar untuk peserta didik tentang cara menggunakan materi tersebut. tugas.

Memperjelas informasi yang diberikan 2. dan naskahnya sebagai pendukung. ruang. menghemat tempat Langkah-langkah dalam pembuatan Ilustrasi. Memberikan variasi dan menarik 3. seperti : a. dan daya indera. Identifikasi a) Bagian bahan ajar yang perlu ilustrasi b) Jenis ilustrasi yang dibutuhkan c) Letak ilustrasi d) Ukuran ilustrasi 2. Editing a) Menilai ketepatan dengan isi pesan b) Revisi kesalahan . Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya. dan simbol. Mengurangi narasi/tulisan. b. c. diagram. Selain itu ilustrasi juga menyajikan sejumlah informasi dengan serempak dalam satu ruang. Adapun tujuan ilustrasi tersebut adalah : 1. gambar. Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat. Ilustrasi pada prinsipnya untuk memperjelas gagasan penulis. Penggunaan Ilustrasi dalam Bahan Ajar Ilustrasi adalah alat komunikasi kasat mata (visual) yang menyertai naskah (text) di dalam buku. Ilustrasi yang digunakan dalam bahan ajar dapat berupa : daftar tabel. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi. antara lain : 1. baik siswa atau peserta diklat maupun guru/instruktur. Desain a) Membuat ilustrasi sesuai dengan isi pesan b) Memilih ilustrasi dari sumber yang ada c) Modifikasi d) Tata letak 3. Beberapa buku bahkan menggunakan ilustrasi sebagai bagian utama. 3. 2. Membantu mengingat gagasan yang disampaikan 4. grafik. memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya.Adapun tujuan penulisan modul adalah : 1. Mengatasi keterbatasan waktu. E. d. Memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.

Multi Media. buku . 2006. Ilustrasi adalah alat komunikasi kasat mata (visual) yang menyertai naskah (text) di dalam bahan ajar. hand out. Audio seperti. foto. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2006. 4) penutup setiap bab. Visual. Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan. Suatu Evaluasi Terhadap Buku Teks Ilmu Kimia Kelas 1 SMA. 2) pendahuluan setiap bab. gambar. 5) daftar pustaka.F. Panen. Internet 4. Audio Visual seperti. Beberapa buku bahkan menggunakan ilustrasi sebagai bagian utama. Kesimpulan Berdasarkan penjelasan makalah tersebut. radio. Pedoman Penyusunan Materi Pembelajaran (Instructional Material. dan naskahnya sebagai pendukung Daftar Pustaka Anonim. PH. Jakarta: IKIP Jakarta. video/ film. wallchart. dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. modul. Kurikulum Yang Disempurnakan. P & Purwanto. Bahan ajar dapat berupa : Bahan cetak seperti. Penulisan Bahan Ajar.VCD. dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Gafur A. kaset. Jakarta: Ditjen Dikti Depdikbud . CD interaktif. Tri widodo A. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. 1993. LKS. keterampilan. Disertasi. CD audio. Jakarta: Depdiknas Mulyasa E. computer Based. model/ maket. 2004. 3) penyajian setiap bab. leaflet. Tingkat Keterbacaan Teks. Komponen utama bahan ajar adalah : 1) tinjauan materi. brosur. 2. 1997. Ilustrasi pada prinsipnya untuk memperjelas gagasan penulis. dan 6) senarai 3.

Kata Pengantar 3. Deskripsi Mata pelajaran b. Setiap Bab (Modul) diakhiri dengan Penutup.Lampiran : Contoh Bahan Ajar TINJAUAN MATERI BAB I (Modul I) Pendahuluan Penyajian Penutup II III Daftar Pustaka Senarai Contoh Daftar Isi Modul : 1. Senarai: berisi penjelasan istilah atau kata-kata.. Tinjauan Mata Pelajaran: a. Bagian sampul: Judul. Bab (Modul) I. Modul ke . dan Senarai (istilah atau kata-kata sukar) 7. Manfaat Mata Pelajaran c. Tujuan/Standar Kompetensi d. Petunjuk Belajar: berisi cara mempelajari bahan ajar 6.. Tindak Lanjut. Bab III. Umpan Balik. berisi: Tes Formatif. dan seterusnya. Susunan Bahan Ajar: berisi bab atau sub bab yang akan dipelajari 5. Kunci Jawaban. sukar kalau ada .. Setiap Sub Bab (Kegiatan) diakhiri dengan Latihan dan Rangkuman. Daftar Pustaka. Daftar Pustaka/Rujukan: berisi buku atau sumber rujukan 8.. Penulis. Bab II. Daftar Isi 4. dan nama sekolah 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful